Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Saatnya beli sepatu baru.
Yang lebih menopang.
Berjalan tiap malam dengan bayinya, tak ada yang cukup menopang...
Kurasa botolnya diisi cokelat.
Mereka memintaku ke Moskow hari Kamis.
- Kru teknisi di sana butuh latihan... - Hari Kamis? Kau bercanda.
Itu hari ovulasi puncak.
Untuk apa aplikasi di ponselmu jika tak digunakan?
Boleh kulanjutkan?
Aku melihatnya, maka kukatakan akan terbang nanti malam.
Aku akan langsung pulang.
Akan kubuat sarapanmu sekarang. Ada di kulkas saat kau bangun nanti.
Aku sangat beruntung.
Kita yang beruntung...
begitu juga bayi kita.
Itu sebabnya dia hanya akan makan cokelat.
Lena?
Lena?
Lena, telepon aku, ya?
Kami baru mendarat di Skotlandia. Telepon aku.
Apa pun yang terjadi, jangan keluar rumah, ya?
Cukup! Dia sudah meninggal.
Jangan sampai kau juga.
Aku tak percaya ini.
- Dia sangat... - Sakit?
Muda.
Aku mau bilang muda.
Menurutmu dia menelan sesuatu?
Tidak, dia mengigau.
Kita apakan dia? Kita kubur?
Atau kita bawa?
Tergantung.
Kita tinggal atau pergi? Apa rencananya?
Kami berharap ikut terbang bersamamu.
Aku teknisi. Freddie bagian avionik.
Selain pilot, John pengatur penerbangan.
Silakan bergabung. Ke mana tujuan kita?
Ada waktu 45 menit sebelum fajar, kita harus ke barat.
Baik. Barat.
Barat? Kita ke barat?
Kita harus kembali ke Brussels, selamatkan keluarga kita!
Dia bodoh.
- Dia bilang apa? - Dia ingin kembali ke Brussels.
Ini hampir fajar.
Menurutnya tak sempat lagi.
Persetan pendapatnya.
Kami juga punya keluarga.
- Apa yang terjadi? - Tunggu.
Kau harus beri tahu mereka.
Begini...
Tentara Inggris ini membenarkan ucapan Terenzio.
Dari yang mereka dengar, orang-orang di bungker pun mati.
- Apa? - Tunggu, apa?
- Apa maksudmu? - Hanya itu yang kutahu!
Sebagai pilot kalian, keselamatan kalian adalah tanggung jawabku.
Kita harus menjauhi matahari.
Tak coba selamatkan orang-orang yang kita sayangi?
Mustahil. Kau lihat akibat matahari?
Jangan bohongi diri. Jika tidak berusaha, kita egois.
Bukan egois, ini cerdas.
Buang senjatamu. Kita lihat siapa yang cerdas!
Ini sulit untuk semua orang, tetapi waktu kita sempit.
Ikut aku, Sayang.
Baiklah.
Kami baik-baik saja.
Kalian butuh apa?
Semua persediaan yang ada.
Lalu cepat pergi dari sini.
Di mana makanannya?
Mereka yang kabur pasti sudah mengambil semua.
Kenapa kau tidak ikut mereka?
Kami menyisir kota, memastikan tak ada yang tertinggal.
Saat kami kembali...
Kami dengar pesawat sudah terbang.
Kalian ditinggal saja?
Suasananya kacau. Ada ratusan orang.
Mathieu butuh sesuatu untuk buka lantai dan perbaiki radio.
Ini.
Alat las?
Kau urus itu, kuurus yang ini.
Sudah selesai.
Urus tas-tas itu.
Persetan itu! Kau saja.
Apa? Karena dia?
Abaikan saja dia.
Aku tak paham. Kita tak akan kembali ke Brussels.
Kenapa tak dikubur di sini?
Ya, tetapi orang Arab butuh waktu, dengan tradisi Islam.
Omong-omong...
