All language subtitles for Subtitle Indonesia_Code Blue Season 2_6.srt

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sebelumnya di Code Blue:

Code Blue: 2 Indonesian Subtitle Dipersembahkan oleh IslandSubs

Ayah.

"Apakah aku anak yang baik?" Dia menanyakan itu sepanjang waktu.

Dia pikir dia ditinggalkan karena dia bukanlah anak yang baik.

Kau belum lupa, bukan? Kau sendiri bilang, untuk menganggap bahwa kau telah mati.

Aku kebetulan berada di area sini karena kuliah. Bisa kita bicara?

Aku tidak bisa.

Kau mestinya tahu bagaimana sibuknya Lifesaving.

Berapa lama kau berencana untuk melanjutkannya?

- Kembali ke sini dan putuskan spesialisasimu.

- Aku menyukai kau yang dulu.

Bagaimana dengan sekarang?

Kau tidak berkomunikasi dengan pasien manapun, malahan kau sibuk akan pertemuan dan perkuliahan.

Kau yang sekarang bukanlah dokter!

Ini benar-benar bukan bunuh diri?

Itu adalah kecelakaan.

Ini sudah cukup.

Aku akan bertanya padanya.

Mengirimkan pada kedua telinga 100 desibel. Set agar dapat diputar 2000 kali.

Oke.

(checklist kematian otak klinis)

Pengaturan selesai.

Mulai proses ABR.

Mulai.

Berbicara tentang kebenaran akan sulit.

Orang-orang

menyembunyikannya karena berbagai alasan.

Seperti yang aku katakan, ayahmu juga khawatir

mengenaimu.

Aku tidak ingin membicarakan hal itu lagi.

Maaf, aku tutup teleponnya, Bu.

(Post-Fellowship - Angket Karir)

Dan

semakin kau mencoba untuk menyembunyikannya,

yang lain lebih mencoba untuk membuka pintu itu...

(Aizawa Seiji)

Tanpa mengetahui...

apa yang menunggu mereka di sana.

Ibu bekerja di universitas?

Ya.

Dia adalah seorang peneliti.

Dia brilian, tidak seperti aku.

Bagaimana dia meninggal?

Apakah itu bunuh diri?

Natsumi...

Ibumu

suka melihat awan.

Awan?

Ya.

Awan di langit.

Dia sering memanjat menara air apartemen dan melihat awan.

Dia adalah orang yang memiliki sisi kekanak-kanakan di dalam dirinya.

Namun,

pagar ke menara air tua dan rapuh.

Ketika dia bersandar di atasnya,

dia terjatuh.

Itu adalah

kecelakaan.

Itu yang sebenarnya terjadi?

Ya.

Tapi...

Bukannya kau sudah menceraikannya,

dan meninggalkan rumah pada waktu itu?

Ya, tapi aku masih tau itu.

Pagarnya sudah menyerah.

Aku tau itu.

Bagaimana kalau kita pergi ke kafe?

Aku tidak datang untuk minum teh denganmu.

Permisi.

Kau sudah dewasa.

Jadi...?

Itu adalah kecelakaan,

benar?

Ya.

- Apakah kau ingin minum teh?

- Semua bohong.

Apakah kau harus berbohong kepada keluarga?

Informasi pasien.

Disini Pemadam Kebakaran Funabashi Barat.

Naito Taeko-san, 51 tahun. Dia muntah darah dalam jumlah yang besar.

Denyut nadi, 120. Tekanan darah, 76/50. Laju respirasi, 24 kali.

Apakah itu kecelakaan? Apakah kira-kira dia terluka?

Kami tidak yakin.

Dilihat dari penampilannya, tidak ada luka luar.

Itu anak yang tertabrak sepeda, ya.

Diagnosis kematian otak klinis lengkap.

Otaknya sudah mati.

Urus dia.

Apa?

Kau menjelaskan tentang kematian otak dan mendapatkan perintah DNR untuk ditandatangani.

Permisi.

Jam berkunjung sudah habis.

Oh.

Oke.

