Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Seseorang yang menggunakan ketajaman mental,
hipnotis, dan sugesti."
"Ahli dalam memanipulasi pikiran dan perilaku."
Rosemary, berhenti. Aku hanya mau membantu.
- Aku tak mau dengar. - Kau dalam bahaya besar.
Tidak!
Terima kasih sudah segera datang.
Korbannya janda dari Macon Tennant.
Pendiri Calsure Financial. Sahabat dekat letnan gubernur.
Kita harus menggunakan helikopter.
Ada dua saksi melihat sedan perak mengejarnya.
Kita sedang periksa sisa goresan catnya, semoga dapat modelnya.
Sebagian nomor platnya ditemukan.
Kau nampak piawai sekali.
Tentu, aku tak keberatan dapat bantuanmu.
Kami bukan bantuan. Kami yang memimpin kasus ini.
Baik, Bu.
Beberapa hari lalu, Rosemary melaporkan anaknya hilang.
Bernama Travis, telah hilang selama seminggu.
Dia kabur dari rumah dua kali dan melakukan kejahatan.
- Apa tuduhannya? - Menyupir saat mabuk.
Dengan SIM sementara.
Rumahnya 8 blok dari sini, dia pulang jalan kaki. Tapi...
- Entah, dia pulang dari mana. - Barusan dia bersamaku.
Siapa kau?
Namaku Kristina Frye, penasihat spiritual Rosemary.
- Maaf, apa aku salah dengar? - Barusan bersamanya, di mana?
Di rumahku. Kami baru selesai berdiskusi.
- Kami telah mengontak suaminya. - Suaminya yang meninggal?
Suaminya tahu ini akan terjadi.
Dia memperingatkan bahaya besar akan menghampirinya.
Dari siapa?
Entah. Aku hanya penghubung.
Penghubung untuk apa?
Untuk energi dari arwah yang meninggal.
Baiklah, jadi kau tahu pembunuhan ini akan terjadi?
Aku tidak tahu. Suaminya yang tahu.
Aku hanya menyampaikannya kepada Rosemary.
Baik. Atas pengakuannya,
dia penghubung arwah atau terlibat kejahatan ini.
Jadi pilihlah, panggil pengusir hantu...
atau bawa wanita ini ke kota.
Maukah kau ke kantor kami besok pagi,
untuk menjawab pertanyaan kami.
Jika bisa membantu, dengan senang hati aku datang.
Panggil saja aku Kristina.
Dari mana sumber kemarahan yang kurasakan ini?
Bukan dariku. Mungkin dari tempat lain.
Rosemary temanku.
Apa aku sedih? Tentu. Apa aku marah?
Itu karena seseorang melakukan kejahatan kepadanya.
Jangan salah paham. Tapi kau telah salah membaca situasinya
Begitu, ya? Ini bagus sekali.
Berapa lama kau kenal Rosemary Tennant?
- Hampir tiga tahun. - Jasamu ada tarifnya?
Ya. Tergantung penghasilan klien, jadi, selalu terjangkau.
- Berapa tarif untuk Rosemary? - Lima ratus dolar per jam.
- Berapa jam seminggu? - Lima hingga enam jam.
Sekitar tiga ribu seminggu. Bagus.
Rosemary jiwa yang bermasalah. Dia butuh bantuan intensif.
Dia punya masalah apa?
Dulu suaminya pemuka agama yang menguasai hidupnya.
Setelah kematiannya,
kurasa Rosemary merasa bingung dan lemah.
Orang yang berniat jahat akan mempermainkan kelemahannya.
- Benarkah? - Kau tahu kira-kira siapa?
Terlalu banyak untuk disebutkan.
Akibatnya, hubungan dengan anak-anaknya jadi buruk.
Maksudmu Clara dan Travis, bukan?
Buruk bagaimana?
Maaf, aku tak bisa membahas lebih jauh lagi dengan kalian.
Travis menghilang beberapa hari yang lalu.
Apa pendapatmu?
Aku sangat ingin membantu kalian.
