All language subtitles for The.Mentalist.S01E20.Red.Sauce.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Seseorang yang memakai ketajaman mental,"

"hipnosis, dan/atau sugesti."

"Ahli memanipulasi pikiran dan perilaku."

Tiup lilinnya dan buat permohonan.

Baiklah.

Begitu saja?

- Sudah. - Baiklah.

Ini hadiahnya.

- Baiklah. - Apa ini vas?

Tunggu. Jane mau menebaknya.

- Jawablah, Jane. - Alas yoga?

Tepat.

Kami bicara soal kelas Ashtanga itu.

- Kupikir... - Bagus. Terima kasih.

- Sama-sama. - Taruhan 10 dolar,

kau tak bisa menebak ini.

- Setuju. 10 dolar. - Selamat ulang tahun.

- Tutup matamu. - Baik.

- Jangan curang. - Tak boleh curang.

Baik.

- Siap? - Jawablah, Jane.

Baik, Rigsby, kadomu voucer perawatan spa.

- Benar lagi. - Dapat. 10 dolar-nya?

Ya. Aku hutang dulu.

Baik. Coba tebak punyaku.

Cho.

Manis sekali. Terima kasih.

- Kau bisa. - Baiklah.

- Baik. Tebaklah. - Itu adalah...

botol anggur ukuran sedang.

Bukan. Sampanye.

- Ya. - Itu dia.

Pemberian orang?

Itu minuman yang enak, tapi aku tak minum.

- Ayo makan kuenya. - Baik.

Bagaimana dengan hadiahmu?

Sedang dalam perjalanan.

Sudah biasa.

Kau mengira aku akan lupa memberimu hadiah ulang tahun?

Van Pelt.

- Kadonya sebentar lagi sampai. - Ya, benar.

Kau marah karena Ayah tak membelikanmu kuda poni?

Bos, ada panggilan.

Dia ditemukan oleh sepasang pendaki tadi pagi.

Tampaknya dia sudah ada di sini selama dua hari.

Tertembak di dahi dan tak ada kartu identitas.

Kami hanya menemukan ini padanya.

Selang sedotan dan...

Entahlah. Apa ini medali keagamaan?

- Atau jimat keberuntungan? - Jika benar, itu tak berguna.

Korban bekerja di tempat gim, di kota besar di utara dari sini.

Bagaimana kau tahu?

- Pekan lalu terjadi badai, 'kan? - Ya, hujannya deras.

Ada salju setebal 10 cm di gunung.

Jika sungai meluap, tempat ini pasti terbenam air.

Jadi korban dibawa ke sini dari hulu...

dan tersangkut di pohon.

Baik, lalu soal tempat gimnya?

Ini koin yang digunakan untuk gim video.

Lalu ini adalah manset khas Peru.

Mereka memberinya sebagai hadiah murahan.

Korban terlalu tua untuk bermain di tempat gim...

kecuali dia kekanak-kanakan.

Sepertinya tidak.

Dia pasti pernah bekerja di gim.

Kita cari tempatnya dan dapat informasi.

- Kota apa yang ada di hulu? - Sierra Vista.

Baiklah, ini hanya dugaan.

Kami selesai. Kau bisa mengurusnya.

Apa aku melihat sedikit rasa kesal dalam sikapmu?

Tidak.

Aku berjanji, Lisbon, kadoku dalam perjalanan.

Dengar, aku tidak kesal, dan aku tak peduli dengan kadomu.

- Dia masih kesal padaku, 'kan? - Aku tak mau tahu soal itu.

Hanya ini tempat gim di kota ini.

Hanya beberapa km dari sungai.

Bensin, keju, perdu berduri. Bagus, ini tempatnya.

Ya, mari lihat.

Hei, kau punya satu dolar?

Aku akan mengembalikannya.

Dapat.

Baiklah, kau benar.

Ini untukmu. Bersenang-senanglah.

Ini Ed Didrikson.

Sudah sekitar dua tahun dia bekerja padaku.

- Baik. - Apa yang terjadi?

Seseorang membunuhnya.

- Kau tahu kenapa ini terjadi? - Tidak, dia pria yang tertutup.

Sama sekali tak bermasalah.

Tipe pria beristri yang jujur dan baik.

- Nama istrinya? - Aku tak ingat.

- Semacam Karen atau Carol. - Apa jabatan Ed di sini?

Manajer sif. Dia mengurus laci uang dan anak-anak.

Dia bekerja dengan baik. Itu jabatan yang berat.

- Belakangan ini uangmu hilang? - Tidak ada, percayalah.

Kenapa kami harus mempercayaimu?

Itu hanya ungkapan. Seperti, "Kau tahu?."

- Apa yang aku tahu? - Kau tak tahu apa-apa.

- Itu hanya basa-basi. - Itu gaya bahasa?

Jadi, aku tak harus percaya kau?

Ya. Tidak, kau harus percaya.

Kapan kali terakhir kau melihat Didrikson?

Jumat malam, setelah dia kerja. Esoknya, dia tak muncul.

