Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Kekacauan, langit, pusaran giok♪
♪Tiga alam, Dunia Primordial, berpegang teguh♪
♪Kaldron menempa ujung tombak sejati♪
♪Tungku menempa bulan sabit yang kosong♪
♪Misteri menanam benih Tao♪
♪Berani menciptakan alam semesta yang luas♪
[Penarikan Senar]
[Adaptasi dari novel dengan judul sama karya Yangui Zhengzhuan, Grup Yuewen]
[Episode 15]
Hal yang paling mendesak
adalah tidak membiarkannya mengambil Pedang Xianyuan.
Dasar bajingan, kau...
Untuk apa dia mengambil Pedang Xianyuan?
Dia ingin mengambil Jarum Penenang Laut.
Tahukah kau
apa akibatnya jika mengambil
Jarum Penenang Laut?
Aku harus mendapatkannya.
Kenapa?
Karena ada orang yang lebih besar darimu memberitahuku
bahwa tidak lama lagi
Tiga Alam akan kedatangan
Malapetaka Dunia yang menghancurkan langit dan bumi.
Langit?
Kau juga pernah bertemu Langit?
Kenapa aku tidak pernah?
Langit pernah memberitahuku
bahwa Tiga Alam akan menghadapi Malapetaka Dunia.
Saat itu, makhluk hidup akan musnah, tidak ada yang berbisa.
Kukira dia hanya memberitahuku sendiri.
Aku berharap tidak pernah bertemu dengannya,
dan tidak pernah mendengar nubuatnya.
Bahkan aku saja tidak diberi tahu soal ini,
kenapa malah memberi tahu kalian dulu?
Kau hanya perlu segera kembali ke Istana Langit,
maka kau bisa terhindar dari malapetaka.
Apa yang kau takutkan?
Masuk akal.
Istana Langit sangat kekurangan orang.
Namun, meskipun begitu,
juga hanya bisa menyelamatkanku seorang,
tidak bisa menyelamatkan seluruh Sekte Jie.
Manusia itu
jika melakukan sesuatu dengan terpaksa,
menunjukkan bahwa dia pasti punya orang yang dikhawatirkannya.
Kau tahu Pulau Sanxian?
Apa kau pikir aku melakukannya demi diriku sendiri?
Jika aku melakukannya demi diriku sendiri,
aku bisa saja hidup bebas di luar sana.
Peri bukan melakukannya demi diri sendiri,
melainkan untuk menyelamatkan anggota Sekte Jie.
Apa lagi yang dikatakan Langit padamu?
Langit juga bilang,
ketika Malapetaka Dunia tiba,
seluruh anggota Sekte Jie
akan mati dengan tragis,
lalu musnah.
Langit juga bilang,
asal mengumpulkan 12 harta karun spiritual,
bisa menyelamatkan seluruh Sekte Jie.
Itulah sebabnya sifat Peri berubah drastis
dan merampas harta karun spiritual di mana-mana?
Jika Langit ingin membunuhku,
aku tidak punya keluhan sedikit pun.
Namun, jika Langit ingin melukai
saudara seperguruanku di Pulau Sanxian,
biarpun itu adalah takdir,
aku pun akan menentang Langit.
Lalu apakah kau pernah berpikir,
kalau kau merebut Jarum Penenang Laut,
kau benar-benar akan memulai Malapetaka Dunia?
Aku tidak tahu apa itu
Malapetaka Dunia yang kalian bicarakan,
tapi bencana yang membuat makhluk hidup tersisa sedikit,
sudah pernah terjadi
seribu tahun lalu.
Perang Dewa dan Iblis?
Yang disegel di bawah Mata Laut Timur oleh Jarum Penenang Laut,
adalah
Kaisar Siluman yang kalah tempur seribu tahun lalu.
Jadi, tahukah kau
kenapa aku tidak bisa membiarkanmu mengambil Jarum Penenang Laut?
Namun, kalau...
Kalau Malapetaka Dunia
tidak ada hubungannya dengan Mata Laut Timur,
lalu apa yang bisa
kugunakan untuk menyelamatkan anggota Sekte Jie?
Jika kau benar-benar mengambil Jarum Penenang Laut secara paksa,
detik itu
ditakdirkan merupakan sebuah malapetaka.
Ini...
Aku punya satu cara.
Apa yang kau lakukan?
Tidak bisa kau dapatkan, jadi mau kau hancurkan?
Peri, jangan tertipu.
Apa?
Peri, pikirkan baik-baik.
Sekte Xifang memasang jebakan siluman laut di sini
untuk mencari Pedang Xianyuan, apa tujuannya?
Demi Jarum Penenang Laut.
