All language subtitles for The.Mentalist.S03E08.Ball.of.Fire.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tiga pantulan ke dalam gelas ini.

Tiga pantulan.

- Dia bisa melakukannya. - Tidak akan.

Kau, ucapkan selamat tinggal pada uangmu.

Tak pernah ragu.

Sedikit keahlian yang aku dapat dari kerja malam di San Diego.

Terima kasih. Mau coba lagi?

Tidak.

Apa aku mendengar pengecut?

- Van Pelt, sambungan 2, O'Laughlin. - Terima kasih.

- Silakan. - Apa?

Kau selalu katakan sesuatu saat O'Laughlin menelepon.

Tak ada yang perlu dikatakan. Aku sudah melupakannya.

Siapa kau dan apa yang sudah kau lakukan pada Wayne Rigsby?

Hei, ada yang melihat Jane?

- Di mana kau? - Aku sedang meningkatkan moral tim.

Semuanya sedang bosan. Hal itu perlu diatasi.

Semuanya bosan sebab tak ada orang tewas yang butuh bantuan kita.

Jika detektif pembunuhan merasa bosan, itu hal yang bagus.

Lalu kenapa kau menelepon mencari tahu keberadaanku?

Karena aku khawatir saat aku tak tahu keberadaanmu.

Apa maksudmu meningkatkan moral?

Aku sedang membeli buah segar.

Buah menghilangkan kebosanan dan mengusir kesedihan.

Bagus, bawakan aku apel Red Delicious.

Baiklah.

- Ayo, cepat ikut aku! - Baiklah.

Apel Golden Delicious tak masalah jika mereka tak menjual...

Lisbon!

Aku sedang dalam masalah.

Lisbon.

- Kapan kau terima teleponnya? - 35 menit lalu.

- Ada saksi? - 911 terima beberapa telepon.

CHP sedang mengumpulkan orang-orangnya.

Bagaimana dengan Jane?

Tak ada tanda darinya.

Enam buah selongsong peluru 9-mm, tiga bersarang dalam tubuh korban.

Ada dua peluru kaliber .380 di sini. Sepertinya satu peluru mengenainya.

Pria ini pemilik kios buah, kenapa dia punya pistol kaliber .380?

Dia mungkin pernah dirampok lebih dari sekali.

Kali ini tidak. Mesin kasirnya penuh.

Ada jejak darah mulai dari sini, menuju ke arah sana.

Siapa pun yang ditembak penjual ini, pergi ke gudang itu...

Setelah dia tertembak dengan menendang pintunya.

Jane ada di sana, jadi mereka mengejarnya.

Bos, CHP sudah mengumpulkan orang yang menelepon 911.

Ini Harold Keel, penelepon pertama.

Kau melihat penembakannya, Tn. Keel?

Tidak, aku hanya melihat dua pria di tempat parkir.

Salah satunya memegang pistol.

Dia mencoba masukkan pria satunya ke dalam bagasi mobilnya.

Bisakah kau deskripsikan mereka?

Pria yang memegang pistol mengenakan sweter dengan tudung.

Lalu pria satunya lebih kecil dan mengenakan setelan.

Sebenarnya bukan setelan, tapi seperti rompi.

Siapa namamu?

Aku Sherry Winger, aku mendengar tembakannya.

- Tapi kau tak melihat apa pun? - Hanya dengar saat melintas.

Tapi sekitar semenit kemudian, sebuah mobil melewatiku...

Dengan kecepatan sekitar 160 kilometer per jam.

Lalu mengambil jalur keluar di jalan besar menuju ke utara.

- Seperti apa mobilnya? - Sedan, kuning kecokelatan.

Kau sempat melihat pelat nomornya?

Kurasa warnanya biru dan ungu.

Itu pelat nomor Arizona. Akan kuperiksa.

- Sersan? - Ya.

Buatlah pos pemeriksaan di 160 km arah utara untuk mencari mobil itu.

Juga pesawat untuk memeriksa jalan kecil.

Suruh orangmu tetap bersama saksi dan periksa pelat nomornya.

- Pastikan mereka bersih. - Baik.

- Kita perlu FBI dalam hal ini. - Akan kuhubungi.

Jika Jane di sini, dia pasti akan berkomentar sinis...

Tentang sesuatu yang kita lewatkan di TKP.

Jadi?

Kira-kira apa itu?

Ulurkan tanganmu.

- Sepertinya cukup menyakitkan. - Diam.

Aku bisa bantu mengurangi rasa sakitnya.

Benar.

