Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Streaming Movie Gratis, Update, FullHD di gfymultimedx.online
Jauh di lubuk hati, semua orang menunggu akhir dunia tiba.
Kau masih di sini?
Kau masih di sini?
Bagaimana kalau mereka benar?
Bagaimana kalau kegelapan hanyalah permulaan?
Seperti sebuah penglihatan
tentang apa yang akan datang.
Ini adalah perjalanan menuju kedalaman kegelapan.
Kau harus siap.
Sudah siap?
MASA DEPAN YANG DEKAT.
GLOBALISASI DAN MENIPISNYA BATAS-BATAS NEGARA
MENDORONG PEMBENTUKAN POLISI OPERASI KHUSUS INTERNASIONAL.
BERANGGOTAKAN AGEN DARI SELURUH DUNIA,
ISOP MEMERANGI PERDAGANGAN NARKOBA DAN MANUSIA.
- Semuanya aman? - Aman.
Oke.
Aku sedang memainkan game lama.
Kita sampai!
Kita masih bisa berbalik dan pulang.
Kau bercanda?
Bagaimana dengan latihanmu? Kau tahu aku membayar mahal untuk itu.
Itu sebabnya Ibu tak pernah di rumah?
Alan, kita sudah membicarakan ini.
Ibu bicara dengan Ayah. Aku cuma disuruh duduk dan mendengarkan.
Kita sepakat, sejak kau berhenti tenis dan les piano,
kau perlu kegiatan baru agar tetap sibuk.
Nenek tua itu terus memukul tanganku.
Katanya aku tidak punya bakat musik
dan sama sekali tak peka nada.
Dia bahkan bilang karena tak ada yang masuk ke otakku,
- rasa sakit akan membuka mata dan telingaku. - Alan, cukup!
- Itu benar! - Cukup! Ibu bilang cukup!
Kita juga sepakat tidak membicarakannya lagi, oke?
Oke.
Alan. Alan.
Alan.
Alan, berhenti, berhenti, berhenti.
Berhenti.
Ayo. Kemari, Sayang.
Terima kasih.
Ayo.
- Terima kasih banyak. - Sama-sama, Bu.
Dengar, Sayang.
Bisa dengarkan Ibu sebentar?
Ayah akan menjemputmu dua jam lagi, oke?
Sayangnya Ibu tak bisa menjemputmu nanti, oke?
Oke?
Bersenang-senanglah, Sayang.
Ayo masuk.
Hei, Alan! Ayo!
Ya, ya, aku datang.
Hai, anak-anak.
GELOMBANG PENCULIKAN ANAK TERUS BERLANJUT
Jemma.
Oke.
Hei!
Kenapa di belakang sunyi sekali?
Anak itu belum bangun?
Dia sudah bangun.
Bahkan sempat mengompol.
Hei, Gendut.
Sudah kepikiran mau diapakan uang bagianmu?
Menurutku kau perlu
operasi pengencangan wajah.
Tapi jangan pakai silikon seperti model Victoria's Secret.
Semuanya akan baik-baik saja.
Semuanya akan baik-baik saja.
Kalau aku, dengan uang bagianku, akan pergi ke tempat berlangit cerah.
Aku sudah mengincar rumah di tepi pantai dan bank di sana.
Akan kutaruh semua uang di bank dan hidup santai dari bunganya.
Piña colada setiap hari dan gadis-gadis lokal.
Ingat, pria berjanggut keren itu prioritas utama kita.
Jangan tembak dia.
Yang lain tak penting.
Sial...
- Dari mana mereka datang? - Persetan! Mengemudi saja!
Ayo, masuk ke suatu tempat! Di mana saja!
Sialan!
- Aman! - Aman!
Aman!
Aman... Kalau aku jadi kau, jangan lakukan itu!
Jemma, kau diizinkan menembak.
Jemma! Sedetik lagi target akan kabur.
- Bos! - Jemma, sekarang!
Chris!
Apa aku harus mengerjakan semuanya sendiri?
Krissy datang membereskan semuanya.
Mana tantangannya, Bos?
Konfirmasi target dilumpuhkan.
Apa masalahmu, Nona? Tuli, ya?
Ya.
Target dilumpuhkan.
Borgol dia dan masukkan ke helikopter.
Tangan di kepala! Tiara! Rentangkan tangan dan lihat aku!
Keluar dari mobil! Tiara!
Rentangkan tangan! Buka kaki! Lihat aku!
Diam!
Kita dapat dia.
Tim udara, kembali ke pangkalan. Operasi selesai.
Panggil seseorang untuk membereskan teman-teman kita yang tewas.
Kau baik-baik saja, Putri?
Ya. Kenapa?
Yah,
kau terlihat agak tegang selama operasi tadi.
Kau Vincent.
Itu nama aslimu, bukan?
Kau menculik anak lagi dan mendapat banyak uang darinya.
Sebenarnya, sudah begitu banyak anak yang kau culik sampai kasusmu internasional.
Kita tak punya banyak waktu, Vinnie,
tapi akan kuberi lebih banyak daripada yang kau berikan kepada anak itu.
Lagi pula, kau lebih tua dan lebih besar darinya.
Aku hanya ingin kau merasakan apa yang dia rasakan.
Kau juga pernah jadi anak kecil. Kalian punya kesamaan itu.
Aku hanya ingin kau membayangkan dirimu di posisinya.