Lalu, apa tujuan orang yang memancingmu
di balik semua ini?
Demi
memulai Malapetaka Dunia?
Lalu siapa orang yang memancingmu
dan apa tujuannya?
Agar aku memulai Malapetaka Dunia dengan tanganku sendiri.
Malapetaka Dunia yang dibicarakan oleh Langit
tidak akan muncul tanpa sebab.
Jadi aku menebak,
pasti ada kekuatan di balik ini
yang mendorong Malapetaka Dunia.
Kekuatan ini
mungkin adalah Sekte Xifang.
Apa Istana Langit tidak peduli?
Sekte Xifang adalah sekte kecil di Benua Xiniuhe.
Tidak pernah muncul selama ribuan tahun.
Biarpun Istana Langit ingin mengurusnya,
juga tidak bisa menemukan mereka.
Lagi pula Istana Langit baru berdiri,
mereka sibuk mengurus diri sendiri.
Sekte Xifang telah bersembunyi bertahun-tahun,
tujuannya untuk menyusun rencana.
Jika tebakanku benar,
kekuatan mereka mungkin tidak hanya di Pulau Xiong,
tapi juga Sekte Duxian,
bahkan Istana Naga.
Sejak kapan kau menyadarinya?
Sejak aku menyadari
ada yang mengincar Pedang Xianyuan di Pulau Xiong,
aku sudah punya firasat.
Jika memang benar begitu,
apa rencanamu?
Karena orang-orang di Desa Xiong percaya pada dewa,
Kenapa Peri dan aku
tidak bisa menjadi dewa itu?
Jadi sejak saat itu
kau menetapkan strategi membagi tiga Pedang Xianyuan?
Dia juga pandai berimajinasi.
Strategi apa?
Aku membagi Pedang Xianyuan menjadi tiga bagian.
Kita bertiga masing-masing memegang satu bagian.
Jika Sekte Xifang ingin merebut Pedang Xianyuan,
mereka harus mengumpulkan kita bertiga terlebih dahulu.
Jika di antara kita bertiga,
ada satu orang yang celaka,
dua orang lainnya akan tahu kabarnya.
Ini akan membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Ide bagus!
Dengan begini,
Peri tidak akan bisa mengambil Jarum Penenang Laut.
Istana Langit juga bisa tenang.
Kalau...
Kalau Malapetaka Dunia datang sesuai perkiraan,
para pengikut Sekte Jie akan menghadapi bencana besar,
maka aku
bersedia menyerahkan kepingan ini.
Pada saat itu, mohon Kaisar Langit
kasihanilah para pengikut Sekte Jie,
serahkan kepingan
untuk membantu Peri Yunxiao membuka Jarum Penenang Laut.
Jika Malapetaka Dunia benar-benar terjadi,
apakah Mata Laut Timur bisa ditahan,
itu tidak lagi penting.
Aku akan membantu Peri.
Apakah Peri sudah puas?
Jadi,
yang kau lakukan di Pulau Xiong selama ini,
semuanya demi aku?
Orang yang tidak mengenal Peri,
kalau mendengar perbuatanmu,
sulit untuk tidak salah paham.
Aku dan Peri telah berinteraksi selama beberapa hari.
Aku percaya pada Peri.
Tidak pernah ada orang
yang berani menyinggungku seperti dirimu.
Juga tidak pernah ada orang
yang memercayaiku seperti dirimu.
Kau
tidak menyalahkanku memanfaatkanmu
dan tidak takut aku menipumu?
Jika hari itu benar-benar tiba,
aku
punya strategi sendiri.
Dasar bajingan,
kau selalu punya banyak ide licik.
Terima kasih.
[Li Changshou]
[Yunxiao]
Aneh.
Ke mana Ke Le'er pergi?
Semuanya,
aku akan pergi.
Ketua Sekte.
Kalau kau pergi, bagaimana nasib kami para manusia fana?
Benar.
Benar.
Bagaimana dengan kami?
Semuanya jangan khawatir.
Meskipun aku pergi,
tapi Sekte Dewa Laut
akan terus ada.
Terus ada?
Aku umumkan secara resmi,
posisi Ketua Sekte Dewa Laut
kualihkan kepada Dewa Agung Changgeng.
Bagus sekali!
Dewa Agung Changgeng.
Kita punya ketua sekte baru!
Punya ketua sekte baru!
Bagus sekali, Sekte Dewa Laut!
Ketua sekte baru!
Cepat beri hormat pada Ketua Sekte!
Hormat pada Ketua Sekte baru!
Hormat kepada Ketua Sekte!
Karma yang kau tolak sendiri,
kau lempar ke aku?
