All language subtitles for Uncut.Gems.2019.720p.BluRay.x264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh: Wiwit Margawiati

TAMBANG WELO, ETHIOPIA MUSIM GUGUR 2010

Sekarang di sisi kanan usus besar.

Tampak cukup bersih.

DR. BLAUMAN RUMAH SAKIT

Ini katup ileocecal, yang merah muda, tampak bagus.

Persiapannya baik.

Benar-benar bersih.

NAMA: HOWARD RATNER USIA: 48

Naik ke usus sigmoid.

Ada beberapa divertikula di sana.

Menuju lentur limpa sekarang.

Tampak bersih.

Tengah usus besar melintang.

Tunggu sebentar.

Itu seperti polip benang.

Mungkin sekitar dua cm.

NEW YORK CITY MUSIM SEMI 2012

Aku akan melakukan biopsi.

- Yussi, tinggal satu blok lagi. - Di mana kau?

Aku berjalan.

Ada dua orang yang mau mengawasi kita seharian.

- Pikirmu kau bicara dengan siapa? - Aku ada klien. Teman Arno.

Arno? Aku datang sekarang.

Arvi, aku butuh itu.

76 cm.

Itu sekitar 35 karat...

- ...tepat di tengah. - Dengar itu?

Mengesankan.

- Howard. Ada apa? - Hai.

- Temanku Ca$h yang kuceritakan. - Harus diuangkan.

- Kau baik-baik saja? - Baik.

- Hasilnya nanti via telepon. - Tabahlah, Bung.

- Apa kabar? - Akan kuhabiskan uang untukmu.

Hormat.

Membawaku dari Flawless untuk belanja.

Dia membantumu. Percayalah, pria itu bodoh.

Teman Arno ada di sini.

Ya. Yussi bilang kau menungguku. Maaf, ya.

- Aku Howard. - Phil.

Kau tak suguhkan air?

Aku tak perlu air. Terima kasih.

Ini mata air kami sendiri.

- Kami pertama yang punya itu. - Dia cemas soal mata air.

- Orang tuamu puas denganmu? - Ya.

Aku harus bilang, aku sedang terburu-buru.

Aku tak punya banyak waktu karena...

- Kubilang apa? Tak perlu air! - Hei!

Kubilang tak perlu air!

Sebaiknya siapkan waktu untuk kau dan aku.

Kepentingan kita sama.

- Kau tak apa-apa, Howard? - Ya.

Bagus. Akan kutangani.

- Bagus. - Tak boleh begitu di sini.

Tutup pintunya.

Biarkan dia.

Arno Moradian...

- Tak ada. - Oke.

Dia tak menjawab.

Dia tak mau berurusan denganmu lagi.

- Aku paham. - Kau tak paham.

Ayo. Ini bukan sinetron. Dengarkan.

- Jangan bergerak. - Apa-apaan ini?

- Jangan melawanku. - Ini tak perlu.

- Terserah kami. - Apa-apaan ini?

- Itu uangku yang terakhir. - Penyihir sialan.

- Bagaimana dengan ini? Apa ini? - Ini bukan punyaku.

- Ambil jamnya. - Ambil jamnya. Ambillah.

Sialan.

Arno Moradian...

Tidak ada.

Arno, apa-apaan ini?

Kau kirim kolektor untuk menagihku ke kantorku?

Apa kau sudah gila?

Aku baru mau lakukan transaksi terbesar dalam hidupku,

saat itu terjadi, kau akan malu.

Jam tangan yang mereka ambil dariku

berharga 20.000 dolar.

Itu dikurangkan dari 100 ribu dolar, paham? Telepon aku lagi!

Lihat ini.

Apa kabar, Nona-nona?

- Ia sedang tidur. - Ia sedang tidur.

Omong kosong.

Hei, Howie.

Orang-orang keluar masuk apartemen.

- Astaga. - Kau datang bekerja sesukamu

- Aku bekerja semalaman. - Aku muak.

Kau memanfaatkanku.

- Astaga! - Ini jam 10.30!

- Saatnya bangun. - Kau cerewet sekali.

Kau berpesta semalam?

Tidak. Kita berpesta?

- Tidak. - Kenapa tak telepon?

Karena aku meneleponmu sekitar jam 09.30. Kau bilang, "Nanti kutelepon."

- Kutunggu berjam-jam. - Aku tertidur.

Aku menidurkan Beni.

- Bohong lagi. - Aku tak berbohong!

- Kau manipulatif! - Aku tertidur di lantai!

- Aku lelah! - Siapa suruh punya anak?

- Bukan salahku kau punya anak. - Tutup mulutmu.

Kau mau tetap marah atau tidur dan berpelukan?

Aku tahu kau ingin berpelukan.

- Ayo. - Ayolah, kemarilah.

Kemarilah, Sayang.

Ayo, Sayang. Kau mau ini.

- Aku sangat tertekan! - Aku tahu kau tak bisa menolakku.

Aku tahu kau tak bisa menolakku.

Ayo.

Jangan.

Kau tak bisa begitu.

Kau tak mau lihat fotoku?

- Ya. Untuk apa itu? - Lihat yang ini.

Aku yang memotret.

- Aku berbakat. Itu 3.500 dolar. - Kau dapat berapa?

Siapa orang ini?

- Namanya The Weeknd. - Apa itu "The Weeknd"?

Dia akan terkenal

- meski dari Kanada. - Ia tampak bodoh.

- Hai. - Hai.

Apa kabar?

Howard Ratner, apa kabar?

Aku punya barang. Kau kenal The Weeknd?

Ada Michael Jackson di salib. Ini akan kontroversial.

Membuatnya lebih berharga.

Yang hitam itu VS2, itu platinum.

Berbaliklah. Jangan menginjak tempatku.

Berbaliklah.

Aku mau bertaruh. 24 ribu.

Dari mana kau dapat 24 ribu?

Aku mau OKC-Lakers. Aku mau taruhan over.

- Aku mau Kobe under... - Kobe under.

- ...tiba-tiba... - Silakan.

Kau boleh bertaruh begitu.

Aku ingin Sixers sebagai cover.

Tambah satu.

Selesaikan taruhannya.

Satu-satu. Dia bajingan.

Kita akan kehilangan poin.

- Hei! - Demany.

KG bilang dia akan segera datang.

Jika dia ke toko sebelum aku, tahan dia.

- Cepat kemari. - Janji, ya?

Kevin Garnett datang ke tokoku...

- sekarang. - Selesaikan taruhannya!

Lantai lima, naik.

Kami boleh ada di sini!

Tanya pemiliknya. Sialan!

Kau dan temanmu, keluar!

Enyahlah!

Hei, keluar! Keluar!

Keluar! Aku bisa!

- Bisa apa? - Persetan!

Kau terlibat hal buruk.

- Ada apa ini? - Gara-gara kau, Berengsek.

- Kau lihat ini? - Aku tak kenal mereka!

Mampuslah kau, Keparat.

Kalian pikir aku iseng?

- Jangan tertawa. - Aku tak melakukan apa pun.

Saat kutabur tanah di atas kepalamu,

itu yang lucu.

Aku ada klien di dalam. Memalukan.

- Pergilah. - Kita aman. Tak apa.

David, masuklah. Semua oke.

- Kau yakin? - Pergilah.

- Itu tokoku. - Semua mundur.

Halo? Buka pintunya.

Baik.

Astaga. Kau bersama KG?

Oke, kau harus menutup pintu itu.

Ternyata KG, ya?

Sudah ditutup?

- Ini tamuku? - Ini gila.

Mereka menghajar Yussi.

Howard, apa yang terjadi?

Mereka coba menghajar Yussi. Lihat bajunya.

- Lihat! - Oke.

- Ini kuning... - Baik.

Hei, untung ada sekuriti.

Mereka kirim para bedebah itu kembali ke Paramus atau Bay Ridge.

Ambil itu dan tagihkan untukku?

Aku hanya punya Yussi yang melindungiku.

Beri aku porsi kecil.

- Julio! - Sobat.

- Ayo bicara. - Ini temanku.

Apa kabar?

- Apa Amar'e terlalu lama pegang bola? - Ayolah. Tidak begitu.

- Kau lebih bagus. - Kau serius?

Marah pada wasit di sini?

- Aku suka antingmu. - Benar?

Aku ingin lihat cincin.

Kapan terakhir dibersihkan?

Biar kubersihkan.

Biar kumasukkan ke pembersih ultrasonik, gratis.

- Berapa harganya? - Gratis.

- Benar? - Kukira kau...

akan pakai permata besar karena tubuhmu besar.

- Maka kita di sini. - Kau punya apa?

Pilih Ben Wallace atau Tony Allen?

- TA. - Oh, ya?

- Lihat ini. - Apa itu?

Apa itu, gremlin? Gremlin penuh berlian?

Barang lucu ini adalah hewan kecil

atau semacam mainan,

yang berkilap.

Kubuat berkilap.

- Temanku yang pertama memulai itu. - Apa kau serius?

Tunjukkan matanya.

Aku yang memulai ini. Begini matanya.

Main mata denganmu.

- Kau serius? - Kau suka itu?

Itu dia.

Itu membuat orang takut.

Model lama, tapi bagus.

- Ini bagus. - Taruh lagi ini.

Berapa panjang rantainya? Coba kulihat.

Itu 18, tapi bisa kubuat 14.

KG. Doc tahu kau di sini?

Tidak. Jangan biarkan dia tahu, ya?

Nanti malam bertanding. Kau seharusnya bersiap-siap.

- Dia apa, pelatih? - Bukan, hanya Yahudi bodoh.

Masukkan ini ke ultrasonik.

- Setelah yang lain, ya. - Tidak, sekarang.

- Kita... - KG, jangan bersandar di situ.

Jangan bersandar.

Kevin sedang mencari arloji.

Kau mencari arloji?

Ayo ke dinding jam tangan.

Mau merek apa? AP?

- Aku memikirkan Prezi. - Baik.

Yang kesepakatan gila itu?

Yang harganya 16. Gila.

- Kau tahu? - Ya. 16.

- Prezi. - Ya, kau benar.

Lihat ini.

Lihat.

Bum.

Arloji kecil untuk pria besar.

- Entahlah. - Lihat detailnya.

Ya.

Ada dokumennya?

- Tanpa kotak atau dokumen. - Ada dokumen.

Tak ada keduanya. Apa maksudmu?

- Kau jual ini ke aku. - Aku tak ingat.

Dengar.

Harus lengkap dokumennya.

Tentu. Jika tak ada kotak...

Memang ada yang punya jam KMH dengan dokumen lengkap.

Percuma, Demany, karena aku tak punya itu.

Bagaimana kalau beralih ke berlian di sini?

Kau punya pacar? Beri ia hadiah.

Dia tak punya pacar.

- Kata siapa? - Katamu.

Bagaimana kau tahu aku punya pacar?

- Kemari. - Kau yang bilang.

Aku tak bilang begitu.

- Kenapa kau? - Ada apa?

Kenapa jamnya tak dikeluarkan?

- Tak mau. - Ia akan membelinya.

Sudah kubilang, simpan di brankasku.

Aku tak mau kau menjualnya di tokoku.

Berengsek.

Di mana aku bisa menjualnya? Di jalan?

- Itu bukan urusanku. - Oh, ya?

Tak ada yang dia suka di sini.

Ia sangat senang di sini. Apa maksudmu?

Dia akan beli apa? Furby yang jelek?

Sialan kau. Sebaiknya kubawa dia ke Flawless saja.

Jangan bawa dia ke Flawless.

Sikapmu menyebalkan.

KG, tolong jangan bersandar di situ.

- Kau bersikap bodoh. - Astaga. Oke.

Masukkan dia sekarang.

Astaga! Apa ini...

Ini dia!

Ada apa?

Paket dari Fishtonic.

- Taruh di mana? - Sini.

Masuklah ke kantorku. KG, jangan pergi, ya?

Isi paket ini akan membuatmu terpana, KG.

- Apakah berat? - Ya.

Ya.

Astaga.

Kau dapat apa?

Berikan itu.

Aku tak bisa lagi lakukan ini.

Ada apa?

Preman jalananmu menyerangku.

Kenapa mereka marah padamu?

Awak Garnett datang ke sini, mereka melihat-lihat,

lalu yang bukan karyawan disuruh keluar.

Kutunjukkan yang bukan karyawan.

Harusnya kau tak bilang itu.

Mereka menyeretku ke atas meja.

Merobek bajuku, membuatku tampak bodoh.

Ambil kemeja Gucci ini. Harganya 500 dolar. Itu baru.

Apa kau serius? Bukan soal itu.

Labelnya masih ada.

8 tahun aku kerja untukmu.

Begini perlakuanmu?

Aku bekerja keras. Aku menyelamatkanmu 1.000 kali.

Aku tak tahan lagi.