- Hanya ini? - Semuanya.
Kapten mulai mengisi.
- Namun, ada satu masalah. - Hanya satu?
Ibu Rusia tak mau ikut.
Mungkin kau bisa bujuk dia, atau bantu kami?
Matahari membunuh orang? Omong kosong! Mereka bohong.
- Siapa berbohong? - Entahlah...
Pemerintah. Semua. Siapa pun yang mengarangnya!
Kenapa mereka berbohong?
Penerbangan menekan paru-parunya.
Paham? Aku tak mau dia makin menderita.
Baik, aku mengerti.
Sementara ini, tak ada pilihan.
- Apa pedulimu? - Kami pedulikan kau dan anakmu.
- Benar. - Kau bahkan tak kenal kami.
Kau benar, aku tak peduli denganmu.
Bukan berarti kau boleh membunuh anakmu.
- Membunuh? - Jika kau di sini, dia bisa mati.
Akan kucari mobil untuk bawa dia ke rumah sakit.
Tak ada rumah sakit atau apa pun, tetapi...
Tinggalkan kami!
Ibu!
- Dominik! - Pegang.
- Dominik! - Ibu!
- Suntik! - Sekarang!
Sonny, kemari!
Jangan ganggu aku! Lepaskan!
Belok.
Minggir.
- Biar kubantu. - Tak usah. Baringkan di sini.
- Dia akan bangun? - Ya, Sayang. Duduklah.
Lihat, ibumu ada di sebelahmu. Mengerti?
Kau di sini sampai dia bangun.
Pasang sabuk pengaman.
Tugas kita mengurus para penumpang ini, Jakub.
Tak ada pekerjaan lagi. Tak ada yang masuk akal lagi.
"Tugas kita". Yang benar saja...
Agar matahari tetap di belakang, kita harus menjaga
kecepatan 1.665 km per jam dikali kosinus, sama dengan garis lintang,
- agar tetap di kegelapan. - Kosinus...
Maksudnya, jika berada di khatulistiwa, matahari selalu mengejar kita.
Karena Bumi lebih lebar di sana?
- Benar. - Baiklah.
Kupikir kita tak beruntung.
Ini jangkauan penerbangan kita,
jika terbang dengan kecepatan stabil. Lihatlah, Kapten.
Menurutmu pesawat lain sudah tahu?
Semoga ada yang memperbaiki, dan kita akan tahu.
Jika radionya bisa diperbaiki.
Kami usahakan. Internet juga.
Baik, duduklah. Aku akan kembali ke kursiku.
- Kau bukan pilot? - Tak sepertimu.
Dia membantu kami mendarat.
Dia mahir.
Ada kemajuan?
Sebentar lagi.
Kata Mathieu, radionya di bawah.
- Bukankah ini tugas Jakub? - Dia menolak.
Pria ini juga seorang teknisi.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Kau yakin?
Bagaimana dia?
Baru siuman.
Aku tinggal di Moskow saat seusiamu.
Kau sudah menceritakannya.
Sebentar lagi, kita tiba di sana.
Di mana Dominik?
- Tenang, dia di sini. - Kau tertidur.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Katanya, kita akan ke Moskow.
Pikiran Tn. Volkov tak selalu jelas.
Dia beruntung.
Ya.
Berhasil dapat sinyal?
Kita menuju Kanada. Belum tahu tepatnya.
Kita akan terbang sejauh mungkin dengan sisa bahan bakar.
Beberapa pekan lalu, dia bilang mencintaiku.
Kubalas dengan emoji kucing bermata hati.
Jangan sampai masa lalu mengganggumu.
Pendetamu bilang begitu?
Tidak.
Kata terapisku saat kubilang akan bunuh diri.
Kapan itu?
Kemarin.
Beberapa pekan lalu, kupesan tiket bersama Henri, pacarku.
Itu tujuan awal penerbangan ini.
Setelah dia meninggal, kuputuskan pergi sendiri untuk bunuh diri.