- Ini memang masalah yang kau timbulkan. - Hormat kepada Ketua Sekte baru.
- Kau tangani sendiri. - Hormat kepada Ketua Sekte baru.
Hormat kepada Ketua Sekte.
- Hormat kepada Ketua Sekte baru. - Eh,
- warga Desa Xiong jelas sangat kuat. - Hormat kepada Ketua Sekte baru.
Sudah jauh lebih kuat dari orang biasa.
Buat apa percaya pada dewa?
Itu karena kau belum pernah melihat
betapa sengsaranya hidup
keturunan Leluhur Penyihir di masa lalu.
Sengsara?
Keturunan Leluhur Penyihir waktu itu menciptakan Pedang Xianyuan.
Takut pedang direbut orang,
jadi mereka menambahkan satu batasan pada Pedang Xianyuan.
Harus menggunakan darah keturunan Leluhur Penyihir untuk mengasah bilahnya
baru pedang itu bisa berfungsi.
Jika tanpa darah keturunan Leluhur Penyihir,
Pedang Xianyuan
hanyalah pedang pusaka biasa.
Mengasah bilah dengan darah?
Kau juga sudah menduganya, 'kan?
Waktu itu, Kaisar Siluman
memelihara keturunan Leluhur Penyihir.
Setiap kali berperang,
dia akan membunuh satu orang untuk mengasah senjatanya.
Keturunan Leluhur Penyihir pun
disiksa selama bertahun-tahun seperti itu.
Orang-orang Desa Xiong yang tersisa ini
sudah lama lupa
bahwa mereka adalah keturunan Leluhur Penyihir.
Namun, mereka selalu ingat
ketakutan dan rasa hormat akan menanti
penyelamatan dari dewa.
Jangan emosional begini, ayolah.
Masih banyak urusan di Langit
yang menunggu keputusanmu.
Cepat berangkat.
Kenapa masih banyak sekali urusan?
Baiklah.
Cepat!
Aku berangkat, ya.
Akhirnya aku...
Teknik Pelarian Tanah!
Di mana Ketua Sekte?
Ketua Sekte!
Di mana Ketua Sekte?
Ketua Sekte!
Ketua sekte kita sudah pergi.
Jangan panik!
Jangan panik!
Ayah!
- Dia bukan. - Ketua Sekte sudah pergi.
Dia bukan.
Dia bukan ketua sekte.
Siapa dia?
Dia adalah dewa kita.
Dewa kita?
Dewa kita?
Kita harus keluar dari Pulau Xiong
dan mencari kembali ketua Sekte Dewa Laut.
Baik!
Dia adalah dewa kita.
Sekte Dewa Laut!
- Dia adalah dewa kita! - Sekte Dewa Laut!
Sekte Dewa Laut!
Dari gambar ini terlihat,
[Jarum Penenang Laut] Sekte Xifang incar Jarum Penenang Laut,
merencanakan Malapetaka Dunia.
Inti masalah saat ini adalah Sekte Xifang.
Ini adalah ancaman keamanan terbesar kita saat ini.
Selama ancaman keamanan ini teratasi,
semuanya akan terselesaikan dengan mudah.
Mulai sekarang, Tiga Alam akan damai.
Kaisar Langit, apakah ada pertanyaan lain?
Ada beberapa poin.
Silakan katakan.
Gambar apa ini?
Gambar ini namanya peta pikiran.
Garis merah ini dari mana?
Garis merah ini pinjam dari Dewa Jodoh.
Tulisannya jelek sekali.
Eh, bisakah kau langsung ke intinya?
Intinya!
Aku sudah bicara banyak,
dengarkan poin utamanya.
Kau bicara banyak teori,
tapi kau sudah melihat
kondisi Istana Langit sekarang.
Miskin dan tidak berdaya.
Ditambah Klan Naga,
selama seribu tahun tidak pernah patuh.
Kita tidak bisa ikut campur.
Lagi pula Sekte Xifang
tidak pernah mau muncul.
Bahkan tidak tahu di mana mereka berada,
bagaimana cara menyelesaikannya?
Jarum Penenang Laut ada di Laut Timur.
Sekte Xifang juga menyusup ke Laut Timur.
Jadi kunci untuk memecahkan masalah ini adalah
bagaimana cara meminjam kekuatan Istana Langit
untuk memasuki Laut Timur.
Ada cara cerdik?
Satu kalimat.
Klan Naga naik ke langit.
Klan Naga naik ke langit.
Apa artinya
kalimat ini?
Maksudnya, sederhananya...
Maaf.
Aku sedang rapat, ada perlu apa?
Ada yang mencarimu?
