Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DIADAPTASI DARI NOVEL DI JJWXC, "LANDING ON MY HEART" KARYA QIAO YAO
Xiao Ruan.
Bangunlah. Waktunya makan.
Bangunlah. Ayo makan.
Ruan Ruan, bangunlah.
Ruan Ruan, bangunlah.
Ayo makan.
Kau tak tidur nyenyak?
Cuci mukalah dulu.
Bangunlah.
Cuci muka, lalu makanlah.
Ada apa?
Jangan menangis.
Aku mau
mengajakmu ke suatu tempat.
PISODE 24: MENDARAT TEPAT DI HATIKU
Sebenarnya, yang kau lakukan pagi ini
sudah cukup bagus.
Itu tak cukup.
Kurang serius.
Juga, kurang formal.
Apa di depan sana?
Tepat di depan sana.
MAKAM RUAN ZHENG FENG
MAKAM RUAN ZHENG FENG
Ayah, kami datang menjengukmu.
Ini pacarku,
Fu Ming Yu.
Halo, Pak Ruan.
Lebih tepatnya,
aku tunangan Si Xian.
Yang belum resmi.
Jika dilihat,
dia tak terlihat seperti
seorang guru bahasa Mandarin.
Dia pernah bertugas di militer.
Dia pernah di militer?
Lalu, dia orang yang seperti apa?
Ayahku
sangat baik hati.
Semua tetangga
tahu dia sangat sabar.
Seingatku,
aku tak pernah melihatnya marah pada ibuku.
Dia pandai memasak.
Ibuku
sangat suka iga asam manis buatannya.
Meskipun gajinya tak besar,
keluarga kami
selalu memakannya setiap hari Jumat.
Aku masih ingat
aromanya.
Jika dipikir-pikir,
ayahmu sangat menyayangi kau dan ibumu.
Mereka benar.
Anak perempuan
memang lebih dekat dengan ayah mereka.
Tapi tahukah kau?
Dalam sebuah keluarga,
satu orang tua biasanya berperan sebagai polisi jahat
dan yang lainnya sebagai polisi baik.
Bukankah ibumu
yang menjadi polisi jahat?
Dulu aku salah paham
ibuku materialistis
dan berselingkuh.
Itu sebabnya dia meninggalkan ayahku.
Tapi aku baru sadar belakangan ini
pria itu
sebenarnya adalah manajer ibuku.
Ayahku sangat suka menolong saat itu.
Dia sering memberi pelajaran tambahan pada anak-anak tetangga.
Beberapa anak nakal
memecahkan patung gips ibuku.
Ayahku terlalu sungkan
untuk menegur mereka,
karena dia selalu merasa
selama menjadi guru sukarelawan,
dia mengandalkan bantuan para tetangga.
Sampai suatu hari,
seorang anak
merobek lukisan ibuku.
Ayahku hanya menyuruh ibuku untuk tak marah.
Anak itu tak sengaja
dan dia bisa melukisnya lagi.
Sebenarnya, kata-kata itulah
yang memicu kehancuran hubungan mereka.
Mungkin pada saat itu,
ibuku menyadari
ayahku hanya menghormatinya.
Seumur hidupnya,
dia tak akan pernah bisa memahami jiwanya.
Ya.
Sebagai anak-anak,
sangat mudah bagi kita untuk melihat segala sesuatu
dari sudut pandang ayahmu.
Tapi bagaimana dengan ibumu?
Siapa yang benar-benar memahaminya?
Itulah yang baru kusadari
saat mengenang masa lalu.
Tapi saat itu, bagaimana aku bisa memahaminya?
Meskipun ayahku
melarangku membicarakannya seperti itu,
aku masih mengatakan
begitu banyak hal menyakitkan padanya.
Ibu
adalah wanita yang paling dicintai Ayah.
Mungkin kata-kata itu
juga menyakitinya.
Kalau begitu, jadwalkan semuanya
untuk besok.
Sudah dulu.
Jika kau sibuk,
lanjutkan saja pekerjaanmu.
Itu tak penting.
