All language subtitles for 7fhw37_Irreplaceable.E09_ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SEMUA ORANG WAJIB MELINDUNGI KARYA ASLI

Pendapatan premi tahunan Asuransi Tianjian hampir mencapai 100 miliar.

Skenario aplikasi asuransi kesehatan hewan peliharaan yang kau sebutkan,

meski kau membuat 10 atau 20 skenario,

paling-paling hanya menghasilkan premi beberapa miliar.

Apa dampaknya bagi bisnis Tianjian yang mencapai ratusan miliar?

Data yang kukumpulkan belum lengkap.

Kalau belum lengkap,

kenapa kau bilang ke Ma Ke

bahwa kau sangat percaya diri dengan proposalmu?

Proyek Asuransi Tianjian ini sudah tertunda cukup lama.

Kalau klien tidak puas dengan versi pertama,

versi kedua yang kita buat

setelah semua waktu yang kita curahkan tidak boleh dikerjakan asal-asalan.

Salindia ini isinya hanya deskripsi.

Tidak ada data dasar yang mendukungnya.

Selain itu, tidak ada pemikiran menyeluruh dari sudut pandang klien.

Ini bukan standar Maxmise.

- Aku ingin menjelaskan. - Maaf.

Aku tidak ingin membuang waktu kalian.

Ma Ke.

Kau adalah manajer proyek, coba berikan pendapatmu.

Baik.

RENCANA BERIKUTNYA (PENDING)

Pak Pi.

Pendapatku berangkat dari pendorong nilai utama

bisnis yang sudah ada.

Aku sudah membuat pohon nilai manajemen keuangan Tianjian.

ANALISIS POHON NILAI FAKTOR PENDORONG NILAI UTAMA BISNIS

TOTAL NILAI PERUSAHAAN PENDAPATAN - BIAYA

Aku mengidentifikasi kembali faktor pendorong nilai utama

bisnis mereka saat ini.

Fokusnya adalah memanfaatkan kecerdasan buatan

untuk mengoptimalkan proses bisnis yang ada.

ANALISIS POHON NILAI FAKTOR PENDORONG NILAI UTAMA BISNIS

POHON NILAI ASURANSI TIANJIAN

Proposal ini masih terlalu rumit.

Aku sarankan kau mulai dari skenario bisnis data besar

dan peningkatan pengalaman pelanggan. Buat ulang dari sana.

Pak Pi.

Inilah proposalku.

Penjelasan Ma Ke sangat bagus. Terima kasih atas kerja keras kalian.

Pak Pi pernah menceritakan sebuah kisah.

Di sebuah padang rumput,

ada seorang penggembala yang sedang menggembalakan domba.

Tiba-tiba datang seorang pria

yang mengenakan kemeja dan dasi, serta membawa tas kerja.

Orang itu berkata pada si penggembala,

"Halo, Pak. Aku bisa memberimu sebuah layanan kelas atas.

Aku baru saja menghitung jumlah dombamu. Ada 548 ekor."

Penggembala itu berkata, "Benar, bagaimana kau bisa tahu?"

Pria itu menjawab,

"Aku baru saja menggunakan jaringan satelit di angkasa

untuk menghitungnya.

Jadi, domba yang ini kubawa pergi. Anggap sebagai biaya jasaku."

Alhasil, penggembala itu berkata, "Tunggu sebentar.

Kau seorang konsultan, 'kan?"

Pria itu kebingungan. Dia bertanya, "Bagaimana kau bisa tahu?"

"Pertama, kau datang tanpa diundang.

Kedua, kau memberitahuku sebuah data yang sudah aku ketahui.

Ketiga, yang kau bawa itu bukan domba, tapi anjingku."

Itulah kesalahpahaman orang awam terhadap para konsultan.

Mereka mengira kita hanya tukang omong besar. Benar, 'kan?

Aku membagikan kisah ini karena berharap kalian bisa ingat.

Jadikan sebagai pelajaran.

Jangan sampai kalian menjadi tokoh utama dalam kisah itu.

Cokelat panas.

Terima kasih.

Hal seperti ini memang sulit dihindari. Aku juga pernah mengalaminya.

Kau juga?

Ma Ke memang orang seperti itu.

Dulu, kemampuan kerjanya cukup bagus.

Tapi dua tahun terakhir, setelah urusan keluarganya makin banyak,

pikirannya tidak fokus pada pekerjaan.

Dia jadi sering mengakui hasil kerja kami menjadi hasil kerjanya.

Tapi dia pandai bersosialisasi.

Sebagian besar proyek Asuransi Tianjian

dia dapatkan lewat acara minum-minum dengan klien.

Itulah sebabnya dia bisa bertahan di perusahaan ini.

Hanya saja, belakangan progres proyek kurang bagus.