Minggir!
Bukan mengataimu.
Batin terhubung, pikiran terbagi dua.
[Sebuah Pulau di Laut Selatan]
Peri.
Teknik batin terhubung ini memang praktis.
Hei bajingan, kau di mana sekarang?
Baru saja kabur dari Pulau Xiong.
Pantas saja.
[Negeri Ilusi Awan Senja] Bahkan pakaian pun belum ganti.
Apa aku mengganggumu?
Mana mungkin menggangguku?
Peri mencariku, tidak dianggap mengganggu.
Kalau tidak mengganggu,
bolehkah aku mencarimu
di Puncak Xiaoqiong?
Peri, jangan.
Klan Naga naik ke langit,
sebenarnya apa maksudnya?
Secara sederhananya
adalah membiarkan Klan Naga bergabung dengan Istana Langit,
menyambut Istana Langit ke Istana Naga,
lalu membasmi Sekte Xifang.
Ingin membuat Klan Naga tunduk pada Istana Langit,
tidaklah mudah.
Sebenarnya
hal ini tidak sulit.
Istana Langit tidak perlu mengelola Klan Naga secara langsung.
Cukup dukung satu orang perwakilan saja.
Perwakilan?
Jika ada satu orang,
dan ada satu naga,
seluruh Klan Naga mendengarkannya,
dan dia mendengarkanmu,
soal Klan Naga naik ke langit,
bukankah bisa berhasil?
Benar.
Selain itu,
aku sudah mencarikan kandidat
yang sangat cocok untukmu.
Kau kenal dia.
Siapa?
Pangeran Kedua Klan Naga,
Ao Yi.
Ao Yi?
Kapan aku mengenalnya?
Ke Le'er
adalah Ao Yi?
Peri.
Aku hanya menakutimu tadi.
Aku selalu jelas dalam hal budi dan dendam.
Jika kau menipuku,
aku pasti tidak akan mengampunimu.
Namun, kau membantuku menemukan Pedang Xianyuan,
tentu saja aku harus membalasmu.
Membalasku?
Kenapa?
Apa menurutmu,
aku ini orang yang tidak punya perasaan?
Tidak, tentu saja tidak.
Aku tahu kau
selalu tidak ingin terlibat dalam karma.
Berharap semua hal di dunia ini
makin menjauh darimu.
Peri memahamiku.
Dulu
saat aku mencari harta karun surgawi,
aku dengar Leluhur Sungai Darah
memiliki dua pedang,
bernama Abi dan Yuantu.
Membunuh tanpa terjerat karma.
Bagaimana kalau kurebut untukmu?
Eh, jangan.
Tidak perlu.
Kau suka pedang merah atau putih?
Sungguh tidak perlu, Peri.
Sungguh tidak perlu.
Tidak apa-apa.
Menteri Li.
Ya.
Kalau kau benar-benar bisa mewujudkan hal ini,
itu akan menjadi jasa besar.
Kau bisa langsung naik ke Istana Langit dan menjadi bagian dari jajaran dewa.
Sungguh?
Namun,
jika kau hanya membual,
dan tidak menepati janji,
itu berarti menipu Kaisar Langit.
Akan menerima hukuman langit.
Kaisar Langit, jangan khawatir.
Serahkan padaku.
Baiklah.
Mengingat kita begitu berjodoh,
aku sudah memutuskannya.
Sekarang aku akan memberimu hadiah.
Hadiah apa?
Aku baru saja
melukis sebuah lukisan baru lagi.
Lupakan saja.
Bukankah sudah kulihat di Pulau Xiong?
Tidak perlu melihatnya lagi sekarang, 'kan?
Kali ini berbeda.
Kali ini benar-benar berbeda.
Kau tidak suka Abi dan Yuantu?
Di dunia ini,
ternyata masih ada orang yang tidak tertarik pada harta karun?
Peri, kau salah paham.
Asal bisa membuat Peri tersenyum sedikit saja,
itu lebih baik daripada semua harta karun di dunia.
Belum pernah ada yang mengatakan hal seperti ini padaku.
Baiklah.
Karena kau
tidak menyukai harta karun apa pun,
bagaimana kalau aku mainkan sebuah lagu untukmu?
Benarkah?
Kalau kau masih tidak setuju,
aku akan marah.
Terima kasih atas perhatianmu, Peri.
Aku terima dengan hormat.
Menteriku yang baik.
Aku tahu kau sebenarnya ingin melihatnya.
Tidak, bukan, bukan begitu. Aku...
Lukisan ini sangat berbeda dengan yang di Pulau Xiong waktu itu.
Kalau kau berani mengingkarinya,
aku akan menghukummu.
