Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sudah gila rupanya.
Song-i, aku...
Jangan bicara semaumu dalam mimpi seseorang.
Benar.
Selama ini aku sangat kesepian,
tubuhku juga lelah.
Sekarang aku memimpikan hal erotis.
Waktunya untuk menikah.
Hormon itu jujur.
Bocah ini.
Datanglah lebih sering ke mimpiku, dan peluk aku.
Aku kedinginan.
Dingin.
Sudah selesai.
Tak ada yang lihat?
Tidak.
Keserakahan selalu menjadi masalah.
Jika dia tidak serakah,
aku tak akan kerepotan.
Omong-omong, aku memimpikan hal konyol.
Jika aku ada di mimpimu, memangnya tentang apa?
Kenapa kau ingin tahu?
Pasti mimpi erotis.
Memangnya aku kurang apa?
Aku baru mencium Jo In-sung bulan lalu.
- Di film. - Siapa yang tanya?
Sepertinya kau tahu Jo In-sung.
Kau tahu dia, tapi kenapa tidak tahu Cheon Song-i?
Kau bahkan punya TV.
Kau menyetel TV, aku ada di situ.
Drama, iklan...
Julukanku "Keran", jika kau nyalakan TV, aku muncul.
Aku hanya menonton berita.
Itu berita yang kau suka.
Malam ini,
sekitar pukul 19.00,benda terbang aneh terlihat di langit
di Gwanghwamun.
Apa? UFO?
Yang benar saja.
Tunggu.
Kau suka ini?
UFO, alien, hal-hal seperti itu?
Yang benar saja. Memangnya umurmu lima tahun?
Fenomena yang munculmirip pesawat terbang,
tapi perbedaannya,
benda itu tidak memantulkan cahaya.
GAMYEONG, GANGWON
Dua pekan lalu, pada siang hari,
benda yang mirip jam pasir besar, piring, atau baskom
terbang melintasi langit dan membingungkan warga.
Lalu semalam, benda yang terlihat seperti butiran beras
berwarna biru melayang di langit
membuat orang-orang gelisah.
Itu pasti burung.
Bukan.
Burung tidak bisa bersinar
dan terbang secepat itu di langit.
Jadi, kalian memintaku melaporkan ini kepada Yang Mulia?
Kau tak akan melaporkannya?
Dengar.
"Pada langit malam yang tenang, sebuah benda yang mirip piring,
jam pasir, dan baskom muncul,
bersinar dalam kegelapan dan terbang melintasi langit!
Itu bukan burung!"
Bagaimana bisa aku berkata begitu?
Dia baru mulai memimpin,
suasananya sudah canggung,
dan Yang Mulia sangat sensitif.
Tuanku. Ini pertanda buruk.
Terlebih, masyarakat merasa gelisah.
Apakah ini pekerjaan pertama kalian?
Perhatian masyarakat dapat diubah.
Insiden harus ditutup dengan insiden lain.
Jika ada insiden yang lebih besar,
masyarakat akan berbalik memusatkan perhatian pada hal itu.
Itulah kebenaran yang abadi.
Kalau begitu,
apakah ada kabar bagus?
Ada kabar burung aneh yang tersebar di lingkup kuasa hukumku.
Apa itu?
Anak 15 tahun dari keluarga Seo yang jadi pengantin janda
dan pindah ke rumah mertua di Hanyang,
bunuh diri,
dan mertuanya mengirimkan permintaan
demi mendapatkan penghargaan wanita setia.
Tapi, dia masih hidup!
Ada orang yang melihatnya pergi ke rumah orang tuanya
bersama dengan pria asing!
Maksudmu, mereka memalsukan kematiannya
demi mendapatkan penghargaan?
Karena penghargaan wanita setia memiliki banyak keuntungan,
aku dengar beberapa orang berpura-pura bunuh diri.
Jika benar, sama saja dengan mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Dengarlah, Pak Choi!
Segera cari rumah keluarga Seo
dan tangkap perempuan yang berpura-pura setia itu!
Tuan! Keluarlah!
Tuan!
Apa-apaan ini?
Berani-beraninya kalian?
Kami dengar anakmu menyelinap ke sini.
Dia bersekongkol
demi penghargaan dengan memalsukan kematiannya
dan menipu pemerintah serta Raja. Ini adalah dosa besar.
Bawalah dia keluar!
Anakku sudah mati.
Apakah kau mau menggali makam mendiang anakku untuk mengeksekusinya?
Geledah isi rumah!
Tangkap dan bawa dia kepadaku.
Baik, Tuan!
Istriku.
Suamiku. Yi-hwa.
Apa dia sudah kabur dengan selamat?
Katamu kau membunuhnya.
Bagaimana bisa seorang ayah membunuh anaknya?
Aku percaya
bahwa kau akan mengirim Yi-hwa pergi dengan selamat.
Dia pergi dengan pria itu.