Dia mungkin sudah menduga Pak Pi akan pulang lebih awal,

jadi memakai proposalmu sebagai tameng.

Lalu, tidak ada satu pun dari kalian pernah melawannya?

Dulu, juga ada orang yang tidak puas dengan caranya.

Tapi orang itu segera disingkirkan.

Saat baru masuk perusahaan, aku langsung bekerja di bawah Ma Ke.

Aku tahu betul kepribadiannya.

Meski orangnya tidak terlalu jujur,

bonus yang dia berikan memang besar.

Di antara karyawan baru, dia tidak berani mengusik Bu Tianna.

Jadi, dia mengincarmu.

Dia sudah menyiapkan jebakan sejak awal

agar kau dipermalukan di depan semua orang.

Lalu, saat kau belum sempat bereaksi,

dia memakai proposalmu untuk tampil menonjol di depan Pak Pi.

Dengan begitu,

kebanyakan orang hanya bisa menelan kerugian itu diam-diam.

Tapi aku tidak mau menjadi sebagian besar orang yang diam.

Maaf, aku tidak sempat memperingatkanmu lebih awal.

Tapi kau juga tahu prinsip sesuatu yang terlalu keras justru mudah patah.

Lin Long, mentormu, sudah mengambil cuti.

Apa yang akan terjadi jika kau bertengkar lagi dengan atasan langsungmu?

Menurutmu, bagaimana perusahaan akan memilih?

Sejauh yang aku tahu tentang Ma Ke,

dia mungkin tidak akan meninggalkan bukti yang bisa dipakai melawannya.

Benar.

Malam itu, semua orang sudah pulang.

Jadi, tidak ada saksi.

Sementara itu, dia hanya meminjam ide dariku.

Dia tidak pernah meminta file asli salindia milikku.

Jadi, juga tidak ada barang bukti.

Meski aku benar-benar mempermasalahkannya,

dia hanya akan bilang itu adalah ide serupa

dengan hasil diskusi tim proyek kita. Benar, 'kan?

Jadi, aku hanya bisa menerima kenyataan.

Karena itulah, kita tidak boleh kehilangan pekerjaan ini

hanya karena emosi sesaat.

Jangan bersedih lagi.

Dunia memang sekeras ini.

Benarkah?

Salindia sesederhana ini

tidak seperti gayamu biasanya.

Hanya sedikit kegagalan.

Lagi pula, waktu penilaian akhir tim belum tiba.

Aku akan mengganti pendekatan dan membuat ulang proposalnya.

Belum tentu aku akan kalah darimu.

Sekarang aku akan menemui staf di kantor CEO

untuk mengatur ulang jadwal wawancaraku.

Apa Ma Ke melakukan kecurangan?

Karena itu, kau begitu emosional saat rapat mingguan?

Tidak.

Semua karena kemampuanku sendiri yang masih kurang.

Aku pergi dulu.

Kalau begitu, berusahalah mengalahkanku.

Halo, Bu Yu. Aku Xu Chi dari Maxmise.

Silakan duduk.

Terima kasih sudah bersedia datang hari ini.

Di antara begitu banyak orang yang pernah dirugikan Ma Ke,

dialah yang paling cepat bangkit.

Tampaknya dia memang orang yang bisa mencapai hal besar.

Benar sekali.

Bukankah laporannya sudah kuberikan pada kalian?

Benar. Kami sudah membaca laporannya.

Tapi kami merasa pembahasannya belum cukup mendalam.

Jadi, kami ingin menggali masalah nyata yang dihadapi

para personel inti di lini bisnis terdepan seperti Bu Yu.

Masalah nyata kami adalah

bisakah kalian berhenti datang mengganggu kami?

Orang-orang di bagian bisnis sangat sibuk.

Begitu kantor pusat menelepon, kami langsung ditarik dari kantor cabang.

Entah itu wawancara, rapat, atau pelatihan.

Kami semua punya target penjualan.

Tidak ada waktu untuk mengobrol denganmu.

Begini saja. Aku akan mempercepat pembahasannya.

Boleh aku mengambil setengah jam waktu Ibu?

- Sepuluh menit. - Baik.

Dari sudut pandang praktik bisnis Ibu,

bolehkah dijelaskan skenario apa dan fungsi apa yang paling mendesak

untuk digitalisasi di departemen Ibu?

Aku tidak tahu.

Intinya, tingkat pendidikan orang-orang di kantor cabang kami biasa saja.

Kami tidak mengerti soal digitalisasi yang kau bicarakan.

Sebenarnya, tidak perlu terlalu spesifik.

Ibu cukup ceritakan apa yang Ibu rasakan secara garis besar.

Kau mimisan.

- Ini. - Terima kasih.

Jangan mendongak. Menunduklah.

Sini, berikan tanganmu.

- Sini. - Tidak apa-apa.

Jangan takut.

