Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
--- Alih bahasa: Afin lz --- kevinndazz@gmail.com
--- Penyelaras akhir: Afin lz ---
--- Penyunting: Afin lz --- afinelzi.blogspot.com
Perancis, tahun 1561 M.
Negara terkuat di eropa hancur tercerai-berai karena sebuah perang agama.
Di satu sisi: kaum Kristen Katolik, yang mengendalikan pengadilan di Paris.
Di sisi lain: kaum Kristen Protestan, yang dikenal sebagai "Huguenots".
Awalnya, mereka adalah kaum minoritas kecil.
Kemudian mereka segera digabungkan
...oleh siapa saja yang tak puas dengan pemerintah di Paris.
Catherine de' Medicis yang memerintah di Paris saat itu.
Dia mencoba untuk tetap berkuasa demi ketiga anak laki-lakinya.
Namun di Perancis selatan, di kerajaan kecil Navarre,
...seorang musuh sedang bertumbuh. Musuh yang tidak diketahuinya.
HENRY IV
Lebarkan kakimu, kami tak bisa melihat!
Aku juga mau dapat giliran!
Pergilah, kau bukan bagian dari kami!/ Aku 'kan pangeran!
Justru itu!
Seorang pangeran itu bisa melakukan hal yang sama seperti orang lain bahkan lebih dari itu!
Kita lihat saja..
Pukul dia!/ Hajar dia! Robohkan dia!
Kau lebih kuat dari pangeran!
Aku bisa membuatmu ditusuk dan dipanggang seperti babi..
Semua itu bisa kulakukan hanya dengan memberi perintah saja..!
Kurasa aku sudah keterlaluan..
Tapi aku harus meraih respek mereka.
Terang saja, aku berhasil.
Bisa dibilang, aku melewati masa kecil yang mudah di daerah kecil kami, Navarre,
...di kaki pegunungan Pyrenees.
Setidaknya hingga hari yang sangat penting itu, pada bulan September, tahun 1563 M.
Ketika sayangnya, segala sesuatu telah berubah..
Itu tadi sang iblis..
Henry, dimana kau, pangeranku?!/ Disini!
Aku disini, Beauvois!
Kau harus kembali ke istana. Kita kedatangan tamu penting.
Apa yang kau lakukan dengan anak para petani ini?
Sekarang kau harus mandi.
Para gadis petani memiliki kaki yang indah./ Jadilah seperti ayahmu..
Beliau seorang pahlawan!/ Pahlawan para wanita.
Aku juga akan jadi pahlawan!
Tuhan melarang hal itu! Itu bukan sesuatu untuk dibanggakan..
Kenapa tidak?/ Kau masih terlalu muda untuk hal itu..
Aku kedinginan, Beauvois..
Ibu!
Raut muka yang sungguh berani.
Dialah orangnya..
Dia memang masih kecil,
Tapi dia mempunyai kekuasaan yang melebihi makhluk lainnya.
Lindungi anakmu.
Dia memiliki ciri-ciri seorang raja.
Raja Perancis.
Terima kasih, Tuan Nostradamus.
Paris itu dimana?
Baik, akan kutunjukkan.
Ini Paris.
Dan kita sekarang disini.
Kawasan kecil ini adalah Navarre.
Kerajaanmu..
Dan semua ini adalah Perancis?/ Ya, itu Perancis.
Mereka sedang mengangkut hasil panen!/ Kau bukan petani, pangeran..
Kau akan menjadi raja Perancis jika ibumu menemukan caranya.
Aku tak mau pergi ke Perancis.
Aku ingin tinggal di sini, bersamamu.
Nak, kau tak punya pilihan..
Pergilah.
Ambil pedang ini, pangeranku.
Dulu, pedang ini milik ayahmu.
Mohon berkati dia, Laksamana.
Sejak saat itu Laksamana Coligny, pemimpin besar 'Huguenots',
...sudah seperti ayahku sendiri.
Kau adalah harapan kita, harapan bagi tahta kerjaaan Perancis.
Kau akan memperjuangkan alasan yang pantas dan membawa kita pada kemenangan.
Aku pernah diajari bahwa kaum Katolik itu adalah musuh terbesar kami.
Tak seorang pun mampu mengatakan padaku kenapa. Bahkan guruku, Beauvois, juga tak bisa.
Regu tombak, siap!
Aku takut, laksamana!
Kita semua takut, pangeranku!
Ibu!
Pergi, enyahlah!
Pergilah ke neraka!
Kau sangat berani, pangeranku!
Kau sedang apa?
Mencuci celanaku.
Ini perang pertamamu?
Celanaku juga penuh lumpur saat perang pertamaku dulu.
Tak seorang pun terlahir sebagai pahlawan. Nih, ambil, pakailah ini.
Pemiliknya sudah tak membutuhkan celana ini.
Lehernya keseleo..
Agrippa, aku sudah mencarimu kemana-mana.
Kita akan menemui Laksamana.
Siapa itu?
Seorang anak kecil dengan celana perang yang kotor.
Itu Pangeran Navarre!/ Hah?
Aku sangat senang bertemu denganmu, Pangeran.
Kamu siapa?/ Aku pangeran Navarre.
Maafkan aku, pangeran. Aku tadi tidak tahu.
Dan kalian siapa?
Dua penyair yang bait puisinya sudah sekian lama tak laku..
Namanya Agrippa d'Aubigné dan namaku Guillaume du Bartas.
Kau, penyair? Itu hal baru bagiku.
Dan kau, si pencuri baju. Itu bukan hal baru.
Dia benar.
Teman yang cocok buat seorang pangeran.
Aku ingin pulang, Beauvois.
Tenda ini adalah rumahmu, pangeranku.
Selama beberapa tahun kemudian, tenda buruk ini menjadi rumahku.
Perang dan kematian menjadi kawan yang menemaniku,
...dan kebencian terhadap segala hal tentang Katolik.
Ini perbuatan kaum Katolik.
Aku ingin melahapmu, melumatmu..
Pangeranku, Pangeran Henry!
Ibumu, Ratu Jeanne, datang.
Beliau disini.
Tendamu ini baunya seperti ikan,
Dan bawang putih. Ya, itu aku.
Datanglah ke tenda Laksamana.
Ada surat dari Paris.
Mereka membuat sebuah penawaran.
Itu karena mereka takut pada kita!
Sudah seharusnya mereka takut..
Catherine menginginkan perdamaian dengan Huguenots.
Pembantaian ini bisa berakhir.
Kita setuju.
Oh, itu hal baru.
Tapi sebagai tanda rekonsiliasi, dia mengharapkan pengorbanan.
Catherine de' Medicis, Ratu Perancis itu
...menawarimu anak perempuannya, Margot (Margaret), untuk kau nikahi.
Tahta itu makin menjauh!/ Perdamaian itu juga!
Itu yang selalu kau inginkan.
Aku bahkan tak kenal siapa Margot ini..?
Mereka bilang, kecantikan Margot tak tertandingi..
ISTANA LOUVRE, PARIS
Margot itu babi!
Tak seorang pun bicara begitu kepada saudarinya sendiri..
Kau ini raja!/ Di mata dunia, mungkin!
Sebenarnya.....
Tinggalkan kami.
Jaga mulutmu di depan para dayangku!
Bukankah itu benar?
Kau yang berkuasa./ Aku bicara soal Margot.
Perempuan jalang itu tidur dengan Guise!
Ya Tuhan!
Haruskah dia mengangkangkan kakinya pada semua orang!?
Aku benci Guise!/ Aku juga.
Untuk hal itu, aku setuju.
Jika ada ancaman buatmu, itu perbuatan Guise!
Dia bahkan berpura-pura menjadi sok Katolik dari kita.
Semua orang menyukainya.
Akan kubuat dia dikebiri, bu..
Aku 'kan seorang raja?!/ Kau bukan siapa-siapa.
Sama sekali bukan siapa-siapa, tanpa aku..
Biar kuatasi hal ini.
Apa yang diucapkan kakakku, sang raja, tentang diriku?
Kebenaran./ Mengapa kau tidur dengan Guise?!
Kau 'kan tahu, dia itu cuma iri, hanya mendambakan tahta!
Beraninya kamu!
Tidur dengan Guise!
Kau...
Berani sekali kau!?
Dasar pelacur!/ Pangku dia!
Kalian akan membayar semua ini!
Kalian akan dibalas..!
Cukup!
Kita akan mengawinkanmu..
Tapi tentunya bukan dengan Guise!
Kita akan menikahkanmu dengan Henry dari kerajaan Navarre.
Kau pasti bercanda..
Kita tak pernah lebih serius dari ini.
