All language subtitles for Crash Landing on You.E11.WEB-DL.NF

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI

Bu.

- Sudah mau pulang? - Ya.

- Terima kasih atas pekerjaan kalian. - Hati-hati di jalan.

Hei.

PETUGAS KEAMANAN

Kau sedang apa?

- Sedang patroli. - Kami menjaga area ini.

Kau pastikan saja lampu kantor dimatikan.

Siapa dia? Aku belum pernah lihat.

Dia orang Korea-Tionghoa yang kita rekrut sebagai bantuan.

Dari bela diri hingga menembak, dia bisa.

Begitu.

Aku mencarimu ke mana-mana.

Kau bilang tinggal di sekitar Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul.

Kau tak beri tahu alamat pastinya.

Kau tahu,

aku tak suka bermimpi seperti ini.

Saat terbangun,

aku akan sangat sedih.

Bahkan caramu menatapku seperti itu, sama sekali tak membuatku senang.

Ini bukan mimpi.

Kau yakin?

Ya, aku yakin.

Tapi bagaimana kau bisa kemari?

Wajahmu kenapa?

Apa kau terluka?

Aku baik-baik saja.

Ada tambang emas yang dibor saat penjajahan Jepang.

Sudah tak digunakan lagi.

Bisa diasumsikan Cho Cheol Gang

ke Selatan melalui rute ini.

Masalahnya, tambang itu sudah lawas.

Dan karena Cho Cheol Gang menggali jalan ke Selatan,

tambang bisa runtuh kapan pun.

Untuk lewati terowongan buatan sepanjang sepuluh kilometer

yang ukurannya hanya untuk satu orang,

dibutuhkan sedikitnya 20 jam tanpa rehat.

Jika berhasil lewat dengan selamat...

kau akan melewati gua alami yang mengarah ke laut.

Aku bisa memercayai apa pun,

tapi aku tak percaya kau bilang baik-baik saja.

Aku baik-baik saja.

Tak ada yang terjadi.

Kita harus minta dia mengurus ini.

Kenapa kita yang sibuk di tengah malam begini?

Bagaimana kalau rasanya berubah karena kita mengulur waktu?

Sayang.

Kemarilah sebentar.

POLISI

Ketemu!

Jadi...

Apa yang terjadi?

Sedang apa kau di sini?

Apakah kau

- membelot dari Utara demi aku? - Bukan.

- Lalu sebagai mata-mata? - Bukan.

Lantas

kau akan di sini selamanya?

Tentu saja tidak.

Aku hanya mampir.

Tapi, ini tak seperti menyeberangi Sungai Han.

Kau tak bisa sekadar mampir dari tempatmu ke Selatan.

Jika begitu mudah dari sana ke Selatan,

kenapa aku lama terjebak di sana?

- Tak semudah itu... - Apakah orang tuamu tahu?

Jika ayahmu tahu, dia akan murka.

Apa dalihmu nanti?

Aku mau menjawab pertanyaanmu,

- jadi, jangan bertanya lagi. - Baik.

Cho Cheol Gang.

Dia ada di sini.

Apa?

Dia seharusnya menerima hukuman atas perbuatannya,

tapi dia menghilang.

Dia juga kemari karena mengincarmu.

Aku?

Jadi, maksudmu,

kau kemari karena takut Cho Cheol Gang akan melukaiku?

Walaupun berbahaya, kau kemari demi diriku?

Bukan hanya karena dirimu.

Dia tak akan berhenti menyerangmu.

Dia akan memanfaatkanmu demi menindasku, ayahku, dan keluargaku.

Aku kemari untuk menghentikannya.

Bukan hanya melindungimu.

Jika hanya sementara di sini, kapan kau harus kembali?

Begitu aku menangkapnya,

walau harus malam ini.

Langsung setelah itu?

Baiklah, aku paham.

Tapi jika aku target utamanya,

kurasa melindungiku harus jadi misi utamamu.

Untuk melakukan itu,

kau harus tetap bersamaku.

Di sisiku.

Mari kita pergi.

Aku tak kedinginan.

Bukan itu alasanku memakaikan ini.

Selatan tempat yang mengerikan.

Banyak kamera pengawas, kamera dasbor, dan ponsel.

Juga koneksi internet tercepat di dunia.

Jika wajahmu terlihat,

cukup 30 menit hingga tersebar ke seluruh dunia.

Jadi, kau harus tutupi wajahmu.

Itu tak akan terjadi, tapi kau tak boleh terlihat.

Termasuk semua obrolan kita.

Badan Intelijen Nasional dan kepolisian

pasti heboh jika mendengar kita. Itu sangat berbahaya.

Tak ada pilihan lain.

Sayangnya, kita harus memastikan hanya aku yang bisa melihatmu,

dan tak ada yang boleh mendengar obrolan kita,

jadi, kita harus mencari ruang tertutup

yang hanya diketahui kita berdua, dan menetap di sana.

Ayo.

Kusembunyikan dirimu.

Ya...

Aku tinggal di sini.

Anggap saja rumah sendiri.

Aku merasa nyaman.

Kau mau mandi dahulu?

Ada apa? Kukira kau lelah.

Kenapa melihatku begitu?

Itu membuatku malu.

Itu...

Nanti saja. Tak perlu menyuruhku.

Kau tak lapar? Mau makan?

- Kau makan apa? - Astaga.

Kau terus menyombongkan uangmu.

Kenapa tak punya makanan di rumah?

Ini...

Bukankah sudah kuceritakan?

Nama panggilanku Putri Pemilih.

