Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN
DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI
Bu Jung Geum-ja anggota terbaru Tim H?
Dia bisa menginjak-injakmu.
Begitukah?
EPISODE 8
Kalian sudah dengar kabar baiknya?
D&T berhasil didaftarkan.
Bu Jung dan Pak Yoon, berdirilah.
Tim mereka gigih mengerjakan kasus ini,
jadi, beri mereka tepuk tangan meriah.
Aku punya kabar baik untuk kalian hari ini.
Akan ada pengacara perwakilan lain di Song & Kim.
Mulai hari ini, Bu Kim Min-joo bekerja dengan kita lagi.
Seharusnya kabari aku lebih awal jika kembali.
Aku tak mau kau menyiapkan apa pun.
Bu Kim Min-joo, putri kedua mendiang Pengacara Kim Byeong-hun.
Kau sudah tahu, Song & Kim awalnya Firma Hukum Kim Byeong-hun.
Dan Pak Song menantu tertuanya.
Hubungan Pak Song dan Bu Kim tampak tak akrab.
Keduanya pengacara perwakilan, jadi, wajar saja.
Ji-eun.
Kau kian hebat.
Aku sudah kerja lima tahun.
Aku cukup pintar untuk mengetahui beberapa hal.
Lalu? Kau mau meninggalkan aku?
- Yang benar saja. - Lanjutkan.
Hari ini, para sekretaris makan siang bersama.
Serta, pembicaraannya soal Bu Kim Min-joo dan Bu Jung Geum-ja.
Astaga. Aku paham kau membicarakan soal Bu Kim, tetapi kenapa aku?
Kenapa tidak?
Kau topik terhangat di Song & Kim akhir-akhir ini.
"Dia kerja apa sebelum di sini? Dia hidup seperti apa?"
- Mereka punya banyak pertanyaan. - Lalu?
- Apa katamu? - Kataku, "Aku pun bertanya-tanya."
Itu saja.
SONG & KIM
Astaga.
CHOO DON-SIK
Pak, di mana Kim... Maksudku, di mana kantor Bu Jung Geum-ja?
Ruang kedua sebelum terakhir.
Terima kasih banyak.
Ya, baik.
Baik, dah.
Apa Hee-sun...
Maksudku, Bu Jung Geum-ja ada di dalam?
Aku terbiasa memanggilnya Hee-sun.
Sudah buat temu janji?
Bagaimana bisa membuatnya?
Dia tak jawab teleponku, mana bisa?
Jangan, tunggu!
Begini, kami punya peraturan, kau harus ikuti.
Artinya dia di dalam.
Jika kau buat onar, kupanggil petugas keamanan.
Minggir. Aku klien di sini.
Namun, kau bukan klien Bu Jung.
Minggir!
- Seharusnya tak melakukan ini. - Astaga.
Ada apa ini?
Masuklah.
Duduk.
Sekretarismu itu gangster?
Kau mau apa?
Kau sungguh tebal muka. Kenapa kau begini?
Kudengar kau bukan Kim Hee-sun, atau alumni SMA kami.
Kenapa kau bohong soal itu?
Aku bohong agar bisa tidur dengan Yoon Hee-jae.
Lalu kenapa?
Kau punya masalah?
Kau benar. Aku Jung Geum-ja, bukan Kim Hee-sun.
Lalu kenapa?
Maksudku...
Itu merugikanmu?
Kau kehilangan uang?
Aku merasa bersalah pada Hee-jae.
Aku juga tak memintanya menikahiku.
Aku tak bohong demi menikah.
Kupikir dia akan menolakku jika kubilang aku juga pengacara.
Kau amat menyukainya?
Aku suka tampangnya.
Dia tampan. Senang jika ada dia di dekatmu.
Kau tahu? Itu memang urusanmu.
Urusanku juga milikku.
Namun, bisakah kau membantuku?
Hee-sun...
Maksudku, Geum-ja.
Aku dalam masalah besar.
Kau harus bantu aku.
Jika tidak, akan kulaporkan.
Apa? Kau mau melaporkanku?
Pada siapa?
Pada atasanmu.
Hei, kau tahu We Wire Money?
Lintah daratnya seperti gangster.
