Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kertas ujian yang gagal
Belajarlah lebih giat lain kali.
Tapi jika kau gagal dalam hidup,
yang tersisa hanyalah menunggu maut.
Ini bukan sekadar kelas remidial.
Ini tempat untuk mengubah nasibmu.
Semua orang layak mendapat kesempatan kedua.
Luluslah tes ini dengan gemilang,
dan kau bisa menghapus versi dirimu yang gagal.
Selama nilaimu lebih baik,
kau bisa meninggalkan masa lalu.
Begitulah kata mereka.
Lelah?
Kalau lelah, tidur saja dulu.
Ibu akan bangunkan kalau sudah sampai.
Qiqi,
bangunlah.
Kita sudah sampai.
Apa ada yang benar-benar ke sini cuma untuk ujian ulang?
Naik kereta gantung sebentar saja kok.
Kalau menyetir makan waktu lima jam lagi.
Ini.
Tempat terpencil ini memang pas.
Sangat membantu untuk fokus belajar.
Kelas remidial Chongming itu kelas wahid.
Peraih nilai tertinggi ujian bersama selalu dari sini tiap tahun.
Apa kau orang tua Zhao Jiaqi?
Ya.
Sini, kubawakan kopermu.
Terima kasih.
Ayo.
Ikuti aku.
- Masukkan. - Tapi aku masih membutuhkannya...
Ponsel dilarang di dalam, atau kau harus pulang.
Kau lihat sesuatu di sana?
Mereka lari ke arah itu.
Ke sini.
Cari terus!
Cepatlah...
Ke mana orang itu kabur?
Hei.
Aku ke arah sini.
Kalian cari terus.
Kami lakukan ini demi kebaikanmu.
Kita akan istirahat begitu sampai.
Kita harus lapor ke Chongming besok pagi-pagi.
Kita tak boleh telat di hari pertama.
Baunya busuk sekali.
Tutup.
Tutup jendelanya.
Tempat ini memang cukup terpencil.
Tapi selama kau fokus belajar.
Dan bekerja keras.
Beberapa bulan ini akan berlalu cepat.
Kau bisa lihat sesuatu di sana?
Entah di mana mereka sembunyi.
Saat ketemu nanti, mereka akan menyesal.
Sial!
Di sana!
Kau baik-baik saja?
Apa kau melihat jelas wajah orang itu?
Aku tak melihatnya dengan jelas.
Begitu kau bawa ke sini, jangan biarkan mereka keluyuran lagi.
Ada apa?
Bukan urusanmu.
Qiqi.
Waktunya bangun.
Bagaimana tidurmu semalam?
Lumayan.
Syukurlah kalau begitu.
Cepat gosok gigi, cuci muka, lalu sarapan.
Sana.
Siapa yang ada di sebelah?
Pagi-pagi begini sudah main biola.
Bisa gila aku dibuatnya!
Mengganggu tidur orang saja.
Selain tidak bisa belajar menggantikanmu
Segalanya yang lain
Serahkan saja padaku
Kau fokus saja belajar
Begitu kau masuk sekolah impianmu
Dan jadi dokter yang lebih hebat dari ayahmu
Hidup kita akan makin bahagia bersama
Lihatlah
Aku tahu
Qiqi dan aku akan selalu bersama
Di hari pertama kelasmu
Pastikan beri kesan baik pada gurumu
Kau sudah mulai lebih lambat dari yang lain
Jadi kau harus lebih giat dari teman sekelasmu
Semua orang adalah sainganmu
Jadi jangan mencoba berteman dengan mereka
Fokus saja belajar
Hei, teman, bagaimana nilaimu di kelas?
- Ayolah... - Kita bisa bicarakan ini
Teman sekelas
Bagaimana hasil ujianmu di sekolah?
- Peringkat ketiga. - Peringkat ketiga, ya?
Cukup berbakat dalam belajar
Teman, aku mengenalmu...
Ibu dan ayahmu tidak ada?
Kau pasti lelah.
Jika kau tak bisa mengejar pelajaran,
beri tahu aku jika kau ingin istirahat.
Berikan tempatmu padaku.
Aku bisa urus apa pun keperluanmu.
- Tidak apa-apa. - Jangan paksakan diri jika nilaimu turun.
Berikan tempatmu padaku.
Jika butuh sesuatu, temui aku. Aku bisa banyak membantumu.
- Terima kasih. - Margaku Fu, Paman Fu.
