All language subtitles for The.Mentalist.S03E06.Pink.Chanel.Suit.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Lahan Sebring Atherson, California

Penghormatan terakhir Terhadap Ethel Black Sebring

Sophie...

Bisa kau bujuk adikmu untuk sekadar muncul saja?

- Aku tidak yakin. - Kumohon, cobalah.

- Tentu, Bu. - Baiklah.

Apa kabar? Senang melihatmu.

Abs?

Abs?

Abby, kau sudah bangun?

Baik. Aku menuju gerbang depan. Di mana posisimu?

Hai, Bos.

Nama korban Austin Marr, 23 tahun, dengan banyak luka tusukan.

Terbunuh di pondok tamu itu sekitar pukul 02.00 dini hari tadi.

Ada apa dengan sekuritinya?

Pondok tamu ini milik hakim federal, Pauline Fitzwilliam.

Ibunya baru saja tiada.

Banyak orang penting datang untuk acara penghormatan.

Sungguh pengamanan yang kaku untuk sebuah penghormatan.

- Di mana Jane? - Entahlah.

Dia mungkin akan menyusul saat tiba di sini.

Benda logam harap dimasukkan ke wadah plastik.

Aku sedang mencari Abby.

Aku bahkan tak tahu Austin ada di sini.

- Dia tak tinggal di sini? - Tidak. Dia kekasih Abby.

Dia baik dan lembut.

Siapa yang tega lakukan ini padanya?

- Tetaplah fokus denganku, Sophie. - Baiklah.

- Austin punya keluarga di sini? - Tidak.

- Kau tahu di mana dia bekerja? - Aku tak yakin. Dia...

- Dia ilustrator buku anak-anak. - Bagaimana hubungannya dengan Abby?

Mereka saling mencintai. Austin perlakukan dia layaknya emas.

- Kapan terakhir kau melihat adikmu? - Kemarin sore.

Di mana dia? Apa yang terjadi padanya?

Itu yang sedang kami cari tahu.

Kami akan langsung kabari begitu kami tahu sesuatu.

- Terima kasih atas waktunya. - Dia baik-baik saja, 'kan?

- Karena dia adikku. - Akan kami kabari.

Baiklah.

Aku sudah bicara pada sekuriti.

Mereka sudah menutup perimeter sekitar lokasi.

Tak ada yang bisa keluar masuk tanpa melewatinya.

Abby datang kemarin pagi pukul 08.40, tapi tak tercatat dia pergi.

Jadi dia masih di dalam?

Itu dia. Kepolisian setempat dan sekuriti menyusuri semua tempat.

Setiap gedung dan ruangan, tapi mereka tak menemukannya.

- Mungkin pergi dengan orang lain. - Sekuriti bilang tidak.

Mereka sudah periksa semua yang pergi dan bahkan juga mobilnya.

Jadi Abby menghilang, tapi sekuriti bilang dia tak pernah pergi?

Hari yang sungguh aneh.

Cho, periksa semua tentang Austin.

Rumah, pekerjaan, dan teman-temannya.

Van Pelt, minta pada sekuriti nama orang-orang yang ada saat kejadian.

- Aku ingin bicara kepada mereka. - Segera kulakukan.

Dan jika kau lihat Jane, bilang kepadanya dia sudah terlambat.

Harap letakkan semua benda logam di wadah plastik ini.

Harap mundur dan kosongkan saku Anda.

Aku dari CBI dan kini terburu-buru, aku langsung lewat saja.

Mana lencanamu?

- Kau menarik tanganku. - Mungkin kau tak mendengarku.

Aku Markus Whiteside, kepala penjaga di sini. Mana lencanamu?

- Ini lencanaku. - Baiklah.

- Silakan lewat gerbang ini. - Mana lencanamu?

- Kau mau buat masalah di sini? - Tidak. Aku hanya bertanya.

- Lewat gerbang ini. - Aku orang baik, Bung.

- Aku ke sini untuk membantu. - Keluarga, teman, CBI lewat sini.

- Kau mengerti? - Ya, aku mengerti.

- Berarti kau akan lewat situ juga? - Tentu saja.

Silakan, Markus, kau duluan. Hanya ini yang bisa aku lakukan.

Bolehkah aku... Terima kasih.

Tampaknya berhasil.

Secicip saja.

- Aku hanya minta secicip. - Tidak boleh.

- Mungkin harus kuambil sendiri. - Ambil saja.

- Aku sangat mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.

Kalian dengar itu? Dia mencintaiku.

Aku tahu apa yang terjadi.

Apa itu, Ibu Hakim?

Tiga bulan lalu aku menghukum pria bernama Raymond Tubbs...

Selama 40 tahun tanpa pembebasan bersyarat.