Ya. Tak ada gunanya, bukan?
Itu yang kupikirkan setibanya di bandara.
"Apa gunanya?"
Tetapi kini, aku harus pastikan anak ini tidak terabaikan.
Kini, itu menjadi alasanku untuk hidup.
Kau mungkin merasakan yang sama jika perbaiki radionya.
Akan sangat berarti bagi mereka yang masih hidup.
Hanya ada karbohidrat.
Itu cokelat kesukaan Tn. Volkov.
Kau memeriksa tas kami?
Kapten menyuruh kami.
Kami tak memberi izin untuk itu.
Dia minta kami mengumpulkan.
- Namun, kau harus meminta... - Kembali ke kursimu!
Memangnya kau siapa?
Orang yang menyelamatkan nyawamu.
Tak apa, ambillah. Masih ada banyak.
Bersyukurlah karena gadis ini menyelamatkan hidupmu.
Sulit dipercaya.
- Apa kerusakannya? - Entahlah.
Sistem ini berbeda dengan yang kami pakai. Aku tak paham. Menurutmu?
Maskapai Belgia, awak berbahasa Prancis, dia pikir kita bisa bahasa Inggris.
Astaga.
Maaf?
Kita bisa tembak berkali-kali dan ini akan tetap bagus.
Tidak bagus.
Kita bisa sambung kabel jaringan, mungkin berhasil. Sistemnya terbakar.
- Kau paham soal komputer? - Tidak.
Aku bekerja sebagai teknisi jaringan sewaktu kuliah.
Sistem ini, mungkin ini ruter, atau satelit, entahlah.
Meski diperbaiki, Internetnya tetap mati, ya?
Aku pernah membaca artikelnya.
Ternyata server bisa mandiri selama beberapa saat.
Hei.
Kita lihat nanti.
Ya, kita lihat nanti.
- Ini. - Terima kasih.
- Kau mengingatkanku kepada seseorang. - Siapa?
Calon istriku.
Mungkin maksudmu ibumu.
Kau cantik, berkelas. Aku yakin kau tahu yang kau inginkan.
Bagaimana kalau kita ke toilet dan lupakan semua ini?
Dunia akan kiamat, kenapa kita tak saling menikmati?
- Kau lucu. - Kau cantik, jadi, kita serasi.
Selamat minum.
Berhasil!
Tidak, belum berhasil.
Apa yang terjadi?
Kurasa Internetnya berfungsi.
Tak ada pesan satu jam terakhir.
Matahari sudah terbit di Belgia?
Ya, kurasa.
"Ibu tersayang, aku tak bisa tidur lagi.
Justin dan aku tak bosan mengatakan kami beruntung punya ibu...
sepertimu.
Kami akan selalu di hatimu, Valy."
Menurut ilmuwan, ada masalah dengan polaritas matahari.
Dengan apa?
- Semacam itu. - Bisa baca lagi?
Ya, sebentar.
"Ahli fisika matahari Oxford berteori
bahwa kejadian ini berkaitan dengan perubahan polaritas matahari
belum lama ini."
Polaritas terbalik, menarik.
- Tunggu, itu profesimu? - Bukan.
Aku ilmuwan iklim di UE. Ada kaitannya.
Kau bisa jelaskan maksud artikel itu?
Setiap 11 tahun, medan magnet matahari mundur.
Tak ada yang tahu sebabnya, tetapi biasanya tidak penting.
- Aku tak anggap itu "tidak penting". - Tunggu.
Ini bukan bidangku, tetapi...
selama beberapa siklus terakhir, mundurnya lebih lemah.
Tak ada yang tahu sebabnya.
Mungkin jauh lebih kuat di arah berlawanan...
Itu menjelaskan kejadian ini?
Mungkin. Jika benar, itu bisa menyebabkan ledakan gamma yang serius.
Horst, aku tak mengerti ucapanmu.
