All language subtitles for Running.Man.2026.E820.x265.720p.WEB-DL-LoveBug [DRAMADAY.me]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Program ini mungkin mengandung iklan tidak langsung"

"Running Man"

Ada tiga Adipati Agung

yang menguasai Kekaisaran Running yang damai.

Masing-masing memerintah wilayah dengan cara mereka sendiri.

- Adipati Agung pertama. - Ini enak sekali.

"Adipati Agung pertama, memamerkan jamuan terbaik kekaisaran"

Ini enak.

"Adipati Agung pertama, memamerkan jamuan terbaik kekaisaran"

"Apa?"

Adipati Agung Perut memanjakan diri dengan makan sepuasnya setiap saat.

Dia percaya bahwa lemak perut adalah kekuatan.

Ada perut yang menonjol dengan pas.

"Menonjol"

"Gelar yang diraih hanya melalui nafsu makan yang rakus"

Aku pergi ke rumah sakit setelah terpukul bola golf,

dan aku dengar aku selamat berkat lemak perutku.

"Lemak perut melimpah yang bahkan menyelamatkan nyawanya"

Tidak ada yang mustahil jika menyangkut nafsu makanku!

"Yang Se Chan, Adipati Agung Perut"

- Adipati Agung kedua adalah - "Adipati Agung

- sibuk mengurus urusan negara - Biaya

- seperti biasa hari ini. - Bulanan

Resmi.

Ini tanggal 13 September.

"13 September"

Sial.

Dia adalah pemilik jiwa yang bersih dan jernih.

Seorang penguasa adalah...

Sial.

Aku bahkan tidak bisa menghafal ini.

Seorang penguasa adalah

seseorang yang menunjukkannya lewat tindakan, bukan otak.

"Haha, Adipati Agung Bodoh"

Bodoh!

"Menguasai tanah utara yang membeku"

Adipati Agung terakhir yang tinggal di wilayah utara.

"Adipati Agung ketiga, memancarkan aura berdarah besi"

"Perwujudan Adipati Agung Utara akan segera terungkap"

Ini aula pernikahan.

Halo.

Bagus! Semoga harimu menyenangkan.

- Astaga. - Itu salam

- saat kamu akan selesai. - Begitukah?

- Selamat pagi. - Halo.

Ada apa dengan mereka? Ini sangat memalukan.

- Selamat pagi. Astaga. - Astaga, yang benar saja...

- Apa ini? - Ada apa dengan mereka?

Kenapa kalian berpakaian seperti itu?

- Ada apa denganmu? - Apa yang kalian lakukan?

Hari ini, kamilah bintang acaranya.

- Ya, tapi... - Untuk apa semua ini?

Kami sudah melihat tamu hari ini.

Aku tahu. Kamu Wolverine, bukan?

Aku tahu. Kamu Desainer Hwang Jae Gyun.

"Mereka mirip"

Wolverine.

- Desainer Hwang Jae Gyun. - Wolverine.

- Bukankah kamu Hwang Jae Gyun? - Dia Wolverine.

- Aku Tae Jin Ah. - Omong-omong,

apa yang terjadi hari ini? Kami berpakaian biasa saja.

- Kami terlihat bersahaja. - Kami tampil sederhana.

- Tidak, itu agak mencolok. - Kamu tidak terlihat bersahaja.

- Tapi aku... - Ada apa denganmu?

- Dia wanita gua. - Aku menambahkan sedikit gaya.

"Aku menambahkan sedikit gaya"

- Kenapa kamu terdengar malu-malu? - Kamu terdengar malu.

- Jadi, ini... - Corak macan tutul.

Aku hanya menambahkan sedikit gaya.

Kamu tampak cantik.

Ye Eun, kamu tampak cantik. Kamu terlihat seperti mahasiswi.

Aku hanya berpakaian sederhana.

Kamu tampak cantik hari ini.

- Menurutmu begitu? - Ya.

- Dia akan segera berganti pakaian. - Kamu terlihat seperti mahasiswi.

- Aku mahasiswi hari ini. - Benar.

Ada tamu yang bergabung dengan kita hari ini.

- Yang asli akan datang. - Apa? Tunggu.

Kembali dengan penuh kemenangan.

SAN akan datang.

- Ini dia. - Dia datang.

"Adipati Agung yang asli datang untuk menakuti yang palsu"

- Yang asli akan datang. - Apa? Tunggu.

- Kembali dengan penuh kemenangan. - SAN akan datang.

- Ini dia. - Dia datang.

"SAN dari ATEEZ"

SAN akan datang.

"Idola global, ATEEZ"

"Yang telah memuncaki Billboard 200 sebanyak tiga kali"

"Boy band K-pop pertama di Coachella"

"ATEEZ telah mencetak sejarah baru"

"Memikat para penggemar dengan penampilan yang kuat!"

"Dia memikat penggemar global dengan gerakan mendebarkan 'BAD'"

"Bagian 'Mari kita semua mati' dari SAN mengguncang dunia"

"Saat Kekaisaran Running mengakhiri tantangan ini"

"Dia akhirnya maju mempertahankan martabat aslinya"

Jika itu keinginanmu, akan kuserahkan kekaisaran kepadamu.

"SAN, Adipati Agung Utara"

Bagus. Kita pilih yang satunya saja.

"Teratawa"

- Tegakkan punggungmu. - Baik.

"Adipati Agung Utara merasa geli dengan tema yang berlebihan"

Aku tiba-tiba merasa bahuku menyusut.

Aku merasa bahuku menyusut jadi tidak ada apa-apanya.

- Hei. Kemarilah. - Halo.

- Sudah lama tidak bertemu. - Lihat dirimu, Ji Eun.

Kamu cantik sekali dengan rambut pendek.

"Bunglon yang serbabisa"

"Yang dengan mulus melebur ke dalam setiap peran dalam genre apa pun!"

"Teman kuliah So Min, Ji Eun"

"Sejarah Dream Team Girls dengan banyak hal untuk dibongkar"

"Akting sinusitis"

"Berakting menggemaskan"

"Gadis gila cantik bermata jernih kembali setelah tiga tahun"

Hei.

- Halo. - Hei.

- SAN! - Apa...

"Adipati Agung Utara menerima sambutan antusias"

- Baiklah. - Dia sudah di sini.

Astaga. Kamu kembali setelah menjadi bintang besar.

Astaga.

"Para Adipati Agung langsung membusungkan dada mereka"

- Astaga. Hei, kenapa kamu... - Rambutmu tampak bagus.

Sudah lama tidak bertemu.

Kamu terlihat sangat cantik dengan rambut pendek.

Kenapa kamu kembali dengan terlihat sangat cantik?

Hei, kamu cocok dengan potongan rambut itu.

- Apa? - Potongan rambut. Gaya rambut baru.

- Kamu cocok dengan rambut barumu. - Terima kasih.

- Aku suka tiaramu. - Tidak banyak orang

bisa terlihat cocok dengan potongan rambut pendek.

Apa kamu sedang jatuh cinta? Kamu jadi jauh lebih cantik.

Kamu tampak menawan.

- Aku baru saja potong rambut. - Benarkah?

Apa terjadi sesuatu?

Tidak. Proyekku

baru saja selesai,

jadi, aku istirahat sebentar. Aku pikir ini kesempatanku.

- Kamu terlihat lebih muda. - Terlihat luar biasa.

- Jadi, SAN ada di sini hari ini. - Kembali dengan kemenangan.

Lima tahun lalu, dia berlarian ke mana-mana,

berjuang keras meletuskan balon.

"SAN syuting film mata-mata solo dengan balon diikat di punggungnya"

- Di mulutnya... - Kenapa dia menggigit benda itu?

Apa itu?

Kamu pikir kamu terlihat sangat keren sekarang, bukan?

Sepertinya begitu.

SAN yang berusia 22 tahun mengalami sindrom karakter utama yang parah"

- Dia dahulu seperti itu. - Dia bukan SAN yang sama lagi.

- SAN dahulu berlarian di bukit. - Benar.

- Benar sekali. - Dan gelembung sabun.

- Dia bukan SAN yang dahulu. - Dia tidak pandai memecahkan balon.

- Tidak. - Tapi aku sudah berusaha.

- Ya, dia berusaha. - Dia sudah berusaha keras.

- Dia bekerja keras. - Kami tahu.

- Dia penuh semangat. - Itu benar.

"Kini dia kembali, mengguncang dunia sebagai bintang sungguhan"

Dia terlihat sangat keren dan menawan.

Hidup seperti apa yang kamu jalani belakangan ini, SAN?

- Bukankah rasanya tidak nyata? - Belakangan ini,

aku merasa mendapatkan banyak cinta.

Kamu menerima cinta dari seluruh dunia.

- Benar. - ATEEZ memang selalu populer.

- Mereka sangat populer. - ATEEZ memang selalu populer.

Tapi SAN menjadi jauh lebih populer daripada sebelumnya.

Saat aku melihat penampilan baru mereka, 'BAD,'

aku terkejut dengan bagian terakhir saat SAN muncul.

- SAN benar-benar... - Itu dia. Sambil melakukan itu,

jangan membuat ekspresi itu dengan mulutmu. Dengan tatapan...

Siapa yang mengajari siapa di sini?

- Tunggu. - Jangan lakukan itu dengan mulutmu.

- Diam saja. - Bagian dari video musikmu itu.

- Kamu menatap seperti ini. - Diam saja.

- Pak Jo Young Nam, diamlah. - Jo Young Nam?

- Tunjukkan cara melakukannya. - Mari kita lihat.

- "BAD." - Aku ingin melihat aslinya.

- Aku ingin melihatnya langsung. - "BAD."

Ini kali pertamaku melihatnya secara langsung.

Baik, SAN!

Ayo, SAN!

"'BAD' versi Adipati Agung asli ada pada tingkat yang berbeda"

Akhirnya, aku bisa melihatnya.

- Ini dia! - Baiklah.

Baiklah. Ini dia.

Itu ekspresinya. Itulah yang aku maksud.

"Pesona yang mematikan"

- Ya, ini dia. - Itu wajahnya.

"Gerakan tari yang tidak diinginkan mulai menyelinap masuk"

- Ini dia. - Ini dia.

Astaga.

Dia terlihat sangat tenang dan santai.

Itu luar biasa.

"Keanggunannya akan menarik semua orang menjadi penggemarnya"

- Keren sekali. - Se Chan.

"Dia keren sekali!"

Dia terlihat sangat tenang.

Kita bertiga harus menari bersama.

- Baiklah. - Menarilah dengan kami di sisimu.

- Mari kita lakukan. - Mari menari bersama.

- Denganmu? - Mari kita buat satu.

- Baik. - Mari kita buat klip dari ini.

- Bagus. - Adipati Agung Utara...

- Lalat-lalat sialan itu. - Lalat-lalat pengganggu itu.

Lalat-lalat pengganggu itu.

Ini makin lama makin parah.

- Ini yang terburuk. - Aku pandai melakukan ini.

Ini sangat menjijikkan.

Kamu menghalangi SAN!

- Ini sangat menyedihkan. - Mari lakukan ini di akhir.

Baik. Pose hati di akhir.

Ini sangat memalukan.

Baiklah.

- Ji Eun... - Kalian merusaknya.

Keren sekali.

- Kita berhasil! - Kita melakukannya!

- Ji Eun. - Ya?

- Kamu bisa melakukan ini? - Keren sekali.

- Dia bisa melakukannya. - Itu dia.

- Hei, minggir. - Minggir.

- Kita berhasil! - Minggir. Ji Eun mau menari.

- Ji Eun akan melakukannya. - Minggir.

Kemarilah, Ji Eun.

- Apa aku menari sendirian? - Ya, lakukan sendiri.

- Aku akan berdiri di belakangmu. - Menari bersama.

- Aku akan tetap di sini. - Tapi...

- Baik. - Bagaimana caranya?

"Perubahan mendadak"

"Terkejut"

- Dia cukup hebat. - Itu bagus.

- Kamu menari dengan sangat baik. - Ini cukup bagus.

Kamu hebat.

"Disiplin"

- Kamu hebat. - Lumayan.

Kamu pandai menari.

"Menari dengan lembut"

Buat pose hati.

Selesaikan dengan pose hati.

Apa ini tadi?

- Kamu hebat. - Kamu jelas bisa menari.

Itu bagus sekali.

- Terima kasih. - Kamu pasti pernah melakukan ini.

Astaga, SAN!

- Bagus. - Dia sangat keren dan menawan.

- Jadi, ini yang disebut memesona. - Benar sekali.

Jadi, apa kamu sudah menghasilkan

banyak uang? Bagaimana kabarmu?

Ya, lumayan banyak.

"Muda dan kaya"

Selamat!

- Kamu menghasilkan banyak uang? - Kamu harus menabung sekarang.

SAN.

Saat syuting video musiknya,

apakah kamu menduga akan meledak seperti ini?

- Kamu sudah menduga ini? - Apa kamu sudah menduganya?

- Aku tahu penggemar akan suka, - Para penggemar.

tapi aku tidak menyangka

masyarakat umum akan sangat menyukainya.

- Riasan, ekspresi wajah SAN, - Benar sekali.

- dan gerakan tariannya sempurna. - Itu benar.

Selain itu,

- fisik SAN. - Fisiknya.

- Benar. - Bahunya yang lebar.

- Aku tahu... - Jong Kook terus

menyombongkan bahwa SAN pergi ke pusat kebugarannya.

- Benar. - Tidak, bukan begitu.

SAN memang selalu bersemangat

- Benar. - tentang berolahraga.

Jong Kook pernah mengatakan hal ini kepadaku.

"SAN, bahu dan punggungmu tampak luar biasa,"

"Jika melatih dada sedikit lagi, kamu akan tampak sempurna."

"Rangka tubuh sempurna secara genetik"

"Pelatih Kook memberinya resep latihan dada"

- Kubilang dia akan tampak sempurna. - Sejak itu,

aku fokus sepenuhnya pada latihan dada.

Jadi, Jong Kook membesarkanmu.

Pokoknya, aku memberi tahu SAN,

"Kamu punya wajah yang menuntut fisik yang bagus."

Wajah dan tubuhnya sangat serasi sekarang.

Dan SAN disebut Adipati Agung Utara.

- Adipati Agung Utara. - Benar.

Kamu tahu apa itu Adipati Agung Utara?

- Aku tidak tahu. - Lalu kenapa...

- Aku hanya berpura-pura tahu. - Kamu benar-benar...

Aku hanya berpura-pura tahu.

- Itu semacam adipati di Inggris? - Jadi, itu dari

- novel web. - Benar sekali.

Artinya pria dengan pesona dingin dan mencolok dari Utara.

- Adipati Agung Utara. - Jadi,

- Begitukah? - dia Adipati Agung Utara.

Dan dia Adipati Agung Perut.

- Dia Adipati Agung Perut. - Adipati Agung Perut.

Kamu meniru SAN?

- Ya. - Dia berpakaian seperti SAN.

- SAN adalah... - SAN, makin lama makin parah.

Dia SAN, makin lama makin parah.

Dia SAN, makin lama makin parah.

Kenapa kamu meniru SAN?

Jadi, aku duduk di salon untuk dirias,

dengan penampilan seperti ini.

Dan idola sungguhan duduk tepat di sampingku.

Riasanku jauh lebih tebal daripada mereka.

Itu sangat memalukan.

"Persiapannya lebih niat daripada idola sungguhan"

- Jadi, kamu SAN. - Dan kita punya Hwang Jae Gyun.

- Bukan! - Desainer Hwang Jae Gyun.

Aku Busan.

- Apa? - Dia Busan.

Dia SAN yang makin parah, dan dia peniru Busan.

Begitu rupanya. Itu pengakuannya.

- Kamu bukan dari Busan, bukan? - Bukan, dia bukan dari sana.

- Dia bilang begitu demi uang. - Aku lahir di Stuttgart.

- Ini bukan soal uang. - Apa?

Awalnya, dia pakai konsep Jamaika, tapi tidak terlalu menguntungkan.

- Jadi, dia beralih ke Busan. - Busan.

Tapi kamu tidak pakai dialek.

Itu tidak benar!

Dia melakukan itu demi uang.

- Itu bukan dialek Busan sungguhan. - Iya, benar.

- Dari mana asalmu? - Kamu bisa tahu?

Aku dari Namhae, Gyeongsangnam-do.

Seharusnya, kamu bilang lebih awal.

- Senang bertemu denganmu. - Berhenti.

- Kita harus bicara. - Tapi...

Itu bukan dialek sungguhan. Itu palsu.

Ini tidak palsu!

Itu terdengar aneh.

Itu tidak benar. Ini dialek Busan.

Semua orang bingung karena itu.

Mereka penasaran dia dari mana.

Ji Eun, aku dengar kamu sedang belajar bahasa Italia.

- Italia? - Kamu belajar bahasa Italia?

Italia?

Ya. Aku akan segera ke Italia.

- Kamu mau ke sana? - Ya.

- Tunjukkan apa yang kamu pelajari. - Bagaimana bicara bahasa Italia?

Aku cuma tahu cara menyapa.

- Tunjukkan. - Mari kita dengar.

Buongiorno.

"Menahan tawa"

- Ji Eun. - Hei.

Aku pikir kamu sedang menirukan Bobby Kim.

"Buongiorno."

Ji Eun.

Kami juga bisa kalau cuma itu.

Apa lagi yang bisa kamu katakan?

- Ciao. - Ciao.

Dah. Ciao.

- Buonasera. - Apa?

- Buonasera. - Apa yang dia katakan?

- "Buonasera?" - Apa?

Itu adalah sapaan saat malam dan siang hari.

Apa ini benar-benar bisa disebut belajar?

Bukankah kamu hanya melihat-lihat buku panduan bahasa Italia?

- Ji Eun bukan orang biasa. - Benar.

Kalian semua tahu itu.

- Tentu. - Kamu akan melihatnya nanti.

Hari ini, bersama SAN, Sang Adipati Agung Utara,

dan Putri Kekaisaran Han Ji Eun,

yang terlihat seperti karakter dari novel fantasi romansa,

kita adakan balapan Adipati Agung, Lomba Ada Penyusup di Antara Kita.

- Apa itu? - SAN, Sang Adipati Agung Utara,

Yang Se Chan, Sang Adipati Agung Perut,

dan Haha, Sang Adipati Agung Bodoh adalah kaptennya.

- Begitu rupanya. - Kenapa?

