Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Seseorang yang memakai ketajaman mental, hipnotis atau sugesti."
"Ahli manipulasi pikiran dan tindakan."
- Siap? - Ya.
- Sudah sadar dan siaga? - Ya.
Bagus sekali, baiklah.
Bayangkanlah sebuah layar yang berada diantara kita.
Buatlah sebuah bentuk dasar di dalamnya.
Seperti kotak tapi bukan kotak, kau paham?
- Baik. - Lalu kunci.
Bayangkan bentuk lain...
dan letakkan di sekitar bentuk yang pertama.
- Baik. - Bagus, di sini bagian serunya.
Berkonsentrasilah dan proyeksikan ke bagian belakang otakku.
Pandang ke sini.
Buka pikiranmu dan kirim kepadaku.
Sekarang aku mulai merasakannya.
Segitiga di dalam lingkaran.
- Bukan. - Bukan?
Aku pikirkan bentuk segi delapan di dalam bujur sangkar.
- Bohong. - Baik, kau benar.
Hebat, 'kan? Dia juga melakukannya kepadaku dan Rigsby.
Bagaimana kau melakukannya?
Hanya kalibrasi membaca pikiran.
- Kini aku tahu pikiran kalian. - Yang benar saja.
- Aku serius. - Baik. Aku sedang pikirkan apa?
Kau berpikir, aku senang...
Jane hanya bercanda, tak bisa baca pikiranku.
Bukan, tapi benar.
Bukan karena alasan yang kau pikirkan.
- Alasan apa yang kupikirkan? - Lupakanlah.
- Pipimu memerah. - Benar.
Ada tersangka kasus pembunuhan di pertanian Marquesa.
- Jaksa meminta kita memeriksa. - Ayo.
Komandan Piller, kenapa mobil pemadamnya masih ada di sini?
Butuh waktu lama padamkan apinya, tekanan airnya tak cukup kuat.
Rich Garcia dulu punya ladang jagung terbaik di sini.
Sekarang lihatlah.
Di sinilah kami menemukan jasadnya,
atau apa pun yang tersisa darinya.
Tak banyak sisa jasadnya untuk dikubur...
Susan dan Madeleine.
Pasti berat rasanya menguburkan seorang teman.
Ya.
Orang yang sering menyelamatkan hidupmu. Atau sebaliknya?
Tahu darimana kami dinas bersama?
Kau menangis.
Aku tidak melihatmu sebagai pria yang menangis tanpa alasan.
Kau memakai cincin Pasukan Garda Nasional, bukan?
Benar, kami pasukan lapis baja 3-192. Dua kali dinas di Anbar.
Jadi, kau pasti seorang ahli teknik pembakaran?
- Bukan, ahli pembakaran... - Adalah Agen Rigsby.
Pak Jane adalah seorang penasihat.
Jadi kau bisa jelaskan, apa ini disengaja atau kecelakaan?
Dua tahun bersama PMK San Diego? Pasti bisa kujelaskan.
Komandan Piller, kau dan anggotamu...
sudah mengkontaminasi TKP, benar?
Anggotaku? Hanya ada aku dan Terry O'Brien, tapi, ya.
Setelah mengangkat Rich, TKP belum kami sentuh lagi.
Jika untuk memastikannya,
aku harus menganalisa jalur pembakarannya.
Temukan titik awalnya, lalu periksa tanda penyulutan.
Ini sudah pasti kasus pembakaran.
- Serta pembunuhan. - Tahu dari mana?
- Ini bagian dari pintu garasi. - Lalu?
Kuncinya ada di luar.
Ada yang mengurung Garcia. Lalu membakarnya.
Temanmu telah dibunuh. Maaf.
Bukankah pelaku pembakaran suka melihat hasil kerjanya?
Ya, apalagi jika dipadukan dengan tindak pembunuhan.
Mungkin orang ini berbeda. Bagaimana menurutmu?
Jane?
- Patrick Jane? - Di sebelah sini.
Pelaku mengamati dari sini.
Pelakunya tadi di sini.
- Bagaimana kelihatannya? - Pekerjaan yang rumit.
Pengatur waktu elektronik. Campuran air raksa.
Butuh bantuan laboratorium untuk memastikannya.
Mereka memakai penyulut khusus.