Dia penganut supremasi kulit putih dan mengepalai geng...

Yang selama ini merampok bank di sekitar pesisir.

Tn. Tubbs bersumpah akan membunuhku dan keluargaku.

Jadi jelas seseorang yang bekerja padanya...

Membunuh Austin yang malang dan menculik Abby.

Tapi tim sekuritimu bilang tak ada yang memasuki kompleks.

Kata mereka pun Abby masih di sini. Mereka mencari tapi tak menemukan.

Jadi jelas mereka keliru dalam beberapa hal.

- Di mana Tubbs dipenjara? - Folsom.

Tapi itu tak menghentikannya.

Bulan lalu dia kirim anggota gengnya untuk membobol rumah kami.

Saat itulah aku tingkatkan keamanannya.

Apakah tim forensikmu menemukan sesuatu dari TKP?

Bu, kami tak bisa berikan detail penyelidikan sebelum selesai.

Agen, aku pernah jadi jaksa wilayah selama 12 tahun.

Aku bisa menelepon untuk cari tahu apa yang sudah kaudapatkan...

Atau kau bisa langsung memberitahuku.

Sidik jari sebagian terdapat pada senjata pembunuhnya di darah Austin.

Kami sedang memeriksanya.

Baik. Itu pasti milik anak buah Tubbs.

Jika kau melacaknya, kau akan temukan Abby.

Kami akan memeriksa Tubbs, tapi ada yang perlu diselidiki.

Contohnya?

Bu, sesuai prosedur, kami periksa latar belakang Abby.

Dia punya masalah alkohol dan narkotika.

Itu dulu.

Sudah berbulan-bulan dia bersih. Apa kaitannya dengan kasus ini?

Orang tua tak selalu pertama tahu soal kambuhnya kembali.

Pengedar narkoba adalah teman yang berbahaya.

- Abby bersih dan sadar. - Bagaimana dengan Austin?

Dia pun begitu.

Bagaimana hubungan mereka belakangan ini?

Baik-baik saja.

Ada banyak luka di wajah Austin.

Bekas cakaran seperti mereka telah bertengkar sesaat sebelum terbunuh.

Menurutmu, Abby bertengkar dengannya lalu membunuhnya?

Seperti yang tadi kubilang, ada hal lain perlu diselidiki.

Agen, jika putriku terluka karena kau buang waktu...

Memeriksa berkas pribadinya, kariermu akan segera berakhir.

Kau mengerti maksudku?

Bu, aku paham kau tertekan menghadapi keadaan ini.

Kami akan selidiki hal apa pun. Itu tugasku.

- Ada yang bisa kubantu? - Tergantung.

- Siapa kau? - Ed Saban.

- Dan kau adalah... - Patrick Jane, CBI.

Aku sudah bicara dengan rekanmu, kurasa namanya Van Pelt.

Apa itu artinya kau sudah bosan ditanya?

- Bukan. Maksudku... - Bagus. Di mana kau semalam?

Di sini. Di ranjangku.

Aku lelah bekerja seharian, lalu minum obat tidur.

Sebenarnya aku bukan polisi.

Aku semacam penasihat.

- Lucu. - Tidak.

Kau punya kesan medis yang jelas. Apa kau dokter keluarga?

Aku dokter yang menangani Ethel. Aku merawatnya sekitar setahun ini.

Usia Ethel 93 tahun. Kurasa dengan menilik semua hal...

Kami telah memberinya akhir yang damai.

Menurutmu apa yang terjadi pada Abby?

Siapa?

Abigail Fitzwilliam, cucu Ethel.

- Ya, Abby. Kenapa dia? - Bukankah dia menghilang?

Benarkah? Polisi tahu itu?

- Kau bercanda lagi. - Ya.

Bagaimana kau mendeskripsikan Abby?

Gadis yang baik hati, penuh semangat, dan lincah.

Permisi.

Tolong pegang ini.

- Halo, Lisbon. - Jane, di mana kau?

Aku sedang bicara dengan dokter keluarga di sini.

Katanya gadis itu tukang mabuk berhasrat seks tinggi. Menarik, ya?

- Aku tak bilang begitu. - Ya, dengan meneriakkannya.

- Aku di pintu depan. Temui aku. - Ya. Aku segera ke sana.

Terima kasih atas waktumu.

Tak ada tanda-tanda gadis itu?

Tidak. Kata sekuriti dia tak mungkin pergi tanpa sepengetahuan mereka.

Kita harus periksa apakah dia tidur dengan salah satu sekuriti itu.

Bisa dipertimbangkan.

Ibunya bilang Neo-Nazi yang menjadi dalang kasus ini.

