All language subtitles for The.Mentalist.S02E20.Red.All.Over.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kediaman Harrington Atherson, California

Ayo kita lakukan ini.

Terima kasih, Sadie.

Kawan-kawanku, aku bangga dan senang...

Untuk bisa menyambut kalian pada perayaan pengangkatan...

Anakku, Xander menjadi CEO baru dari Harrington Media.

Di mana anak sialan itu?

Sudah terlambat untuk bekerja, itu bukan pertanda yang bagus.

- Elizabeth, tolong SMS dia. - Baiklah.

Aku yakin suamiku memiliki alasan yang baik untuk...

Ternyata kau di situ, Xander.

Itu yang bunuh Xander Harrington, dan ini lokasi penyerangannya.

Jejak darah mulai dari sini tepat di mana pembuka surat ditemukan.

Kata forensik penyebabnya adalah tusukan pada lehernya.

Serangan itu membuat dia mundur.

Kepalanya terbentur dan dia jatuh.

Dia kebingungan dan berdarah selama kurang lebih 20 menit...

Dan dengan segala daya dia bangun dan cari bantuan.

Forensik pun tak percaya dia bisa keluar ke acara di taman.

Acara yang diselanggarakan baginya, dia dapat promosi besar.

Dia memiliki anak dan istri, menyedihkan sekali.

- Sedih, ada lagi yang lain? - Menurut ayah korban...

Ada dokumen bisnis rahasia yang hilang dari meja ini.

- Hanya itu saja. - Tentang apa dokumennya?

Rencana untuk Daily Observer? Sebuah surat kabar?

Restrukturisasi utang, potongan anggaran dan PHK.

PHK?

Apa ada karyawan Observer yang diundang dalam acara ini?

- Jadi kalian wartawan Observer? - Ya.

Xander Harrington orang yang bermasyarakat.

- Mengundang semua wartawan. - Xander orang yang baik.

- Kalian dengar akan adanya PHK? - PHK apa?

Sebenarnya daftarnya cukup panjang. Sepertinya tak ada yang aman.

Sepertinya mengerikan bekerja pada bisnis surat kabar.

Gaun yang indah, warnanya bagus.

Terima kasih.

- Aku Heather Evans. - Halo, Heather Evans. Kau cantik.

Menjelaskan mengapa namamu tak ada dalam daftar.

Wanita yang cantik, mereka hidup di dunia yang berbeda.

Daftar apakah yang selalu kau bicarakan itu?

Daftar yang kau ambil dari meja Xander Harrington.

Semua orang bereaksi ketika kami sebut soal PHK kecuali kau.

Karena kau sudah membaca daftar itu.

Itu kedengarannya bodoh.

Aku tak pernah mendekati meja Xander.

Bagus sekali, mengingat stres yang kaurasakan saat ini.

Aku berharap memperlihatkan kemampuan detektifku.

Kau paksa aku untuk memperlihatkan fakta yang sudah terlihat...

Bahwa di sepatumu ada noda darah, Heather.

Bisakah kau lepas sepatumu?

Berita utama. Itu istilahnya, bukan?

Aku selalu ingin mengatakan itu.

Xander Harrington menangkap basah kau menyusup ke kantornya...

Lalu kau membunuhnya.

Atau mungkin kau tak berniat melakukannya.

- Kau terkejut dan ketakutan. - Aku tak bertemu dengannya.

Saat itu gelap.

Tak ada penerangan, tirai tertutup.

Aku dekati mejanya, aku ambil dokumennya dan aku lari.

Jika aku tahu dia...

Ya Tuhan, aku tak akan...

Bagaimana kau tahu tentang daftar itu?

Ada yang mengatakan kepadamu. Siapa?

- Narasumber yang kurahasiakan. - Kau akan masuk penjara...

Untuk melindungi narasumber ini?

Edward Harrington.

Adiknya Xander, dia...

Dia mengatakan akan ada yang kena PHK hari Senin.

Aku hanya ingin tahu apakah aku masih bekerja atau tidak.

- Itu pekerjaan yang bagus. - Sekarang tidak bagus.

Jelaskan apa yang terjadi, dari awal.

Bu, adakah hal khusus yang kauinginkan?

Tidak, hanya ingin tahu informasinya.

Alex Harrington adalah konglomerat media terbesar ketujuh di dunia.

Benar, Bu.

Dan kau tak ingin kecewakan seorang yang memiliki...

200 stasiun TV dan koran nasional.

Benar, Bu.

Sepertinya Heather bersih.

Linimasa menunjukkan dia sedang di meja minuman saat kejadian.

Itu menurut 7 tamu pria yang mengingatnya dengan baik.

Sepertinya itu menyisakan 196 tamu acara...

Dan 42 karyawan yang berpotensi sebagai tersangka.

