All language subtitles for The.Mentalist.S03E13.Red.Alert.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tentu saja. Aku akan beri tahu secepatnya.

Tidak masalah. Sama-sama.

- Sial. - Direktur?

Bertram ingin terus dikabari.

Orang yang terlibat dalam kasus ini pasti ada hubungannya.

Mungkin kita akan beruntung mendapat bantuan.

Sudah lama tak mendapat yang mudah.

- Seharusnya kau tak katakan itu. - Katakan apa?

"Sudah lama tak mendapat yang mudah".

- Kita akan sial. - Maaf.

Amber Sutherland. Pembuat film dokumenter.

Rumah ini sewaan.

Dia berada di Crane Creek selama dua bulan...

Membuat video kampanye untuk Wali kota Kenyon Bagshaw.

Bukankah video kampanye berlebihan untuk seorang wali kota biasa?

Bagshaw mulai sukses.

Bagshaw ikut pemilihan khusus untuk maju ke DPR.

Rupanya ada sebuah kaitan.

Agen Lisbon? Aku Arnold Nail, Kepala Kepolisian Crane Creek.

Anak buahku menanggapi sebuah penembakan semalam...

Dan menemukan jasadnya.

Ini Agen Cho dan Agen Rigsby.

Anak buahmu sudah menyelidiki daerah sekitar?

Kami temukan senjata kaliber 38 di tong sampah ujung jalan.

Menurut nomor serinya, dilaporkan dicuri sekitar setahun lalu.

- Kami akan butuhkan itu. - Baik.

Dan aku paham CBI yang berwenang. Kami di sini untuk membantu.

Terima kasih. Biasanya kami tak diterima.

Aku bilang aku paham, tak bilang aku menyukainya.

Tampaknya pembunuhnya mengacaukan tempat ini. Ada yang hilang?

Amber rupanya punya peralatan video yang canggih.

Karena tak ada jadi kami pikir si pembunuh mengambilnya.

Perampokan yang gagal?

Bukan, masih banyak barang berharga lainnya yang masih ada.

Buat daftar barang yang hilang.

Hubungi Jane dan tanyakan kenapa dia belum tiba di sini.

Patrick Jane dari CBI. Aku dalam perjalanan menuju TKP.

Kau sadar dengan kecepatanmu?

Apa aku dapat hadiah jika menebak dengan benar?

Dua puluh satu kilometer per jam di atas batas kecepatan.

Tolong perlihatkan SIM dan bukti asuransi.

Boleh saja, tapi kami ada kasus pembunuhan yang harus dipecahkan.

Bukti yang terkontaminasi, pembunuh merancang alibi.

Empat puluh delapan jam pertama. Kau tahu itu, bukan?

SIM dan bukti asuransi.

Apakah ini perlu? Bukankah kita penegak hukum?

Menurutmu Aquaman akan menilang Batman?

Coba pertimbangkan itu.

Keluar dari mobil.

Tak ada tanda-tanda perlawanan. Dia mungkin kenal pembunuhnya.

Jika bersifat pribadi lalu kenapa mengambil peralatan videonya?

Agen Lisbon, aku mungkin punya sesuatu.

Salah satu petugasku sedang mengejar sebuah mobil.

Sopirnya bersikap aneh. Mungkin dia pelakunya.

Jangan berkata apa-apa.

Kendaraannya sebuah Citroen biru, berusia sekitar 30 tahun.

Pelat nomor California.

Lihat apa yang telah kau perbuat?

Menepi!

Selamat pagi, Lisbon.

Jangan bergerak! Perlihatkan tanganmu!

Apa aku melewatkan sesuatu?

Aku tak keberatan berikan kebaikan sesama profesi.

Tapi rekanmu mengabaikan permintaan petugasku dan melarikan diri.

Dia akan membayar tilangnya.

Jebakan batas kecepatan. Pemerasan yang dilegalkan.

Kau ingin orang pelan-pelan?

Parkirlah di tempat terbuka di mana orang dapat melihatmu.

Tapi kau bersembunyi dan menunggu seperti pencuri di malam hari.

- Dia akan membayarnya hari ini. - Aku tak akan membayarnya.

- Jane! - Aku tak akan bayar.

- Hentikan! - Pemeras.

Jika Tn. Jane ke Balai Kota untuk menyelesaikannya hari ini...

- Kita bisa lupakan ini. - Terima kasih.

- Aku ingin permintaan maaf. - Benarkah?

Teruslah bermimpi, Bung. Kau tak akan dapatkan itu dariku.

Aku bilang akan kita lupakan.

