Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Seseorang yang menggunakan ketajaman mental,"
"hipnotis, dan/atau sugesti."
"Ahli manipulator pikiran dan perilaku."
"Pusat Kota Sacramento, California"
Jati diri bukan sesuatu yang kau cari.
Tapi sesuatu yang kauciptakan.
Makin banyak kau bertindak, makin banyak hasil kau ciptakan.
Jati diri bukan sesuatu yang kau cari.
Tapi sesuatu yang kau ciptakan.
Makin banyak kau bertindak, makin banyak hasil kau ciptakan.
Jati diri bukan sesuatu yang kau cari.
Tapi sesuatu yang kau ciptakan.
Makin banyak kau bertindak, makin banyak hasil kau ciptakan.
Jati diri bukan sesuatu yang kau cari.
Tapi sesuatu yang kau ciptakan.
- Tolong angkat tanganmu. - Baik.
Wanita berbaju merah. Tebaklah.
Dia alergi parfum.
Tebakan bagus. Dia baru saja bersin.
Dia berselingkuh. Berikutnya?
Tunggu. Berselingkuh? Kau mengada-ada.
Tidak. Jika kau perhatikan, dia memiliki sikap khusus...
Sikapku terhadap hidup menentukan perilaku hidupku.
Aku harus menjalankan tugasku dan menjalaninya dengan benar.
Berhenti. Angkat tangan!
Sepertinya aku harus berurusan dengan agen federal.
- Letakkan selimutnya. - Angkat tangan, Pak.
Itu tanda terima kasih untuk kalian.
Angkat tanganmu!
Aku membawakan hadiah dan begini aku diperlakukan?
Hadiah apa?
Aku menyeret sejauh tiga blok.
Jane...
Pupilnya melebar.
Apa kau dalam pengaruh obat-obatan, Tn...
Resnick. Carl Resnick. Aku tidak memakai obat-obatan.
- Narkoba jahat. - Nadinya sangat stabil.
Amat stabil untuk orang yang menyeret mayat tiga blok.
Biar kutangani ini, Jane. Serahkan kepadaku.
Jadi, ini hadiah? Karena itu kau membawanya ke sini?
Dia? Mereka.
Lebih dari satu?
Itu sekarung penuh. Perlu kacamata?
Sekarung penuh apa?
- Kentang. - Kentang?
Aku harus mengantarnya ke polisi. Kalian polisi, bukan?
Jelas sekali. Dia subyek sempurna.
Subyek?
Untuk menanamkan sugesti. Dia terhipnotis.
- Dia berbohong. - Benarkah?
Dititipkan mayat untuk diseret bukan kentang seperti katanya.
Bukan berbohong jika dia meyakininya.
- Baiklah. - Terima kasih.
Carl, mengapa kau mau membawa sekarung kentang ke polisi?
- Aku tidak... - Kentang untuk polisi?
Bukan donat, tapi kentang. Ada yang menyuruhmu?
- Ya. - Siapa?
- Aku tidak ingat. - Cobalah.
Aku sedang mengingatnya.
Bagaimana jika kubilang itu bukan kentang?
Tapi itu mayat gadis yang kau seret ke sini?
Selera humormu aneh.
Ini buktinya, Carl. Apa yang kau lihat?
Kentang.
- Dia gila. - Tidak. Dia terhipnotis.
Yang benar saja.
Hipnotis adalah suatu cara untuk terhubung pada imajinasi...
alih-alih dengan pikiran sadar.
Pikiran akan menerima apa pun yang imajinasi ciptakan,
meski aneh.
Hipnotisme kau gunakan untuk melawan perintah tegasku...
untuk membuat saksi berkata jujur.
Agak berbeda dari meyakinkan seseorang...
bahwa mayat gadis itu adalah sekarung sayuran.
Berbeda dalam skala.
Dia tak terlihat terhipnotis atau semacamnya.
Begitu pun Minelli saat aku menghipnosisnya
untuk berhenti merokok.
Pelaku bertindak normal kecuali di dalam sugestinya.
Sugesti Carl adalah memiliki halusinasi amat kuat...
dan untuk melupakan siapa yang melakukan ini.
Siapa pun yang menghipnosisnya, menurutku dia hebat.
Cukup hebat menghipnosis Carl untuk membunuh seorang gadis?
Tergantung dalam batinnya, jika Carl ingin membunuh.
Tapi dia dihipnosis.
Tak ada sugesti yang bisa membuatmu berbuat sesuatu...
yang menentang karakter moralmu, keinginan sejatimu.
Orang baik yang terhipnosis akan tetap menjadi orang baik.
Bukan berarti dia orang suci.
Jika Carl pembunuh,
bisa dihipnosis untuk membunuh, atau...
Atau penghipnosisnya membunuh gadis itu
dan menjebak Carl atas itu.
Rigsby.
Jadi, Carl seorang pembunuh? Apa yang kita dapat?
- Dia menjual mobil, perahu. - Dari mana kau tahu ini?
Dia amat bertata krama, agak terlalu rapi,
Pakaiannya terlalu buruk untuk dibilang homo.
