Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dia ingin perundingan.
Kalian dan Conrad.
SEBELUMNYA DI MOBLAND
Kau tahu aku harus apa. Kita telepon dia.
Sialan.
Serahkan padaku.
Percaya padaku, oke?
Semua orang memintaku memercayai mereka.
Hanya ada satu aturan.
Pelacur kecil itu, Gina, jangan pernah injakkan kaki di sini.
Dia anak baik, Maeve. Dan kami tim yang hebat.
Yah, kenapa tak kau ajak dia?
- Ada mata-mata di Tempest. - Finch.
Pastikan keadaan terkendali, ya?
Serahkan padaku.
Datang ke perundingan itu atau kesepakatan batal.
Nanti malam, aku ingin ikut.
Aku tak akan diam saja menyaksikan Frankie Cooper
menghabisi kita satu per satu.
Dongeng selesai. Aku datang membawa solusi. Aku.
Serahkan saja istriku kembali.
Jika semuanya sudah selesai, aku pergi dulu.
Selamat malam, Frankie.
- Siapa beri tahu itu Frankie Cooper? - Kau.
Aku?
Ya.
Ya, laporan dari lokasi, Bos. Semua jejak hangus.
Pola luka bakar konsisten dengan HIE.
Ada bau bahan kimia yang aneh.
Mungkin asbestos.
Tak ada akses forensik sampai Tim Atmos dan Struktural setuju.
Tetap di sana.
Aku sedang minta kantor pusat urus surat perintah.
Coba lihat lagi, sisir semuanya dengan teliti.
Ya, baik.
Harry.
Harry?
Ada temuan apa, Finch?
Bisa dibilang ini murni kebocoran gas.
Kenapa Finch ada di Depo sendirian?
Dia menyuruhku kembali ke kantor. Katanya dia bisa menangani sendiri.
Pengacaramu sengaja mengulur waktu.
Mereka memberiku waktu empat jam untuk atur TKP.
Kerja bagus, Finch. Terima kasih banyak.
Kita bisa bertemu malam ini, di tempat dan waktu biasa?
Baik.
Kumpulkan bukti balistik arena balap. Selongsong dan sampel GSR.
Bukti fisik asli, bukan ringkasan. Rantai pembuktian yang lengkap.
Dilarang menyebarkannya ke tim luar.
Laksanakan.
Helm sepeda. Ya?
Dia masuk mengenakan itu.
Lapisan dalamnya dikosongkan, diisi Semtex.
Kau tak akan kepikiran "bom", hanya "berandal naik skuter."
Dia tahu jumlah kita.
Dia sudah pelajari.
Atau ada yang membocorkan, artinya, kebocoran di semua lini
sampai ke tingkat paling bawah.
Kau bilang Kevin hilang kendali?
- Ya, Frankie memancingnya. - Kenapa?
Dia sebut Bella lonte ayahnya.
Kevin menodongkan pistol.
Situasinya agak kacau.
Kenapa Seraphina di sana?
Karena Seraphina dan Kevin aman-aman saja
jika berada di satu ruangan.
Kita perlu menunjukkan solidaritas, jadi aku mengajaknya.
Yah...
Baguslah masih ada seorang Harrigan yang bisa kupercaya.
Dan ketahuilah
si badut itu, apa kau sempat menatap matanya?
Ya.
Apa yang kau lihat?
Dia bukan badut.
Dengar, perang ini dimulai tepat sejak aku menolak Kat.
Dan kalaupun aku menerimanya
ini tetap akan jadi perang, cuma aku di kubu lawan.
Dia sudah menentukan pilihan.
Masuklah Frankie.
Dimulai sudah.
Sekarang kita harus bersiap dan bergerak cepat.
- Aku seharusnya di sana. - Conrad!
Tapi malah, disuruh mundur dan serahkan pada Kevin.
Pertama, dia main belakang dengan Gakbu.
Itu memberi sinyal, "Hei, London, incarlah wilayah kami.
Ayo serbu, serbu.
Sikat habis keluarga Harrigan."
Enam orang di kamar mayat.
Bella diculik.
Dan jagoanmu, si Dog berakhir hancur jadi enam kantong sampah!
Tapi tidak, Conrad, diam saja.
Kau diam saja di rumah, minum Horlicks
sambil bersantai di depan perapian.
Biar Kevin yang atasi.
Itu sebuah kesalahan.
Aku mendengarkanmu dan itu sebuah kesalahan.
- Kau tak mendengarkanku. - Apa, Bung?
