Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
lni adalah Shohoku Dokter Heli.
Ada pria usia 32 tahun dengan luka luar yang parah.
Pengambilan pasien selesai. Waktu berangkat 9:23.
Kami akan balik ke Shohoku sekarang. Ganti.
lni Shohoku CS, okay.
Maaf./ Ya?
Mereka datang hari ini, bukan? Peserta latihan Dokter Heli.
Nampaknya ini penerima beasiswa.
Kudengar ada 4 orang./ Sepertinya begitu.
Mohon petunjukmu hari ini./ Pakai kartu lD-mu.
Kartu lD-mu./ Ya.
Aku senang bekerja sama denganmu.
Untuk Pusat Penyelamatan Nyawa...
rata-rata 7 atau 8 pasien diangkut kemari...
dengan helikopter atau ambulans tiap hari.
Sebagian besar menderita sakit gawat, stadium 2 atau 3.
Kita ke lCU dulu.
Togura, remas tanganku jika kau bisa dengar aku.
Ada 10 ranjang untuk pasien yang butuh penyelamatan.
Tingkat kesadaran Togura sudah naik?
Tidak, belum berubah./ Begitu.
Pasien tadi menderita kelelahan karena panas.
Orang-orang itu mendapat pengalaman dari ER lain, bukan?
Sepertinya./ Apa ada yang mampu?
Kau bertanya apakah Fellowship telah menjadi mampu?
Jadi, Dr. Kuroda, kau adalah dokter instruktur?
Shohoku Dokter Heli, ini Shohoku CS.
lni Shohoku Dokter Heli, silakan.
Ada permintaan dari Departemen Pemadam Kebakaran Futaba.
lni adalah Stasiun Perawat.
Aku akan kembalikan DVD-nya besok, maaf.
HCU ada di belakang.
Ada 15 ranjang di sini.
lwashita, mualnya sudah beres?
Ya./ Senang mendengarnya.
Hentikan pemberian metoklopramide./ OK.
Memar di paru kanan, kerusakan mesenterium setelah operasi.
Wanita usia 73. Dia jatuh dari beranda gedung lantai 3.
OK.
Kami tak balik ke Shohoku, langsung ke tempat kecelakaan.
Oke.
Menuju ke arah tempat kejadian, arah Futaba, ganti.
lni ruang pasien umum.
Terdapat 25 ranjang untuk pasien yang terselamatkan.
Halo.
Tada-san, kau makan nasi mulai besok.
Miki, apa kabar? Kau makan semua obatnya?
Tentu saja./ Sangat tegar. Gadis yang baik.
Kau tahu semua ini demi CT scan.
Mulai hari ini, para dokter ini akan kerja di sini.
Bantulah mereka./ Namaku Hiyama.
Senang bertemu kau.
Gadis itu kena gagal ginjal karena diabetes remaja.
Lengan kanannya terinfeksi karena komplikasi.
Maaf./ Dengan kata lain, tuan rumah berkompromi.
Kita tak tahu kapan kondisi pasien...
akan ada perubahan mendadak.
Saat itu, siapapun yang di sini harus menanganinya.
Penting bahwa kalian tahu kondisi semua 50 pasien di sini.
Maaf. Semua 50 pasien?/ Kau lebih suka 60?
Tidak./ Bagaimana kondisi pasien Togura tadi?
Apa?/ Kau.
Menderita kelelahan karena panas./ Kau lulus.
OK, kalian tahu idenya.
lCU, HCU, bangsal umum dan juga tugas helikopter.
Untuk tugas heli, ada radio yang terus beroperasi.
Aku akan minta kalian bertugas dan berotasi setiap hari.
Jadwal medis ada di sana.
Tahu kondisi semua pasien./ Maaf.
Karena ini hari pertama, kami boleh naik helikopter?
ltu senyuman manis. Tapi, tak berlaku di sini.
Apakah kalian naik atau tidak...
Ya? OK.
Helikopter kalian sudah kembali. Ayo, ayo!
Pembuluh darahnya telah bersih.
Sedang dilakukan transfusi cepat 500 ml.
Laksanakan persiapan Tahap 1./ Shohoku, OK.
Ahli bedah otak, Dr. Saijo, sedang melakukan operasi.
Dia akan mampir nanti.
