All language subtitles for Into.the.Night.S01E03.Mathieu.1080p.NF.WEB-DL.DDP5.1.x264-NTG_track19_[ind]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Apa itu?

Sayang?

Sayang?

Maaf, kau sedang tidur? Aku membangunkanmu?

Tidak apa-apa.

Aku lupa telurnya.

Aku kembali setengah jam lagi.

Mandilah dan siapkan meja.

Yang jelas, kacanya pecah.

Kurasa bisa bertahan, bukan?

Tanpa memeriksanya dari luar, sulit dipastikan.

Mau keluar memeriksanya?

Tunjukkan caranya.

Jakub...

Dia tak mengikutimu.

Bukan salahmu.

Kau tahu,

pelaut membawa jeruk saat berlayar untuk mencegah gusi berdarah.

- Apa itu gusi berdarah? - Itu...

Itu...

Aku tak tahu.

Mungkin Laura atau Horst tahu.

Terima kasih.

- Rasanya seperti kapur. - Sungguh?

Kuambilkan yang lain.

Tak ada lampu lagi.

Kita pasti di atas Pasifik.

- Apa itu? - Pasifik? Itu samudra.

Jasad pria tua itu dikubur bersama kopernya?

Jangan cemaskan itu.

Kemarilah.

Semua baik-baik saja.

- Kau tidak apa-apa? - Ya.

Duduklah.

Jangan dekati aku dan anakku.

- Maaf? - Kau berusaha tebar pesona?

Kau tak bisa menipuku.

Maaf jika kau merasa begitu.

Itu dia!

- Duduklah, tak apa-apa. - Di sana?

Kau bercanda.

- Awasi jendela itu. - Jika aku tersedot keluar?

Ada jendela kaca cembung di depan lapisan plastik. Kau aman.

Sebaiknya kita mulai putuskan bersama.

- Maaf? - Kau buat semua keputusannya.

Jendela, lokasi pendaratan, tentara...

Kau mau para pembunuh itu di pesawat?

Aku tak bilang begitu.

Orang-orang di pesawat ini adalah tanggung jawabku.

Sungguh? "Orang-orang"?

Wanita yang dia tinggalkan juga tanggung jawabmu.

- Keparat. - Tunggu.

Jangan katakan itu lagi.

Bukan salah Jakub.

Benar. Itu kesalahan kalian. Kau, kau, dan dia.

Kau kira berhak memutuskan seolah-olah kami anak kecil.

Tugasku menjaga keselamatanmu.

Maskapaimu sudah tak ada lagi.

Tak ada pekerjaan. Hanya ada kita.

Kita bekerja bersama.

Dia hanya ingin kerja sama, Kapten.

Benar, karena tanpa kerja sama...

Aku tak mau ke sana.

Kurasa kami lelah melihatmu menodongkan senjata.

- Sungguh? - Ya. Tembak aku, jika kau berani.

- Apa aku takut? - Ada pesawat!

Ada pesawat lain! Di radio.

Orang lain seperti kita?

Ulangi, Hawaii?

Benar. Namanya Mars Sphere.

Tentu. Fasilitas bawah air yang meniru tekanan pada misi luar angkasa.

- Mars Sphere? - Ya, kami tahu dari Internet,

semacam fasilitas latihan bawah air untuk astronaut.

Air pasti menahan radiasi atau apa pun penyebab semua ini.

Baik. Kau tahu ini saat mengisi bahan bakar di Vancouver?

Begitulah.

Koordinatnya dicat di samping terminal.

Itu pasti pesan untuk siapa pun yang mendarat.

Jangkauan radio tidak jauh.

Kami pasti tak jauh di belakangmu.

Kau akan ikuti kami ke HNL?

Kata pilotnya, fasilitas itu bisa menampung 100 orang.

Ada oksigen dan makanan.

Akan kuberi tahu setelah ada kabar terbaru.

Astaga, dia mengambil alih lagi.

Diam! Kapten sedang bicara.

- Aku muak mendengarmu. - Aku bahkan belum mulai!

Mathieu, orang-orang Inggris itu mungkin jahat,

tetapi mereka benar tentang tetap di jalur ketinggian.

Bukankah Hawaii terlalu jauh dari posisi kita ini?

Apa maksudmu sebenarnya?

Jika Hawaii gagal,

kita terlalu dekat khatulistiwa untuk menjauh dari matahari?

- Jika kita harus terbang lagi. - Tepat.

Tidakkah kita terlalu percaya rumor?

Menurutmu sampai kapan kita bisa bertahan?

