Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
=Road to Splendor=
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Zhi Zhi dari Grup Yuewen)
=Episode 33=
Kita tidak perlu berbasa-basi.
Kali ini, kau bisa dibilang mendapatkan berkah dari musibah.
Setidaknya berkurang satu saingan kuat sepertiku.
Kau pernah berkali-kali menyindir dan menghina latar belakangku.
Namun, tahukah kau apa sebenarnya gadis peliharaan itu?
Ada lima gadis lain
yang dibeli dan masuk ke kediaman bersamaku.
Saat aku berusia delapan atau sembilan tahun,
salah seorang dari mereka karena dianggap tidak cantik,
dia dijual menjadi pelayan.
Seorang gadis lain belajar menari.
Tubuhnya jatuh sakit karena kelaparan dan meninggal sebelum dewasa.
Ada satu lagi, dia disiksa oleh keluarga tempat dia dikirim
hingga keguguran dan meninggal.
Nyonya Muda,
kau sebenarnya bukan orang yang benar-benar keji.
Kau hanya ingin dihormati semua orang.
Jadi,
hal yang menurutmu paling keji
hanyalah beberapa trik kecil untuk mempermalukan orang.
Dibandingkan saudari-saudari lainnya,
bisa dibilang aku sangat beruntung.
Nona Fan.
Dalam perjalanan ini,
jagalah dirimu baik-baik.
Semoga juga suatu hari nanti,
kau bisa melepaskan diri dari dunia yang sempit ini.
(Pantas saja Nyonya Zhao bilang,)
(siapa kita saat dilahirkan mungkin penting,)
(tapi siapa yang kita nikahi juga penting.)
(Namun, yang paling penting adalah)
(menjadi siapa kita pada akhirnya.)
(Semoga kita)
(pada akhirnya memperoleh kebebasan.)
Nyonya,
Nyonya Muda tidak membawa emas atau perhiasan apa pun.
Dia hanya membawa sepuluh peti naskah sebagai harta sesannya.
Mungkin
dia akhirnya mengerti.
Sejak awal,
dia hanya ingin dipandang tinggi oleh orang lain,
bukannya benar-benar menginginkan harta benda itu.
Keluarga Yu tidak akan bisa mengurungnya.
Berhubung dia menginginkan kebebasan,
biarkan saja dia pergi.
Cairong, jual semua perhiasan emas yang kusimpan,
lalu tukarkan semuanya menjadi uang kertas.
Kenapa?
Itu untuk menjaga kehormatan Nona saat di luar kediaman.
Jangan bodoh.
Hari ini adalah dia.
Mungkin saja besok adalah giliranku.
Ganti semuanya dengan perhiasan berlapis emas.
Cukup untuk menjaga penampilan saja.
Kalau benar-benar tiba saat genting,
perhiasan-perhiasan itu tidak bisa menyelamatkan nyawa.
Hanya uang kertas itu yang benar-benar bisa menjadi penyelamat.
Tuan Tian,
aku dengan lancang ingin meminta Tuan mengajukan satu memorandum
sebelum pensiun.
Tuan Zhao, aku bisa menjadi pejabat selama puluhan tahun
dengan mengandalkan prinsip menjaga diri agar tetap aman.
Aku tidak mau ikut campur urusanmu yang keruh ini.
Kasus lama sistem pengelolaan garam memang memiliki banyak kejanggalan.
Semua petunjuk mengarah kepada Keluarga Yu.
Jika Tuan yang berbicara,
pengaruhnya akan jauh berbeda dibandingkan jika aku yang berbicara.
Tuan hanya perlu mengajukan satu memorandum untukku.
Biar aku yang melakukan pekerjaan berat dan kotor sisanya.
Ini bisa memberantas korupsi, sekaligus mengisi kas negara.
Menguntungkan negara dan rakyat.
Tentu saja aku sendiri
memang punya kepentingan pribadi.
Namun, bagi Tuan Tian, ini bisa membuat nama Tuan
tercatat dengan gemilang dalam sejarah.
Tuan Zhao, usiaku sudah 58 tahun.
Tidak lama lagi, aku akan pulang kampung untuk menikmati hari tua.
Kau juga masih mencoba menjual mimpi kepadaku.
Dalam hidup ini,
makin besar keserakahanmu,
makin besar pula kerugian yang akan kau tanggung.
Kekuasaan boleh kau dambakan, tapi jangan sampai terikat.
Sekarang, keadaanku sudah pas.
Sudahlah, aku agak lelah.
Aku tidak akan menahan Tuan Zhao lebih lama.
Anak Muda, silakan pulang.
(Kebajikan Seseorang Mendatangkan Berkah bagi Tanah Kelahirannya)
Bagaimana?
Dia tidak menginginkan kekuasaan, tidak mengejar keuntungan,
bahkan nama gemilang dalam sejarah pun tidak mampu menggoyahnya.
