Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lisbon!
Jangan bergerak.
Apa dia menggigit?
Dia bisa membunuhku.
- CBI? - Ya, Pak. Lisbon. Jane.
Aku Mullery. Kenapa kalian begitu lama?
Sherif, aku mengerti ini situasi yang sulit untukmu.
Situasi yang sulit? Ini Deputi Nelson Capel.
15 tahun bekerja bersamaku. Punya tiga anak.
Semalam dia menjawab panggilan darurat pukul 22.23...
Dari gadis lokal, Keeley Farlowe, menelepon dari ponselnya.
Dia memberi tahu lokasinya di sini dan sambungan terputus.
Ini Deputi Lance Connor, sudah lima tahun bergabung.
Ayahnya satu SMA denganku.
Kalian lihat kapten tim medis di sana yang menangis histeris?
Dia keponakanku, Todd.
Penyebab dia menangis, Keeley. Itu tunangannya. Lehernya disayat.
Jadi, ini memang situasi yang sulit.
Silakan melihat apa pun yang kalian mau.
Beri tahu saat kalian selesai agar bisa bawa mereka ke tempat layak.
- Ini tak mudah. - Tapi menarik.
Tiga cara membunuh yang berbeda. Kenapa begitu?
Selalu buruk jika polisi setempat terlibat secara pribadi.
- FBI mau tangani ini? - Mayatnya juga telah diatur.
Bukan dengan cara berlebihan, tapi ada nilai estetika di sini.
Pelakunya tak terburu-buru.
Ya, kita sedang menghadapi maniak yang sangat rumit.
Ya, kurasa aku akan menghubungi FBI.
Tidak, jangan lakukan itu. Entah kenapa, tapi aku...
Aku menginginkan kasus ini, atau sebaliknya.
Baiklah. Aku punya firasat akan menyesal.
Kalian sudah selesai?
Sherif Mullery, agar kita sepemikiran...
Dalam kasus seperti ini, CBI punya yurisdiksi tunggal.
Departemen kalian akan berperan sebagai penasihat.
- Itu cara... - Kalian bisa dapat yurisdiksi.
Aku bersumpah yang melakukan ini akan mati sebelum ke ruang sidang.
Kalian tak mendengar itu.
Ya, aku sudah menyesal.
Kantor Sherif Vineland, California
- Apa kata sandi untuk wi-fi? - Apa?
- 1234. - Tentu saja.
Jadi, CBI.
- Yang terbaik. - Tidak juga.
- Aku Agen Grace van Pelt. - Bob Woolgar. Nomor dua di sini.
Itu Hoobs.
Pak, ada yang bisa kubantu?
Boleh bicara dengan siapa pun yang bertugas...
- Di investigasi pembunuhan? - Kenapa begitu?
Maaf, apa kau yang bertugas?
- Tidak, tapi aku... - Sudah kuduga bukan.
Pak, aku dari CBI. Kami bertugas dalam penyidikan ini.
Jika punya info tentang kasus ini, aku senang sekali jika itu membantu.
Jangan tersinggung, Nona.
Kau terlalu muda dan cantik untuk punya wewenang.
Sementara itu, aku akan menunggu atasanmu.
Jika kalian orang media, pergilah.
CBI. Polisi.
Jatuhkan senapan sekarang juga.
Baiklah, tak masalah. Tak perlu berteriak.
- Kau siapa? - Aku Joe Hunnicker.
Keeley cucuku. Aku tinggal di sini dengan dia dan Todd.
Masuklah.
Dia gadis baik.
Jika dia dan Todd tak menerimaku, atau andalkan cek veteranku...
Entah aku akan tinggal di mana.
- Todd. - Lisbon. Jane.
Ya, kita sudah bertemu.
Maaf karena aku emosi di sana.
Aku agak gila, kalian bisa bayangkan.
Kini aku sedikit lebih tenang.
Yakinlah, aku tak akan main hakim sendiri.
Kami turut berduka. Dan aku lega kau berpikir begitu.
Tak ada untungnya main hakim sendiri. Balas dendam itu sia-sia.
Itu pernyataan yang tak akurat, 'kan?
Aku yakin kita bisa memikirkan contoh saat balas dendam berhasil.
- Terima kasih atas masukannya. - Aku hanya menyatakan.
