All language subtitles for 4 Minutes (Uncensored Version) - 4MINUTES Episode 3 kisskh

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

TOKOH, TINDAKAN, TEMPAT, PEKERJAAN, DAN PERISTIWA DALAM SERIAL INI

ADALAH FIKSI DAN DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN SEMATA.

KAMI TIDAK BERMAKSUD MENDUKUNG PERILAKU APA PUN DI DALAM SERIAL INI.

PEMIRSA DIMOHON BERSIKAP BIJAK.

Persis seperti mayat sebelumnya, Inspektur.

Tempat ditemukannya sama.

Juga ada luka terbuka di kepala.

Jika ini bukan kasus pembunuhan berantai,

maka korban pasti jadi sasaran balas dendam.

Bagaimana perasaanmu?

Aku bukan dokter yang merawatmu.

Great memintaku datang memeriksamu.

Apa yang terjadi padaku?

Great temanmu bilang, kau diserang teman lainnya.

Jadi dia membawamu ke IGD.

Great...

Great bilang begitu?

Kapan Great datang?

Seingatku,

aku sedang bicara dengan Title.

Lalu...

Istirahatlah.

Kita pikirkan itu nanti, ketika kau sudah merasa lebih baik.

Baiklah.

-Hei, Bee. -Ya?

Ini kartu pasien ranjang ini.

Berikan aku kartu pasien ranjang nomor empat.

Kartu pasiennya ada di dr. Den.

Apa?

Kau mengintubasi Bu Nongnuch?

Ya.

Pagi ini dia kesulitan bernapas. Kadar oksigennya menurun.

Jadi aku mengintubasinya.

Kita sudah bicarakan ini.

Dia tak mau diintubasi lagi.

Itu menyakitkan.

Lalu kau mau aku melakukan apa?

Membiarkan pasien mati?

Tyme,

kau melakukannya lagi.

Kau lihat?

Pakai selang pun, dia masih bernapas seperti ini.

Ini kondisi orang yang akan meninggal.

Yang kau lakukan bukanlah pengobatan.

Tapi hanya memperpanjang hal yang tak bisa dihindari.

Aku sudah memesan morfin.

Jika masih mengalami sesak napas, kau bisa menyuntik dia sesuai dosis.

Yang paling penting,

pasien ini punya nama.

Namanya Bu Nongnuch.

PANGGILAN TAK TERJAWAB TON KLA

(Hei, ada apa?)

Hei, jam berapa sekarang?

(Pukul 09.30.)

(Kenapa kau bertanya?)

(Lihatlah jam tanganmu sendiri.)

(Halo?)

(Halo, Great?)

(Great?)

Tak apa-apa. Sampai nanti.

Tugas kalian minimal harus lima halaman.

Kapan harus dikumpul?

Serahkan tugas kalian paling lambat hari Jumat ini.

Pelajaran hari ini selesai.

Great?

Ada apa, Mod?

Seseorang memintaku memberikan ini padamu.

Siapa?

Pria pucat, sangat tampan.

Agak bingung.

RAWAT LUKAMU DI RUMAH SAKIT

BISA MAAFKAN AKU, GREAT?

RAWAT LUKAMU DI RUMAH SAKIT

Dokter.

Kenapa tak meneleponku dulu sebelum datang?

Aku melihatmu di kelas, tak mau mengganggu.

Kalau begitu,

apa kau butuh sesuatu?

Aku tak butuh apa pun.

Hanya mengingatkanmu untuk merawat lukamu.

Kau datang jauh-jauh untuk memberitahuku?

Bagaimana kau tahu aku suka teh Thailand?

Aku bertanya pada temanmu di sekitar sini.

Teman yang mana?

Entahlah.

Sembarang orang.

Dokter, kau...

agak aneh.

Aku hanya mau mengenalmu lebih baik.

Jika aku terlalu aneh...

aku minta maaf.

Kau senggang sore ini?

Jika ya, mau makan malam bersamaku?

Lain hari saja.

Ada tugas yang harus kuselesaikan.

Baiklah.

Lain hari saja.

Kalau begitu,

aku akan pergi.

Juga,

terima kasih untuk teh Thailand ini.

(Great.)

Aku tak butuh apa pun.

Hanya mengingatkanmu untuk merawat lukamu.

Terjadi lagi.

Apa?