Ada apa ini? Kenapa aku di sini?

CHP belum dapat apa pun dari pos pemeriksaan.

Terus periksa. Jangan tunggu mereka melapor.

Perusahaan telepon mengirim catatan telepon Jane. Periksa panggilannya.

Kita perlu tahu dengan siapa dia bicara dan apa yang dibicarakan.

Rasanya aneh memeriksa telepon Jane. Dia tak akan suka itu.

Dia akan lebih tak suka jika kita tak menemukannya.

- Teresa. - Aku belum bisa bicara pada pers.

- Ini soal Jane. - Apa?

Aku dengar dari para reporter. Penutupan jalan mendapat perhatian.

- Ada rumor pegawai CBI dibunuh. - Yang benar saja!

Beri aku sesuatu agar rumor itu tak berlanjut.

Kami belum tahu apa pun, Brenda. Jangan katakan apa pun.

- Itu justru memperparah semuanya. - Investigasi ini masih berjalan.

Tak ada komentar.

Lisbon, kau masih ingat Agen O'Laughlin?

Kau penghubung dalam kasus ini?

Jika butuh bantuan dari FBI, beri tahu aku.

- Menurutmu ini Red John? - Aku tak melihat cirinya.

Red John rapi dan efisien. Ini ceroboh.

Baiklah, bisa saja disengaja. Menjauhkanmu darinya.

Red John sudah pernah menculik Jane dan melepaskannya.

Kenapa dia mau menculiknya lagi?

Dia gila. Siapa yang tahu alasan setiap tindakannya?

Ya, ini kali kedua dia menculiknya. Kurasa dia tak akan kembali.

Mari berasumsi ini bukan Red John sampai kita dengar hal sebaliknya.

Rigsby, bagaimana perkembangan pelat nomornya?

Aku dapat daftar mobil pelat Arizona yang dihentikan dan ditilang.

Nama-namanya sedang kulacak.

- Cho, bagaimana balistiknya? - Buntu.

Tak ada kecocokan dari selongsong yang kita temukan di TKP.

Bantu Rigsby melacak nama-nama pelat Arizona itu.

Sedang kukerjakan.

Teresa. Aku perlu sebuah pernyataan.

Kau sudah dapat pernyataanku, Brenda.

Soal apa ini?

Jika tak ada pernyataan dari kita soal Jane...

Nanti akan ada rumor dan kebohongan sampai kita buat pernyataan.

- Tak masalah bagiku. - Bagiku itu masalah.

Apa Jane punya uang?

Hanya membawa seperlunya. Dia tak begitu peduli soal uang.

Baiklah, jadi ini mungkin bukan penculikan untuk tebusan.

Berarti siapa pun pelakunya, dimotivasi oleh hal pribadi.

- Kemarahan, balas dendam. - Ya.

Jadi, mungkin ide bagus jika kita sebarkan nama dan foto Jane ke media.

Benar. Memanusiakannya.

Biarkan mereka tahu kita sedang mencarinya.

Tak semestinya kita buat pernyataan sebelum kita tahu sesuatu.

Maafkan aku, tapi itu bukan keputusanmu.

Baik, Brenda.

Konsultan CBI, Patrick Jane, telah diculik oleh orang tak dikenal.

Kami sedang menyelidiki dan melakukan pencarian.

Pencarian ekstensif di area sekitar. Mengerti?

Baiklah.

- Kau menangani kasus ini? - Ya, maaf tak sempat menghubungimu.

- Tak apa-apa, sampai nanti. - Baiklah.

Kita tak perlu sebarkan ini kepada publik.

Perlu.

Teresa, tidak mengatakan sesuatu bukan berarti sesuatu tidak terjadi.

Aku tahu.

Jadi, kalian bisa memberiku daftar musuh-musuhnya?

Maksudmu, para penjahat, polisi atau pengacara?

- Dia mengganggu polisi seburuk itu? - Ya.

Tapi kurasa polisi tak akan membunuh warga sipil karena Jane.

Lalu bagaimana kehidupan pribadinya? Keluarga, teman, kekasih?

Dia penyendiri. Kurang lebih kamilah keluarganya.

Aku telah memeriksa telepon Jane selama tiga pekan terakhir.

Semua berhubungan dengan kasus, Tak ada hal lain.

Periksa lebih jauh ke belakang.

Bukankah salah satu klien cenayang Jane pernah mengejarnya?

Ya, kami sedang memeriksa daftar kliennya.

Tapi kenapa mengejarnya sekarang?