Mereka dari Fellowship?/ Ya, pendatang baru.
Berempat? Lebih banyak dari biasanya.
Tak tahu berapa yang akan tetap di sini.
Kau telah tiba di rumah sakit!
Kau mengerti? lni rumah sakit!
Ada luka di wajah. Level pernapasan: 25./ Bagaimana?
Pendarahannya lebih parah dari yang kukira.
Mungkin dibutuhkan intubasi./ 1, 2, 3!
Singkirkan./ OK.
Pindahkan tandunya.
Pasang elektro-kardiogram./ Potong celananya.
Hubungkan ke Level 1./ Takigawa, bisa dengar aku?
Jika bisa, gerakkan tangan kananmu./ Ada respons.
Aku bisa siapkan transfusi darah?
Silakan, dia mungkin adalah non-responden.
Aku ambil tekanan darahnya sekarang.
Mulai intubasi.
Fujikawa dari Fellowship akan melakukannya.
Aku Hiyama, akan kerjakan FAST./ Aku sudah masukkan Saluran A.
Masuk.
Maaf.
Tak mau masuk.
Aspiratornya./ Nih.
Denyut jantung: 127. SpO2: 80.
ltu cukup, minggir.
Sucihama dan siapkan alat irisan. Siapkan tabung nomor 6./ OK.
Ayo./ Oke.
Lehermu akan terasa dingin.
Hattori, sampaikan ke dokter. Tutup dengan tirai.
Pisau bedahnya.
Minggir./ Ya.
Singkirkan tirai./ Oke.
Denyutnya telah kembali.
Tak ada masalah dengan pinggulnya. Cukup./ Ya.
Bagaimana FAST-nya?/ Ya.
Permisi sebentar.
Tak ada pengumpulan cairan perikardial.
Tak ada deteksi cairan di kantung Morison.
Tak ada deteksi cairan di kantung Douglas.
FAST-nya negatif./ Kau yakin?
Berikan itu.
Cairan terdeteksi di sekitar tepian.
lni menyebabkan limpa agak mengapung.
Sekitar tepian kiri, sisinya sulit digambarkan.
Harus bergantung pada pemeriksaan jika masuk dari belakang.
Cukup.
Bisa kau lihat di mana daerah pendarahan di FAST?
Pendarahan dari peritoneum posterior.
Khusus untuk itu adalah kerusakan pankreas dan ginjal...
dibarengi dengan retaknya tulang pinggang.
ltu masukanku.
OK. Ambil foto dada dan panggul.
Jika tiada yang abnormal, teruskan dengan operasi.
OK./ Aku akan gantikan./ OK.
Kau dan kau. Bantu dengan paska operasi./ Ya.
Kau, kontak keluarganya. Jelaskan kondisinya./ Ya.
Kau./ Ya!
Kontak ruang operasi dan minta anestesi.
Kenapa aku?/ Tiada tempat untuk kesalahan di Dokter Heli.
Dengan peralatan dan waktu terbatas...
kalian harus selamatkan pasien yang sekarat.
Satu kesalahan bisa berarti kematian pasien.
Hanya yang siap mental untuk menahan tekanan...
pantas terbang dalam helikopter. Kalian semua rival.
Jauhi mereka yang tak ada kemampuan dan keterampilan.
Code Blue - Episode 1
Buka lebih lebar./ Ya.
Gunting./ Nih.
Tekanan darah stabil.
Selesai. Cuci dan tutup perutnya.
Kuserahkan selebihnya./ OK.
Aku tak cukup terampil. Keparat.
Mohon minggir./ Ya.
Ada apa?
Miki dari kamar 507 tak mau menjalani CT scan.
Gadis manja itu. Aizawa, kau yang pergi./ OK.
Mengenai itu.../ Apa?
Dia tak ingin Dr. Aizawa.
Dia bilang harus dokter pendek yang berkacamata.
Jika bukan dia, Miki tak mau diperiksa.
Hei, apa maksudnya?
Dia sangat percaya padamu!
Baiklah, pergi./ Ya.
Kalian berdua, ambil CT scan bagian kepalanya.
Aku akan ke sana nanti./ Ya.
Tiba! Saatku telah tiba!
Orang yang mengerti, mereka mengerti saja.
Maaf, aku selangkah ke depan. OK!
lni tugas pertamaku?
