All language subtitles for The.Mentalist.S04E10.Fugue.In.Red.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penyerangan terjadi di tengah pergantian jam kerja.

Biasanya, jam kerja berlangsung hingga pagi.

Tapi beberapa karyawan berpesta bujang malam ini.

- Siapa yang akan menikah? - Toby Rowlins.

Dia temukan korban sesaat setelah lehernya digorok.

Pasti itu jadi pesta bujang paling mengerikan.

Apa Toby melihat kejadiannya?

Dia lihat pria bertudung masuk ke hutan. Jins, jaket gelap.

- Tak bisa lihat wajahnya. - Ada petunjuk senjata pembunuhan?

- Tak ada. - Siapa nama korban?

Paul Satterfield. Sudah bekerja selama 25 tahun.

Dapat beberapa penghargaan karena tindakan keberanian.

- Itu bukan salahmu. - Aku tahu itu.

Kecuali kau pelakunya. Kau membunuhnya?

- Tidak. - Baiklah, hanya bertanya.

Apa yang kaulakukan di sini?

Kukira kau sedang merayakan hari terakhir kebebasanmu.

Paul tak bisa datang ke pesta.

Dia tak pernah pulang lebih awal, tapi dia membelikanku cerutu.

Agar kami bisa mengisap cerutu bersama.

Jadi seseorang di markas Damkar tahu korban pergi ke sini.

Jika maksudmu pelakunya adalah salah satu dari kami, tak mungkin.

Aku melihat pembunuhnya melarikan diri ke arah sana.

Sebagian dari kami sudah coba mencarinya.

Para pekerja dari kedua sif.

Mungkin pembunuhnya berbalik dan bergabung dengan tim pencariannya.

Bisa saja terjadi. Suasana di sini tentunya kacau-balau sekali.

Paul Satterfield bagian dari kami. Kami menyayanginya layaknya saudara.

Ya, kau pernah dengar kisah Kain dan Habil, bukan?

Cho, kumpulkan para pemadam. Kita harus tentukan alur waktunya.

Boleh pinjam sentermu? Aku ingin mencari senjata pembunuhannya.

JALAN SETAPAK DANAU HURLBUT

Jane?

Jane, kau di sini?

Ayolah, Jane.

Tidak.

Paramedis! Aku butuh bantuan sekarang!

Kumohon!

Tak bernapas. Tak ada denyut nadi.

- Dia mudah kejang atau pingsan? - Tidak.

- Dia sudah ada di tandu. - OP sudah masuk.

- Buka. - Tak ada pedal dan distal.

Denyut jantungnya menurun.

- Sudah berapa lama dia di sana? - Entahlah, mungkin 7-8 menit.

- Defibrilator disiapkan. - Siap.

- Tempelkan perban. - Kumohon.

Butuh satu miligram atropine.

Ambu bag. Mulai memompa.

- 12 gauge IV. - Sambungkan ke AED.

Ayo kagetkan dia. Isi hingga 120 joule.

- Semuanya menjauh. - Semuanya mundur.

Masih tak ada denyut. Siap!

- Ada ritma sinus. - Kau butuh selang?

- Jane, kau baik-baik saja? - Beri dia oksigen aliran tinggi.

- Perluas. - Naikkan oksigennya.

- NRB. Segera. - Kau bisa mendengarku?

- Baiklah, sekarang buka. - Jane.

- Siapkan dia untuk dipindah. - Butuh penyangga leher?

Ikuti hitunganku. Satu, dua, tiga, angkat.

- Awas, mau lewat. - Hati-hati.

Beri jalan, mau lewat.

- Bagaimana keadaannya? - Dia sudah bernapas.

Dia akan baik-baik saja.

Jane?

- Bagaimana keadaanmu? - Bagus, aku rasa.

- Senang melihatmu bernapas. - Senang melihatmu, titik.

Kami berusaha semampunya untuk temukan penyerangmu.

- Kau tak lihat wajahnya, ya? - Tidak.

Seingatku tidak.

Apa yang terakhir kali kau ingat?

- Apa kita tidur bersama? - Apa?

Kau polisi, tapi kau tak perlakukan aku sebagai seorang tersangka.

Dan aku tak tahu alasan lain kenapa seorang polisi duduk di ranjangku...

Selain kita berdua pernah tidur bersama.

Kau tak tahu siapa aku?

Kumohon jangan tersinggung, aku yakin kau cukup berkesan.

Tapi aku baru saja mengalami sesuatu yang sangat berat.

Tidak. Kita tak pernah tidur bersama.

Kita mulai melangkah maju, bukan? Jadi aku belum lewatkan apa pun.

Siapa namamu?

- Kau sedang menggodaku? - Seandainya begitu.

Aku Teresa Lisbon dari CBI. Aku detektif pembunuhan.

- Kau konsultanku. - Aku menangkap penjahat?

