Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Di awal musim panas, kau dan aku yang begitu berbeda♪
♪Memiliki pertemuan yang sama♪
♪Angin musim panas bertiup dan kerinduan masuk dalam hatiku♪
♪Aku hanya ingin bertemu denganmu♪
♪Setiap menit dan detik, aku tak ingin meninggalkanmu♪
♪Kau harus memiliki sihir untuk diam-diam menangkap hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mengatakan kata-kata manis♪
♪Aku ingin bersamamu setiap hari, dan memeluk setiap fajar bersama♪
♪Aku memilikimu di dasar hatiku♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
♪Hanya seperti ini, kita bersama, bersama♪
♪Sama-sama mulai perjalanan kita berdua♪
♪Tak peduli seberapa banyak badai yang kita temui♪
♪Aku akan menarik tanganmu dengan erat♪
=Musim Panas Sang Rubah 2= ♪Yang paling kucintai adalah kamu♪
=Episode 22=
Bagaimana ibuku?
Baru saja menyuntikkan obat penenang padanya.
Sekarang dia sudah tenang.
Kuharap kalian lebih tegas menjaga kamar pasien.
Jangan biarkan orang tak penting masuk.
Maaf, Tuan Gu.
Lain kali akan kami perhatikan.
Tak akan terjadi hal seperti ini lagi.
Maaf, Nona.
Anda tak bisa masuk.
Kau mengenalku.
Aku datang mengunjungi Nyonya Fu di kamar 7201.
Maaf, Nona.
Keluarga pasien berpesan hanya keluarganya yang boleh masuk.
Kenapa?
Kemarin sore ada seorang wanita berkata...
...dia datang minta maaf pada Nyonya Fu.
Pada akhirnya, malah membuat Nyonya Fu gelisah.
Karena itu orang lain tak diperbolehkan masuk lagi.
Maaf.
Yanshu.
Yanshu, kau sudah pulang.
Apakah kau sudah makan?
Masalah sudah seperti ini,
kau masih bisa makan?
Apakah kau punya hati nurani?
Yanshu.
Kenapa berbicara seperti itu pada Ibu?
Tanya saja apa yang sudah dia lakukan hari ini.
Aku pergi minta maaf pada ibu Chengze.
Apakah itu minta maaf?
Jelas-jelas kau tahu dia pernah trauma.
Dia baru pulih sedikit, kau sudah pergi memaksanya.
Aku sungguh... Aku...
Aku tak... aku tak sangka dia akan...
Tentu saja kau tak sangka.
Karena kau adalah orang yang egois.
Yanshu.
Benar, aku memang egois.
Aku melakukan itu untuk memohon maaf padanya.
Agar kau bisa bersama dengannya.
Kau melakukan hal yang begitu kejam, bagaimana aku bisa bersamanya?
Yanshu.
Masalah bukan seperti yang kau pikirkan.
Masalahnya adalah pelaku yang memisahkan...
...Chengze dan ibunya selama dua puluhan tahun...
...adalah ibuku!
Semua karena perbuatanmu, sehingga fisik dan mental mereka...
...menerima penderitaan yang begitu besar.
Sekarang satu kata maaf saja, sudah ingin dimaafkan?
Bukankah terlalu tak tahu malu?
Itu adalah masa dua puluh tahunan seorang anak dan ibunya.
Mereka awalnya bisa hidup bersama dengan bahagia.
Semua sudah kau hancurkan.
Katakan padaku, bagaimana aku menghadapinya?
Sekarang begitu dia melihatku,...
...pasti akan berpikir ini adalah putri musuhku.
Meski aku punya sedikit malu,...
...aku juga tak berani berharap mereka bisa memaafkanku.
Yanshu.
Kesalahpahaman di antara kalian berdua terlalu dalam.
Banyak hal yang seharusnya dikatakan.
Li Yanshu.
Naik ke mobil.
Komisaris, kenapa melihatku seperti itu?
Kau begitu ingin menikahi Gu Chengze,...
...kenapa kau membatalkan pernikahanmu?
Bagaimana kau bisa tahu?
Kau tak perlu tahu.
Aku bisa tahu hal yang ingin kuketahui.
Apakah kau tahu apa yang sedang kau lakukan?
Keluarga Gu kami bersedia menikahimu secara resmi.
Itu sepenuhnya berkatmu dari delapan kehidupan yang lalu.
Kau malah berani membatalkannya.
Apakah kau sudah gila?!
Komisaris, kau cukup peduli pada Chengze juga.