Tapi aku punya kode etik klien seperti dokter yang lainnya.
Kau punya izin terapi profesional resmi?
- Ya, aku punya. - Klienmu telah tewas.
Raganya memang sudah mati.
Saat arwahnya sudah mencapai tujuannya.
Kutanya padanya, bolehkah membagi masalahnya dengan kalian.
Akan kurekam pembicaraan kami dalam CD, dan jika diizinkan,
aku akan cerita padamu.
Repot sekali? Tanyakan saja, siapa pembunuhnya?
Tentu saja akan kutanyakan, tapi mungkin dia tak tahu.
Kematian tidak membuatmu tahu segalanya.
- Kau hebat. - Aku suka berpikir begitu.
- Kuyakin itu. - Mencintai diri itu penting.
Bagaimana dengan perasaanmu?
Kau saja yang katakan.
Aku tak mau bayar 500 dolar per jam.
- Aku dibayar oleh pemerintah. - Baiklah, untukmu gratis saja.
Kurasa kau hanya bersikap yakin dan arogan.
Namun kau punya rasa bersalah yang dalam...
dan membenci diri sendri.
Mungkin karena trauma di masa lalumu?
Tapi kau lebih dari sekadar tidak stabil.
Kau memiliki tugas yang berat.
- Kau hebat sekali. - Tolong, bukan mau sombong.
Tapi aku tahu tragedi yang lebih mengerikan.
Setengah jam mencariku di Internet,
kau sudah tahu perasaanku.
Sekali memandangmu, aku sudah tahu.
Kenapa kau bisa berpikir aku mencarimu di Internet.
Sedikit percaya diri, mungkin?
- Bolehkah aku pergi? - Ya. terima kasih atas waktumu.
- Hubungi aku kapan saja. - Ya, nanti kami hubungi.
Apa?
Rumah siapa ini?
Dua hari lalu, penghuninya Travis dan Rosemary Tennant.
Serta tamu semi permanen, Jeremy Hale.
Dia juru foto dan kekasih Ny. Tennant.
Infonya dari tukang kebun dan pembersih kolam.
Dooley, kemari.
- Bisa kubantu? Ya. - Tn. Hale?
Biro Investigasi California. Boleh kami masuk?
Silakan.
Maaf ruangannya berantakan.
Sepertinya, kau tak sendirian semalam.
Aku ikut pembukaan galeri semalam.
Tapi seseorang selalu ada di sini.
Rosie senang bergaul, memang kami tipe orang kreatif bekerja.
Sudah berapa lama kau tinggal di sini?
Sudah 6 bulan.
Aku seorang juru foto dan bertemu dengan Rosemary di pameran.
Lalu kami saling merasa cocok, dan selalu bersamanya.
Jadi, kalian sepasang kekasih? Itu yang semua orang bilang.
Apa aku mencintainya dan sebaliknya? Ya. Kekasih?
Kami sangat dekat. Dia sangat mengerti aku.
Tinggal di sini, kau pasti juga dekat dengan anak-anaknya.
Clara jarang datang kemari. Travis, dia anak yang bermasalah.
Kenapa?
Setelah ayahnya meninggal, dia memakai narkoba dan mencuri.
- Kapan terakhir kau melihatnya? - Seminggu yang lalu.
Rosie temukan narkoba di kamarnya.
Mereka bertengkar, dia pergi.
- Boleh aku melihat-lihat? - Silakan saja.
Terima kasih.
Rosemary mencantumkan namamu dalam surat wasiatnya.
Aku merasa tak pantas. Dia dermawan. Untuk menolaknya...
Itu menyangkal keberadaannya.
Sehari sebelum meninggal, dia bertemu pengacaranya.
Dia mau perubahan atas pembagian warisannya.
- Benarkah? Aku tak tahu. - Menurutmu perubahan apa itu?
Mungkin berkaitan dengan Travis, menghilangkan namanya.
Lisbon!
- Kau menemukan studioku? - Dia cantik, bukan?
Kau bisa menangkap emosi matanya. Foto ini terlihat hidup.