Sepertinya menyenangkan.

Aku selalu ingin pakai kemampuan cenayangku memerangi para penjahat.

Kau bukan cenayang. Dulu kau pernah pura-pura jadi cenayang.

- Tapi kau... - Tapi apa?

Teresa?

Maaf. Harusnya aku bicara pada dokter sebelum datang ke sini...

Teresa. Tunggu sebentar.

Aku melihat sesuatu saat sedang diserang.

- Apa yang kau lihat? - Sebuah cahaya.

Cahaya seperti apa?

Cahaya putih. Sangat terang.

Dan aku menuju ke arahnya. Ada banyak orang berkumpul.

Mengulurkan tangan mereka padaku.

Ada seorang wanita. Wanita yang mengenalmu.

- Ibumu? - Jane, aku tidak terkesan.

Aku sudah bilang padamu ibuku tiada saat aku masih kecil.

Apa kau bilang padaku dialah yang berikan salib itu padamu?

Kau menyentuhnya seperti itu saat aku sedang tidak sadar.

Itu yang menuntunnya padaku.

Dan sekarang aku bisa menuntunnya padamu.

Kau ingin menghubungkanku dengan mendiang ibuku?

Aku seorang cenayang, Teresa. Itulah yang kulakukan.

Dia tak tahu siapa aku.

Dia juga tak tahu siapa dirinya. Itu disebut Dissociative Fugue.

Gangguan hilangnya identitas diri sementara.

Bisa berjam-jam atau bulanan. Bahkan di kasus langka, tahunan.

Tapi dia ingat beberapa hal.

Misalnya dia pernah pura-pura menjadi seorang cenayang.

Dia baru saja meramalku, dan itu benar sekali.

Dia pernah mengalami trauma?

- Istri dan putrinya tewas dibunuh. - Itu dia.

Alam bawah sadarnya melindungi dirinya dari trauma lebih lanjut...

Dengan melupakan kesedihan itu.

Sejauh yang diingat Patrick, keluarganya tak pernah ada.

Kematian mereka yang membawanya pada kami.

Makanya dia tak mengenalmu.

Tapi sepertinya kaulah yang dia butuh untuk bisa pulih.

Kita semua harus bersikap seperti apa saat dia tiba?

Biasa saja.

Aku tak tahu bagaimana bersikap biasa pada Jane.

Berarti kalian sudah siap, tapi jangan bicarakan masa lalunya.

Kata dokternya penting sekali agar ingatannya kembali sendiri.

Ini gila. Seharusnya dia masih dirawat di RS saja.

Kebalikannya, dokter ingin dia ada di lingkungan yang dikenal.

- Dia akan bantu pecahkan kasus? - Katanya dia sudah tak sabar.

Kau yakin ini ide bagus, Bos?

Entahlah, tapi Jane butuh sesuatu untuk bergantung.

Kita akan beri dia itu. Apa yang kita tahu soal korban?

Menurut rekannya, Paul Satterfield pemadam yang hebat.

Pemadam senior menghormatinya, pemadam baru mengidolakannya.

Satterfield memiliki istri, Diane. Mereka sudah menikah 16 tahun.

- Dia akan datang pagi ini. - Ada petunjuk dari TKP?

Tak ada bukti. Semua EMT dan para pemadam coba menyelamatkannya.

Mereka mengotori semuanya.

Tak perlu mengenalkan diri karena kalian mengenalku.

Dan dalam satu pandangan sekilas...

Aku tahu kalian semua seperti terakhir kali kulupakan kalian.

- Kau membuat kami cemas. - Kuyakin itu bukan maksudku.

Kami senang kau sudah sembuh.

Terima kasih, Bigsby.

- Rigsby. Wayne Rigsby. - Wayne.

Kami baru diskusikan kasus itu, silakan jika kau ingin bergabung.

- Kapan saja. - Baiklah.

Perampok bersenjata? Amatiran yang putus asa.

Kenapa beraksi sendiri? Karena dia tak kenal penjahat lain.

Topeng Lucha Libre tampilkan tingkah laku yang tepat.

Tapi lihat pakaiannya. Celana khaki dan baju hangat ketat?

Pantas penjaga itu coba menembaknya.

Harusnya pria bantu wanita lepaskan baju hangat ketat, bukan memakainya.

Tim lain menangani kasus penembakan di lobi ATM itu.

Kita menangani kasus kematian pemadam.

Baik.

Korban masuk televisi lokal pada hari dia dibunuh.

Aku menyimpan siaran beritanya. Mungkin bisa temukan sesuatu.

Penyelamatan dramatis sebelum fajar hari ini.

Pemadam Paul Satterfield membahayakan nyawanya...

Untuk selamatkan pria yang pingsan dari rumah yang terbakar di Wilton.

Mereka berdua nyaris bisa selamat...

Saat sambaran api meledak tepat di belakang mereka.