Untuk saat ini, sungguh sulit menemukan celah yang bisa membujuknya.
Bahkan Buddha sekalipun
masih ingin menyelamatkan semua makhluk.
Aku tidak percaya di dunia ini,
benar-benar ada orang yang mampu memutus semua obsesi.
Menurutmu, apa yang sebenarnya
diinginkan oleh Keluarga Tian?
Sekretaris Agung Tian kini sudah pensiun.
Untuk generasi Nyonya,
tentu sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Namun, bagaimana setelah Nona Pertama mencapai usia dewasa?
Wanita tidak bisa ikut ujian kekaisaran dan menjadi pejabat.
Nyonya tentu juga tidak ingin dia terkurung di kediaman dalam
dan tidak tega membiarkannya sibuk melayani mertua setiap hari.
Lalu, kelak, apa yang harus dia lakukan?
Bagaimana kau tahu
bahwa aku tidak merencanakan masa depan putri pertamaku?
Nyonya berasal dari keluarga terpandang.
Kau tidak mengejar kekuasaan ataupun kekayaan.
Namun, kau tetap bersusah payah
mengadakan pertemuan cendekiawan ini setiap bulan.
Kurasa, itu pasti demi membuka jalan bagi putrimu
agar kelak jaringan relasi dan sumber daya yang kau miliki
bisa diwariskan kepadanya.
Jika aku bisa mengundang Ibu Suri Agung hadir secara langsung,
bukankah pertemuan cendekiawan yang Nyonya adakan itu
akan makin bergengsi
dan reputasi yang diwariskan kepada putrimu akan makin besar?
Kau sungguh bisa melakukannya?
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Belakangan ini, saya memperoleh sebuah buku istimewa.
Saya sengaja membawanya untuk dipersembahkan
kepada Ibu Suri Agung.
(Ulasan Puisi Gunung Timur)
Buku ini dikumpulkan dan disusun oleh Sarjana Agung Fan Kun.
Judulnya adalah "Ulasan Puisi Gunung Timur".
Jilidnya cukup elegan.
Keistimewaan buku ini terletak pada ulasan bersama ayah dan putrinya.
Tulisan hitam di sebelah kiri adalah catatan Fan Kun,
sedangkan tulisan merah di sebelah kanan
adalah pandangan Fan Yake.
Saya kebetulan
mendapatkan buku ini di pertemuan cendekiawan Nyonya Wei.
Setelah membacanya dengan saksama, saya merasa isinya sangat menarik.
Itu sebabnya,
saya sengaja mempersembahkannya kepada Ibu Suri Agung.
Dibandingkan ayahnya,
aku justru merasa pandangan putrinya itu lebih sesuai dengan seleraku.
Seorang wanita bisa memiliki bakat seperti ini
sungguh tidak mudah.
Jika Ibu Suri Agung bersedia datang bersama para pejabat wanita
untuk menghadiri pertemuan cendekiawan di ibu kota secara langsung
dan peristiwa besar ini dicatat dalam catatan harian istana,
hal itu bisa mendorong para wanita untuk belajar,
sekaligus meninggalkan kisah indah tentang Ibu Suri Agung dalam sejarah.
Dengan begitu,
bukankah itu hal yang baik?
Bagus sekali.
Kudengar, wanita di wilayah barat laut bisa menunggang kuda dan memanah,
juga bisa mengurus pertanian dan menyiapkan perbekalan militer.
Di ibu kota ini, memang tidak ada pemandangan Gurun Gobi,
tapi tetap memiliki keanggunan budaya tersendiri.
Hari ini, aku sengaja keluar dari istana untuk melihat-lihat
bagaimana para nona bangsawan di ibu kota
biasanya mengisi waktu mereka.
- Salam hormat kepada Ibu Suri Agung. - Salam hormat kepada Ibu Suri Agung.
Tidak perlu formalitas.
- Terima kasih, Ibu Suri Agung. - Terima kasih, Ibu Suri Agung.
Izin menjawab, Ibu Suri Agung.
Ibu kota adalah tempat berkumpulnya budaya dan ilmu pengetahuan.
Para wanita di ibu kota memang tidak pandai berkuda dan memanah,
tapi mereka sering melantunkan puisi, melukis,
mengadakan pertemuan cendekiawan, serta membentuk perkumpulan puisi.
Nyonya Tian,
jadi ini pertemuan cendekiawan yang kau selenggarakan?
Izin menjawab, Ibu Suri Agung. Saya hanya menyediakan tempat.
Semuanya berkat dukungan para nyonya.
Bagus sekali.
Lekaslah ajak aku berkeliling ke tempat lain.
Silakan lewat sini.
Pada musim semi tahun ketujuh Era Hongzhi,
Ibu Suri Agung keluar dari istana dan menghadiri
pertemuan cendekiawan Nyonya Tian dari Keluarga Wei.