Enaknya.

Tapi kau tidak pemilih.

Apa pun yang kumakan, aku hanya makan tiga suap.

Sejak aku bertemu denganmu,

kau tak pernah makan kurang dari tiga suap.

Saat itu situasi genting.

Kupikir aku tak akan bisa makan lagi,

jadi, aku makan banyak demi bertahan hidup.

Kita bisa pesan. Bilang saja mau makan apa.

Piza? Masakan Tionghoa?

Atau ayam goreng?

Kenapa banyak sekali restoran ayam goreng di Selatan?

Banyak orang makan ayam.

Aku ingin tahu harganya.

Siapa peduli? Aku bahkan tak bisa keluarkan dompetku.

Ayo. Kalian sedang apa?

Hei, Kamerad!

KEDAI AYAM GORENG BARBEKU

"Kamerad"? Kau melupakan latihan kita?

Orang-orang bisa dengar.

Aku akan bicara seperti warga lokal.

Kakak.

Kakak Man Bok, kami ingin bicara.

Begitu. Bicaralah.

Menurutku, kita harus menganggap paha ayam sebagai musuh bebuyutan kita

dan memusnahkannya dengan cara memakannya.

Tapi dana kita terbatas.

Pasti menyenangkan jika bisa segera menemukan Kapten Ri.

Tapi jika tidak, kita butuh uang untuk tinggal di sini.

Bukankah kita harus berhemat?

Pengantar makanan!

Makanlah.

- Apa ini? - Kudengar inilah adat di sini.

Saat tuan rumah menawarkan makanan,

kau harus tawarkan tuan rumah suapan pertama.

Kudengar itu etiketnya.

Ada apa ini?

Kenapa menatap begitu?

Aku masih sulit memercayainya.

Fakta bahwa kau

duduk di sampingku dalam rumahku, dan makan bersamaku.

Bagaimana kabarmu dan keluargamu?

Semuanya baik. Ternyata kau mencemaskan itu.

Sejujurnya, aku juga cemas saat di sana,

tapi kau benar.

- Aku benar? - Ya, kau benar.

Walau saling membenci, kami tetaplah keluarga.

Kami selalu bertengkar karena saling membenci,

tapi saat aku kembali dengan selamat,

semuanya senang melihatku lagi.

Semua baik-baik saja.

Syukurlah.

Segalanya sangat lancar.

Aku sampai berpikir, pasti menyenangkan bisa menceritakan situasiku,

tapi aku tak bisa kirim surel atau meneleponmu.

Tapi kau di sini.

Aku senang bisa menceritakannya langsung seperti ini.

Jadi, tak perlu mencemaskanku

saat kau pulang.

Jangan terlalu waspada.

Ini Korea Selatan, dan aku bukan warga biasa.

Gedung ini terkenal akan keamanannya.

Apa? Kenapa mereka kemari semalam ini?

Siapa mereka?

Kakak keduaku dan istrinya.

Kenapa kemari semalam ini?

Makanlah. Setelah bunyikan bel, mereka akan pergi.

- Dia pergi? - Dia pasti di rumah.

Dia hanya mengabaikannya.

Aku tahu sandinya.

Tekanlah.

Kau yakin keamanannya ketat?

Masuklah ke kamar, dan bawa jaketmu.

Sial.

Kalian sedang apa? Ini bisa dianggap penerobosan.

Sudahlah. Aku kakakmu.

- Hei, dari mana... - Kenapa telepon kami diblokir?

Kata siapa boleh masuk?

Kenapa kemari? Ada urusan apa?

Se-ri.

Kami tahu segalanya.

- Soal apa? - Kami tahu lokasimu

saat kau menghilang.

Apa kau tahu hal yang tak kutahu?

Hei, jangan berlagak bodoh. Aku muak.

Kau ada di Korea Utara.

Kau tokoh masyarakat.

Apa yang akan terjadi jika warga tahu?

"Itu kecelakaan. Aku tak ingat apa pun."

Kau bisa terus berdalih, tapi tak akan ada yang percaya.

Aku tak paham maksudmu.

Aku jelaskan sekali lagi.

Permainan sudah berakhir. Aku sudah mewariskan jabatan Ayah,

dan CEO Grup Queens.

Jadi, jangan bersikap sok berkuasa.

Aku tahu kau tak akan tinggal diam.

Tapi jika kau mau memperdaya Ayah atau melakukan hal licik lainnya...

Mengubur orang hidup-hidup mudah dilakukan akhir-akhir ini.

Kau paham maksudku?

Banyak yang bisa kulakukan agar kau tak bisa berjalan

dalam keadaan hidup.

Kakak.

Aku masih tak paham apa maksudmu,

jadi, tolong,

bisa pergi sekarang?

Kau akan terus berlagak bodoh?

Jangan anggap kami bicara tanpa bukti.

- Kami punya bukti. - Menurutmu?

Mereka senang mengetahui kau masih hidup.

Sungguh? Siapa? Ibuku? Ayahku?

Kudengar semuanya.

Semuanya, dari orang tuamu, sampai kakak-kakakmu.

Kami punya rekaman lain juga.

Kami punya foto juga. Ada banyak buktinya.

Baiklah.

Jadi, menurut kalian,

aku pergi ke Korea Utara, lalu bertemu Gu Seung-jun.

Kalian sudah tahu segalanya.

- Benar. - Tapi kurasa,

kalian tak berniat mengeluarkanku dari sana.

- Apa? - Kalian mau aku di sana selamanya?

Atau mungkin

kalian ingin aku mati?

