Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN
DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI
Apa yang terjadi?
Dia sudah begini saat aku sampai.
- Pak Ha berusaha membangunkannya. - Hei.
Dia sudah mati.
Apa yang akan kau lakukan?
Dengan kepolisian?
Kau sedang apa?
Kau sendiri? Kembalikan.
Kau menghubungi polisi?
Kita pengacara. Kita harus cari tahu...
Kita harus hubungi polisi, kecuali kau mau menutupi ini.
Itulah tugas pengacara.
Beri aku waktu.
Pak Ha, bangunlah.
Apa yang terjadi
pada Seo Jeong-hwa?
Apa? Aku tidak...
Aku tak tahu.
Apa kau membunuh Seo Jeong-hwa?
Tidak...
Tidak, aku...
Aku tak tahu.
Kurasa dia pun tak tahu apa yang terjadi.
Pikirannya sedang tak beres.
Tak ada argumen yang lebih baik daripada itu.
Bukankah kita seharusnya hubungi polisi? Mengulur waktu tak mengubah apa pun.
- Tunggu sebentar. - Geum-ja!
Semua berakhir saat polisi sampai.
Mereka bahkan takkan membagikan foto TKP.
Sudah cukup.
Dengan kepolisian?
Aku ingin melaporkan sebuah insiden.
EPISODE 12
DILARANG MASUK - GARIS PEMBATAS
Astaga.
Itu Ha Chan-ho, CEO Grup Issume.
Ya, Ha Chan-ho yang itu.
Mereka pengacara dari Song & Kim.
Mereka yang melaporkan.
Halo, Semuanya.
Aku Lee U-tae, Kepolisian Gangnam.
Siapa yang menemukannya?
Aku.
- Kau pengacara? - Bukan.
Aku Jo U-seok. Aku bekerja di Kantor Sekretaris Issume.
Jadi, maksudmu, kau menghubungi pengacaranya
- setelah melihat... - Kami datang bersamanya.
Ya, kami sampai bersamaan.
Maksudku, akulah yang pertama melihat TKP.
Ada yang bisa bilang apa yang terjadi di sini?
Kami belum tahu apa pun.
Seperti yang kalian lihat, klien kami juga kebingungan.
Maaf,
tetapi kami tetap harus menahannya.
Dia bisa saja korbannya juga.
Noda darah ada di baju dan tangannya,
tampaknya berasal dari korban.
Bukankah sudah cukup untuk menahannya?
Kita ke kantor polisi saja dahulu.
Tunggu sampai dia sadar
agar kita bisa mengetahui apa yang terjadi.
- Tahan dia. - Baik, Pak.
Detektif Lee.
Tampaknya kau melewatkan sesuatu.
Pak Ha.
Pak Ha, kau ditangkap, sebagai tersangka pembunuhan Seo Jeong-hwa,
karena kemungkinan perusakan barang bukti
dan berusaha melarikan diri. Sudah jelas?
Dan sebagai informasi, kau berhak mendapatkan pengacara.
Jadi, pekerjakanlah mereka.
Paham?
Borgol dia. Akan kubawa sepatunya.
Kalian siapa?
Lepaskan aku!
Kalian pikir kalian siapa?
Pak Jo.
Ya, Pak. Aku di sini.
Tidak, tunggu. Tunggu.
- Haruskah begitu? - Di mana Bu Jung?
- Detektif, ayolah. - Lepaskan aku!
Di mana para pengacaraku?
Kenapa mereka tak di sini sekarang?
Pak...
Apa yang terjadi di sana? Kita harus bagaimana?
Sebaiknya ke kantor polisi.
Pergilah bersamanya.
Tunggu sebentar.
Geum-ja.
Sudah saatnya aku tahu.
Apa yang kau tahu soal Seo Jeong-hwa dan Ha Chan-ho?
Akan kuberi tahu nanti.
Di mana Bu Jung?
Kau sudah sadar?
Di mana Bu Jung?
Kurasa kau sudah sadar karena sudah mencarinya.
Kau harus jujur dan ceritakan apa yang terjadi.
Sejujurnya,
aku tak ingat.
Aku mabuk.
Jadi, aku tak ingat apa pun.
- Pak Ha. - Aku hanya bisa bilang begitu.
Hubungi Bu Jung.
RUANG INTEROGASI
Pak Song, ini aku, Hee-jae.
Ada apa dengan Pak Ha?
Dia ditangkap di TKP.
Kau tahu apa yang terjadi?
Tampaknya ada insiden. Itu yang paling realistis saat ini.
Dia bilang tak ingat apa pun.