Maaf. Operasinya sudah selesai?
Ya, dan?/ Cuma nomor telpon abang tertuanya...
yang terdaftar di asosiasi manajemen.
Jadi, dia ditinggal hidup sendiri?
Tak apa-apa. Katakan nomornya.
Sudah.
Aku akan beri tahu detil CT scan dan...
infeksi bakterinya jika hasilnya keluar./ OK.
Aku akan periksa dengan cepat dadamu sekarang.
Aku akan buka punggungmu./ Kini, ambil napas dalam.
OK.
Omong-omong, boleh aku tanya?/ Apa itu?
Kenapa kau pilih aku?/ Karena faktor keren.
Aku tahu itu. Begitu.../ Dokter yang lain.../ Apa?
Akan malu jika kutunjukkan dadaku pada dokter itu.
Maru-chan... ah! ltu anjingku, yorkshire terrier.
Bahkan Maru akan malu.
Jadi, kau tak apa-apa denganku?/ Ya. Ada masalah?
Si Maru imut, bukan?
Berapa usianya?/ 2 tahun./ Aizawa.
Kau ingin bertemu aku?/ Maaf panggil kau pada saat sibuk.
Bagaimana dengan Fellowship tahun ini?
Jika mungkin, kau mau taruh mereka di helikopter tahun ini?
Sepanjang mereka punya bakat.
Kau bilang begitu, tapi kau tak ambil siapapun tahun lalu.
Dokter Heli adalah inti penting...
bagi masa depan pengobatan medis penyelamatan.
Membina dokter terbang adalah misi rumah sakit ini.
Benar./ Selama kau naik dengan mereka, itu akan OK.
Boleh tanya satu hal?/ OK.
Kenapa pilih aku lagi menjadi instruktur tahun ini?
Ada dokter yang pantas untuk ini. Aku.../ Karena...
Kau benci anak muda. Bukankah itu benar, Dr. Kuroda?
Semua di Fellowship mengesankan.
Semua begitu antusias.
lrisanmu pada ikatan sendi tadi mengesankan./ Sungguh?
Janganlah begitu tak ramah dan lakukan ini secara normal.
Kau Aizawa dari Pusat Penyelamatan Nagaoka?
Dan kau puteri Prof. Shiraishi...
dari Universitas Kedokteran Meiho, bukan?
Ayahku tak terkait dengan ini.
Kenapa kau di tempat seperti ini?
Mempelajari sistem Dokter Heli.
Di masa mendatang...
aku mau perkenalkan Dokter Heli pada pemerintah lokal.
Kelak, kau akan jadi dokter hebat seperti orang tuamu.
Seperti yang diharapkan.
Bagaimana denganmu?/ Aku?
Aku...
Bagaimana? Oh, pendatang baru?
Aku Shiraishi dari Fellowship.
Jatuh dari lantai 3. Luka di wajah.
Ya, kemungkinannya tinggi./ Apa pendapatmu?
Aku tanya kau./ Tingginya 8 meter.
Di bawah ada sekumpulan tanaman, dan kudengar...
tanaman ini telah menahan benturannya.
Pada pengobatan pertama, terbukti bahwa...
tak tampak adanya ketidaknormalan syaraf.
Apa aku cuma pertimbangkan luka di wajah?
Apa cuma luka di wajah?
Keretakan tulang kepala juga bisa dipertimbangkan.
Kalau ada keretakan tulang kepala yang dalam...
atau keretakan di dasar tulang...
tak bisa diragukan ada kemungkinan kerusakan kanal optik.
Kau adalah asisten pertama di Fellowship?/ Ya.
Aku Saijo dari Bagian Syaraf. Senang bertemu denganmu.
Aku tak ingin ada masalah dengan atasan yang menakutkan.
Jika ada waktu bicara, kenapa tak lihat gambar itu?
Tunggu.
Apa ini?
lni?
Paku.
Tunggu. Mengatakan aku lebih rendah daripada anjing?!
Sini! Duduk sini!
Terima kasih atas tindak lanjut tadi. Kau lakukan dengan baik.
Bagaimana dengan gadis itu?
Tak ada komentar. Bagaimana harus mengatakannya?
Aku dipandang dengan mata penuh semangat.
Bukan kejahatan bahwa Tuhan pakaikan seragam ini padaku.
