All language subtitles for Greys Anatomy S02E17 Indonesia

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sebelumnya di Grey's Anatomy:

[Meredith] Aku punya firasat.

- [Cristina] Firasat apa? - Seperti aku mau mati.

[Meredith] Halo? Sudah jelas itu bukan mimpiku.

Kontraksiku sudah sepuluh menit sekali dan ketubanku baru saja pecah mengenai sepatumu.

- Tidak bisakah kita saling menggunakan nama depan? - Aku rasa tidak.

Aku tidak ingat kapan terakhir kali kita berciuman?

Dimana... suamiku?

Kecelakaan saat menuju rumah sakit.

- Apa istriku disini? - Aku tidak akan melahirkan hari ini!

Meredith dan Cristina pelaku.

Mereka berdua pelaku.

Aku sedang horny, dan setengah telanjang.

Kamu mau membahas tentang kiasan atau mau melepas celanamu?

Jadwal sepi artinya masalah. Jadwal sepi artinya kematian.

Hannah. Hannah Davies.

Kenapa tanganmu ada di dalam tubuh pasienku?

Suamiku harus berdiri di depan senapan besar itu.

[Alex] Dia menembaki dirinya dengan bazooka?

- Apa ada ledakan? - Tidak.

Aku sedang memegang bom aktif?

Sepuluh menit yang lalu ruangan operasi di Seattle Grace sudah dievakuasi

- kecuali tim Dr. Burke. - Dan tim Dr. Shepherd.

Aku tidak bisa meninggalkan suami Bailey dengan tengkorak yang masih terbuka.

Kabut merah muda. Itu sebutan gegana untukmu saat kau meledak.

Dylan Young, tim gegana.

Bom itu rakitan yang artinya tidak stabil.

Aku masih 22 tahun.

Kami harus mengosongkan ruangan ini.

Ini kesalahan.

Tenanglah.

Apa yang telah kulakukan? Apa yang telah kulakukan?

[Meredith] Di rumah sakit, mereka bilang kau tahu.

Kau tahu kapan kau akan mati

Menurut para dokter itu terlihat di mata pasien.

Ada juga yang bilang tahu dari aroma nya, aroma kematian.

Ada lagi yang bilang itu berkat indra keenam.

Saat hal luar biasa itu sedang mendatangimu, kau pasti akan merasakannya.

Apapun itu, rasanya menakutkan.

Kenapa jika kau tahu kapan kau akan mati,

apa yang akan kau lakukan?

Selain rasa ketakutan yang luar biasa.

[Tersengal-sengal]

Jika kau tahu ini hari terakhirmu di muka bumi,

bagaimana caramu menjalaninya?

- Ada apa? - Ah, sesuatu terjadi di ruang operasi tiga.

- Apa? - Entahlah.

Yang ku tahu Hannah, si paramedis, dia menghilang.

[George] Pak Kepala? Ada apa?

Sepi jadwal. Kita mengalami sepi jadwal operasi.

Dr. Shepherd?

Dr. Burke.

Bagaimana keadaannya?

Dia mengalami pendarahan kedua dibawah tengkoraknya.

Kalau aku mengikuti saran yang tertulis di buku,

dia bisa kehilangan kemampuan bicara, menahan buang air dan meninggal.

- Apa pilihanmu yang lain? - Kalau aku lakukan yang ku mau,

dia bisa kehilangan kemampuan bicara,

menahan buang air dan meninggal.

Yah, semoga berhasil.

Terima kasih.

Ada yang bisa kubantu?

Kau tahu, kau itu bodoh karena tidak mau dievakuasi.

- Kau juga. - Iya, aku tahu.

Kita harus mempertimbangkan profesi baru.

Iya.

Sekarang, bisakah kau mengoperasi dan mengangkat bom dari tubuh pria itu?

Setelah gegana selesai memeriksanya, aku akan coba.

Aku tidak mau jadi orang yang Membunuh suami Bailey.

Aku tidak mau jadi orang yang membunuh kita semua.

- Dr. Shepherd. - Dr. Burke.

