Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by Viu Ripped & Resynced by Kim Ji-rim
Awas!
Tidak!
Ibu.
Ayah.
Ada banyak cara untuk menyelamatkan orang tuaku.
Namun, keyakinan aroganku bahwa aku bisa mengubah nasibku
membuat orang tuaku terbunuh.
Ibu. Bisakah Ibu bolos kerja malam ini?
Kenapa? Apa ada masalah?
Aku mengambil cuti dari pekerjaan paruh waktuku.
- Bagaimana jika kita... - Kamu bisa libur sehari.
Namun, kami harus bekerja.
- Kami tidak pernah libur. - Benar.
Seharusnya aku memegang tangan orang tuaku dan mengomeli mereka.
Tidak, seharusnya aku membuat masalah,
jadi, mereka tidak masuk kerja.
Seharusnya aku tahu
pengemudi akan membelokkan setir pada saat itu.
Tidak, aku seharusnya mendorong orang tuaku
ke arah dalam jalan.
Apa aku akan menjadi yatim piatu lagi?
Hee Woo.
Hee Woo, kamu baik-baik saja?
- Hee Woo! - Hee Woo, di mana kamu?
Ibu. Ayah!
- Astaga. - Ayah.
- Kamu baik-baik saja? - Kamu terluka, Hee Woo?
Ibu baik-baik saja?
Ya. Kamu terluka?
Hei, kamu baik-baik saja?
Hei, cobalah bergerak. Angkat kakimu.
Kenapa mengkhawatirkanku padahal kalian yang terluka?
Ayolah, Ibu. Naiklah ke punggungku. Biar kuantar ke rumah sakit.
Tidak apa-apa. Ibu hanya sedikit terkejut.
Dasar bodoh. Apa ada pecahan kaca di kulitmu?
- Ayah yang terluka. - Apa?
- Ayah berdarah. - Benarkah?
Sial. Ayah memang terluka.
Bagaimana itu bisa terjadi?
"Episode 2"
Ibu, pastikan Ibu ke rumah sakit untuk berjaga-jaga.
Ibu baik-baik saja.
Omong-omong, bagaimana pengemudinya?
Benar. Pengemudinya pasti terluka parah.
Tunggu di sini. Aku akan memeriksanya.
Baiklah.
- Kamu baik-baik saja? - Ya, hanya beberapa goresan kecil.
Akhirnya, aku bisa bertemu
dengan pengemudi tabrak lari yang membunuh orang tuaku dahulu.
Apa? Sopirnya tewas? Kamu yakin?
- Ya, Pak. - Ada yang tidak biasa?
Kurasa pengemudinya mabuk.
- Mabuk? - Ya.
Aku bisa mencium bau alkohol.
Astaga.
Halo, Pak.
Apa yang terjadi?
Masalahnya...
Sial.
Kim Jin Woo?
Sedang apa dia di sini?
Permisi. Mau lewat.
Aku mencium bau alkohol.
Itu... Apa itu Cho Hyun Seok?
Aku akhirnya memecahkan potongan terakhir teka-tekinya.
Putra Cho Tae Sub, Cho Hyun Seok.
Senang bertemu denganmu.
"Anggota Dewan Cho Hyun Seok"
Pak Kim Hee Woo?
Aku sudah memeriksa latar belakangmu.
Kamu kehilangan kedua orang tuamu dalam kecelakaan tabrak lari.
Nilaimu buruk di sekolah, tapi kamu berhasil masuk
sekolah hukum Universitas Hankuk dalam percobaan ketiga.
Lalu kamu punya karier MMA kecil,
dan kamu bahkan lulus ujian advokat.
Selain itu, kamu tampan.
Kamu menawan.
Kamu tidak perlu setampan ini.
Kamu hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Omong-omong, kamu punya semua
untuk menjadi bintang politik berikutnya.
Ayahku, Anggota Dewan Cho Tae Sub, akan memberimu dukungan.
Ambil saja langkah pertama.
Sisanya akan diurus untukmu.
Bedebah tidak tahu malu itu.
Dia sudah tahu segalanya tentangku.
Memanipulasi laporan kasus dan menutupi kebenaran.
Kekuasaan Cho Tae Sub yang memungkinkannya.
Permisi. Kami butuh pernyataan saksi.
- Bisa ikut dengan kami? - Tentu.
Tunggu, Opsir.
Biar aku saja.
Aku ayahnya. Aku ada di TKP saat kecelakaan itu terjadi.
Seperti yang kalian lihat, aku salah satu korbannya.
Baiklah. Ikutlah dengan kami.
- Lewat sini. - Baiklah.
Ayah akan baik-baik saja?
Ya, ayah baik-baik saja. Pulanglah dengan Ibu dan istirahat.
Baiklah.
Ayo.
Takdir telah berubah.
Aku berhasil melindungi orang tuaku,
sementara Cho Tae Sub kehilangan putranya.
Ini akan mengubahnya
menjadi orang gila yang bahkan lebih kejam.
Aku tahu
karena itu yang terjadi kepadaku
saat aku kehilangan orang tuaku.
"Again My Life"
Terima kasih untuk semuanya, Pak Kim.
Aku hanya melakukan yang seharusnya, Pak.
Berkat kamu,
aku bisa melindungi kehormatan putraku.
Aku sudah menyuruh semua orang
merahasiakan kecelakaan itu,
jadi, jangan khawatir, Pak.
Terima kasih.
Anda pasti sangat sedih. Aku turut berduka cita, Pak.
Seperti kata orang, waktu menyembuhkan semua luka.
Apa yang bisa kulakukan? Itu tidak bisa dibatalkan.
Akan kupastikan
untuk membalas semua bantuanmu.
Kamu akan segera mendengar kabar baik.
Terima kasih, Pak.
Hanya sampai hari ini...
Ya. Aku akan mengingat dan berduka sampai hari ini saja,
lalu merelakan dia.