Dulu, aku juga sering mimisan. Aku selalu menekan bagian ini.

Sebentar lagi darahnya akan berhenti.

Apa aku menekannya terlalu keras?

Tahan sebentar, ya.

Apa kau ditindas?

Karena pekerjaan atau pacar?

Aku sudah berpengalaman.

Ini bukan sekadar mimisan karena panas dalam.

Kau pasti ditindas seseorang dan menahan emosi di dalam hati.

Tapi kau hanya bisa menahannya.

Kalau air mata dan darah sudah keluar,

emosimu pun akan mereda.

Nanti pasti akan ada kesempatan untuk membalasnya perlahan-lahan.

Terima kasih.

Untuk apa berterima kasih?

Coba lihat. Apa darahnya sudah berhenti?

Gadis kecil.

Maaf. Aku sudah membuang begitu banyak waktumu.

Mari kita lanjutkan.

Xu.

Dengarkan saranku. Kau tidak bahagia menjalani pekerjaan ini,

sedangkan aku benar-benar sedang memikirkan urusan di kantor cabang.

Jadi, jangan kita persulit lagi. Bagaimana?

Bagaimana kalau begini?

Naik mobilku dan ikut aku kembali ke kantor cabang.

Kita bisa mengobrol di perjalanan.

Kita rapikan dulu alur pemikiran ini.

Itu lebih baik daripada mencari tanpa arah seperti sekarang.

- Aku… - Ayolah.

- Terima kasih, Kak. - Tidak masalah.

Xu.

Setelah mengobrol sepanjang perjalanan tadi,

aku bisa melihat

kau bukan tipe orang yang suka omong kosong.

Jadi, anggap saja ini peringatanku.

Proposal dari Maxmise

mau direvisi seperti apa pun, tetap tidak akan lolos.

Jadi, jangan terlalu menguras pikiran untuk itu.

Kenapa?

JALAN YONG'AN, GEDUNG NO. 92

XU CHI SAYANG IBU

Ibu.

Aku ditindas oleh orang di kantor.

Salindia seperti ini isinya hanya deskripsi.

Tidak ada data dasar yang mendukungnya.

- Aku ingin menjelaskan. - Maaf.

Aku tidak ingin membuang waktu kalian.

Hari ini, aku bahkan menangis di depan orang lain.

Sangat memalukan.

Kau pasti ditindas seseorang dan menahan emosi di dalam hati.

Kalau air mata dan darah sudah keluar,

emosimu pun akan mereda.

Nanti pasti akan ada kesempatan untuk membalasnya perlahan-lahan.

Ibu, bantu aku menghajarnya. Ya?

Kak Xu.

Kau jangan terlalu sedih.

Kami semua tahu betapa berartinya rumah ini bagimu.

Tapi terkadang, semua hal memang bergantung pada jodoh.

Apa Huang tidak memberitahumu?

Pemilik unit 201 akhirnya bersedia menjualnya.

Selasa lalu sudah terjual.

Sudah terjual?

‎Ya.

Unit 201 sudah terjual?

Huang tidak memberitahuku.

Di mana dia?

Setelah menerima komisinya, Huang berhenti dan pulang ke kampung halaman.

Pergantian orang di industri kami memang sangat cepat.

Kak, kau tidak apa-apa? Kau…

Jangan menakutiku.

JALAN YONG'AN, GEDUNG NO. 92

Kak, minumlah sedikit.

Benar-benar sudah terjual?

Itu rumah yang selama ini kutunggu.

Itu rumah lama ibuku.

Aku bahkan belum sempat masuk dan melihatnya sekali pun,

tapi sudah terjual.

Sudah ditandatangani dan didaftarkan secara daring.

Jangan terlalu sedih.

Aku sudah memikirkannya.

Begitu anak pemilik baru mulai sekolah,

kemungkinan besar rumah itu akan dijual lagi.

Kami agensi satu-satunya di sekitar sini. Nanti, dia pasti

akan menitipkan penjualannya pada kami.

Aku akan mengawasinya.

Lagi pula, pasar properti saat ini masih cenderung turun.

Begitu danamu sudah siap,

cukup tawarkan sedikit di atas harga pasar.

Aku pasti bisa membantumu membeli kembali unit 201.

- Kau serius? - Aku serius.

Kalau begitu, kuserahkan semuanya padamu.

Begitu uangku sudah cukup, aku pasti akan membelinya.

Nanti, kuberi kau angpao besar.

Kak, sebenarnya di lantai atas juga ada unit dengan tipe hampir sama.

Aku tidak mau. Aku hanya mau unit itu.

Begini. Aku tambahkan kontak WeChat-mu.

Kalau ada kabar, hubungi aku kapan saja, ya.

- Tapi… - Kau pindai kode QR-ku.

Kak, anggap saja kau membantuku.