Ya, kita melupakannya.

Entah kenapa kau terburu-buru untuk datang ke sini.

Aku akan beri tahu siapa yang membunuh wanita itu.

Siapakah itu?

Seorang bajingan bernama Ronald Crosswhite.

Dia membunuh istrinya dua tahun lalu.

Dia didakwa atas pembunuhan istrinya.

- Sudah pasti dia pelakunya. - Sersan Rowley!

Kenapa dia tak dipenjara?

Terjadi kesalahan.

Berkas pembuktian terlambat diserahkan.

Jurinya tak menerima beberapa rekaman kamera.

Barang bukti yang penting. Crosswhite pun bebas.

Dan kaulah yang melakukan kesalahan itu.

Itu sebabnya kau tak bisa berhenti perhatikan jasad wanita itu.

Karena kau merasa bertanggung jawab.

Menjelaskan juga kenapa jika terjadi pembunuhan di kota ini...

Kau selalu ditugaskan menangani batas kecepatan.

- Dasar sok pintar. - Tenanglah. Sekarang!

Sepertinya kita sama-sama kesulitan menjaga bawahan.

- Bawahan? - Jika dia membunuh istrinya...

Apa kaitannya dengan Amber Sutherland?

Aku melihat keduanya sedang bersama dua hari lalu.

Kini dia tewas. Tak mungkin itu suatu kebetulan.

Bawahan?

Lisbon, tolong jelaskan padanya aku adalah seorang konsultan.

Aku bukan bawahan atau atasan. Aku sederajat.

Ginger Crosswhite berusia 31 tahun.

Bekerja di Balai Kota sebagai Petugas Samsat (DMV).

Tertembak mati di ruang keluarganya dua tahun lalu.

Menurut Jaksa, Crosswhite melakukannya untuk uang asuransinya.

Dia punya toko mebel kursi yang sedang dalam kesulitan.

Dan dia bebas?

Crosswhite mengaku saat pulang, dia menemukan tubuhnya.

Rekaman kamera perlihatkan kepulangannya...

Satu jam lebih awal sebelum pengakuannya.

Itu merusak alibinya.

Tapi Sersan Rowley terlambat serahkan berkas perintah pencarian.

Hakim menolaknya dan kasusnya batal.

Kerja bagus.

Istri Wali kota akan datang ke kantor.

Namanya Jessica Bagshaw.

Dia yang mengawasi pekerjaan video Amber Sutherland.

- Aku akan minta pernyataannya. - Baik, berhati-hatilah.

Mereka orang yang berpengaruh.

Agen Lisbon, gadis paling tangguh dari Pecos...

Takut pada Wali kota dan istrinya yang dari kota kecil.

Diam kau.

- Ya? - Tn. Crosswhite, kami dari CBI.

- Aku Agen Teresa Lisbon. - Aku Patrick Jane.

Kami ingin mengajukan pertanyaan tentang Amber Sutherland.

Tom Rowley cerita pada kalian tentang aku?

- Ya. - Itulah temanku, Tom.

Boleh kami masuk?

Bagaimana kau mengenal Amber?

Dia memfilmkan aku.

- Untuk sebuah dokumenter. - Yang mengenai Wali kota?

Bukan. Ini mengenai kematian istriku.

- Apa yang kaulakukan? - Istrimu cantik.

- Wajahnya sangat lembut. - Letakkan itu.

- Kenapa? - Letakkan saja.

Baik.

Jadi Amber sedang membuat dokumenter mengenaimu.

Ya.

Dia melakukan sejumlah wawancara.

Dia bilang perlu mencari uang untuk menyelesaikan filmnya.

Pasti menyenangkan untukmu.

Menceritakan versi ceritamu pada Amber.

Kau tak tahu.

Orang yang membunuh istriku masih berkeliaran bebas.

Tapi semua orang di kota ini berpikir aku pembunuhnya.

Itu masih terus menyelimutiku.

Seperti berada dalam air.

Terasa tak bisa bernapas.

Jika kau tak membunuh istrimu, apa yang kau lakukan terhadapnya?

Apa?

Kau tampak seperti orang yang paling bersalah.

Dengan sandiwaranya.

Hidup di antara kebencian tetanggamu.

Jika kau tak membunuh istrimu, lalu kenapa menghukum diri?

Kau harus pergi dari sini. Sekarang.

- Aku sependapat. - Itu hanya pendapatku yang jujur.

Pertanyaan yang wajar. Aku melaksanakan tugasku.

Baik. Semoga harimu menyenangkan.

