Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA ORANG WAJIB MELINDUNGI KARYA ASLI
Aku tidak percaya padamu.
Katanya tidak ada apa-apa, tapi sampai masuk rumah sakit
dan cuti sakit seharian.
Sudah pernah kuingatkan, jangan terlalu sering dinas.
Lihatlah sekarang.
Kapan kau pernah mengingatkanku?
Pasti tidak pernah.
Karena kau tahu hatiku memendam tekad kuat.
Aku tidak mau kalah.
Siapa suruh kau lebih dulu menjadi manajer proyek dariku?
Meski dipromosikan di tengah jalan.
Lebih hormat pada atasanmu.
Baik, atasanku.
Tenang saja. Aku tidak akan memaksakan diri lagi.
Kalau sampai masuk rumah sakit lagi,
hukum aku minum sepuluh botol sup tonik buatan keluargamu.
Sekarang bicara serius.
Setelah proyekmu selesai,
maukah kau membantuku mengawasi bagian aktuaria?
Tidak.
Minggu depan, aku ingin lebih santai.
Setelah urusan departemen TI dituntaskan,
aku ingin mengurangi lembur dan lebih sering menemaninya.
Kau tidak mau lembur lagi?
Menurutku, aku memang harus memikirkan kembali arti hidupku.
Arti hidup?
Jangan-jangan kau mau…
Setelah sakit sekali, kau memang sedikit berubah.
Kalau mau bilang aku makin cantik, langsung saja.
Dengar, ya. Tidur 12 jam lebih ampuh
daripada perawatan kecantikan apa pun.
Tapi lingkaran hitam matamu ini…
Ini bawaan lahir.
Ada apa?
Kalian bertengkar lagi?
Kenapa Shen Jin seperti ini?
Beberapa hari lalu, aku melihat unggahan Moments-nya
pamer kemesraan dengan Kak Lin.
Nanti, kusuruh Kak Lin memarahinya habis-habisan.
Apa gunanya memarahinya?
Sebenarnya, Zhao Heng benar.
Sepertinya selama ini aku terus menghindar.
Sepertinya,
aku tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai pacarku.
Kalau tahu masalahnya, ubah saja.
Tidak semudah itu.
Kau lihat bagaimana dia
ingin mendapatkan hatiku
dengan penuh perhitungan.
Benar.
Dia memang baik padaku.
Tapi tiba-tiba dia bersikap dingin,
aku jadi khawatir apa dia memanipulasiku secara psikologis.
Kalau kali ini aku mengalah, jika suatu hari
dia menjadi lebih kuat dan tidak mau lagi menahan sifat burukku,
aku harus bagaimana?
Lagi pula, ayahku
tidak mau memberiku apa pun.
Semuanya diberikan ke adikku. Aku harus bagaimana?
Aku mengerti.
Sederhananya, kau hanya takut
menjadi pihak yang kalah dalam hubungan ini.
Sebenarnya, kau sama sekali
tidak sepercaya diri seperti yang ditunjukkan.
- Aku tidak begitu. - Benarkah?
- Benar. - Baiklah.
Kalau begitu, terus saja bersikap dingin seperti sebelumnya.
Lalu, bagaimana kalau dia tidak mencariku?
Bagaimana? Suruh dia pergi saja.
Masih banyak pria di dunia ini.
- Tidak bisa. - Kenapa?
Aku menyukainya. Aku tidak bisa pisah…
Nona Besar, berhentilah keras kepala.
Kalau menyukainya,
kau harus teguh dan lebih berani.
Menjalin hubungan bukan seperti mengerjakan konsultasi strategi
yang harus penuh perhitungan.
Ya, tidak ada yang bisa memastikan masa depan.
Setidaknya nikmati dulu saat ini.
Sudahlah, terus saja begini.
Lagi pula, di dunia ini ada banyak wanita cantik dan kaya.
Setelah menyelesaikan proyek Tianjian,
dengan pencapaian itu, dia bisa pindah ke perusahaan lain
dan mencari wanita lain. Menurutku itu bukan pilihan buruk.
Ini aku. Segera ke lobi.
Ada yang ingin kubicarakan.
ASURANSI TIANJIAN
- Ikut aku. - Mau ke mana?
