Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
=Road to Splendor=
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Zhi Zhi dari Grup Yuewen)
=Episode 32=
Cepatlah!
Aku nyalakan, ya.
Belakangan ini,
Tuan Kesembilan dan Nyonya, yang satu tidur di kamar samping,
satu lagi di ruang baca. Keduanya bahkan tidak saling menatap.
Jika terus seperti ini,
semesra apa pun suami istri, hubungan mereka juga bisa retak.
Iya. Seharusnya kita mencari alasan
agar mereka lebih banyak mengobrol saat makan malam
Festival Musim Semi.
Ada sebuah tradisi di kampung halaman kami.
Siapa pun yang memakan pangsit isi koin tembaga ini,
seluruh anggota keluarga
harus mengucapkan kata-kata keberuntungan untuknya.
Jika Nyonya memakan pangsit ini...
Boleh juga, kau memang punya banyak akal.
- Sen, beri aku koin tembaga. - Baik.
Ini Festival Musim Semi pertama yang kita rayakan di ibu kota.
Meski kita makan pangsit isi sayuran karena sedang menjalani masa berkabung,
kita tetap membuat dengan harapan keberuntungan
untuk memeriahkan suasana.
Dengan begitu, Nyonya Kelima juga akan bahagia di atas sana.
Benar.
Namun, Sanniang,
bagaimana kita membedakan pangsit ini dengan pangsit lain?
Aku akan membuat 18 lipatan pada pangsit ini.
Delapan belas lipatan bagus.
Makin banyak dilipat, keberuntungan makin banyak.
Belakangan ini, Nyonya merasa sedih.
Biarkan dia memakan pangsit ini.
Semoga tahun depan keadaan menjadi lebih baik
dan semuanya berjalan lancar.
(Kebajikan Seseorang Mendatangkan Berkah bagi Tanah Kelahirannya)
Pangsitnya sudah datang.
Pangsit hari ini berbeda dengan yang biasanya.
Aku menaruh hadiah di dalamnya.
Siapa pun yang memakan hadiah itu hari ini,
harus mendengarkan kata-kata keberuntungan dari yang lain untuknya.
Mari kita lihat siapa yang beruntung, bagaimana?
Baik, ini ide bagus.
Makanlah yang ini.
Ini pangsit yang dibuat oleh Tuan Kesembilan sendiri.
Semuanya tenggelam di dasar. Pasti ada di dalam mangkuk ini.
- Ayo, cepat makan. - Ayo, makan.
- Mari. - Ayo, makan.
- Cepat cicipi. - Harum sekali.
Ini enak.
Makanlah pangsit dulu. Cepat makan.
Ini.
Apakah kau memakannya?
- Lagi-lagi tidak. - Aku juga tidak.
Aku juga.
Aku benar-benar tidak begitu berselera. Cukup mengikuti tradisi saja.
Tubuh Anda sudah menjadi kurus belakangan ini.
Makanlah beberapa lagi, yang berikutnya pasti ada.
- Benar, Kakak Ipar. - Benar.
Benar, makanlah beberapa lagi.
Makanlah beberapa lagi. Yang berikutnya pasti ada.
Cepatlah, makan beberapa lagi.
- Mari kita juga makan, cepat makan. - Ayo, makan.
Isian yang kubuat hari ini enak sekali.
Enak.
Ada di dasar mangkuk siapa? Cepatlah makan.
Aku benar-benar tidak sanggup memakannya lagi.
Makanlah.
Boleh juga, sama saja jika Tuan Kesembilan yang memakannya.
Benar.
Kita termasuk Nyonya, terutama Nyonya,
harus mengatakan ucapan keberuntungan untuk Tuan Kesembilan.
- Benar. - Benar.
Tuan Kesembilan.
Ayo, makan, mari kita juga makan.
Mari kita lihat siapa yang bisa mendapatkan hadiah itu.
- Tuan Kesembilan. - Tuan Kesembilan.
Tuan Kesembilan.
Apakah kau menyesal?