Sepertinya tak masuk akal. Amber telah tiada.

Dia bekerja secara dekat denganmu?

Dia bersama kami hampir setiap hari.

Dalam dua pekan terakhir.

Kami perlu bicara dengan suamimu, Wali kota Bagshaw.

Tentu.

Dia sedang sibuk dengan kampanyenya. Bertemu dengan banyak orang.

Kau punya ide kenapa kira-kira orang ingin menyakiti Amber?

Tak terpikirkan olehku.

- Dia orang yang sangat lembut. - Baik.

Kau tahu kehidupan pribadinya? Apa dia punya pacar?

Dia beberapa kali berkencan dengan Zack Gladden.

- Dia bekerja di Balai Kota. - Amber dekat dengan orang lain?

Mungkin dengan seseorang yang terlibat dalam kampanye?

Apa yang kau maksud?

Tidak apa-apa. Maksudku dia cantik dan...

Suamiku tampan, menawan, dan berkuasa. Benar?

Bukan itu yang aku maksud.

Begitulah rumor itu berawal.

Kami tak ingin kematian seorang wanita dikaitkan dengan kampanye.

Kau mengerti maksudku, bukan?

- Jessica. - Direktur Bertram.

Gale. Aku baru mau menemuimu...

Setelah Agen Van Pelt selesai denganku.

- Apakah sudah selesai? - Sudah, Pak.

Ayo kita minum kopi.

Zack Gladden?

- Ceritakan tentang Amber. - Aku tak tahu harus berkata apa.

Dia keren. Kedengarannya bodoh sekali.

Dia dari Los Angeles. Sosok yang lucu.

Pekerja keras dan gigih.

Kami dengar dia sering bersama seseorang bernama Ronald Crosswhite.

Membuat sebuah dokumenter?

Dia menganggu Amber sejak kedatangannya di kota ini.

Orang baru untuk diperdengarkan omongan sampahnya.

Begitukah menurut Amber?

Menurutnya dia sedang mempertahankan objektivitas jurnalistiknya.

Setidaknya hingga beberapa hari lalu.

Apa yang terjadi?

Dia mewawancarainya, tapi katanya Crosswhite menjadi histeris.

- Kau baik-baik saja? - Ya, aku hanya gugup.

Kita akan mulai pertanyaannya.

Amber mengirim video ini ke seorang produser di LA beberapa hari lalu.

- Apa aku langsung mulai? - Benar.

Apakah toko mebelmu masih buka saat itu?

- Inikah bagian menakutkannya? - Tunggu.

Ada perbedaan mengenai waktu kepulanganmu.

Tak ada perbedaan.

Aku sudah melihat rekaman video keamanan.

Jangan bahas soal rekaman keamanan tersebut.

Aku berada di sana pada waktu yang sudah aku katakan.

Aku pulang dan istriku sudah mati.

Tidakkah kau paham? Pembunuh aslinya masih berkeliaran.

- Baik. - Kau bilang kau percaya padaku.

- Tenang. - Kau membohongiku juga?

- Kau salah satu dari mereka? - Tolong tenang.

Jangan menyuruhku untuk tenang! Apa ini? Jebakan?

Matikan itu!

Aku akan minta surat perintah besok pagi.

Buat daftar peralatan Amber yang hilang beserta nomor serinya.

Baik.

Kita akan memberi Crosswhite surat perintah besok pagi...

Dan kau akan ikut serta.

- Kedengarannya menyenangkan. - Jangan khawatir.

Kami akan mengantarmu ke Balai Kota agar kau dapat membayar denda itu.

Aku kira aku sudah dengan jelas mengenai hal itu.

Sebab itu aku jelaskan pada Chief Nail...

Jika kau tak membayar sampai besok siang...

Dia dapat mengajukan surat perintah penahananmu.

Kita juga seorang warga. Kita tak kebal hukum.

Terima kasih, Gandhi.

Yang aku tak suka adalah taktik murahan polisi ini.

Terserah maumu saja.

Dia tak ada.

Surat perintahnya tetap berlaku. Buka pintunya, Cho.

Bos.

Aku temukan ini di garasi.

Nomor serinya cocok dengan peralatan video Amber.

Hubungi Van Pelt. Minta dia sebar info penangkapan atas Crosswhite.

Kita perlu menahannya.

Selamat pagi, Ny. Bagshaw.

Permisi. Aku ada surat tilang.

Temui petugas itu.

- Jadi kau petugasnya. - Sepertinya begitu.

Aku ingin membayar tilang ini, tapi dengan protes.