Anak itu pasti mengompol karena ketakutan.
Aku berharap kau juga begitu.
Aku akan mengambil dua foto,
satu sebelum dan satu sesudah, kalau-kalau kau bergerak di foto pertama.
Foto pertama sendiri tak ada artinya,
tapi bersama foto kedua, nilainya jadi besar.
Aku akan memanggil salah satu anak buahku.
Vinnie, dengarkan baik-baik.
Dia akan menurunkan celananya dan berdiri di belakangmu,
lalu aku mengambil foto kedua.
Paham, Vinnie?
Sudah mulai paham?
Foto pertama dan kedua akan mengikutimu
ke setiap penjara di negeri ini.
Kau akan dianggap daging segar bahkan sebelum waktu berjemur pertamamu.
Kau akan jadi peliharaan seseorang selama sisa hukumanmu.
Mulai mengerti, Vinnie?
Panggil Kriss ke sini.
Turunkan celanamu, Kriss. Waktu Vinnie tidak banyak.
Kalau tahu begini, aku pasti menyimpannya khusus untuk dia.
Aku akan memotret Vinnie
seperti foto yang kita ambil dari Jagal Sunny Slope
setelah pembunuhan Amelia kecil, ingat?
Foto itu mengikuti si Jagal sampai Penjara Black Rock.
Minggu pertama, dia lumpuh dari pinggang ke bawah,
dan hari kedelapan dia mati.
Dia gantung diri di rangka ranjangnya sendiri.
Vinnie, Nak...
- Keberatan kalau kupanggil Vinnie? - Tidak masalah.
Kudengar kau punya beberapa teman di Black Rock.
Benar.
Aku kenal beberapa orang yang pernah dipenjara di sana.
Dia kenal beberapa orang yang pernah dipenjara di sana.
Kriss, aku mau foto yang lebih bagus dari terakhir kali.
Keinginanmu adalah perintah, Bos.
Ya Tuhan.
Jangan bilang sekarang kau takut.
Di banyak serial, kau harus bayar untuk konten seperti ini.
Benar, kan?
Kita buat ini lebih menarik, bagaimana?
Mau lihat ular sungguhan, brengsek?
Ya.
Mau mengisapnya?
Ayo.
Kita mulai. Lihat...
Lihat?
Hei, Jackie.
Bantu aku di sini. Bajingan ini berat.
Kurasa dia sudah mendapat pelajarannya.
Ayo.
Nah, seperti baru lagi.
Ayo, Kriss.
Vinnie, aku kembali 15 menit lagi.
Kau tadi bilang apa?
Kau sudah membidiknya,
tapi kau ragu.
Kau tak berpikir mungkin aku ingin memberinya sepuluh detik hidup lagi?
Bagaimanapun, dia tak akan sampai ke bukit itu.
Kriss mengakhiri pelariannya dengan tembakan dari 500 meter.
Tepat. Kriss,
bukan kau.
Sebenarnya apa maumu, Luk?
Hari yang berat, ya?
Tunggu di sini.
- Nah, kau di sini. - Hai.
Semua sudah dibawa?
Kurasa begitu.
Obat nyamuk, air, jas hujan,
power bank dan kameraku.
Astaga, apa itu?
Apa? Ini kameraku.
Umurnya berapa tahun?
Bukan tua, tapi vintage. Aku mau gaya klasik.
Mana layarnya?
Layar apa?
Layar untuk melihat fotonya. Bagaimana kalau hasilnya jelek?
Ya ampun, Vicky, kamera ini tak punya layar.
Kau baru bisa melihatnya setelah filmnya dicuci.
Itu gila.
Berapa banyak foto yang bisa diambil?
Satu rol berisi 36 foto, dan aku punya dua rol.
Dan harganya mahal.
Cuma 72 foto untuk seluruh perjalanan?
Kau gila?
Menurutku itu justru membuat setiap foto terasa lebih istimewa.
Kalau menurutmu begitu.
Ayo.
Sial!
Butuh bantuan?
Aku bisa sendiri.
Aku mau ambil foto.
Kau memang tak tertolong.
Tempat ini indah sekali.
Vicky?
- Ada apa? - Lihat.
Kemari.
Apa itu?
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
LAPANGAN TEMBAK HUSAR
Sial, aku tak mau berada dalam bidikanmu.
Kau baik-baik saja?
Dengar, omongan orang-orang itu cuma gonggongan.
Anjing memang menggonggong, dan memang begitulah mereka.
Kita cuma menahan mereka dengan tali sampai disuruh membunuh.
Tapi kau berbeda, Rekan.
Kau seekor serigala. Kau membunuh bukan karena dilatih untuk itu.
Kau hanya melakukan yang perlu agar kita bertahan satu minggu lagi.
Dengar.
Tak perlu mencemaskanku.
Bisa tolong hitung saja tembakanku?
Tentu aku harus cemas. Itu pekerjaanku.
Dan sekarang pikiranmu melayang seperti sedang jatuh cinta,
menatap kosong seperti orang linglung,
dan semua orang di sini takut tertembak gara-gara itu.
- Tapi akan kukatakan sesuatu... - Hitung saja tembakanku.
Biarkan aku bicara.
Aku pernah melihat ini sebelumnya, dan aku tahu bagaimana akhirnya.
Orang-orang terbawa oleh emosi.
Lalu kehilangan fokus.