Kau menyesal menikah denganku?
Aku menyesal sudah membujukmu untuk bergabung dengan militer.
Aku yang waktu itu
hanya mementingkan kekayaan dan kehormatan.
Aku hanya ingin naik ke posisi yang lebih tinggi.
Lalu, aku sudah memahaminya
dan berhasil melepaskannya.
Namun, kau malah mengambilnya lagi dan tidak bisa melepaskannya.
Jika bisa kembali ke tujuh tahun lalu,
aku ingin kita menjadi pasangan yang mempertaruhkan nyawa bersama.
Mungkin
kita bisa lebih baik daripada sekarang, yang seperti orang asing.
Kau ingin aku naik ke posisi yang lebih tinggi,
tapi takut setelah menjadi pejabat berkuasa,
aku tidak berakhir dengan baik.
Quanhui,
bagaimana mungkin ada cara mendapatkan keduanya di dunia ini?
Aku tidak berharap kau memercayai atau membantuku.
Aku hanya berharap kau tidak bersikap dingin kepadaku dan meninggalkanku.
Aku sudah kehilangan terlalu banyak orang di sepanjang perjalanan ini.
Aku tidak ingin kehilangan dirimu.
Makin tinggi kekuasaan seseorang, dia akan makin kesepian.
Kini, akhirnya aku memahaminya.
Kekuasaan ini
membuat Zhao Ling menjadi Tuan Zhao,
dan membuat Fu Tingyun
menjadi Nyonya Zhao.
Tuan Kesembilan,
cara apa yang harus kulakukan
agar bisa membuatmu merasa lebih hidup?
Jika kau merasa tertekan
dan
menderita karena aku,
lebih baik
kita berpisah saja.
♪Masa lalu bagai sehelai daun gugur yang berpapasan♪
♪Begitu ringan, tapi langkahku berhenti karenamu♪
Jika kau tidak ingin melihatku,
malam ini,
aku akan tinggal di Biro Pemerintahan.
Kau...
♪Terukir dalam lingkar waktu♪
♪Ingin menghentikan waktu sejenak, tapi tidak mampu♪
Jangan berpikir yang tidak-tidak.
♪Berpaling karena takut air mata tidak sanggup terbendung♪
♪Membekas jauh di relung hati, tapi kupendam dalam diam♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
♪Berpaling karena takut hidup ini tidak lagi punya tempat untuk pulang♪
♪Andai kita bisa berjuang bersama meraih masa depan♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
Jika bukan karena Tuan Liu dari Kementerian Personalia
menghalangi memorial ini hari ini, aku bahkan masih tidak tahu apa-apa.
Beraninya kau diam-diam mengusahakan jabatan
untuk ditempatkan di Ganlin tanpa sepengetahuan keluarga!
Kini,
aku banyak menuai kritik.
Bahkan, pejabat pangkat tujuh ini pun
kudapatkan berkat bantuan rekan sesama lulusan ujian
dengan susah payah.
Hanya karena tidak ada yang peduli, urusan ini baru bisa terlaksana.
Ayah,
aku sudah tidak bisa mencapai prestasi apa pun di ibu kota.
Lebih baik aku ke Ganlin, setidaknya...
Setidaknya aku masih bisa melihat kepulan asap di padang gurun.
Omong kosong! Omong kosong macam apa yang kau katakan?
Suamiku.
Putraku, Yu Guodong,
yang merupakan juara ujian pilihan langsung Kaisar,
malah pergi ke perbatasan untuk menjadi pejabat rendahan.
Bagaimana aku bisa mempertahankan kehormatanku?
Suamiku.
Apakah kau ingin seluruh pejabat di istana mentertawakan keluarga kita?
Suamiku, sudahlah.
Ibu tahu kau sedang kesal, tapi saat ini,
urusan keluarga masih banyak dan hanya perlu menunggu sebentar lagi.
Dia pasti akan memberimu masa depan yang cerah.
Maafkan aku karena tidak berbakti.