Berapa lama sampai muncul masalah?

Mesin mati, kita mati. Bahan bakar habis, kita mati. Sial!

Roda lepas...

Baik!

- Aku cuma mau membahasnya. - Kita sudah membahasnya.

Maaf.

Tanganku, kepalaku...

Aku tak seperti biasanya.

Begini...

Bisakah Laura menyuntikmu agar sakitmu reda?

- Atau memberimu pil? - Kuminta dia utamakan penumpang.

Kau harus minum obat. Kami membutuhkanmu.

- Beristirahatlah. - Istirahat?

Siapa bisa istirahat dalam situasi ini?

Ada apa di belakang?

- Apa yang... - Aku saja.

Kau tetap di sini, istirahatlah.

Kita butuh aturan yang jelas.

- Tak perlu mengancam. - Ada apa?

Kami dilarang makan jika tak turuti perintah.

- Mereka kuasai makanan. - Kami mau ada aturan.

- Aturan? - Pertama,

jika gagal ke Hawaii, kita putuskan bersama tujuan berikutnya.

Kedua, kita bagi rata semuanya.

Makanan, minuman, dan selimut.

Ketiga, tak ada yang diusir dari pesawat tanpa pengambilan suara.

Kau berbuat sesuatu? Takut kami usir dari pesawat?

Persetan.

- Tidak! Hei! Cukup! - Sylvie segera ke kokpit!

PERINGATAN UTAMA APU TERBAKAR - TEKAN

- Ada apa? - Kebakaran di APU. Bab enam.

Bacalah, kumulai urutannya.

Mungkin pintu pembuangan?

- Bab enam... - Bab enam, baik.

Baik. "Matikan kendali penerbangan.

Lalu matikan sumber tiga fase TR3...

- Ada yang kau sentuh? - Tidak.

Aku juga tidak.

Mungkin sensornya rusak?

AC? Kepanasan?

Dua peringatan keliru tanpa kaitan?

Apakah kebetulan?

Kepanasan dua kali, tak cuma sekali... Tak ada kebakaran...

- Kecuali... - Apa?

Kedua sistem terhubung dengan roda.

Jika ada yang sentuh...

- Sentuh? - Jika ada orang di sana...

- Baik, tetapi siapa? - Salah satu tentara.

Dia pasti memanjat saat kita lepas landas.

Itu tidak mungkin.

Sial.

Aku sedang membacanya.

Kau yakin dia orangnya?

Ya.

Ada apa?

Gabrielle temukan Ines di Instagram.

- Apa katanya? - Dia tidak menyalahkan kita.

Kenapa salahkan kita? Kita tak tahu.

Kau lihat? Ini kesalahanmu.

Yang sudah terjadi biarlah berlalu.

Ada satu masalah lagi.

Ada apa?

Salah satu tentara memanjat ke roda saat lepas landas.

Dia berusaha masuk ke kargo.

- Itu mungkin? - Tidak.

- Tak ada akses. - Untuk saat ini.

- Bagaimana tahu cuma satu? - Aku tak tahu.

Ruangnya cukup untuk satu orang.

Jika dia mengutak-atik hidrolik, roda tak bisa turun saat mendarat.

- Kita harus mencegah dia. - Itu rencananya.

Kita masih menuju Hawaii?

Ya.

Kita akan terbang lebih tinggi.

Suhu akan turun. Tidak ada oksigen.

Dia pingsan. Kita ke selatan.

Kita tidak pingsan?

Tidak.

Kabin ini bertekanan, roda tidak.

Sulitkah dijelaskan?

Dasar tukang merendahkan!

- Kau bisa bahasa Italia? - Ayahku asli Italia, tak sepertimu.

Dia sudah mati.

Persetan, Keparat!

Kembali ke tempat duduk dan pakai sabuk pengaman.

Atasi masalah ini, lanjutkan rute.

Itu yang kumaksud. Kita harus putuskan bersama.

Mau tentara itu merusak pesawatnya?

Maksudku ada orang cakap lainnya dan dia harus mulai menyadarinya.

Ada yang setuju kita biarkan tentara itu merusak pesawat kita?

Tidak ada? Bagus!

Demokrasi!

Sekarang, duduk dan pasang sabuk pengaman.

KETINGGIAN - 40.000 KAKI

- Tiga ribu, empat ribu. - Dia pasti bersandar di saluran AC.

- Menyebabkan kepanasan. - 3-4-0.

Jika dia merusak saluran hidrolik, kita akan kehilangan dua sistem penting.

- 3-5. Batas ketinggian kita? - Tertulis 3-9-1.

