Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ayo, Julio!
Lepaskan kakinya.
- Lepaskan kakinya! - Kakinya!
Saat kusentuh bola dengan kakiku,
aku sudah menang.
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,
enam, lima, empat…
Tiga.
Dua.
Satu…
- Apa itu? - Tidak.
Apa yang terjadi?
Lazy sangat kuat.
Dia tak menyerah. Dia tak mundur.
Aku memilih
mengikuti kompetisi ini
karena aku tahu akan melawan atlet terbaik di Meksiko.
Tujuh, enam, lima,
empat, tiga, dua, satu.
Astaga!
Aku senang bisa membuktikan mereka salah.
Para Peserta, pemenang Laga Kematian ini adalah
Julio Córdova.
Bagus! Bagus, Lazy!
Aku terbiasa bangkit.
Yang penting adalah kita bisa bangkit karena itu bagian tersulitnya.
Memercayai diri sendiri lagi adalah bagian tersulitnya.
50 PESERTA DIELIMINASI
EPISODE 4 BEBAN SEBUAH KEPUTUSAN
- Semangat! - Ayo!
Senang rasanya kembali ke tempat awal.
- Kita tinggal sedikit! - Lihat ini!
Wow!
- Kita masih di sini. - Ya!
Rasanya luar biasa, ya?
Senang rasanya melihat torsonya berkurang 50
karena sudah waktunya para peserta mulai tersingkir.
Aku sadar hanya yang kuat yang bertahan.
Yang lemah tersingkir.
Karena cedera,
Sonrixs keluar dari kompetisi,
jadi Judoman dan Dominick Ficachi akan maju.
Para Peserta, kalian 50 peserta terbaik
dalam pertarungan individu
dan berhasil melewati Laga Kematian.
Namun, tantangan berikutnya
adalah pertandingan tim.
Aku berharap ini kompetisi individu
karena aku tak tahu apa yang akan terjadi.
Aku lebih suka tantangan individu karena risikonya kutanggung sendiri.
Kalian akan dibagi menjadi sepuluh tim berisi lima orang.
Di akhir tantangan berikutnya,
hanya empat tim yang akan lolos.
Enam tim lainnya akan dieliminasi.
Ayo!
Tekanan datang lagi.
Kalian harus memilih sepuluh kapten.
Untuk ini, kalian akan memilih peserta yang menurut kalian paling cocok
untuk mengemban peran itu.
PEMILIHAN KAPTEN TIM
Jangan menyontek.
Aku yakin aku akan menjadi kapten, aku akan dipilih.
Aku akan pilih diriku sendiri.
Aku akan memilihmu. Pilih dirimu sendiri. Untuk jadi kapten.
Ayo pilih diri sendiri.
Kita harus memilih yang terkuat untuk memisahkan mereka
agar mereka tak satu tim.
Aku memilih diriku karena aku pemimpin yang baik.
Sekarang, peserta yang mendapat
suara terbanyak akan diumumkan.
Di olahragaku, aku lama menjadi kapten.
Kami berhasil mencapai banyak final dan menang.
Kapten tim pertama adalah…
Aldo Márquez.
Aku Aldo Márquez, juara umum HYROX Meksiko.
Ayo!
Ya, lakukan!
Aku akan jadi nomor satu.
Aku tahu aku bisa jadi kapten, tapi bukan yang pertama.
Lihat aku baik-baik.
Kapten kedua adalah
Elías Richo.
KAPTEN - ELÍAS RICHO ATLET FOOTBALL PROFESIONAL
Kurasa mereka menganggapku pemimpin yang baik, dan itu benar.
Aku Elías Richo. Keunggulanku adalah aku serbabisa.
Keunggulan fisikku adalah kekuatan dan tenaga eksplosif.
Kapten ketiga adalah
Jesús Cárcamo.
KAPTEN - JESÚS CÁRCAMO TENTARA
Aku tak mengira mereka mempertimbangkanku sebagai kapten,
tapi aku punya tanggung jawab itu,
dan kurasa aku siap.
Kapten keempat adalah…
Pascal Nadaud.
KAPTEN - PASCAL NADAUD PEMAIN RUGBI
Mereka memisahkan yang terkuat. Secara fisik.
Secara fisik! Aku ingin melihat mereka berlari…
- Tanpa lelah. - Ayo!
Kapten kelima adalah
Julio Córdova.
KAPTEN - JULIO CÓRDOVA ATLET JUJITSU
Kapten keenam adalah
Aldo Gutiérrez.
Menarik. Bawa punyamu.
Aku pegulat Yunani-Romawi.
Aku menekuni olahraga ini selama 17 tahun.
Aku telah menjadi juara nasional berkali-kali.
KAPTEN - ALDO GUTIÉRREZ PEGULAT OLIMPIADE
Kapten ketujuh adalah…
Omar Zamitiz.
Aku suka jadi pemimpin.
Aku pernah jadi kapten tim sepak bola, tim senam Olimpiade.
KAPTEN - OMAR ZAMITIZ PELATIH FITNES
Kapten kedelapan adalah
Brandon Díaz.
KAPTEN - BRANDON DÍAZ PEGULAT OLIMPIADE
Kapten kesembilan adalah
Luis Mora.
KAPTEN - LUIS MORA ATLET CROSSFIT
Dan kapten kesepuluh adalah
- Carlos Salcido. - Astaga…
- Aku memilih Carlos. - Aku tak bisa janji.
Aku suka menjadi kapten.
Aku terbiasa dengan tanggung jawab ini. Aku tak merasa terintimidasi.