Kau sudah gila.
Aku menghendaki perdamaian di negeriku.
Pernikahan inilah harganya./ Tidak mau!
Mengapa kau permasalahkan soal "burung" siapa yang akan mematuk selakanganmu?
Dia itu bau seperti bawang putih, ibu, dan tingkah-lakunya seperti petani..
Dia seorang Huguenot, bu!
Pernikahanmu ini adalah sebuah simbol.
Simbol rekonsiliasi iman kita./ Langkahi dulu mayatku!
Anakku, kau 'tlah membuat keputusan yang bijak.
Tak ada ciuman perpisahan?
Kita nanti harus mahir bernegosiasi.
Jangan sampai Catherine de' Medicis mencapai tujuan dengan caranya..
Ingatlah semboyan kita: "Taklukkan atau mati".
Sudah cukup banyak yang mati..
Catherine sayang, jagalah ibu kita baik-baik..
Henry, aku takut..
Laksamana akan melindungimu.
Berangkat..
Bagaimana menurutmu, Beauvois?
Ada banyak pengorbanan yang lebih buruk dari tidur seranjang dengan seorang wanita cantik.
Kau 'kan tahu, aku menyayangimu seperti anakku sendiri..
Tak ada yang membuatmu lebih bahagia daripada kegembiraan mereka yang akan kau beri perdamaian..
Kekerasan itu memang kuat,
...tapi kebaikan itu lebih kuat.
PARIS, 1572 M ------------------------------------------------ Kuharap kau menikmati perjalananmu..
Paris itu jauh sekali.
Aku sangat berterima kasih atas kedatanganmu..
Jangan terlalu tergesa-gesa..
Temanku tercinta, kita akan melakukan persetujuan..
Pada akhirnya, agama itu apa?
Agama itu adalah substansi kehidupanku!
Siapa yang tahu berapa lama Tuhan memberikan agamaNya pada kita?
Sudah sejak lama aku tak merasa sebaik ini..
Bergembiralah!
Kemarilah, Fleurette!
Pangeranku, pangeranku..
Pangeranku!
Seorang utusan yang dikirim oleh ibumu telah datang dari Paris..
Kau sudah ditunggu!
Aku akan kembali, cantikku, untuk melanjutkan dansa kita..
Kaum Huguenots datang! Mundur! Masuklah ke rumah masing-masing!
Kaum Huguenots!
Rombongan Huguenots datang!
Bergegaslah, sembunyi!
Ayo, masuk ke dalam!
Aku membayangkan, Paris itu lebih hidup dan berwarna..
Aku juga..
Siapkan senjata kalian!
Paris tampak sunyi sekali, Laksamana..
Dimana semua orang?/ Mereka takut kau balas dendam..
Balas dendam atas apa?
Saya memberi salam kepada Raja kerajaan Navarre..!
Aku belum menjadi raja..
Ya, rajaku, kau sekarang adalah raja..
Telah terjadi tragedi besar..
Ibumu sudah meninggal..
Apakah ini permainan licik yang sedang kau mainkan?
Tidak, rajaku..
Kemarin aku menolak untuk memberinya sebuah ciuman perpisahan.
Bagaimana dia meninggal?
Beliau diracun!/ Itu tidak benar!
Itu rumor keji! Yang disebarkan oleh mereka yang ingin menggagalkan pernikahanmu!
Ceritakan padaku yang sebenarnya.
Datanglah ke rumahku. Aku akan bercerita di sana.
Henry, Laksamana itu berbohong. Kita dikelilingi oleh para pendusta.
Ibu kita benar, ini memang neraka. Ini adalah neraka!
Hei.. Aku akan tetap waspada. Aku janji!
Tenanglah./ Ya.
Tenanglah..
Ibumu sakit parah. Beliau sulit bernafas.
Paru-parunya gagal bekerja. Tuduhan lainnya itu omong kosong.
Dan pernikahanku?
Pernikahanmu adalah harapan terakhirnya..
Beliau memintaku untuk mengatakan itu./ Lalu apa kata sang raja Paris?
Charles dan aku sekarang berteman.
Apa dia sekarang suka dengan kita, kaum Huguenots?/ Belum..
Tapi aku mendukung raja itu untuk melawan ibunya..
Ibunya itu adalah satu-satunya ancaman bagi kita..
Berikan aku sebuah ciuman, anakku..
Cium aku..
Aku turut berduka cita..
Mulai saat ini, perkenankan aku untuk menjadi ibumu..
Jika itu keinginan anda..
Oh, Jeanne yang saléh..
Bahkan semua dokter terbaik kami tak dapat menolongnya..
Paru-parunya yang jahat telah membunuhnya..
Lalu hal ini muncul..
Mendekatlah. Mari kita pikirkan tentang masa depanmu..
Pernikahan ini sangat penting bagiku, juga bagi mendiang ibumu..
Aku ingin negaraku damai..
Maksud anda negaranya anakmu..?
Dia memang raja, itu benar. Kau sudah bertemu dengannya?
Kunjungan pertamaku ini kucurahkan buat anda, nyonya..
Anakku itu...
...saat ini lagaknya aneh.
Dia dengan tololnya bicara soal pembunuhan.
Tolong jangan dengarkan dia..
Tapi sekarang, kau harus temui putriku yang cantik.
Ya, tentu saja. Aku sangat penasaran..
Engkau adalah dewi..
Kau dengar itu, Charlotte?
Dia sedang merayuku..
Ulurkan tanganmu..
Izinkan aku mencium tanganmu..
Kembalikan burungnya, Charlotte.
Kalau begitu, berdirilah, Raja Navarre kecilku..
Aku ingin menatap matamu..
Aku tahu persis apa yang ingin kau pandangi..
Aku takkan menikahimu./ Itu adalah hakmu..
Benarkah?
Aku takkan pernah memaksa seorang wanita untuk bertindak melawan keinginannya..
Kau tak punya kuasa untuk melakukan hal itu.
Tapi aku bisa berharap..
Itu tergantung..
Aku ingin memelukmu,
...menciummu dan mencumbu lehermu yang indah,
...dan menjelajahi telingamu dengan menggunakan lidahku.
Kupikir kau adalah anak petani./ Tidak dalam urusan cinta..
Aku tak mau mencintaimu.
Aku akan semakin mencintaimu./ Kau tak boleh mencintaiku.
Siapa yang akan melarangku?
Aku.
Apa yang telah kita perbuat?
Kau sudah menjelajahi jubah (rok) adikku?
Semua orang tahu apa yang ada di bawah roknya.
D'Anjou, sudaraku, yang pertama kali lihat.
Kami ini keluarga besar..
Kau tak bisa menandingi kami. Selamat datang, saudara ipar..
Seperti yang kau lihat, aku sehat wal-afiat..
Kau harus bersabar menanti kematianku..
Tapi aku tak menginginkan kematianmu..
Kalau begitu kau sendirian dalam hal ini!
Semua orang ingin aku mati. Bahkan ibuku, para saudaraku..
Menurutmu, kota Paris itu bagaimana?
Ini bukan tempat bagi kita..
Tetaplah waspada..
Ya, Beauvois.
Aku akan berhati-hati..
Aku takkan menikahi petani itu..
Kau harus menuruti perintah..
Gereja mereka tampak mirip seperti pasar malam.
Tidak kelihatan seperti rumah Tuhan..
Jangan masuk ke dalam gerejanya. Sekalipun, jangan.
Kalau begitu kami akan menikah di depan gereja.
Henry dari (dinasti) Bourbon, dari kerajaan Navarre.....
Di depan gereja!?
Panas-panas begini!?
Aku takkan pernah memaafkanmu.
.....untuk menjadi istrimu yang sah?
Ya, aku bersedia.
Marguerite (Margaret) dari Valois, Putri Perancis,
...apakah kamu bersedia menerima Henry dari (dinasti) Bourbon untuk menjadi suamimu yang sah?
Maka, di hadapan Tuhan dan manusia, Aku nyatakan kalian sah menjadi
...suami dan istri! Amin.
Jangan rewel, kami akan tetap di bawah sini.
Dan berjaga-jaga..
Tutup pintunya.
Kok kamu tak kelihatan, cantikku?
Tak kelihatan bagi mata seorang playboy.
Cintaku tak bisa lebih hebat..
Selamat datang, saudara ipar..
Untuk kesehatanmu!
Kau kelihatan seolah Margot telah mengobrak-abrik anumu..hahaha!/ Ho-ho-ho..ho.
Kuperkenalkan pada para saudaraku..
Itu namanya d'Anjou.
