All language subtitles for The.Mentalist.S01E12.Red.Rum.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Seseorang yang memakai ketajaman mental,

hipnotis, atau sugesti."

"Ahli manipulasi pikiran dan tindakan."

"Hilang, Cody Elkins"

Entah, kami tak bisa temukan dia. Dia tak pernah begini.

Jika kalian dapat kabar lagi, beri tahu kami.

Terima kasih.

Namanya Cody Elkins, 16 tahun. Dilaporkan hilang dua hari lalu.

Hal ini jadi serius saat polisi menemukan sepatunya di selokan.

Kita tunggu hasil DNA. Kami rasa...

ini kasus penculikan, berpotensi pembunuhan...

yang membuatnya menjadi kasus CBI.

Orang tua korban, Michael dan Janice, keduanya bersih.

Mereka punya satu putra lagi. Namanya Brad, usianya 14 tahun.

Mereka punya toko bunga di sini. Cho bersama mereka sekarang.

Ayo.

Kurasa aku menunggu di sini saja.

Baiklah.

Apa?

- Kawan. - Sepedamu manis.

Apa yang kau lakukan?

Kalian pasti amat penasaran sampai ke sini mengendarai ini.

Kalian tak mungkin naik sepeda merah muda...

untuk ke toko ini, 'kan?

- Kalian mau melihat apa? - Tidak ada.

- Sungguh? - Ayo, Clyde.

- Di mana Cody Elkins? - Aku tidak tahu.

Aku tahu kalian mengetahuinya.

Tak perlu katakan di mana, cukup lihat arahnya saja.

- Di sana? - Kenapa kau melakukannya?

Terima kasih. Ini sepedamu.

Hati-hati.

Cho akan mengantar pulang keluarga Elkins.

Aku punya ide bagus soal di mana Cody Elkins.

Berbagilah.

Apa yang membuatmu berpikir dia di sini?

Anak-anak itu menunjukkannya dan mereka berbau kayu putih.

Memang banyak kayu putih di sini.

- Burung gagak. - Lalu?

Gagak adalah pemakan bangkai. Mereka suka yang busuk.

Astaga.

Anak yang malang.

Apa artinya itu?

Ilmu hitam. Pengorbanan.

Tak ada yang namanya ilmu hitam.

Ada yang tak setuju soal itu.

Pertama, cari senjata pembunuhnya.

Apa pun yang kalian temukan, tandai dan simpan.

Terima kasih.

Tunggu sebentar.

- Kapan terakhir kau lihat Cody? - Jumat malam, usai pertandingan.

Cody bermain di tim futbol SMPnya sebagai penerima bola.

Mereka dihajar cukup hebat malam itu,

tapi tahun ini tim mereka cukup hebat,

masuk peringkat nasional.

Kapan tepatnya kali terakhir kau lihat Cody Jumat malam itu?

Saat Cody mau tidur.

Kami bertiga pergi lebih cepat esok paginya.

Saat siang hari kami pulang, Cody tidak ada di rumah.

Seharusnya Cody menemui pelatihnya...

esok paginya untuk latihan, tapi dia tak datang.

- Brad! - Jumat malam itu,

bagaimana keadaannya?

Dia baik-baik saja.

Dia agak kesal pada dirinya sendiri...

soal pertandingannya.

Dia melakukan sedikit kesalahan.

Pelatih Dee menegurnya cukup keras.

Kurasa Cody sedikit terdorong.

- Mereka bertengkar? - Bisa dibilang begitu.

Tak ada yang serius, hal biasa di ruang loker,

sedikit diteriaki.

Cody ingin bermain lebih baik.

Bagaimana dia meninggal?

Ada indikasi di sekitar tubuhnya...

soal semacam bekas ritual ilmu hitam.

Apa Cody punya teman yang terlibat dengan hal itu?

Astaga.

Pelakunya gadis itu.

- Tentu. - Siapa dia?

Tamzin Dove.

Dia menyukai ilmu hitam.

Dia mengaku dirinya penyihir dan punya kekuatan.

Apa gadis itu membenci Cody?

