All language subtitles for Pitfall 2025 1080p BluRay HEVC x265 5.1 BONE

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita harus lari. Tak apa.

Ayo, ayo, cepat.

Oke, turun, sembunyi.

Shh, shh, shh, shh.

Sialan!

Kau tak apa-apa? Kau tak apa-apa?

Kau tak apa-apa? Ya? Oke.

Tak apa.

Ibu melindungimu.

Oke.

Tak apa. Tak apa.

Shh.

Mundur. Hati-hati.

Jangan dilihat.

Aku tak peduli dengan yang kau lakukan.

- Kami tak akan... - Diam!

Kumohon! Kumohon, jangan sakiti dia, ya?

Tidak, tidak, jangan.

Tolong, kumohon.

Tunggu.

Aku akan kembali.

Aku akan kembali bersamamu, oke?

Tolong, jangan sakiti dia.

Tidak!

Jauhi dia, Ayah!

Sayang. Sayang, jangan.

Sayang, tidak.

Lari, Ibu! Dia akan menyakitimu!

Ibu, bangunlah.

Ibu, kumohon bangunlah.

Ibu, aku kedinginan.

Kumohon, aku... aku ingin pulang.

Kumohon.

Aku hanya ingin pulang.

Kumohon.

Scott, kau brengsek.

- Kau yang brengsek. - Kau dari pengobatan brengsek.

Aku akan sangat merindukan ini.

Ibu ingat saat kau masih berlarian,

lututmu sampai tergores.

Rasanya seperti baru kemarin.

Oh, Bu, kami akan selalu jadi bayi-bayi kecilmu.

Dan Ashley akan selalu jadi bayi.

Diam.

Dan kau tahu, kurasa aku bisa siap menimang cucu.

Oh, sudah siap, Bu.

Oke, itu agak terlalu dini.

Aku cuma berusaha tak banyak tingkah, Bu, oke?

Bagaimana pendapat Gwen soal tak banyak tingkah ini?

Ya, apa pendapat Gwen?

Aku dan Gwen baik-baik saja, terima kasih.

- Mau saranku? - Tidak.

Kaburlah.

Oh, hentikan.

Itu saran yang bagus.

Saat itu usia ayah 23 tahun.

Ya ampun.

Bandku akan jadi Pink Floyd selanjutnya.

- Ini dia. - Tapi ibumu hamil.

Jadi ayah harus memilih.

Kabur bersama bandku, The Electric Sex Machine

dan menaklukkan negara ini,

atau tetap tinggal di sini dan menetap,

menjadi seorang suami dan ayah.

Itu pilihan yang sulit.

Ada penyesalan? Ashley?

Diam!

Oh, dia sungguh menjengkelkan.

Maksudku, mungkin kolesterolku lebih tinggi dan, penggemar lebih sedikit dari yang kuharapkan,

tapi akupun akan melakukan kesalahan bodoh yang sama sekali lagi jika kubisa.

Keluarga adalah selamanya.

Never have I ever. (Aku belum pernah)

- Tidak. - Uh, ya.

- Tidak. - Ya.

Never have I ever.

- Aku tak mau memainkan itu bersama Ibu dan Ayah. - Ash, ayolah.

- Ayolah. Kami bisa ikutan gaul. - Ya.

- Ya. - Oh Tuhan.

- Ayah gaul. - Ayah akan mulai duluan.

Ayah belum pernah memainkan permainan ini bersama keluargaku.

Oh, syukurlah.

Pilihan aman.

Uh, oke. Never have I ever.

Oh, "aku belum pernah" sekalipun menumpang kendaraan yang melintasi desa ini.

- Diamlah. - Sayang sekali, kau ingin bermain.

- Apa? - Bu?

Apa ibu gila?

- Bertelanjang dada juga. - Wow!

Saat itu tahun 70-an. Masanya beda.

Oh!

Dan ibu tidak bertelanjang dada.

Itu atasan rajut.

Ya, itu rajutan yang cukup terbuka.

- Oh. - Ayah, awas!

Sayang, kau tak apa-apa?

Ya, tadi, uh.

Aku tadi kepikiran, tentang hari ini.

Mm-hmm. Kau mimpi buruk lagi?

Tidak.

Aku bermimpi tentangmu.

Bohong.

Apa kau siap untuk hari ini?

Kurasa aku sudah sangat siap.

Tak yakin kalau dia.

Tak akan pernah ada waktu yang pas.

Tidak.

Dia pasti tak akan menggampangkan.

Kau begitu. Kamu tidak tahu Ashley seperti aku.

Astaga.

Aku tak sangka akan separah ini.

Oh, tak apa. Aku akan baik-baik saja.

Cuma... gugup saja.

Ini cuma gugup menjelang liburan akhir pekan dengan saudaramu?

Yah, kau tidak tahu dia seperti aku,

Tuan Sok Hebat.

Maksudku, sudah beberapa tahun 'kan?

Oke. Maksudku, kita bisa membatalkannya jika kau mau.

Tidak.

Aku tak mau dia puas.

Kau yakin?

Ya. Ya, tak apa-apa.

- Aku bisa. - Baiklah.

Itulah sikap yang untuk liburan akhir pekan yang menyenangkan, tapi itu terserah kamu, sayang.

Oh Tuhan.

Tolong jangan panggil aku begitu.

Yang bisa kau kendalikan adalah dirimu sendiri.

Percayalah kalau liburan ini akan bagaimana nantinya pasrah saja.

Sekarang kau terapisku?

Tidak. Tidak...

kau tak akan sanggup membayarku.

Oh, kalau begitu, apa kau mau membuat pengecualian?

Akan kupertimbangkan,

jika situasinya tepat.

Atau tahu tidak?

Udara pegunungan yang segar mungkin bermanfaat bagimu.

Kau tidak, anu, telat haid 'kan?

Apa?

- Apa? - Jangan bodoh.

Yah, aku cuma, ya, sekadar mengecek saja.

Kita tak pernah tahu.

Memastikan saja.

Tapi, setelah akhir pekan ini, jika kau masih merasa tak enak badan,

kita akan pergi ke dokter dan memeriksakannya.

Ooh. Oh! Dingin! Dingin! Oke.

Oh!

Oke, aku tahu rasanya.

Kau kena tipu, aku justru suka air dingin.

Jangan ceramahi aku, oke.

Kamu bukan pacarku.

Belum.

Tapi aku bisa merasakannya, Kuyakin.

Hanya masalah waktu saja.

- Astaga! - Apa-apaan, Scott?

Sayang, kau tak apa-apa?

- Ya. Ya. - Oh Tuhan.

Apa yang kau lihat?

Tidak ada apa-apa.

Indah, huh?

Jauh lebih bagus dari yang kau ingat?

Ya, semuanya kembali terlintas di benakku, Scotty.

Ya!

Inilah yang kumaksud.

Aku bisa tinggal di sini.

Ash, aku baru nemu ide.

Mm-hmm.

Kabinnya di sana, ya?

Aku akan berburu untuk kita. Kita akan minum air sumur.

- Ya. - Merokok pipa di beranda.

Bagaimana menurutmu?

Kayak mimpi buruk yang mengerikan.