Aku bilang, kau tak mendengarkanku.
Kau tidak. Kevin juga tidak.
Dan lihat apa jadinya kita.
Kenapa kau menolak Kat?
- Itu pertanyaan serius? - Ya, ini pertanyaan serius.
Dan ada satu pertanyaan lagi.
Bagaimana aku tahu kalau kau menolak?
Hei?
Begitu kenyataannya sekarang, Harry?
Baiklah.
Aku akan memastikan masalah yang menjerat kita tak makin parah
tapi, Conrad...
Hal begini, yang seperti ini.
Ini sebab kita kalah.
Permisi.
Ayolah, Harry. Kau orang paling cerdas yang kukenal.
Apa aku harus menjelaskan gamblang padamu? Ada dua kubu di sini.
Kubuku dan kubu Kevin.
Jadi, Harry, sudah waktunya kau memilih.
Beri tahu temanmu Kevin dan Frankie, dan Kat McAllister
kalau aku sudah memimpin perang sejak mereka di kereta bayi ibunya.
Kalian mau menantangku?
Majulah. Silakan saja.
Persetan!
Begitu baru benar.
Fág an bealach!
Akhirnya.
Minggir kalian semua, Keparat!"
Apa penilaianmu soal Harry?
Ya, terus kuperhatikan.
Sepanjang aku bicara.
Dengan sudut mataku.
Tak sekalipun bereaksi.
Hanya mendengarkan.
Memerhatikan.
Aku tak heran.
Harry adalah asetnya.
PANGGILAN MASUK
- Harry. - Seraphina.
Bisa kita bertemu di bengkel?
Aku sampai tiga jam lagi.
Pagi.
Selamat pagi.
Kopi hitam. Tanpa gula.
- Pukul berapa ini? - Pukul berapa?
Siapa peduli pukul berapa? Kemarilah.
- Aku belum gosok gigi. - Aku tak peduli.
Ada apa?
Dengar, Jamie. Aku sedang hilang arah saat ini.
Aku hanya tidak... Seolah aku tidak...
Yah, tidak juga, aku tahu.
Aku tahu ini ide bodoh, dan...
Maaf.
Tak perlu begitu. Aku mengerti. Sungguh.
Begini saja, aku akan pergi sekarang.
Jika kau tak pernah mau menelepon atau melihatku lagi, aku paham
setuju, dan kudukung keputusan itu.
Ini terlalu cepat.
Aku harusnya bersikap dewasa, tapi gagal.
Aku juga sudah dewasa, dan...
Maksudku, semalam...
Semalam luar biasa.
Kau tidak hilang arah.
Kau dalam perjalanan.
Omong-omong, si Harry itu, dia bodoh.
Ya Tuhan.
Maeve!
Maeve, di mana perbannya?
CAIRAN PENDINGIN ANTIBEKU
Begitu kau tiba di Kerry, langsung keluar lewat pintu kedatangan.
Rental mobil di sebelah kanan.
Sebentar.
Sewa mobil yang kecil dan tak mencolok.
Jangan yang mewah.
Semacam BMW?
Bukan, BMW itu mewah.
- Yang seperti Kia. - IKEA?
Bukan, bukan IKEA.
- Kia. - Apa itu Kia?
Pergilah ke Dan Murphy.
Minta kamar dobel yang di atas tangga.
Jangan pakai barang mewah.
Tak usah pakai jam tangan, baju desainer, atau sepatu sniker.
Jika ada yang bertanya, namamu Powell
dan kau sedang liburan.
Dan jangan lupa paspormu.
Sial.
Oscar Wilde, James Joyce, Westlife.
The Emerald Isle adalah pusat kesenian.
Kita butuh paspor.
- Ya, tentu saja butuh. - Kenapa tidak bilang?
Bagaimana bisa lama sekali
baru sadar Irlandia itu negara berbeda?
Di mana paspormu?
Di rumah Ibuku.
Lucu.
Sama sekali tidak lucu.
Maafkan aku.
Róisín, sudah dulu. Nanti kutelepon.
Tak usah pedulikan aku.
Selesaikan telepon mesramu.
Róisín adalah kakakku.
Ibu Fergus.
Siapa?
Fergus. Keponakanku.
Ah, si bujang kecil itu.
Yang di luar pub Falkland.
Dengan senapan, jarak dekat.
Benar yang itu. Aku tadi menelepon ibunya
kukatakan tak bisa pulang untuk pemakaman.
Jelas tidak bisa.
