All language subtitles for Mouse.02.WEB-DL-AppleTor[1]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih bahasa oleh VIU Disinkronisasi ulang untuk versi WEB-DL

"Drama ini hanya fiktif belaka dan tidak berkaitan"

"dengan orang, organisasi, lokasi, atau insiden yang sebenarnya."

"Syuting dilakukan sesuai dengan protokol COVID-19"

"dan diadakan bimbingan untuk aktor anak-anak"

"CGI dipakai dalam kebanyakan adegan yang melibatkan hewan"

"Keluarga Dibunuh di Guryeong"

"Tersangka Utamanya Putra Sulung yang Masih SD?"

Ini perbuatanmu?

Bukan.

Kamu melihat sesuatu hari itu?

Tidak.

Aku tidak melihat apa pun.

"Kepolisian Guryeong"

Tapi Tuhan

tidak pernah menjawab doaku.

Aku akhirnya menjadi pembunuh.

Pembunuhan pertamaku berlangsung ceroboh

dan aku ingat merasa kelelahan.

Namun, aku terus mengingat kesenangan dan sensasi

yang kurasakan hari itu.

Pagi ini, di klub tinju daerah Seokjin-dong, Moojin,

ditemukan jasad kepala pelatih yang terbakar parah.

Korban ternyata

anggota keluarga korban Head Hunter,

pembunuh berantai yang meneror negeri ini 25 tahun lalu.

Setelah hari itu,

pembunuhan berlanjut.

DNA yang bermutasi muncul saat masyarakat berevolusi

menciptakan psikopat.

Satu persen teratas dari DNA itu dikenal sebagai predator.

Sama seperti naluri singa untuk berburu kelinci,

bagi predator ini, manusia lain

hanyalah mangsa.

Aku adalah predator.

Begitulah aku lahir.

"Mouse"

Berengsek, berhenti!

"Episode 2"

Berhenti!

Lepaskan!

Sial.

Sial.

Rasakan ini.

Kamu berhak diam dan dibantu pengacara.

Apa pun perkataanmu bisa dipakai untuk menentangmu di pengadilan.

Tunggu. Kamu akan menembakku?

Kamu gila. Polisi tidak boleh melakukan ini!

Kamu benar. Aku sudah gila.

Tolong. Ada orang di sana?

- Tolong! - Diamlah.

Kamu ingin orang membantu pembunuh?

Jangan bergerak. Aku akan cepat.

Moo Chi, kumohon. Jangan lakukan ini.

Jangan biarkan pria itu menghancurkan hidupmu.

Apa-apaan ini?

Kamu mau ke mana?

Kemari.

Kamu mau ke mana?

Hei! Turun dari sana.

Jika kamu jatuh dan mati, pengejaran ini sia-sia.

Baiklah. Kalau begitu, tembak.

Tembak, maka aku akan lompat!

Siapa bilang aku akan menembak?

Aku hanya bercanda untuk menakutimu.

Bercanda? Kamu yang tadi.

Kamu menembakku dari belakang setelah menyuruhku kabur!

Ingatannya tajam juga.

Baiklah. Aku akan menahanmu saja.

Turun dari situ, lalu aku akan menahanmu.

Turunlah. Ayo.

Kembali ke sini.

Tapi berpikirlah dengan bijak.

Kamu memerkosa kakak-beradik itu

dan memukuli mereka sampai mati dengan palu.

Tapi negeri sialan ini tidak akan pernah mengeksekusimu.

Sebagai gantinya, kamu akan terjebak di sel penjara selamanya.

Orang berwajah tampan sepertimu?

Kamu harus tahu, ada berbagai orang mesum di penjara.

Aku tidak akan bisa membantu meski kamu memohon untuk kubunuh.

Hei! Bukan main.

Kamu sungguh akan melompat?

Kamu tidak bisa mendengar perkataanku?

Aku berkemah selama setahun di depan rumah pacarmu

bukan hanya untuk melihatmu melompat dari gedung.

Turun!

Jika kamu melompat dari sini, ususmu akan berceceran.

Usumu akan tercecer di jalan.

Pikirkan orang-orang yang harus membersihkannya,

dasar bedebah egois.

Jadi, ayo pilih solusi yang lebih baik.

Baiklah. Kalau begitu, tetap di sana

dan aku akan menembak dari sini.

Kamu bisa mendarat di tanah dengan peluruku di tubuhmu. Setuju?

Baiklah.

Astaga.

Aku benar-benar harus berhenti minum.

Di mana kamu?

Kamu sungguh melompat?

Sial.

Dia sungguh tidak berguna.

Halo?

Aku menuju ke gereja pagi-pagi dan melihat kilatan besar.

Jadi, aku memeriksa kilatan itu.

Aku tidak percaya ini.

Dia kesulitan membesarkan seorang putri sendirian.

Apa ini bau alkohol?

Astaga.

Apa?

Kamu terus bergerak.

Jangan bergerak, ya?

Jangan bergerak.

Moo Chi.

Hei. Kamu lihat itu?

Mayatnya terus bergerak.

Ini keren sekali.

Sudah kuperingatkan, jangan mabuk dan mengacaukan kasusku.

Sungguh mengecewakan. Kamu bicara seolah kita orang asing.

Ini bukan kasusmu, tapi kasusku.

- Astaga. - Ini perbuatan bedebah itu.

Lihat, cukup jelas.

- Kamu meneleponnya, bukan? - Dia terus meneleponku.

- Dia membunuhnya. - Aku akan mengurusnya.

Dengar. Hei, lepaskan.

- Ayolah. - Lepaskan aku, Berengsek.

- Ayo. Astaga. - Aku bersumpah dia membunuhnya!

- Semabuk apa kamu? - Ini kasusku!

Astaga. Tunggu.

Astaga, jangan.

Jaket ini baru, bahkan labelnya masih ada.

Lewat sini.

- Pastikan dia tetap di sini. - Baik.

Aku bersumpah aku benar!

Pelakunya bedebah itu!

- Dia membunuhnya! - Maaf.

Dia memaksaku meneleponnya setiap kali ada kasus pembunuhan.

Dia melakukan wawancara.

Hentikan dia. Cegah dia bicara!

Ini ulah pelaku yang membunuh pelatih gimnasium belakangan ini.

Aku yakin dia pelakunya.

Dia juga membunuhnya.

Mungkin dia salah satu orang yang membenci dewa.

Bisa juga, dia hanya cari perhatian.

Polisi menyelidiki kasus ini dengan berasumsi

bahwa pelatih dan pegawai wanita itu dibunuh oleh pelaku yang sama

yang membenci agama tertentu.

Kamu gagal lagi?

Kalau begini, aku akan menua dan mati.

Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Sudah setahun?

Kamu bersumpah akan membunuh orang yang membunuh kakak-adik dengan palu

agar bisa kemari untuk membunuhku juga,

tapi kamu tetap di situ.

Kenapa terburu-buru?

Kamu tetap akan mati.

Tunggu saja.

Dia target sepele.

Kali ini, aku menemukan target bagus.

Ko Moo Chi.

Pada akhirnya,

kamu akan gagal.

Apa?

Kamu tidak bisa membunuh orang.

Aku tahu hanya dengan menatap matamu.

Aku tahu kamu orang sepertiku atau manusia biasa.

Kupikir kamu dokter otak, bukan dokter mata.