Dua penyusup telah menyelinap

ke wilayah yang dikuasai para Adipati Agung.

Siapa para penyusup itu?

Setelah lomba berakhir,

para Adipati Agung dan penduduk kota

akan menunjuk dua orang mencurigakan

dan mengirim mereka ke pengasingan.

- Ke pengasingan? - Ya.

Jika mereka berhasil menangkapnya,

itu kemenangan bagi para Adipati Agung dan penduduk kota,

dan mereka mendapat hadiah.

Jika gagal, itu kemenangan bagi para penyusup,

dan para Adipati Agung dan penduduk kota dihukum.

Tapi ketiga Adipati Agung

bukanlah penyusup.

- Mereka bukan penyusup. - Bukan mereka?

- Mereka bertiga bukan mata-mata. - Begitukah?

Mereka bukan mata-mata.

- Satu, dua, tiga... - Kita terlalu banyak.

Itu mempersempit kemungkinan secara signifikan.

- Tidak banyak yang tersisa. - Benar. Itu sangat mempersempitnya.

- Jadi dua dari enam orang. - Benar.

"Menatap"

Aku belum lama ini menjadi mata-mata.

- Kamu bisa jadi mata-mata lagi. - Ayolah.

- Mungkin Ji Eun. - Baiklah.

Aku akan membagi tim kalian.

Tim Utara adalah

SAN, Yu Jae Seok, dan Ji Ye Eun.

"Tim Utara: SAN, Yu Jae Seok, dan Ji Ye Eun"

- Ye Eun. - Tim Perut adalah

Yang Se Chan, Kim Jong Kook, dan Song Ji Hyo.

Bagus!

Tim Bodoh adalah Haha, Jee Seok Jin,

- dan Han Ji Eun. - Bagus!

- Ji Eun... - Bagus.

- Selamat datang. - Selamat datang di tim.

- Ji Eun, kamu berkeringat. - Kita harus dapat para penyusup.

Tangan dan kakiku memang selalu dingin.

"Jangan mencurigaiku"

- Jadi, ada dua penyusup? - Apa katanya?

"Ada dua penyusup?"

Timku bisa saja punya dua penyusup.

Tentu saja.

Sebelum misi dimulai,

kami akan memberi setiap Adipati Agung kupon hadiah 100 dolar.

- Benarkah? - Ya.

Apa ini sungguhan?

Baiklah.

- Ini sungguhan. - Ya.

Kupon hadiah ini juga akan digunakan sebagai hadiah untuk tim pemenang,

- jadi, tolong simpan baik-baik. - Baik.

Dan tim yang kalah dalam misi hari ini

- akan dibubarkan. - Apa?

Mereka akan diserap ke dalam tim lawan.

Kupon yang dipegang Adipati Agung dari tim yang kalah

juga akan dipindahkan

- ke tim yang menyerapnya. - Benarkah?

- Mari menang. - Ini sulit.

- Sulit untuk mencari para penyusup. - Sulit sekali.

- Ini sangat rumit. - Benar.

Kita akan melakukan misinya di sini.

- Di sini? - Apa misinya?

- Apa ini? - Apa itu?

Baik.

Kapten Wolverine, duduklah di sini.

Wolverine.

Kapten Wolverine sudah di sini.

Ye Eun terus melirik ke arahku.

Se Chan, ini benar-benar...

- Dia diam-diam mengintipku. - Kancingkan kemejamu.

- Dia memang terus melirik. - Benar.

Mau bagaimana lagi?

- Lihat matanya. - Dia terus melihat.

Dia terus melirik diam-diam.

Mau bagaimana lagi?

Tapi apa ini boleh untuk penonton di bawah usia 15 tahun?

- Katanya tidak apa-apa. - Selama putingnya tidak kelihatan?

- Benar. - Baik.

Katanya putingku tidak apa-apa.

- Benarkah? - Punyamu terlalu menonjol.

Pasti ada bagian tubuh

yang boleh dipamerkan. Benar, bukan?

Baiklah. Misi ini disebut

Tangan Kosong Membuat Keributan.

Apa itu?

Satu anggota dari setiap tim maju ke depan

dan mengoper dua tongkat spons

ke satu arah mengikuti irama lagu.

Saat lagu berhenti ketika sedang mengoper tongkat,

anggota yang memegang tongkat

harus segera memukul kepala anggota yang tangannya kosong.

Jika salah memukul anggota, yang juga memegang tongkat,

ragu-ragu, terlambat memukul, atau gagal memukul sama sekali,

- poin akan dikurangi satu. - Kita harus segera memukulnya.

Kami akan menjumlahkan skor akhirnya,

dan tim dengan skor tertinggi yang menang.

Kalian akan bermain demi petunjuk tentang penyusup.

Baik.

Pertandingan pertama adalah antara para Adipati Agung.

- Para Adipati Agung. - Ayo, para Adipati Agung.

Adipati Agung Perut.

- Dia apa? - Dia Adipati Agung Perut.

Adipati Agung Perut.

Desainer Hwang Jae Gyun.

"Adipati Agung Utara berhasil membentuk otot tubuhnya"

Ini akan seru.

Hanya SAN Adipati Agung yang asli,

yang lain palsu semua.

- Kami juga Adipati Agung. - Wolverine.

Bagaimanapun, kami ini Duke.

"Melepas baju"

Dia membuat jantung kita berdebar.

"Menarik perhatian"

- Bagaimana ini? - Tunggu.

- Adipati Agung Perut. - Ya?

- Kancingkan bajumu. - Benar.

Aku tidak bisa menyerah, tapi akan kukancingkan satu saja.

Itu terlalu...

Masalahnya, dadamu terus-menerus menonjol.

- Baik. Bagus. - Baiklah.

Aku melihat sesuatu dari sini.

Sapalah mereka, Bocah.

- Halo. - Mereka malu.

Mereka terus melirikku.

Seperti ini.

- Perutnya seperti perut bayi. - Bayi?

Baik.

- Mari lakukan babak latihan. - Baiklah.

Ayo, Haha!

"Melempar batu, pong-dang, pong-dang"

- "Melempar batu diam-diam..." - Ayo!

"Musiknya berhenti"

Jadi seperti itu?

Kenapa kamu memukulku? Seharusnya kamu memukul dia.

- Benar juga. Kamu yang pegang. - Begitu cara bermainnya?

Kita harus memukul orang yang tidak memegang tongkat.

- Musiknya berhenti begitu saja? - Pukul yang tidak pegang tongkat.

Jadi, kita tidak tahu kapan musiknya akan berhenti.

Berhenti secara acak.

Gawat. Itu menakutkan.

Aku punya firasat akan dipukul dengan keras.

Siap.

"Babak Satu pertandingan para Adipati Agung dimulai"

Bersama-sama.

Satu, dua.

"Melempar batu, pong-dang, pong-dang"

- "Melempar batu..." - "Melempar batu..."

"Musiknya berhenti"

"Apa?"

"Dia mengoper tongkatnya ke Haha"

"SAN tidak memegang tongkat"

"Mereka yang memegang tongkat saling memukul sekali"

Kamu harus memukulnya.

Apa yang kalian lakukan?

- Kenapa tidak memukulnya? - Kamu harus memukul SAN.

- Mereka tidak bisa memukulnya. - Hei.

"Mereka ragu-ragu di depan bintang global"

Mana mungkin kami memukulnya?

Kalian tidak memukulnya karena dia bintang global?

Tadi katanya harus cepat, jadi...

Jong Kook, aku memukul Haha karena aku kaget.

- Dia kupukul karena dia memukulku. - Karena kamu kesal?

Itu bisa saja terjadi.

- Kenapa kamu memukulku? - Maaf.

Sepertinya mereka tidak akan pernah bisa memukul SAN.

- Mereka tidak bisa. - Mereka tidak bisa memukulnya.

Kita harus memukulnya bersamaan.

Kalian harus memukul orang yang tidak memegang tongkat.

Pukul yang tidak memegang tongkat.

- Yang tidak memegang tongkat. - Yang tidak memegang tongkat.

- Jangan mencoba melucu. - Lakukan dengan benar.

- Kamu yang memulainya. - Ini terlalu dipaksakan.

Tapi kamu yang memulainya lebih dahulu.

- Kamu... - Tunggu sebentar.

- Apa kamu sengaja kalah? - Untuk apa aku melakukan itu?

- Para Adipati Agung... - Aku bukan penyusup.

- Dia tidak mungkin penyusup. - Para Adipati Agung bukan penyusup.

- Kami bukan penyusup. - Kami hanya berusaha keras.

Maksudmu, para mata-mata?

"Mencurigakan"

Bukankah Jong Kook seorang penyusup?

- Bisa jadi begitu. - Dia mencurigakan.

Kita harus menang untuk menyelidiki siapa penyusupnya.

Kalau begitu, bermainlah dengan benar.

Mainkan musiknya.

"Musik dimainkan"

"Musiknya berhenti"

"SAN tidak memegang apa-apa lagi"

"Memukul!"

Hei! Sial!

"Para Adipati Agung memilih jalan keluar yang mudah"

- SAN... - Kenapa kalian tidak memukulnya?

- Kenapa... - Ada apa?

- Apa... - Kenapa malah memukulnya?

Bukan begitu. Dia...

- Kita butuh poin. - Dengar.

- Dengar. Tidak, itu... - Kenapa kalian bertengkar sendiri?

- Kenapa kalian bertengkar sendiri? - Tidak, itu...

- Se Chan... - Biarkan mereka memukulmu.

SAN, kamu pasti sangat populer.

- Kamu merasa terancam? - Tidak.

Karena dia populer?

- Sama sekali tidak. - Mereka terintimidasi.

Mereka mencemaskan masa depan mereka.

SAN, kamu mau mereka memukulmu?

Kamu ingin permainannya seperti apa?

- Mereka bisa dengan nyaman... - Kita harus bermain dengan benar.

- Dengan nyaman... - Kami tidak keberatan.

- Bagus. - Kita main saja.

SAN dididik dengan ketat.

- Santai dan bermainlah. - Mereka terintimidasi ketenarannya.

"Musik dimainkan"

"Musiknya berhenti"

"Sekarang, mereka bermain dengan sungguh-sungguh"

Bagus.

Hei. Kamu cepat.

- Tidak, itu waktu yang tepat. - Dia cepat.

Baik. Permainan bagus.

- Terima kasih. - Mari kita lanjutkan.

"Musik dimainkan"

Baik.

"Membalas dendam"

Ya.

"Ayunan penuh"

- Baik. - Apa?

- Ada apa? - Ayolah. Mari bermain!

- Mereka memukul terlalu keras. - SAN, kamu bermain dengan baik.

Teruslah memancing emosiku.

- Akan kulakukan. - Kamu harus memukul dengan keras.

"Musik dimainkan"

"Sangat fokus"

"Musiknya berhenti"

"Terserahlah!"

Sialan kamu.

"Terjadi baku hantam"

- Ayolah. - Kenapa...

- Menyingkir. - Tidak bisa begini.

- Berhenti main-main. - Cukup.

Kalian benar-benar...

Jangan, Teman-Teman. Apa yang kalian lakukan?

"Para Adipati Agung tidak punya sopan santun"

- Ayo, bertarunglah. - Mereka musuh bebuyutan.

"Mereka berbaikan dengan tarian singkat"

- Kembali ke sini. - Itu lucu sekali.

"Bodoh -3, Utara 0, Perut -3"

- Baik. - Itu gila.

- Masuklah. - Baik.

Astaga. Ini tampak buruk bagiku.

- Dasar lemah. - Baik.

Ini tidak bagus.

Itu lagu yang sederhana.

- Apa kita harus mengikuti iramanya? - Pong-dang, pong-dang.

- Pong... - Kita bisa lebih cepat.

- Ikuti iramanya? - Lebih cepat.

- Apa? - Teruslah bergerak.

- Baik. - Abaikan iramanya.

- Cepat saja. - Mengerti.

Ya, oper saja.

Jeda merusak segalanya.

Ya, terus oper saja.

Kami akan memutar lagunya.

- Baik. - Baik.

"Jong Kook dan Jae Seok masing-masing memegang satu"

"Berputar"

Mereka cepat.

Sialan kamu.

"Baku hantam"

Hei, itu sakit. Baik!

"Mereka punya target yang jelas"

- Kamu hanya boleh pukul sekali! - Satu pukulan saja.

- Satu pukulan saja. - Hanya satu?

- Aku tidak tahu. - Maaf. Salahku.

- Kita harus memukul sekali saja. - Berapa kali tadi itu?

- Berapa pukulan yang kamu hitung? - Aku tidak tahu.

Kamu mencoba kabur, jadi...

- Jangan mencoba kabur. - Kami akan memukul sekali saja.

- Jangan mencoba kabur. - Sekali saja?

- Tidak, begini saja. - Apa?

Mari pukul berulang kali.

- Kamu yakin? - Mari tetap pada satu pukulan.

- Mari tetap dengan satu pukulan. - Aku dipukul berulang kali.

- Satu saja cukup. - Meski begitu...

- Kalian memukulku berulang kali. - Mari pukul sekali saja.

- Kami tidak tahu. - Kami lupa.

- Mari bermain sekali lagi. - Kita semua membuat kesalahan.

Tidak. Mari main satu babak lagi dengan pukulan bertubi-tubi.

- Baiklah. - Baik.

- Aku ingin balas dendam. - Baik.

Kita ke arah yang sama?

"Musik dimainkan"

"Lubang hidung kembang kempis"

"Mulut fokus"

"Tongkatnya berputar seperti baling-baling"

"Seok Sam mendapatkannya"

"Akankah dia membalas dendam?"

"Tongkatnya dicuri"

"Dia dipukuli"

Pukul dia sekali saja!

Ini yang dia inginkan!

Kamu ingin main satu babak lagi dengan pukulan bertubi-tubi.

- Apa yang kamu lakukan? - Dia merebutnya.

Kenapa kamu mencuri tongkatnya?

Kenapa kamu tidak mengembalikannya?

- Ini jauh lebih seru. - Tega sekali kamu.

- Maaf. Itu tadi refleks. - Ini lebih seru.

Lebih seru kalau mengabaikan irama.

- Lebih cepat lebih baik. - Itu tadi refleks.

- Sekarang, satu pukulan saja? - Satu pukulan saja.

- Satu pukulan saja. - Pong-dang.

Kamu harus mencuri tongkatnya.

"Permainan dilanjutkan"

Aku gugup.

"Akhirnya, dia mendapatkannya!"

"Memukul!"

"Dasar bodoh!"

- Apa ini? - Apa ini?

Pak!

Kamu mengacau.

- Kenapa kamu memukulnya? - Entahlah.

- Jangan pukul aku. - Aku tidak berpikir.

- Kamu kehilangan satu poin. - Kamu benar.

- Aku tidak berpikir. - Jangan pukul aku.

Bergeraklah mengikuti irama lagu!

- Siap? - Inilah sebabnya butuh irama.

Seperti ini?

"Berdentum!"

"Gigi terkatup"

- Astaga. - Hei.

- Maaf. - Kenapa memukulku?

Kamu tidak perlu...

Bukan aku!

Ini bisa saja terjadi.

- Ini membingungkan. - Ini bisa saja terjadi.

- Maaf. - Maaf.

- Permainan ini... - Kamu sengaja mau memukulku?

- Kamu memukul sebelum berpikir. - Baik.

Tukar tempat, Seok Jin.

Ambil posisi Jong Kook.

- Kenapa? Apa lebih baik? - Ya.

- Mari bertukar tempat. - Tidak, terima kasih.

- Biarkan dia bertukar. - Aku tidak mau.

- Main suten. - Untuk apa?

- Gunting, batu, kertas. - Gunting, batu, kertas.

"Seok Sam menang"

- Aku menang. - Aku tidak mau bertukar.

Bertukarlah dengannya.

- Dasar bodoh! - Berikan alasannya.

- Demi dia. - Berikan alasannya.

- Baik. - Karena

- pemain sepak bola diganti. - Baik, ya.

- Kita akan ke arah sini. - Mari bermain.

- Mari tutup mata kita. - Dengan mata tertutup?

- Mari tutup mata kita. - Nanti tongkatnya jatuh.

- Kita bisa pegang seperti ini. - Baik.

- Tutup mata. - Tutup mata.

"Tertawa"

Apa ini?

"Aturan yang sama berlaku Hanya mata mereka yang tertutup"

Tutup matamu!

"Meraba-raba"

"Tertawa"

"Jae Seok dijatuhkan"

"Dia mengejar untuk memukul"

"Menggelepar"

- Di mana dia? - Hei.

"Permainan apa ini?"

Kenapa tidak kamu lepaskan?

Permainan macam apa ini?

- Apa... - Dia tidak memberikannya.

Sulit jika mata tertutup. Kita harus melihat.

- Tetap buka matamu. - Kali ini...

- Apa? - Oper di belakang punggung.

Di belakang punggung?

- Maksudmu, seperti ini? - Seperti ini.

- Seperti ini? Aku suka itu. - Ya.

- Seperti ini. - Di belakang punggung.

Hanya kalian yang bersenang-senang.

Kalian pikir ini waktu istirahat?

- Ini seru sekali. - Ini sangat menyenangkan.

- Ini seru. - Ini seru.

"Para anggota tua hanya butuh tongkat untuk bersenang-senang"

Kenapa kalian senang sekali?

- Para ayah sedang bersenang-senang. - Jangan lakukan itu.

- Kali ini... - Cham, cham, cham.

- Cham, cham, cham? - Kalau begitu...

Kamu harus menang untuk mengambil tongkatnya.

- Menang untuk mengopernya. - Kamu harus menang.

- Atau dipukul. - Ya.

Itu cukup seru.

- Seseorang bisa dapat dua. - Ya.

Mari kita lihat bagaimana jadinya.

"Cham, cham, cham!"

"Dia gagal"

Cham.

Ini.

"Memukul!"

- Apa itu tadi? - Apa itu tadi?

- Apa itu tadi? - Apa itu tadi?

Itu memakan waktu terlalu lama.

- Itu terlalu lama. - Sangat lama.

Itu memakan terlalu banyak waktu.

Bagaimana kalau kita pakai mulut?

Aku suka itu. Kedengarannya seru.

Tidak mungkin! Itu menjijikkan!

"Oper dengan mulut"

"Permainannya berubah jadi aneh"

Aku benar-benar tidak suka ini.

"Mereka bermain dengan cukup baik"

"Memukul!"

Pada akhirnya, selalu Seok Jin.