Mereka terus memerasku.
Mereka bahkan mau menguburku di dalam beton.
Kau juga pengacara mereka,
dan kau bisa bantu aku.
- Pak Ga bilang itu? - Apa?
Begini...
Tidak juga.
Namun, anggaplah dia bilang padaku.
Jadi, hanya kau dan Pak Ga yang tahu?
Benar?
- Aku membahas soal Hee-jae. - Tentu.
Jika orang lain dengar, aku tak mau bantu.
- Ingat baik-baik. - Kau mau membantu
jika aku tetap diam?
- Tergantung. - Ayolah.
Jangan pernah kemari lagi sampai kutelepon kau, ya?
Jika tidak, kukubur kau ke beton.
Kau boleh pergi.
Permisi.
Boleh tanya kenapa kau menemui Bu Jung?
Aku disuruh tunggu. Jika tidak, aku dikubur dalam beton.
Berkat Bu Kim, kegemparannya mulai mereda.
Bagaimana kalau Jung Geum-ja dan Yoon Hee-jae terus sukses?
Tanpa sadar, mereka menjadi anggota tim H.
"Tim H"?
Apa itu?
Tim yang ada, sekaligus tak ada.
Apa?
Perdana menteri memberikan informasi banknya kepada Michael.
Lalu dia menerima 300 juta won dari pihak ketiga.
Mereka membangun sejarah Song & Kim.
Tim yang terdiri dari pengacara legendaris di Korea.
Kau percaya jika aku bilang ada berkas-berkas di ruang naratama
mengenai kasus yang cukup besar untuk membuat kekacauan
di negara ini?
Maka hanya soal waktu sebelum Jung Geum-ja
dan Yoon Hee-jae menjadi unggulan Song & Kim.
Don-sik.
Kau tak bisa lihat konteksnya?
Pak Song Pil-jung satu-satunya orang yang selamat di Tim H Song & Kim.
Risiko besar, ganjaran besar?
Jung Geum-ja orang yang tepat untuk dibuang begitu dia tak berguna.
Namun, dia sukses dalam kasus terbaru.
Walau begitu, dia tetap spesial.
Namun,
ada yang menggangguku.
Apa yang bisa mengganggumu?
Pak Song meminta Yoon Hee-jae bergabung dengan Jung Geum-ja.
Hei.
Kenapa kau tak pergi saja? Mau apa?
Kau senang saat semua orang bertepuk tangan padamu?
Jangan berpikir kau sudah diakui.
Tidak, aku merasa diakui saat memeriksa rekeningku
dan lihat uang yang kudapat.
Sekarang kau pikir sudah merasakan tantangan yang sebenarnya?
Kalau kau? Bagaimana rasanya mengikuti kemauanku
setelah bersikap elegan dan puas di balik mejamu?
- Menegangkan, 'kan? - Tidak. Aku merasa dipermalukan.
Namun, kau tetap ikuti caraku.
Lain kali, jangan keras kepala dan permudah bagi semuanya.
Jung Geum-ja.
Aku suka bekerja denganmu.
Sampai besok.
SONG & KIM
- Usaha bagus, Bu Jung. - Terima kasih.
- Kalian sudah makan malam tim? - Belum.
Masih ada banyak pekerjaan mengenai Kasus D&T.
Usahamu bagus dalam membantu mendaftarkan perusahaannya.
Kau bahkan memastikan Pak Son tak menyebabkan masalah.
Aku kagum.
Ini yang kusuka darimu.
Kau setajam pedang, membuatku terus ingin menggunakanmu.
Aku belum menunjukkan seberapa cakap diriku.
Kabari aku jika kau membutuhkanku.
Aku akan selalu bersiaga.
Jangan lupakan uangnya.
Ekspektasiku naik setelah melihatmu menangani kasus ini.
Ini.
Makan malamlah bersama tim.
Ada satu hal lagi yang ingin kubahas.
Akan kuhubungi lagi. Kita bicara lain kali.
Baik, tentu saja.
Kau sudah bekerja lagi?
Duduklah.
Kau akhirnya pulang ke Korea. Seharusnya istirahat dahulu.
Aku bisa melakukan itu karena kau sudah urus semua.
