Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
DIADAPTASI DARI NOVEL DI JJWXC, "LANDING ON MY HEART" KARYA QIAO YAO
Kenapa kau berusaha keras untuk tersenyum?
Kau berusaha sekeras ini
dalam semua yang kau lakukan?
Bahkan saat putus.
EPISODE 23
AKU SENANG ADA DIRIMU, AKU SENANG KITA BERSAMA
Xiao Ruan.
Sudah kuatur kunjunganmu ke almamatermu,
Universitas Hundred Islands, untuk berpidato.
Ini termasuk tugasmu sebelum kembali terbang.
Baik, Pak Wang.
PENGABDIAN PADA NEGARA, BERJUANG MELALUI KESULITAN
MENJUNJUNG KEBENARAN DAN SUBSTANSI, MENGEJAR KEUNGGULAN
Kita sudah sampai. Ayo turun.
-Halo. -Selamat datang.
Maaf membuat kalian menunggu.
Tidak masalah.
Hari ini sangat panas. Terima kasih atas kerja keras kalian.
Lama tak bertemu.
Lama tak bertemu.
Xie Yu?
Saat pertama melihat daftar pembicara,
aku bertanya-tanya
apa itu Ruan Si Xian yang kukenal.
Tapi dengan nama sepertimu,
kecil kemungkinan itu orang lain.
Aku sudah menduga itu kau.
Tadi aku tak mengenalimu
di antara para mahasiswa.
Kukira kau perwakilan mahasiswa.
Dengan kau memakai seragam itu,
aku juga hampir tak mengenalimu.
Jadi,
bagaimana rasanya kembali ke sini?
Gugup.
Apa yang perlu digugupkan?
Kau menerbangkan pesawat.
Kenapa takut pada kerumunan kecil?
Ini berbeda.
Kalau begitu, ayo lakukan dengan cara lama.
Aku akan ada di antara audiens untuk mendukungmu.
Anak zaman sekarang
tahu banyak hal.
Aku khawatir akan mengacau dan diabaikan di panggung.
Kalau begitu, kau tak perlu takut.
Mereka semua adalah juniormu.
Aku sudah memujimu di depan mereka.
Rasanya masih sama.
Aku berjanji mentraktirmu makan besar,
tapi kau memilih datang ke sini.
Dulu saat kuliah,
ini sudah termasuk makan besar.
Dulu setiap pekan,
setelah kegiatan klub drama kita,
kau mengajak kami ke sini untuk makan ini.
Aku ingat Na Na dan aku
selalu menantikan kegiatan klub setiap pekannya.
Kalian tak hanya menantikan makanan ini, 'kan?
Tentu saja kami menantikan ini.
Apa yang kita makan ini
adalah masa muda kita.
Kau sungguh banyak berubah, Ruan Si Xian.
Apa ada kapten bernama Yue di perusahanmu?
Maksudmu Yue Yang?
Bisa dibilang dia instrukturku.
Terakhir kali datang ke kampus kita untuk berpidato,
dia secara khusus memujimu.
Dia bilang kau banyak kemajuan
dan sangat mudah beradaptasi.
Bukan apa-apa.
Aku hanya ingin melakukan yang terbaik
pada hal yang ingin kulakukan.
Soal insiden di Hengshi Air itu,
panggilan darurat Mayday,
aku melihat semuanya di berita.
Kaptennya tak sadarkan diri
dan kau menghadapi cuaca badai petir yang parah.
Nyawa lebih dari 100 orang di pesawat itu
ada di tanganmu.
Itu benar-benar berbahaya.
Saat Hengshi 5123
berhasil mendarat,
kau menjadi kebanggaan seluruh kampus kita.
Aku juga sangat bangga padamu.
Kau bahkan ingat nomor penerbangannya.
Xie Yu,
kau masih sehebat dulu.
Kau masih memiliki ingatan fotografis itu.
Bukannya aku hebat.
Aku hanya peduli padamu.
Aku...
Aku hanya ingin bertanya.
Sebagai pilot,
apa kalian biasanya
sangat sibuk bekerja?
Apa kegiatan kalian setelah bekerja?