- Orang tua tak boleh masuk. - Maaf soal itu.
Kami ke sini untuk mendaftar hari ini.
Siapa namanya?
Zhao Jiaqi.
Apa yang terjadi di sini?
- Ada apa? - Tidak—
Ada apa dengan mereka?
Apa mungkin mereka ke sini untuk mendaftar?
Apa masih ada kuota yang tersedia?
Pergilah ke kantor kepala sekolah.
- Lapor ke Profesor Kang. - Bagaimana bisa?
Katanya harus melapor.
- Setelah daftar, orang tua harus segera pergi. - Tidak mungkin, kok ada kuota?
- Terima kasih. - Bagaimana bisa ada kuota?
Aku belum pernah melihat mereka berdua.
Berhasil masuk.
- Kami sudah lama menunggu tapi tak dapat kuota. - Apa mungkin lewat koneksi?
- Bagaimana bisa? - Apa mungkin lewat koneksi?
- Pasti lewat koneksi. - Jelas lewat koneksi.
Tujuan kita.
Pilihan utama.
Tanggung jawab kita.
Belajarlah sepenuh hati.
Siswa yang datang ke Chongming.
Hanya punya satu hal untuk dilakukan.
Yaitu belajar.
Setiap siswa yang datang ke Chongming adalah kegagalan.
Tapi di sini, kalian akan meraih sukses.
Apa pun yang tak berkaitan dengan belajar dilarang.
Chongming menyediakan lingkungan belajar yang sempurna.
Tanggung jawab kalian adalah mendedikasikan diri untuk belajar.
Bimbel Chongming didirikan sendiri oleh Profesor Kang.
Dia memberikan setiap siswa yang gagal...
...harapan baru.
Namun, dia juga menetapkan peraturan sekolah yang ketat.
Melanggar aturan akan berakibat serius.
Jangan... mereka yang tidak bijaksana...
Jangan...
Maaf...
Aku belum pernah melihat orang yang benar-benar bijaksana.
Orang-orang yang membenci ketidakadilan.
Mereka yang mencintai kebaikan tak tertandingi.
Orang-orang yang membenci ketidakadilan.
Praktikkan kebaikan dengan tulus.
Jangan biarkan ketidakadilan memengaruhimu.
Mereka yang mencintai kebaikan tak tertandingi, dan mereka yang benci ketidakadilan...
Qiqi.
Qiqi.
Qiqi, Sayang.
Ibu pulang sekarang, ya.
Pak Gao.
Aku titipkan Zhao Jiaqi kepadamu.
Aku pergi dulu!
Pergilah.
Cepatlah.
Jangan menoleh terus.
Cepat susul mereka.
Baca buku panduan siswa dengan cermat.
Baik itu terlambat, pulang lebih awal,
atau perilaku apa pun yang mengganggu belajar siswa lain,
pihak sekolah tidak akan menoleransinya.
Akan ada ujian simulasi setiap bulan.
30 siswa peringkat terbawah akan dikeluarkan.
Sudah jelas?
Ini kelas intensif.
Hanya 30 siswa teratas yang bisa masuk.
Berapa skor ujian bersamamu?
384
Berapa poin?
384
Masih banyak yang perlu ditingkatkan.
Aku tahu sekarang.
Zhao Jiaqi.
Dari Kelas Sembilan.
Harusnya itu jatah Zhang Lei.
Pasti begitu.
Siswa dengan skor ujian bersama di bawah 384, silakan berdiri.
Mundur satu bangku.
Cepat.
Ke tengah dan belakang.
Mulai sekarang, posisi tempat duduk akan disesuaikan tiap ujian simulasi.
Jika ingin duduk di barisan depan,
belajarlah yang keras dan berusahalah.
"Kutukan"?
Apa ini?
"Jika tidak ingin mati, jangan baca lebih lanjut..."
Beraninya kau menggeledah barang orang lain?
Kau melihat sesuatu yang tidak seharusnya.
Kukutuk kau sakit perut,
dibenci oleh seluruh kelas,
dan mengalami hal-hal mengerikan.
Wu Shuangyi.
Jangan berisik.
Ada murid baru yang bergabung bersama kita.
Semua orang harus tetap menjaga kedisiplinan.
Fokuslah belajar dengan sepenuh hati.
Jangan lengah sedikit pun.
Ayo, ikut ucapkan bersama guru.
Jalan menuju sukses ada tepat di depan kita.
