Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Allahumma firli walahu wa kitni minhubbu bahadana Allahumma firli walahu wa
kitni minhubbu bahadana
Saya pamit ya, Bu.
Semuanya sudah selesai, ya, Bu.
Mati beratnya, Bu.
Maturnuan, ya.
Sami-sami, Bu.
Maturnuan.
Ibu sing sabar, ya.
Assalamualaikum. Waalaikumsalam.
Sibak.
Mas Ibrahim.
Mas.
Itu tolongin mayatnya Pak Purwanto.
Iya, iya, iya.
Assalamualaikum. Waalaikumsalam.
Moga baik, Ibrahim.
Astagfirullah.
Astagfirullah.
Ya.
Kenapa dia bisa jadi seperti ini?
Astagfirullah. Bismillahirrahmanirrahim.
Bu.
Maaf banget, Bu.
Maaf ya, Bu, ya.
Saya mau nanya.
Apa suami ibu itu pernah pasang susuk?
Atau ilmu apa gitu, Bu?
Saya nggak tahu.
Maaf ya, Bu. Ibu mundur dulu, ya. Biar saya yang bantu, ya.
Terima kasih.
Terima kasih.
Dah, selesai.
Nanti biar saya bantu urus ya, Bu.
Hati-hati mainnya. Jangan sampai jatuh, yuk.
Aisyah. Aisyah.
Aisyah.
Kan ya Bu udah bilang tadi, tuh. Duh, hati-hati.
Biar saya cuci, Bu. Nggak apa-apa, Ti.
Udah, ya?
Udah. Bersih sini, Bu. Biar saya cuci. Udah, nggak usah. Nggak apa-apa, Bu.
Biar saya cuci. Jangan capek-capek, Ti.
Kamu kan lagi hamil.
Iya, Bu.
Assalamualaikum.
Sepertinya suami saya sudah datang. Saya pamit pulang di Uncay, Bu. Oh, ya, Miss.
Assalamualaikum. Waalaikumsalam.
Gimana tadi? Pak D.
Pak D.
Pak D.
Kalian tuh udah besar-besar ya. Cepat sekali kalian tunggu sih.
Ibu.
Ini.
Tadi ibu dapet banyak makanan dari temen di kota.
Kamu bawa pulang ya.
Makasih. Makasih.
Kamu selamat.
Sama-sama.
Bapak pulang. Ya udah pulang.
Sori pak.
Sori.
Ya.
Bapak. Ya.
Sudah mau pulang. Gak mau mati pak.
Ya wis. Hati-hati di jalan ya. Ya.
Mari, Pak. Mari, mari.
Assalamualaikum. Assalamualaikum.
Assalamualaikum.
Assalamualaikum.
Padi, Budi, Aisyah. Dadah.
Dadah. Dadah.
Yuk. Yuk.
Papa sudah makan?
Belum. Masa Bapak makan gak sama anak Bapak?
Aisyah, masuk.
Bentar, Bu.
Aku mau main.
Sudah gelap, nak.
Tidak baik kalau masih di luar.
Ah, Ibu.
Aisyah, kamu ingatkan apa yang Ibu bilang?
Kalau malam satu suruh,
Kamu nggak boleh keluar di malam hari.
Emangnya kenapa sih, Bu?
Bu selalu ngelarang aku keluar setiap malam satu suruh.
Suatu saat, kamu akan tahu kenapa.
Tapi sekarang, kita masuk dulu ya.
Makanan dari buncin enak ya.
Makanan orang kaya sih.
Kamu ini.
Nggak.
Nggak tahu, Mas.
Kok tiba-tiba perutku sakit ya.
kecapean ini.
Duduk.
Mas, matiin pas.
Udah.
Salam-salam. Kok pada serius banget?
Itu tadi ada tokek jatuh, katanya aja makan.
Lah, kok iso?
Gak tau.
Mbak, nanti kamu bantuin mbakmu ya, beres-beres.
Purusnya lagi sakit tuh.
Mbak, kenapa mbak?
Gak apa-apa.
Kecapean aja paling gak.
Yowes, mbak makan dulu.
Habis itu baik terahat. Biar nanti semua nanti yang beresin ya. Nggak, nggak.
Nggak usah, nggak.
Titi.
Makan.
Sampai jumpa di video selanjutnya.
Aisyah.
Siti.
Siti.
Aisah. Siti.
Mas.
Kenapa, Mas?
Siti sama Aisah di mana, ya?
Bukannya di kamar rumah, Mas.
Siti! Aisyah!
Siti!
Titi tulis jagad pisau buono kape.
Bungengang.
Bungeng tak buono kape.
Ketobati.
Ketobati.
Sampai jumpa di video
selanjutnya.
Terima kasih.
Nggak nyangka ya, Mbak?
Mbak sama Aisyah itu udah satu tahun.