Seperti semiliar bom neutron yang meledak tiap detik.
Kapan akan berhenti?
Kita sama-sama tak tahu.
Tunggu, sepertinya para ilmuwan ini tahu.
Tidak?
Kapan artikel itu terbit?
Kurang lebih...
satu jam lalu.
Jika benar matahari sebabkan kematian, dan memang itu yang terjadi,
kurasa para ilmuwan dan penulis artikel itu...
mati saat fajar di Inggris.
Jadi, kini mereka sudah...
Mungkin sudah mati.
Ya, sepertinya...
Sudah jelas apa yang terjadi.
Tuhan selalu memakai api untuk bicara ke manusia.
Kebakaran hutan.
Api di altar.
Kolom api di kitab Keluaran.
- Itu hanya dongeng. - Dongeng?
Kau baru katakan para ilmuwan terbaik dunia tak mampu
menjelaskan penyebab kejadian ini. Sekarang?
- Namun, itu... - Tidak ada "namun".
Itu hanya keraguanmu...
melawan keyakinanku.
Pasti ada alasannya.
Benar?
Aku butuh minum.
- Horst! - Biarkan dia.
- Bisa kita bicara sebentar? - Tentu.
Empat mata.
Baiklah.
Ada apa?
Waktu salat orang Muslim setiap hari berdasarkan matahari.
Baik. Itu akan sulit saat gelap.
Tepat. Aku periksa kapan matahari terbit sejak kita berangkat.
Saat kucari nama pangkalan udara, artikel ini muncul.
TIGA PRAJURIT KABUL DIPINDAHKAN KE KINLOSS UNTUK DIADILI
Mereka pernah di Afganistan.
Mereka menyerbu rumah penerjemah, membunuhnya, dan memerkosa istrinya,
lalu membakar rumahnya.
Tunggu.
Aku ingat berita ini. Aku ada di sana.
Mereka pernah melakukannya.
Para penjahat perang.
- Kita harus bagaimana? - Entahlah, tetapi...
Ada poin hadiah untuk penerbangan ini?
Mungkin.
Jangan sampai mereka mendekati penumpang.
Lalu, kita lempar mereka?
Entahlah, kita harus cari solusi.
Itu hukuman mati.
Layak untuk mereka.
- Memerkosa dan membunuh, Sylvie. - Aku tahu.
Apa yang kalian bisikkan?
Silakan.
Terima kasih.
- Kau orang Maroko? - Ya.
- Dari mana tepatnya? - Tangier.
Milik siapa ini?
Kau memeriksa tasku?
Perintah John dan kaptenmu jelas.
Makanan dan minuman harus dikumpulkan.
Itu untuk bisnis.
- Lucu, mirip sampanye. - Mundur.
Itu sampel. Aku akan meluncurkan label.
- Inikah yang kita inginkan... - Jangan!
- Saling bertikai? - Tidak!
Suara tembakan lagi.
Semua boleh minum.
- Lihat dia! - Biarkan saja.
Mereka menembak. Kita harus pergi!
Tn. Volkov, jangan!
Tn. Volkov, jangan!
- Mundur! - Tolong jangan... Tidak!
Tn. Volkov! Tidak!
Tn. Volkov!
Bisa mendengarku, Tn. Volkov?
Buka matamu, Tn. Volkov.
Bisa dengar aku?
Bawa aku pulang.
Tn. Volkov?
- Kau membunuhnya! - Apa?
Katanya, kau bunuh dia, Keparat!
Dia bisa membunuh kita semua!
Kau tahu tak mungkin membuka pintu saat terbang.
- Tak dilatih untuk ini? - Kau tahu tekanan udara?
Dia pria tua! Seharusnya jangan...
- Ada apa, Freddie? - Kesalahan!
- Kesalahan? - Kecelakaan.
Jangan main bunuh begitu!
Hei, tenang!
Tenang. Rileks.
Cuma mau bawa dia keluar, ya?
