Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Seluruh isi drama ini fiktif, hanya untuk hiburan. Mohon menonton dengan bijak]
Aku tahu, ucapanku memang keterlaluan.
[Episode Sebelumnya]
Namun, jika kamu tidur dengan Shasha demi membuatku kesal,
menurutku kamu terlalu kejam.
Semoga ada kesempatan makan di rumahmu kelak.
Aku benar-benar ingin kamu menjagaku.
Maukah menjadi manajerku?
Tidak disangka kita bisa bertemu di sini.
Apakah wanita itu adalah pacarmu?
Jangan menjadi orang yang mengecewakan semua orang lagi dalam keluarga.
Kamu mau memerasku?
Lebih baik disebut "negosiasi bisnis".
Kak Ton sangat berpengaruh di industri ini.
Kamu harus mendengarkan perintahnya, mengerti?
Terkenal atau tidak, tergantung hari ini.
Shasha, apakah kamu mendengarkan?
Sha.
Ha?
Dengarkan aku.
Ibumu memercayakanmu padaku.
Bagaimanapun juga, aku mau membuatmu terkenal.
Jika kerjamu bagus hari ini,
kita bisa menikmati kebahagiaan.
Lalu, kenapa Ibu tidak datang?
Ibu dan ayah tirimu ada di luar negeri.
Jika kamu bekerja keras dan menabung,
maka bisa mencari ibumu kapan pun kamu mau.
Coba berputar.
Lepaskan bajumu.
Masih perlu melepas baju?
Bukankah kamu ingin menjadi model?
Jangan membuang waktuku.
Lepaskan.
Menabung lebih banyak,
maka bisa mencari ibumu kapan pun kamu mau.
Malu begini?
Pasti tidak tahu harus melepas pakaian di depan staf
saat di belakang panggung, 'kan?
Harus bergegas untuk semuanya.
Jika kamu seperti ini, ditakutkan akan sangat sulit.
Singkap rokmu.
Harus bernyali besar jika mau menjadi model.
Dengan begini, baru bisa berjalan jauh.
Singkap lebih tinggi lagi.
Lebih naik lagi.
♪ Peraturan cinta, dilarang jatuh cinta padamu ♪
♪ Aku tahu, tapi aku tidak ingin mendengar ♪
♪ Tapi, aku lebih ingin ♪
♪ Hanya memikirkanmu ♪
♪ Gadis, gadis, gadis ♪
♪ Dilarang mencintaimu ♪
♪ Gadis, gadis, gadis ♪
♪ Gadis, gadis, gadis ♪
♪ Karena aku suka gadis ♪
[Girl Rules]
[Gadis yang Tersiksa]
Shasha.
Shasha.
Kenapa kamu menjadi begini?
Huh...
Kamu tahu ada pekerjaan hari ini.
Bangun.
Shasha, ada syuting hari ini.
Bisakah kamu menunda jadwalnya?
Boleh mengarang alasan apa pun.
Jangan egois begini, oke?
Seluruh kru pemotretan akan berhenti karena kamu seorang.
Bangun.
Hmm...
Satu.
Hmm...
Dua.
Tiga.
Hmm...
Kenapa wajahmu lesu begini?
Aku pakaikan masker untukmu nanti.
Aroma anggur merah bau sekali.
Kamu meminumnya atau mandi dengan anggur?
Pergi mandi.
Bolehkah aku tidur sebentar lagi?
Pergi mandi, mandi yang bersih.
Jangan sampai orang mencium bau alkohol.
Sangat memalukan.
Pergi mandi.
Semuanya, ini adalah Baipor.
Adik perempuanku.
Dia magang di departemen kreatif, mohon kalian membimbingnya.
Jika kerjanya tidak bagus, marahi saja.
Tidak perlu memikirkanku.
Mohon bimbingannya.
Boleh galak dan memarahi aku, tapi mohon lembut sedikit.
Hatiku sekecil ini.
Min, kamu mendengarkan tidak?
Aku dengar.
Jika ada masalah, bisa berdiskusi denganku.
Adik Prim adalah adikku.
Tapi, kamu jangan menempel pada pacar seperti kakakmu.
Aku menyuruhmu memarahi adikku, bukan menyindirku.
Jangan khawatir.
Aku belum punya pacar.
Pacaran bisa membuatku tidak fokus.
Aku hanya ingin fokus bekerja saat ini.
Hmm, kalian sama saja.
Baik, semuanya, pergi istirahat siang.
Lanjut rapat setelah kembali nanti.
Kak Prim, mau makan bersama?
Hmm, aku bahas pekerjaan dengan Min sebentar.
Mau pergi bersama?
Baik.
Jangan nakal.
Ada apa denganmu? Bertengkar dengan pacarmu?
Ya, sudah satu minggu dia tidak membalasku.
Itu karena sikapmu selalu tidak jelas.
Jika itu aku, aku akan sedih juga.
Saat kamu berpacaran dengan Park kala itu,
kulihat kamu mengajaknya ke rumah
dan mengumbar kemesraan dengan mengunggah foto di media sosial.
Itu tidak mudah.