Sekitar sepekan lalu,

dia menuduh Cody telah mencuri kucingnya.

- Apa benar? - Tentu saja tidak.

Tapi Tamzin memantrai Cody untuk membalas dendam.

- Mantra? Mantra apa? - Aku tidak tahu.

Katanya dia sudah melakukannya.

Pasti itu sangat membuat cemas.

Saat itu, Cody menganggapnya hanya lelucon.

Tamzin gadis yang aneh.

Kurasa karena itulah kami tak memusingkannya.

Di mana Tamzin Dove tinggal?

Semuanya mulai jadi aneh. Kami mau bertemu dengan penyihir.

- Berhati-hatilah. - Ya.

- Kalian menemukan sesuatu? - Tidak.

Tak ada senjata pembunuh atau darah.

Sepertinya korban dibunuh di tempat lain.

Tim forensik memperkirakan, korban meninggal Sabtu pagi.

Penyebab kematiannya, beberapa pukulan benda tumpul,

mungkin linggis atau pipa.

Baik. Aku ingin kalian menemui pelatih futbol Cody.

Mereka bertengkar Jumat malam, seharusnya bertemu Sabtu pagi.

Baik. Ada kekerasan di pertandingan futbol.

Baiklah.

Lihat, kambing, simbol setan.

Jadi, kebun binatang sama seperti pintu ke neraka?

Kurang lebih.

Lihat, simbol buruk lagi.

Seharusnya kau tak becanda soal hal seperti ini.

Sepertinya rumah ini kosong.

Tak banyak pengamanan untuk seorang pelayan iblis.

Aku bisa membuka pintunya dengan ini dalam lima detik.

Kita tunggu saja.

Jangan lihat, tapi kita harus menemui salah satu anak itu...

dan bicara dengan mereka.

- Tidak. - Sial.

- Mereka yang ada di toko Elkins? - Ya.

Bergerak lebih cepat!

Hidup Cody adalah tragedi. Dia juga anak yang baik.

Cepat! Vinson, kau lamban!

Gerakkan lemak di bokongmu itu!

Cody anak yang hebat dan baik.

Kalian seharusnya bertemu Sabtu pagi?

Ya. Di sini, pukul 09.00, tapi dia tidak datang.

Kau dan Cody bertengkar saat Jumat malam, bukan?

Ya, permainan dia memalukan.

Tak mencetak touchdown, dua kali salah tangkap,

dan lima kali salah lempar.

Kesalahan personal seperti itu dihukum 15 yard.

Dia membuat kecewa dirinya sendiri dan timnya.

Itu kebiasaanya belakangan.

Itulah kenapa kami mau bertemu Sabtu paginya, memperbaikinya.

"Memalukan?" Itu terlalu kasar.

Latihanku berdasarkan kenyataan, jika mau dengar omong kosong,

coba ke kelas bahasa Inggris. Tillis, aku bisa melihatmu.

- Apa saja yang dikatakan Cody? - Itu bukan urusan kalian.

Tak ada yang tahu hubungan antara pelatih dan timnya.

- Aku tahu. - Aku meragukannya.

Kami tahu sejarah kariermu.

Lima tahun lalu, kau dipecat di SMP kota Oregon...

- karena memukul seorang murid. - Tunggu dulu.

Kau membuatnya terdengar seakan aku seorang penganiaya.

Aku memukul karena mereka butuh perubahan sikap.

Orang tua mereka yang menyebar isu itu.

- Jadi, itu tak masalah? - Ini futbol.

- Itu kekerasan pada anak. - Tapi tak ada tuntutan.

- Tapi kau mengundurkan diri. - Aku yang akan memutuskannya.

Dengan perjanjian akan mengikuti kelas pengendalian emosi.

Seluruh 46 jamnya aku jalani,

kebosanan dan kemarahan sudah tak ada di diriku.

Tanyakan apa saja, tak akan ada yang kusembunyikan.

Kami ingin cari gedung olahraga dan ruang lokernya.

Terserah. Frank!

Frank! Kau harus dorong dia dan ke wilayah lawan.