Beliau sangat senang dan memujinya secara langsung.
Bahkan, Ibu Suri Agung pun bersedia hadir.
Nyonya Wei benar-benar mendapatkan kehormatan besar.
Nyonya Zhao memang sangat cerdik.
Tenang saja.
Untuk urusan yang diinginkan Tuan Zhao,
aku akan membujuk ayahku untuk turun tangan.
(Kedai Perhiasan Xie)
Kualitas mutiara ini cukup bagus.
Nilainya diperkirakan 10.000 tahil per butir.
- Sepuluh ribu tahil? - Sepuluh ribu tahil?
Benar-benar harta langka.
Sungguh jarang ditemukan.
Siapa yang sanggup membayar harga setinggi itu?
Namun, jika bisa ditemukan satu lagi
dengan kualitas yang sama untuk dijadikan sepasang,
nilainya diperkirakan bisa naik setidaknya tiga kali lipat.
- Tiga kali lipat? - Tiga kali lipat?
Jadi, jika ada mutiara serupa di kediaman kalian,
Kedai Xie bersedia membelinya dua kali lipat harga pasar.
Tiga kali lipat.
(Yu) Sungguh indah.
Ini... Bukankah ini kotak yang dibawa oleh Sekretaris Agung Yu
saat datang meminta maaf sebelumnya?
Jangan-jangan
Sekretaris Agung Yu yang memberikannya kepada penjaga Kedai Xie?
Sekretaris Agung Yu selalu mengaku hidup bersih dan jujur.
Tidak disangka, begitu memberi hadiah, barangnya justru semewah ini.
Benar.
(Kediaman Yu)
Jika sekarang kita menyangkal bahwa itu bukan pemberian kita,
tidak akan ada yang percaya.
Sekarang, seluruh ibu kota sudah membicarakannya.
Katanya, Keluarga Yu sangat kaya dan royal dalam memberi hadiah.
Trik Nyonya Fu untuk mengubah kepalsuan menjadi seolah-olah nyata ini
sungguh kejam.
Sejak awal, dia tidak pernah mengatakan bahwa itu hadiah dari Keluarga Yu.
Lalu, rumor menyebar ke seluruh penjuru kota.
Ini justru membuat Keluarga Yu tidak bisa menjelaskan apa-apa.
Dia memakai hadiah yang kuberikan untuk membangun nama
sebagai alat untuk memfitnah kita.
Ini bukan pembalasan, melainkan provokasi.
Sudah sejak awal aku menyarankan Tuan Besar
agar jangan memberikan kotak kosong.
Sekarang, bukan waktunya menyindir, Istriku.
Sekarang, seluruh ibu kota sedang mengawasi Keluarga Yu
dan membicarakan betapa kayanya kita.
Kalau biasanya, Kaisar mungkin hanya akan menutup sebelah mata.
Namun, sekarang, istana sedang kekurangan uang.
Tindakan Nyonya Fu itu
sama saja dengan mendorong Keluarga Yu menjadi sasaran empuk.
Zhao Ling itu juga.
Entah cara apa yang dia gunakan untuk membujuk si Tian itu.
Sudah mau pensiun, seharusnya dia tinggal menikmati hari tuanya.
Namun, menjelang pergi,
dia malah mengajukan memorandum untuk menjebakku.
Dia ingin membentuk Biro Pajak Garam.
Proses serah terimanya saja memakan waktu setengah tahun.
Nantinya, orang tua itu sudah pulang kampung untuk memancing.
Kudengar, Sekretaris Agung Tian
sengaja mencantumkan dalam rancangan peraturannya
bahwa akan meminta orang dari Enam Kementerian.
Dia ingin menyingkirkan semua orang kita.
Benar, Istriku.
Jangan salahkan aku karena gelisah.
Begitu catatan keuangan sistem perdagangan garam diserahterimakan,
semua permainan kita...
Pokoknya...
Pokoknya, semua pembukuan bermasalah itu terus diawasi ketat oleh Zhao Ling.
Lalu, Nyonya Fu juga kembali membuat masalah seperti ini.
Aku sudah membaca rancangan peraturan sistem perdagangan garam
yang disusun oleh Sekretaris Agung Tian.
Sangat bagus.
Hal terpenting di dalamnya adalah
pemilihan orang untuk masuk Biro Pajak Garam.
Kaisar, hamba bersedia mengajukan diri
untuk memimpin urusan ini.
Belakangan ini, ada beberapa rumor di ibu kota.
Aku juga sudah mendengarnya.
Pejabat Yu sebaiknya bereskan dulu pembukuan keluargamu,
baru mengurus pembukuan sistem perdagangan garam ini.
Urusan ini kuserahkan kepada Pejabat Zhao.
Hamba menaati titah.
