Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle Wetv Dibawa Oleh@Dyah
Adik.
Ukiran naga dan phoenix.
Pemiliknya pasti kaya raya.
Kita akan jadi kaya.
Jadi kaya.
Jadi kaya! Jadi kaya!
Menjadi kaya!
Ayo, ayo.
Apa ini?
Lihat yang di sana.
Tak kusangka.
Semuanya pedang?
Kau.
Lihat tempat lain.
Baik.
Adik.
Adik.
Sudah kubilang,
mereka kaya raya!
Adik.
Bekerja, adik.
Adik!
Ad...
[Perjalanan Maut]
[Bu Jing Shi]
Gerak.
[Bu Jing Shi]
Gerak.
[Bu Jing Shi]
Gerak.
[Bu Jing Shi]
Gerak.
Gerak.
Gerak.
Gerak.
Gerak.
Gerak.
Gerak.
[Nie Ming Jue, keluarga Nie]
Gerak.
[Nie Ming Jue, keluarga Nie]
Gerak.
Gerak.
Ketua, gawat.
Aula Pedang bermasalah.
Gerak.
Gerak.
Aula pedang dijaga ketat.
Kenapa bisa dirampok?
Mana ketua?
Mengapa belum datang?
Ketua.
Ketua.
Chi Feng Zun.
Aula pedang diterobos.
Mana Huai Sang?
Ini hal besar, panggilkan dia.
[Nie Zong Hui] Ketua.
Kita bahas masalah aula pedang.
Tuan kedua dia...
Sudah saatnya dia tahu tentang roh pedang.
Kali ini,
aku ingin pergi bersamanya.
Tuan Lian Fang.
[Jin Guang Yao]
[Buku pedang]
Tuan kedua.
Tuan kedua.
Zong Hui
ada apa?
Aku sedang latihan pedang.
[Buku pedang]
Lihatlah.
Lukisan pohon indah di bawah bulan,
karena kau
menjadi pohon kering.
Dengar,
kuasku ini,
kuas paling bagus di Qing He.
Setipis sayap capung, sejelas giok.
Harus dijemur dan dicuci 3 kali.
Kau ini,
sungguh membosankan.
Tuan kedua.
Ketua memintamu ke aula utama,
untuk berbicara.
Kakak pertama?
Ada apa dia mencariku?
Bukankah ingin aku membaca buku pedang
di ruang baca?
Apa terpikirkan cara baru untuk menyiksaku?
Aula pedang bermasalah.
Ketua akan berangkat memperbaiki makam.
Memintamu
pergi bersama.
Aku?
Seserius itu?
Apa pun tak tahu.
Apa yang kau ketahui?
Maafkan aku, ketua.
Hamba, segera selidiki.
Ketua, tuan muda kedua tiba.
Kakak pertama,
kudengar kau mencariku.
Aula pedang bermasalah.
Kita segera berangkat
selidiki keadaan.
Kakak hati-hati di jalan.
Maksudku kita.
Semuanya hati-hati.
Nie Huai Sang!
Ini berhubungan dengan keluarga Nie,
jika roh pedang bebas,
bukan hanya keluarga Nie,
seluruh Qing He juga akan terkena bencana.
Kau sebagai tuan kedua,
terus-menerus menolak.
Sebenarnya apa maumu?
Kakak, jangan marah.
Bukan begitu maksudku.
Lihat,
aku tak ahli bela diri.
Pergi juga hanya akan merepotkan kalian.
Lebih baik aku jaga rumah dengan baik.
Benar, 'kan?
Mana pedangmu?
Di kamar.
Tidak, tidak.
Di arena latihan.
Selalu membawa giok,
kipas.
Pedangmu di mana saja tak tahu.
Keluarga Nie selalu membawa pedang.
Kau anggap remeh?
Berikan kuasmu padaku.
Untuk apa?
Berikan!
Kak!
Kau berharap menjadi kepala keluarga dengan ini?
Aku tak ingin jadi pemimpin.
Berhenti!
Apa katamu?
Katakan sekali lagi.
Kau harus tahu
apa itu ajaran keluarga Nie!
Ketua!
Fokus!
Segera berangkat, tak boleh tunda lagi.