Aku menelepon rumahnya. Awalnya tak ada jawaban.

Esoknya, istrinya menerima teleponku.

Katanya Ed sedang mengurus masalah darurat keluarga.

- Dia tak tahu kapan Ed kembali. - Darurat?

- Itu yang dikatakan istrinya. - Bagaiaman nada bicaranya?

- Terdengar tenang atau cemas? - Kurasa dia cemas.

- Kami butuh alamat rumahnya. - Tentu.

- Sekarang jika bisa. - Baik.

- Pria yang sulit dipercaya. - Ya.

Kau dan Rigsby bicaralah dengan anak-anak itu.

Cari tahu apa dia jujur.

Cho, Van Pelt dan aku akan bicara dengan istrinya.

Baik, sampai nanti.

- Dah. - Dah.

Aku benci menginterogasi remaja. Mereka selalu mengesalkan.

- Kau butuh cinta di hatimu. - Itu masalahku?

- Ya. Ikuti aku. - Bagus.

Lumayan.

Mau lihat cara main yang benar?

Kau polisi atau penggila seks?

- Kau lihat? - Dia polisi, aku hanya warga.

Kami tak punya informasi apa pun.

Ya, polisi sialan!

Bahkan untuk penjahat kerdil sepertimu,

itu tetap tidak sopan.

Semua peradaban modern pasti punya satuan polisi.

Kau sama saja bilang, "Transportasi umum sialan!"

Terima kasih.

Apa yang kau temukan?

Petugas pajak bilang pemiliknya adalah Ed dan Jenny Didrikson.

Mereka pindah dari Texas dua tahun lalu.

Belum punya anak, tak ada catatan kriminal,

tak ada info penting.

Hal yang aneh hanyalah mereka membeli rumah itu...

secara tunai, tanpa hipotek.

Itu gila. Bagaimana kau melakukannya?

Berfokuslah.

Perhatikan saat aku membuat mesin ini menuruti perintahku.

Lakukan sesuai yang kuperintahkan.

Kau, ambil alih.

Kau, ikut denganku.

- Duduklah. - Baik.

Ceritakan yang kau tahu tentang Ed Didrikson.

Eddie yang bekerja di sini?

Ed pria baik. Dia suka mentraktir temannya.

Mentraktir apa?

- Ganja. Itu milik Tiny. - Tiny?

Dia pengendara motor, anggota geng X's.

Mereka sama-sama menjual ganja,

tapi dia tak suka mengganggu orang seperti Tiny.

Kau bisa pinjam uang dari Ed. Bunganya besar, tapi tak apa.

- Ed menyebutnya "bunga"? - Ya. Aku salah sebut? "Bunga"?

- Entahlah. Apa dia salah? - Tidak, itu benar.

Ya, itu benar.

Ada lagi yang bisa kau katakan?

Ed selalu bicara soal menghargai.

Dia tak akan menolerir hinaan.

Suatu hari, Ritchie meledeknya.

Lalu Eddie mematahkan jari Ritchie.

Kau bisa mendengar suara tulangnya.

Ritchie di lantai, berteriak,

dan dia memandangnya dengan dingin.

Itu karena dia memaki Ed dengan bahasa Prancis dan pergi.

- Dalam bahasa Prancis? - Entah,

- yang jelas bahasa asing. - Menarik.

Kau tahu kalau Ed sudah mati?

- Eddie? - Ya.

Tidak, apa yang terjadi?

Terima kasih atas bantuanmu.

Kau bisa pergi sekarang.

Pintu belakang juga terkunci, sepertinya pakai gembok.

Ada yang mengawasi kita dari jendela lantai dua.

Jenny Didrikson? CBI, polisi.

Izinkan kami masuk. Kami ingin bicara denganmu.

Kita tak punya waktu menunggu surat izin geledah.

Tapi kita punya alasan untuk yakin...

nyawa seseorang sedang terancam.

Nyonya Didrikson?

Pergi dari rumahku sekarang atau kutembak!

Nyonya Didrikson, aku akan menunjukkan lencanaku.

Polisi sedang menuju ke sini. Sebaiknya kalian pergi.

Nyonya Didrikson, kami Biro Penyelidikan California.

- Turunkan senjatamu! - Aku tak peduli!

Pergi dari sini atau kalian kutembak!

Ini ponselku. Aku akan menelpon 911.

Kami akan memanggil polisi berseragam ke sini...

dan mereka akan menjelaskan semuanya.

Sementara, tenangkan dirimu.

Persetan!

Aku akan hitung sampai 10 dan mulai menembak.

Satu, dua...

- Lisbon. - Jane, jangan telepon sekarang.

Tiga!

Kurasa aku dapat petunjuk.

- Empat. - Situasi di sini gawat.

Lima.

Kurasa Ed bekerja pada mafia dan pergi ke perlindungan saksi.

Itu sebabnya dia di sini.

Delapan!

Diam. Jangan bergerak!

Jatuhkan senjata kalian, berbaring,

letakkan tangan di kepala!