Ceritakan tentang Keeley.
Entah apa yang harus kukatakan.
Aku mencintainya. Kami akan menikah.
- Tadinya. - Orang tua?
Kecelakaan mobil sekitar lima tahun lalu.
Sopir mabuk. Keduanya tewas.
Kapan terakhir kali kau berbicara dengannya?
Sekitar satu jam sebelum dia pulang.
Aku menelepon dan memintanya membawakan bir dan keripik.
Aku dan Hunny bermain Gin Rummy. Aku bisa menjemputnya.
Biasanya aku begitu, di saat hujan atau tidak.
Tapi kemarin malam kurasa aku malas.
Pada dasarnya karena salahku dia tewas.
Jangan bicara begitu, Nak.
Jangan menyalahkan dirimu.
Tolong temukan pelakunya.
Aku hanya ingin tahu alasannya.
Kenapa?
Keeley bekerja malam selama setahun terakhir.
Pukul 16.00-22.00, selalu seperti itu.
Gadis yang baik. Semua orang menyukai dia.
Dia selalu tersenyum.
Ya, dia anggap semua orang baik. Agak lugu.
Apa ada seseorang yang khusus?
Tidak, hanya secara umum. Memercayai siapa pun.
Kemarin malam, pukul berapa dia pulang?
Seperti biasa, pukul 22.00. Dia naik sepeda.
Kubilang itu bahaya, tapi katanya hemat dan membuatnya tetap kurus.
Ada yang janggal saat sif kerjanya? Apa pun itu?
Aku tak melihatnya.
Ada sopir truk yang coba mengajaknya pulang.
Dia datang beberapa kali. Selalu memberi uang tip 10 dolar.
Kemarin dia di sini saat akan tutup. Kau ingat dia, Rusty?
Keeley biasa menunjukkan cincin tunangannya pada para pria...
Untuk menghentikan mereka.
Tapi pria ini tak peduli dan tetap berusaha.
- Kau tahu namanya? - Di kausnya tertulis "Greg".
Kau ingat dia. Pria tua besar yang ramah.
Aku tak ingat.
Dia mengendarai truk dengan gambar jeruk tersenyum di sampingnya.
Dengan tangan, seperti mengatakan dirinya jeruk.
"Contoh saat balas dendam berhasil."
- Bagus sekali. - Aku hanya menggoda.
Kau munafik bila menceramahi tentang balas dendam, 'kan?
Kenapa begitu?
Selama ini kau telah membantuku berusaha membalas dendam.
- Itu berbeda. - Kenapa begitu?
- Aku mengendalikan keadaan. - Benarkah?
Dia pasti telah diculik di suatu tempat sepanjang jalan ini.
Aneh kita belum menemukan sepedanya.
Mungkin dia tak langsung pulang.
Apa maksudmu kau mengendalikan keadaan?
Jika saatnya tiba, saat kita menemukan Red John...
Aku akan ada untuk menghentikanmu bertindak bodoh.
Kita akan bawa ke hadapan hakim dan juri.
- Kau sungguh percaya itu? Benarkah? - Ya.
Aku menduga kau meragukan hakim dan juri.
Dugaanmu salah. Aku tak meragukannya.
Kau tahu kenyataannya akan berbeda.
Red John milikku dan aku akan membalas dendam kepadanya.
Kurasa jika saatnya tiba...
Kau akan sadar bahwa kekerasan bukanlah jawabannya.
Aku tak tahu idealisme-mu yang naif terasa dalam.
- Permisi. Kau Agen Teresa Lisbon? - Ya, benar.
Selamat malam, Bu. Namaku Ellis Mars.
Aku tahu kau memimpin penyelidikan pembunuhan Keeley Farlowe.
- Benar. - Gadis malang.
Aku sering melihatnya keliling kota. Begitu segar dan polos.
Lalu?
Aku punya informasi.
Pembunuhnya akan beraksi lagi. Tak lama lagi.
- Bagaimana kau tahu itu, Pak? - Itu sulit dijelaskan.
Beberapa menyebutnya mata batin atau indra keenam.
Kurasa itu bakatku.
- Tak tertarik. Tapi terima kasih. - Aku sudah menunggu beberapa jam.