Bahan bakar roket atau semacamnya.
Jadi pelaku seorang profesional atau pemula yang berbakat. Bagus.
Coba periksa jejak ban di jalan.
Kalian ke kota dan bicara dengan orang yang akan ditemui Garcia.
- Komandan, siapa namanya? - Mitchell Reese.
Dia bekerja di SPBU di jalan utama.
Mitchell Reese? Kami segera ke sana.
Sebaiknya kita masuk dan bicara dengan janda itu. Jane?
Orang-orang ini dari biro investigasi California.
Mereka akan bantu mencari tahu siapa yang berbuat ini pada Rich.
Senang bertemu kalian. Terima kasih telah datang.
Apakah kalian lapar? Ada banyak makanan di sini.
- Aku bisa coba sedikit. - Tidak, terima kasih Ibu Garcia.
Kurasa tidak.
Aku sudah menyiapkan makanan. Serta membawa kayu bakar.
- Jadi semuanya sudah siap. - Terima kasih.
- Kau butuh sesuatu? - Tidak, Ben. Aku baik-baik saja.
Terima kasih banyak. Mereka adalah anggota kepolisian.
Hai, aku Ben Machado.
Kalau butuh bantuan, hubungi saja aku.
Ben adalah orang yang bisa kau andalkan di Marquesa.
Maksudnya adalah aku semacam agen perumahan utama di sini.
Yang mendapatkan komisinya dari berjualan pupuk dan ayam.
- Kau termasuk kesatuan 192? - Benar.
Penampilanmu berperangai militer.
Rich, Ben, aku dan beberapa orang lainnya, berada dalam 1 peleton.
Ya. Kalian akan menangkap bajingan...
yang sudah melakukan ini, bukan?
- Kami akan berusaha. - Kurasa kalian pasti bisa.
Sampai jumpa besok pagi?
Aku harus pergi juga.
Bu, keberatan bila kami sedikit bertanya?
Tidak, tentu tidak. Silakan duduk.
- Kau pasti Madeleine? - Maddy.
Apa pun yang kau jual, aku tidak mau.
Lucu. Kau ini siapa? Orang bodoh? Ayahku baru saja meninggal.
Ya. Aku turut berduka cita.
Hal seperti ini biasa terjadi.
Nantinya kau akan terbiasa.
Tidak secepat itu. Namun pada akhirnya, kau akan terbiasa.
- Siapa kau? - Namaku Patrick Jane.
Aku orang yang akan selidiki siapa pembunuh ayahmu.
Kemudian menempatkan dia atau siapa pun mereka ke penjara.
- Jika kau mau bicara denganku. - Jika aku mau bicara denganmu?
- Seakan aku tahu pelakunya. - Kau bisa bantu aku mencari.
Ayahmu sudah lama menjadi anggota pasukan garda nasional.
Kenapa tidak ada foto ayahmu bersama dengan teman-temannya?
Dia meletakkan barang militernya di dalam bingkai kaca di dinding.
Seperti medali, foto, dan lainnya.
- Tapi Ayah menurunkan semuanya. - Kenapa?
Bagaimana aku tahu? Ayah tak suka membicarakan hal-hal seperti itu.
- Bahkan tidak kepadaku. - Lalu kepada siapa? Ibumu?
- Tidak. - Apa maksudmu dengan, "Tidak"?
Bukan apa-apa. Dia tidak suka membicarakan hal-hal semacam itu.
- Kenapa kau marah kepada ibumu? - Aku...
Aku tidak marah.
Jika kau tidak marah, pastilah sekarang kau sedang bersamanya.
Dia membutuhkanmu. Suaminya baru saja meninggal.
Aku yakin dia akan terbiasa dengan hal itu.
Aku sedang menonton TV. Maddy ada di kamarnya.
Richard menghubungiku, katanya dia baru mau pulang dari Mitch's.
Dia akan segera tiba di rumah.
Dia sedang menyiapkan sesuatu untuk parade alpukat.
Kemudian, aku mendengar suara yang aneh.
Lalu aku melihat seberkas cahaya dari luar jendela.
Garasinya terbakar. Rich sedang berada di dalamnya.
Berteriak. Ternyata suara aneh itu adalah teriakan Rich.