Sudah lama sekali sejak dia bekerja di bidang itu.

Benar.

Hal itu mengantar kita pada kesimpulan pasti.

Kurasa orang yang pernah Jane penjarakan mencoba membalasnya.

Mungkin dia telah dibebaskan atau menjangkau dari dalam penjara.

Yang mana pun, kita perlu menelusuri setiap kasus yang Jane kerjakan...

Sejak dia datang ke CBI.

Van Pelt, mulailah mencari tahu.

Siapa pun pelakunya, dia mungkin sudah lama tak bahagia.

Semuanya baik-baik saja?

Kau bilang kau bisa mengurangi rasa sakitnya.

Tentu, aku bisa melakukannya.

Apa maksudmu dengan itu?

Rasa sakit ada dalam pikiran, dan itu keahlianku.

- Kau punya pil? - Tidak.

Cobalah untuk santai. Lihat aku.

Biarkan suaraku menggantikan rasa sakitmu.

Rasakan sakitnya mulai berkurang.

Rasakan sakitnya menghilang, tertutup dengan sendirinya.

Tertutup.

Lalu kau merasa santai dan tenang.

Halo, Patrick.

Apa kau ingat aku?

Mungkin.

Berarti kau tak ingat.

Tidak, itu berarti aku mengalami kesulitan bicara...

Saat seseorang menodongkan pistol ke arahku.

Kenapa?

- Apa ini membuatmu takut? - Ya.

Aku tak suka dirisak. Tolong turunkan pistolmu.

Aku terlalu menyukai mimik wajahmu saat ini.

Kalau begitu potret saja, tolong turunkan pistolmu.

Jika kau ingin membunuhku, mungkin sudah kau lakukan sejak tadi.

Apa pun yang kau inginkan dariku tak akan kau dapatkan...

Kecuali jika kau turunkan pistolmu.

Terima kasih.

Kau tak ingat aku, ya?

Apa itu hal yang aneh?

Melihat caramu bertindak, aku akan terkejut jika ibumu mengenalimu.

Ibuku meninggal saat aku lahir, jadi mungkin kau benar.

Maaf. Pilihan yang buruk.

Rekanmu mengalami hal yang cukup buruk.

Siapa yang peduli padanya?

Aku tak percaya ini. Kau ada di sini.

Kau benar-benar ada di sini.

Ya, aku di sini.

Jadi apa rencanamu, Rachel?

Jadi kau tahu siapa aku.

Menurutmu berapa orang usia 23 tahun yang tak memiliki ibu...

Dengan posisi kaki agak menghadap ke dalam...

Dan sedikit aksen New England yang pernah kujumpai?

Berarti itu hanya trik. Komentar soal ibuku.

- Kau sungguh licik, Tn. Jane. - Ini soal ayahmu, bukan?

Kita tak akan bicarakan ini.

Kita bisa bicara soal apa pun yang ingin kau bicarakan.

- Kita tak akan bicara, titik! - Baiklah.

Aku tahu apa yang kau lakukan saat kau bicara pada orang.

Tangan lembut pada bahu mereka, tatapan lama pada mata mereka.

- Kau tak bisa lakukan itu padaku. - Aku tak tahu apa maksudmu.

- Kau pikir aku bodoh? - Tidak.

Kau berpikir semua orang bodoh kecuali dirimu.

- Kau keliru. - Tidak.

Kau bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi di sini.

Aku akan membunuhmu.

Tapi aku akan menyakitimu terlebih dulu.

Aku harus minum obatku sekarang.

Semua orang di CBI berharap dan berusaha...

Demi keselamatan teman dan rekan kami.

Kami juga ingin sampaikan belasungkawa kami...

Kepada keluarga Norberto Rivera, yang tewas saat membantu Tn. Jane.

CBI menawarkan hadiah 10 juta dolar untuk orang yang berikan informasi...

Yang menuntun kami pada kembalinya Tn. Jane.

Kami akan menyediakan nomor teleponnya.

Kami minta siapa pun yang punya informasi relevan untuk hubungi kami.

Terima kasih.

Ini kasus-kasus Jane.

Kita perlu menandai setiap kasusnya.

Apa tersangka di dalam penjara? Jika tidak, di mana mereka?

- Carilah apa pun yang mencolok. - Baik.

- Kasus lagi? - Keluhan.

Aku menemui petugas penyuluhan di Departemen Humas...

Dan menanyakan apa mereka punya berkas Jane.

- Sepertinya ada lebih dari satu. - Dia punya lemari sendiri.