Dia bilang tak bisa membunuh orang yang menyelamatkan hidupnya.
Bangun.
Bukankah kau adalah malaikat maut?
Bukankah kau adalah goblin?
Kenapa kau tidur di sini?
Buka matamu.
Kau berjanji akan melindungiku.
Tuan!
Minggir!
Pergi kalian!
Tidak ada siapa-siapa.
Lihat.
Kalau benar itu UFO,
kenapa tidak ada alien?
Seharusnya ada alien seperti Superman
yang mengalahkan penjahat
dan membantu anak-anak yang membutuhkan.
Kenapa alien harus membantu manusia?
Ini bukan planet mereka.
Kau tahu apa alien itu?
Makhluk yang bisa hidup di planet selain bumi.
Tapi Superman itu alien dari planet Kyrpton.
Kenapa demi orang asing
rela membahayakan hidup hanya karena punya kemampuan?
Menurutku kepedulian berlebihan adalah penyakit mental.
Maksudku adalah...
Kalian harus membantu satu sama lain.
Kenapa minta tolong alien?
Apa kau alien?
Bukan.
- Apa kau punya kekuatan super? - Tentu tidak.
Kenapa kau begitu serius?
Siapa yang minta bantuanmu?
AKU MEMBUAT DUNIA MENJADI CANTIK
Apa kau tahu kenapa aku pindah ke sini?
Iklan itu terlihat jelas.
Itu adalah papan iklan termahal di negara ini.
Kalau kau ingin memasang iklanmu di sana, biaya bulanannya
100 juta won.
Hanya bintang terpopuler saat ini yang bisa berada di sana.
Dan sekarang,
itu aku.
Aku baru tahu ada papan iklan di sana.
Kau sangat tak peduli. Makanya kau tak tahu aku.
Butuh 12 tahun bagiku untuk mencapai posisi sekarang.
Di malam hari sebelum tidur,
pagi harinya saat aku bangun,
saat aku depresi,
saat aku lapar tapi tak bisa makan karena sedang diet,
jika aku menatap papan itu,
perasaanku membaik dan perutku menjadi kenyang.
Ketika orang-orang melukaiku,
melihat diriku yang tersenyum cantik seperti itu,
membuatku terhibur.
Begitulah artinya untukku.
Mau aku beri tahu cara agar kau tidak sakit hati?
Jangan memberi atau menerima apa pun,
dan jangan berharap.
Kau tak akan kecewa atau sakit hati.
Apa serunya?
Tak ada yang mengunjungimu, 'kan?
Sudah pasti kau tak punya teman.
Kau tak punya keluarga?
Kau seperti hidup di pulau,
kau tak kesepian?
Ada lebih dari sepuluh reporter menunggumu di depan rumah.
Kau mengenal hampir sebagian besar orang-orang di bawah.
Manajer, penata gaya, dan para penggemarmu.
Kau selalu dikelilingi banyak orang,
tapi sekarang kau sendiri.
Aku tidak sendiri. Ada kau bersamaku.
Jika ada yang memotret kita sekarang, akan timbul masalah besar.
Orang-orang bodoh.
Lihat sini!
Aku Cheon Song-i! Lihat apa yang aku lakukan!
Satu meter!
Galak sekali.
Terima kasih.
- Terima kasih makanannya. - Sama-sama.
- Silakan makan yang banyak. - Terima kasih.
Omong-omong, belum ada yang terungkap.
Mungkin saja bukan bunuh diri.
Jika benar pun,
banyak sekali aktris yang tidak akrab dengan satu sama lain.
Siapa juga yang terjun ke air
hanya karena ada masalah dengan aktris lain?
Han Yu-ra juga menangkap buket bunga Noh Seo-yeong semalam.
Apa itu sikap orang yang mau bunuh diri?
Bagaimana kau bisa tahu?
Kau melihatnya?
Tidak, tapi aku dengar
cerita dari seseorang yang ada di sana.
Bukan itu yang penting.
Menurutku Cheon Song-i tidak terlibat dengan masalah ini.
Siapa yang peduli jika dia tidak terlibat?
Orang-orang ingin percaya bahwa dia terlibat.
Apa kau masih baru?
Orang-orang tidak mau tahu fakta.
Mereka perlu melampiaskan amarah.
Seseorang harus bertanggung jawab atas hal ini.
Lalu, bagaimana dengan Cheon Song-i?
Apa yang terjadi jika ternyata dia tak bersalah?
Siapa yang akan tanggung jawab?
Kau reporter dari perusahaan mana?
Sepertinya aku pernah melihatmu.
Itu...
Kau tak akan tahu perusahaannya.
Sepertinya ayamnya enak.
Kenapa Hwi-gyeong makan ayam di sana?
Haruskah kita pesan juga?
Bagaimana dengan ayam dan bir?
Aku butuh ayam dan bir saat sedih.