Aku akan datang lagi, oke?

Omong-omong, bagaimana melakukan pertemuan tiga-arah dengan kepergian Nickson?

Aku mengatakan kepadanya dengan tegas, "Keluar! Pulanglah!!"

Apa? Lalu...

Kasus ditutup.

Sungguh? Jangan menyembunyikan apa pun, brother.

Siapa yang brother?

Apa yang membuatmu begitu antusias?

Bertanya-tanya apakah itu benar...

Dari Pusat Lifesaving,

Aku ingin bertemu Dr Tadokoro, tolong.

Siapa namamu?

Shiraishi.

Silakan, tunggu sebentar.

Siapkan vasopressin. Apakah transfusi darah siap?

Aku sudah memberikannya.

Varises pecah?

- Sangatlah mungkin.

- Menerapkan EVL.

Oke.

Sepertinya pasien pernah datang ke Departemen Organ Pencernaan kami bulan lalu.

Untuk apa?

Kanker hati, stadium 4. Setelah didiagnosa, dia berhenti datang.

Berhenti datang?

Kanker terminal?

- Tidak ada yang bisa mereka lakukan, sehingga mereka meminta kami untuk merawatnya.

- Bukankah sama di sini, juga?

Dukung IslandSubs dengan TIDAK menjual, memposting ulang, mengupload ulang, dan menghardsub subtitle

Penerjemah: Herlina28 QC: sooLazee

Credit: Querbeet

Download subtitle ini dengan GRATIS @ islandsubs.com

Permisi.

Ini...

Dia bisa mendengarnya, bukan?

Tsubasa.

Benarkan, Dokter?

Di antara panca indera,

pendengaran adalah salah satu yang tersisa sampai akhir.

Ini adalah batang otak yang merespon impuls pendengaran.

Singkatnya, kami membuat bagian paling penting dari otak untuk mendengarkan suara

dan memeriksa apakah ada reaksi atau tidak.

Tsubasa-kun

tidak bereaksi.

Apa maksudnya?

Ini berarti

ia tidak bisa mendengar apapun.

Apa?

Apakah kau mengatakan itu agar dia mendengarkan ini

tidak ada gunanya?

Sesuai dengan peraturan, diagnosis kematian otaknya telah dibuat.

Semua data

menunjukkan otaknya sudah mati.

- Tsubasa-kun...

- Maksudmu itu tidak ada gunanya?!

Tapi...

Tapi jantungnya masih berdetak, bukan?

Muntah darah disebabkan oleh kanker hati.

Ya.

Dan lagi kau tinggal di rumah tanpa perawatan di rumah sakit?

Aku sedang menjalankan sebuah bar makanan ringan.

Yang disebut "Amour."

Bagaimana dengan keluargamu?

Satu anak di sekolah tinggi.

Apa yang anakmu katakan tentang penyakitmu?

Anakku?

- Aku belum memberitahunya.

- Dia tidak tahu?

Ya, karena ia sedang ujian sekarang.

Jadi aku tidak ingin dia khawatir.

Tapi...

Tidak sepertiku

dia benar-benar pintar!

Apakah itu yang disebut "percobaan ujian nasional"?

Dia diperingkat kesembilan!

Kesembilan di seluruh negeri!

Tapi dia mengatakan dia tidak ingin pergi ke Todai, tapi Kyodai.

[Catatan: Todai = Tokyo University, Kyodai = Kyoto University]

Mengatakan bahwa ilmu sains yang lebih baik.

Aku tidak mengerti apa yang anak pintarku pikirkan.

Jika kau tidak memiliki kerabat lainnya, kita tidak bisa terus merahasiakan hal ini.

Tidak!

Jika kau memberitahu, aku akan menuntut!

Aku baik-baik saja.

Aku tidak akan mati begitu mudah.

Anakmu di sini.

Yoshi-kun!

Piyama, baju ganti, dan toilet set.

Kau akan dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu, bukan?

Terima kasih.

Anakku, Yoshio.

Dia cukup sensitif.

Bukankah dia orang baik? Sama sepertiku!