Di dunia ini, yang paling mudah dimanipulasi adalah hati manusia.
Fu Tingyun ingin menjadikan Keluarga Yu sebagai sasaran semua orang.
Zhao Ling ingin menempatkan orang-orang sendiri di Biro Pajak Garam.
Kalau begitu, sebaiknya kita gunakan
taktik mencabut sumber masalah dari akarnya.
(Perkumpulan Pedagang Yan)
Tuan Jin, jika istana benar-benar membentuk Biro Pajak Garam,
kelak izin usaha garam harus dibeli langsung
dengan uang dari Kementerian Keuangan.
Bukankah nantinya makin bergantung pada koneksi dan pelindung?
Kita punya Tuan Jin.
Tuan Jin, berikan kami kepastian.
Apakah pelindung kita kelak masih bermarga Zhao?
Tuan Zhao sudah naik jabatan.
Sekarang, dia adalah pejabat pangkat tiga.
Tuan Jin, apakah kau yakin masih bisa berbicara di hadapan Tuan Zhao?
Tuan Jin, berikan kami kepastian.
Apakah usaha garam ini masih bisa kita jalankan?
Benar, Tuan Jin.
Puluhan anggota keluarga dan pekerja kami
semuanya bergantung pada usaha ini.
- Tuan Jin. - Tuan Jin terus.
Ada seorang tamu terhormat
yang mengundang Anda minum teh di Paviliun Qingfeng.
Saya, Jin Yuanbao, memberi hormat kepada Nyonya Yu.
Saya tidak tahu Sekretaris Agung Yu datang secara langsung.
Saya merasa sangat tersanjung.
Penjaga Kedai Jin, tidak perlu memberi hormat.
Bangunlah.
- Mari duduk dan bicara. - Tuan.
Duduklah.
Hari ini, aku mengundangmu karena ada sebuah hal bagus.
Kau pun tahu
bahwa sejak dibentuknya Biro Pajak Garam,
izin usaha garam di seluruh negeri
harus diperoleh dengan membayar pakai uang.
Asalkan Penjaga Kedai Jin bersedia menjadi saksi
dan menunjuk Zhao Ling pernah memperdagangkan garam ilegal,
serta mengungkap bahwa dia bersekongkol dan menindas para pedagang garam,
aku jamin
semua jatah izin usaha garam
di seluruh wilayah barat laut akan menjadi milikmu.
Mulai saat itu,
kau akan menjadi pedagang garam terbesar di wilayah barat laut.
Tu... Tuan, ini... ini sungguh tidak boleh.
Itu tuduhan palsu.
Kalau memfitnah pejabat istana, saya bisa dihukum cambuk.
Selain itu, dalam kasus persekongkolan pejabat dan pedagang,
pedagang juga akan ditangkap dan dihukum.
Tidak boleh.
Dulu, kau pernah berdagang bersama Zhao Ling.
Kau pasti pernah melihat surat kepemilikan tanah Keluarga Zhao
dan pernah melihat stempel pribadinya.
Semua itu bisa dijadikan bukti.
Pastikan kasus ini menjadi perkara yang tidak terbantahkan.
Dengan begitu, itu bukan lagi tuduhan palsu.
Kedua, kau tidak perlu menanggung risikonya sendiri.
Pilih saja salah satu rekan usahamu untuk menanggungnya.
Nyonya, Tuan, mungkin kalian belum tahu.
Bagaimanapun, saya dan Tuan Zhao sudah seperti saudara kandung.
Masalah ini...
Benarkah?
Kalau begitu, kenapa kau tidak diundang ke pesta perayaannya?
Antara pejabat dan pedagang,
bagaimana mungkin ada persahabatan sejati?
Kalian berdua
sudah lama menempuh jalan yang berbeda.
Tenang saja.
Jika urusan ini berhasil,
Zhao Ling
paling hanya akan diturunkan jabatan dan diasingkan ke daerah.
Sementara itu,
kau akan mendapatkan keuntungan nyata berupa emas dan perak.
Kudengar, ada seseorang yang dipanggil Penjaga Kedai Ye
diam-diam sering mengeluh tentangmu.
Tuan Jin.
Kau mencariku?
Kau memanggilku apa?
Tuan Jin.
Panggil Kakak.
Kak Yuanbao.
Ingatlah, kapan pun itu, aku adalah Kak Yuanbao-mu.
Aku memanggilmu kali ini karena ingin meminta bantuanmu.
Beberapa hari lagi adalah
upacara peringatan kematian Saudara Yucheng.
Aku sudah membuat sebuah tungku dupa dari emas murni.
Aku tidak percaya jika menyerahkannya kepada orang lain.
Kau masih muda dan langkahmu lebih gesit.
Gantikan aku pergi ke Yuzhou untuk mengambilkan barangnya.