Dia bernafsu terhadap laki-laki, alias homo,
...dan nafsu terhadap tahta.
Dia anak kesukaan ibuku..
Hati-hati dengan dia..
Yang satu ini selalu sakit-sakitan..
Ini si monster kecil, d'Alençon..
Dia sangat menginginkan tahtaku..
Memangnya aku peduli?
Aku tak peduli!
Kata-kata dari seorang raja./ Tutup mulutmu! Bajingan kau!
Tenanglah, rajaku..
Akan kuhancurkan kau jadi berkeping-keping!
Ayahku...
Dampingi aku melawan para musuhku..
Kau harus membantuku melawan para musuhku..!
Ya..
Baginda..
Anda seharusnya tidur./ Tidak!
Aku tak mau tidur! Aku tak mau tidur..
Kematian sedang mengintai..
Navarre..
Henry-ku tercinta..
Apa pun yang terjadi,
Aku tidak bersalah!
Aku hanya takut..
Takut pada semua orang di dunia ini. Hidupku diliputi ketakutan yang besar!
Guise!
Mari. Bantu dia, Navarre..
Kita harus mengapit tahta sang raja..
Aku paham maksud ucapanmu itu. Lepaskan tanganmu, bangsat!
Hihihi.. Kalian berdua telah menikmati isi rok Margot..
Tapi dia meninggalkanmu..
Dasar kau telur iblis!
Kau, bagaimana pun juga...
Margot mencintaimu..
Sebagaimana aku mencintaimu..
Sebuah perayaan yang sungguh meriah..!
Musik!/ Nah, itu dia setan jahatnya..
Aku harus bicara padamu, yang mulia..
Henry, kenalkan, saya Adipati Guise. Dan ini saudaraku, Mayenne..
Siapa yang mengundangmu?
Sepertinya, raja tidak mengundangmu..
Dia pasti lupa..
Usap mulutmu..
Saat ini rakyat dipenuhi rasa benci.
Mereka ingin pertumpahan darah!
Darahku?/ Dasar goblok!
Bukan darahmu. Kau ini 'kan raja.
Rakyat membenci kaum Huguenots, dan mereka ingin membunuh Laksamana..
Tidak! Jangan sentuh dia!
Jangan pernah!
Itu kata terakhirmu?
Yang paling akhir..
Kalau begitu aku harus memutuskan pertimbangan apa yang menurutku benar..
Pergilah..
Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan tahta.
Guise harus melumuri tangannya sendiri dengan darah.
Sudah lama sekali dia ingin balas dendam pada Laksamana Coligny. Biar dia bertindak sendiri.
Kaum Huguenots pasti akan membalas dendam atas kematiannya, dan masalah kita akan beres sendiri..
Ibuku sayang, kelicikanmu sungguh amat mematikan..
Bukan untukmu.
Apakah raja tahu?/ Raja tak tahan, dia sedang marah, lupa diri..
Siapa dalang di belakang semua ini?
Dugaan kuat ini perbuatan si Guise./ Dia masih hidup! Laksamana masih hidup!
Puji Tuhan, dia masih hidup!/ Kita harus menengok dia. Cepat!
Inilah buah dari rekonsiliasi mereka..
Bagaimana perasaanmu?
Pengkhianatan, rajaku, pengkhianatan ini rasanya lebih sakit dari peluru mereka..
Kau yakin ini perbuatan si Guise?
Ceritanya panjang..
Dia percaya...
Dia yakin bahwa aku bersalah atas kematian ayahnya.
Kamu bersalah?
Tidak. Tidak..
Ayahku,
...jika kau mau mengakui sesuatu,
...maka katakan padaku.
Ceritakan padaku..
Sebenarnya dulu ayahnyalah yang ingin membunuhku..
Aku cuma mencegahnya saja untuk membunuhku..
Guise menginginkan tahta ayahnya,
...dan rakyat memihaknya.
Pergilah.
Ayo.
Para Huguenots tinggal disini.
Berhenti!
Kau Katolik atau Huguenots?/ Kami Katolik..
Bagus. Teruskan!
Bangun! Tahta dan nyawamu sedang dipertaruhkan!
Apakah Laksamana sudah meninggal?
Aku akan membalaskan dendamnya!/ Dia masih hidup. Kau tak perlu balas dendam.
Guise hanya mengabulkan permintaanku saja..
Kau yang menyuruhnya?/ Cuma "menginginkan" saja. Aku tak punya kuasa untuk memberi perintah..
Beruntung sekali dia masih hidup..
Keberuntungan yang buruk..
Sekarang kau harus perintahkan kami untuk membunuhnya..
Aku takkan mau! Tidak akan!
Maka dia akan menghancurkan kita. Kau dan aku!
Seluruh kota telah mempersenjatai diri mereka masing-masing..
Rakyat berteriak menuntut untuk segera bertindak..
Laksamana harus mati!
Berikan perintah!/ Tidak bisa! Takkan pernah bisa!
Ayo. Kita harus pergi untuk menyelamatkan nyawa kita.
Ternyata sang raja adalah seorang pengecut yang menyedihkan.
Kubunuh kau! Akan kubunuh kalian semua!!
Semuanya!
Para Huguenots.
Kaum protestan..
Semuanya!
Bakar mereka! Bakar tempat tinggalnya!
Laksamana juga?/ Dia juga, ayahku..
Jangan, jauhi dia!
Seberangi jalan itu.
Cepatlah, mereka nanti lolos.
Henry, aku mencarimu kemana-mana!
Rakyat sedang memberontak!
Melawan para Huguenots?
Pernikahanmu tak menentramkan mereka, tak jadi tenang, malah sebaliknya. Kurasa.....
Apa?
Kita dulu sengaja dibujuk untuk datang ke kota ini, diiming-imingi perdamaian.
Itu tidak mungkin..
Pangeran, kedua belah pihak telah mengalami ketidakadilan dan kematian.
Perdamaian tak bisa diputuskan. Bahkan oleh raja sekalipun..
Lihatlah mereka..
Rakyat mau balas dendam, bukan perdamaian..
Kau bilang kekerasan itu memang kuat. Tapi perbuatan baik itu lebih kuat..
Memang benar begitu..
Tapi seseorang butuh kekuatan yang besar. Sebagian dari mereka tak punya kekuatan itu.
Selamatkan dirimu. Aku punya teman di dekat sini./ Tidak..
Aku harus kembali ke istana Louvre.
Ke sebelah kanan..!
Sekarang!
Sudah beres!?/ Ya, tuan! Dia sudah kubereskan!
Aku ingin melihatnya!
Lempar dia ke bawah!
Ya, ini memang dia..
Kaum Katolik!
Ini jebakan!
Bela diri kalian masing-masing! Kita harus menemukan raja!
Cuma dia yang bisa menghentikan mereka!
Baginda, buka pintunya! Bukakan pintunya!
Tutup pintunya! Tutup!
Kunci pintunya, ganjal, Cepat!
Navarre!
Baginda.. Apa yang telah kau perintahkan!?!
Aku? Tak ada! Aku tak memerintahkan apa-apa!
Aku tak bertanggung jawab atas semua kekacauan ini!
Aku tak memerintahkan apa pun!
Kau menjagal kaum Huguenots-ku.
Kau membantai rakyat Huguenots-ku.
Kami harus lebih cepat darimu!
Itu benar..
Aku tak punya pilihan.
Aku tak punya.....
Aku berdarah.. Aku berdarah..
Sebagaimana Yesus yang berdarah di atas gunung Olives.
Ini ketakutan..
Aku sekarat dalam semua ketakutan ini..
Oh, Tuhan, tolong biarkan cawan darah (penderitaan) ini berlalu dariku...
Mereka sedang membantai rakyat kita, baginda!
Dan kita? Kita bahkan tak membantu mereka sedikit pun!
Kita sedang menyelamatkan nyawa kita, itu saja..
Mengapa kita korbankan nyawa kita?
Kita mengorbankan nyawa demi keyakinan kita, baginda!
Kau ingin mati demi keyakinan itu?
Aku tidak./ Aku tak menghendaki semua ini!
Lalu siapa?
Dia! Wanita iblis itu!
Ibuku yang jahat!
Tidak. Aku tidak gila seperti yang mereka sangka!
Aku ini tidak gila, Navarre! Mereka tidak memberiku pilihan!
Tidak ibuku, tidak juga kamu!
Dayang (pengasuh) pribadiku itu adalah seorang Huguenot!
Saudara, jangan tinggalkan aku!
Aku mohon!
Tunggu..!
Itu guruku, Beauvois..
Apa yang kau lakukan padanya?/ Membuangnya di sungai Seine
...bersama yang lainnya.