Siapa kalian?

Kami Biro Penyelidikan California.

Aku agen Lisbon, mereka agen Cho dan Van Pelt.

- Kami Marshal AS. - Kami bisa melihatnya.

Baiklah, turunkan senjata kita.

Jenny? Jenny, ini kami.

Sayang, letakkan senjatamu. Tak apa-apa. Bagus.

Maaf, Para Agen. Kami tak bermaksud...

menakuti kalian. Kami dapat panggilan dan ke sini.

Tak apa, kami tak takut.

Jangan tersinggung.

Turunlah, Jenny. Tak apa-apa.

Baik, kenapa kalian di sini? Ed berulah apa lagi?

Dia meninggal.

Dahinya ditembak.

Kami menemukan mayatnya 80 km dekat sungai.

- Sial. - Aku tahu ini akan terjadi.

Kalian tak sadar dia hilang? Dia dalam perlindungan kalian.

Tidak. Jenny bilang dia hilang tiga hari lalu.

Dulu Ed pernah begini. Jadi, kami pikir dia hanya mabuk.

Bedebah. Sudah kubilang mereka akan membunuhnya.

Sudah kubilang, Berengsek!

Berengsek!

Apa yang kulewatkan?

Sampai dua tahun lalu,

Ed Didrikson adalah Eddie Russo dari Philadelphia.

Dia pernah bekerja untuk keluarga Battaglia.

Dia juga seorang rentenir.

Lalu dia tertangkap memiliki 10 kg kokain...

dan FBI melindunginya.

Dia memberi kesaksian melawan Santino Battalgia

dan keluarganya.

Dua anaknya ditahan seumur hidup, tapi ayahnya tidak.

Russo dan istrinya pindah ke sini dalam pengawasan kami...

dalam program relokasi saksi.

Menurutmu apa yang terjadi di sini?

Apa yang salah?

Cerita lama, kurasa mereka tak bisa menolak...

berhubungan dengan teman masa lalunya.

Teman itu membocorkan rahasia

lalu rahasia itu sampai pada Santino Battaglia.

- Hal seperti itu biasa terjadi. - Kami sering mengingatkan Ed.

"Kehidupan lamamu tamat. Selesai. Lupakan."

Tapi dia tak mau mendengarkan.

- Jadi, kalian melindungi saksi? - Benar.

Artinya kalian seharusnya melindungi warga?

Kami bukan pengawal pribadi, Agen, tak menunggui orang.

Aku konsultan. Dia yang agen. Aku konsultan.

- Agen. - Tadi kau bilang apa?

Konsultan. Baik.

Kami bertemu dengan klien kami sepekan sekali.

Jadwal terakhir kami bertemu Ed...

adalah sehari sebelum dia menghilang.

Saat Jenny bilang dia hilang, kalian hanya diam?

Kami harus bagaimana? Memberi tahu media?

Kami mencarinya. Seperti kubilang,

Ini bukan kali pertama Eddie menghilang.

Ini bukan salah kami.

Kau tahu juga Eddie menjual narkoba?

- Tidak mungkin. - Ya.

Dia menjual mariyuana dan pil kepada anak-anak.

Kau tahu dari mana?

Anak yang bermain di tempat Eddie bekerja.

Katanya dia bersaing dengan pengendara motor...

yang bernama Tiny.

Kalian pasti sibuk sekali.

Biar kuperjelas.

Kalian tak tahu tindakan kriminal apa pun...

yang melibatkan korban?

Dia mantan mafia. Mustahil dia langsung berubah.

- Jadi, kalian tidak tahu? - Ada masa adaptasi.

- Tidak. - Kami tak tahu.

Kami tak tahu.

Kalian mau tahu? Aku merasa perbincangan ini...

mulai terasa seperti interogasi.

Tak bermaksud kasar,

tapi kami harus segera membuat laporan.

Senang bisa bertemu kalian.

Kau lebih suka dipanggil Gina atau Jenny?

Siapa peduli? Panggil saja aku sesukamu.

Kalau begitu, Gina saja.

Kapan kali terakhir kau bertemu suamimu?

Jumat pagi kemarin.

Dia tak pulang setelah bekerja.

Sorenya dia menelepon. Katanya ada bisnis dan akan pulang telat.

Itulah kali terakhir aku mendengarnya.

Bisnis apa itu?

Entah, bisnis. Aku tak bertanya.

Kau tak bertanya atau tak mau tahu?

Aku mengerti. Dia orang jahat, kan?

Dia berbuat salah. Mungkin dia sudah memperkosa dan membunuh.

- Jadi, dia pantas dibunuh? - Gina.

Kejahatan apa yang bisa dia lakukan di sini?

- Merusak kaktus? - Kau tak suka tinggal di sini?

Kau tahu yang terburuk di sini? Makanannya.

Tak ada saus merah atau sosis yang enak.

Mereka memberi nanas di atas piza.

Kau punya dugaan siapa pelakunya?

Menurutmu siapa?

