All language subtitles for Pull Strings Episode 16

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♪Kekacauan, langit, pusaran giok♪

♪Tiga alam, Dunia Primordial, berpegang teguh♪

♪Kaldron menempa ujung tombak sejati♪

♪Tungku menempa bulan sabit yang kosong♪

♪Misteri menanam benih Tao♪

♪Berani menciptakan alam semesta yang luas♪

[Penarikan Senar]

[Adaptasi dari novel dengan judul sama karya Yangui Zhengzhuan, Grup Yuewen]

[Menjelang Ujian Petaka Li Changshou]

Begitu banyak awan, ya?

Itu...

Changgeng?

Pantas saja Langit tidak menyambarku.

Memang orang yang kejam.

Maaf merepotkanmu sebentar.

Pedang Xianyuan!

[Episode 16]

Orang yang sedang melewati ujian petaka ini

sepertinya adalah Changgeng.

Changgeng hanya menyamar.

Pantas saja kita tidak bisa menemukannya sampai sekarang.

Pernahkah kau melihat wajah aslinya?

Itu adalah Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.

Mana mungkin aku bisa mendekatinya?

Namun, aku menyaksikannya sendiri

Changgeng mengeluarkan Pedang Xianyuan.

Setelah dia meninggalkan Pulau Xiong,

dia segera melewati ujian petaka.

Pasti karena dia menggunakan harta karun,

yang membuat kekuatan spiritualnya melonjak.

Sekarang dia telah melewati ujian petaka.

Kekuatannya pasti akan bertambah pesat.

Jika orang ini tidak disingkirkan sekarang,

kemudian hari

dia pasti akan menjadi ancaman besar bagi Sekte Xifang.

Lebih penting lagi

kita harus segera merebut Pedang Xianyuan darinya.

Rencana besar Sekte Xifang telah disusun selama ribuan tahun.

Kedua orang suci masih menunggu kita membuka Mata Laut Timur.

Gampang sekali bicaramu.

Di mana kita bisa menemukan tubuh aslinya?

Changgeng pertama kali muncul

di Istana Naga Laut Timur.

Hanya ada satu jalan masuk dan keluar dari Istana Naga Laut Timur.

Artinya,

tubuh asli Changgeng

ada di antara orang-orang di Istana Naga saat itu.

Jika bukan orang Klan Naga...

Berarti dari Sekte Duxian.

Changgeng adalah lawan yang mengerikan.

Namun, dia juga punya hal yang ditakutinya.

Dia melakukan penyamaran

karena takut kita tahu wujud aslinya.

Takut

pasti ada alasannya.

Mari kita ungkap hal yang dia takuti,

agar dia menunjukkan kelemahannya.

Apa rencanamu?

Ketua Bian.

Ketika kau tidak umumkan saja penyamaran itu?

Beri tahu semua orang

bahwa rekan kultivator yang telah melewati Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan

adalah Changgeng.

Apa maksudmu?

Selanjutnya,

arahkan identitas Changgeng ke Sekte Duxian.

Rekan Kultivator Wen Jing,

strategi yang kau minta dariku

sudah bisa dilaksanakan.

Kau benar-benar ingin menggunakan strategi ini?

Rencana besar Sekte Xifang selama ribuan tahun,

hanya tinggal selangkah lagi.

Kali ini, kita tidak boleh ragu.

Temukan Changgeng

dan rebut Pedang Xianyuan!

[Kota Anshui Kerajaan Donglin]

Percaya pada Dewa Laut!

Dapatkan kekuatan!

Jika ingin bergabung,

cari aku, Xiong Lingli!

Percaya pada Dewa Laut!

Dapatkan kekuatan!

Jika ingin bergabung,

cari aku, Xiong Lingli!

Sekte Dewa Laut, lihatlah.

Sekte Dewa Laut.

Cari aku, Xiong Lingli!

Percaya pada Dewa Laut, dapatkan kekuatan!

Jika ingin Bergabung, cari aku, Xiong Lingli!

[Percaya pada Dewa Laut, dapatkan kekuatan!]

Kak, mau bergabung?

Sekte Dewa Laut?

Percaya pada Dewa Laut, dapatkan kekuatan!

Kak, bergabunglah!

Ketua sekte Dewa Laut, Changgeng, sangat hebat!

Dia adalah Dewa Agung!

Changgeng?

Apakah Changgeng yang belum lama lagi ini

melewati ujian petaka di Laut Selatan?

Kau kenal Dewa Agung kami?

Dewa melewati ujian petaka, itu pemandangan langka.

Sudah tersebar luas akhir-akhir ini.