Kau sadar kan betapa bodohnya itu?

- Itu sangat bodoh sekali. - Aku tidak butuh ejekan kalian

saat tanganku masih didalam tubuh yang ada bomnya

dan orang asing memakaikan jaket anti peluru di payudaraku.

Kau ironis sekali.

Hanya untuk hal yang benar-benar ironis.

Sudah ku bilang aku punya firasat.

[Dylan] Apa itu?

Tidak ada.

- Waktunya pergi. - Tidak, aku tetap disini.

Tidak ada lagi yang harus kau lakukan disini. Kami akan tangani ini.

Cristina, ini bukan operasi yang keren.

Bom ini bisa meledak sewaktu waktu dan membunuh semua orang.

Kau mengerti kan? Kau tidak boleh disini.

- Apa kau pikir ini tentang cara operasinya? - Aku tidak bisa lakukan ini jika kau ada disini.

Aku tidak bisa berpikir.

Kami akan baik-baik saja.

Tidak apa-apa.

Kau tahu kan di film-film dimana disitu ada pahlawan

dan juga ada orang lain?

Orang yang sudah tahu ada bahaya dan lalu lari menjauhi bahaya?

Iya.

Jadilah orang seperti itu.

[sighs]

Jadi, kau punya rencana kan? Kau punya cara untuk mengeluarkan aku dari sini?

Aku merasa semua warna jadi lebih terang. Apa kalian semua juga merasakannya?

- Kepalaku sakit. - Itu karena hormon adrenalin.

- Apa kau mencium bau sesuatu? Aku... - Diamlah!

- Kau tidak apa-apa? - Tentu tidak.

Bagaimana bisa dia baik-baik saja? Kau tidak sensitif.

- Aku bukan tidak sensitif. - Kalian diamlah!

Tidak ada yang peduli warna biru jadi lebih biru atau kau punya kekuatan mencium bau.

Meredith bisa mati. Kapan saja dia bisa... mati.

Berhenti hidup.

Meninggal.

Mayat.

[Tertawa]

Maaf.

Ya Tuhan, aku jadi bereaksi tidak pantas gara-gara stress ini.

Maaf. Tunggu dulu.

- Kau tidak apa-apa? - Iya.

Apa kita harus... lakukan sesuatu?

- Maksudku, menelepon keluarga Meredith? - Kita ini keluarganya Meredith.

Maaf. [Tertawa]

Kita ini keluarganya Meredith.

- Area ini sudah dievakuasi, Dr. Yang. - Dan entah kenapa kau masih disini.

- Aku harus ada disini. Tapi kau tidak. - Aku juga harus ada disini.

- Dr. Yang. - Aku harus!

Disamping itu, aku... aku pikir kau butuh bantuan.

- Bagaimana keadaannya? - Dia masih bertahan.

- Bagaimana si paramedis Hannah? - Hannah?

Wanita yang pegang bomnya.

Oh, ah, dia juga masih bertahan.

[Bunyi lift]

- Tenanglah. - [Richard] Tenang?

Aku harus mengevakuasi ruang operasi, ada bom di dalam tubuh manusia,

paramedis yang hilang, dokter magang yang sedang memegang bom aktif,

dua orang dokter bedah berkelas dunia sedang dalam bahaya,

seorang pria di meja operasi yang bisa mengalami pendarahan kapan saja

kecuali kita bisa mengangkat bom dari dadanya

dan dokter bedah kesukaanku mau melahirkan tapi kau bilang dia tidak mau melahirkan sekarang.

Sungguh? Tenang?

- Kau sungguh menyuruhku untuk tenang? - OK, jangan tenang kalau begitu.

Dr. Bailey sedang ketakutan, Pak. Ini hari penuh ketakutan.

Dia tidak memperbolehkanku memeriksanya tapi kontraksinya sudah setiap 40 menit sekali

dan dia menolak untuk melahirkan.

Bayinya bisa stress dan kalau dia tetap tidak mau melahirkan normal,

aku butuh ruang operasi untuk melakukan operasi cesar.