Besok adalah hari yang baru. Aku harus menenangkan diri
dan fokus bekerja untuk rakyat.
- Ini. - Terima kasih.
Terima kasih untuk semuanya.
Tadi aku makan jjajangmyeon. Kenapa aku lapar lagi?
Jangan terus makan, Rakus.
Hei, beri aku rokok.
Beli sendiri, ya?
Tidak ada yang punya?
- Beri aku satu. Belilah. - Di mana pemantikku?
- Baiklah. Aku yang bayar. - Bagus!
- Aku juga mau susu cokelat! - Aku mau keripik!
Halo.
Aku butuh sebungkus.
Kudengar kamu belajar.
Untuk apa? Kamu mau kuliah?
Sial.
Hei.
Dasar kecoak kecil. Beraninya kamu mengadukanku kepada guru?
Apa yang akan kamu lakukan? Ayahmu pekerja pabrik,
dan ayahku kepala polisi.
Hidup ini tidak adil, ya?
Kasihan kamu!
Dasar bodoh. Apa kamu tuli?
Kenapa tatapanmu seperti itu?
Apa? Kamu mau memukulku?
Astaga. Kamu tukang mengeluh.
Biarkan. Ayo.
Belajarlah dengan giat, Hee Woo. Kuharap kamu masuk kuliah
dan menjadi orang penting.
Orang penting apanya?
Keluar. Semua orang menunggu.
Hei, kamu... Jangan berani menatapku seperti itu.
Sekali pesuruh, tetaplah pesuruh.
Kamu tidak bisa memelototiku hanya karena sudah lulus.
Pecundang.
Semangat.
Yang benar saja...
Lupakan saja.
Kim Hee Woo, datanglah ke kantor pengajar.
Hei, Hee Woo. Masuklah.
Beri salam. Ini direktur akademi.
Halo.
Senang bertemu denganmu, Hee Woo.
Kudengar kamu mendapat nilai tertinggi dalam ujian percobaan.
- Apa? - Selamat.
Astaga, ini belum pernah terjadi dalam sejarah akademi.
Salah satu murid tingkat terendah
mengalahkan kelas Universitas Hankuk dan meraih nilai tertinggi!
Kami memindahkanmu ke kelas Universitas Hankuk.
Baiklah.
Kudengar kamu orangnya.
Kim Kyu Ri?
Orang dengan nilai tertinggi.
Itu. Ya.
Apa rahasiamu?
Bagaimana kamu melakukannya?
- Kenapa kamu tersenyum? - Bukan apa-apa.
- Bagaimanapun, selamat. - Terima kasih.
Meskipun itu tidak akan terjadi lagi.
Lain kali, aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku.
Kamu baik-baik saja?
Tiba-tiba sekali.
Cobalah makan dengan baik.
Jangan hidup dengan makan hal seperti itu.
Aku butuh sebungkus rokok.
Kamu tidak bisa membeli rokok dengan satu dolar.
- Kenapa kamu tersenyum? - Karena kamu tersenyum.
Astaga. Kudengar kamu sudah berubah. Itu benar.
Ayolah, Bung. Cepat. Aku tidak punya waktu.
Kamu punya waktu. Kamu tidak punya uang.
Lagi pula, kamu tidak bisa membeli rokok dengan satu dolar.
Dasar kamu.
- Apa? Kamu menghindar? - Tentu saja.
- Kenapa? - Kenapa tidak?
- Karena aku akan menghajarmu. - Coba saja semaumu, Bodoh.
Dasar kamu...
Hei, kenapa lama sekali?
Ada apa ini?
Lepaskan.
- Keluarlah. - Astaga.
Baiklah.
Astaga.
Hei, Kim Hee Woo. Kenapa kamu harus merelakan hidupmu di depanku?
Kenapa harus aku?
Haruskah kamu menjadikanku pembunuh?
Aku tidak akan mati. Jangan khawatir.
Lagi pula, meskipun ditangkap,
kalian akan dipenjara paling lama enam bulan atas kejahatan kecil.
Apa yang dia katakan?
Pecundang ini bicara apa?
Apa itu tadi?
Dasar kamu...
Lepaskan. Sudah kubilang lepaskan, Berengsek.
Tunggu. Lepaskan saja. Aku tidak apa-apa.
Dasar bedebah kecil. Beraninya kamu.
Berhenti! Jangan bergerak! Tunggu.
Berandal ini. Lepaskan. Kubilang, lepaskan!
Dia menggelitikku.
Tunggu.
Apa kamu orang mesum? Kenapa kamu menggelitikiku?
Bisakah kalian pergi saja?
Pergilah, ya?
Sial.
Kamu berani sekali. Beraninya anjing menggigit majikannya.
Kamu pikir tidak ada yang mengunggulimu setelah lulus?
Aku tidak menggigit siapa pun.
Aku menggelitiknya sedikit. Itu saja.
- Pecundang ini bicara apa? - Itu... Itu benar.
- Apa? - Berandal ini...
- Maksudku, dia... - Bodoh.
Kemarilah, Berengsek.
Hei... Bunuh dia!
Sial.
- Tangkap dia! - Dasar kamu...
Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menutup matamu?
Mau merasakan pukulanku?
Aku benar-benar akan membunuhmu.
Aku akan berhenti di sini.
Jika tidak, kamu akan mengompol.
- Kamu mau kuliah? - Ya.
Siapa nama ayahmu?
Kim Chan Sung.
Putra tersayang ayah akan kuliah?
Ya. Aku belajar dengan giat di akademi.
Lantas... Bagaimana dengan pekerjaan paruh waktumu?
- Aku akan tetap bekerja. - Lalu kapan kamu tidur?
Aku menjaga diriku dengan baik, jadi, kalian tidak perlu khawatir.
Lalu? Kamu ingin masuk kampus mana?