Bertemu klien.
PEKAN BUDAYA BERKUDA INTERNASIONAL
Pekan Budaya Berkuda Internasional?
Untuk apa para klien datang ke sini?
- Bukankah itu kudaku? - Benar, itu kudamu.
- Ayah. - Lihat, yang itu bagus.
Halo, Paman Wang. Halo, Paman Liu.
Na makin cantik saja.
Auranya memang menonjol.
Kenapa kau juga di sini?
Siwei mensponsori banyak acara menarik.
Tentu aku harus datang melihatnya.
Omong-omong, biar kuperkenalkan.
Dia pacarku, Zhao Heng.
Juga rekan kerjaku di Maxmise.
Selera Na bagus, ya.
Memang bagus. Bagus sekali.
Sapa mereka.
- Halo, Paman Bu. - Halo.
Halo, Paman Liu. Halo, Paman Wang.
Aku akan menyapa paman-paman lain dulu.
Na ini…
Lihatlah pacar Na.
Lumayan juga.
Bagus.
Bukankah kau memaksaku memilih?
Sekarang aku sudah memilih.
Di depan ayahku dan teman-temannya, aku mengakuimu sebagai pacarku.
- Sekarang, kau tidak bisa menyesal. - Tianna.
Jangan bicara yang tidak penting. Dengar, ya.
Sekarang, ayahku tidak mungkin mengejar untuk memarahiku
demi harga dirinya yang berharga itu.
Tapi setelah ini, aku pasti akan menghadapi badai besar.
Bukankah kau bertekad menjadi pria paling licik dan penuh strategi?
Kalau begitu, kau pasti punya
berbagai rencana A dan B untuk menghadapi ayahku.
Susunlah dan kirimkan.
Aku kembali ke Tianjian dulu.
Apa yang kau lakukan?
Istri memimpin, suami menurut.
Aku sungguh senang sekarang.
Karena kau pasti mencintaiku sehingga berkata begitu di depan ayahmu.
Setahuku, nyalimu sepertinya tidak sebesar itu.
Jangan banyak omong kosong. Apa yang kau tahu?
Aku memang tahu.
Galeri Yuanzhou diduga
berkolusi dengan platform luar negeri untuk melakukan front-running.
Nilai pasarnya anjlok hampir 60%.
- Mundur! - Otoritas pengawas
- turun langsung untuk penyelidikan. - Mundur!
Mundur!
Mundur.
Jangan berdesakan!
Tolong beri tanggapan!
Xinzhi.
Cepat kemari.
Ada apa?
Gerakan kalian cepat sekali.
- Mundur! - Baru beberapa hari tidak kuperhatikan,
situasinya sudah sejauh ini.
Ayo mundur! Mundur!
Saat kau sedang menuntaskan proyek Tianjian,
aku dan Du sedang sibuk mengurus ini.
Begitu keping domino pertama jatuh,
longsoran pun akan menyusul.
Dia pantas menerima ini.
Kalau tidak percaya, lihat saja.
Tidak ada yang bisa lolos dari hukuman Langit.
Beberapa hari ini, dia mencari bantuan ke sana kemari.
Karena tidak ingin bertemu dengannya, aku memilih dinas.
Rubah licik.
Minggir! Mundur!
Jangan berdesakan!
Katakan sekali lagi.
Aku suka mendengarnya.
Kau menggigitku?
Aku juga suka mendengarnya.
Ibu.
Bibi. Halo.
Aku membawakan kesukaan Bibi,
- kue renyah Keluarga Zhang. - Benar.
Ayo duduk dan makan.
Makanannya hampir dingin.
Kakak.
Mana mainan yang kau bawakan untukku?
Ini, ada di sini. Bilang terima kasih ke Kak Zhao Heng.
Salah. Harusnya Kakak Ipar Zhao.
Katakan.
Di mana Ayah?
Dia sedang marah? Dia mengamuk?
Tadi, Ayah bertengkar dengan Ibu
dan bahkan membanting gelas.
Tidak apa-apa, kita bertindak sesuai situasi.
A… Ayah.
Jie, jangan main lagi. Ayo makan.
Baik.
Situasi apa ini? Sengaja mendiamkan kita?
