Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MkvDrama.net
=Road to Splendor=
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Zhi Zhi dari Grup Yuewen)
=Episode 36=
Tempat ini hanya bisa dimasuki pihak berwenang. Dilarang masuk tanpa izin!
(Dekret Kekaisaran) Singkirkan semua orang
yang tidak berwenang!
Geledah!
Kekuasaan Sekretaris Agung Yu sudah hilang.
Tuan Kesembilan sudah pulang!
Tuan Kesembilan sudah pulang.
Tuan Kesembilan, kau tenang saja.
Semua orang di kediaman masih lengkap.
Aku sudah kembali.
Aku sudah kembali.
Syukurlah kau sudah kembali.
(Kediaman Yu)
Apakah kau sudah membawanya? Berikan kepadaku.
Berikan kepadaku.
Bahkan harimau pun tidak memangsa anaknya sendiri.
Apakah ini cara terakhir?
Kau pikir aku ingin melakukannya? Lihatlah situasi di luar sana.
Kaisar ingin mencari kesalahan untuk menyita kediaman kita
dan mengisi penuh kas negara.
Sekarang, kita harus mengorbankannya untuk bertahan hidup.
Berikan kepadaku.
Tuan Besar, kau harus menyelamatkan nyawanya.
Kau harus menyelamatkan nyawanya!
Nyonya.
Ayah.
Aku tidak tahu bahwa kau menyukai Lagu Klasik Guangling.
Kebetulan, aku memiliki partitur musik yang ditulis oleh Ji Kang sendiri.
Besok, aku akan memberikannya kepadamu.
Selama ini, bukankah Ayah selalu menentang ketertarikanku pada musik?
Hari ini, kenapa Ayah..
Ayah dan anak memiliki ikatan yang dalam.
Apa pun yang kau inginkan, aku pasti akan mewujudkannya.
Demikian pula
apa pun yang kuinginkan,
kau juga harus berusaha untuk mewujudkannya.
(Yang Mulia Kaisar, pejabat berdosa, Yu Jingxiu,)
(bersalah dan siap menerima hukuman apa pun)
Apakah Ayah sedang bercanda?
Setiap masalah dalam surat pengakuan ini
adalah masalah besar. Ini kesalahan fatal.
Apalagi, tidak akan ada orang yang percaya
bahwa aku menandatangani surat pengakuan ini.
Jingxiu, ini hanya penjelasan.
Di rapat pagi ini, Kaisar sudah memberikan banyak isyarat.
Dia ingin kas negara terisi penuh.
Kita bisa menggunakan harta keluarga untuk menyelamatkan diri.
Kaisar mengizinkanku pulang hari ini demi hal ini.
Siapa pun yang mengakui kesalahan tidaklah penting.
Mengenai tidak ada yang memercayaimu...
Sebelumnya kau menjabat sebagai pengawas di Kementerian Pendapatan.
Kau bertanggung jawab dalam memeriksa pendapatan dan pengeluaran pemerintah,
terutama mengenai pajak garam.
Kau pun secara alami bertanggung jawab dalam hal ini.
Pada akhirnya,
Ayah tetap akan memperlakukanku sebagai bidak yang terbuang?
Jingxiu,
aku juga terpaksa melakukan ini karena tidak mempunyai pilihan lain.
Selama kau mengakuinya,
aku pasti akan berusaha menyelamatkan nyawamu.
Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan situasi ini
untuk membantumu bangkit lagi.
Namun, jika aku masuk penjara dan dijatuhi hukuman mati,
Keluarga Yu akan runtuh.
Jingxiu, kau harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Aku tidak mau.
Jingxiu!
Kau mau lari ke mana? Apakah kau bisa lari dari hal ini?
Ayah, pasti ada orang yang lebih cocok.
Bagaimana dengan Yu Huai'an?
Bibi Shu?
Bagaimana dengan Chengxin?
Dia sudah lama melayaniku. Aku akan membujuknya.
Kau terlalu naif.
Yu Huai'an, Bibi Shu, dan Chengxin hanyalah orang berstatus rendah.
Sekarang, hanya dengan mengorbankan orang berstatus tinggi,
barulah bisa meredakan amarah rakyat dan menegakkan otoritas kekaisaran.
Apakah kau mengerti?