Seharusnya pakai pemain tekelmu. Posisinya lebih bagus.

Penyerangmu juga melompati rutenya.

Tangan lincah. Berpikir cepat.

- Lempar padaku! Aku tak dijaga. - Tidak.

Pelatih macam apa kau? Ayahmu pasti akan malu.

Baiklah. Menjauhlah.

Bagus.

- Hei, lihat ini. - Menarik.

Mari berikan ini kepada forensik.

Baik.

Minelli bilang kita boleh masuk. Suratnya sedang diurus.

Ayo lakukan

Pasti kau tak bisa buka dalam lima...

Lupakan saja.

- Ada apa? - Aku tunggu di luar saja.

Kenapa?

Baiklah, aku masuk, tapi kau lebih dulu.

- Halo. - Halo.

Selamat datang. Kalian pasti agen CBI.

- Silakan duduk. - Terima kasih.

Kenapa kau tak bukakan saja?

Jika kubuka, aku tak dapat posisi yang menguntungkan, bukan?

- Jadi, kau menantikan kami? - Tentu saja.

Aku sudah dengar tentang Cody Elkins.

Mereka memakai pentagram dan api agar terlihat seperti ilmu sihir.

Orang Wicca.

Wajar saja kalian mendatangiku.

Aku satu-satunya penyihir di kota ini.

Detail tentang pentagram dan lilin itu tak dipublikasikan.

- Bagaimana kau tahu itu? - Terima kasih.

Dari temanku.

Jadi, temanmu terlibat pembunuhan Cody?

- Tidak. - Apa temanmu ini...

tubuhnya kecil dan berambut panjang,

Nama pemimpinnya Clyde?

Dia punya saudari dengan sepeda merah muda?

Ya. Itu mereka.

Jadi, temanmu anak-anak kecil.

Ya. Anak kecil suka misteri dan kegelapan.

- Aku suka anak kecil - Apa pendapat orang tua mereka?

Mereka datang ke sini...

karena orang tua mereka tak perhatian,

tapi mereka tak ada hubungannya dengan Cody,

pentagram, atau lilinnya.

Lalu apa yang mereka lakukan di hutan?

- Mengambil herba untukku. - Herba?

Kelabat, mawar liar, jelatang.

Mari.

Aku membuat dan menjual bubuk penyembuh Wicca...

di Internet.

Kalian harus memeriksa situsku.

Kenapa kau tak beri tahu polisi temanmu menemukan mayat?

Untuk apa?

Aku tahu Bumi, hujan, dan hewan akan mengurus Cody.

- Kalian tak bisa menolongnya. - Benar, memang.

Tapi kami bisa mencari dan menghukum pembunuhnya.

Tak perlu. Cody pantas mati. Dia orang jahat.

Dia mencuri, menyiksa, dan membunuh kucingku.

- Aku lihat dia mencurinya. - Kenapa dia melakukan itu?

Kurasa karena takut. Seperti pada keluarga Cowen.

- Mereka hidup dalam ketakutan. - Keluarga Cowen?

Mereka yang bukan Wicca dan tak percaya kekuatan kami.

Kekuatan apa yang kau bicarakan?

Penyihir adalah pendeta tinggi kepercayaan Wicca.

Kami memuja dewa bertanduk dan dewi tiga wajah.

Kami penyembuh, tapi terkadang melakukan sihir saat diperlukan.

- Mantra dan semacamnya. - Kau memantrai Cody Elkins?

Benar.

Aku memberinya mantra mematikan.

Aku sering melakukan mantra, tapi baru kali ini berhasil.

Apa yang kau lakukan saat melakukan mantranya?

Apa yang sebenarnya kau lakukan?

Kenapa aku di sini?

Agar kau bisa menjelaskan kenapa Forensik mengatakan...

ada darahmu di sebuah baju yang ada di loker Cody.

Sudah kubilang, kami berdebat.

Jadi, sekarang kau bilang kalian berkelahi?

- Dia mengeluarkan darah? - Ya.

Itu bukan masalah besar. Aku memakinya, dia marah.