Bercanda.

Aku benar-benar baik-baik saja.

Mereka hanya membesar-besarkan di sini.

Jika ada yang kurang katakan sekarang. Aku akan membelinya di toko bawah.

Kau!

Bukankah kau ujian hari ini? Apakah tidak apa-apa?

Semuanya sudah berakhir.

Oh.

Hari ini adalah untuk universitas cadangan.

Kau membuatku takut!

Aku ingin tahu apakah ibu itu mengerti.

Apa yang harus kita lakukan?

Setelah dia meninggal, mungkin akan bermasalah.

Bahkan jika dia mengancam kita, kita harus membuat dia mengatakan sendiri padanya .

Permisi.

Dia datang sekarang hanya untuk kunjungan.

(Post-Fellowship - Angket Karir)

Departemen Obstetri dan Ginekologi, ya.

Oh! Bagaimana kabarmu dengan Tsubasa-kun di ICU?

Apakah kau menjelaskan kematian otak kepada ibunya?

Aku lakukan, tapi sepertinya dia masih tidak bisa menerima.

Ini bisa dimengerti, dalam situasi itu. Dia bercerai, bukan?

Ya. Oh!

Apa? kursus Pasca-kelulusan?

Aku tidak yakin apa yang harus dipilih. Apakah kau sudah memutuskan?

Belum. Ingin menjadi dokter macam apa yang kau inginkan?

Aku?

Mungkin akan menjadi,

- Super Dokter!

- Sebaiknya yang pertama kau khawatirkan tentang kelulusan.

Oh! Bagaimana denganmu?

Itu Bu Snack. Dia bahkan tidak memberitahu anaknya, bukan?

Ini Naito-san.

Anak SMA itu sedang belajar sendirian di ruang tunggu.

Dia satu-satunya keluarganya, bukan?

Bagaimana dia bisa begitu acuh tak acuh tentang hal itu?

Dia hanya panik tentang apa yang dia lakukan.

Keduanya.

Dept. Bedah Kardiovaskular di Universitas Toto.

[Catatan: Totodai - sekolah fiksi, imagenya sama seperti Todai]

Apa?

Setelah lulus dari Fellowship, kau akan ke Universitas Toto.

Dia mengatakan ini demi kau.

Tunggu sebentar.

Apakah kau datang ke sini untuk mengatakan itu?

Ya.

Itu konyol, Ayah.

Mengapa kau memutuskannya sendiri tanpa bertanya padaku?

Aku akan memutuskan kuliahku sendiri.

Aku bukan anak kecil lagi.

- Aku mengkhawatirkanmu...

- Kau benar-benar berubah.

Kau tidak seperti ini sebelumnya.

Kau khawatir?

Kau hanya ingin aku melakukan apa yang kau suka.

Mengapa kau tidak jujur?

Ini tidak seperti itu.

Maaf, aku menyebabkan keributan.

Jangan dipikirkan.

Permisi.

Aku terkejut.

Ini adalah pertama kalinya aku melihat dia begitu emosional.

Itulah cinta

untuk ayahnya.

Di masa lalu

Aku adalah pahlawan-nya.

Dia tumbuh dewasa.

Kalau begitu aku permisi.

Shiraishi.

Akankah kita

bertemu lagi?

Penyebab muntah darahnya adalah karena pecahnya benjolan di pembuluh darah.

Begitu?

Apakah kau tidak khawatir?

Yah...

Jika dia makan dan minum begitu banyak, tubuhnya akan mengalami gangguan.

Tapi dia menjalankan snack bar, bukan?

Bukankah karena itulah kau dapat pergi ke sekolah?

Dia bangga padaku.

Ini adalah situasi memberi dan menerima.

Kau ingin pergi ke sekolah kedokteran?

Ya. Mencoba.

Apakah ibumu tahu?

Ibuku adalah seorang yang bodoh.

Selama dapat membanggakan dia, apa saja akan baik.

Disamping itu,

dia sudah sering berbohong sejak lama.

Berbohong?