Ya, kau benar. Suasananya sangat indah di sini.

Pohon di sana itu bagus.

Ada satu lagi yang bagus di sana.

Aku bisa bayangkan. Jadi...

ada sebuah kabin kecil di sana.

Nyaman, menyehatkan.

Kau sangat menyenangkan.

Siapa yang mengajak orang itu?

- Bagaimana? - Kau sudah dengar aku.

Maaf, kau tak tahu tren bulan ini?

Karena aku kenal mereka ini sejak masih kecil.

- Yang lagi tren? - Oke, teman-teman.

- Ya. - Tenang.

Charlie, aku yang mengajaknya.

Lars.

- Apa aku dalam masalah? - Ya.

Jangan bersikap seperti Lars, kau bisa?

Tentu, ya. Bisa.

Kau kelihatan kayak Paul Bunyan.

Mulai sekarang, aku akan jadi kurang dari diriku.

Terima kasih.

Astaga, kita beneran berkemah di sana?

Ya, itulah pendakian selama tiga hari.

Tak ada Airbnb di luar sana. Apa masalahnya?

Takut hutan, Hansel cilik?

Lars, Lars cilik.

Ya, Lars cilik takut dengan hutan.

Di luar sana ada beruang dan aku tak mau berurusan dengan itu.

Hey, ambil ini. Atau tidak usah.

Lalu harus kuapakan itu?

Pertama-tama, reaksimu sangat payah.

Tapi ini semprotan anti beruang.

Dan aku setuju kalau kau diam.

Mm.

Tenda yang bagus.

Terima kasih.

Bisa menampung 4 orang, tahan air, tahan api.

Kuyakin kamu tak bisa mengucapkan kata itu lagi.

Sebaiknya kuabaikan kau sementara.

Ya, kau dan yang lainnya.

Baiklah. Kurasa kita siap berangkat.

Aku kunci dulu pintunya.

Gwen, kuncinya. Ah, bagus.

Bagaimana bisa barang-barangmu selalu bisa sampai muat ke dalam tasku?

Mm, itu namanya kutukan.

Hmm. Kutukan.

- Kasar, kasar sekali! - Jelas kutukan.

Ponselku ketinggalan di mobil.

Oke, kau tak perlu menggunakan ponselmu tiap 5 menit.

Tenang saja, Lars, ada ponselku untuk jaga-jaga.

Kita aman.

Dan ponselku di dalam tasku. Dan mobilnya terkunci.

Kita mungkin bisa menjadikanmu pria sejati, kawan.

Ah, sial.

- Kau tahu. - Wow!

- Hati-hati. - Aku datang.

Sama seperti kencan pertama kita.

ORANG HILANG

- Di mana dia? - Apa kau melihatnya?

Tidak.

Ayo.

Oh Tuhan, kapan... kapan seharusnya mulai seru, huh?

Sedikit fakta menarik, sebenarnya, lebih dari 2.000 orang telah hilang.

Selama satud ekade terakhir.

Wow!

Kau bisa mengeceknya. Itu sungguhan, tahu?

Seandainya ada layanan internet di sini, kau bisa mencarinya.

Bisakah kau diam, brengsek?

Astaga!

Apa kita sudah sampai?

Usahamu sudah bagus, Lars.

Bagus sekali, bro.

Gerakkan kakimu.

Ya, kau tahu, aku sebenarnya aku bisa.

Rasa sakitnya menjalar di kaki dan punggungku,

itulah yang selama ini kulewatkan.

Sekarang aku mengerti. Aku benar-benar mengerti.

- Hey, ayo. Cepatlah. - Sial.

Apa ada yang merasa suasana di sini seperti di film Deliverance?

Wow.

Aku hampir lupa betapa indahnya ini.

Bagaimana mungkin kau lupa?

Maksudku, 5 tahun itu memang waktu yang lama.

Tentu saja ini jauh lebih bagus dibanding Niagara.

Tak ada turis, tak ada stres, tak ada tur perahu.

Hanya ketenangan, ya?

Ash?

Hey, uh, Ash, jangan jauh-jauh dari perkemahan.

Jangan jauh-jauh... Oke.

Astaga. Lengannya kuat.

Apa yang akan kulakukan?

Mm, kau tahu ini tak akan mudah.

Oh Tuhan, berilah aku ketenangan

menerima semua yang tak bisa kurubah,

dan,

ketenangan untuk menerima semuanya.

Ah, sial.

Apa sebenarnya yang kulakukan?

Maafkan aku, Bu.

Ash! Sayang, tunggu.

Oh, Charlie, tolong jangan panggil aku begitu.

Oh, ya. Uh, maaf.

Kau tak apa-apa?

Kau mau membicarakannya?

Menurutku ini bukan ide yang bagus, tahu?

Seperti...

Entah apakah kubisa melakukan ini.

Entah kenapa itu begitu mudah baginya.

Kayak, kenapa dia bisa tenang dan berkepribadian baik, dan, aku ini benar-benar payah?

Aku yang harus,

merasakan semua kesedihan ini?

Ini tak berguna. Ini benar-benar menyebalkan.

Ini tidak adil.

Ya.

Aku tahu. Tak apa.

Kau tidak payah. Tak apa.

IBU+AYAH A + S

Keluarga adalah selamanya.

Begini, aku bisa bilang ke mereka kalau aku sedang tidak enak badan, aku demam atau apa,

kalau kau mau pergi dari sini, mungkin?

- Sungguh? - Ya.

Ya, kita bisa pergi, jika kau mau.

Entahlah.

Tidak, tidak, kita bisa tetap di sini.

Kau yakin?

Maksudku, ya, ya. Aku... ya.

Oke. Dan jelas aku tidak tahu Scott,

tapi,

entahlah, orang berduka dengan cara yang berbeda-beda 'kan?

Ya, kurasa begitu.

Kemarilah.

Bisa kita kembali?

Uh, ya, nanti aku menyusul.

Aku akan bersantai sebentar.

- Oke. - Ya.

Uh, Charlie?

Ya, ada apa?

Um,

terima kasih atas...

penyemangatnya, Pak Tua.

Pak tua? Oke, dengar, hanya karena aku suka alam terbuka, dan motif kotak-kotak, dan Hank Williams,

bukan berarti aku tua.

Yah, itu tidak membuatmu awet muda,

tapi membuatmu terlihat cukup imut.

Oke.

Mungkin, pilih yang kedua itu. Oke.

Anu... Oh, hey, awas kepalamu.

Pohon. Ada pohon di sini.

Oke, sampai jumpa di sana.

Sebenarnya apa yang kulakukan?

Aku tak sanggup.

Sial.

Oh!

Hei, ini aku.

Sial!

Ya Tuhan...

Ada apa, Scott?

Hey.

Apa kita akan terus begini?

Begini apa?

Ya begini.

Kau tidak tertawa seperti dulu lagi,

Kau tak menatapku seperti dulu. Kau tak membalas teleponku lagi.

Aku hanya...

Hanya apa? Hanya apa?

Aku hanya...

Aku hanya ingin kakakku yang dulu.

Yah, aku hanya ingin Ibu dan Ayah kembali.