Aku tak bisa menangani masalahmu setiap 2 hari.

Ada banyak orang di blok ini yang

ingin kerja denganku.

Saat aku bekerja dengan mereka,

kau akan cemburu.

Kau takkan suka, Howard.

Howard? Halo?

Aku di sini, Bung.

Banyak yang bisa berbisnis denganku selain kau. Bisnismu menurun.

Kau tampak bodoh di Distrik Berlian.

Memandangi ikan.

Sudah 8 tahun aku bekerja untukmu,

masa kau tak bisa bicara denganku dan menatap mataku?

Sebagai sesama pria?

Luar biasa, aku akan ejakulasi.

Persetan kau!

Aku muak dengan tempat ini.

Hei, KG?

KG?

Howard, Yussi berhenti.

Tak apa. Beri aku telepon.

KG, kau harus kemari.

- Lihat ini. - Aku harus segera pergi.

Aku tahu kau harus pergi.

Setahun lalu aku menonton TV.

Acara Saluran Sejarah

mencoba belajar.

Pernah dengar orang Yahudi Afrika?

- Yahudi Afrika? - Ya.

Belum?

Lihat ini.

Paham?

Ini Yahudi kulit hitam.

Mereka terdampar di Ethiopia.

Sangat parah.

Terdampar?

Ya, tak punya apa-apa.

Tak punya mobil; tak punya apa pun.

Tapi kulihat, apa yang mereka kenakan?

Ada di Taurat ini. Ada di mana-mana, bukan?

Di mana orang-orang ini mendapat opal hitam yang berharga?

Itu opal hitam?

Kuselidiki itu.

Mereka tinggal di dekat Welo, tambang opal merah.

- Itu tak berharga. - Oke.

Tapi ini, sekarang ini sulit didapat, bukan?

- Oh, ya? - Jadi kutanya diriku,

Bagaimana menghubungi mereka? Aku berhasil melacak mereka.

- Aku beli batu dari mereka. - Apa ini?

Apa itu? Benda ini.

Itu batu tersebut.

Aku mendapatkannya.

Lihat ini berkedip terkena cahaya.

Butuh 17 bulan untuk mendapatkan ini.

Lihat ini. Tunggu sebentar.

Pakai kaca pembesarku. Hati-hati.

Ayo lihat ini.

Kau sangat menyukainya.

- Bagus, ya? - Ya.

Itu mengandung sejarah, paham?

Ini berapa karat?

4 - 5.000 karat? Tiga ribu dolar per karat?

Aku tak membual.

Kenapa warnanya banyak? Apa ini?

Justru itu. Kau bisa ihat alam semesta dalam opal,

karena sangat tua.

- Luar biasa. - Memang.

Aku harus memilikinya.

Kau gila.

Dari batu ke batu. Garnett adalah batu, kau tahu itu.

Kau memegang opal sejuta dolar.

Langsung dari suku Yahudi Etiopia.

Ini benda kuno dari Dunia Tengah.

Ada jejak dinosaurus di dalamnya.

Benar, dinosaurus.

Dinosaurus pernah menatap benda ini.

Usianya sudah 110 juta tahun. Minimal.

- Sial. - Basket sialan.

Jangan bersandar di kaca.

- Tidak! - Astaga!

- Kau baik-baik saja? - Kubilang jangan bersandar.

- Ambil handuk. - Aku tak apa-apa.

Kubilang jangan bersandar. Kau baik-baik saja?

- Aku tak terluka. - Itu tanda.

Ini tanda aku membutuhkan batu ini.

Aku butuh ini.

Pastikan kawanku tak apa-apa.

Kau memberi tekanan besar pada kaca...

Itu pertanda.

- Aku butuh ini. - Ini tidak dijual.

Tak bisa kujual padamu.

- Apa maksudmu? - Aku....

Itu untuk dilelang.

Kenapa kau tunjukkan jika aku tak bisa membelinya?

Kenapa kau keluarkan?

Aku sangat senang, ingin berbagi.

Biar kubawa semalam, untuk bertanding besok.

Aku juga akan datang.

Nanti kubawa dan kutemui kau di Adley's besok.

- Bum. - Keren.

Seperti itu. Sempurna.

Hanya semalam, Howard.

Tak bisa. Nanti ditarik dari lelang.

- Jelas kau tidak mengerti. - Ayolah.

Aku terhubung ke batu ini.

Aku bisa buat skor 40 atau 50 dengan ini.

Aku butuh energinya.

- Ya. - Kau paham?

Kau lihat? Batu ini berbicara padanya.

Akan kugilas Philly malam ini dengan ini.

Benda ini membuatku terbang.

Ya, Howard, kau dengar itu?

Kau add aku di HowieBling.

- Ya. - 30 foto di-like.

- Baik. - Kau add aku.

- Biar kufoto. - Itu ide bagus.

Kemarilah. Bisa kau angkat?

- Di sini, ya? - Masukkan aku juga.

- Keren. - Ya.

Baiklah.

Serahkan cincin Celtic itu.

Ayolah.

Sebagai jaminan.

- Ia kaya, Kawan. - Aku tahu.

- Aku ingin yakin dia ingat. - Baik.

Kuserahkan padamu.

Akan kusimpan di sini. Tepat di samping Knicks 73, klasik.

Aku suka itu.

Kuhargai pengertianmu.

- Benar. - Temui aku.

Ya, aku akan bertemu denganmu.

Bawa batu itu jam 9 pagi besok.

Dengar. Jangan main-main, ya. Kau harus datang, paham?

Tenang. Sampai jumpa, Bung.

Ayo pergi.

Keluarkan mereka.

Ini antingnya.

Hei, antingnya. Tunggu! Berikan padanya.

Simpan sampai besok. Akan kuambil.

Kekuatan Yahudi Hitam, Kawan.

- Dia sangat cemas. - Aku tak tahu.

Apa ini...

Siapa yang akan bersihkan ini?

Eddie, sedang apa?

- Ayah mau apa? - Lihat ini.

Dengar, kau akan suka ini.

- Howard. - Apa itu? Di sana?

Jangan ganggu aku.

- Apa itu? - Cincin Kevin Garnett.

Cincin kejuaraan, NBA 2008.

- Kau pasti suka! - Hebat.

Ayah menyayangimu, Nak.

Sampai jumpa.

Alberto, kau masuk kerja.

- Bronstein. - Hei, Howard.

Hei. Mana bakimu?

Ini. Apa yang kau punya?

Aku tak mau bersalaman. Lihat ini.

Cincin Kejuaraan Kevin Garnett 2008.

Cincin kejuaraan?

Cincin kejuaraan. 2008.

- Kau mau gadaikan? Atau jual? - Gadaikan.

- Biar kulihat. - Oke.

- Apa yang kau lihat? - Berliannya.

- Barusan di jarinya. - Ini single cut, Howie.

Bukan full cut. Steve, lihat.

Bicara ke liga tentang ini.

- Nilainya berkurang. - Lihat ini.

- Ya, ini cincinnya. - Itu dari Instagram-nya.

- Ini populer. - Perlu apa dariku?

Menurutku itu bernilai 80 ribu dolar.

Pinjami saja aku. Aku kembali Jumat.

Pertama, kita tahu ini apa.

Nilainya sebagian besar karena memorabilia.

Memang memorabilia.

Karena itu kau akan menjualnya?

Pinjami aku 50 ribu.

Aku akan memberimu $25.000,

tapi aku mau bunga 8%.

8 persen? Bagaimana jika kuberi 1.000?

Kau dapat 1.000. Kuambil lagi hari Jumat.

Terakhir, kau tinggalkan 6 bulan.

Pastikan dulu.

Itu bukan salahku.

Kita sudah bahas itu.

Begini saja. $21.000, bunga 7%, dan kau harus tahu

Jika kau tak kembali Jumat, itu milikku.

Jika Jumat tak kuambil, aku mati.

Jadi, kita sepakat?

- Baiklah. - Mazel.

- Mazel. - Mazel.

- Oke. - Oke, mazel.

- Uangnya? - Ambil uangnya.

Terima kasih.

Selamat Paskah Yahudi.

Ini hebat.

70th dan 1st.

- Ia sedang apa? - Dia berjalan.

Sekarang dia berhenti. Dia melambat.

Apa?

Ia memainkan ponselnya atau semacamnya.

Tidak jelas.

- Ia memunggungiku. - Ia membungkuk. Tak terlihat.

Kami tak bisa melihat apa-apa.

Ia bergerak lagi.

Tunggu, aku baru dapat pesan darinya.

Apa katanya?

- Foto uang. - Menyebalkan sekali.

- Katanya, "Arno... - Ia punya uang.

...ini uangmu."

- Ia membelok. - Restoran: Nino's.

Hei, Ant, di mana dia?

Dia di belakang.

Hei.

- Kau suruh ia membuat bakso? - Ya.

Baiklah.

- Ada selada. - Gary!

Ada crouton. Ada telur.

Maaf. Dengarkan aku.

- Apa maumu? - Aku harus ubah taruhan.

Aku bawa $21.000, tambahkan ke yang 19 ribu.

- Totalnya $40.000. - Seluruhnya?

Ya. Aku ingin parlay enam arah, permainan Celtics-Sixers.

- Apa line-nya? - Plus satu.

Oke. Aku mau Celtics sebagai cover.

Babak pertama Celtics. Poin dan rebound Garnett.

Lemparannya yang tertahan.

Bola awal Celtic. Kau terima taruhan kilat?

- Kau tak mau itu. - Baiklah. $1.000 per poin, oke?

- Ambil ini, hadiah dariku. - Apa ini?

Atas toleransimu padaku selama ini.

Aku punya Rolex. Tak perlu jammu.

Mungkin barang curian. Apa yang kau tahu?

- Soal Garnett. Kau tahu apa? - Aku hanya tahu saja.

Itu taruhan terbodoh yang pernah kudengar.

Aku tak setuju.

Aku tak setuju, Gary.

Biarkan dia melempar.

Biar ia melempar! Ya.

Sial!

Sial!

Sialan kau. Ia ambil lima langkah.

Astaga!

Itu dia.

Oper ke KG. Selesaikan.

Lindungi dia!

Bum! Persetan! Ya!

Itu dia.

Begitu dong.

Ayo. Tahan dia.

Tahan dia.

Sialan...

Tahan dia, sialan!

Howard, kau sedang apa?

Apa yang kau lakukan? Howard, Beni menunggumu.

Oke. Aku naik.

25 menit lewat waktu tidurnya.

Ia sudah sikat gigi?

Kukirim 7 pesan dalam gelap padamu.

- Howard. - Ya.

Ini babak pertama.

Orang itu tadi ke tokoku.

Lihat dia. Sentuhan lembut.

- Dapatkan itu. - Aku tak peduli!

Antar putramu tidur.

Baik. Aku naik ke atas.

Aku segera ke sana.

Tunggu sampai istirahat.

Wasit ini konyol.

- Sekarang! - Baiklah! Maaf.

Maaf. Sialan sekali.

Rondo punya waktu 9 menit.

...sisa tiga menit, dan...

Garnett akan melempar pada menit 4. Berhasil!

Garnett, permainan klasik.

15 poin per tujuh untuk delapan dari lapangan.

Yang benar saja.

Persetan kau! Kita akan menang!

Hai.

- Garnett menggilasnya. - Aku tahu. Jangan ribut.

Maaf. Aku bersemangat.

NBA selalu dua menit terakhir, tenanglah.

- Dapatkan itu, KG. - Akan menang uang.

Jason bayar $25 untuk paruh pertama.

Kugandakan. Terkahir dapat $50.

Ayah bertaruh banyak untuk ini.

Sungguh? Berapa?

- Berapa? - Tak usah tahu.

- Banyak, ya? - Ya.

Masukkan ke lubang. Benar. Lanjutkan. Ulang lagi.

Lakukan lagi.

Bum. Baiklah.

Itu luar biasa.

Sudah tidur.

Ia sudah tidur.

Bisa pindahkan ke ESPN sebentar saja?

Ini pertandingan besar. Karena itu di atas bersemangat.

Aku tergoda memberi tahu anak-anak

sekarang agar selesai.

Kau ingin melakukannya?

Aku tak tahu seberapa sensitif itu.

Kau menyebutku tak sensitif?

Kita 'kan sepakat menunggu setelah Paskah?

Nanti kau ingin menunggu musim panas.

Aku tak keberatan menunggu musim panas.

Ini iklan.

Pindah ke pertandingan sebentar saja?

Sampai mobilku tiba.

Hei, itu bukan Chuck the Body.

Kata-kata tak bisa menjelaskannya.

41 kemarin.

Entah berapa usia mereka, tak terlihat dari usia.

Kau sebut usia lebih tua darimu.

Lebih muda dari jumlah usia yang kau berikan.