Agar mampu membunuh orang,

tatapan matamu harus kosong.

Tapi tatapan matamu penuh emosi.

Kemarahan, penderitaan,

penyesalan, simpati,

dan cinta.

Hentikan omong kosongmu.

Hal ini tidak bisa diupayakan.

Ini bawaan lahir.

Jangan memaksakan diri.

Hentikan omong kosongmu dan tunggu sampai aku memotongmu.

Tidak akan lama.

Baiklah.

Aku akan menantikannya.

Lain kali, tikam aku dengan benar.

Bukan di sini.

Lakukan di sini.

Belakangan ini,

aku menemukan Alkitab di TKP,

dan aku membaca sesuatu yang sangat mengesankan.

Itu benar-benar mengajariku sesuatu.

"Siapa pun yang membunuh manusia harus dihukum mati."

"Siapa pun yang membunuh hewan seseorang

harus mengganti rugi."

"Patah tulang dibalas patah tulang,

mata dibalas mata, gigi dibalas gigi."

Imamat pasal 24 ayat 17 sampai 20.

Amin.

Dahulu aku sering menghina Tuhan

karena dia selalu bicara soal pengampunan.

Tapi ternyata dia tahu yang dia ucapkan.

Jadi, kupikir aku harus menurutinya.

Aku harus membalas apa yang kualami.

Aku harus melakukan lebih dari memberimu pelajaran.

Aku sungguh tercerahkan.

Aku harus melakukan perbuatanmu

dan membunuhmu di depan anakmu.

Itulah arti memberi balasan yang setimpal.

Tuhan ingin mengajarkan itu kepada kita, bukan?

Sayang sekali.

Aku tidak punya anak.

Sayang sekali. Aku melihat anakmu.

Jangan coba-coba membohongiku.

Aku melihat istri dan anakmu

dengan kedua mataku sendiri.

Dia sudah mati. Lebih tepatnya,

aku membunuhnya.

Kudengar psikopat

sangat menyayangi anak-anaknya.

Ada apa?

Kamu tidak mau anakmu

melihatmu dibunuh?

Memang, insiden semacam itu

sangat sulit untuk dilupakan.

Kamu akan mengingatnya selamanya.

Han Seo Joon, tunggu saja.

Aku akan memastikan anakmu

juga merasakan penderitaan

yang kurasakan seumur hidupku.

Ini cukup tidak terduga.

Aku terkejut kamu menemuiku.

Bagaimana kabar anak kita?

Kamu seharusnya mengajaknya. Aku ingin bertemu dengannya.

Dia sudah mati.

- Apa? - Lebih tepatnya,

aku membunuhnya begitu dia lahir.

Aku melakukannya dengan tanganku sendiri.

Aku datang untuk mengatakan itu.

Dia sangat mirip denganmu.

Itu sebabnya aku membunuhnya.

Aku tidak ingin dia menjadi monster sepertimu.

Beraninya kamu

membunuh putraku.

Beraninya kamu.

Putraku

masih hidup?

Berikutnya, kalian harus melepas durinya,

tapi sisakan ranting kecil.

Dia pandai melakukan ini.

Orang terus memujiku setelah aku belajar di sini.

Benarkah?

Itu bunga bungur.

"Ko Moo Chi"

Lambang renjana untuk bertemu orang yang kamu rindukan.

Kamu tidak ingat aku?

Aku pernah ke rumahmu.

Benarkah?

Manusia salju.

Manusia salju...

Kamu...

Beri aku uang.

Apa?

Kakakku dioperasi sembilan kali karena suamimu.

Besok, dia harus dioperasi lagi,

tapi mereka tidak akan mengoperasi jika kami tidak membayar sisanya.

Mereka akan...

Mereka akan membiarkannya mati.

Aku...

Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.

Kamu minta maaf? Aku tidak butuh permintaan maafmu.

Berikan aku uang!

- Nak... - Berikan kepadaku sekarang.

Berikan aku uang.

Ini salah. Kenapa kami harus hidup seperti ini?

Hidupmu baik-baik saja. Lantas kenapa?

Kenapa? Kenapa kami harus hidup seperti ini?

Suamimu, Head Hunter,

adalah dokter yang sukses.

Dia pasti menghasilkan banyak uang.

Beri aku uang. Berikan kepadaku!

Kakakku akan mati jika tidak dioperasi!

Tunggu.

Mari bicara di tempat lain.

Beri aku uang.

Berikan aku uang untuk operasi kakakku!

Ibu.

Apa masalahnya?

Maafkan aku.

Kamu ingin mati?

Maafkan aku. Kurasa

kaki burung ini patah.

Dia tidak bergerak saat ada mobil, jadi, aku tergugah untuk...

Kamu pasti terkejut. Maafkan aku.

Kamu hampir mati karena burung itu!

Kamu benar. Maafkan aku.

Maafkan aku. Semoga harimu menyenangkan.

Maafkan aku.

Dia baik atau bodoh?

Hei. Aku kehabisan benang.

Tanganku akan kaku jika tidak berlatih.

Kamu tahu benang dilarang di sini.

Terutama peralatan medis tidak boleh dipakai secara leluasa oleh tahanan.

Bawakan.

Pendahulumu memberikannya kepadaku tanpa mengeluh.

Kamu pikir aku belajar sampai sakit

untuk lulus ujian PNS dan menjadi pelayanmu?

Jangan takut.

Jangan berisik!

Kamu pasti berpikir kamu raja karena semua orang takut padamu.

Sadarlah. Kamu hanya lalat capung

dengan sisa waktu yang terbatas.

Ancamanmu tidak mempan kepadaku.

"Ancamanmu tidak mempan kepadaku."

Itu yang kukatakan kepadanya.

- Apa ini? - Kamu baru, jadi, tidak tahu.

Kamu tidak dengar soal sipir

yang menjadi cacat dan pensiun setelah membuat Han Seo Joon kesal?

Dia tidak bertindak sendiri. Orang lain melakukannya sendiri.

Biarkan saja dan berikan kepadanya.

Di mana kamu? Kamu dalam perjalanan?

Kamu lupa KTP-mu? Tetap di sana. Aku akan mendatangimu.

Halo.

"Pertobatan, Penyelamatan, Reformasi Sejati"

Tolong bawakan kostumnya kemari.

- Hei. - Kamu membawanya?

- Tentu saja. - Kartunya juga?

- Kartu. - Baiklah.

Kamu mulai lagi.

Kamu pikir kamu dokter hewan?

- Ada Chi Kook. - Hei!

- Halo. - Hai, Chi Kook.

Kamu tampak seperti orang yang sangat berbeda.

- Kamu tampak keren memakai seragam. - Terima kasih.

Buang arloji palsu itu. Melihatnya saja aku malu.

Kalian memberikannya kepadaku untuk menyelamatiku menjadi sipir.

Ini asli bagi hatiku.

Aku bodoh karena memercayai orang bodoh itu untuk membelinya.

Polisi macam apa yang tertipu di situs web barang palsu?

Dia tidak tahu arloji itu palsu dari gambar kemaluan pada elangnya?

Dia tidak bisa membedakan huruf R dan N.

Apa itu Anmani?

Bagaimana bisa kamu membayar 1.000 dolar untuk itu?

Bukan gambar kemaluan. Ini gambar kaki.

Dong Koo, jangan berpikiran kotor.

