Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Akhir Masa "Ke-Shogunan Tokugawa" "Era Bakumatsu"
"Kyoto" (Ibukota Jepang sebelum Tokyo)
Rurouni Kenshin - Ishinshishi e no Requiem (Samurai X The Movie) Indonesian Subtitle by: Artficial
HENTIKAN SUBTITLE SAMPAH: (Google Translate & Melayu ngaku INDO) DAN MENCURI KARYA ORANG!
Selama "Era Bakumatsu" (Reformasi) seorang pria yang dijuluki "Hitokiri Battosai" (Pembunuh Terkuat).
Ia juga sangat "ditakuti" musuh-musuhnya.
"Arsitektur barat" dan "lampu jalanan"?
Minggir! "Wa-dow"!
Oh, Saya minta maaf.
Tak apa. Tak apa
Lain kali "hati-hati" ya, "Bocah Samurai".
"Bocah"?
Kenshin, kemari!
Ya ampun, lo bisa "nyasar" kalau "gak hati-hati".
Jangan "marahin dia", Yahiko.
Kenshin cuma "kegirangan" naik "kereta api".
Ini "sangat luar biasa".
Kenapa sih nih "orang-orang"?
"Jauh-jauh" ke "Yokohama" cuma mau liat "bangunan aneh" begini.
Harus naik "kereta api" segala lagi.
Padahal tadi lo doang yang "paling kegirangan" di "kereta".
Jika kau "protes" lebih baik ganti "ongkos kereta-nya"!
Eh, iya-iya, deh,
lagian juga pada "nyadar" gak sih, kalo "bangunan-nya sama semua"?
Ya, memang.
Namun "Jepang" telah "berubah",
dan itu hal yang "bagus".
Gimana, "keren", gak?
Apanya yang "keren"? kalo cuma pakai "otot".
Apa lo "bilang"?
"Kita" kan bukan "monyet". Kalau "kita" pakai "alat".
Jangan "kesana". "Berbahaya".
Hentikan semua itu! Kalian membuat orang "takut"!
"Kita kesini" bawa "kebaikan", dan pastinya sih...
"kita" pengen banget "akrab" sama "cewe-cewe" disini.
Hai "cewe kece", "Nippon", "Shogun", "Gunung Fuji", "Geisha".
ikut "kita" yuk?
"Mulut-mu bau".
"Nongkrong" yuk...
Supaya bisa "tambah kenal".
Lepaskan aku!
Jangan diam saja.
Kenapa tidak kau saja?
Jangan!
Hentikan "perbuatan" ini atau kau "akan terluka".
"Apa-apaan nih"?
Siapa sih lo?
Nih "Bangsat" udah "bosen idup" ya.
Toki, "berlindunglah".
Ya.
Hey!
Jangan "ngambek" dong...
masa gitu aja "marah"...
"Becanda"! Cuma "becanda"!
Tunggu, tunggu, biar gue "jelasin" dulu sama lo.
"JELASIN nih"!
Apa dia menggunakan "pedang-nya"?
Aku tak tau. "Cepat sekali"!
"Hebat juga".
"Hahaha..rasain"!
"Ngepet"! Woi, jangan pada diem aja!
"Kuat" juga tuh "King-kong".
"Yahiko", berikan aku "pedang bambu-mu"!
Aku akan "menolong" pria itu.
Dia "tidak membutuhkan-nya".
bila kau pikir "adat kami" tidak "berlaku" untuk kalian
karena "kalian orang asing", maka kalian "salah".
Ini!
Diam lo! "Banyak bacot"!
"Berengsek"
"Ngemeng aja lo"! "Bangsat"!
"Ngoceh mulu"!
Hey, ada apa-an tuh?! Bawa "barang" keatas "buruan"!
Lihat! "Teman-teman-nya" datang!
Awas!
Kau "tidak boleh" menggunakan "senjata api" dalam perkelahian.
Kenshin, "mana" Kenshin?
Kenshin, dia lo "tebas" ya?
Tentu tidak.
Kau kan tau kalau aku tak dapat "menebas" dengan "pedang ini".
Oiya, "bener juga".
Hentikan sekarang!
Kenshin, kayanya lo bisa kena "razia" kalo bawa-bawa "pedang".
Mending lo "kabur" dulu.
Oi, "Bang Samurai", lo juga "kabur gih"!
Toki, kau "sembunyi saja". Kita akan "berkumpul" nanti.
Ayo.
"Buruan kesini".
Woi "urusan" kita "belom kelar"!
Gue juga "belom kelar" sama lo pada!
Apa yang terjadi disana?
"Aparat"...
kenapa sih "ganggu aja" orang lagi "asik"?
Gue gimana ya sekarang?
"Maju kena".... "Mundur kena" nih!
Ok deh, sini lo lawan gue... Woi, "Bocah Bangkotan"!
"Kunyuk lo"!
Apa-apaan kau?
Bukan gue yang "dorong"!
Diam, kau!
"Hajar"!
"Titi DJ"...ya semua.
Apa "teman-mu" baik-baik saja?
Tentu, kau tak perlu khawatirkan Sanosuke.
Ngomong-ngomong, tadi kau "hebat" juga.
Ah Tidak, Aku tak melakukan apa-apa.
Kau "rendah hati". Lalu, mengapa kau bawa "pedang terbalik"?
Kau "menyadari-nya"?
Beberapa tahun lalu, aku "bersumpah" tidak akan pernah "membunuh" lagi.
Begitu ya.
"kekerasan" hanya akan membuat "gila".
"Mereka" yang telah "mati" selama "Era Bakumatsu",
tak bisa "melihat" bahwa pemerintahan "Meiji" juga sama "bobrok-nya".
Andai mereka "tau", pastinya mereka akan "menangis" dan "menyesal".
Tidak, mungkin saja mereka malah "tertawa dalam kegetiran".
"Langit" yang kulihat dulu "sangatlah biru".
"Langit" seharusnya "tinggi" dan "cerah", iya kan?
Ya.
Lagipula, Aku tidak bisa "meninggalkan" Tokio sendiri.
Siapa "nama-mu"?
Kenshin, namaku "Kenshin Himura".
Aku "Takimi Shigure".
"Takimi Shigure"?
Kuharap kita "bertemu lagi".
Aku juga "berharap itu".
Apa yang "kau inginkan"?
Huh...Seperti biasa ..."selalu waspada".
"Lihat dirimu sendiri".
Kau tidak datang ke "Yokohama" hanya untuk melihat "lampu" kan?
Biar kuberi kau "nasehat".
"Jauhi pria itu".
Takimi Shigure, dia adalah "pria yang berbahaya".
"Cantik bener" ya, cewe tadi?
"Beda banget" tuh sama "cewe yang lain".
Apa maksudmu: "cewe yang lain"?
Lo tanya "nama-nya" gak?
"Pasti dong".
"Mantep"...
Ya ampun...
Kalian memang "idiot"!