Gila. Ini gila.

KG melempar dari luar.

Dia akan berusia 36 hari Sabtu,

dan menempatkan Celtics di atas 100.

101 lawan 76. Garnett sudah 27.

Ya.

Astaga, ya.

Sial. Astaga.

Astaga.

...yang mengecewakan...

Astaga.

...pertandingan di babak kedua.

- Hei, ganti rencana. - Ada apa?

Mau Third atau Fourth?

Keluar ke 49th Street dan 3rd Ave. Smith dan Wollensky.

- Semua oke? - Aku...

- Siapa namamu? - Dallas.

Davis, aku baru saja untung sangat besar.

Astaga. Astaga.

Putar balik untuk alley-oop

jika itu pelanggaran, dia akan buat poster.

KG bersenang-senang.

Ya.

Jules?

Hei.

Hei, apa kabar?

Sayang, kau di mana?

Aku baru pulang. Di lift. Kenapa? Ada apa?

Aku tertahan. Aku baru akan pulang.

Ya, Dinah banyak ulah malam ini.

- Menyebalkan. - Ya.

Seberapa jauh kau?

Baru masuk terowongan.

Oke. Sudah dekat.

Ya.

Tunggu. Sudah dulu ya.

Tunggu. Hei.

Apa?

Aku tak sabar menemuimu. Suasana hatiku baik.

Ada telepon lain. Sudah ya.

- Baiklah. - Dah.

...dan aku masih harus menyiapkan steiknya,

masih harus bersiap.

Karena permatanya datang. Kau tak mendengarkanku?

Kubicarakan seharian.

Ingat ... hijau yang kukirim fotonya?

KAU PAKAI APA?

JIKA KUBILANG NANTI KAU MASTURBASI

SUDAH KULAKUKAN KIRIM FOTO

BAGUS, KAU BASAH?

AKU SANGAT BASAH

Aku akan ejakulasi!

- Aku tak tahan. Harus kulakukan. - Astaga!

- Kenapa kau lakukan itu? - Lihat betapa manisnya kau.

Kau terlihat sangat cantik. Aku baru saja untung besar.

Seberapa besar?

Rasakan basahnya aku.

Aku hampir sampai.

Dari tadi kau bilang begitu.

Ya, aku kena macet. Harus bagaimana?

Jam 9 kita seharusnya di sini. Sekarang 09.43!

Seluruh kota macet. Aku tak bisa apa-apa.

- Cepatlah! - Aku pergi jam 7 pagi.

Oke.

Bilang Anne kami datang.

Tunggu sebentar. Hai.

Anne. Howard Ratner dan rekannya. Kami sudah siap.

Baik, saat rekanmu datang, akan kubilang kalian berdua sudah tiba.

Kau bisa duduk di sana.

- Ya. - Howard, aku turun sekarang.

- Keluarlah. - Aku di dalam.

- Takkan bisa parkir. - Parkir ganda saja.

- Tak mau kena... - Lakukan.

Temui aku. Aku ingin bicara, oke?

- Kau bercanda? - Tentu tidak.

- Aku berhenti. Keluar. - Oke.

Ada tamu bersamanya?

Kami segera kembali.

Sial!

Dasar bodoh.

Howard!

- Bagaimana kau temukan aku? - Kantormu.

Kami perlu uangnya hari ini.

- Tak mungkin. - Ini yang terakhir.

Pergilah.

Kau tak balas telepon atau SMS-ku.

- Tak bisakah... - Kau bawa pengawal pribadi?

- Ya. Mana uangku? - Kau mau uang?

- Kau utang 32 ribu. - Baik.

Ini 30 ribu.

- Jual itu seharga 15 ribu. - Di mana bisa kujual?

Pergi ke Wimpy. 55th dan 5th Avenue. Taruh itu di sakumu.

Hei, mana dia? Mana permatanya?

- Masuklah. - Serahkan saja.

- Aku perlu bicara. - Aku tak paham soal jam.

Pergi! Aku tak mau jam.

Kau beri ini untuk utangmu.

Aku tak mau beli jam tangan sekarang!

- Mundur. - Sial.

Catat plat nomornya.

Menjauhlah, Bung.

- Berikan opalnya. - Temanku mau bicara.

- Mereka menunggu. - Masuk.

- Untuk apa? - Masuk saja!

Astaga!

Pergilah dengan barang palsu itu.

Siapa mereka?

Kenapa aku di mobilmu?

Mereka menunggu kita.

Mana opalnya?

Kami di hotel, bersiap untuk pergi pesta.

Mana opalku?

KTP KG tertinggal di atas.

Demany! Kita tak punya waktu!

Mereka menunggu kita. Mana opalnya?

- Ada di Garnett. - Garnett? Orang ini mengacaukan kita.

- Aku harus bagaimana? - Telepon dia.

- Biar aku bicara padanya. - Ia sedang latihan.

Bilang nanti kuberi opal lain. Gratis.

Aku tak bisa telepon. Ia sedang berlatih.

Ia takkan jawab telepon siapa saja.

Kalau begitu kita ke sana.

Kita ke Philly sekarang?

Ia di Philly? Ayo ke Philly.

Aku baru kembali dari Philly. Aku tak...

Hanya dua jam ke sana. Ayo.

Persetan...

- Ayo pergi. - Dasar terbelakang.

Sebentar saja ya.

Putriku manggung malam ini.

Apa itu KG? Bilang kita datang.

Kau harus tenang.

Apa kita masuk atau menemuinya di sini?

- Tenang. - Semoga ada Rondo.

Ingin berterima kasih atas bantuannya.

Mereka sibuk. Memangnya ada apa antara

orang Yahudi dan basket?

Terobsesi.

Pencetak dua poin pertama di NBA adalah Yahudi.

Ya. Siapa itu, Fred Flintstein?

Bukan. Ossie Schectman, 1946, bermain untuk Knicks.

Ini dia.

Ini tempat bermain para bintang.

...selalu berlatih, dan selalu dapat...

Ini luar biasa.

Luar biasa.

Hei, lihat ini. Ya.

Kue.

- Hei, Bung. - Rondo datang.

Ia tak bisa menahan diri. Dia harus selesaikan.

Dan dia mencetak skor.

- Bisa kau perbarui? - Permisi

Maaf, Bung.

Apa yang berubah untuk Game 2?

Demany?

Bagaimana?

Aku bersamanya.

Aku bersamanya.

Demany. Apa-apaan ini?

Permisi.

- Apa yang dia lakukan?

Aku bersamanya. Kau melihat aku masuk.

Aku tidak melihatmu. Siapa namamu?

- Aku tak ada di daftar. - Siapa namamu?

Aku kemari bersamanya. Ia sedang apa?

Bajingan itu bekerja untukku.

Apa Marcel bersemangat?

- Ya, kurasa dia agak gugup. - Itu peran utama.

Kau sangat bangga dengan itu.

Ya. Dan Danny juga punya peran.

- Bagian kecil. Dia gugup... - Tapi itu bagus.

- ...tak bingung. - Kau bekerja?

Dia bilang ia bagus.

Apa rencana kalian saat libur?

Kami tak melakukan apa-apa tahun ini.

- Benarkah? - Benar.

- Wow. - Tak seperti biasanya.

Bagaimana bisa? Howard?

Semua baik-baik saja?

Howard?

Tak ada liburan?

Tahun depan kami akan melakukan perjalanan yang lebih besar.

Sedang menabung. Ke Eropa.

Itu bagus.

Ya, belajar budaya.

- Anak-anak ini menjadi bodoh. - Ya.

- Ya.. - Kami akan jadi orang bodoh di Cancun.

Benar. Terutama di trapeze.

Semoga sukses malam ini.

- Ya. - Ya.

Kita baru membahas Danny.

Apa rencana kalian untuk Paskah?

- Kakakmu datang? - Ya.

- Sedang apa? - Mengawasi LeBron.

Ada enam orang memainkan enam pertandingan.

Kita semua berkorban. Hei, siapa yang mencolekku?

Siapa itu? Siapa itu?

- Ikan Gefilte? - Ikan Gefilte.

Itu menyenangkan.

- Kau mau bertanya? - Ya.

Empat pertanyaan, ya? Kalian berlatih?

Aku sudah latihan.

Entah bagaimana matzah di Meksiko.

Ya.

Semoga sukses untuk Marcel.

Aku tahu. Dan untuk Danny.

- Mau ke mana? - Kamar mandi.

- Aku segera kembali. - Dia segera muncul.

Howard, Marcel akan naik...

- Aku segera kembali. - Semua oke?

Ini kacau sekali.

Apa kacaunya?

Boleh bicara di luar?

Kau yakin mau melakukannya? Ya? Baiklah.

Permisi.

Howard. Hei.

- Kita mau apa, Bung? - Hei.

Ayolah.

Itu keluargaku!

Menyingkirlah...

Awas.

Pasti menyenangkan.

Kalian tampak hebat sekali.

Ayah sedang apa?

- Semoga berhasil. - Sedang apa di sini?

Sial.

- Tangkap dia. - Sial!

Sialan.

Kemarilah, Bedebah!

Hei, persetan kau!

Sial!

Kemarilah.

Ayo. Bangun.

Baik. Aku bangun. Aku berjalan.

- Aku datang. - Masuk ke mobil.

- Sedang apa kau! - Kau menggigitku!

Dasar bajingan! Arno!

- Hei. - Masuk ke mobil!

- Arno! - Bawa dia ke mobil!

Pergilah. Ayo. Ayo kita pergi.

Kau membuatku lari...

Arno, apa yang terjadi?

Jangan memanggilku. Jangan sebut namaku.

- Berikan kuncinya. - Orang Yahudi itu menggigitku!

Hei. Apa yang terjadi sekarang?

Sudah kuperingatkan kau jika tak menurut.

Aku tidak menurut bagaimana? Jelaskan. Maaf, tapi...

Aku sudah menjelaskan di telepon apa yang akan terjadi.

Kau suka keadaan sekarang?

Berikan kunci mobilmu.

Kau mau apa? Menyuruh mereka mencuri Mercedes-ku?

Lihat yang kau perbuat! Kau menggigitku!

Arno, bicaralah padaku.

Jangan dengarkan, ini bukan permainan.

Jangan sebut namaku.

Aku berniat membayarmu kembali.

Aku tak punya uang sekarang.

Lihat itu. Kau ingat itu?

- Kau kenal itu? - Itu uang yang bukan punyaku,

yang kukirim padamu

karena aku ingin menenangkanmu, karena...

Kami tahu kau bertaruh dengan uang itu.

Aku tak bertaruh pakai uang itu.

- Ya, benar. - Tidak.

Jawab ini.

Kudengar Beni dan Eddie nonton Timberlake.

Kudengar kau perbaiki kolam renangmu.

- Kau tahu perasaanku? - Aku tak perbaiki apa pun.

Entah siapa yang bilang.

Berikan kuncinya.

Diam! Berikan kunci mobilmu!

Ini kuncinya.

Baiklah, dengar. Ya. Aku mengakuinya.

Aku bertaruh.

Coba tebak.

Aku menang banyak.

Kau pikir aku bodoh?

Menurutmu aku bodoh. Kau dan seluruh keluargamu.

Akan kutelepon bandar.

Dia akan memberitahumu.

Aku menemuinya. Maksudmu Gary?

Kau bicara dengan Gary soal apa?

Tentang kau yang membawa uangku ke seluruh kota, bertaruh.

Kau tahu apa artinya bagiku? Itu sangat menghina.

Kau hentikan taruhannya?

Bagaimana menurutmu?

- Kau menghentikan taruhannya? - Diam!

Selamat, Arno, kau telah menolak uang!

Kau kacaukan kita berdua!

- Lepas bajunya. - Kau menyalahkan semua orang.

- Serahkan gelangnya! - Apa ini?

- Apa ini? - Ini bukan punyaku.

Ini lebih dari...

Pegang ini!

Howard, ini ulahmu sendiri.

Lepaskan celananya!

Kau tak akan dapat...

Aku harus pergi ke lelang minggu depan!

Berikan kacamataku! Aku butuh kacamata!

Diam!

Berhenti di sini. Ayo.

Biar kujelaskan padamu.

Senin, aku ingin uangnya.

Arno dapat uangnya, ya? Aku tak main-main lagi.

- Ponselku! - Kau dengar?

Keluarkan dari mobil.

Keluar dari mobil!

Ayo. Cepat.

Masuk ke mobil!

Baiklah. Arno. Dengarkan aku.

- Arno, ambil opalnya. - Masuk ke mobil!

- Masuk! - Jangan pikirkan itu.

Aku ingin celana dalamnya.

- Tidak! - Ambil celana dalamnya.

- Berikan celana dalammu! - Tidak!

- Berikan celana dalammu! - Persetan.

Biarkan ia membusuk di sana.