"Versi berbeda, hasil yang sama"

- Maaf. - Itu seru sekali.

Apa hanya kita yang bersenang-senang?

Ini seru.

- Ini seru. - Benar.

- Ayolah. - Hanya kita yang menikmatinya.

- Benar. - Bukan begitu?

Skornya? Baik.

- Berikutnya! - Ayo, Ji Eun.

- Ji Hyo. - Kami kalah, bukan?

- Benar sekali. - Kita harus menang, bukan?

- Kita bukan di posisi terakhir. - Ji Eun, maju.

Jangan khawatir. Aku akan menang untuk kita.

- Jangan menahan diri. - Apa kita harus cepat?

Kami akan putar lagunya.

Siap, mulai.

"Musik dimainkan"

Ji Eun adalah seorang grand duchess.

- Bergeraklah dengan dinamis! - Cepat.

Kenapa...

- Ji Eun! - Ji Eun.

- Bukan seperti itu. - Pukul yang keras.

- Pukul lebih keras. - Itu tidak sakit.

- Pukul sampai kepala mereka lepas. - Baik.

Ayo.

"Permainan dilanjutkan"

"Memukul!"

Ji Eun!

- Ji Eun! - Jangan ragu-ragu.

Anggap saja dia Jeon So Min.

- Baik. - Ya, anggap saja dia So Min.

- Baik, aku mengerti. - Ayo!

Jangan bergerak seperti ini.

- Lakukan begini. - Begitu.

- Seperti ini. - Ji Ye Eun.

- Baik. - Ji Ye Eun.

- Pacarnya Vata! - Ji Ye Eun.

Dia menghitung dua ketukan seperti ini.

- Begitu. - Lakukan seperti ini.

We Dem Boyz!

Hei...

- Lumayan. - Dia memberi tips sekarang?

Dia peka terhadap irama.

- Baik. - Aku serius.

- Begitu. - Ikuti iramanya.

"Permainan dilanjutkan setelah pelajaran singkat"

- Begitu. - Ada yang ketinggalan irama.

Ada yang ketinggalan irama!

"Memukul!"

Ya! Begitu!

"Pukulan yang bagus!"

"Sersan Ji melatih mereka"

Ada yang ketinggalan irama!

Tadi itu bagus sekali.

Bagus, Ji Eun. Kamu lihat itu?

- Fokus. - Baik.

- Ji Eun syok. - Kamu harus tetap waspada.

Acara ini memang berat.

Dia sangat kesal soal iramanya.

- Satu, dua, tiga, empat. - Maksudku...

- Baik. - Ji Eun, kamu harus fokus.

Ji Eun mulai bersemangat.

- Satu, dua... - Satu, dua, tiga, empat.

"Kelas tari Nona Ji dimulai"

Satu, dua, tiga, empat.

Satu, dua, tiga, empat.

Begitu!

Satu, dua, tiga, empat.

"Hening!"

- Begitu! Kerja bagus! - Begitu!

"Merasa jauh lebih baik"

- Kamu harus mencetak poin. - Ini tidak sakit.

- Perlu bantuan lagi? - Kerja bagus.

Kenapa Ji Hyo tidak kena pukul?

- Benar. - Dia menang terus.

- Aku akan umumkan skornya. - Baik.

Setelah misi pertama, Tim Utara mendapat minus satu poin.

- Tim Utara? - Ya.

- Tim Perut? - Tim Perut, minus lima poin.

- Bagus. - Apa, kami? Benarkah?

- Lumayan. - Tim Bodoh minus enam poin.

- Bagus. - Kita menang.

- Tim Utara menang. - Luar biasa.

Adipati Agung Utara dari tim pemenang

akan maju dan memilih satu tim.

Dia akan melihat apakah tim itu memiliki penyusup.

- Tim yang kalah. - Tim yang kalah?

Maksudku...

Tim ini yang kalah.

Mengetahui tim penyusup adalah petunjuk besar.

Tidak mungkin.

Apa kapten tim menyimpannya sendiri?

Sepertinya ada penyusup dalam tim itu.

- Itu mungkin saja. - Aku berani bertaruh

mereka merekam sesuatu sebelumnya.

Apa ada penyusup dalam Tim Bodoh?

"Apa ada penyusup dalam Tim Bodoh?"

"Ada penyusup"

"Tim Bodoh, yang kalah misi pertama, memiliki seorang penyusup"

Apa para penyusup tahu siapa penyusup lainnya?

Ya.

- Baik, aku mengerti. - Tentu.

"Adipati Agung Utara menerima petunjuk besar"

Para kapten harus bertukar informasi nanti.

- Apa itu? - Apa kamu dapat petunjuk?

Apa kamu boleh memberi tahu rekan setimmu?

- Tidak boleh. - Tidak dengan rekan setimmu.

Itu tidak boleh dibiarkan.

Mengetahui ada penyusup adalah petunjuk besar.

- Apa itu membantumu? - Ya, lumayan.

Kira-kira siapa, ya? Siapa itu?

- Aku tidak bisa memberitahumu. - Benar begitu.

"Lanjut ke misi berikutnya sambil menyimpan rahasia"

- Apa kita duduk sesuai tim? - Ya.

- Dalam tim kami - Baik!

ada dua penyusup.

- Minggir. - Aku yakin...

satu penyusup ada di tim Haha.

- Tidak, ada dua dalam timku. - Aku juga yakin.

Aku yakin itu Seok Sam.

Aku berani mempertaruhkan segalanya.

Sudah lama sekali sejak kamu mendapat peran besar.

Aku baru saja dapat peran besar.

- Aku yakin itu. - Mereka memberimu peran lagi.

Kamu dapat petunjuknya, bukan?

- Sudah. - Apa kamu berbagi dengan timmu?

- Belum. - Belum?

- Dia tidak boleh berbagi petunjuk. - Pasti ada penyusup dalam tim itu.

Apa ada penyusup dalam tim ini? Ada atau tidak?

- Itu rahasia. - Benar begitu. Bagus, SAN.

Bagus sekali. Dia tidak tertipu.

- Tentu saja. - Benar begitu.

Aku bukan mata-mata.

Kamu terlihat seperti anggota korps musik militer.

- Ya, korps musik militer. - Lihatlah.

Permainan berikutnya akan menentukan tim mana yang akan dibubarkan.

Tidak!

- Satu tim akan menyerap tim lain. - Benar.

- Baik, mengerti. - Kalian harus berusaha maksimal.

Akan melelahkan jika harus menyerap tim yang ada Seok Sam-nya.

Kita bisa berganti tim?

Permainannya berjudul "Adipati Agung, Jangan Bunuh Aku."

- Apa itu? - Pasti kuis.

Anggota dari setiap tim akan menjawab secara bergantian.

Dalam waktu tiga detik,

mereka harus memberi jawaban benar yang sesuai dengan kriteria.

- Sepertinya sulit. - Dalam prosesnya,

seorang Adipati Agung dari tim lawan

boleh memukul kepala orang yang salah menjawab

dengan pemukul spons.

- Kami? - Ya.

Kehilangan dua poin jika gagal memberikan jawaban apa pun.

Kalian kehilangan satu poin jika mengulangi kata

atau menyebutkan kata yang tidak sesuai dengan kriteria.

Ini akan sulit.

- Setiap babak berdurasi 30 detik. - Baik.

Skor akumulasi akan menentukan

- tim pemenangnya. - Mengerti.

Tunggu sebentar. Ji Eun, apa kamu ini bodoh?

- Seok Jin, dia lulusan universitas. - Tentu saja.

Bukankah dia tampak agak bodoh

- saat dia tampil dahulu? - Saat dia tampil dalam acara ini...

Tidak. Dia jauh lebih pintar daripada So Min.

- Ya, tentu saja. - Dibandingkan dengan So Min?

- Jauh lebih pintar daripada So Min. - Ya, dibandingkan So Min...

- So Min sulit dikalahkan. - Tepat sekali.

Urutan bermainnya adalah sebagai berikut.

- Kita mulai dengan Tim Bodoh. - Baik.

- Salah satu dari mereka penyusup. - Tidak mungkin.

- Di antara para Adipati Agung... - Bukan.

Lihat cara duduk Seok Jin.

- Seok Jin, ada apa dengan pose itu? - Kenapa kamu duduk seperti itu?

- Begini... - Apa kamu gugup?

Lalu aku harus duduk bagaimana? Bagaimana?

Seperti ini?

- Duduk saja dengan nyaman. - Bagaimana? Ini normal.

- Itu aneh. - Aku belum pernah melihat orang

- duduk begitu di acara ini. - Itu aneh.

- Ada apa dengan itu? - Dia tadi seperti ini.

- Sudahlah, mulai. - Dia pasti merencanakan sesuatu.

Dia pasti sedang menjalankan semacam misi.

- Baiklah. - Mari mulai.

- Mulai dengan Haha. - Aku?

- Haha atau Seok Jin? - Tidak masalah.

- Aku akan mulai. Baik. - Bersiaplah.

Sebutkan peribahasa Korea yang mengandung nama hewan.

Satu, dua, tiga.

- Katak. - Tiga...

Satu, dua, tiga.

- Anjing... - Satu, dua, tiga.

Pucuk dicinta ulam pun tiba.

- Satu, dua, tiga. - Kucing yang pendiam...

- Satu, dua, tiga. - Aku sedang menjawab.

- Satu, dua, tiga. - Siang punya mata,

- malam punya telinga. - Itu dia.

"Adipati Agung Ha melakukannya lebih baik daripada dugaan"

- Satu, dua, tiga. - Gagak terbang, buah pir jatuh.

- Satu, dua, tiga. - Harimau tidak takut harimau.

- Apa? - Harimau tidak takut harimau.

- Apa? - Harimau tidak takut?

Harimau tidak takut harimau?

- Anak anjing tidak takut harimau. - Anak anjing tidak takut harimau.

"Horangi" dan "beom" keduanya berarti harimau.

"Horangi" dan "beom" adalah hal yang sama.

"Beom" juga berarti harimau.

Waktumu habis.

Harimau tidak takut harimau? Apa maksudnya itu?

Dia akhirnya menyadari apa yang salah.

"Horangi" dan "beom" adalah hal yang sama.

Apa itu tadi?

- Seharusnya kamu bisa lebih baik. - Itu aneh sekali.

- Mereka buruk sekali. - Tunggu sebentar.

- Harimau tidak takut harimau? - Apa itu tadi?

- Itu hal yang sama. - Dia...

- Ye Eun. - Seperti kataku, dia tidak biasa.

- Bukan begitu. - Fokus.

- SAN, Ye Eun, - Sungguh bukan aku.

- tetaplah waspada. - Sungguh bukan aku.

- Kamu tahu peribahasa, bukan? - Sungguh bukan aku.

Serius. Jae Seok, aku menghabiskan

- hidupku bernyanyi dan menari. - Mungkin dia tidak tahu peribahasa.

Tidak apa-apa. SAN, bermainlah dengan percaya diri.

- Percaya diri. - Ya, percaya diri.

- Percaya diri. - Percaya diri.

- Haruskah aku melakukannya? - Gawat.

- Bersiaplah. - Tentu.

- Mari mulai. - Ini tidak mudah.

Sebutkan nama ilmuwan. Satu, dua, tiga.

- Einstein. - Satu, dua, tiga.

- Satu, dua, tiga. - Maaf.

- Satu, dua, tiga. - Schubert.

- Schubert? - Satu...

"Tim ini memiliki dua titik lemah"

- Satu, dua, tiga. - Pasteur.

- Satu, dua, tiga. - Tidak ada yang terpikirkan.

- Satu, dua, tiga. - Jang Yeong Sil.

- Satu, dua, tiga. - Newton.

Satu, dua, tiga.

- Maaf. - Yang benar saja.

Madame Aema.

- Satu, dua, tiga. - Roentgen.

"Fisikawan Jerman, Roentgen"

- Roentgen. - Satu, dua, tiga.

Ayolah, SAN!

- Satu, dua, tiga. - Marie Curie.

SAN, begitu caranya.

- Apa kamu bercanda? - Apa...

- Hore! - Maksudku...

- Apa kamu bercanda? - Kita bermain dengan lebih baik.

- Kenapa kamu menyebut Schubert? - Ada apa denganmu?

SAN, permainan apa itu tadi?

Benar, apa yang terjadi?

- Schubert? - Aku tidak tahu siapa pun.

Begitulah.

Schubert?

- Nama ilmuwan sulit disebutkan. - Itu terlalu sulit.

Lezat sekali.

SAN terus meminta maaf berulang kali.

- Nama ilmuwan sulit disebutkan. - Apa kesalahannya?

- Itu sulit. - Memang sulit

- saat kamu merasa tertekan. - Bersiaplah.

- Beri kami yang mudah. - Mari mulai.

- Sebutkan istilah ekonomi. - Bagus.

- Satu, dua, tiga. - Efek Veblen.

- Satu, dua, tiga. - Indeks Engel.

- Satu, dua, tiga. - Inflasi.

- Satu, dua, tiga. - Kurva Gajah.

Satu, dua...

- Salah. - Itu badak.

- Satu, dua, tiga. - IMF.

- Satu, dua, tiga. - Deflasi.

- Kenapa mereka hebat sekali? - Itu berbeda dari inflasi.

- Itu berbeda. - Mengerti.

- Satu, dua, tiga. - Stagflasi.

- Satu, dua, tiga. - Itu...

Salah. Satu, dua, tiga.

- SK Hynix. - Apa?

Itu lucu sekali.

Satu, dua, tiga.

- Satu, dua, tiga. - Selubung.

- Selubung. - Ya, selubung.

- Lalu? - Ada lanjutannya.

- Selubung... - Infasi terselubung.

- Bagus. - Dia berhasil.

- Satu, dua, tiga. - Samsung Electronics.

"Pemimpin pasar lainnya"

- Satu, dua, tiga. - Belum selesai?

- Satu, dua, tiga. - Aku pikir sudah selesai.

- Satu, dua, tiga. - Bukankah waktunya sudah habis?

- Satu, dua, tiga. - Tesla.

- Sudah berakhir. - Tesla.

- Aku pikir waktunya sudah habis. - Yang benar saja.

"Babak berakhir dengan disebutkan nama-nama pemimpin pasar"

- Tuan Bodoh. - Kami tamat! Celaka.

- Itu lucu sekali. - Kalian pasti kalah.

Dimulai dari Haha, sebutkan nama-nama pelukis.

- Satu, dua, tiga. - Gogh.

Satu, dua, tiga. Salah.

- Satu, dua, tiga. - Picasso.

Satu, dua, tiga. Salah.

- Satu, dua, tiga. - Lee Hoon Young.

- Siapa Lee Hoon Young? - Sial.

Arsatato.

Arsatato.

- Satu, dua... - P...

"Tim Bodoh akhirnya bermain pukul-pukulan"

Satu, dua, tiga.

- Satu, dua, tiga. - Beast.

- Satu, dua, tiga. - Gojingamrae.

- Satu, dua, tiga. - Washinsangdam.

- Satu, dua, tiga. - Meeinyangchu.

- Satu, dua, tiga. - Ilseokyijo.

- Satu, dua, tiga. - Ilgeoyangdeuk.

- Satu, dua, tiga. - Jintoeyangnan.

- Dia jago dalam hal ini. - Satu, dua, tiga.

- Sepertinya aku bermain bagus. - Memang.

Kamu menebus kesalahanmu pada babak sebelumnya.

Bagus. Sepertinya tim kita tidak akan dibubarkan.

- Persaingannya di antara mereka. - Mungkin selisihnya tipis.

- Selisihnya tipis. - Itu sulit.

Ini hasilnya. Baiklah.

Tim Utara, minus 29 poin.

- Apa? - Itu banyak sekali.

Tim Perut, minus 28 poin.

- Tidak mungkin. - Tim Bodoh...

Tim kita pasti akan diserap.

Tim Bodoh,

- minus 43 poin. - Apa?

- Kami? - Minus 43 poin.

"Tim Bodoh menempati posisi terakhir"

- Mereka banyak salah. - Kalian sangat payah.

- Terutama Ji Eun. - Kamu banyak salah.

- Mereka akan dibubarkan. - Kamu banyak salah.

Apa benar 26 lawan 43?

Kami dapat minus 43 poin?

Maaf. Sepertinya ini semua salahku.

Tim Bodoh dibubarkan.

- Dibubarkan! - Kami?

- Apa kami akan diserap? - Mereka bergabung ke tim kita.

Ya, pemenangnya, Tim Perut,

akan mendapat kesempatan untuk mengambil rekan tim.

Maaf, bukankah lebih baik mengecualikan penyusup-nya?

Ini hanya akan membuat SAN merasa bingung.

- Tapi dia tahu. - Kita bawa saja dia.

- Ya, aku tahu. - Kami akan membantu.

Tapi kamu tidak tahu siapa orangnya.

Tepat sekali. Itu hanya akan membuatmu bingung.

Kalian harus memutuskan setelah berdiskusi dengannya.

Bisakah para Adipati Agung berdiskusi terlebih dahulu?

- Tentu saja. - Silakan.

- SAN, bagus. - Kemarilah.

- Dari buruk jadi makin buruk. - Apa?

Apa petunjukmu?

- Kemari. Mereka akan dengar. - Pertama...

- Ada atau tidak? - Ada satu dalam timmu.

- Tentu saja. - Kami? Ya.

Ada berapa orang dalam timku?

Aku hanya tahu ada seorang penyusup dalam timmu.

- Hanya itu? - Hanya itu yang diberitahukan.

Jong Kook, Ji Hyo, bisa kemari sebentar?

- Ya, kemarilah. - Kalian lama sekali.

- Menurutmu, bukan mereka? - Yang benar saja.

Karena kami menang,

- kami bisa memilih rekan tim. - Benar.

Kita bisa bermain aman

- dan membawa Haha saja. - Tapi...

- Kita pasti akan membawa Haha. - Begitu.

- Aku curiga kepada Ji Eun. - Ji Eun.

- Ji Eun? - Aku yakin itu.

Ji Eun...

Ji Eun...

- Kita tidak akan membawanya. - Kita tidak akan membawanya.

- Bagaimana jika membawa Seok Jin... - Mari buat tim itu bersih.

Jika mereka membawa Seok Jin...

Bukan aku!

- Sepertinya bukan Seok Jin. - Aku juga tidak berpikir dia.

- Dia sudah berusaha keras. - Dia sudah berusaha keras.