Baik.
Terima kasih banyak atas anugerah Kaisar Langit.
Sama-sama.
Li Changshou, oh Li Changshou.
Kau benar-benar beruntung sekali.
Tulisan kaligrafi, lukisan, dan musik Dewa Agung,
semuanya terkumpul Jalan Tao yang dipahami oleh Dewa Agung.
Asal kau bisa memahami Rima Tao di dalamnya,
kekuatan spiritualmu akan meningkat pesat.
Menghemat ratusan tahun energi kultivasi.
Sungguh membuatku iri.
♪Dulu bagai rumput liar, suka mengembara♪
♪Kini tanggul menahan badai♪
♪Tubuh berlumur darah melawan ketidakpastian♪
Gawat.
Aku tidak tahan lagi.
Bertahanlah!
♪Melangkah jauh♪
♪Energi habis di tempat yang sunyi♪
♪Takdir datang padaku♪
♪Jutaan orang menghadang, tapi suara tetap terdengar♪
♪Melintasi langit, dewa dan iblis♪
♪Biasa saja♪
♪Awal bersiap sebelum hujan♪
♪Menghindar dan bertahan dengan menyembunyikan kelemahan♪
♪Jika lancar, hidup biasa saja♪
♪Berlawanan arah, siapa yang menentukan baik dan buruk♪
♪Habis gelap terbitlah terang, tidak gentar♪
♪Merencanakan sebelum mabuk♪
♪Para iblis gila, kenapa menghancurkan Fondasi Tao sendiri♪
♪Jalan sesat tidak tahu malu♪
♪Mengatasi ujian petaka dengan keberanian♪
♪Angin menderu memanggilku♪
♪Menggali mata menerangi malam, menyeberangi perahu jiwa♪
♪Rambut bagai gunung menjulang tinggi♪
♪Panah tertancap di dada jadi senar♪
♪Kehidupan luas melahirkan berbagai macam melodi♪
♪Tegak menjulang antara langit dan bumi, hati menumbuhkan kebijaksanaan lestari♪
♪Hari ini namaku terukir di langit♪
Gawat!
Aku memberikan terlalu banyak kekuatan spiritual.
♪Berubah jadi naga, hancurkan belenggu♪
♪Bangkitlah, dunia liar terbentang♪
♪Sosok agung, siapa yang berani mengarungi langit♪
♪Jika beban menindih bagai ribuan ton♪
♪Kepakkan sayap, terbang ke langit cerah♪
Energi spiritualku terisi penuh.
♪Sepuluh ribu prajurit surgawi saling mendukung♪
♪Menembus badai, maju dengan gagah♪
♪Bekas luka lama menjadi bukti kejujuran♪
♪Meski semua prajurit gugur demi kesetiaan♪
♪Teguklah arak keruh ini♪
Ini...
[Yuan Ze] Tidak benar.
[Dewa Agung Sekte Jie] Tadi masih sangat tenang.
[Ketua Pulau Jin'ao]
Kenapa tiba-tiba mendung gelap dan ombak mengamuk?
[Han Zhi, Murid Sekte Jie Pulau Jin'ao] Guru, jangan banyak bicara lagi.
Cepat bantu aku.
Itu awan petaka.
Ada rekan kultivator yang akan melewati ujian petaka di sini.
[Can Sheng, Murid Sekte Jie Pulau Jin'ao] Awan Petaka?
Dasar bajingan.
Berani-beraninya menyembunyikan begitu banyak kekuatan spiritual.
Meskipun persiapannya kurang matang,
tapi tidak bisa dihindari lagi.
Hanya bisa begini.
Nak,
dengarkan aku.
Bagi orang biasa yang melewati ujian petaka,
dua atau tiga petir saja sudah luar biasa.
Seperti aku dulu, ada empat petir.
Itu sudah sangat langka.
Ada berapa petir di awan petaka ini?
Satu, dua, tiga...
Mungkinkah ini adalah salah satu dari 32 petaka ganas,
Petaka Pemanggilan Dewa Delapan Kutub?
Yang ada di 32 petaka ganas?
Benar.
Petaka Pemanggilan Dewa Delapan Kutub ini sangat berbahaya.
Orang biasa yang mengalaminya
akan lenyap jiwanya.
Petaka Pemanggilan Dewa Delapan Kutub
menduduki peringkat keempat di antara 32 petaka ganas.
Hanya orang yang memiliki bakat luar biasa dalam berkultivasi
yang akan menghadapi petaka seperti ini.
Sayang sekali.
Hari ini bakat luar biasa dari sekteku
akan binasa di Laut Selatan ini.