Aku memiliki lingkaran sosial-ku juga.
Jika aku membagikan bahwa aku adalah lesbian,
orang lain akan menggosipkanku.
Kamu lebih peduli ucapan dunia luar
dan bukan perasaan Preaw?
Min, aku sangat memahamimu.
Tapi, bukan hanya kamu yang harus menyesuaikan.
Anak itu harus menyesuaikan juga.
Menurutku, lebih baik kamu bertanya pada hatimu
apa yang kamu inginkan.
Selan itu, kamu harus menyatakan sikapmu pada Preaw dengan jelas.
Mengerti tidak?
- Ya. - Ayo.
Cepat.
Bolehkah seperti ini, Kak Prim?
Ada yang perlu aku revisi tidak?
Aku sudah berusaha membuatnya sesuai permintaanmu.
Sungguh terima kasih.
Account executive sebelumnya terlalu menuruti klien.
Aku tidak senang bekerja.
Tidak boleh menambahkan apa pun, hanya memikirkan cara menjual.
Aku mengerti gaya kreativitasmu yang seperti ini.
Intinya, aku akan menyeimbangkan keuntungan perusahaan
dan perasaan kerja Kak Prim.
Tapi, bisakah membantuku memperbaiki bagian ini?
Aku takut klien akan salah paham.
Anggaran kita tidak sebanyak itu.
Eh... di sini, ya?
Oh, maaf.
Masih ada yang mau diperbaiki?
Hmm... tidak ada lagi.
Oke.
Aku akan memperbaikinya nanti
dan memintamu memeriksa satu kali lagi.
Ya.
Aku masih harus banyak belajar.
Terima kasih Kak Prim telah mengajariku.
Selamat sore.
Hei, Bambi, kenapa tidak memberi tahu?
Awalnya, ingin memberimu kejutan.
Sebaliknya malah dikejutkan.
Kebetulan dia mengambil proposal untuk aku periksa.
Dia juga mencari klien baru.
Kinerjanya sangat hebat.
Itu cukup bagus, menguntungkan perusahaanmu.
Tapi, semoga hanya kinerjanya yang hebat.
Tidak perlu untuk hal lain.
Aku hanya fokus pada pekerjaan.
Begini saja sudah tidak ada waktu menemani pacarku.
Jadi, kamu sudah punya pacar?
Ya, tapi seperti tidak ada.
Sering bertengkar akhir-akhir ini.
Kalau begitu...
Lebih baik mencoba menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemani pacarmu.
Lebih fokus pada masalah sendiri.
Mungkin hubungan kalian akan lebih baik.
Bisa meluangkan lebih banyak waktu.
Prim tidak akan mengkritik.
Terima kasih.
Aku juga berharap aku dan pacarku
bisa bahagia seperti Kak Prim dan kamu.
Sudah kuduga, dia terlihat memiliki niat jahat.
Pasti ingin menggodamu.
Mungkin sudah mulai merencanakan saat di gedung bulu tangkis.
Huh, kamu sungguh berani berpikir.
Tidak ada yang akan bersusah payah begitu, Bambi.
Kamu tidak mengerti apa-apa.
Saat aku ingin kamu mengejarku kala itu,
aku juga sering pergi ke kampusmu untuk menggodamu.
Supaya kamu datang dan berbicara denganku.
Saat menyukai seseorang,
kita akan memikirkan segala cara untuk berada di sisinya.
Wah, aku baru tahu.
Jadi, kamu menyukaiku lebih dulu?
Tidak.
Teorinya, kamu yang mengejarku lebih dulu.
Tapi, kamu membocorkan sendiri tadi.
Bagaimana?
Hmm?
Baik!
Aku yang menyukaimu lebih dulu.
Jadi, kamu adalah milikku, tidak ada yang boleh mendekat.
Jika ada yang berani mengacau,
pasti akan bertemu Bambi versi manusia kanibal.
Seperti ini.
Kalau begitu, makan aku dulu, oke?
Siap dimulai kapan saja.
Aku lihat fotonya dulu.
Menurutku, sudah bisa.
Terima kasih.
Jangan sungkan.
Katakan saja jika ada masalah.
Aku kira kamu sudah melupakanku karena sudah punya
senior sebagai pacar.
Apa maksudmu? Aku bukan orang seperti itu.
Bagaimana rasanya menjadikan seseorang yang baru
menyukai wanita sebagai pacar?
Cukup baik, tapi dia belum mau mengumumkan.
Apakah belum siap?
Sudah dewasa begitu, masih takut apa?
Lalu, kapan baru bisa tahu bahwa dia sudah siap?
Harus menunggu berapa bulan atau berapa tahun?
Sudahlah, seharusnya tidak akan begitu lama.
Bagaimana kamu tahu?
Mungkin dia hanya ingin mencoba denganmu.
Lalu, kembali mencari pria
atau mencari alternatif yang lebih baik darimu.
Preaw.
Kita masih muda.
Untuk apa membuang waktu pada orang yang tidak pasti itu?
Halo, Kak Min.
Kenapa mematikan ponsel?
Aku tidak bisa menghubungimu.
Kebetulan kehabisan daya.
