Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Kekacauan, langit, pusaran giok♪
♪Tiga alam, Dunia Primordial, berpegang teguh♪
♪Kaldron menempa ujung tombak sejati♪
♪Tungku menempa bulan sabit yang kosong♪
♪Misteri menanam benih Tao♪
♪Berani menciptakan alam semesta yang luas♪
[Penarikan Senar]
[Adaptasi dari novel dengan judul sama karya Yangui Zhengzhuan, Grup Yuewen]
Lalu, apa yang kau cium?
Aku mencium Dewa Agung Changgeng ada di Sekte Duxian.
Aku harus berguru padanya.
Ketemu.
Meskipun aku belum tahu
wujud asli Changgeng,
tapi selama Changgeng ada di sini,
Pedang Xianyuan
pasti ada di sini.
Tetua Kuai,
sudah waktunya bertindak.
Guru, kenapa?
Mengagetkan saja.
Ada apa?
Bagaimana kau bicara pada Guru?
Kurang ajar!
Bagaimana kau bicara pada murid? Tidak sopan!
Lain kali kalau bicara pada Guru,
tolong sedikit perhatikan.
Jangan bergerak sembarangan!
Adik, ada apa?
Ada nyamuk.
Warnanya tadi tidak sedalam ini, 'kan?
Apa apaan?
Gelap sekali.
Hai!
[Episode 19]
[Istana Taixuan]
Apa yang sedang kau lakukan?
Bagian mana?
Kesurupan?
Tolong! Cepat lari!
Han Zhi, cepat lari!
Guru!
Pasukan Mutiara, bentuk formasi!
Lari!
Lari!
Kakak Pertama!
Masih ada Adik.
Adik, cepat lari!
Kakak Pertama, sakit sekali!
Jangan mendekat!
Jangan, jangan gigit aku.
Jangan!
Jangan gigit!
Murid Sekte Duxian, cepat kembali!
Tidak bisa digigit.
Pergi sana!
Kenapa tidak sakit?
Kau menggigit sampai ke selangkangan?
Kau benar-benar tidak punya harga diri!
Kakak Pertama, Kakak Kedua, mereka memakan orang!
[Istana Taixuan]
Kuat sekali!
Hebat!
Siapa?
Tiga ribu batu spiritual, ya.
Iblis Sekte Jie!
Masih berani mencoba menjebak Sekte Duxian?
Keluar!
Tunggu saja!
Apa
yang terjadi di luar sana?
Xuanya, cepat masuk!
Bajingan, apa yang terjadi?
Tidak ada apa-apa.
Aku mendengar teriakan.
Biar kulihat.
Klan Siluman. Klan Siluman menyerang diam-diam.
Menyerang diam-diam?
Peri, jangan panik.
Semuanya masih dalam perkiraanku.
Hanya saja,
datang sedikit lebih cepat dari dugaanku.
Bagaimana dengan rekan kultivator Sekte Jie?
Pergi!
Mereka aman di bawah perlindungan Zhao Gongming.
Tenang saja, Peri.
Paman Seperguruan Muda, cepat lari!
Apa yang kau lakukan?
Kakak Seperguruan di sana, aku akan kembali menyelamatkannya.
Tenangkan dirimu.
Kau tidak bisa menyelamatkannya sendirian.
Apakah kau ingat "hati manusia" yang kuceritakan padamu?
Hati manusia?
Sekuat apa pun seseorang, tetap tidak ada gunanya.
Hanya dengan menjadi pemimpin, baru bisa menyelamatkan semuanya.
Apa yang harus kulakukan?
Jangan tangkap aku, lari!
- Kakak Pertama, Kakak Kedua, lari! - Cepat lari!
Cepat lari!
Ini waktu yang tepat.
Pangeran Kedua,
kau sudah menyerap
energi spiritual dari separuh Lukisan Negeri Kecil.
Siap untuk unjuk gigi?
Saatnya membalikkan keadaan dan meraih ketenaran dalam satu pertempuran,
Pangeran Kedua.
Tunjukkan kemampuanmu.
Taklukkan mereka.
Jadikan mereka pengikut pertamamu!
Aku adalah Ao Yi yang akan menjadi seberkas cahaya,
dan menerangi seluruh Laut Timur.
Kakak Seperguruan,
aku akan menyelamatkanmu.
Berubah menjadi naga.
Lari! Cepat ikuti!
Lari!
Kenapa?
Dewa Agung!
Dewa... Dewa?
Kita selamat!
Biarpun dia bukan naga, dia juga cacing.
