Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BERDASARKAN THE KINGDOM OF THE GODS OLEH YLAB
Bagaimana ini?
Menghindarlah, Yang Mulia. Kami akan berusaha mengadang mereka.
Maksudmu, menyelamatkan diriku
dan mengorbankan kalian?
Tidak.
Yang Mulia.
Seseorang harus keluar istana...
dan memberi tahu hal ini.
Mereka takut api!
Kau lihat, Ayah?
Aku...
tidak kehilangan takhta.
Di belakang istana ada halaman.
Gerbang depan mungkin sulit, tapi kita bisa kabur melalui jalan itu.
Kita tak bisa mengulur waktu lagi.
Kami akan mengantarmu ke sana.
Halaman belakang?
Berapa banyak sisa mesiu?
Meski digabung semua, tidak cukup untuk menghabisi mereka.
Bukan untuk mereka.
Rencana ini mungkin berhasil
jika kita menjadi umpan.
Jangan melihat ke bawah!
Ayo, cepat.
Seluruh pintu istana ditutup.
Sebenarnya
apa yang terjadi di dalam istana?
Aku gagal
mengadang wabah...
di Dongnae dan Sangju.
Kali ini aku akan mengadangnya.
Aku harus mengadangnya.
Tembak sekarang!
Pergi kau!
Jangan mendekat!
Jangan...
Kenapa kita selamat?
Aku yakin kita tergigit.
Aku juga tak tahu
apa yang terjadi.
Kami menghadap Putra Mahkota.
Kami menghadap Putra Mahkota.
Yang Mulia, apa kau baik-baik saja?
Sebenarnya apa yang terjadi di dalam istana?
Perintahkan semua prajurit yang berjaga di benteng
untuk masuk.
Kita harus bergegas.
Semua mayat dalam waduk sudah dikeluarkan?
Sudah, Tuan.
Seo-bi...
Maksudmu, wabah menyebar di dalam istana?
Siapa saja yang selamat?
Apa semua tewas, selain orang-orang yang bersamamu?
Paduka Ratu
dan para abdi negara juga?
Ya.
Ada apa?
Jasad pangeran tidak ditemukan di mana-mana.
Kita harus menemukannya.
Kita benar-benar harus menemukannya.
Masih tersisa para pengawal yang pergi ke luar istana.
Selain itu, sebagian besar bupati daerah
adalah pengikut Klan Haewon Cho.
Para penguasa pengikut pangeran
pasti akan berunjuk rasa, jika kau membiarkannya selamat.
Bila ingin selamat,
kau harus membunuh pangeran.
GERBANG YEONGYEONG
Ini...
adalah tempat menyimpan lukisan leluhurku,
raja-raja yang sudah wafat.
Seperti saat masih hidup,
tempat ini bagaikan takhta bagi lukisan mereka,
juga sebuah tempat penghormatan,
di mana upacara rutin dilaksanakan.
Tersisa dua tempat kosong di sini.
Satu adalah tempat ayahku,
dan yang terakhir...
Ini adalah tempatku.
Oleh karena itu,
keluarlah dari situ.
Perlihatkan anak itu.
Kubilang perlihatkan anak itu.
Dia digigit monster?
Anak ini memang digigit, tapi dia bukan monster.
Sungguh.
Anak ini tidak terkena wabah.
Jangan bunuh dia.
Yang Mulia, bukankah kau juga ingin menyelamatkan anak ini?
Kau bilang begitu kepadaku.
Kau memintaku menjaga anak ini.
Pergi ke istana Ratu,
dan jagalah anak itu.
Maksudmu pangeran?
Ada yang ingin kusampaikan kepadamu.
Ini masalah Paduka Ratu dan anaknya.
Anak itu...
Aku sudah dengar...
mereka membawa anak Mu-yeong ke istana Ratu.
Oleh karena itu,
kumohon jagalah anak itu.
Kau berjanji untuk membuatnya tak terluka lagi.
Jadi, kumohon selamatkan anak ini.
Wabah pun akan berakhir.
Saat musim dingin berlalu dan musim semi tiba,
semua mimpi buruk ini
akan berakhir.
Tidak.
Semua tidak akan berakhir...
selama anak ini masih hidup.
GERBANG HONGCHI
BENTENG SANGJU
TIGA BULAN KEMUDIAN
JONGMYO, TUJUH TAHUN KEMUDIAN
Mulai!
Paduka Raja.