Mengatakan dia dengan temannya akan bepergian.

Selalu saja laki-laki.

Pada akhirnya, setelah membiayai mereka, terlilit utang, dicampakkan, kemudian putus asa.

Dan kemudian mengulanginya lagi.

Maafkan aku, tapi itu adalah macam hidup yang terburuk.

Aku tidak akan pernah menjadi seperti itu.

Selain itu,

Aku sudah terbiasa dengan kebohongannya.

Jika kami membagi sama itu antara kami,

ini sebuah hubungan yang cukup baik.

Yoshikawa-san di 2A, awasi pernapasannya.

Oke.

Sampai makan siang, dia di ruang tunggu.

Saat pukul 3, dia di toko lantai bawah.

Pada pukul 4, dia kesini lagi.

Satu tiga jam interval antara jam mengunjungi setiap hari,

begitulah cara dia menghabiskan waktunya.

Hiyama sebagian besar melakukan jaga malam.

Sejak anak itu dibawa ke sini.

Ini sia-sia.

Tidak apa-apa.

Dia belajar hal yang berbeda dengan melakukan hal itu.

Dia terus berkembang, satu langkah pada satu waktu.

Dia bersimpati terlalu banyak kepada pasien.

Dia harus belajar untuk memisahkan diri.

- Aku tidak berpikir itu adalah hal yang buruk.

- Apa?

Mengapa dia harus bertanggung jawab pada setiap pasien?

Kesedihan

harus diambil alih oleh keluarga.

Apakah kita harus menjadi dokter 24 jam sehari?

Tidak bisakah kita punya waktu untuk melupakan pekerjaan kita?

Maksudmu dia seperti aku?

Ya. Sepenuhnya.

Jangan khawatir.

Dia tidak lemah.

Tidak seperti kita.

Aku sudah menanyakan Sachiko-san tentang hal itu.

Tolong urusi hal itu.

- Mari kita lihat, selanjutnya adalah...

- Masih belum selesai?

Oh...

Ah, kurasa tidak apa-apa.

Pinjamkan aku lagi, oke?

Kami akhirnya hanya dapat mengendalikan pendarahan.

Tolong jangan tinggalkan tempat tidurmu.

Merokok tidak diperbolehkan.

Ya, maaf. Hanya saja aku merasa sedikit lebih baik.

Apakah kau memahami kondisimu saat ini?

Aku mengerti. Berhentilah mendesakku.

Apakah kau berbicara dengan anakmu?

Seperti yang aku katakan, bahwa...

Katakan saja sesegera mungkin, tolonglah.

Aku sudah tau itu.

Tapi kau tau,

setidaknya pada akhirnya, aku tidak ingin menjadi beban baginya.

Apa?

Sampai saat ini

Aku sudah cukup mengganggunya.

Aku tidak ingin menjadi penghalang.

Lagipula dia sedang ujian saat ini.

Lihat, aku bodoh, jadi ini adalah bagaimana aku.

Tapi dia satu-satunya kebanggaanku.

Naito-san! Naito-san!

Ambilkan tandu!

Pendarahan Varix yang berulang. Cepat.

Siapkan endoskopi, sesegera mungkin.

Ada apa?

Jangan bilang...

...Y-Yoshio.

J-jangan katakan padanya.

Tolonglah.

Kukunya telah tumbuh.

Aku akan memotong mereka.

Berikan gunting kuku.

Bagaimana keadaanmu?

Naito-san.

Aku mengerti bahwa kau memikirkan anakmu.

Bahwa kau tidak ingin membebaninya.

Oleh karena itu,

Aku akan memberitahumu terus terang.

Kankermu

telah berada pada sebagian besar hati dan menyebar.

Jika kau mengalami gagal hati, kau mungkin akan mendapatkan gangguan kesadaran.

Kau mungkin tidak akan dapat mengenali anakmu lagi.

Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya sekarang,

pada tingkat ini...

...kau mungkin tidak dapat melihatnya lagi.

Apakah kau baik-baik saja dengan itu?

Maafkan aku.