Murni dari emas? Kau rela mengeluarkan uang sebanyak itu?
Ini untuk Saudara Yucheng.
Saudara kita sendiri.
Tenang saja, pasti sempat.
Sebelum hari pernikahan, kau pasti sudah kembali.
Baik, serahkan kepadaku.
Meskipun aku tidak punya orang tua,
untungnya aku punya kalian sebagai kakakku.
Kalian semua begitu baik kepadaku.
Sebelumnya, Tuan Kesembilan sempat membicarakanmu.
Katanya, kau sudah lama tidak berkunjung.
Aku sibuk.
Reformasi garam sudah dekat. Situasinya masih belum jelas.
Sebaiknya jangan merepotkan Tuan Kesembilan.
Kalau begitu, aku pamit dulu, Kak Yuanbao.
Pergilah.
Pelan-pelan.
Tuan Hakim!
Saya, Jin Yuanbao, menggugat
(Biro Pemerintahan Prefektur Chengqian) Jenderal Zhaoyong, Zhao Ling,
karena bersekongkol dengan pedagang dan memperjualbelikan garam ilegal!
Para pedagang garam seperti kami dipaksa menyerahkan keuntungan dan suap.
Di semua catatan transaksi uang
serta surat kepemilikan kediaman dan tanah,
terdapat stempel pribadinya.
Kaisar,
(Shen Congsi mengabdi sampai mati) sejak dilakukannya
(Shen Congsi mengabdi sampai mati) uji coba reformasi garam di Anzhou,
pendapatan kas negara telah bertambah 200.000 tahil.
Ini adalah pembukuan yang diserahkan pejabat setempat
beserta laporan keberhasilannya.
(Memorandum: Laporan Keberhasilan Kebijakan Baru Garam Anzhou)
(Memorandum: Zhao Ling, Pejabat Penting Urusan Garam menipu Kaisar,)
(menggelapkan dana, dan memeras suap)
(Memorandum: Shen Congsi, Inspektur Pengawas Garam)
(meninggal karena sakit saat menjabat)
Aku sangat puas dengan penanganan urusan oleh Sekretaris Agung.
Kaisar, ada satu hal lagi yang ingin hamba laporkan.
Kini, ada pedagang garam yang menggugat Zhao Ling
bahwa dia tidak hanya bersekongkol dengan pedagang,
memaksa dan memeras suap,
bahkan orang itu berasal dari kalangan pedagang garam ilegal.
Namun, dia menutupi masa lalunya dan menyusup ke dalam militer,
serta menipu Kaisar.
Kini, ada surat kepemilikan tanah
dengan stempel pribadi Zhao Ling sebagai bukti.
Mohon Kaisar memeriksanya.
Kaisar, sekarang pejabat penting istana ternyata memalsukan identitasnya.
Ini adalah kejahatan berat karena menipu Kaisar.
Entah dia memang sehebat itu hingga mampu menipu semua orang
atau ada seseorang yang sengaja melindungi dan membiarkannya.
Mohon Kaisar menyelidikinya.
Kaisar, sistem perdagangan garam baru baru saja diuji coba di Anzhou,
tapi sudah menambah pendapatan sebesar 200.000 tahil.
Jika diterapkan di seluruh negeri, tambahan jutaan tahil bukanlah masalah.
Namun, sekarang orang yang menangani sistem pengelolaan garam
justru pedagang garam ilegal yang menipu Kaisar.
Bagaimana rakyat bisa percaya?
Lalu, bagaimana sistem pengelolaan garam yang baru ini bisa terus diterapkan?
Kaisar.
Menurut hamba,
reformasi garam harus dihentikan untuk sementara
dan kasus ini diselidiki sampai tuntas.
Berkurangnya kas negara hanyalah perkara kecil.
Namun, tata pemerintahan
harus tetap ditegakkan.
Reformasi garam menyangkut dasar negara
sehingga tidak boleh dihentikan hanya karena satu orang.
Sampaikan titahku.
Urusan sistem pengelolaan garam
diambil alih Kementerian Keuangan untuk sementara.
Zhao Ling
dicopot sementara dari jabatan dan dimasukkan ke penjara.
Selidiki.
Selidiki dia sampai tuntas.
Mohon Kaisar mempertimbangkan kembali.
- Kaisar bijaksana! - Kaisar bijaksana!
Geledah!
(Kediaman Xie)
Tuan.
Mohon Tuan memberi sedikit kelonggaran.
Keluarga wanita di kediaman adalah kenalan lama Tuan Muda kami.
Mohon Tuan menjaganya dengan baik.
Tidak bisa.
Tuan Muda Yu, bukannya saya tidak tahu diri.
Hanya saja, soal penyitaan Kediaman Zhao,
ayah Anda sudah sejak lama mengutus orang untuk mengingatkan kami.