Dengar-dengar, Changgeng

adalah kultivator dari Sekte Duxian.

Kau tahu jalan ke Sekte Duxian?

Ada di Benua Dongsheng.

Semuanya, ikuti aku.

Semuanya, cepat ikuti aku.

Aku menemukan Dewa Agung!

Percaya pada Dewa Laut!

Dewa Agung, aku datang!

Dapatkan kekuatan!

Dapatkan kekuatan!

Dewa Agung!

Percaya pada Dewa Laut!

Dewa Agung, aku datang!

Dapatkan kekuatan!

Dewa Agung!

[Semoga Beruntung, Pasti Menang]

Ujian petaka kali ini terlalu mencolok.

Pasti akan menimbulkan karma baru.

Akan timbul masalah sebanyak apa lagi?

Aku harus menghitung semua variabel.

Dengan kemampuanmu,

kenapa harus bersembunyi?

Bisa saja tunjukkan kehebatanmu.

Buat namamu dikenal di kalangan para kultivator.

Itu sama sekali tidak boleh.

Malapetaka Dunia

akan segera tiba.

Saat seperti ini jangan sampai ada yang mengincarku.

Sekte Xifang sudah mengawasiku.

Kupu-kupu kertasku telah menyelidiki di luar.

Ada rumor yang beredar,

mengatakan bahwa ujian petaka kali ini dilakukan oleh Changgeng.

Dan Changgeng ini

bersembunyi di dalam Sekte Duxian.

Bagus.

Bagus?

Ini bagus? Ini sama sekali tidak bagus!

Saat di Pulau Xiong,

kau membantuku menyusun strategi.

Sekarang giliran aku membantumu.

Apakah Peri punya rencana bagus?

Sebenarnya sangat sederhana.

Kau hanya perlu mengakui bahwa kau adalah Changgeng.

Sekte Xifang bertindak secara diam-diam,

kita tidak bisa menangkap mereka.

Kita hanya bisa terus dalam kondisi pasif.

Sekarang mereka mengenalimu.

Kau hanya perlu mengakui identitasmu.

Tentu saja kita bisa memancing mereka keluar.

Jangan khawatir.

Ada aku membantumu,

kau pasti bisa aman.

Asal kita bisa menangkap orang Sekte Xifang,

kita bisa mengikuti jejaknya

dan menghancurkan seluruh Sekte Xifang.

Maka saat itu, Malapetaka Dunia bisa dihentikan.

Peri.

Apakah kau

salah paham tentangku?

Apa?

Aku tidak bisa mengakui identitas ini.

Kau...

Aku sudah menetapkan

rencana Klan Naga naik ke langit untuk Istana Langit,

tapi aku malah

tanpa sengaja mencuci seluruh kekuatan spiritual Ao Yi.

Jadi, aku hanya bisa membantunya memulihkan kekuatannya,

lalu kembali ke Istana Naga,

dan menyelesaikan rencana Klan Naga naik ke langit.

Bagaimana dengan Sekte Xifang?

Mereka ingin memulai Malapetaka Dunia,

kau malah mengkhawatirkan rencana Klan Naga naik ke Langit?

Saat ini,

hanya dengan membiarkan Istana Langit campur tangan dalam urusan Istana Naga,

itu barulah hasil terbaik.

Peri, jangan terburu-buru.

Aku memang terburu-buru.

Kau memang selalu punya rencana sempurna.

Peri.

Peri.

Berapa banyak rencana Sekte Xifang,

kita tidak tahu.

Kita tidak bisa bertindak gegabah.

Bukankah kau bilang Sekte Xifang

sudah menyusup ke Sekte Duxian?

Kalau begitu, mulailah mencari dari Sekte Duxian.

Cabut saja seluruh Sekte Xifang sampai ke akarnya.

Kau bicara semudah itu,

tapi...

Kau tidak mau?

Bukan aku tidak mau.

Hal ini

perlu dipikirkan matang-matang,

melakukan persiapan penuh, benar, 'kan?

Kalau begitu,

persiapkan saja perlahan.

Peri!

Aku...

Peri!

Sudah lama tidak bertemu.

Aku tidak percaya Kakak Seperguruan tidak merindukanku.

Kali ini aku harus menaklukkan Kakak Seperguruan.

Jangan pergi.

Apa?

Jangan pergi.

Suruh aku jangan pergi.

Peri, jangan pergi!

Jangan pergi, Peri!

Guru... Guru!

Eh, kenapa kalian berdua ada di sini?

Apa maksudmu kami berdua di sini?

Kau mengurungku di sini begitu lama.

Setelah kembali, sama sekali tidak meminta maaf,

malah tidur di sini.