- Mulailah dari adiknya. - Baiklah.

Bawa Rigsby.

- Ada masalah? - Tidak sama sekali.

Bu? Kau memberikan timku tugas?

Aku tahu, aku minta maaf seharusnya itu atas perintahmu.

Aku hanya ingin pastikan bahwa mereka berdua sanggup menerimanya.

Cukup adil.

Pasti ada keamanan, di seluruh rumah ada kamera...

Namun keluarga minta kamera dalam rumah dimatikan?

Kenapa begitu?

- Aku yang bertanggung jawab. - Bukan, itu salahku.

Aku Tara, istri Alex dan ini Ella.

Aku yang minta kameranya dimatikan.

- Ini salahku. - Ini bukan salah siapa-siapa.

Kenapa kau melakukannya?

Kamera, ruang perlindungan, dan penjaga bersenjata

Itu berlebihan.

Aku benci merasa diintai dalam rumahku sendiri.

Terdengar bodoh sekarang.

Maafkan aku, berapa lama kau akan pasang itu?

Tim forensik akan segera melepasnya.

Aku minta maaf untuk segala ketidaknyamanan.

Permisi.

Aku terlalu sedih.

Boleh aku menggendongnya? Terima kasih?

Kau dan Xander dekat?

Dia dan Sadie adalah satu-satunya teman sejatiku.

Kebanyakan orang lebih tertarik pada uang dan koneksimu...

Jika kau menikah dengan CEO Harrington Media.

Kurasa kadang itu sulit.

Omong-omong, yang benar bekas CEO. Xander memaksaku keluar.

- Sungguh? - Ya.

Dia mengadakan rapat Dewan dan mengamankan suara yang diperlukan.

- Anakmu melancarkan kudeta. - Ya.

Tahukah besarnya keberanian yang dibutuhkan agar itu bisa berhasil?

Xander membuktikan dia bisa memimpin.

Aku tak pernah sebangga ini kepadanya.

Begitu pula kepada Eddie, putraku yang satu lagi.

Tentu. Tapi Xander punya kekuatan untuk memimpin.

Keberanian. Itu penting bagimu, bukan?

Tentu saja. Keberanian, hati. Apa lagi yang dibutuhkan?

Limpa, hati, ginjal, alat kelamin. Banyak hal penting lainnya.

Kau main-main denganku? Anakku tewas.

Maaf. Aku lepas kendali.

Itu lukisan yang indah. Karya yang sangat bagus.

Bisa kita bicara sebentar?

- Hentikan itu. - Apa?

Bermain-main dengan orang itu.

Bermain-main dengan orang itu. Aku suka. Itu menyenangkan.

Aku mengerti itu dorongan yang tak bisa kaukendalikan.

Tapi aku ingin kau mencobanya.

Itu bisa membuat pekerjaan kita jauh lebih mudah. Cobalah.

- Kau lihat itu? - Apa?

Di luar jendela sana. Ada seekor unikorn merah muda. Luar biasa.

Sekarang kau berhalusinasi.

Tidak. Lihatlah di luar jendela sana.

- Aku serius. Itu seekor unikorn! - Aku ingin melihatnya!

- Aku tak melihat unikorn. - Di sana. Aku coba menipunya.

- Ya. Unicorn yang bagus. - Ya, unikorn yang sangat bagus.

Kau sedang mengadakan pesta teh rahasia?

Bagaimana kau tahu soal pesta teh?

Aku juga suka pesta teh rahasia. Aku Patrick, itu Teresa.

Aku Ashley Harrington. Senang bertemu denganmu.

Sama-sama. Siapa nama ayah dan ibumu?

Xander Harrington dan Sadie Cardozo

Aku juga tahu alamat dan nomor teleponku.

Bagus. Patrick dan aku sedang mencari ibumu. Kau tahu di mana?

Di luar. Kita bisa ke sana untuk menghiburnya.

- Dia sedang sedih? - Dia rindu pada ayah.

Ayah sedang berpergian.

Itu benar.

Tn. Harrington. Kau suruh Heather Evans ke kantor saudaramu?

Aku memberitahunya, arsipnya ada di laci.

Apa yang dia lakukan terhadap informasi itu adalah masalahnya.

Kau pimpinan operasi media di Pesisir Barat...

Dan kau beri tahu soal daftar PHK rahasia pada karyawan?

Aku punya firasat dia akan berterima kasih. Dan itu benar.

Kau tukar informasi itu demi seks?

Ya.

Keamanan gerbang melihatmu meninggalkan pesta...

Tepat sebelum saudaramu tewas karena lukanya.

Aku tak tahu yang terjadi. Dan aku tak ingin melihat penobatannya.

Membosankan. Maafkan aku, Xander.

- Kau bunuh saudaramu? - Tolong pergi sebentar.

Aku tak membunuhnya.