Mungkin bisa mencapai 50.000 kaki.

Suhu di luar minus 40 derajat. Siapa bisa bertahan?

Aku pernah baca artikel

soal penumpang gelap yang bertahan sembilan jam ke Boston.

Dia pingsan karena kurang oksigen,

tetapi suhu dingin perlambat tubuh, seperti operasi.

Saat roda diturunkan, dia jatuh ke teluk dan berenang ke pantai.

Sial.

Itu bisa terjadi saat kita mendarat di Hawaii?

Ya.

Kecuali...

Jika roda diturunkan sekarang, dia akan membeku dan jatuh ke laut.

Kau cepat belajar.

Hanya sekelompok pria kulit putih yang merengek ingin pegang kendali.

Perubahan dan stres bisa membuat orang merasa tak berdaya.

Kau penganut Buddha?

Aku sering melihatnya di kantor.

- Melihat apa? - Banyak hal.

- Itu agak tidak jelas. - Aku tak ingin kau bosan.

Aku bekerja di bidang real estat. Beberapa restoran, pengiriman.

Itu bukan sedikit.

TOILET - TERISI

Jorok.

Persis seperti yang terjadi di NATO.

Orang-orang Turki berlagak berkuasa,

bukan bersyukur karena diundang.

- Sulit dipercaya. - Aku setuju.

- Maaf, Nona. - Aku mau minum.

Benarkah? Bujuk Kapten untuk setujui ini demokrasi.

Baik, Tentara.

Kau serius?

Pikirmu kau siapa?

Kami akan bawakan air...

Diam, Orang Udik.

Kalian mau apa? Bicara soal demokrasi...

- Astaga. - Kami muak dengan kalian!

- Jendelanya... - Apa?

- Jendelanya! - Apa?

Pakai masker. Harap tetap duduk.

Tidak... Aku tak bisa bernapas. Tunggu.

Baik!

Stabilisasi di 1-0-0.

Target diatur di 10.000 kaki.

Percepat.

Horst!

Tangkap aku jika aku terbang.

- Saat di bawah FL 3-1-0... - Ya.

- ...gunakan rem udara. - Baik.

Menurutmu, ini ulah tentara itu?

Kurasa bukan.

Tarik napas. Sial! Di mana selangmu?

Tidak apa-apa. Tarik napas.

- Dia bernapas? - Ya.

Namun masih bengkak.

Hei, bangunlah.

Apa yang terjadi?

Selangnya tersedot keluar.

Dia tak bisa bernapas. Kami tak punya cadangan.

Bukankah kita terbang rendah?

Ya, tetapi tanpa tekanan. Seperti di puncak gunung.

Tarik napas. Sekali lagi.

Jendelanya tidak apa-apa?

Temanmu seharusnya mengawasinya,

tetapi kalian malah di sini.

Untung aku pindah, jika tidak sudah di pintu surga!

Ya, tak mengubah fakta bahwa kau katakan jendelanya aman.

Sebelum ada tentara itu.

Sebelum kita terbang tinggi.

Berikan plesternya.

Di masker ini, ada oksigen untuk sepuluh menit.

Bukan itu rencanaku.

Tenanglah.

- Bagaimana pisaumu bisa lolos? - Kuambil dari tasku di Skotlandia.

Potong beberapa bagian.

Tarik napas. Anak pintar.

Jangan bergerak tiba-tiba.

Ayo.

Ini bukan Hawaii.

- Tentaranya sudah jatuh? - Kuharap begitu.

- Namun, Hawaii bukan pilihan lagi. - Apa?

Tak akan tiba sebelum pagi di ketinggian ini.

Kalau lebih cepat?

Kita akan ke Hawaii setelah terbang memutar.

Memutari apa? Bumi?

- Kita akan ke mana? - Kukabari setelah aku tahu.

Setelah kau tahu? Sungguh?

Kenapa tak terbang lebih cepat dan tinggi?

Bagaimana cara memberi tekanan dengan jendela pecah?

Kita bisa tutup dengan sarkasme yang kau dan bosmu lontarkan.

- Tidak, Terenzio bukan bosku. - Ya.

Begitu.

Bernapaslah.

Berhasil?

- Ya. - Ya!

Ayo, Sayang.

Mathieu!

Mathieu!

Kali ini apa?

Sistem hidrolik.

Hidrolik...

Itu yang dikhawatirkan Jakub?

Dia manfaatkan panas untuk bertahan, bukan?

Ini mestinya sekitar 300 bar, ternyata dua kali lipat.