Persetan denganmu, Arno, Bajingan pengisap penis!

Tolong!

Tolong!

Dasar bajingan.

DINAH MEMANGGIL PONSEL

Tolong percaya padaku.

Ayo angkatlah.

Angkat teleponnya!

Kumohon.

Ayo.

Di mana kau? Marcel akan naik panggung.

Apa maumu?

Kunciku terkunci di bagasi mobil.

Bisa tolong ke tempat parkir dan membukanya?

Dasar bodoh.

Tak apa-apa.

Terima kasih. Oke.

Maaf.

Aku akan menemuimu di dalam. Semua aman.

Biar aku berpakaian.

Apa yang kau cari di hutan

dengan baju compang camping?

Ibu tiriku mengutukku untuk mati

kecuali aku dapat mawar sebelum fajar.

Pondok kami adalah taman ajaib kami.

Melindungi mawar dari salju.

Isi keranjangmu sepuas hati.

- Ayah, apa-apaan ini? - Tonton saja kakakmu.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kita harus memberikan hadiah kepadanya.

Aku tahu.

Setiap kali dia bicara,

koin emas akan keluar dari mulutnya.

Itulah hadiah kita.

Cepat, dia mendekat sekarang.

Ini peran Danny. Dia keluar.

Hark, siapa yang ke sana?

Dia bagus.

Wow.

Sial.

Astaga.

- Halo. - Hei. Akhirnya kau jawab.

Saat kau tahu itu aku, kau tak jawab.

Ada apa?

Aku tahu itu kau, makanya kujawab.

Hei, mana permataku?

Hei, kau harus tenang. Tak ada apa-apa...

Dengar, Berengsek.

Aku mau hartaku, kau mengerti?

Hei, jaga mulutmu.

Kau tak berurusan dengan negro liar.

Kau membuatku pulang naik bus.

Kau pikir itu lucu? Apa maksud semua itu?

- Bus itu menjijikkan. - Aku harus bagaimana?

Aku masuk ke ruang loker bersamamu;

Membuatku terlihat mencurigakan.

Mana batuku?

Kucoba menolong,tapi kau mengacau.

Ada bersamaku sekarang.

Bersamamu?

Ya, aku akan kembali ke kota.

Kau akan menonton Weeknd malam ini?

Aku tak merencanakannya, tapi aku bisa.

Bisa? Kau harus ke sana. Temui aku di sana.

Baunya enak. Apa ini, ayam barbeku?

Aku ingin bahas soal skenario bagasi.

Itu hal yang paling canggung, seperti...

Mau ke mana?

Ayah akan ke kota,

acara larut malam.

Mau...

Itu keik?

...sampai jam dua, tiga, entah.

Aku akan kelelahan besok.

Ya, baik.

Selamat malam.

Nanti disambung lagi, ya.

Tapi itu sangat canggung.

Seperti...

Bicara dengan siapa?

- Jessica. - Hai, Jessica.

Ayah tak bisa mendengarnya.

Oke, tutup telepon sebentar.

Biar Ayah bicara padamu.

Dua detik.

Nanti kutelepon lagi.

Apa?

Aku bangga sekali padamu. Kau luar biasa.

Ya, Ayah sudah bilang 5 kali.

Ayah hanya ingin...

Kau sungguh tak tahu betapa bangganya Ayah.

Ayah hanya ingin kau tahu.

Baiklah, aku tahu.

Semuanya baik-baik saja?

Apa maksudmu?

Entahlah, hanya ingin tahu saja.

Baik.

Pastikan semuanya baik.

Memangnya kenapa?

Entahlah. Ayah hanya ingin bertanya.

Aku tak tahu Ayah bicara apa, jadi...

Itu benar, karena Ayah idiot.

Jadi kau mencintaiku.

Oke, Ayah pergi ke kota, ya? Sampai jumpa besok pagi.

Bergembiralah.

Seperti biasa.

Baik, sampai di mana tadi?

Aku punya wajah jalang diam.

Jadi...

Hei.

Demany. Aku tak melihatmu di depan. Aku tak melihatmu di sini sekarang.

Aku tak percaya aku masih mencarimu.

Jawab teleponmu. Aku tak mengerti ini.

Awas kalau kau tak datang.

Tunggu! Hentikan musiknya! Berhenti!

Tolong beri mic ke The Weeknd.

Mana lampu hitamnya?

Ada apa di belakang?

Aku minta lampu hitam.

Aku tak mau tampil sampai ada lampu hitam di panggung.

Pasang lampu hitam!

Lampu hitam!

The Weeknd takkan tampil tanpa lampu hitam.

Lampu hitam!

Lampu hitam.

Ada apa di belakang?

Bagus! Itu yang kumaksud.

Hei!

Demany!

Demany.

Howard, dengar.

Perkenalkan temanku Jame$.

Ya, kau hebat.

Aku dengar tentangmu. Mana opalnya?

Rantai emasku Nigga, nigga, nigga

Beri aku perhiasan.

Serahkan opalnya.

Datanglah ke toko kapan saja.

- Apa katamu? Di mana? - Maaf. Tak kubawa.

Kau tak membawanya? Apa maksudmu?

- Ada di KG. - Ada di KG?

Tadi kau bilang ada bersamamu.

Itu sebabnya aku datang ke sini.

Kenapa kau di sini jika tak bawa opal?

Sama seperti yang lain, untuk menonton Weeknd.

Ada masalah dengan itu?

Ya, masalah besar dengan itu, Bung!

- Hei! - Kami datang untuk satu alasan!

Ada apa denganmu? Tenanglah!

Kau pikir ini apa?

Kau oke?

Aku oke.

Berikan aku minum.

- Persetan denganmu. - Sialan kau.

- Ada noda di wajahmu, - Aku tak peduli.

- Sudah bersih? - Ya.

- Apa yang kau lakukan? - Perlu menikmati.

Dilarang menyentuh.

Dilarang menyentuh.

Aku ingin bercinta denganmu.

Seberapa ingin?

Akan kutunjukkan.

Kubilang jangan sentuh.

Rasakan ini.

Astaga.

Bagaimana bisa sekeras ini?

Pelan-pelan.

Mau ke mana?

Aku sudah di dalam.

Aku tak melihatmu di dalam.

Teman The Weeknd.

Jika berteman dengannya...

- Hei, Flawless. - Jangan berteriak.

- Flawless!. - Hentikan.

- Hei! - Hei, pakai teleponnya.

Bantu aku masuk.

Kemarilah.

Si legenda ada di gedung ini!

Kemari! Aku tak boleh masuk.

Biarkan dia masuk. Maaf. Dia bersamaku. Ya, dia temanku.

Apa kabar?

Lihat Rolls Royce yang kudapat?

Di Miami?

Ya. Ritchie menunjukkannya. Di mana Julia? Dia di dalam?

- Ya, ia di sana. - Dengan siapa?

Ingat liontin Michael Jackson-ku?

- Kenapa? - Aku memerlukannya.

- Ada di aku. - Kuambil besok, ya.

Bantu aku menjualnya ke The Weeknd.

- Paham? - Ya.

-Aku ingin kau membantuku... - Mana Julia? Kau tahu?

Ya.

Di mana?

Di mana?

Aku tak mau ikut campur atau terlibat,

ia ke toilet bersama The Weeknd.

Julia?

- Sial. - Julia, kau di sana?

- Tahan pintunya. - Buka pintunya.

Tak ada orang di dalam.

Diam!

Tunggu. Aku cuci tangan.

- Buka! - Astaga.

Howard, kami hanya pakai kokaina.

Lepaskan dia!

Berengsek!

Bedebah!

Berhenti berkelahi!

Persetan vaginanya!

Persetan kau!

Persetan kau sekarang!

Maaf, Howard.

- Maafkan aku. - Persetan!

Ayo! Keluar!

Hei! Beri tahu dia dituntut!

- Takkan kemari lagi. - Dia dituntut!

Howard!

Tidak ada DJ yang akan pakai dia! Aku kenal semua DJ di kota ini!

- Sialan! - Howard?

Ya. Aromamu seperti dia.

Kami tak lakukan apa-apa.

Ya, benar.

- Sialan... - Howard.

Kau merusak penjualan besarku!

Apa yang kau jual, vaginamu?

Astaga!

Kusia-siakan hidupku demi pelacur ini.

Oh, wow. Sekarang aku pelacur.

Kau di mana?

Dengar, Howard. Kau tahu itu saat bertemu denganku.

- Ya. - Oke?

Andai aku tak bertemu denganmu.

- Di sini. - Oh, wow.

- Itu bagus, Howard. - Jangan menghalangiku!

- Howard. - Tiduri saja The Weeknd.

Kami tak lakukan apa pun.

Menyingkir dariku! Pergilah. Dah. Selamat malam.

Dah. Enyahlah!

- Howard. - Pergilah.

Nona.

Howard, keluar dari mobil!

Menyingkir dari jalan.

Apa yang akan kau lakukan, Howard, si pria tangguh?

- Aku tak lakukan apa pun dengannya! - Enyahlah

Pergi! Bercintalah dengannya!

Persetan kau, Howard!

Sampai ketemu besok, Howard.

Ayo pergi. Persetan kau!

Lihat apa kau?

Tak banyak.

Lucu. Jalang bodoh.

Itu sebabnya kau kedinginan mengantre.

Ya. Jalang.

- Tidak. Dengar, Anne. - Howard!

Aku sedang melihat opalnya.

- Kau tak paham. - Aku sedang melihatnya.

- Cantik. - Bukan kau

yang harus melihatnya, melainkan aku.

Biar kujelaskan sesuatu.

Apa?

Opalmu adalah salah satu dari 75 barang yang harus kulelang.

Semua kecuali milikmu sudah disiapkan dan dinilai.

Biar aku lakukan penilaian sendiri. Kuserahkan padamu nanti.

Aku berniat membatalkannya.

- Kumohon. - Akhir hari ini atau batal.

- Akhir hari. Serius. - Aku ditelepon. Sudah, ya.

Ini Howard Ratner.

Janet, terima kasih meneleponku secepat ini.

Pesanmu sangat mengganggu.

Aku tak bermaksud membuatmu cemas.

Ini soal apa?

Kulihat di Internet atasanmu mewakili Kevin Garnett.

Tunggu sebentar.

Tentu.

Howard, Julia ada di saluran satu.

Bilang aku tak ada. Persetan.

- Di mana kau? - Kenapa tak jawab teleponku?

Aku yang tanya. Di mana kau?

Aku tinggal di rumah Kat.

Aku tak bisa pulang jika kau begitu.

Coba kutebak. Kau tidak akan kerja hari ini.

Aku mau.

Pasti enak datang ke kantor semaunya.

- Howard. - Apa itu enak?

Mungkin kau harus tidur siang.

Tidurlah. Silakan beristirahat. Kau harus tetap menarik, bukan?

Jawab aku.

Aku hanya ingin bicara, tak mau bertengkar.

Aku harus bekerja.

Aku harus bekerja untuk memastikan kau terurus.

Personalia Celtics

- di saluran dua. - Dah.

Howard Ratner.

Kau menelepon? Apa kabar?

Aku tak akan bohong. Kurang baik.

Apa yang bisa kubantu?

Aku mengalami kesulitan dengan pemainmu yang terkenal, dan

aku siap membuat keadaan memburuk bagimu.

Bisa tunggu sebentar?

Aku tak mau menunggu. Aku kebetulan orang yang sadar hukum.

Dan aku ingin menutup telepon ini dan menelepon

- pengacara atau polisi. - Wow. Kau sadar...

Howard, KG datang bersama Demany.

...terdengar seperti orang berengsek...

Lupakan saja.

Kevin.

Hei.

Biarkan dia masuk.

- Wow. Tekan belnya. - Ya.

- Sudah, Howard. - Buka pintunya.

Gunakan bel lain. Cepat.

- Coba lagi. - Sabar, ya.

Ayo.

Tidak berhasil.

Sial!

- Sebentar, maaf. - Buka saja ini.

- Maaf. - Kami tak punya waktu.

Ada pertandingan malam ini.

Kau bawa opalnya?

- Aku punya klaustrofobia. - Ya.

- Bagus. - Kami tunggu di bawah saja.

Tak bisa, itu terkunci.

- Howard, ayolah. - Ambil palu.

Roman. Dia butuh palu.

- Sebentar. - Biar kuambilkan palu.

- Sebentar lagi. - Tuhan, semoga ini berhasil.

- Berikan aku palu itu. - Biar kutangani.

Ini biasanya berhasil. Pasti.

Ambilkan itu.

Siap tekan bel, ya?

- Astaga. - Maaf, tekan.

- Keras sekali. - Apa kau bercanda? Tekan.

Dari samping.

Flawless datang.

Singkirkan bajingan itu.

- Flawless di sini? - Suruh pergi.