- Namun, untuk urusan Ganlin... - Tidak ada kata namun!
Cepat antar Tuan Muda untuk beristirahat di kamar.
Cepat!
Tuan Muda, ayo pulang dan beristirahat.
Ayo, pulang dan beristirahat.
(Berkah dan Kemurahan Hati Terus Mengalir)
Sungguh mengecewakan.
Kau tenang saja.
Jika urusan ini diserahkan kepadaku,
aku pasti akan menyelesaikannya dengan baik.
(Diterangi Cahaya Bulan yang Terang Sepanjang Malam)
Aku tidak menyangka kau akan mengusahakan jabatanmu sendiri,
apalagi ingin pergi ke tempat sejauh itu.
Jika benar-benar bisa ditempatkan di Ganlin,
bawalah aku bersamamu,
bagaimana?
Mungkin jika pergi ke tempat lain,
kita bisa lebih bahagia daripada di ibu kota.
Mungkin
seiring dengan berjalannya waktu,
kita bisa memperbaiki kerenggangan di antara kita sebagai suami istri.
Kita juga bisa menjalani kehidupan sederhana
seperti suami istri pada umumnya. Bagaimana?
Kota Ganlin dipenuhi debu pasir,
bahkan air bersih pun sulit didapat.
Kau hidup berkecukupan selama ini.
Apakah kau sanggup?
Dulu, kau ingin mendapatkan kekayaan dan kehormatan melalui diriku.
Kini, kau ingin mendapatkan kebebasan lagi melalui diriku.
Nyonya Muda Pertama,
berhubung kau sudah memimpikan kekayaan dan kehormatan ini,
jangan lagi bangun dari mimpimu,
juga jangan harap bisa memanfaatkan peluang ini untuk meninggalkan ibu kota.
Apakah bagimu,
aku adalah orang yang seperti itu?
Dulu, kau menghalalkan segala cara untuk menikah dengan orang seperti kami.
Kini, juga sudah ada Ji.
Meski besok aku mati di Ganlin,
segala kebutuhan hidupmu akan tetap terpenuhi seperti biasa.
Di sisa hidup nanti, di mana pun aku berada,
tidak akan mengganggu kekayaan dan kehormatanmu.
Bisa-bisanya ada orang yang bersikap sedingin itu terhadap pasangannya.
Kau sudah belajar dengan tekun selama lebih dari sepuluh tahun,
berhasil lulus ujian kekaisaran dengan susah payah,
dan menjadi pejabat di Akademi Hanlin.
Kau hanya sedang mengalami masa sulit dan menghadapi beberapa masalah.
Kau rela mengorbankan masa depanmu yang begitu cerah
untuk pergi ke ke daerah terpencil itu dan hidup menderita.
Mengapa begitu?
Ibu tidak perlu mengatakannya lagi.
Keputusanku sudah bulat.
Sudahlah.
Ibu tahu alasanmu bersikeras ke Ganlin.
Kau boleh pergi.
Namun, setelah pergi,
kau tidak takut Ibu akan berbuat sesuatu kepada Fu Tingyun?
Kini, dia adalah pejabat pangkat dua, Nyonya Kehormatan.
Kehormatan?
Semangkuk pangsit bisa diracuni.
Ibu bisa memerintahkan orang untuk membunuhnya di jalan.
Meski dia mengurung diri di kediaman,
Ibu juga bisa menyuap pelayan untuk memberinya obat.
Ibu memiliki ribuan cara untuk membunuhnya,
apalagi cara untuk meloloskan diri.
Jika kau berani pergi,
Ibu akan menghabiskan sisa hidup untuk melawannya sampai mati.
Tidak ada yang lebih mengenal Ibu selain anaknya.
Kau yang tahu sebanyak apa
cara yang Ibu punya.
Apakah Ibu bahkan tega mengabaikan kasih sayang terakhir
antara ibu dan anak?
Kasih sayang itu tentu ada.
Namun, darah daging Ibu ingin meninggalkan Ibu.