KAPTEN - CARLOS SALCIDO PESEPAK BOLA
Semuanya pria. Jika ada wanita, bagus.
Kurasa mereka meremehkan wanita.
Padahal di tantangan pertama, banyak wanita kalahkan pria.
Aku kaget tak ada wanita yang dipilih sebagai pemimpin.
Wanita lebih ahli dalam strategi.
Menurutku, itu pemikiran yang kolot.
Para Peserta,
para kapten telah dipilih.
Sekarang, berdirilah di depan kapten pilihan kalian.
Aku tahu kemampuan atlet CrossFit.
Aku tertarik karena kedisiplinannya.
- Ini sulit. - Sulit, ya?
Sulit.
- Hei, tenang. Santai. - Sial!
Jangan berkerumun.
Tak ada yang memilih Salcido
karena dia atlet pensiunan dan tampak lemah.
PETINJU
Mereka tak tahu dia pemimpin paling berpengalaman.
Strategiku bukan soal Aldo.
Dia ada di barisan pertama, jadi aku masih bisa pindah
agar tidak kebagian sisa di barisan terakhir.
Kirim beberapa padaku.
Aldo Márquez, pilih empat anggota timmu.
Ángel Quintero.
Tony Gastelum.
José.
Sergio.
KAPTEN - ALDO MÁRQUEZ
Elías Richo…
Borregos juara.
Borregos juara.
Carlos.
Iván.
Dan Mauricio.
KAPTEN - ELÍAS RICHO
Jesús Cárcamo…
Kita semua pakai baret.
Xopin.
Francisco Bolaños.
Marcelino Padilla.
Sentuhan wanita harus selalu ada.
Mariana.
Aku pilih Mariana
karena menurutku dia wanita terkuat di acara ini.
Aku Mariana Meza, atlet CrossFit dan fitnes di Meksiko dan Amerika Latin.
Aku suka menang.
Aku sangat gigih dan selalu dapat semua yang kumau.
KAPTEN - JESÚS CÁRCAMO
Pascal Nadaud, pilih timmu.
Saat dia menepuk bahuku, aku lega punya tim.
Selalu seperti ini.
Aku selalu yang terakhir.
Aku selalu dikecualikan.
KAPTEN - PASCAL NADAUD
Julio Córdova…
Aku harus memilih orang-orang yang berdiri tepat di depanku,
terlepas dari kemampuan mereka, tapi aku yakin mereka yang terbaik.
Aku memilih berdasarkan loyalitas.
KAPTEN - JULIO CÓRDOVA
Aldo Gutiérrez, pilih timmu.
Miguel.
KAPTEN - ALDO GUTIÉRREZ
Omar Zamitiz.
Gallo.
Wanita cantikku.
Kawanku.
Freddy sayang, kita akan habis-habisan.
KAPTEN - OMAR ZAMITIZ
Brandon Díaz.
- Pau. - Tentu.
Kau di sini. Kau di timku.
Saat ditolak kedua tim,
aku yakin mereka meremehkanku. Mereka akan menyesal.
Kita akan menang.
Dia punya segalanya.
KAPTEN - BRANDON DÍAZ
Sekarang ada dua. Astaga.
Luis Mora, giliranmu.
Apa terjadi lagi?
ATLET HYBRID
Tak apa. Aku tahu siapa diriku.
Ayo.
Dan Judoman.
KAPTEN - LUIS MORA
Para peserta yang belum dipilih
harus pergi ke barisan terakhir.
Hore, timku lengkap.
Tim Carlos Salcido sudah lengkap.
Ayolah, tenang. Aku tahu semua triknya.
Tim kami semuanya wanita.
Kami berempat marah. Kami kesal karena diremehkan.
Kami punya kapten paling berpengalaman.
Kami akan menang.
KAPTEN - CARLOS SALCIDO
Sekarang, para kapten harus mengambil keputusan strategis penting,
memilih tim yang akan bertanding dengan mereka.
Aldo Márquez, sebutkan nama kapten tim
yang akan bertanding dengan kalian.
Carlos Salcido.
Mereka bermain kotor. Mereka sungguh bermain kotor.
Strategi Aldo Márquez
cukup kasar sejak dia tiba di sini.
Aku ingin orang
yang tak sulit kulawan atau kuhadapi.
Dia ingin semuanya mudah, tapi dia akan menemui hambatan.
Aldo Márquez, kau memilih jalan mudah,
tapi kami takkan membiarkanmu menang dengan mudah.
Sampai jumpa di arena.
Mereka lawan yang bisa kami kalahkan dengan mudah.
Hari ini aku bersama empat wanita yang menjadi ikon di olahraga mereka.
Mereka hebat dan sangat gigih. Itu yang terpenting.
Ini mungkin agak kelewatan,
tapi jika kita kalah, itu konyol.
TANTANGAN 3
KAPTEN ALDO MÁRQUEZ - ATLET HYROX
KAPTEN CARLOS SALCIDO - PESEPAK BOLA
Jujur, saat melihat para wanita, aku rasa timku akan menang.
Kami bukan wanita lemah. Kami akan menang.
Astaga. Aku tak pernah merasakan ini.
Aku tak pernah merasa semarah ini,
tapi bukan karena mereka,
tapi karena mereka meremehkan kami.
Seolah-olah kami dipilih
karena kami semua wanita dan dianggap terlemah.
- Amazon. - Amazon.
Tim Salcido tak sekuat tim kami,
dan mereka harusnya mudah dikalahkan.