Aku tidak bisa memberimu ruang operasi, Addie. Aku tidak punya ruang operasi untukmu.

Yakinkan dia. Bailey itu orang yang rasional.

Dia bukan Bailey, dia wanita yang akan melahirkan

yang suaminya sedang dioperasi diruangan sebelah bom.

- Begitu juga suamimu. - Kita sedang bicara tentang Bailey. Aku butuh ruang operasi

- Aku tidak tahu lagi mau bilang apa padamu. - Dengar, Richard, kita hanya punya waktu satu jam.

Dan setelah itu aku mau kau berikan aku ruang operasi, dirikan ruang operasi,

atau temukan helikopter untuk membawaku ke ruang operasi di ruma sakit lain.

Kalau tidak, dia bukan akan punya anak, tapi dia akan kehilangan anak.

- Ini denah cetak biru yang kau minta. - Terima kasih.

[The Weepies: World Spins Madly On] -- Michelino --

Aku tertawa saat pemakaman.

Aku tidak suka pergi ke pemakaman.

Izzie. Iz.

Tadinya aku iri.

Tadinya aku iri pada Meredith dan operasi dan aku...

Aku... Tadinya aku...

iri, dan sekarang...

Tadinya aku iri, Alex.

Apa ini hal paling aneh yang pernah terjadi di ruang operasimu?

- Bisa dibilang begitu. - Bagus, karena aku sangat kompetitf.

Semua dokter bedah terbaik juga begitu.

[George] Dr. Montgomery-Shepherd sudah bicara pada Pak Kepala.

Dia sekarang sedang menelepon rumah sakit Mercy West

- untuk meminjam Ruang Operasinya. - Aku butuh seseorang untuk memulangkanku.

Mereka akan melakukan operasi cesar.

Biarkan saja mereka bicara. Pokoknya aku tidak akan pergi ke Mercy West.

Bayi ini tidak akan lahir hari ini. Aku butuh tumpangan.

Aku tidak bisa fokus menyetir

dan Tucker...

- Aku butuh tumpangan. - Kau bisa kehilangan bayimu.

Aku sudah bilang, aku tidak akan melahirkan bayi ini sampai besok.

- Bayimu bisa meninggal sebelum lahir! - Bisakah kau mengantarku pulang?

- Dr. Bailey... - Kalau begitu keluar!

Apa ada berita lagi?

Apa? Oh, maaf, Mrs. Carlson.

Suamiku. Aku bertanya-tanya apakah ada berita baru.

Karena kau terlihat cemas.

Dan ada dokter yang bilang

walaupun wanita itu menutupi lubang jantungnya dengan tangannya...

tapi suamiku akan tetap kehilangan... darah.

Setiap saat dia bisa kehilangan darah.

Yang artinya dia bisa meninggal.

Apakah dia akan meninggal?

Aku bertanya karena menurutku kau akan berkata jujur.

Karena kau terlihat cemas.

Mrs. Carlson...

Iya, ada kemungkinan dia akan mengalami pendarahan dan akan meninggal jika kami tidak mengoperasinya secepatnya.

OK.

OK.

Terima kasih sudah berkata jujur.

[Terisak]

Aku akan...

Aku akan menunggu... disana.

Apa ada yang bisa beri aku kabar terbaru?

Dan dimana kepala tim gegana?

Aku disini. Dan kami akan segera mulai.

Timku sudah siap ditempat, Dr. Burke juga sudah siap.

Kondisi pasien stabil.

Kami akan keluarkan bomnya dalam sepuluh menit jika tidak diganggu.

Di ruang operasi kami selalu memberikan anestasi kepada pasien.

- Iya. - Ini berhubungan dengan aliran oksigen.

Yah, bisakah kau matikan saja khusus di ruang operasiku?

Aku bisa dan harus kumatikan.

Tapi... sekarang masalahnya di ruang operasinya.

Ruang operasi itu adalah saluran oksigen utama.

Semuanya akan baik-baik saja.

- Kau tidak tahu itu. - Itu hanya perkataanmu saja.