Rosemary adalah obyek yang mudah. Foto itu belum memperlihatkannya.
- Ini ruangan yang bagus. - Ruan gelap. Peralatan canggih.
- Keberuntungan menyenangkan. - Aku diberkati.
Atau pintar.
Kau bilang Travis pergi karena mereka bertengkar.
- Apa kau yakin? - Tentu, aku ada di situ.
Kupikir Ny. Tennant tak tahu masalah yang dihadapi anaknya.
Dia pergi bukan karena ibunya. Tapi karena kau.
- Apa maksudmu? - Kurasa ini adalah kamar Travis.
Ada bekas selotip di dinding ini. Ada tempelan di belakang pintu.
Serta lekukan di atas sini, bekas pantulan bola lacrosse.
- Travis bermain lacrosse, bukan? - Ya, sebelum terlibat narkoba.
Serta bagian jendela ini retak setinggi siku atau kepalannya.
- Pasti itu pertengkaran besar. - Cukup.
Pertanyaannya, apa kau mengambil kamarnya setelah dia pergi.
Atau dia pergi karena kau mengambil kamarnya.
Kau berdiri terlalu dekat denganku. Tolong mundur.
Maaf.
Karena kau menyingkirkannya, dia harus mencari tempat lain.
Suatu tempat yang sangat aman.
Ke mana dia pergi?
Ya, di sini. Dia senang berada di ruangan yang lebih kecil.
Ya, aku yakin itu.
Maaf, tapi ada nada permusuhan dari suaramu, ada apa?
Dia hanya melakukan tugas.
Tersangka utamanya Travis Tennant,
tapi Jeremy juga mencurigakan.
Aku akan menggali informasi soal Hale.
Mungkin dia membunuh keduanya. Untuk warisan lebih banyak.
- Ada sesuatu dari sisi bisnis? - Paranormal itu benar.
Dia artis gadungan dan parasit karena mengincar harta Rosemary.
Dia penjahat dan lintah darat, bukan pembunuh.
- Itu dia orangnya. - Putrinya.
Nn. Tennant, aku Agen Lisbon. Terima kasih mau datang.
Aku datang secepatnya.
Apa adikku sudah ditemukan?
Silakan duduk.
Aku turut berduka atas kejadian ini.
Menjawab pertanyaanmu, Travis masih hilang.
Kami lakukan apa pun untuk menemukannya.
Bisa kau ceritakan tentang ibumu? Apa pun yang bisa kubantu.
Aku hanya tak percaya dia sudah tewas.
Dia orang yang baik.
Semua menyayanginya.
Dia meninggal di parit seperti itu.
Seperti sampah. Mengerikan.
Banyak orang bilang dia berubah setelah kematian ayahmu.
Dia kehilangan kendali.
Ayahku orang yang selalu menyemangati.
Ibuku bukan orang yang seperti itu.
Bisa kau berikan contohnya?
Ketika aku masih kuliah...
Kata adikku, mereka mencurinya dari kami.
Ibu terus mencari tahu, aku coba mengingatkannya, dia tak peduli.
Aku yakin dia melakukan hal yang benar.
Saat itukah adikmu mulai berubah?
Dia sangat merindukan Ayah.
Lalu tiba-tiba...
Dia menjadi pemilik rumah,
dan kurasa dia tak terbiasa dengannya.
Saat Jeremy pindah.
Dia menakutkan dan sangat berbahaya.
Maksudnya?
Memaksakan kehendaknya dan sangat pemarah.
Aku sangat mencemaskan ibuku.
Clara, kau tahu di mana Travis?
Jika aku tahu, aku akan bersamanya.
Dia adalah adikku.
Dia satu-satunya yang kumiliki.
- Bisakah kau ketik nomornya? - Dia takkan membalas teleponmu.
Ketik saja.
Terima kasih.
Halo, Travis. Kau tak mengenalku, namaku Patrick Jane.
Aku kawanmu, paham masalahmu, dan ingin membantumu.
Tapi aku tak tahu apa arti bantuan bagimu.
Berbeda untuk tiap orang. Contohnya, aku suka berkuda.