Mungkin kau lebih berpikiran terbuka.
- Jangan sampai aku memulainya. - Kumaafkan kekasaranmu.
Aku bisa tahu kau telah mengalami tragedi hebat.
Benarkah?
Maaf, aku tak bermaksud menyinggung.
- Aku hanya melihatnya di matamu. - Selamat tinggal, Tn. Mars.
Jika butuh bantuanku lagi, silakan hubungi aku.
Aku akan senang datang lagi.
Cho dan Rigsby kembali ke Sacramento untuk menjemput Gregor Hobart...
Sopir truk Happy Citrus Farms.
Dia terlihat bicara pada Keeley setelah pulang.
- Bagaimana dengan forensik? - Mereka segera membuat laporan...
Akan selesai besok pagi.
Aku sudah pesan kamar di motel terdekat.
Harga yang terjangkau. Deputi Hobbs bilang bersih.
Bagus. Ini hari yang melelahkan.
- Kau tak apa-apa, Jane? - Motel di kota kecil, piza SPBU.
Apa lagi yang lebih baik?
Macan-macan menyala.
Di hutan malam hari.
Tangan atau mata abadi apa yang bisa menciptakan makhluk menakutkan itu?
- Gregor Hobart? - Ya.
- Jangan kabur. - Aku memang tak berniat kabur.
- Kami sedang mencarimu. - Tak ada yang memanggilku Gregor.
- Ada apa ini? - Keeley Farlowe.
Dia tewas. Dibunuh.
Tidak.
- Kau tertarik dengan Keeley, 'kan? - Benar.
- Kau pernah mengatakan kepadanya? - Tentu. Aku mengajaknya kencan.
- Apa tanggapannya? - Kurasa dia tertarik.
Dia akan segera menikah.
Kita semua pendosa, Kawan. Bahkan gadis baik-baik macam Keeley.
- Kapan terakhir bicara dengannya? - Kemarin, saat dia pulang kerja.
Kapan dia pulang kerja? Di mana?
Di luar kedai, di jalanan.
Dia sedang membuka kunci sepedanya.
Itu menjadikanmu orang terakhir yang melihatnya hidup.
- Selain pembunuhnya. - Benar. Kalian bertegur sapa?
Kami saling menyapa.
Dia sedang sedih, jadi aku coba menghiburnya.
Aku menceritakan sebuah lelucon. Kambing ini berjalan ke dalam bar...
Dia sedih tentang apa?
Koki di kedai mengganggunya dengan diam-diam, memegangnya.
Seorang pengagum rahasia.
Mereka bertengkar kecil sebelum aku bertemu dengannya.
Karena itu dia sedih.
Aku membuatnya tertawa, dia pergi dengan senang.
- Itu terakhir kau melihatnya? - Ya. Ada yang aneh.
Saat dia pergi, bulan muncul di atas bukit.
Dia seperti berkendara ke bulan, kau mengerti?
Aku sedang mengagumi betapa cantiknya dia.
Pada saat yang bersamaan, itu memberiku firasat yang buruk.
Seperti pertanda buruk.
Kami dengar kau menggoda Keeley Farlowe.
- Kau memegang dia? - Tidak.
Kami dengar kau bertengkar dengannya kemarin.
Tidak.
Di sini panas, gulunglah lengan bajumu.
Tak masalah. Aku tak kepanasan.
Ini disebabkan oleh kucing.
Tak ada kucing, Rusty.
Dan forensik akan menemukan kulitmu di bawah kuku Keeley, 'kan?
Aku ingin pengacara.
Tinggalkan dia sebentar denganku, aku akan dapatkan pengakuannya.
- Itu ide bagus. - Cara kami tak seperti itu.
Jangan cemaskan itu, Nona Kecil. Minum kopi saja.
Periksa surelmu, ini tak akan lama.
Sherif, aku yakin kita punya perbedaan budaya di sini.
Kami akan bawa dia ke Sacramento dan menginterogasinya di sana.
Menghindari perselisihan. Ayo.
Kau menyinggungnya dengan kata "Nona Kecil".
Bibiku punya kucing.
Sangat jahat seperti Charlie Manson tapi berbulu.
Namanya Percy. Mengerti? Purr-see.
- Anekdot yang menarik. - Coba menenangkan teman kita.