Jadi, dia pedagang.
Dia menjadi hak penjual di Fulton.
- Apa dia punya catatan kriminal? - Tilang parkir saja tidak.
Dia pria baik, patuh, target sempurna untuk hipnosis.
Dia berhati lembut dan mudah dibidik.
Bisakah kau sembuhkan dia? Buat dia ingat kejadiannya?
Bisa kucoba, tapi tanpa tahu pemicunya,
akan seperti bermain Marco Polo di Samudra Atlantik.
Butuh waktu amat lama dan kau akan jenuh.
Lebih mudah menemukan penghipnosis itu
dan menanyakannya.
Aku dapat identitas korban.
Sidik jarinya sudah diarsipkan dengan komite sekolahnya.
Dia Mary Beth Hendrix, 27 tahun.
Saudarinya dalam perjalanan dari bandara saat ini.
Ya. Itu Mary Beth.
Dia...
Seseorang menembaknya?
Tembakan itu melukai kepalanya. Aku turut sedih.
Pihak forensik berkata dia tewas seketika.
Aku sulit percaya ini.
Dia baik-baik saja ketika aku pergi.
Kalian tinggal bersama?
Ya. Dua gadis desa di kota besar.
Aku tak mau ke sini,
tapi Mary Beth berkata akan menjagaku.
Aneh, bukan?
Terima kasih.
Apa tujuanmu ke San Fransisco, Lindsay?
Hanya semalam, untuk bekerja.
Aku baru mendarat ketika kau menelepon.
- Mary Beth guru SD, bukan? - Ya.
Tapi tahun lalu aku memberinya pekerjaan
di tempatku bekerja, Pusat Model Kehidupan.
Mary Beth asisten bos.
Aku pengatur acara.
Aku membantu dokter merencanakan seminar NLP...
di penjuru negeri.
- Apa itu NLP? - Program Neuro-Linguistik.
"Cara cerdik untuk mempengaruhi orang."
Tidak terdengar menarik.
Doktor Daniel mengubah hidup.
- Royston Daniel? - Ya, dia yang terbaik.
Siapa Royston Daniel?
Doktor Royston Daniel adalah
salah satu hipnoterapis ternama di negeri ini.
Mary Beth meninggal? Astaga.
- Kau mengenal Mary Beth? - Tentu.
Aku mengenalnya di Pusat Model Kehidupan.
Aku ikut kursus NLP Dr. Daniel untuk menjadi pedagang hebat.
Apa kau kenal dekat dengan Mary Beth?
Pada kelas hari Senin, aku tidak mengerti tugasnya.
Mary Beth menghabiskan waktu makan siangnya...
untuk menjelaskannya kepadaku.
Dia guru hebat. Penyabar.
Meski dengan orang sebodoh aku.
Jadi, kau ingat siapa yang menghipnosismu?
Aku tak ingat apa-apa. Maaf.
Mary Beth...
Apa yang terjadi kepadanya?
Kita harus melihat Daniel dan Pusat Model Kehidupan itu.
- Mari bawa Carl. - Untuk apa?
Di sanalah para penghipnosis itu.
Carl masih tersangka utama dalam kasus ini.
Kita tak bisa gunakan dia sebagai umpan.
Selama kita tidak kehilangan dan merusaknya, apa masalahnya?
"Raih apa pun keinginanmu dari siapa pun yang kau mau."
Pengecohan.
Ditambah tata bahasa yang payah.
Program Neuro-linguistik bukan pengecohan.
Itu ilmu tekad, bujukan, serta komunikasi lebih dalam.
- Cara memperbaiki hidupmu. - Ya, pengecohan.
Pengecohan yang bisa memperbaiki hidupmu.
Sangat filosofis. Kalian berdua tetap di sini.
"Raih apa pun keinginanmu dari siapa pun yang kau mau."
Selamat siang.
Namaku Dr. Royston Daniel dan aku akan mengajarkan...
rahasia program Neuro-linguistik.
Banyak dari kalian tak percaya kekuatan hipnosis,
Tapi aku berjanji, kalian akan percaya.
Permisi. Ini bukan saatnya. Aku...
Bangun.
Apa yang terjadi?
Doktor Daniel, apa yang terjadi?
Para hadirin, beri tepuk tangan untuk Mike atas aksinya.
Kalian sudah mengenalku. Aku Dr. Royston Daniel.
Kalian semua di sini karena menginginkan sesuatu.
Kalian menginginkan kekuatan, uang,
cinta, kalian ingin...
Aku ingin bicara empat mata denganmu.
Aku sedang sibuk saat ini.
Ini amat penting. Ini tentang perahumu.
Perahuku?
- Aku tak punya perahu. - Tidak, perahunya terbakar.
Rick, panggil keamanan. Aku tak mengerti...
- Pak? - Asistenmu, Mary Beth dibunuh.
Biro Investigasi California. Kami ingin bicara denganmu.
Aku harus permisi dulu.
Rekanku, Tn. Rick Tiegler, akan memimpin seminarnya.