Biar kucari dulu.
Aku pasti akan menemukan orang yang cocok.
Sudah terlambat.
Tanda tangani ini!
Ayah!
Jangan membohongiku.
Ayah mengaku mencintaiku,
tapi kau selalu menganggapku sebagai orang tidak berguna
yang bisa dikorbankan kapan saja.
Omong kosong apa yang kau katakan?
Kau...
Bu... bukankah kau ingin pergi ke Kota Ganlin?
Jika kau menandatangani surat pengakuan ini,
aku akan mengirimmu ke Kota Ganlin untuk berlindung.
Tidak! Tidak mau.
Yu Guodong,
apakah kau tidak takut
Ibu akan kecewa atas perbuatanmu ini?
Ayah, kau kenapa?
Ayah.
Ayah.
Ayah, aku tidak sengaja.
(Diterangi Cahaya Bulan yang Terang Sepanjang Malam)
Ayah.
(Diterangi Cahaya Bulan yang Terang Sepanjang Malam)
Ini karena tuntutan keadaan. Nyonya juga tidak punya pilihan.
Zaman dulu, anak akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan orang tuanya.
Tuan Muda banyak membaca buku-buku klasik.
Dia pasti memahami apa yang paling penting.
Tuan Muda.
Ibu.
Tuan Besar!
A... apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi? Ayo, katakan!
Katakan!
Bu, bukan aku.
Ayah sendiri yang terjatuh.
Aku tidak sengaja melakukannya.
Ibu.
Kenapa bisa jadi seperti ini?
Tuan Besar.
Tuan Besar.
Kenapa bisa jadi seperti ini?
Ibu.
Bu,
masalahnya sudah seperti ini.
Membunuh ayah adalah kesalahan fatal.
Bu, tolong selamatkan aku.
Kenapa bukan kau yang mati?
Ternyata, sejak awal kalian sudah memutuskan
agar ikan besar memangsa ikan kecil.
Namun, ternyata ikan kecil yang hidup.
Ternyata, kalian tidak menginginkanku.
Bukan.
Nyonya Fan sudah pergi.
Nyonya Wu juga sudah pergi.
Ayah ingin mengorbankanku. Ibu juga menurutinya.
Namun, Ibu,
aku harus mengecewakanmu lagi kali ini.
Kali ini,
bagaimanapun,
Ibu hanya bisa membantuku.
Tuan, kita datang terlambat.
(Kaisar, pejabat berdosa Yu Guodong, bersalah... Pejabat berdosa, Yu Guodong)
Bunuh diri untuk menghindari hukuman.
Dia rela mati?
Di mana Nyonya Yu dan Yu Jingxiu? Cepat geledah!
Kemarin malam, mendiang suami dan putraku berselisih.
Hamba sempat mendengar kata menyerahkan diri.
Hamba menganggapnya sebagai masalah pemerintahan biasa.
Tidak disangka, pagi ini, dia malah bunuh diri untuk menghindari hukuman.
Yu Guodong melakukan korupsi selama bertahun-tahun.
Apakah kalian berdua benar-benar tidak mengetahuinya?
Mendiang suamiku selalu membuat keputusan sendiri.
Meskipun hamba adalah istrinya, hamba juga tidak mengetahui urusannya.
Sebaliknya, kemarin,
putraku malah mengungkap tindakannya.
Hamba...
Semalam, hamba menyaksikan Ayah dan bawahannya berbicara secara rahasia.
Awalnya...
Awalnya, hamba ingin
membujuk Ayah untuk bertobat dan memperbaiki kesalahannya.
Namun, siapa sangka...
Sebagai pejabat pemerintahan,
hamba tidak tahan melihat pejabat tingkat satu
tidak menyadari kesalahannya dan menimbulkan kekacauan di kekaisaran.
Hukum tidak membenarkan keberpihakan pribadi.
Masalah ini seharusnya ditangani secara adil
untuk membenahi hukum yang berlaku.
Hanya saja, bagaimanapun, dia adalah ayah hamba.
Sulit untuk mengabdi kepada negara dan berbakti secara bersamaan.
Jika Ibu Suri Agung tidak percaya,
biarkan hamba yang menerima hukuman Ayah.
Semua karena hamba bodoh
sehingga tidak menyadari hal ini sejak awal.