Minta Bob tempatkan juniornya membantumu dalam penelitian awal.

- Aku akan minta izin Hightower. - Aku dapat sesuatu.

CHP dapat telepon dari seorang peternak di luar Wilton.

Katanya seorang pegawainya melihat sebuah mobil di jalan...

Yang melintasi lahannya beberapa jam lalu.

Saat mendekati mobilnya, si pengemudi acungkan pistol ke arahnya.

Wilton? Itu di arah selatan dari lokasi Jane diculik.

Saksi itu bilang dia menuju utara.

Akan kuminta kepolisian Wilton memeriksanya.

Pergilah ke sana.

O'Laughlin, kau keberatan untuk ikut dengannya?

Hari ini satu anggota kita sudah diculik.

Sebelum kita tahu apa yang terjadi, aku tak mau ada yang pergi sendirian.

- Tentu. - Ayo berangkat.

- Terima kasih sudah mau ikut. - Tak masalah.

Sudut pandang kedua. Selalu bagus.

Ya.

Aku yang menyetir.

Bukankah kau sedang mengerjakan berkas-berkas kasus Jane?

Lisbon mau aku memeriksa mejanya lebih dulu.

Padahal ini tak akan menghasilkan petunjuk.

Kau pernah lihat di mana dia menyimpan kuncinya?

Tidak.

Aku akan minta teknisi untuk menjebol kuncinya.

Terlalu lama. Ini.

Terima kasih.

Jangan beri tahu Jane aku yang melakukannya.

Baiklah.

Permen pereda batuk.

Lem super.

Kliping. Sangat membantu.

Sudah kuduga Jane tak akan menyimpan apa pun yang penting di kantor.

Tunggu. Ada benda lain di sini.

Apa maksudmu?

Benda itu direkatkan pada sisi atas laci.

Berhentilah Memeriksa Laciku

Apa menurutmu dia sudah tewas?

Cho.

Siapa?

Bos, ada telepon. Linus Wagner dari penjara daerah.

- Di sambungan 2. - Linus Wagner?

Dia bilang ini soal Jane.

Siapa Linus Wagner?

Dokter seram yang Jane penjarakan beberapa tahun lalu.

Dia membunuh dua orang dan berusaha membuat seolah Red John pelakunya.

Ini Lisbon.

Agen. Aku Dr. Linus Wagner. Apa kabar?

Soal apa ini?

Kebetulan aku tadi menonton TV di area santai di sini...

Mengenai pemberitahuan perihal Patrick Jane.

Aku sangat menyesal mendengarnya. Kuharap dia baik-baik saja.

Ya, aku yakin.

- Kau punya informasi soal dia? - Ya, kurasa begitu.

Bagaimana jika kau ke sini dan kita bicarakan soal itu?

Katakan saja padaku.

Tidak, kau harus datang.

Ini rumit.

- Tn. Mendoza? - Ya.

Aku Wayne Rigsby, CBI.

- Kau hubungi CHP soal mobil itu? - Benar.

Kau bisa menyebutkan bahwa mobilnya terbakar.

Tadi tidak terbakar. Tidak saat aku menelepon.

Salah satu pegawaiku melihat mobil di jalan kami...

Dengan seseorang memegang pistol, jadi aku hubungi polisi.

Sesaat kemudian aku melihat asap, jadi aku hubungi pemadam kebakaran.

Kau bisa saja memberi tahu kami dulu.

Kenapa? Kalian bisa memadamkan api?

Apa pegawaimu melihat pengemudinya? Bisa berikan gambaran?

Tidak.

Dia bilang orang itu memakai sweter dengan tudung menutupi kepala.

Terima kasih.

Aku tak temukan apa pun. Kau?

Tidak.

Pelat nomor California. Hal kedua yang keliru dari saksi.

Khas sekali.

Pelakunya pasti membawa Jane ke sini dan menukar mobil.

Ya, ini mobil curian.

Forensik bisa memilah abunya. Sebaiknya kita kembali ke kantor.

Rigsby.

Orang tak menyadari, saat mereka membakar mobil...

Tangki bensinnya akan terbakar lebih dulu.

Semuanya terbakar dari belakang ke depan.

Bagasinya terbakar, tapi terkadang benda-benda di depan selamat.

Mobilnya curian. Surat-suratnya tak berguna.

Orang yang menculik Jane tertembak, bukan?

Dia menyetir dan berdarah.

Dia mencari sesuatu untuk menutup lukanya.

Apa yang orang lakukan saat menyetir dan mencari sesuatu di laci dasbor?

