Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, TINDAKAN, TEMPAT, PEKERJAAN, DAN PERISTIWA DALAM SERIAL INI
ADALAH FIKSI DAN DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN SEMATA.
KAMI TIDAK BERMAKSUD MENDUKUNG PERILAKU APA PUN DI DALAM SERIAL INI.
PEMIRSA DIMOHON BERSIKAP BIJAK.
Ya, Anne?
Aku akan datang sekarang.
Pasien menolak tidur.
Apa kau merasakan sakit?
Tidak lagi.
Aku akan meresepkan obat tidur.
Putraku.
Bunuh diri.
Bulan lalu.
Aku tinggal bersama putraku.
Kami tak punya banyak uang.
Putraku berusaha menghasilkan uang.
Tapi pada akhirnya, dia kehilangan segalanya.
Dia diburu utang setiap hari.
Tidak kusangka
putraku akan meninggalkanku seperti ini.
Aku tak tahu
kenapa aku harus terus hidup,
Dokter.
Malam ini, tolong minum obat tidur sesuai resep.
Besok, aku akan membawa psikiater.
Lakukan tindakan pencegahan bunuh diri.
Ya, Dokter.
Maaf.
Aku...
Biar aku saja.
Terima kasih.
Hei, Anne?
Ya?
Apa itu kerabat pasien?
Oh.
Benar.
Dia hanya memintaku untuk membawa bunga ini ke kamar empat.
Aku heran kenapa dia tak ambil sendiri.
Hei, Anne.
Apa?
Apa dr. Tyme dan dr. Natcha masih bersama?
Kudengar mereka putus.
Lalu, dr. Natcha berhenti.
Meninggalkan program spesialisasinya?
Aku tak terkejut.
dr. Tyme sangat mengintimidasi.
Benar sekali.
Aku merinding.
Aku akan menyiapkan obat untuk pasien.
Tentu, pergilah.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Aku sudah muak, apa kau tak paham?
Aku tak mau putus!
Tapi aku mau putus!
Aku sudah melakukan segalanya untukmu.
Aku sudah muak. Dengarkan aku.
Apa salahku padamu?
Aku tak sanggup lagi.
Aku tak sanggup lagi, Tle!
Berhentilah bersikap bodoh!
Kita pulang!
Aku tak mau. Tidak!
Ayo.
-Hei! -Tle, lepaskan!
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Jangan usil!
Ayo, kita pulang!
Tle...
-Lepaskan! -Ayo!
Aku mau belajar Seni,
bukan Ekonomi.
Entahlah.
MELIHAT EMPAT MENIT KE MASA DEPAN
Apa View akan datang?
Hei, bagaimana kabar mobilmu?
Sedikit lecet di bempernya.
Perbaikilah.
Bagaimana dengan ujian? Apa yang akan kau lakukan?
Kuberi tahu profesor kalau aku tak bisa datang
karena ada kecelakaan.
Dia akan menjadwalkan ulang untuk ujianku.
Baik. Anggap saja itu buang sial.
Tapi kalau ada yang bisa ayahku bantu,
beri tahu aku.
Mod, ada yang duduk di sini?
Kusimpan untuk View.
Tapi dia mungkin tak datang.
Kau bisa duduk di sini, Dome.
View...
Ke mana dia?
Entahlah.
Aku meneleponnya sejak semalam, tapi dia tak angkat.
Semalam aku melihat View dan Title berdebat di asrama.
Kemudian,
View masuk ke dalam mobil dengan Title.
Title?
Dia mungkin tahu View pergi ke mana.
Baik. Aku akan tanya dia.
Title.
Aku tak bisa menghubungi View.
Dome bilang dia bersamamu.
Benar, 'kan?
Dia asal bicara.
Benarkah?
Maaf.
Halo?
Aku sudah makan.
Sampai jumpa di tempatmu malam ini.
Baik, sampai nanti.
Baik.
Apa maumu?
Aku mau memperbaiki kesalahpahaman kecil kita.
Perbaiki apa?
Setelah kau melihatku dan View semalam,
aku dan View pergi terpisah.
Jika orang lain tanya padamu
ke mana View pergi,
jangan pernah bilang kau melihat kami bersama.