Sekolah hukum Universitas Hankuk.
Kamu mulai membuat ayah takut.
Apa salah kami kali ini?
Hee Woo, bisakah kita
membicarakan hal ini dengan serius?
Tentu.
Tentu saja, aku tahu kalian tidak akan memercayaiku.
Ini, lihatlah.
Apa ini? "Rapor"?
- Apa ini artinya nilaimu bagus? - Ya.
Aku dapat nilai tertinggi di akademi.
Kamu mendapat nilai tertinggi? Bagaimana bisa?
- Apa maksud Ibu? - Hei!
Jangan berani membohongi kami.
Kamu berbohong karena kami tidak tahu cara membaca rapor.
Sayang, tidak mungkin putra kita bisa mendapat nilai tertinggi.
Kamu menyontek saat ujian?
Ini kejahatan!
Tidak. Aku belajar sangat keras.
Percayalah kepadaku, Ayah.
Sayang, ayo adakan rapat keluarga.
Hanya kita berdua, tanpa Hee Woo.
Maksudku, dia anak kita. Bagaimana mungkin?
- Saat kami di sekolah... - Anggota Dewan Cho Tae Sub
mengumumkan bahwa dia akan mencalonkan diri
untuk Kursi Partai di konvensi partai mendatang.
Tadi, dia mengadakan
konferensi pers di kantor pusat Partai Minguk,
tempat dia mengumumkan pencalonannya sebagai Ketua Partai
dan menyatakan akan membangun Korea lebih baru dan lebih baik.
Tingkat ketidaksetaraan dan polarisasi yang melonjak...
Hidup berjalan seperti yang kuingat.
Semua kejadian di masa lalu terjadi lagi,
dan aku makin dekat dengan insiden yang ditakdirkan untuk kuhentikan
apa pun yang terjadi.
"Tiga bulan kemudian"
"Kelas Universitas Hankuk"
- Apa? - Kenapa lampunya padam?
- Aku tidak bisa melihat apa pun. - Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa hari ini?
Hari itu bergemuruh dan ada pemadaman listrik.
"Apotek"
Ada di sekitar sini.
Gang dekat apotek di sudut jalan dari akademi.
"Apotek"
"Apotek"
Kyu Ri!
Kamu sudah bangun. Kamu baik-baik saja?
Apa kamu membawaku ke sini?
Ya.
- Terima kasih. - Kamu harus menjaga dirimu.
Aku menghargai perhatianmu, tapi jangan ikut campur.
Jika kamu lelah, tidur saja.
Jangan minum obat seperti ini.
Bukannya aku belum tidur sama sekali.
Aku hanya meminum itu untuk mengurangi tidur.
Kenapa memaksakan diri untuk kurang tidur?
- Untuk belajar. - Untuk apa?
- Untuk masuk ke kampus bagus. - Lalu apa?
Akan kupikirkan saat tiba di sana.
Penting bagiku untuk tidak mengecewakan orang tuaku.
Memenuhi harapan orang tuamu di setiap kesempatan.
Itukah tujuan hidupmu?
Aku tidak pernah bilang melakukan ini untuk orang tuaku.
Memangnya bukan?
Aku hanya berterima kasih kepada mereka.
Benar. Kebanyakan orang berterima kasih kepada orang tua mereka.
Jadi, bersyukurlah. Hanya itu yang perlu kamu lakukan.
Apa maksudmu?
Bagi mereka, kamu anak mereka.
Bukan anak angkat.
Apa?
Bagaimana kamu tahu?
Kamu bersyukur mereka mengadopsimu,
jadi, kamu memaksakan diri untuk menjadi lebih baik,
yang merusak kesehatanmu. Menurutmu ini yang mereka inginkan?
Aku tahu kamu ingin membalas mereka, tapi ini salah.
Demi kebaikanmu, jangan lakukan ini.
Kamu benar.
Ini salah.
"Bangsal A, Kamar 303"
Di kehidupanku sebelumnya, Kyu Ri selalu menjadi murid terbaik.
- Jaga dirimu. - Sampai jumpa.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
- Kudengar Kyu Ri pingsan. - Ya.
Bahkan sebelumnya. Dia melewatkan CSAT karena pingsan.
Di mana dia pingsan?
Gang dekat apotek di pojok.
Sebenarnya aku baru saja kembali dari rumah sakit.
Mereka bilang dia komplikasi karena terlambat ditemukan.
Namun, kenapa dia pingsan?
Dia overdosis pil yang membuat seseorang terjaga.
Dia tidak mau makan dan terus minum obat
untuk tetap terjaga meskipun dia butuh tidur.
"'Kursus Singkat CSAT'"
"Aku bisa masuk ke sekolah hukum Universitas Hankuk. Semangat!"
"Kim Kyu Ri"
"Aku bisa masuk ke sekolah hukum Universitas Hankuk. Semangat!"
Aku dengar
Kyu Ri masuk ke sekolah hukum Hankuk tahun berikutnya,
tapi aku tidak pernah mendengar namanya di Universitas Hankuk
atau di bidang hukum.
Kenapa begitu?
Hari ini, takdirnya berubah karena aku.
Akan seperti apa masa depan Kyu Ri?
Hei, kamu tahu apa ini?
Apa itu?
Ini sangat populer belakangan ini.
Jika meminumnya, kamu akan langsung pingsan.
Benarkah? Itu bagus.
Han Mi membuatku kesal dengan jual mahal.
Masukkan ke minumannya dengan itu nanti.
Baiklah.
Han Mi bilang dia dalam perjalanan.
Pecundang Kim Hee Woo bekerja keras.
Santai saja.
Sampai jumpa, Hee Woo.
Astaga.
Mari kita temui Han Mi.
Astaga. Seksi.
Hei, turunkan sedikit lagi.
Kalian para bedebah punya niat buruk.
Apa bedebah itu sudah gila?