Namun, TKP-nya
menunjukkan bahwa Pak Ha pelakunya.
Hanya ada kau dan Pak Jo di TKP?
Bu Jung juga di sana.
Kenapa dia ke sana?
Pak Ha memanggilnya.
Lalu...
apa kau bersamanya saat ini?
Tidak, Pak.
- Terus kabari aku. - Baik, Pak.
Ya, Pimpinan Ha.
Jangan khawatir. Akan kami urus.
Ha Jun-ho. Dia putra Bu Im.
Dan Bu Im merupakan istri ketiga Pimpinan Ha.
Ada apa dengan Jeong-hwa?
Aku Jung Geum-ja, pengacara.
Ya, aku tahu. Kau memaksanya tinggal dengan Ha Chan-ho.
Ada apa dengan Jeong-hwa?
Dia meninggal.
Meninggal?
Bagaimana... Kenapa...
- Pak Ha. - Bagaimana? Kenapa?
Kenapa dia mati?
Kau tahu Pak Ha Chan-ho mencurigai hubunganmu dengannya?
Apa?
Dia membunuhnya?
- Belum tahu. - Di mana dia?
Akan kubunuh bajingan itu.
- Pak Ha. - Di mana bajingan itu?
Dengarkan aku!
Tak ada yang tahu
kenapa Seo Jeong-hwa mati.
Ha Chan-ho berada di sebelahnya saat dia tewas.
Dia ditangkap di TKP.
Alih-alih, kau bisa saja ditahan.
Jadi, kau
harus jujur kepadaku.
Apa kau menghubungi
atau bertemu Seo Jeong-hwa hari ini?
Aku bilang kepadanya semua akan baik-baik saja
dan kami harus keluar negeri bersama.
Lalu aku harus bagaimana?
Aku kasihan pada Jeong-hwa.
Pak.
Pertama, pastikan
pers merahasiakan ini.
Kami takkan bisa menghentikan pers.
Lebih baik menemukan solusinya.
Berarti,
opsiku hanya Hye-won?
Kau harus tetap tenang.
Kau tahu dia begitu ambisius.
Dia tak akan mau mengikutimu.
Dia pesaing yang sesuai untuk Chan-ho.
Namun, dia tak cukup untuk memimpin Issume.
Ini akan membuatmu kesal, tetapi aku harus jujur.
Kau harus mendengarkanku sekarang.
Pikirkan soal perusahaan.
Jun-ho masih terlalu muda.
Sebab itulah ada aku di sini.
Gunakan aku, Pak.
Akan kupastikan dia cukup cakap untuk jabatan itu.
Chan-ho juga bukan orang jahat.
Benar.
Kurasa kami bisa melakukan apa yang kau sarankan.
- Namun, tolong jaga Chan-ho untukku. - Baik, Pak.
POLISI
Bisa bicara sebentar?
Astaga, ini seperti sidang majelis nasional.
"Aku tak ingat. Aku tak tahu."
Untung saja kami bisa menangkapnya di TKP.
Kau menghadapi Issume. Dia CEO Issume.
Kau harus memikirkan masa depanmu.
Aku yakin kau sudah tahu.
Berhati-hatilah agar tak membocorkannya pada pers.
Inspektur sudah bilang pada kami
untuk berhati-hati.
Sampai jumpa.
Pak Ha.
Bu Jung.
Aku akan menyusul.
Kalian akrab sekali.
Aku sudah mengatur rapat tim. Mari kita ke kantor.
Geum-ja.
KANTOR POLISI
Ha Jun-ho?
- Ha Jun-ho? - Kurasa Ha Chan-ho baru tahu
soal hubungan mereka.
Kenapa memanggilku semalam ini?
Kau tahu, 'kan?
Soal Jeong-hwa dan Jun-ho.
Apa?
Aku belum punya buktinya.
Namun, aku yakin ada sesuatu di antara mereka.
- Tak mungkin. - Kaulah
yang membawa Jeong-hwa kembali padaku.
Aku ingin kau mencari tahu.
Kau...
tak memercayainya?
Pandangannya berbeda.
Dia berbeda saat di dekat Jun-ho.
Aku ingin kau cari tahu.
Kau menyadari perkataanmu?
Itulah motif pembunuhan Seo Jeong-hwa.
Polisi tak boleh mengetahuinya.
Mereka mengambil ponsel Seo Jeong-hwa dari TKP sebagai bukti.
Saat buka daftar panggilan,
mereka akan tahu soal Ha Jun-ho.
Mereka sangat merahasiakan hubungan mereka.