Kau harus kembali ke istana.
Kudengar kau minta diperlihatkan
catatan tujuh tahun lalu kepada petugas?
Bukankah kau tahu
bahwa tak siapa pun bisa melihatnya,
meski itu adalah Raja?
Tak seorang pun membicarakannya.
Ayah, ibu, dan kakakku satu-satunya meninggal...
karena wabah tujuh tahun lalu.
Semua dayang yang menjaga mereka pun tewas.
Tetapi, baik kau ataupun Paman,
tak satu pun bercerita tentang mereka.
Lalu kepada siapa aku harus bertanya?
Kegiatan belajar akan segera dimulai.
Semua yang kau lihat dan dengar adalah demi kebaikan negara ini.
Kau harus banyak tahu agar dapat memimpin istana,
dan menjaga seluruh rakyat.
Antar Paduka Raja.
Dia makin merindukan orang tuanya.
Jika tahu,
bagaimana orang tuanya wafat,
dia akan sangat terkejut.
Kita tidak boleh membiarkan Paduka Raja tahu.
HANYANG
Sebentar.
Ini kau. Benar, 'kan?
Sudah lama tidak bertemu,
Tuan.
Sudah kubilang tidak perlu pakai honorifik.
Bicaralah dengan santai.
Berhentilah.
Kau terlalu banyak minum, Tuan.
Aku hanya minum banyak jika bersamamu.
Sudah kubilang jangan pakai honorifik.
Kalau itu maumu.
Baiklah, Beom-pal.
Hei! Aku Wakil Perdana Menteri.
Hei! Dia bicara tidak sopan kepada Wakil Perdana Menteri!
Bagus kau membahasnya.
Lihat bagaimana Perdana Menteri negeri ini makan!
Tidak sopan!
Kau benar.
Siapa sangka aku menjadi Perdana Menteri?
Dulu pun aku mencoba bertahan menjadi Hakim di Dongnae
karena Paman bilang akan mengasimku
kalau aku tidak ke sana.
Tak sangka kini aku jadi Wakil Perdana Menteri.
Pekerjaanku banyak di posisi ini,
dan harus menjaga martabat.
Aku tidak punya waktu untuk minum begini.
Berkatmu, negara ini mulai kembali seperti semula.
Rakyat Gyeongsang pun
sudah mulai hidup dengan baik.
Aku melihatnya sendiri.
Hentikan.
Kenapa aku harus membicarakan topik sulit denganmu?
Kita minum saja.
Paduka Raja baik-baik saja, 'kan?
Dia tumbuh dengan baik.
Dia masih muda, tapi sudah menguasai Empat Kitab Dan Tiga Klasik.
Aku yakin dia akan menjadi Raja yang bijak.
Tentu aku harus membantunya.
Sesuai permintaan Putra Mahkota.
Apa aku bisa memercayaimu?
Apa anak ini
sungguh tidak terkena wabah?
Benar, Yang Mulia.
Parasit keluar begitu tangan dan kakinya yang digigit monster
dimasukkan ke dalam air.
Anak ini tidak terkena wabah.
Tidak.
Pangeran adalah penerus keturunan.
Kalau kau membiarkannya hidup,
negara ini akan kacau.
Pewaris takhta hanya boleh ada satu orang.
Segera bunuh dia.
Kau benar, Tuan.
Pangeran dan aku,
salah satu dari kami harus mati.
Akan tetapi...
siapa yang seharusnya mati?
Pangeran adalah penerus keturunan,
sedangkan aku...
anak selir dan pengkhianat...
yang memenggal ayahnya sendiri.
Jika harus memilih salah satu,
jika aku bertanya siapa Raja yang dibutuhkan di negara
yang porak-poranda karena perang dan wabah ini,
siapa yang akan kau pilih?
Anak ini...
adalah harapan terakhir negeri ini.
Seluruh gerombolan yang mencoba meraih kekuasaan
dengan memanfaatkannya, sudah tiada.
Tuan.
Kumohon buat pangeran...
menjadi Raja yang baik.
Aku...
percaya padamu...
dan para abdi negara pengikutmu yang benar.
Tidak.
Jika Pangeran
bukan anak kandung Paduka Raja...
Anak ini...
Pangeran...
adalah adikku, anak kandung Ayah sesungguhnya.
Tulislah bahwa ayahku,
Ratu yang menyebut dirinya ibuku,
dan aku...
meninggal karena wabah.