Ini akan kita bawa ke forensik.

Sebuah sidik jari. Tak perlu dibawa. Angkatlah.

Kenapa?

Teknisi FBI bisa memindai gambar ke dalam sistem AFIS.

Jika ada dalam sistem, kita akan dapat identitasnya dalam 10 menit.

Temuan yang bagus.

Ya, terima kasih.

Sidik jari temuan Rigsby cocok dengan pria bernama Fred Kittel.

Preman dari Yuba City.

Pernah ditahan karena penyerangan, perampokan bersenjata...

Dan percobaan pembunuhan.

- Apa kaitannya dengan Jane? - Entahlah.

Dia tak terlibat dalam kasus Jane dan tak pernah diinterogasi CBI.

Jadi sangat mungkin dia orang sewaan.

Ada yang memeriksa tempat tinggalnya?

Kepolisian Yuba City memeriksanya. Katanya rumahnya kosong dan dirampok.

- Mereka mengedarkan fotonya. - Baiklah.

Periksa keluarga, teman dekat, teman satu sel, penyewanya.

Pasti ada kaitan.

Penjara Wilayah Sacramento Sacramento, California

Terima kasih.

Terima kasih telah datang, Agen.

Untuk apa aku di sini, Wagner?

Aku berharap kita bisa beramah-tamah.

Apa informasinya?

Aku telah berhubungan dengan orang di balik hilangnya Jane.

Siapa dia?

Hal pertama dulu.

Apa yang kau inginkan?

Aku tak tahu apa kau mengikuti persidanganku.

Persidanganku panjang dan membosankan.

Sayangnya, aku divonis bersalah atas 2 kasus pembunuhan tingkat satu.

- Jadi pilihannya hukuman mati. - Sepertinya tepat.

Penjatuhan hukuman dilakukan beberapa pekan lagi.

Hakim mungkin bisa diyakinkan untuk memilih yang lebih ringan.

Penjara seumur hidup, misalnya.

Itu lebih baik dari sudut pandangku.

Tapi aku perlu orang untuk bersaksi mewakiliku...

...untuk meminta grasi.

Siapa yang lebih baik dari seorang agen CBI?

Grasi?

Atas dasar apa?

Atas dasar belas kasih...

Dan kemanusiaan.

Lebih dari harga diri yang kumiliki.

Aku telah berbuat banyak kebaikan dalam penjara, seperti yang kau tahu.

- Desa-desa di Afrika... - Kau bunuh dan mutilasi dua orang.

Aku tahu itu.

Jika kau bantu kasus Jane, kami bisa buat hidupmu di sini lebih mudah.

Agen, aku akan segera dihukum mati.

Kau sungguh pikir aku peduli soal sabun dan burger keju tambahan?

Temanmu, Jane, sangatlah pandai.

Tapi kurasa dia tak menyadari amarah yang bisa ditimbulkan tipu dayanya.

Aku merasakan amarah itu.

Aku telah pikirkan beragam hal yang tak menyenangkan...

Yang bisa kulakukan padanya.

Dan saat ini seseorang sedang mempraktikkan pemikiran seperti itu.

Tidakkah kau cemas mengenai apa yang dilakukan terhadapnya?

Banyak hal yang lebih buruk dibanding membunuh seseorang.

Pergilah ke neraka.

Saat mereka membunuhmu, aku akan menyaksikannya.

Ayo, cepat!

Aku akan bilang kau telah membantu sebuah kasus dan meminta grasi.

Tapi hanya jika informasimu membawa Jane kembali dalam keadaan hidup.

- Bukan aku yang mengendalikan itu. - Aku tak peduli!

Di dalam sini aku banyak menulis.

Aku punya waktu bebas yang berlimpah.

Beberapa waktu lalu, aku menerbitkan artikel dalam jurnal daring...

Soal trauma emosional dan dampaknya terhadap kejiwaan.

Itu termasuk observasiku mengenai Jane.

Tak lama kemudian, aku menerima surat...

Dari seorang gadis yang mengaku mahasiswi pascasarjana psikologi.

Dia bilang dia sedang meneliti Jane.

Tapi dia tak tahu sedikit pun tentang psikologi.

Tapi dia terobsesi dengan Jane.

Dia sangat memusuhinya.

Siapa namanya?

Kau...

Kau berencana melakukan sesuatu terhadapnya?

Tidak.

Itu sangat tidak higienis.

Mungkin kau bisa dorong dia ke sudut sebelum dia mulai berbau.

Aku mau melakukannya sendiri, tapi...