Kau tak tampak sedih akan kematiannya.

Mungkin aku hanya tak perlihatkan kesedihanku di depan polisi.

Mungkin.

Xander dan aku tak akrab. Kami berbeda.

Perbuatan dan ucapannya selalu benar.

- Ayah selalu mengandalkannya. - Bagaimana denganmu?

Ayah tak pernah memintaku.

- Ibu! Kami mau ambil es krim. - Satu sendok saja.

- Jangan sampai tak makan malam. - Baiklah.

Jika begitu satu sendok.

Aku akan mengirimmu surel tempat-tempat bermalam di Arizona

Ada telepon konferensi bersama para afiliasimu besok.

Baiklah. Terima kasih, Elizabeth.

Ayo.

Kau belum memberitahunya?

Bagaimana memberi tahu anak umur 6 tahun ayahnya tak akan pulang?

Mungkin dia sudah tahu, hanya saja tak paham.

Begitu pula aku. Aku hanya...

Aku terus berpikir Xander akan tahu apa yang harus dikatakan padanya.

Konyol, bukan?

Xander pasti punya musuh. Saingan bisnis yang benci kesuksesannya?

Tentu saja ada. Tapi tak ada yang aneh.

Ada yang namanya Visualize.

Observer akan melakukan rangkaian investigasi dan itu bisa gawat.

Visualize? Itu semacam grup keagamaan?

Lebih seperti sekte.

Indoktrinasi dengan kegiatan sambilan dalam pemalsuan pajak.

Kami mendapat surat ancaman dari pemimpinnya, Bret Stiles...

Yang katakan akan beri masalah jika kami berani melakukannya.

- Akan kuambil salinannya. - Silakan.

Mengerikan.

- Kenapa? Tak suka mata raksasa? - Tidak.

Aku Steven Wench. Kebanyakan anggota memanggilku Saudara Steve.

Kalian orang CBI yang menelepon itu?

Ya. Saudara Patrick. Dan ini saudaraku, Cho.

Silakan lewat sini.

Maaf, sayangnya Tn. Stiles tak ada di tempat hari ini.

- Di mana dia? - Aku tak tahu.

Bret tinggal secara spontan.

Tapi aku akan senang membantu menjawab pertanyaan kalian.

Aku punya pertanyaan. Sedang apa mereka dengan alat itu?

Teknisi kami sedang melakukan pemantauan batin.

Sungguh?

Kedengarannya menyenangkan. Boleh aku melakukannya?

- Tentu saja. - Cho, kau wawancarai dia.

- Ikuti saja tanda. - Ya, tentu.

- Hai. - Hai, aku mau coba.

- Silakan duduk. - Baik.

Bagus.

Bercanda.

- Apa yang harus kulakukan? - Letakkan jarimu di bola.

- Sebutkan namamu. - Kau dulu.

- David. - Hai, David. Aku Patrick.

Jari pada bola.

Kau mendapati kesedihan ada di sekitarmu?

Ya.

Apa kau mendapati dirimu berdiam dalam kesialan masa lalumu?

Ya.

Kau sering berpikir orang-orang diam-diam menyerangmu?

Ya.

- Bagaimana keadaanmu? - Keadaanku?

- Bagaimana keadaanku? - Patrick.

Kau punya masalah serius dengan ketakutan dan depresi.

Juga pemikiran negatif secara umum.

- Apa? - Aku akan sarankan...

Program Visualisasi Kilat atas pertimbangan mendesak.

Baiklah.

Kau bisa terima ini?

Tak secepat itu. Kau pikir bisa mengelabuiku, ya?

Kita harus segera pergi. Kita harus cari surat perintah.

Sebelum menuntut kami...

Apa kalian sudah memeriksa istri Xander Harrington?

Sadie? Kami mencermati semuanya. Kenapa dia?

Kami dengar ada masalah dalam pernikahannya.

Xander menceraikannya, ada perjanjian pranikah.

Jika dia mati, jandanya dapat semua.

Dari mana kau dengar itu, Steve? Kau punya orang dalam?

Sudah cukup bicaraku. Silakan pergi.

Kau punya toko oleh-oleh? Aku mau beli cangkir mata.

- Tidak. - Baiklah.

Bagus sekali, Steven. Bagus. Itu tadi ditangani dengan baik.

- Terima kasih, Tn. Stiles. - Tidak.

Aku yang berterima kasih padamu.

Jadi pria itu bilang Stiles hanya mengancam masalah hukum.

Visualize adalah agama ilmu pengetahuan dan kedamaian.

Katakan itu pada reporter TV dari Atlanta.

Musim semi lalu, dia menjalani Visualisasi.

Esoknya dia terlempar ke jendela mobil salah satu anggota.

Satu hal lagi, soal pernikahan Sadie dan Xander...