Sampai jumpa, Flawless. Roman!

- Roman! - Apa?

- Ke sini. - Sial.

Baiklah, dengar. Ada masalah koneksi.

Ambilkan aku serutan logam dan peralatan.

Sial!

Aku akan membuka ini.

Aku janji ini akan berhasil. Cepatlah, Roman.

Terima kasih.

Hei, Howard. Aku mau beli opal.

Ini hari pertandingan.

- Aku tahu. - Apa yang terjadi?

Kubawa 175.000 di tas ini.

170? Sudah kubilang ini lebih dari sejuta dolar.

Ayolah. Apa yang kau lakukan?

Empat kursi tepi lapangan.

- Aku tinggal di New York. - Ayolah.

Kawan, dengarkan dia.

KG, aku mau menggratiskannya.

Tapi aku terikat lelang sekarang.

Lelang apa?

- Lelang? - Ya.

Menawarlah di lelang.

- Kapan? - Senin.

Suruh dia datang ke...

Biarkan dia sewa beberapa malam.

Kukembalikan Senin malam.

Sempurna!

Kevin, aku tak suka mengecewakanmu seperti ini.

Sesekali katakan "ya"!

Aku ingin begitu. Aku mencintaimu.

- Aku merasa berengsek. - Memang.

- Howard. - Ayo.

Biar kulakukan ini. Aku bisa.

Harus aku yang lakukan semuanya.

Berhenti mengetuk. Tidak akan membantu.

Ayo.

- Aku sungguh minta maaf. - Astaga.

Pintu ini tidak berfungsi.

Beri mereka air dingin.

Aku tak butuh air. Ambilkan cincinku.

Berikan cincinnya. Dia ada urusan.

Cincin itu.

Ada pertandingan. Ambil cincinnya.

Astaga! Tidak! Kutinggal di Long Island.

Apa maksudmu kau tinggalkan...

Nanti kuberikan ke Demany.

Akan kuberikan ke Demany.

Aku tak bisa lakukan ini.

- Aku tak percaya padamu. - Aku...

Aku butuh batu itu.

Kau butuh batunya?

- Mana cincinku? - Nanti kuberikan.

- Kubawa ke Demany. - Ambilkan cincinku. Sampai nanti.

Dia akan pergi ke Boston..

Hei, buka pintu ini.

Kenapa kita ke sini, Bung?

Keluarkan kami.

Keluarkan dia.

KG, maafkan aku atas semua yang kulakukan.

Dan kau, Berengsek!

Kau lakukan ini!

- Kau! - Kau. Kau bilang apa padanya?

Apa yang kau bicarakan? Dengar, ini cara kerjanya.

Kubawa orang ke sini untuk beli perhiasan, lalu aku dibayar.

Beraninya kau bicara...

setelah buat kekacauan.

Ia menawarimu seperempat juta dolar untuk sebuah batu, Bodoh.

Berkat aku.

Berkat kau? Benar.

Aku tak berperan.

Kau bicara pada orang Etiopia?

Kau menelepon?

Persetan kau.

Aku pindah saja. Mana barangku?

Apa-apaan?

Mana barangku?

Hanya ada tiga jam di sini!

Mana barangku yang lain?

Sedang dipinjamkan.

Apa maksudmu dipinjamkan?

Ini Roley palsu, $200.

Itu barangku. Kotak itu mahal, Idiot!

Aku berutang padamu. Pergilah.

Lepaskan aku, Bung!

Howard, Dokter Blauman di saluran satu.

Silakan. Hai.

- Howard? - Dokter. Ada apa?

- Mana barangku? - Howard.

- Mana dokumennya? - Tolong diam.

- Semua oke? - Mana dokumen itu?

- Diam. - Sialan!

- Howard? Aku? - Maaf.

- Ini... - Howard ...

Apa hasilnya?

Hasil kolonoskopimu sudah ada... semua baik.

- Semua bersih. - Bagus.

Berhenti menelepon sebentar.

Kau bilang baik?

- Ya, kau sehat. - Terima kasih. Itu melegakan.

- Ini hanya rutin. - Kau tak mendengarkanku.

Ayahku meninggal karena itu.

Tak bermaksud menakutimu. Mengingat keluargamu...

Aku tahu. Yahudi dan kanker usus besar. Apa itu?

Kukira kami orang terpilih.

Kanker itu membayar rumahku di Hamptons.

Bagian mana dari Hamptons?

Apa yang kau lakukan?

Ikannya bisa mati.

- Apa-apaan? Ikanku! - Howard?

Ikanku! Ambil gelas!

Sialan kau...

Persetan dengan ikanmu.

Dasar berengsek!

Ambil gelas lagi. Sialan.

Kemarilah. Kutangkap kau.

Nah, begitu. Tenang, Sayang.

- Joani, ambilkan gelas lagi. - Howard.

Tak bisa lihat air. Mereka buta.

Sampai jumpa, Howard.

Kukira sudah jelas. Jam 5.30 aku keluar.

Sudah kubilang aku datang hari ini.

Aku dapat batunya. Jangan pergi.

Howard. Aku...

-Tidak. - Howard.

Berhenti, kau jadi gila lagi.

Aku tak punya waktu bicara.

Aku harus ke Adley's sebelum tutup.

- Aku ikut. - Lalu ke ayah mertuaku.

- Howard. Aku sakit. - Cukup.

Aku kurang sehat.

Kulihat kau terburu-buru ke sini.

- Aku terburu-buru. - Kau membuat smoothie!

- Aku terburu-buru. - Keluarlah.

Bedebah!

Keluarlah hari ini.

Persetan kau.

Enyah dari hidupku!

Kau tak tahu siapa dia.

Apa kabar, Howie?

Baik.

- Selamat Paskah. - Baik, Larry.

Kau Yahudi lagi? Selamat kembali.

Aku punya berlian.

- Tak apa. - Hei, Howard.

Celupkan seledri?

JULIA

Tahu siapa yang buruk?

- Dianggap tinggi? - Chris Paul.

Chris Paul. Dia tak bisa.

Noah. Eddie? Kumohon, cukup.

Apa maksudmu?

Diam, semuanya.

- Baiklah. - Kumohon.

Natalie, giliranmu.

Tunggu, ayahku terlewat.

Di mana kita?

Howard, kau yang membaca.

Baik. Ma, kau bahasa Ibrani, dan aku bahasa Inggris.

Ya, Sayang.

Ini dia.

Darah.

Katak.

Kutu rambut.

Hewan liar.

Sampar.

Bisul.

Hujan es.

Belalang.

Kegelapan.

Kematian anak sulung.

Yang di belakang.

Itu masih bisa terjadi.

Kau tahu, jaga dirimu, Anak-anak.

Hai, ini Julia.

Jangan tinggalkan pesan.

Kirim pesan saja.

Kau kirim sesuatu seperti itu, lalu kau tak jawab ponselmu?

Kau bercanda?

Aku sedang makan malam dengan keluarga,

kau tak mengerti karena kau tak punya keluarga.

Kau mau main-main denganku?

Apa pun maksudmu dengan tautan itu,

aku serius ingin kau keluar dari apartemenku malam ini.

Aku ingin konfirmasi via teks. Bukan tautan.

Via teks: "Howie, aku sudah pergi."

Jam 22.00.

Jangan telepon aku.

Arno, apa-apaan ini?

Bisa kita bicara? Kita keluarga. Kita di sini.

Minggir.

Kau tak tangguh tanpa teman-temanmu, ya?

Benarkah?

Dasar banci.

- Kau suka daftar ini? - Aku suka sekali.

Baron Davis selesai.

Mulai lagi. Melo. Amar'e...

- Lin? - Itu dia.

Lin harus masuk lagi.

Kenapa Lin tak kembali tahun depan? Sebab Dolan lihat semuanya puas.

Benar! Howard tahu itu. Selain itu...

Aku bertemu istriku di pertandingan pertama Linsanity.

Kau tahu dia bilang apa?

Dia mendatangiku dan bilang, "Selamat berlibur."

Seolah sedang Natal.

Serasa ada penyusup di rumah sendiri.

Dia tak mengganggu siapa pun, 'kan? Dia berusaha.

Buatmu mudah, ia bukan menantumu.

Kau tahu Mike? Yang jual vitamin di Amazon?

- Ia cadel. - Ini dia.

Kusuruh ia membawa KG.

Semua baik.

...kakinya terkilir. Bodoh sekali dia.

KG takkan berani main-main dengan Amar'e atau Melo.

Ini KG?

- Tiga untuk 11? Apa-apaan ini? - Ya, dia tampak tersiksa.

Dia mencoba mencuri batu opal dariku.

- Opalmu sudah datang? - Ya.

Bodohnya, kupinjamkan ke bajingan ini.

Apa maksudmu? Dia mencurinya?

Dia tak mencurinya.

Ia pikir itu punya kekuatan sihir.

Kekuatan sihir?

Ya.

- Masa? - Lihat dia malam ini tanpa itu.

Ia tak membawanya, ia bermain buruk.

Dia ingin memilikinya.

Kubilang, "Datang ke lelang,

buat tawaran seperti yang lain."

- Kapan lelangnya? - Lelangnya hari Senin.

Oke, menurutmu berapa harganya?

Harganya $1.000 hingga 3.000 per karat.

Dan itu 600 karat.

Itu lebih dari sejuta dolar.

Dia kaya.

Belum sekaya Gooey, tapi sedang kuusahakan.

- Itu sulit... - Kenapa dibandingkan?

Kaya ya kaya.

Kuambil risiko gila, berjudi, dan itu akan membuahkan hasil.

Jangan lihat kami, dia, jangan menatapku.

Cari sendiri.

Terus cari.

Makin dekat, makin dekat.

Sangat dekat.

Terus cari.

Aku menemukannya!

Itu baru anakku!

Astaga.

Ambil barangmu. Kita pergi.

- Bagus sekali. - Tahan perutnya, pasti masuk.

Ayo kita tunjukkan ke Ayah.

Ayah. Ini gaun bat mitzvah ibu.

Masih pas.

- Tunjukkan ke kakek. - Luar biasa.

Hei.

- Sudah jam 9. Kita pergi sekarang? - Ya, beri tahu mereka.

Sudah kubilang.

Apa?

Kau tampak cantik.

Astaga.

Aku perlu bicara sebentar.

Duduk saja, tak perlu melakukannya di sini.

Kita bisa menunggu, tapi aku...

Aku jadi sangat ragu,

dan...

kita bersama sekarang. Kami semua sangat nyaman.

Itu...

Apa sudah terlambat?

Mungkinkah kita...

Bagaimana menurutmu? Apa aku gila?

Kau serius?

Ya. Aku tahu aku mengacau.

- Aku tahu. - Ya, kau payah.

Aku tak mau bicara ini.

Tolong berhenti sejenak, dan lihat aku.

Lihat mataku,

rasakan apa yang kurasakan.

Kumohon.

Apa? Apa yang kau pikirkan?

- Apa? Katakan. Aku mau... -Oh, Tuhan.

Aku tahu. Apa?

Wajahmu bodoh.

- Bodoh. - Baik.

Ya, Tuhan.

Gadis itu akan kutinggalkan. Aku tak butuh dia.

Kami putus.

- Oke. - Tamat.

Itu bodoh. Dia sampah.

Dia sampah. Aku tahu itu.

Aku bodoh. Aku sudah selesai.

Itu tak ada artinya.

Kumohon.

Kumohon. Beri aku kesempatan lagi.

Kau tahu, Howard?

Katakan ya. Apa?

Kau orang paling menyebalkan yang pernah kutemui.

Aku benci bersamamu, benci melihatmu.

Jika bisa, aku tak mau melihatmu lagi.

Itu karena kau marah! Kau sedang marah, itu masuk akal.

Pukul aku jika kau mau.

Terima kasih.

Aku sudah siap untuk itu.

- Aku bahkan tak mau menyentuhmu. - Astaga.

Kau bercanda?

- Kau lihat itu? - Astaga!

Aku iri. Itu masih pas di badanmu sekarang?

Beratku kelebihan 7 kg.

Biar kuambil mobilnya.

Astaga!

Kau cantik sekali.

New York dan Long Island, tempatnya rock klasik.

Q 106.7, The Rock.

Dia selalu... Seolah kita ingin selalu melihat semua yang dia lakukan.

Ia cemburu padaku?

- Dia ingin hidupmu. - Astaga.

Dia ingin rumah kita.

Ambil saja.

Perhatikan permainanmu.

Kenapa ambil jalan ke Lex?

Mau lewat terowongan. Lebih lancar.

Biarkan aku fokus, serahkan ponselnya.

Aku mau ambil sesuatu dari apartemen. Di sana.

Ke kiri.

- Pukul bosnya. - Sudah.

Kita mampir ke apartemen, ya.