Tidak apa-apa.
Makanlah.
Makan lauknya.
- Ayah. Ibu. - Jangan bicara saat makan.
Jangan lupa aturan yang diajarkan ibumu sejak kecil.
Bagaimanapun, itu tata krama Keluarga Bu.
Apalagi, ada orang luar di sini.
Ibu.
Aku ingin ke toilet.
Bibi, tolong antarkan dia.
Aku tidak mau. Aku ingin Ibu yang mengantarku.
Pergilah. Temani dia.
Baik.
Aku akan mengantarnya.
Dasar nakal.
Ayo.
Aku sudah selesai makan.
Ayah!
Aku membawa seseorang ke rumah,
jangan pura-pura tidak melihatnya.
Aku sudah melihatnya.
Apa lagi yang perlu kulihat?
Dia pacarku!
Sudahlah.
Tianna.
Soal bagaimana kau memandang hubungan kalian,
aku tidak akan ikut campur. Bagaimanapun, kau sudah dewasa.
Aku dan ibumu
akan menghormatinya tanpa syarat.
Terserah padamu.
Aku hamil!
Ayah mau tetap diam saja setelah mendengar hal ini?
Kau tidak membohongiku, 'kan?
Aku tidak bohong. Sudah tiga bulan.
Kenapa kau begitu tidak tahu malu?
Kau tidak apa-apa?
Apa yang Ayah lakukan?
Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa.
Paman, dia hanya berkata begitu karena kesal.
Hubungan kami belum sejauh itu.
Paman tenang saja.
Tidak apa-apa.
Aku tahu Paman tidak menyukaiku.
Tapi mengingat tamparan tadi,
bisakah Paman memberiku waktu tiga menit
untuk menyampaikan pendapatku?
Katakan.
Tidak apa-apa.
Aku tahu
kenapa tadi Paman mengizinkanku duduk dan makan bersama.
Aku juga tahu
kenapa Paman sengaja tidak mau berbicara denganku.
Itu karena Paman tahu
kalau memaksa kami berpisah,
Tianna hanya akan makin memberontak.
Siapa tahu ke depannya,
kami malah makin tidak terpisahkan.
Sebaliknya,
kalau Paman bersikap dingin, hasilnya akan berbeda.
Paman tahu, aku pasti akan memendam kekesalan.
Lalu, begitu masa kasmaran kami berlalu,
Paman pasti berpikir,
begitu harga diri bocah tengik sepertiku terluka,
aku dan Tianna pasti akan bertengkar hebat.
Kau berhasil mendapatkan hati Tianna dengan ucapan pandaimu itu?
Wajah dan otakku juga.
Paman mungkin tidak tahu.
Sebenarnya, aku dan Tianna banyak berbincang.
Aku tahu apa yang Paman inginkan.
Bisnis keluarga terus berjaya.
Aku bisa bekerja bersama Tianna, itu sudah membuktikan kemampuanku.
Kalau Paman benar-benar tidak yakin
untuk menyerahkan perusahaan pada Tianna seorang,
kalau ditambah aku,
apa peluang kesuksesannya akan lebih besar?
Selain itu, aku tahu apa yang Paman khawatirkan.
Aku bisa menandatangani perjanjian notariil.
Aku berjanji
tidak akan memperoleh hak atas saham Grup Siwei
secara langsung maupun tidak langsung.
Selain itu,
begitu aku dan Tianna putus,
aku akan langsung kehilangan seluruh hak pengelolaan.
Bagaimanapun, gairah hanya sementara,
sedangkan kepentingan bersifat abadi.
Selama masa depanku sejalan dengannya,
aku akan terus mencintainya.
Bagaimana menurut Paman?
Ayah.
Kak, ayo temani aku bermain.
Jangan rewel.
Nanti, Kakak juga temani kau bermain. Bagaimana?
Itu lebih bagus lagi.
Jie, jangan rewel.
Ikut aku.
Aku mau bicara.
Sakit, 'kan?
Lumayan.
Jadi, berapa penilaianmu untuk penampilanku hari ini?
Kenapa?
Kau tidak senang?
Aku tahu, pasti karena ucapanku pada Paman.