Aku akan membunuhmu!
Tenanglah, Pak. Tenanglah dan rasa sakitnya akan berhenti.
Kenapa aku tak boleh menuntut Todd Johnson atas penyerangan?
- Kurasa kau harus menuntutnya. - Tapi dia anak yang baik.
Dia terbawa emosi. Kita akan merusak hidupnya dengan catatan kriminal.
Bukankah dia sudah cukup menderita?
Balas dendam itu tak legal. Orang-orang harus tahu itu.
Aku mengutamakan keadilan dan kemanusiaan.
Sedangkan Lisbon mengutamakan pengajaran.
Izinkan aku bicara padanya. Akan kubujuk agar tak balas dendam.
- Kubawa dia ke jalan yang benar. - Menurutmu kau bisa?
Aku tahu aku bisa. Aku pernah berada di posisi itu.
Baiklah, lakukanlah.
Jika dia mengatakan hal yang benar dan aku percaya, dia boleh pergi.
Baiklah.
Silakan duduk.
Kau baru saja coba membunuh orang tak bersalah.
- Beruntung sekali kau gagal. - Aku tak gagal.
Aku memang tak berpikir, tak tahu apa yang kulakukan.
- Kau yakin bukan dia pelakunya? - Bukan dia. Percayalah kepadaku.
Pimpinan CBI ingin menuntutmu atas penyerangan.
- Kurasa aku pantas mendapatkannya. - Kecuali...
Kau bersumpah sudah belajar dan tak akan membalas dendam.
Aku tak bisa melakukan itu, Tn. Jane.
Jika kutemukan pembunuh Keeley, aku akan membunuhnya.
Aku tak bisa bersumpah untuk melakukan sebaliknya.
Todd, jika kau ulangi yang kukatakan kepadamu sekarang...
Maka aku akan menyangkal setiap kata-katanya.
Jika kau sungguh ingin balas dendam, kau harus kuat.
Kau harus tak jujur, licik, dan dingin.
Kau tak bisa biarkan orang melihat isi hatimu.
Mengerti?
Aku sangat menyesal.
Aku bersumpah itu tak akan pernah terjadi lagi.
Aku senang mendengarmu mengatakan itu.
Dan aku senang mengatakan kau boleh pergi dengan bebas.
- Tak ada tuntutan. - Terima kasih.
Terima kasih.
- Itu semua omong kosong, 'kan? - Terdengar cukup tulus bagiku.
- Kuharap kau tahu yang kau lakukan. - Aku yakin 78 persen.
- Apa itu, Grace? - Laporan balistik sudah datang.
Deputi Connor ditembak dengan pistol kaliber 45...
Sama seperti yang dipakai dalam pembunuhan Howard-Ortiz.
- Sial. - Pembunuhan Howard dan Ortiz?
Dua bulan lalu seorang opsir Kepolisian Sacramento, Jeff Ortiz...
Ditembak mati oleh pengendara yang lewat.
Sebulan kemudian, opsir Patroli Jalan California, Rance Howard...
Ditembak mati dengan pistol yang sama.
Kedua peristiwa itu terjadi larut malam di jalan pedesaan.
Howard bekerja di sini sebelum kau masuk. Pria yang baik.
Kantor San Fransisco tangani itu, sudah bicara pada mereka?
Ya. Mereka mengirimkan salinan arsip kasusnya.
Pembunuh berantai anggota polisi. Menarik sekali.
Ini bukan teka-teki yang menarik. Ini masalah media besar.
Baiklah.
San Fransisco tak punya info apa pun tentang pembunuhan Howard-Ortiz.
Forensik hanya dari balistik, tak ada saksi atau petunjuk.
Rusty Moore liburan di Florida saat pembunuhan pertama terjadi.
Catatan kerja Hobart menunjukkan dia jauh dari kedua tempat.
Jadi, kita bisa keluarkan mereka dari daftar tersangka.
Forensik tak menemukan DNA mencurigakan...
Di tubuh Keeley atau kedua deputi.
Jejak ban di lokasi kejadian adalah ban standar.
Di California saja terjual 5 juta.
Intinya kita tak punya petunjuk apa-apa.
Kecuali pola bulanan, pistol kaliber 45 dan dendam pada polisi.