Bukankah Adik Seperguruan sudah datang menyelamatkanmu?

Adik Seperguruan?

Kau bohongi adik seperguruanmu kalau kau pergi menjenguk kerabat.

Menjenguk kerabat?

Kerabat apa yang kau punya?

Kau punya kerabat kambing

atau kerabat monyet di gunung?

Guru, Anda salah paham.

Sudahlah, jangan mengarang lagi.

Aku tidak akan percaya karanganmu.

Aku malas mengarang cerita denganmu.

Masa pubertas, ya?

Guru, apa yang kau bicarakan?

Jangan menjelaskan, di usiamu itu...

Aku mengerti.

Aku hanya takut kau membuat kesalahan.

Apakah kesalahan yang kau lakukan selama ini kurang banyak?

Tidak, Guru.

Jangan.

Jangan, jangan ambil cambuknya.

Bunga

ada saatnya mekar kembali.

Manusia

tidak bisa kembali muda.

Hargai orang yang ada di dekatmu.

Sebenarnya

Guru juga pernah punya

perasaan yang mendalam.

Itu bukan di musim semi.

Itu di akhir musim gugur.

Aku dan...

Changshou!

Changshou!

Changshou!

Suasananya sudah sangat pas,

biarkanlah aku selesai mengatakannya.

Aku ingat,

saat itu akhir musim gugur.

[Istana Qiling]

Murid terhormat...

Guru terhormat.

Murid, Qi Yuan,

hari ini bersumpah menjadikan Sekte Duxian sebagai rumahku,

tekun berkultivasi.

[Wan Jiangyu] Menjaga gerbang gunung selamanya.

Bagus.

Murid, Wan Jiangyu,

hari ini bersumpah menjadikan Sekte Duxian sebagai rumahku,

tekun berkultivasi, menjaga gerbang gunung selamanya.

[Puncak Xiaoqiong]

Apa ini?

Besok kau akan pergi ke Turnamen Pelatihan.

Aku takut tingkat kultivasimu terlalu rendah,

tidak mampu mengalahkan siluman-siluman itu.

Jadi aku membuatkanmu jimat pelindung.

Namanya Turnamen Pelatihan.

Guru menyuruh kita pergi melakukan pelatihan.

Apa maksudnya kau membantuku?

Biarpun menang, juga tidak adil.

Aku tidak mau.

Kenapa kau begini?

Kenapa kau begini?

Tenang saja.

Aku pasti menang.

Dasar bodoh!

Sini!

Kakak Seperguruan!

Aku pasti akan menang!

[Papan Roh Ketua Pendahulu Sekte Duxian]

Semoga adik Seperguruan Qi Yuan menunjukkan kehebatannya,

melewati pelatihan.

Kakak Seperguruan.

Qi Yuan!

Kakak Seperguruan.

Qi Yuan!

Apa yang terjadi?

Bukankah dia pergi ke Turnamen Pelatihan?

Kenapa bisa terluka?

Dia mengalami kecelakaan di Turnamen Pelatihan.

Fondasi Tao-nya hancur total.

Sepertinya mustahil untuk mencapai keabadian.

Qi Yuan!

Kakak Seperguruan.

Maaf, aku mengecewakanmu.

Mengecewakanmu.

Kakak Seperguruan.

Adik Seperguruan Qi Yuan.

Hari ini berpisah,

entah kapan kita bisa bertemu lagi.

Bakatmu luar biasa.

Kau adalah bibit unggul kelas satu.

Awalnya aku berniat berkultivasi selamanya bersamamu,

dan mencapai alam keabadian bersama.

Namun, kini melihat Fondasi Tao-mu hancur total,

seperti orang yang tidak berguna,

aku...

Bagaimana aku tega?

Aku dan Guru memutuskan untuk pergi dari Sekte Duxian,

mengembara ke seluruh negeri

untuk mencari ramuan yang bisa menyembuhkan Fondasi Tao-mu.

Qi Yuan.

Tunggu aku kembali.

Aku akan menyembuhkanmu.

Kakak Seperguruan!

[Puncak Xiaoqiong]

Kakak Seperguruan!

Kakak Seperguruan!

Kakak Seperguruan.

Kakak Seperguruan.

Kakak Seperguruan.

Kakak Seperguruan.

Kakak Seperguruan.

Katakan.

Aku sudah memikirkannya.

Meskipun kali ini melewati ujian petaka terlalu mencolok,

tapi dunia luar tidak tahu

orang yang melewati ujian petaka sebenarnya adalah aku.

Aku tahu.

Kecuali Peri.