Guru, apakah kau salah perhitungan?
Aku
mengetahui langit dan bumi, menguasai masa lalu dan masa kini.
Dikenal sebagai "si Maha Tahu di Tiga Alam".
Salah perhitungan?
Ini sungguh mustahil.
Mengaku sebagai "si Maha Tahu di Tiga Alam",
sebenarnya ahli ramalan sial dalam segala hal.
Apa katamu?
Bagaimana jika dia berhasil melewatinya?
Mana mungkin 32 petaka ganas dilewati dengan mudah?
Aku taruhan denganmu.
Jika dia bisa selamat,
aku
tidak akan bicara lagi semuanya.
Kau menyemburiku dengan ludahmu.
Kesemutan.
Agak kebas, cukup nyaman.
[Sangkar Sihir]
Terima kasih, Tuan Petaka Langit.
Sudah meluangkan waktu untuk menyambarku.
Nak,
kau lihat itu?
Petir yang menggelegar ini
adalah ujian dari Langit bagi para kultivator.
Jika berhasil melewatinya,
akan terbentang jalan keabadian yang mulus.
Jika gagal,
- Sudah yang keempat. - akan menjadi tulang belulang hangus...
Waktu itu aku
juga mendapat ilham
saat berada dalam kilatan petir,
sehingga merasakan
pencerahan tingkat tertinggi.
Sudah yang kelima, Guru.
- Dia sudah melampauimu. - Jangan menyela!
Can Sheng, kau kenapa?
Sudah yang ketujuh.
Semua hukuman petir
sudah kulewati.
Yang kedelapan ini,
pasti akan kujalani sepenuhnya.
Buka!
[Segel Air Pengejut Langit]
♪Aku tahu dunia penuh tipu daya♪
♪Memainkan sandiwara yang bagus♪
♪Apa salahnya menjelma ribuan diri untuk bersenang-senang♪
Segel Air Pengejut Langit?
Siapa tadi yang bilang dia tidak akan bisa melewatinya?
Sudah berubah pikiran?
Berubah pikiran apa?
Sekarang dia pasti mati!
Mana bisa petaka menjadi dewa,
dilawan dengan formasi jimat?
Ini adalah kebenaran
yang telah diuji dengan nyawa oleh banyak pendahulu.
Apa yang akan terjadi jika digunakan?
Jika digunakan...
Jika digunakan, aku pun tidak tahu.
Sedang apa?
Kenapa lihat aku?
Aku belum mencobanya, jadi tidak tahu.
Para pendahulu telah menasihati berulang kali,
pasti ada alasannya.
♪Menjadi dewa iblis yang ganas♪
Rekan kultivator ini
takutnya malah celaka karena kecerdikannya.
Nasib telah ditakdirkan,
langit yang menentukan!
Ayolah!
♪Biarkan aku masuk ke formasi dan membuat keributan♪
Sayang sekali.
Satu lagi genius Tao
gugur dalam ujian petakanya sendiri.
Setelah ditempa oleh delapan petir langit,
tubuh Tao-ku
bisa dibilang telah mencapai kesempurnaan.
Nanti saat naik ke Istana Langit,
termasuk punya pegangan.
Jangan pergi!
Tubuh bagian bawahku belum selesai melewati ujian.
Ada apa ini?
Mungkinkah kekuatan petir langit tidak cukup?
Atau fondasiku terlalu kokoh,
delapan petir langit tidak kuat menyambarku?
Sekarang bagaimana?
Amputasi saja,
biar tubuh bagian atas naik ke langit?
Namun, tubuh bagian bawahku juga penting.
Mungkinkah penyamaranku
memengaruhi penilaian Langit terhadapku?
Kau kenal aku?
Ini juga tidak bisa?
Mungkinkah karena alat?
Alat pun tidak boleh dipakai?
Tunggu, tunggu dulu!
Tunggu!
[Kain Kafan Suiren]
[Giok Kaisar Api]
[Tempurung Kura-kura Ramalan Fuxi]
Masih ada.
Ini adalah Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.
Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan?
Benar, peringkat kedua dari 32 petaka ganas,
Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.
Tadi Guru bilang itu Petaka Pemanggilan Dewa Delapan Kutub.
Aku juga ingin salah melihat.
Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan sangat terkenal dan mengerikan.
Sejak dulu hingga kini, hanya ada satu orang
yang berhasil melewatinya.
Siapa itu?
Murid pertama dari Aliran Manusia,
Master Agung Xuan Du.
Sudah berapa lama?
Seribu tahun?
Dua ribu tahun?
Bukan urusanku.
Sungguh bukan urusanku.