Kau baik-baik saja?

Ingatkah saat aku bertanya tentang melihat masa depan?

Aku ingat.

Dia bukan pasien psikiater,

tapi aku.

Aku...

bisa melihat empat menit ke depan.

Apa saja gejalanya?

Kau tahu aku suka teh Thailand karena bertanya pada temanku di Uni.

Kau mau mengundangku makan malam.

Kulihat kilasan yang tak pernah terjadi, berkelebat di pikiranku.

Waktu yang kulihat di jam juga aneh.

Saat aku sendirian,

aku akan melihat waktu terhenti di pukul 11.01.

Tapi saat aku bersama orang lain,

aku melihat waktu secara normal.

Kondisi seperti apa ini?

Aku seorang ahli bedah.

Aku jarang mendiagnosis kondisi seperti ini.

Aku akan bertanya pada beberapa dokter ahli, temanku, tentang ini.

Aku akan memberitahumu jika tahu jawabannya.

Untuk saat ini, rawat lukamu

lalu pulang dan istirahat.

Aku akan berhenti mengganggumu.

Terima kasih, Dokter.

Kau bisa memanggilku Tyme.

Dengan begitu, kita bisa lebih dekat.

Jika kau butuh sesuatu, hubungi aku kapan saja.

Dokter.

Tyme.

Setelah lukaku sembuh, kita pergi makan.

Hei.

Kau mau aku berbicara di belakang kepala kau?

Kenapa kau?

Kau marah padaku.

Karena mengintubasi pasienmu, 'kan?

Ya.

Bagaimana sekarang? Aku harus menebusnya?

Apa pun yang kau mau.

Den.

Memangnya aku suamimu?

Aku harus menebak apa yang kau inginkan?

Tidak perlu jadi suamiku untuk menebusnya.

Beri tahu aku.

Bilang kau tak akan melakukan itu lagi.

Aku tak akan melakukan itu lagi.

Kau menyebalkan.

Ya.

dr. Tyme.

Apa yang kau inginkan?

Aku tak dekat dengan psikolog, jadi aku mau bertanya padamu dulu.

Kau pernah bertemu pasien yang bisa melihat masa depan dengan akurat?

Seorang peramal?

Bukan, orang biasa.

Dia melihat waktu berubah pada jam, dan juga

sering melihat kilasan yang tak terjadi.

Lurus saja lalu belok kiri ke bagian psikologi.

Bukan hanya itu, sialan.

Masa depan yang dia lihat sangat jelas.

Dia bisa melihat masa depan

selama empat menit ke depan.

Apa katamu?

Melihat empat menit ke depan?

Ya, itu yang dia katakan.

Tyme.

Kenapa gejalanya sama seperti pasien dalam penelitianku?

Tapi gejala ini terjadi dalam otaknya ketika

jantungnya berhenti.

Tidak juga.

Dia tetap normal.

Benarkah?

Hei, Tyme,

atur pertemuan dengan pasienmu untuk bicara dengan pasienku.

-Kedengarannya bagus. -Terima kasih.

Ya.

Aku ada pertanyaan lain.

Ya?

Kau bilang pasienmu

hanya melihat empat menit ke depan ketika jantungnya berhenti berdetak?

Ya.

Kenapa empat menit?

(Great.)

(Great.)

(Great.)

Kau baik-baik saja?

Kau baru saja melamun.

Aku tak lapar lagi.

Ayo pergi ke sana.

Hei, pergi ke mana?

Apa?

Ke sini.

Kau mau bermain?

Ya.

Kau tak lapar lagi?

Tak terlalu.

Kau tahu cara mainnya?

Kau perlu beli koin dulu.

Aku akan beli sedikit.

Hei.

Baiklah. Ayo coba.

Sayang.

Dengarkan aku.

Jangan bidik kepala, bidik badannya.

Biarkan cakar itu mencengkeram lehernya.

Coba lagi.

Bagaimana kau tahu, apa kau jago?

Tidak.

Aku dulu heran bagaimana orang bisa dapat banyak.

Jadi aku menyelidiki cara melakukannya.

Itu cocok bagi seorang dokter.

Bidik...

Sudah kubilang bidik tubuhnya.

Sini, kutunjukkan padamu.

Biar kutunjukkan, pastikan kau mengingatnya. Ayo.