Kalau begitu,

aku hanya perlu agak mengarahkan masalah ini,

mengalihkan identitas orang yang melewati ujian petaka ke arah lain,

maka akan memberiku ruang gerak yang cukup.

Bagaimana?

Dialihkan ke siapa?

Orang ini

tentu saja harus lebih jauh dariku.

Juga tidak boleh dari Sekte Duxian.

Misalnya...

Misalnya aku cari seorang Dewa Agung Sekte Chan,

bilang dia sedang melewati ujian petaka di luar, bagaimana?

Kakak Seperguruan!

Kakak Seperguruan!

Ada apa, Adik Seperguruan?

Kakak Seperguruan!

Kakak Seperguruan.

Dewa Agung Sekte Chan, Yun Zhongzi, mengunjungi Sekte Duxian.

Guru memanggilmu.

Sekte Chan?

Tiga orang suci mencapai pencerahan.

Master Yuan Shi mendirikan Sekte Chan.

Sekte mereka

sangat ketat dalam menerima murid.

Hanya merekrut orang yang diberkahi.

Jangan lihat jumlahnya sedikit.

Dua belas Dewa Agung.

Kenapa mereka begitu hebat?

Saat memilih murid, mereka sudah memilih bibit unggul.

Lalu pil spiritual, permata berharga,

setelah memakannya, ternyata,

lalu,

jadi...

Itu namanya curang.

Guru Agung datang.

Hormat pada Guru Agung.

Rekan Kultivator,

maaf tidak menyambut dengan baik.

Yun Zhongzi dari Istana Yuxu,

[Yun Zhongzi, Dewa Agung Sekte Chan]

memberi salam kepada Rekan Kultivator Wang Qing.

Ada urusan apa mengunjungi

Sekte Duxian hari ini?

Beberapa hari lalu

ada rekan kultivator di Laut Selatan yang melewati ujian petaka.

Mendatangkan Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.

Sesuai rumor yang beredar,

- orang itu bernama Changgeng. - Kenapa dia

- Murid Sekte Duxian. - hanya menyapa Guru Agung saja?

- Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan - Itu normal saja.

- sudah seribu tahun tidak muncul. - Orang Sekte Chan

- Pasti anak ini punya bakat luar biasa. - agak sombong.

- Guru Agung takut bibit unggul ini - Yang tidak mencapai Dewa Emas,

- dirusak oleh Sekte Duxian. - tidak pantas disapa oleh mereka.

Aku disuruh datang untuk menguji apakah anak ini

layak masuk ke ajaran Sekte Chan.

Di antara murid-murid dari setiap puncak Sekte Duxian,

tidak ada yang bernama Changgeng.

Sepertinya itu rumor

yang keliru.

Wang Qing.

Itu trik sepele.

Sekte Duxian hanya punya satu bibit unggul setelah sekian lama.

Kau takut dia direkrut olehku,

makanya kau menyembunyikannya.

Benar, 'kan?

- Rekan Kultivator, kami... - Sudahlah.

Kau sudah bertekad menipuku,

menurutmu, aku masih akan percaya kata-katamu?

Kau bisa menyembunyikannya sementara, tapi tidak selamanya.

Tidak menemukan Changgeng,

aku akan tinggal di Sekte Duxian.

Pergi, siapkan kamar yang bagus untukku.

Yang bersih.

Jika ada sedikit debu saja,

aku akan melapor ke Guru Agung.

Bilang Sekte Duxian mengabaikan Dewa Emas dari Sekte Chan.

Buat Sekte Duxian ditutup selamanya.

Siapkan kamar yang bersih untuk Rekan Kultivator.

Guru Agung tidak marah?

Seperti ini pun tidak muntah darah?

Benar.

Sepertinya Sekte Xifang sudah bergerak lebih dulu.

Situasinya jadi sedikit rumit.

Namun, jangan khawatir,

aku punya rencana cadangan.

Rencana cadangan?

Di dunia kultivasi ini,

terbagi menjadi tiga sekte, yaitu Manusia, Chan dan Jie.

Karena Sekte Xian dan Sekte Chan tidak bisa,

aku hanya perlu mengarahkan kultivasi ini

ke Sekte Jie.

Kakak Seperguruan.

Ada apa?

Dewa Agung Sekte Jie, Zhao Gongming, mengunjungi Sekte Duxian.

Guru Agung memanggil kita.

Sekte Jie datang lagi?

Baik, baiklah. Kau duluan saja.

Siap!

Aku tutup teleponnya dulu.

Asam.

Lumayan enak.

Kau mau coba?

Sekte Jie

adalah cabang dari ajaran Master Tong Tian.