Lihat kepercayaan diri itu.
Pria
ditentukan
oleh sikapnya.
Sial.
Film ini belum keluar.
Aku terlalu terburu-buru.
Apa yang dia katakan?
Tamat riwayatmu.
Kurasa aku tidak punya pilihan
selain memberi kalian pelajaran hari ini.
Tutup mulutmu.
Tidak...
- Apa yang terjadi? - Kamu sudah bangun.
Aku bertanya apa yang terjadi!
Ini.
"Kepala Im Jung Woo"
"Kepala Im Jung Woo"
Kalian sadar sedang berada di mana?
Kalian berdua.
Aku bertanya kepada kalian.
Aku tidak peduli tempat apa ini, tapi aku bingung alasanku di sini.
Aku bertanya kepadamu
apa yang penjahat sepertimu lakukan di kantor kepala polisi
dan apa kamu tahu bagaimana kamu bisa berakhir di sini.
Kenapa aku penjahat?
Kamu melapor dan bilang seseorang meracuni minumanmu,
jadi, kami menyelidiki semuanya secara menyeluruh.
Untungnya, kami menemukan bungkus pil di tempat sampah.
Siapa pelakunya?
Apa yang kamu lakukan?
- Aku akan mencungkil bola matamu... - Diam!
Dia juga meracuni minuman putraku hanya untuk iseng.
Putraku meminumnya tanpa tahu itu diracuni,
jadi, dia bingung.
Kapasitas fisik dan mentalnya berkurang saat itu.
- Kapasitas mentalnya berkurang? - Lalu kamu menerobos masuk
dan mulai memukul putraku tanpa alasan.
Kenapa kamu memukulnya?
Aku ke sana untuk menyelamatkan temanku.
Namun, mereka tidak mendengarkanku, jadi, aku memperingatkan mereka.
Aku tidak yakin Anda memeriksa TKP sendiri,
tapi dia melempar botol kepadaku.
Botol itu pecah dan menghantam dinding.
Lihat ini?
Aku tidak memukulnya secara sepihak. Aku hanya membela diri.
Jadi, kamu memang memukulnya.
Akan kutekankan sekali lagi bahwa aku hanya membela diri.
"Sertifikat Cedera"
Kudengar kamu pemuda pekerja keras.
Bukankah seharusnya kamu memikirkan masa depanmu?
Aku tidak percaya
seorang kepala polisi memanipulasi kasus
dan mengancam anak-anak untuk menutupi kebenaran.
Dasar kamu... Diam!
"Kantor Kepala"
Wakil Kepala Jaksa Kim, kenapa kamu kemari?
Kim Seok Hoon? Sedang apa dia di sini?
Apa kamu Im Jong Il?
- Ya. - Kamu tahu perbuatanmu, bukan?
Aku tidak melakukan kesalahan.
- Kamu tidak melakukan kesalahan? - Benar.
Pak!
Kamu mau mati?
"Kantor Polisi Shinju"
Apa-apaan itu?
Setahuku, Kim Seok Hoon hanya punya seorang putra.
Hei, Hee Woo.
Ayo makan sesuatu.
- Aku sudah makan. - Aku belum.
- Lalu kenapa? - Ayo makan bersama.
- Kubilang aku sudah makan. - Aku tidak bisa makan sendiri.
- Lalu kenapa? - Ayo makan bersama.
- Kubilang aku sudah makan. - Lalu kenapa?
- Ayo makan bersama. - Ya, ayo.
Ya, ayo...
Apa?
Sial, aku bingung.
Tidak, aku sudah makan.
Sial.
Bukan aku.
Maksudmu, itu aku?
Kamu pikir aku tidak tahu jika perutku sendiri berbunyi?
Hei. Kubilang aku akan mentraktirmu makan untuk berterima kasih.
Kenapa kamu membuat keributan dengan jual mahal?
Bukan aku yang membuat keributan.
Kamu yang membuat keributan dengan terobsesi pada makanan.
- Ya ampun. - Astaga, kamu bilang "terobsesi"?
Aku hanya berusaha membalas budimu. Jangan membuatku tampak menyedihkan.
Aku akan menolak tawaran itu dengan sopan. Alasannya?
Apa yang kamu lakukan?
- Bau rokok. - Apa?
Aku merasa mual saat menciumnya. Itu alasanku.
Lewat sini.
Maaf aku terlambat.
Selamat datang, Wakil Kepala Kim.
Maafkan aku, Anggota Dewan. Aku ada urusan.
Aku yakin itu ditangani dengan baik karena kamu mengurusnya sendiri.
- Ya, Pak. - Semua masalah
dimulai dari hal paling sepele.
Selalu berhati-hatilah.
Aku akan mengingatnya.
Jadi, bagaimana?
Kamu wakil kepala jaksa pertama dari angkatanmu.
- Bagaimana rasanya? - Aku hanya bersyukur kepada Anda.
Aku akan berusaha keras untuk tidak menghalangi masa depan Anda.
Terus lakukan yang kamu lakukan.
Jalan yang ingin kamu ambil
dan piringmu.
Aku akan membuka jalan
dan mengisinya untukmu.
Bagaimana rasanya?
Ya, selamat datang.
Kim Kyu Ri.
- Apa ini? - Itu ringkasan poin pentingnya.
Lebih baik mengambil rute yang lebih cepat dan tepat.
Aku membayar utangku.
- Utang? - Terima kasih untuk waktu itu.
Aku bukan tipe orang yang berutang kepada seseorang.
Semua kiat belajarku ada di sana. Cobalah memakainya dengan baik.
Terima kasih.
"Kelas Universitas Hankuk"
Jika kamu melihat soal ini...
Lalu apa jawabannya?
Mereka menggunakan militer
untuk melawan Dinasti Yuan.
Ini yang kita sebut Invasi Mongol di Korea.