Astaga, apa maksud bocah ini?

Kami berniat mengeluarkanmu dari sana.

Tapi,

ini masalah besar.

Jika tidak hati-hati, keluarga kita bisa terlibat masalah...

Konon ada tiga tipe orang yang tak boleh kau lupakan.

Orang yang membantumu saat terjebak.

Orang yang meninggalkanmu saat terjebak.

Dan...

orang yang menjebakmu ke situasi itu.

Karena itulah,

aku tak akan melupakan kalian.

Kau mengancam kami?

- Beraninya kau mengancam... - Sayang.

Sebaiknya kita pergi.

Hei.

Sadarilah situasimu.

Kau beruntung bisa hidup,

jadi, bersyukurlah, jangan cari masalah.

Ini peringatan terakhir.

Jangan...

mengatakan apa pun.

Aku terlalu malu.

Aku tak akan bicara.

Ini lebih baik.

Hening.

Dan hangat.

Entah kenapa...

ini meredakan amarahku.

Tapi aku kesal.

Aku sangat kesal sampai hampir lupa dengan situasiku sendiri.

Tapi...

jangan lupa

bahwa orang yang tak boleh kau lupakan dalam hidup

seharusnya orang yang kau suka.

Jika mengingat orang yang kau benci,

hatimu

hanya akan terluka.

Kau hanya akan merugi.

Aku tahu kau sangat benci kalah dari orang lain.

Benar.

Aku pebisnis. Aku paling benci kalah.

Hanya ingat orang yang kau suka di hatimu.

Dengan begitu, kau bisa makan dan tidur dengan tenang.

Walaupun orang itu...

tak ada di sisiku?

Ya.

Kau benar.

Kita harus makan dan tidur dengan baik agar tetap sehat.

Kita harus tetap sehat untuk mengalahkan yang lain.

Saat kupikirkan lagi,

itu lebih menguntungkan.

Memang menguntungkan.

Apakah Pemerintah Selatan tahu kita datang

dan menyalakan semua lampu?

Itu mustahil, 'kan?

Apakah semua lampu ini akan menyala semalaman?

Tak ada pemadaman?

Aku tak tahu ini benar-benar seperti di drama.

Aku tak bisa memercayainya.

Jika selalu terang seperti ini,

U Pil pasti bisa mengerjakan PR tiap hari.

Itu pasti menyenangkan.

Aku penasaran

di mana Kapten Ri sekarang.

Dari semua tempat itu,

aku lebih penasaran di mana kita akan menginap

malam ini.

SAUNA ARANG

Jika ada surga, pasti ini tempatnya.

Andai bisa mengajak ibuku kemari sekali saja.

Saat melihatnya di drama, kukira tak akan senyaman ini.

Nyaman sekali.

Kamerad.

Maksudku, kawan-kawan.

Kalian makin dilemahkan kapitalisme.

Jangan hilang fokus karena kenyamanan ini.

- Baik. - Baik.

Hari ini, kita bayar 12.000 won per orang untuk masuk tempat ini.

Nikmatilah kehangatannya, jangan sia-siakan uangnya,

agar kita bisa menjalankan misi di tengah cuaca dingin besok.

Omong-omong,

aku lapar.

Aku sudah bilang,

kita bayar 12.000 won untuk duduk di sini...

Bagaimana bisa?

Aku yang pegang uangnya.

Aku tak tahu.

Pemilik toko memberikan kepadaku, dia bilang tak perlu uang tunai.

Sungguh? Dia berikan semuanya gratis?

Ya.

Dia bilang, aku hanya perlu tunjukkan ini.

Kapitalisme sungguh baik.

Gwang Beom,

mungkin dia berikan semuanya karena kau tampan.

Kalau begitu, aku harus coba.

Mari makan.

Terima kasih.

Hati-hati. Panas.

Ambil ini.

LOKER SEPATU PRIA

PERMANDIAN PRIA, PERMANDIAN WANITA

Kita bayar 12.000 won per orang untuk kemewahan.

Penawarannya lumayan.

- Memang lumayan. - Ya.

Maaf.

Kau harus daftar keluar.

Ada yang ambil pelayanan gosok badan.

Semuanya 137.000 won.

Siapa yang menggosok badan?

Kau tampak sangat cantik.

Astaga, Wol Suk.

Kau terlihat begitu cantik.

Kau juga.

Sedikit polesan saja membuatmu tampak begitu modis.

Lakukanlah lebih sering.

Aku setuju. Kita tak pernah berdandan,

tapi saat berdandan, kita bisa secantik para aktris.

- Benar. - Benar, 'kan?

- Astaga. - Yeong Ae!

- Yeong Ae! - Lihat siapa yang datang.

Astaga.

Yeong Ae,

kau berpakaian modis sampai semua pria yang melihatmu jadi mimisan.

Ayolah. Jangan bercanda.

- Tidak. - Tidak.

Aku sampai mengira musim semi datang di tengah musim dingin.

Aku juga.

Omong-omong, apakah peramal itu hebat?

Dia hebat.

Lima tahun terakhir, dia meramal soal promosi suamiku,

semuanya benar.

- Promosi? - Promosi?

Selama lima tahun, dia gagal dipromosi.

Dia hebat.

Kalian tak mengajak orang lain, 'kan?

Tidak. Jangan khawatir.

Salah satu dari kami berjaga di luar.

Artinya semua aman.

Dua peramal tertangkap pekan ini.

Aku tak bisa tidur karena ketakutan.