Apa berkuda membuatmu senang? Aku tak tahu. Kenapa tidak bisa?
Berpikirlah sampai kau yakin...
dan pergilah ke tempat kau bahagia.
Lalu hubungi aku, kau punya nomorku.
- Soal apa tadi? - Cepat, apa yang kau pikirkan.
Jangan bilang tak percaya mistis hanya karena kau belum lihat.
Benar. Aku belum lihat zebra, bukan berarti itu tak ada.
- Kau tak pernah lihat zebra? - Tidak.
- Belum pernah kebun binatang? - Aku tak suka tempat itu.
Buang uang hanya untuk melihat hewan. Kenapa?
- Teman-teman. - Itu orangnya.
- Aku tak akan meragukanmu lagi. - Kau pernah ragu kepadaku?
Travis, tunggu.
Tunggu sebentar.
Travis. Kami tahu kenapa kau kabur.
Kami tahu kau berkelahi dengan Jeremy.
Kenapa kau tak hubungi seseorang? Kenapa lari?
Tak ada yang dapat mereka lakukan.
Aku tak mau cari masalah.
Cari masalah dengan siapa? Mereka keluargamu.
Kalian tidak paham.
Dengar, aku sangat mencintai ibuku.
Tapi setelah penembakan Jeremy, aku tak bisa kembali. Tak mungkin
- Kapan aku bisa menemuinya? - Segera.
- Ke mana kau setelah itu? - Di rumah teman-temanku.
Kami minta nama dan alamat mereka.
Mungkin jika aku di rumah malam itu, ibuku masih hidup.
- Mungkin... - Ini kenyataannya, Travis.
Setelah ayahmu meninggal, ibumu memberikannya semua uangmu.
Lalu dia pindah ke rumah Jeremy dan membuatmu sengsara.
Walaupun kau pergi, kau tahu keberadaan ibumu.
- Kau tahu dia pulang. - Maksudmu, semua karena aku?
Saat ayahku meninggal, yang kupunya hanya ibuku.
Kau pikir aku tidak ingin bersama dengannya?
Saat Jeremy pindah, dan bertingkah seperti raja.
Dia ibuku. Aku tidak membunuhnya.
Aku percaya padanya.
Kemarilah.
Kita akan baik-baik saja.
Travis sakit. Atau berbohong. Jangan lupa...
Jeremy akan diwarisi beberapa juta dolar untuk dirinya sendiri.
Mungkin dia ingin mempercepat prosesnya.
Untuk biayai pemotretan panjang di Amerika Selatan.
Menghindar untuk sementara.
Ada kabar dari notaris Rosemary.
Tebak, siapa yang ditambah di wasiatnya?
- Kristina Frye? - Betul sekali.
Kristina bilang bahwa Rosemary dalam bahaya.
- Mengapa dia seperti itu? - Cerdik sekali dia.
Membuatnya tidak tampak bersalah. Karena dia membuatnya begitu.
Atau mungkin, dia punya bakat khusus untuk membantu kita.
Bakat khusus. Katakan padaku, siapa yang punya bakat ini?
Kenapa tak semua punya bakat untuk tahu hasil pacuan kuda.
Kenapa orang mati selalu berbicara membual.
Sabarlah. Itu terserah dia.
Tidak, jika salah. Ini seperti meyakini kelinci Paskah.
Siapa bilang kelinci Paskah itu tidak ada.
Van Pelt. Hai!
Terima kasih. Baiklah, kami akan segera datang.
Itu Kristina. Dia bilang dia punya petunjuk.
Mungkin bisa membantu kita.
- Berbicaralah padanya. - Aku ikut.
Apa dia harus ikut?
Jika dia menipu, kita harus tahu.
Tidak akan.
Jaga kelakuanmu.
- Permisi Nona Frye? - Segera ke sana. Silakan duduk.
Madame Zoltar menyambutmu.
Aku mencium aroma kematian.
Diam, Jane.
Lihat, kau bisa belanja di sini.
- Kau tak tertarik perkataannya? - Tidak.