Mereka menerima murid tanpa memandang bulu.

Apa maksudnya?

Artinya, segala sesuatu bisa berkultivasi.

Apa pun bisa.

Coba lihat.

Lihat satu per satu,

berbagai penampilan aneh dan tidak jelas.

Apa-apaan?

Kalian berdua dengarkan, ya.

Sekte Duxian ini besar sekali.

Jangan sembarang lari.

Terutama kau, Nak.

Guru Agung tiba.

Guru Agung.

Ada urusan apa Rekan Kultivator

datang ke Sekte Duxian?

Namanya Wang apa?

Namanya Wang apa?

Wang Qing.

Pak Tua.

Kau...

Kudengar Sekte Duxian ada seseorang bernama Changgeng

yang melewati Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.

Aku datang untuk berkenalan,

biar ke depannya bisa berinteraksi.

Di antara murid-murid dari setiap puncak Sekte Duxian,

tidak ada orang bernama Changgeng.

Kau sudah tua, ingatanmu buruk, ya?

Dia seangkatan denganku.

Bocah, jangan sok tua.

Kau...

Begini saja.

Aku akan mencarinya dua hari.

Kalau ketemu,

aku akan pergi.

Kalau tidak ketemu,

aku tetap akan pergi.

Aku akan tinggal dua atau tiga hari di sini.

Bantu aturkan.

Kalian begitu banyak orang...

Jadi, harus atur tempat yang agak besar.

Sediakan juga makanan dan minuman.

Pokoknya kalian aturlah.

Kawan-kawan.

Kalau begitu, kita makan dan minum sepuasnya di sini.

Bisakah?

Baik.

Lalu, tagihannya...

Pak Tua, tolong catat tagihannya.

Kau yang bayar.

Ayo!

Ayo!

Guru Agung.

Guru Agung.

Sekarang kalian sudah tahu, 'kan?

Guru Agung

sering batuk darah, batuk tidak kunjung sembuh,

takutnya karena kesal.

Murid-murid dari setiap puncak Sekte Duxian, dengarkan perintahku!

Zhao Gongming

tidak boleh disinggung.

Ingatlah!

Baik.

Sekte Chan tidak bisa, Sekte Jie juga tidak bisa.

Jika orang biasa sampai pada tahap ini,

pasti sudah kehabisan akal.

Kau bajingan,

bukan orang biasa.

Peri memahamiku.

Karena dunia ini terbagi...

Lan Ling'e!

Lan Ling'e!

Lan Ling'e!

Meski di dunia ini

ada tiga sekte,

tapi bukan hanya orang dari tiga sekte yang bisa melewati ujian petaka.

Ini adalah titik buta.

Aku hanya perlu memanfaatkan titik buta ini dengan baik,

mendorong identitas Changgeng ke Laut Timur.

Kakak Seperguruan.

Aku lagi.

Kapan selesainya?

Jiang Si'er, tuan putri Klan Duyung Laut Selatan,

memimpin para prajurit pilihan Laut Selatan,

memberi hormat kepada para tetua Sekte Duxian.

Aku dengar Dewa Agung Changgeng ada di sini.

Changgeng bukan murid Sekte Duxian.

Tuan Putri cari di tempat lain saja.

Atur tempat tinggal untuk saudara Klan Duyung.

[Istana Qiling]

Lan Ling'e!

Aku pergi.

Cepat pergi, cepat!

Tutup rapat!

Tutup!

Jangan sampai ada yang masuk.

Apa yang kalian lakukan?

Guru Agung.

Guru Agung, datang banyak orang.

Jangan membuka pintu.

Ya, banyak sekali orangnya.

Sembrono.

Sekte Duxian selalu menyambut orang yang memiliki takdir keabadian.

Jika karena terlalu banyak orang,

kita menutup pintu,

bagaimana kelak kita menerima murid dan mengajarkan ajaran kita?

Buka pintu!

Namun, Guru Agung, ini...

Buka pintu!

Dewa Agung!

Dewa Agung!

Tutup pintu!

Guru Agung.

Kenapa begitu?

Kalau begini terus,

apa tidak gawat?

Gawat!

Jangan sampai Guru Agung tahu

aku tidak pulang semalaman.

Ayo!

Ayo, coba ini.

Semuanya jaga ketertiban, perhatikan kebersihan!

Pastikan menjaga keselamatan, jaga kebersihan!

Jaga kebersihan, ya!

Cantik, 'kan?

[Mampir Sebentar]

Belum sadar dari mabuk, 'kan?

Aliran Manusia

terlalu amatir.

Jiu!

Sudah kembali?