Sonny Battalgia dan anak buahnya.

Mereka pernah bersumpah akan membunuh Ed...

dan mereka sudah berhasil.

Suamiku melakukan hal yang benar, 'kan?

Dia memenuhi permintaan negara ini.

Lalu kenapa mereka tak melindungi kami...

seperti yang seharusnya?

Apa kalian pernah bicara dengan teman lama kalian?

Dari hidup kalian yang dulu?

Tidak. Kau pikir kami bodoh?

Lalu kau bicara dengan siapa?

Ya, benar. Aku tak bicara dengan siapa pun.

Hanya dengan angin.

Jadi, bagaimana bisa Battaglia menemukan kalian?

Tentu saja dari Marshal.

Seseorang membayar bajingan itu agar memberi tahu rumah kami.

Gina, lihat aku.

Siapa pun pelakunya, kami berjanji akan menangkapnya.

Baiklah.

- Apa yang kau dapat? - Dia ketakutan.

Dia keturunan Italia,

menggigit kuku, tak suka hewan peliharaan atau nanas.

Informasi yang berguna.

Cho, hubungi unit kriminal. Cari tahu soal Sonny Battalgia.

Cari tahu siapa yang berkuasa,

yang kira-kira mereka sewa untuk melakukan ini.

Kau dan Rigsby, cari Tiny. Bawa dia.

Kita tahu siapa teman gengnya?

Anak-anak bilang dia anggota geng X's.

Aku kenal seseorang di San Berdoo yang unya data kriminal.

Kita akan menemukan Tiny. Tenang saja.

Hei, kami sudah tutup.

Ada yang bernama Tiny?

- Siapa kalian? - Biro Penyelidikan California.

Hei!

Keluar atau akan aku hubungi petugas jaminan tahanan kalian!

- Kau mengenaiku. - Maaf. Kau tak apa-apa?

Ya.

- Ayo dudukkan dia. - Baik.

Kami hanya ingin menanyakan beberapa hal. Itu saja.

Aku tak suka polisi.

Ed Didrikson ditemukan tewas kemarin.

Apa yang kau tahu soal itu?

Siapa Ed Didrikson?

Kau punya bisnis dengan Ed, menjual mariyuana.

Mari apa?

Kami hanya mencari pembunuhnya. Bantu kami.

Kami tak peduli dengan bisnismu yang lain.

Eddie seorang pengkhianat dan dia pantas mati.

Tapi aku bukan pembunuhnya.

Itu hal biasa. Tak ada yang suka pengkhianat.

Dia pernah mengkhianatimu?

Beberapa pekan lalu,

kami melakukan transaksi di mobilnya.

Kami ditangkap kepolisian Sierra Vista...

dengan 4,5 kg ganja.

Aku dipenjara selama dua hari.

Aku harus ikut peradilan dan hanya aku

Eddie menghilang.

Bahkan namanya tak ada di buku sidang.

Dia tak ada di catatan penahanan.

- Jadi, apa maksudmu? - Jelas dia polisi kotor.

Atau dia informan.

Dia memiliki teman yang berpengaruh.

Dia tak peduli. Dia bedebah yang kotor dan busuk.

Tapi bukan berarti aku yang membunuhnya.

Kepolisian Sierra Vista menahan John "Tiny" Callahan...

dua pekan yang lalu karena memiliki mariyuana.

Tapi hanya dia yang dipenjara, sedangkan Eddie Didrikson tidak.

Ternyata mereka tak tahu sama sekali tentangnya.

Bagaimana dengan catatan...

tentang kendaraan tempat Tiny ditangkap?

Tidak ada kendaraan. Dia dicegat di jalan.

Berjalan kaki dengan 4,5 kg mariyuana?

Itu kata Kepala Kepolisian Sierra Vista.

Bagaimana dia mengatakannya?

Seperti menutupi dosa orang lain.

Kita harus bicara dengan marshal itu lagi.

Aku akan menghubungi mereka.

Ada info soal Sonny Battaglia?

Setelah dua putranya ditahan, Sonny Battaglia pensiun,

mewariskan usahanya pada asistennya, Joseph Angelini.

Jadi, Angelini hanya ingin mengirim selamat ke Eddie Russo.

Battaglia yang ingin Ed mati.

Dia sudah selesai di bisnis ini, memasuki berusia 70 tahun

Dia sering bermain golf di Palm Desert.

Banyak orang menganggap dia tak sungguh pensiun...

hanya berpura-pura agar namanya bersih.

- Palm Desert di California? - Tidak.

Palm Desert tidak di California?

Tidak, kau tak bisa ke sana...

dan mencoba bicara dengan Sonny Battaglia.

Kupikir maksudmu Palm Desert bukan di California.

Tapi benar di California, 'kan?

- Sial... - Pohon lagi.

Permisi.

Sonny Battaglia?

- Pergilah, Jack. - Namaku Patrick Jane.

- Boleh minta waktumu sebentar? - Untuk apa?

Bicara tentang Eddie Russo.