Aku hanya bicara berdasarkan yang kulihat.
Tapi kau hanya melihatnya sekilas, 'kan?
Jangan bersikap seolah kau tahu semuanya.
Lalu, kenapa kau kesal?
Atau kau tahu View pergi ke mana.
Persetan denganmu, Dome.
Kau sudah menguji kesabaranku selama ini.
Jika kau tak mau dapat masalah,
tutup mulutmu soal semalam.
Kau tahu, 'kan?
Siapa aku
dan yang bisa kulakukan padamu.
Di mana aku bisa beli, Tle?
Aku akan terlambat.
Sial!
Sial!
Apa kau baik-baik saja, Bu?
Hei! Kau tak tahu cara meminta maaf?
-DI MANA TERAKHIR KALI KAU MELIHATNYA? -AKU MELIHATNYA SAAT MAKAN SIANG.
MARI KITA TUNGGU. JIKA TAK MENEMUKANNYA, KITA AKAN CARI. JANGAN PANIK.
ADA YANG BISA MENGHUBUNGINYA? SUDAH HAMPIR 24 JAM.
KUTELEPON BERKALI-KALI. TIDAK DIANGKAT. TIDAK BALAS LINE.
HARUSKAH KITA MENGEPOS SESUATU?
(Berhentilah bersikap bodoh!)
(Kita pulang!)
(Tidak! Aku tak mau!)
(Ayo!)
(Tidak!)
(Halo?)
Hei, Tle.
Klip apa ini?
Bagaimana Dome bisa merekammu dan View?
(Ya, mari kita kesampingkan itu untuk saat ini.)
(Aku hampir tiba di kondominiummu.)
Kenapa?
(Begini,)
(kau akan segera tahu.)
(Aku punya sesuatu yang menyenangkan untukmu.)
Sial, apa yang terjadi padamu?
Siapa yang peduli?
Jadi, kau tahu tentang View yang hilang?
Ya.
Dia bersamaku.
Aku mengurungnya agar dia tak ke mana-mana.
Sampai dia menginginkanku kembali.
Dasar berengsek.
Lalu, kenapa kau tak membiarkan dia membalas pesannya?
Semua orang panik.
Sial, mungkin ada yang akan membuat laporan orang hilang.
Siapa yang peduli?
Ada hal yang lebih penting.
Hal apa?
Sial, apa-apaan ini?
Aku hanya memberinya ganjaran.
Aku hanya menghajar bajingan usil ini.
Rasanya sangat menyenangkan.
Tapi aku tak mengira itu akan membuatnya pingsan selama ini.
Sial, Dome...
Dome.
Sial, kita harus membawanya ke rumah sakit.
Itu tindakan yang bodoh.
Bagaimana jika dia mati di rumah sakit?
Lalu, apa yang akan kau lakukan?
Bantu aku menyelesaikan ini.
Selesaikan apa?
Tenggelamkan dia.
Tidak, aku tak mau.
Hei, Great.
Hei, Great!
Saat kau berkelahi di bar, bukankah aku membantumu?
-Sekarang aku butuh bantuanmu! -Sial!
Tapi ini hal serius.
Jika kau mau melakukannya,
lakukan sendiri.
Apa yang kau lakukan?
Great.
Persetan denganmu, Great. Apa kau mau mati?
Hei!
Hei!
Siapa yang menyuruhmu keluar?
Hei, Tle. Apa yang kau lakukan?
Hei, Tle.
Jangan!
Great.
Hei, Great.
Jangan terlihat bingung.
Ayo bantu aku mengangkatnya.
Apa-apaan, Great?
Ada apa denganmu?
Dokter,
kau sangat kuat.
Setelah berolahraga, kau masih punya tenaga untuk bekerja.
Kapan kau tidur?
Aku tidur saat senggang.
Berapa jam...
Ah...
Jangan lupa ajak ibumu untuk pemeriksaan.
Baik.
Hei, tunggu.
Apa kepalamu terbentur?
Apa kau sudah diperiksa?
Belum.
Diperiksa dulu di sana, lalu ke sini lagi.
Bawa pasien ke bangsal bedah.
Aku akan menulis perintahnya.
Ya, Dokter.
dr. Tyme?