Cepat lari ke sana!
Jangan pergi!
Beri aku kesempatan!
Ramalan Leluhur Naga
belum pulih juga, ya.
Sekarang bagaimana?
Sepertinya tetap harus pakai cara lama.
Cara lama?
Cepat lari!
Cepat ikuti!
Cepat! Lari lebih cepat!
Hebat sekali!
Kau sudah menyerap energi kultivasi dari separuh lukisan.
Meski tidak bisa jadi naga, kau tetap kuat!
Kekuatanku
kembali lagi.
Bukankah itu yang tadi...
Cacing itu.
Pantas saja kelihatan begitu familier.
Anggota Sekte Dewa Laut,
kalian lupa apa yang diajarkan Sekte Dewa Laut pada kalian?
Apa?
Dengarkan perintahku!
Lepaskan!
Rekan Kultivaotr Sekte Jie,
kenapa melakukan pembantaian ini?
Wang Qing,
menurutmu kenapa Sekte Jie datang ke Sekte Duxian?
Dengan energi kultivasimu saat ini,
kau pasti bisa meramalkan bahwa dalam 500 tahun,
Sekte Duxian akan menghadapi malapetaka.
Bagaimana bisa... bagaimana kau bisa...?
Namun, saat malapetaka itu tiba,
saat menghadapi situasi hidup dan mati,
aku percaya semua orang dari tiga sekte di sini
pasti bisa mengesampingkan masa lalu
dan bersatu melawan musuh.
Aku akan memanfaatkan malapetaka dalam takdir Sekte Duxian
sebagai titik awal penyatuan tiga sekte.
Kau khawatir
Sekte Duxian tidak bisa melewati malapetaka ini sendirian,
jadi sengaja menyisakan kami sebagai cadangan,
tapi kau tidak tahu
Sekte Jie adalah melapetaka bagi Sekte Duxian.
Aku datang hari ini
adalah untuk mengubur Sekte Duxian
dengan impianmu penyatuan tiga sekte.
Guru Agung!
Guru Agung!
Bunuh!
Jiu Jiu di sini! Siluman, matilah kau!
♪Selalu ada yang memegang lentera menerangi kaki gunung♪
♪Seorang diri menerjang langit kesembilan♪
♪Demi menuntut keadilan bagi seluruh rakyat♪
Ada bala bantuan?
Paman Seperguruan Muda.
Semuanya, serbu!
♪Akan selalu ada yang menjawabku♪
Kakak Seperguruan.
Syukurlah kau tidak apa-apa.
Bagaimana dengan Guru?
Guru dipukul hingga terbang.
♪Langkah kaki yang sama♪
♪Melintasi pasir, untuk apa takut pada karma♪
Guru Agung.
♪Menjadi dewa iblis yang ganas♪
Guru Agung.
Guru, ada apa denganmu?
♪Siapa yang saling menipu♪
♪Memasang formasi di dunia♪
♪Biarkan aku masuk ke formasi dan membuat keributan♪
Kenapa Kakak Seperguruan belum kembali?
♪Bersama keramaian suara♪
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan, syukurlah kau baik-baik saja.
Melihat pertempuran di luar, kau malah berlari keluar.
Kembali dan salin Kitab Kestabilan 500 kali.
Aku akan menyalinnya.
Jiu Jiu.
Guru Agung.
Kenapa kau di sini?
Lima puluh li dari sini,
ada pasukan Klan Siluman yang sedang menuju Sekte Duxian.
Mungkinkah Sekte Jie bersekongkol dengan pasukan Klan siluman,
dan berencana mencaplok Sekte Duxian?
Sudah waktunya untuk beraksi.
Murid-muridku, kejar!
Tangkap mereka semua!
Ambillah ini.
Ke mana?
- Guru Agung. - Guru Agung.
Formasi Pelindung Gunung!
Aktifkan!
Para tetua setiap puncak, jaga Formasi Pelindung Gunung!
- Guru Agung! - Guru Agung!
- Guru Agung! - Guru Agung!
Guru Agung!
- Guru Agung! - Guru Agung!
Guru Agung!
Guru Agung!
Sayang sekali,
tidak berhasil menangkap Zhao Gongming.
Jika saja Zhao Gongming bisa dijadikan pemimpin,
maka cerita tentang Sekte Jie menyergap Sekte Duxian
akan jadi lebih menarik lagi.
Formasi Pelindung Gunung?
Hancurkan saja formasi sialan ini!
Cepat lari!
