Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA DEPOSITNYA CUMA 5.000
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di recehoki.net
Daftar sekarang di recehoki.net Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah
Kerajaan Wusu,
menempuh perjalanan jauh ke Kota Besar untuk membayar upeti kepada Yang Mulia Khan!
Kereta dari Kerajaan Gaosang,
memasuki Kota Besar demi memberi penghormatan kepada Yang Mulia Khan!
Dari Kerajaan Qiao, 2 jaket berlapis benang emas.
4 selimut hijau berbulu sutra.
Dari Kerajaan Geshari, 2 peti kayu gaharu...
60 kayu hitam, 60 kayu darah naga.
Dari Kerajaan Tonjik, 10 guci storax mur...
10 guci attar.
Dari Kerajaan Nidel, 1 peti aquamarin.
2 peti lapis-lazuli, 4 peti yang terbuat dari lilin lebah.
Dari Kerajaan Sarah, 3 peti batu amber.
1 peti ambergris, 5 bakul kunyit.
Dari Keharyapatihan Dalidow, 8 beruang putih, 10.000 tael emas.
Dari Kerajaan Kesultanan Darwen,
50 kalung manik-manik kayu cendana...
2 patung giok Buddha.
Dari Kerajaan Napong, 20 musisi, 60 kulit buaya.
Dari Kerajaan Annan, 6 gajah putih, 8 kera putih.
Kudengar Kerajaan Annan dilanda kekeringan.
Apa tak perlu kuterima upeti mereka?
Ketika mereka berperang dengan Kerajaan Ug...
Yang Mulia memerintahkan sesorang untuk menengahi.
Perselisihan itu akhirnya terselesaikan.
Persembahan ini untuk menunjukkan rasa terima kasih.
Cukup masuk akal.
Dari Kerajaan Lamphu, 7 pasang bangau mahkota merah...
40 burung beo besar lima warna.
Mereka berikan burung Halkyon tahun lalu, benarkan?
Ya.
Tahun ini burung beo?
Membawa segala macam demi perubahan dunia.
Ayah.
Dia satu-satunya yang tak pernah peduli padaku.
Nona Pengeran yang sangat berbakat.
Ibunya wanita terpandai di seluruh Kekaisaran.
Sutra bunganya mengeluarkan wewangian.
Sayang sekali...
setelah kelahiran Turandot...
Surga mengambilnya.
Di sana, di sana!
Hei!
Kenapa nangis?
Cuma luka kecil kok.
Jangan nangis.
Lihat! Ayah akan menghukumnya, oke?
Apa yang terjadi?
Maafkan aku, Yang Mulia.
Tanah itu disebut Malvia...
Kerajaan yang tak diketahui...
berjumlah penduduk sedikit.
Tak ada jalinan persahabatan dengan Kekaisaran.
Ayo kita selesaikan pemetaannya, oke?
Selesaikan dan jangan nangis.
Selesaikan pemetannya!
Siap jalankan perintah.
Jenderal Boyan bersiaplah menerima perintah.
Aku disini.
Khan memerintahkan...
untuk menyelesaikan petanya.
Siap perintah.
Saudara!
Kita akan bepergian jauh dalam perjalanan ini.
Jauh dari tanah yang memiliki air segar.
Rerumputan yang lebih hijau dan sapi gemuk.
Dan wanita berbokong besar!
Tunggu apa lagi? Jalan!
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Malvia sebuah kerajaan kecil nan damai dan makmur.
Secara turun temurun, mereka menjaga tiga gelang...
yang masing-masing mewakili kebijaksanaan, keindahan dan kekuatan.
Leluhur keluarga kerajaan memperingatkan....
jika ketiganya disatukan...
akan menghasilkan kekuatan suci yang luar biasa.
Tapi kutukan itu juga akan bangkit.
Lihatlah bagaimana kemajuan Calaf setiap hari.
Mundur.
Calaf, kuatkan kakimu.
Yang Mulia....
pedangmu harusnya menangkis seperti ini.
Kau harus belajar melindungi sebelah kanan dadamu.
Saudara-saudara!
Kalian siap?
Kami siap.
Lalu, tunggu apa lagi?
Tembak!
Guru lihat!
Apa yang sedang terjadi?
Malvia akan segera terkepung.
Apa?!
JOIN MY GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik
Benda apa ini?
Yang Mulia tiba.
Siapa yang ulang tahun hari ini?
Aku.
Benarkah?
Semua ini kusiapkan untukmu.
Ini untukmu, Ayah!
Aku tak butuh ini.
Berikan padaku.
Ulurkan tanganmu.
Begini saja?
Cantik,
bukan?
Sakit.
Sakit.
Gelang ini menyakitiku.
Ada apa?
Sakit?
Apa yang terjadi? /Sakit.
Sakit.
Gelang apaan itu?
Lepaskan!
Tak bisa!
Gelang ini menyakitiku.
Gelang ini menyakitiku.
Pakai ini!
Hancurkan dengan ini!
Gelang ini sudah bersatu ketubuh Putri.
Yang Mulia mau memotong tangannya.
Betapa jahatnya kutukan ini!
Putri!
Guru Zhou, kau kembali!
Sudah 2 tahun lamanya kau pergi.
Bibi San.
Kau akhirnya pulang.
Kemarilah, Liu'er.