Ibu sudah tidak bisa menghiraukan kasih sayang ini.
Sungguh pasangan suami istri yang serasi.
Yang satu memanfaatkanku,
satunya lagi mengancamku.
Jika Tuan Muda bersikeras untuk pergi dan membawa Nyonya,
kita tidak memiliki kesempatan untuk meloloskan diri.
Tenang saja.
Kita tidak akan ke sana.
Tuan Muda sudah datang.
Apakah urusan resmi hari ini tidak banyak?
Tusuk konde ini sudah agak usang.
Jika Tuan Muda menginginkannya,
aku akan menyuruh Cairong menukarkan yang baru untukmu.
Aku mau yang ini.
Nyonya,
kenapa Nyonya Wu tiba-tiba mengajak Anda bertemu?
Soal buku Nyonya Wu waktu itu, aku masih berutang budi padanya.
Tampaknya,
aku tetap harus menemuinya.
(Sampai jumpa di kedai teh di selatan kota)
(tiga hari lagi pukul setengah dua siang)
(Paviliun Aroma Teh)
- Nyonya. - Nona Kesembilan.
Aku tahu kau tidak bahagia sekarang.
Jika perlu, kau bisa ikut denganku.
Aku akan membawamu kembali ke Ganlin.
Saat di Huaying, kau menuduhku berzina dengan pria lain.
Saat di Ganlin, kau menghina kami
dengan menuduhku dan Tuan Kesembilan melakukan kawin lari.
Sekarang, kau sendiri malah melakukan hal yang dulu paling kau hina.
Tuan Yu, kenapa kau tidak bisa melepaskanku?
Aku hanya ingin membantumu mendapatkan kebebasanmu kembali.
Aku sama sekali tidak bermaksud lancang.
Tuan Yu, harap jaga sikapmu.
Aku sudah menikah. Kau juga berasal dari keluarga pejabat.
Kini, kau malah mengabaikan kedudukanmu dan terus menggangguku.
Apa bedanya dirimu dengan berandalan di jalanan?
Justru karena dulu terlalu memikirkan kedudukan,
aku pun tidak pernah berani untuk berjuang
sehingga kehilangan jodoh yang baik.
Namun, sekarang,
semua nama dan kehormatan semu itu sudah kulepaskan.
Status, kedudukan,
jabatan, ketenaran, dan kekayaan.
Semua itu sama sekali tidak penting dibandingkan denganmu.
Asalkan kau bersedia,
aku rela melepaskan segalanya.
Kau berkali-kali mencurahkan isi hatimu padaku,
tapi sebenarnya semua itu demi dirimu sendiri.
Penderitaanmu, kesulitanmu,
dan perasaanmu padaku hanyalah obsesi, bukan cinta.
Kau sendiri yang terkurung dalam sangkar,
apa hubungannya denganku?
Jika kau sendiri ingin melarikan diri, jangan gunakan namaku sebagai alasan.
Tidak.
Tidak.
Kau salah paham kepadaku.
Kali ini, aku benar-benar sudah bertekad.
Nona Kesembilan!
Apa yang kau lakukan? Lepaskan!
Lepaskan! Kau...
Lepaskan!
Sanniang!
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian di ibu kota.
Kau tidak akan mampu melawan mereka.
Nyonya Muda, kalau bukan demi nama baik dan masa depan Tuan,
hal sepele seperti ini
tidak mungkin kubawa ke hadapan Nyonya Muda
dan membuat Nyonya Muda kesal.
Kemarin, aku tidak sengaja mendengar
bahwa Tuan baru saja mendapat wanita simpanan.
Wanita itu bahkan dibelikan kediaman bagus.
Jika kau tidak percaya, ikuti saja Chengxin.
Nanti, kau akan segera menemukannya.
Jika aku bisa menerima keberadaanmu, wanita simpanan itu pun bisa kuterima.
Apakah kau mengatakan semua ini kepadaku
karena ingin memanfaatkan diriku untuk merebut kembali hati Tuan Muda?