Itu sebabnya julukanmu Koo Porno.

Kenapa hanya ada satu kaki?

Ba Reum, ini gambar kemaluan, bukan?

Bukan.

- Lepaskan. - Lenganku pendek.

Hentikan. Cukup.

Lalu? Bagaimana pekerjaanmu?

Aku berusaha keras agar tidak terlihat seperti orang lemah,

tapi tidak mudah.

Ba Reum. Sudah mengemas benangnya?

- Tidak ada di sana? - Tidak.

Tertinggal di rumah.

Kita tidak bisa lakukan pertunjukan tanpa jarum dan benang.

- Cari lagi. - Sial.

Ini bisa dipakai? Ini benang medis.

- Ya. - Ya, tidak masalah.

Syukurlah.

Kamu sudah melihat Head Hunter? Kudengar dia di sini.

- Ya. - Biarkan aku bertemu dengannya.

Aku bahkan bergabung dengan klub penggemarnya.

Apa? Aku penasaran orang bodoh apa yang ikut, tapi kamu salah satunya?

- Orang bodoh? - Kamu pikir pembunuh keren

karena kamu menonton film seperti "Hannibal".

Karena pecundang sepertimu, bedebah seperti itu muncul.

Kamu tidak menonton berita?

Seorang wanita yang bekerja keras membesarkan seorang putri sendirian

ditikam 20 kali di sekujur tubuhnya dan mati.

Karena orang berengsek sepertimu,

para bedebah itu merasa hebat.

Aku mengerti. Hentikan.

Dia bersembunyi seperti tikus dan membunuh wanita tidak berdaya.

Dasar bedebah pengecut.

Aku mengerti! Aku tidak akan meminta lagi!

Berhentilah bersikap arogan hanya karena kamu sipir.

- Dasar berengsek. - Hei.

Dong Koo berhenti belajar untuk ujian PNS.

Dia menulis skenario untuk mengejar cita-cita aslinya.

Temanya tentang psikopat atau semacamnya.

Dia bergabung dengan klub penggemar untuk mengumpulkan informasi.

Dia sangat ingin menjadi sutradara?

Dia pasti pandai soal itu.

Chi Kook. Tebus kesalahanmu dengan minuman nanti, ya?

Tentu.

Maukah kamu membantuku?

Angkat sedikit lebih tinggi.

Ini berat sekali. Kenapa kita menggotongnya? Ada rodanya.

Justru karena rodanya.

Jika rodanya menabrak kerikil,

acaranya bisa kacau.

Maaf.

Mari rehat sebentar.

- Ini pasti jam olahraga. - Ya.

Bagaimana aku mengatakannya?

Kukira tahanan yang akan dihukum mati

akan berada di sel isolasi,

menyesali perbuatan mereka kepada korban dan berdoa,

dan hidup seperti biksu Buddha.

Tapi

mereka makan tiga kali sehari dengan pajak yang dibayar orang

dan hanya bersantai setiap hari.

Saat melihat mereka, kadang aku bertanya-tanya.

Mereka bilang tidak akan dieksekusi sebelum mati,

jadi, mereka tidak menyesali perbuatan mereka

dan hidup bebas tanpa rasa malu.

Bayangkan perasaan keluarga korban melihat itu.

Bayangkan betapa marah dan getirnya mereka.

Tapi

hari ini untuk sesaat,

aku takut pada para bedebah itu dan sangat malu pada diriku sendiri.

Apa maksudmu?

Sebenarnya, jarum dan benang yang kuberikan padamu tadi...

Itu dia.

Head Hunter.

Penampilannya sama dengan kita.

Kamu pikir penampilannya seperti Thanos?

Ada monster di dalam dirinya.

Aku akan memberi Na Chi Kook pelajaran.

Bantu aku mencari seseorang.

"Halte bus Geumsin-dong, Tengah malam, bus kota nomor 12"

"Byun Soon Young"

"Rumah Byun Soon Young"

Kakinya besar.

"Kepolisian Moojin Bukbu"

Sial, seharusnya dia sudah datang.

Kenapa mengabaikan teleponku? Aku juga mengirimimu banyak pesan.

Selamat. Setelah penyelidikan selama setahun,

kamu akhirnya menangkap Pembunuh Kakak-Adik.

Kudengar dia bunuh diri.

Tetap saja, kamu akan dipuji karena menangkapnya, bukan?

Kamu luar biasa!

Aku tidak percaya aku tidak pernah menyadari bakatmu sebelumnya.

Pujilah aku sepuasmu. Aku tetap tidak peduli padamu.

Masih ada yang harus diberi selamat.

Kamu menjadi viral di internet.

"Wawancara sambil mabuk oleh polisi?"

"Alih-alih menangkap pembunuh, dia menangkap botol bir."

Menyalahkan obat batuk itu lucu...

Kenapa kamu...

Aku tidak minum dan mengemudi.

Aku bahkan tidak sedang bertugas.

Apa polisi tidak boleh minum saat tidak bertugas?

Berarti, pembunuh pelatih di sasana tinju...

Kamu tidak tahu bagaimana aku saat mabuk?

Alkohol yang bicara.

Kamu tahu aku menjadi pitbull saat mencium bau darah.

Aku tahu bukan karena alkohol.

Jadi, apa yang membuatmu menghubungkan kedua kasus itu?

Aku tidak bisa mencari tahu sendiri.

Lingkungan dan modus operandi yang berbeda.

Katakan hubungan yang kamu temukan.

Apa itu? Ayolah. Kamu bisa memberitahuku.

Enyahlah.

Detektif Ko, tunggu!

Kenapa kamu ke sana sambil mabuk?

- Kamu seharusnya tidur saja. - Ada darah di nasi ini.

- Analisa ini. - Kenapa kamu ke sana?

Kamu mendengarkanku?

Pelaku yang sama?

Kenapa kamu tidak keluar dari tim dan menulis novel?

Raih kesempatan untuk menjadi penulis terlaris.

Ninabobo yang tidak asing ini membuatku mengantuk.

Aku harus tidur sebentar.

Dasar pembuat onar.

Entah kenapa aku peduli padamu lagi.

Stres hanya akan meningkatkan kerontokan rambutmu.

Kenapa dia memedulikan penampilannya?

"Ko Moo Chi"

"Sasana Tinju Seokjin-dong, Kasus Song Soo Ho"

"Nama, Song Soo Ho"

"Darah dianalisis oleh BFN"

"Ko Moo Chi"

- Permisi. - Ya?

Aku sopir bus nomor 12 di Geumsin-dong.

- Jawab aku dengan jujur. - Sulit dipercaya.

Ada saksi yang melihatmu di sana.

Ya, itu dia.

Dia ada di halte bus saat wanita itu turun.

Benar.

- Aku ingat karena itu janggal. - Aku menunggunya

- untuk mengajaknya berkencan. - Aku yakin itu.

Jadi, aku mengikutinya.

Dia berteriak dan lari, jadi...

Aku juga pria yang punya harga diri.

Aku langsung pulang dan itu yang sebenarnya.

Keluarkan dia dari sini dan keluarkan surat penahanannya.

Tapi aku tidak membunuhnya.

Bukan aku!

Ikut aku.

Tidak, lepaskan aku. Bukan aku!

Buka borgolku!

Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak membunuhnya.

Kamu. Aku melihatmu di berita.