- Mencoba keluar dari garasi. - Halo, Bu Garcia.
Aku membawakan keripik jagung. Cool Ranch.
Terima kasih, Sayang. Apakah kau ingin makan?
- Bisakah aku minta ayam? - Tentu saja, ambillah sendiri.
Tommy memiliki pekerjaan yang aneh di seputar kota.
Terbelakang, namun tetap mandiri. Terpujilah dia.
"Terbelakang"? Dia tuna grahita, Bu.
Kenapa tidak kau katakan yang sebenarnya?
Semuanya adalah kebohongan!
Maaf, dia masih remaja.
Kau tahu kenapa dia marah?
Dia curiga kekasihmu bertanggung jawab...
atas pembunuhan ayahnya.
Kekasihku?
Beraninya kau.
- Seorang polisi. - Komandan Piller?
- Benar. - Maddy tak mencurigai siapa pun.
Kaku sekali. Mau dicoba lagi dengan lebih berperasaan?
Kau tidak bisa begitu saja datang membuat tuduhan liar seperti ini.
Kau tidak pernah sekali pun menatap matanya.
Dia mencoba meraih tanganmu, tapi kau selalu menolak.
Keadaan diantara kalian diliputi oleh rasa malu sekaligus rindu.
Hingga aku berkesimpulan, kalian adalah pasangan kekasih.
Ada dua kemungkinan,
kau dan Piller bersama-sama membunuh suamimu.
- Lalu sekarang kau menyesal. - Tidak.
Tidak? Aku percaya.
Kau pasti akan temukan cara membunuh yang lebih manusiawi.
Kemungkinan yang kedua.
Kau memiliki bayangan mengerikan...
mungkin Piller pelakunya, demi membuka peluang baginya.
Tidak. Trey takkan melakukannya. Mereka bersahabat.
Seorang sahabat yang berselingkuh dengan istri sahabatnya.
Susan.
Kami akan mengetahui kebenarannya.
Saat Rich kembali dari berperang...
Dia menjauhiku.
Seakan dia menjadi orang lain. Dia bukan suamiku lagi.
Apakah kau berselingkuh dengan Trey Piller?
Ya.
Tapi Trey tidak akan pernah menyakiti Rich.
- Aku tahu. - Itu menurutmu.
Bantulah kami, Tuan Reese.
Kau mungkin orang terakhir yang melihat Rich Garcia hidup.
Yang benar saja.
Ada apa dengan mobilmu? Masalah kelistrikan?
- Ya. - Biasa terjadi pada model 70-an.
Ya,
aku harus membuat mobil tua ini kembali berfungsi saat parade.
Itu yang Rich dan aku bicarakan di malam kematiannya.
Apakah ada orang lain saat itu? Ada yang sedang menantikan dia?
- Jam berapa dia pergi? - Larut malam, sekitar jam 22:00.
Apakah kalian beranggapan ini adalah kasus pembunuhan?
- Ada yang berniat membunuhnya? - Ya, sepertinya.
- Aneh sekali. - Kenapa aneh?
Ada lagi yang mati terbakar di kota yang sama,
dari pasukan yang sama?
- Aneh sekali. - Tunggu, sebelumnya juga ada?
Apakah Komandan Piller belum memberitahumu?
Tiga tahun lalu, seorang pria bernama David Martin.
- Terbakar hingga hangus. - Dari Pasukan 192 juga?
Ya, begitulah yang aku dengar. Sudah lama sekali.
Baru setahun tinggal di kota ini.
David Martin mati di Alton's Grove.
Aku heran, kenapa Komandan Piller tidak menyinggung soal dia.
Van Pelt.
- Ini rumahnya Trey Piller. - Pemadam dalam perjalanan.
- Komandan Piller masih di dalam? - Aku tidak tahu.
Berhenti, Rigsby. Tunggu! Dasar bodoh!
Rigsby!
Ya Tuhan. Jangan bergerak!
Kau akan baik-baik saja.
Aku akan mengangkat tanganmu.
Dokter mengatakan kita harus sering mengganti perbannya.
Bagaimana kabar Komandan Piller?
Rumah sakit di Sacramento menyatakan, kondisinya parah.
Coba kau lihat si Dokter Van Pelt.
Ini minuman mangga kesukaanmu.