Aku mau mengajamu ke suatu tempat.
Ayo.
Di mana ini?
Pintu belakang sebuah galeri seni.
Sedang apa kita di sini?
Kami mau mengubah Bandara WT
menjadi markah artistik.
Jadi, aku membawamu ke sini untuk memilih beberapa karya seni.
Apa kau pernah berfantasi saat kecil
tentang terkunci di dalam mal
setelah tutup?
Tidak juga.
Aku pernah.
Lalu,
aku akan menjadi pemilik mal itu.
Aku akan memakan semua camilan
yang dilarang oleh ibuku.
Yang ini cukup menarik.
Mahal sekali!
Astaga.
Katakan padaku,
kenapa aku tak mewarisi
gen artistik ibuku?
Jika aku juga menekuni seni,
mungkin sudah mandiri secara finansial sekarang.
Tidak semua orang yang belajar seni
bisa menjual karya mereka semahal ini.
Sebenarnya, banyak seniman
bekerja sangat keras
sepanjang hidup mereka,
tapi karya mereka
mungkin tak diterima oleh dunia.
Beberapa dari mereka memilih melanjutkan studi ke luar negeri,
tapi kebanyakan dari mereka
tetap berakhir
tinggal di ruang bawah tanah
atau mencuci piring.
Itu benar.
Di setiap industri,
tak mudah untuk sukses begitu saja.
Kenapa lukisan-lukisan ini
semuanya kekurangan sepetak warna?
Bagaimana kalau
kau memberiku satu?
Akan kubawa pulang dan mewarnainya untuk bersenang-senang.
Jika senimannya mendengarku berkata begitu,
mereka mungkin akan marah.
Kurasa tidak.
Atau,
kau bisa tanya sendiri pada senimannya.
Siapa?
Saat Ming Yu meneleponku,
aku tak tahu
kau akan ada di sini juga hari ini.
Siang ini,
aku membawanya menemui Ayah.
Ruan Ruan.
Aku tahu
di dalam hatimu,
kau pasti masih membenciku
karena meninggalkan ayahmu
dan dirimu saat itu.
Sebenarnya,
sudah sering kali
aku mau mencari kesempatan
untuk menjelaskan semuanya padamu.
Tapi lalu aku berpikir,
karena
aku membuat pilihan itu saat itu,
menjelaskannya
tak akan membantu juga.
Aku...
Aku tahu selama bertahun-tahun ini,
kau sudah menderita
sendirian.
Kau sudah melalui begitu banyak hal.
Aku hanya bisa
melihat dari jauh
dan mengatakannya padamu di dalam hati,
berulang kali,
"Maafkan aku."
Maafkan aku.
Aku juga tak tahu.
Aku tak tahu bagaimana bisa
bisa bertahan selama ini.
Sejak
hari kau pergi,
kerinduanku padamu
tumbuh makin besar setiap siang dan malam.
Makin aku merindukanmu,
makin aku merasa rapuh.
Makin aku membencimu,
makin aku menjadi kuat.
Aku hanya bertanya-tanya
kenapa
aku tak bisa
seperti anak-anak lain,
yang bisa bertemu ibu mereka setiap hari.
Tapi
melihatnya dari sudut pandang lain,
karena pengalaman itulah
aku menjadi sangat kuat.
Ibu,
jangan merasa bersalah lagi.
Kini aku sudah dewasa.
Lihatlah.
Sekarang,
aku sudah meraih impianku
dan punya seseorang yang sangat mencintaiku.
Lakukan saja
dan dengan berani
jadilah dirimu sendiri.
Terima kasih, Putriku.
Terima kasih.
Ibu.
Biar kuantar kau pulang,
lalu aku harus kembali ke kantor.
Biar aku yang mintakan izin untukmu.
Kau bisa kembali sekarang.
Kenapa kau terburu-buru mengusirku?
Sebaiknya kuantar kau pulang.
Jika tidak, aku tak akan tenang.
Sampai di sini saja.
Kau baik-baik saja?
Beginikah caramu memenangkan hati
semua rekan bisnismu, satu per satu?