Tolong temani aku melihat beberapa rumah saja.

Sebentar lagi akhir bulan.

Kalau target kunjungan rumah bulan ini belum tercapai,

bonus kinerjaku bisa melayang.

Kak Xu.

Kau baik sekali.

Aku pasti akan membantumu mengawasi unit 201 dengan baik.

Kerja di industri kami tidak mudah.

Setiap hari keliling gedung, mengantar klien melihat rumah, dan rapat.

Awalnya, kukira bisa lebih santai daripada menjual asuransi.

Dulu kau menjual asuransi?

Ya.

Aku agen berprestasi, bahkan wakil kepala kantor cabang.

Aku bahkan pernah mendapat

penghargaan MDRT.

BERKAH

Kau membual, ya?

Kepala kantor cabang setidaknya bisa mendapat 200.000 setahun.

Kenapa malah jadi agen properti?

Lihat.

Ini fotoku saat menerima penghargaan.

Aku hanya kurang beruntung.

Aku membuat dana kas rahasia di departemen,

lalu ketahuan atasan dan dipecat.

Kau dulu bekerja di Tianjian?

Kami datang ke perusahaan, tapi mereka selalu menolak.

Lalu, mereka juga tidak menjelaskan alasannya.

Kami sudah menemui Bu Yu, tapi dia juga menolak.

Kak, kau bertanya pada orang yang tepat.

Alasan Bu Yu bilang

tidak ada proposal kalian yang akan disetujui adalah

karena orang-orang di kantor cabang pasti tidak akan setuju.

Kenapa?

Karena 70% karyawan Tianjian adalah staf bisnis yang mencari klien.

Penggabungan kredit dan pelaporan saja memangkas banyak komisi.

Kalau semuanya didigitalisasi, mereka harus berbagi data secara grafis.

Bukankah itu sama saja dengan memberikan seluruh sumber daya bisnis

yang mereka bangun secara cuma-cuma?

Selain itu, begitu didigitalisasi,

kemungkinan besar pengelolaannya akan diserahkan ke departemen bisnis internet.

Mereka punya pembukuan sendiri.

Itu sama saja dengan mengambil pendapatan dari berbagai departemen lain.

Dengan alasan itu, tidak mungkin Bu Yu dan yang lain menyukaimu.

Jadi, selain para eksekutif Tianjian yang mengikuti arahan CEO,

sebagian besar karyawannya

sebenarnya tidak ingin melakukan transformasi digital?

Setidaknya saat aku bekerja di sana, begitulah pemikiran orang-orang.

Bos menyewa kalian sebagai konsultan,

tapi mereka tidak berani menolak secara terang-terangan.

Jadi, mereka hanya bisa mencari cara saat rapat penilaian.

Proposal versi pertama,

kantor cabang satu, tiga, dan lima tidak puas.

Proposal versi kedua,

kantor cabang dua, empat, dan enam yang menolak.

Aku mengerti.

Mungkin tidak lama lagi

aku bisa merebut kembali apa yang menjadi milikku.

Kau yakin ingin bekerja bersama para staf penjualan?

Aku yakin.

Apa yang mereka kerjakan, akan kukerjakan juga.

Mulai dari pemasaran dan pengembangan agen di lapangan

hingga pekerjaan balik kantor seperti bancassurance, klaim, dan underwriting.

Di setiap departemen, setidaknya aku akan bekerja tiga hari.

Dengan begitu, aku baru bisa tahu jelas

apa masalah bisnis yang sulit kalian ungkapkan.

ASURANSI TIANJIAN

Besar juga omonganmu.

Tapi semua pekerjaan kami itu berat.

Jangan sampai kau menangis kelelahan.

Kalaupun menangis, lebih baik karena kelelahan sendiri

daripada disebabkan oleh orang lain.

Aku akan carikan beberapa senior untuk membimbingmu.

ASURANSI ASET KELUARGA MEMBERI PERLINDUNGAN PENUH PADA KELUARGA

- Kita naik sepeda saja. - Baik.

Hilang kontak lagi?

Maaf, beberapa hari ini aku sibuk dengan proyek.

Aku sibuk sampai lupa waktu.

Ponselku bahkan sampai kehabisan daya.

Sekarang kau lebih sibuk dariku.

Bagaimana progres proyeknya?

Rapat evaluasi internal untuk proposal kalian sudah selesai?

‎YE XINZHI, XU CHI

Progresnya lumayan.

Ada apa mencariku?

Kau sudah pulang kerja?

Sudah.

- Halo? - Halo.

Proyeknya berjalan seperti biasa, makanya aku tidak bercerita.

Aku sungguh tidak apa-apa.

Sekarang, aku sedang di hotel.

Aku sedang makan keripik sambil minum kola.

Aku pernah ke tempatmu.

Tidak ada sebungkus camilan pun.