- Kita juga bisa membawa Seok Jin... - Aku...

Jika Seok Jin dan aku

- Kenapa? - bergabung dengan tim itu...

Ada apa? Kamu pikir itu dia?

- Sepertinya Seok Jin juga... - Seok Jin juga

- seorang penyusup. - Begitu menurutmu?

- Ada dua dalam tim kami? - Begitu rupanya.

Sepertinya dia meniru seseorang.

- Aku punya firasat. - Kamu punya firasat.

Dia meniru seseorang?

- Seseorang menirumu tadi. - Karena itulah...

Dia meniru hal-hal seperti ini.

Dia tiba-tiba berpose seperti ini.

- Biasanya dia tidak melakukannya. - Itu benar.

Tiba-tiba dia duduk seperti ini.

Kamu jadi sangat jeli.

- Itu masuk akal. - Jadi, sepertinya,

itu misi rahasianya.

- Meniru seseorang. - Meniru orang tertentu.

Kita harus memisahkan Seok Jin dan Ji Eun.

- Kita harus memisahkan mereka. - Baik.

- Karena ini membingungkan. - Ya, karena ini membingungkan.

- Kalau begitu, ayo bawa Haha. - Ya. Ayo bawa Haha.

Bagaimana dengan mereka berdua?

Mari kirim Ji Eun ke tim itu.

- Kita juga bisa membawa Seok Jin. - Mari kita lakukan itu.

"Mereka mengirim Ji Eun ke Tim Utara dan membawa Seok Sam ke tim mereka"

Ini sulit sekali.

- Ini sulit. - Ini sulit sekali.

- Jae Seok. - Kita tidak bisa...

SAN

- kembali membawa perubahan. - Kenapa kamu bilang begitu?

Karena dia bermain dengan baik, dia menjadi jeli.

Serius. Dia...

Dia sangat jeli.

Pertama,

- kami akan membawa Haha, yang aman. - Ya.

Kemudian...

- Ji Eun dan Seok Jin... - Kami?

SAN bilang ada penyusup di sana. Mengingat hal itu...

Peribahasa harimau Ji Eun tadi mencurigakan.

- "Horangi" dan "beom". - Ya.

Kami juga akan membawa Seok Jin.

- Seok Jin dan aku akan bergabung. - Ayo.

Kita harus memasukkan mereka ke tim itu.

- Kita akan pergi makan. - Ya.

Sebelum kita pergi,

hadiah uang yang dimiliki Adipati Agung Bodoh

diberikan kepada Adipati Agung Perut, yang menjadi juara pertama.

- Aku tidak memegangnya. - Tidak ada?

- Seok Jin mendudukinya. - Kamu mendudukinya.

"Apa?"

Aku mendudukinya. Begini...

- Coba saja ambil. - Haruskah aku melorotkan celanamu?

Kenapa kamu mengambil itu?

Aku mengambilnya karena ada di sana. Kenapa?

"Tidak tahu malu"

Kenapa kamu mencuri?

- Kakek. - Kenapa kamu mengambil itu?

Aku tidak boleh mengambilnya?

- Orang selalu mengambil dariku. - Ini bukan...

- Mereka mengambilnya kembali. - Benar.

- Kita punya 300 dolar. - Selain itu,

para anggota Tim Bodoh akan berpakaian sebagai pengemis

- karena tim mereka dibubarkan. - Benar.

Kenapa kalian melakukan ini?

- Kalian harus jadi pengemis. - Sudah saatnya mereka merasakannya.

- Pengemis! - Mereka terlalu nyaman.

Dia pergi ke salon pukul 06.00.

- Itulah yang membuatnya lucu. - Ya.

- Aku muncul sebagai putri. - Seorang putri.

- Dia memulainya sebagai putri, - Baik.

tapi sekarang, dia menjadi pengemis.

- Ayolah. - Astaga.

- Seok Sam cocok memakainya. - Aku...

- Tubuhmu mengingatnya. - Ya. Lakukan saja.

"Tubuhnya mengingat penampilan pengemis itu"

- Seok Jin tampak cocok. - Sesuai dugaan.

- Sesuai dugaan. - Itu sesuatu yang cocok dengannya.

Itu sangat cocok untukmu.

Sesuai dugaan.

Bagus, Seok Jin. Rambutmu jadi lebih banyak.

Kamu memang berbakat jadi pengemis.

"Selagi Pengemis Seok Sam menemukan jati dirinya"

Dia sangat pandai berdandan.

- Kamu harus lakukan sebanyak itu. - Bantu aku dengan ini.

- Gambar saja ingus. - Bagaimana cara menggambarnya?

Tolong gambarkan untukku.

"Adipati Agung Yang, sang ahli, muncul"

"Fokus"

Aku mulai khawatir.

- Ini aku. - Itu...

Aku melakukan ini seumur hidupku.

Aku merasa gugup.

Keterlaluan... Siapa pelaku penggambar wajah Ji Eun?

Kenapa kamu tidak menggambar ingus di wajahnya?

Seharusnya kamu tidak berlebihan.

Kita tidak bisa melihat wajahnya.

- Seharusnya kamu tidak berlebihan. - Aku yang menggambar ingusnya.

Apa aku terlihat buruk? Bagaimana penampilanku?

Tidak terlihat buruk.

- Bukankah dia tampak menggemaskan? - Apa ini?

Dia melukis seluruh wajahnya.

- Coba kulihat. - Dia menyukainya!

Ini menggemaskan.

"Ini menggemaskan"

Harusnya kamu tambah lagi.

Dia juga menyukainya.

- Apa ini? - Tidak apa-apa.

Se Chan menyukainya.

- Kamu harus memberinya... - Kamu suka Ji Eun, ya?

- Dia menyukainya. - Aku tidak menyukainya.

Dia menyukainya.

- Siapa yang merias wajah begitu? - Se Chan!

- Saat bersama Ye Eun, kamu... - Yang benar saja.

Kenapa mahasiswi Universitas Wanita Dongduk sangat menggemaskan?

Kenapa aku selalu tertarik pada alumni Universitas Wanita Dongduk?

- Kenapa begitu? - Dia menyukainya.

- Dia menyukainya. - Ada sesuatu di antara mereka.

Dia menyukai Ji Eun.

Kita akan pergi makan.

Kami sudah menyiapkan restoran pasta

yang cocok untuk Adipati Agung

dan restoran barbeku yang kalian suka.

Tim Perut, yang menang akan memilih restoran lebih dahulu.

- Mari makan daging. - Daging? Ya. Se Chan...

Kenapa daging? Masaknya lama.

- Daging. - Dia ingin kita makan daging.

Tim Utara akan makan pasta.

- Bagus. Pasta enak. - Aku suka sekali.

Kami akan memberikan beberapa kartu.

Lima kartu di sini

berisi saldo dari sepuluh dolar hingga 150 dolar.

Kalian bisa memilih satu kartu.

Kalian bisa makan seharga saldo yang ada dalam kartu

untuk santapan kalian.

Adipati Agung Perut bisa memilih kartu lebih dahulu.

Kartu mana yang harus aku pilih?

- Apa kata instingmu? - Kenapa harus berpikir?

Jangan pilih yang itu.

- Kamu sudah menyentuhnya. - Selesai sudah.

Sudah sah kalau dia mengambilnya.

- Dia belum mengambilnya. - Sudah sah kalau kamu mengambilnya.

Aku belum mengambilnya.

Aku belum mengambilnya.

- Sudah sah kalau kamu mengambilnya. - Ada apa dengan matamu?

- Aku belum mengambilnya. - Sudah sah kalau kamu mengambilnya.

- Aku cuma menyentuhnya. - Sudah sah kalau kamu mengambilnya.

- Sudah sah kalau kamu mengambilnya. - Itu tidak terlihat bagus.

- Yang kuning... - Yang ini...

"Mereka tenang dan mulai memilih lagi"

Bagaimana dengan ini?

- Benar. - Ini manis.

Rambutnya tidak banyak, mirip Seok Jin.

Tapi...

- Nomor dua. - Adipati Agung.

Kamu memberi pengemis terlalu banyak kekuasaan.

- Kenapa pengemis yang memutuskan? - Benar sekali.

- Pengemis itu... - Mundur.

Aku boleh memberikan pendapatku.

Kamu memberi pengemis terlalu banyak kekuasaan.

Aku tidak akan memberinya makanan.

- Ini sulit sekali. - SAN.

- Pilih yang kamu inginkan. - Yang kuning.

Bahunya tampak bagus.

- Benar. - Aku

- akan memilih kartu hitam. - Baik.

- Keren. - Bagus.

Kedua tim akan berpisah

- Itu pilihan bagus. - dan pergi makan.

Ya.

- Ada taman. - Hujan.

- Hujan. - Kita mau ke mana?

Adipati Agung.

Se Chan melunak kepadamu.

Ingusnya harus dimulai dari sini.

- Di mana... - Dimulai dari samping.

Itu mengarah ke samping.

- Kamu tampak cantik sekarang. - Benar.

- Dia tidak mengecat bagian atasnya. - Benar.

Aku merasa kesepian.

Aku bergabung dengan tim lain

dengan dandanan seperti ini.

Hanya kamu yang berdandan seperti itu.

"Merasa sedih"

Para pengemis sudah datang.

- Ji Eun. - Ya?

Apa kamu...

Apa kamu punya pacar?

Tidak punya.

Apa pendapatmu tentang Se Chan?

"Langsung ke intinya"

Aku lebih baik tidak punya pacar.

Aku harus berhenti terlibat dengan

- orang Universitas Wanita Dongduk. - Tentu saja.

Menurutmu, siapa yang terlalu baik untuk yang lain?

- Apa? - Siapa yang terlalu baik?

- Tidak apa-apa. - Dia tidak perlu mengatakannya.

Siapa yang lebih baik untuk yang lain, Ye Eun?

Aku bahkan tidak perlu mengatakan itu.

Kita pergi.

Vata juga terlalu baik untukmu!

Yang benar saja.

"Sementara romansa Adipati Agung Yang hancur berantakan"

Tempat apa ini? Kita sudah sampai.

- Di sini tempatnya. - Pasta.

Bagus.

Ini bagus. Kita tidak perlu memanggang daging.

Bagus.

- Silakan duduk lebih dahulu. - Ya.

- Adipati Agung boleh duduk di sini. - Adipati Agung.

Adipati Agung boleh masuk lebih dahulu.

- Kamu bukan tim kami, jadi... - Ji Eun bisa duduk di ujung.

- Kamu bukan tim kami. - Ya.

Kita satu tim sekarang.

- Kita satu tim sekarang. - Bukankah kita satu tim sekarang?

- Itu benar. - Kita satu tim sekarang.

Kita satu tim sekarang.

Ya. Aku akan melakukan yang terbaik.

"Penyesuaian keras sang putri di negara barunya"

Kami akan memberikan menunya.

Ya.

- Seperti yang kami katakan... - Berikan kepada kami.

Seharusnya aku duduk di ujung.

- Ayolah, SAN. - Maafkan aku.

- Kamu Adipati Agung hari ini. - Sang Adipati Agung.

"Bungsu K-Pop merasa tidak nyaman menjadi Adipati Agung"

Kalian bisa memesan sesuai batas kartu.

- Ya. - Jika melebihi batas,

kalian bisa membayar lagi.

Berapa isinya?

Akan merepotkan jika isinya hanya sepuluh dolar.

Akan merepotkan jika isinya hanya sepuluh dolar.

- Kita tidak akan bisa beli apa-apa. - Aku punya firasat

ada banyak uang di dalamnya.

Kalian mau makan apa?

- Pasta minyak akan enak. - Benar.

- Kelihatannya enak. - Kita juga butuh nasi,

jadi, pilaf sepertinya enak.

- Bagus. - Pilaf.

Haruskah kita pesan roti panggang juga?

- Itu ide bagus. - Aku mau roti panggang.

- Ye Eun. - Ya.

Kamu bilang bosan makan pasta karena sudah memakannya

selama dua hari berturut-turut.

- Kamu tidak apa-apa? - Ya. Seleraku agak kebarat-baratan.

Apa yang ingin kamu pesan?

Boleh aku pilih satu?

Tidak. Kami akan...

Kamu tidak boleh memilih.

Kamu tidak boleh memilih.

- Kalau begitu, pilih satu saja. - Baik.

- Satu hidangan saja. - Jangan yang mahal.

- Kita sudah pesan pasta, - Pasta.

- roti panggang... - Benar.

- Mari pesan steik. - Kita harus makan steik.

- Steik. - Hei...

Steik?

Jika tidak cukup, kita bisa hapus yang ini dahulu.

Baik. Tunggu sebentar.

- Steik... - Berapa harga steiknya?

Pilaf mana yang harus kita pesan?

Dia benar-benar tidak tahu malu.

Kita ke sini untuk makan pasta.

Dia memilih steik tenderloin 200 g yang harganya 33 dolar.

- Kalau begitu, mari kita pesan. - Baik.

Pilaf mana yang kamu suka?

Kalau begitu...

Kapsim?

Apa? Kapsim?

Dari sisi kanan, aku terus mendengarnya berkata,

"Kapsim? Steik?"

- Karena dia sedang diet, - "Pasta?"

dia mencoba menghindari karbohidrat.

Kalau begitu, kami pesan

satu pasta minyak telur ikan pollack...

Tadi kamu bilang mau makan pasta apa?

Tadi pasta telur ikan pollack,

tapi yang krim.

Kamu mau yang krim? Baik.

Tapi aku juga suka pasta tomat.

Boleh pesan tiga?

"Tapi aku juga suka pasta tomat. Boleh pesan tiga?"

Kita harus pesan pasta minyak telur ikan pollack.

Kita bisa pesan semuanya jika punya 150 dolar.

- Benar. Itu akan cukup. - Jika saldonya bukan 150 dolar,

- sepuluh dolar tidak dapat apa-apa. - Baik.

- Baik. - Mari pesan tiga pasta.

- Adipati Agung. - Mau pesan apa?

Mau pesan apa?

Kami pesan

satu roti panggang Prancis,

- pasta minyak telur ikan pollack, - Ya.

pasta tomat boga bahari

pilaf kapsim

dan steik tenderloin.

Kami pesan itu saja.

Jika pembayarannya gagal,

mulai dengan membatalkan steiknya.

Baik.

Totalnya 102 dolar.

Harganya 102 dolar.

Benar. Itu seharusnya cukup.

- Itu cukup. - Kita punya kesempatan.

- Jika kita bisa membayar itu, - Jika tidak berhasil...

- maka... - Tambah lagi!

- Tambah lagi! - Kopi.

- Kopi dan Soda. - Benar.

- Soda? - Soda dan kopi.

- Kita harus pesan itu. - Aku akan memproses pembayarannya.

"Apa Adipati Agung Utara memilih kartu berisi 150 dolar?"

- Kumohon. - Boleh aku minta air?

- Aku mohon. - Boleh aku minta air?

- Tolong tanda tangan di sini. - Aku mohon.

- Apa berhasil? - Aku harus tanda tangan.

Aku harus tanda tangan.

Atau kita baru tahu setelah aku tanda tangan?

- Belum berhasil. - Aku mohon.

- Tolong tanda tangan. - Baru tahu setelah tanda tangan?

Aku mohon.

"Dia sudah tanda tangan. Bagaimana hasilnya?"

"Apa Ji Eun bisa makan steik?"

Aku mohon. Tidak.

Pembayarannya ditolak.

"Batas kartu terlampaui"

Tidak berhasil.

- Haruskah kubatalkan steiknya? - Batalkan steiknya.

- Batalkan steiknya dahulu. - Aku akan membatalkan steiknya.

Tapi bagaimana jika kita terus membatalkan pesanan, dan ternyata

- isinya cuma sepuluh dolar? - Apa isinya sepuluh dolar?

Jika isinya sepuluh dolar, datang ke sini adalah kesalahan.

- Sekarang, 68 dolar. - Harganya 68 dolar.

"Aku mohon"

Aku mohon. Setidaknya yang ini...

Aku sedang tahap tanda tangan.

Kita tidak perlu tanda tangan jika total di bawah 50 dolar, bukan?

- Pembayarannya ditolak. - Sudah melebihi batas kartu.

Sudah melewati batas kartu.

- Lagi? - Apa?

"Tidak"

- Kita harus batalkan pilaf-nya. - Batalkan pilaf-nya.

Pilaf?

- Batas kartunya terlalu rendah. - Batalkan pilaf-nya.

- Totalnya jadi 51 dolar. - Bagaimana jika saldonya 50 dolar?

"Pembayaran tertunda"

Apa menggambar hati akan membantu?

Ini harus berhasil. Harus berhasil.

- Pembayarannya ditolak. - Ditolak.

"Pembayaran ditolak dan dikonfirmasi"

"Tertegun"

- Ini buruk. - Batalkan roti panggangnya.

- Batalkan roti panggangnya. - Roti panggangnya.

- Batalkan pesanan roti panggang. - Maksudku...

Kenapa kita repot-repot ke sini?

"Totalnya sekarang 34 dolar"

- Aku lapar. - Mungkinkah saldonya sepuluh dolar?

Sepuluh dolar adalah yang terburuk.

"Tiga puluh dolar: Kartu melebihi batas"

- Serius? Ditolak. - Apa?

- Pasti sepuluh dolar. - Apa ditolak lagi?

- Tidak mungkin. - Apa ini serius?

Batalkan semuanya kecuali pasta telur ikan.

- Pasta telur ikan. - Batalkan semuanya

kecuali pasta minyak telur ikan.

- Jika ini tidak berhasil... - Pasta telur ikan pollack

- harganya 17 dolar. - Apa...

Boleh aku bayar sendiri saja?

"Bisakah setidaknya mereka makan pasta?"

Aku mohon...

- Transaksi selesai. - Berhasil!

"Mereka berhasil memesan pasta telur ikan terbang"

Tidak bisakah kita tahu sisanya?

Apa kita cuma pesan hidangan telur ikan?

- Ya. - Kenapa tidak pesan satu lagi?

- Ya, satu lagi. - Ayo pesan roti panggangnya.

Roti panggangnya 17 dolar.

Begitu, 17 dolar.

Karena 34 dolar ditolak,

- Apa 30 dolar? - tapi 17 dolar disetujui,

batasnya mungkin 30 dolar.

- Pasti begitu. - Ya, pasti 30 dolar.

Ayo pesan sesuatu seharga 13 dolar.

Kopi atau semacamnya?

Menu apa saja yang ada?