Sebuah perselingkuhan? Bukan.

Xander dan aku sudah seperti rekanan dalam segala hal...

Sejak hari pertama kami di Sekolah Bisnis.

Aku mencintainya dan menghormatinya.

Aku tak punya alasan selingkuh, begitu juga dia.

Kadang kau tak perlu alasan.

Agen Lisbon, kau di sini.

- Ada yang perlu dilaporkan? - Tidak, dia hanya...

Dia pikir aku bermain serong di belakang putramu.

Permisi, ada hal penting lain yang harus kulakukan.

- Menurutmu dia berselingkuh? - Bagi keduanya, tidak.

Teruskan.

Sadie mencintai perusahaan ini sama seperti putraku.

Dia tak akan ambil risiko untuk sesuatu yang mustahil.

Gadis itu sifatnya sangat ambisius.

Aku menyukainya, jangan salah sangka.

Dia menggandakan laba sejak mengambil alih stasiun televisi.

Maafkan ketidaksopananku.

Agen Lisbon.

Bom di aula besar. Waktu kalian 3 menit.

Keluarkan semuanya dari sini.

- Kita punya cukup waktu. - Lakukan sebisamu.

Tara! Sadie!

- Halo. - Ini aku. Aku butuh bantuan.

- Lisbon, kau butuh bantuanku? - Aku ingin kau mencari bom.

Masih ada waktu. Kau ahli untuk masalah ini.

Jika kita bisa temukan bomnya lalu melumpuhkannya...

Mungkin kita masih sempat menyingkirkannya.

Apa kau gila? Untuk apa kau lakukan itu? Itu sebuah bom.

Keluarlah dari situ. Orang itu pasti punya asuransi rumah lengkap.

- Aku yakin itu. - Ayolah, waktunya tinggal 2 menit.

Kira-kira di mana mereka meletakkannya?

Katanya, bomnya di suatu tempat di aula besar rumah.

Jika dia berkata aula besar, pelakunya pastilah orang dalam.

Benar juga. Itu artinya di mana?

Baik. Jika aku terbiasa dengan ruangan itu akan kuletakkan...

Cobalah di bawah sofa.

Tidak. Tertutupi di balik lukisan orang Belanda di pojok.

Lukisan? Bagaimana kau bisa tahu ada lukisan?

Pekerjaan yang terburu-buru pasti salah. Terlalu kentara.

- Astaga! Kau benar. - Ya, memang...

Seorang pecundang tak akan menyadari sampai tahu sendiri.

Tidak. Bomnya! Aku menemukannya.

- Kurang satu menit lagi. - Ya, bagus.

Saatnya untuk pergi. Keluar dari sana.

Lisbon, jika kau pikir aku mau ikut permainan ini...

Yaitu permainan potong kabel. Aku tak tertarik. Aku tak mau itu.

Pokoknya keluar saja. Lari.

- Kau benar, aku akan keluar. - Terima kasih.

- Bagus. - Di mana Ibu?

Tunggu dulu.

Ashley, kita harus pergi sekarang.

- Tidak. - Lisbon.

- Ashley keluar dari sana. - Tidak!

- Ashley, ayolah. - Tidak, aku mau ibuku.

- Apa yang terjadi di sana? - Ashley...

Ayolah!

- Dengar! - Biarkan aku! Aku mau ibuku!

Ayo, keluar sekarang. Ini adalah perintah.

Lisbon, angkat gadis itu dan keluar dari sana.

Ambil dan bawa dia keluar.

Kau bisa lakukan itu. Lari sekarang juga!

Lisbon.

- Ya Tuhan. - Lisbon!

Tidak.

- Masa bodoh. - Lisbon?

- Kau memang anak nakal. - Kau juga anak nakal.

Agen Lisbon, terima kasih telah selamatkan cucuku.

- Kami sangat bersyukur. - Ini tugas kami.

Tidak, kau berani dan banyak akal.

Akan kupastikan atasanmu harus beri komentar banyak pada arsipmu.

Jika ada yang bisa kubantu secara pribadi, katakan saja.

Kau bisa tawarkan polisi itu berakhir pekan selama musim panas.

Sebenarnya, aku ingin bicara dengan salah seorang karyawanmu...

Yang punya akses untuk masuk ke dalam ruangan itu.

Edward, terima kasih telah bergabung.

Aku baru dengar apa yang terjadi. Semua baik-baik saja?

Semua baik-baik saja.

Jika ada sesuatu yang bisa kubantu, katakan saja, aku di sini.

Sebenarnya, aku ingin umumkan sesuatu.

Aku ingin kau dan Sadie tahu lebih dulu.

Pengumuman? Aku suka pengumuman.

Apa kita harus memesan koktil?

Langsung saja.

Aku tak suka bicarakan urusan bisnis di saat seperti ni.