Aku hanya memikirkan masa depan jabatan Tuan Muda.
Aku mengerti. Pulanglah dulu.
(Meraih Bulan)
Nona,
Anda meminta Nyonya Muda turun tangan menyelamatkan orang seperti itu.
Jika masalah ini membesar, itu tidak akan menguntungkan Anda.
Orang itu tetap harus diselamatkan.
Namun, dia juga harus dicegah agar tidak diam-diam kembali ke Ganlin.
Kalau tidak, aku benar-benar khawatir Nyonya Yu akan mengutusku ke sana.
Sudah diselidiki.
Orangnya ditempatkan di sebuah kediaman kecil di Gang Zhenjiang.
Namun, jika langsung pergi menangkapnya,
Anda pasti akan bertengkar dengan Tuan Muda.
Jangan sampai karena emosi sesaat, Anda membuat Tuan Muda marah.
Siapa bilang aku ingin pergi menangkap basah?
Aku akan membawanya masuk ke kediaman dan mengangkatnya menjadi selir.
Makin kacau keluarga ini,
aku akan makin senang.
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Inilah kediaman tempat Tuan Muda menempatkan wanita simpanannya.
Buka pintunya!
Aku adalah Nyonya Kehormatan pejabat pangkat dua,
istri dari Pejabat Pemberani Zhao.
Kalian bukan petugas pemerintah dan tidak memiliki surat perintah resmi.
Beraninya kalian menahanku.
Saya tidak peduli apa gelar Nyonya. Kami hanya menuruti perintah Tuan Yu.
Buka pintunya!
Ternyata dia
wanita simpanan itu.
(Keluarga Makmur dan Sejahtera)
Yake.
Sekarang, kau pasti sangat puas, 'kan?
Selama bertahun-tahun,
orang yang selalu dia pikirkan tetaplah dirimu.
Awalnya, kau menolak menikah dengannya.
Kemudian, Nyonya Yu ingin menjadikanmu sebagai selirnya.
Kini, setelah semua yang terjadi,
kau malah dijadikan sebagai wanita simpanannya.
Kau berpikir terlalu jauh.
Sejak pertunanganku dengan Keluarga Yu dibatalkan,
hubungan kami sudah berakhir.
Siapa pun yang ada di hati Yu Jingxiu tidak ada hubungannya denganku.
Aku juga tidak peduli.
Adapun kejadian hari ini,
aku sama terkejutnya denganmu.
Kau sungguh tidak pernah menaruh hati padanya?
Jika Yu Jingxiu begitu berharga bagimu, pertahankan dia baik-baik.
Jangan biarkan dia mengganggu hidupku lagi.
Dalam hidup ini,
jika hanya terus menatap jalan hidup orang lain,
hidupmu sendiri tidak akan pernah berjalan baik.
Di mata dan hatiku,
sejak awal hanya ada hidupku sendiri.
Sejak kecil hingga dewasa,
semua yang mati-matian kukejar
tidak pernah kau lirik sekali pun.
Perhiasan itu demikian,
pertunangan dengan Keluarga Yu juga demikian,
begitu pula
Yu Jingxiu.
Yang kuanggap sebagai harta
justru kau buang sebagai barang usang.
Tingyun.
Tahukah kau
kenapa ibumu meninggal?
Bukankah ibuku
meninggal karena sakit?
Sekretaris Agung Yu ingin menjebak Zhao Ling.
Jadi, dia memulainya dari ayahmu.
Mereka merancang agar Zhao Ling menjalani tiga bulan masa berkabung.
Nyonya Yu maju untuk menghasut ayahmu.
Demi menjilat para penguasa,
ayahmu pun meracuni
Nyonya Besar Kelima hingga wafat.
Dulu,
kau terkurung di Kuil Biyun karena aku
dan hanya diberi semangkuk racun.
Hari ini, biar kuberi tahu kebenarannya kepadamu.
Anggap saja aku membalas kebaikanmu saat itu.