Dia pebisnis yang realistis.
Aku hanya bisa bicara dengannya dari sudut untung dan rugi.
Dengan begitu, dia baru mau mendengarkanku dengan serius.
Antara rasa sukaku padamu
dan rasa suka pada keuntungan yang kubawa untukmu,
masing-masing berapa persen?
Rasa suka padamu 70% dan keuntungannya 30%.
Lumayan.
Setidaknya bukan 50-50 atau 60-40.
Sudahlah.
Kata-kata manis itu tidak perlu kuulangi lagi.
Aku ingin bersamamu
dan mengubah keuntungan yang bisa kau berikan padaku
menjadi kepentingan kita berdua.
Jangan mengecewakanku, ya.
Aku tahu.
Pekerjaanku hampir selesai.
Hari ini, aku tidak akan ke Tianjian.
Biar kau dan Zhao Heng punya banyak waktu berdua.
Nona Xu, kau harus membantuku.
Bank menarik kembali fasilitas kreditku.
Pak Deng bilang, klausul target kinerja sudah terpicu.
Menurut perjanjian,
aku harus menjual seluruh sahamku.
Aku tutup dulu.
Richard tidak bisa dihubungi.
Hanya kau yang bisa membantuku.
Pendanaan Yuanzhou dan Morse juga dijembatani olehmu.
Jadi, tolong bantu aku bicara dengan Pak Deng
untuk memberiku kelonggaran waktu.
- Berikan… - Maaf.
Aku hanya paham cara menjembatani.
Tidak paham penanganan setelahnya.
Sebaiknya kau langsung bicarakan dengan Pak Deng.
Maaf, aku ada urusan. Aku pergi dulu.
Kalau kau berani pergi,
lihat saja, akan kusayat wajahmu.
Aku belum sebodoh itu.
Sudah sampai tahap begini, aku tentu tahu
kau bekerja sama dengan Ye Xinzhi untuk menjebakku.
Dia mengenalku.
Suruh dia menemuiku.
Kalau tidak, kalau aku benar-benar terpojok,
tidak ada yang bisa hidup tenang.
Kau ingin menambahkan
dakwaan penganiayaan yang disengaja selain kejahatan finansialmu?
Kalau begitu, yang terkena dampaknya bukan hanya dirimu,
tapi juga anakmu.
Kalian ingin memaksaku sampai mati?
YE XINZHI
Du bilang, Wen Ruosen mencariku ke Hezong.
Kalau dia mencarimu, bawa dia menemuiku.
Xinzhi.
Anakku baru berusia delapan tahun.
Aku benar-benar tidak ingin lompat dari gedung.
Tapi kalau kau tidak menolongku, aku benar-benar akan melompat.
Kau benar-benar ingin melihatku melompat?
Xinzhi. Aku mohon.
Tolong aku.
Tidak sampai separah itu. Chi.
Bisa tolong ambilkan makanan?
Beberapa hari ini, dia pasti tidak makan dengan benar,
makanya sampai tidak kuat berdiri.
BUATAN TANGAN EGG ROLL - KUE KERING
Kalau mengutamakan rasa,
aku sarankan
yang ini rasanya paling enak.
Terima kasih.
Perkenalkan.
Aku Wang Yuan, Woody.
Partner pendamping di Hezong.
Halo, aku Xu Chi.
Aku bukan karyawan perusahaan kalian. Aku tamu Richard.
Aku tahu kau. Karyawan andalan Maxmise.
Pak Zheng dari Tianjian itu teman lamaku.
Dia sering membicarakanmu.
Setiap kali membahasmu, dia selalu memujimu habis-habisan.
Apa hanya bisa seperti ini?
Ini hasil terbaik
yang bisa kupikirkan.
Terima kasih.
Bagus.
Ye Xinzhi.
Kau memang kejam.
Hanya karena dulu aku menjadikanmu kambing hitam,
selama sepuluh tahun,
kau merencanakan semua ini untuk membalaskan dendammu.
Apa yang kau bicarakan?
Tidak apa-apa.
Cepat atau lambat, kau akan mengalami hari sepertiku.
Dihujat semua orang
dan dikelilingi skandal.
Tidak satu pun akan bisa kau hindari.
