Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pasien mengalami kejang dan tensinya turun, Dokter.
Bagaimana tanda vitalnya?
Tanda vitalnya normal.
Pasang infus dan masukkan inotropik.
Baik.
Tanda vitalnya stabil, Dokter.
Aku akan minta tes darah.
-Ambilkan rekam medisnya. -Baik.
Kondisi pasien kritis.
Aku perlu kejut jantung 200 joule, secepatnya.
Mesin sudah datang.
Siap, Dokter.
Isi daya.
Menyingkir.
Semuanya menyingkir.
Siap.
Kenapa kau meneleponku?
(Kau menyuruhku menelepon dan membangunkanmu untuk ujian.)
Benarkah?
(Tentu saja.)
(Semalam, kau sangat berlebihan, Great.)
(Bangun dan bantulah aku.)
Sial, aku tak bisa pergi. Kepalaku sakit.
(Jika sakit kepala, minum saja parasetamol.)
(Jika kau melewatkan ujian lagi, kita tak akan lulus bersama.)
(Kita bertemu pukul 13.00 di kampus. Sudah dulu.)
Kau lapar?
Sial, kenapa aku tak bisa bernapas?
Aku di sini, Ayah.
Kau terlambat lima menit.
Aku minta maaf.
Tadi aku sibuk mengobrol dengan klien.
Duduklah.
Ada hal penting yang mau kubicarakan.
Kalau soal pengiriman barang terakhir,
dan masalah berat,
sudah kuselesaikan dengan pihak pengangkutan.
Ini bukan tentang itu.
Aku mau kau mengambil alih Divisi Investasi kita.
Divisi Investasi?
Perusahaan kita memilikinya?
Aku belum pernah lihat dalam struktur perusahaan.
Divisi Investasi?
Itu tulang punggung perusahaan kita.
Pendapatan dari logistik itu bagian darinya.
Tapi alasan kita begitu sukses
itu karena Divisi ini.
Ini menjadi penghasil pendapatan utama kita.
Bagaimana dengan Divisi Transportasi yang kukerjakan?
Aku akan cari orang lain untuk mengambil alih.
Hari ini,
aku mau kau mulai bekerja di kantor.
Jika ada pertanyaan, tanyakanlah pada Sa-Marn.
Sa-Marn sudah mengelola Divisi investasi sejak hari pertama.
Karena aku melihat potensimu,
jadi harus kau
yang akan mengambil alih divisi ini setelah aku.
Aku tak akan mengecewakan Ayah.
Ya.
Pergilah.
Korn.
Kau sudah bicara dengan ayahmu tentang Divisi Investasi?
Sudah, Bu.
Bekerja keraslah.
Divisi ini sangat penting bagi perusahaan.
Jika kau bekerja dengan baik, ayahmu akan tenang.
Ya.
Permisi, aku harus kembali bekerja.
Ya.
Aku mengambil keputusan yang tepat, 'kan?
Membuatnya mengambil alih operasi rahasia kita?
Kau membuat keputusan yang tepat.
Harus orang seperti Korn yang bisa mengatasinya.
Mengenai posisinya saat ini,
aku akan minta Great mengambil alih.
Setelah dia selesai ujian,
aku akan minta dia mulai bekerja.
Itu tergantung apa kau akan punya masalah saat membawanya.
Dia bahkan tak suka pulang ke rumah.
Kenapa kau menelepon? Aku sedang dalam perjalanan.
(Aku hanya mau menanyakan sesuatu.)
Apa kau punya kalkulator lebih?
Aku lupa bawa.
Astaga. Dari sekian hari, kau lupa hari ini?
(Berhenti berceramah.)
(Aku tahu kau punya dua kalkulator.)
Entah apa aku bawa kalkulator cadangan.
Biar kulihat dulu.
Aku tak membawanya.
(Sial.)
Siapa yang bisa kupinjami?
Aku tak tahu, Bodoh. Aku bisa terlambat.
Apa lagi?
(Tidak ada yang mau meminjamkan kalkulator.)