- Kau polisi? - Bukan.

Bagus. Kau sendirian?

Ya.

Tembak dia.

Ada tiga hal yang membuatku tidak takut.

Ya, aku takut. Tapi ada tiga hal yang membuatku tidak ngeri.

- Katakanlah. - Pertama,

kau tak akan setua ini, kaya, dan tidak dipenjara...

dengan membunuh di lapangan golf.

Sampai saat ini.

- Kau tahu apa itu konsistensi? - Kenakalan kecil di pikiran.

Benar. Emerson.

Baiklah. Alasan yang kedua.

Aku bisa membantu mengembangkan teknik golfmu.

Alasan ketiga?

Aku tahu di mana Eddie Russo.

Bagaimana agar aku bisa meningkatkan permainanku?

Sederhana. Mudah saja.

Kau harus berpikir memukul bola adalah hal kreatif.

- Kau harus lebih mengalir. - Mengalir?

Aku berubah pikiran. Tembak dia.

Apa lagu favoritmu?

Kau orang pintarnya. Coba tebak.

Entah Elvis, Sinatra, atau opera Italia.

Enrico Caruso yang menyanyikan lagu Santa Lucia.

Sempurna.

Boleh aku pinjam tongkat itu agar kita bisa memulainya?

- Tongkat? - Apa saja sebutannya.

Jangan yang besar, ambilkan yang lain.

Sebenarnya ini terlalu besar, tapi aku akan usahakan.

Mengalir.

- Terima kasih sudah datang. - Ada apa? Waktu kami sedikit.

Duduk di ruanganku. Di sana lebih tenang.

Baik.

- Kalian masih ingat agen Cho? - Apa kabar?

Aku takkan bertele-tele.

Dua pekan lalu, apa kalian melepaskan Eddie Russo...

karena kepemilikan narkoba?

Tidak.

Seseorang melakukannya dan membuat komplotannya marah.

Kenapa kami harus melakukan itu?

Mungkin kalian punya kesepakatan dengan Russo.

Dia bisa menjual narkoba atau semacamnya,

dan kalian tak peduli atau bahkan menolongnya...

selama dia masih membantu FBI.

Biar kujelaskan yang sebenarnya terjadi, Teressa.

Russo dipaksa membuat kesaksian. FBI tidak membutuhkannya lagi.

Mereka tak peduli yang terjadi kepadanya,

begitu juga kami.

Dia tertangkap, itu masalahnya.

Itu lebih sedikit pekerjaan untuk kami.

Entah polisi lokal bekerja sama dengan Eddie...

atau, dugaanku, kau salah dapat info,

seperti sikapmu yang tidak sopan dan bodoh.

Sampai jumpa.

- Sepertinya dia kotor, 'kan? - Ya.

Periksa dengan Provos data personal mereka.

Lihat jika ada sesuatu yang janggal.

Di mana Jane?

Jangan marah, kurasa dia menemui Battaglia.

Sial.

Haruskah kami ke sana untuk berjaga-jaga?

Dia melakukan itu atas keputusan sendiri.

Santa Lucia.

Santa Lucia.

Santa Luci...

Seharusnya aku menembakmu saat kau muncul.

Santa Lucia.

Kursus ini cuma membutuhkan waktu beberapa jam.

Sudah ribuan dolar aku habiskan untuk video dan pelatih golf.

Tapi si pirang ini melakukannya sambil bernyanyi.

Bagaimana itu?

Aku hanya memoles bakatmu yang sudah ada.

Ya.

Sekarang katakan, teman baruku yang aneh,

di mana Eddie Russo?

- Kau tak tahu? - Tahu apa?

- Eddie Russo sudah mati. - Jangan becanda.

Dia terbunuh beberapa hari lalu.

Dia ada di kamar mayat Sacramento dengan nama Ed Didrikson.

- Siapa pembunuhnya? - Kau tidak tahu?

- Menarik. - Siapa pelakunya?

Aku tidak tahu.

- Hari ini sangat menyenangkan. - Bagus.

Dengar, jika pelakunya ditemukan, hubungi aku.

Aku akan kirimkan bunga dan ucapan terima kasih padanya.

Tentu. Berapa nomor teleponmu?

Apa yang kau lakukan? Jangan beri dia nomor teleponmu.

Pria ini? Memang apa yang bisa dia lakukan?

Ini. Jalurnya bersih, kau bisa meneleponku.

Terima kasih.

Jika bukan kau, lalu siapa yang membunuhnya?

Siapa yang mungkin melakukannya?

Mungkin suami yang marah.

Eddie suka menggoda wanita.

- Benarkah? - Dia binatang.

Dia kompulsif.

Katakan, bagaimana dia dibunuh? Bagaimana mereka membunuhnya?

Aku bisa pastikan dia tidak menderita.

Terima kasih atas waktunya, Tn. Battaglia.

- Sampai jumpa. - Hei, tunggu.

- Aku belum selesai bicara. - Tapi aku sudah selesai.