"Dua pekan sebelum CSAT"
"Tiga hari sebelum CSAT"
Astaga.
Apa otakku sudah menua?
Kenapa otakku tidak bisa mengingat sesuatu?
- Semoga berhasil. - Semoga kamu berhasil!
- Semoga ujianmu berhasil! - Semoga berhasil!
- Semoga sukses ujian hari ini! - Kamu pasti bisa.
"Matematika"
"Lembar identifikasi ujian"
Sudah dinilai bahwa CSAT tahun ini
lebih sulit dari biasanya.
Terutama bagian matematika
kabarnya bagian penting yang akan menentukan peringkat teratas.
Jadi, murid-murid yang nilainya bagus dalam pelajaran matematika...
Apa itu Matematika?
Itu matematika.
Kukira itu berkaitan dengan memperbaiki sesuatu.
"Sejarah Korea"
Omong-omong, apa pinjaman kita disetujui?
Belum. Mari beri sedikit waktu lagi.
"Kartu Nilai Ujian Percobaan"
Kurasa kamu akan masuk berita, Kyu Ri.
- Apa dia dapat nilai sempurna? - Tidak mungkin, nilainya sempurna?
- Luar biasa. - Luar biasa. Aku sangat iri padamu.
"Kim Hee Woo"
Kerja bagus, Semuanya.
Silakan temui aku jika kalian butuh konseling untuk masuk universitas.
Kuharap kalian semua masuk ke kampus impian kalian.
- Terima kasih. - Kerja bagus, Semuanya.
Kim Hee Woo.
Aku senang bertemu denganmu. Aku penasaran dengan hasilmu.
Bagaimana dengan CSAT-mu?
Akan kuberi tahu setelah menerima nilai pasti.
Baiklah. Kamu belajar dengan giat, jadi, aku yakin hasilnya akan bagus.
Apa rencanamu sekarang?
Aku berencana mencari pekerjaan paruh waktu lain.
- Pekerjaan paruh waktu? - Ya.
Aku ingin membayar uang kuliahku sendiri.
Jika kamu mau mencari pekerjaan paruh waktu...
Kakakku sedang mencari asisten administrasi.
Kurasa kamu akan melakukannya dengan baik.
Kang Min Seok. Kepala pengacara Firma Hukum KMS.
Dia terkenal karena tingkat kemenangan tinggi di hidupku lalu.
Aku tidak percaya dia kakak Instruktur Min Kyung.
Apa kamu Kim Hee Woo?
Ya.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu dengan Anda, Pak.
Adikku bilang kamu pintar.
Kamu mau menjadi mahasiswa hukum Universitas Hankuk suatu hari nanti.
Jadi, kamu selalu tertarik dengan bidang ini?
Aku selalu tertarik dengan hukum.
Jadi, aku hanya membaca beberapa buku terkait.
Buku yang berkaitan dengan hukum sangat sulit.
Kamu pasti di atas rata-rata.
Pekerjaan di sini tidak sulit.
Kamu akan membantu Nona Seo mengatur berkas, menyiapkan rapat,
dan mengantarkan dokumen ke pengadilan sesekali.
Baiklah. Itu sama sekali tidak sulit.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Jika butuh bantuan dengan masalah hukum, beri tahu aku kapan saja.
Baiklah.
Aku menantikan bekerja denganmu.
Aku juga, Pak.
Kasus ini akan menjadi gugatan simbolis bagi kita.
Namun, kita akan melawan Cheonha.
Itu berisiko. Itu di luar kemampuan kita.
Menurutmu kenapa kelompok pencinta lingkungan memilih kita?
Itu karena mereka yakin kita bisa melawan Cheonha.
Pak Kang, kumohon.
Mereka ingin meratakan gunung indah untuk dijadikan sanggraloka.
Kita harus menghentikan mereka.
Aku akan mengerti jika Gunung Cheongpung terkenal.
Gunung Cheongpung?
Gugatan yang berlangsung selama lima tahun?
Maksudmu, kamu ingin melawan Cheonha?
Publik juga tidak akan memihak kita.
- Dia benar. - Ini terlalu berisiko.
- Ini terlalu berbahaya. - Kita tidak bisa ambil kasus ini.
Kita akan mengambil kasus ini.
Ini akan sulit, tapi kita harus menghadapinya.
Tolong pertimbangkan sekali lagi.
Direktur. Tolong pikirkan lagi.
Mari kita uji keberuntungan kita dan mencobanya. Kita bisa.
"Ditetapkan sebagai 'tanaman invasif'"
"Kumbang tanduk panjang"
"'Hewan Langka 4mm...'"
"Kumbang tanduk panjang"
"'Hewan Langka 4mm...'"
"'Hentikan Pengembangan Tambang 9 Miliar Dolar'"
Kumbang tanduk panjang.
Binatang liar kelas satu yang terancam punah.
Anggrek sandal.
Tanaman liar kelas satu yang nyaris punah dan spesies pelindung.
Itu ada di daftar merah Konservasi Alam Internasional.
Suaka besar untuk Kalkora mimosa, spesies lain yang terancam punah.
Semua ini ada di Gunung Cheongpung.
Mari gunakan argumen pembangunan
terhadap pelestarian ekosistem untuk memenangi kasus ini.
- Di Australia... - Kang Min Seok
menjadi pengacara terkenal dengan gugatan ini.
Dia melawan Cheonha dan menang.
Tuntutan ini memperkuat evaluasi lingkungan
proyek pengembangan domestik.
Kamu telah melakukan semua yang diminta
dan bahkan bekerja lebih keras sebagai pekerja paruh waktu.
Aku jadi harus menghadiahimu dengan gajimu.
Apa?
Kurasa uang tunai yang terbaik.
Anda bijaksana, Pak.
Astaga.
"Cek Kasir"
Astaga, hadiah ini terlalu besar.
Itu karena aku orang besar.