Lihat anak itu?
Dia ketakutan.
Biar kubawa dia keluar, ya?
Baiklah.
Bagus.
Bantu aku, tolong.
Ada apa?
Volkov mau buka pintu dan dia coba mencegahnya.
Dia bisa membunuh...
- Cukup! Simpan senjatamu. - Berikan. Ayo, Freddie.
Jangan sakiti orang-orang ini. Itu bukan dirimu.
Dengarkan aku. Tidak apa-apa.
Dia hanya bingung.
Ini telah terjadi. Kita tak bisa mengubahnya.
Dengar, beberapa jam lagi kita mendarat.
Sebaiknya semua tidur.
Ke mana tujuan kita?
Ke Edson, Alberta. Di Kanada.
Itu kota kecil, tetapi kita bisa mencari makanan dan perbekalan.
Cari radio baru. Yang ini rusak.
Mencari radio juga.
Situs web Belgia belum ada yang diperbarui dua jam ini.
Di tempat lain juga.
Perjalanan kita sudah lama. Cobalah istirahat.
Mengerti?
Kuberi tahu jika sudah dekat.
Dia orang baik, Kapten. Aku yakin Freddie paling merasa bersalah.
Aku mengerti. Dia berusaha melindungi penumpang.
Hai.
Laura agak syok, dia memintaku mengganti perbanmu.
Aku bisa sendiri.
Jangan konyol.
Berikan tanganmu.
Kuberi tahu sesuatu, tetapi kau jangan bereaksi, ya?
Orang-orang ini...
bukan tak sengaja ditinggalkan.
Mereka di sana untuk pengadilan militer atas pembunuhan.
Kata orang...
saat orang bicara bahasa asing di dekatmu, mereka pasti membicarakanmu.
Maaf, aku tak tahu istilah medisnya dalam bahasa Inggris.
Jangan khawatir, Sayang.
Aku cuma bercanda.
Dia pilot.
Yang lain bagian administrasi.
Mereka harus turun.
- Kapan ini terjadi? Di mana? - Afganistan.
Afganistan?
Ya, aku bertugas di sana.
Aku sering lihat orang yang terluka.
Kapan kau di sana?
Tahun 2016 sampai 2017.
Itu masa tugas keduaku.
Benarkah?
Kita harus bagaimana?
Aku punya rencana. Namun, aku butuh bantuanmu.
Bagus?
Semoga.
Semua pasang sabuk pengaman.
Kita segera mendarat.
Semua pasang sabuk pengaman.
Sabuk pengaman.
Ines, kita segera mendarat. Tolong.
Tampak damai dari sini.
Tak ada kedamaian di luar sana.
Tahu apa yang ada di pikiranku?
Bagi orang pertama yang lihat matahari terbit,
kejadiannya cepat, tanpa disadari.
Namun, yang di rumah...
mereka yang sudah tahu?
Sulit dibayangkan...
Sabuk pengaman.
Mereka jatuh di tempat mereka berdiri.
Dengar,
dua jam lagi matahari terbit. Jangan buang-buang waktu.
Jika mobilnya masih berfungsi, kita berpencar mencari perbekalan.
Menurutku...
Menurutku kalian bisa bantu carikan radio, UHF, VHF.
- Radio kapal juga boleh. - Kenapa kami?
Rambunya dalam bahasa Inggris.
Ide bagus. Dia ikut bersama kami.
Mereka memintamu ikut.
Jakub tak bisa bahasa Inggris.
Dia tahu yang kita butuhkan.
Baiklah, aku bersedia.
Dia juga.
Aku?
Kau bisa bahasa Prancis dan Inggris, kau bisa terjemahkan.
- Kenapa... - Aku bisa terjemahkan lebih baik.
Tidak.
Ya, kami lebih memilih pramugari.
Bisa diterima?
Baiklah.
Hati-hati...
kalian semua.
Kau menyetir di sisi yang salah, Bodoh.