Pada kenyataannya, kita punya pemegang saham.

Dan para petinggi telah tetapkan CEO baru yang segera kuumumkan.

Tebakanku Sadie.

Sadie?

- Maaf, Ed. - Tak masalah.

Itu hak Ayah untuk sebutkan siapa pun yang kau mau.

Entah apa yang harus kukatakan, Ed. Aku...

Tak apa-apa. Aku mengerti.

Aku yakin kau akan kerjakan hal ini dengan baik. Selamat.

Baiklah, aku tak akan berkata apa-apa.

Ancaman bom. Kita dapat petunjuk.

Datang dari telepon milik Elizabeth Stanfeld.

Dia asisten Sadie Harrington. Mari kita ambil surat perintah.

- Kerja bagus. - Terima kasih.

- Di dapur tak ada apa-apa. - Di kamar tidur juga.

Van Pelt juga bertingkah aneh?

Kumohon, jangan bahas tentang Van Pelt denganku.

- Tak akan. Sudahkah dia... - Belum.

- Dia tersenyum padaku. - Kau serius?

Terkadang aku merasa dia masih punya perasaan padaku.

- Ini aneh, 'kan? - Kau yang aneh.

Dingin.

Aku tak yakin Stanfeld telah mampir ke sini.

Lihat ini. "Visualize. A Tool For Living."

Elizabeth Stanfeld adalah anggota Visualize.

Akhirnya Bret Stiles akan bicara pada kita.

Mata tidak hanya jendela jiwa, juga kunci untuk membuka kehebatanmu.

Itu adalah kunci.

Karena saat kau melihatnya, maka kau akan percaya.

Sekali lagi.

Mata tidak hanya jendela jiwa, juga kunci untuk membuka kehebatanmu.

- Permisi, maaf. - Tahan.

Mata adalah kunci atau jendela? Atau keduanya?

Aku sedikit bingung.

- Pasti kau Tn. Jane. - Benar.

- Selamat datang. - Kau menantikan kami.

Dia pasti kolega sependeritaanmu, Agen Lisbon.

Jika aku boleh katakan, dia lebih cantik dibandingkan iklannya.

Terima kasih, semua. Silakan beristirahat.

Beri kami waktu sebentar. Terima kasih.

Elizabeth Stanfeld adalah "sahabat dan murid yang baik"?

Dia memasang bom di rumah Harrington.

Bom yang mungkin saja dia rakit sendiri.

Lisbon telah menjinakkan bomnya. Dia pahlawan.

Baiklah, aku pernah jadi guru Stanfeld.

Apa rambutnya berwarna gelap?

Tn. Stiles, di sini ditulis "Untuk sahabat."

Aku menandatangani jutaan buku. Aku selalu berusaha terlihat akrab.

Itu trik kecil yang kupelajari dari temanku, Ronnie Reagan.

Jadi kau tak tahu tentang wanita ini?

Kau juga tak tahu tentang penyerangan di rumah Harrington?

- Itu yang ingin kautekankan, 'kan? - Bukan, tapi itulah kenyataannya.

Mataku bukanlah jendela, atau pintu, bahkan kunci.

Aku menggunakannya untuk melihat sesuatu.

Dan saat ini, yang kulihat adalah seorang pembohong besar.

- Benar. - Benarkah? Ya.

Wajahmu tampak gemetaran. Kau bisa berlatih di depan cermin.

Hasilnya akan lebih baik.

Kini aku tahu kenapa Red John suka bertarung denganmu.

Kau lawan yang layak, 'kan?

Benar, mengena sekali.

Tampaknya kau sangat gugup.

Kehilangan istri dan anak dengan cara seperti itu...

Membuat pria jadi ceroboh dan tak terkendali.

Dipenuhi amarah dan rasa malu yang tak bisa diutarakan.

Pasti pekerjaanmu amat berat, 'kan?

Ya, tapi jaminan kesehatannya sangat bagus.

Tn. Jane, kurasa kami bisa membantumu.

Kami bisa hapus rasa malu, sedih, dan kedengkian dari dirimu.

Bret, sudahlah.

Kami berdua tahu siapa dirimu. Katakan saja sejujurnya.

Kau seorang penipu.

Kau memang mempesona, dan sangat lihai berbicara.

Tapi kau hanya seorang penipu.

Dan kau tak bisa membantuku seperti juga kau tak bisa terbang ke bulan.

Kini siapa yang gugup?

Tak ada yang tak bisa dibantu. Bahkan kau.

Pecaya padaku saat kukatakan ini, jangan jadikan ini masalah pribadi.

Kini berikan kami Stanfeld.

Atau aku akan jadikan tujuan utamaku untuk memburumu...

Sepanjang sisa hidupmu yang palsu dan menyedihkan.

Apa aku mendengar ancaman di sini?