Demi Tuhan, kita sedang perang.
Kau ingin keluyuran pulang menghadiri pemakaman.
- Tidak. - Begini, aku mengerti.
Dia keponakanmu, dan dia tewas.
Sebab itu diadakan pemakaman.
Aku yakin kakakmu Róisín tak menyalahkanmu sedikit pun.
Tapi, pada akhirnya
pemakaman akan mengembalikan anak malang itu?
Itu intinya pemakaman.
Lagipula, kalau soal pembunuhan
ditembak dengan 12-gauge jarak dekat di punggung
itu kematian cepat.
Terima kasih, Maeve. Akan kusampaikan kepada ibunya.
Satu hal yang pasti.
Petinya jangan dibuka.
Conrad.
Aku mendengar kau ribut dengan Harry pagi ini.
Akhirnya kau menyadari sifat asli si ular itu?
Apa yang kau lihat?
Apa yang merasukimu?
- Paul. - Conrad.
Bawa mobilnya ke depan.
Ya, Conrad.
Kita sedang kontes tatap-tatapan?
Kau terserang strok?
Aku akan pergi ke kota.
Ya? Baguslah. Untuk apa?
Bisnis.
Aku kembali nanti malam.
Setelah itu, kau dan aku akan bicara berdua, Maeve.
Taruhan nyawa, kau akan membahas Harry D'Souza.
Ya Tuhan, pria itu benar-benar telah menyelubungi kepalamu karung.
Dan orang tak bisa lihat apa-apa jika kepalanya dikarungi.
Karungnya sudah lepas, Maeve.
Karungnya lepas.
Hai.
Kau mau kopi?
Aku butuh miras.
Hei.
Saat D'Souza memberitahuku, aku ingin mati saja.
Tapi, nyatanya kita masih di sini, bertahan hidup untuk besok.
Aku bersumpah, hal seperti itu tak akan pernah terjadi padamu lagi.
Itu sangat menenangkan.
Bagaimana caramu memastikan hal itu, Kev?
Nasi sudah jadi bubur.
Suamiku seorang Harrigan.
Jadi begitu saja?
Kau tak yakin aku bisa melindungimu?
Melindungiku? Kenapa aku harus yakin?
Semalaman aku diikat ke kursi.
Dan aku yang menodongkan pistol
ke muka berengsek itu sampai dia melepasmu.
- Begitukah yang terjadi? - Ya.
- Kau todongkan pistol padanya? - Ya.
Kau todongkan pistol padanya
saat aku duduk di mobil ditodong pistol juga.
Jelaskan padaku, Kev.
Apa logikanya?
Itu berhasil.
Oke. Itu berhasil.
Maaf, apa logikamu sampai memutuskan
menodongkan pistol ke arahnya
itu cara menyelamatkanku?
Karena kita mati kutu. Justru itu intinya.
Apa tindakan Harry? Harry pikir menodongkan pistol itu tepat?
Aku tak yakin begitu.
Karena jika ya, Harry sudah lakukan.
Tahu yang kupikirkan?
Menurutku di momen kritis
untuk menyelamatkan istrimu, kau hilang kendali.
Kau memilih sok jagoan dan bertaruh.
Mengingatkan pada siapa, Kev?
Mungkin kau dan dia sama sekali tak berbeda.
Tutup mulutmu.
Bisa kita berpura-pura kau mampu?
Bahwa kau punya nyali, kelicikan, otak, keberanian untuk mengelola
toko keripik, apalagi Kerajaan Harrigan?
Kau tak berbakat, Kev. Bukan kau orangnya.
Aku tahu persis.
Apa maksudnya?
Kau tahu apa maksudnya.
Halo?
Ya, kau paling tahu.
Kau tahu pria yang seperti itu.
Eddie?
Hai. Aku butuh pasporku.
Eddie.
Apa kabarmu?
Aku baik.
Dengar, Ibu mau cepat mandi
mungkin kita bisa keluar minum kopi.
Aku tak punya waktu.
Eddie.
Tolong, Bu.
Setidaknya peluklah Ibu?
Aku harus pergi.
Pergilah.
Sampai jumpa, Kev.
Mulai dari mana terserah.
Aku di Amsterdam
duduk di sisi Brendan.
Ingat, dalam sepuluh, 15 menit sampai seseorang
masuk membawa gergaji mesin, kami cuma pasrah.
Tiba-tiba pikiran itu muncul.
Berkata, "Seraphina, jika kau
selamat dari sini, segalanya harus berubah.