Tidurlah dan jangan berisik.
Omong-omong,
apa artinya?
Tentang tiga bulan terakhir.
Maaf, aku tak sengaja membaca buku harianmu, tapi...
apa kau akan pergi?
Atau kau mengidap penyakit mematikan?
Aku bilang jangan tanya.
Yang benar saja.
Aku tak tahu apa aku bisa tidur di sofa atau tidak.
Aku mengidap insomnia.
Orang-orang artistik biasanya sangat sensitif.
Begitulah katanya.
Ini juga rumah orang asing.
Aku sensitif jika tidur di tempat baru.
Beri aku buku atau sesuatu.
"Pada zaman dahulu, ada seekor kelinciyang terbuat dari keramik.
Kelinci itu menyukai seorang gadis kecil,
dan ia melihat gadis itu mati."
"Kelinci itu bersumpahbahwa ia tak akan berbuat kesalahan
dengan jatuh cinta lagi."
Aku…
menyukaimu.
Aku ingin cepat dewasa
dan menunjukkan kepadamu
secantik apa aku nanti.
TAPI JAWABLAH INI
JIKA TIDAK ADA CINTA
BAGAIMANA BISA SEBUAH CERITA MEMPUNYAI AKHIR YANG BAHAGIA?
Aku sudah mencari ke mana-mana.
Aku juga sudah mencarinya kemarin, tapi tak ada catatan atau surat...
KECEMBURUAN
Ada apa?
DETEKTIF PARK
Halo? Yu-seon?
Apa kau melihat sesuatu?
Apa kau menemukan sesuatu?
Hei.
- Kau akan pergi kerja? - Kau baru pulang?
Aku pergi ke tempat Song-i, para reporter berkemah di sana.
Bahkan dia tak bisa keluar,
tapi aku tak bisa membantunya.
Aku sudah bilang sedang diselidiki, jadi, tunggulah.
Bagaimana jika ada yang mengenalimu?
Kenapa kau pergi ke sana?
Jika itu benar bunuh diri,
artinya Han Yu-ra meninggal akibat Song-i?
Bagaimana nasib Song-i?
Memangnya apa yang akan kau lakukan?
Aku pamit pergi, Ayah.
Baik, pergilah.
Aku juga.
Berhenti!
Apa hubungannya denganmu jika terjadi sesuatu dengan Song-i?
Apa yang akan kau lakukan?
Sayang, anak kita yang tak berguna ini...
Apa yang dia lakukan saat aku sedang diselidiki kantor kejaksaan
tiga tahun lalu?
Wanita bernama Cheon Song-i itu pergi ke Milan untuk pemotretan
dan bocah ini membuntutinya.
Seharusnya ayah mengeluarkanmu dari kartu keluarga saat itu.
Kenapa kau hidup seperti ini? Kenapa?
Inilah cinta, Ayah.
Aku jarang meminta bantuan,
tapi bisakah gunakan kuasa Ayah?
Kuasa apa?
Bukankah konglomerat berkuasa di Korea?
Gunakan kuasa, koneksi, uang, apa pun
untuk menyelesaikan masalah ini.
Hatiku sangat sakit
hanya dengan membayangkan betapa sulitnya situasi ini
untuk wanitaku.
Aku sadar inilah hati yang hancur seperti yang dikatakan orang-orang.
Anggap saja menyelamatkan anak Ayah...
- Sayang. - Ya?
Tolong ambilkan tongkat golf yang baru aku beli.
Anggap saja satu anak laki-laki kita sudah mati.
Jangan seperti itu.
Pergilah ke kamar dan mandi.
- Kau bau. - Aku harus melakukan sesuatu.
- Bayangkan sulitnya menjadi dia. - Kau bau!
Selamat pagi!
Sepertinya bukan pagi yang indah untukmu.
Kau terlalu gugup untuk tidur karena aku, 'kan?
Aku minta maaf untuk itu.
Maaf.
Kau sedang apa? Membuatku takut.
Kakiku membengkak karena makan mi instan semalam.
Mau coba?
Cara terbaik mengempiskan bengkak.
Hanya dengan satu orang tidur di sini saja
tempat ini jadi terlihat berbeda.
Benar, 'kan? Beda rasanya saat ada seorang wanita di dalam rumah.
Bukankah tempat ini menjadi lebih cerah?
Aku sangat tidak suka rumah yang berantakan.
Bangun dan rapikan.
- Benar juga. Satu, satu, satu, satu. - Apa?
Itu kode pintu rumahku.
Aku sering lupa, jadi, aku pasang yang termudah.
Sekarang aku ingat.
Karena darah turun ke kepalaku.
Aku jadi merasa lebih pintar.
Kau mau mati?
Apa-apaan... Kenapa kau...
Ayah!
Ya?
Maksudku, apa?
Pak...
Maksudku, kau pasti sangat terkejut karena aku masuk begitu saja.