Bukankah ada peraturannya untuk hal seperti ini?

Seperti yang kaukatakan. Diperbolehkan.

Tn. Stiles, bagian permainan ini, memberi tahu kami di mana Stanfeld.

Dia tak akan mengkhianatimu Dia setia.

Lupakan ini, Lisbon. Aku bosan.

Elizabeth berada di griya tawang milik Edward Harrington.

Dia pergi ke tempat Edward? Untuk apa?

Entahlah. Dia tak memberitahuku. Aku tak memberikannya instruksi.

Dia pergi atas maunya sendiri. Semoga harimu menyenangkan.

Rigsby, pergi ke tempat Ed Harrington secepatnya.

Polisi! Jangan bergerak! Perlihatkan tanganmu!

- Jangan bergerak. - Tn. Harrington, apa kau...

- Baik-baik saja? - Kurasa dia baik-baik saja.

Apa yang terjadi?

Sepertinya kau dan Elizabeth melakukannya bersama.

Membunuh Xander, membunuh ayahmu.

Hidup bahagia dengannya dan Bret Stiles.

Tidak! Aku tak berhubungan dengan sampah Visualize itu.

Aku tak tahu apa pun. Dia hanya seorang teman.

Pemikiran mudah, dia sepertinya berniat membunuh...

Orang-orang di sekitarmu dan petinggi di Harrington Media.

- Apa Sadie berikutnya? - Dari mana kau tahu bukan aku?

Visualize ingin membunuh kami semua karena cerita bodoh itu.

- Kenapa dia tak membunuhmu, Ed? - Entahlah.

- Pernah bertemu Bret Stiles? - Belum!

Siapa saja dari organisasi Visualize?

- Belum! - Biar kuluruskan.

Dia tidur denganmu karena kau seorang Harrington.

Tapi bukan Harrington yang cukup penting untuk dibunuh, 'kan?

Jadi kau kaki tangannya.

Ya, aku kaki tangan. Terima kasih untuk informasinya.

Bret Stiles menyatakan kau bertindak sendiri.

- Tapi kau punya kaki tangan, 'kan? - Kaki tangan untuk apa?

Upaya pengeboman.

Kami memiliki rekaman teleponmu. Hukumannya 20 tahun.

2 dekade.

7.000 hari hidup di dalam penjara. Entah bagaimana bisa melakukannya.

Bantu dirimu sendiri.

Kami tahu ada yang memberimu bom dan kau tak membunuh Xander.

Sadie Harrington ada bersamamu pada sepanjang pesta.

- Tentu aku tak melakukannya. - Tapi kau tahu siapa pelakunya.

Berikan kami namanya. Dan kita bisa membuat kesepakatan.

Aku melihat kalian dari ketinggian.

Kalian seperti semut.

Menyedihkan betapa jauhnya aku dari kalian.

Secara spritual dan mental.

Tapi secara fisik, kurasa posisi kami lebih tinggi.

Dan secara fisik, ini bagaimana mereka masuk penjara,

Hanya karena kalian menghentikan pekerjaanku...

Bukan berarti yang lain tak akan mengikuti jalanku.

Kau tak bisa memenjarakan kebenaran.

Lizzy, kau bertindak gila. Wanita gila.

Tapi, tak masalah. Kau masih muda. Kau bisa pulihkan akalmu.

Kau harus berusaha sangat keras.

Tapi kau memberikanku ide hebat. Terima kasih.

Permisi, kami datang untuk membawa putra kami pulang.

Ini masalah keluarga.

Tapi kami belum selesai menginterogasinya.

Edward membuat kesalahan. Tapi itu bukan tidak kejahatan.

Kecuali jika kau memiliki bukti yang mengaitkan dia pada kejahatan.

Aku tak keberatan kau membawanya.

Lepaskan orang kaya malang itu, Van Pelt.

Dia tak bersalah kecuali membuat keputusan yang buruk.

Soal rekan seksual. Dan siapa yang tak pernah mengalaminya?

Jane. Aku tak punya wewenang untuk melakukannya, Pak.

Tapi jika kau bersedia menunggu, aku akan cari Agen Lisbon.

Dia mungkin bisa membantumu.

- Ayah? - Tak perlu. Itu dia.

Eddie, kita akan pulang.

Kau kurang ajar! Tak tahu diri!

Bagaimana bisa kau membayakan kami? Ashley hampir terbunuh.

- Maafkan aku. - Aku akan menunggu di mobil.

- Aku benar-benar minta maaf. - Maaf?

Kau tak punya akal sehat, Nak? Apa kau hilang...

- Pak, kau harus tenang. - Bagaimanapun juga, inilah kita.

- Kita pulang dan diskusikan ini. - Tn. Harrington, itu tak mungkin.

- Astaga! Lagi-lagi! - Ada apa?