Tapi dia masih hidup!/ Apa?
Tidaak!
Navarre.
Navarre!
Ada seseorang yang berbaring di tempat tidurmu.
Seorang Huguenot.
Seorang Huguenot!
Baginda, selamatkan orang ini..
Saat aku sendirian, dia masuk kamarku karena dikejar para monster..
Aku tak punya pilihan lain. Lihat dia..
Aku akan berbaring di sampingnya!
Diriku tidak lebih baik dibandingkan dirinya..
Bahkan burung-burung telah berhenti bernyanyi..
Henry?
Mengapa kau tinggalkan aku sendirian?
Pernikahan kita...
Sungguh perayaan yang indah..
Kau sudah tahu tentang semua ini?
Aku tak tahu apa-apa.
Ibumu yang mendalangi pembantaian kejam ini!
Kau masih hidup, Henry.
Henry..
Aku mencintaimu..
Cinta sudah mati malam ini, Margot.
Cinta kita telah tersaput bersih./ Tidak..
Tidak, untuk cinta kita.
Kita tak bisa bermusuhan. Kita tak boleh bermusuhan.
Jangan sampai.
Duduklah bersamaku, Navarre.
Wahai pangeran suci dari kaki gungung Pyrenees.
Hati-hati. Sang kematian sedang menampakkan diri..
Kita selamat dari pertumpahan darah..!
Mari kita rayakan kebangkitan dan kejayaan kita..!
Musik!
Tuanku dan hadirin sekalian!
Kupersembahkan, rasa takut! Yang telah terenggut!
Kau menunjukkan pada kita bagaimana kekejaman itu menyembunyikan dirinya..
Dan kau memperlihatkan pada kita yang sebaliknya..
Laksamana itu adalah musuh kita..
Yang terjadi setelah peristiwa itu adalah ketidaksengajaan..
Kau mengkambing hitamkan yang sudah mati untuk membuat hidupmu dapat diterima..
Kau mau membunuhku?/ Mungkin..
Kalau begitu lakukan saja!
Aku harus keluar dari sini!
Kau tak bisa meninggalkan istana Louvre..
Itu syaratnya..
Syarat apa?/ Bahwa kau tak boleh meninggalkan istana jika kau masih hidup.
Jadi kau selama ini sudah tahu?
Tidak semuanya..
Tak ada yang bisa meramalkan hal itu.
Seluruh kota dipenuhi oleh burung ini.
Aku rindu teman-temanku.
Mereka berada dalam pengawasanku./ Bagus..
Selama mereka tetap hidup..
Apakah kau bisa tidur dengan tenang, nyonya?
Tidurku nyenyak dan tidak,
...itu wajar, sesuai dengan usiaku.
Seluruh pertumpahan darah ini membuatku muak.
Rakyat juga..
Kau berharap aku percaya padamu?
Menurutmu kenapa kau masih hidup?
Karena aku ingin kau tetap hidup..
Pindahlah ke agama Katolik./ Kau mengajakku demi tipuan bodohmu?
Kau kurang cerdas, kurang lucu untuk menjadi seorang yang bodoh.
Di hadapanmu, hal itu nyaris tak mengejutkan.
Jadi, apa jawabanmu?
Tak perlu usaha dalam menjalankan peranmu.
Aku akan kehilangan para sahabat
...dan keyakinanku./ Ocehan yang tolol.
Kau itu bukan Jeanne, ibumu.
Kami berdua percaya kepada Tuhan yang sama.
Kupikir kau seorang penganut Katolik yang tulus sepenuh hati dan jiwa..
Aku adalah seorang ratu yang tulus sepenuh hati dan jiwa..
Dan kau mengorbankan ribuan nyawa demi hal itu?
Terpaksa harus begitu.
Demi jutaan nyawa rakyat lainnya.
Demi kamu sendiri..
Apa bedanya?
Bagus..!
Aku setuju untuk pindah ke agama Katolik..
Tapi dengan satu syarat..
Biarkan saudari dan para sahabatku pergi.
Dan syarat lainnya?/ Tidak ada.
Tak ada syarat lagi!
Aku adalah sang raja penderitaan.
Ya, 'kan, dayangku tercinta?
Siapa itu?
Apakah lonceng perangnya berbunyi lagi?
Tidak.
Duduklah.
Berapa yang selamat?
Tak banyak.
30.000 orang terbunuh.
Tiga puluh ribu!?/ Atas nama dan reputasimu..
Aku juga akan segera mati, Navarre. Aku bisa merasakannya..
Navarre, apakah kau sahabatku?
Kurasa, mestinya begitu..
Itu membuat kematianku lebih gampang..
Kau harus tahu, saudaraku, bahwa hidupmu juga dalam bahaya.
Aku sudah mencegahnya..
Ya, aku sudah dengar hal itu dari semua orang.
Bagaimana menurutmu, dayangku?
Apakah kali ini bahayanya lebih berat dari yang sudah?
Kau takkan bisa tawar-menawar dengan Tuhan..
Ketakutan itu...
Navarre..
Seandainya saja aku tidak takut...
Aku akan jadi raja yang baik..
Pasang pagar penghalangnya!
Hidup raja Henry III !
Hidup raja!
Hidup raja d'Anjou!
Cukup.
Aku juga.
Ayo cium punggungku, raja Navarre kecilku..
Nafsu dan rasa sakit, adalah dua kutub dalam hidupku..
Aku menang!/ Tidak, jika kau bermain dengan adil..
Adil itu apa sih, tuan Mayenne?
Maksudku bukan pengadilan..
Sang Raja Navarre kecil sudah memahami kita..
Kau berjanji mengajakku berburu, Guise./ Tawaranku masih berlaku..
Berburu di hutan?
Bagaimana kutahu kalau aku bisa mempercayaimu?
Percayalah padaku seperti aku percaya padamu.
Disana! Itu dia rusanya!
Ayo! Ayo! Ayo!
Navarre kabur!
Kejar dia! Dia tak boleh kabur!
Baginda!
Baginda! Cepat, kemarilah!
Baginda! Kesinilah!/ Mereka tepat di belakangku!
Naiklah ke atas perahu! Cepat!
Mereka ke sungai! Semuanya cepat ke sungai!
Tiarap! Tundukkan kepala!
Apa tembakan kita mengenainya?
Kau tak apa-apa?/ Jangan pedulikan saya!
Kurasa tidak. Cepat, isi ulang pelurunya!
Apa kau sudah menunggu lama?
Selama tiga hari, baginda..
Terima kasih..
Tak masalah. Ini merupakan suatu kehormatan bagiku..
Dia melarikan diri?!
Aduh, sayangnnya iya, nyonya. Pada saat berburu di hutan..
Padahal Henry itu sahabatku..
Kau tak punya teman di sini.
Margot!
Apa kau sudah tahu tentang hal ini?/ Aku tidak tahu, sumpah.
Simpan sumpahmu!
Bagaimana pun juga, dia tak boleh kabur! Dalam keadaan apa pun!
Sekarang semuanya mulai dari nol lagi!
Sungguh aku benci perang..
Jangan menyerah, pendeta..
Berdoalah!
Tuhan akan mendatangimu jika kamu meninggalkan Paus
...dan kembali pada pangkuan gereja kita.
Tirukan saya: aku bersumpah.....
Dia tak bisa mendengarku..
Permisi, pendeta..
Kau belum waktunya mati.
Akan ada kesempatan lain.
Akan kucoba, kawan..
Mendekatlah kemari..
Siapa namamu tadi?/ Rosny, yang Mulia..
Rosny..
Minumlah bersamaku, Rosny sahabatku..
Aku berhutang nyawa padamu..
Dan pada karunia kasih sayang-Nya..
Di sisi Tuhan manakah aku akan berada tanpa para sahabatku?
Dahulu, sebelum segala sesuatu itu ada..
Sebelum ada waktu..
Sebelum zat, bentuk dan ruang,
Tuhan Yang Esa sudah ada untuk semua, dan semua ada karena Tuhan..
Tuhan tak terlukiskan dan Maha Luas tak terbatas.
Tak berubah-ubah, tenang..
Penguasa seluruh jiwa, cahaya, Dia Maha kekal abadi,
Tak terlihat,
...murni, bijaksana.
Adil dan baik..
Saat ini negeriku miskin..
Kita harus membuat negara ini bersemi dan makmur kembali!
Di kerajaanku, setiap warga bebas berpikir dan beragama sesuka mereka.
Mereka akan dicukupi oleh makanan dan minuman..
Dan pada hari Minggu, setiap istri petani akan masak ayam dalam pancinya!
Siapa itu?