Dia anak-nya "Samurai" dari "Klan Aizu", nama-nya Toki.
"Nona Toki Takatsuki!
Tadi apa lo bilang, "Klan Aizu"? Wah pastinya "idupnya susah" tuh.
Ku "harap" itu bukan hal yang "sama" seperti yang "kupikirkan".
"Aizu"!
Apa!?
Maksud gue dia pernah "idup menderita"!
"Gak mungkin"!, pasti maksud-mu "menderita" karena dia "cantik" kan.
Ya, iya lah...
Takatsuki dari "Klan Aizu"...
"Dasar bego"!
Aduh..
Laper deh...
"Nah itu dia"! "Yokohama" kan "kota turis",
"turis" makan-nya "steak"
Apa "ngaruh-nya"?
Itulah "alasan" Sanosuke mau ikut ke Yokohama, bukan begitu?
"Yo-i".
Oo gitu. Tapi kan ini bukan "Warteg Akabeko", lo gak akan bisa "ngutang makan" disini.
Nah, gimana tuh?
"Jangan tega-tega lah"... Gue pasti "bayar" pas sampe rumah.
Woi, Yahiko, bantu "ngerayu" juga dong.
"Ogah", Gue "gak ikut campur".
"Gak asik" lo!
"Serang"!
Kenshin!
Apa yang terjadi?
Apa mereka "mati"?
Tidak, sepertinya mereka hanya "pingsan".
"Menyingkir dari jalan"!
Whoa! Whoa!
"Raden Tamono"!
Kawai, lapor ke "markas" segera.
Siap, Pak.
Sakashita, hubungi "pos polisi" terdekat.
Siap, Pak.
"Pasukan pertama", Maju.
Bersiaplah, "jangan menembak" sebelum "aba-aba-ku". Pergi!
"Pasukan kedua", menyebar di "seputar lokasi"
Siap, Pak.
"Sisanya", jaga disini dan "lindungi warga sipil".
Siap, Pak.
Disini "berbahaya", Silahkan anda "menyingkir".
Wah "Keren Abis"!
Bentuk "dua barisan"!
Bagus! Bergerak sesuai "rencana".
Mereka tak boleh "melarikan diri"! "Kejar" mereka.
"Tangkap"! Jangan sampai mereka "lolos"!
Wah, kaya-nya banyak yang "happening" hari ini?
"Yokohama" emang "sesuatu banget".
Iya sih, ada...
"Kereta Api Uap"..."Toki Takatsuki", dan...kau "Ngutang Makan Steak".
"Tentara" yang tadi "mantep" ya.
Emang lo mau jadi "tentara"?
Enggak, Gue gak mau "masuk militer". Tapi "keren aja...
Lagian juga...
Lo "kudu" bisa "naik kuda" dulu.
"Bisa"!
"Setau"ku, naik kuda harus "tinggi". "Semoga" saja kau tidak "terjatuh".
Iya kan, Kenshin?
"Betul tuh"
"Aaah..."
"Berisik"!.
Ayo "pulang".
Baiklah, kalau begitu.
Terima kasih, "Bu Guru"!
Terima kasih! Semuanya!
Aku pulang dulu!
"Sampai jumpa", "hati-hati ya".
Iya, "Bu Guru"!
"Anak-anak" sudah pulang?
Ya.
Sudah "14 tahun" sejak "kematian" Gentatsu, sampai sekarang?
Ya, "kakak meninggal" saat umur-ku baru "4 tahun".
Semenjak itu aku "tinggal disini".
"Waktu cepat sekali berlalu".
Apa yang "meresahkan hatimu", Shigure?
Oh, tidak ada apa-apa.
Hey, Shigure, kau dirumah?
Oh.
Kajiki...
Pergilah...
Ada apa?
Shigure, semua sudah "sesuai rencana".
"Jadwal kedatangan" para tamu "Inggris" telah dirubah.
"Mereka" akan tiba di "Tokyo" dalam "6 hari".
Aku juga telah memesan "meriam tambahan".
Itu "kabar yang baik".
Shigure, Aku ingin kau yang "pegang komando" dalam "serangan akhir".
Ya, Aku paham.
Kita tak bisa "mundur lagi, "Demi Kematian Gentatsu".
aku tak akan "melupakan malam itu".
Ini "aku".
Kudengar "Kelompok Satsuma" dan "Kelompok Choshu" telah "bergabung".
Benarkah itu, Gentatsu?
Ya, "Sudah dipastikan".
"Mereka" akan merencanakan "pertemuan rahasia" malam ini.
"Mereka" akan lakukan "cara apapun" untuk "Menggulingkan Ke-Shogunan Tokugawa".
Dan yang "hadir' adalah...
Takamori Saigo dari "Satsuma" dan Kogoro Katsura dari "Choshu".
Saigo dan Katsura? "Pertemuan yang menarik".
Ryoma Sakamoto akan menjadi "perantara" dalam "pertemuan itu.
Semua "Pemimpin Pemberontak" berada dalam "satu tempat".
bila kita berhasil "menyerang mereka" maka itu akan merubah jalan "sejarah".
Dan "Klan Aizu" akan "sangat berjasa".
Kita dapat "mengendalikan Ke-Shogunan".
Shigure!
Shigure!
baiklah, dimana "pertemuan-nya?
Kami telah "menyelidiki" adanya "3 lokasi" yang "berbeda".
Ada kemungkinan di "Masuda-Ya", tempat yang biasa digunakan "Kelompok Satsuma".
Namun "Kelompok Shinsen Gumi" telah menjaga kawasan itu, jadi seperti-nya "tak mungkin disana".
yang "paling mungkin" tinggal "Suzu-Ya",
atau di "Kerajinan Kayu Minoda".
2 "tempat" itu cukup jauh dari yang "lain-nya".
Disitulah kita sulit untuk "memutuskan" kemana kita pergi.
menurut-ku "Suzu-Ya tempat-nya".
Tidak, "Suzu-Ya" punya "rute pelarian" yang sulit disekitarnya.
"Mereka" tak akan "memilih" tempat "berbahaya" seperti itu.
Dia benar.
Tentu saja.
Aku "putuskan" di "Minoda".
Kita akan "menyesal" bila melewatkan "kesempatan ini".
Ya!
Baiklah, ayo berangkat.
"Ada apa", Gentatsu?
Aku tak dapat mengacuhkan "insting-ku", aku tetap akan ke "Suzu-Ya".
Gentatsu...
hanya saja "perasaan ini" sangat kuat.
Bila ternyata "aku salah", Aku akan segera "bergabung" denganmu.
Aku "mengerti". Bila memang itu "kemauan-mu".
Sakurai, Asami, dan Yokata, bawa "anggota kalian" bersama-nya.
Siap, Pak.
Maafkan aku.
Sial!
Gentatsu!
Gentatsu!
Aku sangat "menyesal", Gentatsu.
Ini adalah...ini adalah... "kesalahan-ku"!
Maafkan aku, Gentatsu!