Betapa kejamnya kalau kau tak pulang...
baru-baru ibunya meninggal karena jatuh sakit.
Liu'er, ini ayahmu.
Liu'er...
aku ayahmu.
Ayah pulang.
Aku mau ibuku.
Yang Mulia.
Dari mana saja kau?!
Untuk mengetahui asal-usul benda ini,
aku sudah berkomunikasi dengan Surga.
Gimana hasilnya?
Tiga Gelang ini...
berasal dari negeri asing.
Pusaka yang paling langka...
berbuat baik ketika sendirian tapi jahat ketika dipadukan.
Ada tiga teka-teki untuk tiga gelang ini.
Jawaban untuk teka-teki ini harus benar.
Bagaimana cara menghilangkannya?
Ketika Putri sudah berusia 15 tahun...
salah satu pelamarnya harus membuka kutukannya.
Tapi jika seseorang mencoba namun gagal...
bisa membahayakan nyawanya.
Jadi setiap pelamar harus pertaruhkan nyawanya sendiri.
Menunggu sampai usia pernikahannya?
Kenapa selama itu?
Dan ada satu hal lagi....
aku harus bilang yang sebenarnya.
Bicaralah!
Gelang itu akan terus menghisap darahnya....
saat dia tumbuh, hati dan jiwanya...
akan sedingin es.
Di usia 18 tahun, kutukan itu akan menelan jiwanya.
Putri akan jadi gila...
tak tersembuhkan!
Beraninya kau bicara omong kosong!
Aku akan membunuhmu!
Mana mungkin.
Yang Mulia...
sudah waktunya.
Untuk apa?
Kembang api.
Perayaan ulang tahun...
untuk Putri Turandot.
Hei, siapa kau?
Darimana asalmu?
Bagaimana dengan orang tuamu?
Dimana mereka?
Aku tidak ingat.
Siapa namamu?
Namanya...
"Mata Biru".
Kau gak lihat...
matanya biru?
Putriku, llihatlah kembang apinya di langit. Indahnya dan berwarna-warni!
Hei, si Mata Biru!
Hei!
Lihat mukamu!
Ini bubuk mesiu-ku yang terakhir.
Tunggu sebentar. Kutunjukkan tempat rahasia di mana masih ada lagi.
Jangan lewat sini.
Ada gua yang mengarah ke dalam.
Ada orang penting datang.
Dia master paling hebat di sini.
Kembang api adalah rahasia keluarga kerajaan...
yang sangat dirahasiakan.
Dijaga sepanjang hari, meskipun di kamar mandi.
Siapapun yang mencurinya akan dicungkil matanya.
Orang ini luar biasa!
Siapa? Siapa disana?
Tangkap mereka!
Hadang dia! Berhenti!
Berhenti!
Minggir!
Di sini! Cepat!
Jangan bergerak.
Cepat!
Pergi.
Berhenti!
Di sana. Hadang dia!
Terima kasih, Guru!
Kemarilah.
Lewat sini!
Kejar!
Ada gua.
Menuju kemana ini?
Pergi! Masa bodoh?
Yang Mulia...
Jenderal Boyan ada di sini.
Untuk apa dia kemari?
Kaisar Khan...
tak mau meninggalkanmu sendirian...
dan menyuruhku kemari untuk latihan pedang.
Aku tak butuh.
Tapi, ini perintah Kaisar Khan.
Serang aku dulu.
Mana pedangmu?
Apa perlu?
Apa yang kau lakukan?
Besok...
akan kugantikan yang baru.
Itu satu-satunya peninggalan ibuku.
Gerakanmu sudah lebih cepat dari biasanya.
Tapi ilmu pedangmu biasa-biasa saja.
Serangan pedangmu tidak akurat.
Tebasanmu tak cukup kejam.
Tubuhmu lentur dan tidak stabil.
Dimana kita?
Indah sekali!
Jadi aku kemari bukan cuma mengajarkan ilmu pedang...
tapi juga mengajarimu cara berperilaku.
Hentikan! Lepaskan dia!
Seorang pria kuat menindas wanita yang lemah.
Sungguh memalukan!
Kukenal jurusnya. Siapa yang mengajarimu?
Bukan urusanmu!
Itu urusanku.
Zhouda?
Guru kami sama.
Kita lihat dulu, apa muridnya hebat juga.
Tiga Gelang?
Bagaimana mereka bisa masuk?
Bawa dua penyusup ini dan bunuh mereka!
Beraninya kau!
Sesuai perintahku.
Yang Mulia, mohon maafkan kami.
Aku tak pantas mengajar Yang Mulia.
Aku pamit!
Kau!
Mulai sekarang, berlatihlah denganku.
Kau menyuruhnya kemari. Bagaimana denganku?
Itu bukan urusanku.
Dia takkan datang jika kau tak mengundangku!
Itu bukan urusanmu.
Mata Biru, kau kenapa?
Jadi itu Putri Turandot!
Pantas saja dia orangnya pemarah.
Dia gak ramah.
Aku tidak menyukainya.
Biar kubantu.
Kukira kau gak datang.
Kupikir juga begitu.
Lalu kenapa kau di sini?
Aku mau bertemu denganmu lagi.
Kok bisa masuk?
Ada sebuah gua.
Aku masuk diam-diam lewat pintu samping.
Cuma Pengawal Kerajaan...
yang diperbolehkan di sini.