Tapi kau peramal andal, kenapa tak bisa lihat masa depan sendiri?

Ayolah.

Dia melayani hantu Korea Selatan.

Jadi, dia tak pandai memprediksi berbagai hal

mengenai petugas kontrol dan penjara.

- Begitukah? - Ya.

Tapi mengenai uang, anak-anak,

promosi suami, dan kesehatan,

dia sangat andal.

- Benar. - Tentu saja.

Lalu...

bisa beri tahu aku harus apa agar putraku belajar tekun.

Aku ingin dia masuk sekolah kedokteran.

Sekolah kedokteran? Biar kulihat.

Aku tak dengar apa pun.

Selama arwah bisa dengar suara,

yang kita dengar tak ada artinya.

- Tentu saja. - Benar.

Jika suara belnya terdengar, petugas bisa datang.

- Tentu saja. - Kau benar.

Kalian dalam masalah.

Itu logat Selatan.

Suamimu pergi ke tempat yang jauh.

- Astaga. - Ya ampun.

Dia ke Pyongyang sebulan untuk menjalankan misi.

Dia bukan di Pyongyang. Dia pergi lebih jauh.

- Apa? - Apa?

Kurasa dia tak akan kembali.

- Apa? - Apa?

Apa maksudmu?

Kenapa dia tak akan kembali?

Kau sendiri punya masalah.

Aku?

Akan ada pertumpahan darah di desa ini.

"Pertumpahan darah"?

Aku takut.

Aku mau manisan.

Ini, ada manisan.

Ada apa ini?

Apa yang kau lakukan?

Lepaskan aku! Kubilang lepas!

- Sedang apa? - Bawa dia.

Kalian sedang apa?

Lepaskan aku!

- Ada apa ini? - Bawa dia.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku!

Cepat kemas barangmu.

Apa? Kemas apa?

- Cepat! - Ada apa?

Cho Cheol Gang menyokong kita, tapi dia tertangkap.

Tertangkap? Apanya?

Segalanya.

Termasuk bisnis penjagaan ini.

Lalu?

Ada kecelakaan saat dia dibawa ke penjara,

aku tak tahu apakah dia masih hidup.

Aku hanya tahu kita akan mati jika tertangkap di sini.

Mati?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ini karena Ri Jeong Hyeok.

Jika kau tak membantu Ri Jeong Hyeok,

Cho Cheol Gang tak akan tertangkap.

Kau menyalahkanku lagi? Ini salahku?

Ini salahku.

Kau tak akan meninggalkanku, 'kan?

Hei, Kak. Jangan tinggalkan aku.

Cepat kemas barangmu!

Semua sudah dikemas.

Pak Cheon Su Bok.

- Ayo. - Lepaskan aku.

Lepaskan aku!

Jangan keluar.

Ayah.

Maafkan aku terpaksa memberi tahu Ayah seperti ini.

Cho Cheol Gang, pria yang menghilang saat kecelakaan itu,

dialah yang membunuh kakakku.

Dia juga mengincar wanita yang kucintai.

Setelah kami punya bukti bahwa dia kabur ke Selatan,

aku tak bisa tinggal diam.

Aku tak bisa membiarkannya melukai orang lain yang paling kucintai.

Jika terjadi lagi,

aku tak bisa memaafkan diriku seumur hidup.

Tersisa satu bulan lagi sampai pergantian kompi.

Aku janji akan kembali sebelum itu.

Jangan khawatir.

Apa yang terjadi?

Kau sudah dengar kabar darinya?

Tidak mudah

menemukannya

atau menghubunginya.

Jika terjadi sesuatu dengan Jeong Hyeok, aku tak sanggup.

Aku tak sanggup hidup.

Dasar berandal.

Begitu mereka tahu dia pergi ke sana,

aku dan keluargaku akan habis.

Kau hanya peduli soal itu?

Setelah semua air mata itu,

reputasimu lebih penting dari anakmu?

Jangan biarkan jabatanmu membuatku kehilangan putra lagi.

Jika tidak, aku akan langsung bunuh diri.

Pertahankanlah jabatan tinggi itu sendiri sampai mati.

Astaga, Jeong Hyeok...

Selesai. Bukankah kau ingin mendaftarkan sidik jarimu?

- Ya. - Sebentar.

Silakan.

Cobalah.

Sudah selesai.

Daftarkan sidik jarinya.

Aku?

Tapi aku akan pergi.

Lakukan saja.

Aku tahu kau akan pergi,

tapi saat di sini, kau harus tetap bersamaku.

Kenapa tak ganti gaya berpakaianmu?

Menurutku tak perlu.

Tidak banyak. Sedikit saja.

Kau sedang apa?

Di musim dingin, ketuk mobilmu sebelum masuk.

Hewan liar masuk ke mesin untuk bernaung dari cuaca dingin.

Tapi ini tempat parkir basemen,

cuacanya tidak dingin, dan tak ada hewan liar.

Lihatlah dirimu.

Kenapa terkejut, padahal kau yang mengetuk?

Aku tak menduga akan ada.

Ini tempat parkir basemen, dan tak dingin.

Syukurlah kau melakukannya.

Mulai sekarang, aku akan mengetuk mobil di musim dingin...

Ada apa?

Aku harus bagaimana?

Kau akan pergi,

tapi aku akan ditinggal sendirian,

dan mengetuk di musim dingin.

Saat mengetuknya,

aku akan mengingatmu karena kau mengajariku.

Saat kau tinggal di sini,

sebaiknya jangan lakukan apa pun.

Jangan buat aku teringat kepadamu.