Biasanya aku tak berusaha
sekeras ini untuk mereka.
Kenapa aku merasa kau mengalami peningkatan drastis
sejak kau kembali?
Dulu,
aku hanya menyukai ketampananmu.
Bagaimana aku mulai jatuh hati padamu?
Ini gawat.
Bukankah kau merasa seperti mendapatkan jackpot?
Tidak juga.
Dulu, kau hanyalah barang konsumsi.
Aku menerima keausan
dan penurunan ketampananmu.
Tapi sekarang kau adalah dukungan emosional.
Kau jauh lebih berharga sekarang.
Jika suatu hari
kau tak lagi ada untukku,
aku tak akan sanggup menghadapinya.
Cukup sampai di situ.
Nona Ruan, berhenti mengobjektifikasi pacarmu.
Aku merasa rasa amanku mulai menghilang.
Mungkinkah karena
keamanan di rumah tua ini buruk?
Kau mau pindah kembali ke Mingchen?
Aku tak mau. Aku belum lama tinggal di sini.
Lagi pula,
ini rumah yang kubeli dengan uangku sendiri.
Ini rumah lama keluargaku.
Ini memberiku rasa aman paling besar, paham?
Aku pergi dulu. Kau kembalilah.
Fu Ming Yu!
Kenapa kau lagi?
Apa masih sakit?
Di sini.
Apa masih sakit?
Menurutmu bagaimana?
Siapa yang menyuruhmu masuk tanpa izin
dengan niat terselubung?
Aku tadi sudah menahan diri.
Kau seharusnya bersyukur aku tak memegang
benda apa pun saat itu.
Jika tidak, wajah tampanmu
pasti sudah hancur.
Aku punya niat terselubung?
Bukankah kau yang memberiku kunci rumahmu?
Lagi pula, malam ini sangat berangin.
Aku melihatmu bahkan tak menutup jendela.
Kau bahkan tak memakai selimut.
Bagaimana jika kau masuk angin?
Kenapa kau tiba-tiba kembali?
Bukankah kau tadi kembali ke kantor?
Memang.
Bai Yang sudah memesan tiket pesawat untuk besok.
Aku akan pergi dinas.
Kau pergi besok?
Maksudmu,
kau mau aku pergi sekarang?
Aku tak bilang begitu.
Aku berharap kau bisa tinggal beberapa hari lagi.
Sungguh?
Apa itu yang benar-benar kau pikirkan?
Kalau begitu katakan padaku,
apa yang kau pikirkan sekarang?
Sekarang, aku sedang berpikir
tentang apa motif tersembunyiku yang seharusnya.
Apa maksudnya ini?
Tamparan, lalu sedikit pemanis.
Hanya satu?
Kau mau berapa lagi?
Biar kuhitung dulu.
MA'AO
Aku sudah tiba di Ma'ao.
Apa yang kau lakukan?
TOLONG LAKUKAN LIMA PERSYARATAN INI SELAMA PELATIHAN
RUAN SI XIAN
(Aku baru saja menyelesaikan pelatihan simulator.)
(Tentu saja, begitu kau pergi,)
(aku diberi tahu masa skorsingku sudah berakhir.)
(Jika semua berjalan lancar,)
(aku akan menyelesaikan pelatihan lusa.)
(Setelah pemeriksaan fisik,)
(aku bisa kembali terbang.)
FU MING YU
(Selamat sebelumnya, Kapten Ruan.)
Kita sudah bertahun-tahun tak bertemu.
Ayo kita minum sampai mabuk malam ini!
-Ayo, bersulang! -Bersulang!
Bagaimana kalau kita cari tempat karaoke dan menyanyi sebentar?
-Tentu saja! -Aku tahu tempat di dekat sini.
Tempatnya cukup bagus. Hanya di tikungan depan.
Ayo kita minum lagi nanti.
Bagaimana kalau kita adakan kontes minum hari ini?
Tentu! Ayo ke tempat karaoke nanti
dan bersenang-senang lagi.