Aku ada ujian masuk besok, jadi aku harus pergi ke Kyoto hari ini.

Aku akan pergi sekitar 30 menit lagi, sehingga bisa tolong membuatnya cepat?

Baiklah.

Aku akan langsung keintinya.

Ulkus lambung ibumu adalah kebohongan.

Dia memiliki kanker hati.

Ini adalah tahap terakhir dari sirosis hatinya, yang menyebabkan pecahnya varix terus menerus.

Dia tidak punya waktu lama.

Ini seperti yang kau katakan,

keluarga mungkin banyak berbohong.

Jika kau mempercayainya,

kau akhirnya akan sangat terluka.

Itulah mengapa kau menutup hatimu,

untuk melindungi dirimu sendiri.

Tapi sekarang bukan saatnya untuk mengatakan hal-hal seperti ini.

Kalian berdua harus bicara.

Aku sudah tau.

Aku selalu mengamatinya dengan cermat.

Bahwa itu bukan hanya ulkus lambung,

Aku bisa sangat mengetahuinya.

Tetapi

dia sendiri mencoba untuk menyembunyikannya.

Jadi berpura-pura percaya padanya

akan lebih baik, bukan?

Itulah yang sudah aku

selalu lakukan,

sejak aku masih kecil.

"Jika kau akan berbohong, lebih baiklah dalam hal itu."

Aku selalu berpikir begitu, sejak aku masih kecil.

Dia benar-benar bodoh.

Oh, begitu.

Berapa

lama lagi sisa hidupnya?

Paling banyak dua bulan.

Ini sangatlah mungkin bahwa dia akan meninggal dengan kondisinya saat ini.

Maafkan aku.

Aku pikir

Aku akan melakukan sesuatu untuknya, juga.

Terima kasih,

Dokter.

Sama-sama.

Tentang kemarin.

Maaf aku keluar kontrol saat itu.

Akankah Tsubasa

benar-benar tidak akan pernah membuka matanya lagi?

Sepuluh hari yang lalu

ketika ia diangkut,

Tsubasa-kun memiliki beberapa luka.

Ya.

Cerebral memar,

jantung pecah,

cedera ginjal,

patah tulang terbuka pada kaki bagian bawah.

Para ahli bedah otak melakukan dekompresi otak,

ahli bedah jantung

menjahit jantung yang pecah,

dan dokter gawat darurat

menghentikan perdarahan intra-abdominal.

Dalam tiga hari

12 dokter telah mengambil bagian dalam pengobatannya.

Secara total, itu adalah sebuah operasi 11 jam.

Mereka semua

berusaha maksimal untuk itu.

Hasilnya adalah,

mereka kalah.

Aku minta maaf atas ketidakmampuan kami.

Dia didiagnosis kematian otak klinis

secara berhati-hati bersama-sama dengan Departemen Bedah Otak.

Hasil yang

dikonfirmasikan adalah kematian otaknya.

Jantungnya memompa berkat obat-obatan, namun

dia tidak benar-benar hidup.

Dalam beberapa jam

obat juga akan kehilangan efeknya.

Tsubasa-kun

telah memberikan semua yang dia punya.

Ya.

Kau melakukan yang terbaik, bukan, Tsubasa?

Terima kasih.

Sekarang adalah bye-bye, bukan?

Apa yang ingin kau lakukan?

Aku ingin menahannya.

Aku ingin memegangnya erat-erat

dalam pelukanku.

Vasopressor hampir habis.

Haruskah aku menambahkan untuk itu?

Tolong, pegang dia.

Terima kasih sudah melakukan yang terbaik.

Maafkan aku.

Mama

tidak bisa melindungimu.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Download subtitle ini dengan GRATIS @ islandsubs.com

Yoshi-kun.

Maafkan aku,

bahwa kau sedang sibuk dengan ujian sekarang ,

namun hal ini terjadi.

Maafkan aku.

Kau tahu,

mereka mengatakan itu memburuk sedikit,

ulkus lambung.

Maafkan aku.

Tapi mereka mengatakan itu bukan masalah besar.