Kami tak melakukan banyak hal.
Hanya makan, jalan-jalan,
lalu pulang dan tidur.
Kupikir
lingkup sosial kalian luas.
Kalian pasti bertemu dengan berbagai orang.
Tidak.
Lingkup sosial kami sangat kecil.
Kau seorang profesor universitas.
Seharusnya kau juga merasakan hal sama.
Jadi,
apa kau sedang menjalin hubungan?
Tidak.
Jadi,
kau sedang tak ingin berpacaran?
Saat ini,
aku hanya fokus untuk kembali terbang.
Aku tak punya waktu untuk hal lain.
Ruan Ruan.
Selama bertahun-tahun ini,
aku benar-benar mengikuti perkembanganmu.
Aku juga menyesal
melewatkan orang sehebat kau
saat masih kuliah dulu.
Aku sudah memikirkannya.
Seseorang yang luar biasa, percaya diri,
dan mandiri sepertimu...
Sebenarnya,
bukankah kau juga butuh seseorang
yang bisa menjagamu,
memberimu tempat bersandar,
dan selalu ada untukmu?
Walau aku bukan
orang yang sangat mengesankan,
kurasa setidaknya
aku bisa membelikanmu obat
saat kau sakit.
Di hari ulang tahunmu,
aku bisa membawakanmu kue.
SELAMAT ULANG TAHUN
Saat kau dalam bahaya,
aku bisa melindungimu apa pun yang terjadi.
Apa kau mau
memberiku kesempatan?
Xie Yu.
Aku sangat berterima kasih.
Tapi sebenarnya,
aku menyukai orang lain.
Aku mengerti.
Aku tak mau menyesal kali ini.
Apa aku masih
berkesempatan untuk memenangkan hatimu?
Sejujurnya,
saat kuliah dulu,
memang benar
aku pernah menyukaimu.
Tapi belakangan ini,
aku terus menghindari situasi.
Serta karena
ucapanmu padaku barusan
membuatku makin yakin
betapa aku sangat menghargai
orang yang benar-benar kucintai.
Aku menyadari
kalau aku sebenarnya
tak bisa hidup tanpanya.
Maafkan aku, Xie Yu.
Semuanya sudah berlalu.
Ayo makan.
WUJUDKAN IMPIAN TERBANGMU
MARI TERBANG KE LANGIT BERSAMA
Itulah
akhir dari kisahku menjadi seorang pilot
di Hengshi Airlines.
Terima kasih.
Terima kasih atas pidato yang luar biasa, Nona Ruan.
Sekarang, saatnya sesi tanya jawab.
Jika ada yang ingin bertanya,
silakan angkat tangan.
Ya, kau yang di sana.
Nona Ruan, aku punya pertanyaan.
Bagaimana perasaanmu saat terbang solo
untuk pertama kalinya?
Pertama, aku ingin bertanya
apa ada yang punya SIM di sini?
Ternyata cukup banyak.
Menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya
mirip dengan perasaan kalian
saat pertama kali mengendarai mobil.
Kalian merasa gugup,
tapi lebih banyak bersemangat.
Tentu saja,
menerbangkan pesawat
dilakukan di langit.
Perasaan itu
mungkin terasa jauh lebih besar.
Pertama kali kami menerbangkan pesawat
disebut sebagai "penerbangan solo pertama".
Itu adalah pencapaian.
Sejak saat itu,
kami para siswa pilot
berkemampuan untuk menerbangkan pesawat sendirian.
Sama seperti mendapatkan SIM.
Saat giliranku, para seniorku datang,
menepuk bahuku, dan berkata,
"Terbanglah dengan baik. Kau akan baik-baik saja."
"Kami akan menunggumu di darat."
Itu ucapan yang sederhana,
tapi kini setiap kali terbang,
aku selalu mengingatnya.
Penerbangannya sendiri sederhana,
tapi pengalamannya luar biasa.
Membubung di langit sendirian untuk pertama kali,
aku merasa serakah.
Aku merasa penerbangannya terlalu singkat.
Rasanya seperti
berduaan dengan orang yang kucintai.
Aku tak pernah puas.