Lagi pula, biasanya kau tidak punya kebiasaan mengemil.

Kau sedang berbohong, 'kan?

Aku benar-benar di hotel. Aku sungguh tidak apa-apa.

Mengingat rekam jejakmu berlari mati-matian di tengah malam,

ucapanmu agak sulit dipercaya.

Ubah ke telepon video saja.

Jangan…

Kamarku agak berantakan.

Xu Chi.

Sebenarnya kau di mana?

Kenapa bicaramu terbata-bata begitu?

Tunggu satu menit.

Lihatlah. Aku memang di hotel, 'kan?

Sudah kulihat.

Aku benar-benar tidak membohongimu.

Kenapa kau tidak percaya?

Maaf. Aku hanya agak khawatir.

Aku merasa cara bicaramu agak aneh.

Ada masalah dengan proyeknya?

Aku tidak mau memberitahumu,

karena kalau kuberi tahu,

kau pasti akan membantuku memikirkan cara dan memberi saran.

Tapi kau tidak mungkin membimbingku seumur hidup, 'kan?

Jadi kali ini, aku ingin mencoba mengandalkan diriku sendiri.

- Sekarang sudah bisa mandiri, ya? - Tidak.

Beberapa hari lalu, orang lain mengambil keuntungan dariku.

Karena terlalu memalukan,

jadi aku tidak ingin kau tahu.

Sangat memalukan.

Memangnya semalu apa?

Sampai-sampai

aku menangis di depan orang lain.

Tapi pengalaman kerja memang didapat dari pelajaran pahit.

Semua rintangan yang kuhadapi kelak akan menjadi bekalku.

Aku harus melewati rintangan ini

untuk bisa menaklukkan semuanya nanti. Benar, 'kan?

Lumayan percaya diri.

Kalau begitu, anggap saja aku terlalu khawatir.

Kalau…

Maksudku, kalau saja

kau membutuhkan bantuan apa pun, datang saja padaku kapan pun.

Lupakan saja.

Aku tidak ingin menjadi pengganggu

antara kau dan para wanita cantikmu.

XI

Halo, Xinzhi.

Bu Liu, tunggu sebentar. Aku di sini…

Aku pergi dulu.

Jangan-jangan belakangan ini

kau jarang menghubungi karena hal ini.

Ye Xinzhi, kau…

sungguh tidak punya rasa suka seperti itu padaku?

Kau bilang apa tadi? Sinyalnya kurang bagus.

Tidak ada.

Aku hanya bilang…

Itu…

Kalau terus merusak urusan baik orang lain,

bisa disambar petir.

Aku tidak mau hal ini merusak keberuntungan asmaraku.

Selain itu, belakangan ini aku akan ikut staf penjualan Tianjian

menjalankan pekerjaan dasar.

Kalau kau punya tugas baru untukku,

mungkin aku tidak sempat mengerjakannya.

Baik.

Aku juga akan dinas ke luar kota beberapa hari.

Anggap saja kuberi kau libur beberapa hari. Semangat.

Kau juga.

Keberuntungan asmara?

Tidak boleh terus begini.

Sama sekali tidak boleh.

SELEKSI INTERNAL PROPOSAL KONSULTASI ASURANSI TIANJIAN

BU TIANNA, EMPAT SUARA

Zhou Sen, satu suara.

Yang Rui, dua suara.

Bu Tianna…

empat suara.

Baik, ayo jelaskan.

Kenapa kalian semua memilih proposal Bu Tianna?

Data dalam proposalnya sangat rinci.

Anggaran keseluruhan untuk transformasi internet

juga turun 30%.

Salah satu alasan Tianjian tidak memilih proposal sebelumnya adalah

karena anggarannya terlalu tinggi.

Menurutku, kali ini pasti berhasil.

Baiklah. Karena semua sepakat, kita minta Tianna melakukan presentasi.

SOLUSI MVP CERDAS UNTUK UNDERWRITING DAN KLAIM

Cukup bagus.

- Pak Zheng. - Pak Zheng. Kami masih…

Selanjutnya, izinkan aku memperkenalkan proposal B pada perusahaan Bapak.

Xu Chi, kau…

Kau…

Besarkan sedikit suaramu. Baik.

Di belakang tidak terdengar jelas.

Proposal yang bagus harus bisa didengar semua orang.

Baik.

Hari ini, aku hanya ingin memakai bahasa sehari-hari.

Kalau menggunakan proposal lama dari bulan lalu,

pertumbuhan premi tahunan Tianjian memang bisa mencapai 20%.

Tapi hal itu juga akan membuat

staf penjualan dan agen Tianjian yang hasil penilaian KPI-nya

berada di bawah median kehilangan 50% pendapatan komisi.