Tidak.

Baiklah.

Bau itu bisa mencemari tiraimu, kau tak bisa menghilangkannya.

- Kau kira semua ini lucu. - Hanya hal-hal yang lucu.

Kau tak pernah merasa bersalah, ya?

Aku merasa bersalah setiap menit, setiap harinya.

Benar, 'kan? Kau melakukannya.

Kau sudah membuatku bicara, mencoba mengacaukan pikiranku.

Yang kau lakukan itu hal kejam.

Kau memanfaatkan orang layaknya mainan.

Kau tak memikirkan kerusakan yang kau sebabkan.

Orang-orang yang kau sakiti.

- Aku menyesal soal ayahmu. - Mungkin kau mengira kau menyesal.

- Sungguh. - Tidak, kau belum menyesal.

Kau akan menyesal.

Pernah melihat peternak gunakan pengejut ternak?

Jangan, Rachel.

Ternak bisa menjadi keras kepala.

Diperlukan sentakan keras untuk membuatnya bergerak.

Pasti menyakitkan.

Kau harus memberitahuku.

Jadi menurut Wagner, Sherry Winger mengejar Jane.

Gadis saksi itu? Kukira CHP sudah memeriksanya.

Kini mereka bilang pelat nomor dan SIM-nya palsu.

Pemalsuan yang mahal.

Mereka tak akan pernah mengetahuinya jika tak periksa dua kali.

Apa kita sudah tahu siapa sebenarnya Sherry Winger atau di mana dia?

Tidak, yang kita tahu pasti hanyalah dia membenci Jane.

Linus memberiku salinan surat-surat Sherry untuknya.

Aku serahkan yang asli pada Forensik untuk memeriksa kertasnya.

Kenapa dia muncul di TKP? Mestinya itu tujuan terakhirnya.

Penyesatan. Dia memberi kita pelat nomor yang salah.

Kita pergi ke utara, bukannya ke selatan.

Bos, aku membaca hal lain yang ditulis orang ini.

- Kau yakin? - Ya, ada frasa yang pernah kulihat.

Yang ini menyebut Jane penipu yang seperti koyote.

Lalu dalam salah satu dari ini...

Ini.

Yang ini menyebut Jane sebagai seorang penipu, koyote.

- Siapa yang menulis surat itu? - Putri dari Don Bowman.

Dapatkan salinan SIM Sherry Winger.

Siapa Don Bowman?

Kasus dari tiga tahun lalu. Eksekutif perusahaan asuransi.

Dia menulis polis palsu dan mencairkannya.

Auditor perusahaan mengetahuinya, jadi Bowman membunuhnya.

- Itu Bowman. - Jane yang memenjarakannya?

Dia punya putri. Rachel, 19 tahun. Dia orang tua tunggal.

Dia mengidolakan ayahnya. Ayahnya mengaguminya.

Jane memalsukan surat untuk Bowman dengan nama Rachel.

Mengaku dia telah temukan bukti Bowman-lah pelaku pembunuhan itu.

Dia hancur, tak tahu harus lapor polisi atau bunuh diri.

Lalu Bowman langsung menemui putrinya.

Dia sangat menyesal, mengaku lakukan itu demi Rachel.

Rachel perlu merahasiakannya.

Lalu kalian di sana? Jane meminta kalian ke sana?

Kami merekam semua pembicaraannya.

Aku baru saja periksa catatannya.

Don Bowman dan Fred Kittel dipenjara di Corcoran pada waktu yang sama.

Itu kaitannya.

- Tapi Bowman tak mungkin dalangnya. - Kenapa tidak?

Dia sudah tewas. Dia tewas di penjara setahun lalu.

Bowman tewas, tapi putrinya tidak. Apa itu foto SIM-nya?

Lihatlah ini.

Coba kulihat.

- Rachel Bowman. Sherry Winger. - Ny. Rachel lakukan perubahan.

Tapi itu jelas dia.

- Cari alamatnya segera. - Baiklah.

Kau tak tahu ayahku sudah tewas di dalam penjara, 'kan?

Tidak.

Akibat infeksi.

Kau tahu betapa konyolnya itu?

Antibiotik sederhana bisa saja menyelamatkannya.

Tapi rumah sakit penjara seperti mimpi buruk.

Mereka membiarkannya tewas, tapi kau yang membunuhnya.

Amarahmu salah tempat.

Benarkah?

Kau tak mungkin marah pada ayahmu, jadi kau marah padaku.

Jangan sembarangan bicara. Ayahku menyayangiku.