Detektif, sungguh bukan aku.

Kamu bilang dia dibunuh

oleh pria yang membunuh pelatih di sasana tinju.

Sulit dipercaya. Ikut saja denganku dengan tenang!

Bukan dia. Kakinya terlalu kecil.

Ada saksi.

Sopir bus?

Sopir bus melihatnya di halte bus,

bukan selama pembunuhan.

Dia punya lima catatan kejahatan untuk penyerangan dan pemerkosaan.

Tapi bukan untuk pembunuhan.

Dia pasti membunuhnya saat berusaha memerkosanya.

Tidak ada bukti untuk mendukung itu.

Moo Chi.

- Apa? - Jangan melewati batas.

Tangani kasusmu sendiri.

Kamu tidak bisa menemukan tersangkamu sendiri.

Tapi dia bukan pelakunya. Kenapa dia tidak mau mendengarkanku?

Lantas, siapa?

Kamu masih di sini?

Kamu tidak ada pekerjaan?

Sebenarnya aku cukup sibuk.

Kalau begitu, kembalilah bekerja, Produser Choi Hong Joo.

Itulah yang kulakukan dan kamu tidak bekerja sama.

Kasus sasana tinju akan segera ditayangkan,

tapi tidak ada tersangka

dan detektif yang bertugas tidak mau bicara denganku.

Tidak ada yang bisa kutayangkan.

Kalau begitu, cari kasus lain.

Aku tidak pernah menyuruhmu menayangkan kasusku di televisi.

Seperti kasus Pembunuh Kakak-Adik, kamu akan menjelekkanku

sebagai polisi yang tidak kompeten.

Aku tidak mau menghancurkan hidupku.

Mencari kasus lain? Pasti akan sangat memalukan.

Aku produser pemenang penghargaan, Choi Hong Joo.

Aku tidak bisa mundur tanpa mencoba.

Cobalah sepuasmu.

Kurasa aku tidak punya pilihan.

Lebih baik aku cari kasus lain

daripada gagal menayangkan apa pun.

Benar sekali. Keputusanmu tepat.

Masih ada kasus lainnya.

Aku pasti akan menontonnya. Semoga berhasil.

Bagaimana dengan ini?

Apa?

Polisi yang terlibat perjudian ilegal.

Hei!

Sakit.

Juniorku menulis berita penyamaran

tentang perjudian ilegal.

Aku menemukan itu saat melakukan pengeditan.

Kamu seharusnya senang juniorku tidak mengenalimu.

Jika ini ditayangkan, kamu akan...

Sial.

Mau kutayangkan acara tentang polisi yang kecanduan perjudian ilegal

atau tetap pada berita awalku tentang kasus Sasana Tinju?

Putuskan dan beri tahu aku.

Nona Choi!

Sungguh menakutkan. Kamu seperti lintah.

Dari semua kasus, kenapa kamu tertarik pada ini?

Dia adik Song Soo Jung.

Sulit dipercaya, bukan?

Kedua saudara sekarat seperti itu.

Aku ingin pembunuhnya tertangkap demi ibu mereka.

Begitukah?

Apa rasa kasihanmu adalah satu-satunya motivasimu?

Bukan hanya karena kasihan,

tapi tanggung jawab.

Tanggung jawab?

Semalam, antara tengah malam dan pukul 1 malam,

Byun Soon Young dibunuh.

Di sini?

Berita menyebutkan soal selokan.

Dia pulang membawa makanan yang tidak dimakan oleh pembeli

untuk diberikan kepada putrinya.

Aku menemukan kantung plastik di sini.

Di sinilah dia dibunuh.

Aku juga menemukan jejak kaki.

Jejak kaki?

- Apa itu... - Jangan menginjaknya.

Apa itu petunjuk?

Dia bukan pelaku biasa.

Sol sepatunya sudah dihapus.

Kita tidak bisa menemukan bukti apa pun dari itu.

Bagaimana jasadnya bisa ada di selokan?

Dia berlari ke arah itu setelah diserang?

Periksa ini.

Lihat bekas goresannya?

Dia dibunuh di sini,

lalu ditarik sejauh 100 meter.

Menuju selokan.

Kenapa?

Entahlah.

Kenapa dia repot-repot seperti ini?

"Aku mencintaimu"

- "Aku mencintaimu" - "Aku mencintaimu"

- "Aku memang tidak layak untukmu" - "Aku memang tidak layak untukmu"

"Kita semua lelah selagi menjalani hidup"

"Tapi aku akan menjadi bahu untuk kamu bersandar"

- "Terima kasih" - "Terima kasih"

Di mana Chi Kook?

Dia tidak bisa datang karena harus membantu mengurus dokumen.

"Mari kita nyanyikan lagu cinta ini bersama"

- "Mari kita nyanyikan bersama" - Ba Reum, giliranmu.

Kamu bercanda?

Para penonton tidak senang. Mari lanjutkan ke yang berikutnya.

Aku agak berkeringat karena gugup.

- Hentikan. - Kamu payah sekali.

Ada lubang di ketiakku.

Aku harus menjahitnya dengan benang dan jarum ini.

Lubangnya besar.

Tunggu sebentar. Aku agak lapar.

- Kamu punya makanan? - Tidak, Pak.

Kalau begitu, aku harus memakan benang ini.

- Omong kosong. - Apa yang dia lakukan?

- Benar-benar hilang. - Hilang.

Aku sudah kenyang dan akan kembali ke...

Tunggu. Maaf. Ini keluar...

- Dia berusaha keras. - Yang benar saja.

Astaga. Ini dia.

Yang itu bagus.

Itu patut disaksikan.

Bagus.

"Dilarang Melintas"

Duduklah.

Apa?

Astaga.

Ayo.

Apa yang kamu lakukan?

Beginilah kondisi jasadnya saat ditemukan.

Ini memalukan. Aku seolah mengumpat.

Lihat ke mana jari itu menunjuk.

Gedung itu. Terlihat seperti gereja.

Salib.

Pelaku memakai jari tengah untuk mengumpat pada salib itu.

Cincinnya hilang.

Mungkin jarinya patah saat mencoba melepas cincinnya.

Ikuti aku.

"Pertunjukan Sulap Penjara Moojin"

Saatnya untuk sorotan hari ini. Pesulap terkenal di dunia,

David Copperfield, akan terkejut melihat ini.

Aku akan memperkenalkan trik sulap terbaik

yang pernah kalian lihat.

Ada yang mau menjadi sukarelawan?

Aku. Biar aku saja.

Baiklah.

Apa tidak apa-apa memborgolmu?

- Kenapa kamu melakukan itu? - Maafkan aku.

Baiklah. Ini.

Baiklah.

Pria ini akan menghilang tanpa jejak.

Baiklah.

Mari kita lihat.

Ini dia.

Sungguh?

- Sulap macam apa itu? - Payah sekali.

- Kenapa dia masih di sini? - Bukan ini.

Mari kita coba sekali lagi.

Baiklah. Kali ini, dia benar-benar akan hilang.

Aku akan membukanya sekarang.

- Satu, dua, tiga. Ini dia. - Ini dia.

- Apa itu? - Apa yang terjadi?

- Apa itu? - Astaga.

Ada apa dengannya?

Berdiri di belakangku dan lihatlah.

Saat kami tiba di sini,

lengannya diikat di belakang seperti ini.