Saat itu juga,
aku menyadari
aku jatuh cinta dengan langit biru.
Setelah penerbangan solo pertama kami,
selalu ada sebuah ritual,
yaitu disiram dengan air es.
Air es? Sungguh?
Para seniorku
juga tak mengasihaniku.
Seember air es,
membuatku kedinginan dari kepala sampai kaki.
Jadi, saat mereka bilang
mereka akan menungguku di darat,
inilah yang mereka maksud.
Jadi, kenapa air es?
Pertanyaan bagus.
Aku menanyakan hal yang sama.
Seniorku bilang
saat kami terbang solo pertama kali,
mudah untuk menjadi sombong.
Lagi pula, kami baru saja menyentuh langit.
Menyiram kami dengan air es
adalah ritual perayaan,
tapi itu juga sebuah pengingat
untuk selalu tenang dan berpikir jernih.
Jangan sampai kami besar kepala.
Sekarang aku mengumumkan
Rencana Reformasi Kualitas Penerbangan
sudah resmi disetujui.
Penerapan akan dimulai
pada tanggal 30 September 2025.
Bagus!
Aku punya kabar baik.
Reformasi Pak Fu
disetujui!
Cepat, Semuanya, bagikan beritanya!
Ayo.
Sukai, beri komentar, dan unggah.
Setelah rencana reformasi dirilis,
ini mengakhiri masa lebih dari 20 tahun
manajemen melalui hukuman,
menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Siapa yang tak akan bersemangat?
DI HENGSHI AIR, KAMI TIDAK MENUNGGU
INSIDEN BESAR UNTUK MENDORONG REFORMASI QAR.
Reformasi Pak Fu disetujui!
Bagus sekali!
Luar biasa!
BOS KAMI SANGAT VISIONER! MASA DEPAN CERAH BAGI PERUSAHAAN!
UNGGAH
RENCANA REFORMASI KUALITAS PENERBANGAN
Mari kita beri kesempatan pada para mahasiswi.
Ya, kau yang di sana.
Terima kasih.
Aku mau bertanya pada Nona Ruan.
Apa keuntungan bagi wanita
saat belajar terbang?
Wanita tak memiliki keuntungan.
Sebenarnya, bukan hanya wanita.
Pria juga tak memilikinya.
Saat belajar terbang,
kau mungkin memiliki beberapa keuntungan pribadi.
Misalnya, mahasiswa sains
mungkin menganggap kelas teori
sedikit lebih mudah ditangani.
Tapi saat belajar terbang,
kau tak bisa mengandalkan keuntungan pribadi.
Kita semua harus melepaskan semua yang kita banggakan.
Tetaplah membumi dan belajar dengan rendah hati.
Lagi pula,
terbang adalah soal keselamatan.
Tidak ada tempat untuk kesombongan.
Terima kasih.
Nona Ruan, aku sudah lama mengikutimu.
Kau punya banyak penggemar di internet.
Sebagian besar komentar tentangmu seperti,
"Cantik sekali", "Keren sekali", "Kapten Cantik".
Tapi setahuku,
biaya maskapai untuk melatih pilot sangatlah tinggi.
Jadi, mereka sangat berhati-hati
dalam mempekerjakan pilot wanita.
Menurutmu,
apa kau menerima tawaran dari maskapai tersebut
berdasarkan kemampuanmu
atau penampilanmu?
Begini...
-Bagaimana dia bisa bilang begitu? -Ya.
Itu sangat tak pantas.
Ada apa dengannya?
(Itu memang)
-(pertanyaan yang getir dan manis.) -Apa yang dia inginkan?
Pertama,
aku berterima kasih pada semua orang
atas pujian terhadap penampilanku.
Tapi harus kuakui,
jika menyangkut penampilanku,
aku belum berusaha keras.
Tapi dalam hal terbang,
aku tahu persis
betapa besar usaha yang sudah kucurahkan.
Itu memang kerja keras.
Ada lagi yang punya pertanyaan?
Silakan angkat tangan.
Baik, kau yang di sana.
Nona Ruan, aku mau bertanya.
Tugas pilot sangat melelahkan
dan tekanannya sangat besar.