Aku tak ikut.
Kalian pergi saja.
Halo?
(Halo? Kau sudah di rumah?)
Aku baru saja sampai rumah.
Kenapa kau pulang larut malam?
Malam ini
ada reuni kampus.
Bagaimana denganmu?
Apa flumu sudah membaik?
Aku baik-baik saja.
Flu Bai Yang yang agak parah.
Walaupun tak parah, tetaplah minum obat.
Kau tadi bilang ada reuni kampus.
Apa senior yang mentraktirmu makan
(di seminar pilot itu juga datang?)
-Lupakan saja. -Dia datang.
Tunggu.
Bagaimana kau tahu
(yang mentraktirku adalah Xie Yu?)
Tiba-tiba aku agak sakit kepala.
Aku akan istirahat sekarang.
Selamat malam.
Tunggu.
Kenapa tadi aku ragu?
Sekarang terlihat lebih mencurigakan.
Fu Ming Yu...
Pertanyaan macam apa itu?
Dia...
Dia cemburu.
Dia pasti cemburu.
Pak Fu, kau terjaga?
Ya.
Omong-omong,
rumah di seberang rumah Xiao Ruan
sudah disewa.
Kau tak perlu khawatir soal keselamatannya.
Aku akan kembali istirahat sekarang.
Apa flumu sudah membaik?
Jauh lebih baik.
Aku baru saja kembali setelah diinfus.
Bagaimana denganmu? Kau butuh obat?
-Jangan sampai tertular dariku. -Aku baik-baik saja.
Kesehatanku sangat baik.
Aku mengerti.
Xiao Ruan adalah obat terbaikmu.
Omong-omong,
kau selalu bertanya padaku
kenapa aku memakai kaus kaki berwarna berbeda setiap pekan.
Karena hidup
harus berwarna-warni.
Semoga kalian berdua bahagia.
Selamat malam.
An An.
Bagaimana?
Apa kau butuh aku masuk dan membantumu?
Ibu, duduk saja.
Ada dua orang di sini yang membantuku.
-Baik. -Kenapa terburu-buru?
Duduklah sebentar dan minum air.
Terima kasih.
Bagaimana?
Bagus.
Sangat cantik.
Aku juga merasa ini cantik.
Tapi ekor gaunnya sangat berat.
Berjalan-jalan dengan ini
seperti sedang latihan kardio.
Ibu.
Bagaimana menurutmu?
Ini indah.
Sangat indah.
Ibu, kau...
Aku bahkan belum menikah.
Aku hanya mencoba gaun pengantin.
Aku tahu.
Entah apa yang merasukiku.
Apa ini perlu?
Kalian sudah mulai sentimental.
Ini baru gaun yang pertama.
Masih ada beberapa gaun lagi.
Apa kau mau menangis
untuk setiap gaun?
Aku hanya merasa
ini semua seperti mimpi.
Kalian berdua tadinya hanya gadis kecil.
Bagaimana bisa kalian tiba-tiba menikah?
Tentu saja, aku tak mau kau
menua sendirian.
Aku hanya mau melihatmu
menikahi orang yang tepat.
Ibu, Yan An sekarang menjadi lebih bersemangat.
Karena aku yang melatihnya.
Dia menjadi makin baik.
Aku tahu.
Yan An anak yang baik.
Hanya saja
dia masih belum cukup dewasa.
Kau
harus siap secara mental.
Mulai sekarang,
kau harus mendampinginya saat dia beranjak dewasa.
RUAN SI XIAN
(Aku demam.)
AKU DEMAM.
PANGGILAN SUARA
RUAN SI XIAN
Halo?
Kenapa kau tak membalas pesanku?
(Tanganku penuh, jadi aku tak bisa mengetik.)
Ruan Si Xian, aku demam.
(Buka pintunya.)
-Apa? -(Apa demam membuatmu tuli?)
(Buka pintunya. Aku di depan.)
(Sudah dulu.)
Kenapa sikapmu begitu?
Di depan?
Buka pintunya?
Buka pintunya.