Aku akan berusaha

tak melakukan apa pun.

Ayo.

Saatnya menjadi warga Selatan.

Selamat datang.

Coba ini.

Untuk apa? Pakaianku masih bagus.

Aku tak suka. Ayolah.

- Antar dia. - Silakan kemari.

Cocok sekali denganmu.

Tak perlu memotong bagian mana pun.

Seolah-olah ini dibuat sesuai pesanan.

Jarang yang cocok pakai warna ini.

Terlihat sempurna di tubuhmu.

Aku belum yakin.

Ada yang lain?

Kalau ini? Cobalah.

Sulit dipercaya.

Ini seperti milikmu.

Maksudku, ini terlihat cocok.

Jika berfoto memakai ini, kau pasti lebih tampan

daripada model.

Bisa berputar?

Tak begitu bagus dari belakang.

Ada yang lain?

Coba yang ini.

Pasti sulit. Suamimu cocok memakai apa pun.

Suami?

Ayolah, dia bukan suamiku.

Apa kami tampak seperti pasutri?

Jadi, dia masih jadi pacarmu.

Aku cemburu sekali.

Dia tadi menatapmu dengan tatapan manis.

Dia tampak sangat manis.

Itu...

Dia bukan pria

yang semanis itu.

Aku beli busana yang dia coba sebelumnya,

- Ya. - busana yang dia bawa,

- lalu yang ini, - Ya.

dan ini.

Aku juga mau beli semua kemeja beragam warna. Semuanya.

- Ini. - Baik.

Tunggu.

- Kau sedang apa? - Apa maksudmu?

Sudah kubilang, aku burung layang-layang.

Bukan sekadar burung. Aku burung yang mewah.

Kau petani beruntung yang menolong nyawanya.

Mari mulai membuka hadiahmu dengan kartu hitam ini.

- Aku mau bayar semuanya. - Baik.

Terima kasih.

Terima kasih.

Lihat. Dia tampan sekali.

- Dia sangat tampan. - Potret dia.

Terima kasih.

Jeong Hyeok, karena sudah di sini, mau potong rambut juga?

Kau sedang apa?

Ayo.

Tunggu sampai bayi itu keluar.

Terima kasih.

- Bu Yoon. - Hei.

Ini Lee Hyeok, dia pengawalku.

- Apa? - Tapi kau benci pengawal.

- Untuk sementara. - Sementara, baiklah.

Kau mempekerjakan pengawal pribadi,

berarti dimulai lagi?

- Apanya? - Kencan.

Memberi tahu kami lebih awal akan membantu persiapan kami.

Dia atlet atau selebritas?

Berikan kami gambarannya.

Aku tak paham apa maksud kalian.

Sampai bertemu lagi di rapat.

Ayo, Hyeok.

Kita akan sibuk.

Tentu saja.

Tak ada banyak skandal.

Aku tak bertanya.

Hidupku membosankan.

Aku tak pernah makan bersama keluarga

dan tak punya teman untuk bercengkerama.

- Itu sebabnya aku terus... - Mulai berkencan.

Itu tak benar.

Makan malam dengan seseorang akan jadi artikel berita,

dan berjalan di tepi Sungai Han dengan orang lain akan digosipkan.

- Baiklah. - Tapi...

Aku tak akan bisa melakukan itu lagi.

Aku sudah jadi pemilih.

Karena dirimu.

Sungguh?

Gedung pencakar langit ini sungguh milik wanita itu?

Dia membanggakan betapa kayanya dia,

dan ternyata bukan main-main.

Seharusnya aku meminta 100 juta won, bukan jagung.

Mari kita masuk dahulu.

Orang yang paling mirip orang Selatan harus masuk dahulu.

- Gwang Beom. - Ya.

Mari kita masuk.

Ada yang bisa kubantu?

Ada perlu apa?

Kami ingin bertemu kamerad...

Maksudku, kami ingin bertemu Pimpinan.

Sudah buat temu janji dengannya?

Tak bisa menemuinya, jika tak mengatur temu janji.

Maaf.

Kami akan periksa identitas kalian,

dan kami akan membantu mengisi formulir wawancara.

Dengarlah.

Kita bisa datang lain kali, 'kan?

- Adikku. - Tentu, Kak.

Mereka pasti tak sadar, 'kan?

Chi Su, sejak kapan kau belajar logat Selatan?

- Terdengar alami? - Sempurna.

Kukira kau orang Selatan.

Hei, Ju Meok. Kau juga lumayan.

- Sungguh? - Ya.

Dari mana kau dapat kalung itu?

Suamiku yang membelikan.

Begitukah?

Kau dapat tas ini dari mana?

Tas ini bahkan belum dijual di toko.

Produk indah seperti ini

harus dibeli secepat mungkin.

Aku minta suamiku membelikannya untukku.

Begitukah?

Omong-omong, sepatumu tampak asing.

Sepatu ini?

Suamiku begitu manis.

Dia terus membelikan yang seperti ini.

Aku jadi agak muak.

Omong-omong, kenapa Dan lama sekali?

Gosip pernikahannya ditunda lagi

tersebar ke seluruh Pyongyang.

- Begitu? - Sudah kubilang.

Bukankah aku pernah bilang melihat Ri Jeong Hyeok bersama wanita

tampak mencurigakan di Hotel Pyongyang?

Berarti Seo Dan yang terkenal itu telah dicampakkan?

Terkenal apanya.

Bukankah begitu, Terrius?

Katakanlah. Ada apa?