- Bagaimana keadaanmu? - Harus minum obat anti sakit.
Kurasa Piller bukan lagi tersangka?
Ya, apalagi sejak dokter di unit luka bakar...
menemukan obat penenang di dalam tubuhnya.
Piller mengatakan dia terbangun dikepung asap dan api.
Bentuk kekejaman baru yang menarik.
Yaitu membius seseorang,
lalu terbangun di saat yang tepat untuk terbakar hidup-hidup.
Ini dia muminya.
Yang menimpa Piller bermotif sama dengan yang menimpa Rich Garcia.
Memakai Ethyl Ether. Sebagai ciri khasnya.
Pekerjaan yang rumit. Butuh keahlian dan kecerdasan.
Cobalah kau tanyai pendapat Susan Garcia soal semua ini.
- Baiklah. - Kita periksa Alton's Grove.
Tempat David Martin mati.
Ya, si mumi. Memakai perban.
Hentikan pemberian obat anti sakit untuknya.
- Ceritakan tentang Dave Martin. - Ada apa dengannya?
Pasukan Garda Nasional sama dan sebab kematian sama.
- Satu kebetulan yang mengerikan. - Tapi kematian Dave kecelakaan.
- Serta hampir tiga tahun lalu. - Kecelakaan?
Terbakar karena rokok, pria yang malang.
Rumahnya terbakar habis. Jasadnya tidak tersisa.
Tidak ada yang bisa dikuburkan.
Apakah ada hubungan antara Dave Martin dengan suamimu?
Dave memiliki bisnis bersama. Dengan Rich, Trey, dan Ben.
- Bisnis apa? - Perusahaan perumahan Mar Verde.
Bermula dari keinginan membantu Dave mendapat tempat tinggal.
"Tidak ada yang ditinggalkan." Bahkan Dave.
- Apa Dave punya masalah? - Pada dasarnya dia pemabuk.
Sulit bergaul kecuali dengan para sahabatnya.
Mereka membeli tanah 5 hektar di kota Alton's Grove.
Setelah Dave mati, apa yang terjadi dengan tanah itu?
Butuh waktu lama untuk mengubah hak kepemilikan kepada ketiganya.
Ketidaktahuan mengenai hukum.
Aku mengatakan kepada Rich, "Jangan sia-siakan waktumu."
"Karena tanah tidak ada artinya."
Tommy kini tinggal di sana. Sebagai semacam penjaga.
Ben Machado adalah satu-satunya rekan yang masih hidup sekarang.
Kurasa benar.
Menarik sekali.
Hubungi aku setelah kau berbicara dengan Machado.
Ada orang di sana.
Hei, Tommy. Kau ingat Teresa Lisbon?
Masuklah.
Tommy, kami di sini karena...
Ibu Garcia memberitahu kenalanku kau yang menjaga tempat ini?
Aku yang mengawasi tempat ini. Seperti perintah Pak Garcia.
"Awasi tempat ini, Tommy."
Itu David Martin?
Dave sungguh baik. Sekali pun tidak pernah mengejekku.
- Kau tidak merokok, 'kan? - Tidak.
Bagus. Dave merokok dan dia terbakar saat kecelakaan.
Kau menyaksikannya?
Tidak, aku sedang di rumah sakit karena aku mengalami usus buntu.
- Kau mau lihat bekas jahitannya? - Tidak, tapi Pak Jane pasti mau.
Jane?
Jane?
- Tanaman di tengah kemarau? - Hanya ada di Alton's Grove.
Kau suka? Aku juga punya geranium.
Cantik sekali.
Tapi jadikan rahasia, ya? Perusahaan akan mengusirku.
Aku tidak punya rumah lagi.
Sepertinya berasal dari bawah tanah.
Ini akuifer. Sumber baru air tanah.
- Pasti bernilai jutaan. - Layak untuk diperebutkan.
- Van Pelt? - Ya?
Grace. Nama yang indah.
"Keanggunan."
Sudah lama aku ingin mengatakannya kepadamu.
Kurasa ini waktu yang tepat. Karena aku hampir saja mati.
Aku mencintaimu, Grace. Sangat mencintaimu.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kenapa kau bersuara seperti itu?
Bukannya aku tidak menyukaimu.