Tapi kata sekuriti tak ada yang memasuki lahan ini.

- Pecahkan itu. - Beri aku semenit.

Cho, tolong periksa Tubbs. Dia ada di penjara federal Folsom.

Bicaralah kepadanya. Tanyakan apa yang dia tahu soal Fitzwilliam.

Jika ada kabar soal sidik jarinya, kabari aku.

- Sudah semenit. Apa jawabannya? - Belum semenit, 30 detik kurang.

Agen Lisbon.

Katamu akan mengabariku jika tahu sesuatu. Sudahkah?

- Belum, Sophie. Maafkan aku. - Aku sudah dapat.

Kau memintaku memecahkannya, maka kupecahkan.

Apa? Apa itu?

Tak ada tuntutan penebusan, jadi tak mungkin penculikan.

Tinggal tiga pilihan perihal menghilangnya adikmu.

Satu, dia dibunuh dan tubuhnya dipindahkan dari kompleks ini.

Dua, dia dibunuh dan tubuhnya disembunyikan di kompleks ini.

Atau tiga, dia membunuh Austin dan kabur.

- Itu tak mungkin. - Kau menyembunyikan sesuatu.

Apa? Tidak.

- Sesuatu tentang adikmu. Apa itu? - Tak ada.

Ayolah. Kau bisa bilang padaku.

Kau tak kenal Abby. Dia tak akan menyakiti Austin.

Kau ingin percaya itu, tapi kau tahu itu tak benar, 'kan?

Kau pernah menyadari adanya perasaan fisik tak enak...

Saat kau harus mengakui perbuatan yang tak kaulakukan?

Jantung berpacu cepat, pusing, dan sakit punggung.

Kau akan segera merasa lebih baik jika sekarang katakan sebenarnya.

Saat ini juga.

Kemarin aku ke pondok tamu untuk menemui Abby.

Austin ada di sana dan mereka sedang bertengkar.

Aku tak pernah lihat mereka seperti itu.

Abby mencoba pergi dan Austin mulai mengguncangnya.

Dia membentak dan mengguncang tubuh Abby.

- Lalu apa yang dilakukan Abby? - Dia memukul wajahnya.

- Austin berdarah. - Lalu apa yang terjadi?

Entah, aku langsung pergi.

Permisi.

Tentu saja. Terima kasih, Sophie. Itu sangat berarti.

Sebaiknya kau istirahat, mungkin perbanyak waktu tidurmu.

Baiklah.

Saat bangun nanti, kau akan merasa jauh lebih baik.

Terima kasih.

Forensik dapat kecocokan sidik jari dari pisau yang digunakan.

Milik Abby.

Kuberi tahu, Abby tak meninggalkan kompleks itu.

Kau dan anak buahmu menyusuri rumah dan pelataran. Dia tak ada di sana.

Apakah mungkin ada celah dalam sistemnya?

Ada kamera, patroli rutin, dan sensor gerak. Itu tak mungkin.

Kami hanya harus periksa lagi, pasti ada yang terlewat.

Hal penting dulu.

Mungkinkah ada anggota keluarga yang membantu Abby kabur?

Mereka tak punya akses sistem keamanan, termasuk Pauline.

Bagaimana dengan anak buahmu? Ada yang punya kelemahan?

Mereka mantan anggota militer dan penegak hukum.

Aku sendiri yang memilih mereka.

- Kami perlu daftar nama mereka. - Kau membuang waktumu.

Bicaralah pada orang yang ada di sana saat Austin terbunuh.

Kami sudah bicara pada mereka. Enam orang tak termasuk Abby.

Pauline, Sophie, Ed Saban, dua PRT dan sepupu Ethel, Ruth.

Kami memeriksa mereka semua, tapi kini aku ingin temukan Abby.

Jadi Abby bertengkar dengan Austin lalu membunuhnya?

Begitulah yang terlihat.

Itu tetap tak menjelaskan bagaimana dia bisa kabur.

Saat kita temukan Abby, kita akan dapat jawabannya.

Whiteside mengirimiku daftar nama tim sekuritinya.

Periksa latar belakang mereka. Cari tahu jika ada sesuatu.

- Baik. - Bos.

Abby Fitzwilliam pakai kartu kredit 3 jam lalu di butik San Fransisco.

- Tokonya kirimkan nota pembelian. - Ayo kita periksa.

- Majalah Marin Life? - Ya. Bacaan yang bagus.

Abby suka pesta, seperti yang dikatakan dokter itu.

Dia dan teman-temannya mengikuti semua ini.

- Intinya? - Aku menelusuri dunia tersangka.

Silakan nikmati penelusurannya.

Kami akan lacak jejaknya lalu menangkapnya.

Apa yang Abby beli di toko itu?