Aku ingin tahu, apa kau sudah menikah?
Aku juga mau bertanya,
bagaimana pilot wanita menyeimbangkan
pekerjaan dan kehidupan keluarga?
Aku bisa tahu kalau kau lajang.
Kau belum mengalami cobaan cinta.
Aku juga lajang.
Jadi, aku tak perlu menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
Kalau dulu, aku mungkin
akan bertanya balik padamu
soal alasanmu tak menanyai pilot pria
tentang cara mereka menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
Tapi hari ini,
aku sangat ingin berbagi cerita dengan kalian
tentang cara seorang kapten wanita
menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
(Kapten wanita ini)
(adalah instruktur penerbanganku.)
(Kami para pilot)
(memiliki standar promosi tertentu.)
(Untuk menjadi kopilot,)
(kau harus menyelesaikan 300 jam penerbangan.)
(Selama menjadi kopilot,)
(kau harus terbang 3.000 jam)
(agar memenuhi syarat)
(untuk penilaian kapten.)
(Setelah menjadi kapten,)
(kau butuh 3.000 jam penerbangan yang aman)
(agar memenuhi syarat untuk pemilihan instruktur.)
Jadi,
dia sudah memiliki
pengalaman terbang yang luas.
Suaminya juga seorang kapten.
Di industri kami, ini disebut
"keluarga pilot ganda".
Mereka berdua memiliki
seorang putri yang sangat manis
yang masih TK.
(Biasanya, di keluarga seperti ini,)
(salah satunya akan berhenti bekerja)
(untuk mengurus keluarga sepenuhnya.)
DIA TAK PERLU MENYEIMBANGKAN KELUARGA DAN PEKERJAAN, CUKUP PESAWAT
(Sering kali,)
(pihak wanita yang berhenti bekerja.)
(Tapi dia tak berhenti.)
(Dia menitipkan anaknya di program penitipan anak)
dan hanya saat sedang libur tugas,
dia akan menjemputnya
untuk menghabiskan waktu bersama.
Dia bilang padaku
terkadang saat lelah terbang,
dia tak akan menjemput anaknya.
Karena
hanya saat beristirahat dengan baik,
dia bisa berada dalam kondisi terbaiknya
untuk menjalankan tugas penerbangan.
(Jadi, apa ada keseimbangan?)
(Mungkin kelihatannya ada sedikit)
(upaya penyeimbangan,)
(tapi lebih dari itu,)
(ini tentang pengorbanan.)
Sebenarnya, sama seperti pekerjaan dan studi semua orang.
Jika ingin mengikuti
ujian pascasarjana atau ujian PNS,
kau harus merelakan waktu luang dan istirahat
untuk fokus belajar.
Sedangkan dia,
dia mencurahkan lebih banyak energinya
ke dalam karier penerbangannya.
Aku ingat mentorku
pernah mengatakan sesuatu padaku.
Dia bilang,
"Si Xian, kau tahu?
Kita harus menganggap penumpang di belakang kita
sebagai orang tua dan tetua kita,
saudara dan saudari kita.
Karena penerbangan ini
mungkin membawa mereka mengunjungi kerabat,
menghadiri pertemuan,
atau mengejar impian dan cinta mereka.
Kita harus mengantarkan penumpang kita
dengan selamat ke tujuan mereka.
Inilah
misi utama kita
sebagai pilot."
BINCANG PILOT HENGSHI AIRLINES
Silakan duluan.
Ayo, Semuanya.
Ayo.
Terima kasih atas kerja keras kalian.
Kalian semua bekerja keras belakangan ini.
Aku tak akan bicara lagi, Pak Yu.
-Terima kasih atas kerja keras kalian. -Ayo.
Aku tetap harus berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan kalian.
Ayo.
-Teruskan kinerja yang bagus ini. -Terima kasih.
-Aku akan ke sana dulu. -Baik, silakan.
Baiklah.
Aku tak akan minum hari ini.
Terima kasih, Semuanya.
-Silakan nikmati hidangannya. -Baiklah.
Baiklah.
Baiklah. Permisi sebentar.