Mungkin dia punya ponsel lain.
Hanya soal waktu sebelum mereka tahu.
Kita
hanya perlu pastikan.
Ha Chan-ho was selalu terobsesi dengan Seo Jeong-hwa.
Seharusnya kau tahu.
Kita harus hati-hati.
Seo Jeong-hwa sudah mati.
Dia sudah mati, paham?
Tampaknya kau lupa.
Klien kita
Ha Chan-ho.
Jangan lupakan itu.
RUANG KONFERENSI 2 KHUSUS STAF
JEONG-HWA, KORBAN, TEWAS
CHAN-HO, DITANGKAP DI TKP
Astaga, kacau sekali.
Aku bahkan tak terkejut.
Apa maksudmu?
Ini bukan kali pertama Ha Chan-ho terobsesi dengan Seo Jeong-hwa
dan menyebabkan masalah.
Bagaimana bisa mendapatkan foto TKP-nya dengan cepat?
Aku sendiri yang ambil.
Apa?
Sangat dogmatis dan ilegal.
Namun, lanjutkanlah.
Lebih baik kita mengambil fotonya sendiri.
Korban, Seo Jeong-hwa.
Wanita simpanan Chan-ho.
Mereka serumah selama berbulan-bulan.
Insiden ini terjadi di kamar suite Hotel White.
Seperti yang kalian lihat, kepala Seo Jeong-hwa membentur meja kaca.
Kita harus menunggu
autopsi dan tim forensik untuk mengetahui penyebab kematian.
Namun, untuk saat ini, tampaknya dia tewas karena tengkorak retak.
Kau lihat ada bekas luka lain?
Kita hanya bisa lihat fotonya.
Dia berlumuran darah, jadi, aku tak tahu.
Ha Chan-ho ditangkap di TKP.
Dia sangat mabuk.
Jadi, dia terus bilang tak ingat apa-apa.
Lalu noda darahnya?
Dia sudah seperti itu saat Chan-ho sadar,
Chan-ho terkejut, dan berusaha memastikan dia baik-baik saja.
Seperti itulah.
Kau harus semabuk apa
sampai tak menyadari apa pun, bahkan saat meja kacanya pecah?
Anggaplah kami percaya Ha Chan-ho tak bersalah.
Bagaimana membuktikannya?
Kita butuh bukti wanita itu jatuh sendiri atau dibunuh orang lain.
Rekaman kamera CCTV hotel?
Tak ada kamera CCTV di suite
sebab mereka ingin melindungi privasi tamu naratama.
Lebih baik Ha Chan-ho mengatakan ini hanya kecelakaan
karena dia terlalu mabuk.
Jika tak disengaja, dia hanya dipenjara enam bulan hingga setahun.
Dia tak punya motif membunuhnya,
bisa dibilang dia mabuk dan melakukan kesalahan.
Dia Ha Chan-ho, kemungkinan akan masuk masa percobaan.
Itu lumayan.
Kita pertimbangkan ide Pak Yoon jika gagal membuktikan dia tak bersalah.
Sangatlah penting kita merahasiakan ini.
Begitu bocor, rumor akan menyebar.
Setelahnya, kebenaran takkan berarti.
Benar, ini topik yang mudah dimanipulasi.
Dari Pak Song.
PAK SONG PIL-JUNG
Ya, Pak.
- Lepaskan aku! - Dini hari ini,
- Ha Chan-ho, CEO Issume, - Lepaskan aku!
- Di mana semua orang? - telah ditangkap
sebagai tersangka pembunuhan di sebuah hotel di Seoul.
Korbannya,
- wanita simpanan Ha Chan-ho, - Lepas!
dan juga penjual karya seni.
Polisi sedang menyelidiki TKP,
menginterogasi Ha Chan-ho mengenai kejadian itu.
Ha Chan-ho tampaknya membantah semua tuduhan tersebut.
Namun, menurut teman-teman mereka, mereka sering bertengkar.
Dinilai dari fakta bahwa hanya mereka orang-orang di hotel...
Bu Kim.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Sialan. Dia bercanda?
"Kevin"?
Dia masih mengabaikanmu?
Beraninya dia berkhianat sementara aku yang membawanya?
Dan memihak Song Pil-jung?
Apa maumu?
- Sudah lihat berita? - Ya, kacau sekali.
Bukankah kau yang bertanggung jawab?
Kali ini, Pak Song meminta Pak Yoon mengurus masalah ini.
Pasti dia kesal sekali saat ini.
Dia sangat peduli terhadap Ha Chan-ho.
Kini saatnya menyerang.