(Bisa kau belikan aku kalkulator?)
Di mana aku harus membelinya, Tle?
Aku akan terlambat.
(Sial!)
(Astaga! Suara apa itu?)
(Kecelakaan mobil?)
(Great?)
(Halo? Great?)
(Halo?)
(Halo?)
(Kau bilang apa, Great?)
(Kau punya kalkulator lebih atau tidak?)
(Halo? Apa kau mendengarku?)
(Halo?)
(Halo, Great?)
Hei.
Hei, Bu.
Apa kau baik-baik saja?
Aku akan panggilkan ambulans.
Jangan.
Tinggalkan... Tinggalkan aku di sini.
Bagaimana aku bisa meninggalkanmu di sini?
Halo?
Aku mau melaporkan kecelakaan mobil yang menabrak seseorang.
Halo.
Apa kau pengemudinya?
Cilukba!
dr. Den!
Kau mengejutkanku.
Ada apa?
Ada yang bisa kubantu?
Aku tak sibuk.
Jadi, aku ke sini untuk bergosip.
dr. Den!
Jangan pernah bilang "tak sibuk"
di IGD-ku.
Itu kata terlarang. Bisa bawa sial untuk sif kami.
Astaga, Bee.
Kita harus berhenti memercayai takhayul.
Itu sama sekali tak ilmiah.
Seperti warna baju yang menguntungkan
atau tak makan ayam goreng di bangsal.
Itu membuat hidup
sangat sulit.
dr. Den.
Jangan tak menghargai, walau kau tak percaya.
Lihat?
Apa kasusnya?
Kecelakaan.
Ayo.
Halo, dr. Tyme, sahabatku.
Apa kau mengganggu Bee lagi?
Tidak. Bukankah dokter wanita seharusnya ada di mana-mana?
Kacau sekali saat aku sif di IGD.
Apa masalahnya?
Pasien wanita berusia 53 tahun.
Tertabrak mobil 15 menit yang lalu.
Tidak ditemukan sesuatu yang signifikan dalam survei primer.
Nyeri tekan perut di seluruh bagian.
USG menunjukkan perdarahan intra-abdomen.
Kurasa kita perlu...
Apa?
Siapkan mesin USG.
Apa?
Sudah kubilang aku...
Siapkan.
Ini.
Ambillah.
-Pegang ini. -Ya.
Mungkin perlu menyiapkan Operasi Darurat.
Biar kuhubungi dr. Komson dulu.
Dokter.
Aku tak punya uang untuk perawatan.
Kau butuh operasi darurat.
Aku bisa pakai dana darurat.
Sebenarnya,
aku sengaja
berjalan ke depan mobil.
Kenapa kau melakukan itu?
Aku tak mau hidup lagi.
Kau mengalami pendarahan intra-abdominal.
Jika kami tak operasi sekarang, bisa memburuk.
Tidak apa-apa.
Lagi pula, aku mau mati.
Kau bisa mati sesukamu,
tapi bukan di sini.
Apa kau mengerti?
Bu Manee, apa kau punya kerabat?
Ya.
Ya.
Aku punya seorang putra.
Tapi
dia tak tinggal bersamaku lagi.
Aku mengerti masalahmu mungkin cukup serius.
Tapi jika putramu tahu kau menolak bantuan apa pun,
dia akan merasa sangat sedih.
Izinkan kami untuk membantumu.
Mari kita atasi masalah ini bersama.
Dokter.
Ada pasien dari IGD. Tolong persiapkan operasi sekarang.
Hari ini aku akan membiarkanmu mengoperasi.
Apa kau siap?
Siap.
Pisau bedah.
Klem.
Kemampuanmu sangat meningkat, Tyme.
Terima kasih.
Jahitlah.
Pasien berikutnya belum tiba.
Pergi makanlah lebih dulu.
Biar kuselesaikan membuat catatan lebih dulu.
Omong-omong,
apa kau punya rencana
setelah pelatihan bedahmu
usai kau bekerja?
Belum ada.