Dengan melakukan ini,
apa kau merasa sangat cakap?
Tidak.
Aku melakukan ini
hanya untuk memenuhi tuntutan zaman.
Memang begitulah arah tujuannya.
Kau tak berpikir risikonya terlalu besar?
Ayah.
Kau ingat beberapa tahun lalu,
aku pernah bilang padamu
kalau proses reformasi
pasti akan terhambat?
Itu juga berarti akan ada pengorbanan.
Jika aku
harus menanggung pengorbanan itu,
tapi bisa ditukar
dengan masa depan yang lebih baik bagi Hengshi,
aku akan rela berkorban.
Ming Yu,
sejak saat kau masih
menjadi manajer junior yang sok keren
sampai hari ini,
kau memang sudah berubah.
Dulu, entah saat kau melakukan perampingan
atau membatalkan Soar Initiative,
tindakan itu tampak agak kekanak-kanakan
bagiku dan direktur lain.
Mereka bahkan
tampak sedikit arogan.
Tapi justru doronganmu itulah
yang paling kusuka.
Sebenarnya ada sesuatu
yang sudah lama ingin kukatakan.
Aku makin tua.
Begitu juga para paman
yang membangun kerajaan ini bersamaku
juga makin tua.
Mulai sekarang,
entah itu Hengshi
atau industri penerbangan secara keseluruhan saat ini,
semuanya tergantung pada anak muda sepertimu.
Aku akan mengatakan ini,
tapi jangan sampai besar kepala.
Sebenarnya, sejak kau kembali
dan bergabung dengan Hengshi,
aku selalu yakin padamu.
Melihatnya sekarang,
kau benar-benar
mencapai semua yang kuharapkan.
Jadi,
aku sudah percaya padamu sejak awal.
Kau pasti bisa.
Halo, Komisaris Fu.
Selamat atas disetujuinya reformasi ini.
Kinerjamu bagus.
Aku sedang menonton siaran langsung ini.
Kurasa kau akan lebih tertarik daripada aku.
(Sebenarnya karena alasan tertentu,)
(saat ini aku sedang dilarang terbang.)
(Saat pertama dilarang terbang,)
LOKASI: UNIVERSITAS HUNDREDS ISLANDS
(aku cukup tenang menghadapinya.)
(Aku menerima segala ketidakpastian hidup.)
(Karena sebelum itu,)
(aku sudah menghadapi pergolakan yang jauh lebih besar.)
Dilarang terbang justru memberiku
lebih banyak waktu untuk diri sendiri.
Sampai suatu hari,
sebuah pesawat
terbang di atas kepalaku.
Saat itulah aku menyadari
kalau aku sudah begitu jauh
dari dunia penerbangan.
Saat itulah aku menyadari
betapa aku sangat mendambakan
berada di langit.
Aku mulai merindukan
berlatih siang dan malam
di akademi penerbangan.
Aku merindukan
ritual penyiraman air yang riang
setelah penerbangan solo pertamaku.
Aku merindukan sensasi penerbangan pertamaku
dan semangat yang kurasakan di hatiku
setiap kali aku terbang.
Ini seperti
memiliki seseorang yang kau cintai,
tapi kalian berdua
terpaksa berpisah
untuk sesaat karena berbagai alasan.
(Hidupmu)
(tiba-tiba kehilangan hal-hal yang kau anggap biasa.)
(Di tengah malam,)
(kau akan memikirkan waktu yang dihabiskan bersama)
dan kau akan memikirkan
angin yang berembus
saat dia menemuimu.
Terkadang,
kau bahkan akan memimpikan
masa lalumu bersamanya.
(Saat bangun tidur,)
(kau merasa kehilangan.)
(Jadi, kau sadar)
(kau merindukan momen bahagia)
yang tak terlupakan itu.
Bahkan momen yang tak bahagia pun
menjadi sesuatu yang kau dambakan
karena
semua itu tak akan pernah kembali.
(Jadi, aku akui)
DIA TAK PERLU MENYEIMBANGKAN KELUARGA DAN PEKERJAAN, CUKUP PESAWAT
(aku masih menghargai)
INI SULIT BAGI PILOT WANITA
(waktu yang kuhabiskan bersamanya.)