Charles, kau peri hutan, kita sudah sampai?

Kurasa kita akan jalan beberapa jam lagi.

Ada apa, kau capek?

Tidak, aku cuma haus sekali.

Nah, air terbersih yang akan kau temukan di sekitar sini adalah di akar pohon.

Potong jadi dua, ambil beberapa tetes.

Itu saja.

Memang ini kayak, blowjob sama pohon?

Oh, sial! Tolong aku! Tolong aku!

- Scott! - Aku pegangi.

Aku pegangi. Ayo. Charles.

Hey, hey! Jangan jatuhkan aku!

Jangan jatuhkan aku!

- Ayo. Lompat! - Pegang erat.

- Tarik aku ke atas! - Diam dan pegang erat-erat.

Apa kau berusaha? Apa kau lagi ereksi?

Sial!

Sial!

Wow!

- Apa? - Sialan.

Apa itu?

Ya, kalau begitu, kita harus lebih berhati-hati.

Ya, terima kasih atas sarannya. Apaan ini?

Ini lubang jebakan. Perangkapnya pemburu.

Beruang dan rusa terperosok, tertusuk, dan mati kehabisan darah.

Senang sekali kita keluar dari jalur pendakian. Ini ide yang bagus.

Oh Tuhan, lihat itu.

Seharusnya tidak ada di sini.

Kau tidak diperbolehkan berburu di area ini.

Oke, mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati.

Iya.

Matahari sudah terbenam, sebaiknya kita cari tempat berkemah.

Ya?

Lenganku sakit sekali.

Sama-sama, Lars.

Sungguh tak beradab.

Aku menyelamatkanmu, kau yang ambil kayu bakar.

Ini tawaran bagus, Lars.

- Ash? - Oh.

Kau baik sekali.

Tahu tidak?

Siapa yang mau makanan sungguhan?

Kita tak punya makanan sungguhan?

Bukan, maksudku makanan sungguhan. Daging.

Teman-teman, lihat sekeliling.

Kita tak perlu makan camilan olahan yang tak bermutu ini.

Baiklah. Nih, bawa ini.

Mungkin saat bertemu beruang kau bisa membuatnya menunggu tindakanmu padanya.

Menurut alkitab.

Maaf, maaf.

Menjengkelkanmu level 10, ya?

- Begitu caramu nangkap. - Teman-teman, aku serius.

Ada sungai di bawah sana.

Scotty, bagaimana menurutmu?

Ya, ya, ayo berangkat.

- Kau memang temanku. - Aku ikut.

Kalian suka sushi 'kan?

- Sangat suka. - Aku tahu.

Kau tahu aku suka.

Kalian sebaiknya membawa senter.

Apa itu tidak menakuti ikan?

Itu bisa menakuti ikan.

Lihat, padahal tidak terlalu gelap.

Lagipula kami, para pria sejati, bisa melihat di kegelapan.

Apa maksudnya itu? Ya, tak ada yang bisa menghalangi kami.

Lihat, aku masih jatuh karenamu. Ya, aku baik-baik saja.

Soal berkemah ini,

kalian melakukan ini secara sukarela atau...

Tak ada yang memaksa kau memakan itu 'kan?

Mereka akan kembali sebentar lagi.

Karena kau mengatakan mereka akan kembali,

kau sudah menandatangani surat kematian mereka.

Hey, diamlah.

Oh, persetan mereka. Ini benar-benar mengerikan.

Oke, mungkin aku akan mencuri.

- Aku tak tahu harus berbuat apa. - Hey, diamlah.

- Oh Tuhan. - Aku tak mau.

Aku akan diam.

Kalau kau sangat tak suka, kenapa kau ikut?

Jangan salah paham.

Kuhargai komentar sarkasmu,

tapi tetap saja.

Aku tak tahu. Scott selalu menjagaku.

Segalanya jadi beda sejak itu.

Maaf.

Memang benar. Segalanya telah berbeda.

Bukan berarti dia harus mengatakannya atau harus sedih atau lainnya.

Hanya saja.

Maksudku, kau bisa melihatnya

saat dia bicara padamu.

Lihat saja raut wajahnya, dia tidak baik-baik saja.

Kadang aku juga melihat hal yang sama di wajahmu.

Jadi, ketika seorang teman mengajakmu untuk berkemah yang sangat bodoh

di tengah antah berantah yang banyak serangga menjijikkan dan sebagainya,

kau jawab ya.

Aku di sini demi saudaramu.

Aku tak yakin dia akan melakukan hal yang sama untukku.

Dan mungkin,

hanya sedikit saja rasanya,

aku di sini demi kamu, Ash.

Ah, kau mengecewakanku, Lars.

Aku tak pernah mendambakan ini.

Baiklah, saatnya mengambil video.

Video? Apa kau membawa kameranya?

Jurusan film, sayang. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa ini.

Ya, kau mau syuting apa di sini?

Apa kau tak sadar aku hampir jatuh dan mati kurang lebih sejam lalu?

Ya, aku juga sadar kau tidak merekamnya.

Brengsek!

Kita mulai sekarang. Dan di hari pertama, Lars pipis.

Oh Tuhan.

- Sampaikan salam kami pada Blair Witch. - Ya.

Kau jadi orang pertama yang tahu.

Oh Tuhan.

Dia menyenangkan.

Apa ini tempatnya?

Di sinilah lokasinya.

Mantap.

Waduh. Aku lupa pisau lipatku.

Boleh pinjam punyamu untuk membuat tombak?

Oh, kuberi yang lebih baik.

Apa?

Coba lihat ini.

Apa yang kau lakukan?

Biar kutunjukkan.

Ya?

Coba lihat ini.

Ya, batu?

Batu obsidian.

Terlihat bagus, tapi bagian terbaiknya adalah mudah patah.

Jadi,

ambil serpihan kecil seperti ini yang lebih tajam dari pisau.

Cobalah.

Whoa!

Ya.

Ini tajam.

Keren.

Dan kuharap kau lapar.

- Oh! - Astaga.

Lihatlah ikan kecil ini.

Tak ada cemilan protein buat kita.

Oh Tuhan, Ash.

Oh Tuhan.

Bisa... bisa kuambilkan sesuatu?

Air?

Sebaiknya kau duduk di sini.

Apa kau makan sesuatu yang tidak enak atau, aku tak tahu,

apa menurutmu ini... yang berlangsung 24 jam?

Ini lebih kayak program sembilan bulan.

Oh Tuhan. Ashy, apa kau serius?

Ya.

Sepertinya, kau tahu?

Maksudku, aku minum pil KB, tapi...

kau harus minum itu setiap hari 'kan? Aku tak bisa lakukan hal itu.

Apa Charlie tahu?

Tidak.

Tidak, dia belum siap menjadi seorang ayah.

Dan aku belum siap menjadi seorang ibu.

Oh, sial.

Oh Tuhan, aku tak tahu harus berbuat apa.

Kayaknya, aku tidak... aku ingin ibuku.

Dia tak pernah bertemu dengannya, tahu?

Sial, maaf, maafkan aku.

- Tidak, tidak, tidak. - Maafkan aku. Oh, sial.