Anak hamba mengutamakan keadilan di atas ikatan keluarga.
Dia ingin mencegah ayahnya sebelum terlambat.
Namun, setiap orang memiliki perasaan.
Dia tentu saja merasa sedih.
Jika istana kekaisaran ingin mempermasalahkan hal ini,
Ibu Suri Agung,
tolong pertimbangkan posisi hamba sebagai seorang ibu.
Biarkan hamba yang menerima hukuman ini!
Ibu.
Hamba memohon kepada Ibu Suri Agung.
- Ibu. - Biarkan hamba yang menerima hukuman.
Jangan, Ibu.
Ibu.
Sudah.
Aku sudah mengetahuinya dengan jelas.
Kaisar selalu adil dalam memberikan penghargaan dan hukuman.
Dia akan memberikan keadilan untuk Keluarga Yu.
Hamba
mematuhi titah Ibu Suri Agung.
Pergilah.
Ibu.
Kaisar, apa pendapatmu?
Mereka mendapatkan semua itu dari hasil jerih payah rakyat.
Dia bukannya mengutamakan keadilan di atas ikatan keluarga,
melainkan memutuskan hubungan dan berjuang untuk bertahan hidup saja.
Nyonya Shu dari Keluarga Yu ini adalah orang yang cerdas.
Biarkan saja ibu dan anak itu.
Dia akan menyerahkan uangnya secara menyeluruh.
Jika tidak memberinya sedikit jalan keluar,
mungkin dia akan membawa semua uang itu untuk mati bersamanya.
Berhubung Yu Guodong sudah mati dan tidak bisa bersaksi,
seluruh harta keluarganya akan disita sebagai peringatan untuk pejabat lain.
Kelak, tindakan Keluarga Yu akan dijadikan sebagai pelajaran
dan pengingat bagi para pejabat di masa depan.
Atas mandat Langit, Kaisar bertitah.
Yu Guodong
(Kediaman Yu) melakukan beberapa kesalahan fatal.
Hari ini, dijatuhi hukuman secara serentak.
Seluruh harta keluarga disita dan disetorkan ke kas negara.
Putranya Yu Jingxiu, dan istrinya, Nyonya Yu dari Keluarga Shu,
berjasa karena mengungkap tindakannya.
Mereka mendapatkan pengampunan
dan statusnya diturunkan menjadi rakyat biasa.
Para pelayan yang tersisa akan diasingkan sejauh 1.500 kilometer.
Sekian.
Jalan.
Sekarang, giliranmu mentertawakanku.
Apa yang ada di dalam kotak itu?
Apakah resep sup kemurnian?
Ini adalah benda peninggalan ibuku.
Aku ingin mengundangnya
menyaksikan hal ini.
Masalah Nyonya Kelima,
aku minta maaf kepadamu.
Namun, untuk masalah lain,
kita bertindak sesuai keadaan.
Aku tidak merasa ada yang salah.
Dari zaman dulu, hanya pemenang yang tercatat dalam sejarah.
Sekarang, aku sudah kalah.
Kau bebas menghukumku.
Apakah kau datang untuk merenggut nyawaku?
Aku berpendapat
bahwa aku sangat mengenal Nyonya Yu.
Kau tidak takut akan kematian.
Hal yang kau takutkan
adalah kehilangan semangat hidup.
Bagaimanapun, hidup tanpa memiliki apa pun
lebih menyiksa daripada mati.
Hubungan di antara kita seperti guru, musuh, juga seperti teman.
Padahal kita tidak menjadi ibu mertua dan menantu,
tapi justru memiliki pemikiran yang sama.
Ini cukup menarik.
Ucapan Nyonya
terdengar begitu kesepian.
Di dunia ini,
siapa yang tidak kesepian?
Dalam hidup ini, apakah Nyonya pernah memikirkan
ingin menjadi sosok seperti apa?
Saat masih muda,
aku pernah menganggap Nyonya sebagai panutan.
Aku beranggapan bahwa semua wanita harus sepertimu.
Memegang kendali urusan rumah tangga, tahu kapan harus maju dan mundur,
bahkan di antara para pria pun, tetap harus mampu mengambil keputusan.
Kemudian?
Kemudian, aku baru mengerti.