- Kenapa Keeley? Dia bukan polisi. - Kenapa tidak?
Dia melihatnya berkendara, mudah menjatuhkannya dari sepeda.
Kini dia punya umpan untuk menjebak para deputi ke perangkap.
Di tiap kasus, pembunuh kian pintar. Dimulai dengan penembakan sederhana.
Kini ada beberapa korban, mengatur mayat, pembakaran.
Dia mulai bersenang-senang. Membentangkan sayapnya.
Kubaca wawancaramu dengan Hobart, sang sopir truk puitis.
Dia bilang saat Keeley pergi, dan aku mengutip...
"Bulan muncul di atas bukit dan dia seperti berkendara ke bulan.
Dan aku mengagumi betapa cantik dirinya...
Dan pada saat bersamaan aku punya firasat buruk.
Seperti pertanda buruk."
- Bulan terbit di timur. - Jadi, dia berkendara ke timur?
- Tapi rumahnya sebelah barat kedai. - Dia tak pulang seusai bekerja.
Kita telah mencari tempat penculikan di jalan yang salah.
Ya, itu sepeda Keeley.
Baiklah. Kita harus amankan seluruh area ini.
Aku akan menghubungi tim forensik agar segera menuju ke sini.
Ke mana ini arahnya? Ke mana dia mengarah?
Sekitar 800 m ke arah sana ada tempat bagi pemuda setempat berpacaran.
Setelah itu, tak ada apa-apa sampai ke Gainersville, 32 km jauhnya.
Aku menemukan sesuatu.
Terlihat seperti kancing mantel. Seperti yang dipakai pelaut.
- Pelaut dan... - Pemadam kebakaran.
Kami menyelidiki pembunuhan di kebun buah.
Kami butuh daftar petugas damkar yang bertugas dua malam lalu.
Dan orang yang seharusnya bertugas tapi tak muncul.
Baiklah.
- Kau terlihat cemas. - Tidak.
Sebenarnya ada seseorang yang tak datang malam itu.
Tapi tak mungkin dia pelakunya.
- Siapa namanya? - Kitchen. Ben Kitchen.
Di mana kami bisa bertemu dengan Tn. Kitchen?
Kitch, ke sinilah.
Detektif ini ingin bicara denganmu.
- Baiklah, apa yang telah kulakukan? - Bagaimana kau kehilangan alismu?
Kecelakaan saat barbekyu di rumah.
Kenapa kau tak datang bertugas dua malam lalu?
Gangguan pencernaan. Mungkin karena barbekyu-nya.
- Tentang apa ini? - Tentang kau kehilangan alismu.
Aku tahu seperti apa rupanya. Aku tak membunuhnya.
Aku ada di rumah, seperti yang kubilang berulang kali.
Memang, tapi tak ada bukti.
Aku tak butuh bukti. Kau yang butuh.
Perilakumu buruk. Ada masalah apa?
- Wajahku sakit. - Kau tak suka polisi?
Benar.
Bukan masalah pribadi. Itu tradisi pemadam kebakaran.
Sherif Mullery?
Lisbon, kudengar kau menahan tersangka.
Ya. Nampaknya dia cukup mencurigakan.
- Petugas pemadam kebakaran? - Ya. Ben Kitchen.
Ya, aku mengenalnya. Baiklah, aku menuju kantor sekarang.
Tak apa-apa, Sherif. Masih terlalu cepat menilainya. Kita belum tahu...
Jangan cemas, aku tak akan ikut campur.
Aku sudah merasakan akibatnya...
Halo? Sherif?
Sherif Mullery? Halo?
Halo?
Kita menunggu konfirmasi dari balistik.
Tapi koroner mengambil peluru kaliber 45 dari tubuh Mullery.
Kaliber dan modus yang sama seperti pembunuhan sebelumnya.
Jadi, kita harus anggap dia penembak yang sama hanya beda jadwal.
Tiga hari dari pembunuhan terakhir, bukan sebulan.
- Kenapa berubah? - Karena dia harus membunuh Mullery.
- Karena Mullery menemukan sesuatu. - Lalu kenapa Mullery tutup mulut?
Bagaimana pelaku tahu dia menemukan sesuatu?