Tidak, tak apa-apa.

Hey. Hei, tarik napas dulu, oke?

Tarik napas.

Gini, kita akan cari solusinya bersama-sama.

Mengerti? Kami tak akan ke mana-mana. Kami akan selalu ada untukmu.

Terutama Scott. Ya Tuhan, dia sangat menyayangimu.

Oke, Gwen.

Memang.

Ya, dia sayang.

Kau hanya perlu menerimanya.

Kurasa... kau harus memberitahu Charlie.

Ya.

Ya.

Ya, seharusnya begitu.

Aku hanya... ingin menikmati akhir pekan ini untuk, ya, menjernihkan pikiran, tahu?

Banyak yang terjadi, dan...

Ya.

Ya, aku mengerti. Ini akan jadi rahasia kita.

Terima kasih.

Aku bersamamu.

Dari mana kau mempelajari semua itu?

Ayahku dulu sering mengajakku.

- Ke kabinnya di tepi danau. - Ya.

Mengajariku cara memancing, berburu, menjebak, semuanya.

Itu keren.

Hey, tunggu, tunggu. Apa kau dengar itu?

Aku tak dengar apa-apa.

Kedengarannya seperti...

- Aku dengar itu. - Ya.

Kita harus kembali ke perkemahan.

Sepakat.

Ya.

Kita harus bergegas.

- Hey, tunggu! - Apa? Apa?

Mereka mengepung kita.

Apa maksudmu mereka mengepung?

Itulah maksudku. Mereka mengepung kita.

Apa yang harus kita lakukan?

Kita lari lebih cepat dari mereka.

- Lari lebih cepat dari serigala? - Apa kau punya ide yang bagus?

Tidak, kau tak bisa...

Aku tak tahu kita di mana.

Tahu tidak? Masa bodoh.

Tetaplah bersamaku. Ayo, jangan jauh-jauh!

Ayo! Lebih cepat!

Mereka di belakangmu!

Cepat! Jangan berhenti!

Cepat! Ayo!

Ayo, ayo, ayo!

Ke mana mereka perginya?

Aku tak tahu.

Sepertinya mereka telah membunuh sesuatu.

Atau mungkin ada sesuatu yang membunuh mereka.

Apa itu?

Jangan terlalu lama mencari tahu.

Ayo, kita pergi!

Scott, lewat sini! Scott!

Scott!

Sialan!

Kenapa lama sekali?

Seharusnya sudah kembali sekarang.

Tenanglah, Ash.

Mereka semakin akrab karena suka memancing.

Mereka akan segera kembali.

Aku tak tahu. Ada sesuatu yang tak beres.

Sialan, Lars. Lihat perbuatanmu.

Oh, dia benar.

Ada yang tak beres.

- Oh Tuhan. - Charlie!

- Aku sangat khawatir. - Di mana Scott?

Kami dikejar dan terpisah.

- Apa? - Dikejar oleh apa?

- Serigala. - Oh Tuhan, kau meninggalkannya?

- Kau meninggalkannya begitu saja? - Kau bercanda?

Aku... Mereka sangat cepat saat gelap,

mereka mengepung kami, dan aku berhenti.

- Oh Tuhan! - Aku memanggilnya, tapi dia sudah pergi dan...

Apa dia baik-baik saja?

Aku tak tahu, kurasa ada yang membunuh serigala itu.

Bagus 'kan?

Sesuatu lebih besar.

- Jadi apa yang akan kita lakukan? - Beruang.

Apa rencanamu? Apa rencanamu?

Oke, bentar. Jika dia terluka, misalnya, bukankah sebaiknya kita cari bantuan?

Ke mana? Karena kita jauh sekali ke mobil dan jika...

Di mana... kota terdekat?

Jika dia terluka, kemungkinan dia tak bertahan lama.

- Oh Tuhan. - Hey, jadi, apa...

- Apa yang harus kita lakukan? - Oke. Diamlah!

Diam! Semua ini tidak membantu Scott.

Paham? Charlie, kau pasti punya rencana.

- Ya 'kan? - Ya.

Mikir, mikir, mikir.

- Dia terluka. Kita harus... - Ya. Apa yang harus kita lakukan?

- Sialan, uh. - Ya ampun, Charlie.

Tenangkan dirimu. Oke? Semua tingkah sok jagoanmu itu.

Ini momenmu! Katakan apa yang harus kita lakukan.

- Ya? - Oke.

Oke, serigala adalah pemburu berkelompok 'kan?

Jadi kita harus tetap bersama.

Jika kita tertinggal, maka akan jadi sasaran.

- Gwen, kau bawa pisaumu? - Ya.

- Ambil pisaumu. - Oke.

- Ambil kapak. - Oke, oke.

- Ambil apapun. - Cari Scott.

Ya.

Cari Scott.

Tolong! Siapapun!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Ayo.

Scott?

Scott?

Scotty?

- Scott, apa kau di sini? - Scott?

Serius, apa kau yakin dia sejauh ini?

Bisa jadi.

- Maksudku, kami terpisah. - Bisa jadi, kan.

Apa kau mengenali daerah sini?

Aku tak tahu.

Sial.

Sial.

Oh, sial, gawat.

Hey, ini gelap.

Maaf sekali kalau aku tidak mengenali dedaunan itu.

Bukankah ini satu-satunya yang seharusnya kau kuasai, atau apa kau cuma membual?

Aku mulai muak dengan tingkahmu.

Apa lagi yang kau lakukan selain mengoceh?

Hey, brengsek.

Teman kita ada di luar sana karena ulahmu.

Oh, ya.

Ya! Ya!

Biar kupikir sebentar.

Ini terlihat familiar.

Ya, lewat sini.

Oh, syukurlah.

Scott?

Scott?

Gwen, sebaiknya kau angkat teleponku.

Apa itu?

- Apa? - Kau tidak dengar itu?

Ya Tuhan, pasti dia telepon.

Oh, syukurlah.

Apa?

Ini ponselnya Scott.

Alarmnya bunyi.

- Ya ampun. - Ini benar-benar kacau.

Sial.

Oke, mungkin kita perlu melihat peta.

- Ya. - Itu bagus.

Apa?

Di mana... di mana petanya?

Air.

Ya, air.

Sialan. Astaga.

Sial.

Tolong! Ada orang?

Sial.

Baiklah, dok, akhirnya aku akan mempraktekkan latihanku.

Aku benar-benar kesepian saat ini.

Dan ya, ini bagus kalau direkam.

Aku... aku terbangun di dalam sebuah lubang.

Lubang di dalamnya ada pasak-pasak runcing.

Aku pasti pingsan

karena aku sudah berada di sini selama beberapa jam.

Kakiku tertusuk pasak runcing,

tapi aku tak akan kehabisan darah. Aku menghentikan pendarahannya.

Dan... dan aku tidak punya alat untuk memotongnya kecuali kunci mobilku ini.

Oh.

Seharusnya mereka sudah menemukanku sekarang.

Dan Charlie tak akan meninggalkanku.

Jadi aku akan di sini malam ini.

Sekarang semakin dingin.

Tapi, aku masih punya air setidaknya sampai besok.