Bahkan Nyonya sendiri hanyalah perantara
untuk menjalankan kekuasaan.
Kau hanya sekadar hiasan untuk masa kejayaan mereka.
Hari ini, aku datang untuk mengucapkan terima kasih.
Terima kasih, Nyonya,
karena sudah menghancurkan mimpiku saat itu
sehingga aku tidak mengulangi kesalahan Nyonya.
Perkataanmu ini...
Jika aku melahirkan anak yang sama sepertimu,
mungkin aku bisa merasakan hal yang sama.
Jika aku adalah putrimu, kau pasti tetap tidak puas terhadapku.
Sikap dan tindakanmu
tetap akan seperti hari ini.
Nyonya!
Nyonya!
Nyonya!
Saya tidak bisa merawat Anda lagi. Saya mengkhawatirkan Anda, Nyonya.
Nyonya, jaga diri Anda baik-baik.
Uang ini
untuk Ji.
Harta keluargamu disita.
Kelak, kau harus menjaga ibumu dan merawat putramu.
Nyonya Fan menyuruh istriku menyerahkan uang ini.
Apakah kau datang untuk mempermalukanku?
Jika kau beranggapan kebaikan hati orang lain mempermalukanmu,
berarti itu benar.
Aku memang datang untuk mempermalukanmu.
Namun, di dunia ini, siapa yang tidak pernah dipermalukan?
Anggap saja melalui jalan yang pernah ditempuh orang lain.
Jika kau tidak sanggup menerima hal sekecil ini,
sebaiknya segera serahkan Ji kepada ibunya.
(Kediaman Yu)
Jatuhnya pejabat korup Yu Guodong, membuatku sangat senang.
Aku menganugerahkan Zhao Ling gelar Jenderal Zhaoyi tingkat tiga,
surat pengangkatan resmi kekaisaran, dan sebuah kediaman baru.
Kaisar sangat bijak.
Mohon maafkan hamba.
Hamba tidak bisa menerima anugerah ini.
Kau menolak hadiah yang kuberikan
dan malah ingin mengundurkan diri dari jabatan.
Apakah kau benar-benar mengira tidak ada orang
yang bisa kupercayai lagi di istana kekaisaran ini?
Kaisar, jangan marah.
Hamba hanyalah seorang bandit
yang mendapatkan posisi pejabat di istana
berkat rahmat Kaisar yang tiada tara.
Namun, di posisi yang tinggi ini,
hamba makin harus berhati-hati.
Hamba selalu merasa terbebani dan kewalahan
saat berurusan dengan mereka.
Kadang kala, saat hamba terseret ke dalamnya,
orang yang ingin hamba lindungi juga ikut terlibat.
Hamba tidak memiliki ambisi yang besar.
Dalam hidup ini,
hamba hanya berharap bisa menemani orang yang hamba cintai
dan menjalani kehidupan biasa di pedesaan setelah berhenti bekerja.
Ada banyak pejabat di kekaisaran.
Dengan adanya menteri yang cakap dan kompeten,
pasti bisa membangun era yang sejahtera menggunakan ilmu terapan.
Hamba
memberanikan diri.
Hamba memohon belas kasih Kaisar
untuk mengizinkan hamba kembali menjalani kehidupan sipil.
Tolong kabulkan permintaan hamba.
Kau pergi dulu.
Baiklah.
Ambisimu tidak ada di sini.
Memikirkan berbagai cara untuk menahanmu juga tidak ada gunanya.
Terima kasih atas rahmat Kaisar.
Pergilah.
Nyonya Wei, kenapa kau menang lagi?
Kenapa selalu menang di setiap babak?
Iya.
- Siapkan dulu. - Baik.
Aku bahkan ingin bertukar tempat duduk denganmu.
Ini tidak ada hubungannya dengan tempat duduk.
Nyonya,
Tuan Besar sudah pulang.
Dia juga secara khusus mengganti pakaiannya.
Aku tidak mau main lagi. Hari juga sudah larut.
Kalau begitu, kita main di lain hari lagi?
Baiklah, kita main di lain hari.
Apakah Istriku sedang menungguku?
Bagaimana keberuntungan Istriku hari ini?
Aku beruntung di meja judi, tapi tidak beruntung dalam hubungan.
Aku terus menang hari ini. Bagaimana menurutmu?