Tak ada orang yang membayar dengan cara lain.

Semuanya tetap di tempat!

Semua tetap di tempatnya! Kau.

Kunci pintu depan.

Jika mencoba kabur, kau akan bertanggung jawab atas ini.

Semuanya ke sana. Ke dekat jendela!

Ke sana!

Ke sebelah sana!

Tetap di sana.

Sudah di kunci? Ke sini!

Jangan ada yang bergerak!

Bagus. Lebih banyak senapan lagi.

Chief. Ada apa?

Kami mendapat laporan, Crosswhite di dalam dengan senjata.

- Dia menyandera orang-orang. - Kita harus mengamankan lokasi...

Dan mencoba berkomunikasi dengan Crosswhite.

Terima kasih atas sarannya. Kami akan menangani ini.

Jangan memulai baku tembak kecuali diperlukan.

Kita harus mencari informasinya terlebih dahulu.

Jika aku tak salah dengar...

Ada sekelompok warga yang diancam oleh orang gila dengan senjata.

Aku tak perlu tahu selebihnya.

Ke sebelah sana! Ke sisi yang lain, cepat!

Aku bilang cepat!

Diam!

Tiga orang bersamaku melalui pintu depan.

Yang lainnya melalui pintu darurat di belakang.

Jika kau memulai baku tembak di dalam, maka akan ada yang mati.

- Sampai nanti setelah ini. - CBI punya kewenangan atas ini.

Aku akan menahan anak buahmu jika kau tak tenang sekarang juga.

Chief. Ayolah.

Tidak. Dia benar.

CBI memiliki yurisdiksi untuk saat ini.

Kau.

- Siapa namamu? - Donna.

Donna? Kau tampak tak asing.

- Kau seorang jaksa? - Aku seorang paralegal.

Kau Jane, 'kan? CBI, sedang apa kau di sini?

Tak ada apa-apa. Aku baru saja akan pergi.

Aku dengar di radio polisi kalian ingin menangkapku.

Kalian menganggap aku yang membunuh Amber, ya?

Kini anggapanku tak relevan.

Tapi bagaimana ini dapat meyakinkan bahwa kau tak bersalah?

Aku coba bicara, tak berhasil. Tak ada yang mau mendengarkan.

Boleh aku terima itu?

- Halo? - Jane, kau ada di Balai Kota?

- Sayangnya, ya. - Ada yang terluka?

- Belum ada yang mati. - Apa yang terjadi?

Aku ingin berbincang denganmu...

Tapi ada pria bersenjata yang ingin bicara denganmu.

- Siapa ini? - Tn. Crosswhite, ini Agen Lisbon.

- Mari tenangkan situasi ini. - Minta agar polisi menjauh.

Akan kulakukan.

Kenapa kau lakukan ini, Tn. Crosswhite?

Kenapa? Kenapa kau lakukan ini?

Aku tak lakukan apa-apa selain berbicara denganmu.

- Apa yang kau inginkan? - Aku ingin jaminan dari Gubernur...

Dan Jaksa Agung, bahwa aku tak akan dituntut...

Atas kematian Amber Sutherland.

Kita bisa bahas mengenai itu.

Aku ingin penyelidikan baru terhadap kematian istriku.

Dan aku ingin pembunuh aslinya ditemukan.

Lakukan sekarang.

Paketku masih tersisa dua bulan.

Mungkin ada cara dengarkan kejadian di dalam sana.

Jika kita dapat masuki sentral telepon utama Balai Kota...

Kita bisa nyalakan pengeras suara telepon pada mikrofon.

Lakukan. Di mana Nail?

Dia mengambil alih kedai kopi di sana untuk ruang pusat komando.

Nail telah menyadap kamera di sekitar Balai Kota.

- Itu pintar sekali. - Hanya mencoba terus cari tahu.

Itu pintu masuk belakang Balai Kota.

Ada alarm, tapi dapat dimatikan dari sini.

Kita alihkan perhatiannya dari depan...

Mengirim anak buah lewat pintu belakang.

Dan meminimalkan jumlah korban.

Menurut prosedur harus mencoba bicara...

Pada orang yang punya sandera.

Itu yang akan kami lakukan.

Tolong kerja samanya, Lisbon. Kita perlu rencana cadangan.

Persetan dengan itu. Ayo lakukan!

Kita tak akan masuk kecuali Crosswhite menembak terlebih dahulu.

Itu jalur yang paling aman.

Kecuali kau sandera pertama yang ditembak oleh Crosswhite.

Ada yang mau memberitahuku apa yang terjadi?