- Pertanyaan yang bagus. - Aku tak peduli yang kau katakan.
- Kau tak boleh masuk. - Tolong, Deputi. Aku coba membantu.
Hobbs, tak apa-apa. Aku yang akan mengurusnya.
Apa yang membawamu kembali, Tn. Mars?
- Maaf, aku tak tahu namamu. - Patrick Jane.
Patrick.
Aku tak bermaksud sombong...
Tapi sudah kubilang akan ada pembunuhan lain.
Ya, memang. Mullery yang malang.
Sebenarnya Lisbon sedang bicara di telepon dengannya saat dia tewas.
- Kami berutang maaf padamu... - Tidak.
Tanpa keraguan tak akan ada keyakinan.
Aku minta kini kau mendengarkanku dengan pikiran terbuka.
Karena kini kau tahu perkataanku benar...
Mungkin bisa kau bayangkan betapa bergunanya aku untuk kalian.
Kau bisa membayangkannya?
- Kau mencoba menghipnotisku? - Tentu tidak, Patrick.
- Rasanya agak aneh. - Ya, aku tahu.
Yang paling penting adalah bertindak.
Aku hanya memintamu mengizinkanku untuk membantumu.
Aku bisa membantumu.
- Kau bisa membantu kami. Masuklah. - Terima kasih.
Lisbon, Sherif, kalian ingat Tn. Mars?
- Ya. - Dia bisa membantu.
- Benarkah? - Dia bisa?
Aku tahu kalian ragu, tapi dengar dia.
Kurasa kalian akan sangat terkesan.
Aku harus ke toko, lalu kita ke tempat Keeley untuk lihat-lihat.
Aku akan segera kembali.
- Aku merasakan kau sedih. - Benarkah?
Ya, aku mengerti.
Kau orang terakhir yang bicara dengan Sherif Mullery, 'kan?
Benar.
Aku lihat kau ada di sana saat dia tewas.
Tidak, tunggu. Di sana, tapi bukan di sana.
Kau bicara di telepon dengannya saat dia tewas.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Paranormal?
Kalian bercanda.
- Yang benar saja? - Pria itu hebat.
- Ruangan apa itu? - Kamar mandi.
Lelucon apa ini? Karena ini membuang waktu.
Memang begitu, 'kan? Tunggu. Kau akan nikmati bagian berikutnya.
Tanda seorang paranormal bagus adalah kemampuan berimprovisasi...
Untuk memanfaatkan benda apa pun yang ditemukan.
- Apa itu? Gigi? - Gigi serigala.
Dari mana asal gigi serigala itu?
Pembunuhnya pasti meninggalkannya di sini.
Ini tanda.
Sebagai paranormal atau orang yang punya penglihatan batin...
Pendapatku pembunuh ini menderita penyakit lyncanthropic complex.
Dia yakin dirinya werewolf atau manusia serigala.
"Were" berarti "manusia" dalam bahasa Anglo-Saxon.
Oleh sebab itu, pola kejahatannya bulanan.
Tingkah lakunya digerakkan oleh fase bulan.
Maksudmu ada pembunuh di luar sana yang berubah menjadi serigala?
Bukan.
Maksudku, ada pembunuh yang yakin dirinya berubah jadi serigala.
Jadi, dia seekor serigala dan bertingkah begitu.
Pikiran adalah mesin yang kuat. Itu bisa menciptakan kenyataan.
- Itu saja... - Kurasa kini aku tahu permainanmu.
Benarkah? Aku akan sangat terkejut jika memang kau tahu.
Tentu saja, kau benar.
Pembunuhnya dikendalikan oleh fase bulan.
- Cemerlang. Bagaimana kau tahu? - Proses deduksi sederhana.
Pembunuhan terakhir tak rusak pola, tapi memulai fase bulan lain.
- Tepat. - Jadi malam ini saatnya?
- Malam ini? - Bulan berada di titik kulminasi.
Aku bukan astrolog, tapi bukankah itu momen yang sangat kuat?
Bisa jadi. Tergantung.
Pembunuh berantai selalu punya dorongan kuat...
Untuk kembali ke lokasi kejahatan mereka.
Aku tak mau ada di bukit itu malam ini.
Masalah werewolf ini membuatku takut.
Mudah dibuat takut oleh hal yang belum diketahui.