Namun, aku merasa seperti dikucilkan.
Jangan mengada-ada.
Kau merasa tak nyaman sebab aku kembali?
Kenapa aku merasa begitu?
Kau kemari untuk membantu, jadi, ini mempermudahku.
Semua akan lebih mudah jika kau beristirahat.
Kudengar komite pelaksana menolak Bu Jung,
tetapi kau bersikeras.
Jangan khawatir.
Aku tak mengeluh kau tak meminta izinku.
Tak apa-apakah kuminta dia melakukan sesuatu untukku?
Kau sudah mulai bekerja?
Santai saja.
Bagaimana bisa? Itu takkan membantuku.
- Min-joo. - Kau masih jenguk kakakku
seminggu sekali.
Kau melakukan itu selama 15 tahun.
Kau sungguh peduli terhadapnya.
Kau tak perlu melakukan itu jika kecelakaan itu tak terjadi.
Karena kau sudah pulang, jenguklah kakakmu.
Dia pasti merindukanmu. Kita bisa pergi bersama.
Aku pergi dahulu.
Benar.
Bisa beri aku laporan kinerja kuartal empat?
Tak apa-apakah?
- Kau langsung menanyakan Hee-sun? - Begini...
Sungguh?
Dia bukan Hee-sun. Dia Geum-ja.
- Aku tak peduli. - Baik.
Aku tak tahan lagi.
Bu Jung sudah janji mau membantu, dia pasti melakukannya.
Kurasa dia bukan tipe orang yang memberi janji palsu.
Walau dia kadang kala agak kasar.
Kenapa kau tiba-tiba membela Hee-sun?
Maksudku, Geum-ja.
Aku tak membelanya.
- Ayo. - Apa? Ke mana?
Aku sudah diam lebih lama daripada yang bisa kutahan.
Aku harus bertemu seseorang yang lebih berkuasa daripadamu.
Aku akan menceritakan semua padanya.
Sudah kubilang. Itu percuma.
Rahasia hanya ada jika dirahasiakan.
Begitu semuanya tahu, bukan rahasia lagi.
Aku seperti ini karena ini tak membantu.
Aku bisa gunakan fakta bahwa Geum-ja dan Hee-jae berkencan
demi diriku sendiri?
Bu Sim.
Seharusnya kau tak mengatakan sesuatu yang belum kau ketahui.
Mereka tidak berkencan.
Kau punya bukti?
Tidak.
- Sebaiknya kau pergi. - Baik.
Ayo.
- Kita pergi? - Tentu.
Halo.
Dia klienku, aku mau mengantarnya.
Mohon tunggu di sini sebentar.
Ayo.
Pak Ma, kau ada di mana?
Ada yang harus kuberi tahu padamu.
Tunggu.
Kita dalam masalah? Dia mendengarkan kita?
Kita hanya membahas rumor.
Kita tak tahu apa-apa.
Jika orang-orang tahu, Hee-sun... Geum-ja takkan membantuku.
Kita anggap saja itu rumor.
Sebaiknya pulang. Akan kutelepon.
- Janji? - Aku janji.
Aku mencium bau uang.
Pak Song memberimu uang?
Ya, mari lihat.
Song & Kim benar-benar berani bayar mahal.
Cari tempat makan malam.
- Untuk seluruh tim? - Mau untuk kita berdua?
Tidak.
Astaga.
Kurasa kita bisa makan daging sapi.
Apa pun yang kau mau.
Tunggu.
Bu Jung, kau tak menjawab telepon dari Sim Yu-mi, ya?
Tidak, kublok dia. Kenapa?
Karena itu, dia menghubungiku seratus kali sehari,
memintaku melakukan sesuatu.
Bisakah kau bantu aku?
YOON HEE-JAE PENGACARA REKANAN
Pak Yoon.
- Ada makan malam tim. - Makan malam tim?
Ya.
- Jadwalku... - Malam ini, kosong.
Kau bisa ikut.
Baiklah.
Pak Yoon.
Aku mau ikut makan malam tim. Kudengar kita akan makan daging sapi.
Aku juga mau kau ikut.
Aku mau babat babi.
Jangan menyantap lemak, dan santaplah protein.