Ada pengisi daya tidak?
Jika tidak ada, aku beli untukmu.
Tidak perlu, aku beli sendiri.
Kamu ada urusan apa?
Menjemputmu untuk makan.
Toko yang kamu bilang ingin dikunjungi hari itu.
Uangku sudah habis.
Pergi setelah gajian saja.
Aku yang traktir.
Tidak perlu, aku pergi makan dengan teman nanti.
Ayo, kita pergi makan Somtham.
Masih di tempat biasa, rasa yang familier, mau pergi?
Ayo.
Pergi makan denganku, aku bisa mentraktir pacarku.
Ganti selera, mencoba hal yang baru.
Kamu membuka dunia baru untukku,
aku juga harus membawamu pergi melihat dunia baru.
Bukankah katanya tidak mau
berada di sisi teman yang membuatmu sedih?
Temanku hanya datang membantu pekerjaan.
Tidak ada yang lain.
Mengenai dia menyukaiku, aku juga tidak bisa mencegah orang lain.
Aku tahu kamu marah karena aku memarahimu di kantor.
Tapi, perilakumu ini juga tidak benar, 'kan?
Aku menginginkan rasa tenang.
Bukan kesal karena hal-hal aneh ini.
Jangan berbicara seolah-olah ini salahku.
Karena kamu sendiri tidak bisa memberiku status yang jelas.
Lalu, kamu ingin aku bagaimana?
Ingin aku berpacaran denganmu tanpa peduli pendapat orang lain?
Aku tidak sendirian sepertimu.
Bisa mengabaikan siapa pun.
Maaf, bukan itu maksudku.
Tidak apa-apa, aku paham.
Tapi, tolong kamu ingat.
Aku tidak meminta hal apa pun
yang melebihi status pacar.
Ingin bertemu keluargaku, 'kan?
Baik, aku bawa kamu pergi.
Dengan begini, kamu baru bisa memahamiku.
Kalau begitu, terserah padamu.
Kamu juga bisa pulang dan memikirkannya lagi.
Mungkin kamu akan bertemu orang yang lebih memahamimu daripada aku.
Mungkin aku terlalu kekanak-kanakan bagimu.
Ini.
Mau makan nanas? Menyegarkan.
Tidak mau, aku tidak suka makan yang asam.
Oke.
Ada apa denganmu?
Kenapa kamu mabuk berat?
Tidak apa-apa, aku biasanya minum seperti ini.
Apakah butuh alasan untuk minum?
Baik.
Karena kamu mempekerjakanku sebagai manajer, aku harus mengurusmu.
Aku tidak melarangmu minum atau berpesta.
Tapi, jangan seperti ini, bisa menunda pekerjaan.
Bukankah sudah datang untuk bekerja? Kamu mengomel seperti ibuku.
Aku mempekerjakanmu sebagai manajer.
Hmm...
Kalau begitu, kamu tidur dulu.
Aku akan memanggilmu saat mereka memanggilmu.
Ini, penutup mata, dibuat khusus untukmu.
Terima kasih, tapi kelak tidak perlu lagi.
Lagi pula, akan ada pihak merek yang memberikannya padaku.
Baik.
Bilang terima kasih saja, tidak perlu pamer.
Aku tahu kamu sangat terkenal.
Gorya.
Ada apa?
Kamu tidak perlu bekerja lagi besok.
Menurutku, kamu kurang cocok menjadi manajer.
Apa?
Kamu mau memecatku?
Apa salahku?
Kamu tidak melakukan kesalahan.
Tapi, aku merasa kurang cocok denganmu.
Selain itu, aku kurang suka orang lain mengatur hidupku.
Aku berpikir
aku akan kembali untuk menjelaskan kepada Kak Woonsen nanti.
Kembali membiarkan dia menipumu?
Kamu sudah gila? Apa yang kamu pikirkan?
Uangku, urusanku.
Eh...
Saat ingin aku bekerja, kamu terus mengikutiku.
Kamu memecatku setelah aku bekerja.
Otakmu bermasalah, 'kan?
Sifatku selalu seperti ini.
Tidak ada yang mengingatkanmu untuk mengubah sifat seperti ini?
Baik, aku pergi, aku memang tidak ingin melakukannya.
Sifatmu seperti ini,
pantas saja tidak ada yang mau berteman denganmu.
[BLOSSOM]
Sha.
Sudah lama tidak datang berkunjung.
Orang di sini lebih baik daripada sebelumnya.
Benarkah? Sama saja.
Tidak ada yang menarik.
Apakah kamu yakin?
Bagaimana dengan orang itu?
Sudah putus?
Putus apanya? Tidak pernah pacaran.
Tapi, bukankah kamu juga menyukainya?
Aku adalah mantan pacarmu.
Aku bisa tahu hanya dengan melihat matamu.
Jangan berbohong.
Hanya tertarik sebentar.
Tidak punya perasaan padanya sekarang.
Sifatmu yang gampang bosan ini tidak berubah sedikit pun.
Dibuang begitu didapatkan.
Kalau begitu... jika kamu tidak suka pada adik itu,
bolehkah aku mengejarnya?