Andai kita "ikuti saran" Gentatsu, dia mungkin "tak harus mati".
seandainya kita tidak "berpencar",
"Klan Aizu" tak akan merasakan "penderitaan" seperti ini.
Dalam "Pertempuran di Aizu",
"kekejaman" para "Byakko-Tai", mungkin masih bisa "dihindari"
Dan semua ini adalah "kesalahan-ku".
Semua disebabkan "penilai-an ku".
Aku selalu "merasa bersalah" dengan "keputusan itu" setiap hari-nya,
"Semua yang "kucintai" telah "mati".
Namun "Hari Pembalasan Gentatsu" telah tiba!
Aku tak dapat "hidup tenang",
sebelum "membalas kematian" Gentatsu.
Aku pergi dulu.
Mau kemana kau?
Kau tak perlu tau.
Aku akan pulang "terlambat".
Tunggu! Jangan lari!
Tunggu!
"Jangan ke jalan raya" ya!
Iya, Kak!
Kak Kaoru!
Ada apa?
Ada "orang aneh" melihat ke "dojo" dari luar.
Benarkah! Kalu "minta sumbangan", Biar "kutendang keluar" mereka!
Oh, Nona Toki.
Selamat datang.
Selamat datang!
Selamat siang.
Kalau Ini adalah "Dojo" kami.
Baiklah, Aku akan mengantar-mu "lewat pintu depan" sebagai "tamu".
Silahkan diminum.
"Tolong jangan repot-repot" karena kedatangan-ku.
Apa Tuan Himura ada?
Kenshin?
Ya, ada yang ingin aku bicarakan dengan-nya.
Ya, ada yang ingin aku bicarakan dengan-nya.
Ya, ampun. Ternyata dia bukan "dateng cari gue"...
Kenshin selalu "ke-dapetan" bagian yang "enak-enak" ya.
Kenshin sedang keluar beli "tahu".
"Tahu"?
"Belanja keperluan sehari -hari" adalah tugas-nya.
Kalau begitu, "ini untuk kalian".
Kalian pastinya "suka".
Ya, ampun!
Mantap!
"Sedep tuh" kelihatan-nya!
Tapi kaya-nya percuma aja, biar "ikan-nya seger" juga...
...kalo yang "masak bego", ya "sama aja bo-ong".
"Mak-sud-loohh"?
Maaf merepotkan-mu, Nona Toki.
Oh, tidak sama sekali. Aku "suka memasak".
"Mantep Benerrr!"
Silahkan "Makan Sepuasnya".
"Selamat makan"!
"Nyam...Nyam"!
Ini "enak sekali".
"Beda banget" sama yang biasa kita "makan disini".
Cuma "beda bumbu" aja!
Masakan enak "gak ngaruh" sama "bumbu-nya"...
Kalian ber-2 gak akan dapat "makan" besok!
Eh.iya, emang bener "bumbu-nya ngaruh".
"Bener gak", Yahiko?
Kenapa "gak jawab", Yahiko?
"Aroma-nya enak...".
Selamat datang, Kenshin.
Nona Toki...
Ini "Tahu-nya", Kaoru.
Maaf ya. Kita sudah tidak memerlukan "Tahu" lagi untuk "Makan Malam".
"Apa"?
Ngomomg-ngomong, Kenshin,
Nona. Toki kesini ingin "bicara sesuatu" padamu.
Sebenarnya...
Ada masalah apa?
Aku harus "menceritakan soal" Shigure padamu.
Tuan Shigure? Sebenarnya apa "hubungan" kalian?
Dia adalah "sahabat almarhum kakak-ku" pada "Era Bakumatsu".
"Almarhum Kakak-mu"?
Ya, dia "keluarga-ku satu-satunya", jadi...
Apakah "kakak-mu"...
Namanya Gentatsu Takatsuki dari "Klan Aizu".
Jadi begitu.
Apa dia "salah satu", dari "3 Pendekar Pedang Kanuma"?
Ya.
Aku "sangat kecewa" dengan "kalian ber-2".
Berapa lama kalian mau "saling bermusuhan" begitu?
Tuan Katsura? Tuan Saigo?
Ini "tidak baik", dan "tidak benar".
"Kelompok Satsuma" dan "Klan Choshu" tidak bisa "seperti ini".
jika kalian "begini" maka "pembentukan era baru" tak akan terjadi di Jepang.
Apa mereka "Shinsen Gumi"? Atau "Prajurit Ke-Shogunan"?
"Lindungi" Tuan Katsura dan Tuan Saigo!
Biar kami yang "tangani" mereka.
Mengerti!
Bersiaplah!
"Klan Aizu"? "Hitokiri Gentatsu"!
Dimana Katsura? Bawa keluar Saigo dan Sakamoto!
Gentatsu Takatsuki dari "Klan Aizu", alias "Hitokiri Gentatsu".
Salah satu "Pendekar Pedang Terbaik Kanuma". Dia sangat tangguh.
Maaf. Apa ada sesuatu?
"Tidak ada".
Belakangan ini, Shigure "terlihat sangat aneh".
Dia terlihat "sangat sedih", dan seperti memikirkan "sesuatu yang serius".
Namun setelah "pulang dari Yokohama" dia terus "membicarakan-mu".
"Membicarakan-ku"?
Dia bilang: "Dia senang bertemu orang seperti-mu, di jaman seperti ini".
"Dan, Akhirnya dia bertemu juga dengan "Samurai Sejati" saat ini".
Aku juga merasakan "hal yang sama".
Tolong "bantu" aku.
Dia "tidak akan terbuka" padaku.
Tapi, kalau kau yang bicara, Tuan Himura,
dia pasti "mau mendengarkan".
Aku sangat "putus asa"!
Nona Toki...
Maafkan aku merepotkan-mu "mengantar-ku pulang".
"Santai aja". Ini kan emang, "kewajiban cowo nganter cewe".
"Rumah-nya gede banget"!
Silahkan masuk.
"Misi-misi".
Kau sudah pulang, Toki.
Siang, Pak.
Yahiko mengantar-ku pulang. Dia tinggal dengan Tuan Himura.
Dengan Tuan Himura?
Iya, Pak.
Kau terlihat seperti "pemuda yang gagah".
Namaku Yahiko Myojin dari Tokyo, anak dari "bekas keluarga samurai"!
"Keluarga samurai"? Siapa ayah-mu?
Ayah adalah "Anggota Shogi-Tai", dan "meninggal" dalam pertempuran.
"Kelompok Shogi-Tai"? Aku yakin "beliau" adalah pria yang terhormat, bukankah begitu?
Benar, Pak.
Kau tak perlu "sungkan", kalau ada perlu bilang padaku.
Aku akan bantu sebisa-nya.
"Makasih banget pak".
Pak Shigure!
Musashino, "kebetulan sekali".
Ini Yahiko, "teman-nya" Himura, yang aku "bicarakan".
Ini benar-benar "kebetulan", Musashino.