Polisi menduga api menyebar dari cerobong asap...

Rumah berlantai 2 milik Tom Wilcox...

Yang telah keluar dari RS setelah dirawat karena menghirup asap.

Ini bukan pertama kalinya kami menampilkan Paul Satterfield...

Dalam siaran berita...

Di mana rekan Satterfield?

Selalu masuki gedung terbakar dengan dua orang pemadam.

Aku ingin tahu siapa yang biarkan korban masuk ke sana sendirian.

Pergilah ke sana dan cari tahu.

- Ajak Jane. - Aku?

Siapa pun pembunuh Satterfield, dia mencoba membunuhmu.

Kau ingin memberinya kesempatan lagi?

Kau akan baik-baik saja. Rigsby akan bersamamu.

Kenapa Teresa bersikeras agar aku menemui para pemadam itu?

- Kau mungkin mengenalinya. - Itu meragukan sekali.

Kata mereka aku diserang di kegelapan dan ditenggelamkan.

Bukankah itu artinya aku diserang dari belakang?

Mungkin, tapi kau tetap ahli dalam menebak siapa pelakunya.

Bagaimana aku melakukannya?

Susah mengatakannya. Kau sering timbulkan masalah.

- Dan kau tak keberatan? - Kita tim. Kita saling membantu.

Kalau begitu, Wayne...

Apa cara terbaik untuk dekati wanita berambut merah itu?

Van Pelt?

Jelas sekali kalian pernah dekat dan dia mencampakkanmu.

Tapi mungkin kau bisa berbagi tip bagaimana cara mendekatinya?

Agar aku bisa bermesraan dengannya.

Kau ingin tip dariku?

Jangan dekati dia.

Kukira kita satu tim.

Aku ikut berduka cita, Ny. Satterfield.

- Sungguh? - Ya, Nyonya.

Aku sangat menghormati para pemadam kebakaran.

Bahkan mereka yang tewas dalam perkelahian pisau?

Bahkan aku tak menyadari itu.

Kau keberatan?

Tidak diperbolehkan.

Suamimu punya musuh?

Astaga, tidak. Paul Satterfield seorang pahlawan.

Kau belum tahu? Kau akan tahu.

Di mana cincin kawinmu?

Kugadaikan demi uang tunai.

Tidak juga. Setidaknya bukan untuk uang tunai.

Aku mengubah ukurannya agar muat di jari tengahku.

Kubuat sebagai pernyataan.

Jelas sekali kau tak keberatan dicurigai sebagai tersangka.

Silakan mencurigaiku. Kau tahu?

Kau membuang waktumu. Semalam aku bekerja.

- Benarkah? Di mana? - Telepon pencegahan bunuh diri.

Itu benar.

Dua menit bersamaku dan hidupmu tak akan terasa begitu menyedihkan.

Kau yakin aku tak boleh merokok?

Harap berkumpul. Mereka dari CBI.

Kita akan lakukan apa saja untuk membantu mereka demi Paul.

Terima kasih, Kapten.

Namaku Agen Rigsby, ini Patrick Jane.

Aku tahu kebanyakan dari kalian libur hari ini.

Aku berterima kasih kalian mau datang.

Aku sudah menyelidiki tentang pembakaran dengan sengaja.

Makanya aku tahu Paul Satterfield kemarin ditinggalkan sendirian...

Pada saat kebakaran rumah itu.

- Apa maksudmu? - Tak usah. Aku sudah cukup.

Kau mengenalinya?

Tidak, tapi aku sudah cukup melihat untuk mengenali pembunuhnya.

Atau lebih spesifik lagi, maskot ini sudah cukup mencium.

- Siapa namanya? - Hoser (penyiram).

Tentu saja. Boleh kupegang?

Ayo, Hoser.

Kita pernah mendengar anjing bisa pulang setelah tersesat ribuan mil.

Itu karena hewan ini memiliki indra keenam.

Bencana alam. Kehadiran roh.

Beberapa dari mereka bahkan bisa mendeteksi adanya kanker.

- Itu hanya omong kosong. - Benarkah?

Wanita di Atlanta memuji anjingnya, Floyd Henry...

Karena mendeteksi tumor ganasnya dan akhirnya selamatkan hidupnya.

Bagaimana aku bisa ingat itu?

Bagaimanapun, sesuai perintahku, anjing kita ini...

Akan memakai penglihatan ekstra sensorisnya...

Untuk mengendus rasa bersalah dari pembunuh itu.

Dan aku sangat yakin dia sudah menemukannya.

Hoser, tangkap pembunuhnya.

- Apa ini? - Ikan kering asap.

Juga dikenal sebagai Red Herring. Aku temukan itu di dapur kalian.

Apa?

- Apa yang tidak lucu? - Ada apa ini?

- Kau bilang aku buat masalah. - Ya, untuk membantu investigasi.