Pastikan
kau mengenali siapa musuhmu.
Tenang saja.
Yu Jingxiu tidak bisa membawamu pergi.
Status sebagai Nyonya Muda Keluarga Yu
juga sudah tidak kuinginkan.
Namun, sekarang,
status ini masih ada gunanya.
(Keluarga Makmur dan Sejahtera)
Nyonya Muda, tenang.
Jangan lakukan itu.
Jangan lakukan itu, Nyonya Muda.
Nyonya Muda.
Aku tahu
kalian hanya menurutinya,
bukan aku.
Namun, jika hari ini kalian tidak membiarkannya pergi,
aku akan bunuh diri di sini!
Jika Nyonya Muda Keluarga Yu mati karena kalian,
apakah kalian bisa lolos dari tanggung jawab?
Kami tidak akan bergerak. Nyonya Muda, turunkan dulu.
Turunkan dulu.
Begitu saya terbangun, Nyonya sudah menghilang.
Lalu, saya segera pulang dan menyuruh Sen kemari.
Setelah itu, saya datang mencari Anda.
- Dachuan. - Tuan Kesembilan.
Pergilah ke Kediaman Yu.
Kumpulkan semua saudara kita.
Siapa pun yang bisa memberikan petunjuk tentang Nyonya
diberi hadiah besar!
Tuan Kesembilan,
saya baru saja mendapatkan kabar bahwa beberapa hari yang lalu,
Yu Jingxiu menyewa sebuah kediaman di Gang Zhenjiang.
Belakangan ini, gerak-geriknya mencurigakan.
Bagaimana kalau kita periksa ke sana?
♪Harumnya sisa dupa menghilang di ranting♪
♪Angsa yang kesepian tidak menyadari musim gugur yang dingin♪
♪Jika takdir Langit tidak dapat diminta♪
♪Dunia manusia sungguh tidak masuk akal♪
Tingyun!
♪Malam dingin tidak bertanya siapa yang pergi atau tinggal♪
♪Orang yang terjebak dalam hujan deras♪
♪Paling dahulu ditembus dinginnya angin♪
Tuan Kesembilan.
Jangan takut.
♪Meski mengorbankan sisa hidupku, tetap sulit menukar jawaban yang benar♪
♪Semuanya hanyalah abu dari altar pengorbanan♪
♪Sedang menebus dosa♪
♪Hancur menjadi debu yang begitu halus♪
♪Saat angin berembus, menghilang tanpa jejak♪
♪Benar dan salah dihadapi tanpa gentar♪
♪Di ujung jalan panjang, cahaya jernih akan tiba♪
Ini bukan jalan pulang.
Kau mau membawaku ke mana?
Pernikahan kita dianugerahkan oleh Kaisar.
Selama kita masih hidup, tidak akan bisa berpisah.
Namun, hari ini ada satu kesempatan.
Aku bisa mengajukan laporan kepada Kaisar
bahwa
kau diculik oleh penjahat sehingga bisa mengantarmu pergi
dari tempat yang membuatmu tidak bahagia ini.
Jiangnan,
Prefektur Yongning,
atau Kota Ganlin.
Jika kau ingin pergi,
kau bisa berangkat malam ini juga.
Kediaman, uang, dan kereta kuda,
semuanya sudah dipersiapkan.
Aku hanya berharap
kau punya satu pilihan lagi.
Quanhui,
sebenarnya aku sangat tidak rela melepaskanmu.
Namun, aku tidak ingin
hidupmu terus terancam karenaku.
Aku menikahimu
karena ingin membahagiakanmu.
Saat menikah, aku pernah berjanji kepada Ibu Mertua...
Aku sudah tahu tentang apa yang dialami ibuku.
Ibuku
dibunuh oleh ayahku atas hasutan Keluarga Yu.
Kau sudah tahu sejak awal,
tapi enggan memberitahuku.
Kini, situasi makin berbahaya.
Berpisah denganku adalah pilihan terbaik bagimu.