Kakak Kelima, sedang apa?

Cuaca hari ini bagus sekali.

Aku baru saja bangun tidur siang.

Baru berencana keluar jalan-jalan.

Aktingmu sekarang makin bagus saja.

Minum arak semalaman.

Tidak pulang semalaman, 'kan?

Kakak Kelima.

Jangan beri tahu Guru Agung.

Kalau tidak, aku akan dihukum lagi.

Dia... dia menyuruhku begini.

Di dalam lingkaran itu.

Tidak boleh minum arak,

juga tidak boleh bergerak.

- Kau tahu betapa menakutkannya? - Sudahlah.

Dia itu...

Sudahlah!

Duduk dulu.

Sangat menakutkan.

Dasar!

Ayo minum teh dulu.

Redakan mabukmu.

Aku tahu Kakak Kelima paling baik padaku.

Hari ini Guru Agung sibuk dengan urusan luar.

Aku tidak tahu kau tidak ada di kamar.

Syukurlah.

Namun, kau minum arak begini, bisa mengganggu pekerjaan.

Kalau menimbulkan masalah besar,

jangankan aku,

bahkan Guru Agung pun tidak bisa menyelamatkanmu.

Bukankah masih ada Kakak Kelima?

Kalau tidak bisa, masih ada

Kakak Pertama, Kakak Kedua, Kakak Ketiga, Kakak Keempat.

Jiu,

bagaimanapun juga,

kau ini termasuk tetua

di dalam Sekte Duxian.

Karena sebagai tetua,

kau seharusnya memikul tanggung jawab seorang tetua.

Aku juga merupakan adik seperguruan dari generasi "Jiu".

Kesulitan-kesulitan ini

seharusnya diselesaikan oleh kakak-kakakku.

Aku seharusnya hidup tanpa beban,

bahagia dan riang gembira.

Benar, 'kan?

Kau...

Menurutku kau harus ke Puncak Xiaoqiong.

Puncak Xiaoqiong cocok dengan sifatmu.

Kau benar-benar memahamiku.

Tahukah kau seberapa enaknya

arak di sana?

Kekuatan spiritual kedua murid Puncak Xiaoqiong...

Mereka itu sebenarnya bibit dewa macam apa?

Xiao Ling'e lincah dan cerdik.

Sangat menggemaskan.

Kalau Changshou,

tubuh kurusnya itu lemah tidak berdaya.

Dia juga tidak bisa menyentuh wanita.

Begitu disentuh, mulutnya berbusa.

Entah sekarang sudah sembuh atau belum.

Begitu mendebarkan?

Ada apa, Kakak Kelima?

Qi Yuan bilang mereka berdua adalah bibit unggul.

Dia memintaku

lebih banyak memperhatikan mereka.

Tidak masalah.

Siapa pun yang berani mengganggu mereka berdua,

aku akan berikan satu tebakan.

Kau hebat, puas?

Maksudku adalah

aku ingin menjemput dua murid ini

ke Puncak Saochou.

Bagaimana menurutmu?

Menurutku bagus sekali.

Kau bawa mereka kemari,

aku yang akan mendidik mereka.

Kau yang mendidik?

Terima kasih banyak.

Memang aku yang akan mendidiknya.

Aku juga bersumpah,

aku bukan mengidamkan arak dari mereka.

Begitu kau bicara soal arak,

aku jadi teringat sesuatu.

Kenapa?

Demi menghukummu,

Guru Agung menyuruh orang

mengambil semua arak di kamarmu

dan memberikannya pada orang lain.

Biarpun aku melakukan kejahatan besar,

juga tidak pantas menerima hukuman seperti ini.

Mana boleh memberikan arakku kepada orang lain?

Guru Agung, dasar Pak Tua!

- Benar-benar jahat! - Sudah kuduga kau akan begini.

Jadi, aku menyembunyikan

satu guci untukmu.

Di mana?

Di halaman belakang.

Memang kau yang paling bisa diandalkan.

Aku cinta kau.

Ingat, jangan sampai ketahuan.

Tenang saja, tidak akan ada masalah.

Minum arak!

Guru Agung.

Minum lagi?

Tidak ada hubungannya denganku.

Kau sungguh kejam, Guru Agung.

[Tempat Penempatan Sekte Dewa Laut]

Semuanya!

Kalian bukan kultivator,

jadi tidak bisa masuk Sekte Duxian.

Namun, Ketua Sekte memahami keinginan kalian untuk cari Jalan Tao,

jadi beliau secara khusus menyiapkan makanan dan minuman untuk kalian.

Setiap orang mendapat satu porsi makanan.