Ayah Yahiko telah "meninggal" sebagai "Anggota Shogi-Tai".
Benarkah.
Ayah Musashino juga "meninggal" sebagai "Anggota Shogi-Tai".
Pastinya kau pernah mengalami "hidup yang sangat sulit", iya kan?
"Enggak juga sih".
Ayo kita lakukan "yang terbaik".
Ok deh.
Yahiko, makanlah bersama kami. Kau juga boleh "mandi" disini.
"Anggap saja rumah sendiri".
"Sip"!
"Gentatsu Takatsuki"...
Lo masih "kepikiran" kan. Shigure, maksud gue.
"Takimi Shigure"...
Hey, mau kemana kau, Yahiko? Kau kan belum selesai "latihan".
Gue mau ke tempat Pak Shigure.
"Lagi"?
Soalnya ada "cewe kece-nya" disana.
Hey!
Ya ampun, "anak jaman sekarang"?
Gue mulai ya?
Perhatikan "pinggang-mu"!
Ok deh.
"Wadow".
"Nyerah"?
"Lanjut"!
"Begini cara-nya".
Iya, Bu Guru.
Tuan Himura!
Terima kasih "yang kemarin".
"Sekolah terbuka ya"?
Iya, aku berharap bisa jadi "guru yang lebih baik".
Apa Tuan Shigure ada?
Sebenarnya, dia belum pulang semenjak "kemarin malam".
Begitu ya. Bisakah kau sampaikan "pesan-ku"?
Katakan padanya: aku ingin menemui-nya "besok jam 6".
Aku tunggu di "Jembatan Oohashi" dekat "kuil".
Baik, akan "ku-sampaikan".
Aku permisi dulu.
Maaf sudah "merepotkan".
"Mentri Pertahanan Yamagata" dan "Inspektur Jendral Kawaji",
Aku ingin "menawarkan pendapat" pada anda.
Kau boleh "bicara", Tamono.
Siap, Pak, sebelumnya "maafkan kelancangan saya",
Saya sudah "memikirkan" tentang "penyerangan di Yokohama" lalu.
Kita harus waspada "ancaman" terhadap "Konsulat Inggris".
Penjagaan harus "di-tingkatkan" sepanjang "rute parade" nanti.
Inikah "saran darimu"?
Kemungkinan adanya sebuah "Kelompok Radikal" di "Tokyo"
"Serangan terhadap Mentri Luar Negri" akan "mencoreng nama baik" Jepang.
Saya sarankan untuk "menambah jumlah pasukan" selama "parade".
Dan, akan lebih baik bila anda "turun tangan" langsung.
"Pendapat Tamono" cukup "masuk akal".
Setuju.
Tamono, kaulah yang akan "mendampingi-ku selama parade".
Siap, Pak!
Cepat! "Jangan lambat"!
Kita harus "menyelesaikan pengiriman" malam ini.
Kajiki, bagaimana "perkembangan-nya"?
"Semua berjalan lancar".
Bagus. Kajiki, ayo kita berangkat ke "Kuil".
Kita telah "siap sekarang".
Pak Shigure, semua "peti" telah "diamankan".
Bagus, terima kasih.
"Berkumpul"!
Aku "berterima kasih" pada kalian semua.
"Persiapan" kita "telah matang" kini saatnya "ber-aksi".
Kalian semua pastilah memiliki seseorang yang "sangat penting",
"Besok"! Kalian harus selesai mengucapkan "selamat tinggal".
Kau belum tidur?
Ya.
Apa kau ingin "makan malam"?
Toki, maukah kau "menemani-ku makan malam"?
Aku akan segera "pergi jauh".
Aku akan pergi ke "Kyoto" lalu "Aizu".
Aku "ikut dengan-mu"!
Jangan, kau harus tetap disini "mengurus rumah".
Tapi...
Aku akan "tulis surat"...
"Nikmat sekali". Boleh aku "tambah satu mangkuk lagi"?
Baik.
Rasanya sudah "lama sekali", aku tak "menikmati masakan-mu".
Bagaimana?
Mereka "sering berkumpul" beberapa hari terakhir ini.
Kira-kira kapan ya mereka akan "bergerak"?
"Sampai besok".
Oh, Yahiko?
Ada apa?
Kau harus "tumbuh dewasa" dan menjadi "pria terhormat".
"Salju"!
"Mari berdoa untuk: kelancaran usaha"!
"Festival Tori no Ichi"... (Festival Keberuntungan)
Maaf aku "terlambat".
Tak apa.
Ini "bagus". Aku "berharap" kita akan "bertemu lagi".
Nona Toki sangat 'mencemaskan-mu".
Apa yang "sebenarnya kau pikirkan" Tuan Shigure?
Bila "terjadi sesuatu" padaku, tolong "jagalah" Toki.
Ada "perkelahian"!
Eh lo tau gak "soal Shigure"?
Iya, dia orang-nya "Gawat juga" tau.
"Gawat" gimana maksud lo?
Shigure suka "nge-Doktrin" orang.
"Para Korban" dan "Yatim" sisa "Kelompok Shogi-Tai"...
"Yang Lolos" dari "Pertempuran di Aizu"...
juga "Sisa Prajurit Perang Hakodate".
Meraka "orang-orang" yang "Dendam" sama "Pemerintah".
Kenapa "harus dia" sih?
Dia itu "nge-Top", kaya-nya.
"nge-Top"?
Dia sering "Dateng" ke "Rumah Keluarga Korban"...
Yang pada mati pas "Jaman Bakumatsu".
Trus dia "Bantu Mereka" gitu deh.
"Bantuan-nya" termasuk "Soal Keuangan" juga lah...
"Gosip-nya" dia "bakal" "Rencana-in Pemberontakan".
Banyak yang bilang kalo ini "Cara" dia "Nebus Dosa-nya".
"Tobat"? (Nebus Dosa)
Yang "Paling Bahaya" sih sebenernya bukan Shigure.
Tapi "Orang Disekitar-nya" sob!
Yahiko, Kau harus "tumbuh dewasa" dan menjadi "pria terhormat".
"Pria Dewasa Terhormat"? Apa sih maksudnya?
"Dewasa"?...
Apa-an?
"Terhormat"?...
2 orang itu..."enggak banget deh"!
Musashino?
Pada mau ngapain sih?
Akhir-nya, tiba saatnya untuk "kebangkitan kita"!
"Cita-cita kita" segera akan jadi "kenyataan"!
Kita telah "di-Cap" sebagai "Pemberontak",
"kehilangan teman-teman kita" dan telah "menanggung aib".
Kita dianggap sebagai "musuh" oleh "Pemerintahan baru" ini!
Sebagai "Klan Aizu" dan juga sebagai "Klan Shogi-Tai"!
Sanosuke!
Kenshin...
Mengapa kau disini?
Gue abis denger "gosip gak beres" soal Shigure.
gue mau "bukti-in sendiri gosipnya".