Roda akan mengira ini kosong dan tak akan bekerja.

Jika kita aktifkan sekarang?

Karena jendela rusak, kita terbang rendah dan lambat.

Pesawat tak bisa menahan traksi lagi.

Lalu bagaimana?

Harus ada yang masuk ke roda...

dan keluarkan dia.

Tidak, obor las tetap kami pegang hingga keadaan berubah.

Untuk sedikit kendali, kau membahayakan semua penumpang?

Jika hanya "sedikit", kau pasti setuju.

Dasar keras kepala.

Terima kasih, Sayang.

Tak ada waktu berdebat.

- Tak minta pendapatmu! - Baiklah.

Baik. Mulai sekarang, semua keputusan diambil dengan suara terbanyak.

Bagus.

Tanya mereka apa kita harus cari dan singkirkan dia.

Sekarang.

Siapa setuju kita harus keluarkan tentara itu dari roda

untuk selamatkan nyawa kita?

Lihat, itu tidak sulit.

Ya. Obor las dan senjatamu.

Jangan sentuh senjataku.

Hanya untuk memastikan.

Aku berjanji akan mengembalikannya.

Ya, kau berjanji.

- Baik, siapa yang turun? - Aku.

Aku pakai obor las dan Ayaz membantu.

Orang Polandia dan Turki...

Mereka tak pernah menang perang.

Ya, hidup kekaisaran Italia yang berjaya.

Jika kau mau senjataku, aku ikut. Titik.

Baik, ambillah.

- Terima kasih. - Butuh bantuan?

Tidak ada ruang.

Tetap di sini, awasi semua.

Hati-hati.

Jangan menoleh, kau lihat pisau Ayaz?

Katanya dia ambil dari tas.

Aku harus beri tahu Mathieu.

- Dia masih di sini. - Sampai nanti.

Orang Italia itu masalah.

Kau katakan itu karena dia menembakmu.

Aku serius.

Kita mungkin harus cari cara menyingkirkan dia.

Ke mana tujuan kita?

Bagaimana kalau Pulau Attu di Aleutian?

Alaska. Jaraknya 2.575 kilometer.

Ada bandara dekat sana jika kejadian di Islandia terulang?

Ada satu, tetapi Attu ditutup tahun 2010.

Hanya dipakai untuk kedaruratan.

Kau akan menggantikanku.

Masukkan koordinatnya.

Bukankah harus ambil suara?

Kudengar kesepakatanmu.

Attu lokasi bagus dan terdekat. Kita harus perbaiki jendelanya.

- Benar? - Ya.

Tak perlu didiskusikan.

- Silakan. - Terima kasih.

Terima kasih.

Bagaimana keadaanmu?

Lebih baik.

Maksudku, selain dunia kiamat.

- Ada kabar dari Gabrielle? - Tidak.

Belum ada beberapa jam ini.

- Pesan yang dia kirim... - Bukan masalah kita.

Kau membalasnya?

- Entah harus katakan apa. - Siapa yang tahu?

Aku abaikan orang mati.

Menyedihkan.

Jangan katakan itu.

Lihat caramu melawan orang Italia itu. Kau tangguh.

Aku berusaha yakinkan diri sedang di pesta dan mabuk

dan sebentar lagi bangun.

Mungkin. Jika benar, kau pasti memakai hal yang buruk.

Kenapa tak buat lubang di kabin?

Karena banyak kabel di sana untuk Mathieu mengendalikan pesawat.

Senter.

Terima kasih.

Kau mau?

Fibrosis sistik?

Awalnya, mereka pikir lupus.

Mereka salahkan kebiasaan merokokku.

Aku berhenti merokok di rumah.

Tidak membantu.

- Masuklah. - Tidak. Kau dahulu.

Masuklah.

Dadanya?

Mereka lakukan uji genetik?

Aku pembawa gen?

Tidak.

Ayahnya.

Hanya itu yang dia wariskan kepada Dominik.

Mereka coba terapi gen baru di Moskow.

Ke sanalah tujuan kami saat dunia kiamat.

Apa pengobatannya di rumah?

Obatnya? Apa yang tidak dia minum?

Dornase alfa, salin hipertonik, manitol,

seringnya steroid.

Sisanya tak banyak.

Tarik napas. Bagus.

Itu ujungnya.

Mulai potong.

- Apa rencananya? - Dia potong satu bagian...

Jangan sampai kau ditembak.

- Tak enak? - Rasanya seperti kertas.

Ya?

Bagaimana tanganmu?

Sakit sekali sampai mati rasa.