Rok, setelan, jas, dan tas Tumi. Memangnya kenapa?

Tak apa-apa.

- Dia datang beberapa jam lalu. - Baik.

Dia habiskan 800 dolar untuk rok, setelan, jas, dan tas tangan.

- Baiklah. - Ini fotonya.

Ya. Aku ingat, tapi lebih pirang.

- Apa dia bersama seseorang? - Tidak.

- Kau ingat hal lain tentangnya? - Sepatu yang keren.

Dia meninggalkan alamat. Jaketnya perlu disesuaikan.

- Kalian mau? - Ya.

Singkirkan lencanamu.

Jika dia pikir kita polisi, dia mungkin akan lari.

Aku sedang tak ingin lari.

Kami ada kiriman dari L Couturier. Kau mau buka pintunya?

Dia bohong!

- Abby Fitzwilliam, kau ditahan. - Aku bukan Abby!

Angkat tanganmu sekarang!

Lisbon. Grace. Mana sopan santun kalian?

Ini Daniella, sahabat Abby. Kemari. Duduklah.

Baik, kau menang. Bagaimana kautemukan Daniella?

Apa hadiah untukku?

Abby Fitzwilliam adalah gadis pesta dengan sifat pembangkang.

Cara berpakaiannya perlihatkan itu. Banyak yang bermotif hewan.

- Nota pembeliannya. - Rok, setelan, jas, tas Tumi.

Perlengkapan khas pesisir timur.

Abby tak mungkin membelinya.

Hanya Daniella teman Abby yang punya gaya seperti itu.

- Bagaimana kau menemukannya? - Indra keenam.

Tidak. Aku minta Cho cari alamatnya.

- Kenapa kau curi kartu kredit Abby? - Aku tak mencurinya.

Dia meminjamkannya padaku. Dia teman yang baik.

Aku juga punya teman, Daniella, tapi aku tak pinjamkan kartu kredit.

Apa yang harus kukatakan? Abby orang yang murah hati.

Aku ada wawancara kerja beberapa hari lagi.

Dia bilang penampilanku harus terlihat maksimal.

Dia selalu membantu saat aku perlu.

Bahkan jika aku menolaknya, dia tak mau mendengarnya.

Itu benar. Tanya orang lain. Dia lakukan itu pada banyak orang.

Kapan dia memberimu kartu itu?

Tiga hari lalu.

Sehari sebelum dia menghilang?

Abby telepon aku dan bilang neneknya sakit dan tak akan bertahan lama.

- Aku datang menemaninya. - Bagaimana keadaannya saat itu?

Dia sedih dan sering menangis.

Dia sangat dekat dengan neneknya.

Saat itu dia minum.

Hanya anggur, tapi tetap saja. Kubilang itu bukan ide bagus.

- Dia punya masalah dengan hal itu. - Apa Austin di sana?

Abby tak akan berani minum jika ada dia.

Austin sangat anti hal seperti itu. Dia yang membuat Abby sembuh.

- Kau di mana saat Abby menghilang? - Di L.A. untuk bekerja.

Bos, aku memerlukanmu.

Aku bilang Tn. Jane. Aku ingin bicara dengan Tn. Jane.

- Di mana dia? - Kau tahu dia suka menghilang.

Dia sedang tak ada, Sophie. Ada masalah apa?

Aku dapat sebuah pesan dan tak tahu apa maksudnya.

Pesan apa? Apa yang kaubicarakan?

"Bilang ibumu, itu akibat jika macam-macam dengan Raymond Tubbs.

Adikmu dan temannya hanyalah sebuah permulaan.

Kau akan menuai hasilnya. Delapan, delapan."

Aku tak pernah dengar suara itu.

"Delapan, delapan", apa maksudnya?

Itu kode yang digunakan oleh penganut supremasi kulit putih.

Huruf ke-8 dalam alfabet. H, H. Heil Hitler (Hidup Hitler).

Nomor ini diblokir. Sophie, kami perlu ponselmu.

- Lacaklah. - Baik.

Katamu Abby yang lakukan ini.

Kau bilang sidik jari Abby terdapat di pisau itu.

Kami tak tahu apa arti dari ini, tapi kini kau tak boleh sendirian.

Aku akan meminta seorang agen untuk mengantarmu pulang.

Bagaimana dengan Abby? Mereka menyakitinya?

Itu yang akan kami cari tahu. Ikutlah denganku.

Folsom State Prison Folsom, California

- Raymond Tubbs? - Ya. Siapa kau?

Aku Agen Cho dari CBI.

Aku akan ajukan beberapa pertanyaan mengenai Pauline Fitzwilliam.

Ada apa dengannya?