Aku terkejut melihatmu bersama wanita
terlebih saat aku sadar dia adalah Cheon Song-i.
Jadi, kau ayahnya.
Kau pasti terkejut.
Aku tetangganya, Cheon Song-i.
Halo.
Anakmu adalah orang yang sangat penyayang.
Sebagai tetangga, dia tak bisa mengabaikanku
yang sedang kesulitan dan memintaku untuk tinggal bersamanya sebentar.
Mohon jangan salah paham.
Ya, aku mengerti.
Apa yang kau bawa?
Ini?
Istriku...
Ibunya mengirimkan makanan.
Makanan? Makanan apa?
Aku bilang, aku tidak makan dengan orang lain.
Ayahmu datang. Ayahmu.
Aku tak peduli jika sikapmu buruk,
tapi jangan durhaka.
Benar, 'kan, Ayah?
Ya, menurutku juga begitu.
Makanlah bersama kami.
Aku sudah lama tidak makan masakan rumah.
Terima kasih, Ayah.
Masakan istrimu enak sekali.
Sangat lezat.
Tutup mulutmu dan makan.
Mana bisa makan sambil tutup mulut?
Benar, 'kan, Ayah?
Ya, pasti sulit untuk makan.
"Ayah"? Memang kau akrab dengannya?
Dia terlalu muda, jadi, tak tahu.
Ayahnya temanku itu ayahku. Ayahnya tetanggaku itu ayahku.
Semuanya seperti itu.
Kau baru hidup sebentar.
Aku hidup lebih lama darimu.
Kalau begitu, tunjukkan KTP milikmu. Tunjukkan kepadaku.
- Kau tak boleh membalikkan ikan. - Apa?
Jika membalikkan ikan yang kau makan, kapal di laut akan terbalik.
- Siapa yang bicara hal bodoh... - Ayahku.
Jadi, biarkan saja dan makan dengan benar.
Apakah jawabannya akan muncul jika kau menatapnya sepanjang malam?
Aku sudah hubungi perusahaan keamanan,
katanya video yang terekam tak bisa direkayasa.
Kecuali seseorang menyimpan cadangan
dan merekayasanya.
Waktu yang tertera juga bisa diubah.
Masalahnya adalah kita menonton video asli
dan tak ada yang bisa merekayasa itu.
Bagaimanapun,
sepertinya kasusnya sudah selesai.
- Apa? - Itu sebabnya
tak berguna menyelidikinya di sini.
Kau harus pergi ke luar.
Han Yu-seon, adik Yu-ra, bilang dia menemukan sesuatu,
jadi, aku baru dari sana.
Lihat yang dia temukan.
Lihat, 'kan? Ini surat bunuh diri.
Benar bahwa dia bunuh diri. Keluarganya menentang autopsi,
jadi, aku dimaki-maki oleh mereka.
Yang benar saja.
Lalu, ini hasil autopsinya.
Tes darahnya menunjukkan...
Apa itu namanya?
Benar. Amitriptilin, chlorpheniramine, komponen-komponen sedatif,
obat pereda nyeri, dan antidepresan.
Dia punya resep dokter dan mengonsumsinya secara berkala.
Dosisnya tidak tinggi,
sehingga tak menjadi penyebab kematiannya.
Dia mati akibat tenggelam.
Kita punya surat bunuh dirinya di sini.
Selesai sudah.
Mintalah analisis tertulis pada layanan forensik nasional.
Jangan beri tahu media sampai kita dapat hasilnya.
Menurutmu, keluarganya akan tinggal diam?
Adiknya bilang itu benar tulisan tangan kakaknya
dan menangis.
Semuanya sudah cocok.
Semuanya terlalu cocok. Makanya mencurigakan.
Bahkan sampai kemarin
tidak ada surat kematian.
Apa kau curiga ini pembunuhan?
Jika kau curiga dengan pembunuhan,
biasanya kau mencari orang yang diuntungkan dari kematian korban.
Tapi, dalam kasus ini tidak ada orang yang seperti itu.
Tidak ada yang memperoleh keuntungan dari kematian Han Yu-ra.
Selesai.
Kau sudah mempersiapkan dengan baik.
Data penelitian mengenai rencana bisnis
perusahaan lima negara Eropa Barat tahun 2014.
Jumlahnya banyak sekali.
Siapa pembuat ini?
- Aku... - Sialan.
menerima bantuan dari Lee Hwi-gyeong.
Pak Cho.
Aku tahu bahwa Lee Hwi-gyeong baru bergabung dua pekan lalu.
Aku menerima banyak sekali bantuan dalam dua pekan itu.
Apa-apaan dia?
Astaga. Hwi-gyeong.
Ada masalah? Kau terlihat kurang baik.
Tidak, Pak.
Tapi, sepertinya aku tidak melihat Pak Yoon Jun-sang akhir-akhir ini.