Diaberes remaja, kehidupan penderita diabetes.
Walau dia tak ingin lakukan 'ponat' lagi...
ini lebih beralasan./ 'Ponat'? Potong nadi?
Kau tak melihat catatan medisnya?
Jika tersebar lebih dalam, ada kemungkinan...
dia harus diamputasi.
Sini, di sini!
Operasi yang lain?
Meski kita cuma mengoperasi daerah perutnya...
ada peluang kena infeksi juga...
jadi, mereka mau lakukan secepat mungkin.
Hei... kudengar mereka temukan paku di dalam kepala?
Kapan operasinya?/ Paku?
Kita belum tahu.
Lebih penting, kau bisa hubungi keluarganya?
Operasi bisa menunggu itu./ Sungguh?
Akhirnya, kutemukan tempat kerja abang tertuanya...
tapi dia tak di sana.
Aku ingin jadi bagian operasi itu juga.
Tampaknya nenek itu jatuh di rak kayu...
dan di situlah paku masuk ke hidungnya./ Kau serius?
Omong-omong, karena kita semua ada di sini...
ayo pesta untuk grup Fellowship kita. Bagaimana?
Kau ada waktu senggang seperti itu?
Sebab kita ini rival, itu bukan ide bagus./ Betapa sepelenya.
Kita semua kawan di sini.
Jadi rival dan saling pukul itu bagaikan...
Kau pasti lelah!
Siang ini, aku izinkan satu orang naik helikopter.
Siapa yang mau naik ke tempat kejadian dengan heli?
Yang punya percaya diri untuk pergi dan memberi pengobatan.
Sekarang cukup.
Apakah 5 liter oksigen cukup?
Dokter?/ Ya, silakan.
Kalian mau menengok Takigawa?/ Ya.
Maaf. Cuma famili yang diizinkan tengok dia saat ini.
Kami dari Asosiasi Puisi Nanakusa...
di mana Tama adalah anggotanya./ Tama?
Oh, Takigawa./ Hari ini kami adakan grup studi.
Tapi saat telpon dia, tak ada jawaban.
Setelah dengar dia terluka dan harus diangkut...
aduh, bahkan kau akan kaget./ Begitukah?
Jika boleh tanya, alamat kontak familinya...
Dan, aku baca puisi./ Maaf?
Di puncak musim panas, meski ketika kuat...
Bunga mawar malam...
Ah, pelapisan musim-musim./ ltu puisi bagus.
Puisi itu ditulis dengan baik sekali.
Aku percaya alamat kontak familinya...
Nih, ambil ini.
OK, kau baik-baik saja.
Kikuchi, mulai malam ini, makan semua hidanganmu.
Kuterima telpon dari putra kedua Takigawa./ Apa katanya?
Neneknya dipercayakan pada anak tertua.
Dan cuma mengganggu jika kita terus menelponnya.
Ganggu dia? lbunya sendiri?
Benar. Hal mengerikan untuk dikatakan.
Ada apa dengan dia?
Kau gugup?/ Tidak juga, kenapa?
Karena 'itu'.
Puat Penyelamatan Shohoku.
lni Departemen Pemadam Kebakaran Kazusa minta Dokter Heli.
Seorang anak muda alami kecelakaan di Jalan Tokan.
Apa situasinya?/ lni kecelakaan satu orang.
Aku tak yakin apa dia sadar atau tidak.
Pertolongan pertama sedang dalam perjalanan.
Mungkinkah terbang ke Kazusa?
Cuaca ke arah Kazusa telah membaik. Bagus.
OK, kami berangkat.
Dokter Heli, nyalakan mesin.
Aku simpan ini. Aku pasti akan selesaikan nanti.
Dokter Heli, nyalakan mesin.
Dokter Heli, nyalakan mesin.
Sini./ Ya.
Kututup pintunya sekarang./ OK.
Aku senang untuk bekerja.../ ltu luka luar?
Kecelakaan sepeda motor. Belum ada informasi.
OK./ Bekerja denganmu.
Shohoku Dokter Heli baru saja terbang.
Kami sekarang menuju Kazusa.
Perkiraan waktu kedatangan 10 menit lagi.
Perkiraan waktu kedatangan 10 menit lagi, oke.