Ya, kau sayang Ayah.
Ya, kau sayang keluarga gila ini meski kau hampir tak dianggap
tapi kapal ini akan karam.
Kau harus cari cara untuk selamat.
Jika kau hanya diam, kau bergantung pada Ayah berharap dia temukan
jalan keluar dari masalah ini, kau akan mati.
Jadi sadarlah, cari jalan ke depan."
Maka kau menelepon Kat?
Dia meneleponku.
Dan kau mendengarkan?
Dia memberiku penawaran, kubilang ya.
Kau menemui Ayah pagi ini?
Aku tidak bodoh, Harry.
Jika kau mau melakukannya, bisa sekarang saja?
Rusak karena panas.
Tidak, cairan penyekat tak melepuh cuma karena disimpan.
Itu sudah sempat dikelupas lalu direkatkan kembali.
Ada yang membuka.
Siapa terakhir memasukkan?
Cetaklah.
Bu, ini dicatat terverifikasi.
- Jika kucetak, Ibu pikir... - Cetaklah.
DI Finch.
Labeli saja ditunda untuk pemeriksaan ulang.
Secara diam-diam.
Jangan disebarkan sampai aku perintahkan.
- Harry... - Ada apa?
Kavanagh mengorek bukti penembakan di arena anjing.
- Dan? - Dia memeriksa laporan balistik
dan tahu buktinya sudah dimanipulasi.
Dan nama Finch ada di log.
Dia seperti mencurigainya.
Carikan mobil resmi, yang terdata di sistem.
Kau mau yang masuk daftar cekal?
Ya.
Yang terdaftar, aktif dipakai, ada di sistem.
Makin aktif makin baik.
Oke, jadi kebalikan dari pekerjaanku?
Ya.
Secepat kau bisa.
Siap.
Terima kasih.
Baiklah.
Ada yang harus kuurus, jadi kau pulanglah.
Di rumah saja, jangan kontak siapa pun
jangan angkat telepon siapa pun, aku yang meneleponmu.
- Harry, aku... - Pulanglah. Nanti kutelepon.
Ada BMW abu-abu Brendan yang ditilang
karena melaju di atas 161 KPJ di M40 pada 2019.
Ada di Hendon, bisa kuambil dalam satu jam.
Sempurna. Ambillah dan telepon aku, ya?
Halo?
Ibu.
Ada apa, Sayangku, kau baik-baik saja?
Ya, aku baik, hanya...
Senang saja mendengar suara Ibu.
Sesuatu terjadi, Sayang?
Ibu ada waktu?
Aku butuh bantuan Ibu.
Eddie?
Lama sekali.
Gina!
Kejutan yang menyenangkan.
Kukira kau Eddie.
Eddie?
Kenapa kau mengira aku Eddie?
Dia tinggal di sini.
Sekarang dia di sini?
Kami berdua. Maeve memberinya kunci.
Minum?
Tidak, terima kasih.
Aku harus temui Eddie. Kami mengejar pesawat.
Tapi, kau bilang, kau kira aku Eddie?
Ya.
Kalian bertemu di sini?
Ya.
Kalau begitu, mari tunggu dia. Ya?
- Di sini, minum? - Aku tidak mau minum.
Izinkan kujamu tamu tak diundang ini
dengan jamuan yang tak biasa.
Kemari, duduklah.
Aku tak mau.
Kubilang duduk.
Nah, silakan.
Kau suka apartemennya?
Ya.
Lokasi pusat kota.
Dekat tempat wisata.
Lihat itu.
Aku selalu suka pemandangan itu.
Bagaimana kasurnya?
Kasur air.
Asyik, 'kan?
Dan cermin tua di atas kasur itu?
Ya, cermin itu sudah menyaksikan banyak adegan.
Kau dan Eddie sekarang, ya?
Biar romantis sedikit.
Omong-omong, apa kabar ayahmu?
Aku tak tahu. Aku belum bertemu.
Kau tak pulang sekali pun?
- Tidak. - Kenapa tidak?
Ibu dan Ayah berpisah.
Aku tahu.
Aku turut prihatin.
Ya.
Harry tak pernah cerita padaku.
Membuat sedih.
Benar.
Menurutmu apa penyebabnya?
Pekerjaannya.
TAMAN HATTON
Baik! Merunduk! Angkat tangan!
Jangan bunyikan alarm! Jangan menelepon!
Tetap di bawah. Tetap Diam.
Pernah Harry bercerita bagaimana dia bisa bekerja denganku?