Aku memang menyukaimu. Hanya saja, kita kerja bersama.
Ada peraturannya. Serta jika kita bersama,
salah satu harus pergi. Karena aku agen junior, maka...
Akulah yang harus pergi. Pekerjaan ini penting bagiku.
Kau mau kerja atau memilih merawat orang sakit ini?
Kerja. Sudah pasti bekerja.
Pak Machado?
- Halo? - Mungkin dia di belakang.
Coba periksa di lumbung.
- Kurasa itu Pak Machado. - Ya. Pak Machado! Ben Machado!
Berani mendekat, akan kutembak!
- Pasti kutembak mati! - Pak Machado, kami polisi!
- Kami polisi! - Perlihatkan lencanamu!
Akan kuperlihatkan. Jangan tembak!
Sial!
Baiklah. jangan tembak!
Berbaliklah.
- Aku tidak tahu kalian polisi. - Kau kira kami penjual majalah?
Lihat ini, penyulut yang digunakan dalam kebakaran.
Ada 6 di lumbung.
Ethyl ether. Mampu membakar hingga 300 derajat celcius.
Kau tahu berapa suhu yang dapat membakar manusia?
Sebesar 100 derajat Celsius.
Aku beruntung, sebagian besar hanya luka bakar tingkat 2.
- Wajah Trey Piller terkelupas. - Aku tidak tahu asal barang itu.
Seseorang menjebakku.
Seseorang meniru dirimu, lalu menembak kami, Pak Machado?
Karena dia mirip sekali denganmu.
Itu salah paham. Aku tak tahu kalian. Aku hanya membela diri.
- Membela diri dari siapa? - Mereka yang mencoba membunuhku.
Seperti mereka membunuh Rich dan mencoba membunuh Trey.
- Atas dasar apa, kau berikutnya? - Karena kami berbisnis bersama.
Dengan kematian mereka, kau pemilik tunggal Alton's Grove.
- Pemilik air itu. - Kami tahu akuifer itu, Ben.
Semua uangnya menjadi milikmu.
Motif yang sempurna bagimu untuk membakar Piller dan Garcia.
Bukan aku pelakunya, paham?
Maksudmu, pelakunya juga ingin membunuhmu? Siapa?
- Aku tidak tahu. - Ben, aku meragukanmu.
Kenapa ada yang ingin melihat kalian bertiga mati?
Apa untungnya?
- Kau ingin tahu apa tebakanku? - Tidak.
Dave Martin.
- Dave martin sudah mati. - Benarkah?
Kau melihat mayatnya, Ben? Setelah kebakaran?
- Tidak, tapi dia sudah mati. - Yakin? Apakah kau ada di sana?
- Apa maksudmu? - Bukan apa-apa.
Maksudku, kalian bertiga mencoba membunuhnya.
- Untuk ambil alih Alton's Grove. - Itu bohong.
Dave memberitahu dirimu, dia menemukan harta karun cair.
Di tanah yang kau berikan untuknya.
Pada dasarnya adalah tanahmu.
Dave berutang budi padamu. Tapi tak mau berbagi denganmu.
Bajingan tidak tahu diri.
Itu konyol, kami tidak tahu apa-apa hingga baru-baru ini.
Kau, Rich, dan Trey menginginkan apa yang Dave miliki.
Jadi, kau membakar rumahnya, lalu membiarkannya mati di sana.
Bayangkan pengkhianatan yang dia rasakan.
- Amarah yang tak tertahankan. - Kebakaran itu kecelakan tragis.
Kau tidak bisa membuktikan yang sebaliknya.
Sebagian orang tidak butuh bukti. Melainkan butuh balas dendam.
Orang-orang yang cerdas dan memiliki tekad.
Itulah mengapa dia ketakutan dan menembaki polisi.
Sudah seharusnya kau ketakutan...
dan kuharap kau terbakar, bajingan!
Kau tak boleh bicara seperti itu. Aku punya hak.
Tentu kau punya.
Biarkan penjahat ini pergi. Kita tak memiliki bukti apa-apa.
Ada 2 hal di sini. Kita memiliki banyak bukti.
Pertama, penyerangan atas Cho dan Van Pelt.
Kedua, lumbung yang penuh dengan penyulut api.