- Aku pergi dulu. - Tentu.
Tuan Mars, boleh aku minta satu?
- Ini, silakan ambil. - Terima kasih.
Sherif Woolgar, kau punya deputi yang mengawasi TKP asli?
Tidak, kenapa?
Aku memikirkan perihal serigala ini...
Terpikirkan olehku pembunuh itu akan kembali ke lokasi kejahatan.
- Kenapa? - Pembunuh berantai begitu, 'kan?
Beberapa begitu dan beberapa tidak.
Orang yang berpikir mereka serigala tentu saja akan kembali.
Serigala selalu kembali ke hasil buruan mereka.
Benarkah? Aku akan menempatkan orang di sana.
Itu bagus.
Sial!
Selamat malam. Masuklah.
Sedang apa kau di sini?
Aku sedang menunggu pembunuhnya.
Tapi dia melihatku. Dia mengejarku.
Itu bukan pembunuh, tapi polisi. Mungkin mereka pikir kau pelakunya.
Astaga.
- Ini salahmu. - Apa? Bagaimana bisa?
Apa aku bilang padamu untuk ke sana tengah malam? Aku tak bilang begitu.
Aku akan ke polisi dan menjelaskan semuanya.
- Mereka akan anggap ini salah paham. - Tentu saja.
Mereka hanya akan menahanmu beberapa hari.
Selama tak ada polisi marah yang coba balas dendam...
- Kau akan baik-baik saja. - Astaga.
Jangan cemas, aku akan membantumu.
Kita bisa mengatasi ini, mengerti? Percayalah saja kepadaku.
Todd, ini Jane. Temui aku di kantor Sherif.
Lisbon, berpakaianlah. Ada aksi hebat sedang berlangsung.
Lisbon!
- Ada apa? - Berpakaianlah.
Ada aksi hebat sedang berlangsung.
Sesaat lagi kami akan pecahkan kasus terbesar di area ini...
Dan kami sudah kehabisan waktu.
Aku ingin dia ditangkap di seluruh bandara.
Ada apa? Kau sudah menemukan seseorang?
Tanyalah Sherif Woolgar.
Demi Tuhan, biar aku bicara pada seseorang yang bisa!
- Baiklah, aku akan tunggu. - Kenapa seheboh ini?
Tak apa, aku janji tak berbuat gila. Aku hanya ingin tahu.
Anak buahku melihat Ellis Mars mengendap-endap di lokasi kejahatan.
Dia lari saat dipergoki, meninggalkan mobilnya.
Kami temukan darah kering dan rambut panjang manusia di kursi belakang.
- Itu sedang menuju ke forensik. - Ellis Mars? Itu tak masuk akal.
Seharusnya kita sadar sebelumnya.
Dia tahu Lisbon bicara di telepon dengan Mullery saat dia tewas.
- Dia bilang itu kekuatan cenayang. - Dia tahu itu? Bagaimana bisa?
Tepat. Dia bukan cenayang, dia ada di sana.
Tapi dia membantu kalian.
Itu ciri psikopat pada umumnya, nyaris klasik.
Mereka terlibat di penyelidikan, mencari popularitas.
- Di mana dia sekarang? - Kami tak tahu.
Ini Sherif Sementara Woolgar, Kota Praja Vineland. Benar.
Hitung sampai sepuluh dan temui aku di luar.
Apa yang harus kulakukan untuk bicara dengan orang bandara?
Ya, sekarang!
Masuklah.
- Kita mau ke mana? - Kau akan lihat. Masuklah.
Ellis Mars di kamar 21.
Anggap itu hadiah dari saudara seperjuangan.
Kuharap kelak akan ada seseorang yang melakukannya untukku.
- Kau bermain-main denganku. - Tidak, akan kutunjukkan kepadamu.
- Kau lihat? - Astaga.
Silakan.
Apa yang kau tunggu?
Pria ini menyayat leher Keeley dan melihatnya mati.
- Tidak. - Jangan berbohong pada kami, Mars.
Kami temukan darah dan rambut Keeley di mobilmu.
- Itu mustahil. - Ada apa, Todd?
Aku tak akan menembak pria ini.
Balas dendam itu hanya omong kosong? Kau tak punya keberanian?