Ketua semakin tidak stabil.
Musik penenang juga tidak bisa menyembuhkan.
Huai Sang.
Kakak tidak bermaksud begitu.
Jangan marah padanya.
Dia sengaja mempersulitku!
Dari kecil selalu meremehkanku.
Semuanya tahu aku tidak ahli dalam pedang.
Dia terus memaksaku.
Menghinaku di depan banyak orang.
Bukan begitu.
Kau juga tahu penyakit kakak.
Dia bukan bermaksud begitu.
Aku kemari,
untuk mengobatinya dengan musik?
Kau juga paham kakak kita.
Selalu ceroboh dan gampang emosi.
Tapi kau berbeda.
Sejak kecil pandai membawa diri,
juga bisa teknik perang.
Kelak ada masalah, kalian bisa saling bantu.
Kakak ketiga.
Kau juga tahu.
Dia selalu begini.
Jika dia seperti hari ini lagi,
aku tidak tahu harus bagaimana.
Justru karena ini,
hari ini kuserahkan seruling pendek ini.
Seruling pendek ini bisa menenangkan hati.
Sekarang juga kuajarkan.
Saat kakak pertama sedang tidak stabil,
mainkan musik penenang.
Sangat manjur.
Huai Sang.
Meski perjalanan ini berbahaya,
tapi ada jenderal hebat bersamamu.
Apalagi kakak pertama,
begitu hebat,
tak akan ada masalah.
Tapi...
Kakak...
Saat kau kembali,
aku juga sudah buat mainan baru untukmu.
Kakak ketiga.
Aku tidak takut perjalanan berbahaya,
juga bukan ingin mainan.
Aku hanya
ada perasaan tidak baik.
Pertama kali keluar akan seperti ini.
Saat aku pertama kali mengikuti kakak pertama,
juga begitu.
Kalian kakak adik andalan keluarga Nie
harus bekerja sama.
Kau juga bisa membuktikan dirimu sendiri.
Berangkat.
[Bu Jing Shi]
[Bu Jing Shi]
[Gunung]
Pelan-pelan, tingkatkan kewaspadaan.
Tempat apa ini?
Begitu dingin.
Tuan kedua.
Ini adalah jalan gunung,
dulunya adalah tumpukan makam.
Tumpukan makam?
Aula Pedang keluarga Nie,
agar tidak diganggu,
jadi didirikan di sini,
dan membuat jebakan...
Siapkan pedang!
Ketua, tolong aku!
Zong Hui.
Lindungi Huai Sang, pergi ke Aula Pedang.
Kalian, ikut aku.
Baik.
Ayo!
Apa ini?
Akar pengikat,
lama tidak terkena sinar,
hisap darah daging manusia untuk bertahan.
Bagaimana dengan kakak pertama?
Tuan kedua tenang.
Ketua sangat hebat.
Tak akan ada masalah.
Tapi kabut begitu tebal.
Kakak tahu di mana kita?
Tuan, tenang saja.
Tak akan ada masalah.
Kakak pertama.
Kakak pertama!
Tuan kedua!
Suara seruling.
Dengan seruling kakak akan tahu di mana kita.
Kakak.
Kakak.
Ketua.
Baik-baik saja?
Ketua.
Mana yang lain?
Sudah mati.
Akar pengikat?
Tidak.
Mayat hidup.
Mayat hidup?
May...
Kenapa ada mayat hidup di sini?
Lari!
Bentuk formasi!
Ayo!
Cepat!
Cepat!
Kini,
para akar mengamuk.
Ketenangan roh pedang
sudah terganggu.
Kita harus ke pusat makam,
menenangkan roh pedang.
Baru bisa memperbaiki jebakan.
Selanjutnya akan lebih berbahaya.
Semuanya harus hati-hati!
Sihir yang mengontrol pintu ini sudah dihancurkan.
Harus memperbaikinya di ruang makam naga dan harimau.
Huai Sang.
Kita bagi dua tim, gerak terpisah.
Ingat. Setelah masuk,
pintunya akan tertutup.
Setelah perbaiki,
dan menggerakkan kunci
baru bisa kembali ke sini.
Jangan terlalu lama.