Kau tak menyembunyikan wanita, 'kan?
Kuberikan waktu lima detik.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Kau tak senang?
Kau tak gembira?
Kau tak bahagia?
Kau tak terkejut?
Kau sungguh menyembunyikan wanita?
Halo, es krimnya sudah siap.
Baik. Terima kasih.
Cokelat truffle hitam.
Ya, aku juga mau itu.
Ini dia. Maaf membuatmu menunggu.
Lihat mana yang kau suka.
Ini favoritku,
rasa cokelat truffle hitam.
Tapi
aku akan memberimu gigitan pertama.
Sungguh?
Harus kuakui,
ini tak terlalu manis.
Fu Ming Yu!
Kau pasti sudah sembuh dari demam.
Kau hampir memakan semuanya dalam satu gigitan!
Lihat dirimu sekarang.
Apa kau masih terlihat seperti seorang bos dominan?
Bukankah masih ada setengahnya?
Setengahnya bahkan tak akan bisa mengisi celah di gigiku.
Kau sangat menyebalkan.
Ayolah.
Semuanya milikmu.
-Baiklah. -Ayo ke toko itu.
Ayo beli lagi.
Baik.
Ini.
Indah sekali.
Kau sudah mengatakannya berkali-kali.
Itu tak cukup.
Momen sekali seumur hidup.
Aku mau mengingat
momen romantis ini selamanya.
Lalu, kenapa kita tak membawa romansa ini
sedikit lebih jauh?
-Bagaimana menurutmu? -Kau yang melakukan ini?
Ini agak aneh.
Benarkah?
Tapi terkadang, takdir
bisa menjadi hal yang aneh.
Tapi juga indah.
Kita berdua sepertinya memiliki
hubungan khusus dengan Ma'ao.
Kita bertemu di penerbangan
menuju Ma'ao.
Tapi saat itu,
aku seperti badut.
Kita sudah melalui banyak hal bersama.
Kau juga memberiku banyak kejutan.
Aku tak tahu cara membalasmu,
jadi aku memutuskan untuk menyerahkan diriku padamu.
Aku hanya tak tahu apa akan mendapat kehormatan
untuk menghabiskan sisa hidupku
bersamamu.
Kenapa kau hanya tersenyum dan tak mengatakan apa-apa?
Aku melamar dengan sangat serius.
Aku tahu.
Tapi
bisakah kau berdiri dulu?
Aku tak mau.
Kecuali kau bilang "ya".
Aku mau menyelesaikan penilaian F7-ku dulu.
Dengan terlalu banyak pikiran,
aku takut akan teralihkan.
Jadi, kedengarannya,
aku sudah ditolak.
Tidak.
Kau sudah lulus penilaian.
Tapi kau tetap harus pulang dan menunggu pemberitahuan.
Pulang dan menunggu pemberitahuan?
Apa maksudmu?
Tidak menyangka hal itu, 'kan?
Rencana balas dendamku
akhirnya tuntas.
Bagus sekali, Ruan Si Xian.
Lalu, haruskah aku juga menulis surat
untuk mencoba memenangkan hatimu?
Jangan terburu-buru.
Lihat aku.
Cepat atau lambat, aku akan menjadi kapten.
Lalu, kau
juga akan, cepat atau lambat,
menjadi suamiku.
Tapi
kau masih harus berusaha lebih keras.
Ditolak itu sangat menyakitkan.
Kau harus belajar menerimanya.
Ketidakpastian adalah hal wajar dalam hidup.
Itulah Kapten Ruan.
Bagaimana kabarmu? Apa kau lelah?
Belakangan ini aku jarang terbang.
Tidak apa-apa. Aku tak terlalu lelah.
Bagaimana penerbanganmu hari ini?
Kurasa cukup baik.
Semuanya berjalan lancar.
Cuacanya juga bagus belakangan ini.
Semuanya, area pendaftaran
ada tepat di depan kita.
Sekitar satu menit berjalan kaki.
Dalam waktu sekitar 10 menit,
kita bisa menonton film di bawah kanopi di sana.