Beberapa minggu kemudian, aku harus mengangkat kantong mayat dari helikopter itu.
Aku memang bisa mengangkatmu dengan mudah,
tapi itu akan menghancurkanku.
Ada apa, Nona?
Sekarang kau keberatan menembak wajah penjahat?
Kasihan membebaskan dunia dari monster-monster itu?
Tak ada yang rumit.
Kadang bajingan melakukan hal-hal bajingan.
Titik.
Kau cuma tangan Tuhan yang menghukum mereka.
Jangan bodoh dengan menganggapnya pribadi.
Berpegangan pada kehampaan.
Pertama kalinya aku berhadapan dengan yang tak dikenal,
berjuang percaya bahwa ada sesuatu yang layak untuk terus dikejar.
Sungai-sungai memanggil.
Kau bisa mendengarnya?
Dia merangkul kegelapannya sendiri dan menggali yang tersembunyi di dalamnya,
untuk menemukan kebijaksanaan dan mengikuti jalannya sendiri.
Sudah selesai?
Belum. Pelindungnya.
Oke.
Oke.
- Sudah? - Sudah.
Ambil ini, Kak.
- Siap? - Ya.
KALIAN COCOK!
RESTORAN ORANZERIA
Simon.
Jemma.
Kau cantik sekali.
Terima kasih.
Dan sangat tepat waktu, kalau boleh kutambahkan.
- Tepat sekali. - Setiap detik berharga.
Kalau begitu, aku akan berusaha tak menyia-nyiakan satu pun
dan memberi kesan terbaik yang kubisa.
Kita lihat saja.
Jadi...
Mau pesan apa, Jemma?
Aku pesan koktail.
Satu koktail untuk Nona.
Dan aku pesan wiski dobel dengan air.
Lucu juga. Beberapa minggu lalu,
aku masih memarkir mobil di dealer Ford di pojok sana,
sekarang aku jadi manajer klien premium.
Begitulah hidup, ya?
Tahu tidak, tahun ini aku masuk kelompok pajak tertinggi?
Gila, kan?
Akuntanku bilang aku hebat,
tapi cuma lima persen penduduk yang bayar pajak sebesar itu.
Semua angka di spreadsheet-ku selalu hijau.
- Hijau? - Ya.
Dan akhir tahun ini aku sudah punya perjalanan ke Dubai.
Semacam pelatihan kepemimpinan tiga hari,
lalu setelah itu,
seminggu penuh pesta.
Jadi...
Kau tahu siapa yang harus kau senangkan,
bagaimana caranya, dan kapan?
Tentu saja.
Dan kuberi tahu sesuatu, Nona.
Kalau kau memainkan kartumu dengan benar,
mungkin kau bisa mengetahuinya sendiri.
Tapi cukup tentang aku.
Aku terus bicara... Bisa seharian begini.
- Oh, ya? - Tentu.
Kau belum bilang apa pekerjaanmu.
Kau tidak bertanya.
Benar. Aku memang tidak bertanya, tapi sekarang aku bertanya.
Aku membunuh orang.
Kau membunuh orang.
Serius? Kau... kau membunuh orang? Aku membunuh orang... Tidak, kau...
- Mau terus begitu? - Ya, ya.
Katanya aku cukup hebat dalam hal itu, jadi...
Tapi sebenarnya apa pekerjaanmu, Jemma?
Bukan jawaban mengejutkan yang kau harapkan?
Yah...
Mungkin aku anak orang kaya
dengan dana perwalian sebesar Tembok Besar Cina.
Atau mungkin aku pengacara.
Baru bercerai, ganas di ranjang,
dan bisa mengajarimu satu dua hal tentang hukum tarik-menarik.
Masih belum cukup buatmu?
Bagaimana kalau kubilang
aku influencer?
Seorang wanita yang bisa menghapus semua sakit hati
akibat harga saham yang jatuh
dan membawamu belanja
di Tokyo.
Senang berkenalan, Simon.
Tunggu, kau sudah mau pergi?
Secepat ini?
Tenang, aku akan meneleponmu. Aku punya nomormu.
Tidak, kau tidak punya nomorku.
Jemma, kau mau ke mana?
Lihat siapa yang doyan burger!
Ini dia yang ulang tahun. Ayo!
Lihat pesanannya!
- Apa kabar, para pecundang! - Ayo sini.
Apa kabar, Kawan?
Ayo, maju.
- Gimana? - Kalah kau, Bocah.
Bijiku.
Kena telak di selangkangan, Bung!
Sial!
Senang bisa pulang, sialan!
Ayo!
Sial, aku suka aroma testosteron di pagi hari.
Begitu dong.
- Kalau aku mendekat... - Aku tangkap.
Ya, begitu. Tepat begitu.
Bagus.
Hei, Bung.
- Mumpung kau di bawah. - Tentu, sialan.
- Bersih, kan? - Akan kulatih sedikit.
Kau suka begitu, kan?
Kalian siap?
- Aku lahir siap. - Tentu saja, Sayang.
Sial, aku memang jago.
Dan seksi juga.
Sial, aku mau sama kau.
- Sudahlah. - Semua orang juga mau.
Instruktur!
Tugas hari ini sangat sederhana.
Saat aku meniup peluit, kalian menembak dengan senapan runduk dan membunuh presiden.
Ambil senapan di meja. Berlindung.