Atau hasilnya akan gawat.
Aku?
Kakak.
Aku tak berpengalaman,
jika gagal...
Huai Sang.
Dalam keluarga Nie, kau paling memahami astronomi.
Jangan takut.
Ada Zong Hui di sampingmu,
pasti akan melindungimu.
Zong Hui.
Hati-hati dinding.
Bentuk formasi!
Jangan panik.
Setelah sihirnya pulih, pintu ini akan terbuka.
Jebakan di sini kacau.
Bagaimana cara memperbaikinya?
Naga hijau adalah 7 bintang dari 28 bintang.
Yang dikatakan di sini,
sudah pasti ras bintang.
7 bintang yaitu
Jiao, Kang, Di, Fang, Xin, Wei, Ji. (*Konstelasi bintang tujuh)
Sesuai posisi 7 bintang,
ini seharusnya Jiao, Kang, Di.
dan 4 yang tersisa
sudah pasti Fang, Xin Wei, Ji.
Fang ibarat lengan, bagai bantuan.
Xin ibarat hati, berarti pusat.
Wei berarti akhir. Ji adalah ekor.
Fang sebagai bantuan.
Maka yang di depan adalah Xin.
Ji Wei saling berdampingan.
Sesuai posisi, saling berhadapan.
Jika begitu...
Naga hijau, kembalilah.
Sepertinya aku lumayan berguna.
Kali ini kakak tidak sepintar aku.
Tuan kedua tentu bukan tidak berguna.
Bakat setiap orang berbeda.
Ketua.
Sebelum kita masuk,
kakak bilang hati-hati dengan dinding.
Menurutku,
dinding ini sepertinya tidak masalah.
Tuan kedua tidak tahu.
Di dalam dinding ini, ada jasad manusia.
Ja...
Jasad?
Benar.
Roh pedang hidup dengan pedang,
begitu gagah.
Saat pemilik masih hidup, roh pedang akan mendampinginya.
Amarah roh pedang dikontrol pemiliknya.
Tapi setelah pemiliknya tiada,
roh pedang tidak bertuan.
Perlu jasad dan jimat,
untuk menekan kemarahannya.
Tetapi
bukankah ini mengorbankan manusia?
Pintu kuburan terbuka, cepat kembali.
Jangan berlama-lama di sini.
Semuanya cepat.
-Baik. -Baik.
Ayo, tuan kedua.
Zong Hui.
Keluarga Nie selalu di jalan benar.
Jika mengorbankan manusia, bukankah menjadi ajaran sesat?
Gerbangnya akan tutup.
Kita pergi dulu.
Tidak, jelaskan dulu.
Tak sempat lagi!
Tuan kedua!
Kuasku.
Cepat!
Tuan kedua, cepat!
Tuan kedua cepat!
Tuan kedua!
Cepat!
Tuan kedua!
Cepat!
Tuan kedua...
Berangkat.
Tunggu.
Jawab aku,
mengapa ini disebut Aula Pedang?
Apa itu menenangkan roh pedang?
Dulu aku tidak paham
apa artinya Aula Pedang?
Sekarang aku paham.
Kalian bukan menenangkan,
tapi menumbalkan darah dan daging!
Tuan kedua, anda salah paham.
Ini semua jasad para penjahat.
Sejak zaman leluhur,
menenangkan roh pedang dengan jasad.
Kita hanya meneruskan tradisi.
Para penjahat?
Apakah para penjahat bukan manusia?
Kalian tidak berhak menentukan hidup mati seseorang.
Roh pedang sangat berbahaya.
Seluruh generasi keluarga Nie,
menenangkan roh pedang dengan cara ini.
Meski para tetua salah,
kau juga harus mengikuti?
Beraninya!
Akan kujelaskan setelah menenangkan roh pedang.
Berhenti.
Para saudara yang menemanimu,
sudah kau korbankan?
Nie Huai Sang!
Mereka...
Mereka dibunuh mayat hidup!
Dibunuh mayat hidup?
Mana mayat hidupnya?
Baik.
Meski dibunuh mayat hidup.
Dua puluh orang yang datang,
lihat sendiri berapa yang tersisa.