[Selamat ulang tahun]
TUR DUNIA THE ECHOES: JIANGCHENG
Periksa rambutmu.
Jika ada rambut yang berantakan, rapikan nanti.
Jadi, tak ada seorang pun di sini
yang merasa tak enak badan, 'kan?
Tidak.
Kemungkinannya kecil.
Memang.
Kita harus bersiap dengan baik.
Semoga berhasil.
Ruan Si Xian.
Kau sungguh luar biasa.
Halo?
Ada orang di luar?
Pintu toiletnya tak bisa dibuka.
Halo? Ada orang di sana?
Kapten Ruan.
Kapten Ruan, apa itu kau?
Fu Ming Yu?
Dengarkan baik-baik di dalam sana.
Kau sudah dikepung.
Apa yang kau lakukan?
Keluarkan aku dulu.
Berhentilah melakukan perlawanan sia-sia.
Kau sudah menyelesaikan
penilaian F6 ke F7-mu.
Tolong segera penuhi
janjimu padaku.
Hasilnya belum keluar.
Hasilnya tak penting lagi.
Kau pasti akan lulus.
Bisa kau keluarkan aku dulu?
Kalau begitu, berjanjilah dulu
kau akan menikahiku.
Kau yakin mau lamaran kita
memiliki aroma yang unik?
Dari dulu aku tak peduli soal itu.
Yang aku pedulikan adalah
apa kau bersedia menerima lamaranku.
Kapten Ruan.
Ruan Ruan.
Kalau begitu, aku masuk.
Apa?
Kau mencium baumu sendiri?
Keluar! Ini toilet wanita.
Apa yang kau lakukan?
Lalu, maukah kau
menerima lamaranku?
Kau yakin mau melakukannya di sini?
Tentu saja.
Aku sangat yakin.
Baiklah.
Kalau begitu, aku setuju.
Sekarang aku akan memakaikannya.
Cantik sekali.
Aku penasaran apa ini cukup kuat untuk memukul.
Apa maksudmu?
Aku hanya mau tahu apa ini cukup kuat untuk memukul.
Ruan Si Xian!
Sayang.
Kenapa kita harus naik pesawat ini?
Ini rute paling efisien
yang bisa kutemukan.
Tapi hanya ini penerbangan yang tersisa.
Tahan saja.
Tidak, Fu Ming Yu dan yang lain mau
foto pernikahan di bawah hujan meteor.
Kenapa kita pergi sepagi ini?
Penerbangan berikutnya akan lebih nyaman.
Aku fotografer mereka.
Tebak siapa yang akan mengambil foto pernikahan mereka
jika aku tak pergi?
Tidur saja. Kau akan merasa lebih baik setelah tidur.
Hadirin sekalian,
terima kasih sudah terbang dengan Hengshi Airlines
di Penerbangan 1213
dari Yantai ke Pulau Yuanhu.
Pesawat kita akan segera tiba di tujuan.
Silakan kembali ke tempat duduk,
-kencangkan sabuk pengaman -Bangun.
lipat meja nampan,
dan tegakkan kembali sandaran kursi.
Terima kasih sudah terbang bersama kami.
Bersiap untuk mendarat.
Indah sekali!
Cantik sekali!
Indah sekali!
Indah sekali!
-Cium dia! -Cium dia!
Cium dia!
-Cium dia! -Cium dia!
Cium dia!
Cium dia!
-Cium dia! -Cium dia!
Cium dia!
Cium dia!
HIDUP ITU PENUH GEJOLAK, SAMA SEPERTI TERBANG.
TAPI DENGAN KEBERANIAN DAN TEKAD, KAU AKAN MENDARAT DENGAN SELAMAT.
BERANGKAT DARI EP. 24 MENUJU PERHENTIAN TERAKHIR: CINTA
TERIMA KASIH SUDAH BERSAMA KAMI DI "BLOSSOM THROUGH THE CLOUD".
SEMOGA HARI-HARIMU CERAH DAN PASTI, DI SETIAP LEPAS LANDAS DAN PENDARATAN.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.