Aku memindahkannya jauh ke selatan di Pulau Geoje,
karena adanya insiden memalukan.
Apa? Kenapa?
Tidak apa-apa. Dia selalu keterlaluan.
Aku memang sudah berniat untuk melakukan sesuatu.
Omong-omong, beri tahu aku jika kau butuh sesuatu.
Jika ada yang mengganggumu,
beri tahu aku.
- Semangat. - Terima kasih.
Tampaknya Pak Yoo orang baik.
Sayang sekali.
Biasanya karena keluarga tak ingin autopsi
dan ada bukti bunuh diri,
kasus sudah ditutup sekarang,
tapi ada jaksa baru.
Dia sepertinya bertanya ke berbagai tempat,
tapi dia tak akan berhasil.
Siapa...
nama jaksa itu?
Jaksa Yoo kesayanganku.
Apa kau bergadang?
Kau terlihat kelelahan.
Aku baik-baik saja.
Aku minta kau jadi penyiar berita saja.
Wajahmu cocok untuk jadi penyiar berita.
Setelah melihat ayahmu selama ini, kau masih ingin jadi jaksa?
Aku harus ganti baju dan pergi lagi, Ibu.
Jadi? Apa kasus pertamamu?
Insiden aktris Han Yu-ra.
Apa? Benarkah?
Hei! Kenapa kau baru cerita sekarang?
Ada apa, Ibu? Kenapa begitu berisik?
Dengarlah, kakakmu ini.
Dia mengurus kasus bunuh diri Han Yu-ra.
Belum pasti itu bunuh diri.
Kenapa belum? Semua orang bilang begitu di TV.
Karena itulah Cheon Song-i dicecar habis-habisan.
Menurutmu, apa yang akan terjadi?
Masih diselidiki, aku tak bisa bilang.
Antara keluarga saja memang tak boleh?
Hanya ibu yang tahu.
Kau tahu ibu bisa jaga rahasia, 'kan?
Jadi, apa?
Aku tak bisa bilang.
Hari itu kacau sekali. Semua lampu pecah.
- Mereka berkelahi secara fisik? - Ya.
- Benar, 'kan? - Ya.
Bukankah Cheon Song-i mendorong Han Yu-ra dan memecahkan lampu?
Sepertinya begitu.
"Sepertinya"? Apa maksudmu?
Itu benar terjadi atau tidak?
Kami ada di ruang rias, jadi, terlambat keluar...
Kalau begitu, kalian tak melihatnya.
Kalian tak bisa mengatakan hal seperti ini pada wawancara di TV.
Bolehkah kami melihat kamera pengawas?
Apa-apaan ini?
Han Yu-ra yang melempar barang-barang.
Lampunya pecah sendiri.
Benar, 'kan? Tunggu. Pria itu...
Sikat gigi, benang gigi, krim tangan,
bulu mata palsu?
Kenapa dia butuh barang-barang ini di rumah?
Apa pengisi daya ponsel juga dijual di sini?
Kenapa?
Apa ini tuna yang kau maksud?
Halo, Sayang.
Untuk kecap yang merk Yangjo atau Joseon?
Baiklah, Sayang.
Apa yang mau kau katakan?
Sepertinya kalian semakin akrab dalam waktu yang singkat.
Maksudku, aku sudah mengenalmu lebih dari 30 tahun,
tapi ini kali pertama kita makan bersama.
Sepertinya kau salah paham.
Aku tak punya maksud lain.
Aku hanya ingin mengecek
apakah benar ada sesuatu antara Yi-hwa dan dia,
atau apakah mereka hanya mirip.
Tidak lebih...
Itu bulu mata palsu.
Kenapa kau tak menelepon lebih awal?
Ya, aku berangkat.
Kirimkan rinciannya.
- Liftnya sudah tiba. - Ya. Baiklah.
Aku tidak tahu!
Kau sudah datang.
Kubilang berhenti lakukan itu. Kau seperti kesurupan.
Kau beli pengisi dayanya, 'kan?
Bagus.
Para reporter masih di luar?
- Apa? - Berapa orang?
Hanya beberapa.
Memangnya mereka tak punya rumah?
Aku bahkan tak bisa keluar. Suntuk sekali.
- Kau mau ke mana? - Apa maksudmu?
Aku mau melihat dewi nasional kita.
Di malam hari dia terlihat seksi.
Dia terlihat polos di siang hari.
Mau lihat bersamaku?
Vasnya pecah.
Kenapa tiba-tiba pecah?
Kau lihat apa?
Bersihkan.
Bagaimana jika aku menginjak beling?
Aku?
Ya. Pastikan kau mengenakan sarung tangan karet.
Ada pesan masuk!
Aku cek nanti saja.
Karena ponselku mati kemarin.
BEOM
Berisik, jawab teleponnya.
Apa kau mertuaku?
Ikut campur saja.
Halo, Beom.
Ponselku baterainya habis.