- Dia meninjuku dua kali. - Kau dipukul anak kecil?

Pukulan beruntung.

Jadi, kau dipukul muridmu dan tak memberi tahu siapa pun?

Itu bukan masalah besar.

Atau mungkin kau tahu bisa membalas,

jadi, kau tetap diam?

Tidak. Aku hanya terlalu malu.

Orang-orang tak tahu Cody tak waras.

Itu akan membuatku buruk,

jadi, aku berpura-pura tak terjadi apa-apa.

Dia memukulmu lebih dulu, pelatihnya?

- Sudah kubilang, dia tak waras. - Bukan itu yang kami dengar.

Tanya Daniel Brown. Dia teman baik Cody.

Bulan lalu, Cody marah karena permainan kartu.

Dia memukul Daniel hingga pingsan.

Mereka harus dipisahkan.

Aku tak tahu kenapa Daniel tak menuntut.

- Daniel Brown? - Ya.

Mantra pembunuh adalah mantra rahasia,

tapi aku bisa menunjukkan mantra pengikat umum, yang hampir sama.

- Siapa namamu? - Untuk apa?

- Kimball Cho. - Hei.

Para dewa dewi, dengarkan aku.

Dengan cahaya satu api, biarkan jiwa Kimball Cho...

terikat dengan kekuatanku agar dia tahu aku bicara jujur.

Biarkan dia melihat Raja Buas dan berlutut di hadapannya.

Yang benar saja.

Itu saja mantranya?

Kau takkan membuatnya meminum ramuan atau semacamnya?

Terlihat biasa saja, bukan? Tapi ini sihir yang sangat kuat.

Ya, baik.

Agaknya temanmu membantu sihirmu dengan benda tumpul.

Artinya, kau sama bersalahnya dengan mereka.

Jika memang begitu,

mereka takkan mengarahkan polisi kepadaku...

dengan pentagram dan api.

Tidak. Pembunuh Cody diatur agar tampak speseperti sihir.

Semua orang pasti berpikir begitu.

Ini jelas pengalihan arah.

Ada seorang penyihir di kota ini.

Penyihir yang memantrai mantra mematikan pada Cody.

- Tepat sekali. Sempurna. - Terima kasih atas waktumu.

Terima kasih

Cho? Kimball Cho, ayo.

- Kalian tak mau menahannya? - Kau tak percaya dia, bukan?

Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu atau seseorang.

Aku setuju. Aku ingin menahannya, tapi dengan tuduhan apa?

Dia gila dan senang kita perhatikan.

Lebih efektif jika diacuhkan, biarkan dia yang datang ke kita.

Psikologi yang sangat cerdik. Lisbon, aku terkesan.

Kenapa kau beri tahu namaku?

Dia bilang aku berlutut pada Raja Buas?

Apa maksdnya?

Apa? Jangan bilang kau percaya dia penyihir sungguhan?

Tentu tidak.

Tapi jika pasukan kegelapan ada,

mereka bisa mengendalikan manusia.

Itu disebut bankir investasi. Mereka tak ada di sekitar sini.

Tenang saja. Di dunia ini tak ada penyihir.

Ya, mudah bagimu untuk bicara.

Bukan kau yang akan dibakar dan diikat oleh penyihir aneh.

Kimball, dia bilang,

"Kau akan berlutut pada Raja Buas."

- Itu menakutkan. - Ya.

Ya, jika kau gadis berusia 12 tahun.

- Seharusnya kau ada di sana. - Sudahlah.

Saat aku kuliah ada juga yang mengaku penyihir begitu.

Mereka bukan pengikut setan, hanya golongan khusus.

Hei, itu dia.

Daniel Brown?

Kami punya pertanyaan mengenai Cody Elkins.

Tidak! Lepaskan aku!

Letakkan tanganmu di belakang.

- Raja Buas. - Berikasn tanganmu.

- Lepaskan aku. - Ayo.

Mantra itu nyata.

Ayo.

Ceritakan pertengkaranmu dengan Cody Elkins.

- Mengenai apa? - Tak ada pertengkaran.

Kami dengar dia memukulmu hingga pingsan.