Kurasa itu tidak penting.
Astaga.
Jangan lihat, Sayang.
Mohon perhatian.
Kami akan jelaskan nanti, tetapi...
mereka bukanlah tentara baik.
Mereka pembunuh dan pemerkosa.
- Apa maksudmu? - Apa?
- Kata siapa? - Jelaskan.
Mereka sedang diadili.
Mereka sedang diadili.
Kau?
Orang yang curi senjataku? Dia yang beri tahu?
Itu benar.
Tak ada waktu untuk menjelaskan.
Jakub akan coba tinggalkan mereka, tetapi kita harus bersiap pergi
begitu dia dan Gabrielle kembali.
Bahan bakar, makanan. Berpencar dan cari.
Paham?
Kita harus mengubur Nabil.
Baik, tetapi cepatlah.
Jakub berencana mengulur waktu 30 menit.
Ayo.
Hanya ada camilan manis. Masih sempat mencari toserba?
Dua belas menit lagi. Tak sempat.
Baik. Ambil pisangnya juga.
Mungkin ini terakhir kali melihatnya.
Aku bantu menyiapkan jasad ayahku.
Saat usiaku 21.
Dia ditembak dari belakang.
Dia tak pernah menangis.
Kau juga tangguh.
Astaga!
Mulutnya...
Seperti terpanggang!
Memang itulah yang terjadi.
Osman!
- Bisa carikan selimut lagi? - Baik.
Salon kuku, bank, dan kedai piza.
Entah mereka punya berapa radio.
Ini alamat yang diberikan Jakub.
Tanya Pole apa yang salah.
Di mana toko elektronik?
Jalan Linden 5100.
Itu bukan alamat yang kau berikan.
Linden 5100, kutemukan alamatnya di Internet.
Apa katanya?
Alamatnya salah, maaf.
- Bukan salahmu, Sayang. - Lalu salah siapa?
Sial.
Kau yakin orang-orang Inggris itu penjahat?
Ayaz temukan artikel daring.
Mereka di pangkalan udara itu untuk diadili.
Mengusir orang?
Berbahaya. Siapa jamin besok kita bukan korban berikutnya?
- Kau menakutiku? - Aku cuma bilang...
Aku juga, panggil mereka yang mengubur. Kita harus pergi.
Ini bagus.
Peralatan bagus.
Mau memancing, Bodoh?
Mungkin kelak.
Aku suka Amerika.
Ini Kanada, Dungu.
Sepertinya mereka kehabisan radio.
Suruh mereka periksa gudang.
Jakub pikir mungkin ada di belakang.
- Baiklah. - Kita coba.
Tunggu, apa yang kau lakukan?
- Kita harus pergi. - Tidak. Apa yang terjadi?
- Tak ada waktu. - Jakub, hentikan!
Kau menakutiku.
Mereka pembunuh. Percayalah! Ayo, Gabrielle!
Gabrielle!
Gabrielle!
Ayo.
- Sial! - Ayo!
Berhenti!
Tidak!
Tidak!
Zara?
Tn. Volkov bilang sesuatu dalam bahasa Rusia sebelum mati.
Apa katanya?
"Bawa aku pulang."
Ada yang datang!
Jika bukan Jakub dan Gabrielle, tutup pintunya.
Baik.
Mereka kembali?
Ada yang datang.
- Mereka di belakangku! - Di mana Gabrielle?
Dia tidak berhasil.
Jalan!
- Kau dapat radionya? - Ya.
Gabrielle masih di sana. Dia tak berhasil.
Apa?
Ini salahku.
Mereka menembaki kita!
Mereka menembaki kita.
- Jangan tinggalkan Gabby! - Tak ada pilihan.
"Lindungi penumpang," itu katamu.
- Bajingan! - Sial!
Berhenti.
V1.
Putar.
Berhenti.
Berhenti!
Terjemahan subtitle oleh Ardee Prananta
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.