Apa perintahnya sudah selesai, dr. Tyme?
Sebentar.
Baik.
Begini...
Adakah yang sudah mengurus kasus itu?
Semua orang sedang sibuk dengan kasus-kasus darurat saat ini.
Para pekerja magang masih membantu kasus-kasus kritis.
Wah!
Boleh kuminta rekam medis
kasus di sana, Bee?
Tidak apa-apa.
Hanya cedera kepala, akan kuminta dokter magang memeriksanya.
Apa itu rekam medisnya?
Akan kuambil.
Tidak apa-apa, dr. Tyme.
Akan kuminta dokter magang memeriksanya.
Astaga, dr. Tyme.
Apa yang terjadi?
Aku hanya membawa temanku.
Kau tak menjawab pertanyaan.
Aku dipukul.
Temanmu juga terluka?
Ya.
Apa kau minum alkohol?
Tidak.
Apa kau kehilangan kesadaran, penglihatan ganda,
mual, atau muntah?
Tidak.
Biar kuperiksa lukanya.
Apa itu sakit?
Itu...
Tidak.
Lukanya cukup dalam.
Semua dokter di IGD sedang sibuk.
Aku akan menjahitnya.
Bukankah kau dokter IGD?
Aku seorang ahli bedah.
Ambilkan satu set benang untuk menutup luka.
Ya, Dokter.
Kenapa tegang sekali?
Selesai.
Aku pernah bertemu denganmu.
Kau menabrakku di bangsal.
Maafkan aku.
Kau sudah bilang maaf.
Siapa namamu?
Namaku Tyme.
-Aku... -Pacharawit Sriwatsombat.
Aku melihat namamu di vas
yang kau bawa untuk pasien.
Kau punya ingatan yang baik.
Datanglah untuk membersihkan lukamu setiap hari.
Jahitan bisa dilepas dalam sepekan.
Aku bisa melepaskannya.
Apa?
Karena akulah yang menjahitnya.
Ya.
Dokter?
Bolehkah aku menanyakan satu hal lagi?
Pernahkah kau bertemu dengan seorang pasien
yang bisa melihat masa depan?
Beberapa, di bangsal kejiwaan.
Atau pasien yang bingung atau mengigau.
Kenapa?
Bukan apa-apa.
Terima kasih sudah mengobati lukaku.
-Halo, Pak. -Halo.
Kau tak menemukan ponsel almarhum di sekitar sini?
Belum, Inspektur.
Kau sudah menghubungi kerabat almarhum?
Sudah kami hubungi.
Aku sudah mengirim mereka ke Departemen Forensik.
Baik, terima kasih.
Ya, Pak.
-Halo, Pak! -Terima kasih.
Petugas Somkuan.
Ya, Pak.
Periksa sekitar.
Mungkin ada bukti lain di sekitar sini.
Saudaraku.
Di mana saudaraku?
Apa kau saudara dari almarhum?
Aku mau melihat saudaraku.
Tolong bawa aku menemuinya.
Bisakah kau mengonfirmasi
ini saudaramu?
Aku turut berdukacita.
Kenapa?
Kenapa harus kau?
AKU SUDAH MEMARKIR MOBILMU DI ASRAMA.
AKU MINTA MAAF SOAL SEMALAM.
TAPI AKU TAK BISA MENINGGALKAN DOME SEPERTI ITU.
TOLONG BALAS.
View memberitahuku
kaulah yang membantunya.
Terima kasih banyak, Great.
Sama-sama.
Aku juga mengkhawatirkan dia.
Omong-omong,
bagaimana kau menemukannya?
Tle beri tahu dia mengurungnya di kamarnya.
Aku berhasil mengambil kunci mobilnya.
Kartu kunci kondominiumnya ada di dalam mobil.
Apa Title menyakitimu?
Sedikit.
Omong-omong,
Title menghilang.
View mengajukan laporan atas penyerangan dan pengurungan sepihak.
Menurutku,
dia berusaha menghindari tuduhan itu.
Aku tak tahu ke mana Title pergi.
Jika kau menghubunginya,
jangan lupa suruh dia pergi dan mengakui kesalahannya.
Ya.
Terima kasih banyak, Great.