Kau pasti tidak tahu. Babat babi itu...
Astaga, coba dahulu.
Ini enak.
Boleh minta segelas juga?
Ini Luis Cañas Rioja Reserva Selección de la Familia tahun 2007.
Ini tipikal anggur Spanyol, kau akan dikejutkan oleh rasanya.
Bahkan wanita yang terbiasa minum soju
sangat menikmati anggur ini.
Kau akan menyukainya.
Kau mau minum?
Akhir-akhir ini,
orang harus tuang minuman sendiri.
Lihatlah caramu minum. Kau sangat tangguh.
Soju-nya bisa mengenai uvulamu.
Pak Na, kau minum?
Sedikit, tetapi tak sebaik itu.
Kau tak bisa minum dan menyetir. Kau selalu belajar seumur hidup, ya?
Kau tak pernah berkencan, ya? Aku bisa langsung tahu.
Sebenarnya, aku sering kencan.
Sungguh? Berapa kali?
Jika termasuk yang kukencani saat masih SD,
sekitar sepuluh.
Apa? Bohong.
Pak Ga, kau seperti tak pernah berkencan.
Sang-mi, aku tak tahu kau sungguh payah
dalam menilai sifat orang.
Kolegamu bilang padaku
bahwa kau takut pada wanita
sebab tak berpengalaman dan pemalu.
Siapa yang bilang?
Aku takut pada wanita?
- Ya. - Aku?
- Hentikan. - Apa?
Saat di firma hukum,
orang-orang mengecek fakta saat makan malam.
- Kau membuatnya marah. - Omong-omong,
sejak kapan kalian jadi akrab?
Kami akrab bahkan sebelum dia datang ke Song & Kim.
- Kami tak seakrab itu. - Ya, kita akrab.
- Bisa hentikan? - Jangan bohong padanya.
Buku yang kubaca, lagu yang kudengar,
dan jam saat aku pergi ke penatu.
Apa?
Kau sedang apa? Cepat makan.
- Kau ke penatu? - Ya, dahulu.
Hening saat subuh, dan membantuku konsentrasi.
Juga membantuku mengatur pikiran.
Kita harus pergi bersama.
Aku sering bergadang di kantor.
Aku tak ke sana lagi.
Kenapa?
Karena aku bertemu bajingan di sana,
dan bajingan itu mengkhianatiku.
Tubuhku jadi merinding setiap memikirkan penatu itu.
Ada apa? Aku salah?
- Bu Kim. - Ya?
Aku senang jika kau tidak menceritakan kehidupan pribadiku.
Paham?
Paham atau tidak?
Aku paham.
Kenapa kau harus merusak suasana, Pak Yoon?
- Apa? - Ini makan malam tim.
Kau harus mengomelinya karena hal sekecil itu?
"Kecil"? Kau bilang "kecil"?
Ya, masalah kecil. Mereka sekretaris.
Wajar saja jika mereka menghina bos mereka
saat makan malam.
Halo?
Apa?
Baik, aku akan ke sana.
Aku harus pergi.
Nikmatilah malam ini, dan bersenang-senanglah.
- Dia membuat semuanya tak nyaman. - Kita minum saja.
Rusak sudah makan malam ini. Seharusnya makan kulit babi saja.
- Hati-hati. - Astaga.
Ayo minum lagi!
Astaga, hentikan.
Jika kau masih penasaran,
aku sebenarnya mendukung hubungan kalian.
- Kalian hiena! - Astaga, aku kaget.
- Kalian hiena! - Hiena!
Astaga, jangan gerak.
Kalian selalu sibuk bertengkar.
Kalian begitu tak manusiawi.
- Sangat tak manusiawi. - Jangan gerak.
Astaga.
Astaga, lihatlah dirinya.
Ada apa denganmu?
Ayo minum lagi.
Astaga!
- Dah! - Dah!
Aku mendukungmu!
Mari minum lagi.
Hei, Hee-jae.
Dengar, Berandal.
Jung Geum-ja itu wanita yang sungguh kau cintai?
Dia bohong padamu, 'kan?
Sebab itukah kau kesal tadi?
Kau masih menyukainya?
Kau harus berhenti. Kalian harus berhenti.