Jika Ha Chan-ho kehilangan kekuasaan, Pak Song juga.
Kita butuh kesempatan ini, balikkan keadaan.
Kau punya rencana?
Bagaimana kalau memanfaatkan Ha Hye-won?
Mau kuhubungi dia?
Tidak, jangan.
Kita lihat reaksi Pak Song dahulu.
Jika gegabah, ini bisa jadi senjata makan tuan.
Aku tak setuju.
Aku tak peduli. Aku tahu aku benar.
Jangan buat masalah, dan tetap diam.
KIM MIN-JOO PENGACARA PERWAKILAN
Haruskah kita mulai?
Astaga, kami sangat tak cocok.
- Apa? - Tetap diam
jika tak ingin berimbas padamu!
Apa maksudnya?
Pak.
RUANG INTEROGASI
Setelah aku mengetahui
Jeong-hwa kabur dari rumah, aku mencarinya.
Dia ada di hotel itu.
Bagaimana kau bisa menemukannya?
Kupasang GPS
di ponselnya.
Aku membelikannya ponsel itu.
Lalu apa yang terjadi?
Dia bilang padaku
bahwa dia tak bisa tinggal denganku lagi.
Kami bertengkar dan aku minta maaf.
Aku bahkan memohon. Aku berusaha sebisaku.
Lalu aku minum.
Aku sudah bilang apa yang terjadi.
Saat sadar dia sudah begitu, aku berusaha bangunkan.
Namun, dia tak bangun.
Jeong-hwa...
Dia sungguh tewas?
Kau minum sebanyak apa?
Sekitar setengah botol minuman keras. Itu saja.
Aku tak semabuk itu.
Polisi lakukan uji narkotika?
Jangan memikirkan soal hubunganmu dengannya.
Jangan pernah.
Jangan bilang apa pun soal itu.
Mungkin itu ulah Jun-ho.
Dia punya alibi.
Menurutmu,
aku membunuhnya?
Aku?
Kau mengira aku membunuh Jeong-hwa?
Kau sungguh berpikir...
aku membunuhnya?
Tidak, tak mungkin.
Tak mungkin aku membunuhnya. Aku? Membunuh Jeong-hwa?
Kuberi tahu. Mustahil.
Ayahku belum tahu, 'kan?
Bagaimana bisa?
Seluruh negara sudah tahu.
KEPOLISIAN NEGARA KOREA
DIVISI PENYELIDIKAN
Itu terjadi saat dia mabuk,
aku yakin dia bilang tak ingat apa pun.
Tak masalah mereka kaya atau miskin.
Bajingan yang membunuh karena situasinya selalu bilang begitu.
Ponsel Seo Jeong-hwa yang ditemukan di TKP...
Yang atas nama Ha Chan-ho?
Dia memang sangat terobsesi.
Kebanyakan panggilannya dari Ha Chan-ho.
Dia sering menghubunginya.
Apa? Kau mau bilang itu karena cinta?
Pengacara yang mewakili bajingan sepertinya
selalu bilang begitu.
Hei, ini aku.
Ponsel yang disita polisi adalah yang dibelikan Chan-ho.
Tak ada apa pun selain daftar panggilan antara mereka.
Tahu dari mana?
Kau mencuri catatan panggilan?
Tidak, detektifnya bilang kepadaku.
Kita harus telusuri pergerakannya di hari dia tewas.
Hubungi Pak Jo dan minta dia...
Pak Na sedang mengerjakannya.
Menelusuri jejaknya hari itu bisa memberi petunjuk.
Chan-ho bilang, dia memasang GPS di ponselnya.
Bilang Pak Na, kita butuh datanya.
Kau tak percaya Ha Chan-ho, ya?
Kau yang sudah bertemu dengannya. Kau percaya padanya?
Jujur, walau melakukannya, dia takkan sadar.
"Percaya atau tidak, itu tak penting."
Itulah yang ingin kudengar.
Yang terpenting
adalah kebenarannya.
Mungkin kita berusaha tak melihat kebenaran yang sudah ada.
Atau mungkin kau masih dendam terhadap Ha Chan-ho.
Aku berusaha menangani ini secara objektif.
Orang hanya melihat
apa yang ingin mereka lihat.
Dan kadang kala, mereka mengira itu "objektif".
Lantas? Kau memercayai Ha Chan-ho?
Aku yang bertanya.
- Kuhubungi lagi nanti. - Tunggu.
- Kau sudah menunggu lama? - Tidak, Pak.
Ayah.