Aku tahu.

- Kau mau kemana? - Aku tidak bisa hanya...

Aku harus melakukan sesuatu untuk menolong.

Terima kasih... karena sudah bilang semuanya akan baik-baik saja.

Walaupun itu hanya untuk menenangkanku saja.

[Berbisik]

Hentikan.

- Aku bukan pasien. - Apa?

Kalian berdua menatapku seperti sedang menatap pasien.

Seperti aku akan histeris kapan saja.

Aku tidak akan hiteris jadi, apapun itu, katakan saja padaku.

Saluran oksigen utama mengarah langsung ke ruangan ini.

OK.

Tidak OK?

Yah?

Salah satu dari kalian tolong jelaskan padaku apa artinya.

Karena sepertinya aku tahu maksudnya,

karena aku lebih suka jadi orang yang pesimis akhir-akhir ini,

jadi aku tidak mau percaya tebakanku.

Karena menurutku itu artinya jika bomnya meledak

dan mengenai saluran oksigen, seluruh rumah sakit ini akan meledak.

Dan itu gila kan?

Aku butuh jawaban Kapan mereka akan mulai bergerak.

- Dengar, aku sedang sibuk. - Aku tahu.

Aku tahu kau sibuk, tapi kalau ada sesuatu,

apapun yang bisa kami lakukan, pasti akan sangat membantumu.

Kami butuh tugas Pak.

- [Sesak nafas] Dengar, aku butuh... - [lzzie] Pak kepala?

- Badannya keringatan. - Periksa detak jantungnya.

- [Alex] Kami butuh bantuan. - [lzzie] Ayo bergerak!

- [lzzie] Aku akan ambil kursi roda. - [Alex] Aku rasa dia terkena serangan jantung.

[Dylan] Meredith, itu artinya...

- kita harus pindah. - Pindah?

Benar. Kita harus pindah.

[Berbisik] Aku tidak mau membuang-buang waktu lagi disini.

Tunggu. Aku tidak bisa menggerakkan jariku karena kita tidak boleh menggerakkan bomnya,

dan sekarang kau mau memindahkan tempat tidur ini?

Yah, untuk keselamatan kita semua.

Jadi kita harus pindah. Tidak masalah. Kita bisa lakukan ini.

- Kau bisa hadapi ini kan, Grey? - Aku bisa.

- Jadi apa hasilnya? - Sulit dikatakan. EKG nya normal.

- Itu bagus. - Aku mau bangun.

Pak, kau harus tunggu sampai kami dapat hasil tes darahnya.

- Aku tidak mau dengar. - Kau bisa bicara padaku, Dr. Stevens.

[lzzie] Hm...

Hm...

OK.

Suamimu harus menunggu

sampai kami mendapatkan hasil tes darahnya untuk konfirmasi dia tidak apa-apa.

OK, keluar! Kalian berdua!

- Aku mau pergi. - Kau sudah menyuruhku untuk merawatmu.

Adele, ada bom!

Aku sudah dengar.

[Richard menghela nafas]

Dr. Montgomery-Shepherd?

Kita harus lakukan apa? Maksudku, tentang Dr. Bailey.

Bisakah kita membiusnya?

- Tanpa persetujuannya? - Tidak. Yah... iya.

Maksudku, tidak bisakah kita paksa dia untuk melahirkan?

Jika... untuk sementara kita menyatakan dia gila?

[Tertawa pendek]

Kau mau aku menyatakan Miranda Bailey, Miranda... Bailey, tidak kompeten?

Menurutmu itu bisa membantu?

Menurutmu itu akan membuatnya lebih nyaman untuk melahirkan?

- Entahlah. - Kau pikir aku tidak

melakukan apa-apa untuk membantunya?

Kau pikir aku disini hanya ingin bersantai?

- Aku hanya bertanya. - Berhenti bertanya!

Apapun yang kau tanyakan, aku tidak tahu.

Aku sudah lakukan apapun sebisaku. Semua yang ku bisa.

Suami Miranda Bailey sedang dalam bahaya, sangat bahaya.