Cukup bermain musiknya.
Tapi kami baru saja mulai..
Saudaramu, d'Alençon,
...meninggal dunia.
Adikku yang malang..
Dia sangat mlempem, kecil, tidak berarti..
Kita dari Valois mati sebelum waktunya.
Bahkan anjing² ini bisa hidup lebih lama dariku.
Aku penghuni istana Valois yang terakhir.
Kau harus segera menjadi ayah, harus punya anak laki-laki.
Takkan ada penerus dalam tahtaku. Aku telah berusaha semampuku dengan para wanita.
Meski mereka membuatu jijik!
Tak ada gunanya lagi.
Aku juga tak tahan dengan anak kecil.
Setiap gadis petani sederhana bisa tapi aku tidak.
Apa ini salahku?
Bawa suamimu kembali..
Jenius sekali, ibu!
Dia punya hak tahta, setelahku.
Hanya dengannya kita bisa berkuasa.
Dan dengannya kita sekalian menyingkirkan Guise..
Lancang sekali! Bagaimana bisa kau memperlakukanku seperti ini?
Aku akan protes!
Lepaskan aku!
Oh, begini ya, caramu menyambut istrimu?
Semua tamu dari Paris diperlakukan dengan hati-hati.
Aku membawa pesan dari rajamu./ Apa pesannya?
Bahkan tak ada ciuman?
Tak ada sedikit kelembutan?
Baik.
Aku datang dengan satu permintaan.
Ya?
Haruskah kukatakan di sini?
Di dalam gudang?
Gudang lebih baik daripada penjara bawah tanah..
Sau... saudara dan ibuku
...ingin kamu datang ke Paris./ Tidak.
Tidak? Itu saja?
Aku benci kamu! Aku benci kamu!
Aku benci kamu!! Dasar kau setaaan!
Kau dengar itu, Joyeuse?/ Ya.
Seharusnya aku mengirimmu.
Saudariku tak bisa berunding dengan suaminya..
Sungguh memalukan!
Baginda,
...jika kau bisa mengalahkannya, singkirkan dia.
Skak mat.
Itu tak masuk hitungan!
Ya, itu masuk! Masuk masuk masuk makasih makasih!
Aku tak mau berperang!
Dia kabur.
Pertama-tama dia meningalkanku, kemudian meninggalkanmu!
Guise adalah musuh besarku. Dia yang paling kutakuti..
Dan aku masih menganggap Navarre sebagai seorang sahabat..
Tidak! Kenapa begitu?!
Dia itu tak pernah jadi temanmu!
Kau ini buta, atau memang pengecut?!
Mungkin dua-duanya. Entahlah..
Ini sangat membingungkan.
Ini bukan salahku. Sudah saatnya kita berdiam diri.
Bagaimana menurutmu, bu?
Menurutku kau tak memberiku sebuah pilihan..
Aku juga merasa takut mati seperti kalian!
Percayalah padaku.
Jika kalian mencariku,
...kalian akan menemukanku di tengah-tengah pertempuran.
Kita tidak berjuang demi kejayaan atau kehormatan.
Kita sedang dipaksa untuk berperang!
Di sebelah sana,
...mereka berperang dan berjuang hanya demi kekuasaan!
Kita berjuang demi kelangsungan hidup kita!
Dan demi kehormatan Tuhan!
Dan demi kehormatan Tuhan..
Oh, Tuhan, semoga Engkau memberi kami kemenangan!
Lawan mereka, Tuhan, yang akan melawan kami.
Perangi mereka, Tuhan, yang akan memerangi kami..
Ambil senjata dan tameng kalian.
Apa yang sedang mereka lakukan, Marsekal Biron?
Mereka sedang berdo'a.
Percuma, itu takkan membantu. Pasukan kita tiga kali lebih banyak..
Jangan meremehkan kaum Huguenots.
Mereka berjuang demi keyakinan mereka.
...yang menyelamatkan rakyat miskin dari siapa saja yang merampoknya.
Kau akan menang, saudaraku, berjuanglah! Demi kamu, imanmu dan kemerdekaanmu!
Berjuanglah demi perdamaian!
Berjuanglah demi keluargamu! Jangan lupa, saudaraku!
Ke medan perang!
Apa kau ingin menyemangati tentara kita?/ Haruskah?
Itu takkan merugikanmu..
Komitmen kalian terhadap raja akan dihargai dengan kemewahan!
Kita akan menghancurkan kaum sesat! Tembakkan meriamnya!
Menyebar!
Maju ke medan perang!
Joyeuse sudah mati! Joyeuse sudah mati!
Kita kalah! mundur!
Kita kalah!
This subtitle is Translated, Edited, and "manually" Resynchronized by: Afin lz ----- afinelzi.blogspot.com -----
Apa kita menang, Rosny?
Apa alasannya?
Musuh kita kocar-kacir melarikan diri.
Berarti hanya itu alasannya bahwa kita sudah menang..
Walaupun banyak yang mati.
Korban kita lebih dari seribuan.
Mengapa? Mengapa?
Disana, baginda,
...seseorang yang mencintaimu sedang terbaring disana.
Ini bukan saatnya untuk mati, du Bartas.
Saudaraku..
Sedang apa kau disini? Keluar!/ Apa yang telah kau perbuat?
Kau yang menasehatiku, dasar bodoh!
Tentara kerajaan telah dihajar!
Pacar bangsat kecilmu sudah mati! Seluruh kota menentangmu!
Mereka berteriak meminta Guise dan kepalamu! Sudah semestinya!
Itu akan membuatmu terbiasa, dasar pelacur!
Kau memanggilku apa tadi? Dasar tolol, menyedihkan!
Kau sangat tak becus!
Seorang raja bloon memanggilku pelacur?!?
Tinggalkan istana! Segera!
Akan kutunjukkan siapa raja di sini dengan cara mengusirmu..!
Kau tak bisa melakukan itu.
Oh ya, aku bisa! Pergi kau!
Kau diusir dari istana! jangan berani kembali lagi!
Baginda, tentaramu telah ditaklukkan, sementara anda meringkuk di tempat tidur.
Kau sebut itu berkuasa?!/ Aku tak perlu menjelaskanmu!
Kau dengar apa yang mereka serukan?!
Kau sudah tamat!/ Tidak, Guise, kau yang tamat!
Ayo! Tusuk dia! Bunuh! Tikam dia!
Apa dia benar-benar sudah mati?
Ya, dia sudah mati.
Kita sudah menyingkirkan dia, bu.
Kita sudah menyingkirkannya.
Rakyat sekarang menentangmu.
Itu lebih buruk.
Apa yang harus kulakukan?
Anakku yang malang..
Berdamailah
...dengan Navarre.
Aku lapar sekali seperti serigala kelaparan./ Ini semua yang kupunya..
Terima kasih.
Lebih baik daripada tidak ada apa-apa..
Itu karena kita tak boleh menjarah..
Kita bukan perampok./ Kata-kata indah takkan mengisi perut kita.
Kita mengembara, keluyuran seperti anjing liar...
Apa yang kita dapat dari kemenangan kita?
Istana Coeuvres tak jauh dari sini.
Pemiliknya, d'Estrées, tak pernah bersahabat dengan raja.
Berhenti!
Selangkah lagi kau mati!
Kau mau membunuh kami dengan sebuah anak panah?
Kami datang dengan damai./ Para pencuri juga bilang begitu..
Aku adalah Raja Navarre.
Tentu saja kau raja!
Dia memang raja! Raja Henry kita..
Kau yang telah mengalahkan tentara kerajaan?/ Benar sekali.
Aku kesini bersama temanku, Agrippa
...serta para pasukanku yang sekarang sedang menunggu di hutan.
Namaku Diane d'Estrées.
Aku ingin menanyakan sesuatu pada ayahmu...
...kalau saja..
Adikku, Gabrielle.
Raja Navarre,
...dan sahabatnya.
Kata-kata menyulitkanku, nona... Anda membuatku bisu..
Sayang sekali!
Kalau begitu kami tak tahu apa tujuanmu kesini..
Kami datang kesini untuk meminta tempat perlindungan pada ayahmu..
Ayah kami sedang pergi ke Paris, guna menghadiri pemakaman sang ratu.
Apa? Ny. Catherine meninggal dunia?/ Beliau meninggal dengan tenang di tempat tidurnya.
Catherine de' Medicis..
Dia berjuang selama hidupnya demi kekuasaan anaknya..
Sia-sia./ D'Anjou tak bisa berkuasa tanpa ibunya..
Sedangkan aku, sedang duduk di bak mandi sementara dua wanita cantik membawakan air buatku.