Para Peserta, silakan.
Apa ini?
Begitu kami masuk, suasananya sangat intens.
Aku mengamati seluruh arena dan berpikir, "Apa ini?"
Tantangan berikutnya di Physical 100: Mexico adalah…
Monolit.
Aku melihat struktur besar.
Itu menakjubkan.
Aku merinding sekarang.
Untuk menang, kalian harus memindahkan monolit berbobot lebih dari 1.900 kg,
setinggi delapan meter,
ke platform yang berjarak 35 meter.
Selanjutnya, kalian harus mengaitkannya ke rantai
dan mengangkatnya hingga berdiri.
Tim kami punya keunggulan
karena ada dua anggota yang sangat kuat,
dan ada aku juga.
Mereka hanya bisa menang jika kami melakukan kesalahan.
Aku ingin menunjukkan
bahwa wanita tidak lemah.
Kami kuat, berani,
dan mampu menghadapi tantangan apa pun.
Tapi sebelum kalian mulai, ada hal lain yang harus kalian ketahui.
Tim yang kalian pilih
takkan menjadi lawan kalian dalam tantangan ini.
Mereka akan jadi rekan kalian.
Apa?
- Rekan? - Rekan.
Apa?
Kita rekan.
Kita satu tim?
Kita tanding bersama!
Serius? Para bajingan itu akan jadi timku?
Kita satu tim.
Itu mengejutkan.
Tak ada yang menduganya.
Tekanan hilang.
Sekarang aku lega.
Kami hanya perlu bekerja sama
agar jadi tim yang solid.
Hanya dua gabungan tim dengan waktu tercepat
yang akan bertahan dalam tantangan ini.
Tiga gabungan tim lainnya akan dieliminasi.
Pindahkan pakai ini.
Lihat kayunya. Ini yang paling tipis.
Begitu kami tahu
apa yang harus kami angkut dan pindahkan,
kulihat dari ujung ke ujung. Aku tak bisa memercayainya.
Untuk memindahkan monolit,
gunakan kayu di bawahnya untuk menggulingkan atau mendorongnya.
Kami mendengarkan ide semua orang.
- Empat di sisi panjang… - Dengar…
Jangan menaruh kayu terlalu dekat.
Jaraknya harus lebih jauh. Sekitar dua meter.
Sulit bekerja sama dengan tim
karena ada dua kapten dan orang-orang yang egois, bukan?
Para Peserta, bersiaplah.
Waktu dimulai
sekarang.
Ayo, Dulce.
Di sana. Putar.
- Ayo. - Taruh di sana.
- Ini dia. Selesai. - Selesai?
- Kau mau lagi? Akan kutambah. - Kalian pergi.
Selagi kalian seret.
Para wanita berinisiatif dan mengambil kayunya.
Kami bertugas memindahkan,
mengangkut, dan menyusunnya untuk membentuk jalan.
Sudah siap. Bersiaplah. Ayo!
Bersiaplah, Aldo!
- Satu, dua, tiga! - Ayo.
- Arah sebaliknya. - Dua…
Satu, dua, tiga.
- Astaga. - Satu, dua, tiga.
- Satu… - Satu, dua, tiga.
Kita harus mengangkatnya.
Oke, kayunya sudah masuk.
Berat sekali. Semua harus bantu.
Kami harus memindahkannya, dan aku sadar
ini akan sulit.
- Satu, dua, tiga. - Angkat. Satu, dua, tiga.
Itu dia. Bergerak…
- Serempak! - Oke.
Angkat. Jangan cuma dorong.
- Peluk dari bawah. - Ayo.
Satu, dua, tiga.
Singkirkan pasir dari bawah kayu.
Ini terlalu berat. Kami takkan bisa melakukannya.
Aku tak menyangka akan seberat ini.
Meski kami coba dorong, itu tak bergerak.
Saat itulah kami menyadari kesulitan tantangan ini.
- Ayo. - Awas tanganmu.
- Awas tanganmu. - Kita harus angkat sedikit.
- Ayo. - Ini menahannya.
- Yang di depan. - Yang di depan.
Ya, yang di depan harus memindahkan kayunya.
- Satu, dua, tiga. - Satu, dua, tiga.
- Itu dia! - Ayo!
Satu, dua, tiga.
Kami seperti sudah dua jam lebih di sini,
tapi baru memindahkan sepuluh sentimeter,
jadi aku mulai stres.
Jangan panik. Tetap tenang.
Kayunya harus lebih rapat.
Kita bisa.
Kayunya terlalu jauh. Harus lebih rapat.
Itu dia. Kurangi di sini.
- Taruh di sana. Itu dia. - Di sana.
Rupanya kepala totemnya miring ke bawah.
Jangan sampai menyentuh pasir dan terlepas.
Bersiap. Satu, dua…
Jangan berhenti menggerakkan kaki.
Itu yang menarik.
- Jangan berhenti! - Oke.
Satu, dua, tiga.
- Oke. - Ayo.
Kalian mendorongnya.
Aku merasa putus asa
karena kami sudah berusaha, tapi itu tak bergerak.
Gali. Ayo! Seperti sebelumnya.
Ayo, gali!
Ini akan menempel. Semuanya akan berantakan.
- Ayo singkirkan satu. - Oke.
Kami sadar kayunya tak boleh terlalu rapat karena akan bertabrakan.
- Ayo. - Di samping?
- Ayo, ganti sisi. - Ayo.
Itu. Terlalu rapat.
Itu dia. Sudah bebas. Bagus.