Apa kau tertarik menjadi instruktur medis di sini?
Kurasa setelah pelatihanku selesai,
aku akan bekerja di rumah sakit swasta.
Menjadi instruktur medis di sini
tak melarangmu bekerja di rumah swasta.
Banyak dokter melakukan itu.
Terima kasih sudah menawarkannya.
Tapi keputusanku tak berubah.
Permisi.
Halo, Dokter.
Hai, Tyme!
Kau baru keluar dari ruang operasi?
Ya.
Lalu Manee? Bagaimana kabarnya?
Siapa?
Wanita yang tertabrak dan tak menginginkan bantuanmu.
Bukankah kita mengerjakan kasus yang sama?
Operasi sudah selesai dan berjalan lancar.
Kau harus mencoba mengingat nama pasienmu, Tyme.
Apa yang kau bawa?
Penelitian rahasiaku.
Aku belum pernah memberi tahu siapa pun di luar departemen.
Tapi aku memberi tahu kau dulu.
Benarkah?
Apa isinya?
Apa yang kau lakukan?
Aku
menyimpan
informasi pasien yang pernah mengalami serangan jantung.
Keren, 'kan?
Itu menarik.
Tentu saja.
Aku akan gunakan sampel yang lebih besar dari penelitian sebelumnya.
Aku jamin
penelitianku
pasti akan dipublikasikan secara internasional.
Keren, 'kan?
Apa?
Aku akan meninggalkanmu. Kau sibuk dengan pacarmu.
Sampai nanti, Kawan.
Halo.
Halo, Pak Korn.
Kau adalah
Sa-Marn?
Benar.
Silakan lewat sini.
Terkunci dari luar?
Benar.
Kau tak perlu khawatir, Pak Korn.
Aku membuatkan kunci cadangan untukmu.
Ini.
Pak.
Ini investasinya?
Yang kata ayahku tulang punggung perusahaan?
Benar.
Di sinilah kita bisa menghasilkan jutaan dalam hitungan menit.
Dari mana?
Dari sini. Judi daring.
Kita punya tiga kasino di perbatasan.
Aku yakin kau akan berkunjung.
Lewat sini.
Hei, Kau.
Sudah berapa totalnya bulan ini?
Hampir tercapai.
Sebaiknya terpenuhi.
Silakan.
Ini informasi pemegang saham kita.
Juga semua pendapatan dan pengeluaran kita.
Kau harus meluangkan waktu untuk melihatnya.
Siapa yang mengizinkanmu masuk?
Maaf.
Keluar!
Ya.
Ya, aku bisa.
Akan kuperbaiki dan segera kukembalikan padamu.
Kapan kau membutuhkannya?
Besok?
Baik.
Baik, Pak. Sampai jumpa.
Korn.
Kau tak bilang akan datang.
Aku merindukanmu.
Aku jadi kuyup.
Minumlah.
Aku
akan kembali bekerja.
Kau tak harus bekerja.
Apa uang yang kuberikan tak cukup?
Bukan begitu.
Aku juga harus bekerja.
Kenapa kau begitu stres?
Kau terlihat sangat kusut.
Kenapa?
Ayahku memintaku mengambil alih divisi penting perusahaan.
Tapi itu divisi yang aku bahkan tak tahu keberadaannya.
Jadi, aku merasa sedikit tak nyaman.
Karena sepertinya aku tak tahu apa-apa tentang perusahaan.
Tapi aku senang.
Karena ayahku memercayaiku.
Jadi, aku mau memastikan semuanya berjalan lancar.
Tapi ini sangat menantang.
Juga berisiko.
Pekerjaan ini...
Pekerjaan yang seperti apa?
Semua akan baik-baik saja, Korn.
Saat kau memulai sesuatu yang baru,
itu akan selalu menantang.
Tetaplah kuat dan terus maju.
Kau akan bisa.
Jika kau sudah bisa, itu akan menjadi mudah.
Benar, 'kan?
Kau hebat sekali, Ton Kla.