Wali kota Bagshaw. Aku Agen Lisbon dari CBI.

Senang mendengarnya.

Apa rencananya, Nail?

Masuk melalui jendela samping, lalu melalui belakang...

- Lalu melumpuhkan Crosswhite. - Laksanakan.

Penyerangan seperti itu merupakan pilihan terakhir.

Bukan yang pertama.

Separuh lusin orang, termasuk istriku...

Ada di dalam gedung itu bersama orang gila bersenjata.

- Aku ingin mereka dibebaskan. - Aku tak akan memperbolehkan.

CBI memiliki kewenangan atas ini.

Sudah tidak lagi. Kini kau bekerja dengan kami.

Jika kau tak percaya, bicaralah pada atasanmu.

Karena aku sudah.

Lisbon, ini karena pertimbangan masalah perasaan aparat setempat.

Tapi ini masalah menghindari jatuhnya korban.

Aku yakin kau akan lakukan semampumu untuk menghindari itu.

Aku tak bisa jika tak memiliki kewenangan.

Aku tahu Wali kota Bagshaw sangat berpengaruh, tapi...

Tak ada "tapi".

Pengaruh memiliki pengaruh terhadap yang lain.

Aku tak perlu jelaskan cara berpolitik padamu, bukan?

- Ini bukan masalah politik, Pak. - Semuanya masalah politik, Lisbon.

Bagaimana pun.

Cobalah bersikap persuasif. Sangat efektif.

- Apa katanya? - Kita sendirian.

Kau tak ingin mereka masuk. Sebaiknya kita bertindak.

Mereka sedang bersiap.

Teresa, aku tahu kau sibuk, tapi ada beberapa wartawan...

Yang ingin meminta waktumu.

- Jangan sekarang, Brenda. - Baik, beri tahu jika ada waktu.

Tunggu dulu. Satu, sekarang.

Bagus. Mau yang khusus atau aku asal pilih saja?

Yang punya akses terbaik ke Direktur Bertram.

Kami manusia. Kami punya hak untuk ke kamar mandi.

Ada satu di ruang Wali kota persis di sudut sana.

Kau polisi dari luar kota, bukan?

Seperti itulah.

Kau punya rencana untuk bebaskan kita dari sini?

Ya, tentu saja.

Apa yang sedang kau lakukan?

Aku berpikir. Dan menunggu.

Jangan kekanak-kanakan. Bersabarlah.

Mereka akan menyerbu masuk, kau tahu itu.

Akan ada baku tembak. Itu akan membuktikan apa?

Jangan salahkan aku atas ini.

Kau sama seperti mereka.

Kau yakin aku membunuh Amber.

Sama halnya seperti mereka yakin aku membunuh istriku.

Memang lebih sering suami yang melakukannya.

Aku tak melakukannya.

Terjadi banyak pembobolan rumah di lingkungan ini.

Ini merupakan suatu perampokan yang gagal.

Cuma karena kamera menyatakan aku ada di suatu tempat yang salah.

Mereka bahkan tak menyelidiki perampokannya.

Itu tak benar.

Apa katamu?

Kami menyelidiki pencurian tersebut. Itu ulah anak-anak.

Mereka saling menyalahkan begitu ditangkap.

- Mereka bukan pembunuh. - Donna.

Kau bilang kau bukan dari kejaksaan.

Tidak, aku hanya mengatakan aku seorang paralegal.

Seseorang telah membunuh istriku.

Dan kau terlalu sibuk menyalahkanku untuk menangkapnya.

Maaf telah mengatakan sesuatu. Mohon jangan menembakku.

Aku tak akan menembakmu.

Menodongkan senjata ke wajahnya bukanlah ide bagus.

Semuanya diam!

Aku minta maaf. Tolonglah.

Hentikan itu.

- Aku dapat membantunya. - Ya, tolonglah.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa. Berdirilah.

Mari ke sini dan duduklah.

Kau tahu bahwa napas dapat mengatur kesadaran dan bawah sadar.

Itu cara mereka saling mengendalikan.

Bernapaslah.

Bernapaslah dan tenangkan dirimu.

Bos, kami sudah menyadap jaringan telepon Balai Kota.

Kau pasti mau dengarkan ini.

- Lisbon. - Agen Lisbon.

Aku baru saja bicara dengan seorang wartawan dari The Examiner.

Dia sepertinya tahu banyak tentang kejadian di Crane Creek.

Aku bilang padanya, apa pun menurut sumber tak bernama itu...

Prioritas CBI adalah keselamatan warga.