Uang dari Tuan Muda Yu ini sungguh tidak berani saya terima.
Cepat!
Jangan melawan!
Jongkok!
- Cepat jongkok! - Ayo, jongkok!
Nyonya, kita sudah mengirim surat kepada Nyonya Wang.
Kenapa dia belum datang?
Jangan panik.
Ulur waktu sampai mereka datang. Setidaknya kita masih bisa selamat.
- Jongkok! - Semuanya jongkok!
- Ampun! - Kemari!
- Sanniang! - Dasar parasit negara!
Tidak usah berpura-pura menjadi majikan dan pelayan yang begitu setia.
Tahukah kalian bahwa garam yang kalian santap setiap hari
tercemar oleh uang kotor suami istri Keluarga Zhao ini?
Kau memfitnah!
Kalian bahkan belum menyelidikinya, tapi sudah menyebut kami parasit.
Keluarga asal nyonya kami adalah Keluarga Xie dari Jiangnan!
Wajar saja jika beliau memiliki harta pribadi.
- Benar. - Benar!
Kasus ini belum diputuskan.
Kami hanya bekerja sama dalam penyelidikan,
bukan terpidana.
Selama belum ada dekret Kaisar yang menyatakan kami bersalah,
Tuan jangan mempersulit kami di sini.
Pakaian ini juga dibeli dari hasil memeras rakyat.
- Lepaskan! - Apa yang kau lakukan?
Jangan sentuh nyonya kami! Kenapa kalian begitu kejam?
Kau ingin merusak kehormatan nona kami!
- Aku akan melawanmu! - Sanniang!
Nyonya!
Hentikan!
Kusarankan kalian bertindak sesuai hukum.
Jika ingin memanfaatkan kekacauan untuk menindas para wanita,
kalian harus melewati kami dulu.
Kalau mau menyita harta, silakan saja.
Namun, pernahkah Kaisar mengeluarkan dekret
agar kalian menindas keluarga wanita, merusak, dan menjarah?
Pernahkah Kaisar menyuruh kalian melepas pakaian orang di depan umum?
- Benar! - Benar!
Siapa yang menyuruhmu?
Kau juga.
Kalau ibumu tahu bahwa kau menindas wanita seperti ini di luar,
dia pasti akan bangkit dari peti mati!
- Kau... - Apa?
Kalian semua tampak seperti orang baik-baik,
tapi malah melakukan perbuatan hina seperti ini.
Kalau memang hebat, pergilah ke perbatasan dan lawan musuh.
Pamer kekuasaan di sini saja, pria macam apa kalian?
- Benar! - Benar!
- Pria macam apa kalian? - Sudah!
Lakukan saja sesuai aturan.
Nyonya Fu, lepaskan semua perhiasan rambutmu.
Ikutlah dengan kami.
Para pelayan lainnya akan ditahan sesuai hukum
dan menunggu keputusan!
Nyonya.
- Tidak apa-apa. - Jalan!
Sanniang.
- Nyonya. - Nyonya.
Kau tidak apa-apa, 'kan?
Terima kasih kepada Nyonya
dan saudari sekalian yang membantuku di saat sulit.
Jangan berkata seperti itu, nanti malah terasa seperti orang asing.
Kau tenang saja. Serahkan urusan kediamanmu kepada kami.
Kalian semua terikat kontrak hidup. Seharusnya kalian tidak ikut terseret.
Musibah hari ini
terjadi karena aku dan Tuan Kesembilan telah menyeret kalian.
Namun, kalian tenang saja.
Selama kami belum dinyatakan bersalah,
tidak seorang pun berani menjual kalian seenaknya.
Untuk saat ini,
kalian memang harus sedikit menderita.
Namun, saat kebenaran terungkap nanti,
aku pasti akan memberikan keadilan kepada kalian semua!
Nyonya, jangan berkata seperti itu.
Selama bertahun-tahun,
kami mengikuti Nyonya dan Tuan Kesembilan.
Kalian telah memperlakukan kami seperti keluarga.
Tidak pernah sekali pun kalian berkata kasar kepada kami
dan upah bulanan kami tidak pernah kurang sedikit pun.
Hari ini, saya tidak berguna
sehingga tidak mampu membantu majikan dan membersihkan nama baik Nyonya.
Namun, kami tidak akan pernah berkhianat.
Kami akan menunggu Anda kembali. Kami tidak akan pergi!
- Benar. - Benar, Nyonya.
- Ya. - Nyonya.
Kami akan menunggu Anda dan Tuan Kesembilan
membersihkan nama baik dan kembali dengan selamat.
Kami akan menunggu Anda kembali!
- Kami akan menunggu Anda kembali. - Kami menunggu Anda kembali.
(Kediaman Xie)
Turun salju.
- Pasti ada ketidakadilan besar. - Benar.