Minuman bisa diambil sendiri di depan.

Baik.

Tolong bagikan kepada mereka.

Ternyata Dewa Agung Changgeng

adalah sosok yang terkenal di dunia kultivasi?

Begitu banyak orang yang datang karena kagum padanya.

Kenapa aku tidak tahu sebelumnya?

Benar-benar seperti katak dalam tempurung.

Benar kalau kau tidak tahu apa-apa.

Malah aneh kalau kau tahu.

Kakak Seperguruan Changshou ke mana?

Mungkin Kakak Seperguruan pergi mencari ketenangan.

Begitu rupanya.

Tidak terganggu oleh dunia luar.

Mempertahankan niat awal sendiri.

Aku belajar satu hal lagi dari Kakak Seperguruan Changshou.

Adik Seperguruan Ling'e.

Aku kembali ke Puncak Potian untuk berkultivasi dulu.

Baik.

Beracun.

Hari ini,

aku akan menceritakan kepada kalian

tentang sebuah kisah terkenal dari Sekte Dewa Laut.

Dewa Laut Menggoda Gadis Naga Kecil.

Pada hari itu,

Dewa Laut Changgeng...

Changgeng?

Sedang berjalan di atas permukaan laut.

- Kakak seperguruanku? - Tiba-tiba saja...

Di kejauhan ada...

Aku tidak mau dengar.

Kakak Seperguruan tidak mungkin merupakan orang seperti itu.

Tidak mungkin.

Kuberi tahu pada kalian.

Siluman ikan mas itu bertubuh indah memesona.

Dewa Laut Changgeng

melihatnya dengan nafsu yang tidak tertahankan.

Merobek pakaiannya.

Memperlihatkan dua bonggol otot dada yang kekar.

Tidak pantas untuk anak-anak.

Aku tidak mau dengar.

Mustahil sekali.

Kakak Seperguruan itu seperti kodok di kolam.

Tidak mungkin ada yang bersamanya.

Oh Langit, oh Bumi.

Tidak mungkin.

Berdarah lagi.

Tidak apa-apa.

Sudah terbiasa.

Guru Agung.

Andai saja aku punya energi kultivasi sepertimu,

aku juga akan muntah setiap hari.

Sekte Duxian

sudah lama tidak seramai ini.

Guru Agung, maafkan aku berbicara terus terang.

Tiga sekte sudah lama tidak akur.

Sekte Chan sombong dan angkuh.

Sekte Jie kacau balau.

Klan Duyung juga punya hubungan erat dengan Klan Naga.

Membiarkan mereka masuk gerbang gunung,

murid saja sudah kewalahan

untuk menjaga ketertiban gunung.

Benar.

Tiga sekte saling berselisih,

tapi tiga sekte berasal dari akar yang sama.

Ajaran Tao yang dicari juga berasal dari guru yang sama.

Kenapa harus saling bertikai?

Aku punya satu impian.

Suatu hari nanti,

ketiga sekte dapat mengesampingkan prasangka masing-masing,

berkumpul bersama

untuk mempelajari ajaran Tao yang sama,

bahkan

ketiga sekte bersatu.

Tiga sekte bersatu,

itu memang bagus,

tapi

apakah mungkin?

Ini memang adalah impianku,

tapi setelah sekian lama,

aku juga tidak berdaya.

Namun, sekarang

aku melihat harapan.

Jika ingin tiga sekte melepaskan perselisihan masing-masing,

harus ada musuh bersama.

Musuh bersama?

Aku...

Energi kultivasimu belum cukup.

Perhitunganmu tidak akurat, tidak bisa dihitung.

Guru tidak menyalahkanmu.

Ada takdir untuk Sekte Duxian.

Seribu tahun setelah sekte berdiri,

akan ada malapetaka.

Malapetaka?

Malapetaka...

Sejak Sekte Duxian didirikan,

tepat sudah seribu tahun.

Tidak apa-apa.

Saat malapetaka itu datang,

hanya dengan kekuatan Sekte Duxian,

sangat sulit untuk melewatinya.

Oleh karena itu, aku

membolehkan begitu banyak orang masuk ke Sekte Duxian.

Ada orang asing di Laut Selatan yang melewati ujian petaka,

kenapa semua orang

mencarinya di Sekte Duxian?

Tidakkah menurutmu

ada seseorang yang mengatur semua ini di balik layar?

Jadi,

maksud Anda

seseorang akan berbuat jahat pada Sekte Duxian?

Aku merasa

ada kekuatan baru yang terbentuk di luar.