Memangnya kau Al Pacino? Tak ada yang bersikap seperti itu padaku.

Aku bersikap begini saat ada saksi di sekitar.

Harus aku apakan orang ini? Dia gila.

Kau memang tak bisa disentuh oleh hukum.

Tapi kau hidup dengan menindas.

Kenyataannya, kau hanya orang yang kejam dan serakah.

Sialan kau, pirang!

Kau beruntung sudah membantuku mengalahkan Arnold Palmer.

Jika tidak, aku pasti membunuhmu. Persetan dengan saksi!

Kau sedang sial.

Kau bermain golf dengan Sonny Battaglia?

Ya, Sonny...

- Ya, aku main golf dengannya. - Apa yang kau dapat?

Dia tidak membunuh Russo dan anehnya, ternyata golf mudah.

Kau yakin?

Amat yakin. Itu hanya soal ritme. Siapa saja bisa melakukannya.

Ya, Sonny tidak terlibat. Kurasa begitu.

Sulit menentukannya dengan seorang sosiopat.

Tapi bukan berarti pelakunya bukan mafia yang lain.

Sonny menduga pelakunya mantan kekasih.

Kuncinya orang pembebas Eddie dari kasusnya, kurasa.

Aku yakin itu para marshal.

Berarti kita harus menuduh Kepolisian Sierra Vista...

atas pengkhianatan. Itu akan menyenangkan.

Kendaraan yang terdaftar atas nama Ed Didrikson...

baru masuk sistem.

Mobil itu diderek dari area parkir tempat gim...

Senin pagi.

Kepolisian Sierra Vista tak bisa memecahkannya.

Jika mobil Russo ada di sana, berarti ada yang menjemputnya.

Mungkin kamera pengawas tempat gim itu punya rekamannya.

- Kalian berdua, periksalah. - Baik.

Ya, periksalah. Aku akan mencari sofa.

Itu dia.

Kami ingin melihat rekaman kamera pengawasmu.

Rekaman? Aku tak punya rekaman apa-apa.

- Tapi kau punya kamera. - Tentu.

Tapi hanya lampu kecilnya saja yang berfungsi.

Lagi pula apa yang kalian cari? Di sini tak ada info apa pun.

Kami ingin tahu siapa yang menjemput Russo.

Aku bisa beri tahu kalian. Istrinya yang menjemputnya.

Aku melihatnya di area parkir.

- Istrinya? - Ya.

- Kau yakin begitu? - Tentu.

Kurasa itu dia. Dia beberapa kali menjemput Ed.

Rambut hitam, kurus, tinggi sekitar 163 cm?

Bukan. Wanita hitam cantik. Tingginya sekitar 178 cm.

Bos, kami harus bicara dengan Marshal Knox.

Hei.

Kalian pikir siapa kalian? Siapa atasan kalian?

- Aku ingin jawabannya sekarang! - Lisbon!

Akan kupastikan kau menyesal sudah mengusikku!

- Aku bukan polisi. - Halo, Marshal Exley.

Atasanku bilang kau meminta izin resmi...

...untuk menginterogasi Marshal Knox...

menyangkut kasus Russo.

- Ya. - Beritanya tersebar.

Kenapa kau ingin menghancurkannya?

Kau tahu Knox bersama Russo pada Jumat malam?

Di malam dia menghilang?

Maksudmu dia terlibat dan menjebaknya ke mafia?

- Kelihatannya begitu. - Omong kosong! Itu aneh.

- Jika begitu, aku pasti tahu. - Aku hanya bilang.

Dia rekanku, aku akan tahu jika dia tak jujur.

Kami sudah mengonfirmasi ke kepolisian Sierra Vista.

Pada malam Russo ditangkap, Knox membatalkan tuntutan...

seakan dia melakukannya atas nama Dinas Marshal.

Untuk apa dia melakukannya?

Tak ada gunanya menangkap Russo...

jika dia sudah dipenjara.

Tidak, ini pasti salah. Pasti ada penjelasannya.

Lalu kenapa dia tak bisa ditemukan...

untuk dimintai keterangan?

Aku tak tahu.

Kau tahu di mana dia sekarang?

Tidak.

Baiklah.

Nyonya?

Halo?

Dia hampir tak bernapas. Panggil bantuan.

Ini Dua Alpha 44, kami butuh medis di blok 500, Lexington.

Ada percobaan bunuh diri.

Aku paham. Terima kasih.

Dia ada di rumah sakit kota. Mereka sedang memompa perutnya.

Apa dia akan baik-baik saja?

Mereka tak tahu yang dia konsumsi atau berapa banyak.

Masih terlalu awal untuk memastikan.

Tapi tampaknya dia akan baik-baik saja.

Aku akan melihatnya.

Tunggu, kami ikut.

Tak perlu. Aku bisa menanganinya.

Aku menghargai kesedihanmu, dia rekanmu.

Tapi tolong pahami keadaannya.

Kasus ini harus kami urai dan dia masih tersangka.

- Kami harus bicara dengannya. - Aku paham, kalian punya tugas.