(Disegel oleh Biro Penegakan Hukum Pasukan Istana)
Tuan Kesembilan Zhao,
seseorang menitip pesan kepada saya.
Istri Anda juga telah dijebloskan ke penjara.
Tiga hewan persembahan, uang kertas arwah,
arak putih bunga pir kesukaan Kak Yucheng.
Sudah lengkap.
Lihatlah, kenapa tempat ini disegel?
Jangan dilihat lagi. Cepat pergi.
(Kediaman Xie)
Nyonya, orangnya sudah dibawa kemari.
Nyonya, sebenarnya apa yang terjadi?
Jin Yuanbao mengajukan laporan kepada istana
dan menggugat Zhao Ling atas tiga kejahatan besar.
Pertama,
bersekongkol dengan Penjaga Kedai Ye untuk menjual garam ilegal.
Kedua, memaksa pedagang garam menyerahkan separuh keuntungan
sebagai uang pelicin.
Ketiga,
dia membongkar masa lalu Zhao Ling sebagai pedagang garam ilegal.
Dia juga menyerahkan surat kepemilikan tanah
yang memiliki stempel pribadi Zhao Ling sebagai bukti.
Kebenaran dan kebohongan dicampur menjadi satu
jadi sulit dibantah.
Tidak mungkin!
Padahal, Kak Yuanbao yang menyuruhku ke Yuzhou
guna mengambil persembahan untuk Kak Yucheng
sehingga aku meninggalkan ibu kota.
Bagaimana mungkin dia mengkhianati Tuan Kesembilan?
Sen,
manusia bisa berubah.
Tongkat Qimei ini diperbaiki sendiri oleh Tuan Zhao untukmu.
Awalnya, dia ingin memberikannya kepadamu
saat pernikahanmu dengan putri keduaku.
Sayangnya, sekarang dia sudah dikurung di penjara.
Benda ini
sebaiknya kau terima dulu.
Nyonya, bisakah Anda menyelamatkan Tuan Kesembilan?
Saya pasti akan membalas budi ini berkali lipat.
Bangunlah.
Tuan kami sedang berusaha membantunya.
Dalam keadaan terburuk sekalipun,
Keluarga Wang akan berusaha melindungimu.
Pernikahanmu dengan putri keduaku tidak akan berubah.
Bagaimana bisa jadi begini?
Yu...
Penjaga Kedai Jin, maaf sudah membuatmu menunggu lama.
Di mana Sekretaris Agung?
Di mana Sekretaris Agung?
Tuan Besar sedang sibuk dengan urusan pemerintahan
sehingga benar-benar tidak bisa datang.
Kalau ada perlu, kau bisa bicara denganku.
Aku datang kali ini karena urusan Keluarga Zhao.
Sekretaris Agung telah berjanji kepadaku
bahwa paling buruk hanya akan diasingkan ke perbatasan.
Namun, kenapa sekarang malah berakhir
dengan dikurung di penjara dan hartanya disita?
Ada beberapa hal yang seperti teh ini.
Setelah ditelan, apakah masih bisa dimuntahkan kembali?
Penjaga Kedai Jin,
tehnya sudah dingin.
Tuan Besar.
Sen sudah datang.
Persembahan untuk Saudara Yucheng sudah siap?
Kenapa kau membohongiku?
Membohongi apa?
Kau sengaja menyuruhku ke Yuzhou.
Katakan! Kenapa kau mengkhianati Tuan Kesembilan?
Apanya yang mengkhianati Tuan Kesembilan?
Kau dengar omong kosong itu dari siapa?
Aku bukan lagi anak kecil! Aku sudah berusia 18 tahun!
Kenapa satu per satu dari kalian mengalami musibah,
tapi tidak ada yang memberitahuku?
Kenapa?
Tuan Kesembilan menghalangi jalan terlalu banyak orang.
Kalaupun bukan aku yang melaporkannya,
orang lain juga akan melakukannya.
Kalau orang lain bisa meraih kekayaan ini,
kenapa bukan aku?
Lagi-lagi karena uang.
Orang hidup itu
kalau bukan demi uang, lantas demi apa?
Kalau pernah hidup mengandalkan dirimu sendiri sehari saja,
kau tidak akan menanyakan hal itu.
Sejak Tuan Kesembilan masuk ke ibu kota,
pernahkah dia menganggapku sebagai saudara?
Dia mempermalukanku di depan anak buahnya.
Dia... Sen, apa yang ingin kau lakukan?
Cabut gugatanmu!
Aku sudah pergi menemui Sekretaris Agung Yu.
Dia tidak mau menemuiku sekarang.
Saat aku berguna, mereka memperlakukanku seperti manusia.
Saat aku sudah tidak berguna,
siapa yang masih menganggapku sebagai manusia?
Semuanya sama saja.
Sen, lihatlah baik-baik.
Manusia memangsa manusia. Begitulah dunia ini!