Itu hal terakhir yang bisa kulakukan...
sebagai pewaris darah kerajaan.
Putra Mahkota baik-baik saja, 'kan?
Tentu.
Dia pasti baik-baik saja karena ada tabib di sampingnya.
Apa ini?
Ini catatan mengenai wabah yang ditulis tabib itu selama ini.
Wabah dimulai dari mayat yang dibangkitkan
oleh tanaman pembangkit.
Telur dari parasit tanaman pembangkit mengendalikan tubuh
dan membangkitkan mayat.
Mayat yang dibangkitkan
hilang akal dan tidak merasakan sakit.
Mereka jadi haus darah dan daging manusia yang masih hidup.
Orang yang tergigit oleh penderita wabah
juga akan terinfeksi oleh parasit,
tapi tidak berubah menjadi monster.
Tubuhnya hanya berubah dingin,
dan terus sakit hingga akhirnya mati.
Penyakit mulai menular di Jiyulheon, Dongnae.
Begitu manusia makan daging mayat
yang digigit penderita wabah setelah dipanaskan,
mereka mengalami kejang dan mati, lalu berubah menjadi monster.
Sejak itu, orang yang digigit oleh monster
turut berubah menjadi monster.
Akan tetapi, tidak semua yang digigit berubah menjadi monster.
Meski digigit oleh penderita wabah, parasit yang belum sampai ke dalam tubuh
akan keluar jika kita masuk ke dalam air sebelum mati,
dan kita akan terbebas dari wabah.
Selain itu, bayi baru lahir yang pertumbuhannya belum sempurna
tidak terkena wabah, meski digigit oleh penderita.
Mereka tak bisa menyerang sepanjang musim semi dan panas.
Pada musim gugur dan awal musim dingin, mereka tak menyerang saat ada matahari.
Mereka terbangun sepanjang hari sejak titik balik musim dingin
hingga awal musim semi.
Namun masih ada hal yang belum terungkap.
Parasit ini jelas menyukai sesuatu yang dingin,
tetapi ia merajalela begitu dipanaskan,
kemudian menular.
TANAMAN PEMBANGKIT
Terdapat rahasia
yang lebih besar di balik tanaman pembangkit.
Tabib itu masih memburu tanaman pembangkit?
Wabah sudah berakhir tujuh tahun lalu.
Masih belum berakhir.
Tanaman pembangkit masih tumbuh
di tempat lain, di luar Sangju.
Di mana itu?
Tidak hanya satu tempat.
Tanaman pembangkit ditemukan di seluruh penjuru negeri,
dari Gyeongsang, Hasamdo, Gyeonggi, Gangwon, hingga Laut Kuning.
TANAMAN PEMBANGKIT
Aku yakin ini tanaman pembangkit.
Tuan!
Ini kepala desa dekat sini dan anaknya.
Tanaman ini,
sejak kapan ada di sini?
Tanaman itu...
Itu...
Kami yang menanamnya.
Apa maksud kalian?
Kalian yang menanam?
Dari mana kalian mendapatkannya?
Itu...
Anakku ikut seorang pedagang untuk mencari uang,
dan mendapatkannya di Sungai Yalu
saat perjalanan pulang dari Tiongkok.
Kami menanamnya, barangkali bisa dijual.
Apa itu benar?
Benar.
Aku membeli tanaman itu untuk dijual
karena katanya bisa membangkitkan orang mati.
Tetapi tak satu pun percaya, jadi, kami buang.
Maksudmu, ada yang menjual tanaman pembangkit di Utara?
Kami yakin.
Mereka juga tahu cara membangkitkan mayat menggunakan tanaman itu.
Katanya, si penjual yang memberi tahu hal itu.
Siapa penjual tanaman mengerikan itu?
Putra Mahkota mengirimku untuk memberi tahu hal ini kepadamu.
Dia juga memintaku memberikan buku ini
untuk berjaga kalau wabah menyebar.
Putra Mahkota
ada di mana?
Dia pergi ke Utara...
untuk mencari sendiri orang itu.
PROVINSI HWANGHAE
PROVINSI HAMGYONG
Di mana?
Di sini.
Peralatan rumah tangga masih tersisa, tapi tidak ada orang sama sekali.
Ini tanaman pembangkit.
"Terdapat rahasia...
yang lebih besar di balik tanaman pembangkit."
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
MENGENANG LEE JIN-HYUK
Terjemahan subtitle oleh Listya Ayunita W.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.