Ji Eun, kembali ke tempat dudukmu.

Aku cuma mengambilkan air minum.

Kita bisa pesan empat porsi roti dan keju ini.

Benar, bukan?

- Mari kita coba. - Haruskah?

Sepertinya ada setidaknya 12 dolar untuk dibelanjakan.

- Kita harus makan roti. - Tolong empat porsi roti dan keju.

"Jika ini berhasil, mereka masing-masing bisa makan roti"

"Dia tidak lupa membawa airnya"

Ya, empat porsi ini.

Aku mohon... Apa uangnya cukup?

Kita tidak bisa bekerja dengan perut kosong.

"Mencoba membayar 12 dolar"

Apa ini akan berhasil?

"Akankah dia bisa memberi makan rakyatnya?"

Aku mohon...

Semoga ini berhasil.

- Transaksi selesai. - Hei, berhasil!

- Batasnya pasti 30 dolar. - Pasti 30 dolar.

Berapa yang kita habiskan?

- Apakah 12 dolar? - Kita...

- Kita punya sisa satu dolar. - Satu dolar?

Kalian tidak punya apa pun seharga satu dolar, bukan?

Bisa kami minta tambahan mi?

"Berkedip"

- Jika bisa, tolong, ya? - Bu.

Mereka punya minuman.

- Tapi tidak ada yang satu dolar. - Satu porsi yang seperti empat.

- Seperti japchae... - Seperti empat porsi.

Kami ingin hidangan besar seperti japchae.

"Karena lapar, mereka melobi pemiliknya"

- Satu porsi yang seperti empat. - Pasta japchae.

- Ji Eun. - Ya?

- Maaf soal ini. - Biar aku saja. Silakan duduk.

- Tidak, biar aku saja. - Tidak apa-apa.

- Senior tidak boleh melakukan ini. - Tidak apa-apa.

- Ji Eun. - Silakan duduk.

- Hanya saja, Ji Eun - Maksudku...

adalah pengemis sekarang.

- Aku yang harus melakukan ini. - Benar.

- Adipati Agung, silakan duduk. - Itu...

- Biar aku saja. - Adipati Agung, silakan duduk.

"Adipati Agung yang sopan diusir"

Ji Eun, ini.

Cukup.

- Selamat makan. - Di sana.

- Kami memesan empat roti, - Benar.

jadi, makanlah sepuasnya.

Kelas sosial kami ketat, jadi, aku terkejut tadi.

Bahkan Adipati Agung makan hidangan seharga 17 dolar.

"Dia masih memikirkan steik"

Aku penasaran berapa batas anggaran tim lain.

Luar biasa.

- Astaga. - Kita harus memeriksa menunya.

Mari kita lihat kisaran harganya.

Kombo lima orang tampak lezat.

- Bagaimana bisa kita tim 5 orang? - Kita cuma berempat.

"Lima orang, empat orang, tiga orang"

- Kenapa kita tim lima orang? - Lihat.

Maksudku...

Jangan berani menyentuh Adipati Agung kami lagi.

- Baik. - Mau pesan apa?

- Kombo 4 orang harganya 58 dolar, - Baik.

tapi kombo 5 orang 77 dolar.

- Ya, 77. - Mau pesan apa?

- Pilih kombo lima orang? - Itu pendapatku.

- Bagaimana kalau begini? - Kita mulai dengan kombo 5 orang

- dan turun jika perlu. - Kita pilih kombo empat orang.

- Tentu. - Kita tidak akan

kehilangan sepuluh dolar setiap kali mencoba.

Jika pembayaran ditolak untuk kombo lima orang,

kalian tidak akan bisa makan apa pun.

- Kamu yakin soal ini? - Tentu saja.

Aku bisa memanggang rambut ini saja.

- Kamu mau memanggangnya? - Bukankah itu maksudmu?

Dia bilang kalian akan kelaparan.

- Kalian akan kelaparan. - Begitu rupanya.

- Aku tidak mau itu terjadi. - Maksudku, jika kita gagal.

Kenapa itu sulit sekali dimengerti?

Aku pikir dia menyuruhku untuk memanggang dagingnya.

Aku akan mencobanya.

- Mari kita coba. - Mulai dengan kombo 5 orang

- dan turun dari sana. - Benar.

Kami pilih yang 77 dolar.

- Yang 77 dolar? - Ya.

- Kombo lima orang. - Kombo lima orang.

Semoga pembayarannya berhasil pada percobaan pertama.

- Ayo lakukan. Mari makan. - Ayo.

"Akankah mereka beruntung pada percobaan pertama?"

Tanda tangan, transaksi selesai.

Aku termasuk orang yang beruntung.

Pembayaran ditolak.

"77 dolar, Melebihi batas kartu"

Melebihi batas kartu. Kami sudah menduganya.

- Sudah melebihi batas. - Pilih kombo empat orang.

- Sekarang... - Kombo empat orang.

Jika saldonya tidak cukup untuk 77 dolar,

- itu akan menjadi... - Pilih kombo empat orang.

Setidaknya kita harus mampu membayar 50-an dolar.

Tapi ada kemungkinan besar itu juga akan melebihi batas.

- Kita tidak pernah tahu. - Kombo empat orang.

- Kombo empat orang. Ayo. - Yang 58 dolar.

- Baik, 58 dolar. - Batasnya mungkin 70 dolar.

Tolong biarkan ini berhasil.

- Pembayaran ditolak. - Bagus!

- Sudah selesai? - Belum?

Melebihi batas kartu.

- Sial. - Apa kamu bercanda?

- Pilih kombo tiga orang. - Kombo tiga orang.

- Kombo tiga orang. - Batasnya pasti 50 dolar.

- Sungguh? - Setidaknya biarkan bertiga makan.

Setidaknya biarkan bertiga makan.

Bagaimana jika batasnya 20 dolar?

Kita memilih kartu kredit yang salah.

Bolehkah aku setidaknya memesan ramyeon tahu sutra?

Pesan kombo tiga orang dahulu. Baik, 44 dolar.

Sudah kubilang pilih kartu kuning.

- Transaksi selesai. - Berhasil.

"Setidaknya mereka berhasil mendapatkan kombo tiga orang"

- Tunggu. - Ramyeon tahu sutranya.

- Karena 44 dolar berhasil... - Pasti batasnya 50 dolar.

- Pasti 50 dolar. - Kurasa batasnya 50 dolar.

- Kita punya tiga porsi daging. - Doenjang sulbap.

- Bagaimana kalau ramyeon? - Tolong ramyeon tahu sutranya.

- Ayo pesan doenjang sulbap. - Ramyeon-nya lima dolar.

- Satu ramyeon dan semangkuk nasi. - Dan semangkuk nasi.

- Kenapa kamu yang memutuskan? - Doenjang sulbap...

- Jong Kook, semangkuk nasi... - Bukankah ramyeon lebih baik?

Ayo pesan doenjang sulbap saja.

- Tunggu, dengarkan ini. - Ya, itu lebih baik.

- Kita sudah pesan kombo tiga orang, - Pesanannya tidak bisa dibatalkan.

- tapi ada lima orang di sini. - Tentu.

Setidaknya kita harus memesan dua mangkuk nasi.

- Kenapa ada lima mulut? - Begini ceritanya.

- Ada tiga orang dan dua pengemis. - Pak, kembali ke sini.

Kalau begitu pesan doenjang sulbap saja.

Kita bagi saja doenjang sulbap-nya.

- Tentu. - Boleh juga.

- Sulbap pilihan yang bagus. - Ayo pesan itu saja.

Doenjang sulbap itu untuk berapa orang?

- Mungkin satu. - Itu untuk satu porsi.

- Cuma satu porsi? Ayolah. - Itu...

Kalau begitu tidak akan cukup.

- Batasnya 50 dolar. - Ya, 50 dolar.

"Mereka mengabaikan Seok Jin, pesan enam dolar doenjang sulbap"

- Pas 50 dolar, bukan? - Transaksi selesai.

- Sudah. - Tadi itu 50 dolar.

- Itu lumayan. Kerja bagus. - Pilihanku tepat.

- Kita akan menata mejanya di sini. - Benar.

Kamu bisa menata meja untuk dagingnya di sini.

"Dagingnya disajikan lebih dahulu"

- Kelihatannya enak. - Hebat.

- Lihat ini. - Dagingnya berkualitas.

Lihat ini. Ini disajikan dengan

- banyak sekali lauk. - Hebat.

Seok Jin, ayo nyalakan panggangan kita.

Ya, ayo. Siapa tahu kita dapat.

Kenapa kalian menyalakannya? Untuk apa?

Taoge!

- Tentu. - Taoge? Tentu saja.

- Dengar, Tn. Kim. - Ada apa, Tn. Jee?

- Bukankah nasib kita sama? - Bagaimana bisa?

Jika memang begitu, aku juga akan memakai baju itu.

- Apa? - Ini gaya busana.

- Pakaian ini untuk bergaya. - Bagaimana bisa kami disamakan

dengan kalian yang berpakaian pengemis?

- Panggil aku Pumba. - Hei...

- Aku bukan pengemis. - Pumba?

Yang Mulia.

- Suara itu luar biasa. - Tidak bisakah kami minta satu?

- Aku tidak akan minta lebih. - Waktu yang tepat.

Apa maksudmu tidak akan minta lebih?

"Tiba-tiba"

- Sungguh? - Hei, Pak!

Hanya potongan yang lebih kecil.

- Tidak mungkin. - Kamu bercanda?

Kami akan memasaknya di salah satu pemanggang saja.

- Ada lebih dari cukup. - Kenapa mengabaikan pemanggang ini?

Kami akan pikirkan untuk memberi kalian nanti.

Kalau begitu, matikan. Kenapa membuang-buang gas?

Aku akan memanggang kimchi untukmu.

- Baik, cepatlah. - Tunggu.

Jika kamu memberi kami lemak babi...

Kamu tahu kamu tidak bisa memasak dengan itu di pemanggang ini.

- Kami akan tampil untukmu. - Kami akan memasaknya

- di salah satu pemanggang saja. - Bagaimana kalau bersiul?

Bukankah seharusnya kamu tahu karena mengelola restoran barbeku?

"Pertunjukan siul yang mendadak"

"Malu"

"Tertawa"

- Kenapa... - Tahu kenapa kami melakukan itu?

Kami sedang berpikir untuk merilis album.

Whistling Boys.

Kami berpikir untuk merilis album sebagai Whistling Boys.

Bisa siulkan lagu untuk kami?

- Tentu saja. - Ada permintaan?

"Tentu saja kami bisa melakukannya"

- Bagaimana dengan "One Man"? - Baik, mulai.

"'One Man' oleh Whistling Boys, lagu asli oleh Kim Jong Kook"

Mereka cukup hebat.

"Pertunjukan mengemis yang menyenangkan"

Mereka hebat.

Andai saja ini benar-benar berguna.

"Para pengemis bahkan menambah harmoni"

"Tertawa"

"Melodi indah mengalir dari bibir mereka yang mengerucut"

"Beri kami sepotong"

"Hebat!"

- Kita harus berterima kasih. - Hebat. Itu...

- Terima kasih. Tunggu. - Terima kasih. Siap, mulai.

"Bahkan ucapan terima kasihnya sempurna"

"Puas"

Kamu harus memberi kami sesuatu untuk itu.

- Ada lebih dari cukup. - Kami akan memanggang ini dahulu.

- Sungguh, Pak. - Kami bahkan sudah tampil untukmu.

- Rahang kami sampai pegal. - Kami mengerti. Bersabarlah.

Dagingnya belum matang.

Kenapa kamu terus memaksa saat dagingnya belum matang?

"Mereka lanjut tampil setelah diberi tahu akan dapat daging"

Maaf, tapi ini mulai menyebalkan.

"Terluka"

Beri mereka daging dan suruh pergi.

Beri kami satu potong saja.

- Hei. - Hei.

Kalian mau berapa potong?

- Tiga. - Silakan. Mari dengar siulannya.

- Tiga. - Dia minta tiga potong.

Apa kamu bercanda?

Kami akan mencicipi daging yang sudah matang

dan melihat seberapa enak rasanya.

Kalian mau memakannya?

- Begini... - Saat para pengemis

dibiarkan menonton di sini?

- Itu jahat sekali. - Sungguh.

- Karena itulah... - Yang mereka lakukan itu jahat.

- Ssamjang-nya... - Beri kami satu potong.

Tunggu. Biarkan kami mencicipinya dahulu.

- Ini enak. - Akan kucoba apa ini enak.

"Lezat"

Ini enak sekali.

"Lezat"

"Mereka dapat sepotong daging karena sudah menghibur"

"Menarik"

"Kakak beradik yang baik bahkan berbagi sepotong daging"

Terima kasih.

Astaga.

"Hebat!"

"Otomatis bersiul"

"Gugup"

Karena sedang makan, aku tidak bisa bersiul dengan benar.

Rasanya luar biasa.

Aku mau makan doenjang sulbap-nya sedikit.

Tentu.

"Mencuri sepotong kenikmatan"

Boleh kami minta sulbap-nya?

Ini.

Aku melihat Seok Jin

mencuri sepotong daging tadi.

Adipati Agung Haha,

duduklah bersama kami.

Makanlah sebanyak yang kamu mau.

"Adipati Agung Perut tegas dalam menghargai dan menghukum"

Aku harus meluruskan ini. Nikmati sulbap-nya juga.

- Apa? - Kamu mau?

Hentikan. Kamu sudah selesai.

- Hei. - Haha, selamat menikmati.

- Hei. - Aku tidak percaya padamu.

- Kamu tidak punya harga diri? - Tidak.

Aku tidak percaya kamu bergabung dengan mereka.

"Dia malah melampiaskannya kepada Haha"

- Makanlah sebanyak yang kamu mau. - Terima kasih!

- Sudah kuperingatkan, bukan? - Kerja bagus.

Aku tidak percaya kamu menangkapnya.

Tentu saja.

"Diam-diam"

- Ini lezat. - Mau berfoto?

- Begitu saja? - Potret kami.

"Menahan agar dia tidak bisa mencuri daging"

Potret kami. Satu...

Kita sudah lama tidak berfoto.

- Rambut masuk ke mulutku. - Mari berpose.

- Satu, dua... - Satu...

- Dua, tiga. - Dua, tiga.

Sial.

Hasilnya bagus.

Dia ingin berfoto bersama...

Itu gila. Mereka bisa membaca pikiranku.

"Saatnya mewawancarai sang Adipati Agung"

- Adipati Agung Perut. - Ya.

Apa pendapatmu tentang keadaan negaramu?

Keadaan negaraku? Itu...

Ada ikan botia yang mengeruhkan air.

Aku harus segera mengusirnya dari negaraku.

Wajahnya harus diludahi.

Dia harus sangat dipermalukan hingga ingat dengan posisinya.

Aku menerimanya karena kupikir dia akan berakhir di selokan.

Pengemis itu...

Dia harus diusir tanpa celana

dan dibiarkan basah kuyup karena hujan.

Hei, jika dipikir-pikir,

Seok Jin tidak melakukan kesalahan.

- Apa salahku? - Apa yang dia lakukan?

Menurutmu siapa orang asingnya?

Kurasa orang asingnya tidak ada di antara kita.

Tapi tadi Seok Jin ingin berfoto bersama.

Dia bukan tipe orang yang ingin berfoto.

Jika itu misi rahasia, kemungkinan Seok Jin pelakunya.

Kalau begitu...

- Sarapan... - Sudah datang.

- Rotinya... - Terima kasih.

Kami dapat semua ini?

"Makanan Tim Utara disajikan"

- Terima kasih atas makanannya. - Aku suka ini. Roti Outback.

- Ya. - Outback Steakhouse.

- Ye Eun. - Ya?

- Kamu tidak pilih-pilih makanan. - Ayolah...

Roti Outback Steakhouse...

Sangat lezat.

"Tepuk tangan"

Ini sudah cukup bagiku. Bagaimana bisa roti begitu...

Kamu memanggangnya dengan baik.

"Pasta telur ikan disajikan"

- Cantik sekali. - Kelihatannya luar biasa.

- Adipati, silakan makan dahulu. - Baik.

- Ambil untuk dirimu dahulu. - Ambil untuk dirimu.

Ada hierarki yang ketat.

Astaga, enak sekali.

- Pastanya... - Rotinya enak sekali.

Ini lezat.

- Ambil untuk dirimu dahulu. - Kenapa...

- Kamu... - Adipati Agung.

Adipati Agung.

- Ini terlalu sedikit. - Itu terlalu sedikit.

Kamu memberiku sedikit sekali.

"Porsi kecil untuk menunjukkan kemurahan hatinya"

Rasanya enak.

Dia mengisi piring lain.

Ini untukmu. Kamu makan ini.

"Diberikan kepada Ji Eun"

- Aku bisa makan nanti. - Apa yang terjadi?

"Bukan untukku?"

- Kamu... - Makanlah ini.

Kamu melayani pengemis negara lain lebih dahulu?

"Tertawa"

- Aku... - Kamu bisa makan ini.

Kamu baik-baik saja?

Aku melayani sesuai urutan usia.

- Kamu sepertinya terkejut. - Ya.

Kukira dia akan melayaniku berikutnya.

Kamu makan ini.

- Tidak, aku... - Tidak, silakan.

- Lucu sekali. - Makanlah.

- Boleh aku minta sedikit lagi? - Ye Eun.

- Beri aku sedikit lagi. - Bilang begitu saat kencan buta?

- Menyebalkan sekali. - Kukira itu milikku.

Kamu keceplosan.

Tolong beri telur ikan juga.

"Menambahkan telur ikan"

Dan sedikit sayuran.

Bukankah kamu sedang diet?

Tidak, aku bisa makan hari ini. Terima kasih.

Tadi kamu memesan steik.

- Kamu bisa makan sisanya. - Ya.

- Adipati Agung, makanlah. - Makanlah sisanya.

Ini lezat.

"Sang Adipati Agung makan setelah melayani rakyatnya"

Enak sekali.

- Ini lezat. - Ini segar.

Kenapa kamu memberi pengemis banyak makanan?

- Dia dapat banyak. - Kenapa...

Aku sedang mengambilkan makanan,

tapi aku terus mendengar halusinasi dari sebelah kananku.

- "Aku mau lagi." - Beri aku sedikit lagi.

- Dia bilang begitu? - "Telur ikan juga."

- Tolong telur ikan juga. - "Serta sayuran."