Aku menyuruhmu pergi ke Yuzhou
karena masih mengingat persaudaraan kita.
Kalau bukan karena aku,
sekarang kau juga sudah dikurung di penjara kekaisaran!
Sejak kecil,
kalian selalu menyuruhku berlatih tongkat, bukan pedang.
Kata kalian, supaya tidak menumpahkan darah.
Itu sebabnya, aku hanya berlatih tongkat.
Namun, tongkat
juga bisa membunuh orang!
Aku sudah berbuat semampuku!
Kalian tidak bisa menuntutku melakukan lebih dari itu!
Kak Yuanbao,
aku sungguh mengira
kita akan menjadi saudara seumur hidup.
Sen.
Sen.
Biar kulihat.
Untung saja.
Untung saja kau tidak melakukan hal bodoh.
Tuan Kesembilan menemukanku di antara tiga pohon.
Kak Yuanbao bilang,
"Beri dia nama Sen saja." [*Bermakna hutan]
Bukan hanya Tuan Kesembilan yang membesarkanku.
Mereka bilang,
setelah aku datang,
para kakakku menjadi lebih lembut.
Meski menjual garam ilegal,
mereka tidak berubah menjadi penjahat kejam.
Jin Yuanbao, kalau dulu
kau menerima nasibmu,
tetap hidup tenang
di Huaying, dan menjadi penjaga toko kecil,
kau tidak akan berakhir seperti sekarang.
Kehilangan satu telinga,
kehilangan sekumpulan saudara.
Sampai sekarang,
kau masih harus mempertaruhkan nyawamu yang menyedihkan ini.
Sekretaris Agung Yu memang benar.
Manusia hidup itu
antara memangsa orang lain
atau
memangsa diri sendiri.
Aku...
Aku tidak melakukan kesalahan!
Mohon Kakak memberikan sedikit kelonggaran kepada kami.
Paling lama hanya 15 menit.
Cepatlah.
Nyonya Zhao.
Hari ini, Kakak murah hati sekali.
Kau sudah jatuh dalam keadaan seperti ini,
tapi masih sempat bercanda.
Ini bukan apa-apa.
Berbagai bahaya besar telah kulewati. Memangnya masih takut pada cobaan ini?
Ini pakaian dan uang
yang dititipkan oleh Nyonya Wang untukmu.
Dia berpesan secara khusus bahwa akan menjaga Sen dengan baik.
Dia memintamu harus menjaga diri baik-baik.
Dengarkan aku.
Kalau benar-benar tidak ada jalan lain,
limpahkan saja semua kesalahan kepada Tuan Zhao.
Dia begitu menyayangimu sehingga pasti tidak akan menyalahkanmu.
Sebagai wanita, dalam keadaan apa pun,
kita tidak boleh menyerah kepada diri sendiri.
Kau harus tetap hidup.
Dia menyayangiku.
Kalau begitu, aku juga harus menyayanginya.
Kalian tenang saja.
Aku tahu apa yang harus dilakukan.
Tempat macam apa ini? Masih lebih baik di Ganlin.
Andai saja kita semua masih berada di Ganlin, Jenderal Mo tidak akan tewas.
Harta Tuan Zhao tidak akan disita. Semuanya tidak akan berubah.
Benar.
Namun, di dunia ini,
bagaimana mungkin ada jalan untuk kembali?
(Cuplikan Episode Selanjutnya)
Tuan Kesembilan
sudah tiada.
Dia sungguh sudah tidak apa-apa?
Ada orang yang ingin naik, ada orang yang takut tergantikan.
Yang paling penting sekarang adalah kita harus menyelidiki hingga jelas
sebenarnya Zhao Ling pergi melakukan apa.
Jika kau masih berani membuat keributan,
aku khawatir akhirnya
bukan hanya semangkuk sup kemurnian ini yang menantimu.
♪Masa lalu bagai sehelai daun gugur yang berpapasan♪
♪Begitu ringan, tapi langkahku berhenti karenamu♪
♪Merangkai suka duka menjadi kenangan tanpa sesal♪
♪Terukir dalam lingkar waktu♪
♪Ingin menghentikan waktu sejenak, tapi tidak mampu♪
♪Berpaling karena takut air mata tidak sanggup terbendung♪
♪Membekas jauh di relung hati, tapi kupendam dalam diam♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
♪Di lautan manusia, sesaat kutemukan dirimu♪
♪Tanpa suara, tapi menerangi separuh hidupku♪
♪Menulis kasih yang tidak terucap dengan keheningan♪
♪Kusimpan rapat di sudut hati♪
♪Sejak itu, tidak ada lagi yang layak kutunggu♪
♪Berpaling karena takut hidup ini tidak lagi punya tempat untuk pulang♪
♪Andai kita bisa berjuang bersama meraih masa depan♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.