Benarkah?
Dulu, aku membimbingmu sampai mandiri.
Sekarang, kau membimbing dia sampai mandiri.
Kau adalah karmaku.
sedangkan dia akan menjadi karmamu kelak.
Karena hatinya akan lebih dingin darimu dan caranya akan lebih kejam darimu.
Suatu hari nanti, dia akan menyingkirkanmu,
lalu sepenuhnya mengambil posisimu.
Sudah selesai bicara?
Aku memberinya satu solusi.
Karena semuanya sudah sampai tahap ini,
dia harus mengikuti perjanjian klausul taruhan
dan menyerahkan seluruh saham yang dimilikinya.
Dari hasil penjualan itu, 80% akan digunakan
untuk memberi ganti rugi pada para korban Mal Jingshang dulu,
sebagai kompensasi atas penderitaan mereka.
Lalu, 20% untuk membayar denda
dan mengganti kerugian para karyawan dan investor.
Aku juga mengenalkan Pengacara Bai Xiao, teman baikku.
Kalau dia memang tidak memiliki tanggung jawab pidana,
aku akan mencoba negosiasi dengan Deng
untuk melihat apa sanksi larangan kerjanya di industri bisa dibatalkan.
Ini berbeda dari rencana awalmu.
Kita tidak boleh menghancurkan sampai habis.
Aku tidak mungkin
memaksanya melompat dari gedung.
Lalu, apa yang tersisa untuknya?
Dengan usahanya sendiri, kalau dia mencari kesempatan,
seharusnya masih bisa bangkit kembali.
Seperti aku dulu.
Tapi dia tidak muda lagi.
Dia tidak bisa dibandingkan dengan semangatmu saat itu.
Rencanamu sukses besar.
Kukira kau akan senang.
Awalnya, aku juga berpikir begitu.
Mungkin karena hari itu,
aku melihat para karyawan Yuanzhou dibawa untuk diperiksa.
Mereka tampak gelisah dan ketakutan.
Jadi, aku menyesal.
Aku mengerti.
Sepertinya aku tidak bisa menghiburmu begitu saja dan berkata,
wajar kalau mereka dibawa untuk diperiksa jika melanggar hukum.
Kalau mereka tidak bersalah,
hukum tentu akan membuktikannya.
Karena aku juga pernah dinonaktifkan untuk diperiksa.
Saat itu, meski tahu aku tidak bersalah,
tetap saja aku merasa cemas dan takut.
Lagi pula, meski mereka benar-benar tidak bermasalah,
berdasarkan praktik Morse dalam menangani pelepasan aset,
sebagian besar dari mereka akan dipecat.
Meski kita memilih industri berisiko tinggi ini
dan menerima gaji tinggi,
kita seharusnya siap menghadapi ketidakstabilan.
Tapi kita semua manusia.
Kita punya perasaan.
Bisa terluka dan ketakutan.
Benar.
Balas dendam
bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Aku sungguh tidak menyangka
tujuan yang kupegang selama sepuluh tahun
tiba-tiba tercapai,
tapi rasanya justru seperti ini.
Aku sepertinya tiba-tiba
merasa kehilangan arah.
Sepertinya aku juga merasa begitu.
Proyek Tianjian juga hampir selesai.
Apa?
Aku temani kau minum saja.
Untuk merayakan proyek Asuransi Tianjian
yang selesai dengan lancar.
- Bersulang. - Bersulang!
- Kali ini, kau sudah bekerja keras. - Terima kasih atas bantuannya.
Semoga lain kali kita bisa bekerja sama lagi.
Proyek ini baru selesai.
- Proyek berikutnya akan segera dimulai. - Benar.
- Ayo, minum. - Ayo.
Mari.
Ada apa?
Aku hanya merasa,
ini proyek pertama yang kita selesaikan sejak bergabung di Maxmise.
Jadi, agak berat melihatnya berakhir.
Mulai sentimental, ya?
Ini baru tahun pertama. Masih ada puluhan tahun lagi.
Pasti ada puluhan
bahkan ratusan proyek yang lebih bagus menunggu kita.
Ayo. Masa depan kita pasti seluas bintang dan samudra.
- Seluas bintang dan samudra. - Ayo.