Kau masih ingin maju, mengorbankan mereka?
Kakak,
keluarga Nie sudah banyak berkorban.
Bisakah kau pikirkan dengan baik?
Sudah kuputuskan,
hari ini, apa pun caranya
harus menenangkan roh pedang.
Jika roh pedang terbebas dari aula pedang.
Qing He akan hancur.
Bagaimana aku bisa menghadapi leluhur?
Kau pernah melihat roh pedang?
Kau tahu apa yang ditenangkan?
Kau tidak tahu apa pun,
tapi membawa saudaramu mati bersama.
Kakak,
lihatlah dirimu yang sekarang.
Saat kecil kau paling bijaksana.
Sejak kau berlatih pedang,
emosi menjadi tidak stabil, selalu mengamuk.
Sekarang seperti orang kasar!
Lebih baik dari kau yang selalu membaca buku!
Kapan kau memikirkan keamanan keluarga Nie?
Nie Ming Jue!
Menjaga keluarga Nie harus dengan pedang?
Kau ingin aku melihatmu mati, baru akan berhenti?
Setiap hari membahas ajaran keluarga,
tapi kau tidak peduli dengan orang yang masih hidup?
Katakan,
pedang apa yang kau latih?
Dengar ajaran siapa.
Ajaran keluarga?
Dipaksa mati oleh roh pedang,
masih harus mengkonsumsi darah segar?
Apa bedanya ini dengan ajaran sesat?
Keluarga Nie berdiri ratusan tahun di Qing He.
Melindungi semua rakyat,
kau mengatakannya ajaran sesat?
Salahkah?
Aula Pedang,
tak akan ada jalan kembali.
Semuanya dengar!
Ikut aku ke pusat makam.
Menenangkan roh pedang!
Keras kepala.
Kau ingin semuanya terbunuh?
Masa depan tidak pasti,
kau tidak merasa bersalah?
Jika akan mati, biar aku dulu.
Tuan kedua!
Kakak!
Tolong aku!
Tuan kedua.
Kak...
Tuan kedua.
Lari!
Ikut aku!
Cepat!
Cepat! Ayo!
Cepat!
Cepat!
Cepat!
Tuan kedua!
Ikut aku!
Cepat!
Cepat!
Ayo!
Tuan kedua!
Huai Sang, cepat!
Tuan kedua!
Cepat!
Tuan kedua, cepat!
Huai Sang, cepat!
Tuan kedua!
-Cepat! -Tuan kedua!
Huai Sang!
Tuan kedua!
Kak, tolong aku!
Huai Sang!
Kakak!
Ketua!
Kak, tolong aku!
Kakak!
Tolong aku!
Kakak.
Salahku,
aku menyusahkanmu.
Tidak masalah.
Ada kakak di sini.
Akan baik-baik saja.
Nanti,
akan kuantar kau ke atas.
Jadi...
Bagaimana denganmu?
Tenang saja.
Ada pedang Ba Xia
bisa melindungi kita.
Ingat,
nanti
kau harus menggenggam pedang dengan erat.
Jangan berbalik.
Dengar?
Kakak!
Kakak...
Huai Sang.
Terima kasih kak.
[Kultivasi pedang] [Kultivasi hati]
Huai Sang.
Selama masih ada aku, apapun yang kau lakukan.
Aku akan melindungimu.
Terima kasih kak.
Mana ketua?
Mana Ketua?
Apa yang kau lakukan?
Kakakku jatuh.
Aku harus menolongnya.
Tenang!
Ketua sekarang sudah...
Tidak mungkin!
Kakakku begitu hebat.
Pasti akan baik-baik saja.
Kau sudah gila?
Kau tak tahu ada apa di bawah.
Jika kau langsung turun...
Lepaskan aku!
Orang ini sudah melindungimu seumur hidup,
apa yang akan kau lakukan di posisiku?
Meski aku bukan tuan kedua Qing He.
Aku adalah adik satu-satunya.
-Tuan kedua! -Tuan kedua!
-Tuan kedua! -Tuan kedua!
-Tuan kedua! -Tuan kedua!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Nie Huai Sang!
Siapa?
Mana pedangmu?