Dan bukan karena takut tekanan setempat untuk lakukan sebaliknya.

Aku juga bilang padanya...

Bahwa kewenangan di Crane Creek...

Berada pada agen pimpinan kami di lokasi.

Yaitu kau.

Aku telah beri tahu Bagshaw, kepala polisinya tahu kau yang berwenang.

Terima kasih, Pak.

Kita akan membahasnya lagi.

Semoga sukses, Agen.

Tarik napas.

Buang napas.

Bagus. Tarik napas. Biarkan dirimu tenang.

Tarik napas dan keluarkan. Tenang saja.

Apa yang sedang dia lakukan?

Sepertinya dia sedang menghipnotis seseorang.

Kami sudah siap, Pak.

Tahan dulu.

Jangan menyerang sebelum Crosswhite menembak terlebih dahulu.

- Agen Lisbon yang berwenang. - Ini konyol.

Itu perintah. Kembali ke posisimu.

Tarik napas, dan keluarkan.

Tenangkan tubuhmu. Biarkan matamu menutup.

Bagus.

Pikiranmu kini dalam kondisi "Fight-or-Flight " (tegang).

Tak ada yang bisa kau lakukan. Jadi tarik napas...

Dan keluarkan. Biarkan semuanya keluar.

Jatuh ke lantai.

Kini bayangkan dirimu berada di tempat yang hangat dan aman.

Tarik napas, dan keluarkan.

Kini kau sedang melayang.

Melayang jauh.

Ya, Tuhan!

Aku tertembak!

Mereka mencoba membunuhku.

Mereka mencoba membunuhku.

Keparat.

Mereka mencoba membunuhku.

Mereka mencoba membunuhku. Tutup tirainya! Sekarang!

Tahan! Jangan menembak!

Itu dia! Berhenti!

Berhenti! Tiarap! Sekarang!

Ulurkan tanganmu.

- Ada apa lagi? - Entahlah.

Kau bisa menjawab teleponnya.

Itu akan menyulitkan untuk bicara dengan mereka.

Kau yang akan bicara dengan mereka.

Aku akan beri tahu kau harus katakan apa.

Baiklah.

Aku ingin membawa Donna. Dia terluka dan butuh bantuan.

Tidak.

Kami akan menuntutmu atas percobaan pembunuhan.

Hubungi pengacaramu atau perwakilanmu, aku tak peduli.

Aku yang menyebabkan tewasnya gadis Sutherland itu.

- Aku ingin memperbaikinya. - Bawa dia keluar, Cho.

- Bos. - Aku tahu teleponnya terputus.

Bukan itu.

Itu Jane.

Jangan tembak aku.

Lisbon. Senang kau bisa datang.

Jane.

Kalian semua seharusnya malu.

Crosswhite belum menembak siapa pun...

- Tapi kalian menembak Donna. - Dia baik-baik saja?

Untuk orang yang telah tertembak, dia baik-baik saja.

Hanya tergores.

Itu perbuatan Sersan Rowley tanpa sepengetahuan kami.

Itu menurutmu.

Kesalahan Rowley sudah cukup merugikanku.

Kalau bukan karena dia, kita tak akan ada di sini.

Kau marah? Menurutmu bagaimana perasaannya?

- Jangan bersimpati padanya. - Siapa Ronald Crosswhite?

Dia orang yang tidak didengarkan.

Orang yang sering disakiti dan dipermainkan.

Sulit untuk tak bersimpati padanya.

Aku bersimpati. Aku merasakan apa yang dirasakannya.

- Ini bukan sesi terapi! - Memang bukan.

Dia bilang waktumu sejam untuk menghubungkannya...

Dengan Gubernur dan Jaksa Agung atau dia mulai menembak sandera.

Kami akan lakukan itu.

Tanyakan dulu apakah dia dapat membebaskan wanita yang terluka.

Itu tak terpikirkan olehku. Itu ide bagus.

Lumayan, CBI.

Katakan kau tak membunuh istrimu.

Aku tak membunuh istriku.

- Kau selingkuh darinya? - Tidak.

- Kau menyimpan rahasia darinya. - Tidak.

Ya, ada sesuatu.

Kau baru saja memikirkannya. Apakah itu?

- Aku dulu seorang perokok. - Dia benci itu.

Kau bilang sudah berhenti, tapi belum.

Apa yang kau lakukan?

Aku berkendara jauh untuk menjernihkan pikiran.

Menyelipkan rokok. Aku kira apa salahnya, bukan?

Itu yang kau lakukan di malam kematiannya.

Aku berkendara dan mendengarkan musik.