Ayo, bersulang.
Xu Chi.
Sekarang kau senggang. Sini.
Lihatlah, dari beberapa proyek ini, mana yang kau tertarik?
Baik.
PROPOSAL PROYEK ASURANSI GABUNGAN ANTAI
PROPOSAL PROYEK ASURANSI HUARUI
Kenapa semuanya perusahaan asuransi?
Kau baru selesai dari proyek Tianjian. Kau familier dengan industri ini.
Sha Sha sedang memberimu kesempatan.
Kau berpengalaman.
Begitu masuk tim proyek, kau pasti jadi salah satu andalan utama.
Setelah proyek ini selesai, kau akan lebih mudah naik jadi konsultan.
Tapi aku tidak ingin terlalu cepat
terpaku pada satu industri dan terus berkutat di sana.
Sebenarnya, aku lebih tertarik pada bidang keuangan digital yang luas.
Sering kali, minat pribadi dan perencanaan karier
tidak selalu sejalan.
Jadi, kau harus memikirkannya baik-baik dan tahu mana yang harus diprioritaskan.
Apa tidak ada cara mendapatkan keduanya?
Aku tetap berharap perusahaan bisa memberiku
kebebasan memilih dalam pengembangan karier.
Siapa yang tidak mau?
Kalau kau tahu perusahaan seperti itu, langsung telepon aku.
Kita pindah bersama.
Kak Lin.
Ada satu masalah lagi soal perencanaan karier.
Bolehkah kau memberiku saran?
Boleh.
Kak Sha.
Masuklah.
Sudah kau pikirkan baik-baik? Mau pilih proyek yang mana?
KONSULTAN HEZONG
KANTOR MITRA
Pak Ye.
Ini dokumen yang kau minta.
- Terima kasih atas kerja kerasmu. - Tidak masalah.
Kau yang lebih bekerja keras.
Sudah seminggu penuh di Hong Kong, Tiongkok,
bahkan belum sempat pulang, kau langsung ke kantor.
Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan yang ada,
lalu mungkin akan mengambil cuti yang agak panjang.
Cuti apa?
Jangan-jangan cuti menikah?
Ada karyawan baru lagi?
Benar.
Wang Yuan berhasil membajak seorang gadis yang berbakat
untuk menjadi konsultan.
Mulai hari ini, kau resmi menjadi anggota tim konsultan Hezong.
Selamat bergabung dengan keluarga besar Hezong.
Semuanya, mari sambut Xu Chi.
- Baik! - Selamat datang!
Baik, selanjutnya.
Semangat!
- Semangat! - Semangat!
Mohon bimbingannya ke depan.
- Selamat datang. - Terima kasih.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Aku ingin memberimu kejutan.
Kejutan?
Halo, namaku Xu Chi.
Ini pertama kalinya datang ke sini?
- Ya. - Bagaimana menurutmu suasana di sini?
Cukup bagus.
Hanya saja, gayanya agak berbeda dari Maxmise.
Kulihat tidak ada yang lembur di malam hari.
Kami perusahaan konsultasi lokal.
Selain itu, dua tahun belakangan ini,
kami mendorong pola kerja yang lebih fleksibel
dan mendukung bekerja dari rumah.
Ditambah lagi dengan sistem pool konsultan,
efisiensi semua orang meningkat cukup banyak.
Jadi, tidak perlu lagi mengorbankan kesehatan demi karier.
- Mau kopi? - Tidak perlu. Terima kasih.
Tadi, kau menyebut pool konsultan. Sistem seperti apa itu?
Itu sistem manajemen yang dikembangkan dari pool pengacara.
Bagaimana menjelaskannya, ya?
Perusahaan konsultan tradisional biasanya memakai sistem tim, 'kan?
Konsultan junior hanya bisa mengikuti tim partner tertentu.
Jadi, jenis pekerjaan yang mereka tangani relatif terbatas.
Tapi dengan adanya pool konsultan, semuanya jadi berbeda.
Bahkan konsultan muda pun bisa bekerja lintas tim berdasarkan proyek
dan berinteraksi secara dua arah dengan berbagai tim.