Aku mau...
jadi Pengawal Kerajaan.
Siapa namamu?
Mata Biru.
Mataku berwarna biru.
Katakan,
sebiru apa?
Sejenis bunga kecil.
Juga berwarna biru.
Dinamakan "Jangan-Lupakan-Aku".
Sudah mulai gelap Aku harus kembali.
Kau harus kembali juga.
Saat kau mau mendatangiku...
ingat...
jangan datang pada bulan purnama.
Tunggu!
Kau tahu cara membuat kembang api?
Masih belajar...
tapi belum terlalu bagus.
Suatu hari, kelak aku akan jadi master kembang api terbaik dunia.
Yang kulihat...
hanyalah sekumpulan kilasan cahaya.
Beneran kau gak bisa lihat warna apa pun?
Kau sangat cepat.
Dan ilmu pedangmu aneh.
Apa karena gelang itu?
Sebentar lagi...
aku akan memanggilmu Guru.
Kau bisa mulai sekarang.
Mata Biru, ada apa?
Kayaknya aku gak sadar barusan...
ada sesuatu yang kulihat.
Gelang itu sangat kuat.
Kenapa?
Itu kutukan bagiku.
Pendeta...
sudah waktunya?
Tunggu sebentar.
Kau akan tahu.
Kenapa?
Semuanya sudah kuberikan...
dan kau menjanjikanku tak terkalahkan.
Kenapa aku tak bisa mencapainya setelah sekian lama?
Waktunya belum tiba.
Jenderal, kau harus bersabar.
Belum waktunya?
Asal kau tahu...
Setelah sekian lama, Khan...
telah berubah dari singa menjadi domba.
Akan jadi seperti apa Kekaisaran ini?
Kekaisaran ini harus...
dikendalikan olehmu, Jenderal.
Putri Turandot...
satu-satunya pewaris Khan.
Jika kau bisa menikahi Putri...
Kekaisaran akan menjadi milikmu.
Lalu apa untungnya bagimu?
Tidak ada yang kau janjikan padaku, kebetulan belum.
Utusanku...
kembali membawa kabar bahwa...
Keluarga Bangsawan Malvian memiliki ciri yang unik.
Jantung mereka...
terletak di sebelah kanan.
Sejak kita beritahukan Guru tentang Jenderal itu...
yang ternyata teman seperguruannya,
dia langsung berpindah tempat.
Ayah bilang Jenderal itu jahat dan licik.
Kita dilarang ke Istana Kerajaan lagi.
Tapi kau tetap pergi.
Aku sangat berhati-hati.
Guru...
aku mau keluar.
Tidak ada makan malam?
Tidak ada waktu lagi.
Kau tak mau ke Festival Pertengahan Musim Gugur?
Jangan khawatir.
Aku akan segera kembali.
Hei! Kau!
Hati-hati.
Sudah kubilang jangan datang saat bulan purnama!
Putri Turandot...
Kenapa denganmu?
Siapa yang mengikatmu seperti ini?
Kenapa kau sendirian?
Jangan campuri urusanku! Pergi!
Aku tidak mau!
Beraninya mereka memperlakukanmu seperti ini!
Kenapa dengan Gelang ini?
Kau terluka?
Sudah kemauanku untuk menahan diri.
Kenapa?
Aku tak mau kau melihatku seperti ini.
Turandot!
Matamu!
Pergilah!
Putri Turandot!
Ini "Mata Biru"!
Kau kenapa?!
Jangan pernah datang lagi.
Pergi!
Pergi!
Baiklah.
Aku akan pergi.
Aku akan pergi.
Aku tak mau melihatmu lagi!
Mata Biru, Mata Biru!
Dah cuek ama aku karena jadi Pengawal Kekaisaran sekarang, ya?
Jangan main-main denganku.
Aku sedang bertugas.
Temui aku di pasar Timur saat kau tak bertugas.
Baiklah.
Baiklah.
Ini emas!
Ini milikku! Ini emasku!
Jangan berebut!
Emas asli!
Yang Mulia tiba.
Ayah.
Kudengar Pangeran U Thong...
dari Kerajaan Lamphu telah tiba.
Setengah tahun yang lalu...
bukankah ada Pangeran Kerajaan Lamphu yang mau menikah?
Itu putra bungsu Lamphu.
Begitu banyak Pangeran yang mati demi diriku.
Belum ada yang bisa menjawab teka-teki itu.
Takkan kulepaskan kesempatan apapun.
Sudah kugerakkan seluruh Kekaisaran.
Sudah keperintahkan sesorang ke seluruh penjuru jangkauanku.
Akan kutemukan sesorang yang bisa menghilangkan kutukan jahat itu.
Liu'er...
Dimana kau temukan?
Kutemukan tercecer di tanah.
Liu'er, jangan bercanda.
Jangan bawa harta ke alam baka.
Luar biasa!
Luar biasa!
Hei! Jangan marah.
Liu'er...
Kita gak boleh belanjakan uang yang bukan milik kita...
Oke?
Tidak!
Liu'er.
Berjanjilah tak mengulanginya lagi dan kubelikan pin ini.
Bagaimana, baguskan?
Ya.
Pasang taruhanmu!
Pangeran Kerajaan Lopburi sangat berbakat.
Dia pasti bisa memecahkan tiga teka-teki itu...
dan akan menjadi menantu Khan.