Ada apa?
Adik Han Yu-ra menemukansurat bunuh diri Yu-ra.
Kantor Kejaksaan belum bisa memastikannya,
tapi para reporter sudah ribut.
Kalau begini, kau mungkin akan disalahkan.
- Apa yang harus kita lakukan? - Nanti saja.
Ada apa?
Aku pergi.
Aku harus bicara pada reporter.
Aku akan bilang ini bukan salahku.
Kenapa aku harus sembunyi?
Aku salah apa?
- Kau baik-baik saja? - Tentu.
Kenapa? Karena itu bukan salahku.
Langit, Bumi, dan aku tahu itu.
Yu-ra juga tahu itu.
Jadi, aku baik-baik saja.
Bukan itu maksudku.
Jangan bergerak.
Itu memang bukan karena aku, 'kan?
Kalau memang karena aku,
aku harus apa?
Itu bukan karenamu,
jangan pikirkan hal aneh,
dan jangan bergerak. Diamlah.
Istirahatlah sebentar di sini.
Ini bukan tempat buruk. Kau tak percaya aku?
Maaf, tapi aku harus pergi les.
Hei, Anak-anak.
Mau masuk atau tidak?
Sebentar. Kami sedang berbicara.
Aku tak bisa melakukan perkalian atau pembagian akhir-akhir ini
karena dirimu.
Apakah aku menyukaimu?
Maaf, tapi aku tak bisa membalas perasaanmu.
Aku harus mengerjakan buku soal.
Aku harus mengisi jurnal tiga hari,
dan memperbaiki kesalahanku di ujian.
Aku tak punya waktu untuk cinta.
Semangat.
Apakah hidup sesulit ini?
Kau mau jjajangmyeon?
Jjamppong lebih enak.
Masing-masing setengah?
Sangat mudah jika kau ingin.
Tapi jika kau ingin hidup yang berat, akan jadi sangat berat.
Larutan garam untuk bersihkan luka.
Jarum suntik untuk membersihkan, alkohol dan Betadine,
kain kasa steril dan kapas.
Apa ada film transparan?
Jika tidak ada, pembalut hidrokoloid.
Bisakah kau ucapkan ulang pelan-pelan?
Larutan garam untuk bersihkan...
Hidup terasa mudahjika kau hanya mencintai dirimu sendiri,
tapi saat kau mulai menyukai orang lain,
hidup menjadi lebih rumit dan sulit.
Kenapa kau beli banyak sekali? Aku hanya perlu plester.
Kau harus mensterilkannya.
Steril?
Hei!
Aku saja.
Sudah selesai.
Para reporter sudah pergi.
Terima kasih telah mengizinkanku tidur di sini,
dan untuk bilang itu bukan salahku.
Datangnya tanpa peringatan.
Begitulah biasanya.
Sebelum kau siap,
tiba-tiba, dengan cara yang tak disangka, ia memukulmu.
Dari mana kau tahu semua itu?
Pokoknya, aku paham sekali dengan yang kau rasakan.
Cinta pertama memang paling membingungkan.
Kau bertanya-tanya apakah ada yang salah denganmu.
Kau berpikir mungkin kau sudah gila.
Kau sudah gila?
Apa yang kau lakukan?
POLISI
Kami tidak mengatakan apa-apa.
Kami hanya sedang bermain,
dan menulis komentar di internet.
Kalian sedang asyik menulis komentar,
tapi penjaga kafe internet tiba-tiba memukuli
kalian bertiga?
- Ya. - Benar.
Karena itulah kami bingung sekali.
Apa katanya saat memukul kita?
"Kau tahu apa soal Cheon Song-i?"
Begitu katanya.
Dia pasti penggemar aktris itu.
Namamu.
Kau tak punya nama?
Benarkah kau penggemar Cheon Song-i?
Pelototi aku sesukamu.
Kenapa kau lakukan itu?
Apa karena kau tak ingin mereka mencaci orang yang kau suka?
Dia masih muda sekali.
Kau berkelahi karena seorang selebritas?
Cheon Song-i, yang kau suka,
sudah berakhir sekarang.
Dia bertengkar di sebuah salon karena seorang pria.
Kau bisa lihat bahwa sifatnya buruk.
Bagaimanapun, pendidikan di rumah itu penting.
Kau tak seharusnya berbicara seperti itu.
Kau siapa?
Mungkin mereka mengatakan hal-hal konyol karena masih kecil,
tapi kau seharusnya lebih paham.
Dia bertengkar karena seorang pria?
Apa kau melihatnya? Kau punya bukti?
Pekerja pemerintah sepertimu
menyebarkan kabar tak berdasar?
Aku tanya kau siapa.
Aku penggemar Cheon Song-i.
POLISI
CAI, kau sudah makan malam?
- CAI? - Calon adik ipar.
Ibumu menelepon.