Tapi tujuan dari proposal ini

bukan hanya membantu Tianjian

meningkatkan pertumbuhan premi tahunan menjadi 30%,

tapi juga meningkatkan pendapatan para staf penjualan

hingga pertumbuhan tahunan sebesar 10%.

Apa kalian merasa aku sedang memberi janji manis?

Sebenarnya aku tahu, di mata banyak orang,

perusahaan konsultan seperti kami hanya pandai membual.

Tapi aku cukup yakin dengan proposalku sendiri.

Jadi, beri aku waktu setengah jam.

Setelah mendengarnya, baru putuskan mau memarahiku atau tidak.

Baik. Mari masuk ke inti pembahasan.

Kalau dinilai secara objektif,

beberapa versi proposal yang kami buat sebelumnya

sebenarnya tidak buruk.

Tapi kenapa setelah direvisi berkali-kali, tingkat penerimaan perusahaan kalian

tetap rendah?

Setelah kembali, kami terus memikirkan dan mengevaluasinya.

Setelah seluruh tim melakukan kunjungan langsung selama beberapa waktu,

akhirnya kami menemukan masalahnya.

Begitu perusahaan kalian benar-benar menerima proposal kami,

itu berarti seluruh data bisnis akan terbuka untuk Maxmise.

Bagi Maxmise, tentu itu sangat menguntungkan.

Tapi bagi perusahaan kalian, memang ada risiko yang cukup besar.

Ini adalah hal yang selalu dikhawatirkan para eksekutif.

Sementara itu, bagi rekan-rekan kantor cabang,

sebenarnya kalian juga khawatir,

misalnya setelah semuanya menjadi digitalisasi,

berapa banyak laba departemen

yang akan diambil departemen bisnis internet.

Lalu, apa klienku masih bisa dipertahankan?

Kalian tidak perlu khawatir.

Karena kali ini, yang ingin kami lakukan untuk Tianjian bukan mengurangi,

melainkan menambah.

JALUR IMPLEMENTASI UTAMA

POHON NILAI ASURANSI TIANJIAN

Intinya, baik itu aplikasi versi baru,

pemasaran digital, pusat produksi konten,

maupun jaringan kerja sama agen ACN yang akan dibangun di platform pusat,

semuanya adalah alat yang benar-benar bisa digunakan

oleh staf penjualan garis depan

untuk mendatangkan pelanggan dan meningkatkan efisiensi.

Terakhir, aku akan merangkumnya dalam satu kalimat.

Transformasi digital yang kita lakukan kali ini

bukan untuk menyusahkan kalian,

melainkan membantu kalian mendapatkan transaksi

dan menghasilkan uang.

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

Cara seperti ini baru benar.

Proposal sebelumnya benar-benar tidak kupahami sama sekali.

Pak Pi.

Proposal hari ini disusun dengan baik.

Setelah kembali, kami akan mempelajarinya dengan serius

- dan segera memberimu jawaban. - Baik.

Terutama Nona Xu.

Proposal ini benar-benar dibuat dengan matang.

Bapak terlalu memuji.

Sebenarnya proposal ini merupakan hasil kesepakatan seluruh tim proyek kami.

Aku hanya orang yang mempresentasikannya.

Tapi orang yang benar-benar bekerja bersama staf penjualan kami

selama lebih dari setengah bulan adalah kau.

- Pak Zheng, aku harus berkata jujur. - Oh?

Sudah banyak perusahaan konsultan yang bekerja sama dengan Tianjian,

tapi Nona Xu adalah orang yang paling bersemangat

untuk bekerja langsung yang pernah kutemui.

- Benar. - Yang paling penting adalah

kata-kata Nona Xu mudah dipahami.

Hal yang dia jelaskan bisa dipahami semua orang.

Aku hanya bertugas menerjemahkan.

Aku menjelaskan pemikiran Pak Pi dan Ma Ke dengan bahasa yang lebih sederhana.

Semua orang juga banyak membantuku.

Xu Chi.

Lihat, begitu banyak orang memujimu.

Aku harus mengingatkanmu.

Ini baru langkah pertama dari perjalanan panjang.

Proyek sebesar ini harus dikerjakan dengan teliti. Mengerti?

Tidak boleh ada masalah.

Kalau sampai terjadi sesuatu… Benar, 'kan?

- Pak Pi. Untuk tahap selanjutnya… - Ma Ke benar.

Kalau sampai terjadi masalah,

potong gajinya.

Pak Zheng, silakan.

Terima kasih sudah memberiku kesempatan.

Kesempatan itu kau perjuangkan sendiri.

Tidak perlu berterima kasih.

Salindia Ma Ke yang mendapat pujian dari Bapak hari itu

isinya hampir sama persis dengan yang kutunjukkan

di malam sebelumnya.

Setelah melihat presentasiku, dia tiba-tiba menyuruhku membuat

proposal baru yang sama sekali asing bagiku.