Aku dapat ikan. Terima kasih, Charlie.

Setelah itu, aku tak tahu, tapi, mereka pasti menemukanku.

Jadi, aku akan menghemat baterai ini.

Selamat malam, Gwen, Ashley,

dan, eh,

siapapun yang mungkin mendengar ini.

Kami telah mencari Scott.

Semalaman.

Dia hilang sekitar 12 atau 13 jam.

Tak ada sinyal seluler.

Kami sama sekali tak tahu ada di mana.

Dan Scott yang bawa kunci dan peta itu,

karena tentu saja dia yang bawa.

Pokoknya, bisa dibilang ini berubah menjadi...

akhir pekan yang luar biasa, huh?

Tak ada beruang di sini.

Dengan keberuntungan kami, mungkin sebentar lagi.

Oke, sepertinya aku sudah menemukan jejak.

- Apa? - Ya.

- Dia juga seorang pelacak. - Hey, Spielberg,

setidaknya aku melakukan sesuatu ketimbang mengeluh.

Uh, menurutmu itu jejak Scott?

- Mungkin saja. - Ayo.

Kau yang meninggalkannya 'kan?

Atau mungkin aku salah mengira kau orang lain?

Diamlah. Bawa barang-barangmu. Ayo.

Tolong!

Halo?

Pos penjaga hutan? Masuk, kami butuh bantuan.

Shh.

Sepertinya aku mendengar sesuatu.

Kau tak apa-apa?

- Oh! - Shh!

Ya.

Ya, ada seseorang berusaha membunuh kami.

Kami butuh bantuan.

Kau ada di mana?

Aku sedang jalan kaki,

barusan melewati Travis Point di sepanjang hutan.

Kami bisa melihatmu.

Berhenti. Berhenti.

Kau ada di mana?

Aku tak bisa melihatmu.

- Apa kau aman? - Aku tak suka ini, Kath.

Ayo, tunggu apa lagi?

Kami bisa melihatmu. Kami bisa melihatmu, sebelah sini.

Katharine! Katharine, tunggu!

Monica! Monica, turunkan aku!

- Aku bantu! - Tolong aku!

Ya Tuhan, tolong aku! Turunkan aku.

Dia datang, dia datang! Tolong aku!

Tuhan, tolong aku! Tolong aku!

Hey, sebelah sini! Dia menangkap temanku!

Kami butuh bantuan! Tolong aku!

- Dia mau membunuh kami! - Siapa yang mau membunuhmu?

Oh Tuhan!

Oh Tuhan!

Dia datang, dia datang, dia datang!

Di mana radionya?

Kurasa itu juga sudah hilang.

Oh, sial. Dia mengambilnya.

Dia tidak mengambil ini.

Oh Tuhan. Ash!

Kukira kau tak akan menemukanku. Keluarkan aku dari sini.

Mengapa kau lakukan itu?

Apa?

Kau tak tahu yang kualami hingga tak merasakan apa-apa lagi.

Ini bukan salahku, Ash. Kumohon.

Kau pantas menanggung akibatnya.

Ash, tunggu!

Semoga kau membusuk di situ.

Maaf, Scott. Ini karena ulahmu sendiri.

Tunggu! Tidak.

Oh, sial.

Mm, sama seperti sushi.

Ini sama seperti sushi.

Sial.

Jelas tak sama seperti sushi.

Sial! Apa-apaan ini. Brengsek.

Aku terjebak di sini!

Tolong!

Ayolah.

Aku tak mau mati.

Rasanya tak nyaman.

Halo?

Tolong! Hey, tolong! Halo?

Kau bisa dengar?

Aku... aku terluka!

Aku butuh bantuan! Kakiku terjebak.

Aku pendarahan. Kayaknya ini terinfeksi.

Bisa membantuku, atau minta tolong seseorang mengeluarkanku dari sini?

Aku... aku sungguh harus keluar dari sini.

Dan teman-temanku mungkin sedang mencariku.

Dengar, bro. Aku tak tahu kalau ini jebakanmu atau apapun.

Aku tak peduli, bro. Jika aku tidak keluar,

kuyakin tempat ini akan dipenuhi polisi, dan kurasa kau tak punya izin

menggali lubang berpasak ini,

jadi menurutku nasibmu nanti

sangat tidak bagus.

Benar 'kan?

Hey! Dengar, bajingan!

Shh.

Oh, astaga. Ashley, Gwen.

Tolong! Tolong!

Shh, shh.

Tolong!

Apa itu?

Teman-teman, aku di sini!

- Oh Tuhan. Itu Scott. - Oh, syukurlah.

Scott!

Scott!

Apa-apaan ini? Suaranya tadi di sini, sumpah.

- Scott? - Apa-apaan ini?

Scott!

- Scott! - Teman-teman!

Apa ada orang di sana?

Apa? Apa?

- Teman-teman! - Aku tak mengerti.

- Apa? Oh Tuhan. - Tolong!

Aku terjebak di sini!

Apa-apaan?

Apa ada orang di sana?

- Tolong! - Oh Tuhan.

Apa kau ada di sana?

Oh, ini apa lagi?

Kalian! Aku di bawah sini!

Scott?

Scott?

Scott, apakah itu kamu?

Gwen! Gwen!

Gwen, aku terjebak! Aku di sini!

Kau ada di mana?

Sepertinya kami beberapa mil di sebelah timur sungai.

Gwen?

Halo? Gwen?

Siapa itu?

Apakah itu kamu, orang gila?

Bagaimana kita bisa tahu kalau itu Scott?

Itu Scott, 100%.

Dia dalam kesulitan.

Dia teriak minta bantuan.

Tidak.

Tidak, ada sesuatu yang aneh.

Scott tidak menyembunyikan radio ini untuk kita.

Pasti ada orang lain yang melakukan ini.

Apa maksudmu? Huh? Ada yang menculik Scott?

Entahlah.

Tunggu.

Apa menurutmu ada seseorang yang menculik Scott?

Scott itu yang besar dan kuat. Itu tak mungkin.

Kalau begitu, siapa yang meninggalkan ini?

Ah, ya ampun. Kita sudah mencoba itu, Gwen.

- Aku coba lagi. - Oh, ya. Tentu. Coba saja.

Brengsek.

Tak ada sinyal, kita terlalu dalam.

Sialan!

Sial. Sialan!

Kenapa kesialan ini terjadi?

Kenapa juga aku ada di sini?

Teman yang terlalu baik. Itulah masalahnya.

Sial.

Seharusnya kita jangan kembali ke sini. Kita benar-benar celaka.

Kita celaka.

Aku usulkan kita bangun saat fajar, jalan ke tepi hutan, meminta bantuan,

dan cari Scott.

Kita tahu dia masih hidup.

Kita pasti menemukannya.

Sebagai satu tim.

Ayah!

Oh Tuhan. Oh Tuhan, Ayah.

Ibu? Ibu. Ibu.

Hey, aku akan mengeluarkan ibu.

Drew? Drew?

Ini Scott, Bu.

Di mana... di mana ayahmu?

Dia baik-baik saja.

Aku akan... mengeluarkan ibu. Oke?

Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?