Dua tembakan sambil berdiri dengan senapan di punggung, satu ke kanan, satu ke kiri.
Tarik senjata kedua, keluar dari perlindungan.
Dua ke kiri, dua ke kanan, tiga ke kiri.
Kirim ketujuh target itu langsung ke neraka.
Total: lima ratus perawan terjamin.
- Ada pertanyaan? - Bisa demonstrasikan?
Hari ketika aku dibayar berguling di lumpur bersama kalian,
kalian akan melihatku lebih kotor daripada ibu kalian setelah Jumat malam. Paham?
Tom dan Maja, ke garis tembak.
Mau berdansa, Koboi?
Kenapa kau tak tunjukkan caranya, Nak?
- Jadi, Sayang, berani melawan? - Ayo. Cukup omong kosong, Kurt Cobain Jr.
Kau bakal tersedak itu.
Stroberi.
Favoritku.
Mau mengisapnya, Nak?
Apa mukaku seperti orang yang suka mengisap permen lolipop?
Kau tak akan suka jawabanku.
Penembak siap?
Penembak siap?
- Siap. - Siap.
Lapangan aman.
Ini panggilan
bagi mereka yang menjaga perdamaian
Yang hancur, yang berdarah
Saat kegelapan turun, kitalah cahayanya
Sekarang giliran kita memimpin
Jangan menyerah
Jangan lepaskan
Berjuanglah demi semua yang kita yakini
Kita mencintai
Kita berdarah
Menangkan pertempuran yang kau yakini
Kita adalah pejuang
Kita bertarung
Angkat tanganmu ke langit
Jangan takut, jangan menangis
Kita tak akan menurunkan senjata malam ini
Kita berdiri bersama
Sekarang atau tidak sama sekali
Saatnya bersinar
Kita tak akan diam di malam ini
Berjuang demi kebenaran
Tanpa henti, kita tak akan jatuh
Saudara-saudari, sambut panggilan ini
Demi diri kita, demi anak-anak kita
Kita pertaruhkan semuanya
Serius?
Sekarang?
Apa? Aku lapar.
Jangan bilang.
Berapa banyak kau makan, Bung?
Aku harus makan untuk dua orang.
Kau bicara apa?
Memang bisa dan harus,
karena aku bukan cuma memberi makan diriku sendiri.
Oh, ya?
- Aku juga harus memberi makan egoku. - Kau bercanda.
Ego itu tumbuh di tubuh sempurna ini. Makin lama butuh makin banyak ruang.
Kalau dipikir-pikir, aku mau makan lagi.
- Oh, ya? - Kau mau juga, Putri?
Tidak, terima kasih, Rekan. Karena tahu tidak?
Ujung-ujungnya kau juga akan menghabiskan semuanya.
Benar.
Ngomong-ngomong, Jemma di mana? Dia harus...
Tenang, dia akan datang.
Dan saat dia datang,
tes-tes itu tak ada artinya dibanding bidikannya.
- Menurutmu dia bisa mengalahkanku? - Apa?
Menurutmu Jemma bisa mengalahkanku menembak? Dengan mudah.
- Kita lihat saja. - Sial...
- Omong kosong. - Aku mau lihat.
Cuma bacot.
- Kau benar-benar tak percaya. - Sama sekali tidak.
- Aku tak percaya sedikit pun. - Tunggu saja.
Sial.
Ini bagus.
Aku merasa ada bagian dari diriku yang tak bisa dihancurkan.
Terjaga.
Gemetar dalam gelap,
mendengarkan pikiranku sendiri.
Jemma!
Muncullah, Sayang. Aku mau berdansa dengan senapan bersamamu.
Ah, tidak. Mustahil.
Baiklah, teman-teman, dia mungkin datang terlambat,
tapi setidaknya dia datang dengan gaya. Percaya diri sekali, ya, Sayang?
Kau bercanda. Tenang saja, Nona.
Kejahatan juga libur hari ini.
Serigala datang berburu, ya? Lebih baik terlambat daripada tidak.
Ayo, Bodoh, aku mau lihat kemampuanmu.
Nah, ini baru menarik.
Jemma, baik sekali kau menghina aku dan seluruh unit.
Hebat sekali. Berkelas.
Semua orang di sini juga punya masalah,
tapi kami tetap datang dan melakukan pekerjaan.
Tentu saja.
Oke, cepat selesaikan. Ada istri yang menungguku. Ayo.
Biar kuberi pelajaran menembak.
Hei, Jemma, jangan lupa lepas pengamannya.
Jangan terlalu menghancurkannya, ya?
- Oke, penembak siap? - Siap.
Siap.
Lapangan aman.
Hitung.
Oke, poinnya sudah kujumlahkan,
dan sepertinya pemenang hari ini adalah si Jack Brengsek ini.
Sial. Hei, bukankah mataharinya terlalu silau hari ini?
- Kurasa hitunganmu agak salah. - Yakin?
Apa yang salah? Kau kira aku tak bisa menghitung sampai 12, Nak?
Kenapa tak kau coba? Kami tahu kau bisa menghitung,
karena sebanyak itulah jarimu, bajingan.
Aku bicara, kau bicara, dia tak bilang apa-apa.
Jemma, kau baru saja kalah?
Mengejutkan dan mengecewakan.
Satu tembakan yang tak dilepaskan, dan aku bukan bicara soal hari ini.
Kau tahu maksudku?
Aku tahu.