Anda bijaksana, Pak. Terima kasih.
"Universitas Hankuk, Hasil Penerimaan"
"Memuat hasil"
Astaga, kenapa lama sekali?
"Memuat hasil"
"Selamat atas penerimaan Anda"
- Astaga. Kamu diterima! - Kamu diterima!
"Sekolah Hukum Universitas Hankuk. Semua Siswa Sekolah Hukum Berkumpul"
Tempat ini belum berubah.
Apa Kyu Ri belum datang?
Profesor Min Byung Sun, lama tidak bertemu.
"Hukum Perdata"
"Hukum Perdata bukan bidang akademis."
Hukum Perdata bukan bidang akademis.
Ini panduan yang harus disadari orang
untuk hidup di dunia ini.
Baiklah. Biar kuberi contoh.
Siswa pindah ke sebuah rumah, dan pemilik rumah mengambil
pinjaman hipotek 30.000 dolar atas rumah.
Uang muka siswa itu bagian dari peminjaman.
Lalu rumah akan dilelang.
Lebih buruk lagi,
rumahnya dijual dengan harga lebih rendah dari pinjamannya.
Murid ini tidak bisa mendapatkan uang mukanya kembali.
Apa yang akan kalian lakukan jika menjadi muridnya?
Kalian tidak punya pilihan selain menyerah.
Murid itu meneken kontrak karena tahu depositnya bersifat posterior.
Jadi, tidak ada cara untuk memperbaiki ini.
Ada ide lain?
Aku akan menarik depositnya.
Kamu akan mendapatkan depositnya kembali?
- Ya. - Bagaimana?
Deposit untuk rumah di sekitar kampus tidak tinggi.
Jadi, meskipun rumah itu dilelang,
berdasarkan UU Perlindungan Sewa Rumah untuk Deposit Rendah,
aku bisa mendapatkan kembali jumlah minimum deposit.
- Lalu - Lalu?
selama lelang, aku tidak wajib membayar uang sewa.
Jadi, itu sebenarnya menguntungkanku.
Selain itu, saat diminta evakuasi,
mereka harus membayar biaya pindahanku.
Dia cukup hebat.
Jawabannya jauh lebih detail daripada jawabanku.
Aku tidak dapat jawaban detail ini dari mahasiswa baru.
Benar. Kamu baru saja membahas KUHP.
Jika tahu UU-nya, kalian bisa melindungi diri sendiri
saat tiba-tiba terlibat masalah.
Siapa namamu?
- Kim Hee Woo. - Kim Hee Woo.
Kim Hee Woo.
Sekian untuk hari ini.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kurasa kamu belajar sebelum kelas.
Senang bertemu denganmu. Namaku Park Seung Wan.
Senang bertemu denganmu. Namaku Kim Hee Woo.
Kamu tahu ada acara kumpul untuk anak baru, bukan?
Choi Kang Jin menyuruh semua orang datang.
- Choi Kang Jin? - Presdir departemen kita.
Choi Kang Jin?
Kalian akan pergi?
Untuk apa?
Siapa kamu?
Aku Lee Min Soo.
Begitu rupanya. Halo. Aku anak baru. Namaku Kim Hee Woo.
Aku tahu. Kim Hee Woo.
Aku juga anak baru. Kamu ingin berteman?
- Apa? - Apa itu mengejutkan bagimu?
- Kamu pikir kamu membantuku? - Tentu saja.
Kamu juga tidak terlihat muda.
Jadi, kamu akan pergi?
- Dia menyuruh semua orang datang. - Aku sungguh tidak mau pergi.
Kamu tidak perlu pergi.
Serta kamu harus memakai jas.
- Astaga. Merepotkan. Aku tidak mau. - Kamu tidak akan dirindukan.
Jang Il Hyun yang mendapat nilai tertinggi
di institut pelatihan juga akan hadir.
- Jang Il Hyun? - Astaga.
Hanya butuh itu?
- Ya. - Astaga.
Bagaimana aku akan tahan dengan kesombongan mereka
di depan para junior?
Kamu bilang tidak akan datang.
Bagaimana bisa aku tidak pergi saat temanku ikut?
Siapa bilang kamu temannya?
Dia tidak keberatan. Kenapa kamu keberatan?
Hee Woo. Ayo minum kopi.
- Tiba-tiba saja? - Ya.
- Lepaskan tangan temanmu. - Kamu temanku.
- Ayo. - Sejak kapan?
Sekarang.
- Tunggu. Hei. - Kenapa dia begitu ekstrem?
Kita mau ke mana untuk minum kopi?
Aku melihat banyak kedai kopi di depan kampus.
Bahkan jika minum segelas, kita harus minum dengan gaya.
Ahli alkimia kopi bekerja di sini.
Barista itu memenangi penghargaan nasional.
Astaga. Kopi di sini sangat nikmat.
Dasar kamu... Beraninya kamu datang ke sini.
- Beraninya kamu datang ke sini. - Bu.
Sayang.
Apa?
Sayang.
- Astaga. Aku? - Sayang.
Astaga. Maafkan aku.
Terkadang dia menunjukkan gejala demensia.
- Tidak apa-apa. - Aku keluar mau membelikannya obat,
jadi, aku tidak di rumah.
Sudah kubilang tinggalkan di pintu saat aku tidak di rumah.
Makanannya tidak akan enak saat dingin.
Serta makanan dingin tidak baik untuk kalian.
Anda sakit perut saat makan makanan dingin sebelumnya.
Itu karena aku merasa bersalah.
Kamu selalu membawakan kami makanan.
Tidak masalah.
Ini.
Ini masih hangat.
Bawa masuk dan nikmati makanannya dengan istri Anda.
Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Apa?
- Ayo masuk. - Mari jumpa di kehidupan nanti.
- Sampai jumpa. - Masuklah.
Cinta dalam Bekal.