Anjing bodoh ini tiba-tiba pipis di tubuhku.

- Seka dengan ini. - Astaga, bau.

Apa kabar kalian?

Hei.

Hei.

Aku harus pergi ke mana?

Aku harus pergi ke mana?

Ini gila...

Dan, kenapa terlambat?

Kau tak harus minta izin suami,

atau dihentikan putramu.

Aku khawatir kau terlalu lelah kemari.

Tapi kau akhirnya datang, berbusana rapi.

Aku lega.

Apa maksudmu?

Dan.

Tak perlu jaga harga dirimu di hadapan kami.

Ceritakan saja.

Pertunangan itu bisa dibilang dibatalkan, 'kan?

Ri Jeong Hyeok dari keluarga berkuasa, tapi apa artinya?

- Dia benar. - Dia benar.

Saat semua teman sekelas kita sudah menikah,

kau habiskan waktumu menunggu pria itu,

dan melewati usia layak dinikahi.

Tentu saja, pernikahan bukan masalah.

Di rumah, ada suamiku

yang mencintai dan peduli terhadapku hingga aku muak akan itu.

Aku setuju.

Tapi belakangan makin banyak orang

yang mati berstatus lajang di dunia,

sungguh mengerikan.

- Benar. - Benar.

Aku khawatir kau akan berakhir begitu.

Jin Sook.

Ya?

Seong Deok baik-baik saja?

Dia baik-baik saja.

Bagus.

Dia pernah bilang tak bisa hidup tanpaku,

dan mati jika aku tak menikahinya.

Aku khawatir dia akan sungguh mati.

Untungnya, kau menerimanya, dan dia baik-baik saja.

Aku sungguh lega.

Astaga, panas.

Kopinya sangat panas.

Pak Cheon juga tertangkap. Aku tak bisa ke bandara.

Namaku ada di daftar hitam.

Kamerad Operator, bisakah kau

izinkan aku tinggal sementara di tempatmu?

Halo?

Halo?

Halo?

Hujan? Tampaknya akan hujan cukup lama.

Suamiku bilang, dia akan datang menjemputku.

Suamiku seharusnya datang sebentar lagi.

Astaga.

Siapa pria itu?

Aku harus pergi.

Sudah mau pergi?

Kau punya payung?

Dah.

Dia terlalu angkuh sampai akhir.

Kita akan dijemput suami kita,

tapi dia harus pergi sendirian, terlihat menyedihkan.

- Pasti karena itu dia pergi. - Benar.

Hei, mungkin tidak begitu.

- Apa? - Lihat.

Astaga.

- Ya ampun. - Manis sekali.

Lihatlah.

- Astaga, siapa pria itu? - Astaga.

- Astaga. - Ya ampun.

- Sulit dipercaya. - Apa yang terjadi?

Tampaknya aku baru saja menolongmu.

Jangan membual.

Kau punya manisan di mobil?

Kau tahu kata itu juga? Tahu dari mana?

Aku tahu dari mana tidaklah penting.

Kurasa kau benar.

Kita butuh manisan di hari kelam.

Seperti cokelat dan permen.

- Kau punya? - Tidak.

Ada toko kelontong di sini?

Hei, kemarilah.

PETUGAS KEAMANAN

Hei.

Mari makan bersama.

Kita akan rapat sampai tengah malam.

Aku akan makan bersama Pimpinan Yoon...

Dia belum tahu.

Dia tak pernah makan dengan orang lain.

Tampaknya dia belum tahu peraturannya.

Kurasa begitu. Gawat.

Bu Yoon selalu makan sendiri.

Dia tak suka ditemani, atau siapa pun mengajak bicara.

Dia juga tak suka warna itu.

Dia membencinya.

Dia menyukainya.

Tidak, dia tak suka.

Kau tak tahu apa pun soal dia.

Kurasa aku tahu sesuatu mengenainya.

Kau ini kenapa?

Dia sangat sensitif seperti kucing.

Dia hanya makan telur yang direbus 8 menit 27 detik.

Saat dia makan telur yang direbus 8 menit 30 detik,

itu terlalu kering.

Dia bisa langsung merasakannya.

Kau harus mempelajari seleranya

agar bisa bertahan lebih lama.

Ini saran dari seniormu, ingat baik-baik.

Apakah aku tak tahu banyak soal seleramu?

Apa maksudmu?

Pegawaimu tampaknya tahu banyak.

Mereka bahkan tahu telur rebus kesukaanmu.

Itu tidak penting.

Tak ada yang lebih tahu seleraku selain dirimu.

Seleramu seperti apa?

Seperti dirimu.

Sudah kubilang saat awal kita bertemu.

Wajahmu tipe kesukaanku.

Kenapa kau pura-pura tak tahu?

Inikah apartemenmu setelah kau menikah nanti?

Aku tak tahu pria pertama yang akan memasukinya

adalah dirimu.

Benar. Aku juga tak menduganya.

Kau tak punya tempat tujuan, jadi, kau boleh menginap sementara.

Jangan terlalu lama.

Tidak akan. Sudah kubilang.

Seharusnya aku ikut penerbangan hari ini,

tapi karena ada sesuatu, aku harus tinggal beberapa hari.

Aku tak bisa tinggal lebih lama.

Jangan tinggalkan jejak di sini.

Kau hanya boleh bernapas di sini.

Baik.

Aku akan pergi.

Aku bawa mobilnya.

Matikan lampunya sepuluh menit lagi.

Mungkin akan ada pemeriksaan acak.

Kau pergi begitu saja? Kau tak lapar?