Murid di bawah Ranah Dewa Sejati,
segera berlindung di Istana Baifan.
Pelan-pelan.
Cepat!
Kakak Seperguruan, kita lari tidak?
Kau sudah mencapai Ranah Dewa Sejati?
Belum.
Kalau belum, kenapa kau melihat bersamaku di sini?
Cepat lari!
Ikuti! Pelan-pelan!
Sekarang,
Ketua Sekte terluka parah.
Aku adalah satu-satunya Dewa Emas di Sekte Duxian.
Tentu saja aku yang akan memberi perintah.
Ketua Sekte tidak ada.
Semua perintah
harus kita para tetua musyawarahkan.
Ini adalah kebiasaan sekte.
Kuai Si.
Kau ingin membuat pengecualian?
Di saat genting begini, mana ada waktu untuk musyawarah?
Lakukan saja semua seperti kataku.
Seluruh tetua pimpin para murid,
mundur ke Istana Baifan.
Sebelum pingsan, Ketua sekte memerintahkan
agar kita menjaga Formasi Pelindung Gunung.
Kita seharusnya tetap di sini,
menyalurkan energi spiritual ke dalam formasi.
Musuh menyerang, kita bertahan. Kekuatan spiritual pasti akan habis.
Saat itu, Formasi Pelindung Gunung dihancurkan,
kita juga tidak memiliki kekuatan spiritual,
bukankah mencari mati?
Namun, Ketua Sekte bilang...
Ketua Sekte bilang?
Sekte Jie bisa punya kesempatan,
semuanya karena Ketua Sekte melakukan kesalahan besar,
membiarkan Sekte Jie masuk ke Sekte Duxian.
Kau...
Benar.
Beberapa hari terakhir, Sekte Duxian mengalami kekacauan.
Semua ini terjadi karena Ketua Sekte membiarkannya.
Rekan kultivator Sekte Chan melarikan diri saat krisis.
Sedangkan murid Sekte Jie punya niat buruk.
Menurutku, di antara ketiga aliran ini,
tidak ada moral sama sekali.
Kalian...
Benar.
Para tetua, kumohon.
Cepat mundur dan bertahan di Istana Baifan.
Jangan ditunda!
Baik.
Tunggu!
Jika Sekte Jie dan Klan Siluman menyerbu dari luar,
bagaimana jika kehilangan puncak lain?
Kalau begitu, hanya bisa salahkan puncak itu
bernasib buruk.
Minggir!
Minggir! Minggir semua!
Minggir!
Guru Agung!
Guru Agung!
Guru Agung!
Guru Agung!
Gawat!
Kau mau ke mana?
Aku mau mencari Guru.
Entah bagaimana keadaan Guru.
Kau pikir aku tidak membuat pengaturan?
Apa kau ingin menyalin kitab?
Keributannya sampai sebesar ini?
Apa yang terjadi?
Muridmu, cepat keluarkan aku!
Guru Agung.
Aku tidak berguna.
Andai saja aku lebih teliti saat berpatroli
dan segera melaporkan informasi,
mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Kakak Seperguruan,
jaga baik-baik Guru Agung.
Kau mau pergi ke mana?
Aku akan keluar dan membunuh sebanyak mungkin yang aku bisa.
Aku akan membalaskan dendam Guru Agung.
Kau mau mati, ya?
Ya.
Sejak aku masuk sekte ini,
selain minum arak, membuat masalah
dan menyusahkan kalian,
apa lagi yang bisa kulakukan?
Biarpun kau mati,
kau bisa membalas jasa Guru Agung?
Kalau begitu anggap saja Guru Agung menghukumku.
Aku akan menebusnya dengan nyawaku sendiri.
Minggir!
Guru menghukummu bukan menyuruhmu mencari mati,
tapi ingin kau hidup!
Lindungi semua orang dengan baik.
Kalau hari ini kau tidak berpatroli di luar,
siapa yang akan menyelamatkan kami?
Setiap kali Guru Agung menghukummu,
orang luar melihatnya dan merasa kau tidak becus.
Namun, Guru tetap sangat menyayangimu.
Jika Guru Agung membencimu,
dia pasti sudah menamparmu sampai mati.
Namun, selama bertahun-tahun ini,
apakah Guru Agung pernah menyakitimu?
Jiu Jiu.
Aku akan menghukummu mewakili Guru Agung
atas nama kakak seperguruan.
Murid generasi keenam Puncak Saochou, Jiu Jiu, dengarkan perintah!
Kau harus tinggal di sini,
jaga Istana Baifan dengan baik.