Untuk apa bertanya padaku? Tanyakan padanya.
Bukankah aku menghormatimu?
Tapi, jika kamu tidak menyukainya,
aku tidak akan sungkan.
Berpacaran dengan yang lebih muda memang seperti ini.
Harus banyak menyesuaikan.
Sekarang tidak berkaitan dengan usia, 'kan?
Kuncinya adalah mentalitas.
Kamu maklumi juga anak itu.
Jika itu aku, aku juga akan merasa sedih.
Berpacaran denganmu seperti pacaran dengan hantu.
Tidak ditemukan.
Siapa yang bisa mengumbar kemesraan seperti kalian?
Di mana dia hari ini?
Tidak datang untuk memeluk lehermu dan menari bersama?
Dia bilang tidak ingin keluar bermain untuk sementara, fokus pada pekerjaan.
Nona Prim, Nona Min.
Halo, Nona Oil.
Halo.
Sungguh tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini.
Hanya bertemu di ruang rapat biasanya.
Biarkan aku berhenti bekerja dan bersantai sebentar.
Aku juga tidak menyangka,
bisa bertemu tim ganda Lady Bird di sini.
Aku tidak terkejut Nona Prim ada di sini.
Tapi, apakah Nona Min juga bergabung di bidang ini?
Temanku baru saja bergabung dengan bidang ini.
Prim Tengik.
Apa?
Dia bercanda.
Nona Oil, jangan dengarkan omong kosongnya.
Sebenarnya, aku tidak terlalu ingin membicarakan pekerjaan di sini.
Tapi, kebetulan ada klien baru.
Rasanya sangat cocok...
Maaf.
Tidak apa-apa.
Kebetulan, aku merasa produk SPA itu
sangat cocok untuk Lady Bird.
Hmm...
Jadi, ingin kalian mencobanya.
Mencoba apa?
Mencoba SPA.
Oh, baik.
Tidak masalah.
Aku akan menghubungimu nanti.
- Baik. - Terima kasih, Nona Oil.
Terus memperkenalkan bisnis padaku selama ini.
Jangan sungkan.
Aku suka orang yang cantik dan kompeten.
Ya.
Aku permisi.
Menurutku, dia menyukaimu.
Hmm?
Sungguh.
Aku pergi ke toilet dulu, sesak.
Kalau begitu, katakan apa salahku?
Jika aku melakukan kesalahan, langsung katakan.
Kamu punya pacar baru, 'kan?
Katakan!
Jangan tutup teleponnya, hei! Katakan dengan jelas.
Oh, Airy?
Kak Prim.
Ada apa?
Aku bertengkar dengan pacarku, Kak.
Dia mendadak ingin putus denganku.
Bahkan tidak memberiku alasan.
Awalnya, aku ingin mengajaknya kemari untuk berbicara.
Tapi, dia tidak mau datang.
Jelas-jelas hari ini adalah ulang tahunku.
Astaga, sungguh kacau.
Apakah kamu datang sendirian?
Ya, Kak.
Huh.
Aku tidak berani keluar sekarang, takut malu.
Hei, tidak masalah.
Bisa bersama denganku dan Min nanti.
Apakah ini baik?
Kalian datang untuk bersenang-senang.
Aku tidak ingin kalian merasa canggung.
Hei, kita bekerja bersama.
Semuanya adalah saudari, pasti harus saling menjaga.
Katakan saja jika butuh bantuan.
Baik itu pekerjaan atau urusan pribadi,
aku pasti akan membantu jika bisa.
Bolehkah aku memelukmu?
Sungguh butuh seseorang menemaniku sekarang.
Tidak apa-apa.
Terkadang, aku merasa sesak napas.
Perasaan ini mungkin adalah hati yang tergerak.
[Bambi: Beri tahu aku jika sudah sampai rumah]
Hanya dengan saling menatap,
membuat hati kacau, kenapa.
Karena kamu.
Apa yang kamu lakukan? Membuatku hampir meleleh.
Bisakah kalian bersorak untuk pemeran utama wanita di MV-ku?
- Tidak bisa membiarkanmu lewat begitu saja. - Tidak bisa.
- Bolehkah aku mengejarmu? Bolehkah menyukaimu? - Bolehkah aku mengejarmu? Bolehkah menyukaimu?
- Kamu belum punya pacar, 'kan? - Kamu belum punya pacar, 'kan?
- Kamu membuatku sesak napas, baby. - Kamu membuatku sesak napas, baby.
Bolehkah mengejarmu?
Krystal!
Kamu mengizinkan, bukan?
- Ingin mengejarmu sekarang, takut direbut orang lain. - Ingin mengejarmu sekarang, takut direbut orang lain.
Hei, lihat dirimu.
Sha, ayo, bangun.
Toko sudah tutup, ayo.
Apakah bisa?
Bangun.
Cepat, pulang, aku panggilkan taksi untukmu.
Tidak mau pulang, Kak, aku belum mabuk.
Pelayan, tambahkan bir untukku.
Hei, kamu sudah benar-benar mabuk.
Benar, 'kan?
Ayo, pulang.