Di mana lokasinya?
Di mana? Beri tahu bos sekarang juga!
Pak, aku sudah mengirimkan
alamatnya ke ponselmu.
Bagus.
Bagiku, pesawat
seperti
seseorang
yang sangat ingin kutemui.
Aku percaya semua orang
akan bersedia dengan teguh mengejar
cita-cita mereka sendiri
dan melangkah menuju masa depan.
Kalian harus percaya
orang yang tepat
dan hal yang tepat
pasti
akan menunggu kalian di garis akhir.
BAI YANG: REFORMASI QAR ADALAH BUKTI VISI DAN DEDIKASI PAK FU.
BILLY SUPER: RENCANA REFORMASI QAR MEMENANGKAN HATI SEMUA ORANG!
KAPTEN FAN LEI: DI HENGSHI AIR, KAMI TIDAK MENUNGGU
INSIDEN BESAR UNTUK MENDORONG REFORMASI QAR.
Berapa banyak permen yang kau makan
sampai bicaramu semanis itu?
APA YANG KAU PIKIRKAN?
TEMPEL, UNGGAH
DIBAGIKAN
DUA, MENINGKATKAN KEPUASAN PILOT
RUAN SI XIAN: DI HENGSHI AIR, KAMI TIDAK MENUNGGU
INSIDEN BESAR UNTUK MENDORONG REFORMASI QAR.
Dengan kabar baik seperti ini,
bukankah aku harus makan enak?
Restoran itu seharusnya masih buka, 'kan?
BIHUN KERANG HIDANGAN LAUT
-Pak, aku pergi dulu. -Jaga dirimu.
Sampai jumpa.
Pak, aku pesan satu porsi bihun kerang.
Wajahmu tampak tak asing.
Kau sudah bertahun-tahun tak kemari, 'kan?
Benar sekali.
Aku sudah lulus beberapa tahun lalu.
-Kau masih ingat aku? -Tentu saja.
Bagaimana? Masih mau rasa orisinal?
Ya, aku mau satu porsi.
Tunggulah. Sebentar lagi kusajikan.
Baiklah.
Pak.
Pesan satu porsi bihun kerang.
Terima kasih.
Sedang apa kau di sini?
Aku di sini untuk menagih utang.
Menagih? Utang apa?
Kau harus menepati
janjimu.
Apa yang kukatakan?
Kau bilang akan mencintaiku selamanya.
Kau juga akan selalu bersamaku.
Bermimpilah saja.
Apa kau terlalu lelah belakangan ini?
Kau berbohong tanpa rasa bersalah.
Kau yang mengunggah ini?
RUAN SI XIAN: DI HENGSHI AIR, KAMI TIDAK MENUNGGU...
Ya. Kenapa?
Baca baik-baik.
Kalimat terakhirnya.
Kau bilang, "Pak Fu, terima kasih atas kerja kerasmu.
Aku akan mencintaimu selamanya.
Aku akan selalu bersamamu."
Aku...
Aku hanya meneruskannya.
Itu hanya salin tempel.
Aku hanya peduli hasilnya, bukan prosesnya.
Kau menyatakan cintamu.
Jika kau mengatakannya seperti itu,
mentorku juga meneruskannya.
Lantas?
Kau akan mencoba mencampuri pernikahannya?
Aku tak memedulikan unggahan orang lain.
Aku hanya memedulikan unggahanmu.
Kalau begitu,
aku akan menghapusnya sekarang juga.
Jangan dihapus.
Besok...
Aku akan memberimu kejutan besok.
Astaga.
Sayang, aku salah.
Aku salah!
Aku salah!
-Aku salah. -Apa kesalahanmu?
Begini...
Seharusnya aku tak memakan
kue kecil yang kau beli dalam satu suapan.
Mulai sekarang, aku akan menyisakan semua makanan enak untukmu.
Apa lagi?
Aku sungguh tak tahu!
Lain kali jika kau berbuat salah, minta maaf saja.
Jika ciuman bisa menyelesaikan segalanya,
kenapa kita butuh perang?