Kau masuk rumah sakit. Kami punya saksi mata.

Siapa? Tak seburuk itu.

Sampai kau masuk rumah sakit?

Ya, hanya dua jam, untuk observasi.

Kenapa kau tak menuntutnya?

Itu hanya salah paham antar teman.

Bukan salah siapa pun.

Aku ingin masuk ke sana.

- Masuklah. - Aku hanya...

Mungkin kau tahu akan membalasnya secara langsung?

Tidak.

Bagaimana awalnya, Daniel?

Di rumah Roy T, kami bermain kartu dan minum.

Ibu Roy sedang direhabilitasi, jadi, dia sendirian.

Aku bicara kasar pada Cody dan dia marah.

Kami bertengkar. Dia menang.

- Itu saja. - Aku akan masuk.

Rigsby, kau keberatan jika aku...

- Tidak, silakan. - Terima kasih.

- Hai, aku Patrick. Kau pasti... - Daniel.

Ya, Daniel.

Boleh kupegang tanganmu? Tak ada yang aneh.

Aku ingin kau menarik nafas, lihat wajahku.

- Apa yang membuat Cody marah? - Permainan kartu.

Aku bicara kasar mengenai keluarganya.

Mengatakan ibunya pelacur dan ayahnya pecundang.

Tetap lihat wajahku. Santai saja dan tatap aku.

- Baik, aku melihatmu. - Bagus.

Lalu Cody hilang kendali.

Memukul kepalaku dengan botol dengan tiba-tiba. Aku pingsan.

Teman-temanku bilang, dia mencoba menginjakku.

Jika mereka tak menahannya, aku bisa mati.

Berapa yang dibayar keluarga Elkins...

agar kau tutup mulut?

- Mereka tak membayarku. - Mau mencobanya lagi?

Sebanyak 1.000 dolar.

Harus kau akui, itu aneh. Raja Buas?

- Itu kebetulan. - Ayolah. Berapa peluangnya?

- Satu juta banding satu. - Ini dia.

Hidup itu satu juta banding satu.

Jagat raya adalah kebetulan besar.

Secara kosmik, kebetulan terjadi sepanjang waktu.

- Tapi kita tak menyadarinya. - Atau dia memang penyihir.

Atau dia memang penyihir.

- Penyihir itu sudah ditahan? - Tidak, Pak.

- Kenapa tidak? - Dia memang memantrai putramu,

sepeti katamu. Kau benar,

tapi itu bukan pelanggaran hukum. Itu termasuk kebebasan berbicara.

- Kenapa kalian kemari? - Tampaknya Cody melakukan...

tindak kekerasan yang harus dibicarakan.

- Tidak, Cody anak yang baik. - Kami tak bilang sebaliknya, Bu.

Tapi jika emosinya bermasalah, mungkin itu ada kaitannya.

Kaitannya? Kalian mau menyalahkan Cody...

atas kematiannya sendiri?

Aku mau bertanya. Kenapa mereka menyebutnya futbol?

Para pemainnya tak terlalu sering memakai kakinya, bukan?

Kau ingin bersikap kasar, tak sopan, atau apa?

- Boleh aku ke kamar mandi? - Ikuti lorong, di sisi kirimu.

Terima kasih.

- Ada apa dengannya? - Maaf soal itu.

- Kau kenal Daniel Brown? - Tidak.

Michael.

Baik. Aku tahu arah pembicaraanmu.

Daniel dan Cody pernah berkelahi.

Rupanya kau di sini.

- Pergilah! - Aku tak bisa.

Seandainya saja aku bisa.

Tugasku adalah mengganggu orang sampai dapat kebenaran.

Baiklah, semoga beruntung.

Tempat yang bagus.

Pasti sulit menjadi adik Cody Elkins.

Tidak.

- Terkadang. - Kalau aku, pasti tak akan suka.

Dia dapat perhatian, keagungan, para wanita, karena apa?

Karena berlari, melompat, dan menangkap suatu benda?

- Ya, monyet bisa melakukannya. - Ya.

Monyet bisa melakukannya dengan lebih baik.