Ya?
Di mana Gorya? Mengapa tidak menjagamu?
Bukankah dia adalah manajermu?
Bukan lagi, Kak, biarkan saja dia.
Hei, apa yang kamu lakukan?
Mau bagaimana? Mau aku mengantarmu ke apartemen?
Ha?
Terserah, Kak, lagi pula, aku tinggal sendiri.
Oh, Airy, bagaimana?
Masih sedikit mabuk, tapi bisa bertahan.
Jika mabuk, boleh cuti.
Lagi pula, tidak ada urusan hari ini.
Pekerjaan kita memang bisa bekerja dari rumah.
Tidak masalah, lebih baik bekerja di luar.
Berada di rumah terlalu tidak nyaman.
Jika sedih, bisa sepenuhnya dilampiaskan.
Beri diri sendiri waktu untuk tenang, baru bangkit kembali.
Jika terus ditahan, mungkin akan meledak suatu hari.
Bambi sungguh beruntung,
bisa punya pacar seperti kamu.
Oh...
Aku juga punya banyak masalah yang membuatnya sakit kepala.
Tidak ada yang sempurna.
Tapi, menurutku kamu adalah kekasih impian banyak orang.
Oh...
Aku masih mabuk sekarang.
Harus mengumpulkan naskah awal besok.
Bagaimana jika aku turun dan menyeduh kopi untuk meningkatkan semangat?
Ya, baik.
Baik.
Jika ingin menyeduh kopi untuk Prim,
dia minum kopi tanpa gula.
Dia menyuruhku menyeduh kopi karena mabuk.
Aku baru pertama kali mendengar,
account excecutive harus menyeduh kopi untuk bos perusahaan.
Tidak ada hal ini dalam deskripsi jabatan.
Kamu cukup berinisiatif.
Aku memang suka menjaga orang.
Karena aku ingin menjaga Kak Prim.
Lebih baik menyerahkan hal seperti ini padaku sebagai pacar asli.
Bukankah kamu juga punya pacar?
Apakah kamu bersedia melihat orang lain melakukan tugasmu?
Aku sudah putus.
Ternyata sudah putus, jadi buru-buru mencari target lain.
Tapi, bukankah seharusnya mencari orang yang tidak punya pacar?
Aku sangat mengagumi usahamu.
Tapi, kamu harus bisa membedakan, dia menyukaimu
atau hanya berbaik hati.
Sangat bersenang-senang kemarin malam.
Apakah kamu berpikir terlalu banyak?
Kamu suka cemburu seperti ini,
hati-hati membuat Kak Prim merasa tertekan.
Sikap cemburu
hanya akan meningkatkan hubungan kami.
Bagus kalau begitu, jangan takut padaku.
Aku hanya agak ramah.
Bukan takut, hanya merasa terganggu.
Lebih baik sifat ramahmu itu diberikan untuk kucing atau anjing.
Jangan digunakan pada pacar orang lain.
Kak, Kak Ant.
Bangun.
Mengapa aku bisa tidur denganmu?
Itu...
Kamu mabuk berat.
Kemarin malam, aku dan kamu...
Tidak terjadi apa pun.
Huh.
Aku iseng padamu.
Kak, mengagetkanku saja.
Kamu mabuk berat.
Aku menyeretmu tidur di hotelku.
Kamu membicarakan tentang manajermu sepanjang malam.
Bicara sambil menangis, lalu tertidur seperti ini.
Mengagetkanku.
Aku sudah punya pacar, oke?
Meski kamu adalah miss universe,
pacarku tetap lebih cantik darimu.
Bagaimanapun, terima kasih, Kak.
Aku benar-benar kacau.
Bagaimana kamu bisa menanggung sendiri masalah sebesar ini?
Aku bisa bercerita pada siapa?
Ibuku di luar negeri, aku tidak punya banyak teman.
Sudah melupakan aku?
Ini, minum ini untuk meredakan pengar.
Terima kasih.
Hei.
Jika Kak Ant tidak menelepon dan memberitahuku berengsek itu...
Tentang Kakak Woonsen.
Kamu berencana terus menyembunyikannya dariku?
Aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalah.
Jadi, kamu memecatku?
Lalu, membiarkan dia memerasmu?
Sudah gila, ya?
Jangan tunduk padanya.
Jika videonya tersebar, tamat riwayatku.
Orang lain akan mengataiku terkenal karena menjual tubuhku.
Shasha.
Kamu sendiri tahu jelas.
Kamu bisa di tahap hari ini, semua karena kemampuanmu sendiri.
Jangan rela menjadi korban.
Aku akan membantumu.
Menangislah dengan puas.
Hanya lemah satu hari ini saja.
Maaf, aku memecatmu.
Tidak apa-apa, aku paham.
Jangan berpikir terlalu banyak.
Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah hal yang sudah terjadi.
Tapi, kita bisa melawan.
Jangan biarkan orang jahat memiliki tempat di masyarakat.
Sebenarnya, semua orang bersedia membantumu.
Asalkan kamu mengatakannya.
Kamu bukan sendirian.
Terima kasih.
Kamu yakin tertinggal di kamarku?