"Pengusaha kaya" dan "Pengaruh Politik-nya" terus "meng-gerogoti" pemerintahan tiap hari.
Pemerintah sekarang telah "benar-benar bobrok"!
Ingatlah "Almarhum Teman kita", Gentatsu Takatsuki pernah bilang:
"Langit (Pemerintah) seharusnya sangatlah "tinggi dan cerah" (Adil dan Jujur)!
Dan, Kita semua harus "sejajar" dibawah "kaki langit"! (Keadilan Sosial bagi semua orang)
Kita harus menciptakan "dunia yang seperti itu"!
Kelak kita akan berhasil "membentuk pasukan".
Dari "ketidak-puasan" yang datang "seluruh penjuru Jepang"!
Kita akan "memulai Restorasi lain" "Restorasi yang Baru"!
Siapa kau?!
Bocah tengik, apa saja yang "kau dengar"?
Kami "tak akan biarkan kau hidup".
Yahiko?
"Mati kau"!
Tunggu!
Pak Shigure, izinkan saya "ber-gabung".
Apa?
Saya mohon!
Berikan saya "kesempatan membalas dendam ayah".
Yahiko...
Pak Shigure, "pertimbangkan-lah".
Musashino!
"Mantan Pejuang Aizu"? dan "Keluarga Shogi-Tai"?
Yo'i, banyak tuh "yang gabung".
"Gawat".
Hey...
Kenshin!
Tuan Himura! Tuan Himura, apakah kau tau...
Apa kau tau dimana Shigure?
Dia tak dirumah?
Kuharap aku "menemukan ini" lebih cepat.
Ini disembunyikan di belakang "Altar Kematian" Gentatsu.
Boleh kulihat?
Ya.
"Saatnya tiba" untuk "menepati janji-ku" kepada: Gentatsu.
"Selamat jalan", dan kuharap kau akan "bahagia kelak".
"Bila kau butuh bantuan temuilah Tuan Himura".
"Jangan-jangan ini"...
Apa yang sedang kalian lakukan?
Kaoru, dimana Yahiko?
Yahiko? Yahiko belum pulang, jadi kupikir "dia ada disini".
Kalo mau "cari Yahiko", ya "cari dulu Shigure".
Mereka "sudah bergerak".
Tapi...
Apa "tujuan" mereka?
"Tempatkan pos masing-masing".
Aku harap kalian semua "beruntung" dalam "tugas".
Yahiko?
Iya, Pak.
Ada perlu apa Pak?
Yahiko, Aku sangat "mengagumi keberanian-mu".
Makasih, Pak.
Bagaimanapun...
Pak Shigure!
Yahiko masih "anak-anak".
Jika "sesuatu terjadi padanya",
Aku akan "sangat malu" menemui Tuan Himura kelak.
Pak Shigure...
Maafkan aku, Yahiko.
Aku akan segera berangkat, dan mempersiapkan "rencana akhir".
Tentu saja, pergilah. Kita juga harus berangkat.
Siap, Pak.
Kau "terlambat", Kajiki.
Maafkan "keterlambatan-ku", tapi "persiapan kita" telah "sempurna".
Sulit untuk "menyembunyikan semua senjata itu" dari "pengawasan tentara".
"Terima kasih".
Ini "Peta Jalur Parade" beserta "posisi penjaga" yang "ditandai".
Bagaimana "Shigure"?
Dia sama sekali "tidak mencuriga-nya".
Huh, Masih tetap "sombong" hingga akhir.
Begitulah.
Apa kau tau "rencana penyerangan-nya"?
Ya, Pak.
Dia menghindari "jatuhnya korban", dari "warga sipil" saat "penyerangan".
Percaya "omong-kosong" dan masih "sok suci"...
"dia tidak berhak hidup di dunia ini".
Aku juga "tidak peduli semua itu", Penjaga-an biar aku yang "urus".
Aku "hargai hal itu".
Dan aku telah "mengatur" agar Yamagata "ambil komando" besok.
Kematian "Mentri Luar Negri" di "tempat seperti ini"...
"Dibunuh" oleh "Tentara" dan "Persenjataan-nya sendiri"...
Yamagata pasti akan "dipecat" dari "posisi-nya".
Dan "Mentri yang baru adalah"...
Anda,..."Raden Tamono".
"Si Tua" itu akan "dipindahkan dan "tibalah waktu" untuk-ku.
Pastikan saja "Para Inggris Bangsat" itu terbunuh!
Siap, Pak.
Saat semuanya selesai, maka aku pun akan...
"Di-anugrahi pangkat tinggi dalam pemerintahan-ku".
Aku ingin "bertaruh" pada "kuda juara" saat ini.
"Percayalah padaku".
Dimana sih tuh "bocah"? "semalem-suntuk" kita cari.
Percuma aja "nyari sampe gempor"...
Kau baik-baik saja, Nona Toki?
Ya.
Yahiko...
Nona Toki!
Yahiko!
Yahiko?
Yahiko!
"Ini bocah", dari mana aja sih?
Kami semua "sangat mencemaskan-mu".
"Mau apa"?
"Se-enak-nya saja" kamu?!
Aku benar-benar "khawatir" sama kamu, Kita semua mencari-mu kemana-mana.
"Sempat terlintas" kalau kau mungkin saja "terluka"...
Yahiko,
Aku sangat "lega" melihat-mu baik-baik saja.
Kalo bukan dia yang "gampar", Pasti lo udah gue "tampol".
Aku juga akan "melakukan itu", Yahiko.
Gue minta maaf banget.
Kemana Shigure?
Gue gak tau.
Ini "penting sekali". Kemana "tujuan-nya"?
Gue benaran gak tau. Gue malah "ditinggalin".
Ayo dong, Yahiko, masa lo gak denger "apa-an kek"?
Kan gue udah bilang...
Kumohon! Kumohon katakan apa yang kau tau. Apapun itu!
Seperti hal-nya Yahiko yang "berharga" bagi Nona Kaoru dan Tuan Himura, Shigure juga...
Shigure "orang yang... paling penting" untuk-ku!
Kumohon, Yahiko!
Yahiko, masa sih gak ada yang "lo inget"?
Yahiko?
"Mereka" ngomong soal "tamu dari luar negri"...
"Tamu Luar Negri?
"Mentri Luar Negri Inggris" mau dateng ke Tokyo, hari ini!
Iya, aku mendengar akan ada "parade kehormatan" dijalanan.
"Tamu Luar Negri"...
Tuan Himura, "tolong hentikan" Shigure!
Kumohon! Tolonglah!
Tolong...
"Parade yang Megah"
Ini pertama kali-nya "Mentri" dari "Luar Negri" berkunjung ke Tokyo.
"Semua Penjagaan" ini demi "kelancaran acara" sampai akhir.
Bila "mereka merencanakan sesuatu" pastilah "ini yang mereka incar".
Siap, Pak.
Tapi, kelihatannya semua "berjalan lancar terkendali".