Seorang pria terbunuh di kompleks kediaman Fitzwilliam.

Seorang anggota keluarganya menghilang.

Seorang anggota keluarga lain menerima pesan suara.

Isinya, "Itu akibat jika macam-macam dengan Raymond Tubbs."

Kepemimpinan itu merepotkan, ya?

Kau coba buat orang-orangmu fokus dan ada orang bodoh yang buka mulut.

- Dari mana asalmu, Agen Cho? - Oakland.

- Baik. Dari mana asal orang tuamu? - Korea.

Orang Korea. Orang baik yang tahu siapa dirinya.

Saat ini banyak orang tak tahu siapa diri mereka.

Pria yang tak tahu asal-usulnya bagai kubis dalam masyarakat.

Benar. Jadi kau menyangkal adanya keterkaitanmu dalam insiden ini?

Tidak. Ada prajurit Arya di sana yang menghargai dan menghormatiku.

Dia yang melaksanakan misi itu untukku.

Aku cuma bilang aku tak akan menyuruh siapa pun.

Hal itu bodoh.

Tapi kurasa selalu ada orang bodoh dalam kelompok mana pun.

Benar, Agen Cho?

Tn. Jane, aku mau bertanya.

Marcus, jika ingin masuk ke sini, di manakah tempat terbaik untuk itu?

Maaf?

- Di mana celahnya? - Lahan ini 100 persen aman.

Saat orang terbunuh di pondok tamu, sesuatu terlintas di pikiranmu.

Gambaran lokasi yang kaucemaskan. Suatu kelemahan.

- Apa itu? - Tidak.

Lanjutkan.

- Bukan apa-apa, tapi... - Teruskan.

Dinding utara. Daerahnya berbelok mengelilingi sebuah palung.

Lengkungan di dinding menyulitkan sensor mendeteksi gerakan.

Baiklah.

- Kau harus lewat pintu itu. - Baik. Tentu saja.

Prajurit Arya itu. Berikan namanya.

Tidak. Kenapa aku harus lakukan itu?

Kau sudah balaskan dendammu, kenapa tak serahkan anak buahmu?

Hidupmu di sini akan lebih mudah...

Jika aku bilang pada kepala penjara kau membantu kami.

Rokok tambahan dan waktu lebih lama di halaman?

Ya, seperti itu. Mungkin juga TV layar datar.

Kau tak mengerti. Ada kehormatan dalam diri kami sebagai pejuang ras.

- Kesetiaan, persaudaraan. - Ya, benar.

Apa maksudmu, "Ya, benar?"

Artinya kau membuang waktuku.

Di sana tak ada anak buahmu ataupun pejuang Arya yang menanti titahmu.

Kau pria menyedihkan, sendirian dalam kotak...

Hidup dalam khayalan keagungan.

Kau sangat keliru. Aku punya pasukan di belakangku. Pasukan!

- Dan aku punya orang dalam. - Kau tak punya.

Tunggu!

Namanya Howard Dressler. Orang dalamku.

- Makan itu, Cho! - Terima kasih.

Heil Hitler.

Tekanan darahmu masih agak tinggi, begitu pun dengan denyut jantung.

Aku akan beri Xanax untuk membantumu tenang.

Aku tak mau minum obat apa pun hari ini.

- Ada kabar dari Abby? - Tidak.

Kalau begitu aku permisi, pemakaman ibuku sore ini.

Dan aku harus menyelesaikan euloginya.

- Aku akan kembali lagi nanti. - Terima kasih, Ed.

Jadi pemakamannya diadakan di sini?

Ya, dimakamkan di samping makam ayahku.

Aku terkejut kau melanjutkannya, menilik peristiwa baru-baru ini.

Menurutmu aku harus bagaimana, Tn. Jane?

Maaf jika sikapku tak seperti yang kauinginkan.

Tak setiap hari ibuku meninggal dan putriku menghilang.

Ada hal lain yang kauperlukan?

- Tidak. - Bagus.

- Sebab aku harus selesaikan ini. - Silakan.

- Karpet yang indah. - Terima kasih.

Sangat terawat.

Apalagi jika punya anak-anak di dalam rumah.

Itu karena aku tak pernah izinkan mereka main di situ.

Kau bilang begitu, tapi Abby tak mau mendengarkanmu, 'kan?

Tidak.

Apa pun yang dilarang, justru akan dilakukannya.

Selalu bertentangan.

Pasti sulit untuk orang sepertimu hadapi hal itu.

- Orang sepertiku? - Disiplin, keras, dan terluka.

- Kau sedang terluka. - Itu bukan hal buruk.

Dia gadis yang cantik.

Dia kuat dan lucu.

Beberapa tahun terakhir hubungan kami jauh sejak suamiku meninggal.