Kesempatan seumur hidup, 100 lawan 1.
100 banding 1.
Unta Kurus...
Di sini "target empuk" untuk bakat dan kecerdasan.
Itu Pangeran U Thong?
Aku menyukainya.
Aku lebih suka belati di pinggangnya.
Kembalikan belatiku!
Berhenti!
Bola Gemuk...
Tangkap!
Lari!
Hampir saja.
Mata Biru, kau gak apa?
Kembalikan belatiku!
Siapa yang bisa buktikan belati ini milikmu?
Berikan belatinya.
Beri aku sarung belatinya.
Ini belatimu.
Liu'er...
Kemarilah!
Syukurlah...
Nona Liu'er menemukannya disini.
Terima kasih pada...
pacarmu?
Salah, dia adikku.
Siapa adikmu? Apa kita mirip?
Ayo!
Mata Biru...
kayaknya kau bukan orang sini. Dari mana asalmu?
Dimana keluargamu?
Aku tak bisa mengingatnya.
Aku dibawa kesini...
oleh guruku ketika aku masih kecil.
Di sini...
lumayan.
Lihatlah...
ramai sekali, begitu makmur.
Ini belum apa-apa.
Kau belum lihat yang terbaik.
Disini sangat sepi.
Malam hari para ahli kembang api beristirahat.
Rahasia produksi kembang api...
akan menjadi mahar Putri Turandot.
Pohon keberuntungan.
Apa kau mendoakanku?
Begitulah.
Kudengar sebelum pertunjukan teka-tekinya dimulai...
para peserta mendapat kesempatan bertemu Putri?
Ya.
Apa dia amat cantik?
Cantik amat.
Jadi kau dah melihatnya?
Surga pernah memberiku kesempatan.
Kau jatuh cinta padanya?
Sayangnya, kami sama sekali amat berbeda.
Aku punya adik laki-laki.
Dia tergila-gila sama Turandot seperti dirimu.
Tapi dia meninggal di awal tahun.
Jika kau mau...
kita bisa jadi saudara.
Baiklah.
Matahari yang mulia menyinari rakyat.
Ini sungguh hari...
untuk menemukan kebenaran.
Berhenti!
Serahkan senjata kalian.
Rama U Thong...
memberi hormat yang terdalam kepada Yang Mulia...
Putri Turandot.
Karena syarat untuk masuk adalah nyawaku.
Aku ada permintaan khusus untuk Yang Mulia.
Seluruh dunia mengatakan bahwa Yang Mulia...
sudah cantik bawaan sejak lahir.
Aku sangat segan dan menghargainya.
Aku bersedia...
rela mengorbankan hidupku...
tanpa penyesalan.
Silakan.
Kau ingat adikku?
Salah satu jiwa tak berdosa yang mati di tanganmu.
Dia sudah buat kontrak kematian secara sukarela sebelum upacaranya.
Jangan salahkan orang lain.
Jika kau jawab dengan benar...
semuanya akan berakhir.
Pangeran U Thong..
kau tiba sebagai tamu kehormatan...
tapi ternyata kau pembunuh yang berbahaya.
Dosa-dosamu tak terampuni.
Tapi jika kau bisa jawab tiga teka-teki itu...
aku bisa membebaskan...
dosa-dosamu sebagai pengecualian.
Jika kau tidak bisa, seketika itu...
kau akan dihukum atas semua pelanggaranmu.
Diam.
Bunuh saja aku jika kau mau.
Kutawarkan kau peluang hidup...
malah kau tolak?
Apa yang kau lakukan?
Biar kujawab teka-teki itu.
Biar kujawab untuknya!
Tunggu, biar kujawab teka-teki itu.
Dasar pria gila! Usir dia!
Aku mau jawab teka-teki itu!
Mata Biru!
Biar kujawab teka-teki itu.
Mata Biru...
itu bukan urusanmu.
Jangan sia-siakan hidupmu.
Tunggu!
Katakan padaku...
Kenapa kau lakukan ini?
Karena...
Pangeran U Thong dan aku saudara angkat.
Kami bersumpah akan saling berbagi kehormatan dan rasa sakit kami....
dan berbagi hidup dan mati.
Tidak! Mata Biru, kau gila? Jangan!
Liu'er!
Kenapa tidak?
Jika mereka bersaudara...
dia layak sebagai anggota Kerajaan.
Biar dia jawab teka-teki itu!
Benar sekali!
Saudara harus saling membantu.
Lepaskan.
Pemenggalan hanyalah akhir.
Di mana menariknya?
Biarkan si Mata Warna menjawab teka-teki itu!
Liu'er...
Biarkan saja dia jawab jika dia mau.
Kau gila?
Kau mau dia mati!
Biarkan si Mata Warna menjawab teka-teki itu!
Biar dia jawab teka-teki itu!
Bajingan!
Biar dia jawab teka-teki itu!
Si Mata Warna...
Kau tahu konsekuensi dari permintaanmu?
Jika aku gagal...
aku bersedia dihukum apa pun.
Kau yang melawanku saat itu.
Jadi itu kau!
Makanya aku heran, kau tak tampak asing.
Oke.
Atas nama gurumu...
akan kuberikan apa yang kau mau.