- Serta sayuran. - Sepertinya

dia sangat suka makan.

Nafsu makannya besar.

Ji Eun makan dengan sangat lahap.

Dia sangat lapar.

Apa ini? Seberapa seru permainan ini nanti?

- Apa ini? - Bukankah ini permainan itu?

- Yang kulakukan sebelumnya. - Yang kamu lakukan.

- Astaga... - Astaga. Ini terlihat...

- Tidak mungkin. - Seok Jin jatuh terjengkang.

Bukankah dia juga berpakaian seperti ini saat itu?

Aku juga jadi pengemis saat itu.

"Episode penjudi Joseon dari musim panas tiga tahun lalu"

"Seok Sam memukul belakang kepalanya sendiri"

Ini permainan yang sama.

Sebenarnya aku takut saat itu.

"Seok Sam sudah merasa khawatir"

- Tidak apa-apa jika tidak tahu. - Permainan ini...

Itu benar.

"Ji Eun masuk"

Itu lucu sekali.

Kamu sudah ganti baju. Riasan lucunya juga sudah hilang.

Itulah yang terjadi.

- Itu dia. - Kalian tidak menghapusnya.

Kamu tidak boleh sengaja jatuh.

- Kamu tampak berbeda. - Bukankah kita harus hapus?

- Kamu tamu. - Kami tetap memakainya.

- Duduklah. - Kemarilah, Pengemis.

- Pengemis. - Silakan duduk.

Bukankah kita harus hapus?

Ji Eun mirip aktor dari "Coffee Prince".

- Apa? - Yoon Eun Hye.

Dia memang agak mirip dengannya.

Kenapa aku disuruh menghapus riasan pengemis?

Misi terakhir disebut Terbanglah, Adipati, Terbanglah.

Kalian akan menyelamatkan negara dan dapat petunjuk orang asing.

- Kita butuh petunjuk. - Benar.

- Satu orang per tim akan bersaing. - Baik.

Kalian harus berjongkok, memegang mangkuk penuh air.

Kalian akan melompat ke empat ubin untuk mencapai ujung matras

dan menuangkan air yang tersisa di mangkuk kalian ke dalam ember.

Setelah selesai, kalian bisa lari kembali ke awal.

Tim yang mengumpulkan air terbanyak

- dalam 100 detik akan menang. - Astaga.

Dikumpulkan di ember itu?

Bagaimana cara melompat ke sana?

Aku takut dengan permainan ini.

- Permainan ini membuatku trauma. - Aku ingin melihat ini berhasil.

Pilih seseorang untuk mewakili tim kalian.

Seok Jin akan mewakili kami.

- Ini butuh pelindung mulut. - Benar.

- Lidah kita bisa tergigit. - Benar sekali.

Baik.

- Astaga. - Ayo.

Haruskah kugambar ingus?

- Ya. - Apa itu akan lebih baik?

"Ji Eun merias wajahnya secara sukarela"

Bukankah ini sudah cukup?

Coba lihat.

Satu orang dari setiap tim

- akan melompat. - Gunakan otot intimu.

Otot intimu.

Baik. Siap?

- Kurasa dia akan hebat. - Mulai.

"Mulai"

"Terkesiap"

- Kurasa dia akan hebat. - Semoga berhasil.

"Dia sudah menumpahkan setengah airnya"

Tidak apa-apa. Tidak masalah.

Lompat.

Astaga.

Seok Jin! Kenapa kamu menjatuhkannya?

Kenangan dari tiga tahun lalu...

- Aku tidak bisa menahannya. - Jangan jatuhkan kantongnya.

Ini dia.

- Baiklah! - Semoga berhasil!

"Si belalang melompat dengan baik?"

"Dia gagal"

Astaga.

Cepat.

"Suara mengerang"

Dia jatuh.

- Dia ketakutan. - Benar sekali.

Lompatlah perlahan seperti kelinci.

Ini sangat licin.

Ini lebih sulit karena ubinnya diberi jarak.

- Gunakan otot intimu. - Otot intiku.

- Kamu pasti bisa. - Itu dia.

Kamu pasti bisa.

"Terkesiap"

"Jatuh ke belakang"

- Dia lucu. - Dia berhasil.

- Permainan ini... - Seok Jin...

"Acara Seok Sam dimulai"

Ini permainan Seok Sam.

- Kamu ahlinya. - Kamu lihat itu?

Ini komedi fisik.

Kamu pandai melakukan ini.

Aku tidak pandai melakukannya. Aku tidak bisa menahan diri.

- Lihat. Seperti ada tangga. - Sial.

Tidak apa-apa menumpahkannya sedikit.

"Bahkan Jae Seok pun jatuh"

Itu dia!

Kamu pasti bisa.

Kamu pasti bisa.

- Perhatikan otot intiku. - Maju.

Ayo. Majulah.

- Perkuat otot intiku. - Ayo.

- Itu lompatan yang bagus. - Dia mulai lagi.

- Lompat. - Kamu harus melompati itu.

Dia ketakutan.

- Bagus. - Kamu harus tetap berjongkok.

- Cepat kembali. - Airnya masih banyak.

Itu masih banyak. Bantu aku di sini.

Ini tidak mudah!

Ini tidak mudah.

- Rasanya agak seperti... - Bukan permainan jika mudah.

Waktu kalian 30 detik lagi.

- Tiga puluh detik lagi. - Waktunya tidak banyak lagi!

Baik!

- Kamu pasti bisa! - Semoga berhasil.

"Semua airnya habis!"

"Kesempatan Seok Sam untuk unggul!"

Bagus!

- Tidak. - Dia takut.

Jangan takut!

Jangan takut! Ayo!

- Dia ketakutan. - Dia ketakutan.

Aku trauma dengan permainan ini.

Sepuluh detik lagi.

- Pasti tipis selisihnya. - Ayo.

- Ayo, Seok Sam. - Tim kita...

Apa kamu sedang berenang?

"Tepat saat itu"

- Tidak! - Cepat. Majulah.

- Tidak! - Ya.

- Tidak. - Airnya...

- Seok Jin! - Ya.

- Tidak. - Seok Jin!

- Dua, satu. - Bangun!

"Waktunya habis"

Dia jatuh ke parit.

Apa yang terjadi?

- Astaga. - Itu tadi...

- Kukira kamu pingsan. - Kurasa mereka menang.

Aku jatuh ke parit.

- Ji Eun. - Ji Eun giliran berikutnya.

- Aku? - Kamu mau mencoba?

Baik.

Haruskah aku membantunya?

Ya, lakukanlah.

Bagaimana cara melakukannya?

- Haruskah aku membantunya? - Ya, lakukanlah.

Astaga. Ini menakutkan.

- Sama sekali tidak sakit. - Otot intinya pasti kuat.

- Aku khawatir dengan punggungku. - Kamu tidak akan jatuh seperti itu.

Ini tidak ada hubungannya dengan otot inti.

Apa wigku terlihat aneh?

- Apa sudah benar? - Belum.

Masih salah?

- Itu miring. - Benar, bukan?

- Aku akan melakukannya dengan baik. - Siap.

- Aku akan melakukannya dengan baik. - Siap.

- Lakukan dengan baik. - Aku akan melakukannya dengan baik.

Kamu pasti bisa.

"Terkesiap"

"Tertawa"

Apa yang baru saja terjadi?

Cepat kembali ke sini!

- Itu bisa saja terjadi. - Airnya sudah habis!

Kamu pasti bisa.

"Tergelincir dan jatuh"

- Ji Eun. - Kamu pasti bisa.

"Terkesiap"

- Astaga. - Ji Eun.

Bagus, Ji Eun. Kamu melakukannya dengan baik.

- Kamu melakukannya dengan baik. - Kamu tidak apa-apa.

- Ji Eun. - Kamu tidak apa-apa.

Satu orang...

- Aku melompat dari sini? - Jangan takut.

- Ya. - Dari sana ke sini.

Hei, Haha.

"Meluncur, jatuh"

Apa yang baru saja terjadi?

- "Apa yang baru saja terjadi?" - Apa yang terjadi?

"Ikan Mas Ha hilang ingatan"

Apa yang terjadi?

"Sementara aktris ini ingin melakukan komedi fisik"

- Dia juga kesulitan. - Kamu baik-baik saja, Ji Eun?

- Ji Eun. - Tidak apa-apa.

Haha mulai.

Kamu tampak seperti pahlawan wanita dari sebuah tragedi.

Haha mulai.

- Haha bersemangat hari ini. - Aku tidak tahu harus bagaimana.

Bagian itu bagus, Haha.

Itu dia.

- Baik. Itu dia. - Ayo, Ji Eun.

- Baik. Itu dia. - Ayo, Ji Eun.

- Ji Eun. - Astaga.

Ji Eun bekerja keras.

- Ji Eun. - Lidahmu tidak tergigit?

Bagus.

- Tuang airnya sekarang. - Bagus.

- Sungguh, Ji Eun. - Baik.

- Itu dia, Haha. Kerja bagus. - Ayo.

Itu terlalu jauh.

Tidak apa-apa.

Itu dia.

- Kembalilah. - Tidak, masih ada sisa air.

Ayo.

Itu dia.

- Kamu sudah sampai ujung. - Ayo.

- Tuang airnya sekarang. - Aku lelah sekali.

- Sisa tiga puluh detik. - Haha!

Haha, lakukan sekali lagi.

- Airnya masih banyak. - Kamu pasti bisa.

- Lakukan sekali lagi. - Ji Eun, lakukan sekali lagi.

- Waktumu tidak banyak. - Ji Eun.

- Kamu baik-baik saja? - Ayo.

- Ayo. - Ayo.

Astaga, maafkan aku.

- Pak! - Maafkan aku.

Sial!

"Ember tim Haha"

"Dia menumpahkannya!"

- Pak! - Maafkan aku.

- Astaga. - Kamu bercanda?

- Pak! - Itu keterlaluan!

- Pak! - Maafkan aku. Sungguh.

- Itu keterlaluan. - Apa yang kamu lakukan?

- Maksudku... - Ini konyol.

- Aku terpeleset tadi. - Tidak.

- Maksudku... - Aku tidak percaya padamu.

Kamu yang terburuk!

- Tidak. - Aku terpeleset.

- Aku terpeleset. - Aku tidak percaya padamu.

- Air kita tadi banyak sekali. - Aku terpeleset.

- Itu tadi kecelakaan. - Apa yang akan kamu lakukan?

Jae Seok, jangan membuat kesalahan lagi.

- Tidak akan. - "Kesalahan lagi?"

Jae Seok, jangan membuat kesalahan lagi.

"Gugup"

- Hei! - Hei!

- Kamu bercanda? - Sutradara macam apa...

Hei, Saemaeul-ho!

- Maafkan aku. - Jangan ada kesalahan lagi.

- Maafkan aku. - Maksudku...

- Maafkan aku. - Kamu sebut itu kesalahan?

- Itu tadi kesalahan. - Sulit kupercaya.

- Itu bukan kesalahan. - Aku terpeleset.

Sepuluh detik lagi.

Sepuluh detik lagi, Haha.

"Meluncur bersamaan"

Kamu baik-baik saja?

Baiklah! Aku menyelamatkan airnya.

- Lima detik. - Baiklah.

- Lima detik. Sekali lagi. - Maju sedikit lagi.

- Lima, empat, - Haha.

- Sekali lagi. Haha. - tiga,

- Ayo. Cepat. - dua...

- Ayo. Cepat. - Dua...

Tuang ke sana.

"Tidak"

Tidak!

Hei!

"Haha menumpahkan airnya"

Kamu menumpahkan semua airnya.

- Kenapa kamu menumpahkannya? - Kamu menumpahkan semuanya.

Hei, cepat ambil air yang ada di lantai.

- Kamu masih punya kesempatan. - Haha, apa itu tadi?

Airnya lebih banyak dari dugaanku.

Salahkan orang yang menjatuhkan ember kita!

- Itu tadi kesalahan. - Air kita tadi banyak sekali.

- Mereka akan mempertimbangkan itu. - Jumlahnya mirip.

Ji Ye Eun, majulah.

- Ye Eun. - Ya?

Kemenangan milik kita.

Kemenangan

- milik kita! - Milik kita!

- Bersiaplah. - Semoga berhasil.

Siap.

"Mulai"

- Tidak, Ye Eun... - Astaga.

"Sang raksasa jatuh"

- Ye Eun. - Apa yang kamu lakukan?

- Dia seperti boneka kertas. - Itu lucu.

Ye Eun, ayo.

"Boneka kertasnya basah"

- Astaga. - Ye Eun, itu bagus.

- Astaga. - Tidak apa-apa.

Astaga.

Tapi Ji Hyo berhasil menyelamatkan airnya.

- Apa yang kamu lakukan? - Baik.

- Itu dia. - Kamu hebat.

Kamu hebat. Kamu menyelamatkan banyak air.

"Ji Hyo mulai menguasainya"

- Sepertinya Ji Hyo akan menang. - Tidak.

- Benarkah? - Cepatlah. Lakukan sekali lagi.

Ji Hyo, cepatlah. Kamu melakukannya lebih baik.

Sepuluh,

- Itu bagus. - sembilan...

- Kamu harus terus lanjut. - Kamu menyelamatkan banyak air.

- Bagus. - Lewati garisnya.

- Bagus. - Lima,

- empat, - Itu luar biasa.

- tiga... - Airnya banyak sekali.

- Baik. - Tiga,

- dua, satu. - Baiklah.

Hei, Ji Hyo menang.

- Kita seimbang. - Jumlahnya hampir sama.

Benar. Kita seimbang.

Baik, Jong Kook.

Baik. Mari kita lakukan.

- SAN. - SAN yang berikutnya.

Mungkin air kita lebih sedikit.

- Apa kita menang? - Ayo.

Kita bisa melakukannya.

Bagus.

- Semoga berhasil. - Ayo.

Mari kita membalik keadaan.

- Baiklah. Bersiaplah. - Semoga berhasil.

Siap.

"Mulai"

Itu bagus.

"Keduanya melesat maju"

- Ayo. - Mereka meluncur ke depan.

"Pada saat itu"

"SAN menjaga posisinya dengan otot inti tubuhnya yang kuat"

Dia tidak mengecewakan.

"Dia mencapai garis finis dalam sekejap"

"Saat SAN mencetak poin pertama"

Jong Kook, cepatlah, percepat gerakanmu.

"Jatuh"

"Berteriak"

Ada apa dengannya?

Percepat gerakannya.

Jong Kook telah bertemu tandingannya.

Saat ini, SAN...

Seberapa jauh itu akan bergerak?

Seberapa jauh itu akan bergerak?

Jong Kook, cepatlah.

Kamu pasti bisa.

Ini dia.

"Sementara itu, SAN maju sekali lagi"

- SAN, bagus. - Itu dia.

- SAN, bagus. - Itu dia.

- SAN dua kali lebih cepat. - Itu bagus.

SAN, itu bagus.

- Bagus. Bagus, SAN. - Itu bagus.

Bagus.

"Dia menyelesaikannya dengan keren!"

Tidak apa-apa. Aku bisa.

Apa ini?

Ji Eun, apa ini giliranmu?

- Ji Eun, apa ini giliranmu? - Bukan.

"Terkesan"

Jong Kook, kamu tertinggal satu putaran.

- Cepatlah. - Terlalu jauh.

"Terpeleset"

"Tubuh beratnya jatuh dengan bunyi gedebuk"

- Maju saja! - Itu bagus.

- Itu bagus. - Jangan terintimidasi.

- Itu bagus. - Jangan terintimidasi.

- Jangan terintimidasi. - SAN, itu bagus.

- Itu bagus. - Dia masih muda.

"Berusaha keras sekuat tenaga"

- Jong Kook, jangan terintimidasi. - Itu lucu.

"Selagi Jong Kook bermain air"

- Dia masih muda. - Itu lucu.

- Itu dia. - Dia masih muda.

Itu lucu.

- Dia masih muda. - Dia masih muda.

- Bagus. - Baiklah.

Bagus. Kerja bagus.

Bagaimana dia bisa sehebat itu?

- Dia seperti mesin permainan. - Kita akan menang.

- SAN punya - Dia cepat sekali.

- teknik yang bagus. - Dia...

- Dia sudah seperti katak. - Dia seperti katak.

Itu bagus.

- Jong Kook! - Itu bagus.

Jong Kook!

"Jong Kook sepertinya tidak bisa menguasainya"

- Bagus. - Kamu jatuh dari matras.

Kamu jatuh dari matras.

Jong Kook tidak atletis lagi.

"Berusaha"

Dia payah dalam hal ini.

- Kenapa dia payah sekali? - Dia

hanya pria paruh baya yang keras kepala.

- Sepuluh detik lagi. - SAN bekerja keras.

SAN hebat.

Bagus.

"Dia mengakhiri dengan helaan napas lega!"

- Sekali lagi. - Dia cepat sekali.

- Dia hebat. - Bagus.

Apa yang terjadi pada Jong Kook?

Jong Kook.

Jong Kook.

"Jong Kook tidak bisa berhenti jatuh"

- Maksudku... - Jong Kook menjadi

- pria paruh baya yang lucu. - Astaga.

Dia kalah.

Jong Kook.

- Dia benar-benar kalah. - Tidak.

Berapa kali SAN bolak-balik?

Kurasa SAN bolak-balik tujuh kali.

- Itu gila. - Dia bolak-balik berkali-kali.

- SAN bolak-balik berkali-kali. - Kita menang.

Itu gila.

"Mereka ketagihan tarian dada"

Lakukan tariannya.

- Mari kita lakukan bersama. - Astaga.

Itu luar biasa.

Bagus.

Kita menang.

SAN cepat sekali.

- Bagus, SAN. - Dia masih muda.

- Dia masih muda. - Dia jelas masih muda.

- Dia berbeda. - Dia memang berbeda.

Jong Kook, kenapa kamu payah sekali?

- Maksudku, - Jong Kook hebat

- dalam komedi fisik. - tubuh beratku...

Tubuh beratku membuatku tergelincir.

Kamu seperti katak lembu.

Sungguh.

Inilah hasil misinya.

Air Tim Utara sedalam 21,5 cm.

Air Tim Perut sedalam 15 cm.

Tim Utara menang.

"Meski Jae Seok menumpahkan 4 cm, Tim Utara menang!"

Maksudku...

Baik! Bagus.

Kita menang.

Itu luar biasa.

Bagus.

- Jika dia tidak menumpahkannya... - Benar.