Aku khawatir suatu hari nanti,
aku terpaksa meninggalkan semua orang,
termasuk kau.
Tahukah kau seperti apa orang jahat yang sebenarnya?
Mereka melakukan segala kejahatan,
tapi membiarkan orang lain menanggung kesalahannya.
Kau sudah masuk jebakan, Zhao Ling.
Jika aku membiarkanmu menghadapinya sendirian,
sementara aku pergi begitu saja,
aku tidak pantas disebut istrimu.
Maksudmu,
kau tidak akan pergi?
Kekuasaan
akan membuat seseorang menjadi sebilah pisau, sebuah busur,
atau sebuah busur silang.
♪Meminjam dunia fana untuk membawaku melewati segala nestapa♪
Namun, aku tidak ingin kau menjadi seperti itu.
Aku ingin kau selamanya ingat
bahwa kau adalah manusia.
Kau adalah Tuan Kesembilan Zhao saudara-saudaramu
dan juga suamiku.
Kau bukan pejabat pemberani siapa pun.
♪Tidak meminjam kepada dunia fana♪
♪Meminjam dunia fana untuk membawaku melewati segala nestapa♪
Ayo, kita pulang.
♪Memanfaatkan jatuhnya bidak yang tidak bisa kukendalikan♪
♪Menukar dunia agar badai salju reda sejenak♪
♪Tidak mencari ketenangan dari hal-hal di luar diri♪
♪Tidak mencari ketenangan...♪
Aku sering bermimpi buruk.
Aku akan selalu menemanimu.
Bagaimana ini? Coba kau katakan.
Tuan Muda.
Apa yang terjadi?
Ini...
Di mana orangnya?
Mengincar istri rekan sesama pejabat,
bahkan diam-diam menculiknya.
Tidak kusangka,
Tuan Muda Yu juga punya sesuatu yang tidak bisa didapatkan.
Memang benar, jodoh yang dipaksakan
pada akhirnya hanya akan menjadi hubungan buruk.
Diam!
Kenapa? Kalau kau berani melakukannya,
kenapa tidak sanggup mendengarku mengatakannya?
Tingkahmu sekarang tidak ada bedanya dengan wanita penuh dendam.
Tuan Muda.
Entah sejak kapan, jika tidak membencimu,
rasanya aku tidak bisa terus hidup.
Kau bilang aku biasa dan membosankan,
bahkan di tengah kerumunan pun aku tidak akan menonjol.
Namun, Tuan Muda, sebelum menikah denganmu,
aku juga seseorang yang tiada duanya.
Kau bilang aku biasa dan membosankan.
Itu karena kau sendiri sangat membosankan.
Yu Jingxiu, sekalipun yang kau nikahi bukan aku,
melainkan orang lain,
mereka tetap akan kau buat menjadi orang membosankan sepertiku.
Kegilaanmu kepadanya sekarang
sama seperti obsesimu saat dulu menikahiku.
Semuanya hanya menipu diri sendiri.
Kau bahkan menginginkan kebebasan? Kau sama sekali tidak pantas.
Kau pencemburu dan tidak berbudi.
Ucapan dan tingkah lakumu tidak tahu aturan.
Kau sudah gila.
Kulihat, kau memang tidak ingin kembali ke Keluarga Yu lagi!
Benar.
Kau benar.
Aku sudah lama muak dengan keluarga tanpa kasih dan perasaan ini!
Di keluarga ini,
kau selalu mengikuti kemauan ibumu dan ibumu mengikuti kemauan ayahmu,
sedangkan aku bagaimana?
Aku berusaha menyenangkan kalian semua.
Namun, pada akhirnya,
aku harus mengikuti kemauan kalian semua.
Mulai sekarang,
entah kasih sayang,
kekuasaan,
ataupun kebebasan,
aku tidak akan lagi mengharapkan apa pun darimu.
Tuan Muda Yu,
uruslah dirimu sendiri.