Kemari, Nak! Yang bersamaku. Kemari.
Saat aku melihat Salcido, dia pemimpin alami.
Kami akan mengikuti arahan dan hitungannya. Ayo.
Satu, dua, tiga!
- Itu dia! - Jangan berhenti!
- Terus. - Satu!
- Terus dorong. - Dua!
- Tiga. - Tiga!
Terus. Ikuti hitungannya.
Berkat itu, kami bisa maju sedikit lebih jauh.
Tiga.
Jangan berhenti!
Jangan berhenti!
TERSISA 25 METER
Teruskan!
- Terus. - Jangan berhenti.
- Terus! - Terus!
- Bagus! Kita hebat! - Terus!
Ayo!
- Bagus. Teruskan. - Terus berjalan.
- Ayo. - Ayo. Hampir selesai.
- Tunggu! - Satu!
Kayunya bertabrakan!
Di satu titik, kami sudah setengah jalan, dan aku merasa tim mulai melemah.
Jangan berhenti menggerakkan kaki sampai tak sanggup lagi!
Itu membuat kami sangat bersemangat.
Entah bagaimana, kami bisa terus berjuang.
Satu, dua, tiga!
- Itu dia! Terus! - Terus dorong.
Terus!
Terus. Kita hampir sampai!
- Satu, dua, tiga! - Berhenti.
Sedikit lagi!
- Kita berhasil. - Ambil posisi.
Ambil posisi!
Tanpa ragu,
aku dan rekan setimku berusaha sebaik mungkin
untuk mencapai tujuan.
Ayo!
- Terus. - Terus!
- Ayo. Terus. - Oke!
- Terus! - Ayo, jangan berhenti lagi.
- Bagus. - Terakhir.
- Hati-hati! - Singkirkan. Singkirkan pasirnya.
- Oke! Tarik itu! - Sedikit lagi!
Kita sudah sampai.
Ayo. Ambil posisi!
Habis-habisan!
Ayo, kita harus mendorong.
- Jika tak ada kayu, tak bisa diangkat. - Ya.
Itu! Sudah masuk!
Sudah masuk.
- Ayo! - Itu dia! Ayo!
Itu dia!
- Tiga. - Injak!
Dua! Satu! Ayo!
- Itu dia! - Langkah terakhir.
- Oke! Periksa! - Kembali.
- Ayo! - Itu dia!
Tunggu!
Kita harus bagi kekuatan!
Kami lega saat mengaitkannya
karena kami tak perlu mendorong lagi,
tapi saat mulai menarik rantai, kami sadar monolitnya tak bergerak.
- Yang ini! Ya. - Yang itu?
Bagian tersulitnya adalah mengatur koordinasi
dan mencari cara untuk mengangkat beban hampir dua ton.
- Yang ini. - Ayo.
Kukira itu akan lebih mudah.
Tinggal tarik, lalu terangkat. Ternyata tidak.
Kami menariknya lama sekali
sampai kami melihatnya bergerak sedikit.
- Semua! - Ke atas.
- Bagus! Mulai gerak! - Monolitnya bergerak.
Dulce?
Saat dia meraih rantai itu dan kulihat lengannya, luar biasa.
Dia sangat kuat.
Aku melihat daya tahan dan kegigihannya
untuk menempatkan totem itu.
Yang mana yang naik?
Ya, ayo! Terus! Ayo!
Ayo!
- Ayo, Salcido. - Ayo.
- Jangan berhenti. - Bagus. Ayo.
- Jangan berhenti, sialan. - Ayo.
Teruskan.
Turunkan.
- Selesai? - Turunkan.
- Turunkan. - Turunkan.
Tim!
Saat kami berhasil mengangkat monolit itu, aku langsung…
- Hore! - Hore!
Bagus, Kawan.
Waktu telah berhenti.
Kita merasa hidup pada momen seperti ini.
Satu, dua, tiga! Tim!
Aku sangat senang karena bertemu para pejuang yang tak kenal lelah.
Pada akhirnya, ini kejutannya.
Kami saling melengkapi dengan begitu alami
dan kompak sampai aku harus mengakui ternyata aku salah.
Pascal Nadaud,
silakan.
Tim Luis.
Tim Luis seimbang, seperti timku.
Ini salah satu laga paling seimbang,
tapi kurasa kami lebih kuat dari mereka.
KAPTEN PASCAL NADAUD - PEMAIN RUGBI
KAPTEN LUIS MORA - ATLET CROSSFIT
Para Peserta, tantangan berikutnya di Physical 100: Mexico adalah…
Besar sekali.
Ruangannya besar,
tapi pada saat yang sama, benar-benar sunyi.
…Monolit.
Kami melihat benda yang sangat besar. Kegilaan apa ini?
Tim yang kalian pilih
takkan menjadi lawan kalian dalam tantangan ini.
Mereka akan menjadi rekan kalian.
Aku senang mereka bukan lawanku.
Kami punya kekuatan, kemampuan, dan daya tahan yang sama.
Menurutku, ini hadiah untuk orang yang bermain dengan sportif
dan menginginkan persaingan yang adil.
- Tanpa warna. - Satu.
Ayo.
- Kita satu tim. - Tak ada warna.
Selamat tinggal, Sekat.
Kini kami tak terpisah oleh warna.
Kami satu tim, dan ini akan luar biasa.
Satu, dua, tiga. Meksiko!
Tak ada oranye atau kuning.
Kami sepuluh atlet yang bertanding bersama.
Kami akan terus melaju dan memberikan yang terbaik.