Aku suka cermin ini. Tempatnya strategis, bukan?
Apa maksudmu?
Cermin searah, siasat ahli tenung.
Dia pelajari perilaku pasiennya, sebelum mereka datang kemari.
Ayolah. Dia pasti sedang melihat kita sekarang.
- Kau tak boleh ke sana. - Tentu saja boleh.
Jane.
Lihatlah! Itu bukan cermin satu arah.
Dalam contoh ini, bentuk pengamatannya berbeda.
Bisa kita duduk?
Tentu.
- Tahu yang mengganjal pikiranku? - Terangkan padaku.
Bicaramu seperti permainan kelas tinggi, tapi tempatmu...
Seperti tempat cuci gudang buah tangan di Shangri-La.
Profesiku memang menggambarkan hal demikian.
Orang suka hal yang menarik.
Seperti setelan jas yang biasa kau pakai.
Dia bilang, maafkan aku telah menyakiti kau dan ibumu.
Tangis bahagia mereka.
Jadi kau sudah menyelidiki aku.
Ya. Red John membunuh keluargamu. Aku turut berduka.
Itu sebabnya kau lepaskan panggilan?
Panggilan? Kita datang untuk itu?
Panggilan, bakat. Pasti kau memiliki juga kemampuan itu.
- Kenapa ditinggalkan? - Karena setelan jasnya jelek.
- Selalu mengalihkan, kenapa? - Jangan coba membacaku.
- Tak tahu kenapa. - Kita tahu itu semua bohong.
Bisa kembali bicarakan kasus ini?
Tentu.
- Rosemary sudah mengontakmu? - Tidak, belum.
Butuh waktu bagi arwah untuk berkomunikasi.
Bus ke langitnya terlambat.
Aku ingin membantu. Tapi pasti kau tak tertarik.
Tunggu, aku polisinya. Kami tertarik.
Aku dapat gambaran mobil yang dipakai membunuh Rosemary.
Air masuk dari jendela, ban dalam air, di dasar beton.
Beton? Seperti kolam renang?
- Lebih besar. - Mungkin waduk buatan.
- Ada danau di luar kota. - Ya, waduk.
Terima kasih.
Benturannya menabrak pejalan kaki,
nomor polisinya milik Rosemary.
Itu mobilnya?
Ya, dua bentuk kekerasan menunjukkan Travis memakainya.
Pasti Jeremy, dia punya akses ke mobilnya.
Telusuri perjalanan mobil ini semalam.
Kamera lalu-lintas, saksi di pom bensin.
- Jika ada aku mau tahu. - Ya, baiklah.
Kalian yang tangkap Travis Tennant?
Atau kami yang lakukan?
Maafkan aku, detektif. Semua yang ada sekarang insidental.
Menurut naluriku 90 persen jika benar, dialah pelakunya.
Bagaimana sisa 10 persennya?
Yang harus ditahan Kristina Frye. Dia tahu Rosemary terancam.
Dia tahu di mana mobil itu, di mana senjatanya...
Berarti dia punya punya kekuatan gaib atau terlibat di dalamnya.
Ayolah. Dia lakukan itu dengan mudah.
Dengan menduga dan menebak.
Di mana lagi kau bisa membuang mobil? Dia penebak ulung.
Aku rasa juga demikian.
Aku rasa kau juga keberatan.
Dia hebat, mungkin lebih hebat darimu.
Tidak. Ya, itu benar.
Dia hebat, tapi tak lebih baik dariku.
Serta hebatnya bisa berarti berbahaya.
Kau harus tahu, dia biasanya tertarik pada hal di luar normal.
Itu bisa golf, teater musik tahun 30-an dan 40-an.
Mobilnya kosong, kecuali bagasi.
Nilon kualitas tinggi.
Seperti yang biasa dipakai di foto lab.
Jeremy kabur.
Aku bilang jangan kembali, lalu perhiasan Ibu hilang.
Menurutmu dia pelakunya?
Seseorang mencuri mobil ibumu dipakai untuk membunuh.