Dia paramedis yang telah menyelamatkan hidupmu.

Terima kasih banyak.

- Tak masalah. - Apa kita sudah selesai?

Sama sekali belum.

Saat Hoser ada di sini, menerkam penyelamatku...

Aku sadari ada rasa lega yang sangat besar dari...

Kau, Tuan.

Apa hubunganmu dengan mendiang?

- Tidak begitu dekat. - Tak sedih, tak ada cincin kawin.

Itu bau parfum wanita dengan aroma jeruk dan almond pahit.

Bukan wewangian seorang gadis.

Apa kau tidur dengan istri korban?

Itu menyinggung. Para pemadam bagai saudara.

- Tak boleh dekati istri rekannya. - Katakan itu padanya.

- Kurasa sudah saatnya kau pergi. - Bukan begitu, Larkin?

- Kubilang, sudah saatnya kau... - Tidak apa-apa, Kapten.

Suatu saat pasti akan diketahui juga.

Ucapannya benar.

Aku berselingkuh dengan istri Paul.

- Bagaimana? - Seperti kau yang dulu.

Katanya kau memergoki mereka, Seperti Jane yang kukenal dulu.

Kau sudah ingat sesuatu?

Kids Prefer Cheese Over Fried Green Spinach.

- Coba ulang lagi. - Itu akronim...

Dari 7 tingkat Taksonomi.

Kingdom (Kerajaan), Phylum (Filum), Class (Kelas), Order (Ordo)...

Family (Suku), Genus (Marga), Species (Jenis).

Mengesankan.

Aku juga bisa sebutkan periode waktu geologis.

Sungai terpanjang di dunia berdasarkan ukurannya.

Dan karya lengkap Shakespeare dalam urutan kronologisnya.

- Jadi kerajaan memori masih utuh. - Aku bilang padamu tentang itu?

Kita berteman.

Kata dokter kenangan emosionalmu yang membuatmu menjadi lupa.

Apa kau ingat sesuatu? Apa saja?

Tidak.

- Apa yang kau ingat soal ini? - Cincin kawinku.

Tak ada cara yang lebih baik untuk buat wanita percaya...

Selain memakai cincin kawin, kecuali mungkin belikan anjing.

Tapi siapa mau serepot itu?

Jadi kau memakai cincin kawin untuk dapatkan seorang wanita.

Berhasil padamu.

Kau ingat rumah yang terbakar yang kita lihat di siaran berita?

Itu satu-satunya panggilan yang ditanggapi korban...

Pada hari dia dibunuh.

Akan kusuruh Cho lihat rumah itu dan aku ingin kau ikut dengannya.

Jadi sekarang gilirannya untuk menjagaku.

Seseorang harus melakukannya.

Cuaca yang indah. Apakah seperti ini sepanjang minggu?

Kurasa begitu. Kenapa?

Big Elephants Can Always Understand Small Elephants (BECAUSE).

Karena (=BECAUSE), Teresa...

Aku mengerti, itu akronim lagi.

Kau ada di markas pada malam korban dibunuh?

Aku pulang lebih cepat untuk pergi ke pesta bujang.

- Kau bersama seseorang? - Tidak.

- Jadi kau bisa saja berbalik arah. - Ya, tapi bukan aku pelakunya.

Kenapa kau berselingkuh dengan Ny. Satterfield?

Karena rasanya enak.

- Cukup enak sampai suaminya mati? - Aku tak ingin dia mati.

Benarkah? Aku periksa jadwal harian kemarin.

Kau rekan Satterfield untuk rumah yang terbakar itu.

Kaubiarkan dia naik, tanpa bantuan sendirian.

Akulah yang ditinggalkan tanpa bantuan. Mangerti?

Kami semua menjalankan tugas berdasarkan POS. Kau tahu itu?

- Pedoman Operasi Standar. - Benar sekali.

Kami menjalankan sebuah pencarian standar kiri...

Pada rumah yang sepenuhnya terbakar.

Saat Paul memutuskan untuk naik dan mencari pemilik rumah.

Kenapa kau tak ikut dengannya?

Dia meninggalkanku di ruang penuh asap dengan jarak penglihatan nol.

Bahkan aku tidak bisa melihat tanganku sendiri.

Makanya dia memutuskan lari.

Itulah yang dilakukan Paul.

Dia bisa melanggar semua peraturan...

Meninggalkan rekannya dalam bahaya...

Dan masih dianggap pahlawan.

- Kenapa tak bilang pada Kapten? - Paul membuat berita bagus.

Aku merasa sedih dia tiada.

Tapi kuberi tahu satu hal.

Aku senang tak perlu andalkan dia untuk bertugas melindungi diriku...

Pada insiden kebakaran selanjutnya.

KEDIAMAN WILCOX WILTON, CALIFORNIA

Tugasmu di jalan sebelah sini.

Cari tahu apakah tetangganya melihat korban berinteraksi...