Dia merawatku, mencukupi kebutuhanku.

Hanya aku yang dia pedulikan.

Memang benar dan dia tak ingin kau lakukan ini.

Menurutku dia akan sangat bangga.

Dia sangat menyayangiku, dan kau membuatku mengkhianatinya.

Saat kau bicara padaku saat itu...

...bertanya soal diriku dan ayahku, kukira kau sungguh perhatian.

Kukira kau menyukaiku.

Kau ingin aku menyesal? Baiklah, aku menyesal.

Aku menyesal bahwa kehilangan ayahmu membuat dirimu marah.

Tapi aku tak sesali tindakanku terhadapnya.

Dia pencuri dan pembunuh.

Aku melakukan semua yang aku bisa untuk menangkapnya.

Karena begitulah diriku.

Kalian siap?

Masuk!

Aman!

Dapur aman!

Lantai dua aman!

Rumah ini kosong! Debu ada di mana-mana!

Sepertinya dia sudah pergi berminggu-minggu!

- Bagaimana dengan basemen? - Nihil.

Baiklah, suruh Forensik masuk.

Cari apa pun yang bisa beri tahu kita ke mana dia pergi!

Dan suruh seseorang matikan alarm sialan itu!

Ada orang di dalam rumahku. Aku harus pergi.

- Aku akan kembali. - Rachel.

Bisakah kau pindahkan benda itu?

Kumohon, aku tak tahan bau busuknya.

Ke sebelah sana, ke mana pun. Tolong pindahkan dia.

Terima kasih.

Cium itu.

Maaf, Kawan.

Kita dapat informasi soal ayah Fred Kittel.

Dia punya rumah di selatan Diamond Springs.

Kau dan O'Laughlin temui dia. Aku akan kembali ke kantor.

Aku ingin periksa sesuatu dalam berkas Rachel Bowman.

Baiklah, aku akan berjaga di sini.

Jane, di mana kau?

Bukan Jane, Agen.

Sekadar informasi, aku kini sedang melihatmu.

Semuanya akan baik-baik jika kau turuti ucapanku.

Jika tidak, Jane akan mati dalam 15 menit.

- Mengerti? - Mengerti.

Jalan 91 meter lagi dan berhenti di kafe.

Keluarkan pistolmu dari sarungnya, dan letakkan di bangku.

Keluar dari mobilmu dan tutup pintunya.

Menjauhlah dari mobil itu.

15 menit, Agen.

Kini berjalanlah menuju pompa bensin.

Mari kita temui Patrick.

Operasikan dua helikopter dan pasang perimeter 2,5 km persegi di area ini!

Tak satu pun mobil boleh tinggalkan area ini tanpa digeledah!

Tidak satu pun!

Kita tak punya identitas dari kendaraan mana pun.

Tersangka adalah seorang wanita, berusia awal 20-an.

Berambut pirang, tinggi badan kira-kira 170 cm.

Setidaknya dia menyandera satu atau mungkin dua orang.

Beri aku waktu sebentar.

Grace, kantor bilang sesuatu telah terjadi pada Lisbon.

Dia hilang. Kami pikir Rachel menculiknya sekitar 20 menit lalu.

Dia menyandera Lisbon.

- Kapan? - Baru saja.

Haruskah kami kembali?

Bos, kau mau Rigsby dan O'Laughlin kembali?

Tidak. Suruh mereka menyelesaikan tugas mereka.

Hightower bilang tidak perlu.

- Wayne. - Aku tahu.

Aku tahu, Grace. Semua akan baik-baik saja.

Baiklah. Sampai nanti.

Tn. Kittel! Kami polisi!

Keluar dan angkat tanganmu!

Tn. Kittel? Ini CBI!

Halo?

- Tn. Kittel, letakkan senjatamu! - Tidak akan.

- Letakkan sekarang! - Tidak!

Kalian tak berhak kemari.

Kami hanya ingin bicara.

Baiklah! Bicaralah sambil keluar!

Ayo!

Keluarlah. Ayo!

Baiklah. Begini saja.

Pada hitungan ketiga, aku akan menembak kepalamu.

- Rigsby. - Tidak, ini keputusanku!

Turunkan senjatamu, atau pada hitungan ketiga, kutembak kepalamu.

- Kau siap? Satu... - Tenanglah.

Dua...

- Tiga! - Baiklah!

Baiklah.

Kenapa kalian begitu keras kepala?

Freddy?

Sudah enam bulan aku tak melihat Freddy.

Aku tak bisa cerita apa pun soal bedebah itu.