Apa yang dibisikkannya?/ "Aku akan kembali, cantikku.."
Dia jatuh cinta padamu!/ Dia bau seperti kambing!
Sebentar lagi dia akan jadi raja!/ Memangnya kenapa?
Gabrielle, kau ini terlalu bodoh untuk menjadi pelacur!
Kau bisa jadi sasaran empuk, baginda.
Apa yang musti kutakutkan? D'Anjou yang mengajakku bertemu.
Bukan aku.
Tolong! Raja sekarat!
Dia menikam sang raja!
Henry..
Baginda, ini sungguh mirip reuni.
Kau sudah semakin dekat dengan tahta,
...sangat dekat sekali.
Kau harus menjadi penganut agama Katolik.
Henry... Bersumpahlah.
Raja meninggal dunia.
Di Perancis, para raja tidak mati!
Hidup raja!/ Hidup raja!
Seorang raja Huguenot?! Takkan pernah terjadi!
Raja adalah siapa pun yang mengendalikan Paris. Itu kami, kaum Katolik!
Barangsiapa yang tak mau menunduk padaku, silakan pergi.
Aku tidak akan meninggalkan keimananku.
Aku akan menjadi raja bagi seluruh Perancis..
Baginda, kau dulu memang musuhku, aku juga dulu musuhmu.
Itu masa lalu..
Aku takkan mempertaruhkan nyawaku untuk Mayenne.
Kau adalah rajaku..
Marsekal Biron, bersamamu, kita akan menaklukkan Paris..
EMPAT BULAN KEMUDIAN
Kota itu tak bisa ditaklukkan!
Ternyata Paris itu lebih tangguh dari dugaanku.
Mereka takkan membuka pintu gerbang begitu saja.
Pengepungan ini menimbulkan pengaruh besar bagi rakyat..
Tapi itu bukan pengaruh yang kuharapkan.
Mereka hanya akan menerima raja Katolik.
Biarkan mereka kelaparan!
Aku tak ingin jadi seorang raja yang membiarkan rakyatnya kelaparan..
Kita mundur!
Sangat dekat dengan tujuan kita?/ Justru semakin jauh!
Kecuali kau pindah ke agama Katolik.
Sebagai seorang Huguenot, aku tak menyarankanmu untuk melakukan itu. Tapi...
Paris itu layak untuk diperjuangkan, baginda..
Perdamaian dan persatuan itu lebih baik. Kekeraskepalaan merugikan banyak nyawa.
Rosny ingin kita ditoleransi, diterima. Dan itu juga yang kuinginkan..
Rosny itu tidak tahu! Nanti kau akan dianggap berkhianat!
Siapa yang kukhianati?/ Kita!
Dan semua orang yang berjuang atas namamu!
Tapi aku tak melakukan hal ini untuk diriku sendiri! Ini untuk Perancis!
Aku takkan meninggalkan rakyat Huguenots-ku!
Kau sudah meninggalkannya..
Baginda, ada tamu./ Aku sedang tidak ingin menerima tamu..
Gabrielle..
Kau tampak lebih cantik dari yang kuingat..
Tuan, katakan apa maumu..
Aku ingin memelukmu..
Aku ingin menciummu. Aku ingin...
Aku ingin mencintaimu.
Apa imbalannya?
Kau mau barter?
Bagus sekali.
Baiklah,
...ayo kita barter.
Aku ingin jaminan perlindungan seorang raja untuk keluargaku..
Tapi aku bukan sang raja..
Nanti kau akan jadi raja.
Kalau begitu akan kuberikan perlindunganku.
Henry, apa yang kau cari?
Aku ingin dibawa ke pangkuan Gereja Katolik Roma. Amin.
Apakah kau menginginkannya dengan sepenuh hati?
Ya, dengan sepenuh hati..
"Saya percaya pada satu Tuhan, Bapa, yang Mahakuasa
...pencipta langit dan bumi,
...dari semua hal yang terlihat dan tak terlihat."
"Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, anak tunggal Allah,
...lahir dari bapa sebelum segala zaman tercipta."
"Tuhan Allah,
...cahayanya cahaya."
"Tuhannya Tuhan Allah yang benar,
...Tuhan tunggal, tidak dibuat,
...beserta dengan Tuhan Bapa,
...yang telah menciptakan segala sesuatu,
...untuk kita para manusia
...dan untuk keselamatan kita."
Siapa yang menyewamu? Katakan!
Siapa dalangnya?!
Siapa?!
Istana Louvre.
Dingin dan penuh dengan aura permusuhan.
Aku benci sekali tempat ini..
Kau kembali lagi kesini sebagai raja, yang mulia.
Raja Perancis!
Sebuah momen yang luar biasa..
Henry IV memasuki istananya!
Sudah lama kita tak menikmati malam yang indah seperti ini..
Meriam ditembakkan hanya untuk kesenangan..
Berharaplah pada Tuhan, semoga musuh kita berbagi pendapatmu..
Spanyol mengancam kita dengan perang..
Kumohon! Jangan bicarakan itu lagi. Tidak untuk malam ini!
Baginda, ini tuan Zamet, teman lama./ Baginda...
Yang mulia...
Rajaku...
Gelar apa yang kupilih?
Berdirilah, tuan Zamet.
Tn. Zamet adalah seorang yang duniawi.
Dan sangat kaya raya!
Ingatkan saya soal itu..
Apa yang kau inginkan dariku?
Oh, itu ayahku!
Itu punyaku!
Kembalikan!
Ini bukan milikmu!/ Yang mulia..
Ada apa ini, tuan d'Estrées?
Dia mencuri cincinku!
Bohong, yang mulia!
Aku yang membeli semua ini!/ Membeli? Hahaha!
Dia mencurinya!
Tenang, tenang.. Tolong dengarkan saya.
Semua ini sudah diatur..
Aku pernah bertaruh dengan Gubernur d'Estrées
...bahwa dia takkan bisa berhenti menjadi pencuri.
Dan aku menang..
Tuan d'Estrées, kembalikan barang milik mereka..
Semuanya, seperti sedia kala..
Baiklah kalau begitu./ Kembalikan..!
Maafkan dia..
Jangan sampai terulang lagi..
Henry, ganti kerugiannya..
Haruskah? Dia berhutang budi padaku.
Kau 'kan raja..
Siapa yang bisa berhutang budi padamu?
Aku takkan sering minta bantuan padamu.
Aku takkan pernah menolakmu.
Ayahku ingin menjadi Jendral pasukan artileri..
Memangnya di tahu tentang seluk-beluk meriam?
Dia akan belajar.
Aku sudah menjanjikan jabatan itu buat Rosny.
Lakukan demi aku..
Keadaannya seperti ini di seluruh penjuru Perancis!
Para petani tak bisa bercocok tanam karena mereka kekurangan benih gandum..
Kita akan membeli benih gandum.
Pakai uang apa?!
Aku akan menginvestasikan segala yang kumiliki..
Akhirnya aku punya kuasa
...untuk mengubah segalanya.
Perancis akan berjaya lagi!
Dan aku akan memaafkan kekatolikanmu.
Seluruh infrastruktur ini kondisinya sudah jelek.
Perdagangan 'kan butuh jalan yang mulus..
Kita butuh sekolah.
Masyarakat harus belajar membaca dan menulis..!
Jangan lupakan para petaniku..
Itu berarti kita harus bekerja paling tidak sekitar 10 tahun.
ENAM BULAN KEMUDIAN
Minggir!
Itu tadi perang Arques.
Dan ini, perang Ivry.
Kau lihat, aku tak pernah tidur. Jarang tidur...
Kecuali dengan istriku, Margot.
Ini dia gelandangan lain yang kusuka, yang kuberi kenikmataan!
Mohon sumbangan kecilnya..
Tawamu mengejutkanku, baginda.
Kenapa? Apa aku tampak terlalu umum bagimu?
Itu juga! Tapi ada hal lain lagi..
Calais sedang diserbu dan saat ini sedang diduduki musuh.
Pertama kota Calais, sekarang kota Amiens..
Semoga iblis mengambil Spanyol!
Uang, uang! Aku tak mau bicara soal uang!
Kurasa kalian sudah tahu..
Aku tahu. Kota Amiens juga runtuh.
40 meriam telah lenyap!
Terima kasih buat Tuan d'Estrées.
Tak ada yang bisa menahan musuh. Tak ada tentara, tak ada sungai..
Mereka bisa langsung berbaris menuju Paris..
Kita berperang lagi.
Tidak, baginda.
Kita tak bisa berperang.
Kita tak bisa berperang dengan harta kosong..
Kok bisa kosong?