Kita harus memasukkan kayu ke lubang ini agar bisa mendorong.
Para Peserta, waktu dimulai
sekarang.
- Kayunya dulu. Dua pertama. - Di tengah. Ini bisa berhasil.
Pascal, ambil ini, Bung, dan… Putar.
- Putar. - Oke.
- Putar dan kita taruh di sini. - Hati-hati.
- Satu kayu di sana. - Kompak.
Ya. Satu lagi.
- Bagus. Ayo. - Oke.
Kami punya kekuatan dan strategi untuk lakukan yang terbaik.
Bagus.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
- Itu dia. - Ayo.
Satu, dua, tiga.
Ayo.
Itu berat sekali.
Satu, dua, tiga.
Aku putus asa. Kami sudah dorong sekuat tenaga, tapi itu tak bergerak.
Angkat sedikit dan dorong ke depan.
Tunggu. Ada kayu yang hilang.
Tersangkut di kayu, bukan?
Tiga kali dorong, tak bergerak.
Lalu seseorang menyadari ada kayu yang tersangkut.
- Yang itu tersangkut. Ya. - Pindahkan ke sana.
Ini yang tersangkut.
- Tunggu. - Aku di sini. Ya.
Siap.
- Sudah siap? - Ayo.
Ayo coba.
Kami butuh waktu menemukan cara yang tepat untuk mendorong monolit itu,
tapi hasilnya belum bagus.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
- Tidak, nanti jatuh. - Biar aku saja.
Ini menghalangi.
Mulai dari kepalanya.
Kami harus mengubah strategi.
Ini tak berhasil. Monolitnya tersangkut.
Kayunya terbenam dan tersangkut.
Mau coba mengangkatnya?
Dari belakang?
- Kita bisa coba. - Oke.
Beratnya 1.900 kg, kami sepuluh orang, jadi 190 kg per orang.
- Dua, tiga. - Dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Dorong!
Tak apa.
Tarik napas dan fokus. Kita melakukannya dengan baik.
Lalu Jane juga memimpin.
Aku suka itu karena kami semua menghormatinya.
Dia berkontribusi dengan baik, dan itu sangat membantu.
Yang di sini akan ke sini.
Yang di sana akan ke sini.
Dengan lebih bersemangat.
- Ini bagian terakhir. - Ayo.
Oke!
Jane punya semangat luar biasa.
Dia mendorong, mengangkat, memindahkan kayu.
Dia memotivasi kami, itulah yang dilakukan pemimpin.
- Satu lagi! Satu lagi. Ayo! - Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
- Itu dia! - Itu dia.
Hore! Monolitnya bergerak!
Kami menemukan tekniknya.
Kami menemukan strateginya. Saat itulah harapan kembali.
Satu, dua, tiga!
Ya! Ayo!
Satu, dua, tiga.
- Itu dia! - Itu dia!
Satu, dua, tiga.
- Bagus! - Bagus!
Apa pun jenis kelamin, bentuk tubuh, berat badan kami,
semua membantu dan menjalankan peran sesuai strategi.
- Tunggu. - Istirahat.
Kami hanya perlu menarik rantainya.
- Itu dia! - Bagus.
Begitu dia memasangnya, kurasa kami sudah melewati rintangan.
Ganti tangan!
- Semuanya… Arah sana! - Bergerak.
Saat kami menarik rantainya, aku akan habis-habisan.
Jika harus kehabisan tenaga, aku akan melakukannya untuk tim.
- Tergantung perasaanmu. - Oke.
Kau yang putuskan.
- Tiga puluh, lalu ganti? - Estafet. Siapa lagi?
Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh!
Ini bagian terakhir, Tim! Dorongan terakhir! Ayo!
Apa pun hasilnya, kami akan bangga. Apa pun yang terjadi.
- Turunkan sekarang. - Turunkan!
- Itu dia! - Selesai!
- Itu dia! - Turunkan!
- Itu dia! - Ayo!
Waktu telah berhenti.
Aku senang melihat monolit itu berdiri.
Itu benda terberat yang pernah kupindahkan.
Hore!
Ayo, sialan!
Akhirnya kami berhasil, dan semoga kami menjadi tim terbaik.
Jesús Cárcamo, silakan.
Aku pilih tim Julio.
Kami memilih tim Julio
karena menurutku kami seimbang.
KAPTEN JESÚS CÁRCAMO - TENTARA
KAPTEN JULIO CÓRDOVA - ATLET JUJITSU
Tim yang kalian pilih
takkan menjadi lawan kalian dalam tantangan ini,
tapi menjadi
rekan kalian.
- Apa? - Rekan.
Bagus!
Ayo!
Itu bagus. Aku sangat menghormati militer.
Mereka sangat kuat. Melawan mereka akan sulit.
Tapi aku sangat senang mendengar bahwa kami satu tim.
Para Peserta, tantangan memindahkan monolit seberat 1.900 kg
dimulai…
- Ayo! Semangat! - …sekarang.
Ke sisi ini!
- Kita masukkan ke sini? - Ambil itu.
Kami akan cepat menyelesaikan tantangan ini
karena kami bekerja sama dengan baik.
Kami semua sangat hebat.
- Cepat! - Sudah siap.
Para tentara mulai memberi kami arahan yang jelas.
Aku sangat senang.
Aku sebisa mungkin mengikuti arahan,
sambil mencoba membantu dan tidak menghalangi.
Kita fokus pada kayu ini.
Jangan pakai kaki karena kita dorong dari samping.
Kita ambil bagiannya dan mengangkatnya.