Jangan pelajari hal itu dari para pria hidung belang.
Paham?
Hanya ada satu hal yang harus kau lakukan,
yaitu menciumnya.
Cium dia dengan benar dan penuh gairah.
Cium saja dia, maka semua beres.
Hanya setelah menciumnya, kau akan sadar
wanita benar-benar menyukai itu.
Sayang, aku sungguh minta maaf.
Saatnya keluar.
Hati-hati.
Apa yang kau lakukan?
-Kenapa sikapmu begitu... -Misterius?
Berlebihan.
"Berlebihan"?
Jika nanti masih berpikir ini berlebihan,
kau boleh menolaknya.
Tidak mungkin.
Siap?
Ini...
Fu Ming Yu,
apa maksud semua ini?
Seperti yang kau lihat.
Aku sudah mendaftarkan pesawat ini untukmu.
Mulai sekarang, kapan pun ingin terbang,
kau bisa melakukannya.
Ini benar-benar berlebihan.
Jadi,
"Kapten" Ruan,
kau mau melakukan uji terbang?
Sekarang?
Lakukanlah.
Bolehkah aku terbang hari ini?
Kau sudah mengajukan rencana terbang?
Sudah.
Lisensimu belum kedaluwarsa, 'kan?
Tentu saja belum.
Naiklah.
Aku tak akan ikut.
Ini panggung solomu.
Semoga berhasil.
Jika kau tak ikut naik,
aku juga tak akan terbang hari ini.
Menara Pengawas, selamat siang.
Bravo-12 Tango Juliet.
Siap menuju landasan.
(Bravo-12 Tango Juliet.)
(Menara Pengawas. Diizinkan menuju landasan.)
(Berhenti sebelum Landasan 17 melalui A-A1.)
Berhenti sebelum Landasan 17 melalui A-A1.
Bravo-12 Tango Juliet.
(Bravo-12 Tango Juliet.)
(Landasan 17, bersiap dan tunggu.)
Landasan 17, bersiap dan tunggu.
Bravo-12 Tango Juliet.
Menara Pengawas, Bravo-12 Tango Juliet.
Siap untuk lepas landas.
Bravo-12 Tango Juliet,
angin 170 derajat, 2 meter per detik.
(Landasan 17, diizinkan lepas landas.)
Landasan 17, diizinkan lepas landas.
Bravo-12 Tango Juliet.
Pak Fu.
Pegangan yang erat. Kita akan lepas landas.
Baik.
Kau tak tertidur, 'kan?
Tidak.
Lalu, kenapa matamu tertutup?
Buka matamu dan lihatlah.
Di luar sana sangat indah.
Lihat ke depan.
Itu awan kumulonimbus.
Sangat indah.
Ya.
Indah.
Tapi bisakah kita berhenti melihat awan?
Fokuslah terbang.
Fokus.
Sejujurnya,
selama dilarang terbang,
aku merasa sangat sesak.
Aku terus teringat
masa-masaku di akademi penerbangan.
Terutama penerbangan solo pertamaku.
Saat itu aku sangat bahagia.
Buka matamu dan lihatlah.
Di luar sana benar-benar indah.
Indah, 'kan?
Maafkan aku.
Dilarang terbang pasti sulit bagimu.
Sebenarnya tak masalah.
Menjauh sejenak
justru membuatku makin yakin
akan keinginanku yang sebenarnya.
Aku ingin terbang.
Aku butuh mencintai dan dicintai.
Aku membutuhkanmu.
(Detak jantungmu terlalu cepat saat ini.)
(Perlu kupanggilkan bantuan?)
Pak Fu.
Apa aku terbang terlalu cepat bagimu?
Tidak.
Kau hanya mengubah topik terlalu cepat.
Aku punya rahasia
yang belum pernah kukatakan padamu.
Sebenarnya, aku pernah belajar terbang.
Benarkah?
Kau jelas sudah belajar terbang.
Rasa takut
berasal dari ketidakpercayaan dalam dirimu.
Kau tak harus memercayai siapa pun,
tapi kau harus memercayai dirimu sendiri.