Aku... akan mengecek keadaan Ashley.

Apa yang terjadi? Aku tak bisa...

Hey, tak apa. Tak apa.

- Hey, hey, hey. - Aku tak bisa melihat.

- Tak apa. - Aku tak bisa melihat.

Hey, tak apa. Oke.

- Aku akan mengeluarkanmu. - Oke.

- Oke. - Tiga, dua, satu. Sekarang!

Sabuknya macet.

Oke. Oke. Pelan. Pelan.

Apa? Apa?

- Oh Tuhan. Ayo cepat! - Kita harus pergi. Kita harus pergi.

- Ayo. - Kita harus pergi.

Ayo. Kita harus pergi.

Oh, astaga... Aku bisa.

Aku bisa buka ini. Urus Ibu! Urus Ibu!

Aku bisa buka sendiri.

Mungkin aku sudah mati dan ini adalah neraka.

Banyak yang sudah berubah.

Kurasa aku jatuh bukanlah sebuah kecelakaan.

Kurasa kami sedang diburu,

dan teman-temanku dalam bahaya,

Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Sial!

Whoa-ho-ho-ho.

Hati-hati saat melempar itu, Scott.

Apa?

Kondisimu di situ kayaknya kurang baik, kawan.

Oh, hey. Jangan... jangan menatapku begitu.

Bisa jadi orang berguna dan keluarkan aku dari sini?

Oh. Oh. Sepertinya kau dulu penyebabnya... pada Ibu dan Ayah, dan pada Ashley?

Itu bukan salahku.

- Bukankah begitu? - Tidak.

Sepertinya siapapun yang menyayangimu atau dekat denganmu pada akhirnya mati.

Ibu sudah mati. Ayah sudah mati.

Ashley pada dasarnya sudah mati. Setidaknya, jiwanya sudah mati.

Diam! Diam!

Hanya masalah waktu sebelum Gwen.

Maksudku, dia... sebaiknya lari.

Diam!

Tak usah mengguruiku!

Kau kira kau terjebak di sini sendirian?

Kau terjebak di sini bersamaku.

Buatlah dirimu nyaman, Scott.

- Hentikan. Hentikan. - Aku tak akan ke mana-mana.

Sudah, sudah. Hentikan.

Scott. Pembunuh.

Berhenti. Berhenti.

Pembunuh. Pembunuh.

Hey!

Hentikan!

Gwen, ada seseorang di luar.

Charlie, apakah itu kamu?

Charlie!

Jangan, tidak.

Tutup itu!

Tak apa.

Tak apa. Kita istirahat saja.

Ya, oke, siapa orang itu?

Aku tak tahu, tak ada siapa-siapa.

Tidurlah saja, ya? Kita aman.

- Charlie! - Apa? Apa?

- Aku bangun. - Ponselku. Kau mengambilnya?

Tidak, mengapa aku mengambil ponselmu?

Semua ponsel itu sudah hilang.

Apa?

Kita harus pergi sekarang juga.

Oke, oke, Gwen, tenanglah.

Jangan suruh aku tenang!

Ada seseorang sedang mengawasi kita.

Dia masuk ke tenda kami tadi malam dan mengambil ponsel kami.

Tunggu, sebentar, sebentar.

Apa ada orang ke sini tadi malam?

Tolong semuanya bisa tenang dulu?

Aku duduk di situ semalaman. Tak ada seorangpun yang datang.

Ya? Apa kau sudah cukup tidur nyenyak?

Sial, kameraku juga hilang.

Apa?

Ya.

Kalian tidak mengerti?

Ada orang yang tak mau kita meminta bantuan.

Orang yang sama itu meninggalkan radio itu

dan dia datang ke tenda kita tadi malam.

Dia sedang mengawasi kita.

Dia ada di luar sana dan dia sedang mempermainkan kita.

Ya. Pertanyaannya, bagaimana kita akan meminta bantuan tanpa ponsel?

Kunci mobil kita. Peta? Orang yang menggambar peta.

Ada sesuatu lain yang bisa?

Kita akan mulai jalan sampai kita menemukan orang lain.

Jalan sampai kita menemukan orang lain? Itu rencananya?

- Apa kau tahu tujuanmu? - Kau tahu?

Apa kau tahu ke mana tujuanmu?

Baiklah.

- Gwen, kau tak perlu bersikap... - Jangan!

Aku tak bawa petanya, mengerti?

Tapi aku... akan jalan ke arah sana.

Dan kalian silahkan saja kalau mau ikut.

Atau tetap di sini. Aku tak peduli!

Sayang, ada apa?

Shh.

Sial!

Sial. Aku tak mau mati!

Tolong aku! Tolong aku!

Ashley, Gwen!

Sial!

Aku sungguh minta maaf soal tadi.

Aku.

Tak apa.

Bisa bicara denganku?

Ini sudah cukup sulit tanpa kau bersikap seperti ini.

Astaga, Gwen. Apa yang kau ingin aku katakan?

Kita ini teman atau apa?

- Aku ingin jadi teman. - Astaga.

- Aku tidak... - Kau ingin jadi teman?

Gwen, kau sama sekali tak tahu apa-apa

tentang aku, ya?

Aku sudah mencoba. Aku sudah berusaha, Ash.

Menurutmu, mengapa kita berada di sini?

Ya, kau sudah berusaha keras tapi kau biarkan saudaraku meninggalkanku begitu saja.

Dia tidak meninggalkanmu, Ash. Kami sudah berusaha untuk selalu ada untukmu, tapi pada suatu masa...

- Kau sudah berusaha sangat keras. - Kami membiarkanmu terus begitu.

Kau menyakiti dirimu sendiri.

Apa kau tahu betapa sulitnya itu baginya?

Menyakiti diri sendiri?

Akulah yang berhasil berhenti minum alkohol, oke?

- Akulah yang berhasil... - Dan aku ikut senang!

Usahaku sendiri.

Kau tahu, pada titik tertentu dia tidak bisa menang.

Karena kau menghukumnya untuk sesuatu yang tak bisa diubah.

- Dia... - Astaga.

Jadi, apa untungnya bagimu?

Itulah yang tidak kumengerti.

Jadi, apa untungnya bagimu?

Kuingin dia bahagia dan berhenti benci dirinya sendiri karena sesuatu yang tidak bisa dia ubah.

Dia... dia membutuhkanmu, Ash. Ini bukan hanya tentangmu, oke?

Dia juga kehilangan orang tuanya pada hari itu.

Ini tidak adil.

Dia telah menghukum dirinya sendiri setiap hari

selama 5 tahun terakhir. Kau kira aku menginginkan itu?

Menurutmu itu mudah bagiku?

Dia sudah tersiksa. Kau tak pernah tahu.

Kau tak tahu betapa sulitnya ini baginya.

Dia mau ikut ke sini hanya karena dia sangat peduli padamu dan dia ingin memperbaikinya.

- Jadi ini semua salahku? Oke. - Ya, ini salahmu.

Kami ada di sini hanya karenamu.

Oke, kalau dia memang sudah mati, Gwen, apa itu juga salahku?

- Jangan berkata begitu! Kenapa kau ini? - Apa maksudmu, kenapa denganku?