Astaga.

Ayah ada urusan.

Ya ampun, sangat menyebalkan.

Ada urusan.

- Kau mati! - Tidak.

- Pak. Apa kabar? - Apa kabarmu?

- Ada bagasi? - Aku hanya sebentar.

Aku harus ke kamar kecil.

Tahan saja. 25 menit lagi.

Tak bisa ditahan lagi.

- Eddie, naik ke atas. - Aku lelah, mau tidur.

Kenapa tidak tadi di rumah Kakek?

Ayo. Kita pergi.

Sialan.

Kamar mandi rusak karena konstruksi, kita numpang ke tetangga, ya.

Tak mau. Aku mau buang air besar.

- Pernah lihat Good Times? - Tidak.

Pria ini jadi ayah di acara itu.

Apa? Aku tak peduli.

Biar kutunjukkan.

Dia ada di Coming to America.

Sepertinya tidur.Pasti ia tua.

- Siapa itu? - Howard, dari sebelah.

Aku tinggal di E.

Hei, apa kabar?

Ada apa?

Kamar mandiku rusak,

Boleh pakai kamar mandimu untuk anak ini?

Tidak. Maaf.

- Dasar berengsek. - Hentikan itu.

Dia legenda.

Halo?

Hai. Aku tetanggamu.

Apa kabar?

Aku tetanggamu.

Aku Alan. Apa kabar?

Kamar mandiku rusak, anakku perlu...

Boleh ia pakai punyamu sebentar?

Nomor satu, nomor dua?

Nomor satu.

- Cepat, ya. - Baiklah, di belakang.

Tunggu aku di lorong.

Julia?

"Semoga hidupmu baik. Semoga kau dapat semua yang kau cari."

Sebentar.

Sebentar.

Ayo pergi.

Siapa gadis di apartemenmu?

Apa katamu?

Orang itu bilang ada wanita seksi di apartemenmu. Ibu?

Kenapa kau mengobrol?

Dia bicara padaku.

Sudah, masuk ke lift.

Cukup.

Jangan bicara soal ini pada siapa pun.

Dapat yang kau butuhkan?

Ya.

Buang dulu sampah sebelum masuk ke rumah.

Ini hari besar.

Roti Magnolia asli dari pusat kota.

- Ini sudah ada? Bagus. - Terima kasih.

Katakan terima kasih pada semua orang di sini.

- Tentu. - Dari aku, Howard Ratner.

Apa ini? Ini katalog hari ini?

Betul.

Jika orang lain ingin masuk, beri tahu aku dahulu.

- Itu aku. - Terima kasih.

Apa-apaan ini?

Itu kesalahan.

Itu koreksi.

Bukan, itu koreksi yang salah.

- Mana Anne? Aku ingin bicara. - Sedang rapat.

Panggilkan. Ini darurat. Aku ingin bicara.

Telepon dia. Terima kasih.

- Jika kau rendahkan suaramu, - Astaga. Ya.

- akan kutelepon dia. - Astaga.

Halo, Anne?

Bisa tanyakan bagaimana omong kosong 155 ini terjadi?

Kau dengar itu?

- Oke. - Apa? Apa katanya?

- Itu penilaianmu. - Itu yang tertulis.

Siapa yang menentukan angka itu?

Oscar di Permata.

Berarti Oscar salah.

Aku bisa dapatkan enam penilai sekarang.

Lima pasti bilang minimal $3.000 per karat.

Ia bilang bisa panggil...

Sini ponselnya. Boleh aku bicara dengannya?

- Maaf, aku harus mengalah. - Itu tak perlu.

Jangan.

- Anne. - Ya.

Ini keterlaluan.

Tenangkan dirimu, Tn. Ratner.

Aku tak mau tenang.

Penilaian ini konyol.

Oscar ahli permata paling berpengalaman...

Yang tak tahu apa-apa soal batu berwarna.

Kenapa baru kutahu sekarang?

Ingatkah kau membawa opal itu pada Jumat malam

untuk lelang Senin pagi?

- Untung masih bisa dinilai. - Aku tak peduli.

Itu harus diubah.

Tidak bisa. Kalau mau, bisa dibatalkan.

Dibatalkan? Tidak.

Tidak akan batal. Lakukan ini.

Buat pengumuman di bagian atas lelang

bahwa koreksinya salah, yang benar adalah estimasi awal.

Tidak. Kami tak mau mengoreksi koreksi.

Kita bisa batalkan atau lanjutkan. Terserahmu.

- Terima kasih. Oke, Anne. - Aku...

Aku juga menyesal. Ya, itu bagus.

- Akan kubilang padanya. - Siapa?

Kami lembur untuk menyiapkan barangmu.

Terima kasih banyak, Anne. Dari lubuk hatiku, aku mohon maaf.

- Baik, terima kasih. - Paham?

Ia bilang sisipan ini harus dikeluarkan dari setiap katalog

sebelum lelang dimulai.

Kau kerjakan yang itu. Di sana ada sekotak

aku bisa kerjakan itu.

- Kau mau apa? - Bertanya ke Anne.

Tak perlu. Aku baru saja bicara.

Ini pertanyaan lain.

- Howard. - Anne.

- Dia bilang kau... - Dengar, lupakan saja.

Masukkan lagi. Aku tak peduli. Gooey!

Kami datang.

Sungguh senang melihatmu.

KG datang?

KG? Aku belum melihatnya.

- Ia datang? - Belum, tapi...

- Ini harus ditandatangani. - Dengar.

Dapatkan itu sebelum lelang dimulai.

- Aku... - Pergi ke ruang lelang.

- Cari KG. - Cari dia.

- KG orang baik. - Ia bersemangat.

Aku mau minta bantuanmu, ya?

Bantuan apa?

Tolong dongkrak penawaran.

Apa? Tidak.

Gooey, sedikit saja. Buat tawaran untuk itu.

Aku harus memastikan dapat 250.

Jika aku menang di 250?

Gampang. Akan kukembalikan padamu.

-Yesus. - Hei.

Itu tak menyenangkan.

- Aku tak suka ini. - Aku terpaksa.

Aku mengacau.

Seharusnya kunilai sendiri, tapi tak sempat.

- Berapa penilaian mereka? - 200.

- 200? - Berengsek ini...

- Ada apa... - ...tak punya spesialis opal.

- Temanku di AGL bilang 500... - 200?

...hanya berdasarkan gambar.

Dengar. 20 persen. Itu tawaran bagus.

Untuk menjadi rekanku.

KG akan membelinya. Bukan masalah.

Ia terobsesi dengan batu itu.

Tujuan hari ini adalah Aaron bertemu KG.

- Gooey. - Sebagai dukungan. Itu tujuan hari ini.

Justru inilah dukungan terbaik.

Terjual padamu.

Terima kasih, Pak.

Kita lanjutkan sekarang ke lot nomor 38.

Lot 38.

Ada pemberitahuan.

Diberitahukan bahwa opal hitam Etiopia istimewa yang ada di sini,

di sebelah kiri Anda, di kanan saya,

sekarang ditawarkan dengan estimasi 155 sampai 225.000 dolar AS.

Hadirin sekalian, ini benda bagus, benda kolektor,

dan yang terpenting, terbuka di kedua sisinya

untuk mengungkap spektrum penuh warna yang mempesona

serta gurat harus di dalamnya.

Jadi, hadirin sekalian,

rekanku siap dan siaga di telepon,

dan Anda sudah siap, kita mulai menawar sekarang di $20.000.

Dua puluh ribu. 30.000.

Apa ada tawaran 40.000?

40.000, dari pria itu. Terima kasih, Pak.

40.000 sekarang. Ada yang mau 50?

50.000 sekarang, di tempat baru.

50.000 sekarang, melawanmu, Pak.

Ada yang mau 60? 60.000, melawanmu, Pak.

70.000, melawanmu, Pak.

- Seratus ribu. - Seratus ribu sekarang.

Tawaranmu, Pak.

Di tempat yang bagus. Lompatan besar dan berani untuk pelompat besar.

100.000. Bukan lagi milikmu, Pak.

Ini melawanmu, Pak.

Coba lagi, Pak? Akan kubuka harga baru, Pak.

Mau mempertimbangkan 105.000, Pak?

Ayolah, Pak, yakin?

Positif? Sampai di sini saja?

Anggukan yakin.

Mencari 110 dari yang lain. Sekarang 100.000.

- Tawaran lanjut? - 110.000 sekarang.

Selamat kembali, Pak.

110.000 sekarang. Melawanmu, Pak.

Coba 120?

120 sekarang. Coba sekali lagi, Pak? Ayo coba 130?

Seratus tiga puluh sekarang. Coba 140? 140.000.

Ayo, Pak, naikkan lagi jadi 150.

Coba sekali lagi, 150.000. Bukan milikmu lagi, Pak.

Coba 160? 160 sekarang.

Kembali melawanmu lagi, Pak.

Bisa coba sekali lagi di 170? Seratus tujuh puluh.

Bagaimana 180?

Katakan 180, Pak?

Kita sepakat 175.

- 180.000 dolar. - Tak apa-apa.

Kembali melawanmu, Pak.

Aku mencari 190.000.

190.000 ditawarkan. Melawanmu, Pak.

190.000. Hubungi penasihatmu sekarang.

- Kau serius? - Aku serius.

Aku butuh batu ini.

Ada yang lebih tinggi?

- Lebih jauh? - Tenang.

Kesempatan terakhir.

Harus berlanjut. Ada penawaran bagus di 190.000.

Aku mencari 200, Pak.

Harus berlanjut. Lebih tinggi? Lebih jauh?

Kau yakin, Pak?

- Peluang terakhir. - Ayo.

Anda yang dapat, Pak, di 190.000 dolar, melawan telepon.

Melawan seluruh ruangan.

Terjual kepadamu, Pak, seharga $ 190.000.

Terima kasih banyak. Terima kasih, Pak. Penawar 172.

Baiklah.

- Gooey. - Maaf sekali.

Terima kasih.

Maaf.

Dengar, aku...

Oh! 49th Street.

Aku harus ke 48th Street.

- Itu 190 ribu dolar, Howard. - Ya, itu hanya sementara.

Hei, maafkan aku. Aku akan berhenti setelah lewat 200.

'Kan kubilang itu akan terjadi?

- Ya, maaf. - Sekarang apa?

Uangmu akan masuk ke rekeningku, kukembalikan segera kepadamu.

- Termasuk utangmu 20%? - Tentu.

- Itu dari sakuku. - Hampir 38 ribu dolar.

- Aku tahu. - 38 ribu.

Aku butuh beberapa minggu, tapi pasti selesai. Aku berjanji.

- Aaron, ayo pergi. - Aku dapat enam tanda tangan.

Sampai jumpa, Gooey.

Dapat tanda tangan? Bagus.

Ya. Hebat.

Garnett hebat 'kan?

- Ya. - Jangan marah padaku, ya?

Jangan marah.

Ayo. Mana opalnya? Serahkan opalnya.

- Untuk apa? - Harus kujual.

- Ambil opal itu. - Oke.

Tutup pintunya.

Ayo cepat. Buka pintunya.

Apa yang dia tunggu?

Oke.

Baiklah.

Aku tahu.

Biarkan mereka, kita bicara.

- Apa-apaan itu? - Aku mengacau.

Itu kesalahan, oke? Aku mengakuinya.

Ayo berhenti sebentar.

Akan kutelepon Kevin, aku tahu dia menginginkannya.

Dan kau lihat dia punya 175,

lalu semuanya akan beres.

Paham?

KG, ini aku.

Kabar baik untukmu. Aku...

Halo?

Halo?

Tak ada orang di telepon!

- Jika kau beri aku... - Diamlah.

Kau beruntung, Berengsek. Ayo pergi.

- Ayo pergi. - Hei, sialan.

Hei!

Arno!

Tolong dengarkan aku.

Aku bicara dengan Demany.

Ingat Demany? Dia teman bisnisku.

- Dia beri nomor teleponnya. - Cukup!

Itu cukup!

Kenapa kau sangat keras kepala?

Persetan kau, Bung! Enyahlah! Lempar dia ke air!

Ayo pergi.

Mana kacamataku?

Ke mana kacamataku?

Kau punya Versace...

Aku tak tahu apa ini tas 400 dolar.

Mungkin 250.

Howard! Itu Howard!

Lupakan Howard...

- Howard... - Aku sakit.

- Ada apa? - Aku tak mau bekerja.

Suruh semua pulang.

Baiklah, Sayang.

Hei. Maaf mengganggu.

Ada apa?

Ingin tahu bagaimana lelangnya?

Buruk. Aku tak mau membicarakannya.

Baiklah.

Damian dan Joseph membawa baju bagus

yang bagus untukmu. Mau lihat?

Tinggalkan aku sendiri.

Ayolah, Howard.