Jarinya juga menunjuk ke atas.

Tapi jasadnya terbakar.

Dia terbakar parah, tapi jarinya tetap menunjuk ke atas.

Artinya tulang jarinya sudah patah.

Selain itu, Song Soo Ho bahkan tidak memakai cincin.

Pelaku sengaja mematahkan jarinya.

Lihat ini.

Goresan di bawah abu.

Artinya dia memindahkan kursi sebelum membakar korban.

Jendela itu terbuka saat kami tiba di sini.

Menurut orang-orang yang berolahraga di sini,

mereka tidak pernah membuka jendela itu karena rusak.

Maksudmu pelakunya membukanya?

Sekarang kembali ke sini dan lihat ke mana jari itu menunjuk.

Salib.

Benar sekali. Pelaku membuka jendela

dan memindahkan kursi ke tempat salib terlihat

agar dia bisa memberikan jari itu.

Lalu dia membakar jasad Song Soo Ho.

Seolah dia ingin salib itu melihatnya.

Kedua kasus itu memiliki kesamaan lain.

Dia mengambil trofi.

Maksudmu cincin mainan yang diambil dari jari Byun Soon Young?

Putrinya membelikannya sebagai kado ulang tahunnya di toko alat tulis.

Tapi dia tidak mengambil apa pun dari Song Soo Ho.

Tidak ada apa pun di laporan kasus.

Kami melewatkan sesuatu.

Ada yang hilang dari sini. Cobalah mencarinya.

Bagaimana aku tahu?

Sesuatu yang berharga.

Mungkinkah sarung tangan tinju?

Song Soo Ho memakai sarung tangan itu

sampai dia meninggal.

Dia memakainya untuk bertanding.

Pada hari kakaknya, Song Soo Jung, membelikannya sarung tangan itu,

dia dibunuh oleh Head Hunter.

Sarung tangan itu memiliki kisah sedih.

Jadi, dia menghargainya seperti nyawanya sendiri.

Fakta bahwa pelaku mengambil trofi,

artinya kedua kasus ini dilakukan oleh psikopat berbahaya.

Orang seperti ini menganggap pembunuhan sebagai perburuan.

Dia mungkin sedang memburu seseorang sekarang.

- Apa yang terjadi? - Apa yang terjadi padanya?

Astaga.

Astaga, apa yang terjadi?

Chi Chi Kook!

Apa yang terjadi?

Tolong!

Opsir Na terluka parah. Silakan datang ke aula pertemuan.

Kurasa ada yang terluka. Kita bertemu nanti.

Apa yang terjadi?

Tolong!

- Apa dia mati? - Berikan itu.

Nyalakan lampunya!

- Nyalakan lampunya! - Kita butuh dokter.

- Aku sudah memanggil dokter. - Bernapaslah, Chi Kook.

- Chi Kook. - Tolong!

Bangun!

Berikan benang dan jarum. Kamu memakainya untuk trik sulapmu.

Itu dia. Head Hunter.

Jangan sentuh dia! Pergi! Menjauhlah darinya!

Kenapa dokter belum datang? Suruh dia datang sekarang juga!

- Di sini! - Cepat!

- Ayo! - Cepat!

Permisi.

Kurasa kita harus membawanya ke rumah sakit besar.

Pendarahan otaknya terlalu parah.

Jika tidak diobati sekarang, dia akan mati.

Aku bukan dokter otak. Aku tidak tahu harus bagaimana.

Maksudmu kita membiarkannya mengobati temanku?

Sayang sekali. Kupikir aku bisa melakukan keahlianku.

Bantu dia.

Pastor.

Pastor, kamu tidak tahu siapa dia?

Mari memercayainya.

Sekarang hanya dia

yang bisa menyelamatkan Chi Kook.

Balik badannya.

Atas nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Biar kuluruskan.

Seorang psikopat

yang membenci Tuhan, agama, atau salib

memburu Song Soo Ho dan Byun Soon Young tanpa alasan?

Tidak.

Ada motif jelas untuk membunuh Song Soo Ho.

Motif?

Song Soo Ho dibakar sampai mati,

tapi menurut autopsi, tengkorak,

tulang iga, pahanya... sekujur tubuhnya.

Dia dipukuli dengan parah sebelum meninggal.

Bedebah itu memukulnya di bagian tubuhnya yang paling menyakitkan.

Cukup parah untuk mematahkan seluruh tulang rawannya.

Pasti sangat menyiksa.

Kumohon...

- Mungkin sangat menyakitkan - Bunuh aku.

hingga dia memohon untuk dibunuh.

Tapi bedebah itu tidak mengabulkan keinginannya.

Dia menyaksikan saat dia menderita

sampai dia mati.

Motif pembunuhan Song Soo Ho adalah balas dendam.

Penuh dengan rasa marah.

Balas dendam? Kamu punya bukti?

Aku menemukan bukti yang meyakinkan.

"Alkitab"

Hasil lab menunjukkan,

itu liur yang bercampur dengan darah Song Soo Ho.

Seolah itu berasal dari mulutnya.

Benar. Dia meletakkannya di pangkuan Song Soo Ho.

Menurutmu kenapa dia melakukan itu?

Untuk menunjukkan kepadanya ayat Alkitab itu.

Dia mungkin membuatnya membacanya sendiri.

"Mata dibalas mata..."

Cepat.

Pada hitungan ketiga.

Jari telunjuk kanan.

Apa itu jari yang terpotong?

Jari tengah kiri.

Hanya satu jari.

Ada dua jari yang dipotong. Cari yang satunya.

Aku akan mencarinya.

Setelah membunuh Song Soo Ho, dia mengembalikan Alkitab

di sini.

Dia tidak salah menaruhnya secara terbalik.

Dia ingin itu ditemukan,

atau dia bersenang-senang, melihat kita menemukannya atau tidak.

"Patah tulang dibalas patah tulang."

"Gigi dibalas gigi."

Artinya pembunuh memperlakukan Song Soo Ho

sesuai perbuatan Song Soo Ho.

Apa Song Soo Ho membakar orang yang dikenal pembunuh?

Entahlah.

Semua orang bilang Song Soo Ho tidak mungkin menyakiti lalat.

Kamu tidak pernah tahu perasaan orang.

Kamu sudah menemukan putra Han Seo Joon?

Apa?

Permintaanku.

Begini...

Aku melapor pada manajerku dan dia melarangku menampilkannya.

Baiklah. Aku akan tetap mencari.

Apa yang akan kamu lakukan jika menemukannya?

Kamu akan mengganggunya, menggantikan Han Seo Joon?

Aku mengerti perasaanmu, tapi haruskah kamu mencari putranya juga?

Apa salah putranya?

Apa salah putranya?

Apa salahku?

Setidaknya ayahnya pembunuh.

Ibu dan ayahku orang baik yang tidak butuh hukum.

Maksudku...

Aku juga akan membuat putranya menanggungnya.

Kenangan mengerikan yang kubawa seumur hidupku.

Aku juga akan membuatnya menanggungnya.

Itu baru adil.

Hanya itu cara yang tepat, balasan setimpal.

- Detektif Ko. - Apa?

Aku tahu kamu bilang begitu,

tapi kamu pasti sudah menemukannya jika mencobanya.

Kamu sengaja tidak mencari.

Jika kamu membunuh Han Seo Joon di depan putranya,

Ko Moo Chi yang baru akan tercipta.