Formasi yang dibuat murid kesayanganmu ini,
bahkan Ling'e pun butuh beberapa hari untuk memecahkannya.
Guru, Paman Seperguruan,
makan pelan-pelan.
Baik.
Ling'e.
Guru.
Changshou pergi mengunjungi kerabatnya.
Ya.
Dia pergi ke tempat kerabat yang mana?
Ini...
Dia tidak memberitahuku.
Apa dia punya kerabat?
Dia tidak punya?
Dia dipungut olehku.
Guru, aku ingat.
Aku belum mengambil sup.
Tunggu aku.
Ling'e!
Li Changshou ini
selalu berbohong.
Dia tahu
membuatmu terperangkap begitu lama,
takut kau menghukumnya,
jadi tidak berani kembali.
Pergi dua hari, dia akan kembali.
Biarkan saja.
Biarkan saja?
Kau tetap harus mendisiplinkannya.
Kalau ini di Puncak Saochou,
Guru Agung pasti sudah...
Sudahlah.
Kurangi bicaranya.
Makan lebih banyak daging kecap untuk menambah darah.
Kau bisa menahannya?
Puncak Xiaoqiong
hanya punya dua murid.
Mana mungkin tidak nakal?
Benar.
Puncak Xiaoqiong
memang sulit.
Kakak Seperguruan.
Aku
ingin meminta satu hal.
Kenapa sampai meminta?
Langsung saja ke intinya.
Lihat kedua muridku ini,
bibit-bibit terbaik.
Ya.
Sayangnya gurunya ini,
memang tidak berguna.
Aku...
Kenapa kau ungkit masalah ini?
Itu semua sudah berlalu.
Bukan salahmu.
Maksudku,
kelak kalau kedua anak ini
mengalami musibah,
maksudku seandainya.
Bisakah Kakak Seperguruan
membantu mereka?
Sudah selesai bicara?
Kukira masalah besar.
Kita ini saudara seperguruan.
Tentu saja harus dibantu, ya, 'kan?
Namun, Puncak Xiaoqiong
memang ada kesulitan.
Bagaimana kalau begini saja,
kalian bertiga
langsung saja pindah ke Puncak Saochou?
Nanti aku bantu didik
kedua muridmu itu.
Tidak mau.
Meremehkan Puncak Saochou?
Aku mau menunggu orang
di Puncak Xiaoqiong.
Menunggu orang? Menunggu...
Kakak Seperguruan?
Sudah bertahun-tahun,
dia pasti tidak akan kembali lagi.
Omong kosong!
Kakak seperguruanku pasti akan kembali.
Kakak seperguruanku bilang
dia pergi berkultivasi.
Saat dia kembali nanti,
pasti akan mengejutkan seluruh Sekte Duxian.
Dia akan kembali.
Kau mengada-ada!
Awan petaka yang besar!
Mungkinkah ini Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan?
Kakak Seperguruan.
Ada perubahan tidak terduga saat melewati ujian petaka.
Langit tidak mengizinkan penggunaan alat bantu.
Maaf harus merepotkanmu sebentar.
Ini pertama kalinya aku melewati ujian petaka, tidak tahu aturannya.
Aku bukan sengaja menyembunyikannya.
Aku harap Langit mengingat betapa sulitnya aku berkultivasi,
turunkan petir langit untukku sekali lagi.
Kenapa ada naga yang ikut campur?
Apakah mesti sekarang?
Untung saja aku menyiapkan tambahan dua manusia kertas lagi.
Apakah mesti sekarang?
Habislah.
Can Sheng!
Tolong aku!
Energi spiritual langit dan bumi ini
semuanya mengalir ke arahnya.
Rekan kultivator ini
adalah orang pertama setelah Xuan Du!
Kakak Seperguruan,
apakah itu kau?
Terima kasih, Langit.
Naga emas,
apakah sekarang kau merasa tubuhmu lemas,
pusing dan pandangan berkunang-kunang?
Aku sudah menaruh sepuluh kali lipat
Bubuk Pelemas di manusia kertas.
Apa kau ingin tahu
kekuatanku setelah melewati ujian petaka?
Mesin cuci Bukaan Depan!
Can Sheng!
Untung saja ada Can Sheng.
Can Sheng!
Jiwa tidak lengkap,
tidak merasakan sakit, kebal terhadap air dan api.
Kau memungutnya kembali bukankah hanya demi ini?
Kenapa kau bicara begitu?
Aku melihat bakatnya bagus.
Tidak peduli cobaan apa yang dia alami,
prinsip kita sebagai murid Sekte Jie,
adalah mengajar tanpa membeda-bedakan!