Kau tahu apa yang dilakukannya? Siapa yang berhubungan dengannya?

Apa yang dia lakukan?

Terakhir kali aku melihatnya, dia sedang merokok ganja...

Dan menonton porno di laptopku.

Kau tahu bagaimana kami bisa hubungi salah satu temannya?

Tidak. Untunglah.

Mereka semua memang makhluk malam.

Tapi dia lakukan satu hal baik padaku baru-baru ini.

Dia membuat marah mantan istriku, ibunya.

Bagaimana dia lakukan itu?

Mantan istriku sudah tak bicara dengannya selama berbulan-bulan.

Lalu Freddy muncul.

Dia merayunya agar memberinya kunci pondok berburu milik keluarga.

Kemudian dia membuat semua Xanax itu.

Kuberi tahu kalian, bagiku itu sangat lucu.

Di mana tepatnya pondok itu, Tn. Kittel?

- Jalan! - Aku sedang berjalan.

Jam berkunjung. Hai, Lisbon.

Tangan.

Apa rencananya, Rachel?

Aku harus melihat Lisbon mati seperti kau melihat ayahmu mati?

- Benar. - Apa?

Sudah kuduga.

Aku mencium bau bensin. Kau mau membakar tempat ini?

- Benar. - Rachel, pikirkanlah sejenak.

- Sudah. - Tentu dia sudah pikirkan.

Kau tak akan pernah lolos dari ini.

Kau tak akan pernah tahu aku akan lolos atau tidak.

Lisbon, maafkan aku. Ini salahku.

Aku tak akan membiarkanmu terbakar hidup-hidup dan Tuhan-lah saksiku.

Selamat tinggal.

Rachel, tunggu! Rachel!

Kau membuang-buang energimu.

- Kau punya ide yang lebih bagus? - Kebetulan aku punya.

Dari mana kau dapatkan itu?

Dari dia.

Aku berharap bisa membuka borgolku, tapi tak berhasil.

Apa yang akan kau lakukan?

Kau tak akan menyukainya.

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Apa yang telah kau lakukan?

Sudah kubilang aku tak akan membiarkannya terbakar.

Dengan begini, dia tak akan menderita.

Bedebah!

Kau kira aku tak akan menyakitimu lagi?

Aku bisa lakukan ini semalaman!

Ambil senjatanya! Ambil!

Persetan dengan ini.

Kalian baik-baik saja?

Kurasa aku perlu mandi.

Rigsby.

Aku mau keluar.

Aku hanya ingin bilang...

Ini hari yang menyenangkan.

- Ya.

Kalimat "aku akan membunuhmu pada hitungan ketiga" sedikit tak biasa.

Tapi berhasil.

Ya, memang.

Dengar, yang sebenarnya ingin kusampaikan adalah...

Kuharap kita tak ada masalah.

Karena kau telah lakukan pekerjaan luar biasa.

Ya.

Ya, kita tak ada masalah.

- Kuhargai itu. - Baiklah.

Sampai jumpa.

- O'Laughlin. - Ya?

Jangan sakiti dia.

Atau apa?

Atau kau harus berurusan denganku.

- Kau baik-baik saja? - Ya, terima kasih.

- Kau tampak sedikit renta. - Ya.

Pengejut ternak akan membuatmu seperti ini.

Dokter bilang efeknya tak lama.

Dokter itu harus mencobanya sendiri suatu saat.

Itu senyum yang lebar.

Tentu saja aku senang kau kembali.

Tapi aku juga senang kami akhirnya menyelesaikan satu kasus tanpamu.

Kau diculik dan dikirim padaku.

Itu kau anggap menyelesaikan satu kasus?

Hightower dan tim menemukan kita.

Tapi jika aku tak menahan Rachel...

Mereka akan menemukan kita tewas di dalam rumah yang terbakar.

- Kau yang menahan Rachel? - Ya.

- Mana apelku? - Apa?

Apelku. Aku memintamu bawakan aku apel.

Aku baru lolos dari lembah kematian, dan kau hanya memikirkan perutmu?

- Sepotong buah. - Benar.

- Sebuah apel. - Ya.

- Itu sungguh egois. - Egois?

- Ya. - Aku egois?

Kau duduk di sofaku. Aku mencoba menikmati secangkir teh.

Kau sudah selesai? Kau bilang aku renta.

Seminggu ini aku telah disetrum.

Aku hanya ingin istirahat, minum secangkir teh, lalu tidur.

Andai aku punya pengejut ternak.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.