Kenapa tak pilih target, Bos?
Tapi kau kehabisan amunisi.
Pilih saja satu target sialan.
Di sana.
Tepat setelah target kedua di tiang.
Mug instruktur itu, dia meninggalkannya di sana.
Bereskan itu.
Mug instruktur...
Menurutku jaraknya
sekitar 80 meter, kurang lebih, Bos.
- Sembilan puluh. - Sembilan puluh, ya?
Aku bahkan tak melihat mug-nya. Tiangnya saja tak kelihatan.
Aku selalu tahu kau tak bisa melihat lebih jauh dari ujung kemaluanmu sendiri.
Dan itu pun lumayan besar.
Hei, Komandan, Nona.
Mug itu kira-kira dua kali ukuran target.
Itu tidak adil!
Tapi jaraknya dua kali lebih jauh dari target pertama.
Dan kalau sekali lagi kau memulai kalimat kepadaku dengan "hei",
- kau bersihkan toilet sebulan. - Ayolah!
Hei, hei, aku tahu kalian tak menghargai senjataku,
tapi setidaknya jangan rusak dapur sialan itu.
Perhatikan anginnya, Nona.
Selalu soal angin.
Sial...
Bicara kepadaku. Aku tak melihat apa-apa. Dia kena atau tidak?
Terima kasih, Jem. Aku mulai khawatir tadi.
- Tidak, tidak... - Sialan!
Sudah kubilang!
- Persetan dengan kalian semua. - Kau yang persetan!
Ini curang banget.
Putri kecil, kau milik kami.
Itu bahkan bukan tembakan, apa-apaan itu? Curang.
- Kalian berutang satu mug. - Curang!
POLISI
Apa yang sedang kita lihat?
Yah...
Katakan saja aku kenal seseorang yang kenal seseorang.
Dan orang itu memberi kabar kepada teman kita,
bahwa hari ini sekitar jam segini, layak untuk mengintip.
Dan kalau beruntung, anak ini adalah potongan yang hilang
dalam teka-teki penculik kita.
Vincent akhirnya bicara?
Bicara. Bagus, kan?
Itu sebabnya mereka mengirim para "ahli"?
Pokoknya, lihat. Semuanya beres.
Oke, Koboi, teman kita baru saja mendapat jackpot.
Berhenti!
Bajingan!
Berhenti!
Berhenti!
Angkat tangan!
Bawa dia!
Masukkan ke mobil tahanan, Jack.
Kita juga bisa melakukan itu.
Cahaya bergerak lebih cepat daripada kegelapan.
Dan itu membuatku buta untuk beberapa saat.
Sebuah penglihatan yang menakutkan.
Misi ini sangat berbeda dari cara kita biasanya bertindak,
dengan air menggenggam erat esensi kehidupan dan yang melampauinya.
Selamilah kekacauan lebih dalam.
Siap! Kita sampai!
Wiski traktiranku.
Ayo, sudah lama. Rekanku.
Kau bilang tempat kecil ini juga menyajikan pizza?
- Ayolah, Bung! - Tenang, tenang.
Sebelum masuk, ada yang tahu kenapa kita di tempat mewah ini?
- Tak tahu. - Sebaiknya Komandan yang bayar.
Kita minum wiski dulu, baru bicara. Ayo.
Ayo!
Siapa tahu aku ketemu cewek. Aku mau bersenang-senang.
Ayo, para bajingan.
Duduklah, Koboi.
Komandan.
Bagaimana dengan Jemma?
Dia tidak datang hari ini.
Oke, jadi...
Kenapa kita di sini, Bos?
Jemma keluar.
Serius? Mengejutkan sekali.
Maaf, tapi dia sedang tidak stabil.
Pikirannya selalu berada di tempat lain.
Ini bukan pertama kalinya dia kehilangan fokus.
Dia membahayakan misi.
Maaf, tapi aku tak bisa mengambil risiko.
Akhirnya.
Aku tidak setuju.
Dengar,
pekerjaan kita
berbeda.
Dan untuk melakukannya, kau juga harus berbeda.
Jemma memang berbeda.
Dia salah satu dari kita.
Dan itu sudah begitu sejak awal.
Kalau dia keluar,
aku juga keluar.
Aku sudah membuat keputusan.
Aku cuma ingin tahu keputusan kalian.
Tak ada jalan tengah. Terima, atau keluar.
Aku tahu banyak dari kalian menghormati Jemma.
Yang lain mungkin senang melihat dia terjebak di balik meja, terkubur tumpukan dokumen.
Jemma prajurit yang hebat,
tapi kondisi mentalnya tidak stabil selama beberapa hari ini.
Dan di unitku, semuanya harus sempurna.
Oke, akan kukatakan.
Menurutku dia harus tetap di sini, Bos.
Tentu saja.
Sudah saatnya.
Kalian keberatan kalau aku ambil dua ini?
Aku akan butuh.
Baiklah.
Mungkin aku akan menyesali ini,
tapi kita voting.
Kita berdua belas, jadi kalau seri, dia keluar.
Kalian sudah tahu suaraku.
Menurutku dia tetap.
Dia keluar.
Aku ingin kau tahu menurutku ini kesalahan besar,
Pak, Bu Komandan, Pak.
Dia tetap. Harus tetap.
Tetap.
Keluar.
Keluar.
Keluar.
Tetap.