Bersihkan dengan peroksida.

Aku bisa bantu.

Akan membantu anak kecil itu, Dominik, jika kita terbang rendah.

Rendah berarti lambat. Kita harus hemat bahan bakar.

Attu sudah dekat, kita bisa turun seribu kaki?

Jika tak ada bahan bakar di sana, bagaimana?

Dia masih kecil.

Dia beruntung kau mendukungnya, tetapi tanggung jawabku semua orang.

Sylvie, boleh aku bicara dengan Mathieu sebentar?

Aku mau ambil air.

Bayangkan jika dia anakmu.

Aku tak punya anak.

Istriku lebih tua. Kami menunggu terlalu lama.

Pramugari satunya hamil.

Siapa?

Pramugari yang kita tinggalkan.

Yang kau tiduri.

Gabrielle kirim pesan kepada Ines tentang kau.

Apa katanya?

Bahwa kau bukan pria terhormat.

Aku tahu kau orang yang baik.

Bisa kulihat.

Lelaki tak dinilai dari kesalahannya.

Sampaikan kepada ibunya aku akan turunkan ketinggian.

Namun, tak bisa terlalu rendah.

Entah ini butuh berapa lama.

Terenzio akan mengurusnya.

Kau percaya dia.

Tak akan jadi mayor jika berbuat salah.

Dia berani, terhormat.

- Kau pernah menjadi tentara? - Tidak.

Sayangnya, aku mengidap anemia. Jika tersayat, pendarahannya parah.

Jika Terenzio sangat terhormat,

kenapa cuma kita yang diberi tahu soal matahari?

Mungkin dia tak punya waktu.

Ayo.

Satu, dua, tiga!

Kau lihat sesuatu?

Tak ada. Gelap gulita.

Terangi sebelah sini.

Tembak!

Dia menggigit jariku!

Apa yang kita laporkan?

- Ayaz menembaknya. - Jangan.

Kita menembaknya.

Katakan itu tidak benar.

Aku terpaksa lakukan.

Bukan itu. Maksudku berliannya.

Berlian?

Ada yang beri tahu di Kanada, kau membelah perut pemuda Arab itu

- untuk mengambil berlian. - Kata siapa?

- Tidak penting siapa... - Aku.

Kulihat darah di selimut saat kau memintaku pergi.

Pembunuh.

Bela dirimu.

Kuselamatkan nyawamu di bawah.

Di sini,

aku menjadi orang Turki kotor yang harus membela diri sendiri?

Aku tak katakan itu.

Kau tak harus mengatakannya.

Kita akan menyelesaikan ini.

Kau hanya rasialis.

- Kau yakin? - Tentu.

- Dia... - Hentikan!

Aku hargai, tetapi...

Pada tahun 1922, Sultan Mehmed VI meninggalkan Istanbul,

mengakhiri Kekaisaran Ottoman.

Sebelum pergi,

dia ambil batu-batu berharga ini.

Zamrud,

bukan berlian.

Astaga.

Batu-batu itu dicuri saat Sultan berada di Italia.

Baru muncul kembali tahun lalu, di museum Antwerp.

Kau membelah perut pemuda itu?

Setelah dia mati, tentunya.

Bagaimana kau tahu ini?

Kubayar dia untuk selundupkan batunya di dalam perut.

Dia tahu akan bertemu seseorang di Moskow. Akulah orangnya.

- Jadi, kau bunuh dia? - Tidak.

Dia bunuh diri.

Dia tak ikuti prosedur pengemasan yang benar.

"Prosedur pengemasan yang benar"?

Kenapa?

Kenapa kau lakukan itu?

Sudah kukatakan aku bekerja di pengiriman.

Bukan, kenapa kau mengaku?

Kenapa kau akui semua ini?

Karena itu kebenarannya.

Aku selalu jujur.

Faktanya adalah itu kejahatan.

Baik. Semua lelah.

- Mari kita istirahat sejenak. - Tidak, lupakan itu.

Orang Inggris ditinggal karena kejahatan masa lalu mereka,

tetapi penjahat ini membelah perut penumpang lain.

- Kita harus mengambil suara. - Untuk apa?

Untuk menahan teroris ini...

sampai kita putuskan hukuman yang pantas.

Aku punya borgol.

Untuk pekerjaanku di bidang keamanan.

Demokrasi, bukan?

Ya, demokrasi.

Itu dia. Yang setuju, angkat tangan.

Kau nyaman?

Kau akan menyesal, Kawan.

Terjemahan subtitle oleh Ardee Prananta

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.