Aku sudah mencari semua sudut kamarku.
Sudah mencari ke fakultas, tapi tidak menemukannya.
Sudah cari ke rumah lama? Sudah tanya Boom?
Belum pernah kembali setelah pindah.
Ternyata di sini.
Terima kasih, Kak Min.
Kalau begitu, aku pulang dulu.
Ingin bermain seperti ini, ya?
Bermain apa? Aku hanya mencari barang di sini.
Maksudku, kamu sengaja membuatku marah.
Lalu, kembali bersama teman yang menyukaimu itu.
Aku tidak marah padamu.
Aku hanya merasa,
kembali ke sisi orang dengan lingkungan yang sama,
akan lebih bahagia.
Selain itu, ada satu hal lagi.
Aku tidak ingin hidup seperti tidak berarti.
Menjaga hubungan tanpa status seperti ini.
Kamu seharusnya tahu.
Persyaratan di antara kita ini.
Aku tahu.
Tapi, aku tidak tahan dan merasa dirugikan.
Kamu boleh merasa sedih.
Tapi, jangan memakai cara ini untuk menyakiti perasaan kita.
Aku tidak suka.
Bukankah semua orang harus punya temponya sendiri?
Aku... aku bukan tidak mau mempublikasikanmu.
Aku ingin memberi tahu semua orang bahwa kita berpacaran.
Bagaimana mungkin aku tidak ingin pamer sambil menggandeng tanganmu?
Aku juga ingin mengungah foto ke media sosial,
memberi tahu semuanya bahwa kita adalah kekasih.
Bagaimana jika begini?
Aku akan membawamu menemui keluargaku.
Tapi, kita harus perlahan-lahan.
Keluargaku belum terbuka hingga ke tahap itu.
Aku belum bisa memberi tahu mereka bahwa aku punya pacar perempuan.
Aku hanya bisa melakukan ini sekarang, kamu bisa menerimanya?
Bagaimana mungkin aku tidak ingin memberi tahu orang lain
betapa menggemaskannya pacarku?
Baik.
Kalau begitu, menyesuaikan perlahan.
♪ Senja tiba di tepi pantai yang terang ♪
Kalau begitu...
♪ Para anak muda menapak papan luncur menembus malam ♪
Apakah tidur di sini malam ini?
♪ Kamu berjalan ke arahku selangkah demi selangkah ♪
♪ Berharap aku bisa menjadi milikmu selamanya ♪
♪ Dua orang seperti berjalan di kawat baja yang tinggi ♪
♪ Putus nyambung, berurusan tidak jelas ♪
♪ Menggenggam erat harapan yang kecil itu ♪
♪ Mondar-mandir di ambang cinta dan benci ♪
Tentu saja harus tidur di sini.
♪ Jika aku adalah badai salju yang merajalela ♪
Aku sangat merindukanmu.
♪ Kamu datang ke arahku tanpa ragu ♪
♪ Malah membuat kita memeluk kehangatan ♪
♪ Melayang dalam takdir ini ♪
♪ Aku sudah tergila-gila, kehilangan akal sehat ♪
♪ Tapi kita sudah tahu jelas, sudah lama berlalu ♪
♪ Astaga, cinta kita terlalu kuat dan menyesakkan ♪
♪ Tapi aku tidak ingin pergi, tidak ingin melepas seperti ini ♪
♪ Jangan harap ada yang bisa mendapat kedamaian ♪
♪ Tidak bercanda, kita akan tenggelam bersama ♪
♪ Ini pasti akan sangat menarik, aku yakin ♪
♪ Astaga, cinta kita terlalu kuat dan menyesakkan ♪
♪ Tapi aku tidak ingin pergi, tidak ingin melepas seperti ini ♪
Aku tinggal begitu lama di rumahmu.
Apakah ibumu tidak akan berkomentar?
Aku sedang berpikir...
Bagaimana jika aku pindah dan tinggal denganmu?
Apa?
Aku belum mengundang, kamu sudah mengajukan diri.
Ada apa?
Atau kamu tidak ingin tinggal denganku lagi?
Apakah berencana mengajak seseorang ke kamar lagi?
Perlukah aku membantumu mengatur jadwal?
Apa? Tidak seperti itu.
Selain Gorya yang hampir berhasil waktu itu.
Tapi, kamu masuk dan mengacaukannya.
Aku tidak pernah membawa orang lain ke kamarku lagi.
Kalau begitu...
Bagaimana dengan Airy?
Hei, Bambi.
Dia baru datang bekerja tidak lama.
Kamu cemburu?
Entahlah.
Aku tidak suka wajahnya, rasanya auranya tidak cocok.
Dia terlihat cukup dominan.
Selalu ingin berpakaian mirip denganku pula.
Seperti ingin menjadi tipe yang kamu suka.
Tipe yang aku suka?
- Ya. - Seperti apa?
Bertubuh mungil dan berambut panjang, tipe yang kamu suka.
Seperti aku dan Gorya.
Sudah kukatakan, Gorya hanya adik perempuan.
Lagi pula, tipe yang aku suka
bukan hanya dilihat dari penampilan.