Nanda kangen sama Mbak Siti.
Nanti juga kangen bahas sama Aisyah.
bagian kalian itu adalah salah dia, Mbak.
Yang tenang ya, Mbakku, sayang, di sana.
Yang tenang ya, Asyikku, sayang.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Mas Ibrahim.
Mas Ibrahim gak kemana-mana hari ini?
Enggak.
Aku baru pulang dari... Kamu wudhu dulu.
Nanti terlambat sholat.
Kenapa? Kenapa?
Kenapa, papa?
Sampai jumpa.
Kamu ini kebanyakan nonton film horror.
Cukup.
Cukup. Cukup.
Cukup. Cukup.
Cukup.
Jadi semalam kalian melihat Pak Nugroho dan Bu Endin?
Iya, Pak.
Tadi malam kita lihat Pak Nugroho makan tikus di bawah pohon besar. Iya, Cuk.
Iya, Pak Kade.
Dan kamu lihat Bu Endin sedang menggali tanah di alaman rumahmu?
Iya, Pak. Jadi malam itu saya cari ke belakang, Pak.
Tapi tidak ada siapa-siapa.
Dan? Memang benar, Pak.
Ada bekas kalian di belakang rumah saya.
Kata orang-orang, mereka itu emang udah beberapa hari gak kelihatan.
Jangan-jangan yang kalian lihat itu kodamnya mereka.
Saya yakin mereka sama istri pada ngilmu.
Tadi malam, malam satu sungguh.
Lebih baik sekarang kita ke rumahnya.
Tunggu, Pak. Saya kawal.
Maaf, Kak Des.
Saya nggak bisa ikut.
Aku ikut, ya, Mai.
Tunggu, Pak.
Ayo, Pak.
Kau cuma pengen berkutuk.
Kau cuma pengen
berkutuk.
Manugroho. Puntin. Assalamualaikum.
Manugroho.
Kenapa itu, Jok?
Itu lho, Pak.
Jok, satu operasi.
Satu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Maafin aku ya.
Takut banyak.
Terus,
sekarang bagaimana, Pak? Apa harus lapor polisi?
Jangan. Kalau lapor polisi, bisa nyekar kemana-mana.
Tenang, tenang, tenang, tenang. Semua tenang.
Saya rasa kita harus segera menguburkan jendazah mereka.
Ya, itu juga.
Bu Ijah, Pak Ahmad, bisa langsung ke rumah almarhum
dan almarhumah.
Bapak undur, Pak Kadir.
Tapi... Saya kayaknya nggak bisa mandikan mereka.
Maaf. Saya juga, Pak. Tak beruntung. Saya nggak berani.
Mas, kira-kira Buntin dan keluarganya itu
masih baik-baik aja nggak ya, Mas?
Mudah-mudahan ya.
Tapi apa mas gak merasa aneh?
Semua terjadi tepat di malam satu suruh.
Bertempatan juga satu tahun meninggalnya. Nan, cukup.
Jangan diterusin.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam. Waalaikumsalam.
Assalamualaikum. Waalaikumsalam.
Pak Kadeh.
Maaf saya ganggu.
Maaf saya datang malam-malam ke sini.
Tapi saya gak tahu lagi meminta tolong sama siapa, Im.
Ini ada apa ya, Pak?
Jadi gini, Im.
Tadi saya ke rumah Pak Nugroho.
Dan...
Mereka sekeluarga sudah meninggal.
Indah, Indah.
Meninggal?
Berarti yang saya dan Joko lihat tadi malam itu?
Saya juga gak tahu lagi harus bilang apa.
Tapi sekarang kita harus segera menyelesaikan masalah ini.
Dan segera menguburkan mayatnya.
Bapak kan sudah tahu.
Saya bukan pemandi mayat lagi.
Tolong kamu pujuk Mas Muyo.
Pak.
Bapak kan tahu.
Bagaimana Mas Ibrahim menyalahkan dirinya.
Atas kematian Mbak Siti dan Aisyah.
Dia berpikir mereka itu dibunuh oleh roh-roh jahat. Yang dulu Mas Ibrahim
keluarkan dari jenazah-jenazah itu.
Bapak ngerti enggak?
Coba saja Bapak bicara sama Mas Ibrahim.
Nah enggak.
Dan mau ikut campur.
Saya tahu.
Sejak anak dan istrimu meninggal, kamu sudah tidak mau lagi membandingkan
jenazah.
Tapi saya mohon, Im.
Saya minta tolong sama kamu.
Soalnya saya sudah coba minta tolong kepada pemandu jenazah lainnya.
Tidak ada yang mau.
Mereka semua ketakutan.
Mereka juga tahu, Im.
Kamu, yang sering berurusan dengan jenazah-jenazah seperti ini, yang
meninggalnya tak wajar.