Kemarilah, duduk di sini. Yang patuh.
Ayo.
Aku akan memijatmu.
Apakah Istriku membantuku mengatasi masalah belakangan ini?
Siapa yang tidak mengetahui usaha mencurigakan yang kau lakukan?
Hanya saja, aku sudah menyuruh Ayah untuk menarik namamu dari daftarnya.
Benarkah?
Pergi sana.
Istriku, kau baik sekali kepadaku.
Jadi, kau tahu apa yang harus kau lakukan kelak, 'kan?
Mendengarkan perkataan Istriku dengan patuh.
(Kedai Garam Xianji) Harga garam halus 20 koin per 500 gram.
Silakan datang kembali.
Ya.
Penjaga Kedai, apakah reformasi garam benar-benar sudah ditetapkan?
Pengumuman resmi kekaisaran sudah diturunkan kemarin.
Kelak, pajak garam tidak akan dimonopoli satu orang lagi.
Baik.
Garam halus 500 gram harganya 20 koin.
Waktu itu, harga garam halus sekitar 70 hingga 80 koin per 500 gram.
Sekarang, kita bisa membelinya dengan harga 20 koin.
Begitu Keluarga Yu jatuh, sistem pengelolaan garam pun dihapuskan.
Kehidupan kita pun menjadi lebih baik.
Iya.
- Terima kasih atas jamuan Tuan Wang. - Terima kasih, Tuan Wang.
Ayo.
Aku sangat senang atas kedatangan kalian.
Pulanglah.
- Baik. - Baik.
Ayo, pergi.
Hati-hati.
Istriku, apakah kau masih ingat pohon kesemek
yang ditanam di halaman belakang saat kita baru menikah?
Tentu saja.
Kau pernah mengatakan bahwa kita harus belajar seperti kesemek.
Makin terkena embun, rasanya makin manis.
Salah. Aku salah.
Lihatlah kesemek ini, ia jatuh begitu matang.
Ia tidak pernah bergantung di dahan dengan gigih.
Jadi, nilai buah kesemek ini bukan terletak pada rasa manisnya,
melainkan pada saat ia matang dan jatuh dengan sendirinya.
Pasang surut kehidupan adalah hal yang wajar.
Bersulang untuk Tuan yang memiliki pikiran terbuka.
Bersulang untuk Nyonya.
Keluarga Yu jatuh dan semua anggotanya tercerai-berai.
Aku malah tidak mendengar nasib Nyonya Muda Pertama Yu.
Jangan-jangan, dia sudah mati di suatu tempat?
Aku mendengar bahwa sebelum Keluarga Yu jatuh,
dia sudah dikirim ke sebuah kediaman di desa.
Meskipun saat ini belum dihukum, mungkin kini dia hanya bisa bertani di sana.
Apakah Nyonya Muda Pertama Yu ini adalah wanita bertalenta, Fan Yake,
yang menulis Ulasan Puisi Gunung Timur?
Iya.
Buku yang kau maksud itu dibeli orang-orang hanya untuk mengganjal meja
karena mengagumi kekuasaan Keluarga Yu yang besar.
Itu tidak sepenuhnya benar.
Meskipun Fan Yake menikah ke Keluarga Yu, dia lahir di Huaying.
Dia adalah putri cendekiawan terkemuka, Fan Kun.
Dia mahir dalam seni lukis dan kaligrafi.
Bunga dan tanaman yang digambarnya sangat hidup.
Terlebih lagi, puisi yang ditulisnya sangat murni dan elegan.
Apa hubungannya talenta dia dengan Keluarga Yu?
Orang ini tampak familier.
Jangan-jangan, dia Nyonya Yu dari Keluarga Fan?
Nona, kain satin baru sudah tiba di kedai.
Mereka sedang menunggu Anda untuk memeriksa dan memajangnya.
Aku benar-benar tidak menyangka,
ternyata aku bisa menjalani kehidupan seperti ini.
Hidup yang santai dan berkecukupan.
Ayo, kita pergi.
(Papan Arwah Mendiang Kakak Angkat, Yang Yucheng)
(Papan Arwah Mendiang Adik Angkat, Zhou Ruixiang)
- Tuan Jin. - Tuan Jin.
Lihatlah ini.