Kamu akan melakukan itu?

Ya, akan kulakukan.

Aku penasaran

bagaimana keadaan dan hidupnya.

Kenapa kamu menyelamatkanku?

Aku kehilangan semua bayiku. Kenapa kamu menyelamatkanku?

Soo Ho...

Soo Ho...

Jika kamu ingin mati, gores lebih dalam di sini.

Gores setidaknya 2 cm. Maka, kamu tidak akan gagal.

Atau potong arteri.

Kamu bisa menggores lenganmu.

Dengan begitu, kamu pasti akan mati.

Dokter.

Itu agak...

Bagaimana bisa seorang dokter mengatakan itu?

- Hentikan, Dong Koo. - Lepaskan!

Minta maaf padanya, Berengsek.

Kenapa aku harus minta maaf?

- Kenapa kamu... - Hentikan.

Tidak. Jangan lakukan itu.

Jangan lakukan itu.

Jika kita tidak di rumah sakit...

- Soo Ho... - Maafkan aku.

Soo Ho anakku...

Siapa pasien berikutnya?

- Di sini. - Anakku.

Permisi.

Aku tidak tahu apa yang terjadi,

tapi aku yakin dokter itu hanya sangat kesal.

Aku yakin itu hanya caranya agar kamu kuat

dan bertahan.

Permisi! Aku mendapatkan jari Na Chi Kook.

- Siapkan operasi. - Baik.

- Hubungi Bedah Saraf... - Di mana kamu menemukannya?

Di sudut belakang panggung.

Terima kasih.

Walinya harus menandatangani formulir persetujuan operasi.

Aku menandatanganinya karena mereka datang dari luar kota.

Dokter. Operasi dokter Park akan berlangsung 30 menit lebih lama.

Apa yang harus kita lakukan?

Kita akan terlambat.

Dokter Sung!

Ya?

Kami akan membawanya untuk dioperasi.

Bantu dia sampai ahli bedah saraf tiba.

Aku akan bersiap.

Tunggu. Apa tidak ada dokter lain?

Dia punya banyak pengalaman. Jangan khawatir.

Dia berani dan teliti.

Dia sangat memahami anatomi manusia.

Tempat dia harus menikam agar langsung mati

atau membuat mereka mati perlahan.

Dia seperti belajar anatomi.

Pisau bedah.

Dia ahli memakai pisau.

"Sung Yo Han"

"Dokter Bedah Termuda Sung Yo Han"

Bagaimana keadaan Chi Kook?

Operasinya berjalan lancar,

tapi kondisinya sangat parah saat datang. Kita harus menunggu.

Dia langsung ditangani dengan baik.

Siapa dokter penjara itu?

Begini... Seorang tahanan berprofesi dokter kebetulan ada di TKP.

Han Seo Joon.

Han Seo Joon? Han Seo Joon...

Head Hunter?

Ya.

Dia ada di sana?

- Dia beruntung. - Astaga.

"Pasien, Na Chi Kook"

Mereka menangkap pelakunya.

Benarkah? Siapa itu? Siapa pelakunya?

Dia salah satu tahanan yang mengikuti Han Seo Joon.

Dia mengaku melakukannya untuk memberi Chi Kook pelajaran

karena tidak menghormati Head Hunter.

Kami memeriksa apa Han Seo Joon yang memerintahkannya.

- Kamu ada kelas apa malam ini? - Bahasa Inggris.

Aku lapar. Ayo makan.

Keluarlah. Sebentar lagi hujan.

Cepatlah datang.

Kenapa kamu tidak menjawab?

Aku harus menyeberanginya sendiri.

Kumohon. Tidak, jangan!

- Apa... - Matilah!

- Bu, ini aku. - Matilah, Berengsek!

Ini aku, Opsir Jung.

Opsir Jung. Bu, ini aku.

Astaga. Opsir Jung, kenapa kamu kemari?

Anakku yang manis. Astaga.

Sadarlah.

Anakku yang malang.

- Anak anjing... - Apa?

Anak anjing...

Benar. Aku sudah mengusirnya.

Tidak apa-apa.

Kamu baik-baik saja.

Kamu baik-baik saja sekarang. Nenek minta maaf.

Maafkan aku.

Bu?

Kenapa...

Maafkan aku. Aku memanggil, tapi dia tidak mendengarku.

Aku tidak tahu itu kamu.

Pakaianmu yang penuh darah

membuatku memikirkan hal buruk.

Kamu tidak terluka, bukan?

Ya, aku baik-baik saja.

Perasaanmu pasti kacau.

Temanmu akan segera sembuh.

Jangan terlalu sedih.

Baik.

Kalau begitu, selamat malam. Aku akan pergi.

Bagaimana kamu bisa pergi dengan penampilan seperti itu?

- Mandilah di rumahku. - Tidak perlu.

Aku bisa mandi di rumah.

Kamu tidak boleh pergi dengan penampilan seperti itu.

Bagaimana jika kamu bertemu para wanita tua di lingkungan ini?

Kamu akan membuat mereka terkejut.

- Masuklah. - Tapi...

- Tidak perlu, Bu. - Masuk dan mandilah.

- Tapi... - Ayolah.

- Bu, kumohon. - Biar kucucikan untukmu.

Astaga. Bu, biar aku saja.

Ini.

Ini tampak lezat. Terima kasih.

Makanlah.

Berapa kali harus kukatakan

bahwa aku membuat kimchi di rumah Dong Gu?

Nenek mungkin menikmati daging yang disajikan.

Haruskah kamu mengatakannya seperti itu?

Terserah. Tidak ada salahnya aku tetap di sana

untuk menikmati daging.

Sendirian? Aku juga suka daging rebus!

Ada apa? Kamu hampir tidak makan.

Apa karena temanmu?

Justru karena itu kamu harus makan.

Maka, temanmu akan cepat sembuh.

Makanlah telur dadar gulung ini.

Aku membuatnya khusus untukmu

dengan keju ekstra.

Aku tidak terlalu menyukainya.

Astaga. Aku suka kamu menikmati makanan yang kamu makan.

Apa masalahnya jika kita menikmati semua makanan?

Begitu rupanya.

Kamu terluka?

Kulitmu lecet. Pasti perih.

Nanti bisa infeksi.

Lepaskan! Cederaku bukan urusanmu!

- Aku sudah selesai makan. - Bong Yi.

Dasar bodoh. Kamu tidak mau makan lagi?

- Aku sudah selesai! - Sulit dipercaya.

Kamu benar-benar pembuat onar.

Kamu harus kelaparan selama berhari-hari

untuk benar-benar menghargai...

Jadi...

Begini.

Dia tidak seperti itu. Dia mungkin bersikap seperti itu,

- tapi memiliki hati yang besar. - Tentu saja.

- Makanlah. - Benar.

Kamu tahu,

itu hanya karena dia pemalu.

Dia menjadi pemalu.

Malu? Kenapa?

Sulit dipercaya. Pria yang dia sukai duduk tepat di depannya.

Lalu kamu memegang tanganmu.

Bagaimana bisa dia tidak tersipu?

Bu, kumohon. Tampaknya bukan begitu.

Tunggu.

Kamu sudah memikirkan perkataanku?

Bu,

aku bisa ditangkap karena itu.

Berhentilah bercanda.

Para lansia di lingkungan ini salah paham tentang kami.