Entah ini karena wiski,
tapi aku mulai menyukai Jemma.
Tetap.
Tentu saja dia tetap.
Yah, keputusan ada padamu.
Jangan tertekan, Anak Baru.
Astaga.
Sial.
Dia tetap.
Ya.
Begitu dong!
Ah, ayolah...
Sekarang malah jadi suporter, sial.
Baiklah.
Mulai sekarang, aku mau tahu setiap langkahnya:
di mana dia, apa yang dia lakukan, di mana dia makan, dengan siapa dia tidur, semuanya.
Dan kalau aku mendapat sedikit saja tanda bahwa dia tidak mampu,
dia keluar.
Kriss, Maja, kita perlu bicara.
Di bar, satu menit lagi.
Kebetulan sekali.
Cuma menjalankan perintah.
- Kau akan mengikutinya sampai kamar? - Cuma menjalankan perintah.
Streaming Movie Gratis, Update, FullHD di gfymultimedx.online
Apa "kita" itu nyata
atau cuma tempat berlindung aneh lain yang kita ciptakan untuk bertahan?
Banyak orang melihat kejahatan sebagai sesuatu dari dunia lain,
tak kasatmata.
Suara-suara dari bawah menyusup ke dalam dirimu dan menggerogotimu dari dalam.
Misi ini sangat berbeda dari cara kita biasanya bertindak,
dengan air menggenggam erat esensi kehidupan dan yang melampauinya.
Sifat liar kita menggerakkan segala sesuatu dalam diri kita.
Kita hidup di alam, dan alam hidup di dalam diri kita.
Hai.
Lihat siapa yang datang...
Kalau bukan Tuan Diam-diam sendiri.
Kau tidak mengunci pintu?
Mungkin aku suka orang asing.
Kau sedang apa?
Tidak ada.
Mau kopi?
Mau. Terima kasih.
Kau ngapain di sini?
Aku cuma...
Cuma ingin melihat bagaimana keadaanmu.
- Hitam? - Ya.
Terima kasih.
Kau pria yang menarik, Luk.
- Kenapa? - Pernah berpikir membangun keluarga?
Maksudku,
meninggalkan semuanya,
keluar dari dinas,
menemukan seseorang.
Kau terlihat ambisius bagiku.
Pintar,
tampan.
Pria dengan semua itu pasti menginginkan sesuatu...
yang lebih.
Atau hidup nyaman ini sudah membuatmu lembek?
Dan menjadi pahlawan sehari saja sudah cukup membuatmu tidur nyenyak?
Mungkin.
Tapi aku bisa menanyakan hal yang sama kepadamu.
Kenapa tidak beristirahat sebentar?
Urus dirimu sendiri...
Mungkin sebaiknya begitu.
Kurasa lebih baik kau pergi.
Pergi!
Oke.
Apakah rasa sakit saat bertumbuh ini memang perlu agar kita berkembang?
Dilema ini...
Menghadapi ketidaknyamanan bisa mengungkap kekuatan yang tak kau tahu kau miliki.
Ini permainan yang tidak adil.
Bukan?
Bagaimana?
Ya, begitu.
Persis seperti yang kusuka.
- Ada apa? - Cuma burung-burung.
Bernyanyi dengan gembira.
Tak lebih, tak kurang.
Lihat ini.
Kalian melihat apa?
Lihat siapa yang datang. Ini akan menarik.
Tenang, Sayang.
Dia malah terlihat manis saat marah.
Jadi ingin menggoda.
Diam, Kriss.
Menurutmu bagaimana?
Tidak masuk akal.
Setelah tujuh kasus yang sama,
seharusnya kita sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Atau setidaknya punya satu petunjuk yang jelas.
Ya.
Tapi kita tidak punya.
Dan yang ini
adalah kasus kedelapan.
Yang paling membuatku heran, tak ada hewan mati di sini.
Padahal di orang-orangan sawah lainnya kita menemukan 44 hewan mati.
Empat puluh empat?
Apa yang kau tahu tentang angka 44?
Sebagai awal, angka itu muncul dalam Alkitab.
Itu angka mistis, seperti angka tujuh.
Misalnya, kandil bercabang tujuh,
tujuh penglihatan, tujuh langit...
Tujuh dosa.
Tujuh mukjizat.
Dan tahu tidak, otak kita
hanya bisa mengenali sampai tujuh objek sekaligus tanpa usaha?
Tidak.
- Api melambangkan neraka. - Atau...
Kehancuran abadi.
Kita pergi dari sini.
Ya.
Ayo.
Ada pertandingan tinju malam ini.
Target berikutnya, yang terhubung dengan para penculik, sudah di dalam.
Tiba dalam 25 menit.
- Hei, di mana putri kecil kita? - Dia sedang mengambil hari spa.
Kita menyerahkan hidup demi orang yang kita cintai.
Tapi kalau benar-benar kulakukan...
apa itu membuatku orang baik atau buruk?
Apa itu?
Sama sekali tidak lucu.
Apa maumu, sialan?
Yah...
menurut veteran tua, gimana semua kekacauan ini?
Begini, Bung: kau dan aku, Luk...
Kita berjalan dalam kegelapan.
Kadang seumur hidup,
agar orang-orang baik bisa hidup dalam cahaya.
Sial.
Satu-satunya pertanyaan adalah:
berapa lama sampai kegelapan
menelan semua orang?
Tapi apa yang kutahu, ya?