Pilihan utama kita—siapa lagi kalau bukan kita?
Tujuan kita, pilihan utama.
Tujuan kita, pilihan utama.
Mimpi kita, peringkat teratas daftar kehormatan.
Kita ciptakan prestasi dengan sikap kita.
Kita ciptakan keajaiban dengan kerja keras kita.
Kita ciptakan keajaiban dengan kerja keras kita.
Jalan menuju sukses ada tepat di depan kita.
Apa ini?
Kenapa kotor sekali?
Hai, halo.
Kau...?
Kau orang tua murid baru yang baru pindah ke sini?
Aku Fu Chunhua.
'Fu' yang berarti kemakmuran.
Kau bisa memanggilku Fu Kecil.
- Halo. - Halo...
Tadi aku mau bilang, kau baru saja pindah ke sini...
Mungkin tidak punya banyak waktu untuk belanja bahan makanan.
Kusiapkan beberapa barang untukmu.
Simpanlah dulu.
Tidak apa-apa.
Jangan khawatir, aku bisa beli sendiri.
Jangan sungkan begitu.
Kita semua di sini demi anak-anak.
Karena itulah kita pindah ke tempat ini.
Ini tidak mudah bagi siapa pun.
Ini berat.
-Baiklah. -Hati-hati.
Terima kasih.
Jadi, Pak Fu,
anakmu kelas berapa?
Dia belum sempat sekelas dengan putrimu.
Ngomong-ngomong,
siapa namamu?
-Margaku He. -He... Kak He.
Halo, Presiden Jiang.
Apa kabar, Presiden Jiang?
Kak He,
aku pergi sekarang.
Kalau ada pertanyaan atau perlu apa pun, hubungi aku saja.
-Oke. -Jangan sungkan.
-Terima kasih. -Sama-sama.
Dah.
Ke depannya,
jangan sampai kulihat orang seperti itu di sini lagi.
Wu Shuangyi
Dia sebenarnya sama sekali tidak perlu ikut kelas remedial.
Dia sudah pintar sejak kecil.
Tapi tak ada seorang pun di kelas yang menyukainya.
Jadi dia memutuskan untuk mengucilkan seluruh kelas.
Saat seorang genius mengabdikan diri melakukan sesuatu tiap hari tanpa henti,
mereka akan terus menjadi makin hebat.
Suatu hari, semua orang menyadari
bahwa semua kutukan Shuang Yi akan jadi kenyataan.
Shuang Yi yang Agung, kukutuk kau.
Lalu akhirnya aku duduk di sebelahnya.
Kukutuk kau sakit perut.
Dibenci oleh seluruh kelas.
Dan mengalami hal-hal mengerikan.
Hai.
Sudah kuduga kau ada di sini.
Kau ikut ujian ulang karena dipaksa keluargamu, 'kan?
Kau pasti penasaran bagaimana aku tahu itu.
Reaksimu terlalu jelas.
Aku sangat mengerti dirimu.
Chong Ming sangat menyeramkan.
Semua orang di sini sangat aneh.
Awalnya, memikirkan harus sekolah saja sudah membuatku ingin muntah.
Untungnya, kau muncul.
Sekarang ada satu lagi orang normal di kelas kita.
Namaku Wang Xinyu.
"Xin" dari kata "berkembang."
"Yu" dari kata "hujan."
Bagaimana denganmu?
Aku Zhao Jiaqi.
Cepat ganti seragammu.
Jangan sampai mencolok di sekitar sini.
Orang yang cari perhatian tidak pernah berakhir baik.
Seperti Zhang Lei yang membuat banyak masalah.
Dia bahkan menarik seluruh kelas, membuat kami kehilangan poin.
Tak ada yang tahu apa yang dia lakukan di luar.
Dia bahkan tidak datang ke sekolah.
Lalu dia menghilang begitu saja.
Simpan buku pelajaranmu.
Bisa pinjam pulpen?
Terima kasih.
Ayo makan bareng.
Tidak apa-apa, aku tidak lapar.
Kau keras kepala sekali.
Aku sudah dengar perutmu bunyi.
Tenang saja, takkan kubiarkan kau makan gratis.
Besok, bawakan lauk ekstra untukku.
Terima kasih.
Enak sekali.
Kalau begitu, makanlah lagi.
Aku muak.
Makan ini setiap hari.
Shuliang.
Kau makan ini saja hari ini.