- Ini bukan lelucon. - Ayolah.

Pikirkan usia Bong Yi.

Usianya baru 18 tahun!

Kenapa kamu mengurangi satu tahun usianya?

Usianya 19 tahun sekarang.

Selain itu, dia mungkin tampak

kurus tanpa lekuk tubuh,

tapi dia punya kelebihan.

- Maksudmu dia pintar? - Bukan!

Kamu tahu, kelebihan.

Dia punya lekukan tubuh.

Lekuk tubuhnya seperti jam pasir.

Terima kasih atas makanannya. Aku akan pergi sekarang.

Aku sungguh harus pergi.

- Ini. - Terima kasih, biar kuambil.

Asal kamu tahu, ini bukan lelucon.

Pikirkan perkataanku baik-baik.

Tentu.

Baik, anggap saja dia membunuh Song Soo Ho karena dendam.

Bagaimana dengan Byun Soon Young?

Tampaknya tidak ada emosi di balik pembunuhannya.

Tampak tanpa tujuan.

Sama seperti Head Hunter, pembunuh ini juga psikopat.

Dia dikendalikan nalurinya.

Psikopat.

"Psikopat"

"Daniel Lee yang Mengidentifikasi Gen Psikopat"

Daniel Lee?

"Daniel Lee Tidak Menerima Hadiah Nobel"

"Perjalanan Daniel Lee Menjadi Nominasi"

"Untuk Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran."

"Daftar 24 kandidat diumumkan."

Edmund Kemper menembak kepala kakek dan neneknya,

lalu mengirisnya dengan pisau.

Ingin tahu bagaimana rasanya menembak neneknya

adalah alasan dia membunuhnya.

Pembunuhan pertamanya memancing naluri pembunuhnya.

Kesadaran seorang psikopat

ada dalam di tingkat bawah sadar

dan aktif saat dipancing.

Pembunuhnya, entah kenapa,

membunuh pelatih di sasana tinju

karena dendam pribadi.

Itu memicu pembunuh di dalam dirinya

yang menyebabkan pembunuhan tanpa alasan pegawai bar.

Periode tenangnya akan makin singkat

dan pembunuhannya akan menjadi lebih berani.

Sepertinya dia baru saja memulai.

Bahkan bisa ada lebih banyak korban

daripada yang baru-baru ini kami temukan.

Apa ini?

Semalam, di lokasi pembangunan di Guoh-dong,

ditemukan jasad gelandangan berusia 50-an

dan polisi sedang menyelidiki kasusnya.

Jasadnya sudah membusuk cukup lama

dan polisi memperkirakan waktu kematiannya 15 hari lalu.

Sebelum terlambat, kami harus menyelidiki kasus ini

dengan kemungkinan ini pembunuhan berantai.

Pembunuhan ini tidak akan berhenti.

Jika pembunuhnya benar-benar psikopat,

bahkan saat ini,

dia akan berburu korban berikutnya.

Hari ini kondisiku tidak prima.

Itu sebabnya aku akan memilih mangsa yang mudah.

Seseorang bertubuh mungil

yang jelas tidak begitu kuat.

Sungguh ideal.

Untuk mengatakan, pembunuh pelatih di sasana tinju

dan pembunuh pegawai bar adalah orang yang sama

masih terlalu jauh.

Namun,

bagaimana jika pelaku yang membunuh pelatih di sasana tinju

juga membunuh wanita yang ditemukan di selokan?

Bagaimana jika pelakunya benar-benar psikopat?

Maka, kita harus menghentikannya untuk mencegah orang tidak bersalah

dibunuh.

Zodiac, pembunuh berantai abad ini,

menulis ini di surat terakhir yang dia kirim

kepada stasiun penyiaran.

"Tolong bantu aku."

"Aku tidak bisa menahan diri."

Jika pelaku ini juga psikopat sepertinya,

dia mungkin sangat membutuhkan bantuan kita.

"Sherlock Hong Ju"

Kerja bagus, semuanya.

- Kerja bagus. - Kerja bagus.

Ayo.

Zorro, kamu mau ke mana?

Zorro, kembali ke sini.

Kamu pergi ke mana?

Kurasa Opsir Jung tidak cocok untuk pekerjaan ini.

Aku setuju.

Menurutmu kucing ini dibunuh oleh orang yang sama?

Giginya hilang.

Kamu benar. Sepertinya sudah lama sejak dia mati.

Tapi ini tidak sesering sebelumnya, bukan?

Mungkin dia sudah pindah.

- Opsir Jung. - Ya?

Kamu mual karena kucing mati.

Kamu tidak akan sanggup jika melihat mayat.

Maafkan aku. Aku akan berusaha lebih keras.

Kamu tidak bisa mengerjakan hal seperti ini.

Jika pergi ke kantor,

kamu akan melihat sisa poster di lemari.

Aku ingin kamu memasang semuanya di sekitar lingkungan ini.

Lihat betapa lambatnya dia.

- Cepat! - Baik.

Pada tanggal 13 bulan lalu, seorang wanita dilaporkan hilang

setelah menghilang saat dia berjalan-jalan.

Namun, dia ditemukan tewas...

Astaga.

Sebaiknya kamu tidak pulang sampai larut.

Bagaimana bisa? Aku siswa senior di SMA.

Astaga, hentikan omong kosong ini.

Makan dan mandilah. Kita akan terlambat ke misa.

Ini hari terakhir Pastor Ko di gereja kita.

Kudengar dia akan pergi ke gereja di Yirye-dong.

Aku sibuk. Aku akan ke perpustakaan dengan teman nanti.

Astaga.

Orang mungkin berpikir kamu selalu dapat nilai tertinggi di sekolah.

Astaga, bagaimana jika nilaiku memang tertinggi?

Nenek tidak mampu menguliahkanku.

Begitu rupanya. Kamu selalu mendapatkan nilai terendah,

jadi, aku tidak perlu membayar biaya kuliahmu?

Astaga, cucu yang pengertian.

Aku tidak akan menyuruhmu belajar, Berandal.

Pastikan saja kamu lulus.

Tolong pikirkan cara untuk menikahi Opsir Jung.

Jangan mudah marah setiap kali kamu ada di dekatnya.

Nenek, aku muak mendengar Nenek selalu membicarakannya.

Nenek tahu dia jauh lebih tua dariku?

- Apa? - Jangan paksa menikahi pria tua.

"Pria tua"? Ada apa denganmu?

Usianya baru 20-an.

- Artinya dia sudah tua. - Astaga.

Jujur saja. Dia pria terbaik di luar sana.

Dia sangat manis.

Dia sangat tampan.

Manis apanya.

Dia tampak sangat lemah.

Tidak butuh banyak tenaga untuk melawan pria sepertinya.

Aku bisa mengalahkannya dengan sisi tanganku.

Dasar anak nakal. Hanya itu yang kamu pikirkan?

Kamu bisa mencari di mana-mana.

Kamu tidak akan pernah menemukan pria seperti dia.

Dia baik, tampan, dan sopan.

Kali terakhir, dia bahkan memenangkan

penghargaan warga negara.

Saat aku pingsan ketika mengumpulkan kertas bekas,

dia tiba-tiba muncul,

menggendongku dan mulai berlari kencang.

Jika bukan karena dia,

aku pasti sudah mati.

Kenapa dia berlari kencang?