Itulah sebabnya saat rapat hari itu, penampilanku sangat buruk.

Aku sengaja berpura-pura mencari sesuatu.

Ke mana perginya?

Tadi jelas-jelas kutaruh di meja.

Zhao Heng, kau melihat diska lepasku?

Diska lepas? Warna apa?

Yang warna kuning.

Seingatku, aku menaruhnya di kotak itu.

Kenapa tidak ada?

Apa ada?

Dia hanya gadis kecil yang panik setelah dimarahi.

Awalnya, aku sempat khawatir setelah menjebaknya, dia akan melawan.

Ternyata nyalinya lebih kecil dari yang kubayangkan.

MA KE

Aku meminta rekaman kamera pengawas dari bagian keamanan,

barulah berhasil mendapatkan bukti-bukti ini

saat Ma Ke tidak waspada.

Tapi Pak Pi,

aku bukan datang untuk mengadu.

Aku ingin memperjuangkan satu kesempatan untuk diriku sendiri.

Ini adalah draf awal proposal baru setelah aku melakukan riset mandiri.

Aku ingin Bapak melihatnya.

Jika menurut Bapak layak,

aku ingin melewati seleksi proposal internal

dan langsung mempresentasikannya pada Tianjian.

Kalau Tianjian tidak menyetujuinya, aku akan mengundurkan diri.

Xu Chi.

Pernahkah kau berpikir kalau sampai gagal,

kau sedang mempertaruhkan masa depanmu?

Aku bukan sedang bertaruh.

Aku hanya ingin menggenggam nasib dengan tanganku sendiri.

Trofi juara Piala Yangfan diberikan oleh Bapak.

Jadi, Bapak seharusnya paling tahu soal bakat dan kemampuanku.

Kak Sha juga dibimbing dan dipromosikan oleh Bapak.

Dia bilang, dia paling suka bawahan yang ambisius dan punya kemampuan.

Aku percaya Bapak juga begitu.

Selamat.

Kau memenangkan taruhanmu.

Selain itu, penampilanmu di lokasi tadi

bahkan lebih bagus daripada salindia yang kulihat.

Sebelumnya, kita selalu terbiasa mengkritik

mekanisme lama milik klien secara radikal.

Padahal reaksi kebanyakan orang ketika menghadapi perubahan drastis

justru adalah penolakan.

Mereka lebih suka mendapat pengakuan dan menemukan kesepahaman dari konsultan.

Mereka juga lebih berharap…

Mendapat solusi yang benar-benar

- bisa mengatasi kekhawatiran mereka. - Benar.

Kalau proyek ini bisa berjalan lancar,

pihak yang paling diuntungkan adalah

seluruh Maxmise.

Tapi ini hanya membuat proyek kembali berjalan normal.

Jadi, kau

tidak akan mendapat penghargaan.

Sementara itu, Ma Ke

juga tidak akan mendapat hukuman.

Aku mengerti.

Manajemen perusahaan memang terlalu rumit.

Air yang terlalu jernih tidak akan ada ikannya.

Lagi pula, tadi aku sudah menegaskan bahwa rencana ini adalah hasil kerja Ma Ke

dan seluruh tim proyek.

Sebenarnya, Ma Ke termasuk orang yang pintar.

Kau menjaga harga dirinya, dia pasti akan membalas kebaikan itu.

Tahukah kau?

Nyalimu lebih besar daripada orang lain.

Rencanamu untuk perkembangan masa depan juga lebih jelas daripada yang lain.

Jadi mulai sekarang,

tuntutanku akan lebih tinggi.

Tuntutan apa?

Jangan-jangan nanti aku tidak boleh lagi

menghitung domba dengan satelit navigasi global?

Ganti pakai Satelit Navigasi BeiDou?

Ternyata kau juga tahu lelucon itu.

Sebenarnya, rasa humor adalah senjata yang bagus.

Harus lebih sering digunakan.

- Xu Chi. Selamat. - Terima kasih.

Kau hebat juga, Xu Chi.

Kak Ma, kau sudah kembali.

Jangan banyak omong. Sana kerja.

Chi.

Kau sudah kembali. Tidak, kau duduk saja.

Begini… Aku mau bicara sebentar denganmu.

Datanglah ke ruanganku sebentar.

Tapi tidak perlu bawa laptop.

Kau baru pulang, pasti lelah. Taruh saja laptopmu.

Kali ini, dia benar-benar mencuri perhatian.

Dia pulang naik mobil Pak Pi.

Katanya, begitu Bu Tianna selesai presentasi,

dia langsung maju dan mulai presentasi sendiri.

Semua orang sampai tercengang.

Tapi hasilnya memang bagus. Dia menjadi pusat perhatian.

Zhao Heng.

Di mana nona besarmu?

Kau tidak mau menghiburnya?

Nona Besar tidak perlu dihibur.