Tidak ada yang bisa aku katakan untuk menenangkannya

karena tidak ada yang berusaha menenangkanku.

Aku sedang melakukan sebisaku. Dr. Bailey sedang melakukan sebisanya.

Dan aku mau kau melakukan sebisamu dan lebih baik daripada

berdiri disana dan bertanya pertanyaan-pertanyaan bodoh!

Aku tidak tahu, O'Malley!

[Terisak]

Hei.

Kau tidak apa-apa?

Tunggu, kau berdarah?

Aku jatuh.

Tadi aku... tadi aku lari dan, hm... dan jatuh.

Ti... tidak apa-apa.

Apa kau Hannah?

Iya.

[Derek] Gunting mikro, Dr. Yang.

Ada apa diluar sana?

Aku, hm, aku akan...

[Dylan] Kau lakukan dengan baik.

[Meredith] Ayo kita mulai lagi.

Bomnya berbentuk seperti roket sepanjang 20 cm.

Kita semua siapkan semua, tim Dr. Burke sudah berada ditempat,

timku sudah berada di tempat.

Lalu aku akan menuntunmu untuk mengangkat tanganmu dari tubuh Mr. Carlson

dan langsung bungkus bomnya.

- Dan lalu ku jinakkan. - Stabil.

Jinakkan saat kondisi bom stabil.

Kau tahu, aku tidak terlalu menyukaimu.

Aku juga tidak menyukaimu.

- Kalian sedang apa? - Berhenti disitu.

- Kalian sedang apa? - Dr. Burke sudah menyuruhmu pergi.

Kami pindah ruang operasi sejauh mungkin dari aliran oksigen. Siapa tahu kami meledak.

[Dylan] Aku ingat dia sudah menyuruhmu pergi.

- Dimana dia? - Sedang menyiapkan operasi.

Maka dia tidak akan tahu ya?

Kau tetap disitu.

Kau tetap disitu.

Kau siap?

- Ceritakan sesuatu. - Apa?

Cristina, tanganku sedang memegang bom, aku ketakutan.

Dan yang paling penting, aku sangat ingin buang air kecil. Ceritakan sesuatu.

Dia bilang dia mencintaiku. Tadi malam.

Dia pikir aku sudah tidur, tapi aku masih bisa dengar.

Burke mencintaimu.

Iya. Tidak usah ikut campur.

- Burke mencintaimu. - Iya, semua orang punya masalah.

- Lalu, apa kau akan menyatakan padanya juga? - Tentu saja tidak.

Dia tidak bilang langsung padaku, dia mengatakan saat aku tidur.

Timbal balik tidak diperlukan.

- Selain itu, bisa saja dia ikut terkena ledakan. - Itulah intinya.

Baiklah, semuanya.

Ayo kita melangkah secara perlahan.

Secara sangat perlahan.

- Meredith, kita hampir sampai. - OK.

Kita hampir sampai. Sangat perlahan. Siap?

- Yap. - Baiklah, ayo.

Sangat perlahan.

Tadi pagi kau ada firasat akan mati hari ini?

Sudah kubilang.

Lukanya tidak dalam, tapi harus dijahit dua jahitan.

Hannah, ada orang yang harus kuhubungi?

Keluarga? Atau mungkin� teman?

Dokter itu...

Dr. Grey? Meredith.

- Apa dia...? - Dia masih hidup.

- Jadi dia masih hidup? - Dia masih hidup.

Dia masih hidup.

Dr. Milton seharusnya tidak meninggalkanmu.

- Dia pengecut. - Aku yang pengecut.

- Tidak. - Aku kabur.

Kau pikir kau akan jadi orang yang berbeda.

Kau pikir kau akan jadi orang yang tetap berada disitu dan melakukan sesuatu.

Kau tahu, orang yang hebat dibawah terjangan badai.

Aku ini paramedis.

Seharusnya aku tetap berada disana dan melakukan sesuatu. Seharusnya aku tidak lari.