Dengan begitu, konsultan muda bisa lebih efektif menemukan jalur karier
dan bidang yang cocok bagi mereka dalam waktu relatif singkat.
Gesekan internal antartim juga akan jauh berkurang.
Bagaimana? Kau tertarik mencobanya?
Bapak sedang mencoba membajakku dari Maxmise?
Perpindahan tenaga kerja antarperusahaan konsultan
sebenarnya memang hal yang wajar.
Apalagi, timku selalu membutuhkan orang-orang berbakat.
Terima kasih banyak.
Tapi aku cukup nyaman bekerja di Maxmise.
Selain itu,
sebenarnya aku adalah pacar Richard.
Jadi, kalaupun ingin pindah kerja, aku juga…
Tapi Richard sedang menangani proyek lain dan timnya sudah penuh.
Biar aku berbagi sedikit pengalaman pribadi.
Sebenarnya, kebanyakan orang memutuskan pindah kerja
bukan karena merasa tidak betah di tempat kerja semula,
melainkan karena orang berbakat tentu akan memilih tempat terbaik untuk berkembang.
Di Maxmise, seharusnya kau masih analis senior, 'kan?
Kalau kau bekerja di timku, aku akan memberimu jabatan konsultan.
Setelah proyek berikutnya selesai,
aku akan merekomendasikanmu menjadi manajer proyek.
Tawaran ini menggiurkan.
Tapi terima kasih.
Tidak apa-apa.
Pikirkan saja pelan-pelan.
Ini kartu namaku.
- Terima kasih. - Senang bisa bertemu denganmu.
Hari itu kau bilang,
setelah tujuanmu tercapai, kau merasa seperti kehilangan arah.
Sebenarnya, aku juga begitu.
Aku sudah lebih dari setahun di Maxmise dan menyelesaikan dua proyek.
Aku belajar banyak hal.
Seharusnya, aku merasa puas.
Tapi aku selalu ingat ucapanmu hari itu.
Kau bilang,
hidup bukan hanya tentang bekerja.
Ke depannya,
kita harus meluangkan banyak waktu bersama.
Kalau aku tetap di Maxmise, akan sulit melakukan semua itu
sambil mempertahankan laju promosi karierku.
Kau juga tahu.
Pencapaianku di Maxmise hampir semuanya kuraih dengan mati-matian.
Jadi, hanya karena Wang Yuan memberimu posisi konsultan,
kau langsung tergoda?
Makin tinggi posisi, makin sulit naik jabatan.
Kak Lin menghabiskan lima tahun untuk mencapai posisi konsultan.
Aku tidak ingin membuang waktu selama itu.
Aku tidak mau terus terikat pada satu tim yang sama.
Tapi sistem pool konsultan di Hezong
bisa memberiku banyak kebebasan memilih proyek yang cocok untukku.
Kak Lin dan Tianna juga menyarankanku untuk memanfaatkan kesempatan ini.
Xinzhi.
Aku sungguh ingin punya banyak waktu untuk bersamamu.
Tentu saja aku senang
kau bekerja bersamaku.
Tapi bukankah akan lebih baik kalau kau memberitahuku dulu
sebelum datang?
Bagaimanapun,
aku lebih mengenal Hezong daripada kau.
- Aku… - Aku tuangkan teh.
Aku sebenarnya ingin memberitahumu.
Tapi beberapa waktu lalu, kau terus pergi dinas.
Lagi pula, wawancara kedua dan ketigaku juga biasa saja.
Jadi, aku tidak berani memberitahumu.
Kalau sampai tidak lolos, itu akan memalukan.
Untungnya, akhirnya aku menerima surat penerimaan kerja.
Tapi kujelaskan dulu.
Aku tidak ingin orang-orang bilang aku diterima karena hubunganmu.
Jadi, jangan masukkan aku ke timmu dulu.
Biarkan aku di pool konsultan dan mengerjakan satu atau dua proyek
bersama tim lain.
Setelah aku cukup berpengalaman, baru kita bicarakan lagi.
Kau ketagihan menjadi agen rahasia?
Hubungan kita juga bukan rahasia.
Awalnya, aku ingin membicarakannya denganmu.
Setelah kesibukanku ini selesai, bagaimana kalau kita berlibur?