- Tuan Jin. - Baik.
Simpan baik-baik.
Terima kasih.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan.
Kenapa kaki Tuan Jin pincang?
Apakah kau pernah mendengar tentang penggulingan pejabat korup
pada tahun ketujuh era Hongzhi?
Tuan Jin menabuh genderang pengaduan dan mengorbankan satu kakinya
demi menjunjung tinggi kesetiaan.
Garam miliknya juga bagus.
Selamat, Nyonya Mo.
Nyonya Mo, selamat.
- Selamat. - Selamat.
Selamat untuk Tuan Muda Mo yang lulus ujian.
Aku senang sekali.
- Selamat. - Selamat.
Terima kasih, Saudara-Saudara.
Sudah kuduga, Keluarga Mo kami pasti akan melahirkan orang berbakat.
- Selamat. - Selamat.
- Selamat. - Selamat untuk Tuan Muda Mo.
Ini berita baik. Kenapa kau menangis?
Aku merasa senang.
Sudah, jangan menangis lagi. Ini berita baik.
(Akademi Zhengxue)
Guru!
Guru, aku lulus ujian!
- Guru, aku juga lulus. - Guru, kami juga lulus.
Bagus.
Kalian ingatlah pesanku.
Pejabat harus jujur dan tidak memihak. Mengasihi rakyat seperti anak sendiri.
Jangan sampai kehilangan niat awal karena mengincar kekayaan sekejap.
Langit telah membentangkan ribuan jalan bagi kita.
Jangan sampai kalian memilih jalan yang salah.
- Terima kasih atas bimbingan Guru. - Terima kasih atas bimbingan Guru.
Guru.
Lihatlah.
Aku bukannya tidak memiliki bakat dalam belajar.
Aku hanya tidak menyukai ujian kekaisaran saja.
Menurutku, mengajar juga hal yang bagus.
Iya, benar. Guru kita yang terhebat.
Kakak Seperguruan, selamat atas lulusnya ujianmu.
Semua ini berkat Guru Fu.
(Membantu Menulis Surat untuk Keluarga)
Apakah Anda ingin menyalin surat?
Apakah Tuan ingin menulis surat?
Katanya, kau pernah mendapatkan juara pertama ujian?
Kalau begitu,
apakah bayaran menyalin suratmu masih tiga koin per surat?
Dia adalah keturunan pejabat korup.
Dia beruntung karena Tuan bersedia memberinya pekerjaan.
Iya.
Harga menulis dan menyalin suratku sesuai dengan harga pasar.
Harganya tiga koin per surat, terlepas dari jumlah kata.
Ji, lihatlah. Ini adalah kata juara dalam juara pertama ujian kekaisaran.
Kelak, kau harus belajar dengan baik, seperti ayahmu.
Menjadi juara pertama dalam tiga ujian dan membawa kehormatan bagi keluarga.
Dengarkan baik-baik.
Apa pun yang terjadi, manusia tidak boleh
kehilangan semangat hidupnya.
Apakah kau mengingatnya?
Kau mengingatnya, tidak?
Nyonya Tua itu tampaknya sangat bersemangat.
Iya.
Dia mengajari cucunya setiap hari.
Cucunya juga harus mendapatkan juara pertama ujian kekaisaran.
Keluarganya melakukan kesalahan.
Kelak, beberapa generasi keturunannya tidak boleh mengikuti ujian.
Ada hal seperti ini?
Halo, Kakak-Kakak.
Jangan lihat lagi. Ayo, pergi.
Jingxiu, kau sudah pulang.
Ibu.
Kemari.
Jingxiu, Ibu mencarikan istri untukmu.
Latar belakang keluarganya memang biasa saja,
tapi Nona Kesembilan Fu adalah wanita yang Ibu sukai.
Dengarkan saran Ibu,
Istri yang berbudi luhur membawa kemakmuran untuk tiga generasi.
Kalau mencari istri, pilihlah yang berbudi luhur.
Aku akan mengikuti perkataan Ibu.
Kau juga ingat.
Setelah kau dewasa nanti,
mintalah ayahmu mencarikan keluarga yang baik untukmu.
Istri yang berbudi luhur membawa kemakmuran untuk tiga generasi.
Kalau mencari istri, pilihlah yang berbudi luhur.