Tle.
Great.
Beraninya kau mengkhianatiku?
Aku tak mengkhianatimu.
Kau akan membunuh Dome. Bukankah aku harus menghentikanmu?
Siapa yang bilang
aku akan membunuhnya?
Siapa yang menaruh teman yang pingsan di bagasi mobil?
Kau akan membunuhnya.
Berhenti menuduhku, Bajingan!
Hei, Tle. Lepaskan aku.
Dasar bajingan.
Hei, Tle.
Lepaskan aku!
Hei!
Siapa kau?
Pergi dari sini.
Pergi!
Tunggu saja, Bajingan!
Dokter.
Apa kau baik-baik saja?
Bukankah kau seharusnya ada di rumah sakit?
Menjadi dokter bukan berarti selalu berada di rumah sakit.
Aku hanya menemui teman di sekitar sini.
Oh.
Siapa itu?
Kau tak perlu tahu.
Maaf aku sudah bertanya.
Aku hanya khawatir.
Kau harus pergi menemui temanmu.
Aku baik-baik saja sekarang.
Kau yakin tak mau ada orang yang menemanimu?
Bagaimana jika dia kembali?
Kau tak perlu tetap di sini.
Rumahku di sini.
Hanya berjalan kaki sedikit.
Maka kita harus bertukar akun Line.
Jaga-jaga jika kau
membutuhkan bantuan.
Jika tak mau, tak apa-apa.
Aku pergi.
Tunggu.
Sial!
Hei, punyaku juga.
Kenapa sistemnya rusak?
Sistemnya rusak.
Hei, apa yang terjadi?
Hei, apa yang terjadi?
Sistem tiba-tiba rusak.
Hei!
Diam!
Jika sistem rusak, minta IT untuk memperbaikinya!
Kau!
Pergi periksa gedung lainnya.
Ya, Pak.
Korn.
Apa kau sudah tahu siapa yang meretas situs judi itu?
Kami belum menemukan peretasnya. Kami masih menyelidikinya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kau gunakan keuntungan untuk memperluas server tanpa beri tahu pemegang saham.
Aku sudah memperingatkanmu soal ini.
Aku perlu beri tahu Presdir.
Tidak!
Aku akan mengurusnya.
Aku akan meneleponmu lagi saat tak sibuk!
Direktur siap menemuimu sekarang.
Selamat datang.
Selamat datang.
Kau sedikit tak sabar, Korn.
Baru saja memulai posisi baru dari ayahmu
dan kau sudah mendapatkan sahamnya.
Aku melakukan penyelidikan.
Aku tahu siapa pemegang saham yang mempekerjakan peretas itu.
Siapa, Paman?
Pak Wanchai.
Apa yang harus kulakukan?
Jika kau mau melakukannya dengan benar,
kau harus bicara dengannya.
Soal apa masalahnya.
Buatlah kesepakatan.
Tapi Wanchai sudah menimbulkan masalah sejak dulu.
Jadi, aku menemukan solusi yang lebih mudah untukmu.
Apa maksudmu?
Kau harus banyak belajar Korn.
Tidak perlu khawatir lagi.
Fah, apa kau tahu
bagaimana ayahmu mengurus pemegang saham itu?
Aku tak tahu.
Aku tak mau tahu juga.
Jangan terlalu memikirkannya.
Jika ada masalah lain, kau bisa menghubungiku.
Terima kasih.
Maaf mengganggumu.
Aku kebetulan ada di sekitar sini dan mau tahu kabarmu.
Apa polisi biasanya melakukan pemeriksaan ke rumah?
Tidak semuanya.
Aku baik-baik saja.
Kau tak perlu khawatir.
Aku mau meyakinkanmu.
Aku akan menemukan orang yang membunuh saudaramu.
Lalu?
Dia akan melewati proses peradilan dan dijatuhi hukuman penjara
untuk pembunuhan yang disengaja.
Aku pernah melihat pembunuhan.
Kebanyakan hanya mendapat hukuman sepuluh tahun.
Pada akhirnya
mereka dibebaskan.
Proses peradilanmu ini...
Apa keadilan benar-benar ada?
Omong-omong,
terima kasih sudah mencari tahu kabarku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.