Tapi ada saat-saat di mana Abby dan aku bersama-sama.

Seolah dia seperti gadis kecil lagi dan kami bahagia.

Dia sudah tiada, 'kan? Putriku sudah tiada.

Itu bukan hal yang tak mungkin.

Permisi.

- Apa ini? - Catatan pengunjung dari sekuriti.

Pengunjung yang keluar masuk rumah dalam tiga bulan terakhir.

Lisbon ingin kita memeriksanya.

Raymond Tubbs bilang punya anak buah bernama Howard Dessler di sana.

Itu baru?

Ya.

- Hadiah? - Ya.

- Dari O'Laughlin, ya? - Ya.

- Seleranya bagus. - Terima kasih.

- Siapa tadi namanya? - Howard Dressler.

- Aku dapat. - Bagus.

- Ada apa? - Kami temukan Howard Dressler.

Dia coba kabur tapi lalu tertangkap. Kami bawa ke markas untuk ditanyai.

Kerja bagus. Akan kutelepon lagi nanti.

Ada apa ini?

Ada yang mengenai sensor perimeternya.

Seseorang mencoba masuk.

Kami menuju ke sana.

CBI! Jangan bergerak! Berbalik dengan tangan di kepala!

- Jane? - Lisbon, kapan kau datang?

Hai, Jane. Bagaimana kabar kalian hari ini?

Hariku luar biasa.

Aku dapat telepon dari Pauline Fitzwilliam.

Seorang hakim federal, Fitzwilliam.

Dia bilang seorang konsultan CBI mencuri karpet dari rumahnya.

- Bu, aku sungguh minta maaf. - Diamlah, Lisbon.

Tak ada alasan untuk minta maaf. Aku sedang menangani kasus.

Karpet itu kuanggap mayat.

Aku ingin tahu apa mungkin pergi dari rumah membawa mayat Abby.

Dan apakah itu mungkin?

Tidak, kecuali pelakunya gorila gunung.

Kini kau sudah bersenang-senang tanpa hasil yang berguna.

Kini dia memintaku mengeluarkan kalian dari kasus ini.

Ada alasan kenapa aku tak harus turuti permintaannya?

Dia tersangka.

- Benarkah? - Dia belum dicoret, 'kan?

Maka dia masih seorang tersangka.

Akan buruk jika membiarkan tersangka mendikte jalannya penyelidikan.

Apa itu benar, Lisbon? Dia seorang tersangka?

Namanya belum dicoret.

Baik. Aku beri kalian kesempatan. Jangan disia-siakan.

Lain kali, hubungi aku jika ingin melakukan kekonyolan lagi.

- Kekonyolan kurasa agak kasar. - Pergilah.

Baik, aku pergi. Aku punya nomormu.

Ayolah, Howard. Jangan bohongi aku.

Kami sudah berbicara kepada Raymond Tubbs.

Raymond Tubbs?

- Kenapa dia? - Kau yang tahu.

Dia patriot Amerika.

Aku berlangganan nawalanya. Itu bukan kejahatan.

Tubbs bilang kau orang dalamnya di kompleks Fitzwilliam.

Katanya kau prajurit Arya yang balaskan penahanannya yang tak adil.

- Dengan membunuh Austin Marr. - Tak ada kaitannya denganku.

Baik, jika itu katamu.

Tapi kau bisa lihat seperti apa. Tak bagus.

Tidak. Aku memisahkan urusan bisnis dan politikku.

Perusahaan pembersihan kolam Nazi tak berjalan lancar, ya?

Aku bertukar surel dengan Tubbs. Itu saja.

Jika dia berkata lain, itu artinya dia berbohong.

Aku punya kekebalan untuk semua ucapanku di sini, 'kan?

Tidak.

Baik. Kadang aku bawakan barang untuk Abby.

Barang?

- Kau jual narkotika kepadanya? - Kokaina. Metamfetamina.

Kapan terakhir kali kau membawakannya?

Tidak dalam dua bulan ini, tapi hari itu dia menghubungiku.

Kondisinya sangat buruk.

Dia meminta kokaina dan pil penenang padaku.

Aku perlu beberapa hari, tapi aku mendapatkannya.

Saat aku muncul paginya, ada polisi di mana-mana.

Aku bahkan tak sempat berikan barang itu kepadanya.

Dengar, aku tahu aku salah, tapi aku tak membunuh Austin.

Tetap saja hasilnya berguna.

Kini kita tahu tak ada yang mungkin keluar masuk pada malam pembunuhan.

Jadi dia pasti dibunuh di pondok tamu bersama dengan Austin.

Lalu pembunuh itu menyembunyikan jasadnya.