Aku sendiri yang membuatnya tadi pagi.
Tidak apa-apa, terima kasih.
Jangan sungkan padaku.
Makanlah.
Lalu,
Ini khusus kuberikan untukmu.
Semoga kita berdua lulus ujian dengan baik.
Dan masuk kelas persiapan lanjutan bersama.
Simpan saja untukmu.
Kau tidak makan?
Aku tidak lapar.
Kau makan duluan saja.
Shi Liqiong.
Terima kasih.
Sepertinya Chongming punya banyak aturan.
Tapi jangan terlalu khawatir.
Selama kau tidak membolos.
Dan tidak mengganggu ketertiban kelas.
Itu tidak akan mengganggu suasana belajar.
Berlagaklah jadi anak baik dan rajin belajar.
Maka pada dasarnya, takkan ada masalah.
Lagi pula, moto Chongming adalah belajar terus.
Pantas saja semua orang terlihat tegang.
Selalu belajar.
Kita semua pecundang yang cuma bisa belajar.
Apa ada orang yang masih mau jatuh cinta?
Di mana kau tinggal?
Di sana.
Itu kawasan apartemen.
Keluargaku tidak mampu tinggal di sana.
Jadi kami cuma bisa tinggal di Distrik Selatan.
Siapa itu?
Tadi pagi kulihat dia merokok.
Nama orang itu Chen Junhong.
Dari Kelas Empat.
Nilai ujian masuknya bahkan lebih rendah dariku.
Dia suka pada Jiang Wenyue dari kelas kita.
Dia selalu menempel padanya.
Kenapa kau lupa membawa kunci lagi?
Halo.
Ada apa lagi kali ini?
Kami baru pindah tadi malam.
Margaku He.
Aku masak paha ayam semur.
- Aku ingin berbagi denganmu. - Tidak usah.
Hai, Kak.
Kau sudah pulang!
Kami tetangga baru kalian di seberang.
Ini putriku, Zhao Jiaqi.
Dia teman sekelas barumu.
Aku membuat sedikit makanan.
Silakan dicoba.
Baunya enak sekali!
Pasti rasanya lezat.
Terima kasih, Bibi.
Enak tidak?
Ya, enak sekali.
Panas!
Yang ini.
Ini.
Dan paha ayam favoritmu.
Mau telur?
- Boleh. - Ide bagus!
Paha ayam semurnya enak sekali!
Nenekmu membuatnya lebih enak lagi.
Begitu kau masuk sekolah kedokteran,
kita akan ke Hong Kong mengunjungi nenek.
Boleh juga!
Ayo.
Makanlah sedikit lagi.
Nanti kau masih ada belajar mandiri malam.
Ada apa?
Aku sudah janji padamu akan ujian ulang.
Kenapa kau masih saja mengambilnya?
Ibu sedang membantumu.
Menyingkirkan hal-hal yang tak perlu.
Bukankah kita sudah sepakat soal ini?
Kita akan berjuang bersama-sama.
Ibu bantu kurangi gangguan belajarmu.
Tapi itu barang-barangku!
Apa hakmu mengambilnya?
Aku punya hak.
Aku yang melahirkanmu.
Semua yang kau miliki berasal dariku.
Apa yang satunya sudah tertangkap?
Belum.
Sial.
Qiu An.
Katanya saat membersihkan rumah orang itu,
mereka menemukan benda ini.
Dari mana dia mendapatkannya?
Sepertinya ini tidak berhasil.
Bahkan ibunya juga menghilang sekarang.
Kita harus cepat menangkap mereka.
Kalau tidak, sesuatu yang buruk akan terjadi.
Apa yang harus kita lakukan pada orang ini?
Orang ini?
Wali kota sudah memberi instruksi.
Dia harus ditangani secara khusus.
Ini tak semudah membuat pupuk.
Baiklah.
Kenapa benda seperti ini ada di rumah siswa?
Bukankah wali kota sudah mengendalikan semuanya?
Jika dia tahu benda ini berakhir di sini,
dia pasti akan mengamuk.
Nanti masalahnya akan semakin parah.
Ada yang aneh dengan kota ini.
Tapi yang terseram bukan kejadian aneh ini.
Melainkan semua orang jelas merasakannya,
tapi pura-pura tidak terjadi apa-apa.
Zhao Jiaqi.
Kau absen belajar mandiri semalam tanpa alasan.
Awal semester saja kau sudah malas-malasan.