Lindungi semua murid di sini.
Jangan beranjak sedikit pun.
Namun, aku...
Dengarkan perintah!
Aku dengarkan perintah.
Kakak Seperguruan.
Jangan menangis lagi.
Dulu Guru tidak seperti ini.
Guru...
pasti bisa diselamatkan.
Sulit.
Terkena kutukan.
Kutukan?
Apa bilang?
Kutukan?
Seribu tahun lalu,
saat Perang Dewa dan Iblis,
di antara kumpulan siluman, ada satu klan
yang pandai menggunakan kutukan untuk memanipulasi pikiran.
Kemudian katanya klan itu
dimusnahkan oleh Master Xuan Du.
Mungkin tidak dimusnahkan hingga tuntas,
menargetkan Sekte Jie.
Kalau begitu, apakah guruku masih bisa diselamatkan?
Sulit.
Hal yang belum terselesaikan,
tetap harus diusahakan sendiri.
Terima kasih, Manusia Batu.
Kakak Seperguruan.
Guru pasti bisa kembali.
Sekte Duxian!
Keluarkan aku!
Berisik, diam!
Siapa itu?
Kau tidak tahu siapa kami?
Kami adalah tiga bersaudara di Pulau Xiong.
Kuat sejak lahir, tampan rupawan.
Tidak tertandingi di dunia ini.
Dalam hal apa?
Dalam hal tidak tahu malu?
Sekte Duxian!
Apa kalian bisa menahanku?
Aku bisa datang dan pergi sesuka hati.
Aku tidak pergi sekarang karena aku tidak mau pergi sekarang.
Kenapa baru datang?
Pangeran Kedua, aku datang untuk menyelamatkanmu.
Pangeran Kedua?
Itu...
Keluargaku
agak istimewa.
Kalian saling kenal?
Jadi, kenapa kemarin kau mengganggu paman seperguruan mudaku?
Kejadian kemarin itu aku salah paham.
Aku tidak menyadari kalau Pangeran Kedua berbelas kasih padaku.
Mohon maafkan aku, Pangeran Kedua.
Kemari!
- Lihat wanita itu, dia terlihat kaya. - Perang Sekte Duxian itu urusan
- Klan Manusia, bukan urusan klan kami. - Kita harus memikirkan cara
untuk memerasnya.
Pasukan Mutiara bersedia melindungi Pangeran Kedua pergi.
Baiklah. Kita tinggalkan tempat ini dulu.
Ayo.
Ayo.
Tunggu apa lagi?
Manusia Batu.
Salah.
Aku
sepertinya tidak bisa pergi bersamamu.
Kenapa?
Coba kau pikirkan.
Guru dan kakak seperguruan,
dan adik seperguruanku,
semuanya ada di sini.
Bagaimana aku bisa meninggalkan mereka?
Gempa bumi!
Tenang saja.
Bukan gempa, ini Formasi Pelindung Gunung.
Hampir hancur.
Habislah kita.
Pasang formasi.
Setelah hari ini,
Sekte Duxian akan sangat terluka.
Tetua Kuai Si akan berjuang menyelamatkan keadaan.
Meminjam kekuatan Sekte Xifang untuk membentuk kembali Sekte Duxian.
Sejak saat itu,
menggetarkan seluruh Dunia Primordial,
namanya terukir dalam sejarah.
Orang-orang dari Sekte Duxian
memang berkumpul di satu puncak gunung.
Selama kita mengepung puncak ini, tidak ada yang boleh lolos,
pasti bisa membunuh Changgeng,
dan menemukan Pedang Xianyuan.
Berani menghalangi jalanku?
Kodok?
♪Tidak perlu bertanya, malas berdebat♪
♪Tidak gentar hidup berbeda♪
♪Di Dunia Primordial ini♪
♪Siapa yang bernyanyi sambil minum arak♪
♪Bintang tertawa, kunang-kunang berkedip♪
♪Keberanian rakyat jelata di seluruh kota♪
Kakak Seperguruan, apa yang kau lakukan tadi?
♪Bermimpi menjadi penguasa lagi♪
Masih ingat Jarum Nyamuk?
Aku membaca banyak buku,
baru kemudian menemukan benda ini
di dalam buku yang mencatat
tentang makhluk siluman kuno.
Namanya Jarum Nyamuk,
Ini senjata rahasia khas Klan Nyamuk Darah dari Laut Darah.
Itu senjata rahasia yang digunakan Yuan Qing untuk menyerang?