Penyerangannya pembelaan diri dan penyulut itu jebakan.
- Hanya ada 2 saja? - Tidak juga.
Kenapa jadi kau yang memberi perintah sejak awalnya?
Aku yang memberi perintah di sini, bukan kau.
Begitu bersemangat tapi tenang. Bagus sekali.
Coba katakan dengan gerak tangan yang lebih kuat. Seperti...
"Aku yang memberi perintah di sini, bukan kau!"
- Aku serius. - Aku juga.
Jika dia di sini, bagaimana si pelaku bisa membunuhnya?
Bisa saja dialah si pembunuh. Meski bukan...
- Jangan sampai dia terbunuh. - Tidak apa-apa.
Machado adalah umpan kita. Dia adalah kambing sasaran.
- Tak masalah umpannya terbunuh? - Ya.
Itu mengapa kita gunakan kambing, bukan bayi atau perawan.
Machado bukanlah kambing.
Kau benar, dia bukan kambing. Tapi terlihat seperti kambing.
- Dia layak sedikit menderita. - Tak ada yang layak untuk mati.
Machado membantu membakar Dave atas dasar ketamakan.
Jane, kita petugas hukum.
Itu kau. Aku tak peduli hukum. Aku peduli kepada keadilan.
Keadilan menyatakan Machado layak untuk menderita.
- Bukan keadilan. Balas dendam. - Apa perbedaannya?
- Bagaimana dengan Machado, Bos? - Lepaskan dia.
- Benarkah? Lepaskan dia? - Benar, seperti itu.
Baiklah.
Mencoba bermain psikologis?
Kau bicara tegas. Mungkin saatnya kau belajar ada konsekuensi.
Jika Machado terluka, itu tanggung jawabmu.
Tidak masalah.
Anggap kita tidak pernah membahas ini.
Anggap berjalan seperti biasa. Tapi saat kutangkap Red John,
aku akan mengiris dan menyaksikannya mati perlahan.
Seperti yang dia lakukan kepada istri dan anakku.
Jika kau keberatan, kita harus bicara.
Mari bicara, karena saat kita menangkap Red John,
kita masukkan dia ke tahanan untuk kemudian diadili.
- Tidak selama aku masih hidup. - Jika kau berusaha melukai dia,
aku akan menghentikanmu.
Jika kau berhasil melukainya, aku akan menahanmu.
Aku mengerti.
- Kuharap begitu. - Aku lega kita bicara.
Aku tidak menyangka. Karena kau terkesan kaku terutama soal itu.
Kau memikirkan apa yang kupikirkan?
- Tidak. - Dari mana kau bisa tahu?
Karena aku sedang berpikir untuk kembali ke masa lalu.
Lalu bercinta dengan guru kelas 8-ku, Nona Huffaker.
- Itu yang kau pikirkan? - Tidak.
Aku memikirkan Mitch Reese, yang bekerja di pom bensin itu.
- Terserah kepadamu. - Sebagai tersangka. Pikirkanlah.
Siapa memberitahu soal Dave Martin?
- Mitch Reese. - Dia tahu semuanya.
- Meski baru tinggal setahun. - Maka?
Maka mereka tak pernah menemukan jasad Dave Martin.
Kini ada yang mau balas dendam pada orang yang membunuhnya.
Mitch Reese adalah Dave Martin?
Janggut, luka bakar di lengannya. Bunyi suaranya.
Tapi Dave Martin botak.
- Rambut palsu. - Aku berani bertaruh.
- Mari kita bicara dengannya. - Kita harus mengawasi Machado.
Memang benar. Tapi jika Reese pelakunya, kita bisa mencegahnya.
Baiklah, tapi aku yang memimpin.
Pak Reese, kapan kau datang ke Marquesa?
- Kira-kira 18 bulan lalu. - Kenapa ke Marquesa?
- Harganya di sini murah. - Tidak ada alasan lain?
Kau tidak mengenal siapapun di sini sebelum kau kemari?
Tidak ada. Permulaan baru.
Dari mana luka bakar di lenganmu?
Mesin meledak ke arahku saat bekerja. Memangnya kenapa?
- Penasaran. Itu rambut asli? - Maaf?
- Asli atau rambut palsu. - Asli. Pertanyaan apa ini?