- Jangan lihat aku. - Astaga, Howard.

Jangan lihat aku.

- Apa yang terjadi? - Jangan lihat aku.

Entahlah. Aku tak tahan lagi

Aku tak tahu apa yang...

Semua takkan pernah membaik.

Aku tahu.

Aku sangat sedih. Aku kacau sekali.

Aku kacau sekali.

Ya, aku juga sedih.

Maaf jika ini terkait denganku,

tapi aku tak melakukan apa pun.

Kuharap kau lebih baik padaku.

Yang kau lakukan padaku tak menyenangkan.

Memang, tapi ini sangat sulit.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Aku tak punya tempat tujuan.

Tak ada tempat untuk jadi lebih baik.

Tentu ada.

Benar, Howard.

Kaulah rumahku. Datanglah padaku.

Aku tak tahu.

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

Semua yang kulakukan tidak berjalan baik.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Aku tak mau begini lagi. Sungguh.

Aku harus selesaikan ini.

Harus kuselesaikan, sungguh.

Aku punya sesuatu jika kau mau, tapi jangan mengejek, ya.

Apa?

Itu hal bodoh, tapi entah ya.

Kupikir itu akan membuatmu merasa lebih baik.

Buka ritsleting rokku.

Bukan begitu.

Buka saja.

Tertulis Howie.

Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan itu?

Kau tak suka?

Suka, tapi aku tak layak.

- Kau layak. - Tidak.

Kau berharga.

- Aku sayang padamu. - Aku tak pantas.

Kau pantas. Aku mencintaimu.

- Tidak. - Ya.

Kau bahkan tak bisa dikubur bersamaku.

Tak apa-apa.

Oh, pria ini.

Jangan biarkan dia masuk, paham?

Abaikan saja dia. Abaikan, Joey.

Ayo kita bersihkan dirimu.

Itu tak patah, bukan?

Ini gila. Kau tak boleh terlihat seperti ini.

Bisakah kau jawab?

- Halo? - Hai. Ini Liz. Aku bekerja dengan Kevin.

Aku mencari Howard.

Ini Howard.

Aku dapat pesan dari Demany tentang permata itu.

Kami di bank sekarang.

Dia menginginkannya?

Ya. Kevin masih tertarik. Kami ke sana...

Seperti yang kita bahas, 'kan?

Masih 175, ya?

- Ya. - Tunai.

Ya, tunai. Kami di bank sekarang.

- Kau bilang kita di bank? - Kevin, ya.

- Sudah dulu ya. - Oke.

Sampai jumpa.

Lihat? Sudah kubilang.

Arno? Dengar. Ini bukan omong kosong.

Kevin Garnett akan datang ke kantorku sekarang, membawa $175.000 tunai.

Oke? Kau bilang waktuku sampai Senin.

Hari ini Senin, jadi aku tak tahu apa kau dengar ini,

tapi Arno, ini nyata.

Kevin sedang dalam perjalanan. Dia dari bank.

Ayo ambil uangmu, Kawan.

Aku perlu cincin Celtic itu.

- Janjimu Jumat. - Ya.

- Ini Senin. - Aku tahu.

Ini pekan yang singkat.

Kenapa wajahmu?

Kecelakaan mobil.

- Dengar. - Kau butuh apa?

Aku perlu cincin Celtic, kutukar dengan cincin Knicks.

Kau tahu artinya.

Tukarkan mereka.

Sudah lama kau punya ini.

Aku perlu ambil cincin Celtic.

- Tidak. - Kau mau apa?

- Cincin itu kini milikku. - Aku tahu.

Aku setuju menukarnya,

tapi kutambah denda 15 persen untuk yang ini.

Jika Jumat kau tak datang, kau tak dapat kesempatan ketiga.

Tak perlu cemas. Jadikan 16 persen.

- Maaf, aku kacau. - Sobat, kau baik-baik saja?

Baik. Semuanya baik.

- Ya. - Sungguh.

Aku berjanji.

Hei. Itu dia.

KG! Kau 'kan ada pertandingan malam ini?

Ini cincinmu, ya? Malam pertandingan.

- Kami harus pergi. Bisa cepat? - Kau Liz, ya? Tentu kita akan cepat.

Julia, bawakan mereka Powerade.

Powerade? Air putih? Ada lagi?

- Tak apa. - Kau yakin?

- Ya. - Minuman dingin.

Howard, sebentar saja.

- Tentu. - Air putih?

- Ayo kita lakukan. - Sebentar saja.

Itu kantorku, masuklah.

Ada apa ini, Bung?

Sejak kita bertemu, kau mengiming-imingiku.

Apa maksudmu?

Dan kurasa kau memainkan emosiku.

Kau mempermainkanku.

Kau tak jujur sejak aku kemari, paham?

Kenapa bilang begitu?

Aku pinjam opal itu dan kukembalikan.

Aku tak perlu mengembalikannya, paham?

Aku ke lelang,

kau suruh orang menawar melawanku.

Apa-apaan itu? Memangnya aku tak tahu?

- Kau pikir aku tak tahu apa-apa? - Ini rumit, KG.

Kau lihat wajahku?

- Lihat? - Ini uang 165.000.

- Tunai. - Kutunjukkan karena itu tak mudah.

Enam persen untuk Demany. Sudah kupotong.

Baik. Kurasa itu adil.

Berikan opalnya, aku mau pergi.

- Opal ini sangat berharga untukmu. - Ya. Sangat.

Baik, ini.

Keluar dari sini.

Aku menghormatimu. Aku menghormati gairahmu.

Aku selalu begitu.

- Kukira kau penggemar juga. - Betul.

Berapa kau membayar ini?

Itu bukan pertanyaan yang adil.

Kuhabiskan waktu berbulan-bulan untuk itu.

Aku takkan menarik uangku.

Hanya ingin tahu, sebagai sesama lelaki.

Berapa yang kau bayarkan?

Sial. Berapa yang kubayar? Aku membayar...

Ini...

Kalau kuberi tahu,

- akan menyesatkan. - Kenapa?

Aku membayar 100 ribu dolar, oke?

Uangmu digandakan?

Di sini aku yang rugi. Aku mengacau.

Seharusnya aku dapat sejuta dolar.

Tapi apa yang kudapat?

Untung 65 ribu?

Kau beri 100 ribu ke orang Etiopia

untuk benda bernilai sejuta dolar?

Kau pikir itu tak apa?

Kau tahu berapa penghasilan penambang Etiopia?

100 ribu berarti 50 kali hidup mereka.

Sejuta dolar jauh lebih banyak.

Kau ingin menang dengan satu poin atau 30 poin, KG?

Aku melihatmu saat seluruh stadion mencemoohmu.

Kau sudah menang 30, masih berusaha lebih.

Lihat Vegas. Ada apa di Vegas malam ini?

Mari kita lihat.

Kau serius? Kau akan bahas ini?

Lihat ini.

Mereka pikir Sixers seharusnya menang malam ini.

Siapa yang peduli?

Mereka pikir, di Game 7, kau takkan dapat 18 poin.

Tak sangka kau dapat 8 rebound?

- Mereka tak tahu apa-apa. - Tentu.

Takkah kau ingin bunuh mereka?

Kau ingin bilang, "Sialan, kau meragukanku?"

Bukankah itu membuatmu ingin menginjak leher Elton Brand?

Ayolah, KG, ini juga sama saja.

Ini aku. Paham? Aku bukan atlet.

Ini caraku.

Ini caraku menang, oke?

Semua kerja kerasku, perjuanganku,

pajak yang kubayar.

Masa kau tak mau buat skor besar di Game 7?

Peduli amat dengan mereka. Itu 'kan yang kau rasakan? Aku tahu.

Jadi lihatlah...

ayo bertaruh untuk ini.

Ayo bertaruh di sini.

Akan kupertaruhkan semua uang ini untukmu malam ini, KG.

Kau akan menang, KG.

Mereka tak tahu itu.

Mereka di luar, kau pikir mereka mengenalmu?

Mereka tak mengenalmu. Tak kenal kita.

Ini soal menang. Ini soal dirimu.

Dan aku melihat keyakinanmu,

kejujuranmu,

dan keajaibanmu.

Howard, kau gila.

KG, kau paham hebatnya permainan yang akan kau lakukan malam ini?

- Aku tahu. - Dengar..

Kita satu tim malam ini, KG.

Ini hanya lelucon.

Itu perasaan yang sama-sama kita rasakan. Mereka tak tahu.

Kau dan aku tahu, ya?

Pinggirannya bagus.

HOWIE: CEPAT PERGI KE TEMPAT JO, JULURKAN KEPALAMU DARI JENDELA.

Jam tangan bagus.

Apa-apaan ini...

Tolong jaga ini ya, aku ke toilet dulu.

- Tentu. - Terima kasih.

- Aku pergi dulu. - Selesaikan urusanmu, Sayang.

Kau ingin kutemani?

Mungkin lain kali.

Hei. Aku mencari Howard.

- Maaf, kami tutup. - Dia memberiku Rolex palsu.

Maaf, aku tak tahu apa-apa tentang itu. Tenanglah.

Biar aku bicara padamu, tolong aku.

Maaf, aku sibuk.

Ini akan jadi malam terbaik dalam hidup kita.

Howard.

Ayo.

Ayo.

Di mana kau? Hei.

- Apa-apaan ini? - Ambil ini.

Dengarkan baik-baik.

Aku pesankan Blade untukmu, ya?

Kau akan mendarat di atas Mohegan Sun.

- Oke. - Ada taruhan di tas itu.

Ambil semua yang di dalam tas,

- pasang di taruhan itu. - Berapa?

Banyak. Jangan dipikirkan jumlahnya.

Jangan kau lihat sampai kau tiba,

keluarkan, berikan ke kasir.

- Kau paham? - Ya

Kau akan terkejut malam ini.

Andai kau bisa kucium.

- Pergilah. - Baik.

- Pergilah. - Aku sayang kau. Dah.

Terima kasih.

Ayo selesaikan ini.

Arno, kau takkan percaya ini.

Percaya apa?

Kita akan menang besar sekali.

KG tadi di sini. Kau melihatnya, 'kan? Kuberi batunya.

Dia akan mengejutkan taruhan uang malam ini.

Howard, mana uangnya sekarang?

Sedang dalam perjalanan.

Menuju kasino.

Apa maksudmu, Howard?

Apa yang terjadi di sana?

- Mana gadis yang ke toilet? - Entah.

Ia tak kembali?

Apa yang tak kau pahami?

Tidak, uangnya di sini.

Jemput dia sekarang. Bawa ke sini.

- Tekan belnya. - Buka pintu!

Untuk apa kubuka pintu ini?

- Keluarkan aku! - Aku saja.

Apa yang mereka lakukan?

Kau bilang apa?

Lepaskan aku. Kita ini sedang apa?

Kau akan paham dalam dua menit!

- Dengar... - Aku mendengarkan.

- Lakukan yang kuminta. - Dengar, Penjahat.

Kuberi tahu kau hal bagus.

Howard, dengar aku.

- Arno? - Kemarilah.

Geser mesin itu, sekarang!

- Aku ingin memberikanmu uangmu! - Tutup mulutmu!

Diam!

Hei, ayolah.

Kau akan jatuh di kepala, dengar?

- Perintahkan saja, kulepas dia. - Aku punya anak.

- Kau akan meneleponnya? - Ya.

- Panggil ia kembali! - Tarik aku.

Baiklah, ayo, tarik ia.

Dengarkan aku.

Tenangkan dirimu. Paham?

Aku ingin kau telepon dia.

Kau dengar?

Beri aku waktu sebentar.

Telepon dulu, nanti waktumu banyak.

Baiklah.

Suruh gadis itu kembali ke sini sekarang.

BERANGKAT MOHEGAN SUN

Dia ada di Mohegan Sun.

Ya, ayo.

Gunakan pengeras.

Ini dia.

Bedebah ini.

Ayo.

- Aku tak bisa, maaf. - Berengsek.

Maaf. Sungguh. Maafkan aku.

Persetan dengan ini!

Kau bodoh.

- Biar kulakukan. - Yang benar saja?

Tidak sepadan. Singkirkan itu.

Howard, keluarkan kami.

Untuk apa? Kalian mau ke mana?

- Keluarkan saja aku! - Tonton pertandingannya.

- Kau pasti suka. - Keluarkan aku.

Keluarkan aku atau kupukul kepalamu ke kaca.

Baik. Akan kukeluarkan kau.

Persetan.

Ayo. Tutup pintunya. Tutup.

Keluarkan aku!

Kau sedang apa?

Buka pintunya!

Ayo.

Howard, buka pintunya.

Maaf. Aku tak mau mengeluarkanmu.

Arno. Sixers seharusnya tak di sana, mengerti?

Tidak, dia di Mohegan Sun Sports Bar.