Harga saham sudah jatuh, Ayah. Jika kita tidak dapat
- solusi... - Lalu apa?
- Ayah. - Walau situasi memburuk,
ayah takkan menunjukmu sebagai CEO baru.
Lalu Ayah akan melakukan apa?
Jangan bilang Ayah mau menunjuk Jun-ho.
Tidak mungkin.
Karena itulah kau kemari.
Kau sudah memastikannya, ya?
Ha Jun-ho?
Kita butuh Issume.
Ha Chan-ho sungguh kacau, kita butuh alternatif.
Lalu Ha Hye-won?
Para CEO anak perusahaan akan menolaknya.
Sudah pernah gagal.
Ha Jun-ho tidak pernah mempelajari manajemen bisnis.
Saat ini, dia...
Dia pun kacau.
Karena Seo Jeong-hwa?
Ini saat yang tepat.
Dia pasti sangat membenci Ha Chan-ho pada saat ini.
Jika bisa menggantikannya, dia akan berusaha.
- Pak. - Yang kubutuhkan
bukanlah Issume-nya Ha Hye-won.
Aku butuh Ha Jun-ho merengkuhnya.
Sebaiknya kau hati-hati.
Kali ini, aku akan menusukmu dari belakang.
- Hye-won! - Ayah juga.
Ayah akan menyesalinya.
Para putra Ayah sungguh tak kompeten.
Ayah mendukung karena mereka laki-laki?
Hye-won!
- Astaga. - Tenanglah.
- Bocah itu. - Dia memang egois.
Kau harus pikirkan ke depannya dan masa depan Issume. Tenang.
Situasi ini yang terbaik.
Seisi negeri ini gempar karena Ha Chan-ho.
Tak ada yang memikirkan soal RUU pajak pewarisan.
Pak Song.
Jika Issume melemah, segalanya akan lebih sulit.
Pemilihan sudah dekat.
Sulit jika ada Ha Hye-won.
Secara politik, dia dan Pimpinan tak pernah akur.
Kau akan buat perubahan besar.
Kau harus lebih berani.
Berkatmu, tingkat persetujuanku turun setidaknya 15 persen.
Lalu? Kenapa?
Aku menaikkannya dan membuatnya jatuh sedikit.
Apa masalahnya? Aku tak keberatan.
Pak Lee.
Bukan hanya Issume andalan kita.
Mereka harus sahkan RUU Pajak Pewarisan.
Tetap fokus dan lanjutkanlah.
Aku mendukungmu.
Terima kasih.
Pak Song.
Ketua Mahkamah Agung Yoon menentang RUU itu. Kau tahu?
Semua orang di Kantor Legislatif tampak terkejut.
Hakim Yoon?
Dia takkan bisa seperti itu tanpa bantuan dan dukunganmu.
Kenapa dia menolaknya?
Jika gagal membujuknya,
kita takkan bisa merevisi hukum pewarisan.
Akan kutangani.
Jangan menyerah.
Paham?
Ini ayah. Semua baik-baik saja?
Pasti sibuk usut kasus Ha Chan-ho.
Sudah risiko pekerjaan.
Ayah sudah makan malam?
Kalau kau? Jangan lupa makan.
Tentu tidak.
Semua baik-baik saja?
Ya, baik-baik saja.
Ayah.
Ayah harus jaga kesehatan.
Berjalan kaki sesekali.
Baik.
Baiklah,
nanti bicara lagi.
PENGACARA REKANAN JUNG GEUM-JA
Autopsinya selesai,
mereka tak bisa hubungi keluarga Jeong-hwa,
jasadnya ada di kamar mayat.
Dia tinggal di Korea sampai kelas empat.
Setelah itu tak ada catatannya.
Kita hanya tahu mereka tinggal di luar negeri.
Hasil autopsinya?
Biasanya butuh dua pekan, tetapi bisa lebih cepat.
Baiklah.
Astaga.
Hidup ini sia-sia.
Dia mati secara tragis, tetapi tak ada yang jemput jasadnya.
Kita hanya bisa mencari dan menangkap pelakunya
agar jiwanya yang malang bisa tenang.
"Jiwanya yang malang"?
Dia mati dengan mata terbuka.
Terima kasih. Pergilah.
Baik.
Itu bukan salahmu.
Bu Seo? Ini aku, Jung Geum-ja.
Kau tahu Ha Chan-ho mencurigaimu?
Kau harus waspada.
Kali ini, takkan berakhir dengan pengurungan atau penyerangan.
Kau paham?
Tak ada di sini.
Kurasa dia tak tinggalkan ponsel keduanya.