Dengan seseorang mencurigakan selama kebakaran itu.

Kau ingin aku mengetuk pintu satu per satu seperti penjual?

Kau selalu begitu.

Katamu itu jauh lebih menarik daripada menjadi konsultan.

Kau cerdas sekali, Tn. Cho, dan aku akan melakukannya.

Tapi sebelumnya aku ingin lihat rumah yang habis terbakar ini.

Kapan aku bisa masuk? Aku harus masuk ke rumahku.

- CBI. Ada apa ini? - Mereka melarangku masuk.

Itu standar investigasi pembakaran dengan sengaja.

- Akan dihubungi jika selesai. - Ini gila.

Untuk apa aku membakar rumahku sendiri?

Semua milikku ada di sana. Masa kecil anakku.

- Tak ada yang menuduhmu, Pak. - Aku tahu kau. Aku lihat kau di TV.

Pemadam menyelamatkanmu. Namaku Patrick Jane.

Tom Wilcox.

Kemarin aku juga hampir mati, tapi tak ada kamera berita.

Kau tahu pria yang selamatkan kau dari kebakaran dibunuh semalam?

Ya, aku membacanya di koran.

Bahkan aku tak sempat berterima kasih padanya.

Kau lihat korban berselisih dengan seseorang saat menyelamatkanmu?

Aku sedang pingsan saat itu.

Aku juga. Pria itu di belakangku dan coba menenggelamkanku.

Kenapa kau bisa pingsan?

Saat api membakar perapian...

Aku naik ke lantai atas, ambil semua barang berharga yang bisa kuambil...

Tapi asapnya terlalu tebal dan aku tak bisa bernapas.

Kita berdua mengakali kematian. Itu luar biasa.

Kita harus membuat kaus.

Aku senang kau bahagia, tapi aku kehilangan semua yang kumiliki.

Istri dan putriku harus tinggal di motel yang tak bisa kubayar.

Hanya tersisa baju yang kami pakai.

Kau bisa minta uang muka klaim pada perusahaan asuransimu.

Rumahku tidak diasuransikan.

Dulu diasuransikan, tapi aku petugas kredit dan tabungan.

Dan sejak bank-ku bangkrut, aku tak punya pekerjaan lagi.

Sebaiknya kita lupakan hal kaus itu.

Tn. Cho, kita antar pria malang ini kembali menemui keluarganya. Ayo.

Baiklah, terima kasih. Hai, Bos.

Sesuai nasihat Rigsby, aku periksa laporan kredit Ny. Satterfield.

Coba lihat ini.

Sepertinya janda kita ini mendapatkan banyak uang.

Aku ingin pakai uang asuransi itu untuk memperbaiki dapurku lagi.

Jangan tersinggung, Ny. Satterfield, tapi menurutku kau tidak tahu malu.

Mungkin kau memang tak bersalah atau bodoh.

Dia menggandakan polis uang asuransi jiwa milik suaminya...

Sebulan sebelum pembunuhan. Menurutku dia memang bodoh.

Bukan pertama kalinya istri yang berselingkuh...

Merencanakan kematian suaminya.

- Kau pikir aku tak setia? - Kau tidur dengan pria lain.

Paul tahu soal perselingkuhanku.

Sebenarnya, dia justru lega.

Aku berhenti meminta perhatian padanya.

Dia tak pernah bisa berikan apa yang aku inginkan.

- Yaitu? - Sebuah pernikahan.

Sudah bertahun-tahun dia melupakan pernikahan kami.

- Suamiku seorang pecandu. - Heroin?

Adrenalin. Dia tak pernah puas.

Menikmati semua kemuliaan itu. Berdansa di tengah api.

Bagaimana kau bisa menyaingi bangganya menjadi pahlawan?

Kenapa kau tak meninggalkannya?

Apa yang bisa kudapatkan dari pemadam kebakaran?

Kunaikkan polis asuransinya karena kematiannya hanya masalah waktu.

Setiap hari. Hidupnya berada di ujung tanduk.

Aku yakin ditikam adalah desakan adrenalin terbesar dalam hidupnya.

Terima kasih tumpangannya. Ini hari yang sangat melelahkan.

- Ayah. - Sayangku.

- Siapa teman-temanmu? - Aku Agen Cho, ini Patrick Jane.

Kami sedang menginvestigasi pembunuhan Paul Satterfield.

Aku baru saja baca beritanya di koran. Menyedihkan sekali.

Lulu pasti sudah tak punya ayah jika dia tak selamatkan suamiku.

Kalian tahu kapan pemakamannya? Kami ingin hadir.

Biasanya ada informasi itu di artikelnya. Coba kulihat.

Badut ini lagi. Dia curi perhatian dari pahlawan kita yang tewas.

Ayah sudah temukan bonekaku?

Belum, Sayang. Ayah belum boleh masuk ke dalam rumah kita.