Semoga kita berjumpa lagi.
Baik.
Baiklah. Bagus.
Seperti kata Dr. Daniel, hipnosis amat kuat.
Kami akan ajarkan cara mengasah kekuatan dalam diri kalian.
Mari awali dengan ketenangan dan latihan pernafasan.
Lalu kami akan ajarkan cara mengubah total kehidupan kalian.
Bagaimana? Bagaimana?
Hai, Dr. Daniel.
Carl, diakah yang menghipnosismu?
- Mari lihat matanya. - Hei.
Jane. Kau mengenal pria ini?
Wajahnya tak asing. Apa dia salah satu muridku?
- Tidak. - Rigsby, bicara ke Dr. Daniel.
Bawa Jane denganmu. Carl dan aku akan kembali ke seminar.
Dengan begitu, aku tahu dia tak akan kabur atau terluka.
- Boleh kami pakai ruanganmu? - Ya, lewat sini.
Nanti aku menyusul.
Ini mengerikan. Gadis yang malang.
Aku berfirasat dia tak akan hadir pagi ini.
Tak biasanya dia menghilang.
Apa dia terlibat masalah akhir-akhir ini?
Putus hubungan? Ada yang ingin menyakitinya?
Aku tak tahu. Mary Beth tertutup mengenai urusan pribadinya.
Dia dibawa ke kantor polisi oleh Carl Resnick.
Dia dihipnosis dan berpikir mayat itu sekarung kentang.
- Hipnosis berat. - Ini trik lama.
Kira-kira siapa pelakunya?
Sedikit orang yang berbakat untuk menghipnosis sekuat itu.
Selain kau, tentunya.
Di mana kau semalam antara tengah malam...
dan pukul 06.00?
Tunggu. Pikirmu aku membunuh Mary Beth?
- Apa betul? - Mungkin aku butuh pengacara.
Mungkin. Aku pun tidak tahu. Rigsby, apa dia butuh pengacara?
Doktor Daniel, ceritakan tentang murid-muridmu.
Orang-orang seperti apa yang mau meraih yang mereka inginkan...
dari siapa pun yang mereka mau?
Siapa yang tak mau hidupnya lebih baik?
Menggunakan hipnosis sebagai alatnya,
NLP bisa membantu semua orang
dari penderita insomnia, ibu rumah tangga,
hingga pebisnis elit, perokok, tantangan berat badan,
siapa pun yang ingin memperbaiki hidup mereka.
Juga mengendalikan hidup orang lain?
Beberapa muridku ingin menjual lebih baik...
atau membuat orang menyukai dan menghargai mereka.
Tak ada salahnya, bukan?
Maaf. Royston, aku baru dapat berkasnya...
untuk rencana seminar berikutnya di San Fransisco.
- Lindsay, kau masuk hari ini. - Aku harus menyibukkan diri.
Terima kasih.
Tapi kau tak perlu ke sini. Tidak hari ini.
Semua ini bisa menunggu. Tidak penting.
Apa?
Aku juga masih sibuk, kau bisa lihat.
Pulanglah. Berkabunglah.
Jangan khawatirkan kami. Kami bisa bertahan.
- Jaga dirimu. - Baik.
Maaf. Ini ide buruk.
Maaf.
"Jaga dirimu."
Itu usiran terlembut yang kudengar seharian ini.
Aku ingin bertanya sesuatu. Apa kalian merasakannya?
Ya!
- Kalian merasakannya? - Ya!
- Apa kalian merasakannya? - Ya!
Baiklah. Aku akan bicara empat mata dengan kalian.
Aku minta satu orang naik panggung dan membantuku.
Maukah kau naik panggung dan membantuku?
Ya!
- Sedang apa kau di sini? - Kau ingin aku berbuat apa?
Maaf, kukira kau orang lain.
- Pak? - Aku akan segera kembali.
Tuan Tiegler! Berhenti!
- Tak suka kelasnya? - Borgol.
Sepertinya aku menemukan penghipnosis misterinya.
Meraih keinginanmu dari orang yang kau inginkan.
NLP ini sepertinya berhasil.
Ayo, Sobat.
Ayo. Cepatlah.
Yang kumaksud bukan Carl. Aku tak tahu apa pun tentang dia.
Baik. Mari bicara tentang pekerjaanmu.
Agen Rigsby bertanya-tanya di tempat itu.
Semua orang berkata kau andalannya Dr. Daniel.
Aku bangga mendampingi Dr. Daniel.
Aku mahir.
Itulah makna model kehidupan.
Jika ada yang bisa mengguna-guna Carl Resnick,
itu kau.
Menurutku tidak.
Pernahkah mau mencoba ilmumu pada Mary Beth Hendrix?
Maksudku juga bukan dia.
Apa kau peminum, Rick? Kau ingin minum sekarang?
- Kau menawarkan? - Tidak.
Aku bukan pemabuk, hanya amat tertekan.
Aku mengerti. Apakah kau mabuk ketika membunuh Mary Beth?