Mendengarmu bicara selalu membuatku merasa lebih baik.
Aku tak hanya pandai bicara.
Bisa kita bercinta tanpa kondom?
Aku benar-benar mau merasakannya.
Apa itu sakit?
Tidak. Teruskan.
Apa kau orgasme?
Biar kubantu.
Tidak apa-apa.
Tidak boleh aku saja yang orgasme.
Sial.
Aku hampir orgasme.
Aku hampir orgasme!
Terima kasih.
Sekali lagi?
Halo.
Ya.
Maaf.
Aku bersama Fasai.
Ya, Ayah.
Malam ini Fasai makan malam bersama Paman Warit.
Baik.
Aku pergi sekarang.
Baik.
Aku minta maaf.
Ayahku mau aku pulang sekarang.
Untuk makan malam.
Tidak apa-apa.
Kau pergilah.
Sampai jumpa lagi.
Aku sudah selesaikan masalah ini dengan polisi.
Untung dia tak mati.
Kapan kau akan berhenti mengacau dan memaksaku membereskan kekacauanmu.
Great.
Ya?
Itu hanya kecelakaan.
Kita beruntung Great tak terluka.
Besok aku akan memesankan bunga, kau antarkanlah untuknya.
Jangan lupa berfoto.
Kurasa tak perlu berfoto.
Tidak bisa.
Berfotolah untuk bukti.
Agar orang tak berpikir kita lari dari tanggung jawab.
Selamat makan.
Turunkan aku di sini.
Aku bisa jalan ke gedungku sendiri.
Kau yakin?
Ya. Sampai jumpa.
Baik.
Sudah pukul 23.00?
Tunggu.
Aku...
Maaf.
Bukan apa-apa.
Sudah berapa kali aku menyuruhmu berhenti?
Aku tak suka.
Aku tak merokok di depan wajahmu.
Aku tahu, tapi itu tak baik untukmu.
Itu kebiasaan buruk.
Kau baik-baik saja?
Jam di ponselku aneh.
Tapi sekarang sudah benar.
Sudah beberapa kali hari ini.
Sepertinya benar.
Kenapa semuanya aneh hari ini?
Saat mobilku tabrakan,
aku melihat masa depan aku akan menabrak seseorang.
Jam yang kulihat tampak aneh dan kacau.
Apa maksudmu melihat masa depan?
Aku
dapat penglihatan aku akan menabrak seseorang.
Apa kau menggunakan narkoba?
Tidak!
Lupakan saja.
Kurasa
kau harus istirahat.
Mungkin kau kurang tidur.
Juga,
berhentilah minum alkohol.
Lalu, lihatlah yang kau rasakan.
Apa maksudmu, aku halusinasi?
Bukan begitu.
Mungkin kau stres.
Tidak cukup tidur.
Maaf.
Aku tak banyak menghabiskan waktu denganmu belakangan ini.
Tapi aku mencemaskanmu.
Hanya setahun lagi sekolah selesai.
Aku mau kau memikirkan hidup lebih serius.
Apa yang lucu?
Kau terdengar seperti ayahku.
Tidak.
Lebih dari cukup jika punya ayah.
Juga, ibu.
Benar.
Apa kau merindukan ibumu?
Ya.
Tapi itu sudah lama.
Begitu rupanya.
Karena kau sudah tua sekarang.
Siapa yang tua?
Usia kita hanya berjarak beberapa tahun.
Hei.
Rokok yang tadi belum habis.
Satu isap saja.
Sulit kupercaya! Tepat di depanku.
Berikan padaku.
Baik.
Nenek!
Tyme!
Jangan menyelinap seperti itu. Aku hampir terkena serangan jantung.
Nenek belum punya penyakit jantung.
Tentu saja.
Karena kau di sini,
ayo merajut.
Coachella?
Bukan. Tunggu.
-Merajut. -Merajut?
Apa itu Coachella?
Sudah siap.
Apa Nenek sudah minum obat diabetes?
Aku lupa. Aku belum meminumnya.
Jangan sampai lupa, Nenek.