Siapa bilang aku peduli padanya?
Aku tak akan peduli padanya.
Aku mencarimu...
...karena aku tak tahan dengan sikap sombong dan tak sopanmu.
Kuharap kau pulang dan intropeksi diri.
Segera ambil keputusan yang tepat.
Sudahlah, kau boleh keluar dari mobil sekarang.
Akui saja jika kau peduli.
Kenapa kau harus cari begitu banyak alasan?
Turun.
(Halo.)
Halo, Gu Jinyun.
Akhirnya aku tahu kenapa Li Yanshu membatalkan pernikahan.
Ternyata begitu.
Aku segera pergi cari Mike dan memberitahunya.
Jinyun.
Sudah begitu malam, kau mau ke mana?
Nenek.
Aku tahu alasan Li Yanshu membatalkan pernikahan.
Sekarang aku pergi beri tahu Mike.
Nenek.
Maaf, Nek.
Sebelumnya aku salah paham padamu.
Ada apa denganmu?
Bukankah Li Yanshu sangat mencintai Chengze?
Kenapa mau membatalkan pernikahan?
Aku juga tak tahu, harus tanyakan pada Han Junyao.
-Aku pergi beritahu Mike dulu. -Baik.
Satu pukulan.
Satu pukulan.
Satu pukulan.
Dua pukulan.
Kaki.
Bagus.
Satu pukulan.
Satu pukulan.
Kaki.
Apa kau tahu kenapa Li Yan Shu membatalkan pernikahan?
Aku tahu.
Kau tahu?
Apa yang kau tahu?
Kudengar Bibi Xia adalah pengemudi mobil di kecelakaan sebelumnya itu.
Li Yanshu merasa malu dan bersalah untuk menemuimu,...
...barulah membatalkan pernikahan.
Kau sudah dengar?
Lalu apa yang kau tunggu?
Kau menyerah begitu saja?
Hanya karena masalah 20 tahun yang lalu?
Yang melakukannya itu ibunya, bukan dia.
Lagi pula, kau lupa bagaimana dia membantumu mencari Bibi?
Aku tahu itu.
Jika tahu, apa lagi yang kau tunggu?
Apakah kau takut Bibi tidak senang?
Tidak akan.
Bibi orang yang sangat pengertian.
Lagi pula, dia selalu sangat menyukai Yanshu.
Bagaimana mungkin?
Bisakah biarkan aku tenang diri dulu?
Kau tak panik, aku yang panik.
Sifat lamban sepertimu,...
...aku juga tak tahu apa yang disukai Yanshu darimu.
Dia sama sekali tak mencintaiku.
Dia bersamaku hanya untuk membuat Komisaris marah.
Kau bahkan percaya kebohongan semacam itu?
Jelas-jelas dia berbohong!
Dia tak berbohong.
Aku tahu itu.
Bagaimana kau yakin?
Kau kira kau ini pendeteksi kebohongan?
Benar.
Tubuhku adalah alat pendeteksi kebohongan.
Jika ada yang menatapku sambil berbohong,...
...aku akan punya reaksi.
Mike, kenapa aku tak pernah tahu kau punya kemampuan sehebat itu?
Kenapa FBI tak memperkerjakanmu?
Aku tak bercanda denganmu, aku serius.
Kalau begitu...
Baiklah, aku percaya padamu.
Apa kau tahu siapa yang menyuruhku datang hari ini?
Siapa?
Nenek.
Komisaris?
Kau gila?
Bukankah kau pendeteksi kebohongan?
Kenapa kau tak ada reaksi apapun?
Apakah kau berbohong tadi?
Benar.
Tadi aku sedang berbohong.
Mana reaksimu?
Kau yakin?
Aku yakin.
Katakan beberapa kebohongan lagi padaku.
Buat lebih serius.
Mau bilang apa?
Kau katakan saja, yang lebih serius.
Aku... Aku membencimu.
Lebih serius lagi.
Lebih serius...
Aku membencimu.
Aku, aku tak menyukaimu.
Pergi!
Nak, aku mencintaimu.
Kau mau ke mana?
Cari Yanshu.
Kau gila, ya?
Profesor, alergiku terhadap kebohongan sudah sembuh.
Apa, aku tak dengar jelas.
Profesor, aku tak alergi dengan kebohongan lagi.
Benarkah? Kapan itu terjadi?
Barusan.
Bagus sekali.
Ini pasti berhubungan dengan kembalinya ingatanmu.
Kau segera datang ke kantorku.
Kulakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Profesor, sekarang ada hal penting yang harus kulakukan.
Aku periksa di lain hari.
(Baik.)
Li Yanshu!
Li Yanshu!
Mana Li Yanshu?
Tak tahu, dia belum pulang.
Dia pergi ke mana?
Ponselnya tidak aktif.
Ada apa dua orang ini?
♪Harus berjalan ke mana♪
♪Mulai kehilangan jari diri♪
♪Tak tahu di masa lalu♪
♪Hanya tersisa kekhawatiranku♪
♪Mengikuti hati meluap♪
♪Aku masih mencintaimu♪
♪Hanya tak berdaya♪
♪Kau seharusnya ikuti jalannya waktu♪
♪Namun, ingatanku tak bisa dihapus♪
♪Aku masih merindukanmu♪
Kau masih ingat aku pernah memberitahumu,...
...hubungan kita di tahap lain dimulai dari sini.
(Ciuman pertama kita di tempat ini.)
(Jadi, aku ingin hubungan kita di tahap lain juga dimulai dari sini.)
(Gu Chengze, apakah kau bersedia menikahiku?)
Ingat.
Sangat disayangkan.
Hubungan ini belum dimulai sudah akan berakhir.
Siapa bilang akan berakhir?
Tak boleh berakhir tanpa persetujuanku.
Jangan lupa, kaulah yang melamarku.
Ini masih belum berakhir, apakah kau mau meninggalkanku?
Maaf.
Kita putus saja di sini.
Aku bisa memahami perasaanmu.
Namun, apakah hubungan kita berakhir hanya dengan kata putus darimu?
Ibumu melukai ibuku.
Membuat ibuku dan aku terpisah lebih dari 20 tahun.
Apakah satu kata putus darimu bisa menyembuhkan lukaku?
♪Aku tetap merindukanmu♪
♪Namun, aku tak boleh menangis♪
♪Karena aku berharap kau percaya♪
♪Kau membuat keputusan yang benar♪
Sekarang aku mau menghukummu.
Menghukummu bersamaku seumur hidupmu.
Tak boleh meninggalkanku.
♪Setahun demi setahun♪
♪Waktu sedang berubah♪
♪Satu yang tak pernah berubah yaitu ingin kau muncul♪
♪Menunggu hari itu♪
♪Tak tahu hari apa♪
♪Apakah ada kesempatan mengulang lagi♪
♪Aku masih mencintaimu♪
♪Hanya tak berdaya♪
♪Kau seharusnya ikuti jalannya waktu♪
♪Namun, ingatanku tak bisa dihapus♪
Jangan menangis lagi.
Harus percaya padaku.
Harus percaya dengan hubungan kita.
Apakah putus lebih mudah daripada kita bersama?
Li Yanshu, kuperingatkan kamu.
Kelak jangan katakan lagi, kau tak pernah menyukaiku...
...atau tak pernah mencintaiku.
Meski aku tahu itu terdengar seperti kebohongan tak masuk akal,...
...tapi tetap saja sangat menyakitkan.
Kau lihat wajahku dengan baik.
Setiap hari di masa depan, kau melihat wajahku ini...
...kau akan teringat masa lalu yang menyakitkan.
Kau tak akan bahagia.
Kau sedang menyalahkan dirimu.
Kau tak bisa memaafkan dirimu sendiri.
Benar, aku tak bisa memaafkan diriku.
Jika bukan aku menemukan Bibi,...
...jika aku tak tahu apa yang kau lalui sebelumnya,...
...mungkin aku bisa memaafkan diriku.
Namun, jelas-jelas aku tahu semuanya, bagaimana bisa aku begitu tenang?
Aku mengerti perasaanmu sekarang.
Kau tak mengerti.
Seseorang tak akan bisa memahami orang lain.
Seperti aku tak bisa merasakan penderitaan yang Bibi rasakan.
Jika aku mencintaimu 10%, maka rasa bersalahku 100% padamu.
Aku lebih memilih kau membenciku, menyalahkanku.
Aku tak mau kau menerimaku dan memaafkanku dengan mudah.
Bukankah sudah kukatakan padamu?
Aku menghukummu untuk mencintaiku.
Gunakan hidupmu untuk mencintaiku.
Yanshu.
Jangan begitu cepat memutuskan.
Aku akan memberimu waktu mencerna masalah ini.
Asalkan tak putus, apa pun boleh.
Aku menunggumu.
Yanshu.
Paman Han.
Kau baik-baik saja.