- Keberatan jika kami periksa? - Silakan.
- Maaf, Pak. - Ya.
Terima kasih atas waktunya.
Halo, Ben.
Kau butuh jarum pelatuk untuk menembakkannya.
Jangan mendekat atau kubakar kau.
- Siapa kau? Apa yang kau mau? - Kau tahu siapa aku.
- Aku tidak tahu. - Tentu kau tahu, Ben.
- Kau mencoba membunuhku. - Apa?
Tidak, itu tidak mungkin.
Tentu saja mungkin. Ini aku.
Dave? Dave Martin?
Tolong!
Tolong!
- Tolong! - Tak ada yang mendengarmu, Ben.
Kau akan mati sendirian, berteriak kesakitan. Seperti aku.
- Ini tidak mungkin. Tolong! - Kenapa kau membunuhku, Ben?
Kita berteman.
Jika kau butuh uang, katakan padaku. Aku akan menolongmu.
Memang sudah kukatakan.
Kami semua memohon padamu. Tapi kau tidak peduli, bajingan!
Kami tidak ingin membunuhmu!
Maafkan aku!
Rasanya lega, bukan? Aku memaafkanmu.
Meski aku tidak mewakili Dave Martin.
Dasar berengsek.
Tidak perlu memperburuk keadaan dirimu sendiri.
Rigsby! Cho!
Kenapa?
Kubunuh penyusup di lumbungku. Mana aku tahu dia adalah polisi?
Jika kau polisi? Apa jabatanmu?
Rigsby! Cho! Mereka ada di luar.
Benarkah?
Tunggu dulu, kau melupakan satu hal.
Machado! Ben Machado!
- Apakah itu... - Kau siap untuk mati?
Ada apa ini?
Astaga.
Rigsby! Cho!
Jane, kau di dalam sana?
Astaga, Jane!
- Jane! - Jane, kau tidak apa-apa?
Hampir saja.
- Kalian dari mana? - Kami pergi mencari petunjuk.
Lisbon tidak tahu bahwa kau akan bertindak bodoh. Maaf.
Tidak masalah. Tangkap pria ini. Dia mengaku membunuh Dave Martin.
- Baik. Berbaliklah. - Semua terekam di sini.
Kau kejar dia. Biar kutunggu di sini.
Jangan bergerak!
Bagus. Kau mendapatkan dia.
Halo, Pak.
Tommy, apa yang kau lakukan di rumah Machado semalam?
Pak, kau punya minuman soda?
- Jenis apa yang kau mau? - Kusukaanku adalah rootbeer.
- Akan segera kuambilkan. - Kau suka rootbeer?
Tidak. Kau suka membakar sesuatu, Tommy?
- Tidak. - Tidak? Kau yakin?
Yakin soal apa?
Apa yang kau lakukan di rumah Machado?
- Menonton lumbung terbakar. - Kau suka menontonnya, ya?
- Membuatmu senang? - Tidak, aku ketakutan.
Aku tidak suka api. Api bisa melukai.
Kau punya rootbeer?
Tidak masuk akal. Semua bukti mengarah kepadanya.
Ada jejak Ethyl Ether yang mengarah kepadanya.
Tapi pelaku pembakaran memakai pengatur waktu elektronik.
Bahan bakar roket. Tommy memakai sepatu karet Velkro.
Sebut dia terbelakang.
Tapi tak mungkin dia mampu melakukannya.
- Bagaimana jika dia punya rekan? - Mungkin itu dia.
Dia diperalat orang lain. Orang yang dia percayai.
Aku ingin berbicara dengannya.
- Cho, kau tidak keberatan? - Tidak apa-apa.
Jangan macam-macam.
Lelucon polisi. Tidak lucu.
Aku harus mencari tahu siapa yang melibatkanmu dalam hal ini.
Menurut teman-temanku, kau bodoh.
Semua orang berkata begitu. Terkadang mereka kasar.
Ya.
Menjadi bodoh seakan memberi semacam kekuatan, bukan?
Suatu ketika kau ada, lalu tiba-tiba menghilang.
Seperti memiliki mantel penyihir yang tidak terlihat.
Aku tidak paham ucapanmu, Pak. Tapi aku menyukai penyihir.
Pria tadi bilang mau mengambilkan rootbeer, tapi tidak dilakukan.