Titik pertemuan adalah lapangan olahraga SD Kazusa.
Mobil putih dalam perjalanan ke tempat kecelakaan.
Mobil putih?/ Ambulans.
Kau adalah dokter terbang. Aku cuma pembantu.
Apakah kau OK tanpa mengetahui situasi kecelakaan?
lni Shohoku Dokter Heli.
Bisa beri tahu rincian situasi?
lni Departemen Pemadam Kebakaran Kazusa. Rinciannya adalah...
pria yang usianya 20 tahunan...
saat melewati Jalan Tokan, sepeda motornya tampak terbalik.
Ada yang mengenai dia hingga jatuh?
Bagaimana dia tabrakan?
Apa tankinya menyebabkan luka di panggul?
Atau ada luka di perut terkena stang?
Pandainya./ Rincian belum diketahui./ Pendeknya...
pengobatan dalam ambulans ke rumah sakit itu lambat.
Jika oksigen tak mencapai otak dalam 5 menit, kau mati.
Makanya, dokter terbang ke lokasi itu.
Jadi, kita ada Dokter Heli./ Bicaramu begitu keras.
Dokter Heli berangkat dalam 3 menit setelah diminta.
Ambulans membawa pasien...
dan bertemu di titik pertemuan.
Lalu, dilakukan pengobatan medis.
Setelah itu, dia diangkut...
ke rumah sakit terdekat atau pulang.
Mengagumkan, bukan? Dokter terbang.
Kau masih belum jadi dokter terbang, iya kan?
Mungkinkah... kau tak bisa jadi dokter terbang?
Kau bodoh dan disingkirkan dari peran itu?
Dari Darurat Kazusa Selatan 1 ke Shohoku Dokter Heli.
Darurat Kazusa Selatan 1 tiba di lokasi.
Mulai sekarang, kami kontak dengan pasien.
lni Shohoku Dokter Heli.
Beri tahu tentang kondisi pasien dan tandanya yang vital.
Terlalu awal./ lni Darurat Kazusa Selatan 1.
Kami baru tiba. Kini kami akan lakukan evaluasi awal.
Tunggu sebentar untuk rinciannya.
Cepat.../ Kita akan tiba 6 menit lagi.
Dari Pompa Kazusa Selatan 1 ke Shohoku Dokter Heli.
Kami akan semprotkan air ke titik pertemuan.
Dokter Heli akan segera mendarat.
Orang di sekitarnya, mohon jangan mendekat!
Ah, itu helikopter!./ Helikopter! Helikopter!
Dari Dokter Heli ke Pompa Kazusa Selatan 1.
Kami akan mendarat sekarang.
Jalan sini!
Bagaimana situasinya?/ Pria yang usianya 20 tahunan.
Dia menyentuh sisi jalan dan menabrak pagar jalan.
Nampaknya dia terlempar di jalan.
Sisi kanan kepalanya mengalami pendarahan besar.
Dia koma, tak ada refleks terhadap sinar.
Pendarahan?/ Ya.
Dari kepalanya?/ Pakai helm tak melindungi kepalanya.
Dia kehilangan kesadaran. Lidahnya tenggelam.
lni amat merepotkan./ Kita siapkan intubasi?
Dr. Shiraishi?
Tekanan darahnya turun.
Tak bisa berjalan baik, kan? Kehidupan.
Tiada hal yang baik, bukan?
Meskipun kau suka./ ltu tak seperti begitu, iya kan?
Kau tahu, aku hidup dengan dialisis, bukan?
lni 4 jam per hari, 3 kali seminggu.
Begitu selamanya. Untuk selama hidupku.
Dokter, kau kira besok lebih baik daripada hari ini?/ Ya.
Namun, sebenarnya, tidak begitu, kan?
Karena begitulah jalannya dunia.
Terus menerus semakin buruk, bukan?
Para politisi tak bertanggung jawab...
dan kejahatan semakin meningkat.
Dengan berpikir begitu, kurelakan semua ini.
Tak cuma aku. Jika tidak... aku takkan mampu meneruskan.
Tak ada besok... yang lebih baik daripada hari ini.
Halo?
Helikopter sedang tiba. Mereka inkubasi dia...
dan kondisinya nampak stabil.
Dia berhasil, Shiraishi! lya kan?