Uangnya sudah kau pakai buat beli gandum para petani miskin.
Sudah terpakai untuk membangun jalan dimana-mana.
Wanita cantik di sampingmu itu, baginda, yang membuat kita kehabisan harta..
Jadi ini salahku, kita tak mampu membayar tentara?
Tidak masuk akal!
Aku mengerti maksudmu!/ Cukup!
Kumohon, tenangkan dirimu, Gabrielle.
Aku akan mencari solusi..
Aku sangat tertarik sekali..
Dimana semua meriam kita, tuan d'Estrées?
Pasukan artileri tak mau berperang.
Menolak? Kau tak perintahkan mereka?
Katanya mereka tak mau berperang tanpa dibayar.
Pasukanku juga mengeluh. Aku terpaksa mengancam mereka.
Kau tak bisa mengandalkan loyalitas rakyat Huguenots-mu lagi.
Rosny sedang mencari dana, tapi dia butuh waktu..
Jika mereka mengalahkan kita hari ini,
...semua usaha kita selama ini akan sia-sia!
Itu dia Rosny..
Gabrielle?
Buka kuncinya..
Sepuluh kantung penuh emas, baginda!
Dari mana itu?/ Kudapatkan dari tuan Zamet.
Aku 'tlah gadaikan segalanya untuk memenangkan pertempuran ini.
Demi kemenangan kalian!
Perancis sudah menang!
Kita menang.
Kau masih hidup.
Ini pertempuran terakhirnya..
Kemuliaan dan kehormatan bagi Marsekal kita yang berani!
Dan bagi sahabatku.
Hidup Raja Perancis!
Dan ratunya yang adil!
Kami juga berhutang padamu atas kemenangan ini.
Dan sebagai rasa terima kasih kami atas bantuan kamu,
...kau akan kuangkat menjadi adipati Beaufort !
Kau dulu menjanjikanku sesuatu yang lain, baginda.
Sejak aku menjadi raja kecil kerajaan Navarre,
...masa depanku yang tak menentu,
...perjalanan jauh menuju tahta Perancis,
Aku sudah merindukan saat yang hebat ini.
Sekarang aku sudah cukup kuat
...untuk menyatakan bahwa kalian akan bebas.
Bebas beriman dan berkeyakinan
...dan bebas berpendapat.
Dia telah menghalalkan bid'ah dan penghujatan pada Tuhan!
Tak seorang pun tahu apa yang diyakininya. Mungkin dia tak beriman samasekali..
Tak ada yang akan dianiaya karena keyakinan minoritas berbeda dengan mayoritas.
Kaum Katolik dan Huguenots,
...kalian semua adalah rakyatku.
Aku menyayangi kalian semua tanpa terkecuali..
Mulai sekarang dan seterusnya, ini akan menjadi undang-undang hukum di Perancis.
Hidup raja yang hebat!
Sehebat apa pun raja itu, dia cuma manusia biasa..
Aku bisa mendengar detak jantungnya raja kecil penerusku.
Kau akan menjadi raja. Aku berjanji..
Aku tak bisa hidup tanpamu..
Aku akan menikahimu.
Yang mulia! Ada duta Vatikan, perwakilan Paus dari Roma!
Kami ucapkan selamat atas kemenanganmu..
Anda seorang raja yang hebat.
Terlalu hebat, mungkin...
Kau membuat bingung aturan agama.
Karena aku percaya pada kebebasan beragama?
Kebebasan beragama ini
...tidak boleh ada.
Aku adalah raja seluruh Perancis.
Tapi kekuasaanmu itu tergantung oleh belas kasih sang Paus. Jangan lupa.
Bagaimana bisa?
Di luar sana, ada banyak orang yang membencimu. Tapi aku tidak.
Aku ingin bersahabat denganmu.
Bagaimanapun juga, sesuatu akan terjadi padamu..
Anda datang kesini untuk mengancamku?
Aku datang kesini karena anda minta tolong Paus untuk mengurus perceraian.
Perkawinanku dengan Margot tak membuahkan keturunan.
Aku membutuhkan pewaris tahta.
Adipati kota Tuscany, Italia, punya keponakan perempuan yang sangat cantik.
Namanya Marie
...de' Medicis.
Tidak, terima kasih. Aku kenal betul dengan keluarga Medicis.
Jangan menikahi Gabrielle d'Estrées.
Ini kehendak Paus yang suci.
Dan bila aku tak mematuhinya?
Yang mulia,
...rupanya anda adalah sebatang pohon yang menolak untuk bengkok di tengah badai.
Bolehkah aku menasehatimu?
Kau selalu menasehatiku dengan baik.
Sebelum pernikahanmu
...singgahlah di biara beberapa saat
...untuk mencerminkan kesalehanmu dan menunjukkannya di mata sang Paus.
Siapa yang memasukkan ide itu ke dalam kepalamu?
Duta utusan perwakilan Paus dari Vatikan itu kemarin..
Di dalam biara bersama para biarawan Katolik?
Tampak jelas bahwa ini adalah jebakan.
Kuitipkan milikku yang paling berharga ini padamu, kawanku..
Baginda, pernahkah aku mengecewakanmu?/ Tidak.
Kami berdua mendo'akan semoga perjalananmu lancar..
Aku takut sesuatu terjadi padamu..
Kumohon, jangan tinggalkan aku sendirian.
Jangan takut, bidadariku yang cantik..
Aku akan selalu dikawal dengan ketat.
Sampai nanti,
...ratuku.
Agrippa! Agrippaa!
Kemana saja kau tadi?! Ada seseorang di kamarku!
Baginda, sudah waktunya untuk Misa.
Ratuku sedang menunggu. Kata sandinya: Ayam hitam.
Terima kasih, tuan Zamet. Anda menyelamatkanku lagi.
Demi sang calon ratu, aku...
Tak ada yang boleh mendengar hal ini! Tak seorang pun!
Nyonya, aku janji padamu..
Kondisimu saat ini membutuhkan sesuatu yang....
Bolehkah aku tinggal disini sampai raja kembali?
Ya, nyonya. Anda bisa tinggal di kamarku.
Biar kuperiksa dulu apakah semuanya sudah diatur dengan beres..
Selamat pagi, Tuan Zamet.
Anda memiliki kasur yang mewah.
Selama sang ratu bisa tidur nyenyak. Silakan, silakan!
Kumohon, duduklah.
Ada apa dengan kewaspadaan ini? Anda curiga ada musuh di rumahmu?
Anda takkan pernah tahu, nyonya.
Kalau benar, itu akan jadi aib.
Aku cuma ingin jeruk..
Ambilkan buah jeruk, cepat!
Rumahmu sangat menyenangkan. Lebih nyaman dari istana.
Tuhan memberikan karunia-Nya yang tersisa.
Anda terlalu melebih-lebihkan. Cukup. Biar kulakukan sendiri.
Rasanya pahit./ Tidak! Ya Tuhan! Mengapa harus aku!?
Keluar! Semuanya keluar!
Enyahlah dari pandanganku!
Tuan Zamet! Tenanglah!
Dia sedang hamil, wajar kalau dia menjadi sangat sensitif.
Tak perlu bersedih!
Catherine!
Gabrielle! Siapa saja, tolong lakukan sesuatu!
Dimana dia?
Kami tak bisa mencegahnya, baginda.
Katakan padaku dimana dia sekarang!
Sebuah tragedi, baginda...
Baginda, kekasihmu tercinta
...sudah meninggal dunia.
Tidak.
Mustinya kau melindunginya!
Kenapa kau tak menjaganya?
Kenapa!?
Baginda!! Agrippa tidak bersalah!!
Kumohon dengarkan saya!
Gabrielle meninggal karena anak yang dikandungnya.
Apa-apaan ini, Catherine?
Ini hanya boneka, Henry..
Kami ingin mencegahmu untuk melihat jasadnya.
Yang mulia..
Dokter yang mendampingi kekasihmu tercinta hingga detik-detik terakhirnya, ada disini.
Benarkah bahwa kau kenal dekat dengan keluarga Medici?
Siapa yang memberitahumu?
Apa kau tak punya malu?
Semua ini demi Perancis! Dia itu raja!
Kau tak punya hati nurani.
Baginda, tolong bukakan pintunya!
Dengarkan dia. Aku mohon padamu.
Saya bersumpah.../ Bahwa dia tidak diracuni?
Ya, baginda..
Saya bersumpah./ Simpan saja sumpahmu.
Aku meninggalkannya sendirian.
Kalian tidak membunuhnya.
Itu semua yang kutahu.
Kami telah membedah tubuhnya.