- Aku tidak membunuhnya. - Benar.
Tapi jika sesuatu terjadi ketika kau mabuk,
artinya kemampuanmu berkurang.
Berarti kau tak bertanggung jawab seperti biasanya.
- Ya? - Ya.
- Ya, aku tahu itu. - Apa begitu kejadiannya?
- Mungkin, entahlah. - Ceritakan kejadiannya.
Kemarin aku mengajak Mary Beth berkencan.
Dia berkata tidak.
Sebenarnya, dia berkata tidak mungkin.
Jadi, semalam kau marah, pergi ke bar untuk melupakannya.
Ya, aku minum sedikit.
Tapi semua orang butuh melepas ketegangan, bukan?
Aku di sana sampai pukul 01.00 lalu aku seperti pingsan.
Lalu saat sadar,
saat itu pukul 05.00 dan aku ada di ruang tamu Mary Beth.
Aku berdiri di hadapan mayatnya dan memegang pistol.
Aku bisa mencium bau bubuk mesiunya,
tapi aku hanya berdiri di sana setenang mungkin.
Jadi, kau membunuhnya?
Ya, kurasa. Tapi seperti katamu, bukan aku yang bertanggung jawab.
Setelah kau membunuhnya, saat itu kau memutuskan...
menggunakan keahlianmu untuk menjebak Carl Resnick?
Kami rekan pada latihan hipnosis dan aku menghipnosisnya dua kali.
Setelah itu, menjadi makin mudah,
terutama dengan orang seperti Carl.
Dia sangat lemah lembut.
Apa yang menurutmu akan terjadi saat Carl
menyeret mayat gadis itu ke polisi?
Pikirmu Carl bisa lolos hidup-hidup?
- Aku... - Rick,
kami menuntutmu atas pembunuhan Mary Beth Hendrix.
- Sungguh? - Sungguh.
Aku segera ke sana.
Hai, Bos. Sudahkah Cho memeriksa rumah Tiegler?
Dia akan mendapat surat geledah.
Aku baru selesai mewawancari para murid.
- Bagaimana perkembangannya? - Dua guru lagi,
tapi sejauh ini tak ada yang tahu tentang Mary Beth atau Tiegler.
Aku sulit percaya Rick membunuh Mary Beth.
Menurutmu Dr. Daniel akan mengatur acara
guna membuat sumbangan untuk Mary Beth?
Sumbangan untuk sekolah pasti bagus.
- Dia masih di sini? - Ya.
Aku telah membantu Agen Rigsby menyusun metode sub modalitas
- pada pola bahasa para guru. - Menerjemahkan artian ganda.
"Pemikiran ulang,"
"Mengatur irama," "Sistem representasi."
Aku tak mengerti semua yang dia katakan.
- Kau sedang apa? - Apa? Tak ada.
Apa kau menirukanku?
Itu disebut pembentukan. Bentuk dirimu pada subyekmu.
Subyek? Jangan mencoba NLP ini padaku.
Tidak. Mungkin Sedikit.
- Katamu ini membangun ikatan. - Ini butuh usaha.
Aku akan kembali ke ruanganku. Temui aku jika sudah selesai.
Aku sulit percaya NLP ini berfungsi.
Kau akan percaya.
Tidak pakai nanas.
- Tidak, terima kasih. - Kau harus memakannya.
Ini tradisi. Kasusnya di tutup.
Tak ada 'mm' untuk yang satu ini.
Barusan kita menemukan pistol untuk membunuh Mary Beth
di apartemen Tiegler dengan sidik jarinya.
Ditambah, pengakuan.
Menurutmu ketidaksadaran Rick Tiegler itu aneh?
Dia mabuk. Tidak sadar. Dia membunuh seseorang.
Siapa yang belum pernah merasakannya? Aku bercanda.
Tiegler muncul saat mabuk, berdiri di hadapan mayat...
alih-alih ke pinggir kolam untuk muntah.
Itu lebih terdengar seperti terhipnosis
daripada pingsan.
Seseorang menghipnosis Tiegler untuk membunuh Mary Beth...
- dan menghipnosis Carl? - Mungkin saja.
Aku punya alasan untuk merayakan jerih payahku. Kasus ini ditutup.
Kau melihat sugesti di mana-mana, Jane?
Kau terlalu mudah terpengaruh.
- Ya, pendikte berat? - Maling teriak maling.
Agen Lisbon, aku ke sini
untuk hasil saudariku dari apartemen kami.
- Agen Rigsby akan membantumu. - Terima kasih.
Nona Hendrix, pertanyaan singkat.
Percayakah kau jika Rick Tiegler membunuh saudarimu?
- Jane. - Sebenarnya, tidak.
- Bagaimana kau tahu. - Mari ke ruanganku.
- Maaf sudah mengganggu. - Tak apa.
Pendikte berat.
Maaf mengganggu kalian.
- Apa yang kau cemaskan, Lindsay? - Ya, ini meresahkanku.
Apakah Rick memberi tahu bagaimana masuk apartemen kami?