- Pengecut itu lagi. Ancaman lain. - Apa isinya?

"Lain kali, kau tak akan selamat"

Dikirim dari nomor sama seperti ancaman sebelumnya.

Kukira kau telah melacak nomor itu ke ponsel Stanfeld.

Tapi mereka suka gunakan nomor sama dari berbagai telepon kloningan.

- Ini membutikan pelakunya sama. - Artinya Visualize.

Agen Hightower, aku butuh tambahan perlindungan untuk keluargaku.

Setidaknya, hingga kami sampai ke rumah kami di London.

Tn. Harrington, saat keselamatan keluargamu dalam bahaya...

Mungkin sebaiknya kau menunda pemberitaannya.

Jika aku menyerah, ke mana hal ini akan berhenti?

Keluargaku akan terus berada dalam ancaman...

Dari orang-orang yang tak suka apa yang kucetak dan siarkan.

Kami memerlukan tambahan perlindungan, Agen Hightower.

Polisi yang ditugaskan menjagamu sangat terlatih, Tn. Harrington.

- Kami tak bisa menambahkan lagi. - Aku ingin orang terbaikmu.

Nn. Lisbon dan timnya. Aku bersikeras untuk itu.

- Aku sangat tersanjung, tapi... - Dan...

Jika kau bisa bebaskan putraku sekarang, aku sangat menghargainya.

Kami usahakan sebisa kami.

Dia akan mengeluarkan kartu raja sekop

Berhentilah pamer!

Itu dinamakan melemahkan dirimu untuk membahayakan musuh.

- Biar kuambil itu, terima kasih. - Selamat malam, Semua.

Alex, kubilang pada Ash dia boleh bergadang jika kau menidurkannya.

- Tak apa-apa? Terima kasih. - Tentu saja.

- Selamat malam, Sayang. - Perimeter aman, Bos.

Baru saja kuperiksa bersama penjaga di luar.

Gin. Selesai. Siapa lagi? Ada yang mau taruhan?

Doakan aku.

- Digandakan? - Tentu.

- Kau beruntung. - Keberuntungan itu tak ada.

- Begitu? - Intinya tahu kapan ada peluang...

Dan merebut kesempatan. Tak melibatkan keberuntungan.

- Omong kosong. - Omong kosong?

Kau dengar aku, omong kosong. Apa itu?

Apa?

Apa yang...

Tunggu, aku juga dengar.

Ashley sudah kulindungi.

- Datangnya dari sana. - Ruang kerja Xander?

Itu sudah disegel sejak pembunuhan.

Tempat Kejadian Perkara

Aman!

Aku bersumpah mendengar seseorang di dalam sini.

Apa ini?

- Itu milik Ashley. - Jadi?

- Itu dia. - Apa?

Saat itu dia di sini.

Saat itu dia ada di sini.

- Bicara apa dia? - Entahlah.

Karena itu dia pendiam dan penyendiri.

Dia menyaksikan pembunuhannya.

Listriknya diputus.

Kami punya generator cadangan.

Perimeter diterobos. Ada yang masuk.

Diterima, Van Pelt.

Charlie King One, cepat periksa!

Charlie King One, kau dengar?

Charlie King One?

Kami menuju ruang pengamanan.

Amankan Tara, Sadie, dan bayinya. Laksanakan!

Ayo!

Sekarang kunci pintunya.

Kakek?

Tak apa-apa, Sayang.

Jangan takut.

Kita aman di sini.

Semua akan baik-baik saja.

Kemarilah.

Bagus.

Makan cokelat saat ini pasti enak. Kau punya cokelat, Grace?

- Tidak. - Van Pelt, bagaimana statusnya?

Lisbon, tadi bagus sekali. Aku punya satu pertanyaan.

- Siapa Charlie King? - Perlihatkan.

Aku ingin ibu.

- Ingat pesta beberapa hari lalu? - Yang ada bunga dan musiknya?

Benar. Sore itu kau ada di ruang kerja ayah.

Sebelum para tamu datang untuk berpesta. Ingat?

Apa kau mungkin bersembunyi di bawah mejanya?

Bermain pesta teh?

Tak apa-apa jika benar. Kau tak akan dapat masalah.

Ceritakan pada Kakek yang sebenarnya, Sayang.

Ashley, jika saat itu kau di sana...

Mungkin kau melihat permainan...

Yang Kakek mainkan bersama ayah. Kau melihatnya?

- Ada apa ini? - Hanya rencana yang cerdik...

Kenapa mereka di ruang pengamanan? Apa yang sedang kalian lakukan?

- Bu, mari. Kujelaskan semuanya. - Aku ingin tahu. Sekarang.

Tiga puluh detik lagi, setelah itu kumatikan.

- Ayah sudah mati, 'kan? - Itu sebuah permainan.