Tubuhnya sendiri yang meracuninya. Bayi yang ada dalam perutnya,
...nyaris membusuk./ Tak perlu kau sebutkan detilnya.
Aku sayang padanya, Rosny!
Aku menyayanginya seperti cinta sejatiku..
Sayangku pada tubuhnya sebesar cintaku pada seluruh jiwanya..
Jadi tersangka yang salah...
Tersangkanya adalah alam?/ Itu benar, baginda.
Kita tak bisa menghukum alam.
Sudah sepatutnya akal menuntun kita, baginda..
Hatiku sudah mati!
Takkan bisa pulih kembali.
Pikirkan tentang tanggung jawabmu, baginda.
Ya.
Biarlah akal yang memimpin.
Berhenti!
Aku harus pipis!
Balikkan badan!
Bagaimana menurutmu, Leonora?
Inikah Perancis?
Aku tak berharap banyak..
Umumkan kehadiranku..
Bukakan pintunya untuk sang Raja Perancis!/ Biar kubukakan..
Baginda./ Itu cuma dayangnya yang cebol, baginda..
Hidup sang raja!
Tidak tidak, tidak. Kalian tak boleh masuk!
Selamat datang, baginda. Anda sendirian saja.
Kalian boleh pergi.. Aku tak yakin ada bahaya disini.
Pergilah. Keluar..
Kau juga..!
Maafkan saya, dewiku..
Aku harus terbiasa dengan fakta bahwa kita sudah menikah..
Sebuah pernikahan yang nyaman, yang sudah dikontrak di kota Florence
...tanpa kita harus bertemu.
Hal ini memang tidak biasa..
Disini lebih dingin dari kota Florence.
Kami dinasti Medici menyukai Florence dan kami tak ingin meninggalkannya.
Aku tak paham bahasamu, istriku sayang..
Bagus!
Mari segera kita lakukan tugas kita.
Kau 'kan tahu, bahwa negeri ini membutuhkan pewaris tahta.
Leonora! Tolong!
Ya, ratuku?
Nyonya, kami berdua bisa mengatasi hal ini sendiri.
Anda tidak dibutuhkan saat ini!
Sesuai dengan perintah ayah kita..
Aku akan menjalankan tugasku.
Aku juga..
Pelan-pelan, suamiku sayang, pelan-pelan..
Apa yang kau lakukan?
Permisi. Permisi..
Permisi. Oh, maaf..
Tuan-tuan, nyonya-nyonya dan para hadirin sekalian, inilah, Le dauphin! (The Dauphin)
Pemerintahan kita sudah terjamin!
Kau gila, ya?!
Dia bukan mainan!
Le dauphin! (The Dauphin, julukan dinasti Henry IV)
Raja Louis dari Bourbon!
Siapa wanita muda itu?/ Kurasa namanya Henriette.
Dasar kambing tua!
Akan kutemukan kau!
Mana kambing tua bernafsu birahi itu?!
Maksudmu siapa, nyonya?
Kau tahu maksudku, dasar babi!
Tak ada siapa-siapa disini!
Aku bisa membuangmu ke penjara bawah tanah.
Atas kesalahan apa?/ Karena kau telah menggoda suamiku dan membuatnya berpaling!
Dasar jalang!
Nyonya. Nyonya, ini tak adil!
Siapa yang menyuruhmu berdansa telanjang di depan sang raja?
Putri Margot.
Dimana si Margot ini?
Sendirian. Dibuang di provinsi Auvergne.
Dia harus tingal di sini..
Bajingan!! Dasar babi!
Aku benci kau!
Dasar kambing tua kecil !! Bangsaat!!
Kau mau pergi?
Aku minta izin padamu, baginda.
Maafkan aku karena sudah dengan sekilas membayangkan
...bahwa kau bertanggung jawab atas kematian Gabrielle.
Sudah terlupakan, baginda.
Jangan mengira pergi meninggalkanmu itu gampang buatku.
Apakah ini karena Marie?
Istrimu sekarang...
...bukan Gabrielle.
Bisa kulihat kalau kau tak mencintainya dan itu membuatku sedih..
Kita sudah melewati banyak hal bersama-sama.
Sudah waktunya untuk pensiun dari panggung dunia.
Aku takkan pernah melupakanmu.
Kau akan selalu berada di hatiku...
...hingga aku mati.
Bagaimana keadaannya?
Beliau terkena demam tinggi.
Bolehkah aku bicara dengannya?
Baginda, izinkan hamba...
Kadang-kadang, ada sesuatu yang membebani pikiranku, jiwaku..
Sama..
Baginda...keka...
Kekasih pujaan hidupmu itu...
Mati karena diracun.
Waktu itu aku menyangka
...bahwa sang Paus takkan pernah menerima dan merestui pernikahanmu dengan Gabrielle.
Aku tak tahu menahu soal racun itu.
Mungkin saja aku bisa mencegahnya waktu itu.
Tapi tidak berhasil.
Sudah terlambat menyadari bahwa Gabrielle adalah cinta sejatimu..
Selama ini aku hanya sibuk memikirkan urusan Perancis.
Jika memang baginda mau menghukum saya, hukum saya sekarang..
Maafkan aku..
Kita tak bisa mengembalikan masa lalu.
Kita bisa, bagaimanapun juga, dengan cara saling jujur..
Seperti teman sejati..
Dari mana karet stoking ini berasal?
Mustinya kau yang lebih tahu dari mana asalnya..
Kutemukan benda ini dari bawah kasurmu!
Baik sekali../ Tidak ada yang baik!
Benda ini milik pelacurmu. Bukan milikku!
Seluruh penghuni istana...
Semuanya bilang bahwa kau kambing tua yang gampang terangsang!
Kalau begitu larang mereka untuk mengatakan hal itu..
Ka.....
Kau menikahiku demi harta yang banyak. Itu saja.
Kau tak mencintaiku..
Tak pernah mencintaiku.
Mengapa?
Aku 'kan sudah memberimu anak laki-laki!?
Ini sangat penting.
Itu benar..
Aku benci kamu!
Aku akan membencimu seumur hidupku!
Akan kupenggal kepala pelacurmu!
Tidak selama aku masih hidup, nyonya.
Itu bisa berubah, bisa diatur..
Kau punya banyak musuh..
Musuh besarku sedang duduk di depanku.
Kau mau aku memahkotai wanita itu,
...karena tahu kalau dia membenciku?
Penobatan ini akan sangat membantu, baginda.
Anakmu masih terlalu muda untuk memerintah negeri ini,
...kau tahu, jika sesuatu terjadi padamu.
Jadi ini, yang namanya: memimpin dengan akal, ya 'kan?
Aku benci kamu, nyonya!
Hati-hati, anak kecil..
Lehermu bisa patah..
Pergi kau, tikus kecil!
Tuan Ravaillac! Selamat datang..
Ayah!
Ibu sedang menemui manusia merah!
Manusia merah?
Manusia merah..hmm, kedengarannya bahaya.
Dia merah disini dan disini.
"Jayalah Engkau, wahai Raja Kristus."
"Engkau adalah anak yang abadi."
"Engkau menyampaikan, manusia menerima,
...manusia tidak ditakuti oleh rahim Maria, sang perawan."
"Engkau, telah kalahkan sengatan kematian,
...terbuka bagi mereka yang percaya dengan Kerajaan Surga."
Ayah!
Beri jalan untuk Kereta Kerajaan!
Yang Mulia!
Marie, lihatlah! Itu raja kita!
Hentikan kereta! Apa yang kau masak dalam pancimu?
Daging ayam, yang mulia. Anda mau?
Tidak, terima kasih..
Terima kasih padamu, untuk daging babi dan kacangnya..!
Sama-sama!
Kau lihat itu?
Usaha kita selama ini tidak sia-sia..
Pak kusir, ada apa?
Dia mengingatkanku pada Gabrielle-ku..
Enyahkan dia!
Keluarkan dia dari kereta!
Jatuhkan Huguenots! Aku menyelamatkan dunia!
Aku sudah membunuh sang raja sesat!
Mengapa tak ada yang menolong?!
Jatuhlah bersama Huguenots!
Baginda!!
Baginda! Kumohon, ya Tuhan!
Rajamu sekarat!
Siapa saja, tolong!
Kusir, jalankan kereta!
Kediri, September 24th 2011 --- DITERJEMAHKAN OLEH: Afin lz, themoviemaniac82™ --- E-mail: kevinndazz@gmail.com
--- This subtitle is Translated, Edited, and "manually" Resynchronized by: Afin lz --- You could find or request another movie subtitles on my movie tracks: http://www.afinelzi.blogspot.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.