Aku lapar.

Mau makan mi instan?

Ini kali pertamaku makan mi instan berdua dengan seorang wanita.

Jangan terlalu berharap banyak.

Tentu saja tidak.

Mi instan mempunyai implikasi sosial.

Implikasi apa?

"Kau mau makan mi instan?"

Kami tak mengatakan ini ke semua orang di Selatan.

Maksudku, aku tak keberatan,

tapi jika kau dengar pria lain

mengatakan itu kepadamu, kau harus menjawab,

"tidak", dengan wajah datar.

Kenapa aku harus menolak?

Aku suka.

Apa? Apa yang kau suka?

Mi instan? Atau prianya?

Ataukah...

aku?

Kenapa dia tersenyum?

Apakah aku lucu?

Tapi aku tak selucu itu.

Kenapa senyumannya

membuatku penasaran?

Baiklah.

Aku akan menanyakannya.

Aku akan meneleponnya secara jantan.

Aku akan bertanya kenapa dia tersenyum. Mudah saja.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Dia sudah tidur?

Secepat ini?

Mungkin dia belum pulang.

Karena itukah dia tak menjawab?

Atau dia mengabaikan teleponku?

Kenapa?

Dia mau jual mahal?

Apakah gerangan?

Apakah kau belum melihat panggilan yang kau lewatkan?

Padahal sudah pagi.

Apakah dia selalu bangun siang?

Jangan penasaran.

Maksudku, ini bukan masalah besar.

Ini karena aku tak makan dengan baik.

- Halo. - Kenapa menghubungiku?

Aku? Aku menghubungimu?

Aku tak tahu. Pasti ada kesalahan.

Kau menghubungiku

segera setelah kau bangun?

Lupakanlah.

Tunggu!

Ada yang ingin kau bicarakan?

Kau ada kegiatan apa hari ini? Maksudku...

Aku harus apa hari ini?

Kenapa bertanya kepadaku?

Entah harus tanya siapa.

Aku tak kenal siapa pun di sini.

Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.

Boleh ke rumahmu?

Tapi agak jauh. Aku tak punya mobil.

Kau bawa mobilnya.

- Lalu? - Bagaimana kalau kau kemari?

Halo?

Halo?

Dia menutupnya?

Tidak, dia tak bilang, "akan kututup."

Koneksinya terputus?

Apakah sinyalnya lemah di sini?

Apa yang terjadi?

Ada apa dengan diriku?

Hei, ada apa dengan dirimu?

Sudah kubilang, tetap bersama Dan dan jaga dia!

Kakak,

bagaimana kalau Kakak ke kampku, dan tanya prajurit di sana?

Tanyakan, apakah mereka melihatku.

Sejak Dan pulang, aku tak pernah ke kamp.

Lalu kenapa kau melewatkan ini?

Pertunangan putri pemilik Mal Jeil,

Seo Dan, dibatalkan.

Penundaan pernikahannya dengan Ri Jeong Hyeok,

putra Direktur Biro Politik Umum

karena Seo Dan bersama pria lain.

"Pria lain" ini,

pria yang kulihat?

Itulah yang aku ingin kau tanyakan kepadanya!

Baik. Hentikan.

Dan. Ada sesuatu yang ingin ibu bahas denganmu.

Soal hal yang pamanmu lihat...

Katakanlah.

Kau ingat pria yang paman lihat di hotel?

Kamerad Al.

Alberto.

- Kenapa dia? - Begini...

Ibumu bilang dia mendengar gosip

di rapat pagi hari ini.

- Kakak yang bilang setelah ini. - Bodoh...

Ibu dengar

kau ingin bertemu teman-temanmu kemarin

dan ada pria yang menjemputmu dengan mobil.

Pria yang pamanmu lihat itu, apakah dia Kamerad Al?

Ibu.

Ya? Ada apa?

Ibu siap. Katakan.

Aku harus pergi.

Sekarang? Ingin ibu ikut denganmu?

Tampaknya tidak.

Dah.

Ini sungguh terjadi.

Apa? Perselingkuhan?

Bukan, cinta. Lagi pula, Dan belum menikah

dengan Ri Jeong Hyeok.

Perselingkuhan apanya.

Jika hatinya dibawa pria itu,

aku akan mendukungnya.

- Sungguh? - Ya.

Ayolah.

Kakak bahkan tak tahu dia siapa!

Sejujurnya, siapa peduli,

selama Alberto bukan pencuri atau penipu?

Halo.

Keluarlah.

Kau sudah datang?

Kau lihat apa?

Turunlah.

Aku akan turun.

Beri aku waktu sepuluh menit. Tidak, lima menit.

Kau dapat tiga menit.

Ibu.

Anak sulung Ibu datang dengan informasi yang berharga.

Ibu lelah. Singkat saja.

Ini sangat berharga. Bagaimana bisa disingkat?

Ini mengenai apa yang terjadi setelah Se-ri menghilang

dan kenapa dia bisa pulang dengan selamat setelah sebulan.

- Se-ri... - Berada di Korea Utara.

Hei.

Apa katamu?

Korea Utara. Negara yang selalu muncul di berita.

Dia lewati berbagai rintangan demi dapat informasi ini.

Apa maksudmu...

Masih terlalu dini untuk terkejut.

Tahu apa yang lebih mengejutkan?

Yoon Se-hyeong, si bajingan itu, dia tahu.

Si hiena itu!

- Apa? - Walau sudah tahu,

dia sembunyikan informasinya.

Mungkin dia ingin adikku mati di tempat mengerikan itu.