Tak usah cemas. Aku dan Tn. Cho akan kembali ke rumah kalian...

Dan coba mencarinya untukmu.

Bagus!

Tidak, tak perlu lakukan itu. Tidak apa-apa.

- Aku rindu bonekaku. - Tidak lama lagi.

Terima kasih untuk kalian berdua.

Kita pergi sekarang?

- Apa yang kaumainkan? - Aku tak mengerti maksudmu.

Apa yang ingin kaulakukan?

Membawa sinar harapan pada sebuah keluarga...

Dan membantu teman-temanku memecahkan kasus pembunuhan.

Aku tak percaya itu.

Kau tak membantu kami karena kau menyukai kami.

Aku tak menyukaimu?

Kau tidak membenci kami.

Tapi kau punya alasan dalam untuk membantu orang-orang.

Tanpa alasan tersebut, kau seorang penipu.

Jadi apa yang kaumainkan?

Kau salah tentangku, Tn. Cho.

Aku menyukaimu.

Dan aku bisa yakinkan kau, aku ingin bantu gadis itu temukan bonekanya.

- Ada apa? - Boneka ini.

Membuat aku teringat sesuatu yang tak bisa...

- Aku tak bisa... - Itu mengenai keluargamu.

Ya, keluargaku.

Aku tak percaya ini.

Bagaimana aku bisa melupakan keluargaku?

Aku minta maaf.

Bisa tinggalkan aku sebentar?

Tentu saja. Aku tunggu di luar.

Jane?

Baiklah, jika dia tak muncul, segera hubungi kami.

Terima kasih.

Dia tak ada di RS.

Aku mulai cemas. Dia tak bawa uang maupun kartu identitas.

Dia membawa uang.

Aku temukan ini di dompetku saat kembali dari markas tadi.

- Aku utang 60 dolar padamu. - Ya, uangku 63 dolar.

Dia bahkan tak jujur soal itu.

Coba telepon perusahaan taksi lokal.

Siapa tahu ada sopir yang ingat pernah memberinya tumpangan.

Ini salahku. Aku yang ditipu olehnya, harusnya aku tahu.

Begitu juga aku. Aku yang buat dia keluar dari rumah sakit.

- Kita semua ditipu hari ini. - Aku tidak.

Apa? Dia tak menipuku.

Ya, karena dia ingin kencan denganmu.

- Benarkah? - Jangan salah paham.

Tapi kematian keluarga Jane mengubahnya jadi lebih baik.

Kepribadian itu selalu ada di dalam dirinya.

Pembunuhan itu hanya membuatnya muncul.

Rigsby. Tunggu. Pelan-pelan. Siapa ini?

Apa kau sedang mabuk?

Tidak, aku tak bisa meramal. Kau pasti salah nomor.

- Tidak, jangan! - Jangan ditutup!

Halo? Kau menelepon dari mana?

Aku ditarik ke arah sini.

Ada wanita tua, bibi, atau sepupu yang datang mendekatiku.

Ada kaitannya dengan K.

Ada kaitannya dengan K di sebelah sini.

Nama ibuku Kate.

Kembar. Dia katakan soal kembar. Apa yang kau tahu soal kembar?

Bintangku Gemini.

Itu cara ibumu untuk katakan padamu bahwa dia ada di sini.

Dia memberitahuku. Kau harus tahu.

Kau harus tahu bahwa ini adalah kesempatanmu menghubunginya.

Ini kesempatannya untuk datang.

Kata ibumu dia dibunuh.

Yang aku maksud adalah...

Kematiannya tidak alami. Apakah itu benar?

- Kecelakaan mobil. - Baiklah, maafkan aku.

Itulah penyebab kematiannya. Dia tewas dalam kecelakaan mobil.

Itu yang kaukatakan pada orang-orang.

Aku kehilangan ibuku dalam kecelakaan mobil.

Aku kehilangan dia.

Yang kaulupakan adalah dia juga kehilangan dirimu.

Tidak ada yang lebih menyedihkan dari orang tua yang kehilangan anak.

Tapi tidak apa-apa.

Dia ingin kau tahu, tidak apa-apa, karena dia ada di sini bersamamu.

Dia ada di sini malam ini dan beri tahu aku bahwa dia ingin dipeluk.

Pelukan penuh cinta. Kemarilah.

Bangunlah. Ayo.

Tunjukkan cintamu padanya. Tidak apa-apa.

- Tenanglah. - Aku membencinya.

Itu bukan dia.

Kau sangat berani. Kau punya ikatan yang sangat kuat.

Sekarang kau tak akan kehilangan ikatan itu.

Terima kasih, Semuanya.

- Apa yang kaulakukan? - Apa lagi? Bisnis.

Permisi, boleh kuminta?

- Ini kartu nama Rigsby. - Ya, hingga aku punya sendiri.