"Nikmatilah saat terakhir-mu sebagai Mentri Keamanan"
Aku akan "membantu-mu beristirahat" setelah "semua ini selesai".
"Beres".
"Cepat"!
"Lindungi Mentri Luar Negri"!
Lihat "asap itu"!
Dari arah "Wisma Tamu Negara"!
"Serbu"!
Maju Terus!
"Minggir dari hadapan-ku"!
Aku "Meng-umumkan Awal Pembentukan Restorasi Baru!"
Shigure! Shigure! Shigure!
"Saling Bunuh'lah" kalian.
Aku "butuh amunisi tambahan"!
Kalian "tak membutuhkan-nya"...
Dimana "Mentri Luar Negri?
"Dia ada disitu", kan?!
"Matilah kau"!
Apa?!
"Hentikan ini sekarang juga".
"Jangan ikut campur"!
Bawa pergi "pasukan-mu"!
Minggir dari hadapan-ku, Himura!
Aku "menolak melakukan itu".
Maka..."kau harus mati"!
"Sakabato" (Pedang Terbalik)... Sebenarnya aku "tak ingin melawan-mu"...
Aku juga tak mau "melawan-mu".
Itu hal yang..."tak mungkin" .."Saat ini"!
"Berhenti gak lo"!
"Gak ada guna-nya" lo semua "kaya gini"!
"Pake otak dong"!
Gentatsu! Mana Gentatsu?
Gentatsu!
Gentatsu!
"Ternyata kau orang-nya"!
Gunakanlah "Teknik Saiki-Kanuma" mu! (Teknik Bertahan-Menyerang Bersamaan)
Aku tak akan "memaafkan-mu"!
Bawa "Mentri" ke "Wisma Tamu"!
Cepat!
Tembak! Tembak!
Musashino!
Pak Shigure...
Kumohon...
Musashino!
Cepat!
"Lindungi para korban"! Jangan biarkan "mereka lolos"!
Pak Shigure, "lekaslah pergi".
Kita akan "selesaikan ini nanti" Apapun yang terjadi.
"Apa-apaan ini"?
Yahiko?
Musashino...
Musashino!
Musashino! Musashino!
Musashino!
"Gak mungkin"!
Musashino! Musashino!
"Hitokiri Gentatsu", kita telah "bertarung sebelumnya" demi sebuah "cita-cita".
Bahwa "hal seperti ini"... tak akan pernah terjadi lagi".
Aku tak mau lagi melihat "kesedihan seperti ini".
Kenshin...
Gentatsu, Aku akan "berusaha sekuat tenaga" untuk "menghentikan-nya".
Apa yang terjadi?
Bukankah "Meriam" ini milik "para tentara"?
Ya.
Bagaimana "Pemberontak" bisa memiliki-nya?
"idiot-idiot" itu "bikin ulah".
Para "Pemberontak" sedang "bertahan" di "Hutan Ueno".
Apa kau bilang?
"Hutan Ueno"? "Mirip, "Kelompok Shogi-Tai"?
"Mereka" telah "terkepung" dan "tak dapat melarikan diri".
"Pak Mentri"!..."Aku "mampu menumpas mereka".
Aku, berangkat.
"Tunggu dulu".
"Siapa kau"? Apa kau "tak kenal aku"?
Aku "Raden Tamono" dari "Pasukan Kerajaan",
"dibawah perintah langsung Mentri Yamagata".
Tamono, biarkan "dia bicara".
"Mentri Yamagata".
Himura, saat ini kami dalam "siaga satu".
Bila ini "tidak penting", anda bisa mengatakan-nya nanti.
"Kalian" harus "hentikan serangan".
Apa?
Aku kenal dengan "Pemimpin Pemberontak".
Apa kau bermaksud untuk pergi kesana, sendirian?
"sangat tidak masuk akal"!
Aku "sangat malu" mengatakan ini,
namun "Para Pemberontak" menggunakan "persenjataan kami" untuk menyerang.
"Akar Masalah-nya" belum kami ketahui.
Himura, "orang itu" adalah penyebab "pembantaian ini".
Kami tak bisa "menunggu lebih lama".
Aku mengerti.
Mengapa kita "harus menunggu"?
"Pak Mentri", anda harus perintahkan untuk "melancarkan serangan segera"!
Kita akan "pertaruhkan segalanya" pada Himura.
Bila ada yang dapat hentikan "pertumpahan darah" ini, pastilah hanya "dia orangnya".
Aku "mempercayai-mu", Himura.
Nona Toki, kumohon bersabarlah!
Nona Toki, "tenanglah".
"Aku harus ketempat Shigure".
Tuan Himura!
Shigure... Shigure "berencana untuk mati"!
Dia selalu "menyalahkan diri-nya" untuk "kematian kakak-ku", Bila ia mati...
Nona Toki, Aku "berjanji untuk membawa" Tuan Shigure padamu.
Jangan cemas. Kenshin akan "menolong-mu", tenang ya?
Oh, Kaoru!
Kenshin?
Kenshin, apa kau akan "kesana sendirian"?
Tapi...
Kakak Nona Toki tewas pada masa "Bakumatsu".
Ya aku tau.
Orang yang "membunuh-nya" adalah...
"Hitokiri Battosai".
Akulah "orang-nya".
Oh, tidak.
Itulah "penyebab" Tuan Shigure melakukan "kerusuhan" ini.
karena itu, aku akan "bertanggung jawab" untuk ini.
Oh, tidak...
Tidak!
Kenshin...
Cepat! "Segera buat "Tembok Pertahanan Berlapis"
Bila lambat, "pasukan pemerintah" akan mudah "menembus-nya"!
Sialan! Mengapa kita harus "bersembunyi seperti ini"?
Apa Shigure berniat "berakhir" seperti "Shogi-Tai sebelumnya"?
Aku tak peduli.
Bila "situasi makin gawat" aku akan "pergi ke Tamono".
Karena aku mengetahui "semua rahasia Tamono".
Dia tak akan "meng-khianati-ku".
"Lama banget sih lo", Kenshin.
Mereka udah pada "ngumpet" tuh dibalik "berikade".
Pasti mereka juga udah "ogah bergerak dari sana".
Kayanya Shigure udah "nungguin" lo, Kenshin?
Tamono?
Biarkan "mereka lewat".
Siap, Pak!
Kira-kira bisakah kalian "selamat dari sana"?
"Ni orang nyolotin deh".
"Ada yang datang"!
Apa?!
"Pasukan"?
"Ini" biar gue yang "urus".
Woy, "Bahaya disitu, Minggir"!
Maksud-nya apa?
Hey!
Kan udah gue bilang "Bahaya".
Kenshin, mereka masih pada "ABG"...
Hey, mau apa kalian?
Mereka "Antek-antek Pemerintah"! Bunuh mereka! Bunuh ke-2-nya!
Gue sih males, tapi "yang ini bagian gue" deh , Kenshin.