Seluruh kelas kena pengurangan poin.
Berdiri.
Semuanya keluar dan lari keliling lapangan.
Ini semua salahmu!
Kau baru sampai dan sudah bikin kami dihukum.
Si pembawa masalah yang menyebalkan.
Zhao Jiaqi
Bolos belajar malam di hari pertama sekolah.
Sikap begini tak pantas jadi siswa Chongming.
Kali ini waktu istirahat makan siangmu dibatalkan.
Lain kali, kau tak akan dapat makan siang.
Kalian semua, saling awasilah.
Jangan jadi pengaruh buruk, paham?
Paham.
Lebih keras!
Paham!
Tujuan kita!
Sekolah pilihan utama!
Tanggung jawab kita!
Belajar sepenuh hati!
Tujuan kita!
Sekolah pilihan utama!
Tanggung jawab kita!
Belajar sepenuh hati!
Suaraku hampir lebih keras dari suara kalian.
Tujuan kita!
Sekolah pilihan utama!
Tanggung jawab kita!
Belajar sepenuh hati!
Tujuan kita!
Pilihan utama!
Tanggung jawab kita!
Belajar sepenuh hati!
Tahu tidak apa yang paling aku benci? Lari!
Gara-garamu aku tak bisa tidur siang dan harus lari.
Sialan.
Kau harus dihukum.
Kukutuk kau agar tak punya teman.
Dikejar-kejar hantu.
Menakutimu sampai mati...
Zhao Jiaqi
Pakai saputanganku.
Maaf ya.
Tadi aku melihat Shi Liqiong mendorongmu.
Tapi aku takut lapor ke guru.
Keluarganya kaya dan dia suka merundung.
Tak ada yang berani melawannya.
Shi Liqiong
Kau mau ke kamar mandi?
Sudah jelas.
Atau kau ke sini mau makan kotoran sepertimu?
Kenapa bicaramu begitu?
Aku bahkan tidak memancingmu.
Berdiri di sini tanpa pakai toilet—
Apa lagi yang kau tunggu kalau bukan makan kotoran?
Semua siswa wajib segera memakai masker.
Tetap di rumah dan jangan pergi ke luar.
Cepatlah.
- Tutup semua pintu dan jendela. - Cepat tangkap orang itu!
- Jika ada siswa yang keluyuran di luar - Cepat siapkan peralatannya.
- Akan dianggap pelanggaran tata tertib. - Area mana kali ini?
Semua siswa wajib segera memakai masker.
- Tetap di rumah dan jangan keluar. - Sial, kejadian lagi.
Cepatlah.
Tutup semua pintu dan jendela.
Jika ada siswa yang keluyuran di luar.
Cepat kemasi barang-barangmu.
Akan dianggap pelanggaran tata tertib sekolah.
Jangan berkeliaran di luar.
Cepat masuk ke dalam.
Tutup pintunya, masuk!
Ada orang di sana?
Bisa seseorang bantu bukakan pintunya?
Jika ada siswa yang keluyuran di luar.
Akan dianggap pelanggaran tata tertib sekolah.
Semua siswa.
Ada orang di luar?
Tetap di rumah dan jangan ke luar.
Ada yang bisa bantu aku buka pintunya?
Jika ada siswa yang berkeliaran di luar...
- Pelanggaran aturan sekolah - Zhao Jiaqi
Zhao Jiaqi
- Wang Xinyu - Zhao Jiaqi
Kau mau ke mana?
Zhao Jiaqi belum keluar juga.
Kau mengabaikan nasihat Profesor Kang?
Ayo pergi.
Pakai maskermu.
Di mana maskermu?
Keluarkan.
Akhirnya terjadi juga.
Akhirnya terjadi juga.
Ini benar-benar terjadi.
Ada orang di luar?
Bisa bantu aku?
Aku mau pulang.
Aku tak mau di sini lagi.
Kau kenapa?
Kenapa kau masih di sini?
Bisa bantu aku pergi dari sini?
Aku mau pulang.
Tolong, ajak aku pergi.
Aku mohon, bantu aku.
Kumohon.
Kumohon.
Kau tidak apa-apa?
Zhao Jiaqi
Kau takkan pernah bisa pergi dari sini.
Zhao Jiaqi...
Alih Bahasa: Arantaru with Momoi-Sub
Yang mau nraktir bisa ke bit.ly/traktirMOMOIsub
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.