Seharusnya aku tidak bersembunyi dibawah tangga

karena aku membiarkan dua orang akan meninggal.

Seharusnya aku tetap disana dan lakukan sesuatu.

Tapi ternyata aku kabur.

Yah, hasil tes darah sudah ada.

Pak Kepala terkena serangan kecemasan.

Siapa yang akan bilang padanya?

Hm... aku sudah memberimu sex di ruang ganti. Jadi kau yang bilang.

Cukup adil.

OK, Dr. Bailey. Ayo.

[Terisak]

Dr. Bailey, kau harus telentang Kau harus lakukan persalinan.

Tinggalkan aku.

Miranda...

Aku tidak bisa membiarkannya lagi.

Aku akan bilang pada Richard untuk menyediakan kita ruang operasi, OK?

Dr. Bailey, aku terkejut padamu. Ini tidak seperti yang kubayangkan tentangmu.

Dr. O'Malley, aku rasa tidak...

Aku sangat...

- Aku mengharapkan lebih. - George.

- Kau ini Dr. Bailey. - [Terisak]

Kau biasanya tidak sembunyi.

Kau biasanya pantang menyerah.

Kau selalu berusaha keras untuk mencapai kesuksesan.

Kau...

Dr. Bailey... kau adalah pelaku.

Aku tahu suamimu tidak disini

dan aku tahu ada banyak hal yang sedang terjadi disini

yang tidak bisa kita kendalikan.

Tapi yang ini...

Ini...

kita bisa lakukan.

OK?

OK.

[Bailey terisak]

Ayo kita lahirkan bayinya.

[Menghela nafas] Kita siap saat kau siap.

[Dylan] Kita sudah siap. Meredith?

Iya.

[Burke] Aku akan memperlebar lukanya.

Saat aku membedahnya, pendarahannya akan meluas.

Kalau kita mau menyelamatkan Mr. Carlson, kau harus segera mengambil bomnya.

Tapi ingat: Ambil saat semuanya stabil.

Dengan sangat perlahan. Jangan ada pergerakan cepat.

Stabil.

Benar. Stabil.

Kau siap?

Aku, ah...

- Apa aku ada pilihan? - Kau harus siap.

Iya. Aku rasa...

Pisau bedah.

Aku rasa aku siap.

- [Derek] Bagaimana keadaannya, Yang? - Semuanya baik-baik saja.

- Bagaimana wanita yang memegang bomnya? - Bagaimana keadaannya?

Dia hampir selesai. Bisa kau berikan hisapan? Beri air. Bagus.

- Kau belum jawab pertanyaanku. - Apa?

Bagaimana wanita yang memegang bomnya?

Meredith. Sekarang yang pegang bomnya Meredith.

[Mesin berbunyi panjang]

Aku tidak apa-apa. Dia boleh pergi.

Baiklah, sekarang, Meredith...

tutup tanganmu disekitar lukanya.

Meredith.

Grey?

Grey?

Kita kehilangan dia. Suntik epi.

- [Cristina] Denyut tidak ada. - Sudah disuntik Epi.

- [Derek] Berikan kain basah. - Ini.

Telentang kan dia di hitungan ketiga. Semuanya siap?

Siap? Ayo!

Ayo, cepat!

Meredith?

George dan lzzie tidak usah pindah dari rumah.

Tidak. Dengarkan aku...

Kau harus pastikan...

pastikan mereka...

mereka harus tetap berada di rumah itu.

[Mengerang]

- [Addison] Bagus. - [George] Dorong.

- Dorong. - Sedikit lagi.

- Aku sudah bisa lihat ujung kepalanya. - Berhenti dulu.

- Berhenti dulu. - OK, bagus sekali.

Bagus sekali. Tadi itu...

OK, kau siap?

- Siap? - OK.

Dorong.

[Mengejan]

[Derek] Ayo, ayo.

- [Cristina] Detak jantungnya sangat lemah. - [Derek] Berikan epi dan atropin.

Ayolah, ayolah. Berjuanglah, Tucker!

Kau tidak boleh menyerah. Ayolah.