Jadi,

cepatlah dan pergi duduk untuk ujian.

Aku akan menjadi lebih baik dalam waktu singkat,

saat kau sedang mengambil ujianmu.

Pergilah.

Kau tidak akan sempat.

Cepat.

Oh, begitu.

Baiklah.

kalau begitu aku akan pergi.

Ya.

Aku serahkan kepadamu.

Berikan yang terbaik.

Aku...

...akan berdoa untukmu.

Apa yang kau katakan?

Ini akan menjadi sangat mudah.

Sungguh?

Hasil akan diumumkan

dalam satu bulan.

Kau dapat

berbangga lagi kemudian.

Aku akan menantikan hal itu.

Untuk upacara masuk pada bulan April juga,

Aku akan meneleponmu.

Sungguh?

Aku harus membeli sesuatu untuk dikenakan.

Dan kemudian,

enam tahun setelah itu, aku akan menjadi dokter.

Ketika itu terjadi,

Kau bisa berbangga lagi.

Apakah kau akan menjadi seorang dokter?

Itu membuat aku senang.

Ketika aku kembali ke Tokyo,

Aku akan membuka praktik sendiri.

Di samping toko.

Kemudian,

kau bisa berbangga selama-lamanya.

Itu barangkali akan benar-benar baik.

Bukan "barangkali akan,"

tapi "akan."

Kau tahu aku pintar, bukan?

Para pelanggan toko,

Aku akan memeriksa mereka semua

secara gratis.

Aku bangga padamu.

Selalu.

Aku akan selalu membuat kau bangga padaku.

Mulai sekarang,

selalu.

Jadi,

hiduplah!

Sampai aku kembali,

tetaplah hidup!

Jagalah, sekali waktu,

janjimu.

Ya.

Jagalah,

sekali waktu.

Yep. Aku akan mencoba yang terbaik.

Ibu!

Aku. ..

...tidak bisa berada di sana pada akhirnya.

Kau memberinya kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.

Aku berpikir bahwa itu cukup

memberikan makna pada pekerjaanmu, Dr Hiyama.

Aku rasa begitu.

(Angket Karir - Pasca Fellowship)

Anaknya,

aku berharap dia lulus.

Berpikir bahwa anak SMA itu membuatku menyadarinya.

Bahwa ada alasan

dibalik rahasia.

Mungkin.

Bodoh.

Itulah aku dulu.

Aku juga.

Mungkin aku salah, juga.

Peganglah dengan benar.

Ini bukan pekerjaanku.

Apa yang kau tatap?

Dia

tidak menjawab, tidak peduli apa yang aku tanyakan.

Apa?

Meskipun dia bilang dia akan mendengarkan apa pun yang aku ingin bicarakan.

Dia menyembunyikannya.

Luka lebar yang terbuka di sini.

Jadi, biarkanlah seperti itu.

Melakukan itu...

ada alasan mengapa dia melakukan itu.

Ayo, mari kita pergi!

Oh, ya, baik.

Jadi kita akan membagi biayanya setengah.

Yep. Aku akan memfotokopi ini kemudian nanti.

Tolong lakukan.

Permisi.

(Perjanjian Pembatalan Upacara Pernikahan)

Batal?!

Apakah kau membatalkan upacara di aula?

Ya.

Begini,

aku bilang padamu, bukan?

Ini mengatasinya.

Yang disuruh untuk pulang ke rumah adalah dia?

Aku tidak terluka sama sekali.

Tidak sama sekali!

Maaf sudah menunggu. Kami akan mengisinya.

- Ya.

- Aku tidak membawanya hari ini.

Tidak apa-apa.

Silakan pergi ke resepsi di lantai 4.

Oke.

Aku tidak membawanya hari ini.

Tidak apa-apa.

Oke.

Permisi.

Ya.

Apakah Dr Aizawa ada hari ini?

Permisi.

Apakah kau ini ayah Dr Aizawa?

Uhm, benar...

Maaf, aku tidak mengenalimu.

- Tidak, itu tidak apa.