Merokok beberapa batang.

Saat pulang, dia ada di lantai.

Ada darah.

Letakkan tanganku pada wajah dan tercium bau rokok pada jariku.

Hal terakhir yang kukatakan padanya adalah sebuah kebohongan.

Dan itulah rasa bersalah yang terus membebanimu.

Aku semestinya ada di sana.

Aku semestinya ada di sana bersamanya.

Pernahkah terpikir olehmu bahwa pembunuhnya menunggumu pergi?

- Berarti kau percaya padaku? - Sepertinya begitu.

Tapi menyandera kami untuk membuktikannya adalah...

Ide terbodoh yang pernah kau punya.

Donna.

Rekaman video keamanan, bukti kuat terhadap Tn. Crosswhite...

- Siapa pemiliknya? - Perusahaan listrik.

Bagus, dan kesalahan Rowley yang ditolak itu...

Apakah dianggap konyol? Apakah sulit diantisipasi?

Dari semua berkas yang harus dilupakan, dia pilih yang terburuk.

Itu sudah cukup.

Crosswhite, lupakan soal tenggat waktu.

Aku akan memberitahumu siapa pembunuh istrimu dalam 20 menit.

- Aku hanya butuh tiga hal. - Apa?

Pertama, Donna terluka.

Biarkan dia pergi agar dapat dirawat.

Masih banyak dari kami untuk ditembak jika itu yang kau inginkan.

Kedua, aku perlu ke kamar mandi.

- Aku juga. - Dan aku.

- Baik. - Kami semua perlu ke kamar mandi.

Dan ketiga, aku perlu pena dan beberapa kertas.

Hanya itu yang kau butuhkan untuk mencari pembunuh istriku?

Ya. Apa menurutmu Gubernur dapat mengatakan itu?

- Aku meragukannya. - Baik.

- Kau bisa jalan? - Aku baik-baik saja.

Bilang Kenyon aku tak apa.

Tak boleh ada pesan.

Buka pintunya.

Donna, kau sangat berani.

Maaf, aku lupa.

Itu salahku.

- Jane menyampaikan pesan? - Tidak. Dia hanya memelukku.

Memeluk?

Permisi.

Jane mengirim pesan.

Apa pesannya?

Hai, Semuanya. Aku memecahkan kasusnya.

Aku melihat amplop di meja Wali kota yang ditinggalkan oleh Amber.

Pasti itu yang dicari oleh si pembunuh.

Aku belum bisa membacanya. Salam, Jane.

Catatan: Lisbon, aku tak akan membayar denda itu.

Aku tahu apa maksudnya.

Tapi sepuluh menit lagi tenggat waktunya habis.

Crosswhite bilang akan mulai menembak seseorang.

Aku tak peduli apa yang kau ketahui soal Bertram.

Jika orang gila itu menyakiti istriku...

Aku akan menghancurkanmu.

Keputusan ada padamu, Lisbon.

Selanjutnya bagaimana?

Selanjutnya adalah aku dan kau akan keluar.

- Kau sudah gila? - Sangat mudah.

- Mereka akan menembakku. - Tidak jika aku di sampingmu.

Aku tak akan mengambil risiko itu.

Antara kau yang keluar atau menunggu untuk mereka menyerang masuk.

Menurut aku, kemungkinanmu lebih baik jika kau keluar.

Aku tak akan melakukannya.

Aku bahkan tak tahu kenapa aku mendengarkanmu.

Karena aku tahu apa yang aku katakan.

Kau dalam keadaan terdesak. Aku pernah mengalaminya.

Tempat yang gelap dan sepi.

Dan kuberi tahu kau, ini adalah jalan untuk kembali.

Dan yang terpenting, aku menawarimu apa yang kau inginkan.

Yaitu pembunuh istrimu ada di hadapanmu terborgol.

Jika kau keluar, ada kemungkinan kau akan lihat itu.

Tapi jika kau bertahan di sini, kau mungkin akan mati.

- Ini hanya tipuan. - Seandainya begitu.

Jika ini sebuah tipuan, aku akan lebih percaya diri.

Ini peluang 60-40.

Tapi apa rencana lainnya? Kau akan ikut?

Banyak sekali senjatanya.

Letakkan senjatamu sekarang!

Kau tahan Crosswhite. Kami akan mengeluarkan sanderanya.

Tiarap dan tangan di samping. Rentangkan kaki dan jangan bergerak!

- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.

Tangan di belakang. Sekarang!

Pelan-pelan, Rigsby.

Jessica!

Sepertinya kau keliru.