Mohegan Sun Sports Bar.

Pergi ke sana sekarang.

Kau tahu seperti apa dia, cari dia.

- Dengar itu? - Howard.

Buka pintunya!

- Aku tahu kau marah. - Tentu saja.

Aku sedang menyelesaikannya untukmu.

- Buka pintunya! - NBA tak mau Sixers menang.

Itu tidak ada uangnya, mengerti?

- Mereka ingin bintang. - Keluarkan kami, Howard.

- Bintang membuat mereka terkenal. - Buka pintunya!

- Hei, ini antipeluru. - Buka sekarang, Bajingan!

Kau menyakiti diri sendiri.

Kubilang, buka!

Arno, menunduk. Nanti terbunuh.

Dengar. Terima kasih.

Aku bicara dengan Arno.

- Cukup. - Buka pintu sialan ini!

Aku punya sesuatu untukmu.

Kau tahu ia hanya dapat bola awal.

- Ia akan dapat... - Buka pintunya.

Tahu berapa rebound yang akan ia dapat, Arno?

Siapa itu? Kau bicara dengan siapa? Siapa yang kau telepon?

Buka pintunya, Bedebah!

- Ya? - Dinah, ini aku.

ConEd menelepon kantor. Ada kebocoran.

- Ada kebocoran gas di Pinoak. - Astaga, Howard.

- Seluruh blok dievakuasi. - Tenang.

Bawa anak-anak pergi.

Pergi ke rumah Amy.

- Kenapa telepon kantor, bukan aku... - Entah.

- Tak masuk akal. - Jangan mendebat.

- Aku lihat dari jendela. - Bawa anak-anak pergi.

Aku takut, oke?

Aku jadi takut.

Diam di rumah Amy sampai aku pulang.

- Astaga. - Kau berjanji? Diam di rumah, ya?

- Nanti kau ke sana? - Ya. Terima kasih.

Buka pintunya!

Tahun lalu pendapatanku $125 juta.

Aku tak tahu harus kuapakan uangku.

Tak ada teman atau pasangan untuk menikmatinya.

Mengerikan.

Ini hari besar bagiku. Aku bertemu kau.

Mau minum saat tiba di sana?

Hei.

- Hei. - Oke.

Aku mau bertaruh untuk Celtics, parlay tiga arah.

Ditambah tips. Di sini...

Kau mau parlay tiga arah.

Pastikan jumlah taruhannya persis itu, ya?

Berapa?

Aku tak yakin. Kau harus hitung...

Oh, baik.

- Chad? - Ya.

Sebentar.

Akan kuminta atasanku menghitungnya, oke?

Oke.

- Hampir selesai. - Sebentar.

Ayo.

Aku merasakannya.

Merasakan ini.

Cantik.

Ini saatnya. Ini dia.

Silakan.

Katakan.

Oke, bacakan seluruh tiket dengan lantang.

Sebutkan dengan lantang. Sebentar.

Aku ingin orang-orang mendengarnya.

Ucapkan seluruh tiket. Ayo.

Aku pasang 155 di taruhan tiga arah.

Poin Garnett, plus rebound dengan Celtics.

Taruhan bahwa Celtics memenangkan bola awal.

Benar.

Baca saja seluruh tiketnya.

- Oke. Tercantum di sini... - Kau bersenang-senang?

- ...untuk memenangkan $1.229.000. - Ya.

Kau dengar angka itu? Itu sudah cukup.

Kau tak perlu bicara lagi. Taruhan sudah masuk. Oke?

Persetan kau.

Aku akan membawamu ke Ritz Carlton, Grand Cayman, ya? Dengan Jacuzzi.

- Gosok tato itu untukku. - Aku mencintaimu.

Oke, ini dia.

Kita dapat awal, maka urusan beres, ya?

Pukul dada itu, Sayang. Ini dia.

Kita harus dapat ini. Tepat di awal.

Ayolah. Ayo.

Sentuh bola itu.

Ayo dapatkan bola awal.

Dapat!

Ya!

Kita pasti kacau jika tak dapat itu.

Itu bagian terbesar dari keseluruhan taruhan.

Hebat. Aku tahu dia akan menang.

Aku tahu dia akan menang.

Baiklah.

Bersiap...

Satu rebound. Bum. Satu. Lihat itu.

Dia lakukan langsung di awal.

Ia merasakannya.

Ambil itu. Ambil.

Ayo. Selesaikan.

Hei! Ya! Bagus itu.

Itu lemparan pertamanya. Tepat. Sekarang tiga.

Dua, plus rebound tadi. Sudah tiga dari 26.

Oke, aku bertaruh untuk Celtics. Khususnya, Kevin Garnett.

Dua taruhan bagus.

Celtics menang,

Garnett dapat 9 dan 7.

Jadi 16 saat ini

- menuju 26, kau bilang? - Astaga.

Si cantik ada di sini.

Dua kali dalam sehari.

Apa kabarmu dari helikopter ke sini?

Aku tak bisa melupakanmu.

- Kau lucu. - Kau seksi, Sayang.

- Ya. - Bertaruh untuk Celtics?

- Coba lihat. - Ia akan melempar?

- Apa itu...? - Ya.

Garnett akan membantu.

Ayo, Bung.

- Seharusnya dia dapat itu. - Lewat satu, tak apa.

- Aku punya ide bagus saat rehat. - Apa?

Datang ke kamarku. Aku menyewa koki.

Di penthouse. Pemandangan terbaik.

- Paling top. - Terima kasih.

Aku mencintaimu. Sampai jumpa di sana.

Penthouse A. Ruang Penny.

Oke, Sayang? Bagus.

Sampai jumpa.

- Wow. - Yang terburuk.

Ia seperti kartun.

Kau tak apa?

Oh.

Ada apa?

Butuh bantuan?

Terima kasih atas bantuanmu.

Ini bagusnya bertaruh.

Ini bagusnya bertaruh, kau tahu?

Aku bertaruh untuk Celtics. Penggemar Knicks.

Jika diri 12 tahunku melihatku sekarang,

"Apa-apaan ini?"

Semua bicara soal taruhan besar ini.

Minta dia kemari.

Itu pasti dia. Dia bersamaku.

Kita akan menculiknya dan membawanya kembali, Bos.

Tentu saja.

Semua orang di sini harus bersatu.

KG. Lihatlah KG.

Ingat ini. Jika kita ingin cepat, lakukan sendiri.

Tapi jika kau ingin jauh, lakukan bersama-sama.

Kita seperti kecoa, tak bisa dibunuh.

Jangan dioper. Berikan kepadanya. Lagi, dan lagi.

Dan lempar! Lempar!

Persetan itu! Doc sialan.

Mengacaukan iramanya! Ia kacaukan mereka!

Sial!

Itu salahmu.

Kau lihat pria itu, Phil,

salah satu anak buahmu dari Boston.

Kau lihat siapa itu... Sebentar.

Si gemuk itu anak buahmu 'kan?

Mirip kau. Mirip anak buahmu.

Itu rebound bagus sekali!

Itu dia! Tiga lagi!

Bagus!

Tulisan apa itu? Berapa skornya?

Mereka menang?

Mereka menang. Mereka menang tiga poin.

Persetan itu! Dia menipunya.

Tak apa. Dia dapat itu. Itu dihitung satu.

Sekarang berapa? 23?

Baiklah, yang terakhir. Ayo.

Oke, ambil. Nah, begitu.

Lempar!

Ayo, K! Lempar!

Astaga, ya! Mereka berhasil!

Itu semua karena permata itu.

Sekarang sudah 25. Satu lagi!

Satu poin lagi. Rebound atau keranjang.

Apa saja.

Apa pun itu, kita menang.

Oke, satu lagi. Satu lagi saja.

- Astaga. - Hai.

Masuklah. Tiga kali dalam satu hari.

- Ya. - Sulit dipercaya.

Aku tidak percaya itu kau. Mana pacarmu?

- Ayo nonton pertandingan. - Tentu. Silakan.

- Anggap rumah sendiri. - Mana remote-nya?

- Ini bagaimana? - iPad di sana.

Gunakan iPad semaumu. Aku mandi dulu, ya?

Aku harus mandi. Harus bersih-bersih.

Naik pesawat membuatku berantakan.

Lakukan semaumu. Jika bel berbunyi,

itu mungkin teman-temanku atau makanan datang, oke?

- Bukakan pintunya, ya? - Oke. Baik.

Kumohon.

Itu dia!

Terima kasih.

Itu dia. Dua taruhan selesai. Kita menang.

Dua. Sekarang harus menang.

Celt harus menang. Kita menang, Arno.

Bagaimana? Berapa skornya?

68, 73 Boston.

68? Apa? Ronde keempat?

Batalkan makanannya.

Aku mau keluar.

Sayang, aku suka kau suka ini.

Dorong.

Dorong. Bidik lubangnya.

Ambil!

Jangan sampai lolos.

Jangan sampai lolos. Tak apa-apa.

KG pasti bisa lakukan itu.

Ayo selesaikan.

Ayo masukkan bolanya. Aku bisa merasakannya.

Ayo. Dia punya permata itu.

Rasakan permata itu. Rasakan.

Sialan!

Tidak apa-apa.

Oke, kita naik terus. Terus.

Ini bukan masalah besar.

Ini akan membantu menyelesaikannya.

Jangan bicara. Lakukan saja, Bung.

Lakukan saja.

Kau bisa. Ayo.

Ya!

Baiklah, semua merasakannya. Aku merasakannya.

Aku yakin sekarang. Aku yakin.

Jangan biarkan mereka melempar.

Tangkap! Nah, begitu! Bagus!

Astaga!

Ya!

Astaga!

Astaga.

Waduh.

Astaga.

Astaga.

Howard? Kita baru saja menang?

Astaga! Kau bercanda?

Astaga.

Wah.

Sayang. Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Arno!

Dia berhasil.

Ia berhasil.

Aku tahu. Terima kasih.

Tidak, kau. Aku mencintaimu.

Aku sangat senang.

Tutup teleponmu, kau menang. Kau menegaskan maksudmu. Ayo.

Kau buat jejakmu.

Apa kau mendengarkan? Ya, baru dicairkan.

Pastikan mereka mengantarmu ke mobil.

Aku akan memesankan Blade.

- Howard. - Nanti kutelepon lagi.

Berengsek.

Arno. Aku tahu itu, Arno.

Apa yang kau lakukan?

Apa-apaan?

Diam!

Ambil kantung.

- Apa yang kau lakukan? - Menyingkirlah.

Tutup mulutmu,

atau kau mati di sebelahnya, paham?

Jangan bikin bingung.

- Lepaskan aku. - Sial.

Lepaskan tanganmu dariku.

Silakan. Sekarang. Ayo. Lakukan!

Kau mau bilang apa? Lakukan!

Aku mau keluar. Keluarkan aku.

Keluarkan aku!

Ambil tasnya. Akan kubereskan ini.

Kemarilah. Tetap di sana. Diam di sana.

Ayo!

Siapa yang turun, Bedebah?

Kemarilah.

Bagaimana perasaanmu?

Saat menang, itu yang terpenting, bukan?

Yang besar harus diam, tutup mulut.

Membungkam yang ragu dan benci.

Itu uang banyak sekali, ya? Kau pemenangnya.

Kau baru ulang tahun ke-36. Ada yang bilang ia terlalu tua...

Kedengarannya buruk. Itu temanku.

Lihat bedebah itu.

Aku kenal dia! Ayahku berteman dengan dia!

Eddie, aku tidak bisa berpikir.

Amy, dia telanjang di bagas mobil. Aku menelepon polisi.

Semua biaya dan perjuanganku untuk ini.

Kau pikir aku tak akan muncul di Game 7? Itu lelucon.

Paul Pierce keluar.

Dia jadi cadangan. Apa kau merasa perlu menunjukkannya...

Bagus. Selamat.

Dia bekerja keras untuk tim.

Tidak hanya satu orang,

jadi kubagi tanggung jawab dengan orang ini.

Kau tahu?

Sekali lagi, aku merasa hanya ada aku dan bola basket (batu) itu.

Apa ini akhir dari...

Tidak. Masih banyak lainnya di tim kami.

Kami ingin menang. Kami ingin menang lagi.

- Astaga, Wayne. Terima kasih banyak. - Sayang.

Tak masalah. Uang yang banyak.

Ayo ke Avalon, minum sekali saja.

Tidak bisa. Aku harus pergi.

- Ayo minum. - Pergi sekarang.

Nico, ke belakang. Biar ini kutangani.

Oke. Aku ke sana.

Ayo!

- Ayo, pergilah! Ayo! - Sudah kudapat.

Nico?

Kameranya tak ada.

Ambil semua barang elektronik.

Ambil rekaman video itu.

Terjemahan subtitle oleh Wiwit Margawiati

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.