Tidak. Katanya, dia pingsan. Kenapa?
Mary Beth, dia amat membencinya.
Sungguh membencinya. Aku tak bisa bayangkan dia...
membukakan pintu dan mengizinkannya masuk.
Dia tak mungkin membobol pintunya.
Laporan membuktikan pintu depan tidak rusak.
Aku tak mengerti.
Kami menggunakan kunci mati dan lubang intip.
Mary Beth sangat terjaga ketat sejak dia dan Royston dirampok.
Dia dan Dr. Daniel?
Ya, ketika dia membawanya ke Maui saat akhir pekan.
Beberapa bocah merampok mereka. Mengerikan.
- Dia dan Dr. Daniel berkencan? - Sekarang sudah enam bulan.
- Kukira dia memberi tahu kalian. - Ini dia.
- Boleh permisi sebentar? - Ya.
Daniel berkata Mary Beth hanya asistennya.
Dia tak tahu apa pun tentang kehidupan pribadinya.
Jadi, Daniel membohongi kita. Mengapa?
- Rasa malu, takut, privasi. - Rasa bersalah, mungkin.
Mungkin tidak, buktinya belum lengkap.
Pembela Tiegler bisa memojokkan kita.
Kita harus membawa Daniel.
Jika berjalan, kau bisa membakar kalori piza kasus-tertutup tadi.
Lucu sekali.
Masuklah dan tanyai dia
tentang hubungan saudarinya dengan Daniel.
Baiklah.
Hei, Lindsay. Katakan kepadaku kapan tepatnya Mary Beth...
mulai mengencani Dr. Daniel.
Tidak, Royston tak akan mungkin menyakiti Mary Beth.
Mustahil. Jika itu dugaanmu.
Aku sangat sibuk.
Kami akan segera membawamu kembali, Doktor.
- Sebenarnya ada apa? - Hanya beberapa pertanyaan.
Ya, pertanyaan tentang apa?
Aku tidak tahu. Bukan aku yang bertanya.
Ayolah, Agen. Beri petunjuk.
Kau terlalu cantik untuk menjadi serius.
Kutukan gadis cantik.
Kau dibilang cantik sejak usiamu 12 tahun,
Kini kau tak tahan mendengar kata idaman semua wanita.
Aku harus menjalankan tugasku. Itu saja.
Apakah kau seangkuh itu? Kukira tidak.
- Kau tak tahu apa pun soal aku. - Tidak?
Tidak.
Kau ambisius, lebih dari yang orang tahu.
Gadis dari entah berentah nekat untuk sukses,
tapi khawatir akan selalu menjadi anak bawang,
kau belum mampu.
Itu sebabnya ambisi utamamu hanya pada pekerjaan ini.
Doktor Daniel. Jangan tersinggung,
Tapi aku telah bekerja dengan Patrick Jane
selama sembilan bulan.
Kau ingin menebak kepribadianku?
Kau harus lebih hebat. Mari?
Kuberi tahu lagi, Agen Cho. Aku tidak tidur dengan asistenku.
Saudari si Asisten berkata lain, Doktor.
Berarti dia berbohong atau keliru.
Pada bulan November, kalian berdua
tak pergi ke Paris selama sepekan?
Untuk bisnis, ya. Aku bepergian jauh, mengajar.
Cerita yang sama selama 23 menit ini.
Mungkin dia berkata jujur.
Mungkin Lindsay Hendrix yang berbohong.
Tidak, yang ini berbohong.
Perhatikan bagaimana dia tak memutuskan kontak mata?
- Aku akan menginterogasinya. - Agen Cho, aku datang baik-baik.
Kalau memang tak ada lagi, aku ingin pergi.
- Cho, bolehkah? - Tentu.
Doktor Daniel, katakan yang sebenarnya.
Kau akan merasa lebih baik. Percayalah.
Aku ingin pergi sekarang.
- Rigsby! - Katakan yang sebenarnya!
Baiklah! Kami memang berkencan.
- Kami berkencan sejak September. - Rasanya lebih baik, 'kan?
Agen Rigsby, keluar. Ayo.
Kau mematahkan hidungku, bedebah.
- Aku tak apa. Ini konyol. - Pistol dan lencanamu.
- Bos, ayolah... - Sekarang!
Wayne. Sadarkah kau akan perbuatanmu?
- Astaga. - Aku tahu.
Tidak. Tidak yang ini.
Tidak. Tidak mungkin.
Ya, aku khawatir begitu. Dia telah dihipnosis.
Astaga.
Aku telah dihipnosis?
Kau akan menyuruhku melakukan hal memalukan,
- Pura-pura seperti Tina Turner? - Kau mau menjadi Tina Turner?
Jane, percayalah. Aku tidak terhipnosis.
Aku baik-baik saja, sangat normal.
Biasanya kau tak mematahkan hidung tersangka.
Apa? Apa maksudmu? Aku hanya menginterogasinya.
Menurutmu ini bisa menyangkut kejiwaan?
- Seperti awal kegilaan? - Tidak. Ini hipnosis.