Tahu tidak? Kau sangat peduli, carilah dia.

Aku sedang berusaha!

- Teman-teman! - Aku sedang berusaha, oke?

Hai. Halo.

Kami sedang mencari teman kami.

Kami kira dia tersesat. Apa kau melihat seseorang?

- Uh... - Shh, tak apa.

Hai, ya, kami hanya ingin mencari teman kami dan pergi. Kami tak bermaksud jahat.

- Aku tak suka ini, Charlie. - Ini aneh sekali.

- Kita sedang apa? Hmm? - Apa dia akan bicara?

- Apa masalah dia? - Hey, brengsek!

- Hey, Charlie! Diamlah... - Kau bisa membantu kami, kan?

Tenang, dia tak melakukan apa-apa.

Astaga. Ke mana dia perginya?

- Tenang, dia tak melakukan apa-apa. - Oh Tuhan.

Siapa orang itu?

Pikirkan sejenak.

Kapan terakhir kali kita benar-benar melihat orang di sini? Huh?

Kau pikir, mungkin saja, apakah ini pengagum rahasia kita?

Oke. Baiklah, lanjut jalan saja. Oke?

Jaga jarak antara dia dan kita.

Kita butuh kayu bakar lagi.

Oke.

Aku akan ambil kayu bakar lagi.

Jangan ada yang pergi dari sini.

Uh, aku akan ikut denganmu.

Tidak, tidak, tak usah. Aku bisa sendiri.

Terima kasih.

Aku akan pergi sebentar.

Aku takut, teman-teman.

Aku tahu.

Aku juga.

Kita akan menemukan dia besok lalu kita akan segera pergi dari sini.

Ya, benar.

Oke.

Ya ampun, jangan main-main, Charlie.

Charlie?

Apa ada orang di atas sana?

Apa-apaan ini?

Teman-teman?

Lars, ini tidak lucu, dasar brengsek.

Ash?

Apa-apaan ini?

Apa-apaan ini?

Apa? Apa?

Oh, sial.

Hentikan!

Apa-apaan ini!

Charlie!

Tidak, tidak!

Apa-apaan ini!

Tidak!

Sial!

Charlie! Charlie, keluar dari sana!

Kumohon!

Charlie! Charlie, aku hamil.

Tolong aku.

Tolong keluar dari sana! Kumohon!

Tolong!

Ashley!

Pergi dari sini!

Oh, kumohon!

Lari!

Lepaskan dia!

Tidak!

Tidak! Tidak! Oh Tuhan!

Tidak. Charlie, tidak!

Akan kubunuh kau!

Ayo. Ayo.

Ya, ayo.

Sial! Sial!

Siapa kamu?

Apa yang kau inginkan dari kami?

Kau mau apa?

Ayo, dasar bajingan!

Kau menginginkanku? Ini aku!

Sialan kau!

Jangan ganggu mereka!

Jangan ganggu mereka!

Jangan lakukan ini. Dengar, bro.

Hey, hey! Kembali ke sini, jangan...

Kembalilah ke sini dan jangan ganggu mereka!

Hey!

Kau pasti bisa. Ayo.

Ayo, kau pasti bisa.

Maafkan aku, Charlie.

Ayo.

Maafkan aku, kawan.

Aku tahu, aku tahu, aku tahu.

Kita semua akan mati di sini.

Kita tidak mati. Kita tak akan mati.

Tidak, tidak, dia tidak mati.

Tidak, dia tidak mati.

Tidak, dia tidak mati.

Kita tak biarkan itu terjadi.

Tidak, kamu tidak mati.

Aku sangat menyesal. Aku tahu. Aku tahu.

Aku tahu, sayang. Aku tahu. Kita harus... Kita harus pergi, oke?

Dia akan kembali.

Kita harus pergi sekarang. Kita harus pergi.

Kita harus pergi. Kita harus pergi.

Aku tahu, aku tahu, oke.

Lari!

Ayo! Cepat!

Ayo, Ash.

Ayo.

- Tunggu. - Ash.

Pelan-pelan. Aku tak bisa napas.

- Oke, tarik napas dulu. - Aku tak bisa napas.

Astaga!

Kami butuh bantuanmu. Ada seseorang mau membunuh kami.

- Oh Tuhan. - Kamu juga!

Dia membunuh teman-teman kita.

Oh, kau pasti main-main.

- Kita harus pergi! - Lari! Ya! Ayo!

Kemarilah. Kemarilah, aku bantu.

Kau baik-baik saja, nona.

- Di mana dia! - Tenang! Tenang!

- Di mana dia! - Aku tak bisa melihatnya!

Oh, dia pasti sudah dekat.

Sial! Aku benci liburan ini.

Tidak.

Tidak, tidak, tidak, teman-teman. Kurasa dia sudah pergi.

Kurasa dia sudah pergi.

Sembunyi, sembunyi! Sekarang!

Katharine!

Dia mengelilingi kita.

Oh Tuhan.

Dia terus mengelilingi kita.

Kita harus pergi sekarang juga.

Ayo! Kita lekas pergi. Hey.

- Ayo. - Kita harus pergi.

Aku bersamamu. Kita harus pergi.

Terus lari, terus lari.

- Tidak, tidak, Ash! - Oh Tuhan.

- Kayunya menancap di bahu. - Oh Tuhan!

- Dia tersangkut, Lars! - Tolong aku.

Dengar! Kami akan mengeluarkanmu, oke?

Kita seperti sasaran empuk di sini. Cepatlah!

- Teman-teman! - Oh Tuhan!

Keluarkan aku dari sini.

Sakit sekali. Ya Tuhan. Kumohon!

Teman-teman!

Tidak, kumohon! Tolonglah!

Oh, sial.

Ini akan sakit, Ash.

Maafkan aku.

- Teman-teman! - Kami tahu.

Kita harus mengeluarkan dia.

Kita harus mengeluarkan dia.

Apa, apa, apa?

Ash, lihat aku. Tarik napas, hembuskan.

- Aku tidak sedang melahirkan, ada kayu di bahuku! - Aku tak tahu bagaimana cara membantu!

Teman-teman!

Lars, tolong aku!

Oh Tuhan.

Oh Tuhan! Tidak. Oh Tuhan, tidak.

Mundur!

Tidak! Lars! Tidak!

Jauhi mereka!

- Kumohon, kumohon, kumohon. - Tidak! Tidak.

Tidak, tolong. Oh, tidak.

Apa? Tidak. Tidak, tidak. Tidak.

Tidak, tolong jauhi aku. Kumohon, oke.

Kumohon, oh tidak, tidak, kumohon.

Tolong, jangan. Tidak, kumohon.

Tidak, tidak, tidak, tolong. Jangan.

Lepaskan dia.

Lepaskan dia, bajingan! Akan kugorok...

Tidak, Lars! Tidak!

Lars! Lars!

Bu, aku tak tahu.

Ashley, kurasa,

Ini waktunya...

Terima kasih, Charlie.

Oh, ini sakit.

Sial!

Lars. Lars. Lars, kau tak apa-apa?

Bangunlah. Lars, bangun.

Oh, sial. Dia membawa Ashley.