"Terima kasih banyak", Sano.
"Selon" aja lah "Sob"...
Ayo, "tong"! "Di-mari"!
Sini, gue "ajarin cara berantem"!
"Kaki lo banyak ngangkang".
"Dagu lo kebuka tuh".
Jangan "bengong aja".
Kenshin, "buruan"!
Ribet juga nih kalo lama-lama "di-keroyok".
Bagus! Sekarang "habisi mereka"!
"Jangan ganggu mereka".
Shigure?
"Dia" datang hanya "untuk-ku".
Kenshin, yang "ini" pastinya "bagian lo".
"Bubar!", "Jangan deket-deket!" "Bakalan Seru nih". Lo juga!
Aku "Yakin Kau akan Datang".
Kita harus "akhiri ini sekarang".
Ada yang "ingin ku katakan". Yang "membunuh Gentatsu"...
Kau kan "orang-nya", Hitokiri Battosai!
Aku menyadari-nya dari "pertarungan kemarin".
"Akulah penyebab semua ini"...
Tidak, Gentatsu memang "mempertaruhkan hidupnya" saat bertarung dengan-mu,
dan "begitu pula dirimu".
Dalam "pertarungan hidup-mati", kematian bukan "salah siapapun".
Namun, Himura,
Lhatlah "Kelakuan Pemerintahan Meiji" pada rakyat saat ini.
Kita semua "Bertaruh Nyawa" saat itu.
Aku, kau, dan Gentatsu pun "bertaruh nyawa"...
Tapi ketika mereka "jadi pemenang", dan "berkuasa",
mereka "menuntut dihormati" tapi malah "menyalah-gunakan kekuasaan",
Mereka terus "menumpuk kekayaan".
Mereka telah "mempermalukan pengorbanan para pejuang" seperti Gentatsu.
kami "berjuang untuk Tujuan Mulia"
Apa kau dapat "memaafkan" Pemerintah yang berbuat "semena-mena" seperti ini?
Aku...
Apa kau "membunuh banyak orang" demi "sebuah Sistim seperti itu"?
Jika iya, maka "para para korban-mu" tak akan "istirahat dengan tenang",
"Hitokiri Battosai".
Himura, kami akan "memulai sebuah Restorasi Baru".
"Sekali lagi", kami akan "pisahkan" yang "baik" "diantara" yang "jahat" dalam "masyarakat".
Itulah "cara" untuk "menghormati pengorbanan" para pejuang yang "gugur".
"Penghormatan" bagi para "Pejuang yang mati muda".
Apa kau ingin"menebus kematian mereka" dengan "menumpahkan banyak darah" lagi?
Apa kau ingin "Membuat Dunia Baru" diatas "tumpukan mayat" lagi?
Dengan "darah dari banyak orang"!
Itu adalah "Penghianatan Terbesar" bagi "mereka yang telah mati dalam perang".
Itu adalah "Penghianatan-mu".
Aku adalah "Mantan Samurai Aizu". Menggunakan "Teknik Pedang Saiki Kanuma".
"Nama-ku Shigure Takimi".
Bersiaplah!
Aku menggunakan "Teknik Pedang Hiten Mitsurugi". "Namaku Kenshin Himura".
Kenshin...
Selama "Era Bakumatsu",
"Teknik Pedang Saiki Kanuma" digunakan dalam "ruangan".
Bagaimana diluar sini? Bagaimana cara dia "menyerang"?
"Jurus Kanuma Membelah Bulan".
Jangan "terpengaruh sarung pedang-nya". Apa dia akan "menyerang dari sebelah kiri"?
Atau "kanan"?
Atau "keduanya"? Atau malah "dari bawah"?
Kenshin...
Dia "datang".
"Dari bawah"!
"Jurus Hiten Mitsurugi Palu Naga Kilat"
Aku telah "mem-prediksi arah pedang-mu". "Pola serangan-mu".
Aku "selalu ingat jurus itu".
"Jurus Hiten Mitsurugi Naga Terbang Kilat"!
Sebuah "serangan cepat" lalu "ditahan", Aku "pernah lihat jurus itu sebelumnya".
"Hal itu tertanam dalam benak-ku", "menghantui-ku selama 14 tahun".
"Jurus Kanuma Membelah Matahari"!
"Sarung Pedang Besi"!
Kenshin!
"Tebasan Pembelah Matahari"!
Aku paham, "serangan ganda yang melingkar". Tapi...
Aku "lebih baik" dari Gentatsu.
Kenshin!
Semua akan "beres". Kenshin pasti "berhasil".
Tuan Shigure akan "baik-baik saja".
Benarkan Nona Toki?
Nona Toki?!
"Lengan-ku mati rasa".
Himura,
Jika kau "tdak menggunakan" "mata pisau" dari "pedang-mu", kau akan "mati malam ini".
Sekarang, "balik-lah sisi pedang-mu".
Tak masalah bila "darah-ku mengalir", seberapa banyakpun itu.
Bagaimanapun, tak akan kubiarkan kau "menumpahkan darah lain"!
Maka, kau akan "mati disini"!
Aku hanya butuh "satu serangan", hanya "satu kali".
Itu adalah "ancang-ancang" "Amakakeru Ryu No Hirameki". ("Naga Terbang ke Surga")
"Jurus Kanuma Membelah Api"!
Dia "melayang"?
Itu "serangan yang sama" seperti sebelumnya.
"Tidak akan mempan"!
"Itu Jurus yang Berbeda".
Bukan "Palu Naga Kilat", atau "Naga Terbang Kilat".
"Jurus apa itu"?
Padahal tidak ada "pijakan di udara".
"Jurus Kanuma Kepala Kembar"!
Dia gunakan "Tolakan Tubuh" untuk "Mencabut Pedang".
"Luar Biasa". Itu "hebat sekali".
Ini adalah "Teknik Mencabut Pedang Ciri-Khas Kenshin".
Mengapa kau tidak "Menebas-ku"?
untuk "menghormati para korban-ku",
Aku "bersumpah" tidak akan pernah "membunuh lagi".
Inilah "Penebusan Dosa-ku pada mereka".
Gentatsu...
Shigure, Aku sangat suka "langit yang biru" di "Gunung Bandai".
Aku juga.
"Langit Biru" harus "Tinggi" dan "Cerah". "sejauh mata memandang".
"Seluruh Dunia" harus "seperti itu".
Gentatsu...
"Demi dirimu", Gentatsu, Aku "tak akan kalah dipertarungan ini".
Ayo.
Hentikan!
Berhenti! Hentikan!
Toki?
Kau...
Sudah cukup. "Hentikan ini semua".
Toki...
Gentatsu...
Apakah Gentatsu ingin melihat Nona Toki "menangis seperti ini"?
Ada apa, Gentatsu?
Aku "tidak bisa tidur semalam-an".
"Orang-orang yang kubunuh" memiliki "Ibu dan Ayah, Kakak dan Adik.
Mereka "memiliki orang yang dicintai".