-Yang ini. -Baiklah.

Hei.

Hei.

Hei!

Hei!

Ini dia.

Kau lihat?

Kubilang kuselidiki cara melakukannya, dan berhasil.

Baiklah, giliranku.

Hei, masukkan koinnya.

Di sini, seharusnya berhasil.

Oh.

-Hei, bukankah ini giliranku? -Tidak.

Oh.

Ini rumahku.

Kau hanya tinggal bersama nenekmu?

Ayah dan ibuku meninggal ketika aku masih kecil.

Hanya kami yang tersisa.

Kedengarannya situasinya sulit.

Memang.

Sangat sulit.

Jadi, aku harus fokus untuk lulus ujian dan menjadi dokter.

Kupikir menjadi dokter akan membuat aku dan nenekku lebih kaya.

Untukmu, Great,

kau mungkin tak bisa memahami situasiku.

Kau lihat,

aku punya uang.

Tapi aku tak pernah bahagia.

Bagaimana bisa?

Sebelumnya,

hanya ada aku dan ibuku.

Istri pertama ayahku bunuh diri.

Jadi, aku pindah ke rumah utama bersama ayah dan kakak laki-lakiku.

Orang tuaku terus makin kaya.

Waktu yang mereka punya untukku makin berkurang.

Ketika masih kecil, aku pernah minta main mesin cakar.

Mereka bilang,

itu buang-buang waktu saja.

Jadi mereka

beli mainan seharga ribuan baht dari sekitar sana untukku.

Sekarang aku tak tahu di mana menaruhnya.

Jika kau mau main mesin cakar lagi, beri tahu aku.

Aku akan ikut denganmu.

Aku bertanya pada rekanku tentangmu.

Katanya ada pasien yang gejalanya mirip denganmu.

-Benarkah? -Ya.

Nanti aku akan mengatur agar rekanku dan pasiennya bertemu denganmu.

Baiklah!

Baiklah, aku akan pergi.

Tunggu.

Ambil ini untukmu.

Aku bersenang-senang hari ini.

Terima kasih.

Terima kasih.

Aku pergi.

Sampai jumpa lagi.

LETJEN WARIT WIRIYACHAIDEJ, BONGKOCH ARTITARPRONCHAI, WARIT WIRIYACHAIDEJ

Apa yang kau lakukan?

Aku akan membunuhmu!

Aku hampir ditangkap. Tolong aku!

Pak.

Ponselnya tak bisa menyala.

Perbaiki agar kita bisa menyalakannya.

Ya, Pak.

Kukirim lokasinya padamu.

Bawa Nan ke sana.

Kami perlu tahu pada siapa Nan mengirim informasi itu.

Ya, Pak.

Lain kali ikutlah denganku. Kujamin akan enak. Pasti.

Benar, Teman-teman?

Pak Kepala.

Bagaimana status kasus di rawa?

Kami menunggu hasil forensiknya, Pak.

Kau tak perlu menangani kasus ini lagi.

Aku akan menanganinya mulai sekarang.

Apa maksudmu, Pak?

Kirimkan aku semua yang kau miliki akhir hari ini.

-Tapi kasus ini... -Tidak lagi!

Ini perintah.

Lepaskan kasus ini.

Kerjakan kasus lain.

Ya, Pak.

-Pak Kepala. -Apa aku harus memberitahumu?

Kenapa aku bersabar dengan omong kosong ini?

-Ada masalah? -Ya.

Aku tak lagi menangani kasus kakakmu.

Siapa yang akan menanganinya?

Pak Kepala akan menanganinya sendiri.

Aku tak tahu kenapa tiba-tiba

aku disuruh berhenti.

Aku khawatir kau tak akan dapat jawaban

tentang siapa yang membunuh kakakmu.

Pak Kepalamu bukan orang baik?

Aku tak bisa mengatakannya di sini.

Kau baik-baik saja, 'kan?

Ya.

Apa ada orang lain yang tinggal bersamamu?

Kerabat?

Atau... pasangan?

Tidak ada.

Baiklah, ini masalahnya.

Pak Kepala Naret pernah menerima suap.

Untuk memanipulasi kasus demi menguntungkan pihak yang bersalah.

Lalu?

Kau sudah memeriksa media sosial kakakmu?

Tidak, belum.

Kenapa?