- Kelak, kau harus seperti ayahmu. - Aku akan mengikuti perkataan Ibu.
Menjadi juara pertama dalam tiga ujian dan membawa kehormatan bagi keluarga.
Aku akan mengikuti perkataan Ibu.
Setelah kau dewasa kelak, kau harus mencari keluarga yang baik.
Istri yang berbudi luhur membawa kemakmuran untuk tiga generasi.
Kalau mencari istri, pilihlah yang berbudi luhur.
- Orang bijak menemukan kesenangan - Orang bijak menemukan kesenangan
- di air, orang yang berbudi luhur - di air, orang yang berbudi luhur
- menemukan kesenangan di gunung. - menemukan kesenangan di gunung.
Orang bijak aktif, orang yang berbudi luhur tenang.
Orang bijak penuh suka cita, orang yang berbudi luhur berumur panjang.
Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata dia bisa menenangkan dirinya.
dan menjadi guru di tempat terpencil ini.
Dari Nona Fan menjadi Nyonya Muda Pertama Yu,
lalu kini menjadi Guru Fan.
Mungkin
inilah sosoknya yang sebenarnya.
Bu, ini di mana?
Ini adalah tempat Ibu mengajar dulu, juga tempat ayahmu menorehkan prestasi.
Bu, cepat ajari aku membaca dan menulis.
Kelak, aku juga mau menorehkan prestasi dan tercatat dalam buku.
Apa cita-cita Youyou setelah dewasa?
Ingin seperti Ayah. Menjadi jenderal dan pejabat tinggi.
Ayo, pelan-pelan.
Menjadi pejabat tinggi daerah juga bagus.
Namun, sekarang, kita bertiga
menjalani kehidupan yang bebas juga lumayan bagus.
Untuk melepaskan diri dari dunia fana, seseorang harus lebih dulu mengalaminya.
Alangkah baiknya jika kelak Youyou bisa seperti ibunya
yang memiliki rencana sendiri.
Meskipun tidak tercatat dalam sejarah, dia juga wanita yang istimewa.
♪Dulu bagai burung dalam sangkar, memandang jauh ke ufuk timur♪
♪Bertekad menembus ribuan rintangan, melepaskan diri dari ilusi sisa hidup♪
Pegang yang erat.
Pegang yang erat.
Duduk yang baik, Youyou.
- Baik. - Ayo.
Ayah, lebih tinggi lagi. Lebih tinggi lagi.
Baik!
♪Embun beku yang menyelimuti pelipis putih, menutupi rupa masa lalu♪
♪Menerjang kesulitan dengan pantang menyerah♪
♪Membersihkan diri dari cercaan dan menghadapi stigma yang tidak adil♪
♪Semoga rakyat hidup beratap bersama, dengan cahaya lampu tetap menyala♪
♪Berbekal namaku yang sederhana untuk membawaku melewati segala nestapa♪
♪Memasuki permainan catur menggunakan siasat yang tidak bisa diubah♪
♪Memanfaatkan jatuhnya bidak yang tidak bisa kukendalikan♪
♪Menukar dunia agar badai salju reda sejenak♪
♪Tidak mencari ketenangan dari hal-hal di luar diri♪
(Disutradarai oleh Deng Ke)
(Tamat)
♪Masa lalu bagai sehelai daun gugur yang berpapasan♪
♪Begitu ringan, tapi langkahku berhenti karenamu♪
♪Merangkai suka duka menjadi kenangan tanpa sesal♪
♪Terukir dalam lingkar waktu♪
♪Ingin menghentikan waktu sejenak, tapi tidak mampu♪
♪Berpaling karena takut air mata tidak sanggup terbendung♪
♪Membekas jauh di relung hati, tapi kupendam dalam diam♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
♪Di lautan manusia, sesaat kutemukan dirimu♪
♪Tanpa suara, tapi menerangi separuh hidupku♪
♪Menulis kasih yang tidak terucap dengan keheningan♪
♪Kusimpan rapat di sudut hati♪
♪Sejak itu, tidak ada lagi yang layak kutunggu♪
♪Berpaling karena takut hidup ini tidak lagi punya tempat untuk pulang♪
♪Andai kita bisa berjuang bersama meraih masa depan♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
MkvDrama.net
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.