Saat ayahmu jatuh, itu kecelakaan. Kakek tak bermaksud melakukannya.

Cho.

Taruh kedua tanganmu di kepala. Sekarang.

Kau ditangkap.

Bajingan!

Terima kasih atas imbal baliknya. Aku menghargainya.

- Kenapa dengan kakek? - Tak apa-apa.

Kau tak punya bukti apa-apa. Pengacaraku akan menghapus semua.

Kalian jangan berkata apa-apa.

Menurut mereka aku membunuh Xan.

Itu tidak benar, 'kan?

- Tentu saja tidak. - Senang melihatmu bersama Ashley.

Kurasa setelah dua putra, saat dia lahir, menyalakan duniamu.

Tapi aneh sekali sebab kau tak mirip dengan putrimu sendiri.

Atau nyaris tak pernah menyentuh istrimu yang cantik.

Bagaimana kau tahu bayi itu bukan anakmu?

Aku tahu kau percaya bahwa Tara berselingkuh dengan Xander.

Dan putramu adalalah ayah biologis Ella.

Dan sebagian besar kau benar.

Dia memang berselingkuh dengan putramu. Tapi itu bukan Xander.

Benar, Ed?

Ya, aku tahu saat melihat kalian berdua di CBI.

Dia marah sekali padamu.

Kecemburuan murni.

Astaga.

- Aku... - Ayah Ella.

Selamat, dia darah dagingmu. Sebenarnya, dia hebat sekali.

Tidak, mustahil.

- Aku sangat menyesal. - Tidak. Xander orangnya!

- Xander orangnya. - Baiklah.

Kami akan terima pengakuan itu. Terima kasih.

Ayo kita pergi.

Ayah pikir aku tak bisa lakukan apa pun, bukan?

- Mustahil. - Nyatanya benar. Maaf.

Kau membunuh putra yang salah.

Astaga.

Xander dan Tara kelihatannya terlalu akrab.

Sering berbisik bersama di pojokan.

Memisahkan diri saat aku masuk ke ruangan.

Mereka berteman.

Mereka mungkin membicarakan perselingkuhannya dengan Ed.

Jadi aku minta diadakan tes DNA.

Hasilnya keluar pada hari pesta.

Ella bukan anakku.

- Tapi kau tahu itu, bukan? - Apa yang Ayah harapkan?

Kau perlakukan dia seperti milikmu. Tapi dia tak seperti itu.

- Aku menentangnya, Sam. - Dia wanita yang luar biasa.

- Kau mengkhianatiku! - Dia tak menyangkalnya.

Kenapa dia tak menyangkalnya saja?

Jelas sekali, dia menduga bahwa kau tahu itu anak Ed.

Saat aku memikirkan apa yang dilihat oleh Ashley yang malang.

Dia tak melihat apa-apa. Aku yang merancang semuanya.

- Tapi cangkir teh itu ada di sana. - Ya, aku tahu.

Tapi semuanya ada di pergelangan tangan.

Temanku yang baik, Senator Aleman, khawatir dengan perlakuan padaku.

Tentu saja, kalian tahu si senator yang baik, bukan?

- Ya. - Ketua Komite Kehakiman.

Aku mengenalnya.

Bret Stiles, senang bertemu denganmu. Terlihat tegang sekali.

Maksudku, aku benci katakan bahwa kau gagal memecahkan masalah ini.

Jadi kenapa kita tak memecahkannya sekarang?

Bagus.

Patrick, Tn. Stiles mengatakan bahwa kau membencinya...

Dan bertingkah laku yang menjelekkan nama Biro?

Ada yang ingin kau katakan?

Tidak, aku baik-baik saja. Terima kasih.

Baiklah.

Sebenarnya, ada satu hal yang ingin aku katakan.

- Apa ini akan membantu, Patrick? - Mungkin tidak.

Baiklah. Silakan saja. Senang berbicara denganmu.

Apa? Kau bercanda, bukan? Begitu saja?

Tidak. Berikan juga salamku untuk Senator Aleman.

Apa dia masih menemui si penari telanjang di Bakersfield?

Gadis yang cantik.

Bisa kulihat aku menemukan lawan tandingku di sini.

Kalian berdua. Aksi ganda.

Aku akan mundur dan menyerah.

Omong-omong...

Kami akan cari cara menuntutmu atas percobaan pengeboman itu.

Nn. Hightower.

Jangan paksakan keberuntunganmu.

Sampai jumpa, Bret.

Jangan tarik pelajaran yang salah, Patrick.

Aku sudah mematikan Stiles.

Tapi jika ada orang yang berpengaruh kuat datang kemari...

Aku ingin melihatmu berdansa untuknya.

Bukankah kita baru saja melakukannya?

- Kau paham maksudku. - Baiklah.

Dan aku senang berdansa.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.