- Begitu caranya. - Satu, dua, tiga.
- Dorong lebih jauh. - Agar lebih dalam.
- Jika lebih dalam, akan lebih mudah. - Jangan menyerah. Kita bisa.
Akhirnya kami yakin bisa. Kami terlalu lama menyingkirkan pasir.
Tapi setelah itu, begitu kami bisa memasukkan kayu,
tugasnya lebih mudah.
Mungkin kita bisa ambil satu, angkat, dan gunakan sebagai tuas.
Satu di sini, satu di sini, lalu kita bergantung.
Itu bisa mengangkatnya.
- Ya. - Dan itu bergerak mengikuti satu garis.
Kita lihat saja. Aku tak yakin itu berhasil.
- Dua, tiga. - Dua.
- Tidak. - Tidak.
Patah.
- Itu dia, dorong! - Hati-hati.
Luar biasa. Jangan dulu. Tetap tenang.
- Tunggu. - Tenang.
Dengar.
Kurasa relnya sudah bagus.
Tinggal lepas empat penyangga.
Satu, dua, tiga.
- Satu, dua… - Dari belakang.
Aku putus asa sampai ingin menangis,
tapi aku harus tetap kuat untuk menjaga semangat tim.
Ayo.
Sekarang kita dorong.
- Kau yakin? Oke. - Xopin, kau harus tetap di sini.
Dua…
- Satu, dua, tiga! - Dua, tiga.
Bagus!
Satu, dua, tiga!
Bergerak.
Kami butuh seseorang untuk berbicara lebih keras.
Jesús memberi arahan begini, "Satu, dua, tiga."
Seharusnya, "Ayo, bersiap! Keras!"
Satu, dua, tiga! Itu dia!
Satu, dua, tiga!
- Berhenti! - Ada apa?
Tambah lagi.
Aku tak masalah
Torbellino memberi aba-aba untuk maju
karena dia berada di posisi yang strategis,
memberi tahu kapan harus maju dan kapan harus berhenti.
Kami yang menjadi pemimpin, aku dan Julio,
ada di belakang untuk mendorong.
Sekali lagi. Satu, dua, tiga!
Sekali lagi!
- Satu, dua, tiga! - Ayo.
- Dorong! Terus. - Itu dia!
- Lagi. - Itu dia!
Lagi!
Saat para wanita
bertindak dan memimpin, kami mulai bergerak lebih cepat.
Dorong lagi!
- Ya! - Bagus! Oke.
Semangat!
- Tahan! - Hampir sampai.
Teruskan!
Perasaanku campur aduk karena awalnya aku bersemangat,
tapi kemudian putus asa.
- Tahan. - Hampir sampai.
Tapi sekarang, aku mulai lebih optimistis.
Itu dia.
Tarik! Tarik sekuat tenaga!
Itu dia. Turunkan.
PEMBUAT TACO
Kami berhasil. Monolitnya berdiri!
Terima kasih, Tuhan.
- Itu dia! - Selesai!
Astaga! Kita berhasil!
Terima kasih!
Kau luar biasa.
Aku selesai dan, jelas, aku hanya ingin menangis
karena aku sangat emosional.
Bagus.
Timku akan mendapat nilai A-plus.
Ini timku. Bagiku, ini tim terbaik.
Kuharap kami lolos ke babak berikutnya.
ATLET JUJITSU
Elías Richo.
Tim Omar.
Aku ingin mengalahkan tim Omar yang menang di tes Stair Climber,
tapi dalam situasi kacau,
kami bisa menjadi rintangan besar bagi mereka.
KAPTEN - ELÍAS RICHO PEMAIN FOOTBALL PROFESIONAL
KAPTEN OMAR ZAMITIZ - PELATIH FITNES
Mentalitas dan semangat kami berlima sangat kuat.
Itu memungkinkan kami untuk bertarung dengan hebat.
Mau sepertinya tak punya banyak teman di kompetisi ini.
Orang tak yakin kau punya nyali.
Aku percaya kau punya nyali.
Dia atlet hebat,
tapi dia sering kurang peka dengan keadaan sekitar.
Menurutmu, kurang kompak dengan tim
akan merugikanmu dalam tantangan ini?
Pertanyaan berikutnya.
Aku bicara dengan timku sebelum tantangan dan meminta mereka tak egois.
Tim yang kalian pilih
takkan menjadi lawan kalian dalam tantangan ini.
Mereka akan menjadi rekan kalian.
Kita rekan.
Aku merasa dua kali lebih kuat.
Ini akan bagus.
- Kita bisa berteman lagi. - Pilihan bagus.
Pilihan bagus.
Menurutku, ini bagus
karena kami memilih tim yang melengkapi kami dengan baik.
- Pilihan bagus. - Ayo.
Tim kami punya tekad, kekuatan, dan banyak keunggulan
yang membuat kami makin bersemangat.
- Ke depan. - Ayo.
…sekarang.
Aku bantu.
Israel, taruh di sini.
- Bantu aku. - Ya.
Para wanita menarik kayu
dan menyusunnya di depan agar kami bisa maju.
- Siap! - Tunggu aku.
Taruh di sana.
- Kita dorong dan angkat. - Itu dia!
- Tiga, dua, satu. - Ayo!
Tunggu. Serang!
- Lepaskan! - Tiga.
- Nanti kita atur. - Dua, satu, gerak.
- Ayo. - Tiga, dua, satu. Dorong kuat.
Berat. Aku mendorongnya dan aku kesulitan.