Kuncinya tak dijebol. Dia punya kuncinya.
Kau pikir aku pelakunya. Alibiku sudah jelas.
- Tanyakan teman-temanku. - Benar, banyak orang...
di pesta itu, kau bisa pergi dan kembali lagi.
- Ini tak adil. - Saudaraku benar. Jeremy pergi.
- Dia menyembunyikan sesuatu. - Lisbon.
Tetap di sini.
Rigsby, ini aku. Tolong buat DPO untuk Jeremy Hale.
Periksa bandara. Mungkin sudah lewat dua jam.
Dia tak akan pergi jauh. Serta tidak naik pesawat.
- Kau tahu dari mana? - Dia meninggalkan banyak hal.
Ruangannya penuh dengan lima foto Rosemary.
Semua kira-kira diambil setahun belakangan. Kecuali...
Yang satu ini.
Ini diambil beberapa minggu lalu. Barang baru.
Sedikit rusak, tapi terkesan intim.
Lubang itu karena hak sepatu wanita, bukan?
Ya.
Ada di rumah Rosemary. Berarti itu hak sepatu Rosemary.
Lanjutkan, aku dengarkan.
Kenapa Rosemary mau melubangi foto wanita ini dengan hak-nya?
Yang mana foto ini diambil oleh pacarnya, Jeremy.
- Kenal dia? - Ya. Itu Connie Adams.
Putri teman ibuku, Connie.
- Connie? - Bisa kubantu?
Kalung yang bagus. Kami polisi.
Kami mencari Jeremy Hale. Dia di sini?
Sayang.
- Hai, Jeremy - Hei.
Ayo bicara. Kau perlu berpakaian.
Atau krim kocok yang banyak. Terserah padamu.
Rosemary dibunuh oleh seseorang yang mengendarai mobilnya.
Baiklah.
Mobil Chrysler perak. Pernah pakai mobil ini, Jeremy?
Tidak. Itu yang dipakai oleh Travis.
Bukan gayaku.
Kami temukan sarung tangan yang berasal dari ruang fotomu.
DNA-mu pasti ada pada sarung itu.
- Travis bisa saja mengambilnya. - Travis punya alibi.
Kau bisa saja pakai mobilnya, dan menuduhnya.
Bisa saja, tapi tak kulakukan.
Kau pergi dari rumah Tennant cepat sekali.
Seperti kau sedang melarikan diri.
Kenapa begitu?
Aku bermasalah dengan anak-anak.
Clara sudah gila. Kupikir dia akan menyerangku.
Mereka kira kau bunuh ibu mereka.
Mereka tidak tahu masalahku.
- Aku mencintainya. - Ya, tentu.
Itu sebabnya kau berikan kalung Rosemary pada pacarmu.
Tak berguna buat Rosemary, bukan?
Tembak saja aku. Aku orang yang praktis.
Itu kata yang bagus.
Miami, New York, Chicago.
Semuanya janda dan semuanya berkontribusi pada kariermu.
Semuanya masih hidup dan masih berteman baik denganku.
Tanya saja.
Phoebe agak bermasalah denganku.
Yang lainnya kalian tahu.
Kau kenal Kristina Frye?
Namanya tak asing, tapi aku tak kenal.
- Kurasa aku tidak kenal. - Dia cenayang Rosemary.
Menurutku kau pernah bertemu Kristina. Ada fotonya darimu.
Kata Jane, fotomu dipajang di lobinya.
Aku mengambil banyak foto.
Dua pewaris warisan yang sama. Keduanya teman dekat Rosemary.
Lalu kalian berdua belum pernah bertemu.
Kenapa bisa begitu?
Aku ingin pengacara.
Bos, coba lihat ini.
Info tentang Kristina Frye.
Dalam 10 tahun ini, masing-masing menaruh namanya di surat wasiat.
Bayaran sebesar 10.000 dolar sampai 200.000 dolar.
Mungkin cenayang itu dan Jeremy punya hubungan bisnis.
- Memperdaya wanita rentan. - Jadi Jane benar.
Tak membuktikan apa pun.