Kita sudah mencarinya, dan dia tak ada di sana.

Yang kalian cari adalah gadis hidup, bukan jasad. Sangat berbeda.

Kenapa pembunuhnya sembunyikan satu jasad dan tinggalkan satunya?

- Pertanyaan bagus. - Kita periksa lagi.

Kali ini siapkan anjing pelacak dan tambahkan jumlah personel.

Tak perlu. Aku tahu di mana jasadnya disembunyikan.

- Tunggu. Kau akan lakukan apa? - Hanya bicara.

Tapi sedang ada upacara pemakaman. Kau tak bisa melenggang begitu saja.

- Ya, itu benar. - Terima kasih.

- Aku lupa menelepon Hightower. - Kenapa harus meneleponnya?

Pesan suara. Hai, Hightower, ini Jane.

Cuma ingin memberi tahu akan terjadi kekonyolan lagi seperti katamu.

Di pemakaman Ethel Sebring. Semoga harimu menyenangkan.

Dia menyuruhku meneleponnya.

- Sebaiknya kita bergegas. - Jane.

Tuhan, Bapa kami, kekuatanMu melahirkan kami.

PemeliharaanMu membimbing hidup kami.

Dan atas perintahMu, kami kembali menjadi debu.

Satukan kami dalam keluarga untuk nyanyikan pujian bagiMu. Amin.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Amin.

Amin. Terima kasih, Pastor.

Selamat sore, Hadirin. Namaku Patrick Jane.

Bagi yang belum mengenalku, aku konsultan untuk CBI.

Aku tahu kalian semua di sini berduka atas kematian Ethel Sebring.

Tapi aku punya pengumuman penting yang tak bisa menunggu.

- Apa arti semua ini? - Izinkan aku sebentar saja.

Tak mudah mengatakannya, maka aku akan langsung saja.

- Abby Fitzwilliam sudah tiada. - Tidak.

Itu benar, Sophie. Aku turut berduka.

- Bagaimana? - Kami belum tahu secara rinci.

Tapi kami akan segera mengetahuinya.

Di mana dia?

Dia disembunyikan di dalam peti mati nenekmu.

Sebenarnya cukup pintar. Kau tak akan cari mayat di situ.

Kecuali mayat Ethel tentunya.

Kau sedang membuat lelucon gila?

Aku berharap begitu, tapi...

Tubuh mereka kecil, pasti muat berada dalam satu peti ini.

Cara agar kita tahu pasti hanyalah jika kita...

Kita harus mengintipnya sebentar.

Kita akan melakukannya di dalam.

Dr. Saban akan mengawasi pelaksanaan untuk pastikan semua sesuai.

Agen, kau tak bisa mengendalikan badut ini?

Lisbon, percayalah padaku. Kau harus percaya padaku soal ini.

Tn. Jane menyatakan poin yang valid.

Bu, kau lebih tahu soal hukum. Kami bisa dapatkan surat perintah...

Tapi kurasa ini cuma sebentar dan tak terlalu mengganggu.

Dengan segala rasa hormat.

- Ini keliru. - Ayolah.

Hidup Ethel sangat bermartabat. Dia mau tetap begitu saat mati.

Seharusnya kalian tahu tak ada martabat dalam kematian.

- Ada apa ini? - Kau dapat pesanku?

Bu, semuanya terkendali.

- Mau apa dengan peti mati ini? - Itu tujuanku meneleponmu.

Membukanya. Katanya jasad Abby Fitzwilliam ada di dalamnya.

- Astaga. Kau sudah gila? - Kurasa tidak.

Sudah.

- Pauline, kau yakin akan ini? - Cepat selesaikan.

Apa?

Astaga.

Semua tamu sudah diminta pulang. Pemakaman ditunda.

- Kuharap kau senang. - Ini tak masuk akal.

Jasad Abby tak ada dalam peti ini seperti yang kaujanjikan padaku.

Ya. Kukira ada. Aku yakin kalau dia di sana.

- Tapi kau salah. - Tak mungkin aku salah.

Berhenti katakan itu.

Tapi ini tempat paling sempurna untuk sembunyikan jasadnya.

Karena orang tak akan berpikir untuk memeriksanya.

Jane, sudah cukup.

Dia ada di kompleks ini. Aku tahu itu.

- Aku tahu dia di kompleks ini. - Jane!

Kita harus siapkan anjing pelacak dan helikopter.

Karena dia ada di sini. Aku sungguh minta maaf.

Baiklah.

Besok pagi, mulailah pencarian menyeluruh terhadap jasad Abby.

Jika dia memang di sini, temukan dia.

Dia ada di sini.

- Lisbon, apa yang kaupikirkan? - Aku tak punya alasan, Bu.