Kau bilang saat di rumah sakit kau sangat ingin membantu.

- Ini tak membantu. - Ya, aku sedang investigasi.

Aku merasa tidak enak telah mengerjai mereka.

Jadi, aku mengajak kelompok B untuk bersenang-senang di kota.

Untuk lebih mengenal mereka. Pastikan mereka tak bersalah.

- Apa mereka tak bersalah? - Mereka adalah yang terbaik!

Kau yang terbaik, Patty. Terima kasih. Bersulang!

- Bersulang. - Omong-omong...

Dia yang terakhir traktir. Bisa ucapkan terima kasih padanya?

Kita harus kembali ke RS sekarang.

Aku harus menundanya. Malam ini ada acara lagi.

Sebaiknya tetap di sini. Aku ahli dengan pengunjung larut malam.

Kau akan membuatku menelepon bantuan untuk usir kau dari bar ini?

Karena aku akan lakukan itu, Patty.

Tuan-tuan. Kalian yang terbaik.

- Ya, Kawan. - Ya, Patty!

- Salut. - Bagus, Kawan.

- Bersulang. - Bersulang untukmu.

Aku bisa sendiri. Terima kasih.

Sampai jumpa besok pagi.

Sebenarnya tidak. Lupakan itu.

Aku sudah lelah. Tak mau kerjakan tugas polisi lagi.

Aku mengerti.

Kau bisa tinggal di RS ini hingga ingatanmu kembali.

Bagaimana jika aku tak bisa ingat?

Aku bicara pada paramedis.

Katanya aku bisa keluar dari rumah sakit ini...

Jika aku dapat tanda tangan dari orang dewasa bertanggung jawab.

Dan aku dapat beberapa tawaran menarik malam ini.

Kubilang padamu, cincin kawin ini?

Aku bisa membuatmu tak bisa keluar dari sini.

Aku berkuasa menahanmu sebagai seorang saksi...

Dalam investigasi pembunuhan.

Kenapa kau melakukan itu?

Menurutmu aku tak tahu apa yang sedang terjadi?

Kalian semua diam-diam mengintip.

Menari di sekeliling tragedi yang terlupakan.

Aku bahagia sekarang.

Biarkan saja aku bahagia.

Cukup adil.

Aku akan merindukanmu, tapi aku akan tinggalkan kau sendiri.

Terima kasih, Teresa. Kuhargai itu.

Ada pikiran perpisahan atas kasus ini?

Ya, aku sudah tahu siapa yang membunuh pemadam itu.

Kau sudah tahu? Siapa?

Ada di jaketku, saku sebelah kiri.

Agak jelas, bukan begitu?

Tidak.

Kau ingin aku mengucapkannya?

Ya.

Kurasa kau ingin aku membungkus pembunuh itu dengan kado juga.

Biasanya begitu.

Kado perpisahanku untukmu akan kuberikan besok pagi. Selamat malam.

Ada tempat di sini.

Mobil van untuk pindahan?

Kau harus menyimpan uang untuk itu? Kukira kau tak punya uang.

Investigasi sudah berakhir.

Aku diperbolehkan masuk ke rumah dan kutemukan uang darurat kami.

Syukurlah.

- Kini kau akan pergi jauh. - Ke Montana.

Bukan, penjara.

Pasang ekspresi pura-puramu, Kecoa. Demi harga diri keluargamu.

Halo. Aku punya sesuatu untukmu.

Benar. Lihat ini.

- Marcy-Grace! - Ya.

Kau baik sekali. Bilang apa, Sayang?

- Terima kasih. - Sama-sama.

Aku temukan hal lain di rumahmu.

Kami harus pergi. Jadi apa pun itu, kau bisa simpan saja.

Ayo naik truknya. Kita pergi.

Tunggu, soal apa ini?

Aku tak yakin ini sesuatu yang ingin didengar putrimu.

Sayang?

Bawa dia ke kamar.

Pergi saja. Akan kujelaskan nanti. Tak apa.

Ayo, Sayang.

Menggilalah dengan paff keju itu, Nak.

Lucu sekali.

Sebelum kutunjukkan apa yang kutemukan...

Aku harus beri tahu cerita yang mengiringinya.

Cerita perampokan ATM yang menjadi kacau.

Aku yakin kau baca itu di koran.

Letakkan tas itu! Lakukan!

Kini senjatamu. Pelan-pelan.

Aku tak yakin perampok bertopeng berniat menyakiti siapa pun.

Tapi, kadang mereka melakukannya.

Hal pertama yang dilakukan penjahat pintar adalah menghancurkan bukti.

Api. Itu cara yang sangat populer untuk melakukannya.

Dengan perapian yang menyala...

Dia ke atas untuk menyimpannya di brankas kamar tidur.

Yang dia tak tahu, api di lantai bawah mulai tak terkendali.

Maaf, tapi apa hubungan ini denganku?