Sayap itu adalah sayapmu sendiri.
Rasakan penerbangannya. Rasakan anginnya.
Kau harus percaya pada dirimu sendiri.
Jangan takut.
Aku ada di sini untukmu.
Matahari terbenam hari ini sangat indah.
Ini jenis keindahan
yang bertahun-tahun dari sekarang
masih akan kau kagumi.
Kau tak akan
mengejar matahari terbenam lagi, 'kan?
Selama kau tak meninggalkanku di tengah jalan.
Kenapa kau menyimpan dendam?
Kau sangat picik.
Ya.
Aku tak bisa melupakannya.
Aku tak bisa melupakan rasa tak berdaya itu.
Aku tak bisa lupa pernah meninggalkanmu
di posisi yang begitu rentan.
Berjanjilah padaku.
Lain kali, jangan terlalu bijaksana dan pergi sendirian.
Ingatlah kalau kesulitan
akan selalu ada,
entah kau di sisiku atau tidak.
Tapi jika kau tak di sisiku...
Jika aku tak di sisimu,
kau bisa benar-benar menunjukkan kemampuanmu.
Jika tidak, bagaimana reformasi bisa berlanjut?
Benar?
Aku akan memberimu
sedikit sensasi.
Saat melakukan aksi-aksi itu,
kau tak menyangka harus menyetir saat pulang, 'kan?
Tapi tak masalah.
"Kapten" Ruan, kau bahkan berani menerbangkan pesawat.
Hanya sebuah mobil kecil
seharusnya sepele bagimu.
Bukannya aku tak percaya
akan kemampuanku sendiri.
Aku hanya tak mampu membayar ganti rugi mobilmu.
Tadi hanya aku yang ada di ruang udara,
jadi aku bisa terbang semauku.
Langit berbeda dengan jalanan.
Aku hanya takut
begitu mulai mengemudi,
kau akan mengeluh kita terbang terlalu rendah.
Baiklah.
Hanya itu yang perlu kudengar.
-Pegangan yang erat. -Tunggu!
Ruan Si Xian, kau memang bukan main.
-Halo? -(Pak Fu.)
(Komisaris Fu sudah mendesak kita)
(untuk segera ke Ma'ao.)
(Kapan kita tentukan tanggal keberangkatannya?)
Nanti kukabari lagi.
Sudah dulu.
Kau akan pergi untuk perjalanan bisnis?
Aku akan ditempatkan di sana.
Bandara W.T di Ma'ao
yang kau kunjungi beberapa tahun lalu.
Sejujurnya, sejak Hengshi mengakuisisinya,
itu belum menghasilkan keuntungan satu hari pun.
Reformasimu adalah usaha yang besar.
Kau terkesan menang,
tapi kau juga tahu
banyak direktur yang tak senang.
Untuk membuktikan pada mereka
kalau kemampuanmu menyeluruh,
mulai sekarang,
kuserahkan Bandara W.T padamu.
Kau punya waktu satu tahun
untuk mengubah kerugian menjadi keuntungan.
Artinya, kau akan pergi ke Ma'ao?
Kau benar-benar akan tinggal di sana selama setahun penuh?
Kenapa?
Kau sedang merencanakan
cara untuk meninggalkanku lagi?
Tentu saja tidak.
Kukira orang-orang itu
memaksaku untuk pergi.
Tidak kusangka mereka malah memaksamu pergi.
Aku tak sadar kau sangat merepotkan.
Bukankah aku bijaksana
karena meninggalkanmu saat itu?
Bagaimana mungkin orang melompat ke lubang api yang sama dua kali?
Aku? Lubang api?
Apa aku mendapatkan dirut palsu?
Kenapa aku tak punya hak istimewa?
Aku malah ikut menderita bersamamu.
Ruan Si Xian,
sudah terlambat untuk itu.
Bagaimana jika kau berhenti saja?
Aku akan menafkahimu.
Apa karena kau tak mau aku ke Ma'ao?
Kau tak sanggup berpisah dariku?
Aku hanya tak rela
membiarkanmu ke sana dan bersenang-senang sendirian.
BERSAMBUNG KE EPISODE 24
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.