Aku menyukai kamu.
Kamu berbeda dengan orang lain.
Kuberi tahu padamu, tidak ada yang bisa
menandingimu di Thailand.
Bukan hanya di Thailand, di seluruh dunia juga.
Hei.
Jangan pakai trik ini, tidak perlu melakukan ini.
Lebih baik kamu baik padanya.
Aku harus bekerja dengannya.
Kamu masih harus bertemu dengannya kelak.
Ya, hanya sebatas pekerjaan.
Tidak boleh ada yang lain.
Yang lain? Yang lain apa?
Entahlah.
Jika berani membawanya ke kamar,
akan kutunjukkan Bambi yang sesungguhnya padamu.
Baik.
Takut sekali.
Sungguh tidak ada apa-apa.
Kuberi tahu padamu.
Tidak ada yang bisa sedekat ini denganku seperti kamu begini.
- Semoga itu benar. - Ayo, berpelukan.
Semoga itu benar.
- Ayo, peluk lagi. - Huh.
Nenek.
- Makanan ini enak, 'kan? - Enak.
Enak.
Ini enak.
Enak.
Kamu rekan kerja Min?
Ya.
Dia adalah fotografer lepas perusahaan.
Fotonya sangat bagus.
Bagaimana dengan orang tuamu?
Orang mana?
Apa pekerjaan mereka?
Uh...
Orang tuaku meninggal saat aku masih sangat kecil.
Jadi, hanya tersisa aku dan kakak.
Tapi, kakakku sudah menikah.
Jadi, aku tinggal sendirian.
Lalu, apakah kamu T?
Aku suka wanita.
Tapi, mengenai apa namanya, terserah bagaimana kalian menyebutnya.
Ibumu sudah memberitahuku.
Kamu sudah putus dengan Park?
Kenapa putus?
Aku cukup menyukainya.
Sudah pacaran bertahun-tahun, sayang sekali.
Apakah putus karena kamu melakukan sesuatu padanya?
Kenapa Ayah berpikir aku yang melakukan sesuatu padanya?
Apakah tidak merasa Park itu berengsek?
Jika saling mencintai,
bukankah harus saling bersabar?
Harus bersabar sampai dia melukai hati dan tubuhku?
Sudahlah, Suamiku.
Mengapa membahas hal berat begini?
Anak kita bersusah payah pulang ke rumah.
Makan, cepat makanlah, Nak.
Preaw, cepat makan.
Makanlah daging bebek ini.
Bagian ini besar.
Kelihatannya, keluarga kita tidak punya keturunan lagi.
Pokoknya... cepat cari pacar.
Cepat menikah.
Jangan seperti Bibi Joo.
Lihat, dia belum menikah sekarang, hidup sendirian.
Hanya bisa hidup sendiri saat tua.
Memangnya kenapa?
Aku lihat Bibi Joo sangat bahagia.
Begitu kaya.
Hei.
Uang tidak sepenting dari keluarga.
Menurutku, cukup penting.
Bukankah Ayah dan Paman selalu meminjam uang?
Kalau begitu...
Mari, makan saja.
Makanlah.
Nenek.
Ini enak.
Makan yang banyak.
Oke, aku periksa sebentar.
Lalu, kamu panggil Shasha.
Tidak masalah, Kak Gorya.
Kamu baik-baik saja?
Tidak ada masalah di antara kalian, 'kan?
Kak Prim pernah mengatakan padaku,
kamu dan Shasha sepertinya pernah punya masalah.
Bukan apa-apa.
Saat itu, aku hanya... penggemar kecil yang mengagumi kakak kelas.
Terdengar tidak asing.
Baik, pergilah, kuserahkan padamu.
Baik.
Apakah butuh bantuan?
Tidak masalah.
Sudah selesai aku urus.
Shasha adalah temanku juga.
Biarkan aku membantu.
Aku membeli banyak camilan.
Biar aku membaginya kepada wartawan.
Kamu sudah siap, Shasha?
Min sudah membuat janji dengan reporter.
Harus siap meski belum siap.
Aku tidak tahu apakah bisa mengendalikan emosiku.
Takut akan menangis sampai tidak bisa berbicara jelas.
Bagaimanapun...
Sungguh berterima kasih pada kalian.
Membantuku menyelesaikan semuanya.
Tidak apa-apa.
Aku paham, ini sangat sulit.
Harus mengungkit hal-hal yang ingin dilupakan itu.
Tapi, asalkan memutuskan melakukannya, sudah sangat berani.
Selain itu, ini juga bisa membantu wanita lain.
Mereka yang mengalami hal yang sama itu.
Kamu harus ingat.
Alasanmu bisa masuk ke dunia hiburan,
bukan karena pria itu atau Kak Woonsen itu.
Kamu bisa masuk,
karena kamu cantik.
Kamu berbakat.
Kerjamu juga sangat bagus.
Hei, jangan menangis dulu.
Tidak cantik saat diwawancara di luar nanti.
Sudah, tidak menangis lagi.
Katakan saja sebisanya.
Jika tidak sanggup, segera beri kami sinyal.
Terima kasih.