Jika dia tidak melakukan itu...

Dia menumpahkan air kita.

Sungguh,

Jae Seok akan menerima balasannya.

Benar. Dia akan menerima balasannya.

Kita tetap akan menang.

Dia ada benarnya.

Sekarang, Tim Perut

- akan dibubarkan. - Baik.

Para anggotanya akan bergabung dengan Tim Utara.

Kita akan menjadi satu tim.

Apa kita semua satu tim sekarang?

Saat kalian menjalankan misi,

para orang asing menyelesaikan

misi rahasia di belakang kalian.

- Apa? - Apa mereka melakukan sesuatu?

"Para orang asing menyelesaikan misi rahasia"

- Mereka menyelesaikannya? - Apa yang mereka lakukan?

Apa mereka melakukan sesuatu?

- Apa mereka melakukan sesuatu? - Apa yang mereka lakukan?

- Apa mereka melakukan sesuatu? - Apa yang mereka lakukan?

Dua orang asing menyelesaikan misi rahasia,

- jadi kalian tidak dapat petunjuk. - Apa?

"Mereka tidak akan dapat petunjuk tentang orang asing!"

Walau petunjuknya sudah dikunci,

tim pemenang bisa mendapat petunjuk terakhir untuk misi ini.

Pemimpin tim pemenang, Adipati Agung Utara,

bisa mendapatkan petunjuk terakhir tentang orang asing.

Silakan kemari dan periksalah.

- Tidak ada orang asing antara kita. - Di antara kita...

- Tidak ada orang asing antara kita. - SAN, periksa salah satu

- anggota tim. - Benar.

Ini petunjuk terakhirnya.

Jika kamu memilih satu orang yang kamu curigai sebagai

orang asing,

kami akan beri tahu identitas aslinya.

Silakan tulis nama tersangkamu di kartu ini.

- Siapa yang kamu curigai? - Aku?

Ji Eun.

"Ji Eun!"

Seok Jin juga.

"SAN menerima petunjuk pertama di pagi hari"

"Apa Tim Bodoh punya orang asing?"

"Salah satu dari mereka adalah orang asing"

"Identitas siapa yang akan diperiksa SAN?"

Aku akan memeriksa identitas Ji Eun.

Aku mencurigainya.

Sulit menjadi mata-mata.

Apa itu?

Ini hasilnya.

Kalian berdua adalah orang asing yang menyusup ke kekaisaran

yang dipimpin oleh para Adipati Agung.

- Ini hasilnya. - Apa aku benar?

"Ji Eun"

Aku benar.

"Ji Eun adalah orang asing"

Kurasa semua akan berjalan lancar hari ini.

Lagi pula, penata rias yang meriasku berkata

dia memimpikanku.

"Orang asing Ji Eun penuh percaya diri"

Dia bilang itu pertanda bagus.

"Selama pembukaan"

- Apa? Ji Eun berkeringat. - Apa kita mencari mata-mata?

Tangan dan kakiku kedinginan.

"Memberikan jawaban yang konyol"

"Dia sudah dicurigai sejak awal"

Harimau tidak takut harimau.

- Apa? - Itu...

Dia mencurigakan.

"Jawaban konyolnya adalah petunjuk yang menentukan"

- Dia mata-mata. - Apa dia mata-mata?

"Dia membuat banyak kesalahan"

Aku benar.

- SAN, kamu dapat petunjuknya? - SAN.

Aku menangkap satu orang asing.

- Benarkah? - Siapa itu?

- Aku benar. - Siapa itu?

Bagus.

- Kamu bisa memberi tahu kami. - Ji Eun, bukan?

- Benar. - Bisakah dia memberi tahu kami?

- Kamu bisa memberi tahu kami. - Beri tahu kami.

Tapi kita masih belum tahu siapa orang asing satunya lagi.

- Jangan lakukan apa pun. - Benar. Diamlah.

- Para Adipati akan membahasnya. - Baik.

- Benar. - Para Adipati Agung.

- Bukankah para Adipati miskin? - Saat ini...

Itu Ji Eun.

- Benar, bukan? Sudah kuduga. - Ji Ye Eun?

- Ji Eun. - Itu sudah pasti.

- Benar. - Tapi kita tidak punya petunjuk

tentang yang satunya.

Apa misi rahasia yang berhasil mereka lakukan?

- Tadi, Seok Jin - Ya.

- meminta foto grup. - Ya.

Bukankah itu aneh?

"Bagaimana kalau foto grup?"

"Apa foto keluarga mendadak itu adalah misi tersembunyi?"

- Itu aneh, tapi - Itu aneh, bukan?

mungkin itu taktik

- untuk makan daging. - Benar. Kalau dipikir-pikir,

itu tidak sepenuhnya tidak perlu.

Apa tim produksi akan menempatkan dua orang asing di tim yang sama?

- Kurasa tidak. - Dibandingkan Seok Jin,

- aku curiga Jong Kook dan Jae Seok. - Jong Kook.

- Aku juga. Jae Seok. - Kurasa...

- Jong Kook bersikap aneh. - Itu benar.

Jadi, antara Jong Kook atau Jae Seok.

Jong Kook biasanya pandai dalam permainan seperti itu.

Itu aneh sekali.

Jae Seok juga menjatuhkan embernya.

Itu memang aneh.

Dia melakukan tarian dada setiap kali melihatmu.

Dia terus melakukan tarian itu.

- Ini sulit. - Kita tidak akan dapat petunjuk.

Mari tanya pendapat mereka dan amati reaksi mereka.

- Mari kita lakukan itu. - Dengar.

- Mereka mungkin pura-pura bodoh. - Mari kita tanya Ji Eun

pertanyaan ini.

"Menurutmu Jae Seok atau Jong Kook?"

Jika dia pilih Jae Seok, pasti Jong Kook. Benar, bukan?

- Begitu. Pertanyaan menjebak. - Itu benar.

Tolong beri kami beberapa nama.

- Kami tak bisa beri tahu sekarang. - Beri tahu kami orang asingnya

- agar kami bisa menyimpulkan. - Itu benar.

- Harus bicara dengan orang-orang. - Baik.

- Secara keseluruhan... - Bagaimana jika kita salah?

Mari kita simpulkan secara terpisah.

Ji Eun, menurutmu siapa orang asingnya.

Tebakan pertamaku adalah...

Tebakan pertamaku adalah...

- Seok Sam? - Seok Jin. Ya.

- Aku bukan orang asing. - Seok Jin.

- Bukan Seok Jin. - Bukan.

- SAN, kemarilah. - SAN.

"Karena Ji Eun memilih Seok Sam, dia bukan orang asing"

- Astaga. - Beri tahu kami.

Aku suka trio ini.

- Seok Jin bukan orang asing. - Aku?

Kurasa bukan dia.

- Kukira... - Tiba-tiba...

Pada awalnya?

- Seok Jin, beri tahu kami. - Apa?

Apa yang kulakukan?

- Apa yang kamu lakukan? - Aku tidak melakukan apa pun.

Kita satu tim.

- Aku yakin itu. - Baik.

Si Belalang dan Ji Eun.

- Astaga. - Merekalah orang asingnya.

- Aku merinding. - Kamu tidak tahu apa-apa.

Si Belalang memang bersikap aneh.

Astaga.

Kamu tidak tahu apa-apa.

- Si Belalang memang bersikap aneh. - Aku setuju dengannya.

- Kamu tidak tahu apa-apa. - Jae Seok mungkin benar.

- Si Belalang dan... - Tariannya mencurigakan.

Jae Seok.

Aku mencurigai Ji Eun

dan Jong Kook.

- Kenapa tiba-tiba Jong Kook? - Kenapa?

Katak lembu?

Tiruan katak lembu Jong Kook di permainan terakhir berlebihan.

- Dia bisa melakukannya lebih baik. - Ya.

- Biasanya dia lebih baik dari itu. - Aku setuju.

- Itu benar. - Aku fokus melucu

bukannya tampil dengan baik.

- Menurutku itu lucu. - Benar.

Kamu banyak tertawa.

- Dia ada benarnya. - Benar.

- Baik. - Jong Kook, bagaimana denganmu?

Aku tidak bisa tidak berpikir begini,

melihat alur situasinya.

- Tidak bisa menahannya? - Ji Eun.

- Ji Eun. - Ji Eun.

- Ji Eun adalah orang asing. - Dia pasti salah satunya.

Sejujurnya, aku mencurigai Seok Jin.

Benar. Antara Seok Jin atau kamu.

Bukan aku.

Kenapa aku?

- Mungkin Jae Seok. - Aku bukan orang asing, mengerti?

Astaga, aku sangat frustrasi. Aku bukan orang asing.

Aku bukan orang asing, mengerti?

Maaf, tapi kenapa kamu menendang embernya tadi?

- Sungguh. - Kenapa...

- Apa itu sebuah misi? - Aku...

Kamu iseng atau...

- Meski aku memang iseng... - Dengar.

Kamu bisa saja menumpahkan sedikit air.

- Tapi kamu malah menjatuhkannya. - Tidak bisakah kamu menahannya?

- Tidak bisakah kamu menahannya? - Aku tidak bisa menahannya.

- Kenapa tidak bisa menahannya? - Aku minta maaf.

- Aku minta maaf sekali lagi. - Kita tidak dalam situasi

menang telak.

Kita hanya unggul sedikit.

Tolong anggap itu sebagai kebiasaan kerja.

Kebiasaan kerja?

Penjelasannya sangat logis.

Lalu, kamu banyak mengeluh saat melihat kami melakukan tarian ini

- saat pembukaan. - Benar.

- Tapi... - Lalu kamu mulai menari juga.

Kenapa kamu melakukan itu?

Apa itu sebuah misi?

"Berkedut"

Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu takut?

Aku suka tariannya.

Kalau begitu, tolong lihat Jimmy Jib dan lakukan tariannya.

Lakukan apa?

Apa ada yang menginjakmu?

Apa kamu sedang cegukan?

- Apa ada bau tidak sedap? - Apa kamu sedang cegukan?

"Dia mengubahnya menjadi tarian cegukan"

- Sungguh. - Dia sangat sopan.

- Bagus. - Aku sangat sopan.

Aku minta maaf atas perbuatanku tadi.

Aku bukan orang asing. Kumohon percayalah padaku.

Bukankah Seok Jin terlalu diam?

Tidak. Seok Jin.

- Kenapa kamu diam saja? - Maaf, tapi...

- Kenapa kamu diam saja? - Maaf, tapi

- berhenti pura-pura jadi mata-mata. - Hentikan.

- Sungguh. - Kami tahu kamu bukan mata-mata.

- Kamu makin membingungkan kami. - Aku tidak melakukan apa pun.

Waktunya pemungutan suara terakhir.

Jika kalian berhasil mengasingkan kedua orang asing,

para orang asing akan menerima hukuman.

Jika hanya satu yang diasingkan atau gagal mengasingkan keduanya,

para orang asing akan menang, dan ketiga Adipati Agung

serta satu anggota pilihan mereka akan menerima hukuman.

Baik.

Baik, jika kalian bukan

Adipati Agung, silakan pilih Ji Eun.

- Kami akan... - Pilih satu orang.

- Kami akan melakukannya. - Baik.

- Maka kita tidak akan bertengkar. - Itu ide yang bagus.

Apa?

- Aku Tarian Orang Asing. - Sudah kuduga dia bertingkah aneh.

- Dia tidak waras. - Saat aku tos dengannya

saat pembukaan tadi, tangannya basah kuyup.

Itu Ji Eun.

"Berpura-pura tidak bersalah sampai akhir"

Han Ji Eun dan pilihan para Adipati Agung...

- Kami akan bisikkan. - Baik.

- SAN akan memberitahumu. - SAN.

Mereka terus bersikap seolah berada di tim yang sama dengan SAN.

Benar. SAN itu anggota tim kami.

- Mereka merusak pemandangan. - Ini konyol.

- Aku tidak percaya mereka. - Sungguh.

- Mereka pikir mereka siapa? - Kamu tahu,

- penampilan mereka sangat berbeda. - Sungguh.

Jong Kook.

"Para Adipati Agung dengan beragam penampilan memilih Jong Kook"

Bagaimana menurutmu?

- Sudah selesai. - Ini konyol.

- Kami membuatnya seru. - Baik.

Entahlah. Kalian sulit sekali ditebak.

Ini sulit sekali.

- Jika namamu dipanggil, - Haruskah kami maju?

- itu artinya kamu diasingkan. - Siapa orang asingnya?

- Baik. - Mereka akan diasingkan.

- Han Ji Eun, kamu diasingkan. - Benar.

Bukan aku.

Dasar bodoh.

Baiklah, aku orang asingnya.

Mungkin dia bukan orang asing.

- Itu dia. - Maksudku...

Anggota yang dipilih para Adipati sebagai orang asing adalah...

Jong Kook?

- Kim Jong Kook. Kamu diasingkan. - Jong Kook.

Benarkah? Apa kami salah?

- Ini membuatku gila. - Bukankah itu Jong Kook?

Astaga.

"Menatap tajam"

- Bukankah itu Jong Kook? - Itu Seok Jin.

- Sungguh. - SAN...

- SAN memilihmu. - Tidak ada bukti

- yang memberatkanku. Kenapa aku? - Bukankah itu Jae Seok?

Kami bingung antara Jong Kook dan Jae Seok.

Jadi, kenapa kamu memilihku?

- Apa alasannya? - Alasannya.

- Katak lembu? - Katak lembu.

Tiruan katak lembu itu berperan besar.

- Karena itu... - Aku akan jadi membosankan nanti.

Aku bersumpah akan jadi membosankan.

Ini membuatku gila.

"Memperhatikan dengan saksama"

- Kurasa bukan Jong Kook! - Aku bersumpah akan membosankan.

- Kurasa bukan dia! - Ini membuatku gila.

Apakah Jae Seok?

- Maksudku... - Tidak!

Bukan aku!

- Ada... - Menjelang akhir,

- kamu menjebak Jae Seok - Benar.

- secara berlebihan. Kami curiga. - Benar.

- "Jong Kook tidak seperti itu." - Bukan aku.

Apa karena permainannya?

Bukan karena permainannya. Kamu terlalu...

- Kamu menjebak Jae Seok. - Benar.

- Aku menjebak Jae Seok? - Ya.

Aku menjebak Jae Seok?

Aku tidak percaya kalian.

Kalian membuat tuduhan tidak berdasar.

Antara Jong Kook atau Seok Jin.

Apakah Seok Jin?

Seok Jin memang mengambil foto grup.

Benar. Menurutku itu Seok Sam.

- Aku bukan orang asing. - Jika memang dia...

Tolong jangan seperti itu.

Apa yang telah kulakukan?

- Berhentilah menghasut kami. - Aku tidak melakukan apa pun.

- Menurutku itu Seok Sam. - Aku hanya diam saja.

Mari kita lihat saja hasilnya.

Tunggu. "Mari kita lihat saja hasilnya?"

- Bukan aku. - "Mari kita lihat saja hasilnya."

- SAN, apa yang harus kita lakukan? - SAN, tunggu.

- Haruskah kita pilih ini? - Dilihat dari wajah Jong Kook,

- bukan dia. - Kurasa bukan dia.

- Kurasa bukan dia. - Lihat ekspresi wajahnya.

Hei, aku serius. Jangan lakukan yang akan disesali.

- Kurasa bukan Jong Kook. - Bukan Jong Kook.

- Ayo pilih Jae Seok. - Jong Kook, turunlah.

- Ayo pilih Jae Seok. - Jae Seok,

- kamu terlalu mencurigakan. - Bukan aku.

- Jae Seok, naiklah ke sana. - Astaga.

Naiklah ke sana.

Tadi aku tidak ingin memaksakan pendapatku.

- Sungguh bukan aku. - Aku yakin itu Jae Seok.

- Naiklah ke sana. - Sungguh bukan aku.

- Naiklah ke sana. - Dia ingin kita bergegas.

Mari kita lihat saja hasilnya.

- Kenapa kamu ingin kami bergegas? - Naiklah ke sana.

- Itu Jae Seok. - Sungguh.

SAN, katakan sekali lagi.

Kurasa itu Jae Seok!

SAN, bukan aku.

- Jae Seok, kamu diasingkan. - Bukan...

- Bukan aku! - Bukan?

"Apa Jae Seok menari 'Bad' karena dia orang asing?"

- Reaksi Jong Kook meyakinkanku. - Maksudku...

- Antara Jong Kook atau Seok Jin. - Tidak mungkin Jong Kook.

- Sungguh bukan aku. - Tidak mungkin Jong Kook.

- Bukan aku. - Bukan aku.

- Dia ingin segera mengakhiri ini. - Itu Seok Jin.

- Pasti dia. - Naik saja ke sana.

Naiklah ke sana, Jae Seok.

Yang Se Chan, bocah itu...

- Jae Seok dan Ji Eun. - Dasar bodoh!

Jika salah satu bukan orang asing,

- kalian akan dihukum. - Sungguh.

- Jika mereka orang asing, - Kamu orangnya.

- kalian tidak akan dihukum. - Tidak.

"Jika Jae Seok orang asing, para Adipati Agung akan menang"

- Baiklah. - Bukankah itu Jae Seok?

Kami akan mengumumkan hasilnya.

Kumohon.

- Kumohon. - Baiklah. Satu.

"Mereka mengubah pilihan mereka di saat-saat terakhir"

Dua.

"Akankah Jae Seok menjadi orang asing?"

Tiga.

"Mereka gagal menangkap para orang asing"

"Jae Seok bukan orang asing"

- Apa? - Bukan aku.

- Itu dia! - Itu Seok Jin.

- Apa? - Jangan begitu, Seok Jin!

Sungguh!

- Ada apa denganmu? - Itu Seok Jin.

Mereka berdua... Kita benar atau salah?

Hentikan.

Karbon dioksidanya...

Aku muak dengan ini.

- Ada apa denganmu? - Jangan lakukan itu!

- Mereka... - Kita salah!

Karbon dioksidanya meledak. Bukankah kita menang?

- Sungguh, dia... - Kamu...

Apa itu kamu?

- Bukan. - Itu kamu.

Bukan aku!

Orang asing yang asli, angkat tangan di hitungan ketiga.

- Itu Jong Kook. - Sungguh.

- Satu, dua, - Sudah kubilang bukan aku.

- Tiga! - Siapa itu?

- Itu Jong Kook! - Dua...

- Apa itu Ji Hyo? - Itu Jong Kook!