Yang Mulia...
sebagai saudara yang baik Pangeran U Thong...
andai dia tak bisa memecahkan teka-tekinya...
kita akan menghukumnya bersama-sama.
Baik. Seraya orang-orang sudah memutuskannya...
kuberi kau kesempatan.
Begitu sang Putri berikan teka-tekinya...
pengatur waktu api akan dimulai.
Jika kau pecahkan teka-teki itu...
kembang api akan dinyalakan sebagai pesan.
Jika kau gagal menjawabnya tepat waktu...
kau akan digiring ke tempat eksekusi.
Kau sudah jadi Pengawal Kerajaan.
Kulakukan...
sesuai janjiku.
Harusnya kau tidak datang.
Aku harus datang.
Belum terlambat untuk mundur.
Aku akan bicara dengan Ayah... / Tidak!
Aku tak mau melihatmu jadi gila.
Ini kesempatan terakhirku...
kesempatan terakhirmu.
Mata Biru.
Doakan aku.
Dari semua hal di dunia ini...
apa yang lahir...
dari kegelapan...
dan mati saat fajar?
Nak, ikut aku.
Siapa kau?
Kemana kau membawaku?
Rajaku...
kau terluka!
Bawalah Calaf pergi, cepat!
Kami bisa tahan mereka di sini lebih lama.
Tidak, kami tak mau!
Kita sudah menjaganya selama ini.
Pasang sekarang!
Tidak!
Jika kupakai, kita akan dikutuk.
Kita tak punya pilihan lain.
Kumohon.
Semoga Tuhan mengampuniku.
Calaf!
Kenakan!
Ini kesempatan terakhir kita.
Tidak.
Ibu!
SITUS SLOT ONLINE MODAL RECEH PERTAMA DI INDONESIA DEPOSITNYA CUMA 5.000
Dengan bonus SPEKTAKULER Daftar sekarang di recehoki.net
Daftar sekarang di recehoki.net Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah!
Pergi!
Jangan halangi aku! Aku tak bisa melihatnya!
Sudah waktunya.
Kau bisa jawab?
Pria ini gagal jawab teka-tekinya.
Aku melihat mereka.
Kayaknya aku pernah ke sana sebelumnya.
Bersiaplah untuk eksekusi.
Ayah!
Ayah, bantu Mata Biru!
Ayah!
Kumohon!
Dari semua hal di dunia ini...
apa yang lahir...
dari kegelapan
dan mati saat fajar?
Nak...
Kau harus pergi dengan gurumu!
Ibu, aku tak mau pergi!
Ya!
Ibu, aku tak mau pergi!
Ya, kau harus hidup!
Kau satu-satunya harapan kami!
Kau satu-satunya harapan kami!
Harapan.
Itu harapan.
Aku tahu.
Jawaban dari teka-teki itu adalah harapan.
Jawabannya harapan!
Jawabannya harapan!
Dia bilang jawabannya harapan!
Harapan, jawabannya harapan!
Sudah waktunya!
Jawaban dari teka-teki itu adalah harapan!
Jawabannya harapan!
Harapan!
Ayah!
Mata Biru!
Dia pecahkan teka-tekinya!
Minggir! Minggir!
Beri jalan!
Tolong minggir!
Beri jalan Mata Biru...
Tidak, beri jalan untuk pahlawan hebat kita!
Liu'er...
Setelah pahlawan hebat kita memecahkan teka-tekinya...
dan menikahi Putri Turandot....
menjadi menantu Khan.
Otomatis kau jadi anggota Kerajaan juga.
Jangan lupakan kami.
Minggir.
Aku telah berdoa ke Surga bertahun-tahun.
Akhirnya terjawab.
Orang itu jenius.
Tapi latar belakangnya aneh.
Masa bodoh asal kehidupan dari orang-orang hebat.
Tapi asal usulnya tak diketahui.
Justru lebih bagus.
Aku akan menjadikanya salah satu penguasa...
dari semua penguasa lainnya.
Bagaimana menurutmu?
Yang Mulia...
kau benar sekali.
Aku mohon pamit.
Jenderal.
Ingat, besok...
mau anak itu pecahkan teka-tekinya atau tidak,
jangan ada lagi kembang api.
Guru?
Belum tidur?
Kau tahu jalan di belakang bukit?
Jalan keluar dari kota ini?
Pergilah.
Guru?
Aku tak mau melihatmu dipenggal besok.
Mungkin nasibku tidak seburuk itu.
Pertama kali kulihat gelang itu...
serasa aneh...
kayaknya aku mengenal mereka.
Diamlah!
Meskipun kau bisa jawab ketiga teka-teki itu...
kau tidak bisa menikahinya!
Kenapa tidak?
Kau tahu siapa dirimu?
Siapa aku?
Kau...
Oke.
Ayo kita semuanya pergi...
Liu'er juga.
Kita tinggalkan Kota Besar.
Tidak.
Aku mau menyelamatkannya.
Walaupun aku akan mati...
aku akan tetap menyelamatkannya.
Karena wanita cantik itu.
Para pria gelisah karenanya.
Wanita dan pria mati bersama...
seketika berubah menjadi es yang tidak bisa dihancurkan.
Pergi!
Ayo!
Pergi!
Tidak!
Tidak!
Nak, pergilah dengan gurumu!
Ibu, aku tak mau pergi!
Kau harus hidup!
Kau satu-satunya harapan kami!