Aku "terus memikirkan-nya".
Gentatsu...
Aku paham.
Apa "isi surat dari keluarga-mu", Shigure?
Ayah-ku "kembali jatuh sakit".
"Penyakit-nya kambuh" lagi, tapi aku tak bisa "memikirkan itu saat ini".
Ketika "Klan Choshu" sedang "bergerak"...
Kau "salah",...
Shigure.
Keluarga-ku hanya tinggal Toki, inilah mengapa aku "merasa begini".
Kau tak perlu merasa "malu" untuk "mencintai keluarga-mu".
Bila kau tidak "sayang keluarga",
maka kau juga "tak pantas" untuk "mengurus Negara atau Dunia ini".
Taukah kau "alasan-ku" memilih menjadi seorang "Hitokiri"?
Itu semua demi teman-teman, keluarga-ku, dan untuk Toki.
Aku ingin "membahagiakan orang-orang yang kusayangi".
Gentatsu...
Gentatsu... Gentatsu!
Ternyata ada "seseorang" yang "lebih menghargai kematian-mu", dibanding aku.
Aku...
Aku telah "kalah".
"Biang Keladi" semua ini adalah "Raden Tamono".
Apa yang kau katakan?
"Orang ini telah mengakui-nya".
Siapa dia?
Dia bekerja di "Gudang Senjata".
"Para Pemberontak" menggunakan "senjata pemberian" dari Tamono.
Ya Ampun!
Dia juga memberi tau siapa "Antek Tamono" diantara "Pemberontak".
Aku akan segera "melaporkan hal ini" pada "Pak Mentri".
Pak Shigure!
Apa kau baik-baik saja. Pak Shigure?
Aku tak apa. Jangan "terlalu risau".
Pak Shigure! "Ketua"!
Pak Shigure! "Bos"!
Toki, kemarilah.
Ya.
Toki, Aku akan "menyerahkan diri" pada "pihak yang berwenang".
Baiklah.
Toki, aku telah "membuat-mu sedih selama ini", iya kan?
Lo gak apa-apa kan... "babak-belur" kaya gitu?
Ya.
"Melihat mereka",... "sakit-nya jadi hilang".
"Pura-pura kuat lo ya"? "Bisa aja...ente".
"Bidik mereka"!
"Tembak"! "Tembak"!
Apa-apa an ini?
Kenshin masih disana ya?
Kenshin...
Shigure! Shigure!
Tuan Shigure! Tuan Shigure!
Shigure!
Toki, apa kau "selamat"?
Ya. Aku disini.
Gentatsu, "langit biru" harusnya "tinggi" dan "cerah" kan,
"sejauh mata memandang".
Shigure?
SHIGURE!!!
"Tembakan berikut-nya" akan "membunuh mereka semua".
Meraka pasti "tak mengira" aku diam-diam "berkomplot"...
"dengan Kajiki", "bajingan malang" itu?
"Mengapa"?
Mengapa kau "Menembaki Mereka"?!
"Tolol".
Kau juga pasti akan "mati sekarang".
"KAU"!
"Tembak! "Bunuh mereka semua"!
"MAMPUS DEH"! Semua "buruan ngumpet"!. "Dimana aja!"
Kenshin!
Dia "lari"! "Tembak dia"!
Apa?!
Apa yang kalian lakukan? "Cepat tembak dia"!
Kenshin!
Kenshin!
"Tahan tembakan kalian"!
"Pertempuran telah berakhir". "Letakan senjata kalian"!
"Angkut yang terluka dengan tandu". "Bawa Perlengkapan Medis".
"Tangkap Tamono"!
"Tau gak lo"?... Lo pada "masih untung bisa idup"...
Tamono telah "menghianati-ku".
Kaupun seorang "Penghianat", juga.
Kau "mengorbankan teman-teman-mu" demi mendapatkan "keuntungan" dari "musuh-mu".
Kau "jalani hidup" dengan cara "mengikuti arus".
Mungkin saja aku salah. Kau hanyalah "orang yang labil".
Apa katamu?!
Aku "menunggu-mu".
Aku telah "menentukan tempat kematian-mu", "cabut pedang-mu".
"Tunggu dulu"
Aku "tau segalanya"... Aku bisa "Bersaksi untuk Tamono".
Bagaimana jika kita buat "Perjanjian"?
Aku tak mau "mati oleh Seorang Koruptor" dengan "Keadilan Palsu"!
Apa kau tau "Definisi-ku tentang Keadilan"...?
"Yang Jahat Langsung Dibunuh"!
"Anggota Shinsen Gumi", Hajime Saito...
Bolehkah kami "memindahkan-nya"?
"Sebentar lagi". Biarkan aku "lebih lama lagi bersamanya", kumohon.
"Selamat Siang!"
"Sampai besok ya!"
"Jangan lari dijalanan ya". Baik, Pak!
Tuan Himura?
Ada perlu apa?
Aku ingin "memberitahukan sesuatu yang sangat penting", Nona Toki.
Orang yang "membunuh Gentatsu"... adalah "aku"...
Selama "Era Bakumatsu", Aku dikenal sebagai "Hitokiri Battosai".
Apa Shigure "mengetahui ini"?
"Ternyata begitu".
Shigure pernah bilang bahwa "Era Bakumatsu" benar-benar "kacau".
Tak ada yang "Baik" maupun "Jahat" saat itu.
Dia juga bilang bahwa semua yang bertempur "ikhlas dari dasar hati-nya".
Dan aku "mempercayai hal itu".
Aku akan "membawa peninggalan" Shigure ke "Kampung Halaman-nya".
"Terima kasih untuk segalanya".
"Titi DJ ya", Nona Toki.
"Cepat pulang ya".
Tentunya. "Anak-anak pasti menunggu-ku".
Di "Sekolah Terbuka" ya?
Ya, "suatu saat nanti" aku akan ajarkan mereka tentang "sejarah ini".
Mereka harus tau "apa yang terjadi selama Era Bakumatsu".
Mereka "akan tumbuh dewasa" dan... menciptakan "Dunia yang di-Impikan Shigure".
"Dunia yang tanpa Pertumpahan Darah".
Aku juga "berharap kalian mau mengunjungi makam-nya kelak".
Aku "pasti akan datang".
Ketika "bunga-bunga bermekaran", ayo kita "kunjungi makam-nya bersama".
Ya! "Ide Bagus tuh!
"Hati-hati dijalan ya"!
"Langit Biru Haruslah Tinggi dan Cerah, Sejauh Mata Memandang".
Bukankah begitu?
-"Sejarah" selalu "Ditulis" oleh "Pemenang"... walau "Pemenang" belum tentu "Benar"- (Artficial)
Indonesian Subtitle by: Artficial (Terima Kasih untuk Subtitle Inggris Sebelumnya)
HENTIKAN SUBTITLE SAMPAH: (Google Translate & Melayu ngaku INDO) DAN MENCURI KARYA ORANG!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.