Aku baik-baik saja.
Terima kasih, Paman Han.
Tunggu dulu.
Aku ingin bicara denganmu.
Paman Han.
Aku tahu apa yang ingin kau katakan.
Tapi semua yang ingin kukatakan sudah kukatakan.
Selama ini, kau sungguh salah paham dengannya.
Dia telah melakukan kesalahan itu.
Bagaimana aku bisa salah paham?
Aku telah mengetahuinya sejak lama.
Hanya tak tahu korbannya adalah ibu Chengze.
Kau tahu?
Kau masih bisa memaafkannya?
Karena aku memahaminya.
Ketika aku bertemu dengannya, dia sangat tersiksa karena hal ini.
Dia sangat menderita.
Dia bahkan pernah mencoba mengakhiri hidupnya.
Bukankah dia hidup dengan baik sekarang?
Yanshu.
Bagaimana bisa kau berkata begitu?
Sebesar apa pun salahnya, dia tetaplah ibumu.
Malam kejadian itu, ibumu sedang bekerja lembur.
Dia mendengar kabar kau sakit dan demammu tetap tinggi.
Dia tergesa-gesa pulang.
Namun, malam itu hujan lebat.
Tak ada transportasi umum.
Dirut perusahaan setuju untuk mengantarnya pulang.
Tak pernah menyangka terjadi kecelakaan di jalan.
Namun, yang membawa mobil bukan ibumu.
Meski bukan dia yang bawa mobil, dia tetap tidak menolong.
Apa bedanya dengan pelaku?
Aku tahu dia bersalah.
Namun, karena kamu.
Karena memikirkanmu.
Dia ingin pulang melihatmu.
Maksud Anda, dalang semua itu adalah aku?
Bukan itu maksudku.
Aku ingin memberitahumu.
Ibumu selalu sangat mencintaimu.
Dia mencintaiku?
Jika mencintaiku, kenapa mau meninggalkanku?
Tahun itu aku begitu memohonnya, memohonnya jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku.
Saat itu aku masih begitu kecil.
Namun, dia tetap pergi.
Aku hanya bisa melihatnya naik ke mobil orang lain.
Sepertinya salah paham kalian terlalu dalam.
Setelah kecelakaan itu, bos perusahaan itu ditangkap.
Kemudian dihukum.
Ibumu juga terlibat dan kehilangan pekerjaan.
Saat itu kau masih kecil, ibumu takut menyusahkan kalian.
Akhirnya dia memutuskan meninggalkanmu dan ayahmu.
Dia juga terpaksa dan tak berdaya.
Karena dia merasa dia tak bisa lagi menghadapi kalian.
Aku tak percaya.
Apakah kau tak percaya dengan kata-kataku?
Bagaimana mungkin ada hal konyol seperti itu di dunia?
Namun, di dunia ini memang ada hal konyol.
Kalian sekarang hidup di zaman yang bagus.
Jadi, kau tak bisa memahami wanita di zaman ibumu itu.
Aku dan ibumu adalah teman sekolah di sekolah tekstil.
Aku beberapa tahun di atasnya dan aku jadi ketua dewan.
Dia adalah anggota dewan siswa.
Jadi, hubungan kami ada dasarnya.
Bukan seperti rumor di luar sana.
Benar, aku tahu.
Ibu Chengze telah sangat menderita.
Namun, apakah ibumu tak menderita?
Hanya karena dia gegabah sesaat, dia berjalan di jalan yang salah.
Yanshu.
Ibumu bukan tak mencintaimu.
Karena dia terlalu mencintaimu,...
...dia memilih kau membencinya, menyalahkannya,...
...tak memaafkannya untuk selamanya.
Sepertinya dengan begini,...
...dia baru bisa mengurangi sakit dan rasa bersalahnya.
Jangan katakan lagi, Paman Han.
Jangan buat kebohongan dan alasan untuknya.
Semua yang kukatakan, itu benar atau tidak.
Asalkan kau pikirkan baik-baik, kau akan mengerti.
Yanshu.
Aku selalu menganggapmu seperti anakku sendiri.
Kau akan menghadapi banyak titik balik yang penting dalam hidupmu.
Mengambil pilihan dan keputusan pada titik balik itu...
...sangatlah penting bagi hidupmu.
Aku tak berharap...
...kau membuat keputusan yang akan kau sesali nanti.
Ini yang ingin Paman Han katakan padamu.
(Kudengar kau menemukan petunjuk kecelakaan mobil Bibi.)