Mulanya, dia dan ayah Eddie bertemu di Penjara Newgate.
Begitu bebas, Kevin langsung bekerja di bisnis keluarga.
Tapi, Harry, dia masuk Resimen Paras.
Tujuh tahun dia mengabdi.
Basra, Baghdad, Fallujah, baru kemudian pulang.
Setelah itu, dia bekerja di perusahaan keamanan swasta.
Lalu sekitar 15 tahun lalu
kusewa perusahaan itu untuk melakukan
pemeriksaan keamanan rutin di beberapa gedung milikku.
Tak disangka, tiba-tiba Harry berjalan masuk.
Kevin langsung mengenalinya.
Aku menawarinya pekerjaan, dan dia tidak pernah pergi.
Minggu pertama bekerja
ada kiriman barang yang hilang di Tilbury.
Aku mengamuk setengah mati. Aku mau pergi dan bakar dermaga itu.
Tapi, Harry...
Harry masuk ke sana, tenang seperti pendeta.
Selesai dalam satu jam.
Tanpa teriakan, tanpa pamer kekuatan
dia langsung selesaikan masalahnya.
Dan beberapa minggu kemudian
ada pengedar narkoba di perbukitan yang mulai bertingkah di area kami.
Aku dan Harry pergi ke sana.
Harry menahannya, dan aku memotong buah zakarnya.
Harry tidak berkedip.
Dia biasa melihat hal seperti itu, bahkan yang lebih parah.
Ya.
Pria seperti Harry tak bisa hancur.
Mereka sudah hancur, hanya saja dalam bentuk yang tepat.
Kesetiaannya melampaui akal sehat.
Itu sudah menjadi sifat bawaan lahirnya.
Tak tergoyahkan.
Dan itulah ayahmu, Nak.
Dan seorang ayah, di dunia ini
adalah dinding pembatas antara dirimu dan kegelapan.
Selamat kembali, Eddie.
Ayo masuk, jangan malu-malu.
Naik ke sini.
Aku hanya duduk bersama Gina
sedang asyik mengobrol.
Nah, begitu.
Lihat dirimu.
Kau menikmati tempat ini, ya?
Ya.
Kami harus pergi.
Baiklah.
Baiklah, sekarang
aku sendiri juga harus pergi.
Semoga penerbanganmu lancar, ke mana pun tujuanmu.
Baru saja kubilang pada Gina, aku selalu suka pemandangan di sini.
Empat puluh tahun, segalanya sudah berubah.
Kecuali pemandangan itu.
Silakan.
Ya.
Jangan lakukan yang aneh-aneh.
Depo disegel.
Tak boleh berbagi info antar divisi.
Ini terlihat seperti insiden lokal yang terisolasi.
Sejak kejadian di arena balap anjing
kami memang diawasi, tapi belum ada bukti.
Fokusnya lebih ke Hatton Gardens.
Memang ada apa?
Dirampok hari ini.
Mobil pelaku dilaporkan ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.
Belum masuk di berkasku.
Mau aku tanyakan?
Tidak, tak perlu.
Begini, kujelaskan apa yang baru saja terjadi di sana, ya?
Bendera Harrigan ditinggalkan
tepat di luar lokasi perampokan di pusat London hari ini, paham?
Namun, informasi itu tampaknya belum sampai kepadamu di Tempest.
Itu tak terdengar aneh bagimu?
Kavanaugh sedang melumpuhkanmu, Kawan.
Kau sudah disingkirkan.
Dunia ini dikendalikan informasi, dan kau tak punya akses lagi ke sana.
Menurutmu kenapa begitu?
Harry, dengar...
Kau tahu Kavanaugh mengambil data balistik arena anjing?
- Kapan? - Sore ini.
Kata siapa?
Kata salah satu PNS bergaji pas-pasan yang menyukai Prada.
Tanda tangan siapa yang ada di laporan balistik itu?
Aku bisa bereskan.
Tidak, aku tak yakin kau bisa.
Harry, kumohon, aku selalu membantumu.
Aku tahu itu.
Tapi kau juga agak ceroboh, Kawan.
Kau paham, 'kan?
Begini jadinya.
Serius, Bung, apa pilihan kami?
Astaga...
Ya.
Tidak.
Aku mengerti. Sungguh.
Reaksi ini sepenuhnya wajar, 'kan?
Aku pun persis sepertimu jika jadi dirimu.
Dengarkan.
Dengarkan.
Tenanglah.