Kukira kau tak bisa menghipnosis seseorang...
jika bertentangan dengan karakter moralnya.
Rigsby memiliki sisi brutal. Jika tak tahu, kini kau tahu.
Ini bukan ciri lazim bagi mereka yang bekerja sebagai polisi.
- Aku akan hubungi ahli jiwa. - Tunggu.
Target hipnosis secara mendalam amat mudah dibujuk...
dan memiliki sedikit kekangan. Rigsby, tolong, tutup matamu.
Kumohon.
Tenang. Jangan beri tahu, tapi pikirkan itu.
Pikirkan apa yang paling ingin kau lakukan saat ini.
Kau bisa melakukan apa pun yang kau mau di dunia ini.
Apa yang akan kaulakukan?
Bukalah matamu dan lakukan itu.
Lakukan apa pun yang kau suka.
Ya. Itu maksudku.
Baiklah, dia terhipnosis.
Kalau begitu, hilangkan hipnosisnya.
- Kau yakin? - Lakukan.
Tak bisa. Penghipnosis itu menggunakan pemicu khusus...
untuk menimbulkannya.
Kecuali aku tahu pemicu itu, aku tak bisa membuatnya sadar.
- Aku harus pergi. - Kau mau ke mana?
- Aku tak bisa katakan. - Rigsby, tidak.
- Tidak. Ini amat bagus. - Dia bukan hamster.
- Rigsby, tetaplah. Itu perintah. - Maaf, Bos. Aku harus pergi.
Rigsby, kau tak boleh pergi. Kau tidak sehat.
Cho, jangan ikut campur. Aku baik-baik saja.
Bicaralah dengannya, Grace. Dia akan mendengarmu.
Rigsby.
Kumohon tinggallah. Kumohon?
Baiklah. Tapi tak lama.
- Ayo. Duduklah denganku. - Baiklah.
Rigsby tidak bicara dengan Tiegler, 'kan?
- Tidak. - Jadi, bukan Tiegler pelakunya.
Mungkin bukan dia juga yang membunuh Mary Beth.
Sepertinya kau benar.
Rick Tiegler dihipnosis oleh pembunuh sebenarnya...
dan mengira cuma pingsan.
Orang sama yang menghipnosis Rigsby.
Kita harus menginterogasi semua yang diwawancari Rigsby...
di pusat NLP dan orang lain yang bicara dengannya.
Pasti Dr. Daniel, 'kan? Hanya dia yang mampu berbuat ini.
Ditambah, dia berbohong soal hubungannya dengan korban.
Tidak. Buat apa dia ingin Rigsby membanting wajahnya ke meja?
Buat apa orang lain ingin Rigsby membanting wajah Daniel ke meja?
Dugaanku, bantingan wajah ke meja itu...
adalah efek samping tak disengaja...
dari perintah hipnosis yang lebih dalam.
- Perintah melakukan apa? - Itu dia.
Mari cari tahu.
Aku tak membutuhkan ini.
- Jane sedang beraksi? - Ya, aku harus ikut dengannya.
Apa yang terjadi?
Tiegler bebas dengan jaminan begitu saja?
Tak ada catatan kriminal dan dia tak akan kabur.
Ditambah, ini Hakim Milton. Dia mematok jaminan 50.000 dolar.
- 50.000 untuk pelaku pembunuhan? - Ya, begitulah.
Asisten jaksa memutuskan sebagai hambatan.
Sebuah kesepakatan? Aku tidak diberi tahu.
Aku juga tidak. Tiegler punya perlindungan.
Dia mendapat pembela dari Horton & Fleer.
- Selidiki soal jaminan Tiegler. - Baiklah.
Halo, para agen.
Hari yang indah untuk merasakan kebebasan.
Kau perlu pengawasan. Kami rasa kau telah dihipnosis...
- oleh pembunuh Mary Beth. - Benarkah? Itu permainanmu?
- Kau bisa dalam bahaya. - Kau bahaya itu, Nona.
Kau menyergapku di tangga.
- Lihat memar ini. - Tidak, terima kasih.
Bagaimana jika aku benar? Bagaimana jika kau dihipnosis...
dan difitnah membunuh Mary Beth selagi pembunuhnya masih bebas?
Kau akan masuk penjara.
Kalian cuma ingin membuatku bimbang, 'kan? Kalian dan ibuku.
Tak akan berhasil. Aku membangun model kehidupan.
Semoga harimu menyenangkan, Agen Lisbon.
Jangan buat orang babak belur lagi.
Pertalian Tiegler? Tiegler tidak mengirimnya.
- Lalu siapa? - Pusat Model Hidup.
- Benarkah? - Ya.
Periksalah. Aku harus kembali.
Mengapa kita di sini?
Aku ingin membawanya ke tempat dia bisa merasa aman, tenang,
tempat yang bisa membawanya ke kenangan masa kecilnya,
sebelum dia mulai disakiti.
- Disakiti oleh siapa? - Ya, oleh siapa?
Siapa pun. Bukan urusanku.
Sudah sampai. Duduklah.