Itulah yang dia inginkan.

Aku yakin.

Kenapa dia sampai melakukan itu demi jadi pewaris?

Ibu, memangnya memberi bajingan kejam kekuasaan seperti itu

ide yang bagus?

- Kau yakin soal ini? - Ya, aku yakin.

Ada pria bernama Manajer Oh.

Dia informan Gu Seung-jun di Tiongkok.

Aku tahu dia menemui Se-hyeong dan Sang-a beberapa kali,

jadi, aku menggali informasi dan tahu soal ini.

Manajer Oh baru saja datang ke Seoul.

Entah apa rencananya.

Tampaknya berhubungan dengan kembalinya Se-ri,

jadi, aku menyelidikinya.

Halo, Pak.

Kudengar begitu.

Malam ini? Tentu.

Akan kami bahas dan perhitungkan.

Kita mau bertemu di mana?

Lihat ini.

Aku sangat terkejut saat melihatnya.

PRIA TAMPAN BERPERILAKU MENAWAN

Siapa yang merekam?

Ada yang merekam dengan ponsel dan mengunggahnya.

Sudah kubilang, kau harus hati-hati.

Aku tak tahu ini akan terjadi.

Aku ceroboh. Aku hanya menahan pintunya.

Astaga. Orang-orang terus mengunggah.

Penjaga pintu mal itu sangat sopan.

Bukan penjaga pintu. Pria sejati.

Kakinya jenjang.

- Cogan. - Apa artinya "cogan"?

Artinya kau pria tampan.

Begitu rupanya. Ternyata itu artinya.

Aku lihat istilah yang sama lagi.

Itu membuatmu senang?

Tidak.

Terserah.

Apa arti "CoCaCoLa"?

Entah. Apa artinya?

"Cowok Cakep, Cowok Idola..."

Kau tampak bahagia.

Kau mau duduk, dan baca semuanya?

Tentu.

Teruslah berdiri.

Jeong Hyeok, aku harus kerja.

Kau punya ponsel?

Kapan kau membelinya?

Lagi pula, siapa yang meneleponmu di sini?

Tunggu sebentar.

Sudah atur pertemuan dengan Cho Cheol Gang?

Di mana?

Aku harus pergi malam ini.

Pergi ke mana?

Mungkinkah kau tahu lokasi Cho Cheol Gang?

Aku belum tahu.

Dia mau bertemu perantara, aku mau memeriksanya.

- Kuantar. Kita pergi bersama. - Tidak perlu.

Pasti berbahaya.

Kau di Seoul, bukan Pyongyang.

Jangan berkeliaran sendirian.

Aku tahu itu berbahaya.

Itulah alasanku tak ingin mengajakmu.

Jika kutangkap dia di sana, aku bisa langsung pergi

malam ini.

Langsung pergi?

Aku tak bisa menemuimu lagi?

Tak akan sempat.

Tapi,

kau belum tahu bagaimana kelanjutannya.

Aku paham.

Tetap saja,

aku ingin

mendengar suaramu

jika aku tak bisa menemuimu lagi.

Berikan aku ponselmu.

Ini nomorku.

Aku mengunduh aplikasi

yang bisa menunjukkan lokasi kita

untuk berjaga-jaga.

YOON SE-RI

Dia baik-baik saja, 'kan?

Kau tak apa-apa?

Beri tahu aku jika kau tersesat.

Aku akan menjemputmu.

PETUGAS KEAMANAN

Peternak Hewan sedang apa?

Harus jadi berita utamaku karena aku pencinta hewan.

PANGGIL

LOKASI YOON SE-RI TERKINI GEDUNG PILIHAN SERI

Jangan datang.

- Kenapa tak mengangkat... - Ri Jeong Hyeok.

Syukurlah

bisa menemuimu di Selatan.

Kupikir kau tak akan datang. Aku kagum.

Kenapa kau memegang ponsel ini?

Aku bersama Yoon Se-ri saat ini.

Kau tahu kita tak bisa menghubungi polisi.

Aku tak bisa menunggu lama.

Jangan tutup telepon ini, datanglah.

- Kau di mana? - Kau tak perlu tahu.

Aku bisa melihatmu.

Angkat juga tanganmu satunya lagi.

Jika kau melakukan sesuatu, akan kutembak kepala wanita ini.

Terus lihat ke depan dan jalan.

Jika kau sentuh sehelai pun rambutnya,

aku akan membunuhmu.

Tentu. Katakan apa pun yang kau mau karena ini kesempatan terakhirmu.

Cho Cheol Gang!

Jangan membual!

Jeong Hyeok, larilah.

Dia berbohong.

Dia pegang pistol.

Aku tak apa-apa, larilah.

TUJUH TAHUN LALU

Manisan. Manisan. Aku butuh manisan.

Ini enak.

Ini memperbaiki suasana hatimu saat kau kesal atau depresi.

Ternyata kau bukan orang Korea. Maaf.

Dia pantas dapat yang lebih baik.

Kalian tampak serasi.

Katamu ingin ke Cheongdam-dong dan mencari rumah Se-ri.

Berhenti.

Mencari mereka lebih sulit dari dugaanku.

- Dan tidak pulang semalam? - Astaga.

Kau pikir aku tak tahu orang macam apa kau di Selatan?

Setelah berdandan, tak ada yang berani menghina penampilan kita.

Aku juga punya kejutan kecil

untuk kalian semua.

Aku harus membawanya ke sana untuk memastikan sesuatu.

Aku hanya ingin di sini bersamamu.

Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.