Tapi bisa jadi bahan obrolan dengan Frye.
Kristina, seberapa kenal kau dengan Jeremy Hale?
Dia pacar Rosemary.
Hanya memanfaatkan, tapi kurasa sungguh menyukai dia.
Juru foto yang lumayan bagus. Dia mengambil gambarku.
Kau tahu kalau namanya juga tercantum di wasiat?
Jika itu keputusan Rosemary. Tak masalah.
Kalian dapat petunjuk apa?
Lima orang berbeda menaruh namamu di wasiat mereka.
Melawan keinginanku.
Aku telah menolong ratusan klien melawan rasa takut mati mereka.
Aku menjamin akan bicara pada mereka setelah meninggal.
Tapi aku tak pernah meminta apa pun pada mereka.
Kenapa Jeremy gugup saat namamu disebut?
Mungkin karena kami pernah bercinta beberapa kali.
Kami bersenang-senang. Dia menyenangkan.
Kau sudah bicara pada Rosemary?
- Ya, pernah. - Benarkah? Apa katanya?
Dia lebih tertarik kepadamu. Katanya kau pria baik.
Pria yang sangat tersesat dan sakit hati.
Tapi baik.
Aku tersanjung.
- Dia sebut siapa pembunuhnya? - Tidak. Dia tak tahu.
Tapi dia mau aku terus membantumu semampuku.
Aku ingin mendengar rekaman saat berdiskusi dengannya.
Tentu saja.
Bisakah kau hadirkan Rosemary saat pembacaan surat wasiat?
Dia arwah gentayangan, tak bisa kau pesan.
Kupikir waktu tak jadi masalah jika kau sudah meninggal.
- Tidak ada jadwal. - Apa susahnya?
Benar.
Tongkat jaring yang bagus.
- Kau bisa main lacrosse? - Tidak.
Tongkat berayun membuatku takut.
- Sudah temukan pelakunya? - Belum.
- Hai. - Hai.
Temukan sesuatu?
Kurasa Kristina Frye bertanggung jawab atas kematian ibumu.
Aku mau kalian buat kontak dengan ibumu saat pembacaan wasiat.
Aku tak mengerti.
Apa kaitannya dengan mengontak ibuku bisa menangkap Kristina?
Yang terjadi, dia tak sungguhan terhubung dengan ibumu.
Dia penipu. Aku akan membongkarnya.
- Tahu dari mana tak bisa? - Tak akan. Karena dia tak bisa.
- Aku tak menyukainya. - Aku juga.
- Apa pilihan lainnya? - Itu tak bermoral.
Aku tak tahu. Otakmu akan matang jika terus digunakan.
Membuatmu tidak subur juga.
- Kau bicara apa? - Microwave.
- Apa maksudmu? - Ritual sore ini.
Kita melihat microwave. Tak ada kaitannya dengan ritual.
Membangkitkan kematian ialah tindakan yang salah.
Sebenarnya kami tak membangkitan orang mati.
Kau yang bilang, tapi tak tahu. Kau mengejek okultisme.
Kau tak percaya pada alam baka dan tak tahu yang kau lakukan.
Aku tahu tipuan ritual artis seperti yang Kristina gunakan.
Teruslah tertawa.
Penting bagimu bahwa Kristina menipu, bukan?
Karena jika dia tidak, atau jika dia memiliki bakat.
Semua yang kau ejek, lecehkan, dan kepercayaanmu akan hancur.
Ya, benar. Walaupun tak mungkin terjadi.
Andai anggota keluargamu mau berhubungan denganmu di ritual.
Tapi tak bisa karena kau tak percaya.
Itu akan menyedihkan.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
- Ini sangat tak biasa. - Ini kemauan Ibuku.
Baik.
Kalian boleh duduk.
Atas permintaan Rosemary dan putrinya, Clara.
Pembacaan surat wasiat akan didahului dengan apa?
Hubungan ritual yang disebut seance.
Seance.
Selamat sore dan selamat datang.
Malam ini dengan bantuanmu, akan kucoba mengontak Rosemary.