Mungkin dibawa pada hari itu.
Halo.
Baik, mari kita mulai.
Pak Na dapat semua data dari sistem navigasi GPS Seo Jeong-hwa
dan pelacak di ponselnya. Kami sudah satukan
untuk lacak pergerakannya pada hari insiden.
Seo Jeong-hwa berangkat pukul 14.00.
Dia mampir di kafe sarapan siang pukul 14.30.
Kafe milik Han Su-jeong?
- Apa? - Apa?
- Bu Han tidak datang? - Tidak, sayangnya.
- Kau tahu kapan dia kemari? - Tidak tahu.
- Dia tak jawab? - Tak ada jawaban.
HAN SU-JEONG, PEMILIK KAFE
PUKUL 17.30. DERMAGA YEONAN
Lalu dia ke Dermaga Yeonan di Incheon pukul 17.30.
Apa yang harus kucari di sini?
Aku bahkan tak diberikan alamat. Hanya Dermaga Yeonan?
Tunjukkan foto Seo Jeong-hwa dan cari tahu sebisamu.
Tak ada seorang pun di sini.
Itu dermaga. Pasti ada yang bekerja.
Cari orang dan dapatkan informasi soal Jeong-hwa.
PENGACARA GA GI-HYEOK
Tunggu, halo?
Astaga.
Jadi, ini yang Hee-jae maksud. Dia langsung menutup telepon.
Sialan.
Apa kau pernah melihat dia?
Jika ada yang lihat dia,
- tolong hubungi aku. - Baik.
Aku tak yakin.
Tolong hubungi aku.
Pernah lihat dia? Kudengar dia sering kemari.
Tak tahu.
19.00. DEKAT HOTEL WHITE
Seo Jeong-hwa masuk Hotel White pukul 19.00.
Bisa periksa catatan tamu wanita ini?
SEO JEONG-HWA
Maaf. Sayangnya, tidak bisa.
Pak Kim, kenapa kemari?
Halo.
Aku ingat kau kerja di sini.
Ingatanku buruk, aku tak tahu.
Ada yang bisa kubantu?
Aku butuh informasi.
SEO JEONG-HWA SUITE 1325
Kau perlu surat penggeledahan untuk ini.
Ayolah. Aku pengacara. Bagaimana bisa dapat?
Aku tak bisa membantumu.
Istrimu memergokimu dan simpananmu di hotel ini.
Istrimu memukulinya, dan wanita itu memukul istrimu.
Kudengar kau juga dipukuli saat melerai mereka. Suite itu...
Hotel ini tak tahu soal itu.
Informasi apa yang kau butuhkan?
Ya, Bu Jung.
Seo Jeong-hwa gunakan kartu kredit membayar suite,
dan itu kartu kredit perusahaan.
Nama perusahaannya, ArtSky.
GALERI ARTSKY
Direkturnya sedang ke luar negeri.
Ini agensi karya seni.
Namun, para pegawainya tak kenal Seo Jeong-hwa.
Baik, cari tahu kapan direkturnya kembali.
Jadi, tak dapat petunjuk?
Entah membuktikan dia tak bersalah atau bersalah.
Kita tak tahu banyak soal Seo Jeong-hwa, ya?
Wanita simpanan Ha Chan-ho.
Pasti ada lebih dari sekadar julukan itu.
Yang terpenting
bukanlah siapa dirinya.
Yang terpenting adalah dia siapa bagi Ha Chan-ho.
Sebab itulah motifnya penting.
Kapan kau kembali menjadi pengacara?
Kapan kau menjadi pengacara Ha Chan-ho lagi?
Bu Jung, lihat artikel tabloid daring ini.
Seorang pria anonim ungkap hubungannya dengan Seo Jeong-hwa.
Tampaknya, dia pewaris konglomerat.
Judulnya pun terlalu memancing.
"Cinta Segitiga Para Pewaris Konglomerat
Yang Akibatkan Kematian Seo Jeong-hwa?"
Pria anonim ini mencintainya.
Dialah cinta pertama dan terakhirnya.
Dia bilang Ha Chan-ho hanya fase baginya.
Ini bisa jadi lagu.
Mungkinkah dia Ha Jun-ho?
- Tidak, bukan dia. - Apa?
Aku ragu dia sedang tidak stabil untuk menyetujui wawancara seperti ini.
Aku tahu.
- Tahu apa artinya? - Motif Ha Chan-ho.
Sampai sekarang, kita bisa dapatkan kelalaian
karena tak ada motif lain,
tetapi ini mengubah semua!
Bisa dianggap tidak disengaja?