(Kenangan Lama Xiaoxiang)
(Kumpulan Komentar Empat Kitab, Ajaran Jalan Tengah)
Aku, Fan Yake, memohon untuk meninggalkan kediaman
dan menjalani hidup tenang di kediaman luar kota.
Kau sungguh ingin pergi?
Bukankah Nyonya selalu menyesal
karena tidak mendapatkan menantu yang Nyonya inginkan?
Sekarang, aku ingin pergi, Nyonya malah mau menahanku?
Ji masih sangat kecil.
Apakah kau tega membiarkannya kehilangan ibu di usia semuda itu?
Kalau dulu,
mungkin ucapan Nyonya benar-benar akan membuatku tetap tinggal
dan mengurung diriku seumur hidup.
Namun, sekarang aku sudah tahu apa yang kuinginkan.
Aku tidak ingin menjadi ibu yang hidupnya terkekang oleh anak.
Apa yang kau bicarakan?
Kau sudah menjadi seorang ibu, bagaimana bisa bertindak sesuka hati?
Ayo, bawa Ji kemari.
- Baik. - Tidak perlu.
Aku sudah tidak punya tenaga.
Ji tidak akan kekurangan makanan atau pakaian di keluarga ini.
Aku tidak perlu mengkhawatirkannya.
Kalau ikut denganku, dia justru akan ikut menderita.
Coba Nyonya mengingat kembali dirimu sendiri.
Dari semua yang pernah Nyonya lakukan,
mana yang benar-benar demi anak?
Jika Nyonya sendiri tidak bisa melakukannya,
kenapa menuntutku menjadi ibu yang penuh kasih?
Bagiku sekarang, kebebasan adalah yang terpenting.
Aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri.
Sekalipun Nyonya
atau seluruh dunia ini mencaciku tidak pantas menjadi ibu,
lantas kenapa?
Nyonya.
(Jika seorang ibu mengalah dan menelan penderitaan seumur hidup,)
(anaknya juga tidak akan bahagia.)
(Aku khawatir suatu hari nanti, aku juga akan mengatakan kalimat)
("semua ini demi kebaikanmu".)
(Aku tidak ingin menjadi ibu yang seperti itu.)
(Cuplikan Episode Selanjutnya)
Rakyat jelata, Jin Yuanbao, menggugat Jenderal Zhaoyong, Zhao Ling,
karena bersekongkol dengan pedagang dan memperjualbelikan garam ilegal!
Dalam hidup ini, makin banyak yang kau serakahi,
(Kediaman Xie) makin besar pula kehilanganmu.
Lepaskan itu!
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau mengkhianati Tuan Kesembilan? Cabut gugatanmu!
Pastikan kasus ini menjadi perkara yang tidak terbantahkan.
Biarkan dia menanggungnya.
Zhao Ling dicopot sementara dari jabatan dan dimasukkan ke penjara.
Selidiki dia sampai tuntas.
♪Masa lalu bagai sehelai daun gugur yang berpapasan♪
♪Begitu ringan, tapi langkahku berhenti karenamu♪
♪Merangkai suka duka menjadi kenangan tanpa sesal♪
♪Terukir dalam lingkar waktu♪
♪Ingin menghentikan waktu sejenak, tapi tidak mampu♪
♪Berpaling karena takut air mata tidak sanggup terbendung♪
♪Membekas jauh di relung hati, tapi kupendam dalam diam♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
♪Di lautan manusia, sesaat kutemukan dirimu♪
♪Tanpa suara, tapi menerangi separuh hidupku♪
♪Menulis kasih yang tidak terucap dengan keheningan♪
♪Kusimpan rapat di sudut hati♪
♪Sejak itu, tidak ada lagi yang layak kutunggu♪
♪Berpaling karena takut hidup ini tidak lagi punya tempat untuk pulang♪
♪Andai kita bisa berjuang bersama meraih masa depan♪
♪Hangat genggaman tanganmu♪
♪Membuat kita percaya bahwa itu nyata♪
♪Satu janji untuk seumur hidup hingga kini masih terngiang♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.