Gula darah Nenek tinggi akhir-akhir ini.
Ulkus di kaki Nenek masih belum sembuh.
Kaki Nenek akan dipotong.
Aku tak masalah.
Lagi pula, aku kelebihan berat badan.
Aku akan memesankan ruang operasinya. Keras kepala sekali.
Nenek suka makan makanan manis.
Ya,
aku membuat makanan manis, jadi harus mencicipinya.
Jika tak kucicipi dan rasanya tak enak, aku tak akan punya pelanggan.
Itu akan merusak reputasiku.
Apa?
Benar, 'kan? Kau juga menyukainya?
Ya.
Tunggu sebentar lagi, Nek.
Aku akan menjadi seorang ahli bedah.
Aku akan menjadi dokter kaya dan bekerja sif untuk dapat banyak uang.
Membuat hidup kita lebih baik.
Aku mau kau bahagia.
Seperti dulu...
Jangan mengeluh.
Aku tak mau dengar.
Itu akan membuat tensi Nenek naik.
Ya.
Ayo makan.
Tidak mau makan masakanku? Tidak enak?
Kapan aku bilang begitu?
(Pada saat itu, aku tak merasakan apa pun.)
(Semuanya hitam.)
(Semuanya hitam.)
(Hal berikutnya yang kutahu, aku terbangun di ICU.)
Aku sudah diintubasi.
Aku melihat cahaya terang dari atas.
Mendengar peralatan medis di sekitarku.
Lalu, aku merasa
seperti melayang ke langit-langit.
Saat aku melihat kembali ke bawah,
aku melihat diriku di meja operasi.
Aku merasa seperti jatuh ke dalam kuil atau pasar,
tapi orang-orang di sana
semuanya mengenakan pakaian putih.
Pakaian putih itu bukan seragam perawat?
Bukan.
Bukan.Mereka seperti biksuni Brahmana.
Apa kau mengamalkan agama secara teratur, Bu Nuan?
Ya, Dokter.
(Pintu lift ditutup.)
(Pintu lift ditutup.)
Kenapa tak terjadi apa pun padaku?
Permisi.
Di kamar berapa Manee Temalai berada?
Tunggu sebentar.
Bu Manee ada di kamar empat.
Terima kasih.
Halo, Bu.
Halo.
Aku membawakanmu bunga.
Aku akan menaruhnya di sini.
Tunggu sebentar.
Nak.
Berapa usiamu?
Usiaku 21 tahun.
Usiamu hampir sama dengan putraku.
Ya.
Pemuda dengan masa depan cerah.
Kau tak perlu khawatir
karena masalah yang kusebabkan.
Nak.
Jangan khawatir.
Aku sendiri yang akan memberi tahu polisi
kalau aku
sengaja berjalan di depan mobil.
Aduh.
Hei! Apa kau tak tahu cara meminta maaf?
Bu Manee ada di kamar empat.
Apa ini?
Pak?
Apa kau baik-baik saja?
Aku mau memberikan bunga ini untuk pasien di kamar empat.
Kerabat boleh masuk dan mengunjungi pasien.
Tidak perlu.
Tolong berikan padanya, terima kasih.
Pak.
Nn. Arinya.
Apa itu benar?
Panggil saja Lukwa.
Baik, Nn. Lukwa.
Menurut rekam medismu,
jantungmu berhenti berdetak karena miokarditis parah sebelumnya?
Benar.
Bisa kau mengingat bagaimana rasanya
saat jantung berhenti berdetak?
(Aku tak tahu apa yang terjadi padaku.)
(Aku hanya menjalani hidup dengan normal.)
Tapi itu kehidupanku di masa lalu.
Seperti kejadian di masa lalu yang terulang kembali di pikiranku.
-Apa kau merasakan sakit? -Ya, benar.
Di sisi kiriku.
Perasaan itu
apa terasa nyata?
Sangat nyata.
Tapi ada satu hal yang tak terasa nyata.
Aku bisa melihat empat menit ke depan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.