Aku baca setiap postingan dan komentar.

Ada satu komentar dari teman kakakmu.

Gadis itu bilang, "Jauh di lubuk hati

semua orang tahu siapa pelakunya."

(Aku mau memberitahumu)

aku tak akan menyerah untuk mencari siapa yang membunuh kakakmu.

Kau banyak membantuku.

Apa yang sebenarnya kau inginkan?

Karena aku mau kau tahu,

-masih ada polisi... -Kau menyukaiku?

Aku tak seharusnya melakukan ini.

Kau pasti masih berduka.

Bercinta tanpa pelindung?

Aku sudah siap.

Pakai kondom, biar lebih aman.

Jilat putingku.

Isap aku.

Hampir ejakulasi.

Hampir ejakulasi!

Aku akan mandi.

Apa?

Aku tak mengira kau seperti ini.

Seperti apa?

Seperti ini.

Kenapa?

Kau akan menangkapku?

Atas tuduhan apa?

Mengisap pejabat.

Bisakah kau,

mampir dan menemaniku lebih sering?

Tentu saja.

Jika aku tak sibuk bekerja.

Saat kau membutuhkanku, Ton Kla.

Kau bisa menghubungiku kapan saja.

Benarkah?

Benar.

Tentang kasusmu,

aku tak akan menyerah begitu saja.

Permisi.

Ya?

Aku inspektur yang menangani kasus kematian temanmu.

Aku mengirimimu pesan.

Tapi kau tak pernah membalasnya. Jadi aku menemuimu.

Aku melihat komentarmu dan mau tahu siapa yang kau maksud.

Oh.

Aku tak merujuk pada siapa pun.

Apa orang itu membuatmu takut bicara?

Aku tak tahu, sungguh.

Permisi.

JIKA KAU TAK BERHENTI MENYELIDIKI, AKU AKAN MEMBUNUHMU!

HARI UJIAN PUKUL 11.00

MELIHAT KILASAN SEBELUM MENABRAKNYA

BERTEMU TYME DAN MELIHAT KAMI BERHUBUNGAN SEKS?

-MELIHAT KILASAN TLE MENABRAK DOME -(Tle, jangan!)

BERTEMU TYME DI KONDOMINIUM PADA PUKUL 11.01

Maka kita harus bertukar identitas Line.

Untuk berjaga jika kau... butuh bantuan.

(Hei, jam berapa sekarang?)

(Kenapa bertanya?)

(Lihatlah jammu sendiri.)

Tak apa-apa. Sampai nanti.

RAWAT LUKAMU DI RUMAH SAKIT

BISA MAAFKAN AKU, GREAT?

DI GALERI, AKU MELIHAT GAMBAR ANEH DAN SEORANG WANITA

Tyme.

Aku mau bertemu dokter yang punya pasien mirip denganku.

Kapan aku bisa datang?

TON KLA

SA-MARN

Ada apa?

(Ponsel Nan belum bisa diperbaiki, Pak Korn.)

(Gadis itu masih tak mau bicara.)

Aku sendiri yang akan bicara dengannya.

Jangan sakiti dia dalam kondisi apa pun.

Mengerti?

Ya.

Itu saja.

Hei, terima kasih sudah datang, Kawan.

Apa yang terjadi, Great?

Aku tak bisa lama-lama. Aku harus mengurus sesuatu.

Ingat yang kuceritakan tentang gejala anehku?

Maksudmu bagaimana kau bisa melihat masa depan?

Jadi sekarang,

jam yang kulihat saat aku sendirian,

tak bergerak.

Pada pukul 11.02.

Pergilah temui dokter.

Tak baik membiarkan gejalamu tak diobati.

Aku sudah berkonsultasi dengan dokter.

Dia akan mengatur pertemuan dengan orang yang punya gejala serupa.

Tapi kini dia tak merespons.

-Tak menjawab panggilanku. -Ganti dokter.

Mau kucarikan?

-Ya. Tapi... -Tak ada tapi.

Aku akan buat janji dengan dokter yang kukenal.

Terima kasih.

Mulailah duluan.

Aku mau ke kamar mandi sebentar.

Di mana Nan?

Siapa kau?

Aku bertanya padamu di mana Nan?

Di mana Nan?

Aku bertanya...

Jawab!

Hei!

Great!

Jangan biarkan dia lolos!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.