Ini bisa jadi pembunuhan!
Untuk apa Ha Jun-ho...
Maksudku, pria anonim, selain Ha Jun-ho.
Kenapa orang ini mengungkapnya sekarang?
Mungkin seseorang yang ingin Ha Chan-ho dipenjara.
Siapakah orang itu?
Daftarnya panjang.
HA JUN-HO, ISSUME
Aku mau bertemu. Tolong hubungi aku.
Dua mendukung Ha Hye-won, dua di sisi kita.
Empat masih netral.
Aku kenal orang yang bisa mengubah dukungannya untuk kita.
Pak Yoon,
menurutmu, aku bisa melakukannya?
Kau...
harus.
Pimpinan Ha telah memberikan jalan.
Kau tak punya pilihan.
Kenal orang yang bisa membantu? Siapa dia?
Aku Kevin Jung, manajer cabang Korea AP EON.
Aku Ha Jun-ho.
Kita butuh investor luar yang percaya kepadamu.
Dalam hal itu, AP EON yang paling berpengaruh.
Issume goyah karena kelakuan Ha Chan-ho,
jadi, kau mengambil alih dan menstabilkan perusahaan.
Pak Jung akan mendukung keputusanmu.
Terima kasih.
Aneh kau menghubungiku.
Awalnya aku terkejut.
Ini saran Pak Song. Sampai jumpa.
Bagaimana kabar Bu Jung?
Sudah lama kami tak bertemu.
Dia sibuk dengan kasus Ha Chan-ho, 'kan?
Alih-alih bertanya kepadaku,
langsung tanya saja kepadanya.
Aku penasaran
kenapa kau kesal padaku.
Karena aku menyukainya.
Dia wanita yang kusuka.
Itukah yang ingin kau dengar?
Ha Chan-ho tidak gunakan narkotika. Namun, dia mabuk berat.
- Namun, ada zolpidem di darahnya. - Zolpidem?
OBAT UNTUK INSOMNIA
- Itu untuk insomnia. - Benar.
Bisa terus kabari aku soal investigasinya?
Salah satu detektifnya temanku, jadi, tentu saja.
Namun, Eun-yeong,
jelas Ha Chan-ho melakukannya.
- Ju-ho... - Kenapa kau membelanya?
Karena kau pengacara?
- Lupakanlah... - Dia mati.
Seo Jeong-hwa tewas.
Ini bisa jadi salahku.
Tetap bersama Ha Chan-ho.
Itu satu-satunya cara
kau bisa bertemu saudaranya juga.
Akulah
penyebab kasus ini.
Setiap bukti mengarah pada Ha Chan-ho.
Ini terlalu mudah.
Menemukan pembunuh sebenarnya.
Setidaknya, itu yang bisa kulakukan
untuk Seo Jeong-hwa sekarang.
Bajingan itu kirim ini.
"Untuk warga Korea"?
Dia menuliskan caraku menjebloskannya ke penjara
atas percobaan pembunuhan.
Dia mau merilisnya jika aku tak minta maaf.
DIA GANTI NAMA JADI JUNG GEUM-JA
Dia tak punya bukti terhadapmu.
Satu-satunya bukti
hanyalah ingatannya.
Kau pikir aku bilang ini karena aku tak tahu?
Sejak kapan kau...
Siapa yang bilang?
Tak ada. Aku mantan detektif.
- Aku tahu. - Ju-ho.
Kau harus berubah pikiran.
Aku bukan meminta. Aku memberimu perintah.
Aku melakukan sebisaku di posisiku saat ini.
- Chung-yeon... - Keberatanku
takkan cukup.
Kau pasti bercanda.
Siapa yang membantumu?
Seseorang harus mengetahui mana yang salah.
- Yoon Chung-yeon! - Kaulah
yang memberikannya padaku.
Tanggung jawabnya sangat besar,
tak bisa kuabaikan.
Bersembunyi saja.
Jika kau keberatan, simpan saja pemikiranmu, dan tetap diam.
Aku pergi.
Chung-yeon!
Kevin, ini aku.
Aku punya sesuatu yang mungkin menarik bagimu.
Baik.
Rencana untuk menjatuhkan harga saham Issume.
Benar.
KEVIN JUNG AP EON
Waralaba kedai kopi ini juga milik AP EON.
Bagus, 'kan?
Kau pasti mengusir para pelanggan.
Aku suka kesunyian.
Ini tak sesempit kantor kita.
Kau butuh apa?
Kugunakan pekerjaan sebagai dalih,
tetapi senang bisa bersamamu. Ini terasa seperti kencan.