Wajahnya terlalu sering muncul di media,
dia khawatir ada yang mengenalinya,
jadi, dia memintaku datang.
Sadarlah.
Dia punya rencana sendiri.
Apa itu?
Untuk menjodohkanmu dengan kakakku apa pun yang terjadi.
Itu rencana terbaik yang aku dengar.
Jangan salah paham.
Jika bukan anak konglomerat, kau tak punya kesempatan.
Maka dari itu, aku bersyukur aku anak konglomerat.
Sepertinya keluargaku tak akan bangkrut dalam waktu dekat.
Kalau begitu, ibumu akan terus menyukaiku.
Kakakmu sedang kesulitan.
Aku akan mengurus calon adik iparku dan ibumu,
jadi, beri tahu aku jika ada sesuatu.
Sudahlah. Aku bilang berhenti.
Bocah itu.
Yun-jae! Ayo kita makan malam!
Makanlah.
Aku tak bisa masak banyak karena tak sempat.
Tidak apa-apa. Selamat makan.
Apa kita ada perjamuan?
Keluarga kita merayakan sesuatu?
Aku baru saja menelepon Song-i.
Dia terdengar lemas.
Aku tanya apa aku harus ke sana membawakannya bubur,
tapi dia bilang ingin tidur lebih awal hari ini.
Dia akan kembali bekerja mulai besok.
Secepat itu?
Dia harus istirahat lebih lama.
Kau pasti tahu. Dia sangat bertanggung jawab.
Kecantikanku bukanlah satu-satunya
yang kuberikan kepadanya.
Tekad yang kuat.
Dia juga mendapatkan itu dariku.
Yun-jae. Hei.
Aku tahu anakku.
Dia bersikap kuat, tapi hatinya sangat lembut.
Aku tahu.
Kurasa ini kesempatanmu.
Apa?
Astaga, kau polos sekali.
Seorang wanita akan tertarik dengan seorang pria
yang menghampirinya saat dia menghadapi waktu yang berat.
"Bahkan jika seluruh dunia mengabaikanku,
pria ini akan melindungiku."
Begitulah yang dia rasakan.
Jadi, sekarang kesempatan terbaikmu.
Mengerti?
Hyesin Cosmetics mengabarkan bahwa mereka membatalkan syuting
untuk iklan pagi ini.
Ini gila.
Mereka memohon dan meminta agar dia menjadi model mereka.
Penjualan mereka naik berkat kita.
Sekarang kita dibuang?
Orang-orang berengsek. Kenapa...
Kenapa…
Kau sudah datang?
Kau seharusnya istirahat lebih lama.
Kau tahu syuting iklan Hyesin Cosmetics pagi ini?
- Masalahnya... - Beri tahu mereka aku menolak.
Apa?
Krim ajaib, apanya?
Aku sudah mencobanya, kulitku menjadi tertarik.
- Tertarik? - Kencang sekali.
Kau ingin aku syuting iklan dan bilang, "Krim ini melembabkan"?
Aku tak bisa begitu kepada mereka yang membeli karena memercayaiku.
Ya, itu tidak benar.
Tolong sampaikan dengan baik
jika mereka terus membuat produk sampah, aku tak mau jadi modelnya,
dan aku tak akan syuting iklan.
Aku menolak mereka.
Tapi Song-i, karaktermu itu anak yatim piatu yang diusir
dari rumah yang dia sewa karena tak punya uang.
Bukankah kau terlihat terlalu mewah?
Buanglah prasangka seperti itu.
Mereka bisa pakai baju bagus.
Dia bisa bekerja di banyak tempat.
Kenapa dia tak bisa bayar sewa?
Karena dia membeli pakaian dan tas.
Berapa lama aku harus menunggu?
Kenapa lama sekali?
Kau tak bisa melakukan ini.
Kami tak pernah dapat telepon.
Kami tak bisa kabarkan lebih awal karena baru diputuskan.
Dia pemain utama! Mana bisa kau tidak mengabari.
Keterlaluan sekali!
Memangnya apa salahku?
Aku hanya menyampaikan pesan dari para atasan.
Lalu? Bagaimana dengan karakternya?
Pekan lalu, dia bilang akan belajar ke luar negeri...
Jadi? Dia akan pergi ke luar negeri?
Sepertinya begitu.
Beri tahu dia dengan baik.
Bagaimana caranya?
Seperti apa cara yang baik itu?
Aku tidak tahu.
- Beom, nyalakan mobilnya. - Apa?
Aku sudah baca naskahnya.
Apakah penulisnya ada masalah?
Apa ada yang salah?
Kau ingin aku berakting berdasarkan sampah macam itu?
Beri tahu penulis,
Cheon Song-i tak mengambil drama ini.
Cheon Song-i menolak drama ini.
Pergi dan katakan kepada mereka,
aku tak akan ke salon ini lagi.
Aku menolak mereka.
Aku tak mau pemotretan dengannya.