(Kenapa kau tak beri tahu aku?)
(Karena aku tak mau mengganggumu dengan masalah ini.)
(Gelangku itu adalah bukti penting.)
(Tak boleh hilang.)
(Bukti apa?)
(Bukti kecelakaan.)
(Tak boleh sampai hilang.)
(Akhirnya dia memutuskan meninggalkanmu dan ayahmu.)
(Dia juga terpaksa dan tak berdaya.)
(Karena dia merasa dia tak bisa lagi menghadapi kalian.)
(Gelang ini...)
(Bagaimana bisa ada padamu?)
(Ini disebut yang bersalah tak akan pernah bisa lari.)
(Masalahnya adalah pelaku yang memisahkan...)
(...Chengze dan ibunya selama dua puluhan tahun...)
(...adalah ibuku!)
(Semua karena perbuatanmu, sehingga fisik dan mental mereka...)
(...menerima penderitaan yang begitu besar.)
(Sekarang satu kata maaf saja, sudah ingin dimaafkan?)
(Bukankah terlalu tak tahu malu?)
(Katakan padaku, bagaimana aku menghadapinya?)
(Sekarang begitu dia melihatku,...)
(...pasti akan berpikir ini adalah putri musuhku.)
(Meski aku punya sedikit malu,...)
(...aku juga tak berani berharap mereka bisa memaafkanku.)
(Lihat mataku dan katakan sekali lagi.)
(Akan kubiarkan kau pergi.)
(Kau yang memaksaku.)
(Aku tak peduli apa reaksi tubuhmu.)
(Yang kukatakan itu kenyataan.)
(Aku, Li Yanshu tak pernah mencintaimu.)
(Aku juga tak pernah berpikir untuk menikah denganmu.)
(Bisakah kau melepaskan aku?)
(Yanshu.)
(Aku selalu menganggapmu seperti anakku sendiri.)
(Kau akan menghadapi banyak titik balik yang penting dalam hidupmu.)
(Mengambil pilihan dan keputusan pada titik balik itu...)
(...sangatlah penting bagi hidupmu.)
(Aku tak berharap...)
(...kau membuat keputusan yang akan kau sesali nanti.)
Kudengar pernikahannya dibatalkan.
Kenapa?
Yanshu adalah gadis yang baik.
Kau harus baik padanya.
Apa keputusan keluargamu mengenai wawancara Jinrui di Amerika?
Mereka semua ingin dia pergi.
Sebelumnya tak tahu siapa yang akan menemaninya.
Namun, sekarang sudah ada.
Siapa?
Siapa?
Bukankah kau akan menikah?
Apakah kalian sekalian mau bulan madu di Amerika?
Sementara aku tidak menikah.
Yang benar saja?
Bolehkah kutanyakan alasannya?
David.
Sekarang aku sangat lelah, bisa tidak jangan bahas hal ini?
Lain hari kujelaskan padamu.
Baik, baik, baik.
Lebih kau beri tahu aku sedikit.
Jika aku bertemu Gu Chengze,
apakah aku harus memukulnya?
Kulihat pukulanmu ini, lebih baik berikan padaku saja.
Yang benar saja.
Apakah kau berencana tak kembali lagi?
Bagaimana mungkin?
Jadi, kapan kau kembali?
Biar kujemput.
Tak perlu kau ikut campur.
Orang yang menjemputnya sudah datang.
Tak ada urusanmu di sini.
Kita bawa dia makan dulu.
Ayo.
Kuberi kau waktu untuk mencerna hal ini.
Namun, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama.
Aku pergi dulu.
Setiap hari kau harus ingatkan dirimu bahwa kau mencintaiku.
Jaga dirimu.
♪Awan telah lelah menghalangi mentari♪
♪Aku akan memenuhi kebahagiaan♪
♪Di musim panas ini, muncul wajahmu♪
♪Apakah kau juga melihatnya?♪
♪Hujan turun di dunia yang tak berperasaan♪
♪Siapakah yang menghalangi pandangan?♪
♪Membuatku tak bisa melihat♪
♪Namun, malah memikirkan seseorang♪
♪Berapa kali lagi aku harus bertanya padamu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Apakah ada kebohongan yang berakhir?♪
♪Kau tak pernah mempedulikanku, atau terus bersandiwara♪
♪Berapa kali aku harus mencintaimu?♪
♪Memakai sakit hati menggantikan kesadaranmu♪
♪Akhirnya kau mengakhirinya dan berada di sampingku♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.