Aku punya keberanian.
Aku hanya tak yakin dia pelakunya.
Kita punya bukti kuat untuk melawannya.
Ya, memang. Aku tak memahaminya.
Kurasa kau menjebaknya untuk suatu alasan. Tapi apa?
Kenapa kau ingin aku membunuh seseorang yang bukan pelakunya?
Apa rencanamu?
Kau menjebakku, 'kan?
Aku sedang memberitahukan kenyataan dan Mars bersalah.
Tidak.
Tidak?
Dan kau yakin?
Ya, kau benar.
Kejahatan Mars hanya kebodohan dan penipuan.
Aku menjebaknya. Keluar dari sini.
Ada apa ini?
Todd, masalahnya adalah...
Hanya ada satu cara kau bisa begitu yakin dia tak bersalah.
Kaulah yang membunuh Keeley, Mullery, dan semua polisi itu.
- Kau gila. - Tak perlu berikan alasan.
Aku puas kau bersalah. Kau psikopat biasa.
Mungkin telah bunuh orang-orang secara acak selama bertahun-tahun.
Aku tak yakin alasanmu tiba-tiba menyerang polisi...
Tapi aku yakin kau punya alasan bagus.
- Ayahmu seorang polisi, 'kan? - Ya, benar.
Dia kejam padamu, mungkin membuatmu membenci polisi?
Tidak. Dia baik dan lembut.
Lalu siapa yang membuatmu begini? Jangan bilang itu ibumu.
- Itu akan jadi terlalu klise. - Tidak, ibuku bagai orang suci.
Kau benar-benar salah menilaiku.
Benarkah?
Biar kujelaskan untukmu.
Kau membunuh Keeley karena dia jadi terlalu bergantung.
Dia terlalu banyak bertanya tentang kehidupan lainmu.
Dia mengusikmu.
Mullery tewas karena dia mengenali kancing itu milikmu.
Dan dia menanyakanmu tentang itu.
Kau menahannya, lalu kau harus cepat membunuhnya.
Merusak pola bulanan, yang tentunya bukan tentang bulan.
Sebulan sekali Hunnicker mendapat uang pensiunnya, membeli miras.
Dia minum sampai pingsan dan memberimu alibi.
Bagaimana penjelasanku sejauh ini?
- Kau pintar sekali, Tn. Jane. - Terima kasih.
Harus kuakui, aku telah meremehkanmu.
Lebih tepatnya, kau anggap dirimu terlalu hebat.
Kau mengatakannya karena tak melihat gambaran keseluruhannya.
Ada alasan untuk semua hal yang telah kulakukan.
- Apa itu? - Kau tak akan pernah tahu.
- Benar. Karena memang tak ada. - Percayalah kepadaku.
Itu akan membuatmu terkejut (meledakkan kepalamu).
- Tak ada pin tembak. - Tentu saja.
Cho! Rigsby!
- Jatuhkan senjatamu! - Tangan di kepala!
Kau ditahan.
Ada apa?
Aku berubah pikiran. Aku ingin bicara.
- Itu langkah yang pintar. - Tapi hanya kepada Tn. Jane.
- Kenapa? - Kami memiliki hubungan.
Mungkin dia tak ingin bicara denganmu.
Katakan kepadanya aku punya rahasia.
Rahasia yang hanya akan dimengerti olehnya.
- Rahasia? - Itu yang dia katakan.
Hanya kau yang akan mengerti. Kalian punya hubungan.
Dia ingin tambahkan unsur misteri pada kisah gila menyedihkannya.
Kasusnya akan jauh lebih mudah jika kita bisa membuatnya bicara.
Aku sudah habiskan cukup banyak waktu dengannya.
Berhadapan dengan maut. Itu tak bagus untuk kesehatan.
Kumohon. Hanya dengar apa yang ingin dia katakan.
Dia di lantai bawah di dalam sel.
PSU memulai penyelidikan.
Mereka pikir ada yang balas dendam untuk Opsir Howard.
- Mereka mau bicara denganmu nanti. - Baiklah.
Dokter bilang organ tubuhnya berhenti bekerja.
Dia mungkin tak akan sadar lagi.
Baiklah, kalau begitu. Aku akan menyelesaikan berkasnya.
Macan...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.