Aku ada ide.

- Bagaimana jika kau pelakunya? - Aku? Apa?

Tentu. Knox tak menjebak Russo dengan para mafia,

dia ke sana malam itu karena mereka berselingkuh.

- Ya, itu masuk akal. - Benar, 'kan?

Kau sudah gila

Penjahat rendahan itu di kasur dengan Christy-mu.

Jangan bilang kau tak menyukai wanita itu.

- Itu omong kosong! - Kalian lihat amarahnya?

Skandal seperti ini bisa menghancurkan karier kalian.

Aku paham, pria mana pun di posisimu...

pasti ingin membunuhnya.

- Itu cukup. - Aku tak bilang kau tahu itu.

Maksudku, jika kau pembunuhnya, kau tersangka utama kami.

Lucu. Pertahanan terbaikmu ialah keahlian dasar seorang detektif.

- Bajingan! - Tenanglah.

Maaf, itu yang ada di pikiranku. Jangan tersinggung.

Ya, benar. Jangan tersinggung.

Aku tak tersinggung.

Kau sungguh membuatnya kesal.

Cho, ikut aku ke rumah sakit. Kalian berdua, temui Gina Russo.

Tanyakan pendapatnya tentang semua ini.

- Jaga sikapmu. - Akan aku usahakan.

- Boleh aku pinjam ponselmu? - Menurutmu Exley pelakunya?

Aku tak tahu. Menurutmu?

Jika memang ada perselingkuhan, berarti dia punya motif.

Ya, jika begitu.

Dia merespon buruk ketika didesak.

Semua orang begitu.

Jika ada yang mengangkat, katakan, "Apa Mary ada?"

- Untuk apa? - Hanya bersenang-senang.

- Hai, apa Mary ada? - Maaf, Nona. Salah sambung!

- Salah sambung. Apa itu? - Persiapan.

Boleh kupinjam ponselmu?

Pegang ini.

Coba pakai kacamatanya.

Tampak bagus.

Apa kau punya sweter olahraga yang berkilau?

- Ya. Kenapa? - Minta untuk bicara dengan Mary.

Aku tak suka ini. Bisa aku bicara dengan Mary?

Tidak!

- Dia bilang apa? - "Tidak." Siapa dia?

- Teman lamaku. Mana sweternya? - Di lokerku.

Baik, ayo.

Jane.

- Ini dia. - Sebaiknya beri tahu Lisbon.

Beri tahu saja.

Kau tahu yang harus dilakukan, kan?

Tunggu sampai Gina tenang. Saat Rigsby menelepon, kau pergi.

- Apa alasanku pergi? - Bilang saja kau mau kerja.

Beri alasan samar.

Rigsby benar. Lisbon meminta kita menemui Gina Russo.

Dia minta kau jauhi masalah.

Sonny, hai, ini Patrick Jane.

Itu kau. Kau sudah tahu siapa pembunuhnya?

Belum, mungkin sebentar lagi. Lupakan soal itu.

Mary ingin tahu, apa ada yang meninggalkan pesan untuknya?

Apa kau gila? Dengar, bedebah.

Aku akan merobek kepalamu dan menempelkannya di...

Tanyakan pada Marshal kapan aku akan dipindahkan.

Itu bukan wewenang kami.

Terima kasih, aku menghargainya.

Apa yang dia lakukan?

Kau bilang tak bisa dapat makanan yang enak di sini.

Jadi, aku akan memasak untukmu.

Jika kau mau membantu, kau bisa potong ini.

Baik.

Kau punya celemek?

Tak bisa kubayangkan rasanya terjebak di sini sendirian...

dengan coyote, tumbuhan liar, dan saus merah yang tidak enak.

- Ya. - Ya.

Di sini kau sendirian.

Saat kau bilang ingin pulang,

Eddie mungkin hanya menyuruhmu mencari teman,

ikut sasana atau semacamnya, 'kan?

- Dia menyuruhku ikut yoga. - Yoga.

Karena berdiri dengan kepalamu dan mendengarkan musik...

sudah pasti jawabannya.

Ya?

Baiklah.

Aku harus pergi, ada pekerjaan.

Cepatlah kembali. Kami masih akan di sini.

Baik, dah.

- Masakanmu enak. - Lumayan.

- Bersulang. - Bersulang.

Gina, kami merasa Eddie memiliki hubungan romantis...

dengan Christy Knox dari program perlindungan saksi.

Romantis? Dengan marshal wanita itu?

Apa kau bercanda? Itu tidak mungkin.

Kenapa kau yakin sekali?

Eddie suka menggoda wanita, 'kan? Dia terkenal buaya darat.

Ya, tapi itu dulu. Dia sudah berubah.

Berubah? Sungguh?

Kau percaya seseorang bisa mengubah tabiatnya?

Ya, tentu.

- Orang bisa berubah. - Tapi Eddie tak bisa berubah.

Dulu dia orang hebat.

Kini dia bukan siapa-siapa. Tidak.