Balas dendam adalah pilihan yang berat, bukan?
Seperti halnya Kapten Ahab yang mengejar Moby Dick.
Pausnya mati tapi "Peapod" nya tenggelam juga.
"Pequod". Kapalnya Ahab dinamakan "Pequod".
Benar sekali. Sang "Pequod".
Bodohnya aku.
Ini buku salinanmu.
Harus kuakui bahwa aku terkesan.
Aku kenal profesor sastra Inggris yang belum pernah baca Moby Dick.
Aku suka ikan paus. Mereka memakan cumi-cumi.
Jika melihat dari awal,
seharusnya aku sadar bahwa kaulah pelakunya.
Hanya orang bodoh memakai baju seperti itu ke rumah duka.
Idiot atau pembunuh berani dengan selera humor yang aneh.
Kau akan kalah kali ini.
Sekalian saja kau tunjukkan jati dirimu yang asli.
Kau berhasil berbuat hal hebat. Kau seharusnya bangga.
Rootbeer itu akan diantarkan?
Katakan saja, Thomas. Tak berguna lagi kau sembunyikan.
Aku sudah tahu.
Apa yang ingin kau ketahui?
Halo, senang bertemu denganmu.
Aku penasaran. Apakah kalian ada dua?
Ataukah Tommy hanya karanganmu?
Yang benar saja. Aku tidak sakit jiwa.
Tommy hanya akting. Sebuah penampilan.
- Yang tidak pernah kau akhiri. - Dia menghiburku.
Dia melindungiku.
Saat aku berumur 18 tahun, aku mencuri mobil dan tertangkap.
Tapi saat berperan sebagai Tommy, polisi membiarkanku pergi.
Aku makin pandai sejak saat itu.
Cukup pandai untuk membalas kematian Dave Martin.
Tiga bulan lalu, perusahaan dapat izin...
untuk mengeksploitasi akuifer.
Semua uang itu. Aku yang mengatur semuanya.
Dengan menyadari apa yang mereka perbuat kepada Dave.
- Terima kasih. - Aku mengakui.
Aku belum sempat menyimaknya, akhirnya Ahab mati, bukan?
Ya.
Begitu juga dengan ikan pausnya.
Itu intinya. Balas dendam mahal.
Tidak usah mengajarkan arti moral.
Aku tahu harga dari balas dendam.
Nilainya sepadan.
David Martin banyak kekurangan, tak diragukan lagi.
Tapi dia adalah temanku. Temanku!
Mereka mendapat hukumannya. Yaitu keadilan.
Kau mengaku membunuh Rich Garcia dan mencoba bunuh Trey Piller?
Aku melihat mereka berteriak dan menggeliat kesakitan.
Itu indah. Itu penebusan dosa.
Kau tidak akan memahaminya.
Agen Cho yang akan mengurus proses tuntutan, kita selesai.
Semoga beruntung, Thomas.
Maukah kau melakukan sesuatu untukku?
- Kau bisa memintanya. - Katakan kepada Maddy Garcia.
Aku menyesal telah menyakitinya.
Menyesal? Dia menyesal?
Katakan padanya, jika dia keluar dari penjara, aku akan bakar dia.
- Kita lihat penderitaannya. - Maddy, Ayahmu...
Jangan kau singgung soal Ayah. Kau tidak berhak!
Ayahmu membunuh orang dan Tommy membunuhnya karena balas dendam.
Balas dendam adalah racun. Hanya untuk orang bodoh dan gila.
Aku tidak peduli.
Tentu kau peduli.
Kemarilah, ayolah.
Baiklah.
Kami harus pergi. Bisa kalian berdua menolongku? Berpelukanlah?
Berpura-puralah seakan kalian saling mencintai.
Kumohon? Bagus.
Seperti itu, bagus. Tahan posisi itu sampai kami pergi.
Itu akan membantu Lisbon dan aku wujudkan perbedaan. Terima kasih.
- Jadi? - Jadi?
Sepertinya semua ini mengubah pikiranmu tentang balas dendam.
Kenapa?
Balas dendam hanyalah untuk orang bodoh dan gila?
Menurutku terdengar bagus.
Terkesan omong kosong, tapi cukup bagus.
Mari?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.