Kembali dan beri tahu dia
bahwa aku tidak mau, aku menolaknya!
Ada lagi yang harus kutolak?
Aku lapar setelah menolak orang-orang seharian.
Besok tak ada jadwal, 'kan?
Ya.
Bagus. Aku libur.
Tolong pesankan ayam dan bir.
Pesan sekarang agar diantar saat aku pulang.
Baik.
Halo. Ini Golden Palace, A-2301.
Kami mau pesan...
Tidak bisa?
Baik.
Apa? Mereka menolakku?
Bahkan seekor ayam menolakku?
Kenapa? Tak mau menjualnya kepada orang sepertiku?
Bukan begitu.
Mereka banyak pesanan jadi, tak bisa pesan antar.
Jadi, itu Cheon Song-i.
Jangan makan. Kau besok syuting.
Kau terima pesanku, 'kan?
Kakakku adalah jaksa untuk kasusmu.
Katanya belum ada yang dikonfirmasi.
Semuanya akan berlalu setelah penyelidikan selesai.
Terima kasih. Aku hanya punya kau.
Semua orang sangat keji.
Bahkan jika sentimen publik buruk, bagaimana bisa mereka menulis ulang
karakter utama?
Se-mi, kita harus diskusikan masalahkarakter utama secepat mungkin.
Bisakah kau datang ke studio?
Kenapa? Pesan apa itu?
Ibuku jatuh di atas es.
Pergelangan kakinya retak.
Kalau begitu, kau harus segera pergi.
Ayo.
Meja sebelah membicarakanku, itu membuatku kesal.
Padahal aku janji akan menginap. Maaf.
- Tak apa jika kau sendiri? - Tentu saja. Ayo pergi.
JAE-GYEONG
Jae-gyeong?
Halo, Song-i. Kau di mana?
- Apa kau di rumah? - Ya.
Ada apa telepon selarut ini?
Aku dengar kau pindah ke Golden Palace.
Aku dengar dari Hwi-gyeong.
Ya, benar.
Temanku tinggal di sana.
Aku sedang ada urusan di tempatnya,
dan kupikir akan mampir ke tempatmu.
Bisakah kau menunggu sebentar?Aku akan turun.
Tidak perlu.
Kau di unit 2301, benar?
Bagaimana kau tahu?
Aku dengar para reporter menginap di depan rumahmu.
Semua orang di daerah ini tahu tempat tinggalmu,
termasuk temanku.
Benar juga.
Bagaimana kalau kita minum kopi?
Aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Do Min-jun?
Ya. Dan kau?
Aku dari Kepolisian Yeongdeungpo.
Ada apa?
Kau tahu tentang kematian aktris Han Yu-ra, 'kan?
Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu mengenai kematiannya.
Seharusnya aku memintamu datang sebagai saksi,
tapi karena kasus ini populer, kami tak punya waktu.
Tidak akan lama. Ikutlah denganku.
Baik. Ke mana aku harus pergi?
Aku dengar kau dosen.
Aku pengajar.
Bukankah semua yang mengajar di kampus adalah dosen?
Aku mampir ke kampus siang ini
untuk mencari tahu.
Katanya kau tak akan mengajar apa pun semester depan?
Apa kau akan pergi?
Itu masalah pribadiku.
Aku dengar kau kuliah di Harvard.
Baru kali ini, aku semobil dengan lulusan Harvard.
Macet di sini parah sekali.
Apa aku boleh masuk?
Tentu. Silakan masuk.
Ada yang ingin aku tanyakan.
Pada hari kematian Han Yu-ra, kau ada di mana?
Bagaimana kau bisa ada di kapal?
Kau tidak diundang.
Dialah pembunuhnya!
Hei!
Do Min-jun!
Jika ada yang memotret kita sekarang, akan timbul masalah besar.
Orang-orang bodoh.
EPILOG
Lihat sini!
Aku Cheon Song-i! Lihat apa yang aku lakukan!
Satu meter!
Galak sekali.
Satu meter berarti
kau bisa lebih dekat dibanding ini.
Genmu bagus sekali.
Kau sangat cantik!
Kau sangat cantik.
Bagaimana kau bisa secantik itu?
RUMAH DUKA
Apa kau tak lihat masalah putriku?Apa saja kerja CEO agensi?
Sembunyi hanya jika kau bersalah. Jangan selalu sembunyi.
Apa kau mau kerja sampingan? Mau jadi manajerku?
Entah apa yang kau pikirkantentang Song-i, tapi apa pun itu,
berhentilah.
Karena Song-i itu wanitaku.
Saat tiba waktuku untuk pergi,
aku akan pergi tanpa penyesalan,
tapi ada yang aku tinggalkan.
Apakah orang yang aku kiratelah meninggalkanku,
kembali muncul di hadapankusetelah sekian lama?
Terjemahan subtitle oleh Fatimah Az Zahra
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.