Kau menyayangi istri dan anak-anakmu, 'kan?
- Ya. - Oke, jadi...
Mari lihat apa pilihan kita.
Kita harus lihat pilihannya, 'kan?
Jangan sakiti anakku.
Apa? Tidak! Kenapa kau berpikiran begitu?
- Kukira kau akan... - Tidaklah!
Tidak!
Tidak!
Bukan itu yang kita bahas, Kawan.
Tidak, kita lihat saja pilihanmu.
Kita harus bereskan, oke?
Ya.
Dan sekadar pengingat, merokok bukanlah...
Jadi, kenapa Kerry?
Aku sering ke sana waktu masih kecil.
Tempat yang kita tuju ini, Sneem.
Beberapa kenangan masa kecilku ada di sana.
Cuma mau memastikan, ini benar Eddie Harrigan yang bicara.
Eddie yang dulu, sentimentil.
Kupikir kita berdua butuh piknik.
Tidak, aku menyukainya.
Kau tak berencana melamar, 'kan?
Jangan takut.
Percayalah.
Kau akan menyukainya.
Permisi.
Maaf.
Maeve.
"Pergilah berkuda untukku, kesatriaku yang gagah.
Melewati sungai hitam dan gunung kelabu.
Bawa kembali pedang yang ditawan musuh kejam kita.
Dan aku akan mengawasi layarmu selagi anak-anak terlelap."
Kau sudah naik pesawat atau menyerah dari awal?
Kami berhasil.
Gina bersamamu?
Ya.
Bagus sekali.
Maeve, kapan kau akan memberitahuku apa tujuan semua ini?
Maksudmu, apa alasan di balik misimu ini?
Semua ada waktunya, kesatriaku yang baik.
Semua ada waktunya.
Maaf.
Kau tahu Kerry diguyur hujan selama 255 hari tahun lalu?
Benarkah?
Debit langsung.
Ya, debit langsung.
Dikirim langsung ke rekening istrimu.
Tiap tanggal satu awal bulan, ya?
Kau lega? Ya?
Kau janji?
Tentu saja. Ya? Aku janji.
Paham?
Kau pernah lakukan ini?
Ya.
Ayo naik. Panjat tangganya.
Harry.
Harry.
Ya?
Boleh aku menulis pesan? Untuk Lisa.
Kumohon.
Kenapa tak minta dari tadi?
Maaf.
Aku tak bawa pena. Kau bawa pena?
Tidak.
Boleh kirim pesan?
Yah...
Tidak ada sinyal di sini, Kawan.
Tapi mungkin ada sinyal di atas sini.
Sialan, Finch. Kau serius?
Ada sebuah fail!
- Fail keluarga Harrigan. - Baik.
Jika sesuatu terjadi padaku, Lisa akan mencari, menemukan
- dan mengirimkannya... - Tidak.
- Itu menghancurkan kalian. - Tidak.
Tidak.
Benda ini sama seperti pulpen, ya?
Alasanmu berkata begitu
karena kau sedang berdiri di tangga
dengan tali di lehermu.
Satu-satunya alasan kau ada di atas tangga dengan tali di lehermu
adalah untuk melindungi Lisa, 'kan?
Aku sudah janji kepadamu.
Apa yang kau katakan ini sangat serius.
Berarti aku harus pergi ke rumahnya
dan bertanya, "Lisa, di mana failnya?"
Dan dia jawab, "Fail apa?"
Lalu aku terpaksa harus menyiksanya.
Apa itu yang kau inginkan?
Fail itu tidak ada, 'kan?
Aku butuh pengakuanmu. Katakan fail itu tak ada.
- Tidak. - Adakah fail itu?
Tidak. Tidak ada fail.
Tidak, tak ada fail.
Tidak ada fail.
Tidak ada fail.
Maaf, Finch.
Harry?
Ya, aku tahu alasanmu melakukannya.
Aku pun hampir berbuat sama.
Kau bersekutu dengan Kat sekarang. Bagus untuk kita.
Bisa dimanfaatkan.
Aku akan menghubungimu lagi.
Kabari aku jika dia menghubungimu.
Terima kasih.
Tidurlah.
Harry.
Aku sudah muak main-main, paham?
Sekarang atau tidak sama sekali. Temui aku di Cotswolds pukul 8.00
atau aku berhenti.
Kau dengar aku, Kev?
Aku akan datang.
Baiklah. Tunggu di sini.
Malam, Semuanya.
Kau ingin perang, Cooper?
Kuberi kau perang!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.