Pergi!
Ibu, aku tak mau pergi!
Pergi!
Michel, ini aku.
Si mata berwarna...
Kau diperintahkan mati...
dengan seribu sayatan.
Mata Biru!
Luka pertama...
untuk menghormati Surga.
Karena wanita cantik itu.
Mata Biru!
Para pria gelisah karenanya.
Luka kedua...
untuk menghormati Bumi.
Wanita dan pria mati bersama...
seketika berubah menjadi es yang tak bisa dihancurkan.
Darah.
Ayah!
Jawabannya darah!
Jawabannya darah.
Cepat, kembang api!
Oke.
Jawabannya salah. Teruskan!
Luka ketiga ini untuk menghormati Leluhur.
Kau tusuk langsung jantungnya.
Cepat! /Tunggu!
Hari ini hujan.
Mungkin kembang apinya rusak.
Kutahu kau akan datang.
Kakak.
Sudah lama aku menunggumu.
Liu'er, pergilah!
Aku tak mau pergi!
Hati-hati!
Ayah,
cepat selamatkan Mata Biru!
Semuanya berhenti!
Kalau tidak, akan kubunuh dia lebih dulu.
Lepaskan dia.
Kemarilah!
Mata Biru!
Dia menjawabnya dengan benar.
Sudah merasa baikan?
Mata Biru...
minum obatnya.
Nama asliku Calaf,
kan?
Orang tuaku Raja dan Ratu...
bukan?
Mereka semuanya mati...
kau menyelamatkanku...
bukan?
Guru?
Akhirnya kau ingat.
Bagaimana latar belakang anak itu?
Dia sendiri juga bingung.
Jangan anggap enteng.
Kau tak lihat...
masyarakat berpihak padanya hari ini?
Jangan khawatir.
Serahkan dia padaku.
Juga Jenderal...
sudah kudapatkan apa yang kau mau.
Sudah lama sekali.
Kenapa ayah belum datang?
Oh tidak!
Ada orang mengejar kita!
Cepat!
Oh tidak!
Mundur!
Pergi!
Mata Biru!
Mata Biru!
Jangan bergerak.
Lepaskan!
Jangan sakiti dia.
Minggir.
Mata Biru...
kau mau kemana?
Bukan urusanmu.
Kau mengkhianati sumpahmu sendiri.
Sumpah untuk teman.
Kita bukan teman.
Lalu kenapa kau mau jawab teka-teki itu?
Itu yang paling kusesali darinya.
Yang Mulia...
tidak ada kata-kata lagi.
Kau boleh serang lebih dulu.
Baik.
Jika kau mengalahkanku...
aku akan membiarkanmu pergi.
Mati atau hidup...
kau tak bisa menghalangiku.
Itu bisa memberimu kebebasan...
sama halnya itu bisa memperbudakmu.
Kau suka es...
dan kau akan kedinginan sebagai balasannya.
Katakan...
jawaban teka-tekinya!
Aku tak mau menyakitimu.
Aku butuh jawabannya.
Bantu aku!
Maafkan aku.
Aku tak bisa melakukannya.
Itu kutukan yang diberikan Surga padamu.
Seorang wanita yang lebih dingin dari es itu sendiri...
Tu-ran-dot.
Tu-ran-dot.
Putri!
Putri!
Putri, gimana keadaanmu?
Sejenis bunga kecil.
Juga berwarna biru.
Namanya Jangan-Lupakan-Aku.
Bunga biru!
"Jangan-Lupakan-Aku".
Luar biasa!
Luar biasa!
Luka parah ada di dada kirinya.
Jadi dia bukan dari dunia ini?
Yang Mulia...
untungnya...
organ pria ini terbalik.
Jantungnya di sebelah kanan.
Makanya...
hidupnya aman, meski banyak kehilangan darah.
Sudah kuobati dengan obat Kerajaan.
Dia akan segera sembuh dan sekuat banteng.
Ayah, Khan Agungku.
Berdirilah!
Ayah...
apa dia sudah baikan?
Ah ya.
Tentu saja.
Jauh lebih baik sewaktu kau di sini.
Sedang apa kalian di sini?
Ikuti aku.
Kita jalan-jalan!
Ikuti aku.
Liu'er...
kemarilah...
ikutlah dengan kami.
Cepat!
Bunga-bunga di tamanku bermekaran.
Mata Biru...
Matamu sebiru langit.
Kau tak apa? Mata biru.
Mata Biru?
Kau pikir aku tak punya nama?
Nama? Bukankah kau dipanggil si Mata Biru?
Nama asliku.
Bukankah itu nama pemberian orang tuamu?
Bukan.
Oh...
Begitu pentingkah?
Ayahku telah mengeluarkan perintah kerajaan...
mengampuni kesalahan kecil untuk rakyatnya.
Dia bebaskan pajak...
serta upeti.
Kekaisaran dan Kerajaan Lamphu telah memutuskan gencatan senjata.
Seluruh pengadilan dan negara berhutang ini padamu.
Itu tidak ada hubungannya denganku.
Karena sudah kujawab tiga teka-tekimu...
maka jawablah salah satu teka-tekiku.
Siapa namaku?
Siapa aku?
Biar adil.
Tapi besok ulang tahunku yang ke-18.
Ayah mengadakan upacara pertunangan untuk kita.