- Tak ada yang menyakitiku. - Jane, jangan buat dia kesal.
Aku tahu tindakanku.
Kau pikir aku masih terhipnosis? Kau salah.
Rigsby, kumohon percaya padaku.
Percayalah. Aku akan membantumu lepas dari hipnosis ini.
Tak ada yang akan menyakitimu.
Bawalah dirimu ke keadaan normal. Kau mau, 'kan?
- Kau salah paham. - Mungkin begitu.
Semua orang berbuat kesalahan, bukan?
Itulah hidup. Naik dan turun.
Lihat ayunan itu. Naik dan turun.
Naik dan turun. Begitulah hidup.
Tenangkan pikiranmu. Tak perlu khawatir.
Naik dan turun.
Naik dan turun.
Naik dan turun.
Bagaimana perasaanmu? Terasa geli di tanganmu? Dengung?
- Geli, sedikit mungkin. - Bagus.
Kini kau kau lihat ayunan itu. Naik dan turun.
Naik dan turun. Hanyutkan dirimu.
Rasakan ketegangan itu lepas. Lihatlah ayunan itu.
Kau melakukan semuanya sendiri. Bagus sekali.
Lakukan sendiri.
Kini aku harus mencari pemicu hipnosisnya.
Bisa secara visual, pendengaran, atau fisik.
Lihatlah ayunannya.
- Jangan merangsangku! - Tarik nafas yang dalam.
Tarik nafas. Rasakan nafas itu.
Rasakan nafasnya ketika keluar. Tarik lalu lepaskan.
- Bagus. - Jane, hentikan.
- Apa? - Hentikan saja.
Kepalaku sakit...
Bernafas saja, Rigsby. Bernafaslah.
Tak ada yang menyakitimu.
Tidak, kau menyakitiku. Hentikan!
Hentikan perlakuanmu.
Reaksimu ini adalah bagian dari sugesti itu.
Itu mekanisme pertahanan yang tertanam...
untuk melarangku menolongmu.
- Rigsby, biar Jane menolongmu. - Hentikan. Aku harus ke...
- Aku harus pergi dari sini. - Wayne! Berhenti!
Dia terhipnosis terlalu dalam. Jika kau menghalangi,
kau akan dilukainya.
Halo, Dr. Daniel.
Agen Rigsby? Syukurlah kau di sini.
- Tolong aku. - Tutup mulutmu, Royston.
Wayne, terima kasih sudah datang. Terima kasih untuk menolongku.
- Aku harus ke sini. - Aku tahu.
Lindsay, ceritakan kapan tepatnya Mary Beth mengencani Dr. Daniel?
Royston tak akan mungkin melukai Beth,..
Jika itu dugaanmu. Tidak mungkin.
Ini hanya rutinitas. Tenanglah. Ini tak akan lama.
Tentu. Aku akan tenang.
Aku merasa amat tenang denganmu, Wayne.
Sangat aman.
Sangat aman dan tenang berdekatan denganmu.
Aku merasa bisa mencurahkan semuanya padamu. Segalanya.
Aku akan ceritakan tentang Dr. Daniel.
Aku tahu. Jangan khawatir.
- Semuanya akan baik-baik saja. - Agen Rigsby.
Agen, tenanglah dan dengar baik-baik ucapanku.
Kau harus mendengarkanku, demi Tuhan! Kau harus...
Aku sangat mencintaimu, dasar sombong.
Yang kauinginkan hanya Mary Beth. Gadis bodoh itu!
Kukira setelah aku berhasil menyingkirkannya,
kau akan tertarik padaku dan mencintaiku apa adanya!
Tapi kau di San Fransisco ketika Beth dibunuh.
Ya, tapi kita punya yang namanya mobil sewaan.
Lalu aku berkendara ke sana dan melakukan pembunuhan itu,
Lalu menghipnosis si Bodoh Rick untuk menanggung kesalahan.
Aku kembali tepat waktu untuk mengejar penerbanganku.
Ketika aku tiba, kukira Royston dan aku akhirnya akan bersama,
dia akan melihat kemampuan yang kumiliki.
- Tapi dia tak tertarik padamu. - Tidak.
- Sulit jika tak tertarik padamu. - Sungguh bodohnya diriku.
Sungguh bodoh. Aku mendatangimu dan kau berkata,
"Tidak penting. Kami bisa bertahan tanpamu, pulanglah."
Ingatkah? Tatap aku!
Saat itu aku sadar kau tak akan pernah mencintaiku.
Jadi, kini kau akan mati.
Rigsby, dia menyakitiku.
Dia menyakitiku, Rigsby.
Kau suka melindungi wanita, bukan?
Aku lihat caramu menatap agen berambut merah itu.
Grace. Namanya Grace.
Wayne, aku butuh perlindunganmu saat ini.
Aku ingin kau melakukan tugas khusus.
- Kau mau menolongku, 'kan? - Tentu. Kau mau aku berbuat apa?
- Aku ingin kau... - Halo, Rigsby.
Apa itu Venus atau Merkurius?