Kamu sukarelawan pengantar untuk kelas tidak mampu.
Ya.
Biar kulihat punggungmu.
Tunggu. Kamu malaikat tanpa sayap.
Astaga. Terima kasih.
Aku sungguh mengira akan dipukul sapu tadi.
Omong-omong, aku senang kamu tidak terluka.
Sapu membentuk ikatan berharga di antara kita.
Mau lanjutkan saja ikatannya
dengan minuman dan daging?
Aku terlambat.
Sampai jumpa. Terima kasih sudah membantuku hari ini. Sampai jumpa!
Astaga. Aku menyukainya.
Aku akan menyimpannya di hatiku.
Apa?
Bagaimana kamu tahu itu sekarang?
Ini? Aku sudah lama melakukan ini.
Kamu juga mau? Aku akan menyimpanmu di hatiku.
Tidak. Kamu serius?
Kamu pikir aku bercanda?
Aku bingung sekali.
"Aula Tanggul"
"Acara Kumpul Mahasiswa Baru Sekolah Hukum Universitas Hankuk"
"Acara Kumpul Mahasiswa Baru Sekolah Hukum Universitas Hankuk"
Terima kasih.
"Acara Kumpul Mahasiswa Baru Sekolah Hukum"
Kamu di sini.
Hei.
Permisi.
Selamat.
Halo, Pak.
Hei, Seung Wan.
Choi Kang Jin?
Ini Jaksa Choi Kang Jin yang kuceritakan.
Sapalah dia dengan benar.
- Halo. - Senang bertemu denganmu.
"Jaksa Kepala Kim Seok Hoon"
Aku menantikan bekerja denganmu.
Kamu bisa memercayainya.
Astaga. Kamu tampan.
Kamu harus melakukan yang terbaik mulai sekarang.
Kemenangan dalam pemilihan ini bukan milik saya.
Ini milik orang-orang yang memilih saya!
Saya akan menjadi anggota dewan yang membela kebenaran dan keadilan.
Saya akan menciptakan dunia yang penuh cinta
tempat orang-orang tidak berdaya dan kurang beruntung berkumpul.
Choi Kang Jin.
Sampah
- yang memulai sebagai jaksa, - Permisi.
bekerja sebagai pengacara HAM, dan menjadi anggota dewan.
Kamu di sini.
Apa dia anak baru?
Beri salam.
Ya.
Aku Kim Hee Woo.
Begitu rupanya. Seung Wan memberitahuku tentangmu.
Beberapa anak baru berpikir
lulus ujian advokat adalah segalanya.
Jadi, mereka tidak bersosialisasi dengan teman sekelas mereka.
Namun, mereka salah.
Menghadiri acara seperti ini akan bagus untukmu.
Aku selalu mengukir kata-katamu di hatiku.
Benar. Dengan begitu, kamu bisa memperluas lingkaran sosialmu.
Jadi, kita bisa saling membantu setelah lulus.
Kalian saling menutupi kesalahan, saling menggaruk punggung,
dan saling membantu menjadi kaya. Begitulah adanya.
Astaga. Dia kasar sekali.
- Aku tidak tahu kamu kembali. - Ya, aku merindukanmu.
- Kamu baik-baik saja? - Dia sangat menyebalkan.
- Aku bisa mendengarmu. - Itu intinya.
Kang Jin, kamu tahun keempat. Kenapa...
Dia masuk program medis saat aku masuk sekolah hukum.
- Benar. - Kami satu SMA.
Kurasa sekolah seni dan musiknya tidak sesuai dengan seleramu.
Benar. Tidak.
Aku akan memberi kuliah hukum waktu sedikit lebih lama.
Lee Min Soo.
Aku tidak ingat bertemu dengannya di kehidupan sebelumnya.
Apa dia muncul saat masa laluku berubah?
Dia kebanggaan program hukum di Universitas Hankuk.
Inilah Jang Il Hyun!
Halo, Pak.
"Acara Kumpul Mahasiswa Baru Sekolah Hukum Universitas Hankuk"
Halo,
para mahasiswa dari program hukum di Universitas Hankuk.
Aku Jang Il Hyun.
Jang Il Hyun.
Dasar bodoh!
Kamu pikir kamu sangat pintar?
Beraninya kamu menyelidiki Anggota Dewan Cho Tae Sub.
Dia bekerja keras untuk negara kita.
Kamu pikir kamu siapa?
Beraninya kamu mempermasalahkan pelanggaran kecil seperti itu.
Menawarkan suap adalah salah satu pelanggaran
yang menyebabkan orang menerima hukuman yang lebih berat.
Penggelapan dari proyek nasional dan penyalahgunaan wewenang.
Ada sekitar 10 pelanggaran lagi selain ini.
Bagaimana menurutmu? Haruskah aku melaporkannya kepadamu?
Lihat dirimu.
Dasar bodoh.
Hei, pria di posisinya boleh melakukan hal seperti itu.
Jika terus bertingkah seperti ini,
kamu akan dipenjara.
Tutup saja mulutmu, Berengsek.
Kini kita akan melindungi hak-hak masyarakat melalui hukum
dan membuat hidup mereka lebih makmur.
Bersenang-senanglah dengan teman-teman sekelas kalian.
Serta bagi impian kalian.
"Acara Kumpul Mahasiswa Baru Sekolah Hukum Universitas Hankuk"
Menurutku, ini bukan acara yang cocok untukmu.
Begitu pula denganku.
Orang-orang ini dan kepura-puraan mereka.
Rasanya seperti berdiri di tengah badai pasir.
Saat menghirup banyak debu,
kamu harus minum soju dengan daging berminyak.
Ayo.
- Akan bagus jika kamu mentraktir. - Tidak.
- Kamu yang traktir? - Tidak.
- Terima kasih atas makanannya. - Sungguh?
Tidak. Hei.