Jadi sebelum itu...
kau harus tahu...
siapa yang akan kau nikahi.
Aku janji padamu.
Dan jika kau gagal?
Pernikahannya batal.
Aku takkan melukaimu.
Apa?!
Dia kembalikan segel emas dan buku yang kuberikan?
Dan dia bilang...
jika sang Putri tak tahu nama aslinya, dia tak mau...
jadi suaminya.
Dia juga tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya.
Ini bukanlah sesuatu...
terserah saja dia!
Pergi!
Sekarang!
Pasang pengumuman dengan hadiah belimpah.
Paling lambat besok...
cari tahu siapa dia!
Menggabungkan tiga menjadi satu...
akan memghasilkan kekuatan sihir yang tak terkalahkan.
Selain darah pemilik gelang ini,
kau tak terkalahkan...
Jenderal...
Kau telah berhasil!
Kita akhirnya berhasil!
Dan kau tahu banyak hal.
Imbalannya 10ribu!
Mata Biru!
Mata Biru!
Aku bukan si Mata Biru.
Aku punya nama.
Aku Cala...
Dengarkan! Fokuslah!
Aku adikmu Liu'er.
Kau adalah saudaraku, Mata Biru.
Kau memang adikku Liu'er.
Cepat!
Ikut aku. Ayo pergi!
Kemana?
Tempat di mana tak ada yang peduli dengan namamu.
Kenapa?
Mereka pasti peduli dengan namaku...
jadi...
mereka tahu akan berbuat jahat.
Jika mereka tahu siapa dirimu, mereka akan membunuhmu.
Tidak.
Aku menyelamatkannya dari kutukan.
Kuyakin dia takkan menukar cinta dengan kebencian.
Hatimu susah melepasnya?
Tidak, aku tidak bisa.
Tapi entah kenapa.
Kau sangat mencintai Putri?
Ini bukan soal cinta.
Ini soal kebencian.
Awalnya kita sudah salah.
Kenapa kau nangis?
Liu'er...
Jangan nangis.
Aku suka melihatmu tersenyum.
Kau bodoh sekali.
Ini bukan salahmu.
Ini salahku.
Tapi aku rela disalahkan.
Kau tak mengerti sama sekali.
Aku mengerti.
Kutahu apa yang kau pikirkan.
Tapi aku..
maafkan aku.
Jangan minta maaf.
Aku juga tahu apa yang kau pikirkan!
Aku pergi dulu.
Tunggu di sini.
Sekarang kau ada di pintu, masuklah.
Maaf mengganggumu, kakak.
Tapi aku harus menemuimu.
Ini benar-benar hari yang sibuk.
Kurasa kau sudah lama mau datang.
Ketika seseorang melanggar hukum...
aku tak bisa membuat pengecualian apapun...
meskipun guru dan riwayat kita sama.
Guru tak menganggapmu muridnya...
karena kekejaman dan kegilaanmu.
Kita...
tak punya riwayat yang dibanggakan.
Dari mana asal...
si Mata Biru itu?
Bukan urusanmu.
Jadi kau mau bepergian jauh.
Sayangnya...
kau tidak bisa pergi!
Kau telah mencapai yang tak terkalahkan!
Cuma begitu-begitu saja.
Yang Mulia, Liu'er ada di sini.
Liu'er?
Aku harus....
bicara denganmu...
saol Mata Biru.
Ah...
Tolong aku!
Aku sudah lama menunggu.
Bawa dia pergi.
Berhenti!
Sekarang Yang Mulia...
kekuatan Tiga Gelangmu telah hilang.
Kau punya apa lagi mau menyelamatkan calon suamimu?
Lepaskan dia!
Tak bisa.
Orang ini membenci kita karena sudah menghancurkan negaranya.
Lepaskan dia!
Aku takut ayahmu tak bakalan setuju.
Itu benar.
Ini bukti yang baru saja kutemukan...
lambang keluarga Kerajaan Malvian.
Aku akan bicara dengan ayahku.
Orang ini sudah menolongku
Kebencian apapun yang kita miliki akan diselesaikan.
Tidak.
Kau sudah membunuh orang tuaku.
Kebencian ini tidak bisa diselesaikan.
Kau dengar itu?
Dia sama sekali tak mau menerima bantuanmu.
Apa yang baru saja dia bilang...
aku bisa mengeksekusinya sekarang...
lalu melaporkannya ke Khan.
Tunggu!
Selama kau tak membunuhnya...
akan kuterima persyaratan apapun darimu.
Persyaratan?
Syaratnya menikahlah dengan Jenderal kami...
karena Yang Mulia tak lagi...
bisa menikahkan si Mata Berwarna ini.
Acara pertunangan akan dilaksanakan besok.
Ini sebuah kejutan tak terduga bagi Khan Agung.
Selama...
Yang Mulia berjanji bersedia menikah besok...
di hadapan Khan dan semua rakyat kita.
Akan kulaporkan ke Khan...
dan melepaskan si Mata Berwarna ini.
Turandot...
jangan menikah dengan bajingan ini.
Yang Mulia, kau sudah buat keputusan?
Jika kau berani menyakitinya...
Akan kuawasi dia malam ini.
Ini yang terbaik untuk Yang Mulia...
agar tidak menipu.
Hei, bantu aku.
Unta Kurus.
Liu'er.
Semua barangnya sudah tiba.