Jika tidak, habislah kalian.
Habislah kalian.
Minum lagi.
Apa? Ada apa?
- Minum lagi. - Tidurlah.
Baiklah.
Terima kasih.
Apa maksudmu?
- Katakan. - Duduklah.
Apa maksudmu kau dipecat?
Kenapa tiba-tiba? Apa alasannya?
Hei, mungkinkah...
Ini karena aku?
Sebenarnya ini bagus. Aku hanya perlu mencari uang.
Beberapa mantan kolegaku yang keluar juga menjadi sukses.
- Jika kuhubungi mereka... - Akan kuurus kau,
jangan khawatir.
SONG & KIM
- Apa ini? - Pegang saja untuk saat ini.
Akan kuberi tahu begitu ada lowongan.
Bajingan itu...
Dia bebas lebih awal
karena bersikap baik.
Jangan khawatir.
Kupastikan dia takkan mendekatimu,
bagaimanapun caranya.
FIRMA HUKUM CHOE HUI-SU
Sebaiknya kau berhati-hati.
Dia membunuh ibuku.
Kenapa dia dibebaskan lebih cepat?
Tampaknya dia dalam pengaruh alkohol.
Jika begitu, ini bisa terjadi karena tidak disengaja.
Kalau begitu,
akan berakhir andai aku mati.
Eun-yeong!
Apa yang akan terjadi jika bisa kubuktikan itu disengaja?
"Saat sengaja dilakukan."
Hei!
Keluar!
Hei.
- Lepaskan! - Kau sudah gila?
Kau sudah gila?
Lihatlah gadis nakal ini.
Mati kau, Bajingan!
Mati!
Dengan 911? Ada yang sekarat!
Ada yang sekarat.
Kau ditangkap atas penyerangan.
Tanda terima ini membuktikan terdakwa membeli pisaunya sendiri.
Dia tak punya alasan membeli pisau
kecuali sengaja ingin membunuh korban.
Terdakwa membeli senjata pembunuhnya sendiri.
Jelas bahwa dia merencanakan pembunuhan ini
begitu detail sebelumnya, dan berusaha menjalankannya.
Dia akan dikurung 30 tahun.
Aku sedang mabuk, aku tak ingat apa pun!
- Ayo. - Lepas. Lepaskan aku!
JUNG EUN-YEONG
Hei.
Kau masih menyukainya?
Kau harus berhenti. Kalian harus berhenti.
Aku suka bekerja denganmu.
Ini aku.
Kau di mana?
RUMAH DESA
KULIT BABI
Ada apa? Kenapa ingin menemuiku?
Tadi ada temanmu.
Apa pedulimu? Mau aku bersama teman atau tidak,
kurasa itu bukan urusanmu.
Benar, memang benar.
Namun, entah kenapa aku terus penasaran.
Kau mabuk?
Tampaknya begitu.
Aku agak mabuk,
tetapi tak cukup mabuk untuk lupa aku mau menemuimu.
Kurasa
kau merindukan aku.
Kau suka soju, 'kan?
Namun, kita tak pernah minum soju bersama.
Karena kau tak suka soju.
Kau tinggal di mana?
Kau tinggal sendiri? Punya anjing?
Ada apa ini?
Orang tuamu? Mereka masih hidup?
Yoon Hee-jae.
- Aku hanya ingin mengenal dirimu. - Untuk apa?
Kau tahu segalanya soal aku.
Apa yang kusuka dan kubenci.
Tempat tinggalku dan pekerjaan keluargaku.
Namun, aku merasa tak tahu apa-apa soal dirimu.
Lalu jika kau tahu? Kau mau gunakan untuk apa?
Aku mau kunjungi lagi satu demi satu
untuk mencari tahu kapan kau bersikap tulus kepadaku.
Jangan bermimpi aku pernah tulus kepadamu.
Aku tak sepertimu. Kau sendiri yang sering bilang.
Cukup. Sebaiknya kau pulang. Kau mabuk.
Jika tetap di sini, kau akan menyesal.
Lalu...
Aku akan memberitahumu sesuatu.
Sebaiknya kau ingat.
Tetaplah berada di sana
dan teruskan apa yang kau lakukan.