Ya, kau tahu? Jika monyet main futbol,

mereka akan menendang bokong pemain lain.

Baiklah, kuakui.

Aku memberi Daniel Brown uang agar dia tutup mulut.

Cody memiliki karier bagus di kampusnya.

Itu kali pertama bagi keluarga Elkins...

dan kami sangat bangga.

Tapi kau harus mengerti jika pelatih tahu soal itu,

itu akan menghancurkan kesempatan Cody...

masuk sekolah bagus.

- Ini pernah terjadi? - Tidak.

Tidak, putra kami tak punya masalah dengan kekerasan.

Itu insiden yang tak disengaja.

Di mana temanmu?

Aku tak tahu.

Kenapa Cody membunuh kucing Tamzin Dove?

Aku tak tahu dia melakukannya.

Gadis itu melihat Cody mencuri kucingnya.

Dia melihat apa yang dia lihat. Aku tak tahu soal itu.

Jika Cody memang melakukannya,

membunuh kucing Dove,

- menurutmu Cody pantas mati? - Menurutmu?

Aku bertanya kepadamu.

- Hei. - Hei.

Kau tak boleh bicara dengan putraku tanpa ijinku.

Itu pengawasan yang cukup aneh, tapi tak masalah.

Kau keberatan aku bicara dengan putramu, Tn. Elkins?

Ya, aku keberatan.

Aku sudah bertanya. Sampai nanti, Brad.

Astaga, di mana makananku? Apa ini?

Itu camilan sehat dan bernutrisi.

Aku akan mati.

Serius, aku alergi wortel.

Aku muak dengan makanan siap saji.

Itu seperti bekerja dengan ulat bulu.

Aku bahkan tak bisa satu ruangan dengan wortel. Aku bisa...

Lucu.

Cukup. Rigsby, ayolah!

Itu Brad. Lihat. Dia pergi.

Kenapa aku tak bisa masuk?

- Lisbon. - Hei, ini aku.

- Bagus. Ven Pelt, bagaimana... - Tunggu.

Kami mengikuti Brad. Dia ada di rumah penyihir itu.

- Dove ada bersamanya? - Mereka masuk rumah.

Mereka berpelukan.

Brad Elkins ada di rumah Tamzin Dove.

Dia memeluk Dove dan mereka masuk rumah.

Menarik. Mereka harus menunggu 10 menit lalu masuk.

- Kenapa harus menunggu? - Biarkan plotnya berkembang.

Biarkan buahnya matang. Biarkan raginya mengembang.

Bagaimana jika Brad ingin melukai Dove?

Jika begitu, dia pasti sudah melakukannya sekarang.

- Tunggu 10 menit lalu masuk. - Baik, Bos.

- Bagaimana? - Tunggu 10 menit lalu masuk.

Aku tak keberatan di sini semalaman.

Hal sihir membuatku takut.

Itu tak menggangguku. Mereka sekelompok pecundang.

- Pasti lebih dari itu. - Hanya gaya hidup konyol,

seperti Star Trek atau yoga.

Aku melakukan yoga.

Dengan darah, dia ternoda.

Dengan darah, biar dia dibersihkan.

Dengan darah, dia ternoda.

Dengan darah, biar dia dibersihkan.

Dengan darah, dia ternoda.

Dengan darah, biar dia dibersihkan.

Dengan darah, dia ternoda.

Dengan darah, biar dia dibersihkan.

- Dengan darah, dia ternoda. - Dengar itu?

- Apa itu? - Dengan darah,

biar dia dibersihkan.

Ini bukan yoga.

Polisi, jangan bergerak! Semuanya tetap di tempat!

- Tetap di tempat! - Jatuhkan pisaunya.

- Apa ini? - Jatuhkan pisaunya.

Brad, kami CBI. Kau tak apa-apa?

Ayo. Tak apa.

Apa? Tidak! Ada apa dengan kalian?

- Kenapa kalian menggangguku? - Tenanglah, Brad.

- Bersabarlah dengan Cowen itu. - Semuanya, tetap di tempat.