Ada berita?
Ahli kembang api bilang...
bubuk mesiu ini...
atas perintah Jenderal Boyan...
dan sedang menuju ke Istana Kerajaan.
Ikuti mereka.
Ayo pergi.
Ayo! Ayo cepat!
Ayo cepat!
Mata-Warna,
Aku...
sudah siapkan banyak sekali hidangan...
untuk perjamuan ini...
cuma mau memberi selamat padamu dan Putri....
atas pertunangan ini.
Tapi...
kau adalah pewaris musuhku.
Karena...
sudah menyelamatkan Putri,
kau akan dibebaskan.
Kau dan aku akan berperang.
Sejak aku jatuh ke tanganmu...
aku membunuh atau melukai...
sesuai permintaanmu!
Lancang!
Khan sudah bermurah hati padamu.
Beraninya kau tak berterima kasih?
Jika kau mau mati...
aku bisa bantu menyiksamu.
Jika kau memang musuhku...
kenapa kau menyelamatkan putriku?
Itu akal bulusnya si Mata Warna...
agar Yang Mulia percaya...
dan bisa membalas dendam.
Satu pencuri memanggil pencuri lain!
Kaulah yang memimpin pasukan ke Malvia...
menindas yang lemah, memulai perang yang tak diumumkan...
dan menanam benih-benih kebencian.
Malvia dibakar habis...
karena membunuh utusan kita.
Cuma itu penjelasanmu.
Untungnya kami punya lebih dari satu orang disana.
Pendeta...
siapa yang melukaimu?
Ini dilakukan oleh Jenderal Boyan.
Yang Mulia...
setahuku...
pembantaian Malvia...
karena kekejaman Boyan yang sama sekali tak bernurani.
Saudara!
Kalian siap?
Kami siap!
Lalu tunggu apa lagi?
Maju!
Tunggu!
Jenderal...
Khan perintahkan kita...
agar berbuat adil sebelum menggunakan kekerasan.
Jika persahabatan bisa terjalin...
maka tak perlu diperangi.
Bagaimana dengan kesenangan kita?
Kita sudah lakukan perjalaan cukup lama.
Sudah waktunya bersantai.
Benarkan, kawan?
Ya.
Jenderal benar!
Ini jelas melawan...
perintah Khan.
Karena kau bilang begitu...
dengan ini kunyatakan kau utusan resmi dari Kekaisaran...
untuk diskusikan persahabatan dengan Kerajaan Malvia.
Pergilah!
Kerajaan Malvia...
telah melanggar aturan perang...
membantai begitu saja utusan Kekaisaran...
dan melakukan pengkhianatan berat.
Mereka harus dihukum!
Boyan...
apa perkataan pendeta benar?
Memang benar.
Emang kenapa?
Bajingan!
Seluruh Kekaisaran...
dibangun dengan nyawa dan darah rakyat kita.
Bagaimana jika kubunuh 2 atau 3 orang?
Boyan...
kau memberontak?
Andaikan ayahku tak terbunuh dalam perang...
tahta Khan tak bakalan...
jatuh ke tanganmu.
Ayo, prajuritku!
Ayo!
Mata Biru, tangkap!
Kau siap seperti yang diharapkan!
Karena ini adalah perayaan....
sudah kusiapkan hadiah besar untuk kalian.
Bom! Lari!
Jangan panik.
Ayo kita rayakan!
Akan kuledakkan kalian semua sampai ke Surga Barat.
Kembang api ternyata sangat indah.
Akan kubuatkan kembang api yang lebih indah.
Mana peledaknya?
Mungkin diganti oleh mereka?!
Dasar tak berguna!
Boyan pengkhianat...
menipu dan kurang ajar...
angkat tanganmu dan menyerah!
Aku sudah buta selama ini!
Ayah, hati-hati!
Dia sudah tak terkalahkan.
Pisau ini terbuat dari batu meteorit...
yang dibuat untuk membunuh para pengkhianat.
Aku tidak yakin...
aku tidak bisa membunuhnya.
Ini sebuah kehormatan.
Biarkan Surga memutuskan hidupku.
Jika kau tidak bisa membunuhku...
tahta ini...
dan Putri Turandot...
Semuanya akan menjadi milikku.
Bagaimana menurutmu?
Kau sudah tua.
Ayah!
Yang Mulia!
Sekarang kau akan mati.
Cepat!
Ikuti aku.
Tipuan kecil.
Awas!
Di sini.
Dan di sini.
Di sini.
Cepat.
Pergi!
Semuanya sudah berakhir.
Belum.
Kita baru saja mulai.
Pergi.
Hari ini...
tak satu pun dari kalian bisa lolos
Turandot!
Darah!
Harapan!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Maafkan aku.
Calaf...
Tidak.
Aku lebih suka kau memanggilku Mata Biru.
Rahasia kembang api...
adalah mahar Putri.
Aku sudah menjahitnya di sebuah jubah.
Bawalah sepanjang perjalananmu...
dan biar...
menemanimu untukku.
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Turandot!
Menolak undangan baik Khan untuk tinggal...
Calaf menempuh jalannya sendirian.
Mengginjakkan kakinya kembali ke Malvia.
Dunia Barat belajar cara membuat kembang api yang indah...
saat mereka bernyanyi dan memuji kedamaian dan kemakmuran...
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.