Aku bisa merasakan gigiku bergemeretak
karena aku berusaha keras.
Pemimpin. Pemimpin Omar dan Elías, apa yang dikatakan Mau…
- Ke sana? - Kita semua harus berkumpul di sini.
Kita harus mendorongnya ke sini, ke arah tengah.
- Ayo ke sisi ini. Ya, Pak. - Ayo bawa ke sini.
Aku selalu punya rencana cadangan dan ide di benakku,
yaitu menggunakan kayu untuk tuas.
Menggunakannya sebagai tuas dan melipatgandakan kekuatan kami.
Kita harus cari tumpuan agar bisa mengangkatnya. Pasti ada cara.
- Tiga… Dua, tiga! - Mungkin berhasil.
Ya, tapi jadi bisa diangkat.
Tim tak mau melakukannya. Mereka tak paham.
Aku bilang, "Baik. Kita coba cara ini."
Strategi pakai tuas dan semacamnya butuh banyak perhitungan teknis.
Mau, lakukan hal lain dan ayo lanjut.
Tiga, dua!
- Bagus. - Satu lagi! Tiga, dua!
Ayo!
Tiga, dua!
Tiga…
Itu dia! Bagus!
Kita bisa terus lurus.
Lepaskan dan letakkan di depan.
- Ya, Pak. Sampai ke dalam? - Marlene, lari bersamaku.
Kita taruh berdekatan, Freddy.
- Keras! Jangan berhenti. - Teruskan!
Awas di tengah. Tak bisa…
Siap? Kita akan membawanya ke sisi ini dan meratakannya.
Jika tidak, gawat.
Timku harus ke sini.
Tunggu!
- Tunggu, Dani! - Angkat!
Tidak!
Tunggu. Nanti kuberi tahu. Kemari.
- Masalah rumah tangga. - Mereka akan bercerai.
Sekarang!
Mereka belum siap di sisi lain, lalu Omar membungkuk dan berteriak,
"Tidak, jangan dulu!"
Tapi dengan tatapan tajam, dan aku berkata, "Apa katamu?
Kalau begitu, cepat ambil posisi."
Aku menoleh ke istriku,
dan dia sadar itu bagian dari kompetisi.
Kami bilang, "Ayo lanjutkan. Kita bahas ini di rumah nanti."
Tiga, dua, satu!
Angkat!
- Ayo! - Jangan berhenti!
Jangan berhenti!
Tiga, dua, satu!
Berhenti!
- Ayo! - Tidak… Berhenti!
- Kita bahas strateginya. - Stop.
Kami sampai di platform, dan aku merasa lega,
tapi ini belum berakhir dan takkan mudah.
Kami harus menarik berulang kali
sampai monolitnya bergerak sedikit demi sedikit.
Freddy!
Itu akan mulai naik.
Bagus, Freddy!
- Semangat, Freddy! - Monolitnya naik!
Freddy adalah senjata rahasia timku.
Dia sangat fokus pada pekerjaannya.
Dia jarang bicara, tapi dia yang terkuat di tim.
Aku menggunakan keahlianku sebagai tukang bata
untuk menarik rantai dengan cepat.
Ayo, Tim!
- Ayo! - Ayo, Freddy!
Jangan lepas, Mau.
Kami menarik, tapi itu tak bergerak, jadi aku agak putus asa.
Ayo tukar!
Kontribusi Freddy dan Iván tak tergantikan.
Mereka bagian terpenting di tim kami sekarang.
Mulai naik. Keren sekali.
Terus! Lebih cepat!
- Yang satunya! Tarik yang satunya! - Turunkan!
Tarik yang satunya.
Waktu telah berhenti.
Kita berhasil!
- Kita berhasil! - Bagus.
Kami berhasil!
Kami berhasil meski butuh waktu lama.
INFLUENSER FITNES
Monolitnya berdiri, lalu aku berlutut.
Ayo!
Tim Aldo Gutiérrez
akan bertanding dengan tim Brandon Díaz.
Bagus!
Bagus!
Pasti ada alasan mereka tak memilih kita! Kita tangguh.
Kami di antara tim terakhir.
Aku bisa lihat mereka takut pada kami.
KAPTEN ALDO GUTIÉRREZ - PEGULAT OLIMPIADE
KAPTEN BRANDON DÍAZ - PEGULAT OLIMPIADE
Aku tak suka melawan para pegulat.
Aku bangga mereka tak memilih kami, dan kami tak memilih mereka.
Itu takdir karena aku tahu tim lain
melihat kami sebagai yang terkuat dan tak memilih kami.
Tim yang kalian pilih
takkan menjadi lawan kalian dalam tantangan ini.
Mereka akan menjadi rekan kalian.
Hore!
Yang terbaik. Yang terbaik!
Itu takdir.
Dan takdir memberiku yang terkuat untuk melengkapi timku.
Sekarang.
- Ayo! - Pegang di sana. Ayo.
- Pau, kemari! - Ambil ini juga.
Terlalu jauh, Bung. Terlalu jauh.
Kami sangat kuat.
Komunikasi kami bagus, kami kompak, kami bekerja sama.
- Mereka datang! - Tidak…
- Beri tahu jika sudah pas. - Kita harus angkat.
Kami semua mulai percaya bahwa strategi ini akan berhasil,
dan kami bisa memindahkan monolitnya dengan sangat cepat.
- Satu, dua, tiga! - Tiga!
- Itu dia! Lagi. - Satu, dua, tiga!
Oke!
- Ayo! - Ya!
Satu, dua, tiga!
Itu dia!