Benar.
Sejak saat itu,
aku terus menyusun strategi pertahanan.
Apakah kau tidak menyadari
tumbuhan dan hewan di sekitar Sekte Duxian
tumbuh dengan sangat subur belakangan ini?
♪Biarkan pikiran punya bobot♪
Kakak Seperguruan, kau hebat sekali.
Ternyata kau punya rencana cadangan.
♪Tidak terkendali♪
♪Hanya senyum dengan tenang♪
Formasi Pengelabuan-ku
terus disempurnakan dan ditingkatkan secara bertahap,
dioptimalkan dan disesuaikan,
selama para guru menerobosnya.
Hingga jadi Formasi Pengelabuan Berantai seperti sekarang.
Bahkan orang seperti Zhao Gongming pun tidak bisa keluar,
apalagi para penyerang gunung itu.
Sama sekali tidak sulit.
Ternyata kau sudah punya rencana.
[Tersesat?]
Ada apa dengan Sekte Duxian?
Sudah menunggu begitu lama,
kenapa mereka belum datang?
Mungkinkah
mereka menghadapi rintangan di jalan?
Akhirnya datang juga.
Ada apa ini?
Tetua Kuai!
Changgeng menghalangi pasukanku.
Cepat bantu aku...
Guru,
kita sudah menunggu dua jam,
hanya datang seekor nyamuk.
Bagus.
Bagus sekali pukulannya.
Terus berpatroli.
Baik, Guru.
Jika rencanamu ada celah,
seharusnya ada pada gurumu.
Tenang, Peri.
Aku sudah menempatkan guruku
di tempat yang paling aman
di dalam Sekte Duxian.
Dilindungi juga oleh formasi besar berantai.
Apa kau tidak takut dia sendiri menerobos Teknik Transformasi?
Fondasi Tao guruku rusak waktu itu.
Aku sudah mencoba memulihkan selama 30 tahun penuh.
Jika dia memaksakan diri menerobos Teknik Transformasi,
Fondasi Tao-nya akan kembali rusak dan semua usaha sia-sia.
Saat petir langit berikutnya datang,
dia pasti akan mati.
Guru memang agak lambat berpikir,
tapi tidak mungkin dia nekat.
Selalu ada hal di luar dugaan.
Apa kau tidak khawatir ada hal yang terlewatkan dari perhitunganmu?
Ketahuilah, Langit penuh perubahan.
Adik seperguruan!
Kakak Seperguruan?
Kakak Seperguruan, itu kau?
Adik Seperguruan!
Kakak Seperguruan, apakah itu kau?
Adik Seperguruan, kau di mana?
Aku di sini!
Aku di sini!
Kau tidak ada?
Kakak Seperguruan!
Aku di sini!
Jangan pergi, Kakak Seperguruan!
Aku selalu menunggumu di sini, Kakak Seperguruan!
Kukira akan ada seseorang yang menungguku di sini.
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan, jangan pergi!
Jangan pergi!
Aku selalu menunggumu di sini.
Ternyata
aku salah mengira?
Aku selalu menunggumu di sini.
Guru.
Guru.
Guru ingin menerobos Teknik Transformasi.
Adik Seperguruan, bantu lindungi aku.
Baik.
Ada masalah?
Pak tua itu menyembunyikan sesuatu dariku.
Jadi kau salah perhitungan?
Perhitunganku sempurna.
Dia sendiri yang terlalu bodoh.
Jebakan yang begitu jelas saja, dia nekat masuk.
Pernahkah kau berpikir,
tidak semua orang di dunia ini sama sepertimu,
yang selalu penuh perhitungan?
Kakak Seperguruan.
Kakak Seperguruan, tunggu aku.
Aku di sini, Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan, kau di mana?
Aku selalu menunggumu di sini, Kakak Seperguruan.
Adik Seperguruan!
Adik Seperguruan!
Kakak Seperguruan!
Adik Seperguruan, aku di sini.
Kakak Seperguruan!
Kakak Seperguruan!
Besok kau akan pergi ke Turnamen Pelatihan.
Aku takut tingkat kultivasimu terlalu rendah,
tidak mampu mengalahkan para siluman itu.
Jadi, aku membuat jimat pelindung untukmu.
Adik Seperguruan, aku di sini!
Adik Seperguruan!
Jimat giok ini
adalah peninggalan kakak seperguruanmu.
Adik Seperguruan Kuai Si.
Jimat giok ini
adalah jimat pelindung yang diberikan Kakak Seperguruan kepadaku.