Tamzin Dove. Aku menyukainya.

Menurut berkas ini, nama aslimu adalah Sarah Jones...

dari New Jersey.

Ibumu bunuh diri saat kau berusia 16 tahun,

kau tak tahu siapa ayahmu.

Kau dikeluarkan dari kampus, punya riwayat gangguan kejiwaan.

Kau juga dihukum enam bulan karena mengutil...

beberapa tahun lalu.

Sarah Jones sudah mati.

Aku Tamzin Dove, penyihir Wicca. Kau tak bisa menyakitiku.

Aku tak mau menyakitimu. Kurasa kau sudah cukup menderita.

Aku ingin membantumu.

Ini penyelidikan pembunuhan.

Bagaimana juga, kau dalam masalah.

Para dewi akan melindungiku.

Tamzin, para dewi mungkin memberimu...

hiburan, harapan, dan arti dalam hidupmu,

tapi dia tak bisa melindungimu dari polisi di luar sana.

Brad sudah jadi muridku sejak ekuinoks musim gugur lalu.

- Itu bukan kejahatan. - Dia terlalu muda jadi penyihir?

Kita semua lahir sebagai penyihir,

lahir dalam sihir.

Kekuatan kita diambil saat kita tumbuh dewasa.

Menarik, jika itu benar.

Bagaimana perasaan orang tua Brad soal arah baru dalam hidup ini?

Orang tua Brad sangat membenci penyihir...

untuk beberapa alasan.

Lebih dari sekedar benci. Sekitar sebulan lalu,

ibunya mengancam akan membunuhku...

jika aku bicara dengan Brad lagi.

- Tapi kau melakukannya. - Brad datang kepadaku...

atas keinginannya sendiri.

Dia terpilih jadi penyihir. Aku tak bisa mengusirnya.

Bagaimana perasaan Brad mengenai mantramu pada kakaknya?

Tak ada masalah.

Karena itu kami melakukan ritual pembersihan.

Brad paham perbedaan dunia sihir dan dunia nyata.

Dia paham aku tak membunuh kakaknya.

Mungkin karena di dunia nyata, Brad yang melakukannya.

Ada informasi apa?

Brad dirawat dua kali tahun lalu.

Penyebabnya karena pertengkaran antar saudara.

- Menurutmu Brad sudah tak tahan? - Semua orang punya batas.

Aku harus pergi.

Aku? Tidak!

Untuk apa aku membunuh kakakku sendiri?

Agar dia tak menyakitimu lagi.

Ya, tapi dia tak pernah menyakitiku.

- Dia membuatmu dirawat dua kali. - Itu hanya kecelakaan.

Dia memang menyakitimu, tapi dengan tak disengaja.

Ya, maksudku tidak.

Ya.

Dia tak suka kau berteman dengan Tamzin, bukan?

Ya.

Tapi kau tak menjauhi Tamzin.

Kenapa?

Aku merasa aman di sana.

Maaf. Bisa bicara sebentar?

Kami akan kembali.

Orang tuanya di sini. Ingin aku tahan?

Ya.

Tunggu, tak usah.

Biar Brad ikut mereka sampai kita punya bukti.

Ya, tapi biar aku bicara dengan mereka dulu.

Silakan duduk.

Aku tak melihat alasan dia harus dibawa ke sini.

Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini.

Aneh kalian berdua tak menyebutkan...

tentang hubungan dengan Tamzin Dove.

Sejujurnya kami bingung.

Kami tak mengerti obsesi Brad pada ilmu sihir.

Kami mencoba mengerti, tapi hal itu menganggu...

dan sebenarnya itu sedikit memalukan.

Kami akan menghadapi ini bersama dan mencari bantuan.

Lagi pula sudah ada terapi untuk masalah semacam ini, bukan?

Kami akan melalui ini.

- Kalian sudah menuntut Dove itu? - Tidak.

Tidak?

Bukankah sudah jelas dia yang melakukannya?

Dia dan teman-teman anehnya.

Dia membantu kami dalam penyelidikan.

Dia bersumpah dirinya tak bersalah.