Bukankah karena bakatmu kurang,
tidak bisa mendapat murid, malah memungut orang di mana-mana?
Dasar gadis tengik, kau bicara apa?
Aku berutang...
Baik, sudahlah.
Tempat ini...
Di mana ini?
Tempat ini..
Kalau aku tidak salah hitung,
ini adalah
tempat rekan kultivator tadi melewati ujian petaka.
Kalau begitu, rekan kultivator itu
berhasil melewati ujian petaka atau mati?
Jangan berpura-pura lagi.
Energi spiritual yang kuat sekali!
Rekan Kultivator!
aku harus bertemu denganmu.
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator, jangan pergi!
Kau malah menyusut setelah dicuci?
♪Tidak perlu bertanya, malas berdebat♪
Aku harus mencuci
kenanganmu tentang aku melewati ujian petaka.
♪Siapa yang bernyanyi sambil minum arak♪
♪Bintang tertawa, kunang-kunang berkedip♪
♪Keberanian rakyat jelata di seluruh kota♪
♪Tidak lebih dari melihat pedang dalam mabuk♪
♪Bermimpi menjadi penguasa lagi♪
♪Aku bertanya, siapa yang bisa♪
♪Menghitung jam waktu dengan tepat♪
Kenapa bagian ini susah sekali dicuci?
Tidak apa-apa.
Aku pakai mode cuci detail.
♪Apa salahnya jika jawabannya menjadi sia-sia♪
♪Kehidupan yang beragam♪
Aku mulai!
♪Bukankah ada dalam segala hal ini♪
♪Aku minum sambil merasakan angin sejuk♪
♪Riak yang paling stabil♪
♪Aku genggam langit luas ini♪
♪Takdir tidak akan sia-sia♪
♪Biarkan pikiran punya bobot♪
Sudah lepas, sangat bersih.
♪Tidak terkendali♪
♪Hanya senyum dengan tenang♪
Ini termasuk sudah selesai.
Seluruh kekuatan spiritualmu sudah kucuci bersih.
Mulai sekarang,
kau harus berkultivasi lagi dari awal.
Selanjutnya aku
akan kembali ke Sekte Duxian untuk mencari Ao Yi.
Membantunya membangkitkan Ramalan Naga Leluhur,
agar bisa memimpin Klan Naga dengan lancar,
terbang tinggi ke langit.
Pas sekali Pedang Xianyuan juga diambil kembali.
Ini ilusi.
Bukan ilusi!
Bisa-bisanya aku melakukan pelayanan lengkap
terhadap Pangeran Kedua Laut Timur
dan menghilangkan kekuatan spiritualnya?
Bagaimana ini?
Habislah.
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Bukankah penciumanmu sangat tajam?
Rekan Kultivator!
Kukurangi ketajaman penciumanmu.
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator, tunggu aku!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator!
Rekan Kultivator, kenapa kau pergi begitu cepat?
Kenapa kau tidak menungguku?
Guru, kau juga parah.
Kenapa kau bersikeras berteman dengannya?
Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan.
Ini Petaka Dewa Iblis Langit Kesembilan
peringkat kedua di Dunia Primordial.
Pasti tokoh agung dari zaman kuno yang bereinkarnasi,
baru mungkin bisa melewatinya dengan selamat, benar, 'kan?
Aku adalah si Maha Tahu di Tiga Alam.
- Kalau tidak bisa bergaul denganmu... - Apa ini?
Tidak bisa berbincang akrab denganmu,
bagaimana aku bisa pantas menyandang gelar ini?
Guru, kemarilah!
Ini manusia.
Ya iyalah. Tentu saja aku tahu ini manusia.
Kau mengaku sebagai "si Maha Tahu di Tiga Alam".
Kau kenal orang ini?
Kenal. Tentu saja aku kenal.
Aku, yang mengaku sebagai "si Maha Tahu di Tiga Alam",
ada orang apa yang tidak kukenal?
♪Melihat suka dan duka dunia♪
♪Pertemuan dan perpisahan, takdir tidak terhingga♪
♪Menghela napas, cinta berulang kali berputar♪
♪Kenangan dipenuhi kesedihan♪
♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪
♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪
♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪
♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪
♪Minum arak keruh lagi beberapa gelas♪
♪Ribuan gunung dan sungai, mengundangmu menyertai♪
♪Mengganti dengan kebaikan yang lapang dan mulia♪
♪Sayangnya cerita begitu singkat♪
♪Perlahan harapan di hati menjadi penyesalan♪
♪Kau telah pergi, menghilang bagai asap♪
♪Tangisan ini, takdir hidup belum usai♪
♪Kenangan masa lalu menghilang di malam hari♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.