Sekarang, aku tidak punya niat untuk berlibur.
Begini pemikiranku.
Menurutku,
dalam urusan karier, di mata orang lain,
meski kemampuan dan posisi kita belum bisa dibilang seimbang,
aku ingin setidaknya jabatan kita tidak terpaut jauh.
Setelah menyelesaikan dua proyek,
aku pasti bisa naik menjadi manajer proyek.
Lagi pula, meski ada orang di industri ini yang tahu hubungan kita,
di perusahaan ini hampir tidak ada yang tahu.
Jadi, aku tidak ingin mengumumkannya.
Setidaknya jangan diumumkan dulu sebelum semua orang mengakui kemampuanku.
Tunggu aku sebentar lagi, ya? Boleh?
Baik.
Nona Xu. Aku mewakili Hezong untuk menyambutmu.
Mulai sekarang, kita bisa berangkat kerja,
pergi dinas, dan pulang bersama.
Kalau begitu, jangan marah lagi.
Aku tidak marah.
Kau sungguh tidak marah?
Tidak marah?
- Kalau begitu, aku lanjut bekerja dulu. - Pergilah.
"Sayang, kita bisa berangkat kerja,
pergi dinas, dan pulang bersama.
Bagaimana?"
- Kau gila, ya? - Menyebalkan.
Kau… Bukan.
Jadi, maksudmu, kau harus menjaga jarak di depan rekan kerja,
tapi tetap mau menjalani cinta di kantor.
Lalu, juga harus sembunyi-sembunyi dari rekan kerja?
Kau hebat juga.
Sekarang malah berbalik.
Giliran kau yang menggodanya.
Ini namanya bumbu percintaan.
Bumbu percintaan.
Dulu kau dan Zhao Heng juga seperti itu, 'kan?
Aku kurang paham dengan bumbu percintaanmu ini.
Kalau aku dan Zhao Heng,
apa pun yang kusuruh, dia tidak akan melawan. Mengerti?
Berbeda dengan kau dan Ye Xinzhi.
Kata siapa? Ye Xinzhi baik padaku.
Ye Xinzhi memperlakukanku jauh lebih baik daripada Zhao Heng.
Zhao Heng baik padaku.
Tapi jujur saja, setelah kau meninggalkan Maxmise,
aku juga ingin mengundurkan diri.
Kembali ke perusahaan ayahmu?
Keluargaku memang sudah menerima dia, tapi dalam hatiku belum merasa tenang.
Kupikir, mungkin akan lebih baik
kalau aku bekerja dulu di perusahaan ayahku.
Setelah posisiku stabil,
entah dia datang membantuku atau tetap di industri konsultan,
kami tetap punya jalan untuk maju dan mundur.
Jadi, kau tidak mau menjadi partner lagi?
Sejak aku mengenalmu, menjadi partner selalu menjadi impian terbesarmu.
Kakak.
Menjadi pemimpin Grup Siwei dan menjadi partner di Maxmise
sama sekali tidak bisa dibandingkan, mengerti?
Sebelumnya, kau tidak bilang begitu.
Aku tahu. Kekuatan cinta.
Zhao Heng tahu kau melakukan semua ini demi dia?
Aku… aku…
Aku kembali ke Grup Siwei
untuk merebut kembali posisiku sebagai putri mahkota.
Dia hanya berperan sebagai pendukung. Tidak perlu tahu sebanyak itu.
Aku mengerti. Dia si Tidak Lepas Sepatu.
Akan kulepas sepatuku.
Aku baru sadar kau ini benar-benar
makin lama makin tengil.
Siapa yang tengil?
Tapi aku harus mengingatkanmu.
Kalau kau kembali dan ayahmu menempatkanmu di departemen
yang hanya terdengar bergengsi, seperti humas atau modal ventura,
jangan mau ke sana.
Kalau mau, pilih departemen yang menguasai bisnis inti perusahaan.
Tenang saja. Aku punya rencana.
- Baguslah. - Ada satu posisi manajer
yang kosong di pusat keuangan.
Aku akan mengisi posisi itu.
Dengan pengalamanku di Asuransi Tianjian,
seharusnya aku mampu. Tidak masalah.
Baguslah kalau begitu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.