Aku cuma veteran tua.
Berikan dia kepadaku.
Selamat pagi, Sinar Matahari.
Yah,
tergantung siapa yang bertanya.
Kau takut?
- Kau pemberani? - Cuma pagi hari.
Tak perlu terlalu keras padanya. Dia baik-baik saja.
Menurutmu?
Halo, Dokter. Ini Jemma.
Ada kabar baru?
Oke.
Tidak, tidak, semuanya baik-baik saja.
Tentu, aku tunggu.
Sampai nanti.
Baik, dengarkan.
Ini untuk semua orang, terutama yang belum mengenalku.
Aku memimpin operasi ini dan akan tetap mengendalikan unit ini sepenuhnya sampai selesai.
Unit ini, dan unit lain sejenis, akan dibubarkan
begitu masalah ini kita selesaikan.
Kita punya spesialis dari berbagai negara.
Jerman, Prancis, Polandia, Inggris, Belanda,
Spanyol, Amerika Serikat, dan lain-lain.
Skala penculikan anak di seluruh dunia sangat mengerikan,
dan baru saja kami menerima laporan 44 anak hilang di Rumania.
Sekarang hampir setiap negara memiliki 44 anak hilang,
tapi mungkin kita semakin dekat pada terobosan.
Sekarang, kita masuk ke tujuan misi.
Dia merasa takut.
Dan bisakah kita menyalahkannya?
Orang mungkin mengira, setelah bertahun-tahun,
dia sudah terbiasa.
Namun,
kegelapan yang lembut itu menumpuk,
tumbuh, makin pekat, dan melemparkan bayangan berat di atasnya.
Kau hidup di bawah kulitku seperti debu,
merayap mencari perlindungan,
patuh.
Menghindari pemberontakan hanya demi menghindarinya.
Bukankah itu justru membawa kita semakin dekat pada kegelapan?
Kita punya dua jam penerbangan di depan.
Kita tak tahu apa yang akan kita temukan di sana.
Ada pertanyaan?
Baik.
Mari kita bawa anak-anak itu pulang.
Berangkat satu jam lagi. Rapat selesai. Ayo!
Ayo, teman-teman.
Bagaimana kepalamu?
Maksudmu?
Ada gangguan?
Iblis, kau tahu?
Dengar, Komandan,
kurasa kita sudah selesai membahas ini.
Kenapa kau tidak awasi saja anak-anak barumu?
Jangan khawatirkan aku.
Aku akan baik-baik saja.
- Badai akan datang. - Jelas.
Hei, Luk.
Kapan kau mau mengumpulkan keberanian?
Katakan padanya apa yang kau rasakan.
Kau kelihatan bertekad sekali mau beradu denganku dan mengajariku berdansa.
- Yah... - Mau mengajariku merayu juga?
Mungkin aku sudah mengajarimu.
Benarkah?
Haruskah kita masuk bersama tim utama?
Aku baik-baik saja.
Sejujurnya, aku tak pernah beruntung berteman dengan mereka.
Kalau adil,
kau juga bukan orang yang paling terbuka, kan?
Tapi bagiku begini sudah bagus.
Ayo bekerja.
Siap, Pak.
Kartu sudah diretas dan siap.
Akan kukatakan.
Zaman sekarang, jadi tukang pos mungkin lebih baik daripada pekerjaan kita.
- Tukang pos? - Ya, 40 jam seminggu.
- Datang dan pulang sesukamu. - Benar.
Dan mungkin hampir sama berbahayanya dengan ini.
Ya, ibuku terlalu khawatir. Dia ingin aku kembali ke peternakan.
Di Sneedville.
- Ibumu? - Ya.
Dan kuberi tahu: kemungkinan tertembak di sana hampir sama besarnya seperti di sini.
- Tidak ada apa-apa di sana. - Kau tak pernah cerita soal ibumu, Nak.
Sebenarnya, karena dialah aku melakukan ini.
Soal uang.
- Dia bilang sesuatu? - Keluarga itu penting dan sebagainya,
tapi jangan jadi sentimental sekarang.
- Luk? - Maaf, Krissy.
- Aku tahu bukan waktunya... - Luk, dia bilang sesuatu?
Selalu ada sesuatu yang menyentuh hati kita.
Luk!
- Aku memang tak terlalu emosional... - Luk?
- Ayolah, Bung... - Tom,
- dia bilang sesuatu? - Kau memang keras, tapi...
- Kriss? - Selalu ada sesuatu, titik lemah.
- Begitulah caranya. - Dia bilang sesuatu?
Semua pria tangguh yang kukenal selalu punya sesuatu.
- Pernah ada seorang gadis... - Tom!
- Sekitar sepuluh tahun lalu. - Sepuluh tahun?
Ya. Dia benar-benar mengenalku dan selesai sudah.
Dan kuberi tahu: dia benar-benar kehilangan minat.
Kau benar-benar gila.
- Harus ada yang begitu. - Benar.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- Ada apa? - Tidak ada. Semuanya aman.
Ayo masuk. Komandan menunggu.
Bagus.
Kau yakin baik-baik saja?
- Ya. - Aku tidak akan bilang siapa-siapa.
Terima kasih.
Teman-teman!
Zaman sekarang, lebih baik jadi tukang pos.
Empat puluh jam seminggu.
Selalu tahu kapan masuk dan pulang.