Bisakah kalian semua saling berpegangan tangan?
Baik, terima kasih.
Terima kasih. Tolong matikan lampunya.
Cadar akan terbuka dan Rosemary akan datang selama kita percaya.
Selama kita percaya.
Semua konsentrasi pada lilin di tengah meja.
Lihat dan pikirkan Rosemary.
Datanglah, Rosemary.
Datanglah!
Bicaralah!
Kristina.
Ini aku, Rosemary.
Aku di sini seperti yang kujanjikan.
Semua teman dan keluargamu juga di sini.
Ada yang ingin kau katakan?
Atau ditanyakan...
Rosemary?
Clara!
Ibu?
Kenapa, Clara? Kenapa kau melakukannya?
Aku tahu yang kau lakukan, itu takkan berhasil.
- Apa maksudmu? - Semua rencanamu dan Kristina.
Ini sangat sempurna, tapi aku takkan tertipu.
Aku takkan tertipu. Tidak akan.
Tidak.
Itu...
- Isyarat selanjutnya. - Ini tak mungkin.
Baik.
Kenapa, Clara?
Siapa yang melakukan ini?
Maafkan aku, Ibu.
Maafkan aku.
Apa kau pelakunya?
Apa kau di mobil itu?
Karena itu dia di sini?
Apa itu penyebabnya?
Benar.
Benar.
Aku marah.
- Marah begitu saja. - Kenapa?
Dia bilang kepadaku...
Dia akan mengubah surat wasiat lagi.
Mencabut hak waris Travis.
Dia bilang, itu demi kebaikannya.
Dia tidak mau mendengarkanku.
Kami saling memaki satu sama lain.
Jadi aku naik kereta dari Clear Lake...
agar bisa berbicara dengannya.
Aku ingin Ibu bisa melihat semua secara rasional.
Aku tahu dia akan menemui cenayangnya.
Aku tidak mau dia menemui Jeremy, jadi aku pulang ke rumah.
Mengambil mobil dan menemuinya.
Aku meneleponnya saat dia keluar dari rumah Kristina.
Agar dia tidak panik karena aku ke luar rumah di malam hari.
Dia tidak mau angkat telepon dariku, putrinya sendiri.
Aku tiba-tiba marah.
Terima kasih atas kejujuranmu.
Tahu dari mana aku pelakunya.
Aku tahu saat kau mencoba limpahkan kesalahanmu...
pada Jeremy.
Terutama saat kau memberitahuku ibumu meninggal di parit.
Dia tidak pantas meninggal di parit, seperti sampah.
Dari mana kau tahu jika tidak berada di sana?
- Kulakukan ini untuk Travis. - Serta dirimu sendiri.
Ibu berjanji akan melindungi kami!
Dia sudah berjanji kepada Ayah...
Orang tua harus menjaga anaknya.
Benar.
- Boleh aku bertemu adikku? - Ya.
Aku tahu kau gelap mata saat melakukannya.
Bersikaplah baik kepada Bibi Jo.
Jangan tinggalkan baju sembarangan.
Serta hormati dia, ya?
Baik.
Aku sayang Kakak.
Aku juga menyayangimu.
Terima kasih mengizinkanku bicara.
Sama-sama.
- Kau tidur di sini? - Kadang.
Suasana di sini membuatku santai seperti di laut.
- Bisa kubantu? Silakan. - Aku mau ambil bukti rekaman.
Terima kasih.
- Aku mau bicara denganmu. - Silakan.
Secara pribadi.
- Tempat ini cukup pribadi. - Lebih pribadi.
Jadi...
- Dengar aku, jangan bicara. - Baik, aku janji.
Aku berhasil berbicara dengan istrimu.
Saat keluargamu dibunuh, ada yang mengganjal, bukan?
Ya.
Istrimu bilang padaku putrimu tidak pernah terbangun.
Walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi,
tapi dia tak takut.
Kau melakukan kontak?
- Hanya itu? Terima kasih. - Hanya itu?
Selamat tinggal, Tuan Jane.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.