Minta keluarga atau temanmu mencarikan wanita tepat untukmu.
Menikahlah dan punya anak.
Hiduplah seperti itu, ya?
Jaga martabatmu itu.
Kau malah membuat batasan karena aku menemuimu di kedai.
Orang-orang akan berpikir aku mau melamarmu, dan ditolak.
Sebab itulah aku mengatakan ini saat tak ada orang
agar kau tak merasa malu.
Kau takut?
Apa yang kau takutkan?
Bukan ini Jung Geum-ja yang kukenal.
Kau menanyakan alasanku menemuimu.
Aku jauh-jauh kemari karena ingin menemuimu.
Karena aku, Yoon Hee-jae, mau menemuimu, Jung Geum-ja.
Karena sudah, aku pergi.
Pak Yoon.
Aku juga sebal karena kita terus bertemu.
Namun...
Namun, masalahnya,
aku semakin sebal saat tak melihatmu.
Itu membuatku kesal.
Namun, harus kuakui, aku masih tak suka soju.
Astaga.
Pahitnya.
SONG & KIM
Astaga, kepalaku...
Kepalaku pening sekali.
Perutku juga sakit.
Santaplah sup kerak nasi ini.
Astaga, pusing.
Kau baik-baik saja?
Ya. Aku muntah banyak tadi pagi.
Aku masih muda.
Baguslah. Tampaknya perutmu masih sehat.
Jung Geum-ja.
Maksudku, Bu Jung.
Kau sungguh mau melakukan ini?
Kau janji mau mengurus ini sejak lama.
Sudah kuperingati jangan menemuiku.
Mau dikubur dalam beton?
Ikuti aku.
Kau punya rencana?
Sudah kubilang. Mereka menakutkan.
Diam, bisa?
Ikuti saja aku.
Tunggu.
- Siapa dia? - Tunggu.
- Kau siapa? - Pengacara kalian.
- Apa? - Kau tuli?
Kubilang, aku pengacara kalian. Minggir.
Halo.
- Hentikan. - Ayolah. Ini enak.
Kau tak bisa ketuk pintu?
Bisa buatkan aku kopi juga? Tiga sendok gula dan krim.
- Kau? - Kopi hitam saja.
Pergilah.
Kau tak jawab teleponku. Kenapa kau kemari?
Pemalsuan dokumen resmi, penipuan, intimidasi, dan pemerasan.
Inilah kasus-kasus yang kukerjakan,
dan semua berhubungan denganmu, CEO We Wire Money, Gang Sang-sik.
Tentunya, bos besar belum tahu soal ini.
Lantas?
Aku berhenti.
Aku berhenti sebagai pengacaramu.
- Apa? - Sebagai gantinya,
akan kurekomendasikan seseorang.
Dia ahli kasus pidana, dan begitu bengis,
kalian pasti akrab.
Ada apa ini?
- Aku mengancammu. - Dasar bajingan...
Aku punya penawaran.
Ini mengenai Bu Sim Yu-mi.
Ceritakanlah.
Aku meminjam 200 juta won,
tetapi diminta ganti 720 juta won setahun termasuk bunga.
Artinya, dia harus bayar dua juta won sehari sebagai bunga.
Itu melebihi batas hukum.
- Apa lagi? - Dia mau mengambil
saham perusahaan jika aku tak bisa lunasi.
Kau menempati kantornya secara ilegal saat ini.
- Aku hanya menggunakan hakku. - Aku pengacara.
Mari ikuti hukumnya.
UU Bisnis Peminjaman, bunga maksimal 24 persen,
jadi, dia membayarmu 248 juta won, termasuk bunganya.
- Jalang gila... - Putuskan sekarang.
Atau kukenalkan
bos besar kepada kejaksaan.
Kau pikir kau kebal?
Kenapa pertaruhkan nyawamu untuk hal kecil,
Pengacara Jung Geum-ja?
Kenapa kau melakukan ini?
Apa hubunganmu dengan wanita ini?
Aku tak kebal, tetapi bisa melindungi diri.
Dan hubungan kami bukan urusanmu.
Semoga kita bisa akhiri di sini untuk selamanya.
Semua yang terjadi di antara kita sejauh ini.