Sabarlah denganku. Ini minggu yang berat.

Saat perampok bertopeng melihat lantai bawah rumahnya terbakar...

Seharusnya dia keluar dari sana.

Dia tak bisa meninggalkan uangnya. Tidak setelah semua itu.

Maka dia kembali ke atas.

Masalahnya, asap terlalu tebal. Dia tak bisa bernapas.

Perampok bertopeng itu pingsan tepat di kamar tidurnya.

Kau menuduhku melakukan perampokan bersenjata?

Ya, dan pembunuhan.

Juga percobaan pembunuhan atas diriku.

- Kau pasti putus asa. - Tidak.

Aku sudah menetapkanmu sejak awal.

Cara petugas bersenjata beroperasi atas simpanan dan pinjamanmu.

Dan siapa yang akan menyulut api pada pagi yang hangat?

Bagian sulitnya adalah mencari tahu apa yang membuatmu...

Membunuh pria yang sudah menyelamatkan hidupmu.

Lalu aku sadar bahwa pemadam itu melihat sesuatu...

Saat menerjang api untuk menyelamatkanmu.

Ada pria yang tak sadarkan diri.

Sesuatu yang akan mengirimmu ke penjara seumur hidup...

Saat dia melihat laporan berita mengenai perampokan...

Dan menyatukannya dengan apa yang dia lihat di dalam rumah.

Topeng itu. Pasti itu.

Itu yang kau coba bakar bersama dengan kantung uangnya.

Itu yang Satterfield lihat di kamar tidurmu.

Dan itulah kenapa kau harus membunuhnya.

Itu cerita yang menyeramkan.

Tapi tanpa bukti itu hanya cerita.

Aku hampir lupa. Hal lain yang kutemukan dalam abu.

Ya, aku menggeledah rumah sebelum kau melakukannya, ingat?

Sebenarnya aku coba membobol brankasmu.

Tapi itu bukan keahlianku.

Jangan khawatir. Aku tak datang untuk menangkapmu.

Tak ada untungnya bagiku.

Aku ingin separuh uangnya.

Separuh uangnya.

Kurasa itu sangat murah hati.

Aku bisa minta lebih. Kau punya pilihan apa?

Separuh.

Kini topengnya.

Topengnya, tentu. Ini.

Tunggu, ini bukan milikku.

Bukan, kutemukan itu di toko pesta milik orang Meksiko.

Warnanya cocok, bukan begitu?

Angkat tangan agar aku bisa melihatnya. Lakukan sekarang!

Ayo.

Berbalik.

Aku selalu ingin punya sofa yang seperti itu.

Siapa ini?

Ini penanggung jawab dewasaku, Tamara.

Tamara.

Kau berhasil. Kau menangkap seorang pembunuh...

Dan kita dapatkan sebagian besar dari uang itu.

Sebagian besar?

Wilcox kehilangan beberapa uang.

Katanya kau yang mengambilnya, tapi dia pasti menyembunyikannya.

Aku akan cari kaki tangannya.

Itu pekerjaan yang besar untuk dilakukan sendiri.

Kami akan melakukannya.

Omong-omong...

Gaji terakhirmu.

Itu gajiku?

Kau dulu bergabung memang bukan karena uang.

Aku akan mengakui kepuasan semu atas menundukkan seseorang...

Yang berpikir dirinya lebih pintar dariku.

Tapi tak cukup untuk bertahan di sini.

Jelas bukan untuk ini.

Baiklah, beri tahu aku jika kau berubah pikiran...

Atau kau ingin kembali.

Beberapa pintu lebih baik tertutup.

Semuanya, aku hanya ingin katakan terima kasih.

Aku yakin kita sudah berbagi saat-saat menyenangkan bersama.

Tapi aku saat ini tak pantas untuk berkomentar.

Maka aku akan pergi saja.

Sampai nanti.

Tunggu.

- Itu tampak asli. - Benar sekali.

Kau tak berbohong.

Kau mengambilnya.

Wilcox tak berbohong. Kau sungguh mengambilnya.

Aku tak yakin mengerti apa yang kaubicarakan.

Aku terlambat untuk kehidupan baruku.

Kapan kau mengambil uangnya?

Ayolah, apa itu penting? Kalian semua perampok jalan tol.

Lihat gaji ini.

Kami bisa menahanmu sekarang atas pencurian besar.

Tak ada juri di dunia yang akan nyatakan aku bersalah.

Aku gila. Tanya dokterku.

Kau mencoba kabur.

Apa maksudmu?

Kau mulai rasakan sesuatu dalam dirimu...

Dan tak tahu bagaimana menyikapinya.

- Omong kosong. - Buktikan.

Pergilah bersamaku.

Jika masih ingin pergi setelah itu, kau bisa melakukannya.

Rumah yang bagus. Milik siapa ini?

Milikmu. Berikan kuncimu.

Maafkan aku.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.