Kita harus menemukan Ashley.

Hey, hey, hey, hey. Aku bersamamu. Aku bersamamu, oke?

Tapi kita tak tahu ke mana dia membawanya.

Lars! Tidak! Tidak, lepaskan aku!

Oh Tuhan. Itu Ash.

- Gwen, tunggu, tunggu. - Apa yang kau lakukan?

Dia mengira dia sudah mengetahui kita, oke?

Kita langsung pakai walkie talkie saja dan memintanya untuk melepaskannya.

Tolong. Jangan, tolong.

Kumohon. Lars!

Aku mendengarkan. Oke? Pasti ada petunjuk ke mana dia membawanya.

Kau dengar itu?

Tidak, kumohon.

- Air terjun. - Berhenti.

Kau akan membahayakan nyawamu sendiri. Ini benar-benar gila. Oke, kita...

Kau pasti akan melakukan hal yang sama pada Scott.

Tidak! Kumohon.

Oke.

Lihat,

ambil pistolnya.

Halo?

Halo?

Oh, oh, oh, Ash.

Hey, tidak, tidak! Lepaskan dia!

Tidak, Ash, jangan bergerak. Jangan bergerak.

Tunggu, tunggu, tunggu. Hey, hey.

Kumohon, kumohon, jangan lakukan ini.

Brengsek. Apa yang kau inginkan?

Sekarang kau sudah aman, Ibu.

Keparat! Lepaskan dia!

Sekarang dia bisa menyaksikanmu mati, Ayah.

Tunggu, dengar. Lihat aku.

Lihatlah aku, kumohon. Aku bukan ibumu.

Dia bukan ayahmu.

Kumohon, kumohon, lepaskan kami.

Kumohon.

Melepaskan dia? Sial!

Scott. Scott, aku takut.

Dasar bajingan! Akan kucabut jantungmu.

- Tidak. - Aku akan menunggu.

Berhenti. Berhenti.

Tidak, tidak, tidak, tolong, kumohon.

Ash.

Di mana dia?

Bertahanlah, Ashley! Aku datang!

Oh Tuhan. Scott.

Gwen! Gwen!

Itu Gwen.

Gwen, Gwen! Tolong Ashley!

- Gwen. - Scott, aku di sini.

Tolong! Tolong aku, Scott.

Tolong! Tolong!

Gwen, kenapa?

- Oh Tuhan. - Gwen! Gwen.

Jangan. Kumohon.

Tolong. Kumohon.

Kumohon, kumohon jangan.

Tolong, kumohon.

Tidak. Tidak. Tidak. Tidak!

Tunggu, tunggu, tunggu!

Sial!

Lars! Lars!

Jangan bergerak, Ash!

Aku sangat takut. Aku akan mati.

Kau tak akan mati, Ash! Dia yang mati!

Jangan sakiti dia, kumohon.

Sial.

Ayo, dasar bajingan! Sini kau!

Kau mau ke mana?

Ayo. Ayo.

Ash!

Ashley!

Tidak, tidak, tidak.

Scott! Scott!

Scott.

Scott! Scott!

Scott!

- Ayo! - Aku bisa buka. Aku bisa buka.

Urus Ibu! Aku bisa buka ini.

Bu, kita harus pergi.

Aku akan mengeluarkanmu.

Kau kejepit.

Sial.

Kita harus pergi, Bu.

Kakiku! Aku kejepit! Berhenti!

Aku tak bisa.

Berhenti. Scott, kumohon, berhenti.

Hentikan.

Oh Tuhan. Scott, kau tak apa-apa?

Tidak!

Ayo. Ayo.

Kau pasti bisa.

Ayo. Tidak. Tidak. Tidak.

Astaga.

Scott. Scott.

Lihat aku.

Scott!

Tidak.

Tak ada waktu lagi.

Tak usah hiraukan aku, oke?

Pokoknya, selamatkan saja mereka, oke?

Aku tak berharga.

Jangan bicara begitu, Ash!

Jangan bicara begitu!

- Keluarkan kakakmu. - Tidak!

Kau harus janji kau akan menjaga dia.

Tidak.

Saling menjaga.

Scott.

Singkirkan perbedaanmu.

Tidak, Bu, aku bisa!

Tolong jangan sampai dia celaka.

Aku akan jadi seorang ibu, Scott,

ibu yang payah, tidak seperti Ibu.

Ini memang bukan takdirnya.

Sekarang tinggal kalian berdua.

Jangan khawatirkan ibu.

Ayahmu membutuhkanku.

Scott, jangan macam-macam!

Scotty, dengar.

Aku telah membuat banyak kesalahan.

Aku tak tahu lagi siapa diriku.

Kakakmu membutuhkanmu.

Sudah sekian lama aku sangat marah padamu karena pergi karena kukira

kau yang berubah, tapi ternyata aku yang berubah.

Aku yang berubah.

Ash, kau wanita terkuat yang kukenal!

Seharusnya aku lebih sering cerita padamu,

tapi mestinya aku tidak meninggalkanmu!

Maafkan aku!

Apa kau tidak lihat, Scott? Aku sudah mati 5 tahun lalu.

Masa bodoh itu!

Jika yang kau katakan itu benar, maka kau dan bayimu

satu-satunya yang kumiliki, aku tak akan membiarkanmu pergi!

Aku mencintaimu.

Tidak, Scott, tidak! Jangan!

Tidak! Bu! Tidak! Ya Tuhan, tidak!

Lekas keluar.

Scott! Apa yang kau lakukan?

Tidak!

Aku tak akan selamat.

Selamatkan saja mereka.

Kau tak akan ke mana-mana!

Tidak, Bu! Tidak, Bu!

Scott!

Tidak, tidak, tidak!

Tidak, tidak!

Kalian akan baik-baik saja!

Tidak, Bu! Tidak, Bu!

Tidak!

Aku akan melakukannya lagi, Ash. Aku akan melakukannya lagi.

Aku membuat pilihan yang tepat.

Memilihmu. Selalu kamu.

Ayo!

Tidak! Tidak!

Tidak! Tidak!

Gwen!

Tidak! Tidak!

Kau menginginkanku, bajingan, ini aku!

Ayo!

Ayo!

Ayo, bajingan! Sini kau!

Ya!

Tak apa, sayang.

Ibu akan selalu menjagamu.

Lari, Bu. Dia akan menyakitimu.

Sial.

Oh. Sial.

Scott.

Aku akan kembali menjemputmu.

Maafkan aku, bro.

Baiklah, cukup menurutku.

Oh, ada lubang di tanganku.

Dan wajahmu, dan kakiku.

Kau kembali untukku. Kau tak apa-apa?

Tidak, orang itu pengecut.

Dia bukan masalah.

Ada pendarahan internal.

Oke, ayo kita pergi.

- Tenanglah. - Ya, kemarilah.

Oh, ini salahku.

Oh Tuhan. Lars, astaga.

Kurasa sebaiknya kita ke rumah sakit.

Ya. Ya.

Aku merasa kurang enak badan, ya?

Ya.

Ya Tuhan, aku benci sekali berkemah.

Wow.

Luar biasa.

PITFALL

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.