Kau hanya perlu ambil keputusan selagi masih bisa memilih.
Begitu kubawa ini ke bos besar, aku bisa kena masalah,
tetapi kau juga akan kena masalah besar.
Jika kami ikuti hukumnya, kau rela melakukan apa?
Pemalsuan dokumen resmi, penipuan, intimidasi, dan pemerasan.
"Tidak bersalah".
Sayangnya, tidak bisa.
Tunjuk salah satu orang bodoh itu sebagai akuntanmu
dan bilang dia melakukan semua tanpa sepengetahuanmu.
Rapi, 'kan?
Dia hanya akan dipenjara setahun.
Sebaiknya begitu.
Jika ini berbalik kepadaku...
Kau tak tahu siapa aku?
Aku selalu melakukan apa yang kukatakan.
Jadi, hubungan kita berakhir di sini, sekarang juga.
Sampai jumpa.
Sialan!
Geum-ja, sudah berakhir? Begitu saja?
Sudah berakhir, jadi, jangan ganggu aku lagi.
- Tidak akan. - Jangan telepon 12 kali sehari.
- Tunggu, jangan sekali pun. - Tidak akan.
Yu-mi?
Semoga kau menutup mulutmu.
Apa?
Ya, tentu saja.
Sim Yu-mi...
Seseorang berpangkat tinggi tahu soal kau dan Hee-jae.
Begini, dia masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu...
- Apa? - Begini,
- Pak Ga terus melantur. - Kau baru beri tahu aku?
Kau takkan membantu jika aku bilang!
Siapa? Eksekutif yang mana?
Entahlah.
Pokoknya, terima kasih. Aku takkan melupakan ini.
Tidak, lupakan saja. Hapus aku dari ingatanmu.
Dengan begitu, lunas sudah.
- Jangan pernah menemuiku lagi. - Baik.
Dah. Sampai bertemu lagi!
PENGACARA GA GI-HYEOK
- Ya? - Pak Ga?
Sudah beres.
Ya, Geum-ja menyelesaikannya.
Namun, dia tahu.
Mengenai kejadian itu. Orang berpangkat tinggi itu tahu!
Apa? Dia tahu dari mana?
Aku ganti baju ini untuk kencan.
Jadi, jangan sedih.
Aku tak bilang kau yang membocorkannya.
- Kau bilang, ya? - Apa...
Sebab itu aku mengajakmu ke tempat bagus.
Ke mana?
- Bagus, 'kan? - Namun, dingin.
Yang benar saja!
Bersikap jantan dan berdiri tegak.
Kau tahu tempat ini dari mana?
Aku memang ingin mengajakmu kemari.
Kenapa?
Karena ini tempat spesial bagiku.
Mantan suamiku tinggal dekat sini sebelum kami menikah.
Kami berkencan di sini.
Tunggu. Apa?
Kau mau membawaku ke tempat penuh kenangan bersama mantanmu
pada hari baik ini?
Ada apa dengan isi pikiran wanita?
Kenapa kau mau...
Tunggu, kau cemburu?
Apa maksudmu?
Kecemburuan tak ada dalam kamusku.
Astaga, manisnya!
Begini,
aku pernah mencintai tempat ini.
Namun,
aku tak berani kemari.
Aku ingin membawa orang yang lebih baik.
Kenangan berubah seiring waktu, 'kan?
Artinya aku bisa terus kembali ke tempat ini.
Aku egois, ya?
Aku sedang mengungkapkan perasaanku,
jadi, katakanlah sesuatu.
Maaf. Itu sangat tiba-tiba, ya?
- Selamat datang. - Ya, halo.
Aku mau menemui Bu Jung Geum-ja.
FIRMA HUKUM SONG & KIM
Ya, dengan kantor Bu Jung.
- Permisi. - Ya?
Bisa beri tahu di mana kantor Bu Jung Geum-ja?
Ada urusan apa kemari?
Aku akan memberitahumu sesuatu. Sebaiknya kau ingat.
Tetaplah berada di sana
dan teruskan apa yang kau lakukan.
Minta keluarga atau temanmu mencarikan wanita tepat untukmu.
Menikahlah dan punya anak.