Jadi, kami memintanya membacakan mantra...

pada senjata pembunuhnya.

Pembacaan mantra?

Penyihir punya kemampuan telekinesis.

Dia bilang punya mantra...

yang bisa menemukan senjata pembunuhnya...

dan mengungkapkannya kepada kami.

- Kalian percaya itu? - Entahlah, tapi akan kami coba.

Ini gila.

Mantra terakhirnya tampak bekerja dengan baik.

Kenapa kau bisa tak berperasaan seperti ini?

Berlatih.

Aku meminta maaf. Brad boleh pergi.

- Mari. - Ayo, Nak.

Sampai jumpa, Brad.

Apa?

Jaga dirimu. Kalau aku dirimu,

aku akan menjauh dari Brad Elkins untuk sementara.

Aku akan lakukan kata para dewi.

Terserah.

Lain kali kau bicara dengannya,

bisakah kau bicara yang baik tentangku?

- Baiklah. - Terima kasih.

Kukira kau akan minta dibacakan mantra...

- untuk mencari senjata itu. - Sudah dibacakan.

Kapan?

- Bukan dia, tapi aku. - Kau bisa?

Co, tak ada yang namanya mantra.

Aku tahu.

Dia tampak cukup ketakutan dengan hal-hal sihir ini.

Ya.

Sepertinya perlu dua sif untuk pengawasan malam ini.

Apa kau mau mengatakan apa yang terjadi?

Kau tak tahu apa yang terjadi?

Kau tak tahu pelakunya dan alasannya?

Tidak, tapi kau akan katakan.

Bagaimana jika kutunjukkan?

- Ini dia. - Sebaiknya kau hubungi Cho.

Kau tak akan bisa lolos. Letakkan.

Ini Tuhan bicara, kau membuatku marah, Michael.

- Sangat marah. Kau... - Cukup.

ditahan.

Mengagumkan, bukan?

Senjata pembunuhan akhirnya terungkap.

Sepertinya mantra itu berhasil dan dia benar penyihir.

Aku tak mengerti yang kalian bicarakan.

Aku yakin Forensik akan membuktikan...

ini darah dan jaringan putramu di salah satu sisi kunci ini.

Juga sidik jarimu di sisi lainnya.

Aku tak mengerti sama sekali ini.

Lalu kenapa kau mencoba menyembunyikannya?

Katakan, Michael.

Mungkin ada masalah. Mungkin kau perlu membela diri.

Tak ada yang perlu kukatakan.

Bagaimana tentang putramu yang pernah di UGD?

- Tentang tulangnya yang patah? - Karena ceroboh, mungkin.

Mungkin bertengkar cukup hebat.

Untungnya ada kau yang memisahkan.

Beberapa orang tak mengerti betapa beruntungnya mereka.

Benar.

Aku sadar pelakunya kau saat Brad mengatakan...

dia suka ke rumah Tamzin karena dia merasa aman di sana.

Aman.

Dia merasa lebih aman di rumah penyihir...

daripada di rumahnya sendiri.

Kau telah melakukan kekerasan pada mereka dan istrimu...

- selama bertahun-tahun, 'kan? - Tidak.

Dugaanku, kau memukul Brad sedikit terlalu keras.

Cody ingin melindungi adiknya, benar?

- Tidak. - Tidak, katanya.

Istri dan putramu ada di ujung lorong...

dan mereka juga bilang tidak.

Mereka tahu kami menangkapmu saat membuang senjata pembunuhan,

tapi belum percaya kau yang membunuh Cody.

Bayangkan betapa sayangnya mereka pada orang ini...

sampai mengelak seperti itu.

Cody melawanmu, benar?

Dia tak mau kau atur lagi.

- Berengsek. - Kau!

Ayo.

Tapi kau tak mau mendengarnya.

Dia memukulku. Aku hanya membela diri.

Sampai jumpa, Michael.

Pagi.

- Sedang apa kau? - Sedikit pertolongan untuk Cho.

Tamzin Dove menitipkan ini untuk diberikan kepadamu.

Katanya, simpan ini di tempat aman.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.