- Kubilang tidak! - Cepatlah.
Ada apa dengan pria itu?
Kenapa kamu kuliah?
Apa?
Biar kuubah pertanyaanku.
Kamu ingin sukses?
- Begitukah anggapanmu terhadapku? - Ya.
Tentu saja. Aku harus sukses.
Kamu mau sesukses apa?
Apa?
Aku sudah memikirkan itu.
Dunia ada di tanganku.
Haruskah kuterima atau tidak?
Kamu tidak tertawa.
Orang biasanya tertawa saat aku mengatakan hal seperti ini.
Mereka menyuruhku berhenti membaca komik.
Kamu dan aku sepakat dalam banyak hal.
Sudah kuduga.
Aku bisa merasakan kamu anggota klubku saat kali pertama melihatmu.
Astaga. Kurasa kita berjodoh. Kamu mau menikah denganku?
Kamu mau menikah denganku?
Kenapa kamu memikirkan hal seperti itu?
Hanya kamu yang bisa menandingiku di kampus kita.
- Tidak. - Kamu.
- Tidak. - Tidak.
Hentikan.
Omong-omong, kamu masuk program medis, seni, dan musik.
Itu tidak mudah.
Bukankah belajar itu sulit?
Belajar adalah hal termudah dan paling bisa dilakukan di dunia.
Itu sangat mudah.
Hanya dunia dan orang-orangnya sulit.
Lee Min Soo. Aku tidak bisa prediksi bagaimana dia mengubah masa depanku.
Hei!
Kenapa kamu memotret kakinya?
- Apa? - Pekerja paruh waktu yang lewat.
Kamu memotret kakinya, dasar mesum.
- Kamu punya bukti? - Ya.
Ponselmu.
Hei. Dia gadis yang kusimpan di hatiku.
- Ada apa dengan ponselku? - Kamu meminta bukti.
Itu ada di ponselmu.
Sebelumnya, dia berhati besar.
Namun, di sini, dia seperti pejuang.
Untuk apa aku menunjukkan ponselku? Kamu pikir aku gila?
Kecuali kamu ingin aku benar-benar menggila, berikan itu kepadaku.
Tutup mulutmu.
Ini memalukan. Lepaskan jaketmu.
Hei! Kamu!
- Apa? - Sudah kubilang tutup mulutmu.
Bukankah kita harus menghentikannya?
Aku menelepon dari pub di depan Universitas Hankuk.
Ada perkelahian. Kamu harus bergegas.
Kamu tidak seperti dugaanku.
Kamu sangat tidak keren.
Astaga. Ini membantunya.
Bagaimana jika aku terlibat dan mendapat masalah?
- Benar. - Ya.
- Haruskah? - Astaga.
Kamu tidak punya bukti. Beraninya kamu menuduhku.
Hei, kamu mau ke mana?
Dasar kamu.
Hei, Pria Besar. Ini tidak benar.
Tenanglah.
Polisi akan segera datang. Bertahanlah di sana.
Apa? Polisi? Singkirkan tanganmu dariku.
Kamu pikir kamu siapa?
Kenapa kamu mencampuri urusanku?
Jangan ikut campur.
Hei.
Dengar. Ini sangat memalukan bagimu.
Jadi, jaga sikapmu sampai polisi datang.
Baiklah. Sakit.
Lepaskan aku. Ayolah.
Hei. Anggap dirimu beruntung.
Kenapa kamu tersandung kakiku?
- Kami menerima laporan dari sini. - Baiklah.
- Tunggu. - Dia orang jahat.
Aku tidak melakukan apa pun! Bukan aku!
Sungguh. Aku tidak melakukan apa pun.
Astaga.
Kita bertemu lagi.
Bersulang.
Sungguh. Kamu tidak bisa menghindari ini.
Ini disebut takdir. Kamu tidak bisa menolaknya.
Apa? Ada sesuatu di wajahku?
Tidak. Maafkan aku.
Aku memikirkan hal lain.
Apa?
Dari perkataanmu tadi,
kamu juga kuliah di Universitas Hankuk, bukan?
- Ya. - Kita satu kampus.
Universitas Hankuk?
Kami berdua mahasiswa baru di jurusan hukum.
Benarkah?
Aku mahasiswa baru di jurusan teknik komputer.
Aku Kim Hee A.
Aku Kim Hee Woo. Usiaku 21 tahun. Aku cuti setahun sebelum kuliah.
Aku juga. Itu juga yang kulakukan.
Kim Hee Woo. Kim Hee A.
Nama kita juga mirip.
Benar. Ini takdir. Kita tidak bisa menolak ini.
Kamu dengar perkataanku.
Karena kita sebaya, tidak perlu memakai honorifik.
Aku tahu kamu keren.
Aku Lee Min Soo. Senang bertemu denganmu.
Karena kamu berteman dengannya, jangan memakai honorifik denganku.
Kita harus minum dengan benar malam ini.
Aku merasa kamu mengabaikan perkataanku.
Baiklah.
Karena berutang kepada kalian karena telah membantuku,
aku yang traktir minum malam ini.
Aku suka cara berpikirmu. Baiklah.
- Baiklah. Bersulang. - Bersulang.
Dia tidak mendengarkanku.
Kenapa kamu terus menatapku seperti itu?
Kamu tampak tidak asing.
Kamu tidak keberatan mendengar kalimat payah ini?
Aku juga. Kenapa kamu tampak sangat tidak asing?
Astaga. Dia bahkan ikut-ikutan.
Entah kenapa dia tampak tidak asing.
Aku tidak bisa mengingatnya.
Siapa dia?
"Again My Life"
Apa ini?
Ini membuatku gila.
Aku baru saja memikirkan langkah brilian.
Kami memutuskan untuk mengundangmu ke klub hukum rahasia.
Jika benar,
aku bisa menjadi target Cho Tae Sub kapan saja.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.