Itu dia.

- Siapa itu? - Tolong angkat tanganmu.

Apa aku harus angkat tangan?

Hei!

"Jong Kook adalah orang asingnya"

- Itu dia! - Sungguh.

"Merasa dikhianati"

Itu dia!

Seharusnya aku tidak berubah pikiran!

Syukurlah.

Sejak awal, dia...

Kalian berdua adalah orang asing.

- Aku? - Ya.

Sebenarnya, aku tidak mau melakukan ini.

Menjadi mata-mata benar-benar melelahkan.

- Aku... - Itu menegangkan.

Kami sudah saling mengenal dengan baik.

Aku bisa saja ketahuan di tengah jalan.

Tapi kamu punya senjata yang kuat. Kekuatanmu yang luar biasa.

- Mari lakukan dengan baik. - Baik.

- Kalian punya misi rahasia. - Ya.

- Akan ada tiga tim. - Ya.

Jika kalian berakhir di tim yang sama saat tim bergabung,

kalian gagal dalam misi rahasia, dan petunjuk tentang orang asing

akan terungkap.

- Begitu rupanya. - Jika kamu merasa

- kamu akan ketahuan, - Ya.

tinggalkan saja aku.

Baik.

- Ya. Kita bisa saling mencurigai. - Ya.

Kamu sengaja mencoba kalah, bukan?

- Untuk apa aku mencoba kalah? - Adipati Agung Perut...

"Jong Kook mencoba menjebak seorang anggota"

"Sebagai Detektif Kook dan hampir dicurigai"

"Merasa gugup"

Bukankah itu Jong Kook?

Itu mungkin saja.

"Ji Eun mencoba meninggalkannya dengan mencurigai Jong Kook"

"Saat ketiga tim bergabung"

"Yang merupakan misi rahasia orang asing"

- Kami mencurigai Ji Eun. - Ji Eun...

Itu 100 persen dia.

- Ji Eun... - Kurasa itu dia.

Ji Eun.

"Hasilnya, para orang asing terbagi ke dalam tim yang berbeda"

"Mereka berhasil dalam misi rahasia dengan mengorbankan satu sama lain"

Melegakan sekali.

"Ini kemenangan sempurna bagi para orang asing"

"Yang berhasil tidak ketahuan sampai akhir"

Sudah kubilang itu dia. Kubilang itu Jong Kook.

- Jae Seok. - Ini...

- Dia sangat marah. - Tapi Jong Kook.

- Jong Kook! - Tunggu. Apa kamu harus

- menjadi sangat serius? - Kamu benar-benar marah.

- Dia hanya membantahnya. - Kapan aku marah?

Itu dia. Sudah kubilang dia itu katak lembu.

Tidak! Itu yang baru saja kulakukan.

Begitulah aku melakukannya.

Kamu akan menganggapnya serius? Baiklah.

Kalau begitu, aku akan... Baik.

Katak lembu itu hanya aku yang melakukan yang terbaik.

- Ada apa dengannya? - Kenapa kamu melakukan itu?

Dia menjatuhkan wadahnya begitu saja?

Kenapa kamu melakukan ini padahal melarang kami melakukannya?

Itulah aku.

- Kenapa kamu menendang wadahnya? - Kenapa kamu melakukan ini?

Aku memang orang yang seperti itu.

- Kenapa kamu menendang wadahnya? - Itulah aku.

- Dia tidak bisa menahan diri. - Aku tidak bisa menahan diri.

Ini sulit sekali.

Orang asingnya adalah Jong Kook dan Ji Eun.

Orang asing akhirnya menang.

Kalian akan mendapatkan kupon hadiah senilai 300 dolar

yang dimiliki para Adipati Agung.

- Ini dia. - Berapa harganya?

- Ini 200 dolar. - Ini 200 dolar.

Terima kasih.

Para Adipati Agung dan rakyat gagal menangkap para orang asing.

Ketiga Adipati Agung dan satu orang yang mereka pilih

akan menerima hukuman.

Silakan pilih satu orang yang akan dihukum bersama kalian.

Mari kita berdiskusi.

- Kamu harus... - Kenapa repot-repot memilih?

Si anak nakal harus ikut.

Si anak nakal? Ini terjadi

- karena kamu memilihku di akhir. - Apa?

- Apa kamu membentak kami? - Apa kamu membentak kami?

Tidak, Seok Sam harus...

Jae Seok.

- Kami memilih Jae Seok. - Bersiaplah.

- Orang-orang ini... - Itu bagus untukku, tapi...

- Hukuman hari ini - Seok Jin...

adalah dicambuk, yang akan membantu

meningkatkan sirkulasi darah di tubuh bagian bawah.

Baik!

Kami sedang basah sekarang.

Cambukan basah!

Itu akan sangat menyakitkan.

- Buatlah jadi lucu. - Lihat ke arah lain.

- Lihat ke arah lain. - Kamu baik-baik saja?

"Terakhir, giliran Adipati Agung Utara"

- Seok Sam harus memukulnya. - Ya.

Semua nasib buruk...

"Semua nasib buruk"

Kenapa aku harus memukulnya?

- Maksudku... - Kamu terlihat seperti algojo.

- Kamu terlihat seperti algojo. - Seok Jin.

- Kita semua... - Kamu terlihat seperti algojo.

Dia bintang dunia.

- Silakan cambuk aku. - Itu benar.

Itu akan membuatnya lucu.

Apa penggemarmu akan baik-baik saja?

- Tentu saja. - Tentu saja.

SAN juga...

Bisakah kamu menghitung sampai tiga sebelum memukulku?

Baik.

- Satu, - Maafkan aku, para penggemar.

- dua... - Pelan-pelan saja.

Semoga kamu sukses besar!

SAN!

- Pasti akan panas. - SAN...

"Terima kasih kepada SAN, Sang Adipati Agung Utara"

"Dan Putri Ji Eun, yang bahkan menaklukkan Running Man"

Hei.

Terima kasih, Seok Jin.

Apa ini? Kalian berusaha keras sekali

demi Ye Eun.

Astaga. Mereka berusaha memanfaatkannya.

Bukankah seharusnya Vata ada di sini sekarang?

- Benar. Sudah waktunya. - Dia akan keluar dari sini.

- Apa dia akan datang? - Vata, tolong tunggu sebentar.

Warnanya merah muda.

- Penuh dengan cinta. - Jari-jariku sudah...

Selamat, Ye Eun!

- Selamat, Ye Eun! - Cepat masuk!

- Bintang hari ini. - Aku sudah tahu soal itu.

Aku membacanya di berita.

- Aku juga sudah tahu. - Aku juga tahu soal itu.

Aku iri, Ye Eun!

- Katakan itu pada Ye Eun. - Aku iri!

Katakan pada Ye Eun.

Dia iri.

Karena kamu bilang begitu, suasananya...

- Bagaimana kalau kita duduk? - Suasananya jadi berat.

- Kenapa... - Kuenya tampak cantik.

Bukankah dia wanita pertama yang. menikah di Running Man?

- Benarkah? - Ya. Dia wanita pertama

- yang menikah. - Itu benar.

- Banyak pria sudah menikah. - Banyak pria sudah menikah.

Karena ini pernikahan pertamanya, pasang satu lilin saja.

Apa kamu memasang dua lilin

- untuk yang kedua? - Tentu saja.

"Saat itu"

Ddochi!

"Bintang pestanya sudah tiba"

"Ddochi Ji, sang calon pengantin"

- Terima kasih. - Selamat

"Selamat, wanita pertama yang menikah di Running Man"

"Selamat atas pernikahanmu"

- Terima kasih. - Satu, dua, tiga.

- Selamat! - Selamat!

Ini berita bagus.

Kamu akan jadi wanita yang sudah menikah!

Saat syuting pekan lalu,

Ye Eun sempat menceritakannya sedikit.

- Itu... - Dia bahkan menyebutkan tanggalnya.

- Tapi kami mengabaikannya. - Itu benar.

- Kami tidak memercayainya. - Mereka pikir aku bercanda.

Kita syuting di gedung pernikahan, dan Jae Seok bilang padanya,

- Dia menyuruhku berlatih. - "Bukankah kamu harus berlatih?"

Latihan.

- Bukankah seharusnya Ye Eun - Mempelai wanita masuk.

- berlatih menuruni tangga? - Benar. Dia bilang begitu.

Jadi kubilang, "Haruskah aku melatihnya?"

Lalu Se Chan bilang, "Ji Hyo pasti akan memercayai ini."

Kupikir, "Dia sungguh mengira aku bercanda."

- Kamu harap itu tidak benar, bukan? - Tidak.

- Astaga. - Kamu yakin?

- Kamu berharap itu tidak benar. - Se Chan...

- Dia calon pengantin. - Dia calon pengantin.

Calon pengantin.

- Selamat. - Aku iri padamu.

Seharusnya kamu duluan. Aku malah menikah duluan...

- Benar. Kenapa... - Begitulah semua orang...

Aku harus menghormati yang lebih tua.

- Astaga. - Omong-omong, Ye Eun

mengungkapkan hubungannya

- dengan Vata. - Ya.

- Itu terjadi awal tahun ini. - Benar.

Sekitar bulan April atau Mei. Saat itulah aku mengumumkannya.

- Itu benar. - Benar.

Jadi kamu mengungkap hubunganmu

- setelah memutuskan untuk menikah. - Benar.

- Kamu melakukannya dengan baik. - Orang-orang bilang terlalu cepat.

- Mereka pikir aku hamil. - Tidak.

Masalahnya, aku tidak sedang hamil.

Aku tidak sedang hamil.

"Ji Ye Eun, 'Aku tidak hamil sebelum menikah'"

- Itu benar. - Benar sekali.

- Tentu saja. - Bukan begitu kasusnya.

Aku bisa pastikan ini. Itu tidak benar.

Aku tidak hamil, dan belum berencana punya anak.

Aku ingin menikmati

- masa pengantin baru dahulu. - Ya.

Aku ingin menikmati masa pengantin baru.

- Tentu saja. - Apa yang membuatmu yakin?

- Benar. - Itu karena

dia orang yang sangat hangat.

Bahkan saat bertengkar, dia tetap berkata lembut.

- Itu bagian paling penting. - Itu penting.

Cara kalian bertengkar itu penting.

Bahkan saat aku sakit, dia sangat membantuku.

- Selama masa itu. - Aku merasa aman.

- Itu momen yang menentukan. - Ya.

- Saat kamu sakit. - Kurasa seseorang

yang tetap di sisimu saat kamu sakit adalah yang terbaik.

- Itu benar. - Ayahku bilang

dia menyembunyikan sifat aslinya selama sekitar tiga tahun.

"Merusak suasana"

- Tiga tahun? - Kenapa kamu merusak suasana?

- Kenapa... - Aku bertemu ibuku pekan lalu.

- Dia akan menikah. - Ada apa denganmu?

Dia bilang ayahku menyembunyikan kepribadiannya yang kuat

selama tiga tahun.

Apa sifat aslinya tiba-tiba muncul setelah tiga tahun?

- Seperti itu? - Tiba-tiba.

- Itu tidak akan mudah. - Dia pasti terkejut.

Mengharukan saat seseorang baik saat kita sedang sakit.

- Benar. Itu mengharukan. - Rasanya berbeda.

- Dia juga pandai belajar. - Dia juga pandai belajar.

- Dia banyak membaca buku. - Dia bahkan pintar belajar?

- Dia kuliah di Universitas Hongik. - Dia lulusan teknik...

- Universitas Hongik. - Teknik Universitas Hongik.

- Dia lulusan teknik? - Dia lulusan teknik.

"Jurusan mengejutkan dari calon pengantin pria penari"

- Karena... - Kamu tahu...

Dia peduli dengan latar belakang pendidikan orang.

- Dia selalu membaca. - Dia membaca sepanjang waktu.

- Benarkah? - Benarkah?

Kami tidak sebanding dalam hal pengetahuan.

- Jadi... - Bagus sekali.

Apa keluarga Vata menyukaimu?

Sangat.

- Mereka sangat menyayangiku. - Sangat.

Ayah mertuamu

- menyayangimu. - Mereka sangat menyayangimu?

Dia memulai kehidupan nyatanya sekarang.

- Sekarang, dia memasuki... - Bagus.

Mereka baik sekali. Menonton Running Man tiap minggu.

Aku tidak bisa ke konser Jong Kook karena harus pergi ke Chungju.

- Benar. - Untuk menemui ibu mertuaku.

- Ibu mertua? - Untuk menemui ibu mertuaku.

- Dia tinggal di Chungju? - Chungju.

- Chungju! - Chungju Ji!

- Chungju Ji dan Jee bersatu! - Ji dan Jee!

- Benarkah? - Dia tinggal di Chungju.

Bagaimana bisa Vata berasal dari Chungju?

- Benar, bukan? - Itu sangat menarik.

Orang tuanya tinggal di Chungju.

- Mereka bertani di sana. - Itu sangat menarik.

- Benarkah? - Mereka juga menanam cabai.

- Itu takdir. - "Milkshake" adalah takdirmu.

Itu takdir. "Milkshake" adalah...

- Itu Chungju Ji dan Jee. - Itu juga sangat...

- Itu sebuah koneksi. - Itu luar biasa.

- Benar. - Pembuatan "Milkshake"

- berperan besar. - Benar sekali.

Apa Vata melamarmu?

Dia melamarku.

Bagaimana...

"Suaranya menjadi manis saat menyebutkan lamaran"

Beri tahu kami. Bagaimana dia melamarmu?

Aku malu menceritakan kisah seperti itu.

- Beri tahu kami. - Apa salahnya menceritakannya?

Suatu hari...

"Tertawa"

- Astaga. - "Suatu hari..."

Vata...

- Vata! - "Suatu hari..."

Kamulah yang bercerita.

- Vata! - Astaga, Ji Ye Eun...

- Itu - Ceritanya sangat memikat.

hari yang sangat berat bagiku.

Jadwal syutingku sangat padat.

- Itu hari yang melelahkan. - Aku sangat lelah dan letih.

Kubilang padanya aku akan pulang telat.

Tapi dia terus bertanya aku ada di mana.

Kubilang sepertinya aku masih butuh

- beberapa jam lagi. - Dia menyiapkan sesuatu.

Lalu...

Aku membuka pintu dan masuk.

- Dan... - Lilin?

- Balon? - Dan...

Ada banyak balon

- dan jalan setapak dari lilin. - Baik.

Kukira

dia menyewa perencana acara atau semacamnya.

- Kukira dia menyewa orang. - Kenapa kamu mau menangis?

- Tidak. - Dia terharu sampai menangis.

- Dia terharu lagi. - Jadi,

- dia membacakan suratnya. - Baik.

Lalu dia memberiku cincin.

- Cincin? - Apa?

Cincin?

Kalian tahu benda yang sangat diinginkan para wanita.

Tiffany.

"Sangat bahagia"

- Kotak biru toska. - Astaga, Ji Ye Eun.

Sebenarnya, aku tidak terlalu suka hal-hal seperti itu.

Aku tidak tertarik

- pada cincin atau semacamnya. - Kamu tidak tertarik?

- Tapi kamu tahu desainnya. - Begitu lihat biru toskanya...

- "Astaga!" - "Ini pertama kalinya bagiku."

- Warna biru toska itu... - Apa itu Tiffany pertamamu?

- Itu yang pertama bagiku. - Pertama?

Jadi, itu pertama kalinya kamu menerima hadiah seperti itu.

Begitulah caraku dilamar hari itu.

- Setelah pelukan hangat, menangis. - Setelah berpelukan,

aku menangis.

- Lalu kami membereskan balonnya. - Kalian membereskannya.

Itu bagus.

- Bagus. - Itu sangat romantis.

Kamu membereskan balonnya cepat sekali.

- Kalian membereskannya bersama? - Cepat sekali.

- Aku punya pertanyaan. - Baik.

Jadi, kalian akan berbulan madu ke mana?

- Sudah memutuskan tempatnya? - Sudah?

Aku ingin minta rekomendasi.

- Prancis Selatan. - Prancis Selatan?

- Di sana bagus sekali. - Berapa lama kalian bisa libur?

- Kalian akan mengosongkan jadwalku? - Tentu.

- Sepekan? - Kami bisa ikut denganmu.

- Sepekan terlalu singkat. - Itu akan menyenangkan.

- Berhentilah bercanda. - Aku ingin ikut denganmu.

- Kamu serius? - Ya.

- Kami benar-benar akan pergi. - Kami benar-benar akan ikut.

- Bisakah kami melakukannya? - Kami ikut denganmu.

- Ye Eun, kami ikut. - Kami serius.

- Kalau begitu bisa libur dua pekan. - Benarkah?

- Jika kamu mengizinkan kami ikut. - Tentu saja.

- Kita bisa syuting di sana. - Jika kamu mengizinkan kami ikut.

Kalau begitu, kalian harus ikut. Sungguh.

Kalian bisa ikut dengan kami,

berkumpul dengan kami sebentar, lalu pergi.

- Aku melakukan hal yang sama. - Di Bandara Gimpo...

Maksudku, kita bisa berpisah di Bandara Internasional Incheon.

- Bisa syuting dua episode di sana. - Benar, dua episode.

- Lalu kami akan membiarkanmu pergi. - Setelah syuting dua episode?

- Aku setuju. - Kedengarannya bagus.

Jadi, kita akan syuting sekitar dua hari.

Tapi aku cukup yakin di hari kedua,

Ye Eun akan menangis sendirian.

"Kenapa kamu menangis? Ada apa?"

- "Tolong hentikan." - "Bukan apa-apa."

- Dan wajahnya akan memerah. - "Aku pengantinnya di sini."

Ini benar-benar bagus.

- Benar sekali. - Selamat.

- Selamat. - Omong-omong, pernikahannya

- bulan Desember. - Benar.

Kuharap persiapan pernikahannya lancar sampai saat itu.

Kami mendoakan kalian hidup bahagia bersama.

- Selamat! - Selamat!

- Selamat. - Aku turut bahagia untukmu.

- Saat pernikahannya makin dekat... - Baiklah.

Bisa kita pergi sekarang?

- Bawa kuenya bersamamu. - Kuenya.

- Mari makan bersama. - Mari makan.

- Mari kita berbagi. - Silakan makan.

- Mari makan setelah makan siang. - Ayo lakukan itu.

- Setelah makan siang. - Mari makan setelah makan.

Baiklah. Simpan kuenya.

"Running Man"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.