- Dia memintaku memercayainya. - Tugasmu bukan untuk memercayainya.

Tugasmu adalah memercayai penilaianmu bukan penilaiannya.

Wanita malang itu ada di dalam tanah.

Belum di dalam tanah, tapi sedang menuju.

Kita semua begitu, 'kan?

Kau kacaukan pemakaman ibu dari hakim pengadilan tinggi...

Pada hari dia tahu putrinya mungkin sekali sudah mati.

Itu langkah karier yang buruk bagi kita semua.

Maaf aku buat kalian kena masalah. Aku berbuat kesalahan.

- Maaf? Coba katakan lagi. - Aku berbuat kesalahan.

Aku sudah mengatakannya dua kali dan tak akan mengatakannya lagi.

Karena kini terlintas padaku bahwa aku tak sepenuhnya keliru.

- Begitu? - Ya, aku bahkan yakin.

Jadi jangan cemas. Karier kalian aman.

Sikap Hakim Fitzwilliam akan berubah saat kuungkap pembunuh putrinya.

Aku bayangkan seperti itu. Kapan kau akan lakukan itu?

- Malam ini juga. - Malam ini juga.

- Tapi kalian harus memercayaiku. - Benar.

- Bagaimana jika kau salah lagi? - Kita akan kena masalah besar.

Tapi berapa peluang aku salah dua kali berturut-turut?

Pikirkan hal itu.

Jika kalian punya ide lebih baik...

Untuk temukan jasad Abby dan menangkap pembunuhnya...

Silakan. Ini bukan pintu taksi, melainkan telinga.

Ini tak akan berhasil kecuali kau diam.

Aku tak bisa diam. Kakiku kesemutan (asleep).

Apa maksudmu kakimu tertidur? Kaki tidaklah tidur.

Aneh. Kenapa orang-orang bisa bilang begitu?

Sial!

Di mana telepon itu?

- Halo? - Apa kabar, Dok?

Angkat tangan!

Maaf. Apa kami menakutimu?

Kau sembunyikan jasad Abby bukan Austin karena keharusan.

Bukti kesalahanmu ada dalam tubuh Abby.

Ayolah. Kita berdua tahu autopsi akan memastikannya.

Kau memberi Abby narkotika.

Beberapa hari sebelum Ethel mati, Abby kambuh.

Dia seorang pecandu.

Dia akan dapatkan narkotika baik dariku atau dari jalanan.

- Dan kau dibayar untuk itu. - Tentu saja. Aku seorang dokter.

Tentu.

Tujuanmu bukan menyembuhkan Abby, tapi demi uang.

Saat Ethel sekarat, kau perlu sumber pendapatan baru.

Lalu datanglah Abby, pecandu muda yang kaya.

Tak apa-apa. Kau baik-baik saja.

Abby, tetaplah bersamaku.

Abby, tetaplah bersamaku.

Dia begitu cepat overdosis. Aku tak bisa menyelamatkannya.

Lalu Austin pulang.

- Apa yang terjadi? - Dan melihat kejadian itu.

- Apa yang kaulakukan? - Dia ingin menghubungi polisi.

Lalu menyerahkanku.

Hidupku tamat jika dia menelepon.

Aku mengambil pisau itu.

Hanya untuk menghentikannya, bukan melukainya.

Aku tidak berpikir.

Kukira jika kubuat seolah Abby yang melakukannya...

Orang akan memercayainya.

Jika mereka temukan jasad Abby, mereka temukan narkotika di tubuhnya.

Jadi kusembunyikan dia di kamarku. Dalam lemari baju.

Aku sangat ketakutan saat polisi memeriksa rumah.

Aku yakin mereka akan menemukannya.

Kau memanfaatkan Abby.

Dia memercayaimu, tapi kau malah memangsanya saat dia lemah.

Dia tak pernah punya kesempatan.

- Aku bicara pada Hakim Fitzwilliam. - Lalu?

Katanya jika kau minta maaf atas sikap tak pedulimu...

Saat mengganggu pemakaman ibunya...

Dia tak akan menuntut kedisiplinan terhadapmu, Lisbon, dan aku.

Katakan, menurut Jane dia wanita tua sok bijak yang terluka.

Dia seharusnya berterima kasih padaku.

- Astaga, kumohon, Jane. - Kau benar, Tn. Jane.

Aku ke sini untuk meminta permintaan maaf.

Lalu aku sadar bahwa aku salah telah berpegang pada martabatku.

Aku memang terluka.

Sikap sombong, tak berperasaan, kekanak-kanakanmu...

Pada akhirnya mengungkap kebenaran.

Terima kasih banyak.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Maaf.

Baiklah, kalau begitu.

Semuanya senang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.