Ini adalah jimat giok transmisi suara.
Ditemukan di tempat munculnya
Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.
Di dalam jimat giok ini,
ada pesan dari Kakak Seperguruan Wan Jiangyu
untukmu.
Adik Seperguruan Kuai Si,
tidak ada.
Aku sudah menambahkan mantra pembungkam.
Kuai Si!
Kuai Si.
Adik Seperguruan Kuai Si.
Kumohon, kumohon padamu.
Kumohon, kumohon padamu.
Apa pun akan kulakukan.
Aku rela mati jika kau suruh.
Tolong lepaskan mantra pembungkam.
Aku ingin mendengar perkataan kakak seperguruanku.
Aku ingin mendengarnya bicara.
Ingin tahu
apa yang sebenarnya dia katakan padamu?
Ingin.
Ingin.
Asalkan kau biarkan Li Changshou
masuk ke Lukisan Negeri Kecil,
aku akan melepaskan mantra pembungkam.
Baik!
Baik.
Baik, Adik Seperguruan Kuai Si.
Cepat lepaskan!
Cepat lepaskan!
Kumohon padamu.
Kumohon padamu.
Kuai Si, Adik Seperguruan Kuai Si.
Bantu lepaskan,
Adik Seperguruan Kuai Si, kumohon padamu.
Kakak Seperguruan.
Ingin tahu ke mana Kakak Seperguruan pergi?
Biar kuberi tahu padamu.
Kuai Si.
Kakak Seperguruan.
Apa yang kau lakukan pada jimat giok ini?
Jimat giok ini
memang ditinggalkan oleh Kakak Seperguruan Wan Jiangyu untukmu.
Hanya saja,
aku bukan menemukannya di Laut Selatan,
melainkan di Benua Beijulu,
saat aku membunuhnya.
Waktu itu,
kalian bagai pasangan dewa dan dewi,
dikagumi semua orang.
Namun, Kakak Seperguruan begitu cantik.
Yang terpikat padanya
bukan hanya kau seorang.
Adik Seperguruan.
Kenapa
Kakak Seperguruan malah hanya terpikat padamu?
Hanya terpikat padamu, Qi Yuan.
Malah tidak mau melirikku.
Kakak Seperguruan!
Atas dasar apa kau?
Atas dasar apa kau?
Kukira, asal kuhancurkan kau,
Kakak Seperguruan akan melirikku.
Namun, tidak kusangka
bisa-bisanya dia
meninggalkan Sekte Duxian demi menyelamatkanmu.
Hanya demi pecundang sepertimu,
dia mengambil risiko pergi ke Benua Beijulu.
Hanya demi pecundang sepertimu!
Aku membencinya.
Jadi aku mengikutinya
sampai di Benua Beijulu.
Aku memancing seekor binatang buas,
untuk menyerangnya.
Kakak Seperguruan, kau tidak apa-apa?
Adik Seperguruan Kuai Si, kenapa kau ada di sini?
Tidak perlu bicara lagi, aku akan membawamu pergi dari sini.
Ayo.
Aku tidak kuat lagi.
Aku ingin meminta
bantuanmu untuk satu hal.
Tolong bawakan jimat giok ini
kembali ke Sekte Duxian,
dan serahkan kepada Kakak Seperguruan Qi Yuan-mu.
Ada banyak hal yang ingin kukatakan padanya.
Semua itu ada di dalam jimat giok.
Serahkan pada Qi Yuan?
Tolong pastikan
serahkan ini pada Qi Yuan.
Baik.
Kakak Seperguruan,
aku berjanji padamu.
Aku pasti akan memberikannya pada Qi Yuan.
Selama bertahun-tahun ini,
kau masih menunggunya kembali dengan bodohnya.
Sebenarnya,
dia sudah lama kubunuh.
Qi Yuan,
melihatmu tersiksa oleh kerinduan setiap hari,
hatiku merasa puas!
Dendam
adalah senjata terbaik di dunia ini.
♪Melihat suka dan duka dunia♪
♪Pertemuan dan perpisahan, takdir tidak terhingga♪
♪Menghela napas, cinta berulang kali berputar♪
♪Kenangan dipenuhi kesedihan♪
♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪
♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪
♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪
♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪
♪Minum arak keruh lagi beberapa gelas♪
♪Ribuan gunung dan sungai, mengundangmu menyertai♪
♪Mengganti dengan kebaikan yang lapang dan mulia♪
♪Sayangnya cerita begitu singkat♪
♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪
♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪
♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪
♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.