Mengapa keluarga Nie ada orang tidak berguna sepertimu?
Kau penakut.
Nie Huai Sang, tak berguna!
Kau ingin jadi kepala keluarga?
Kau bisa menghadap para leluhur?
Siapa?
Dia sudah mati karenamu!
Benar.
Tak berguna, salahmu.
Kau memang tak berguna.
Tidak berguna, ikut kami saja.
Nie Huai Sang.
Tak bisa bela diri,
kau bisa menghadap leluhur?
Penakut.
Tak berguna.
Penakut, tak berguna.
Penakut, tak berguna.
Huai Sang.
Huai Sang.
Huai Sang.
Huai Sang.
Kakak.
Akhirnya kau di sini.
Ayo.
Sudah baikan?
Mengapa kau kemari?
Sekarang kau juga terperangkap.
Siapa yang meneruskan kepala keluarga?
Hal ini begitu penting?
Kau menolongku,
bagaimana bisa kutinggalkan.
Apa aku harus meninggalkan kakakku
demi meneruskan keluarga Nie?
Huai Sang.
Benar katamu hari ini,
menenangkan pedang bukan rencana baik.
Jika ingin menolong keluarga Nie, harus menekan roh pedang.
Aku merasa hebat,
sehingga berakhir seperti ini.
Kak.
Bukan salahmu.
Tadi di atas sana,
teringat saat kecil,
kaulah yang mewakiliku belajar pedang.
Jika hari ini aku yang menentukan,
pasti tak akan sebaik dirimu.
Kau Ketua keluarga Nie.
Banyak hal yang terpaksa.
Mungkin.
Inilah takdir.
Benar.
Keluarga Nie
banyak hal yang terjadi karena takdir.
Leluhur Nie menghadapi banyak kesulitan
untuk membangun keluarga ini.
Malah dikutuk roh pedang.
Aku berlatih keras,
berharap menemukan solusi.
Tak kusangka, hanya mengulangi kesalahan leluhur.
Huai Sang.
Jangan salahkan aku.
Aku memaksamu berlatih pedang,
karena waktuku tidak banyak lagi.
Beban keluarga Nie, akan diserahkan padamu.
Jika kau tak bisa bela diri,
bagaimana bisa memimpin?
Kak.
Aku mengira bisa melindungimu seumur hidup.
Kak...
Aku...
Aku yang terburu-buru sehingga seperti ini.
Aku hanya ingin keluarga Nie berjaya.
Tak kusangka,
keluarga Nie
akan hancur di tanganku.
Dosa ini...
Bagaimana aku menghadap para leluhur?
Kakak.
Setelah ayah meninggal.
Kau yang mengurus keluarga Nie.
Ini sudah sangat bermakna.
Para leluhur akan mengerti.
Bencana keluarga Nie karena roh pedang itu.
Tidak bisa ditenangkan oleh seorang saja.
Kau sudah berusaha.
Lagi pula,
kakak begitu hebat.
Kita berdua,
pasti akan selamat.
Huai Sang.
Tahukah kau,
tempat ini disebut Paviliun Pengunci Dewa.
Aku sebagai ketua
sebelum lepas kontrol
akan mengurung diri di sini.
Yang pergi, tak akan kembali.
Hari ini,
mungkin kita akan terkurung di sini.
Aku sudah menyusahkanmu.
Aku...
Minta maaf.
Kalau begitu,
kita berdua bisa bertemu para leluhur.
Kembali ke asal.
Kak.
Kenapa tempat ini ada suara air?
Jika ada aliran air,
berarti ada jalan keluar.
Kita cari dulu, mungkin ada cara.
Kak.
Aneh sekali.
Kenapa monster di dinding ini
tak menghindari pedang?
Malah melihat tempat lain.
Kak.
Gambar ini...
Gambar ini persis dengan yang di ruang diskusi.
Tidak.
Gambar ini agak aneh.
Matanya.
Mata yang di ruang diskusi
dipenuhi kemarahan.
Tapi yang ini,
seperti melihat ke...
Kak!
Di sini ada Pa Kua! (*sistem kosmogoni Tiongkok kuno)
Makam Nie sesuai Feng Shui.