Kami tim terkuat,
dan kami tahu kami bisa memindahkan monolit itu.
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
- Tunggu. - Tersangkut.
Ayo. Cepat.
- Oke. - Satu, dua, tiga!
Satu, dua…
- Dua, tiga… - Serius? Ada apa?
- Ayo! - Dorong dari sini!
Kami mulai dorong lagi. Tersangkut lagi.
ATLET KALISTENIK
Kami mengalami beberapa masalah dan mulai putus asa.
ATLET CROSSFIT
- Itu dia. Bagus. - Tidak.
Harus…
Yang satu bilang begini, yang lain bilang begitu.
- Bagus! - Satu, dua, tiga!
Ayo!
- Sedikit lagi. - Tarik dari sisi lain!
- Gali, Bung! - Sedang kugali.
Satu, dua, tiga.
Kami tak berkomunikasi dengan baik.
Terlalu banyak suara. Terlalu banyak teriakan.
Kami harus bekerja sama.
- Siap? Oke! - Angkat.
- Tiga, dua, satu. - Satu, dua…
Oke!
Ya.
Ámbar mulai menghitung, dan itu mulai berhasil.
Ayo. Sekali… Sekali lagi!
Satu, dua, tiga. Oke!
Ya!
- Sedikit lagi! - Jangan berhenti. Ayo!
- Itu dia! - Bagus.
Kami sampai di rantai.
Kami menyelesaikan bagian sulit. Sekarang bagian tersulit.
- Apa cukup panjang? - Ya. Ya!
Aku kesulitan.
Aku merasa lengan dan punggungku pedas saat menarik,
tapi aku takkan berhenti sampai tak sanggup.
Itu lebih melelahkan dari dugaanku.
Lenganku menjerit, bahuku menangis,
tapi monolitnya tak terangkat.
- Ganti! - Ayo!
- Mulai terangkat. - Ayo.
- Istirahat. - Ayo.
Ayo, Ángel.
Menurutku, timku sangat seimbang.
- Sepuluh. - Semangat!
Ayo! Tiga!
Entah apakah kami akan menang, tapi aku yakin
aku bangga dengan semua yang kami lakukan bersama.
Hebat!
Waktu telah berhenti.
Salut untuk mereka. Mereka tak menyerah sampai akhir.
Darah Meksiko murni.
Para Peserta,
saatnya mengumumkan hasilnya.
Hanya dua gabungan tim yang menyelesaikan
tantangan Monolit dalam waktu paling cepat
akan bertahan di kompetisi ini.
Tiga puluh peserta lainnya
akan dieliminasi.
Itu kacau sekali. Mereka mengeliminasi 30 peserta sekaligus.
Akan sulit melihat itu dan berada di sana.
Kita mulai dengan pengumuman gabungan tim
yang memindahkan monolit dalam waktu paling cepat
dan akan memimpin di kompetisi ini.
Ketidakpastian memenuhi arena.
Kami semua tak sabar melihat waktu kami.
Gabungan tim dengan performa terbaik dalam tantangan Monolit,
dengan waktu 49 menit 16 detik adalah…
Saat ini, aku percaya diri. Aku tahu kami menang.
Gabungan tim yang dibentuk oleh…
Aldo Gutiérrez dan Brandon Díaz.
Kami harus bekerja seperti ini.
Fokus pada tugas kami, bukan tim lain.
Bagus!
Aku sangat bersemangat sampai dadaku keram,
tapi aku sangat senang.
Bagus.
Kami yang pertama.
Aku tak kaget. Aku tahu ini hasilnya.
Aku tak menduganya. Kurasa tim lain punya kapten
yang jauh lebih kuat.
Sekarang pengumuman tim yang finis di posisi kelima
dalam tantangan Monolit.
Mereka menyelesaikan tantangan dengan waktu paling lama
dan tidak akan lolos.
Aku sangat gugup karena kami dianggap salah satu tim terburuk.
Dengan waktu 1 jam, 42 menit, 9 detik,
gabungan tim pertama yang dieliminasi adalah…
tim Jesús Cárcamo dan Julio Córdova.
Aku merasa bertanggung jawab.
Hasil buruk adalah tanggung jawab pemimpin.
Aku sangat percaya diri dan yakin karena semuanya berjalan lancar.
Sekarang, pengumuman gabungan tim yang finis di posisi keempat.
Gabungan tim kedua yang dieliminasi,
dengan waktu 1 jam, 17 menit, 40 detik,
adalah gabungan tim yang dibentuk oleh
tim Elías Richo dan Omar Zamitiz.
Terima kasih!
Terima kasih. Kalian hebat.
Kita sudah berusaha dan melakukannya dengan baik.
Kita melakukannya dengan baik dan harus bangga pada diri kita.
Aku masih syok dan mencoba mencerna semua ini.
Bagus. Kalian harus bangga.
Aku merasa mengecewakan timku.
Dari segi strategi, kami sebagai pemimpin tak bisa
mengusulkan rencana yang bagus.
Aku mendengar waktu kedua terlama, dan kurasa kami
berpeluang menang.
Dari dua gabungan tim yang belum diumumkan,
hanya satu yang akan bertahan di kompetisi ini.
Aku takkan putus asa.
Aku berharap kami yang lolos.
Keren sekali jika kami berhasil jadi salah satu tim terbaik.
Dengan selisih hanya 51 detik…
Sakit rasanya jika tersingkir hanya karena selisih 50 detik.
Gabungan tim yang akan lolos ke tantangan berikutnya
adalah…
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.