Kau bisa tahu? lni rumah sakit.
Shiraishi. Ketidakaturan biji mata?/ Tak ada.
1, 2, 3!
Ada dugaan luka di kepala./ OK.
Tandu masuk./ Laporannya./ Ya.
Ketidakpastian luka di kepala.
Aku tak bisa kontak keluarganya. Dia diinkubasi.
Ada tempat yang sakit?
Maaf, perangkat jahit. Ouw!
Mau coba lakukan FAST lagi?/ Ya.
Hati-hati di mana pemeriksaan dilakukan./ OK.
Alat suntik./ Ya.
Krip./ Ya.
Kau dapat saluran-A?
Tahan ke bawah.
Kau mau apa?
Menjahit luka dilakukan nanti.
Kepalanya di-CT scan dulu!
Sudah cukup, minggir./ Maaf.
Shiraishi./ Ya.
Helikopter beraksi sampai matahari terbenam.
Tapi, kita tak terbang lagi hari ini.
Tak ada yang hubungi anggota keluarganya?
Anak tertua sedang bepergian bisnis.
Puterinya bilang jauh dan tak bisa datang.
Putra kedua minta diberitahu jika ibunya wafat.
ltu sering terjadi./ Aku tak bisa percaya.
Operasinya akan dilakukan di ruang operasi pertama.
Boleh aku masuk?/ Makanya kau dipanggil, bukan?
Terima kasih.
Jika Takigawa bertahan hidup...
dia akan sendiri saat dia bangun, bukan?/ Ya.
Aku akan periksa situasi di lCU./ OK.
'Kuriyama Miki - Umur 15'
Kita tak bisa kendalikan infeksi di lengan kanannya.
Mereka mestinya beri tahu lebih awal.
Jadi, amputasi?/ Apa diagnosismu?
Dia... Kuriyama baru berusia 15 tahun.
Bagaimanapun.../ Sulit mempertahankan lengannya.
Dia pun telah menerima itu./ Apa?
Kita sudah ada izin tertulis untuk mengoperasi.
Nampaknya impiannya adalah menjadi penata bulu hewan.
Kau./ Ya?
Kenapa tadi tak mengangkat tanganmu?
Bukankah kau mau naik helikopter?/ Bukan begitu.
Jadi ahli bedah, pengalaman itu segalanya.
Aku ingin terbang terlebih lagi./ Jika begitu, kenapa?
Tak ada arti jika dipilih karena simpati.
Jadi, kau ingin naik demi efisiensimu?
Kau tahu, Shiraishi tak mampu lakukan apapun.
Tekanan darahnya turun.
Pengisapan./ Ya.
ltu terjadi jika levelmu biasa.
Besok, kau yang pergi.
Khususnya ini bukan hukuman atau apapun...
Tunjukkan perutmu./ OK.
Maaf./ Ya?
Aku cuma masuk untuk mengamati, bukan?
Begitulah. Tapi, kau ingin melihat, bukan?
Jadi... aku akan lakukan apa yang perlu dikerjakan sekarang.
Aku libur kerja.
Sedang apa kau? Bukankah terlalu awal untuk santai?
Maaf.
Hei!
Kau tak apa-apa?
Hei./ Ya?
Di mana orang itu hari ini? Dokter keren itu.
Oh! Dia bertugas di helikopter.
Kau telah dilewati lagi./ Ya./ ltu tak bagus.
Tak cuma wajahnya, tapi juga keterampilannya.
Kau tahu, Dokter Heli adalah benteng terakhir./ Apa?
Tak peduli siapa pasiennya.
Jika dibutuhkan, dia akan pergi. Dia yakin takkan kabur.
ltulah Dokter Heli.
Aku akan jadi dokter terbang. Pasti.
Peganglah impianku dengan tangan ini.
Aku takkan menyerah.
Selamanya.
Beri jabat tangan. Jabat tanganku yang terakhir.
Aku juga...
takkan lupa perasaan ini. Selamanya./ Ya.
Wajahmu terlalu serius.
lni dia!
Mikroskopnya OK, bukan?/ OK.
Aku atur lengan komputer./ OK.
Dan aku akan telpon lagi nanti...
Potong./ Ya. Kupe. Benang.
lni Shohoku Dokter Heli.
Beri tahu bagian yang terkena dan tanda vital.