Pa Kua ini pasti ada artinya.
Kita pukul bersama,
pasti akan terjadi sesuatu.
Ayo.
Chi Feng Zun kembali!
Ketua!
Tuan kedua! Ketua!
Syukurlah kalian baik-baik saja.
Kukira hari ini akan mati di sini.
Untung Huai Sang datang menolongku.
Baru bisa bertemu dengan kalian lagi.
Hari ini,
keluarga Nie kami bisa bersama dengan kalian
merupakan keberuntungan besar.
Masalah hari ini
adalah kesalahanku.
Aku sungguh bersalah.
Sudah seperti ini,
aku tidak ingin melihat siapapun,
mati karena aku.
Mengunci roh pedang,
sangat berbahaya.
Hal ini biar kami berdua teruskan.
Ketua!
Ketua!
Ketua!
Ketua!
Ketua!
Kematian banyak saudara kita karena roh pedang,
bukan kesalahan ketua!
Meski kau atasan kami bawahan,
tapi sudah kami anggap saudara kandung!
Kami tak akan melarikan diri!
Aku bersedia mati bersama ketua!
Bersedia mati dengan ketua!
Kita telah banyak melewati bahaya,
setelah ini akan lebih berbahaya.
Kalian seperti ini,
aku tidak sanggup membalas.
Aku Nie Ming Jue
bersumpah,
kita bersembilan
hidup mati bersama.
Tidak akan meninggalkan siapapun!
Dulu, kita selalu memberi darah daging untuk roh pedang.
Hari ini,
gunakan roh pedang
untuk menyembah saudara yang gugur!
Semuanya ikut aku.
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Musnahkan roh pedang!
Persembahkan ke saudara!
Formasi!
Baik!
Ketua!
Zong Hui!
Segel roh pedang!
Satu, dua, tiga!
Ketua!
Zong Hui...
Zong Hui...
Keturunan Nie melihat leluhur masih tak bersujud.
Menjadi manusia lebih bagus.
Kalian tak tahu diri.
Berani memperlakukanku seperti ini,
gantikan dengan darah kalian!
Kau sudah banyak membunuh saudara Nie.
Hari ini, aku akan menghabisimu!
Dasar tidak berguna.
Matilah!
Lindungi ketua!
Tidak!
Tidak!
Ketua.
Zong Hui.
-Ketua. -Ketua.
Kakak!
Kak!
Kakak!
Huai Sang.
Terima kasih, kak.
Kak!
Roh pedang
sudah tersegel?
Sudah.
Bagus.
Mereka...
Mereka...
dibunuh roh pedang.
Huai Sang,
sama dengan saat kecil.
Apapun yang kau lakukan,
aku akan melindungimu.
[Tak lama kemudian, Nie Ming Jue meninggal]
[Qing He]
[Bu Jing Shi]
Hormat.
Bangkit.
Hormat.
Bangkit.
Hormat.
Bangkit.
Hormat.
Bangkit.
[Peristirahatan Ming Jue dari keluarga Nie]
Huai Sang.
Kakak.
[Musik penenang hati]
Suara dari seruling kecil ini,
bisa menenangkan hati.
Saat kakak tidak stabil,
mainkan musik penenang.
Ini sangat manjur.
Huai Sang.
Turut berduka cita.
Terima kasih kakak ketiga.
♪ Kata-kata dingin dan tajam bagai pedang ♪
♪ Melindungi seorang anak kecil yang menyukai kipas ♪
♪ Darah lebih kental daripada air ♪
♪ Ketulusan yang begitu hangat ♪
♪ Mengalir di antara kita ♪
♪ Dunia yang kacau ♪
♪ Penuh perasaan ♪
♪ Berhubungan satu sama lain ♪
♪ Tak terpisahkan ♪
♪ Ikatan saudara ♪
♪ Kapan kita bisa berjumpa lagi ♪
♪ Meninggalkan Qing He menjadi kesedihan seumur hidup ♪
♪ Memimpikan masa lalu, ternyata waktu pun telah berlalu ♪
♪ Berbicara pada bulan yang jauh di sana ♪
♪ Untuk bertemu denganmu ♪
♪ Apapun rela kulakukan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.