Dan mungkin hampir sama berbahayanya dengan pekerjaan ini.
Ya, ibuku terlalu khawatir.
Dia ingin aku kembali ke peternakan.
- Ibumu? - Kerja di peternakan.
Ya, kemungkinan tertembak di Sneedville hampir sama seperti di sini.
Kau tak pernah cerita soal ibumu.
Ya, ibuku itu...
Kurasa dia hal paling lembut
yang pernah kukenal seumur hidup.
Karena dialah aku melakukan ini.
Jangan jadi sentimental sekarang.
Aku paham, keluarga memang utama,
tapi kita harus tetap fokus.
Ayolah, Krissy, santai sedikit.
Aku mengerti.
Pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari kita.
Tunggu saja.
Ada yang aneh, dan aku tidak suka.
Baunya mencurigakan. Aku bukan orang bodoh.
Baik, tim, dengarkan.
Lokasinya berubah. Tidak jauh dari sini.
Konvoi sedang menuju ke sana. Mereka tiba sebentar lagi.
SELAMAT. HASIL TES POSITIF. ANDA HAMIL.
Apa yang kau lihat...
di luar sana?
Apa yang kau lihat?
Amarah.
Aku melihat amarah.
Tahu kenapa orang-orang tidak bicara denganmu?
Karena mereka takut mengecewakanmu.
Aku tahu aku juga begitu.
Aku belajar hidup dengan cepat,
bersembunyi di balik hal yang paling kukuasai.
Tapi aku juga takut, Luk.
Semua orang takut.
Mencoba memahami keberadaan ini.
Dan jalan ini berliku.
Suatu hari, aku merasa jadi pahlawan dalam cerita yang bahkan bukan milikku.
Hari berikutnya,
aku menyerah pada keraguan.
Aku tidak bisa.
Kau berjuang demi cinta,
tapi kau ternoda oleh kegelapan di dalam dirimu.
Kau berjuang
demi tujuanmu.
Tapi sekarang,
kemenangan terasa mustahil.
Cukup satu saat.
Ketakutan menelanmu bahkan sebelum kau sempat memahami.
Dan kegelapan menjadi bagian dari dirimu.
Sunyi sekali.
Gelap sekali sekarang.
Cukup keras untuk membangunkan orang mati.
Lihat baik-baik, kau akan melihat mereka.
Mereka yang tenggelam.
Mereka yang sakit.
Mereka yang dibunuh.
Di sinilah mereka terbaring,
membusuk.
Kau bisa mencoba mengabaikannya,
tapi seharusnya begitu?
Di sinilah perjalananku dimulai,
tapi seperti semua hal baik,
suatu hari akan berakhir.
Aman.
Aman.
Aman.
Aman.
Aman.
Sial.
Jadi,
bagaimana perasaanmu?
Semua malaikat sudah pergi, Maja.
Sekarang hanya iblis yang tersisa.
Saatnya berkemas. Kita pulang.
Akhirnya.
- Aku lapar. - Kau selalu lapar.
Badanku besar, sialan. Aku perlu makan.
- Ya, ya. - Aku memang perlu makan banyak.
Untuk egomu, demi Tuhan.
Ayo kembali, teman-teman. Ada rum dengan susu panas.
Kenapa F-16 itu terbang rendah sekali hari ini?
Kita pergi dari sini!
Ada yang bisa jelaskan kenapa kita masih berhenti di lampu merah ini?
Tenang, Rekan.
Memangnya buru-buru ke mana?
Aku punya kencan dengan seorang wanita.
Veteran juga harus bersenang-senang dengan caranya sendiri.
Pagi-pagi?
Aku memang suka begitu.
Sial.
Itu bukan kembang api.
Markas, kami baru melihat ledakan besar sekitar tujuh atau delapan kilometer di utara.
Ada informasi itu apa?
Markas?
Markas?
Apa-apaan...
Senjata.
Sial.
Tangan! Tunjukkan tangan kalian!
Tunjukkan tangan, sialan!
Aku tidak sedang main-main!
- Aku sedang tidak sabar. - Tunjukkan tangan!
Dengar, kalian para bajingan?
Dengar?
Tunjukkan tangan, sialan!
Tunjukkan tangan, sialan!
Jemma, cukup. Luk, periksa dia!
Ada apa? Hei, kau baik-baik saja?
- Sial! - Sialan!
Cowboy Dua, ikut aku!
Tetap bersamanya!
Hei!
- Hei! - Cepat!
Keluar dari jalan!
- Ayo! - Keluar dari jalan!
Turun, turun! Ayo, bergerak!
- Ayo, Kriss! - Ayo!
- Cepat, Kriss! - Ayo!
White Spirit, Markas, ini Cowboy Dua. Kau dengar?
Cowboy Satu kepada unit.
Hubungi Markas.
Markas, kau dengar aku?
Kau sudah gila?
Menjauh darinya!
Sial, Krissy, bergerak!
Ayo! Cepat!
Ayo!
Markas, ini Cowboy Dua, kau dengar?
Ke lokasi jatuhnya!
Tetap bersamaku, Prajurit. Tetap bersamaku!
Kami akan membawamu pulang. Ayo!
Sial.
Streaming Movie Gratis, Update, FullHD di gfymultimedx.online
Hei.
Siapa kau?
Sudah waktunya.
Ya Tuhan.
Kadang-kadang, kau hanya perlu melepaskannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.