Tak ada amplop di meja Wali kota.

Kau akan mau melihat ini.

Tak ada di sana karena kau sudah memasukkannya...

Ke dalam rompi anti pelurumu.

- Maaf? - Kau membunuh Ginger Crosswhite.

Dan kau yang membunuh Amber Sutherland.

Arnold?

Atas dasar apa aku menyakiti wanita-wanita itu?

Aku belum tahu dengan Ginger, tapi Amber...

Dia mengetahuinya, bukan?

Kau sudah menangkap pembunuhnya.

Dan kau takut aku akan memercayainya.

Jika dia berkata jujur soal jam kepulangannya malam itu...

Maka rekaman video tersebut tak masuk akal.

Apa maksudmu?

Tak mungkin perusahaan listrik mengutak-atiknya.

Kau punya akses pada barang bukti dan kau mengubahnya.

Amber yang ahli video mengetahuinya. Lalu kau membunuhnya.

Tapi yang tak kau ketahui bahwa Amber meninggalkan pesan...

Tentang apa yang dia ketahui di meja Wali kota.

Tak ada amplop apa pun.

Ada.

Sebab aku yang meletakkannya di sana.

Kini mari kita lihat.

Chief Nail, lepaskan rompimu.

Bukalah.

Bacakan.

Tangkaplah aku.

Baik.

Lihatlah itu. Tak perlu katakan itu dua kali.

Aku tak mau dipenjara!

Jangan lakukan itu!

Nyaris sekali.

Saat ini kami sedang menyelidiki rekaman video itu.

Hanya masalah waktu sebelum mereka tahu apa perbuatanmu.

Kau seorang polisi yang akan diproses sesuai aturan.

Pikirkan itu.

Ginger Crosswhite yang membuat dirinya sendiri tewas.

Aku ingin kaupahami itu.

Kami sebelumnya pernah berbincang di Balai Kota.

Dia tak selugu yang terlihat.

Pasangan nikahnya tak setimpal. Siapa pun bisa lihat, bahkan aku.

Terlihat jelas dia tak bahagia.

Ada sebuah percikan di antara kami. Menurutku sangat kuat.

Dia hendak beri tahu semua orang aku menyerangnya.

Mencemarkanku.

Seolah aku sesuatu yang menjijikkan.

Dari mana kau dapatkan video Crosswhite?

Aku meretas kamera keamanan dan mengubah waktunya.

Aku membuatnya tak bisa berkelit.

Dan si bodoh Rowley itu lupa menyerahkan surat perintahnya.

Lalu Crosswhite bebas.

Dan hidup dengan perasaan bersalah yang kau ciptakan untuknya...

Sampai dia bertemu Amber.

Dan dia mengetahui ada yang salah dengan rekaman tersebut.

Dia mengatakan bahwa metadata-nya tak cocok.

Dia tak tahu aku terlibat.

Dia bilang belum menceritakannya pada orang lain.

Aku temui dia di rumahnya.

Dan kau mengambil kameranya dan menaruhnya di rumah Crosswhite.

Benar.

Aku kira saat mengakui kesalahanku, akan terasa terlepas dari beban.

Aku tak rasakan apa pun.

Crosswhite, sudah saatnya.

Maaf soal kau masuk penjara, tapi kau menyandera banyak orang.

Aku tak peduli.

Kini bagiku penjara tak berarti apa pun.

Kita lihat bagaimana perasaanmu setelah beberapa tahun.

Aku akan baik-baik saja. Aku bisa bernapas lega.

Terima kasih.

Kau paham dengan aturan...

Mengenai agen berikan pernyataan tanpa nama kepada wartawan?

Seorang pegawai CBI tak boleh memberi pernyataan tanpa nama...

Atau pernyataan tertutup pada anggota media.

Dan apa akibat dari pelanggaran tersebut?

- Diskors atau diberhentikan. - Benar.

Tapi keluarga Bagshaw senang.

Tidak adanya korban, dan kau menangkap pembunuhnya.

Ya, Pak.

Jadi jika kau dapat menemukan cara yang tepat...

Kau bisa melakukan apa saja.

Kau telah menemukan cara yang tepat. Pintar sekali.

Semoga kau tetap pintar.

- Ada apa tadi? - Hanya urusan biasa.

Apa itu?

Ini adalah surat tilangku yang aku tak mau bayar.

- Aku tak akan membayarnya. - Berarti tak ada yang mau bayar.

Aku akan minta Bertram membayarnya.

- Bagaimana caranya? - Aku punya caraku.

Aku taruh di mejamu!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.