Kamu harus ingat.
Kamu tidak sendirian menghadapi semua ini.
Kamu masih punya kami, Min
dan setiap orang di perusahaan Lady Bird.
Dan juga Gorya.
Semuanya akan mendukungmu selamanya.
Waktunya tiba, Kak Prim, para wartawan sudah tiba.
Kapan kamu mulai bekerja dengan kakakmu?
Tidak lama, baru mulai.
Aku akan menyemangatimu hari ini.
Aku minta maaf mengenai hal tidak menyenangkan
sebelumnya.
Setelah kupikir-pikir...
Aku terlalu banyak berpikir kala itu.
Tidak perlu minta maaf.
Sebenarnya, aku juga melakukan kesalahan.
Jika kamu punya pacar,
jangan begitu baik pada setiap gadis.
Salah.
Sebaiknya dilarang tersenyum.
Senyummu mampu memikat ribuan gadis.
Intinya, semoga semuanya lancar hari ini.
Aku akan mendukungmu selamanya.
Terima kasih.
Halo semuanya, namaku Shasha.
Terima kasih sudah hadir hari ini.
Seperti yang kalian tahu,
ada sedikit masalah antara aku dan mantan manajer.
Tindakan yang coba dia lakukan adalah
memerasku dengan masa laluku.
Hal yang akan kalian ketahui itu,
adalah masa lalu yang tidak bisa aku perbaiki.
Masa lalu yang tidak bisa aku ubah.
Tapi, aku akan terus melihat ke depan.
Aku tidak akan mengizinkan siapa pun merusak usahaku.
Selain itu, aku berharap setiap korban
yang dilecehkan atau diserang,
bisa berdiri dan bersuara dengan berani.
Aku bersedia menjadi pendengar kalian
dan memberi dukungan.
Tidak membiarkan hal seperti ini terjadi pada siapa pun lagi.
[Alprazolam]
Apakah ini Nona Woonsen?
Pengadilan telah mengeluarkan surat perintah penangkapanmu.
Atas tuduhan pemerasan
serta mengancam dan menimbulkan ketakutan pada orang lain.
Silakan ikut aku ke kantor polisi untuk diinterogasi.
Sungguh terima kasih untuk hari ini.
Membantuku mengatur konferensi pers ini.
Tidak masalah, aku memang sangat bersimpati pada hal ini.
Sesama wanita, tidak berpikir untuk saling membantu,
kenapa justru mau saling menyakiti?
Aku yakin kamu benar-benar sangat bersimpati.
Ini adalah kekuatan saling membantu di antara wanita.
Aku sungguh marah jika membahas ini.
Hei, hati-hati, bisa mabuk nanti.
Mengapa takut? Ini adalah rumahku.
Tidur saja jika mabuk.
Ini.
Pakaian yang kamu inginkan waktu itu, sudah selesai dibuat.
Terima kasih.
Ini, berapa harganya? Aku transfer untukmu.
Tidak perlu berlagak royal di sini.
Kamu hanya perlu memakainya.
Pasti ada yang ingin memakai model yang sama denganmu nanti.
Ternyata seperti ini.
Kamu ingin aku menjadi duta merek?
Lihat saja, bisa terjual habis kurang dari 10 menit.
Sudah menyiapkan tautannya sekarang.
Tapi, minum sampai seperti ini,
bagaimana kamu bisa mengemudi pulang?
Mungkin harus meminta sopir pengganti untuk mengemudi.
Boleh tidur di sini juga.
Lagi pula, ada baju ganti.
Sekarang malah berinisiatif mengajakku menginap.
Mengapa sungkan seperti ini?
Sebenarnya, aku juga ingin tinggal.
Tapi, lain hari saja.
Aku ingin mengakhiri hari ini seperti ini.
Suasananya pas sekarang.
Terkadang,
minum bir sambil mengobrol,
perasaan ini lebih baik daripada tidur bersama.
Kalau begitu, aku pulang dulu.
Terima kasih untuk bajumu.
♪ Aku ♪
♪ Aku sudah tidak mendengar suara apa pun ♪
♪ Saat ini ♪
♪ Kamu adalah segala yang aku nantikan ♪
Apakah kamu ingin aku tidak punya
[Episode Selanjutnya]
teman lesbian lain selain Prim?
Tapi, semua orang begini
dalam lingkungan seperti ini.
Begitu ada orang baru yang muncul,
siapa pun ingin mendapatkannya.
Aku sungguh minta maaf.
Tidak menyangka akan membuat kalian berdua bertengkar.
Dia benar-benar wanita rendah.
Kamu masih percaya padanya?
Aku harus bagaimana
agar kamu menjadi penata gayaku seorang?
Berada di posisi yang bisa dipilih sesuka hati,
cukup menarik juga.
Kamu tidak bisa menyelesaikan semuanya sendirian.
Kamu masih punya aku, kita akan melewati kesulitan ini bersama.
♪ Karena aku suka gadis ♪
♪ Gadis, gadis, gadis ♪
♪ Dilarang mencintaimu ♪
♪ Gadis, gadis, gadis ♪
♪ Karena aku suka gadis ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.