Pria usia 19. Lengan kanannya tertelan ke dalam mesin.
Kami sulit melepaskannya./ Maaf!
lni operasi antara hidup dan mati, tahu?
Setidaknya, diamlah di sisinya saat dia bangun.
Dia ibumu, bukan? Tidakkah kau cemas?
Silakan./ Di mana tempatnya?/ Di sana.
Di sini.
OK, minggir.
Permisi, permisi. Minggir, minggir.
Hentikan kegiatan!
Tekanan darah: 80/40. Pernapasan: 22. Kuserahkan padamu.
Maaf.
Dia dalam shock.
Siapkan saluran lV. Dan atur FAST juga./ Ya.
Sampai ke lengan atas.
Dadanya terluka juga.
Berapa menit sampai penyelamatan?
Akan makan waktu 60 menit lagi./ Ya.
OK. Siapa namanya?/ Sakamoto. 19 tahun.
Sakamoto, bisa dengar aku? Aku akan dengar pernapasanmu.
Pernapasan di sisi kanannya lemah.
Amputasi, bukan?
Jika terlalu lama, jantungnya akan berhenti.
Bisa dengar aku?
Jika begini, jantungmu akan berhenti karena pendarahan.
Tak ada pilihan selain memotong lengan kanannya.
Kau akan OK, bukan?/ Obat penenang./ Ya.
Buka lobang lV sepenuhnya./ OK.
Siapkan penerangan./ Ya.
Pisau bedah./ Ya.
Akan segera putus./ OK.
Sarung tangan./ Ya.
Cuci./ Ya.
Nih. Aku serahkan jahitannya padamu./ OK.
Dan awasi adanya kebocoran cairan cerebrospinal.
Pasiennya pria berusia 19 tahun.
Pendarahan berat dari dadanya. Diduga shock.
Lengan kanannya tertelan oleh mesin...
penyelamatan dinilai tak mungkin.
Kami lakukan amputasi di tempat./ Amputasi? Di tempat?
Dia 19 tahun, bukan?
Pendarahan berat dari dada dan kondisi shock juga.
Jika terlalu lama, jantungnya akan berhenti.
Amputasi awal adalah keputusan yang pintar.
'Amputasi'
Kondisi shock masih berlanjut, siapkan transfusi./ Ya.
Dokter, ada famili Takigawa./ OK.
Tahu siapa aku? Aku begitu senang./ Kau?
Dokter yang menelpon semua familinya dan berteriak.
Aku keponakannya yang dia rawat pada masa lampau.
Terima kasih padamu.
Aku bisa berada di sisinya saat dia bangun.
Terima kasih.
Apa kau haus? Kau haus, bukan?
Aku begitu senang. Senang kau hidup.
Maaf, karena itu, operasi dilakukan dengan cepat, tapi...
Aku akan baca puisi:
Di sisi lain sungai itu, keberanian yang tidak melintas...
Satu bunga krisan, jatuh mendahului./ Hipermetrik.
lndahnya.
Dengan segala cara.
Moriyama, ayo beri antibiotik secara internal./ OK.
Kau telah kerja keras.
Satu orang nampaknya berhasil./ Sungguh?
Bagus. Siapa?
Bagaimana helikopternya?
Nampaknya, seperti sebuah misi berakhir.
Usia 19 tahun. Kau harus memotong lengan kanannya, bukan?/ Ya.
Di lokasi, saat kau laksanakan amputasi itu...
kau rasakan sesuatu?
Ya. Panas. Sangat panas karena operasinya di luar.
Berbeda sepenuhnya dengan operasi biasa.
Medan pertempuran di sana.
Kau tahu, selama amputasi itu...
kukira keringat akan menetes, aku merasa dingin.
Namun, itu tantangan.
Seperti yang kukira, tempat ini mengagumkan.
Kasus yang menarik datang satu per satu.
Pengalaman setahun di rumah sakit biasa...
jika kau adalah dokter terbang, bisa kaudapat dalam sebulan.
Sama untukmu juga, bukan?
Kau kemari untuk itu, bukan? Aku akan melakukannya.
Aku akan naik helikopter untuk misi yang lain...
dan tangani banyak kasus. Dan lebih cepat dari siapapun...
Aku akan menjadi dokter yang hebat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.