Bagaimana nasib Ha Chan-ho?
Aku tak bisa bilang.
Dia punya pengacara kompeten di sisinya,
aku yakin dia akan segera bebas.
Sidang akan butuh waktu,
dan jika harga saham Issume jatuh, maka itu menguntungkanku.
Kau tahu Jaksa Kwon Yong-un?
Kau mungkin tahu.
Dia kepala jaksa di sidangmu sebelumnya.
Kau tahu banyak.
Tentu saja.
Aku tahu semuanya soal dirimu.
Aku mau kau mengantarkan itu.
Tidak akan.
- Kenapa? - Karena orang lain bisa melakukannya.
Sayang sekali.
Apa tujuanmu?
Kenapa menunjukkan ini padaku?
Karena aku tak suka Pak Yoon.
Pasti menyenangkan jika kau lakukan ini.
Ini juga akan memberitahuku mengenai hubunganmu dengannya.
Aku kecewa kau menolaknya.
- Sampai jumpa. - Tunggu.
Mari kita beli camilan.
Tidak mau.
PENGACARA YOON HEE-JAE
Ini aku. Di mana kau?
Antarkan paketnya.
JAKSA KWON YONG-UN
Kenapa kau tak fokus?
Kau sungguh peduli soal Seo Jeong-hwa?
Seo Jeong-hwa?
Karena Ha Chan-ho membunuh Seo Jeong-hwa,
Issume jadi gonjang-ganjing.
Karena inilah aku mengusahakan Ha Jun-ho mengambil alih.
Ini ide Pak Song?
Dia malah memilih Ha Jun-ho?
Karena itukah mereka ingin
Ha Chan-ho dituntut atas pembunuhan? Agar Ha Jun-ho mengambil alih?
Tolong jangan membelokkan fakta.
Ini hanya terjadi karena perbuatan Ha Chan-ho.
Kesampingkan perasaan pribadimu.
Kau tak pernah percaya Ha Chan-ho.
Kaulah yang terpengaruh perasaan.
Seo Jeong-hwa kembali ke Ha Chan-ho berkat dirimu.
Aku benar, 'kan?
Membuatmu berharap Ha Chan-ho tak melakukannya.
Kau terobsesi pada kemungkinan kecil.
Bukankah itu alasanmu tak bisa melihat dengan jelas?
Aku sungguh mencemaskanmu.
Aku hanya melakukan tugasku,
dan kau tak perlu cemas.
Itu karena aku menyukaimu.
Karena aku punya perasaan padamu.
Sudah bertemu dengan Ju-ho?
Karena itukah?
Kau mengasihani diriku?
Itu rasa iba, bukan kasih sayang.
Dan aku tak butuh itu.
Aku...
jatuh cinta
pada Jung Geum-ja
yang dahulu Jung Eun-yeong.
Namamu bisa berubah jadi Kim Hee-sun atau apa pun,
aku takkan peduli.
Kim Hee-sun, Jung Eun-yeong, atau apa pun itu,
kau tetaplah kau.
Karena kau memang seperti itu,
dan kau akan tetap begitu.
Kau akan menjauhkan aku lagi.
Kau akan kabur lagi dariku,
menggunakan keluargaku sebagai alasannya.
Karena itu bukanlah dirimu sama sekali.
Kau bisa membaca orang?
Jika kau membenciku, bilang saja. Jangan gunakan kode.
Aku tak membencimu.
Apa pula maksudnya itu?
Sebab itu aku memintamu kemari.
Aku juga mencemaskanmu.
Mungkin...
Sebaiknya aku tak ikut campur.
Dia mungkin menunjukkanku karena dia pikir aku akan begitu.
Namun, tak bisa, karena ini melibatkan dirimu.
Aku harus lakukan hal yang tidak biasa.
Ayahmu
akan jatuh.
Hentikanlah
jika belum terlambat.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Hee-jae, jangan percayai siapa pun.
- Ayah. - Pergi. Ayah ingin sendiri.
Ayah!
Siapa yang tahu soal Issume dan ayahmu?
Bisa jalankan rencana yang kau katakan padaku?
Mereka berdua...
Pak Ga menangani kasus Ha Chan-ho.
Kita sudah dihalangi.
Perhimpunan Advokat Korea mengadakan banding.
Aku bertanya, kalian cukup dekat untuk berbagi informasi?
Itulah yang dilakukan pengacara rendahan sepertimu.
Akan kubentuk tim untuk membela ayahku.
Aku ingin bilang, ini baru permulaannya.
Di Song & Kim.
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.