Meskipun aku tidak tahu kekuatan apa itu,

dan kenapa mereka menargetkan Sekte Duxian,

tapi saat malapetaka itu datang,

ketika menghadapi rintangan hidup dan mati,

aku yakin, orang-orang dari tiga sekte yang ada di sini,

pasti bisa mengesampingkan masa lalu

dan bersatu melawan musuh.

Aku ingin memanfaatkan malapetaka dalam takdir Sekte Duxian,

sebagai titik awal penyatuan tiga sekte.

Guru Agung.

Aku sudah mengerti.

Ayo, giliranmu.

Giliranku.

Siap?

Siap!

Berangkat.

Wahai Rekan Kultivator,

ada urusan apa?

Tidak ada apa-apa.

Baguslah kalau begitu.

Wang Qi.

Ada banyak orang bernama Wang Qi di Sekte Duxian.

Para Rekan Kultivator sekalian,

kalian mencari Wang Qi yang mana?

Aku mencari Wang Qi dari Puncak Xiaoling.

Wang Qi dari Puncak Xiaoling?

Benar atau tidak?

Benar.

Liu Sizhe.

Dewa Agung, ada urusan apa?

Liu Sizhe, 'kan?

Benar sekali.

Mohon ajarannya.

Tidak pantas disebut mengajari.

Namun, kalau kau memaksa untuk mengajari, ya boleh saja.

Baiklah, aku duluan mengajari,

kemudian kau teriak.

Mengajari...

Teriak!

Dua Kakak Seperguruan,

kenapa kalian ada di sini?

Adik Seperguruan?

Adik Seperguruan.

Zhao Gongming, dia bukan manusia.

Apa yang terjadi?

Oh ya, Adik Seperguruan.

Cepat pergi ke Puncak Xiaoqiong untuk menyelamatkan orang!

Kakak datang!

Kalian semua menungguku?

Selanjutnya.

Li Changshou dari Puncak Xiaoqiong.

Sekte Chan.

Sekte Jie.

Klan Duyung.

Desa Xiong.

Target Sekte Xifang sudah jelas,

yaitu Changgeng.

Kau masih tidak mau mendengarkan strategiku.

Peri.

Jangan khawatir.

Aku tidak akan memaksamu.

Aku percaya padamu.

Kau punya rencanamu sendiri.

Terima kasih, Peri.

Namun, kau juga berjanji padaku

bahwa kau akan memberitahuku semua rencanamu.

Aku sedang menunggu seseorang.

Menunggu seseorang?

Untuk menghancurkan konspirasi Sekte Xifang,

rencana yang paling aman

tetap adalah mengoperasikan Klan Naga naik ke langit.

Membiarkan Istana Langit ikut campur dalam urusan Istana Naga.

Namun, tokoh paling krusial dalam rencana ini

adalah Ao Yi.

Orang yang paling ingin dia temui

adalah Changgeng.

Begitu rupanya.

Sekte Xifang menyebarkan

desas-desus bahwa Changgeng ada di Sekte Duxian.

Malah kau manfaatkan

agar Ao Yi datang ke Sekte Duxian untuk menemuimu.

Begitu dia muncul,

aku akan menyerahkan identitas orang yang melewati ujian petaka

secara alami kepadanya.

Membantunya membangun wibawa,

menjadi pemimpin Klan Naga.

Lalu membiarkannya kembali ke Istana Naga

untuk merebut takhta Raja Naga.

Sekaligus menyingkirkan

kekuatan Sekte Xifang yang bersembunyi di Istana Naga.

Peri memang cerdas.

Langsung mengerti.

Karena ini rencanamu,

baik, aku bersedia membantumu.

Terima kasih, Peri.

Sekarang

aku hanya perlu berada

di Puncak Xiaoqiong dengan tenang.

Menanti kemunculan Ao Yi.

Namun, apakah kau tidak takut

Sekte Xifang menemukanmu lebih dulu?

Peri tenang saja.

Aku sudah siap sepenuhnya.

Semua kupu-kupu kertas telah ditarik kembali.

Biarpun Sekte Xifang punya kemampuan luar biasa,

juga tidak akan menemukan lokasiku.

♪Melihat suka dan duka dunia♪

♪Pertemuan dan perpisahan, takdir tidak terhingga♪

♪Menghela napas, cinta berulang kali berputar♪

♪Kenangan dipenuhi kesedihan♪

♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪

♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪

♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪

♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪

♪Minum arak keruh lagi beberapa gelas♪

♪Ribuan gunung dan sungai, mengundangmu menyertai♪

♪Mengganti dengan kebaikan yang lapang dan mulia♪

♪Sayangnya cerita begitu singkat♪

♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪

♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪

♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪

♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.