Tidak mungkin dia sama

dengan manusia yang lemah seperti kita.

Kebetulan sekali.

Selamat, ya.

Terima kasih.

Tadi saat melihatmu dari bawah, sebenarnya aku agak takut.

Takut apa?

Takut kau makin hebat,

lalu tidak mau lagi makan malam bersamaku.

NANTI KITA MAKAN ENAK

Tergantung makan apa.

Kau kembali sore tadi, 'kan?

Benar.

Urusan Tianhe sudah kuserahkan pada manajer proyek.

Mulai hari ini,

aku hanya bertugas menyiapkan jebakan untuk Wen Ruosen.

Soal Wen Ruosen mencelakaimu,

itu sudah hampir sepuluh tahun lalu, 'kan?

Kurasa dia bahkan tidak pernah membayangkan

kau masih mengingatnya sampai sekarang.

Makan dulu.

Kenapa sekarang kau juga main ponsel sambil makan?

Cepat taruh. Taruh.

Xu Chi mengirim sebuah dokumen. Aku harus melihatnya dulu.

Apa yang dikirim gadis itu?

Lumayan menarik.

Beberapa hari lalu,

proyek di perusahaannya mengalami sedikit masalah.

Awalnya, aku ingin membantunya.

Tapi dia bilang,

dia ingin mengatasinya dengan kemampuan sendiri.

Dia bahkan tidak memberitahuku detailnya.

Aku sempat khawatir.

Tapi tadi tiba-tiba dia bilang,

semua sudah diselesaikan dengan sempurna.

Dia bahkan mengirimkan ringkasan proyeknya.

Sekarang, dia juga bisa menulis ringkasan proyek.

STRATEGI TIGA LANGKAH

Ringkasannya juga bagus.

Berani, pintar, dan tahu batas.

Anak muda sungguh mengagumkan.

Ayo. Mari.

Mari rayakan. Kau hebat juga.

Ini sama saja seperti berhasil mendidik seekor kuda unggulan.

Menurutku, nanti

setelah pensiun, kau langsung saja mengajar

program EMBA di sekolah bisnis.

Aku malas mengajar.

Selama bertahun-tahun,

aku hanya bertemu satu orang seperti dia.

Cepat singkirkan ekspresi wajahmu itu.

Ekspresi…

Ekspresi puas dan bangga itu. Cepat singkirkan.

Benar-benar menjijikkan.

Sekarang, akhirnya aku paham kenapa kau menyukainya.

Kalian berdua sama-sama pernah disakiti dan dikhianati atasan.

Karena tidak bisa menelan penghinaan itu, kalian langsung membalas dendam.

Dia sudah berhasil,

- tapi aku belum. - Kau mengakuinya.

Mengaku apa?

Bahwa kau menyukainya. Apa lagi?

Aku hanya memancingmu sedikit, langsung ketahuan.

Kau sendiri mengucapkan isi hatimu. Benar, 'kan?

Minumlah.

Mengalihkan topik malah makin membuktikan kalau kau mengakuinya.

Cepatlah minum.

Bukan.

Sebenarnya, apa yang kau pikirkan?

Jelas-jelas menyukainya, tapi kau sendiri belum menyadarinya.

Kau juga belum memikirkannya dengan jelas, malah harus aku yang memancing dulu

baru kau bisa sadar, ya?

Tunggu. Duduklah dulu dan dengarkan aku.

Sekarang, aku hanya ingin bertanya.

Sebenarnya kapan kau akan mengungkapkannya?

Tatap aku.

Aku tahu kau tidak suka mendengarnya. Tapi aku harus mengatakannya.

Jangan-jangan kau jelas-jelas sudah menyukainya,

tapi kau sendiri belum menyadarinya.

Kau juga belum memikirkannya dengan jelas, malah harus aku yang memancing dulu.

Terima kasih. Hati-hati di jalan.

Selamat malam.

HOTEL 9 HARI

- Kebetulan sekali. - Ya.

Kebetulan sekali.

- Siapa dia? - Rekan kerjaku.

Kami satu tim proyek.

Pantas saja proyek Tianjian berjalan begitu lancar.

Ternyata karena kekuatan cinta.

Apa-apaan?

Kami hanya makan bersama.

Paling-paling hanya disebut kencan.

Tidak perlu malu.

Aku juga sering menggunakan waktu luang untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

Ya.

Benar. Aku ingat kau pernah bilang, untuk menjadi konsultan yang baik,

kita harus menemukan jalan keluar bagi emosi kita.

Jadi, aku belajar dengan cepat.

Murid teladan.

Kelak, masih banyak yang ingin kupelajari darimu.

Misalnya, bagaimana cara…

Hadiah dari membeli bir tadi. Untukmu.

Aku ada rapat.

Aku pergi dulu. Sampai jumpa.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.