- Sudah. - Grey?

Tekanan darahnya turun.

Grey?

Dengar, aku tidak bisa. Tidak. Aku tidak bisa. Ini gila.

Burke, kau harus pergi. Kau juga.

- Kalian berdua pergi. - Tidak ada yang akan meninggal hari ini, Grey.

Lihat aku.

Lihat aku.

Aku tahu ini buruk.

Aku tahu aku orang brengsek yang meneriakimu seharian ini.

Jadi coba aku orang yang baik.

Bayangkan aku orang yang kau sukai. Atau siapapun itu.

Tapi kau harus mendengarkanku.

- Aku takut. - [Derek] Aku tahu.

Kau bisa lakukan ini.

Semuanya akan berakhir sebentar lagi.

Kau pasti bisa lakukan ini, Meredith.

OK.

OK.

Pelan-pelan.

[Anna Nalick: Breathe (2AM)] -- Michelino --

[Addison] Bagus. Sedikit lagi.

Bagus. Berhenti.

Berhenti?

Oh, Dr. Bailey, aku bisa lihat ujung kepalanya.

Rambutnya banyak sekali.

- Oh, dia lucu sekali. - O'Malley.

Berhenti melihat vaginaku!

Iya, Bu.

[Bunyi mesin]

Minggir!

[Mengerang]

[Suara tidak ada detak jantung]

Kerja yang bagus.

[Richard] Apa yang terjadi? Siapa yang datang?

OK.

Ayo, sayang.

Baiklah, semuanya! Mereka datang!

Mrs. Carlson...

[Bunyi lift]

- Derek. - Preston.

Dr. Burke.

Apa suamiku, hm...

-...hidup? - Iya.

Apa dia akan bertahan hidup?

Berterima kasihlah pada wanita muda disana, berkat dia suamimu bertahan hidup.

[Terisak]

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

- Dimana dia? - Kau sangat jago.

Dimana dia?

Dia disini.

Derek!

Kau tidak apa-apa.

Kau tidak apa-apa.

Bukan dia yang dia maksud.

[Kate Havnevik: Unlike Me (acapella mix)] -- Michelino --

Burke?

Kau masih bangun? Burke.

[Mengorok]

Aku juga mencintaimu.

Ini anak kita.

William George Bailey Jones.

Halo, jagoan kecilku.

Halo.

Dia tampan.

[Bunyi petir]

[Pintu diketuk]

Ada seseorang mencarimu didepan.

[Menghela nafas]

Hei.

Hei.

Kau hampir mati hari ini.

Iya. Aku hampir mati hari ini.

Aku tidak bisa...

Aku tidak ingat kapan ciuman terakhir kita.

Yang aku pikirkan dari kemarin hanya, "Aku tidak ingat kapan ciuman terakhir kita,"'

menyedihkan sekali, tapi...

terakhir kalinya kita bersama dan bahagia, aku...

ingin sekali bisa mengenang itu.

Dan ternyata tidak bisa, Derek.

Aku tidak bisa mengingatnya.

Aku senang kau selamat hari ini.

Kamis pagi.

Saat itu kau memakai kaos Dartmouth sedikit kusut tapi kau pantas memakainya.

Kaos yang berlubang di belakang leher.

Kau baru saja selesai keramas dan aromamu seperti...

bunga.

Aku terlambat pergi ke rumah sakit saat itu.

Kau bilang padaku sampai bertemu lagi.

Lalu kau bersandar padaku.

Kau letakkan tanganmu di dadaku...

dan kau menciumku.

Lembut.

Ciuman cepat. Seperti suatu kebiasaan.

Kau tahu, seperti kita akan lakukan itu setiap hari di sepanjang hidup kita.

Lalu kau kembali baca koran dan aku pergi kerja.

Itu terakhir kalinya kita berciuman.

Lavender.

Rambutku beraroma lavender.

Aroma conditioner ku.

Lavender.

Hah.

[Meredith] Jika kau tahu ini hari terakhirmu di Bumi...

apa yang akan kau lakukan? -- Michelino --

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.