Mereka semua segera dikuburkan, Im.
Saya tidak tegang melihat mereka semua.
Anak-anak itu pantas digumburkan secara layak.
Kamu kan kenal mereka, Im.
Istrimu kan juga sudah lama kerja di rumah mereka.
Anakmu?
Dulu teman anak-anak mereka, toh.
Anugroho.
Dan Buntin juga udah baik sama keluargamu.
Kamu kan juga tahu hukumnya, Ibu.
Menolak membandingkan jenazah.
Satu kampung bisa kena hukumannya.
Apa kamu tega?
Astagfirullahaladzim. Astagfirullahaladzim.
Jaga rumah baik-baik.
Mau kemana kamu?
Saya ikut lagi Pak KD. Oke.
Oke siap.
Ayo.
Loh.
Kok diem?
Ayo.
Bapak duluan.
Nanti saya kawal dari belakang.
Kawal itu di depan.
Gak ada di belakang.
Ayo. Masuk.
Ayo, masuk.
Permisi, Pak.
Lama kamu.
Saklar lampunya dimana, Pak?
Jok.
Di dekat pintu, Pak.
Pak. Pak. Pak.
Apa, Jok?
Tadi, posisi mayatnya lebih gini, Mas Ham.
Innalillahi.
Pak Hermawan, Mas Joko, kita angkatan anak-anak.
Jom. Kamu cari kedepung pisang, ya? Kita cari sama-sama, Pak.
Kita?
Kamu?
Saya sendirian, loh.
Itu semua saya temenin.
Maaf, Pak.
Biar saya aja yang cari kedepung pisang.
Nanti biar Mas Joko yang jaga di sini. Udah.
Saya aja yang cari.
Oke, Pak.
Im, saya urus pemakaman dulu ya.
Oke, Pak.
Kamu gak apa-apa kan sendirian?
Insya Allah, Pak.
Yowes.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Pangnumpang-numpang.
Kue kuat, Jok.
Kue bisa.
Seopasih nangis tak?
Terima kasih.
Maaf ya.
Saya permisi dulu ya.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Saya lewat jalan sebelah belakang saja.
Permisi.
Terima kasih.
Aku gak takut sama kalian.
Aku akan tetap melakukan tugasku untuk memandikan jenazah ini.
Pak Kiti?
Pak Kiti?
Ada politik di kamar masjid.
Mas Lama, aku juga barusan lihat di sini.
Dia wajar aku pasti kena gelangnya.
Aku ngambil gelang ini.
Dan dia menyebutkan.
Masih kau malingin.
Habis aku gak tahu gimana caranya.
Tapi gak gini juga caranya.
Manas luar muib luar em!
Terima kasih
Terima kasih.
Apa-apaan ini?
Nak, kenapa kamu bisa ada di sini nak?
Tunggu sebentar ya, tunggu sebentar.
Aku bakal memenuhi kelanggangan lansuarku.
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa kau bunuh anakku?
Kenapa kau bunuh istriku?
Must be hip.
Sabar, Bu. Ini udah diperbatasan, loh.
Kok nggak santan? Petan, toh.
Ibu, kalau ngomong mulu, beban saya makin berat, Ibu.
Nah. Harina.
Harina.
Harina.
Harina.
Bangun, Nam.
Nam.
Bangun, Nam.
Nam.
Harina.
Kamu masih hidup, Nam?
Bangun ya.
Kamu gak kangen sama aku.
Aku urusan, men.
Karena gak ada aku, ya.
Jadi, gak ada yang ngasahin.
Sekarang, kita bisa sama-sama lagi, Man.
Isu lamanya.
Kalian juga ada.
Kalian sudah meninggal.
Harusnya aku, Den.
Bisa bertemu dengan kalian lagi.
Kamu gak cinta lagi sama kami, Man.
Aku cinta sama kamu, Den.
Aku cinta sama kamu, Den.
Sayangkan sama aku.
Pak sayang sama kau bunda.
Kau pikir ayat-ayatmu.
itu bisa menyelamatkanmu Ibrahim
ayat
-ayat yang kau baca tanpa iman itu kau
pikir aku tak tahu isi hatimu
Do'amu tidak mentah untuk kami, Ibrahim.
Imahkan dengan mudah.
Coba kau selamatkan dia, Ibrahim.
Anakmu sendiri saja tak bisa kau selamatkan.
Ambil aku saja.
Ambil aku saja.
Ambil aku.
Untuk apa?
Terima kasih.
Buang segala kebencian dalam hatimu.
Terima kasih.
Kau ingin ajarkan aku Ibrahim?
Aku bisa kembalikan anak dan isim.
Aku bukan Allahmu yang mengambil orang-orang yang kau cinta.
Mampir takut.
Dari matilah kita mati.
Semua yang aku miliki.
Terima kasih.
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.