Dia bisa menelepon ambulans.

Jika bodoh, orang akan membuat tubuhnya lelah.

Berandal jahat.

Anjing bisa makan dengan tenang. Jangan pukul aku saat makan!

Anjing setidaknya mengibaskan ekor mereka

dan menunjukkan betapa mereka peduli.

Dia tidak pernah berhenti membicarakan Opsir Jung.

"Polisi"

Eo Bong Yi. Hei, Eo Bong Yi.

Eo Bong Yi. Tunggu.

Ucapkan namaku dengan benar.

Jika tidak, kubuat tali lompat dengan lidahmu itu.

Bukan Eo Bong Yi. Oh Bong Yi.

Baiklah. Tunjukkan ini kepada teman-teman sekolahmu.

Jika ada saksi, suruh mereka menelepon polisi.

Kalian masih belum menangkap pelakunya?

Kami membayar pajak agar kalian bisa digaji,

tapi kalian selalu malas.

Aku tidak percaya kalian masih belum menemukan

psikopat yang membunuh kucing dan mencabut gigi mereka.

Sudah berbulan-bulan.

Karena tidak ada saksi.

Ambil ini.

"Farmasi Sarang"

Lukamu akan infeksi jika tidak diobati.

Urus masalahmu sendiri.

Hei...

Bu.

Hei, ini cucu menantuku.

Kamu datang untuk menemuiku?

Ya, naiklah. Aku akan mengantarmu ke gereja.

Tapi kurasa aku tidak akan bisa pergi ke misa hari ini.

Aku harus menjenguk Chi Kook setelah mengantarmu.

Pastor Ko akan kecewa.

Dia sangat menyayangimu.

Bu, kamu terluka?

Apa? Tidak, aku baik-baik saja.

Kakiku terasa agak mati rasa.

- Astaga. - Astaga.

Coba kulihat.

Bu, ini...

Apa yang terjadi?

Kamu terjatuh dalam perjalanan untuk menjemput Bong Yi, bukan?

Itukah alasanmu terlambat?

- Begini... - Bong Yi mengira kamu terlambat

karena kamu sibuk makan daging.

Astaga, jangan beri tahu dia soal ini.

Jika tahu aku terluka, dia akan cemas.

Mengerti?

Astaga. Bu, coba gerakkan pergelangan kakimu.

Kamu bisa menggerakkannya?

Tidak, sakit.

Baiklah, kamu boleh berhenti.

Tulangmu tampak baik-baik saja.

Ligamenmu hanya robek.

Kamu juga terluka di sini.

Jika kamu tidak mengobati lukamu, itu akan terinfeksi.

Astaga, ini sangat menyedihkan.

Ini akan sakit.

Bukankah ini manis?

Ini Goat Man. Karakter ini keren.

Anak-anak menyukainya.

Dengan plester ini,

kamu akan menjadi pencinta mode di lingkungan ini.

Apa?

Kambing ini akan menjadikanku apa?

Mode apa?

Mulai sekarang, aku akan pergi.

Apa? Ke mana?

Aku akan menjemput Bong Yi setiap kali hujan.

Jadi, kamu di rumah saja.

Astaga, itu tidak masuk akal.

Aku tidak bisa membuatmu melakukan itu.

Kamu cukup sibuk bekerja untuk pemerintah.

Astaga, jangan berpikir begitu.

Tugasku adalah menjaga warga.

Bong Yi dan kamu adalah warga.

Benarkah?

Kalau begitu, maukah kamu melakukan itu untukku

sampai kakiku membaik?

Tentu.

Tapi kenapa Bong Yi tidak bisa menyeberangi jembatan saat hujan?

Apa? Begini...

Karena...

Tidak seperti penampilannya,

dia sangat mudah takut.

Jadi, setiap kali hujan,

dia takut akan jatuh ke sungai.

Dia ketakutan.

Apa? Astaga.

Omong-omong, Bong Yi...

- Anak anjing... - Apa?

Kurasa aku mendengarnya mengatakan sesuatu tentang anak anjing.

Kenapa dia tiba-tiba membicarakan anak anjing?

Karena...

Saat masih kecil,

dia punya anak anjing.

Tapi akhirnya dia kehilangan anjing itu dan mencarinya.

Astaga, kita akan terlambat.

- Baiklah. Ayo. - Baiklah.

Kamu sama saja.

Bagaimana bisa kamu memintanya diselamatkan?

Lepaskan dia. Jangan melampiaskannya kepada Pastor Ko.

Kenapa kamu tampil di televisi dan bilang memaafkannya?

Memangnya kamu siapa?

- Pastor baik-baik saja? - Ya.

Tolong hibur dia.

Apa? Memaafkan dia? Yang benar saja.

Dasar sampah.

Kamu percaya Tuhan?

Bong Yi. Lama tidak bertemu.

Kamu percaya Tuhan?

Tentu saja.

Saat hati kita berada di dalam-Nya,

Dia mendengarkan doa kita.

Saat kita menghadapi cobaan

dan penderitaan, Dia menyelamatkan kita.

Itu tidak benar. Dia tidak menyelamatkan kita.

Karena itulah aku tidak tahan dengan Tuhan

yang kamu percayai.

Di mana?

Apa? Aku libur hari ini!

Apa?

"Tunai"

"Satu bulan sebelum pembebasan Kang Duk Soo"

Hei, Nak!

Kita akan bertemu lagi!

Dokter Sung Yo Han?

Ada yang ingin bertemu denganmu.

Sarung tangan Song Soo Ho.

Cincin Byun Soon Young.

Pria gelandangan itu kehilangan satu sepatu, bukan?

Kami sudah memeriksanya, dan itu miliknya.

Jam tangan siapa ini?

Tahanan 4440. Ada tamu.

Kamu ingin bertemu denganku?

Aku penasaran

sebesar apa putraku sekarang.

Tidak ada gereja atau salib.

Tidak ada tanda jasadnya dipindahkan.

Berhenti.

Dia menggambar salib di sini

dan memasukkan jarinya.

Bawa dia pergi.

"Benar!"

"Benar! Detektif Ko Moo Chi! Penalaran deduktif yang bagus!"

"Semoga kamu suka hadiahmu!"

Barang pribadi pemilik sasana yang baru-baru ini dibunuh,

pegawai wanita, dan pria gelandangan tidak dikenal

ditemukan di TKP.

Polisi menganggap ini sebagai pembunuhan berantai

dan akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Ibuku bilang,

ada anak lain yang memiliki gen monster.

Selain barang pribadi keempat korban,

mereka menemukan jam tangan pria.

Polisi menyimpulkan bahwa ada korban tambahan.

Aku selalu bertanya-tanya,

apa yang terjadi pada anak itu.

Apa dia menjadi predator sepertiku?

Atau dia menjadi orang biasa, tidak sepertiku?

"Mouse"

Semalam, aku... Bukan begitu. Jadi...

Kamu pikir aku melakukannya karena aku menyukaimu, bukan?

- Bong Yi! - Pasti berat

dengan pria dewasa di dalam.

Masuklah.

Aku? Baiklah.

Arloji Chi Kook ditemukan di TKP.

Apa? Jam tangan siapa?

Aku ingin belajar darimu. Izinkan aku bergabung dalam penyelidikan.

Bagaimana kamu tahu? Masih rahasia.

Detektif. Apa ini?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.