Bahkan setelah dia membawamu ke sini, entah berentah,

dia tetap sering tidak pulang.

Sama seperti dulu.

Sebelum kau bisa melanjutkan hidup, Gina,

ada yang harus kau perbaiki.

Katakan yang sebenarnya.

Aku tak akan berkata apa-apa.

Kau tahu dia berselingkuh lalu kau membunuhnya.

Terserah katamu. Tak penting. Kau harus membuktikannya.

Di mana kau membunuhnya?

Apa yang kau lakukan dengan senjata yang kau gunakan?

Kau mau kopi? Atau pencuci mulut?

Tidak, terima kasih.

Aku di sini sendiri sebab rekanku orang yang cukup keras.

Aku tak ingin mereka bingung karena hal tidak jelas.

Apa yang tidak jelas?

Aku sudah bicara dengan Sonny Battaglia.

Dia pria yang hebat. Dia tahu cara meraih keinginannya.

- Dia penjahat bengis. - Benar.

Dia juga tak bicara baik tentangmu.

Dia mengira kau yang meyakinkan Eddie...

untuk berkkhianat.

- Itu tidak benar. - Itu yang dia pikir.

Kau tahu bagaimana wajahnya saat memikirkan itu?

Keras kepala.

Dia memberiku tawaran yang sangat menarik.

- Tawaran apa? - Menurutmu apa?

Beri tahu aku.

Kau bisa membuat polisi bangga padaku...

dengan mengakui perbuatanmu...

atau kau buat Sonny Battaglia bangga padaku.

Lalu kau akan mati. Itu pilihanmu.

Mati? Kau seorang polisi.

Polisi tak pernah melanggar hukum, 'kan?

Tapi aku bukan seorang polisi.

Aku hanya seorang konsultan...

yang ingin menjadi nomor satu.

Cepat tentukan pilihanmu.

Anak buah Battaglia sedang menuju ke sini.

Aku tak percaya padamu.

Biar aku hubungi Sonny dan biarkan dia bicara sendiri.

Kau masih ingat suaranya, bukan begitu?

Bukan begitu?

- Ya? - Hei, Sonny.

- Kau lagi? - Ya, ini aku.

Ini sebaiknya hal yang ingin kudengar.

Kau ingat wanita yang kita bicarakan?

Dia ada di sini.

Dengar, kau bajingan...

Ya, tentu, aku akan berikan kepadanya.

Halo?

Kau akan mati! Kau dengar?

Aku akan memotong kepalamu dan mengunyah tulangmu!

Tak ada orang yang bermain-main denganku dan hidup.

Kau dengar?

Jadi, apa keputusanmu, Gina?

Mengaku atau mati?

- Kau tak bisa melakukan ini. - Aku sedang melakukannya.

Dia sudah tiba.

Lebih cepat dari dugaanku.

Tak ada senjata di rumah ini. Polisi sudah mengambilnya.

Kau mau dibunuh olehnya atau aku, Gina?

Baiklah.

Baik. Aku yang melakukannya Aku membunuh Eddie.

Bagus. Ceritakan selengkapnya.

Kau harus menghentikannya! Hentikan dia.

Cerita selengkapnya.

Aku mengikutinya dari tempat kerjanya...

pada Jumat malam, paham?

Aku melihat mereka pergi ke motel.

Setelahnya Knox mengantar Ed ke mobilnya. Di sana sepi.

Aku menembaknya.

Lalu aku membawa mayatnya ke jembatan dan membuangnya.

Sempurna. Terima kasih. Agen Rigsby, tangkap wanita ini.

Letakkan tanganmu di belakang.

Kau cocok memakai pakaian olahraga itu.

Knox ingin meminta maaf kepada kalian secara pribadi.

Tapi dia masih di rumah sakit.

Apa yang akan dia lakukan sekarang?

Tentu dia keluar dari Dinas Marshal.

Sementara ini dia akan beristirahat dulu.

Lalu...

Aku juga ingin meminta maaf. Aku berlebihan.

Sikapku sudah keterlaluan.

Selamat karena sudah memecahkan kasus ini.

Kemarilah. Mari berpelukan. Ayo, beri pelukan.

- Baik. - Kau pria yang baik.

Baiklah.

Baik.

Itu bukan cara biasa kami di Dinas Marshal,

tapi kurasa itu berguna.

Jaga diri kalian.

Apa yang kau pikirkan? Sulit dipercaya.

Percayalah, Lisbon. Coba lihat begini,

kita sudah menyelesaikan kasus lainnya.

Bermain-main dengan bos mafia bukan cara menyelesaikan kasus.

- Itu bodoh. - Kau hanya mencari kesalahan.

- Aku tahu alasannya. - Sungguh?

Ya, kau masih kesal soal kado ulang tahunmu, 'kan?

- Bisa kau tak mengusiknya? - Sulit dipercaya.

Kau tak punya alasan untuk kesal padaku lagi.

"Selamat Ulang Tahun"

"Selamat Ulang Tahun"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.