Hiduplah seperti itu, ya?
Jaga martabatmu itu.
Ya, aku ingat setiap perkataanmu.
Tiap perkataanmu, sialan.
Apa?
Astaga, maaf. Bukan apa-apa.
Tunggu. Ini punya Bu Jung.
Biar kubawa kepadanya.
Kenapa di sini? Sudah kusuruh kau pulang.
Kenapa tak menjawab?
Bateraiku habis.
- Ada apa? - Begini...
Tamumu bersikeras menunggu sampai kau kembali.
Tamu apa?
Ada ayah yang datang.
Ayah? Ayah siapa?
- Ayahmu. - Apa maksudmu?
Beraninya kau.
Kau tak tahu?
Ayah sudah bebas bersyarat.
Eun-yeong.
Kau mengubah namamu, 'kan?
PENGACARA REKANAN JUNG GEUM-JA
Jung Geum-ja, ya?
Kau penasaran
bagaimana ayah bisa menemukanmu?
Keluar...
sekarang juga.
Ayah menyelidiki hidupmu sejauh ini.
Ayah meminta teman-teman yang dibebaskan dari penjara
untuk mencarimu.
Kau tahu,
mereka cakap dalam hal ini.
Aku sudah bilang, keluar.
Kau tak dengar?
GEREJA DAEJONGSEON PASTOR JUNG CHUN-SU
Ini berkas Bu Jung.
Ayah banyak berdoa sejak itu.
Menemukan Tuhan menjadikan ayah terlahir kembali.
Sebentar lagi,
ayah akan ditahbiskan sebagai pastor.
Ini...
sebuah berkah dan anugerah.
Apa?
Sebab itulah,
ayah harap kau meminta pengampunanku.
Itulah yang Tuhan inginkan.
Enyah dari hadapanku!
Kau masih penuh semangat, sama seperti dahulu.
Kalau sempat, mampirlah.
Ayah akan menunggumu.
SONG & KIM
Kudengar kau masih di sini.
Tampaknya dugaanku benar.
Aku bertemu ayahmu di lorong.
Aku tak punya ayah.
Semoga kau bawa banyak.
Masih ada beberapa botol lagi.
Begini,
jika kau mau membicarakannya...
Kenapa aku malah mundur?
Sebelum kusadari,
aku...
malah melangkah mundur.
Kejadiannya 23 tahun lalu.
Bajingan itu hampir memukuliku sampai mati.
Bahkan setelah bertahun-tahun...
Lucu, 'kan?
Aku pernah menghadapi preman dan gangster,
serta semua orang seperti mereka.
Tak ada yang perlu ditakuti,
aku tak takut saat itu.
Jika aku mati, biarlah.
Itulah yang kupikirkan.
Namun, hari ini...
aku melihatnya,
dan dia berjalan ke arahku.
Dia sudah menua,
tetapi aku terus mundur.
Kurasa,
beginilah kenangan.
Mereka menyakitkan
dan kejam.
Apa...
yang bisa kulakukan untukmu saat ini?
Tetaplah di sini.
Namun, jangan macam-macam,
sebab aku tak ingin membangkitkan romansa kita.
Saat ini,
kendalikan saja perasaanmu.
Hatiku...
masih bisa kutangani sendiri.
Gunakan aku jika kau
membutuhkanku.
Kau pandai melakukannya.
Maksudku, memanfaatkan aku.
Akan kubiarkan malam ini.
Kau mau sebotol lagi, 'kan?
Baik.
Aku akan menggunakanmu.
Malam ini tak pernah terjadi.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Karena ini penting, fokuslah pada kasus ini.
Aku Kevin Jung, manajer AP EON cabang Korea.
Jika dia manajernya, artinya selalu bersamanya.
Aku tak bisa hubungi dia, dan dia tak jawab!
Apa yang terjadi hari itu? Kau bersama suamimu.
Akhirnya kau mau merevisi UU Pewarisan?
Jangan ikut campur.
Orang tua murid yang sekolah di sana berpengaruh.
Pertengkaran anak melibatkan orang tua. Seperti perang.
Kurasa kita semakin akrab.
- Aku benar? - Teruskanlah.
Aku juga mau dengar. Lalu?
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.