Tunggulah.

Aku akan pergi memanggilnya.

Ah, tidak.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Aku akan datang lagi.

Tunggu dulu.

Kau datang untuk mengatakan sesuatu, bukan?

Dr Aizawa biasanya tidak banyak bicara.

Tapi, ketika ada sesuatu yang perlu dikatakan, dia akan mengutarakannya.

Kau ayah

Dr Aizawa ,bukan?

Dia

mirip ibunya.

Nah,

Maafkan aku minta bantuanmu ketika kita baru saja bertemu.

Baiklah.

Ini.

Bisa tolong berikan kepadanya?

(Aizawa Seiji-sama)

Oke.

(Kirihara Natsumi)

Tanggal ini...

Apa?

Tidak, tak apalah.

Terima kasih.

Oh, maafkan aku.

Ya?

Apakah Nogami Naomi disini?

Oh, kau Tsubasa-kun...

Aku kakak tertua Naomi.

(Konferensi Kedokteran Jepang ke 85)

Dari Departemen Jantung internal Sekolah Kedokteran Meihou,

Profesor Shiraishi Hirofumi.

Selamat datang!

Seiji-sama:

Sudah lama.

Bagaimana kabarmu?

Tiba-tiba ada masalah saat ini

akan menyebabkan masalah besar bagimu, juga.

Aku benar-benar minta maaf untuk itu.

Tapi,

tidak ada pilihan lain.

Terima kasih atas perhatian kalian.

Tunggu sebentar.

Apa maksud dari yang kau katakan padaku?

Melepas peralatan pernapasan tanpa izin?

Apakah mereka menjelaskannya kepadamu? Apakah kau menandatangani surat persetujuan?

Tidak.

Kau bahkan tidak menandatangani?

Aku akan menanyakan pada pengacaraku.

Apa?

Lakukan saja seperti yang aku katakan!

Kau

hanya harus pergi ke kardiologi di Universitas Toto.

Ayah...

Tidak mungkin, sama seperti yang aku pikir.

Aku tidak bisa pergi

dengan kau membenciku.

Hasil biopsiku.

Satu-satunya hal yang bisa aku katakan

bahwa hal itu bukanlah kesalahan Kosaku.

Sekarang, hanya saja

kita berdua, tidak berpengalaman,

memiliki anak.

Itu

hanya

membuatku merasa bersalah.

Aku tidak mengetahuinya

Saat aku menarik diri dari pengobatan utama.

Daripada hal itu terjadi dan menyebabkan kesulitan untuk pasienku,

Aku memilih untuk melatih junior.

Kuliah adalah salah satu bagian dari itu.

Diferensiasi buruk kanker kelenjar.

TTF-1 positif.

Ini kanker paru-paru stadium 4.

Ketika kanker paru-paru ditemukan, dua dari tiga kasus yang bisa dioperasi.

Statistika

tidak berbohong.

Aku juga,

dengan caraku sendiri,

Aku mencoba untuk menjadi seorang dokter sampai akhir.

Harap mengertilah.

Orang tersayang menyembunyikan kebenaran.

Artinya,

berusaha untuk tidak menyakiti pasangan mereka,

itu adalah bentuk cinta.

Meskipun demikian, orang yang

mencoba untuk mengekspos rahasia.

Ini adalah malpraktek medis.

Dan kemudian,

mereka menyesalinya.

Mengapa mereka tidak

diam saja?

Bunuh dirinya...

...adalah salahku?

Code Blue: 2 Indonesian Subtitle Dipersembahkan oleh IslandSubs

Download subtitle ini dengan GRATIS @ islandsubs.com

Penerjemah Indonesia: Herlina28

QC: sooLazee

Credit: Querbeet

Download subtitle ini dengan GRATIS @ islandsubs.com

Dukung IslandSubs dengan TIDAK menjual, memposting ulang, mengupload ulang, dan menghardsub subtitle kami

Terima kasih sudah menonton bersama kami! Sampai jumpa di episode berikutnya CODE BLUE ~ Season 2.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.