Hansel dan Gretel punya remah roti. Aku punya Rigsby.
Sudah kuduga dia akan menuntunku ke pelakunya,
jadi, aku menaruh pelacak di sakunya.
- Kena. - Pintar.
Kecuali bagian saat aku punya pistol.
Aku juga punya pistol. Lisbon?
Jatuhkan senjatamu!
Amat mudah ditebak. Rick!
Letakkan pistolnya sekarang.
Astaga.
Jatuhkan senjatanya, Agen Lisbon.
Tiegler, ini hari pertamamu...
bebas dengan jaminan. Jangan lakukan ini.
- Diam! Kubilang jatuhkan! - Sebaiknya turuti dia.
Aku takjub, Lindsay.
Bukan cuma tiga orang saja yang bisa melantik polisi.
Tapi kewaspadaan Rigsby terpicu saat bersama Dr. Daniel dan Carl.
Lalu kau? Kau memanfaatkan celah itu, tikus kecil.
Aku tak pernah menjadi yang bersinar dan periang.
Itu Mary Beth. Semua pria menyukainya, bukan aku.
Hingga aku bekerja untuk Dr. Daniel
dan menyadari bakatku...
untuk membuat orang tak sadar diri.
Mereka membiarkan diri mereka pasrah padaku.
Mereka mempercayaiku.
Akhirnya, aku cukup bernilai. Akhirnya, aku memegang kendali.
Lihat sekelilingmu. Apa kau berkendali sekarang?
Mereka semua harus mati. Itu bukan kendali, tapi kegilaan.
Jiwamu terganggu, Lindsay. Kau butuh pertolongan.
Kami bisa menolongmu.
Malam yang indah untuk berenang.
- Bukan begitu? - Ya.
Lautnya amat indah malam ini.
Dengar deburan ombaknya, Rigsby? Sangat damai.
- Ya, indah. - Tidak, Rigsby. Itu bukan laut.
Ayo, bawa Royston untuk berenang.
Tunjukkan lautan gelap dan indah itu.
- Tidak. - Ya. Bawa dia berenang.
Aku suka berenang malam hari. Kau juga, 'kan?
Hentikan. Rigsby, jangan.
Rigsby, dengarkan aku. Dengarkan suaraku.
Bawalah Jane berenang. Kurasa dia ingin.
- Tidak. Aku tak mau! - Rigsby!
Ayo, kita berenang, Jane.
Tidak! Itu bukan air! Itu beton.
Airnya indah.
Tuan Jane suka berenang. Kau juga begitu, Rigsby.
Hentikan, Rigsby!
Ya, bawa dia berenang. Terjunkan dia. Dia mau berenang.
- Dorong dia, Rigsby. - Tidak. Hiu! Di sana! Lihat?
- Hiu putih besar. - Hiu? Di mana?
Tak ada hiu, Rigsby. Lautnya baik-baik saja.
- Dia berbohong. - Terjunkan dia!
- Dia ingin kau dimakan hiu. - Terjunkan dia!
- Siapa wanita ini? - Lemparkan dia! Jangan...
- Pundak? Di pundaknya! - Terjunkan dia, Rigsby!
Bangun!
Pistol!
Ya. Pistol. Terima kasih, Rigsby.
Sobat, kau telah terhipnosis.
- Pergi dari sini. - Aku ingin sekali.
Ayo.
Ayo pergi.
Jane, lepaskan ikatannya. Ayo.
Entahlah. Tiba-tiba aku tersadar,
lalu aku terpaksa membantingnya.
Ya, kau membanting wanita seberat 50 kg,
tapi dalam konteks itu, kau hebat.
Apa maksudmu, "Dalam konteks itu?"
Dalam konteks jika seseorang membiarkan dirinya terhipnosis,
nyaris menjatuhkan rekannya dari gedung,
dan akhirnya berhasil menaklukkan wanita gila...
untuk mengendalikan situasinya, kau cukup bagus.
Bersikaplah adil. Wanita gila dengan pistol, tetap saja pistol.
Siapa pun bisa saja dihipnosis. Dia sangat hebat.
Tak sehebat aku, tapi nyaris. Sedikit nyaris.
Itu sebabnya Unit Standar profesional...
telah mengampunimu karena menyerang Dr. Daniel.
Kau tidak sadar.
Tapi kini sadar, 'kan? Pikiranmu?
- Benar-benar tak terprogram? - Ya.
Ingatan dua hari lalu telah hilang,
selain itu, aku siap beraksi.
Jadi, kau tak ingat apa-apa, sejak kau terhipnosis.
Sedikit. Tapi tidak juga. Syukurlah.
Ya.
Astaga. Apa aku bertingkah konyol?
Berkokok seperti ayam?
Aku tak bergaya seperti Tina Turner, 'kan?
Tidak. Kau bertingkah sangat normal.
Bagus. Melegakan.
- Pengecut. - Apa?
Kau sungguh tak ingat?
- Tak ingat apa? - Dia ingat.
- Dia sangat ingat. - Apa?
Kau akan ingat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.